Demi Ambil Barang Jatuh, Wanita Ini Nekat Turun ke Rel Lewat Celah Antara Kereta dan Peron
Turun ke rel melalui celah antara peron dengan kereta api yang terparkir cukuplah mengambil risiko. Hal ini karena, ada kemungkinan kereta tidak lama berhenti dan kembali jalan atau terjepit di celah tersebut ketika akan naik kembali ke peron.
Baca juga: Nekat Naik ke Kereta yang Melintas, Pria Ini ‘Berputar-Putar’ Pasrah di Peron
Namun, seorang wanita pemberani mengejutkan penumpang lainnya. Sebab dia turun ke bawah kereta ScotRail yang tengah berhenti di stasiun untk mengambil barang belanjaan yang jatuh dari tas ke rel tepat di bawah gerbong kereta tersebut.
KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (9/9/2020), keberanian wanita ini direkam oleh penumpang lainnya yang melihat kejadian tersebut. Kejadian itu diketahui terjadi di Stasiun Troon di Ayrshire, Inggris, pada Selasa (8/9/2020) ketika dia hendak naik ke kereta ScotRail.
Saat akan masuk ke dalam kereta, barang yang dibawa, beberapa diantaranya terjatuh dari tas ke rel di bawah gerbong kereta. Dia kemudian kembali ke pintu kereta ketika penumpang lainnya mengatakan bahwa ‘kita tidak bisa turun’.
Tetapi, wanita itu kemudian membuat keputusan berbahaya dan turun ke bawah kereta melalui celah antar kereta dan peron. Dalam rekaman tersebut, wanita lainnya terlihat berdiri dengan tangan menghalangi pintu kereta sebagai upaya untuk menghentikan kereta tersebut meninggalkan stasiun.
Tak lama setelah mengambil barang yang terjatuh di rel, wanita pemberani tersebut muncul dengan tas yang terjatuh itu beberapa detik kemudian. Dia meletakkan barang ke dalam kereta. Orang yang merekam kejadian tersebut berkata, “Saya belum pernah melihat yang seperti itu dalam hidup saya.”
Penumpang wanita tersebut kemudian kembali ke dalam kereta. Kejadian ini diketahui pihak ScotRail yang mengungkapkan bahwa mereka mengingatkan masyarakat untuk tidak masuk tanpa izin ke mana pun di jalur kereta api.
Sebab hal tersebut sangat berisiko dan bisa membuat orang itu cedera serius. Juru bicara ScotRail mengatakan, pihaknya mengetahui insiden di mana penumpang turun di Stasiun Troon pada hari Selasa itu dan telah melaporkannya ke otoritas terkait.
Baca juga: Terlambat Naik Kereta, Wanita Ini Letakkan Kaki Diantara Peron dan Gerbong
“Kami menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan orang-orang agar tidak masuk tanpa izin ke mana pun di rel karena mereka menempatkan diri mereka sendiri dan orang lain dalam risiko cedera serius.”
Transgender Mau Jadi Pramugari Ditolak, Layangkan Gugatan ke Mahkamah Agung
Di India setiap orang memiliki hak untuk memilih jenis kelamin mereka sendiri. Ini diputuskan setelah kasus pengadilan pada tahun 2014 lalu. Di mana pengadilan telah memberi orang India hak atas identitas gender.
Baca juga: West Coast Avanti, Kereta Spesial di Inggris dengan Awak LGBT
Selain itu mereka tidak dapat didiskriminasi atas gender. Namun baru-baru ini seorang wanita transgender menggugat Air India karena ditolak dalam pekerjaan untuk pramugari wanita di maskapai tersebut.
Dilansir KabarPenumpang.om dari laman paddleyourownkanoo.com (9/9/2020), saat ini kasus wanita transgender tersebut sudah masuk dalam tahap persidangan di Mahkamah Agung India. Di mana Air India menolaknya untuk bekerja sebagai awak kabin wanita karena terlahir dengan jenis kelamin laki-laki.
Kasus ini awalnya diajukan sejak 2017 dan disidangkan dalam waktu tiga minggu menurut pemberitaan media lokal karena masalah tersebut sudah lama menunggu untuk ditangani. Penggugat yang tidak disebutkan namanya tersebut pertama kali melamar sebagai awak kabin Air India pada Juli 2017 dan berhasil lolos ke tahap penilaian diskusi grup.
