Minat Bikin Aplikasi Mobile, Ini 7 Hal yang Mesti Diperhatikan

Dengan meningkatnya pertumbuhan dunia teknologi digital, tidak ada bisnis yang tidak terdampak sama sekali oleh digitalisasi bisnis. Platform online menyediakan ruang bagi bisnis untuk menjangkau jutaan orang sekaligus dan itulah alasan mengapa sebagian besar pengusaha cerdas memanfaatkannya sebaik mungkin. Baca juga: Gunakan Aplikasi di Ponsel, Warga Cina Hindari Lingkungan Terinfeksi Virus Corona Di samping memudahkan pelanggan, lumrah dan murahnya harga smartphone juga semakin memungkinkan sebuah perusahaan meraih pangsa pasar yang jauh lebih luas dibandingkan dengan strategi marketing konvensional. Singkatnya, setiap orang yang mempunyai smartphone bisa jadi target pasar mereka. Terlebih, ekosistem bisnis pendukungnya juga mendukung terbentuknya bisnis berbasis aplikasi. Seperti diwartakan KabarPenumpang.com dari laman customerthink.com, Senin, (17/2), inilah tujuh hal yang mesti diperhatikan sebelum benar-benar membuat aplikasi mobile. Bila terlanjur membuat aplikasi sebelum membaca artikel ini, jangan tunda untuk melakukan perubahan agar aplikasi mobile yang telah dibuat benar-benar dibutuhkan customer. 1. Pastikan Dapat Menghemat Waktu Pengguna Di dunia ini, hanya ada dua hal yang tidak bisa kembali ataupun bertambah, luas bumi dan waktu. Waktu adalah satu-satunya prioritas bagi orang yang memilih untuk menggunakan aplikasi. Bila tidak ada bedanya, menggunakan aplikasi dengan tidak, maka, kecil kemungkinan aplikasi yang Anda buat akan diterima khalayak ramai. Namun, hal itu juga tergantung pada persyaratan dan bisnis apa yang hendak dibangun lewat aplikasi mobile. Tetapi, apapun itu, segalanya harus tetap mendapat dukungan teknologi, arsitektur (pengembangan), dan desain serta semua yang mendukung ekosistem dan iklim bisnis Anda. Semakin banyak jaringan dan relasi, maka, aplikasi mobile dapat benar-benar menghemat waktu pengguna. 2. Jaminan Keamanan yang Lebih Baik Dalam bisnis apapun, faktor kemanan pasti menjadi hal yang utama. Bisnis yang terkait transaksi elektronik, keamanan pengguna serta keamanan transaksi pasti menjadi nilai jual dan alasan utama mengapa seseorang ingin bertransaksi dengan aplikasi mobile. Demikian juga dengan bisnis trasnportasi berbasis aplikasi. Moda transportasi harus bisa memastikan lokasi real time pengguna dan pengemudi serta berbagai fitur lainnya untuk mencegah perbuatan yang dapat mengancam keselamatan pengguna, seperti lokasi real time tidak terdeteksi dengan akurat akibat sinyal dari pengguna dan pengemudi tidak baik dan faktor-faktor sejenisnya.
Aplikasi Uber
3. Kualitas Kualitas mungkin menjadi kata kunci umum yang mana jaminan keamanan dan keselamatan pengguna aplikasi bisa saja tergabung ke dalamnya. Di era persaingan bisnis yang semakin ketat seperti sekarang ini, kualitas kerap kali menjadi pembeda. Sebuah bisnis berbasis aplikasi bisa saja tampak sama, menjual produk yang sama, melayani dengan cara yang sama, serta mengkampanyekan bisnis mereka dengan model yang sama. Akan tetapi, kualitas pada akhirnya tetap akan menjadi pembeda. Mereka yang konsisten untuk menomorsatukan kualitas-lah yang akan mejadi pemenang di akhir pertempuran. Di samping itu, kualitas juga erat kaitannya dengan inovasi. Jadi, bisa dibilang, aplikasi berbasil mobile yang bagus adalah aplikasi yang tidak lepas dari inovasi. 4. Komunikasi Langsung dengan Pelanggan Terkadang, kaum urban dengan mobilitas tinggi tidak mau ambil pusing. Dalam artian, dengan adanya paket internet, mereka hampir mungkin melakukan segalanya, mengirim pesan instan dan menelepon, tanpa perlu repot-repot membeli pulsa (di luar paket internet) untuk dapat berkomunikasi langsung. Tak terkecuali dengan aplikasi mobile atau mobile app. Hadirnya fitur chat atau komunikasi langsung antara pengguna aplikasi dengan pihak ketiga atau dalam hal ini pihak yang bersentuhan atau berhubungan langsung dengan pengguna aplikasi atau pelanggan, disadari atau tidak, sangat membantu dan memang dibutuhkan oleh pelanggan. Dengan fitur tersebut pula, privasi (nomor kontak) pelanggan atau pihak ketiga bisa tetap aman tanpa harus diketahui oleh kedua belah pihak. Sekalipun harus mencantumkan nomor kontak, pastikan fitur keamanan (seperti fitur hanya bisa mengontak atau dikontak dengan nomor yang sudah terfdaftar) hadir untuk melengkapi fitur lainnya.
Aplikasi Aira yang membantu penyandang tuna netra di bandara (aira.io)
5. Menghasilkan Pengeluaran Lebih Rendah Menghasilkan pengeluaran yang lebih rendah atau efisiensi menjadi salah satu catatan penting mengapa pengguna memilih sebuah aplikasi. Misalnya, aplikasi pencari kos-kosan atau sejenisnya. Dengan menggunakan aplikasi, pengguna terhindar dari mencari rumah tinggal atau indekos di wilayah yang mereka tidak kuasai. Ujungnya, pasti lebih efisien dan sedikit waktu yang terbuang karenanya. Begitupun juga dalam unit bisnis lainnya, bila tidak mengakomodir pengeluaran yang lebih rendah dengan menggunakan aplikasi mobile ketimbang cara-cara konvensional, siap-siap aplikasi Anda akan sepi peminat. Baca juga: Jangan Sembarangan Gunakan WiFi Gratisan, Berikut Tips Keamanan Data dari FBI 6. Kustomisasi Kebanyakan orang percaya bahwa aplikasi, sekali dikembangkan tidak dapat dikustomisasi. Tetapi ini adalah gagasan yang sangat salah. Solusi pra-dibangun selalu dapat disesuaikan. Misalnya, jika orientasi warna tidak sesuai dengan tanda, maka Anda dapat mengubahnya atau menghapusnya. 7. Bebas Repot Sebuah aplikasi mungkin akan sangat diminati bila dapat menggantikan tugas-tugas yang semestinya dilakukan seseorang kepada orang lain. Dengan begitu, pengguna dapat memaksimalkan waktunya untuk kegiatan lainnya, yang mungkin saja lebih bernilai ekonomi ataupun holistik.

