Kata Pramugari Senior, Penumpang Asal India Menjadi yang ‘Paling Sulit Diatur’

Setiap pramugari yang bertugas melayani dalam sebuah penerbangan internasional umumnya telah mengetahui karakteristik masing-masing penumpang dari asal negaranya. Termasuk diantara karakteristik yang penting untuk diketahui adalah, penanganan penumpang tersebut, pasalnya ada beberapa penumpang asal negara tertentu yang ‘terkenal’ sulit diatur dan dipahami kemauannya selama penerbangan. Baca juga: Pramugari Buat Akun Instagram Untuk ‘Share’ Perilaku Aneh Penumpang Dilansir KabarPenumpang.com dari indiatoday.in (23/2/2019), seorang pramugari mengungkapkan bila mereka bertemu dengan penumpang yang sulit untuk ditangani maka akan membawa tekanan tersendiri dalam pekerjaan. Shreyas Parikh, seorang pramugari senior yang pernah bekerja di lima maskapai internasional, tahu dan betul tentang perilaku penumpang dilihat dari asal negaranya. Dia mengatakan, orang Asia, khususnya asal India menjadi penumpang yang paling sulit untuk ‘mengerti’ dalam penerbangan. Parikh mengatakan, orang India umumnya merupakan seorang pekerja akan sulit ditangani karena banyak minum dalam penerbangan dan tidak  menggunakan toilet dengan benar. “Jika mereka berpendidikan tinggi, mereka punya banyak permintaan khusus dan suka mengeluh. Namun jika kita sebagai kru bersikap sopan kepada mereka dan menjelaskan sesuatu maka mereka bisa menyenangkan,” ungkapnya. Menurut Parikh, orang Amerika biasanya sangat sopan dan berperilaku baik. Bahkan tidak makan banyak ataupun minum, serta kebanyakan sopan dalam perilaku. Sedangkan penumpang Eropa sangat sopan, meski gemar memesan minuman ber-alkohol dalam penerbangan, terutama anggur. “Orang Rusia minum terlalu banyak dan menyukai vodka. Terkadang mereka tidak memesan minuman, tetapi mereka membawa botol vodka mereka sendiri, menyembunyikannya dan minum selama penerbangan. Kami tahu tersebut saat mendarat, ketika banyak botol vodka kosong di lorong saat pesawat mendarat,” ujarnya tentang penumpang Rusia. Penumpang Cina tidak membawa banyak tas sehingga bagasi kabin kosong dan tas jinjing mereka di simpan di bawah kursi. Parikh mengatakan, hal tersebut sama dengan perlakuan penumpang Jepang yang tidak banyak meletakan barang di bawah kursi, sedangkan pengguna kursi roda dari Jepang tidak ada dan biasanya orang tua kelihatan sangat fit. Baca juga: Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas “Untuk beberapa alasan para wanita sangat menyukai pasta sehingga kita harus mengatur pilihan makanan. Mereka akan memberikan nampan persis bagaimana mereka mendapatkannya dan juga akan membersihkan area tempat duduk sebelum mereka meninggalkan pesawat,” ungkap Parikh.

PT KAI Siap Kenakan Tarif Kelebihan Bagasi Pada Penumpang, Tapi Apakah Efektif?