Dia juga menyelesaikan tes kepribadian tetapi tidak terpilih untuk maju lebih jauh dalam proses aplikasi meski bernasib baik dalam tes awal yang dilakukan. Untuk diketahui, beberapa maskapai India hanya merekrut awak kabin wanita, sedangkan maskapai lain seperti Air India mengadakan acara perekrutan khusus wanita.
Penggugat mengajukan form perekrutan khusus wanita karena dia sudah berhasil operasi penggantian kelamin. Karena hal ini, penggugat melakukan empat upaya aplikasi tetapi tidak pernah dipekerjakan oleh Air India sebagai awak kabin meskipun telah bekerja untuk maskapai tersebut sebagai agen pelanggan di Chennai.
Air India dan Kementerian Penerbangan Sipil telah menolak klaim tersebut, dengan mengatakan dia tidak dipilih karena dia tidak mendapat skor yang cukup tinggi dalam tes yang diperlukan untuk maju ke tahap selanjutnya dalam proses perekrutan. Penggugat berusia 31 tahun itu menjalani operasi penggantian kelamin di Bangkok pada tahun 2014 dan status gendernya secara resmi dipublikasikan di surat kabar pemerintah negara bagian.
Baca juga: Komunitas LGBTI: Pelatihan Petugas Bandara Akan Mengembalikan Hak Transgender
Dia telah mengajukan klaim di bawah RUU Orang Transgender (Perlindungan Hak) 2016 yang melarang diskriminasi terhadap seorang transgender dalam kaitannya dengan pekerjaan atau pekerjaan. Dia mengaku tidak terpilih karena secara hukum diakui sebagai transgender, sementara Air India hanya bersedia mempekerjakan kandidat perempuan.
Yang Pertama, Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino Raih Peringkat “Bintang Lima Covid-19” dari Skytrax
Lembaga pemeringkat transportasi udara internasional Skytrax, menjadikan Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino di Roma sebagai yang pertama di dunia menerima peringkat Bandara Bintang 5 Covid-19. Sebelum mendapatkan peringkat tersebut, Skytrax ternyata melakukan audit selama 3 hari pada bulan September.
Baca juga: Mengenal Bandara Terbesar dan Tersibuk di Italia, Leonardo da Vinci–Fiumicino
Audit ini didasarkan pada kombinasi pemeriksaan efisiensi prosedural, analisis observasi visual dan tes pengambilan sampel ATP. Di mana konsistensi standar menjadi penentu utama dalam peringkat akhir yang diterapkan. KabarPenumpang.com merangkum dari skytraxratings.com, Skytrax memverifikasi keberhasilan garis depan penerapan untuk menjaga keamanan staf bandara dan pelanggan dengan sistem dan prosedur Covid-19 di seluruh Bandara Rome Fuimicino.
Otoritas bandara ini memberikan kejelasan terkait protokol Covid-19 melalui papan pengumuman dan sistem informasi yang efektif dengan kejelasan sangat baik. Di area dengan pergerakan tinggi di terminal, bandara memiliki Tim Bio-Safety internal yang terdiri dari 40 staf yang memfasilitasi jarak sosial dan memastikan kepatuhan terhadap penggunaan masker wajah.
“Bandara Rome Fiumicino telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam memberikan protokol Covid-19 yang memungkinkan lingkungan yang aman bagi pelanggan dan staf. Di area inti kebersihan tangan dan jarak sosial, bandara memiliki prosedur yang kuat, dan yang terpenting, ini diperkuat dengan perhatian tingkat tinggi terhadap sanitasi terminal pada titik-titik kontak tinggi. Konsistensi dari langkah-langkah ini juga penting, dan ini merupakan faktor penting di balik Bandara Fiumicino Roma menjadi bandara pertama di dunia yang menerima Peringkat Bandara Bintang 5 Covid-19,” kata Edward Plaisted dari Skytrax.
Marco Troncone, CEO Bandara Roma Fiumicino mengatakan, mereka sangat puas dengan penghargaan baru ini karena hal tersebut merupakan pengakuan internasional yang signifikan atas upaya perusahaan yang, selama keadaan darurat, selain protokol yang ditentukan oleh Pemerintah. Yang mana Bandara Roma Fuimicino telah mengadopsi langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan cakupan dan kedalaman maksimum intervensi pencegahan yang memungkinkan bandara di ibukota Italia untuk terus beroperasi dalam kondisi keamanan maksimum.
