Kecewa Makanan Tak Sesuai Harga Tiket, Penumpang Tak Lagi Mau Naik British Airways
Lagi dan lagi seorang penumpang harus kecewa saat mendapat layanan makanan dalam kabin. Kali ini bukan sebuah binatang seperti kecoa dan cacing atau belatung tetapi, makanan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Baca juga: Setelah Insiden Kecoa, Kini Belatung Hidup ‘Tersaji’ di Makanan Pakistan International Airlines
Hal tersebut dirasakan oleh seorang penumpang British Airways yang kecewa dengan sarapannya karena kurang memuaskan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (9/2/2019), Andrew Hedge merasakan hal tersebut saat memesan sandwich dalam penerbangannya dari Heathrow ke Florida musim panas lalu.
Saat itu dirinya disajikan roti yang sangat kering hanya dengan lapisan krim keju di atasnya. Dia mengatakan ini hal yang memalukan dalam penerbangan berbiaya £1200 tersebut menuju Miami. Pengusaha berusia 49 tahun tersebut mengatakan dirinya benar-benar terkejut.
“Ini adalah prestasi buruk dan kualitas sarapan yang dimana tiket pesawatnya tidak murah,” ujar Hedge.
Bahkan dirinya menuduh standar maskapai Inggris tersebut menurun selama lima tahun terakhir dan mengatakan tidak akan menggunakan British Airways lagi 100 persen. Seorang juru bicara British Airways mengatakan bahwa mereka berhubungan dengan penumpang dan meminta maaf bahwa standarnya jatuh di bawah harapan mereka pada kesempatan ini.
“Kami baru-baru ini meluncurkan program investasi bernilai jutaan pound ke kabin dan katering World Traveler Plus kami. Sejak Februari, kami telah memperkenalkan pengalaman bersantap baru dan lebih baik bagi pelanggan yang bepergian di kabin, termasuk pilihan yang lebih luas dan santapan kedua yang lebih substansial di kemudian hari dalam penerbangan,” kata juru bicara British Airways.
Hedge bukanlah yang terbaru dalam serentetan penumpang yang mengeluh tentang inferior dining inferior. Bulan lalu, seorang penumpang Emirates dibiarkan frustrasi dan marah setelah disajikan sandwich ayam Cajun yang mengecewakan dalam penerbangan ke Dubai.
Gambar menunjukkan gulungan dengan persegi dari apa yang tampak seperti keju olahan, dengan sepotong ayam yang sangat kecil di tengah sandwich. Lebih buruk lagi, penumpang Air India Rohit Raj Singh Chauhan baru-baru ini menemukan kecoa dalam makanannya.
Baca juga: Menjijikan, Ada Kecoa di Makanan ‘Bersegel’ Pada Penerbangan Full Service Air India
“Saya memberi tahu kru Air India, tetapi mereka mengabaikan saya. Karena anggota kru tidak mendengarkan, saya mengembalikannya kepada mereka. Aku bahkan menolak makanan mereka untuk orang lain, tetapi tidak berhasil,” ujarya.
Air India sejak itu meminta maaf atas kejadian tersebut.
Mulai Hari Ini, Garuda Indonesia Layani Rute Jakarta – Silangit dengan Boeing 737-800NG
Garuda Indonesia, mulai hari ini, Minggu (17/2) melayani penerbangan langsung Jakarta-Silangit dengan menggunakan armada Boeing 737-800NG dengan kapasitas 162 penumpang menggantikan armada CRJ-1000 berkapasitas 96 penumpang yang sebelumnya digunakan untuk melayani rute tersebut.
Baca juga: Baru 2 Minggu Tutup, Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Jakarta – Silangit
Dalam siaran pers, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa penambahan kapasitas pada rute Jakarta-Silangit tersebut merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi pengguna jasa dari dan menuju Silangit.
“Dengan pengoperasian Boeing 737-800NG kami harapkan dapat mengakomodir demand pasar yang tingggi atas layanan penerbangan Jakarta – Silangit tersebut,” papar Pikri.
