Dampak Cuaca Buruk, Kereta di Inggris Tertimpa Pohon Tumbang

Sebatang pohon tumbang dan menghantam kereta dekat Royston, Inggris pada Sabtu (15/12) malam. Tumbangnya pohon ini membuat jalur kereta tidak bisa digunakan antara Cambridge menuju Royston atau sebaliknya. Juru bicara dari Great Northern mengatakan, tumbangnya pohon karena cuaca buruk di daerah tersebut. Baca juga: Bikin Geger! Diduga Bawa Granat, Ternyata Penumpang Kereta Ini Bawa Gesper KabarPenumpang.com merangkum dari cambridge-news.co.uk (17/12/2018), dampak insiden tersebut harus ditangani oleh petugas dan menggunakan tangga untuk menurunkan penumpang dari kereta. Seorang penumpang, Rebecca Holmes mengatakan, satu gerbong dari rangkaian kereta tersebut tertimpa pohon tumbang itu. “Saya datang dari Cambridge pada kereta 04.26 sore dan pulang ke Royston. Saat kami melambat untuk datang ke stasiun Royston, ada dentuman besar di atas kereta dan kemudian beberapa kali menuruni sisi kereta, lalu berhenti. Awalnya saya pikir kami menabrak kendaraan atau binatang di lintasan, tetapi karena suara itu sangat keras saya pikir itu tidak mungkin terjadi,” ujar Holmes. Dia mengatakan, semua penumpang saling memadang dan bingung dengan apa yang terjadi karena di luar kondisinya gelap dan tak bisa melihat apapun. Seorang penumpang pria berkata, setidaknya semua orang di dalam kereta masih bisa melihat karena tidak ada kerusakan listrik dan pemanas ruangan tetap menyala. “Masinis membuat pengumuman bahwa kami telah menabrak sesuatu dan dia perlu keluar dari kereta untuk memeriksa apa yang terjadi dan untuk melihat apakah kami bisa bergerak tetapi bahwa kami akan berhenti untuk sementara waktu sementara dia menyelidiki. Pohon besar telah jatuh ke kereta kami,” ujar pria itu. Pukul 04.50 sore, masinis mengatakan, sebuah pohon besar telah jatuh ke kereta dan kereta terjebak sehingga tidak bisa bergerak untuk sementara waktu. Setelah pukul 05.00 sore waktu setempat masinis kembali membuat pengumuman kereta tidak dapat bergerak dan menunggu petugas yang akan memindahkan pohon tersebut. “Ketika terdapat pohon yang menimpa kereta kami, kami dievakuasi terlebih dahulu, kami semua diberitahu untuk pergi ke depan kereta dan kami dibantu menuruni tangga ke rel,” lanjut penumpang pria. Penumpang itu mengaku, dirinya berjalan kaki dari tempat evakuasi karena rumahnya tidak terlalu jauh. Sedangkan penumpang lainnya masih terdampar di tempat evakuasi. Layanan darurat dan pengemudi fantastis dalam menjaga penumpang untuk mendapatkan informasi dan membuat semua tenang. Baca juga: Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra Seorang juru bicara Govia Thameslink Railway (GTR) yang menjalankan jalur kereta Great Northern mengatakan, “Kami ingin meminta maaf atas gangguan parah yang dialami penumpang Great Northern pada 15 Desember”. “Tepat sebelum 1630 pada hari Sabtu, kami menerima laporan tentang masalah signaling antara Littleport dan Downham Market di Cambridge – King’s Lynn line. Hal ini dikonfirmasi sebagai kegagalan sirkuit lintasan ganda, dan sebagai hasilnya kami memiliki kereta api yang terperangkap di Littleport.