Untuk mengelola penumpang dan langkah-langkah kebersihan secara efektif, Bandara Roma telah mengkonsolidasikan operasi untuk menggunakan Terminal 3 untuk check in dan kedatangan, dan Concourse Gates E untuk penerbangan keberangkatan dan transfer. Jumlah penumpang harian sekitar 30 persen dari level biasanya, tetapi perbatasan Italia yang terbuka dan tingkat Covid-19 yang cukup rendah berarti bandara tetap cukup sibuk dan ramai.
Di area yang berhadapan dengan pelanggan, bandara memiliki staf pembersih yang terlihat, dan sedang menguji beberapa metode sanitasi UV yang selanjutnya meningkatkan kebersihan di titik-titik kontak tinggi seperti elevator dan eskalator. Pengujian ATP pada permukaan yang sering disentuh menunjukkan bahwa di mana staf menerapkan pemeliharaan, ini memenuhi standar yang baik, dan bandara terus menilai bagaimana hal ini dapat meningkat.
Baca juga: Bandara Kopenhagen Tempati Peringkat Teratas Untuk Pemeriksaan Keamanan
Peringkat Bandara Covid-19 didasarkan pada studi ilmiah dan analisis oleh Skytrax dan tidak melibatkan elemen pengujian mandiri atau evaluasi oleh bandara, sebab ini bukan sekadar analisis virtual dari prosedur yang diharapkan dapat diterapkan oleh bandara. Analisis protokol kebersihan mencakup referensi ke pedoman Keselamatan Kesehatan Penerbangan ICAO, EASA dan ECDC Covid-19.
Pesawat Ilyushin Il-14 Avia, Sejarah TNI AU yang Nyaris Terlupakan! Pernah Jadi Pesawat Kepresidenan
Selain mengoperasikan pesawat dalam negeri, saat ini TNI AU bisa dibilang cukup akrab dengan pesawat-pesawat angkut Belanda dan Amerika Serikat (AS). Hal itu setidaknya terlihat dari kepemilikan sejumlah pesawat C-130 Hercules, Boeing 737-200 dan Boeing 737-400, serta Fokker F-28 VIP yang notabene merupakan buatan kedua negara tersebut.
Baca juga: Intip Ilyushin Il-96 Air Force One Rusia, Punya Sistem Pertahanan Anti Rudal dan Kursi Lontar
Namun, sejarah mencatat, TNI AU pernah sangat terbantu dengan kehadiran pesawat angkut sedang dari Uni Soviet, yakni Ilyushin Il-14 Avia. Sayangnya, pesawat tersebut bak angin lalu -jika tidak ingin disebut nyaris terlupakan- yang tidak mendapat perhatian serius sebagai salah satu pilar pendukung eksistensi TNI AU selama belasan tahun.
Dilansir Indomiliter.com, disebut angin lalu, sebab, dari 22 unit yang pernah beroperasi, pesawat berkapasitas 24-32 penumpang ditambah empat kru tersebut awalnya tak satupun masuk dalam barisan koleksi Museum Pusat TNI Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta.
Tak berhenti sampai di situ, seluruh pesawat dengan kecepatan maksimum 417 km per jam serta jarak tempuh sejauh 1.305 km ini tidak diketahui keberadaanya, kecuali satu yang tersisa sebagai monumen di Lanud Abdurachman Saleh Malang, Jawa Timur. Padahal, bila melihat eksistensi Ilyushin Il-14 Avia bersama TNI AU, tidak semestinya pemilik panjang 31,7 meter serta tinggi 7,9 meter ini diperlakukan seperti itu.
Diketahui, pesawat yang pertama kali terbang pada tahun 1950 dan mulai beroperasi empat tahun kemudian ini, pernah mengambil peran vital sebagai pengangkut personel dan logistik dikala Indonesia dirongrong pemberontakan di sejumlah daerah pada 1957 – 1965. Kala itu, bersama C-47/DC-3 Dakota yang legendaris, Il-14 bukan hanya digerakan sebagai pesawat angkut taktis militer, tetapi juga diperankan sebagai angkutan sipil, di bawah naungan Skadron Udara 2 dan Skadron Udara 17 Angkut VIP/VVIP yang berbasis di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Di luar operasi militer, satu dari 22 pesawat Ilyushin IL-14 Avia juga digunakan sebagai pesawat kepresidenan yang diberi nama Dolok Martimbang, sebuah bukit gagah berdiri tinggi menjulang seakan menggapai langit di daerah tarutung, ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Sebagai informasi, Dolok Martimbang juga menjadi nama kereta melayani Rute tersebut Medan-Tebing Tinggi-Pematang Siantar PP, loh.