Tim Fisikawan Internasional Temukan Cara Terbaik Minimalisir Kepadatan Dalam Kabin

Ketika tiba di gerbang keberangkatan dan dipanggil untuk naik pesawat, penumpang mengantri dan menemukan kursi masing-masing setiba di dalam kabin. Tapi ternyata tidaklah semudah itu, sebab ada saja masalah yang akan dihadapi penumpang sebelum benar-benar tiba di kursi mereka. Baca juga: Rahasia di Bandara yang Tak Semua Diketahui Penumpang Salah satunya adalah penyimpanan bagasi di atas kepala yang sudah penuh dengan barang penumpang lainnya. Bahkan selama bertahun-tahun sebagian besar maskapai terjebak dengan sistem yang sama di mana penumpang kelas satu atau bisnis naik terlebih dahulu dan baru penumpang lainnya. Karena hal ini kemudian sebuah tim fisikawan internasional mengklaim telah menemukan cara terbaik untuk meminimalisir hal tersebut. KabarPenumpang.com merangkum laman thenational.ae (26/1/2020), rahasianya adalah dengan memberikan prioritas kepada penumpang yang lebih lambat dan menempatkan mereka pada pola tertentu. Dipimpin oleh Profesor Sveinung Erland dari Western Norway University, tim menemukan bahwa yang terbaik untuk mendudukkan penumpang ini mulai dari belakang dalam urutan nomor kursi yang zig-zag menyusuri lorong. Ini menciptakan lebih banyak ruang di sekitar penumpang ini saat mereka memilah diri mereka sendiri, mengurangi risiko kemacetan di lorong yang memperlambat orang lain naik setelah mereka. Menggambarkan temuan mereka di Ars Technica, sebuah situs web yang mencakup sains dan teknologi, para peneliti menjelaskan teknik tersebut dengan analogi pengemasan batu dan pasir ke dalam toples. Jika Anda mendapatkan batu terlebih dahulu, pasir dapat mengisi celah di sekitarnya dengan lebih mudah. Simulasi komputer menunjukkan kebijakan paling lambat-pertama dapat memotong waktu naik hingga 28 persen dibandingkan dengan memberikan prioritas kepada penumpang yang bepergian lebih ringan atau tanpa tas. Setidaknya itu teorinya, yang didukung oleh beberapa matematika yang sangat canggih. Tetapi apakah ini akan berhasil dalam praktiknya?
(Tribunnews)
Para peneliti mengakui ada beberapa masalah praktis yang masih harus diselesaikan dan paling tidak menghentikan penumpang “bermain” sistem. Maskapai saat ini memberikan prioritas kepada mereka yang telah membayar hak istimewa, atau lambat karena mereka membutuhkan bantuan atau memiliki anak kecil. Namun jika kebijakan baru ini memiliki dampak besar, penumpang yang “lebih lambat” akan termasuk mereka yang perlu menyimpan banyak barang bawaan. Itu, pada gilirannya, dapat mendorong penumpang untuk membawa barang bawaan sebanyak mungkin, dalam upaya untuk duduk lebih awal, sehingga meningkatkan penundaan. Seperti kata pepatah, penelitian lebih lanjut jelas diperlukan dan sedang berlangsung. Bandara Gatwick di Inggris baru saja menyelesaikan studi selama dua bulan dari berbagai metode naik pesawat untuk mengetahui teori mana yang terbaik di dunia nyata. Salah satunya adalah penumpang dengan kursi jendela berjalan lebih dulu, diikuti oleh mereka yang duduk di tengah dan akhirnya lorong. Itu lebih cepat daripada pendekatan “kursi blok” yang biasa, karena orang tidak mencoba untuk menyimpan bagasi dan duduk di area kecil yang sama, atau menunggu sementara mereka yang sudah duduk di kursi berlengan berdiri untuk membiarkan mereka masuk. Tetapi sementara lebih baik daripada pendekatan blok, metode ini juga memiliki masalah seperti orang yang memesan kursi tetangga tidak dapat naik bersama. Hal ini memaksa pengecualian untuk dibuat misalnya, untuk keluarga dengan anak kecil bisa merusak perolehan kecepatan. Kemudian ada rahasia kecil kotor tentang naik ke dalam pesawat yakni maskapai ingin agar semua orang duduk dengan cepat tetapi mereka tidak ingin itu sepenuhnya bebas masalah. Sebab mereka membuat keuntungan rapi dari skema tempat duduk prioritas, yang memungkinkan orang untuk melenggang di atas pesawat sambil menyeringai pada mereka yang terjebak di belakang para shopaholic. Meski begitu, uji coba Gatwick cenderung mengidentifikasi tweak kecil yang bisa membuat perbedaan signifikan. Hasil dari studi tersebut dalam Teori Optimalisasi, cabang ilmu terapan yang dapat membantu membuat hidup sedikit lebih menjengkelkan. Setiap penumpang udara mendapat manfaat dari wawasannya dan langsung dari titik di mana mereka check in. “Ketika segala sesuatunya tidak terlalu sibuk, kami mungkin memilih antrian di depan salah satu check out hanya untuk mengetahui kami terjebak di belakang pasangan dengan koper yang tampak cerdik dan tanpa paspor. Kami kemudian mengutuk keberuntungan kami, sambil menonton antrian di sebelah kami,” ujar tim fisikawan. Pada waktu sibuk, Teori Optimasi datang menyelamatkan penumpang dengan sengaja merampok dari pilihan apa pun. Semua check in dilayani oleh satu baris, yang menjalin dengan cara ini dan itu di seluruh ruang pertemuan. Meskipun sering disambut dengan cemas, sistem antrian “satu-kanal multi-server” seperti itu secara matematis terbukti jauh lebih cepat dan tidak membuat frustrasi daripada membiarkan penumpang menebak check in mana yang akan melayani Anda terlebih dahulu. Memiliki saluran pengumpan tunggal memastikan semua orang berakhir di mana pun check out baru saja mengalahkan semua tetangganya. Maskapai itu sendiri mengandalkan Teori Optimasi untuk menyelesaikan masalah yang benar-benar mengerikan di mana pesawat penjadwalan yang tergantung pada koneksi penumpang, transfer kru dan waktu istirahat dan pemeliharaan pesawat. Dengan menggunakan algoritma dan komputer ultra-cepat, maskapai penerbangan menghitung jadwal optimal yang meminimalkan waktu henti dan memaksimalkan efisiensi. Tetapi bandara yang terikat kabut atau pesawat yang rusak dapat menuntut agar seluruh jadwal yang dioptimalkan untuk dihitung ulang dengan penundaan minimal. Yang mengherankan, Delta Air Lines baru saja mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan IBM untuk menggunakan komputer kuantum untuk pengolah angka terbesar dalam “mengatasi tantangan di sepanjang hari perjalanan”. Itu kode untuk mengoptimalkan jadwal ketika tiba-tiba ada masalah. Baca juga: Dear Maskapai, Mau Kejar OTP Tinggi? Perhatikan Pengaturan Masuknya Penumpang Ke Kabin! Tapi ada satu masalah optimasi yang ingin diselesaikan semua wanita sekarang adalah menghilangkan antrian untuk loos. Sepintas sepertinya cukup mudah. Studi menunjukkan bahwa wanita membutuhkan waktu sekitar dua kali lebih lama daripada pria. Jadi jelas wanita harus mendapat dua kali lebih banyak bilik daripada pria. Sebuah kekhasan matematis berarti akan membutuhkan empat kali lebih banyak bilik untuk memberikan pengalaman antrian yang sama dengan laki-laki kepada perempuan yang sangat mahal.