Sebagai salah satu moda transportasi yang paling diburu masyarakat, kereta api memberlakukan tarif kelebihan bagasi penumpangnya. Apakah ini mengikuti maskapai pesawat yang menghilangkan bagasi gratisnya? Ternyata bukan dikarenakan hal tersebut. Baca juga: Taruh Barang di Bagasi Kereta, Pahami Ketentuannya! Pasalnya, sejak lama, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah memberikan bagasi gratis hingga 20 kg untuk satu orang penumpang dengan volume maksimum 100 desimeter kubik dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm. Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin mengatakan, aturan bagasi ini sendiri sebenarnya sudah diterapkan kepada penumpang sejak 2016 lalu. Agus mengatakan penumpang yang membawa bagasi melebihi berat dan ukuran dari ketentuan yang berlaku maka akan dikenakan biaya kelebihannya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari kai.co.id, bila penumpang membawa barang dengan berat lebih maka akan dikenakan biaya kelebihan bagasi atau membeli tempat duduk ekstra. “Untuk penumpang yang membawa kelebihan bagasi, kelas eksekutif akan dikenakan Rp10 ribu per kilogram, kelas bisnis Rp6 ribu per kilogram dan Rp2 ribu per kilogram untuk kelas ekonomi,” ujar Agus. Pembayaran untuk kelebihan bagasi ini sendiri dapat dilakukan di stasiun. Nantinya pemberlakuan ini juga akan dikenakan kepada pemudik di Lebaran 2019 mendatang. Agus menyarankan agar penumpang membawa barang secukupnya ketika akan mudik. Berdasarkan pantauan selama ini, penerapan tarif atas kelebihan bagasi belum efektif diterapkan. Meski terdapat timbangan pada area pintu masuk stasiun, acap kali penumpang yang membawa barang bawaan di bagasi tidak mendapat pemeriksaan dari petugas. Biasanya antrean yang mengular di pintu masuk yang menjadikan petugas terkesan ‘melewatkan’ proses pengecekan bobot dan dimensi barang bawaan. Diketahui, para calon penumpang yang akan membeli tiket kereta api Lebaran 2019 sudah bisa memesannya H-90 yakni dimulai pada tanggal 25 Februari 2019 pukul 00.00 WIB. Pemesanan dapat dilakukan di website kai.id, KAI Access, mulai pukul 00.00 WIB, sedangkan untuk channel eksternal menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing mitra penjualan tiket KAI. Selama Lebaran 2019, KAI mengoperasikan 356 KA Reguler dan 50 KA Tambahan yang total mencapai 406 KA. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebanyak 3 persen dari jumlah tahun sebelumnya yaitu 393 KA. Setiap harinya, KAI menyediakan 247.010 tempat duduk untuk KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang pada 2019 mengalami kenaikan sebanyak 5 persen dari tahun sebelumnya yaitu 236.210 tempat duduk. KAI menyediakan 50 KA tambahan selama Lebaran 2019 yang dapat dipesan mulai H-60. Penambahan KA ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang KA pada masa arus mudik dan balik lebaran 2019. 50 KA Tambahan Lebaran 2019 tersebut terdiri dari 27 KA Eksekutif & Bisnis, 11 KA Ekonomi Non PSO, 4 KA Ekonomi PSO, dan 8 KA yang memanfaatkan rangkaian idle. Baca juga: Helpline Bantu Penumpang Kereta India Temukan Solusi Saat Ada Masalah di Stasiun atau Kereta “KAI meminta agar masyarakat dapat merencanakan perjalanannya jauh-jauh hari untuk mendapatkan kepastian tiket perjalanan mudik dan balik Lebaran 2019,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. Edi mengingatkan bagi penumpang yang telah mendapatkan kode bayar agar segera melakukan pembayaran dalam waktu 60 menit, karena jika tidak maka tiket yang ia pesan akan terjual kembali.