Kembali ke Ilyushin IL-14 Avia, Indonesian Air Force One ini termasuk yang pertama datang -dari 22 unit yang dipesan- pada 10 Mei 1957. Presiden Soekarno tercatat pernah meninjau langsung pesawat itu di Jakarta.
Setelah 18 tahun berkiprah bersama TNI AU, Il-14 Avia akhirnya resmi masuk masa pensiun pada 12 Juli 1975. Hal tersebut berdasarkan Pengarahan KSAU nomer 182/Pes-15/1975.
Baca juga: Pengamat: Pilot TNI AU Butuh Waktu Transisi Untuk Menerbangkan Pesawat Garuda Indonesia
Meskipun sejak pertama kali pensiun armada Il-14 Avia sempat terlupakan, barulah pada akhir 2017 lalu, pesawat yang juga pernah digunakan oleh Vietnam, Suriah, Rusia, Mesir, Cina, Cekoslowakia, dan Kuba ini dilirik TNI AU dan diputuskan untuk masuk ke dalam jajaran koleksi Muspusdirla, Yogyakarta.
Kala itu, menurut Kamuspusdirla, Kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin, dengan adanya pesawat Ilyushin IL-14 di Muspusdirla diharapkan dapat menjadi sarana rekresasi dan edukasi.
Berkah Vaksin, IATA Sebut Butuh 8 Ribu Pesawat Jumbo untuk Antarkan Vaksin ke Seluruh Dunia
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengaku, pengiriman vaksin Covid-19 ke seluruh dunia akan menjadi salah satu tantangan terbesar transportasi global. Diperkirakan, butuh setidaknya 8 ribu pesawat widebody sejenis Boeing 747 untuk bisa menjalankan misi itu dengan asumsi satu dosis untuk satu orang.
Baca juga: IATA Usul Dunia Jangan Karantina Wisatawan! Ini Alasannya
Saat ini, menurut data Cirium, ada sekitar 26 ribu pesawat yang beredar di seluruh dunia, terdiri dari widebody, narrowbody, dan jet regional. Dari angka tersebut, total pesawat widebody tak sampai setengahnya.
Sudah begitu, IATA tahu persis bahwa tak semua pesawat mampu menjalankan misi ini. Sebab, vaksin harus diangkut dalam suhu antara 2-8 derajat celcius. Bahkan, beberapa vaksin mungkin membutuhkan suhu jauh di bawah itu. Bila demikian, otomatis, akan lebih sedikit pesawat yang mampu menjalankan misi mengantar vaksin Covid-19.
Dengan ketimpangan jumlah rill pesawat terhadap perkiraan pesawat yang dibutuhkan, di samping tak banyak pesawat yang mampu bergabung dalam misi tersebut, IATA mengaku sudah membuka komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari maskapai penerbangan, bandara, badan kesehatan di berbagai negara di dunia, hingga perusahaan farmasi penyedia vaksin. Semua dilakukan agar ketika waktunya tiba, transportasi udara sudah siap menjalankan.
“Pengiriman vaksin Covid-19 dengan aman akan menjadi misi abad ini bagi industri kargo udara global. Tetapi itu tidak akan terjadi tanpa perencanaan yang cermat sebelumnya. Dan sekaranglah waktunya,” jelas CEO IATA, Alexandre de Juniac, sebagaimana laporan BBC International.
Dari lima benua, mulai dari Eropa, Amerika, Australia, Asia, dan Afrika, pengiriman vaksin ke Afrika mungkin jadi yang paling krusial. Oleh karenanya, IATA memperkirakan setidaknya akan butuh bantuan militer untuk mengamankan proses pembagian, mulai dari keberangkatan pesawat, proses penurunan di bandara, pengiriman via darat ke negara-negara di Afika (karena tak semua bandara di Afrika bisa didarati pesawat jumbo), bongkar muat di negara tujuan, hingga proses pembagian langsung ke masing-masing orang.
Saat ini, ada sekitar 140 perusahaan di dunia yang tengah berlomba membuat vaksin Covid-19. Dari jumlah tersebut, setidaknya ada beberapa yang terdepan, mulai dari perusahaan BioNTech SE dan Pfizer kolaborasi Jerman dan Amerika Serikat (AS), Universitas Oxford, Johnson & Johnson, Moderna, Sinovac hingga vaksin Sputnik V buatan Rusia.