Terdampak ‘Badai’ Corona, Inilah Serangkaian Strategi Singapore Airlines Group untuk Bertahan

Meluasnya wabah virus corona menimbulkan tantangan yang signifikan bagi Singapore Airlines (SIA) Group. Permintaan layanan penerbangan ke Cina Daratan sangat terpengaruh. Maskapai induk (Singapore Airlines) dan SilkAir secara drastis melakukan pengurangan frekuensi penerbangan pada semua rute ke Cina Daratan selama bulan Februari dan Maret 2020, sementara Scoot telah menangguhkan semua layanan penerbangan ke Cina Daratan hingga 28 Maret 2020. Baca juga: Diterjang Corona dan ‘Ditinggalkan’ Pelancong Asal Cina, Sektor Pariwisata Singapura Mulai Goyang Di tengah kondisi lingkungan yang menantang tersebut, SIA Group akan terus bersikap proaktif dan sigap dalam melakukan penyesuaian jaringan penerbangan yang tepat dan mengelola biaya secara ketat. Memastikan keselamatan dan kesehatan para penumpang dan staf merupakan prioritas utama. SIA telah membentuk gugus tugas yang berkompeten untuk memonitor situasi virus corona secara teliti dan segera melakukan tindakan untuk meminimalkan risiko terhadap penumpang dan staf. “Sebagai contoh, kami telah meningkatkan kegiatan pembersihan dan disinfeksi kabin pesawat kami, memodifikasi layanan penerbangan kami guna meningkatkan keselamatan para penumpang dan awak, serta menghentikan transit untuk penerbangan ke Cina,” ujar juru bicara SIA Group dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com pada 17 Februari 2020. Volatilitas harga bahan bakar kemungkinan akan berlanjut, mengingat ketegangan geopolitik saat ini serta ketidakpastian pada sisi permintaan di pasar minyak global. Namun, kebijakan lindung nilai oleh Grup memberikan stabilitas pada biaya bahan bakar bersih. Pada kuartal keempat, Grup telah melakukan lindung nilai sebesar 79 persen dari kebutuhan bahan bakarnya di MOPS dengan harga rata-rata tertimbang USD76. Program transformasi telah memperkuat kemampuan Grup untuk menghasilkan pendapatan dan mendorong efisiensi operasional serta mempertahankan standar layanan yang tinggi. Bersamaan dengan likuiditas kami yang kuat, hal ini menjadikan Grup SIA dapat bertahan dalam menghadapi tantangan saat ini. Pada saat bersamaan, SIA Group juga akan terus melakukan beberapa inisiatif strategis yang saat ini sedang berlangsung, termasuk integrasi Perusahaan Maskapai Induk dan SilkAir, melanjutkan pertumbuhan Scoot sebagai maskapai berbiaya rendah, berinvestasi di joint-venture dengan India; Vistara, serta mengembangkan sumber-sumber pendapatan baru seperti KrisShop. Inisiatif-inisiatif ini akan semakin memperkuat fondasi untuk pertumbuhan dan kesuksesan SIA Group di masa depan. Pihak SIA Group menyebut, mengoperasikan bisnis secara berkelanjutan selalu menjadi prioritas. “Kami telah banyak melakukan investasi pada armada pesawat berusia muda yang hemat bahan bakar, serta terus-menerus mencari cara untuk lebih meningkatkan efisiensi dengan mengoptimalkan rute penerbangan, mengurangi bobot pesawat, dan meningkatkan analisis data untuk mengoptimalkan peningkatan bahan bakar. Kami telah meluncurkan langkah-langkah untuk mengurangi jumlah plastik sekali pakai dan mengurangi limbah baik di dalam pesawat maupun berbagai fasilitas kami,” ujar juru bicara SIA Group. Baca juga: Pemerintah Dorong Pemberian Insentif kepada Maskapai Akibat Virus Corona, Pertanda Industri Penerbangan Lampu Kuning? Langkah-langkah tersebut telah dilakukan untuk meningkatkan penggunaan energi yang dapat diperbaharui dan menurunkan konsumsi listrik. Kami akan terus mengejar berbagai peluang dan memulai inisiatif-inisiatif yang akan membantu Group SIA mengurangi jejak karbon secara keseluruhan.