Setelah Menempuh Jarak 4023 Km, Kereta Kim Jong Un Tiba di Vietnam Selasa Pagi

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih selama dua setengah hari, akhirnya pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un tiba di Vietnam pada Selasa (26/2/2019) pagi sekira pukul 08.22 waktu setempat. Kunjungan sang diktator ini ke Vietnam bukan tanpa alasan, melainkan guna melakukan pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Wisma Pemerintah yang terletak di pusat kota Hanoi. Baca Juga: Mewah Bak Limousine, Berlapis Baja Laksana Tank, Inilah Kereta Diktator Korea Utara Perjalanan Kim Jong Un dari Pyongyang menuju Vietnam tersebut ditempuhnya dengan menggunakan kereta berlapiskan baja miliknya. Menempuh jarak sekitar 2.500 mil atau setara 4023 km dengan waktu perjalanan kurang lebih 65 jam, akhirnya Kim Jong Un tiba di Stasiun Dong Dang dan disambut dengan hangat oleh para pejabat Vietnam yang kala itu datang untuk menyambutnya. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kondisi di luar stasiun pun tak kalah hangat dengan sambutan para pejabat tersebut. Puluhan hingga ratusan bendera Vietnam dan Korea Utara berkibar di tengah kerumunan orang yang antusias dengan kedatangannya ini.
Sumber: cnn.com
Sementara Kim Jong Un sudah tiba di Vietnam pagi ini, Air Force One Donald Trump sendiri dikabarkan akan mendarat di Vietnam pada Selasa malam nanti. Demi memastikan keamanan stasiun ketika sang pemimpin negara yang baru saja berdamai dengan Korea Selatan ini datang, Stasiun Dong Dang sendiri sudah ditutup sejak hari Senin (25/2/2019) kemarin, dengan pengawasan gabungan antara polisi dan tentara yang berjaga di luar stasiun. Tidak hanya itu, jalanan dari daerah perbatasan menuju ke ibukota pun ditutup sejak pukul 06.00 hingga 14.00 waktu setempat.
Donald Trump dan Kim Jong Un. Sumber: Fox News
Pertemuan antara dua pemimpin ini merupakan yang kedua kalinya setelah terakhir kali dihelat pada bulan Juni 2018 kemarin di Singapura – dimana topik pembahasan mereka tidak terlepas dari isu “bekerja untuk denuklirisasi total di Semenanjung Korea”. Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, Kim Jong Un sendiri termasuk sebagai salah satu pemimpin yang unik. Pasalnya ia dikabarkan takut akan ketinggian dan lebih memilih untuk melakukan kunjungan kenegaraan dengan menggunakan kereta warisan dari mendiang ayahnya, Kim Jong Il. Baca Juga: Lakukan Perjalanan ke Beijing, Beginilah Kelebihan dari Kereta yang Bawa Kim Jong-un Mungkin sebagai orang awam, melakukan perjalanan dari Korea Utara menuju Vietnam dengan menggunakan kereta api bukanlah hal yang mudah. Perjalanan selama 65 jam dengan jarak yang terbentang di antara kedua negara ini mencapai 4023 km harus ditempuh dengan persediaan logistik yang memadai dan persiapan lain yang menunjang perjalannya. Mungkin lain cerita dengan Kim Jong Un yang sudah pasti mendapatkan supplies yang memadai dari protokolernya, nah jika pertanyaannya di balik, apakah Anda siap untuk menempuh perjalanan sejauh Korea Utara – Vietnam dengan menggunakan kereta api?    