Baca juga: Berkah Covid-19, Singapore Airlines Tawarkan Companion App Pertama di Dunia, Ini Kegunaannya
“Vaksin akan menjadi komoditas yang sangat berharga. Pengaturan harus dilakukan untuk memastikan bahwa pengiriman tetap aman dari gangguan dan perampokan,” tambah IATA.
Terlepas dari berbagai kesulitan yang dihadapi dalam proses pengiriman vaksin ke seluruh dunia, kebutuhan pesawat untuk menjalankan misi tersebut (mengantarkan vaksin) tentu menjadi angin segar bagi maskapai penerbangan dunia, di tengahnya sepinya penerbangan penumpang; sekalipun proses pengiriman vaksin masih membutuhkan waktu cukup lama.
Pasca Insiden 9/11, Temperatur Udara di Amerika Serikat Sempat Naik Dua Derajat
Memori buruk tentang apa yang menimpa Amerika Serikat pada 11 September 2001 silam sejatinya tidak akan mudah dilupakan begitu saja. Aksi teror yang dilakukan oleh jaringan teroris Al Qaeda ini tak pelak menjadi satu guratan sejarah paling kelam di Negeri Paman Sam. Semua orang dibuat panik dan bingung dalam menanggapi serangan terhadap sejumlah titik vital di Amerika Serikat, seperti menara kembar World Trade Center, Pentagon, dan dua titik lainnya.
Baca Juga: Sisi Lain Tragedi 11 September, Ribuan Penumpang dari Eropa Terdampar di Newfoundland
Guna mencegah kekacauan semakin merambak, pejabat yang ada di Federal Aviation Administration (FAA) langsung mengambil keputusan untuk memblokade jalur udara Amerika Serikat. Semua penerbangan yang sedang mengarah ke negara adikuasa dititah untuk segera mendarat di bandara terdekat – dimanapun, dalam kondisi apapun.
Penumpang lantas kebingungan dengan apa yang tengah terjadi pada penerbangan mereka karena sejatinya, penumpang tidak mendapatkan informasi terbaru soal apa yang tengah terjadi di Amerika.
Setelah semua penerbangan menuju Amerika Serikat dihalau, otomatis wilayah udara di sana menjadi kosong melompong – kecuali penerbangan militer yang hilir mudik melakukan patroli udara. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman globalnews.ca, wilayah udara AS yang biasanya selalu ramai dilintasi oleh penerbangan komersial, kala itu mendadak sepi tanpa ada penerbangan penumpang satu pun.
Terlepas pendapatan dari pihak maskapai yang merosot akibat insiden 9/11 ini, grounded massal selama kurang lebih tiga hari yang dilakukan oleh beragam pesawat di AS juga pada akhirnya berdampak pada perubahan iklim yang cukup signifikan di sana. Mesin pesawat jet yang panas akan bertemu dengan suhu di udara yang dingin – dan sejak ada insiden 9/11 ini, tidak ada mesin jet yang memanaskan suhu di atas, sehingga tidak ada yang memecah konsentrasi awan di langit. Gumpalan awan yang memenuhi angkasa membuat pancaran panas matahari tidak bisa ‘naik’ ke udara dan terjebak di bumi.
Baca Juga: Tragedi 11 September, Mengenang Momen Keberanian Penumpang Melawan Teroris di United Airlines Flight 93
Walhasil, peningkatan temperatur sempat terjadi di wilayah AS selama kurang lebih tiga hari lamanya, “naik kurang lebih dua derajat celcius,” tutur seorang ahli geografi dari University of Winconsin yang turut mengalami gejala ini.
Wah, ternyata ada banyak sudut pandang lain yang bisa dilihat di balik insiden 9/11 ya!
Kisah Avro Anson RI-003, Pesawat Multirole Bekas PD II yang Tewaskan Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma
Pasca Perang Dunia II berakhir, pesawat-pesawat bekas perang di seluruh dunia umumnya diperjualbelikan; tak terkecuali Avro Anson. Pesawat multirole bermesin ganda buatan Avro, Inggris, yang dimiliki oleh Paul H Keegan, warga negara Australia dan bekas penerbang RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) pada Perang Dunia II ini, dijual ke Republik Indonesia pada Desember 1947, sekitar setahun sebelum pesawat Dakota RI-001 Seulawah lahir.