Penggantian Wesel Stasiun Gambir Selesai Lebih Awal, Perjalanan KRL Normal Mulai 17 Februari Pukul 15.00 WIB

PT KAI Daop 1 Jakarta mulai melakukan proses revitalisasi Penggantian Wesel 11A dan 21A di Stasiun Gambir sejak Kamis 13 Februari 2020, semula pengerjaan penggantian wesel Gambir yang berdampak pada perjalanan KRL dan PT KAI Daop 1 perlu melakukan rekayasa pola operasi tersebut akan berlangsung selama 7 hari dengan target penyelesaian pada 19 Februari 2020. Dalam pelaksanaannya Daop 1 Jakarta, melalui percepatan pada proses tahapan pekerjaan, saat ini Daop 1 Jakarta telah menyelesaikan sebagian besar tahapan pekerjaan yang berdampak pada pola operasi KRL. Baca juga: Wesel Kereta Bukanlah Wesel Pos untuk Kirim Uang Melihat tahapan proses pengerjaan lebih awal dari yang ditargetkan, maka PT KAI Daop 1 Jakarta berkordinasi dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menormalkan kembali perjalanan kereta rel listrik (KRL). Terhitung pada hari ini, Senin (17/2) mulai pukul 15.00 WIB, PT KAI Daop 1 Jakarta kembali memberlakukan pola operasi normal tanpa rekayasa operasi pada lintas Stasiun Manggarai – Jakarta Kota. Dengan kebijakan tersebut maka semua perjalanan KA dari Cikarang/Bekasi dan Bogor dapat beroperasi normal menuju Jakarta Kota dan sebaliknya sesuai relasi. Sebagaimana informasi sebelumnya, bahwa dari 281 perjalanan KRL lintas Stasiun Manggarai – Jakarta Kota, 45 diantaranya mengalami rekayasa pola operasi atau hanya sampai Stasiun Manggarai sementara proses pekerjaan penggantian wesel di Gambir dan Jakarta Kota dilakukan selama 11 hari. “Saat ini proses penggantian wesel Gambir telah mencapai tahap akhir, namun rekayasa pola operasi KRL lintas Stasiun Manggarai – Jakarta Kota sudah tidak diberlakukan meskipun jalur di Stasiun Gambir masih terdapat pengerjaan wesel menyilang. Tahapan pekerjaan akhir di Gambir akan kami upayakan tidak berdampak pada operasional KA. PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas perjalanan KA yang sempat terdampak sekitar 4 hari kemarin. Tentunya kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna jasa yang telah mendukung pekerjaan revitalisasi prasarana wesel di Stasiun Gambir dan Jakarta Kota tersebut melalui penyesuaian aktifitas masyarakat menggunakan jasa kereta selama pekerjaan berlangsung,”jelas Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah dalam siaran pers. Saat ini proses pengerjaan wesel di Stasiun Gambir memasuki proses pemasangan wesel baru tambahan untuk menyilang, yakni wesel 11A1 dan 21A1. Pemasangan akan dikerjakan pada malam hari dalam kurun waktu window time atau waktu perawatan sebelum KA beroperasi agar tidak berdampak pada perjalanan KA. Selanjutnya, sejalan proses pengerjaan tahap akhir penggantian wesel Gambir, Daop 1 Jakarta secara bertahap juga memulai pengerjaan penggantian 4 wesel di Jakarta Kota yang ditargetkan akan selesai pada tanggal 23 Februari 2020. Pada proses penggantian wesel Jakarta Kota, rekayasa pola operasi juga akan diberlakukan selama satu hari yakni pada Sabtu 22 Februari 2020. Pada tanggal tersebut pekerjaan akan berdampak pada 56 nomor KA, diantaranya sebanyak 34 KA akan dilakukan rekayasa operasi dan 22 KA akan dibatalkan perjalanannya. Baca juga: Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana? Revitalisasi berupa penggantian wesel di Stasiun Gambir dan Jakarta Kota bertujuan untuk meningkatkan faktor keselamatan dan keamanan perjalanan KA. Selain itu, revitalisasi wesel juga dapat menjadi alternatif solusi pada pengaturan perjalanan KA, apabila dalam kondisi tertentu terjadi kendala di jalur layang maka pelayanan perka dapat lebih terakomodir melalui fleksibilitas pergantian jalur menggunakan wesel baru.