Anda Mau Coba MRT Jakarta Gratis? Jangan Lupa Daftar Pada 5 Maret 2019

Mengular di jalanan Ibukota pada akhir Maret 2019 mendatang, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mulai membuka uji coba untuk masyarakat. Uji coba untuk masyarakat ini sendiri sebenarnya dilakukan agar yang penasaran bisa mencoba terlebih dahulu. Baca juga: Jelang Operasional Penuh, MRT Jakarta Perkenalkan ‘Kartu Jelajah’ untuk Transaksi2019 Kereta MRT sendiri bisa dijajal oleh masyarakat umum pada 12 Maret 2019 mendatang. Namun bagaimana dan kapan masyarakat bisa mendaftarnya? Saat KabarPenumpang.com membuka website MRT Jakarta yakni www.mrtjakarta.co.id ada tulisan agar mengikuti perkembangan untuk pendaftaran bagi masyarakat umum. Tetapi Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan akan membuka pendaftaran melalui website mereka bagi masyarakat umum pada 5 Maret 2019. “Awal Maret kita buka di website. Terus 5 Maret mulai pendaftarannya. Jadi masyarakat ingin naik nih, kan sekarang by invitation, nanti masyarakat akan mendaftar sendiri,” kata William. Dia menjelaskan target penumpang yang akan diangkut kereta MRT Jakarta setiap harinya hingga 28 ribu orang dan akan ada target berbeda setiap harinya. Nantinya hingga beroperasi tiket kereta MRT akan digratiskan hingga Maret dan akan ada penetapan tarif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berlaku. “Pada saat dibuka sudah ada tarifnya. Tapi hingga akhir Maret berlaku non-tarif,” kata William. Nah, bagaimana caranya untuk menjadi penumpang yang akan ikut uji coba kereta MRT pada 12 Maret mendatang? William menjelaskan akan ada pembatasan masyarakat yang akan ikut uji coba MRT setiap harinya. Sehingga masyarakat bisa mendaftar melalui website resmi PT MRT Jakarta yang dibuka 5 Maret besok. Masyarakat akan diminta mengisi data stasiun asal dan stasiun tujuan serta mencantumkan waktu keberangkatannya. Hal ini bertujuan agar jelas jumlah penumpang yang akan ikut uji coba tersebut. Baca juga: Awak Media Coba MRT Jakarta, Perjalanan Terlambat 10 Menit dan Tiba Tepat Waktu di Stasiun Akhir “Jadi di sana akan kelihatan mau naik dari stasiun mana dan akan keluar stasiun mana dan jam berapa. Supaya kita tahu dia akan pakai MRT dari mana ke mana. Jadi kita akan taruh di website, masyarakat silakan coba,” ungkapnya.

Untuk Pertama Kali, SpaceShipTwo VSS Unity Meluncur ke Ruang Angkasa dengan Awak

Sebuah pesawat roket milik Virgin Galactic pada hari Jumat (22/2/2019) kemarin mengudara menuju ujung ruang angkasa dengan pilot penguji untuk pertama kalinya, mendorong perusahaan besotan miliarder asal Inggris, Sir Richard Branson lebih dekat dengan tujuannya untuk penerbangan suborbital bagi para wisatawan menuju luar angkasa. Instruktur astronot di Virgin Atlantic, Beth Moses yang juga akan melatih para calon wisatawan luar angkasa ini, merupakan orang yang ikut dalam peluncuran SpaceShipTwo VSS Unity – guna mengevaluasi pengalaman penumpang di moda ini kelak. Baca Juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa “Ada pepatah yang menyebutkan bahwa ‘kursi terbaik para pilot ada di rumah, dengan segala pemandangan yang ada,’ namun setelah Anda ikut penerbangan ini, Anda akan meralat pepatah tersebut,” ujar David Mackey, seorang pilot yang berusaha menggambarkan apa yang akan dilihat dan dirasakan oleh Beth Moses di atas sana, dikutip KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (23/2/2019). Jumat pagi sekira pukul 08.00 waktu setempat, pesawat pengangkut WhiteKnightTwo lepas landas dari Mojave Air and Space Port di California. Ketika pesawat ini berada di ketinggian 44.000 kaki, WhiteKnightTwo akan melontarkan SpaceShipTwo VSS Unity menuju ketinggian sekira 88,5 km di atas bumi. Pesawat SpaceShipTwo VSS Unity ini sendiri baru dapat digunakan kembali setelah mengudara di ketinggian sekira 51 mil dari bumi pada Desember 2018 kemarin. Ini akan menjadi penerbangan manusia komersial pertama Amerika Serikat di luar atmosfer sejak program terakhir pesawat ulang alik-alik Amerika di tahun 2011 silam. “Perjalanan yang saya tempuh tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata,” ujar Beth Moses. “Richard, Anda akan menyukai perjalanan ini,” tandasnya. Sejak Virgin Galactic didirikan pada tahun 2004 silam, salah satu tujuan utama dari Sir Richard Brenson adalah untuk membawa penumpang menuju ruang angkasa, dan misi ini tidak pernah tergeserkan. Namun upayanya untuk mewujudkan misinya tersebut terus mengalami penundaan pasca SpaceShipTwo mengalami kecelakaan di tahun 2014 silam. Baca Juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial Dalam mengembangkan bisnis ini, Sir Richard Branson berlomba melawan pesaing seperti Blue Origin, bisnis luar angkasa ‘sampingan’ dari pendiri Amazon Jeff Bezos, dan SpaceX milik Elon Musk untuk membawa wisatawan ke luar angkasa. Sir Richard Branson mengatakan ia berencana menjadi penyedia layanan penumpang pertama dalam penerbangan komersial SpaceShipTwo pada pertengahan 2019 mendatang.  