Lapar di Kereta Api? Jangan Lupakan Nomer SMS/WhatsApp Ini

Lapar saat perjalanan di kereta api? Solusinya tentu mudah saja, Anda bisa pesan panganan dan minuman pada pramugari kereta api atau prami, juga bisa Anda datangi gerbong restorasi, yang disanan tersedia kursi untuk santap di lokasi. Namun, jangan anggap sepele, di waktu dan musim-musim tertentu, kuliner di kereta kerap habis dipesan oleh ratusan penumpang. Baca juga: Jadwal Perjalanan Terencana, Pesan Makanan Pun via Online Namun, ternyata sejak 1 Agustus 2017, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan kemudahan pada penumpangnya yakni dengan SMS atau WhatsApp ke nomor 08111755121 saat ingin memesan makanan. Selain tidak perlu jalan ke gerbong restorasi, sebagai penumpang hanya tinggal duduk manis di kursi dan makanan akan dikirim pramugari atau awak kereta api lainnya. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman travelingyuk.com, format untuk memesan makanan ini pun tak susah yakni dengan mengirimkan Kode Booking di tiket/Menu yang dipesan/Jumlah Pesanan/Waktu penyajian dan dikirim ke nomor 08111755121. Selain SMS Anda juga bisa mengirim pesan dengan aplikasi WhatsApp. Berikut ini contoh pemesanan makanan baik melalui SMS maupun WhatsApp : E6682B/Nasi Goreng Parahyangan/2/Jam 14.00 WIB. Cukup mudah dengan cara tersebut. Kenyamanan ini diberikan oleh PT Reska Multi Usaha, yaitu salah satu anak perusahaan KAI yang berdiri sejak tahun 2003 dan mengelola restoran kereta api dan usaha lainnya. Layanan pesan makanan seperti ini sebenarnya sudah digunakan oleh beberapa maskapai penerbangan, dan kini bisa dinikmati pula oleh penumpang kereta api. Menu yang ditawarkan di kereta eksekutif dan bisnis cukup banyak ada Nasi Goreng Parahyangan, Zupa-Zupa, Bakso Popso, Nasi Rames dan Ayam Penyet. Sedangkan di KA Ekonomi ada Nasi Tuna Pedas Kemangi, Nasi Daging Krengsengan Mercon, Nasi Ayam kecap, Nasi Ayam Cabe Hijau, Nasi Ayam Bakar Bumbu Rujak hingga Mie Goreng Jawa. Namun, saat ini tak hanya SMS atau WhatsApp, tetapi jika penumpang menggunakan aplikasi KAI Access. Baca juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta Pada perjalanan menggunakan kereta milik KAI ini, Anda juga bisa memesan makanan secara online seperti memesan tiket kereta api secara online. Caranya pun sangat mudah, Anda hanya masuk ke web KAI di www.tiket.kereta-api.co.id atau KAI Access, jangan lupa masukkan kode booking yang tertera pada tiket kereta api. Kemudian, Anda bisa melihat menu apa saja yang ada di list. Biasanya untuk pemesanan makanan ini minimal dua hari sebelum keberangkatan.

Nataru 2019: Angkasa Pura I Siapkan 3.700 Petugas dan 1.781 Penerbangan Tambahan

PT Angkasa Pura I, BUMN yang mengelola 13 bandara menyatakan telah siap menyambut musim libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru). Kesiapan tersebut meliputi peningkatan aspek fasilitas, pelayanan, dan keamanan. Angkasa Pura I juga menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Udara Natal dan Tahun Baru 2019 di seluruh bandara yang dikelolanya, yang beroperasi selama 18 hari terhitung sejak 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Baca juga: Wujudkan Smart Airport, Angkasa Pura I Gandeng SITA di Bandara Ngurah Rai “Angkasa Pura I siap mengantisipasi lonjakan penumpang yang terjadi pada periode libur Nataru kali ini dengan berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait. Hal ini kami lakukan demi memastikan seluruh kegiatan operasional di 13 bandara Angkasa Pura I dapat berjalan lancar,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, di Jakarta, Jumat (21/12/2018). Untuk mendukung Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru 2019 ini, Angkasa Pura I mempersiapkan sekitar 3.700 petugas dari unsur Angkasa Pura I. Dari eksternal, turut terlibat personel dari Kantor Otoritas Bandara, TNI, Polri, Perum LPPNPI, Basarnas, BMKG, Kantor Kesehatan Pelabuhan, maskapai, dan ground handling. “Kami juga menyiapkan jaringan CCTV yang terkoneksi dengan Center of Command di Kantor Pusat Angkasa Pura I di Jakarta. Selain itu, disiapkan pula contact person dari masing-masing bandara yang dapat dihubungi selama operasional posko terpadu tersebut berlangsung,” imbuh Faik. Baca juga: Troli Tak Hanya Angkut Barang, di Bandara India Menjadi Tempat Penyelundupan Emas Pada periode Nataru tahun ini, Angkasa Pura I telah menyediakan sebanyak 1.781 penerbangan tambahan (extra flight) dengan kapasitas 332.424 kursi di 9 bandara. “Kami memprediksi pergerakan penumpang diseluruh bandara yang kami kelola pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini akan meningkat dari 5,86 juta menjadi 6,23 juta penumpang atau naik sekitar 6,21 persen dibandingkan tahun lalu. Arus puncak Nataru diperkirakan akan terjadi pada Jumat, 22 Desember 2018 dan Minggu, 6 Januari 2019,” tambah Faik.* Marjolein van Pagee