“Peningkatan kapasitas pada rute Jakarta – Silangit ini juga merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional untuk senantiasa mendukung program pemerintah, khususnya dalam mengembangkan 10 destinasi prioritas yang disiapkan untuk menjadi Bali Baru – terlebih dimana saat ini Danau Toba merupakan salah satu dari 4 kawasan prioritas dari 10 destinasi tersebut,” tambah Pikri.
“Dengan menggunakan armada B737-800NG ini, Garuda Indonesia menawarkan kenyamanan lebih bagi penumpang dari dan menuju Danau Toba,” lanjut Pikri.
Baca juga: Dengan Infrastruktur Baru, Bandara Silangit Kini Siap Terima Penumpang Internasional
Penerbangan langsung Jakarta – Silangit ini dilayani 4 kali setiap minggunya (Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu) dengan keberangkatan dari bandara Internasional Soekarno Hatta dengan GA268 pada pukul 07.35 WIB dan akan tiba di Bandara Internasional Silangit pada pukul 09.35 WIB dan kemudian terbang kembali dari Bandara Internasional Silangit dengan GA269 pada pukul 10.40 WIB dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 13.00 WIB.
Qantas Akan Hadirkan Lounge Kelas Satu di Bandara Changi
Bandara Internasional Changi Singapura yang menjadi salah satu hub transit terbesar kini akan kehadiran lounge baru untuk maskapai Qantas. Kehadiran lounge maskapai Australia ini sendiri datang dari perancang industri yang berbasis di Sydney, David Caon. Dimana David telah melihat pekerjaan yang tengah berlangsung di Jewel dan menyukai apa yang dilihatnya saat itu.
Baca juga: Jewel Changi, Bakal Jadi Destinasi Wisata Gaya Baru via Bandara Changi
“Saya ada di sana minggu lalu dan kami punya waktu sebelum penerbangan kami karena kami punya pertemuan di bandara dan saya memasukkan kepala saya ke belakang penimbunan. Itu tidak bisa dipercaya. Ini seperti sesuatu dari film fiksi ilmiah. Aku benar-benar tidak bisa melihat banyak, tetapi apa yang kulihat tampak luar biasa. Singapura sebagai perhentian, akan menjadi fantastis. Hal ini benar-benar unik,” ujar David yang dikutip KabarPenumpang.com dari traveller.com.au (15/2/2019).
Lounge kelas satu yang akan berada di Changi tersebut menjanjikan aspek serupa untuk membantu kesehatan penumpang dalam perjalanan seperti cahaya yang diatur, kualitas udara yang tinggi dan koneksi ke alam. Studio David sendiri bekerja sama dengan Akin Atelier telah mendesai Qantas First lounge khusus maskapai tersebut.
Nantinya kehadiran lounge di Singapura akan menambah rentetan louge kelas satu Qantas selain di Sydney, Melbourne dan Los Angeles. Sejak Maret tahun lalu, lebih dari 50 penerbangan Qantas kembali transit setiap minggu melalui Changi, menjadikannya hub terbesar maskapai di luar Australia.
Dengan konstruksi yang dimulai pada bulan April, Qantas telah meluncurkan desain lounge baru, yang dikembangkan menggunakan teknologi realitas virtual untuk membantu dalam menyempurnakan nuansa dan aliran fasilitas yang akan dapat menampung hingga 240 pelancong saat dibuka menuju akhir 2019. Lounge ini akan menggabungkan “bahan warisan” yang sama dengan lounge kelas utama Sydney Qantas Sydney seperti marmer dan kayu ek Carrara, dengan sentuhan seperti layar kisi yang mengingatkan pada ruko yang menambahkan citarasa Singapura.
Namun warna akan tetap tenang dan netral untuk meminimalkan rasa kesibukan, salah satu elemen dalam skema peningkatan kesejahteraan yang sangat penting itu. Tanaman hijau yang akan tumbuh lebih dari sekadar ode ke fitur taman dan kanopi hutan Jewel. Berdasarkan survei pelanggan dan penelitian ilmiah, ini merupakan alat penting dalam membantu menciptakan normalitas dunia luar bagi mereka yang transit.