Dikira Keluarkan Tenaga Dalam Untuk Buka Pintu MRT, Ternyata Wanita Ini Berlatih Yoga

Mungkin setiap tempat yang biasa dilalui dan menjadi rutinitas terkadang membosankan. Bahkan negara Singapura sendiri bisa menjadi membosankan bila hanya yang dilakukan itu-itu saja dan tempat yang di kunjungi selalu sama. Baru-baru ini sebuah lelucon hadir di Negeri berlambang Singa ini, dimana sebuah video yang diunggah ke sebuah grup di Facebook memperlihatkan seorang wanita seperti mengeluarkan tenaga dalam dari teknik ilmu Shaolin. Baca juga: Akibat Ponsel Keluarkan Asap, Penumpang MRT Singapura Tertahan 11 Menit di Stasiun Dhoby Ghaut Melansir dari laman yahoo.com (24/2/2019), KabarPenumpang.com mewartakan, Chan Vy yang mengunggah video tersebut pada Jumat (22/2/2019) dalam sebuah grup. Padahal peruntukan grup Facebook tersebut sendiri adalah untuk mengeluarkan keluhan umum atau kehidupan di Singapura terkait masalah-masalah dari setip individu. Sebenarnya Chan sendiri tidak bermaksud untuk melakukan hal aneh, tetapi di unggahnya video tersebut untuk membuat suasan yang serius menjadi sedikit ceria. Dia memberikan caption untuk video tersebut “Siapa bilang Singapura hidup itu membosankan!” “Hari ini kamu adalah kamu, itu lebih benar daripada yang benar. Tidak ada yang hidup yang Youer dari You,” ujarnya lagi. Video ini sendiri semenjak di unggah ke Facebook sudah dibagikan lebih dari 1300 kali dan menunjukkan wanita berkebangsaan Vietnam itu ‘menutup’ pintu dengan tenaga dalam di stasiun MRT Newtown di Jalur Downtown. Dalam video tersebut saat kereta bergerak, wanita itu seperti mengerahkan kekuatannya dan mendorong kereta bergerak melintasi stasiun dengan tangannya. Ini mengingatkan pada sedikit tantangan dasbor cermin Naruto di mana orang-orang mengunggah video diri mereka berlari melewati cermin yang tampaknya tak ada habisnya sembari mengubah pose di setiap pengambilan gambar. Komentator untuk video itu sepertinya membelok di sepanjang baris “apa yang sedang dilakukan wanita ini” tetapi wanita itu mengambil langkah dengan tenang, mengikuti alur bersama dengan komentar. Baca juga: Stasiun Raffles Place Jadi ‘Saksi’ Cinta Dua Petugas MRT Singapura Menurut wanita itu, dia membuat video setelah kelas yoga dan sedikit terkejut mengetahui bahwa setelah dia melakukan perbuatan itu, dua pria tampan melihat dan tersenyum padanya, sambil berbicara tentang apa yang dia lakukan. Bagi penggemar yoga, kami memiliki satu hal untuk dikatakan yakni jika Anda melakukannya, pria yang tepat akan selalu muncul. Sampai saat itu, kami berharap dapat melihat Anda menggunakan kekuatan Anda untuk mencegah kerusakan MRT di masa mendatang.