Sambut Nataru 2019, ASDP Siap Layani 3,3 Juta Penumpang di 10 Lintasan

PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan kesiapannya dalam layanan angkutan penyeberangan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2019 yang tersebar di 10 lintasan terpantau nasional. Diperkirakan, sekitar 3,3 juta orang penumpang, 518 ribu roda empat, dan 257 ribu sepeda motor akan dilayani selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru mendatang. Baca juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi dalam siaran pers (22/12) mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan ASDP dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa selama angkutan Natal dan Tahun Baru mendatang. Tercatat, untuk kesiapan alat produksi di 10 lintasan terpantau nasional selama angkutan Natal dan Tahun Baru akan dilayani oleh 50 dermaga dan 191 unit kapal (termasuk swasta), yang tersebar di 17 unit pelabuhan dan 12 cabang pelayanan ASDP. “Puncak arus berangkat Natal diperkirakan jatuh pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu (22-23/12) dan jelang Tahun Baru, Sabtu-Minggu (29-30/12). Diprediksi, pada puncak arus tersebut akan terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan,” katanya. Untuk puncak arus balik Natal, diperkirakan terjadi pada Rabu-Kamis (26-27/12) dan puncak arus balik Tahun Baru diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah kendaraan mulai Rabu (2/1). Untuk arus balik, diperkirakan akan lebih terdistributif mengingat libur anak sekolah rata-rata akan berakhir pada Minggu (6/1). Adapun 10 lintasan penyeberangan yang terpantau nasional selama angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 yaitu: Merak – Bakauheni atau lintasan tersibuk yang dikelola, Ketapang – Gilimanuk, Padangbai- Lembar, Kayangan – Pototano, Tanjung Kelian – Tanjung Api-api, Sibolga – Nias, Bitung – Bastiong, Hunimua – Waipirit, Kupang – Rote dan Telaga Punggur – Tanjung Uban. Dari kesepuluh lintasan di atas, dengan asumsi kenaikan rata-rata sebesar 5 persen dibandingkan realisasi penumpang dan kendaraan tahun lalu, maka ditargetkan ASDP dapat melayani sebanyak 3.337.426 orang penumpang, yang naik 5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 3.178.501 orang penumpang. Disusul jumlah roda 4 sebanyak 518.226 unit atau naik 5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 493.548 unit, dan roda dua sebanyak 257.164 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi 2017 sebanyak 244.918 unit. Khusus untuk lintasan tersibuk Merak-Bakauheni, jumlah penumpang yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni total mencapai 865.771 orang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi yang sama tahun lalu sebanyak 824.544 orang. Diikuti jumlah roda 4 sebanyak 135.287 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 128.845 unit, dan roda dua mencapai 33.998 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 32.379 unit sepeda motor. Baca juga: KMP Athaya, Arungi Selat Sunda dengan Sensasi Hotel Berbintang Sebaliknya, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak diperkirakan mencapai total 829.728 orang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 790.217 orang, diikuti roda 4 sebanyak 134.847 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 128.426 unit, dan roda dua mencapai 32.664 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 31.109 unit sepeda motor.

Sepasang Penumpang ini Bikin Heboh Instagram Karena Lakukan Pedicure Selama Mengudara