Baca juga: PK-KKH, Sang Pendahulu N250 yang Lebih Awal Pamer Pesawat Indonesia di Eropa
Disarikan dari berbagai sumber, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berada di bawah tekanan Belanda pada Agresi Militer I, Wakil Presiden Mohammad Hatta kemudian mencari cara agar NKRI bisa keluar dari blokade. Kala itu, diputuskan, tak ada jalan lain menembus blokade kecuali lewat jalur udara. Dari situlah, ide membeli pesawat muncul.
Dalam tempo dua bulan, sekira 14 kg perak dan emas hasil sumbangan masyarakat Minang, mulai dari anting, kalung, gelang bahkan cincin kawin telah berpindah tangan ke Panitia Pusat Pengumpul Emas yang dibentuk Bung Hatta. Emas perhiasan tersebut kemudian dilebur dan dijadikan emas batangan. Emas batangan inilah yang kemudian dijadikan alat beli pesawat Avro Anson pada awal Desember 1947. Diketahui, Keegan setuju Avro Anson miliknya dilepas seharga 12 kg emas.
Usai beralih ke tangan NKRI dengan diantar langsung oleh Keegan dari Songkhla, Thailand Selatan ke lapangan udara Gadut, Bukittinggi, pesawat dengan kecepatan maksimum mencapai 303 km per jam dan jarak tempuh hingga 1.200 km yang pertama kali terbang pada 24 Maret 1935 ini kemudian dinamakan (nomor registrasi) RI-003 dengan kode registrasi VH-BBY.
Pesawat Avro Anson RI-003, yang belum lama ini viral setelah diungkap oleh politisi berdarah Minang, Fadli Zon, ini kemudian balik mengantarkan Keegan ke Songkhala pada 9 Desember 1947, dengan dipimpin oleh Opsir Udara I Iswahyudi sebagai pilot dan Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma sebagai navigator. Pesawat yang diproduksi sebanyak 11 ribu unit ini diterbangkan dari Gadut menuju Songkhla dengan transit di Pekanbaru guna mengisi bahan bakar.
Dikutip dari tni-au.mil.id, selain mengantarkan Keegan pulang, misi Avro Anson RI-003 dan beberapa delegasi yang menyertainya ialah untuk melakukan penjajakan lebih jauh tentang kemungkinan pembelian senjata dan pesawat untuk kemudian memasukan barang Singapura ke daerah RI menembus blokade Belanda.
Pada 14 Desember 1947, sesudah menyelesaikan tugas di Bangkok, pesawat berkapasitas dua kru dan empat penumpang ini kembali berangkat menuju Singapura. Namun nahas, dalam perjalanan pulang, pesawat yang belum genap dua pekan dinikmati NKRI ini tiba-tiba terjebak dalam cuaca buruk di daerah Perak, Malaysia. Pesawat Avro Anson RI-003 akhirnya diketahui jatuh di Pantai Tanjung Hantu Perak, Malaysia.
Laporan pertama tentang kecelakaan diterima oleh polisi Lumut Malaysia, dari dua orang warga Cina penebang kayu bernama Wong Fatt dan Wong Kwang pada sekitar pukul 16.30 tanggal 14 Desember 1947. Seorang petugas kepolisian berbangsa Inggris bernama Burras segera pergi ke tempat musibah. Baru pada pukul 18.00 ia tiba di lokasi kejadian. Ia tidak menemukan sesuatu, air sedang pasang naik.
Baca juga: Dari Bandung ke Paris, N250 Jadi Pesawat Buatan Asia Pertama yang Lakoni Ferry Flight Lintas Benua
Keesokan harinya, Kepala Polisi Lumut, bernama Che Wan dan seorang anggota polisi Inggris bernama Samson berangkat ke tempat kecelakaan dan tiba di tempat pukul 09.00.
Kepadanya kemudian dilaporkan tentang ditemukan sesosok jenazah yang mengapung beberapa ratus yards dari lokasi reruntuhan pesawat, yang oleh para nelayan setempat dibawa ke darat. Berdasarkan bukti yang ada dapat dipastikan bahwa jenazah ini adalah jenazah putra Madura, Halim Perdanakusuma. Sedangkan nasib pilot kelahiran Surabaya, Iswahyudi hingga saat ini jenazahnya tidak ditemukan.