Inilah GermFalcon, Robot Pembasmi Virus Corona di Kabin Pesawat dengan Teknologi UV

Selain mengkarantina penumpang, pesawat yang telah mengangkut terduga maupun suspect virus corona, atau sehabis menjalani penerbangan Cina, juga harus melewati masa ‘karantina’. Hal itu tentu sedikit banyaknya merugikan pihak maskapai dikarenakan operasional yang terganggu akibat berkurangnya armada pesawat. Namun, hal tersebut mungkin tak akan terjadi lagi. Baca juga: Tak Khawatir Penumpang Hindari Pesawat Bekas Bawa WNI dari Wuhan, Batik Air: Prosedur Sterilisasi Telah Dijalankan Seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman inflight-online.com, Senin, (17/2), belum lama ini, perusahaan asal AS, Dimer UVC Innovations, meluncurkan produk terbarunya yang dinamakan GermFalcon, robot pembunuh virus corona dan kuman serta bakteri lainnya tak kasat mata di pesawat. Robot tersebut diklaim dapat memudahkan maskapai dalam membersihkan pesawat agar terbebas dari segala macam bakteri yang mengendap di lantai, kursi, serta sudut-sudut lainnya. Saat ini, robot pembasmi tersebut sudah tersebar di beberapa bandara di AS. Menariknya lagi, perusahaan memberikan layanan robot tersebut secara gratis selama fase tanggap darurat virus corona.
GermFalcon kurang lebih terlihat seperti troli makan yang biasa digunakan dalam penerbangan komersial. Bedanya, GermFalcon dilengkapi dengan semacam sayap yang melebar ke sisi kanan dan kiri pesawat. Alat tersebut kemudian memancarkan sinar UV (UltraViolet)-C yang bisa mensterilkan ruang sekitar. Sinar UVC sendiri umumnya digunakan untuk mendesinfeksi udara, air, dan permukaan di fasilitas kesehatan. Sejauh ini, teknologi tersebut telah terbukti aman dan sangat efektif dalam menghilangkan kuman yang menyebabkan penyakit menular. GermFalcon adalah sistem UVC pertama yang dirancang khusus untuk mendisinfeksi permukaan interior pesawat antar penerbangan dengan cepat. Dalam video tutorialnya, Dimer UVC Innovations mengklaim bahwa GermFalcon dapat menjangkau sejauh 30 baris kursi di pesawat dalam waktu hanya tiga menit. Di samping itu, tingkat efektivitasnya juga hampir menyentuh angka sempurna, membasmi 99,99 persen bakteri dan virus apapun, termasuk virus corona, Ebola, SARS, MERC, EColi, MRSA, dan virus serta bakteri jahat lainnya. Selain itu, alat tersebut juga tergolong mudah digunakan, cukup dengan mendorong robot tersebut di sepanjang lorong dan menariknya kembali ke titik semula, pesawat pun akan kembali aman untuk digunakan. Kemudian, berbeda dengan High Efficiency Particulate Arresting (HEPA) Cabin Air Filter yang tertanam pada sistem filter udara di pesawat, GermFalcon dapat digunakan secara portable, sehingga memungkinkan dioperasikan di pesawat-pesawat lainnya yang tak dilengkapi teknologi HEPA. Baca juga: HEPA, Teknologi yang Mampu Bersihkan Radioaktif hingga Virus Corona di Dalam Kabin Pesawat “Ancaman virus corona yang menginfeksi penumpang yang tidak bersalah di pesawat adalah salah satu yang harus kita segera singkirkan,” kata Co-Founder Dimer, Elliot Kreitenberg. “Ini adalah virus berbahaya yang telah merenggut nyawa. GermFalcon adalah respons yang cepat dan efektif untuk ancaman ini, dan kami senang untuk menawarkannya tanpa biaya untuk berkontribusi pada upaya tanggap darurat di Bandara Los Angeles (LAX), San Francisco (SFO), dan Jhon F. Kennedy (JFK) selama krisis ini,” tambahnya.

Tempuh Jalur 6 Km, Pekerjaaan Konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Dimulai Maret 2020