Selalu ada-ada saja perilaku penumpang yang kita temui saat naik moda transportasi berbasis massal – entah itu kereta, bus, kapal ferry, atau pesawat sekalipun. Jika beruntung, Anda bisa mengabadikan momen tersebut dan menjadikannya suatu hal yang viral. Sama seperti hal yang menimpa Lynee Ruiz, dimana ia menemukan sepasang kekasih yang melakukan pedicure di penerbangannya dari Denver menuju Milwaukee. Duh! Baca Juga: Inilah Beberapa Tipe Penumpang Pesawat, Anda Masuk Kategori Yang Mana? Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Lynee yang kala itu mengudara bersama suaminya, Jake secara kebetulan duduk di samping sepasang kekasih. Mulanya, sepasang yang tengah dimabuk asmara ini bertingkah layaknya kebanyakan penumpang, namun lama kelamaan, sepasang kekasih ini mulai menunjukkan gelagat yang sedikit mencurigakan. Ketika si pria yang duduk tepat di samping jendela mulai tidur, si wanita lalu mengangkat kaki kanan pria tersebut dan mulai ‘mempercantik’ jari jemari kaki tersebut dengan menggunakan kikiran kuku. Sontak, Lynee yang kaget dengan aksi sepasang kekasih tersebut langsung mengambil ponselnya dan mulai merekam aksi di luar nalar tersebut – tentu saja merekamnya secara diam-diam agar tidak diketahui oleh dua sejoli ini. Setibanya di tujuan, Lynee langsung mengunggah video tersebut ke jejaring sosial Instagram dan beruntungnya unggahan tersebut di repost oleh akun Passenger Shaming. Hingga berita ini diturunkan, total likes yang didapat untuk video menjijikan ini melebihi 5 ribu likes dan dilihat lebih dari 185 ribu kali – tentu saja dengan ratusan komentar dari para netizen. Kebanyakan netizen mengomentari nilai higienis dari kedua pasangan ini, namun tidak sedikit juga di antara mereka yang merasa jijik dengan gaya romantis mereka. Baca Juga: Jadi Baiknya Sebagai Penumpang Pesawat Duduk di Kursi Mana? “Menjijikan… mengapa mereka harus melakukan hal itu di tempat umum?” tulis seorang netizen mengomentari video berdurasi kurang dari 10 detik tersebut. “Siapa yang masih waras dan berpikiran bahwa tindakan ini merupakan hal yang lumrah?” lanjut netizen lain. Tidak berhenti sampai di situ, mengutip dari laman insideedition.com (19/12/2018), kedua sejoli ini juga membawa burritos, “dan baunya menyebar ke seluruh kabin,” tutur Jake, suami dari Lynee. “Si wanita juga menyuapi burritos ini kepada si wanita, dengan gayanya yang menganggap makanan ini adalah pesawat terbang (seperti anak kecil),” tandas Lynee. Duh, ada-ada saja ya tingkah polah penumpang!  

Setelah 18 Hari Inspeksi, Kereta Korea Selatan Kembali dari Korea Utara

Baru-baru ini setelah adanya pemeriksaan selama 18 hari di Korea Utara, kereta inspeksi Korea Selatan kembali pulang. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proyek modernisasi lintasan yang menghubungkan dengan jalur selatan. Pihak kementerian Korea Selatan mengatakan, pejabat mengambil alih kereta yang datang dari Korea Utara tersebut di Stasiun Panmun tepat di sebelah utara perbatasan antara Korea Barat. Baca juga: Dewan Keamanan PBB Beri Lampu Hijau untuk Survei Lapangan Jalur Kereta Korea Utara dan Korea Selatan Kereta ini menyeberang dari Korea Utara sekitar pukul 10.25 pagi waktu setempat. Kereta ini tiba satu hari setelah beberapa pejabat dan ahli kembali ke Korea Selatan ketika mereka sudah selesai melakukan pemeriksaan sepuluh hari jalur kereta timur di Korea Utara. Pemeriksaan dilakukan dari tanggal 30 November 2018 sepanjang 2600 km jalur kereta api Korea Utara di wilayah barat dan timur negara itu. Inspeksi ini sendiri merupakan upaya memodernisasi dan menghubungkan dua jalur kereta api Korea di perbatasan yang telah disepakati pada pertemuan keduanya di April 2018 lalu. Perjalanan ini merupakan pertama kalinya kereta Korea Selatan beroperasi di jalur timur Kumgang-Tumen sejak Semenanjung Korea terbagi setelah perang tahun 1950-1953 silam. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman yna.co.kr (18/12/2018), sistem kereta api Korea Utara dikenal sangat tua sehingga memerlukan perbaikan atau penggantian besar agar dapat terhubung ke Korea Selatan. Para pejabat yang bergabung dengan inspeksi sebelumnya mengatakan bahwa kereta melaju pada kecepatan yang relatif lambat sekitar 20-60 km per jam dan 30 kilometer per jam di jalur barat dan timur, karena alasan keamanan. Seorang pejabat kementerian mengatakan, bahwa lebih banyak diskusi antar Korea dan pemeriksaan tambahan di tempat akan diperlukan untuk menemukan cara optimal untuk memodernisasi kereta api di Utara. “Sekarang kami menganalisis hasil dari inspeksi di tempat untuk mengetahui kondisi kereta api Korea Utara. Tingkat teknologi mereka diperkirakan akan secara akurat ditemukan melalui inspeksi tambahan atau mendalam. Berdasarkan mereka dan mempertimbangkan kebutuhan Korea Utara, kita harus menemukan metode yang paling masuk akal,” tambahnya. Para ahli mengatakan bahwa kereta api barat sebagian besar digunakan untuk kereta penumpang yang menuju kota-kota Cina, sementara kereta timurnya digunakan terutama untuk kereta barang yang mengangkut sumber daya alam. Inspeksi kereta api Utara telah tertunda selama berbulan-bulan di tengah kekhawatiran Amerika Serikat tentang kemungkinan pelanggaran sanksi PBB terhadap Korea Utara. Baca juga: KAIS RailOne, Mengenal Vooridjer Kereta Kepresidenan RI Proyek ini diberi lampu hijau baru-baru ini ketika Dewan Keamanan PBB memberikan pengecualian sanksi. Kedua Korea akan mengadakan upacara peletakan batu pertama untuk proyek jalan dan rel kereta api di perbatasan mereka di Stasiun Panmun pada 26 Desember 2018. Pemerintah mengatakan telah menyisihkan 700 juta won (US$618 ribu) untuk mengadakan upacara peletakan batu pertama. Anggaran tersebut akan mencakup biaya pengangkutan peserta ke tempat dan biaya lain untuk persiapan seperti membangun panggung dan menyiapkan sistem audio. Pemerintah sebelumnya mengatakan bahwa acara tersebut akan dihadiri oleh sekitar 100 orang dari masing-masing dua Korea.