Kurangi Kencing Liar, Amsterdam Pasang Pot Urinal di Jalan Kota
Amsterdam menemukan cara inovatif untuk mengatasi orang-orang yang gemar buang air kecil di tempat umum. Di mana dewan kota telah memasang 12 pot tanaman khusus yang berfungsi ganda sebagai urinal dan sudah tersebar di berbagai tempat wisata termasuk Red Light District, Rembrandtplein dan Leidseplein.
Baca juga: Jijay! Ada Penumpang Pesawat Tinggalkan Urin di Kantung Plastik
Pemasangan ini dilakukan dewan Amsterdam karena pelancong mulai berdatangan dan pub kembali dibuka. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (23/8/2020), pengguna bisa buang air kecil ke lubang di sisi pot milik GreenPe tersebut.
Pot-pot ini memiliki tangki internal yang diisi dengan serat rami dari tanaman ganja. Ketika tangki di pot sudah penuh akan dikosongkan dan isinya bisa diperiksa secara manual dengan menggunakan sensor pintar yang mengirim pesan saat hampir penuh.
Nantinya campuran urin dan rami yang dikumpulkan tersebut digunakan untuk pupuk organik untuk tanaman di taman kota, taman atap serta memenuhi kebutuhan pupuk pada pertanian kota. Perusahaan Belanda GreenPee ini tidak hanya menghadirkan pot urinal di Amsterdam saja, tetapi di tiga kota lain di Belanda yakni Vlaardingen, Beekbergen serta Mechelen, dan Genk di Belgia.
Dewan kota Amsterdam pertama kali bekerjasama dengan GreenPee pada 2018 lalu dan memasang empat pot urinoir tersebut. Penemu GreenPee Richard de Vries mengatakan, empat pot pertama yang dipasang pada 2018 ternyata mengurangi kencing liar hingga 50 persen.
“Evaluasi independen menunjukkan bahwa ada 50 persen penurunan kencing liar setelah memasang GreenPees”, kata Richard.
Dia mengatakan, mengencingi dinding akan merusak bangunan bersejarah karena hal itu kotor, tidak higienis dan mengundang lalat.
“Kami mendapat ide tentang seorang penanam untuk menjaga kota tetap hijau dan menyediakan sesuatu yang dapat kami gunakan untuk membuat pupuk”, tambah Richard.
Richard mengatakan, ini tidak berbau dan menggunakan lebih sedikit air daripada urinal tradisional dan semua urin dikumpulkan secara teratur dari penanam untuk di proses dan panen fosfat.
Baca juga: Jijik! Penumpang British Airways Dapati Bangku Putrinya ‘Digenangi’ oleh Cairan Urin
Dewan Amsterdam dilaporkan menginvestasikan uang senilai £50 ribu dalam proyek tersebut karena kota itu kembali normal selama pandemi. Model terbaru telah disesuaikan berdasarkan umpan balik dari empat model pertama dengan privasi tambahan dan lebih banyak ruang untuk kencing. Perusahaan juga merancang model khusus dan lebih ramping yang dapat ditempatkan di gang-gang sempit.
.
Pixar’s Toy Story Akan Hiasi Kereta Peluru Jepang yang Melintasi Pulau Kyushu
Lagi-lagi Japan Railways menghadirkan kereta pelurunya dengan tema yang bisa menyenangkan anak-anak. Kali ini Japan Railways membuat kereta peluru bertema Pixar khusus untuk merayakan ulang tahun ke 25 tahun waralaba Pixar’s Toy Story.
Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria
Kereta baru ini akan hadir secara eksklusif untuk wilayah selatan Jepang tepatnya di Pulau Kyushu yang nantinya akan beroperasi di antara Stasiun Hakata, Kumamoto dan Kagosihma. Uniknya tema Pixar ini juga dihadirkan pada bagian hidung kereta peluru yakni lampu ikonik.
Selain itu gambar karakter paling terkenal dari Toy Story seperti Buzz Lightyear, Woody dan Jessie akan terpampang di sepanjang badan kereta. Selain itu akan ada kumpulan warna-warni yang dinamis ditempatkan di belakang karakter alias background dari tokoh-tokoh Toy Story tersebut dan mewakili semua prefektur berbeda yang menyusun Kyushu.
KabarPenumpang.com melansir dari hypebeast.com (20/8/2020), bagian dalam kereta juga akan dihiasi dengan pola Kyushu berwarna cerah. Sarung jok kereta menampilkan karakter Pixar lainnya seperti Wall-E, Nemo dan Dory. Bagi penumpang yang naik kereta ini akan diberikan bendera asli dan sertifikat peringatan khusus.