Sebagai bentuk kelanjutan pembangunan Fase Utara Selatan MRT Jakarta, hari ini (17/2) bertempat di Stasiun Bundaran HI, PT MRT Jakarta yang diwakili oleh Direktur Konstruksi Silvia Halim dan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture yang diwakili Yutaka Okumura melaksanakan penandatanganan Paket Kontrak antara PT MRT Jakarta (dan Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV) terkait Design and Build Underground Section MRT Jakarta Project Phase 2 Contract Package 201. Baca juga: Capaian Melebihi Ekspektasi 2019, MRT Jakarta Akan Mulai Fase 2 Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur 6 kilometer dan terdiri dari 7 stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota. Pembangunan fase 2A dibagi ke dalam 3 paket kontrak sipil, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi Fase 2A akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024. Penandatangan kontrak pekerjaan CP 201 antara PT MRT Jakarta dengan Shimizu – Adhi Karya JV (SAJV) menandai dimulainya pekerjaan proyek pembangunan Fase 2A. Dalam kontrak tersebut terdapat dua pekerjaan stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Paket pekerjaan CP 201 akan membangun terowongan dan stasiun yang memiliki jalur sepanjang 2,8 Km untuk menghubungkan Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Harmoni. “Mengingat lokasi proyek yang berada di area ring 1, PT MRT Jakarta selalu mengedepankan keamanan untuk masyarakat khususnya warga Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut PT MRT Jakarta akan menggunakan sistem perencanaan pembangunan dengan sistem pengamanan tinggi khususnya pada saat pengerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas,” jelas William P Sabandar. Baca juga: Fase II MRT Jakarta Diprediksi Selesai Tahun 2024 Selanjutnya PT MRT Jakarta akan melakukan integrasi pembangunan Fase 2B atau yang disebut sebagai Jalur Utara-Selatan dan akan dilanjutkan dengan pembangunan Jalur Timur-Barat. Daerah Kota akan menjadi titik awal dibangunnya Fase 2B dengan titik pemberhentian di Ancol Barat. Fase 2B ini diperkirakan memiliki jalur sepanjang 5,8 Km yang terdiri dari 3 (tiga) stasiun, yaitu Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol, dan Stasiun Ancol Barat dengan estimasi pengerjaannya akan mulai dibangun pada pertengahan 2022 dan beroperasi pada 2027.

Prank Virus Corona di Kereta Bawah Tanah Rusia, Karomatullo Dzhaborov Didakwa 5 Tahun Penjara

Ketika Rusia sedang disibukan dengan upaya preventif terkait penyebaran virus corona, mengingat teritorial mereka yang sangat luas dan berbatasan langsung dengan Cina, pemerintahan tersebut justru dihebohkan dengan prank seorang pria yang mengidap virus corona di pusat kota, tepatnya di kereta bawah tanah (metro) di Kota Moskow, Rusia. Baca juga: Terjebak Karantina Virus Corona di Kapal Pesiar, Pasangan ini Pesan Anggur via Drone Tak butuh waktu lama, otoritas Rusia akhirnya berhasil menangkap Karomatullo Dzhaborov, warga Tajikistan, negara pecahan Soviet di Asia Tengah, atas dugaan hooliganisme. Seperti dilaporkan kantor berita Rusia, TASS, melalui CNN.com, pria tersebut ditangkap tanpa perlawanan di sebuah tempat di sekitaran Moskow pada 8 Februari lalu. Dalam video yang dilihat KabarPenumpang.com di media sosial, Senin, (17/2), Karomatullo Dzhaborov yang mengenakan sweater berwarna hitam dan masker bedah awalnya berjalan layaknya orang pada umumnya. Kemudian ia berlagak seperti tak sadarkan diri sambil sesekali berpegangan ke kompartemen bagasi hingga kemudian ambruk.
Sontak, ambruknya Karomatullo Dzhaborov mengundang simpati dari beberapa orang sekedar untuk mengecek kondisinya. Saat orang-orang sibuk menolong Karomatullo Dzhaborov, dua orang yang tak jauh dari lokasi kemudian berteriak bahwa orang tersebut (Karomatullo Dzhaborov) terkena virus corona. Mendengar hal itu, tentu saja seisi kereta buyar menjauh sambil terus melihat terduga virus corona itu kejang-kejang. Saat itu, tak ada yang menyangka kalau adegan tersebut hanya prank belaka. Atas perbuatannya, Karomatullo Dzhaborov akhirnya harus berurusan dengan hukum dan kini tengah menghadapi dakwaan maksimal 5 tahun penjara. Saat ini, otoritas juga telah melalukan penahanan hingga proses persidangan digelar pada 8 Maret mendatang. Sejak otoritas Rusia mempidana Karomatullo Dzhaborov, video yang diposting oleh akun media sosial bernama kara.prank pada 2 Februari pun hilang dari laman YouTube dan Instagramnya, tetapi masih dapat dilihat akun Telegram kara.prank. Penelusuran redaksi KabarPenumpang.com, akun Telegram kara.prank memang terdapat empat video yang salah satunya video yang tengah menghadapi konsekuensi hukum. Dalam video tersebut, setidaknya terdapat enam orang (salah satunya pria yang berpura-pura jatuh dan kejang-kejang) tampak berjalan di peron hingga kemudian masuk dan melakukan aksi tersebut. Hal itu (video di Telegram kara.prank) tentu berseberangan dengan Kementerian Dalam Negeri Rusia yang mengatakan, bahwa polisi saat ini juga tengah mengejar dua orang lainnya yang diduga bagian dari tim kara.prank. Dua orang tersebut diduga telah memuluskan prank virus corona tersebut dengan cara berteriak bahwa pria yang ambruk dan kejang-kejang itu mengidap virus corona. Adapun tiga orang lainnya, sebagaimana video yag beredar di Telegram, tidak disinggung sama sekali oleh pemerintah. Akan tetapi, semua narasi yang beredar di media sosial, termasuk tuduhan dan dakwaan otoritas Rusia, ditolak oleh pengacara tersangka. Dalam keterangan resminya, Alexei Popov mengatakan, kliennya tersebut justru membuat prank untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap virus corona. Oleh karenanya, ia akan mengajukan banding atas dalih tersebut. Baca juga: Boarding Pass Raksasa untuk Prank Bikin Semua Orang Tertawa “Video ini tidak boleh dilihat secara terpisah dari videonya yang lain. Mereka merekam video di toko-toko dan bertanya kepada orang-orang apakah mereka mengetahui coronavirus. Mereka merekam video di apotek yang menjual topeng dengan harga yang meningkat. Mereka ingin menarik perhatian pihak berwenang terhadap masalah ini, tidak ada bukti kejahatan,” katanya. Di Rusia sendiri, saat ini, setidaknya telah terdapat dua kasus virus corona. Dua kasus teresbut datang dari turis asal Cina dan langsung mendapat penanganan serius dari otoritas Rusia. Pasca kejadian itu, seluruh perbatasan melakukan penjagaan ekstra ketat, termasuk di bandara serta pelabuhan.