Demikian juga, desain pencahayaan yang inovatif direkayasa untuk membantu ritme jam tubuh dan untuk merangsang sistem internal yang stagnan. Kualitas udara adalah prioritas lain. Tentu saja, persembahan makanan Neil Perry akan memiliki tujuan yang sama untuk memberi makan, menyegarkan dan menyenangkan. Tapi seperti angsa yang meluncur dengan anggun di atas air dengan kakinya mendayung dengan panik, para pelanggan mudah-mudahan hanya akan menikmati lounge mewah sementara semua sains sibuk mengerjakan keajaibannya.
Kemitraan Coen dengan Qantas termasuk peralatan makan Qantas, kursi dan desainnya untuk Qantas Perth International Transit Lounge, tempat asal penerbangan non-stop Australia-London, dan di mana fitur-fitur peningkatan kesehatan termasuk yoga di dalam ruang dan ruang meditasi pertama di dunia.
Baca juga: Wow, Harry Potter dan Fantastic Beast Ada di Bandara Changi
“Ini benar-benar tentang memberi orang kesempatan untuk membuat perjalanan mereka lebih mudah pada tubuh dan pikiran mereka,” kata Coen, yang juga sedang mengerjakan perbaikan Qantas A380s, dan lagi menggunakan realitas virtual untuk memastikan efektivitas optimal dalam tahap perencanaan.
Trik Tiket Open Jaw, Jadi Momok dalam Bisnis Penerbangan Full Service
Kasus gugatan yang dilayangkan flag carrier Jerman, Lufthansa kepada penumpang cerdik yang melakukan travel hack demi mendapatkan tiket perjalanan murah ternyata menarik untuk ditelusuri lebih dalam. Penumpang Lufthansa ini membeli tiket return Oslo (Norwegia) – Seattle via Frankfurt, namun sejatinya, ia tidak pernah menyelesaikan perjalanannya kembali menuju Oslo. Penumpang ini malah melanjutkan perjalanannya menuju Berlin dari Frankfurt. Setelah maraknya pemberitaan tentang insiden ini, maka spekulasi warganet pun menjadi liar.
Baca Juga: Cerdas Namun Dipandang Licik, Lufthansa Perkarakan Penumpang yang Praktekkan Travel Hack
Spekulasi yang paling santer terdengar adalah tentang harga tiket PP Oslo – Seattle plus tiket Frankfurt – Berlin yang lebih murah ketimbang harga tiket open jaw Oslo – Seattle – Berlin. Nah, mungkin Anda menemukan satu istilah baru yang sebenarnya sudah tidak asing lagi di sektor aviasi global, yaitu tiket open jaw. Tentu Anda menjadi skeptik dan bertanya-tanya, apakah tiket open jaw itu?
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sederhananya, open jaw merupakan tiket perjalanan dimana kota tujuan dan kota kembali tidaklah sama, namun dengan maskapai yang sama. Contoh supaya Anda bisa dengan mudah memahami tiket open jaw adalah, bayangkan ada seorang asli Sumatera yang hendak melakukan Tour de Java dimana perjalanan mulai dari Jakarta dan berakhir di Surabaya.
Jika ia beli tiket pesawat maka rutenya tentu bukan Medan-Jakarta PP; sangatlah tidak efisien jika ia harus kembali lagi ke Jakarta dari Surabaya hanya untuk kembali ke Medan. Jadi efisiennya (uang dan waktu) adalah ia beli tiket pesawat Medan-Jakarta satu arah, lalu Surabaya-Medan satu arah.
Jadi, tiket open jaw ini memiliki kode booking (PNR) yang sama, maskapainya sama, tetapi pergi dan pulang tidak dari bandara yang sama. Keistimewaannya adalah harga tiketnya bisa jadi sama atau beda bahkan lebih murah ketimbang Anda beli tiket pulang-pergi ke kota yang sama.
Baca Juga: Lufthansa Hentikan Pengoperasian “Tante Ju”, Siapa Dia?