Kereta dengan tema Pixar ini akan mulai beroperasi pada 12 September mendatang pukul 00.19 malam waktu setempat yang berangkat dari Stasiun Hakata. Selain Pixar, pada 2018 lalu, West Japan Railway atau JR West meluncurkan kereta peluru shinkansen dengan tema Hello Kitty.
Kereta ini sudah dinantikan sejak lama dan didominasi dengan warna merah muda. Kereta peluru ini beroperasi dari Osaka di sebelah barat Jepang menuju ke Fukuoka di selatan Jepang. Kereta ini ketika meluncur di rel 2018, para fans setia karakter kreasi Sanrio Co mengabadikannya dalam bentuk foto dan video.
Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke-100 , Kereta Ini Didandani Karakter Kartun Thomas!
Supaya lebih terkesan resmi dan mencegah terjadi tindakan yang tidak diinginkan, pihak pengelola stasiun pun memasangkan rantai pembatas di ujung peron, yang berguna untuk membatasi ruang gerak para penggemar tersebut. Ketika rantai tersebut dibuka, seolah menandakan dimulainya pengoperasian resmi dari rangkaian kereta delapan gerbong ini.
Untuk diketahui, sebelum karakter-karakter ini hadir, ada yang sudah terlebih dahulu yakni “Pokemon with you Train” dan Shinkansen 500 EVA “Evangelion”.
inDriver, Ojol Asal Rusia Hadir di Banjarmasin, Hadirkan Real-Time Deals
Setelah tahun lalu hadir di Medan, Bandung, dan Surabaya, ada kabar dari aplikasi ride hailing asal Siberia, Rusia, yaitu inDriver yang telah hadir di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sejak 13 Agustus 2020. Di Banjarmasin inDriver menawarkan layanan yang disebut sebagai ojek pribadi. Jika merujuk pada kehadirannya di Medan, Bandung, dan Surabaya, inDriver hanya melayani transportasi mobil saja.
Baca juga: Belum Lama di Indonesia, Ojol Maxim Ternyata Berasal dari Rusia
“Kami hadir dengan sistem yang berbeda dari layanan ojek online pada umumnya, dimana inDriver menawarkan dengan fitur Tawaran Waktu Nyata (Real-Time Deals – RTD) unik yang mengembalikan kekuatan pengguna dalam menentukan tarif transportasi,” ujar Mohd Zulkarnain, Manajer Komunikasi inDriver dalam pesan tertulis kepada KabarPenumpang.com.
Dalam ilustrasi, saat memesan transportasi dengan inDriver, penumpang akan menetapkan harga untuk rute yang dipilih dan permintaan transportasi akan dikirimkan ke pengemudi terdekat. Pengemudi yang menerima pemberitahuan permintaan transportasi bebas untuk memilih menerima harga yang ditawarkan, bernegosiasi agar mendapatkan harga yang lebih menguntungkan, atau mengabaikan permintaan tersebut.
Penumpang kemudian akan menerima sejumlah tawaran balik dari para pengemudi dan dapat dengan bebas memilih pengemudi yang menawarkan tarif yang diinginkan berdasarkan kriteria pribadi mereka – peringkat pengemudi, perkiraan waktu tiba, atau model kendaraan.
Fitur unik ini membuat layanan transportasi pribadi online lebih mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau karena fitur ini juga menanggulangi algoritme yang digunakan oleh layanan transportasi pribadi online lainnya, yang menaikkan harga karena jam sibuk, kondisi lalu lintas, dan riwayat permintaan. “Ini terbukti dengan perjalanan dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin ke Muzium Wasaka dengan layanan ojek inDriver pada jam sibuk yang membutuhkan biaya Rp10,000, sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan layanan lainnya,” kata Zulkarnain.
Baca juga: Respon Kisruh Tarif, Maxim Ajak Pengemudi Ojol Kompetitor untuk Bergabung
Untuk lebih menghemat biaya perjalanan, inDriver saat ini hanya menerima pembayaran tunai setelah perjalanan selesai, alasannya itu dilakukan untuk menghindari biaya tambahan yang dibebankan oleh bank jika menggunakan kartu kredit atau pembayaran online. Sampai saat ini, ada 241 pengemudi ojek di Banjarmasin yang sudah mendaftar masuk inDriver. Selama waktu yang terbatas, inDriver tidak akan memungut komisi dari pengemudi.