Wesel Kereta Bukanlah Wesel Pos untuk Kirim Uang

Selama sebelas hari yakni dimulai pada 13 hingga 23 Februari 2020 mendatang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan pergantian wesel yang ada di Stasiun Kota dan Stasiun Gambir. Penggantian ini untuk mengutamakan keselamatan dan meminimalisir terjadinya gangguan perjalanan kereta api dan juga karena wesel sudah berumur cukup tua yakni 28 dan 50 tahun. Baca juga: Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok Nah, sebenarnya wesel itu apa? Mungkin banyak yang berpikir wesel ini adalah wesel pos dimana surat pos untuk mengirimkan uang. Selain itu juga mungkin banyak yang tahu wesel merupakan surat pembayaan yang dapat diuangkan ke bank oleh pemiliknya. Anak generasi sekarang pun mungkin tak lagi kenal dengan wesel pos. Meski begitu memang bukan wesel pos yang akan dibahas, melainkan wesel yang ada di kereta api. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, wesel sendiri berasal dari bahasa Belanda wissel. Ini adalah konstruksi rel kereta api yang bercabang atau bersimpangan di mana tempat memindahkan jurusan jalan kereta api. Wesel terdiri atas sepasang rel yang ujungnya diruncingkan sehingga bisa melancarkan perpindahan kereta api dari jalur yang satu ke jalur lain dengan menggeser bagian rel yang runcing itu. Ini nantinya akan membuat kereta api berjalan mengikuti rel sehingga ketika rel digeser kereta juga akan mengikutinya. Untuk memindahkan rel tersebut akan digunakan wesel yang bisa digerakkan secara manual ataupun dengan motor listrik. Jika kereta kecepatan tinggi akan berada di wesel, maka dibutuhkan transisi yang lebih panjang sehingga membutuhkan rel yang lebih panjang daripada lintasan untuk kereta api kecepatan rendah. Wesel juga menjadi salah satu tempat rawan pada prasarana kereta api. Ini dikarenakan sering terjadi kecelakaan seperti anjloknya kereta. Biasanya hal tersebut terjadi ketika wesel tidak berfungsi dengan baik karena keausan lidah wesel, motor penggerak wesel tidak bekerja sempurna atupun terganjal benda asing. Selain itu, biasanya ada batas kecapatan untuk melalui wesel yang seringkali diabaikan oleh para masinis saat melintas. Tak hanya itu, wesel juga menjadi tempat yang paling mudah untuk disabotase karena dengan menempatkan batu atau benda logam tertentu di antara rel yang bergerak dapat mengakibatkan wesel tidak berfungsi sehingga harus diawasi. Wesel juga berbeda dengan langsiran, sebab langsiran merupakan pergerakan rangkaian kereta, gerbong atau lokomotif untuk berpindah jalur. Biasanya ini dilakukan untuk memisahkan atau merangkaikan gerbong dengan lokomotif. Baca juga: Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana? Selain itu prosesnya pun membutuhkan keahlian khusus agar dapat berlangsung aman, kegiatan langsir biasanya dipandu oleh seorang juru langsir. Juru langsir dapat turun langsung ke halaman langsir atau mengendalikan dari rumah langsir. Kata langsir merupakan serapan dari bahasa Belanda, rangeer(en).

Restoran dengan Model Replika Airbus A320 Dibangun di Bengaluru

Makan di pesawat ketika terbang dengan sebuah maskapai ke suatu destinasi tujuan mungkin sudah sering dilakukan oleh para pelancong. Namun bagaimana jika sensasi makan di pesawat yang tengah mengudara juga dirasakan oleh orang yang ada di daratan? Sepertinya hal ini mungkin saja terjadi, apalagi beberapa restoran menggunakan pesawat bekas. Baca juga: Lima Restoran ini Gunakan Body Pesawat Sebagai Lapak Jualannya Sehingga bisa dikatakan makan di dalam pesawat ketika tak bisa mengudara bukanlah sekedar fantasi saja. Ini juga bisa terjadi meski industri penerbangan tengah mengalami beberapa kali pergolakan dan makan direstoran bertema pesawat lepas landas tetap bisa terjadi secara nyata. Bahkan di Indonesia juga beberapa pesawat telah disulap menjadi  restoran. Tetapi ternyata di India pun juga ada hal yang seperti ini. Namun bedanya adalah, di Bengaluru, bukan menggunakan pesawat bekas, melainkan membuat pesawat model hanya untuk bersantap. KabarPenumpang.com melansir dari laman indiatimes.com (18/1/2020), Bengaluru sendiri dikenal sebagai pusat penerbangan India. Saat ini di pinggiran kota Bengaluru dekat dengan desa Kuduregere di luar Jalan Tumkur, ada sebuah fasilitas pembuat pesawat terbang yang akan dikonversi menjadi restoran. Para pekerja pabrik mengatakan bahwa restoran bertema pesawat terbang menjadi sangat populer dan ada banyak permintaan. Bahkan seorang pemilik restoran demi memberikan pengunjung pengalaman pesawat langsung mengeluarkan boarding pass untuk memberikan mereka menu makan dalam pesawat. Tak hanya itu, pramusaji atau pelayan pun menggunakan pakaian layaknya seorang pramugari. Saat ini sebuah pesawat berbadan besar yang bermodel pada Airbus A320 tengah dirakit di Bengaluru. Naresh Kumar Ganesh (Ketua dan Direktur Pelaksana Royal Nag Aviation) mengatakan bahwa walaupun trennya adalah untuk menggunakan kembali pesawat yang mengerut untuk kegunaan lain, fasilitas Bengaluru ini membuat pesawat dari awal yang akan diubah menjadi restoran. “Satu hotel telah didirikan di Dehradun dan pesawat kedua yang saat ini sedang dibangun akan menuju ke Vadodara (Gujarat). Kami membutuhkan minimal enam bulan untuk membuat badan pesawat penuh,” kata Naresh. Naresh mengatakan, setelah pesawat siap, interior akan dirancang untuk menampung orang, nantinya satu restoran tersebut bisa menampung sebanyak 100 pengunjung. Interior akan mencerminkan bagian dalam pesawat dengan kokpit, kursi, karpet, bahkan suara sedikit berdengung yang didengar orang di dalam pesawat. Salah satu tugas terbesar bagi pabrikan adalah transportasi pesawat. Saat ini, model Airbus A320 memiliki panjang 123 kaki dan memiliki rentang sayap 115 kaki. Sebelumnya, komposit serat karbon digunakan untuk membangun badan pesawat tetapi sekarang produsen menggunakan aluminium. Baca juga: Setelah Pesawat dan Kereta, Kini Giliran Bus Tingkat yang’ Disulap’ Jadi Hotel Untuk keperluan transportasi, pesawat model dibongkar menjadi tiga bagian dan diangkut dalam empat trailer. Dibutuhkan dua minggu untuk mencapai tujuannya, kata juru bicara Royal Nag Aviation. Biaya pembuatan restoran pesawat bisa melebihi Rs1,8 crore.