Tiket open jaw ini biasanya ditawarkan oleh maskapai full service yang punya jaringan terbang banyak. Di Indonesia, tiket open jaw seperti ini tidaklah terlalu populer – namun beda cerita jika Anda pergi ke Eropa. Tiket semacam ini sangatlah populer di sana.
Gelapkan Uang Restoran di Bandara Changi, Seorang Supervisor Harus Mendekam 4 Bulan di Bui
Baru-baru ini seorang supervisor sebuah restoran di Bandara Internasional Changi, Singapura harus merasakannya dinginnya sel tahanan selama empat bulan ini. Hal tersebut dikarenakan dirinya telah menggelapkan uang restoran yang seharusnya disetorkan ke bank.
Baca juga: Petugas Keamanan Bandara di Bangkok Curi Uang Penumpang, Diamankan Malah Tertawa
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (8/2/2019), Thura Myint pengawas restoran Ma Mum To Go di Terminal 1 Bandara Changi ini harus merasakan dinginnya tembok penjara selama empat bulan karena penggelapan uang restoran yang dilakukannya. Dia diketahui megantongi uang tunai senilai S$10580 hasil penjualan restoran Ma Mum To Go sejak tanggal 7-12 Desember 2018.
Awalnya uang tersebut seharusnya disetorkan secara tunai ke rekening perusahaaan. Namun karena gelap mata dan memiliki hutang, Thura kemudian menyimpan sendiri uang itu di kantongnya. Kejahatan penggelapan uang tersebut dirasakan oleh manajer cabang restoran Thye Lee Chee yang menyadari pada 13 Desember 2018, hasil penjualan yang didapat restoran tidak masuk dalam rekening perusahaan.
Chee yang curiga kemudian bertemu Thura dan berbicara terkait uang tersebut dan diakui uang tunai itu diambil dirinya. Thura mengklaim menggunakan uang tersebut semuanya untuk membayar hutang. Padahal gaji Thura bisa dikatakan cukup besar untuk seorang pengawas. Karena perbuatannya tersebut, dari gajinya akan dikurangi S$3031 hingga uang tersebut kembali.
Namun meski begitu restoran Ma Mum To Go masih menderita kerugian lebih dari S$75000. Pada Jumat 8 Februari 2019 lalu dirinya mengakui hal tersebut untuk satu tuduhan pelanggaran kepercayaan pidana sebagai seorang pelayan yang bisa dihukum hingga 15 tahun penjara dan denda.
Baca juga: Waspada! Sindikat Maling Koper Merajalela di Bandara Hong Kong
Pada sidang, Jaksa Penuntut umum meminta hukuman penjara empat hingga lima bulan dan mengatakan terdakwa Thura tidak pernah melakukan pelanggaran apapun. Thura mengatakan kepada hakim melalui seorang penerjemah bahwa dia menyesal atas pelanggaran itu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi .
Hadapi Order Fiktif dan GPS Palsu, GoJek Ambil Tindakan Preventif dengan Kecerdasan Buatan
Orderan fiktif dan penggunaan GPS palsu belum lama ini kembali marak serta membuat para ojek online merugi. Kecurangan ini kemudian membuat pihak GoJek mengambil langkah preventif untuk memastikan ekosistem mitra aman dari perlakuan tersebut, selain prosedur korektif yang telah dijalankan selama ini.
Baca juga: Viral Video Penumpang Marah di Facebook, Pengemudi GoJek di Panggil LTA Singapura
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adanya orderan fiktif dan penggunaan GPS palsu ini dianggap mengganggu kenyamanan pelanggan dan aktivitas mitra pengemudi yang berlaku jujur saat mencari nafkah. Adapun langkah preventif yang diambil oleh GoJek adalah dengan melakukan pendeteksian melalui sistem dengan mengamankan ekosistem secepat mungkin dari dua perilaku merugikan berbagai pihak tersebut.