KMP Ihan Batak, Kapal Ferry Ro-Ro Mewah di Danau Toba

Baru-baru ini, Danau Toba kehadiran kapal ferry Ro-Ro yang bernama Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ihan Batak yang sudah di uji coba pada November 2018 kemarin. Kapal ferry ini akan memulai perjalanannya pada 24 Desember 2018 mendatang dari pelabuhan baru yang di bangun di Ajibata , Tobasa menuju Pelabuhan Ambarita, Samosir. Baca juga: Rolls-Royce dan Finferries Hadirkan Falco, Kapal Ferry dengan Kendali Otonom Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kapal ini merupakan kapal mewah yang sudah diluncurkan keperairan Danau Toba yakni Pantai Pasir Putih pada 6 November 2018 kemarin. Dari laman situs Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumatera Utara, KMP Ihan Batak ini hadir untuk membantu kelancaran transportasi perairan Danau Toba. Namun untuk tarifnya masih dalam pembahasan. KMP Ihan Batak sendiri dibuat oleh PT Dok Bahari Nusantara yang bekerja sama dengan BPTD Wilayah II Sumatera Utara, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP). Spesifikasi kapal ferry Ro-Ro ini memiliki volume 300 gross tonage dan mampun mengangkut 280 penumpang. Kapal dengan dua mesin induk Yanmar 6AYM-Wet ini mampu mengangkut enam bus besar yang masing-masing seberat 20 ton. KMP Ihan Batak dibuat di Cirebon kemudian dilanjutkan pengerjaan setelah diangkut melalui jalur darat ke Porsea. Pembuatan kapal membutuhkan waktu selama 15 bulan, yakni sejak 28 Agustus 2017 dan berakhir pada November 2018. Nantinya operatol kapal ferry terseut adalah PT ASDP. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pitra Setiawan mengatakan, nantinya akan ada empat kapal baru yang dibuat untuk dikelola di kawasan Danau Toba. Namun, hingga saat ini baru KMP Ihan Batak yang selesai dibuat. “Program keseluruhan tiga kapal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Kemenhub dan satu dari (anggaran) PT ASDP,” kata Pitra yang dikutip dari kompas.com. Kapal kedua adalah MYC (2018/2019) di galangan yang sama, kemudian pembuatan kapal ketiga akan dimulai pada 2019. Menurut Pitra, melalui pengadaan kapal ini Kemenhub menggiatkan keselamatan pelayaran terutama di Danau Toba. Selain itu, kapal yang akan melayani rute Ajibata-Simanindo ini dibuat untuk menunjang sektor pariwisata di kawasan Danau Toba. Pada tahun 2019, pemerintah memang menargetkan akan ada satu juta wisatawan yang berkunjung ke salah satu danau alami terbesar di Indonesia tersebut. Baca juga: Mati Mesin di Tengah Laut, Kapal Ferry India Diselamatkan Tugboats “Toba ini kan sudah masuk KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), jadi kami support untuk pariwisata tersebut dan kondisi di Toba itu tidak ada galangan jadi pemerintah membantu menyediakan sarana transportasinya,” kata dia.