Jelang Olimpiade Musim Panas 2020, Bandara Haneda Tingkatkan Kapasitas Penerbangan

Sebagai salah satu upaya untuk menyambut perhelatan Olimpiade dan Paralympic Games yang akan digelar pada tahun 2020 mendatang, Jepang seolah tiada henti untuk melakukan peningkatan di segala sektor – tidak terkecuali sektor aviasinya. Dikabarkan perusahaan penerbangan Jepang dan Amerika Serikat akan dialokasikan untuk menempati sekira setengah dari 50 slot tambahan yang akan dibangun di Bandara Internasional Haneda, Tokyo. Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh Menteri Transportasi Jepang, Keiichi Ishii. Baca Juga: Sambut Olimpiade 2020, Bandara Jepang Siapkan Kemudahan Bagi Penyandang Disabilitas Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (12/2/2019), sebanyak 12 slot harian akan diberikan kepada maskapai penerbangan asal Negeri Matahari Terbit, sedangkan 12 slot lainnya akan dilimpahkan kepada maskapa penerbangan asal Negeri Paman Sam. Dengan diberlakukannya regulasi ini, maka Menteri Keiichi menargetkan dapat memboyong sekira 40 juta pelancong asing ke Jepang di tahun 2020 mendatang. “Kami akan menggunakan (slot baru) untuk memperluas jumlah pelancong menuju Jepang dan meningkatkan daya saing internasional Jepang,” ujar Menteri Keiichi dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu yang lalu. Sementara itu, Jepang berencana untuk memperkenalkan jalur penerbangan baru di atas pusat kota Tokyo pada musim semi 2020 untuk menciptakan slot kedatangan dan keberangkatan baru di Haneda, yang sudah menyandang predikat sebagai bandara tersibuk keempat di dunia dalam hal total lalu lintas penumpang pada tahun 2017 kemarin. Namun karena banyaknya protes yang dilayangkan oleh penduduk sekitar akibat kekhawatiran mereka terhadap kebisingan yang mungkin akan ditimbulkan, Kementerian Transportasi perlu menambahkan satu fase tambahan, yaitu menambahkan serangkaian sesi pengarahan tentang dampak yang diharapkan dari adanya peningkatan jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Haneda. “Kami akan menggunakan prosedur formal dan memutuskan (pada rencana) setelah mendapatkan persetujuan lokal,” terang Menteri Keiichi. Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Siap Hadirkan Layanan Free WiFi di Seluruh  Bulan lalu, Jepang mencapai kesepakatan dasar dengan Amerika Serikat untuk mengelola rute baru untuk penerbangan komersial di wilayah udara yang dikendalikan militer A.S. di atas bagian Tokyo dan sekitarnya. Perjanjian tersebut memungkinkan Jepang untuk memperluas slot kedatangan dan keberangkatan tahunannya untuk penerbangan internasional di Haneda dari angka 60.000 ke angka 99.000, kendati ‘pertandingan’ Olimpiade 2020 belum mulai.  