Algoritma kecerdasan buatan yang dibuat pihak GoJek akan mampu menghalau order fiktif, bahkan ini bisa ditelusuri sebelum masuk ke dalam akun mitra pengemudi. Chief of Public Policy and Government Relations GoJek, Shinto Nugroho mengatakan, pihaknya telah menyiapkan cara untuk menggagalkan praktik kecurangan dari orderan fiktif.
“Berdasarkan data dari tim anti fraud atau kecurangan, GoJek mampu mendeteksi pengguna aplikasi GPS palsu dengan akurasi hingga 98 persen. Kami menindaklanjuti setiap temuan, baik secara otomatis melalui sistem, maupun dengan penindakan hukum melalui laporan yang kami buat kepada pihak kepolisian,” kata Shinto yang dikutip dari tribunnews.com, Kamis (14/2/2019).
Dia mengatakan, sikap tersebut merupakan bentuk komitmen GoJek dalam memastikan ekosistem yang aman bagi seluruh pelanggan dan mitra. Pendeteksian tersebut dilakukan untuk menjadi dasar bagi pengiriman pesan pengingat kepada mitra driver agar menjauhi perilaku tersebut sehingga terhindar dari sanksi baik suspen ataupun pemutusan kontrak mitra dengan GoJek.
“Pengguna GPS palsu akan diidentifikasi, diedukasi, ditegur hingga diberi sanksi,” paparnya.
Baca juga: GoJek Kalah Saing, Grab Maju Selangkah Hadirkan Fitur Asuransi
Untuk diketahui, sebelumnya pihak Polda Metro Jaya berhasil membekuk koordinator sindikat pelaku order fiktif yang telah mengganggu ketenangan mitra driver GoJek dalam mencari nafkah. GoJek bersama Polda Metro Jaya berkomitmen untuk memproses secara hukum oknum yang tergabung dalam sindikat pelaku order fiktif.
Grab Gandeng HOOQ, Hadirkan Video di Dalam Aplikasi
Sebagai mobile platform online to offline (O2O) terkemuka di Asia Tenggara, Grab bekerja sama dengan HOOQ untuk memberikan layanan video on demand pertama terbesar di Asia. Kerja sama ini menghadirkan konten video hiburan premium bagi jutaan pengguna Grab di Asia Tenggara dan dimulai di Indonesia sebelum di Singapura, Filipina dan Thailand.
Baca juga: Meski Difabel, Bukan Halangan Bagi Wanita ini Menjadi Pengantar GrabFood
Grab sendiri memperkenalkan segmen video dalam aplikasi pengguna di Indonesia dengan pelanggan kategori platinum. Dirangkum dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, HOOQ akan terintegrasi dengan aplikasi Grab dengan layanan serta pengalaman menonton video streaming tanpa hambatan bagi pelanggan sebagai bagian dari interaksi harian pengguna dengan aplikasi Grab sehar-hari.
Kerja sama ini akan mengakses konten populer HOOQ dari Indonesia, Asia dan Hollywood, serial orisinal terbaru dan 19 free to air TV. Untuk menikmati ini, pelanggan Grab akan mendapat akses selama tiga bulan tanpa registrasi.
Video online telah menjadi salah satu format media yang paling populer di Asia Tenggara, di mana sekitar 80 persen dari masyarakat Asia Tenggara menyatakan bahwa mereka menonton video online setiap harinya. Kemitraan ini juga akan memenuhi permintaan video online yang cukup tinggi dari masyarakat di Asia Tenggara dimana pendapatan dari biaya berlangganan video on-demand diprediksi akan meningkat hingga 6,5 kali menjadi US$390 juta pada tahun 2022 dari US$60 juta pada tahun 2017.
Hidayat Liu, Group Head of Strategy and Business Development of Grab, mengatakan, “Kami sangat senang dapat bermitra dengan HOOQ. Ini merupakan integrasi pertama yang terjalin antara platform digital regional dan penyedia online video streaming terkemuka di Asia Tenggara serta menandakan perjalanan penting bagi kedua perusahaan di Asia Tenggara. Melalui kemitraan ini, HOOQ dapat memperluas jaringan mereka di negara-negara tempat mereka beroperasi di Asia Tenggara dengan menggunakan jaringan Grab. Kami juga dapat mengembangkan pilihan layanan yang kami tawarkan bagi jutaan pengguna Grab.”