2019: Mulai dari Virtual Reality Sampai Live Music Bakal Tampil di Kabin Garuda Indonesia

Selain on time performance, layanan hiburan dalam penerbangan atau In-Flight Entertainmet menjadi isu yang penting dikedepankan dalam dunia maskapai, khususnya pada maskapai dengan predikat full service. Tak jarang, seseorang memilih jasa maskapai tertentu lantaran atas apa yang disajikan pada In-Flight Entertainment. Baca juga: 2019 – Garuda Indonesia ‘Kerahkan’ Seluruh Karyawan Jadi Agen Penjualan Tiket Garuda Indonesia yang kini dikomandani Ari Askhara selaku direktur utama, menyadari begitu pentingnya elemen hiburan di ketinggian udara. Dalam acara Public Expose hari ini (21/12) di Atjeh Connection, Garuda Indonesia secara resmi memperkenalkan program New In-Flight Experience yang akan dimulai pada Januari 2019. New In-Flight Experience yang ditawarkan Garuda Indonesia mengedepankan teknologi virtual reality dari Allosky – Skylights. Layanan ini dicanangkan untuk kelas bisnis pada penerbangan jarak menengah dan jauh. Tidak itu saja, Garuda Indonesia akan memastikan film-film yang dihadirkan adalah yang terbaru dirilis. “Kami tak ingin yang diputar adalah film-film yang sudah satu atau tiga bulan di bioskop. Nantinya film yang ditawarkan justru yang belum diputar di bioskop, sehingga ini bisa menjadi pengalaman baru dan menyenangkan bagi penumpang,” ujar Ari Askhara.
 
View this post on Instagram
 

#virtualreality dalam New In-Flight Experience @garuda.indonesia #inflightentertainment

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Ari menambahkan, jenis-jenis film-nya juga akan disesuaikan dengan durasi perjalanan, sehingga penumpang dapat melihat film secara utuh sensasi menonton dalam wide angle screen 180/360 derajat. Dalam tahap uji cona, New In-Flight Entertainment Experince akan ditawarkan gratis pada rute-rute tertentu. Sensasi virtual reality rencananya juga akan diuji coba pada layanan lounge first class dan business class. Baca juga: First Airlines, “Maskapai” Jepang dengan Penerbangan Virtual Reality Pertama New In-Flight Experience Experience bukan hanya virtual reality, Garuda Indonesia juga berencana untuk menggelar live music dalam tajuk Accoustic on Board pada penerbangan tertentu. Debut pembuka accoustic on board pun tak tanggung-tanggung, Ari menyebut band Gigi akan unjuk performa di udara antara tanggal 7 atau 21 Januari 2019.