Stasiun Catang – Berdiri Sejak 1905, Identik dengan Sejarah Bendungan Pamarayan

Berada di Serang, Stasiun Tjatang atau dikenal dengan Catang merupakan salah satu stasiun yang dibangun tahun 1905 silam. Stasiun ini berada di ketinggian +17 meter diatas permukaan laut. Stasiun Catang masuk dalam Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta. Baca juga: Stasiun Labuan, Pernah Jadi Stasiun di Paling Ujung Barat Pulau Jawa
Staisun Catang
Meski masih beroperasi, status Stasiun Catang saat ini masuk sebagai salah satu benda cagar budaya. Bangunannya terdiri dari dua ruangan di mana ruang pertama merupakan ruang kontrol perjalanan kereta api dan ruang kepala stasiun. Sedangkan ruangan kedua merupakan loket dan administrasi. Stasiun Catang merupakan stasiun kelas III atau kecil yang letaknya di Bojong Catang, Tunjung Teja, Serang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Stasiun Catang memiliki dua jalur kereta api dengan jalur dua merupakan sepur lurus. Terhitung dua kali perjalanan kereta penumpang yang melintas dengan relasi Stasiun Merak menuju ke Stasiun Tanahabang PP. Dulunya saat masih melayani kereta lokal atau Patas Merak, penumpang tak memiliki tiket pun bisa naik dan meski ada nomor di karcis penumpang juga tidak bisa duduk. Meski begitu, dari Stasiun Catang, pelancong bisa menikmati wisata seperti pantai. Dari Stasiun Catang pelancong juga bisa ke destinasi sejarah terpendam yakni Bendungan Pamarayan. Untuk menuju ke sini, pelancong bisa jalan kaki, naik andong atau ojek. Jarak Bendungan Pamarayan ini hanya sejauh 1,7 km dari Stasiun Catang. Bahkan pada tahun 1990 bendungan tersebut dibangun yang baru untuk menggantikan yang lama tetapi bukan lagi waduk melainkan pengendali air di Sungai Ciujung untuk keperluan irigasi yang jarakanya 300 meter dari bendungan lama.
Bendungan Pamarayan
Bendungan Pamarayan sendiri dibangun tahun 1905 sama dengan Stasiun Catang. Bisa dikatakan bendungan ini bisa menjadi wisata ilmu pengetahuan sejarah di masa kolonial. Sayang, sisa Bendungan Pamarayan lama ini tak dibenahi dan teronggok begitu seperti tembok tua tak bertuan. Berdasarkan catatan sejarahnya, pintu air ini untuk menangani krisis pertanian saat musim kemarau yang sempat mengakibatkan masyarakat Banten dan Belanda kelaparan. Belanda pun menerapkan politik etis, di antaranya membangun irigasi. Saat dibedol satu tahun sekali, selain untuk perawatan, masyarakat pun berduyun-duyun terjun ke air saat kering untuk menangkap ikan yang mabuk akibat kencangnya pusaran air. Pembangunan pintu air Pamarayan dilakukan setelah pembuatan jalur rel kereta api Rangkasbitung – Anyer Lor selesai. Pasalnya, diperlukan jalur untuk mengangkut batu dan material bahan pintu air yang berasal dari Bukit Cerlang di Anyer Lor. Baca juga: Beralih Fungsi Menjadi Rumah dan Kandang Ayam, Begini Kabar Stasiun Menes Batu puluhan ribu ton itu diangkut ke Pamarayan. Karena jalur ke Rangkasbitung ke Anyer Lor sangat jauh, pemerintah kolonial Belanda membuat sub rel dari stasiun Catang ke lokasi Bendungan Pamarayan. Pada 1925, dam utama dinyatakan selesai, kemudian mulai dibuat saluran irigasi induk barat dan timur. Pembangunan bendungan itu telah menghabiskan dana 5 juta gulden lebih dan 200 ribu tenaga kerja.