Melesat 320 Km Per Jam, Pengemudi BMW M3 Harus Diamputasi Kakinya

Seorang pengemudi harus kehilangan kakinya karena sebuah kecelakaan di Cape Town, Afrika Selatan. Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (21/1/2019) lalu dimana pengemudi bernama Taufiq Carr melajukan mobilnya dengan kecepatan 320 km per jam sebelum terjadi kecelakaan. Baca juga: Ganti Tuas Persneling dengan Tongkat Bambu, Pengemudi Bus ini Tabrak Mobil Mewah Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news24.com (31/1/2019), pengusaha berusia 26 tahun tersebut yang berasal dari Mitchells Plain setelah kecelakaan mendapat perawatan oleh paramedis ER24 untuk menangani cedera pada kepala dan kakinya. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Vincent Palotti dan kedua kakinya mau tak mau harus diamputasi.
Taufiq Carr (News24)
Hal ini dikarenakan kakinya terluka parah saat Taufiq dibawa keluar oleh petugas medis dari mobil. Kaki kirinya bahkan terlihat jelas kalau patah. Ranting dan bunga dari semak-semak yang ditabraknya berhamburan di lantai dekat kendaraannya itu. Awalnya tidak diketahui bahwa Taufiq tengah mengemudi bersama rekannya di dalam mobil. Kecelakaan itu sendiri dimana mobil BMW M3 pada N1 menabrak dekat belokan Sable Road pada dini hari Senin, 21 Januari 2019 lalu. Bahkan nama penumpang yang bersama dengan Taufiq sendiri belum diketahui. Dalam sebuah video, mobil yang dikemudikan oleh Taufiq balapan dengan mobil lain dan sebuah sepeda motor. “Dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi,” ujar seseorang dalam rekaman. Orang itu mengatakan sesuatu yang tidak terdengar dan beberapa detik kemudian, berseru: “Hei!” Kemudian rekaman mulai tampak kabur dan tabrakan terdengar jelas sesaat sebelum gambar menjadi gelap. Video lainnya menunjukkan seorang pengamat yang mengatakan Taufiq terluka parah dan tengah ditanyakan siapa yang berada bersamanya saat itu. Baca juga: Teror di Stasiun Adelaide, Dua Pria Dorong Mobil ke Lintasan Kereta Taufiq menjawab dan memanggil, “Imraan, dimana Anda?” Diketahui, penumpang yang bersama dengan Taufiq selamat dengan luka di jarinya dan dirawat oleh pihak medis darurat Metro di lokasi kecelakaan. Sementara itu, foto Taufiq yang tersenyum, duduk di ranjang rumah sakitnya, juga mulai beredar. Seminggu yang lalu, ibunya Moesna mengatakan bahwa putranya telah dibius dan “tidak terlalu sadar”. Juru bicara kepolisian Cape Barat Kapten FC Van Wyk mengatakan awal pekan ini bahwa kasus kriminal karena mengemudi sembrono dan lalai didaftarkan.

Dirundung Kerugian, Etihad Kurangi Jumlah Pesanan Pesawat dari Boeing dan Airbus

Pemberitaan tentang pembatalan pesanan armada Airbus A380 yang dilontarkan sejumlah maskapai, seperti Qantas dan Emirates tentu masih menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Terutama dari Emirates selaku konsumen utama dari super-jumbo jet ini, pembatalan pesanan ini bisa jadi chapter terakhir dari kiprah A380 di dunia aviasi global. Baca Juga: Etihad dan Emirates, Jadi Maskapai Paling Ramah Bagi Keluarga Ketimbang rivalnya, Boeing, nama Airbus kali ini lebih menuai sorotan dari publik, pasalnya raksasa manufaktur asal Eropa ini telah mendapat pembatalan pesanan dari sejumlah maskapai. Selain kedua maskapai di atas, Airbus juga dikabarkan baru saja mencapai kata sepakat dengan maskapai asal Timur Tengah, Etihad guna mestrukturisasi sejumlah pesanan pesawatnya – pun dengan Boeing. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman seekingalpha.com (21/2/2019), ada banyak isu yang berkembang perkara restrukturisasi pesanan Etihad ke kedua jet maker ini. Ada sumber yang mengatakan bahwa maskapai terbesar kedua di Uni Emirat Arab ini sudah terlalu banyak memiliki pesanan pesawat. Bukan tanpa landasan data, di Juni 2018, Etihad tercatat memiliki sekiranya 165 pesanan armada, termasuk 62 unit Airbus A350, 52 unit Boeing 787, 26 unit Airbus A321 neo, dan 10 Airbus A320 neo. Namun terkait beredarnya isu ini, perlahan angka pun mulai mencuat. Mengutip dari laman sumber lain, Etihad akan merevisi pesanannya menjadi lima unit Airbus A350, 26 unit Airbus A321 neo, enam unit Boeing 777, dan sejumlah Boeing 787 Dreamliner – dimana Etihad enggan membocorkan angka presisi dari revisi pesananannya terhadap pesaing Airbus A380 ini. Baca Juga: Etihad Airways Buka Lowongan Global di 19 Kota Dunia Namun jika ditilik dari pendapatan perusahaan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Etihad mengalami kerugian hingga lebih dari US$3,5 miliar atau yang setara dengan Rp49,05 triliun. Belum lagi di November 2017, dimana pergantian CEO Etihad terjadi – Tony Douglas menggantikan James Hogan, yang diikuti oleh pemotongan pesanan 10 unit Airbus A320 neo dan penghentian kerja dari sekira 50 pilot. Akankah krisis yang tengah melanda sejumlah maskapai beken ini akan terus ‘menggerogoti’ pendapatan dari para manufaktur burung besi ini?