Kemitraan unik ini akan memperluas basis pelanggan HOOQ secara signifikan karena pengguna Grab akan dapat menelusuri, membayar, dan memutar video langsung dari aplikasi Grab. Peter Bithos, CEO HOOQ, menambahkan, ini adalah waktu yang tepat bagi HOOQ dan sangat senang bermitra dengan Grab untuk menyajikan konten terbaik kepada lebih banyak pelanggan di Indonesia. Untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, dua perusahaan terkemuka menggabungkan teknologi untuk menciptakan aplikasi gaya hidup baru yang selalu terhubung dengan konten video gratis dan premium dari HOOQ.
“Indonesia memiliki jumlah pengguna internet terbesar di Asia Tenggara dan untuk itu Grab dan HOOQ memilih Indonesia sebagai negara pertama peluncuran layanan ini. Selanjutnya kami akan meluncurkan layanan serupa di Singapura, Filipina dan Thailand. Kami yakin bahwa kemitraan ini akan memberikan kemudahan akses bagi jutaan pengguna untuk menonton konten premium dan gratis HOOQ setiap hari!” ujar Peter.
Baca juga: Bantu Investasi Startup, Grab Venture Hadir di Indonesia
“Kami sangat senang menjadi negara pertama yang meluncurkan layanan baru ini bagi pengguna setia kami. Layanan “Video” terbaru ini akan menjadi pintu gerbang ke dunia hiburan tanpa hambatan. Dengan mengintegrasikan layanan video ke dalam aplikasi Grab, pengguna dapat semakin mudah menonton serial TV atau film lokal favorit mereka langsung dari aplikasi Grab. Ke depannya, kami juga akan menyediakan pilihan rekomendasi video yang sesuai dengan lokasi, waktu, dan perilaku pengguna.” jelas Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia.
Hiiii! Ada Kalajengking di Penerbangan Lion Air Pekanbaru – Jakarta
Penumpang maskapai berbiaya murah Lion Air dengan nomor penerbangan JT-293 yang melayani rute Pekanbaru – Jakarta dibuat kaget dengan kehadiran binatang yang menyerupai sebuah kalajengking di armada Boeing 737-800NG. Adapun binatang berbisa ini ditemukan di bagasi kabin pesawat dengan nomor registrasi PK-LPK tersebut. Kalajengking yang kehadirannya tidak diundang ini sendiri ditemukan oleh salah satu penumpang tak lama setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (14/2/2019).
Baca Juga: Bagasi Cuma-cuma Hilang dari Penerbangan Domestik Lion Air, Bagaimana Reaksi Penumpang?
Dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, pihak Lion Air menyatakan bahwa sudah terlebih dahulu melakukan pre-flight check (pengecekan sebelum mengudara) dan dinyatakan sudah berada dalam kondisi laik terbang (safe to flight).
“Operasional telah dijalankan sesuai standar prosedur,” ujar pihak Lion Air dalam sebuah keterangan resmi.
Berdasarkan data catatan perawatan terjadwal pesawat registrasi PK-LPK, Lion Air sudah melaksanakan pengendalian hama dan binatang berupa fumigasi pada 19 Oktober 2018 dan pest control pada 6 Februari 2019.
“Terkait dengan laporan salah satu penumpang yang menyebutkan adanya satu binatang berjenis kalajengking di bagasi kabin (head rack) sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta serta perkembangan berita, atas hal ini masih dilakukan penyelidikan intens dan lebih lanjut,” terang pihak Lion Air.
Mengutip dari laman sumber lain, pesawat dengan nomor penerbangan JT-293 ini dikabarkan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekira pukul 19.00WIB, setelah menempuh perjalanan dari Pekanbaru selama dua jam lamanya. Seperti biasa, sesaat setelah pesawat mendarat, para penumpang langsung mempersiapkan barang bawaan mereka dan bersiap untuk turun.