2019: Garuda Indonesia ‘Kerahkan’ Seluruh Karyawan Jadi Agen Penjualan Tiket

Garuda Indonesia di tahun 2019 akan membuat sejumlah terobosan, selain bicara tentang layanan di atas kabin yang kini hangat diperbincangkan, maskapai plat merah kebanggaan nasional ini juga akan meningkatkan laba lewat penjualan tiket dengan cara baru. Masih mengandalkan jalur online, namun cara penjualan kali ini akan melibatkan peran serta seluruh karyawan Garuda Indonesia. Baca juga: Selasa Sore! Waktu Paling Tepat untuk Berburu Tiket Pesawat Murah “Nantinya kami akan membuatkan tools aplikasi yang dapat digunakan bagi seluruh karyawan Garuda Indonesia yang menggunakan smartphone. Para karyawan akan kami ajak sebagai agen penjualan tiket,” ujar Ari Askhara, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, dalam acara Public Expose di Atjeh Connection, Gadung Sarinah (21/12). Ari lebih lanjut menjelaskan, tiket yang nanti ditawarkan oleh karyawan Garuda bakal lebih murah atau akan bersaing dengan harga tiket yang ada di situs online. Sebagai benefit, setiap transaksi penjualan tiket, karyawan Garuda Indonesia akan mendapatkan komisi 2 persen. Tiket yang telah berhasil dijual, selanjutnya akan dikirimkan via email kepada pemesan. Ari meyakini program ini tidak akan berdampak negatif pada kinerja karyawan, mengingat ada ke khawatiran karyawan justru bakal lebih sibuk menjajakan tiket, dan mengganggu produktivitas kerjanya. Meski mendapat pujian karena bisa memberi opsi baru pada pengguna jasa, sayangnya jumlah karyawan Garuda Indonesia secara keseluruhan tidak banyak, yakni sekitar 8 ribuan. Baca juga: Nah Ini! Trik Unik Buat Cari Tiket Pesawat Murah Nah, jika mau berburu tiket dengan harga bersaing untuk layanan full service, ada baiknya mulai dari sekarang Anda bersiap-siap berkenalan dengan para karyawan Garuda Indonesia.

Lokomotif Diesel Hidraulik D301 22 Kini Jadi Koleksi Stasiun Tugu Yogyakarta

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Stasiun Tugu di Yogyakarta, maka Anda akan menemukan dua pemandangan baru, yaitu toilet portable dan sebuah monumen Lokomotif D301 22. Ya, pada Rabu (12/12/2018) kemarin, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro meresmikan keduanya yang ditandai dengan prosesi potong pita. Baca Juga: Setelah Revitalisasi, Stasiun Tugu Akan Mampu Tampung 14 Ribu Penumpang Hadirnya toilet portable ini merupakan jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini kerap kesulitan mencari tempat untuk buang air kecil dan besar saat berada di Stasiun Yogyakarta. Pasalnya, selama ini PT KAI menyediakan toilet di Zona 1 dan 2 yang areanya berada di dalam stasiun. Hal ini mengakibatkan kesulitan bagi para pengunjung stasiun non-penumpang bertiket untuk mendapatkan fasilitas toilet. “Ini (toilet portable) merupakan bantuan buat para penumpang untuk bisa ke toilet, karena toiletnya katanya di sini kurang,” ujar Edi, dikutip KabarPenumpang.com dari laman kai.id (12/12/2018). “Kami juga minta masyarakat dapat bersama-sama menjaga fasilitas baru ini agar dapat tetap berfungsi dengan baik dan tetap nyaman saat akan digunakan oleh pengguna lainnya,” tandasnya. Selain itu, satu lagi yang menarik perhatian khalayak ramai adalah Lokomotif D301 22 yang disimpan tepat di halaman depan stasiun yang dapat disaksikan pengunjung atau pejalan kaki sekalipun. Lokomotif tersebut merupakan lokomotif diesel hidraulik yang mulai beroperasi pada tahun 1962. Lokomotif pabrikan Fried Krupp, Jerman ini merupakan tipe kedua dari D300. Sebanyak 80 unit D301 yang tiba di Indonesia pada tahun 1962 digunakan untuk langsiran seperti halnya Lokomotif D300. Lokomotif berwarna kuning hijau yang kini mejeng di Stasiun Tugu Yogyakarta ini juga merupakan perintis modernisasi lokomotif di Madura hingga ditutup tahun 1987. Setelah itu, lokomotif ini ‘ditugaskan’ untuk menarik kereta api barang di Jabodetabek hingga ditutup akibat banjir melanda Jabodetabek pada pertengahan dekade 1990-an. Baca Juga: Sepenggal Cerita dari Loko Coffee Shop Yogyakarta Puncak lengsernya Lokomotif D301 adalah ketika kereta api listrik mulai merangsek masuk dan mengambil alih perkeretaapian Jabodetabek. Kendati sudah tidak digunakan lagi di Ibukota, namun Lokomotif D301 ini masih aktif digunakan untuk langsiran di beberapa stasiun, termasuk langsiran di Balai Yasa Yogyakarta. Melihat sejarahnya yang tidak bisa diabaikan begitu saja, Edi mengatakan bahwa, “Saya kira menarik untuk jadi ikon Stasiun (Tugu) Yogyakarta, suasana semakin indah di pintu selatan ini dan harapannya bisa membuat masyarakat semakin mencintai kereta api.”