Inilah Cara Membawa Tas yang Dianggap Mengganggu Kenyamanan di Kereta Komuter

Salah satu risiko ketika melakukan mobilitas dengan sarana transportasi berbasis massal adalah bertemu dengan penumpang lain yang tidak Anda ketahui latar belakangnya. Mungkin ada beberapa tingkah laku mereka yang tidak dapat Anda terima dan membuat Anda risih. Nah, dari sekian banyak tingkah laku penumpang tersebut, kira-kira apa saja yang paling membuat seorang komuter merasa risih? Baca Juga: Makan Burrito di Dalam Kereta, Penumpang Dimarahi Seorang Pria Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman nippon.com (15/2/2019), jaringan perkeretaapian Jepang melalui survei yang dilakukan oleh Japan Private Railway Association menyebutkan bahwa penumpang mudah merasa jengkel dengan orang yang membawa tas – baik ransel, tas selempang maupun tas jinjing sekalipun dengan cara yang tidak benar. Para komuter menilai bahwa orang-orang seperti ini merupakan variabel yang paling mudah untuk membangkitkan emosi mereka selama perjalanan. Dalam sebuah data hasil survei yang dirilis oleh Japan Private Railway Association, tampak cara menempatkan atau memegang tas menduduki peringkat pertama aktifitas yang dapat membuat penumpang lain tidak nyaman dengan presentase 37,3 persen. Diikuti oleh perbincangan sesama penumpang dengan volume yang keras di angka 36,9 persen, dan cara duduk penumpang berada di urutan ketiga dengan presentase 34,5 persen. Ada beberapa variabel lain yang membuat komuter merasa tidak menikmati perjalanan mereka ketika menggunakan kereta di Jepang – seperti cara naik dan turun kereta, suara headset yang ‘rembes’ keluar, tata cara penggunaan ponsel selama di kereta, penumpang yang mabuk, bersolek di kereta, membuang sampah sembarangan, hingga penumpang yang makan di tengah kondisi kereta yang penuh sesak merupakan sejumlah variabel yang dapat membangkitkan emosi penumpang selama mengular menggunakan KRL di Jepang. Namun variabel-variabel ini presentasenya tidaklah setinggi tiga contoh di awal. Baca Juga: Ingin Jadi Penumpang yang ‘Beradab’? Langkah ini Bisa Jadi Rujukan Nah, berhubung tata cara membawa tas di kereta menduduki peringkat pertama dalam survei ini, Japan Private Railway Association kembali mangkategorikan cara komuter ini membawa tas, dan yang pertama muncul adalah orang-orang yang membawa tas mereka dengan cara digendong di samping atau belakang – tidak disimpan di depan seperti yang sering Anda lihat di KRL Jabodetabek. Variabel turunan ini jauh berdiri di angka 66,2 persen, sedangkan di posisi kedua ditempati oleh orang-orang yang menyimpan tas mereka di bangku sebelahnya. Variabel turunan kedua ini berada di presentase 9 persen saja. Jika kemarin sudah dibahas tentang bagaimana caranya untuk menjadi penumpang yang ‘beradab’ di dalam pesawat, kini saatnya Anda menjadi penumpang yang ‘beradab’ di dalam kereta ya!