Namun ketika tengah sibuk mengeluarkan barang bawaan mereka dari bagasi kabin, tiba-tiba muncul seekor binatang yang menyerupai kalajengking dari bagasi kabin seat nomor 19-C. Berdasarkan penuturan penumpang yang melihat langsung kejadian tersebut, kalajengking keburu menghilang ke dalam bagasi kabin sebelum petugas Lion Air mengeksekusi binatang yang diketahui sangat berbisa ini.
Baca Juga: Hindari Kecurangan di Bagasi Kabin, Qantas Lakukan Audit Penumpang
Menurut pihak Lion Air, petugas layanan darat (ground handling) dan teknisi segera menjalankan penanganan mendalam serta menyeluruh pada pesawat setelah penumpang maupun kargo selesai diturunkan, namun tidak ditemukan binatang tersebut.
Dalam upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, Jumat (15/2/2019), pesawat menjalani penanganan tepat sasaran guna membasmi serangan binatang secara efektif serta mencegah terjadinya potensi lain yang dibawa oleh binatang. Selain daripada itu, pihak Lion Air juga telah meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu.
Punya Nama Valentine? Bisa Terbang Gratis ke Islandia Lho!
Mendapat hadiah di hari Valentine berupa coklat dan bunga sepertinya hal biasa. Namun bagaimana jika Anda diberi tiket gratis dalam sebuah penerbangan untuk menikmati keindahan alam di salah satu negara? Sudah dipastikan, hadiah seperti ini tidak akan ditolak, bahkan akan digunakan sebaik mungkin.
Baca juga: Islandia (1) – Menjejakkan Kaki di Negeri Surga Aurora
Tiket perjalanan gratis tersebut sudah mengalahkan coklat dan bunga yang dibawa pasangan untuk diberikan pada hari Valentine. Ya, Wow Air, sejak pertengahan Januari 2019 kemarin ternyata sudah menghadirkan tiket gratis bagi pelanggan bernama Valentine atau setiap pasangan yang memiliki nama Valentine tiket gratis berlibur.
Tiket gratis ini ditujukan dengan rute ke Islandia. Penerbangan tersebut akan diberikan bagi penumpang dengan memiliki nama Valentine baik di depan, belakang maupun di tengah. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman wkyc.com (4/2/2019), penerbangan gratis bagi pemilik nama Valentine sendiri akan ada dari empat kota di Amerika Serikat dengan tujuan Islandia.
Bahkan ada daftar kegiatan romantis yang tak habis-habisnya dan bisa dinikmati setiap pasangan yang memberikan hadiah tersebut kepasangannya dapat berada di Islandia. Entah tinggal di kamar dan hanya meringkuk di dalam kamar hotel sembari menyaksikan Cahaya Utara di Islandia yang terkenal atau menikmati salju glester dan pemandangan indah Reykjavik yang tak terbatas.
Penawaran gratis ini sendiri ternyata sudah dimulai pemesanan sejak 24 Januari 2019 kemarin hingga 14 Februari 2019 saat hari Valentine. Pembelian tiket tersebut untuk perjalanan dari tanggal 10-19 Februari 2019. Untuk menikmati layanan penerbangan gratis Wow Air, pemilik nama Valentine hars mengirimkan gambar paspor mereka dan referensi pemesanan dan penumpang akan diberikan tiket.
Baca juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi
Namun untuk pemilik nama selain Saint Valentine, pelanggan masih bisa mendapatkan kesempatan penerbangan yang luar biasa untuk menghabiskan hari Valentine mereka di Islandia atau bagian Eropa lainnya seperti London, Dublin, Berlin dan Frankfurt. Penerbangan satu arah $99 ke Islandia $149 penerbangan ke Eropa tersedia dari Boston (BOS), Washington, D.C. (BWI), New York (EWR) dan Detroit (DTW).
Mungkin untuk tahun depan, Anda bisa mengganti atau menambah nama dengan Valentine. Sebab, siapa tahu saja ada promo gratis penerbangan dari maskapai lain untuk menikmati keindahan alam negara lain. Berminat? Coba saja!
