Bertukar Kursi di Penerbangan, Nenek ini Akhirnya Mewujudkan Mimpi Duduk di Kelas Satu

Pernah tidak membayangkan ketika akan bepergian dengan pesawat dan membeli tiket kursi ekonomi tiba-tiba ada seseorang baik hati bertukar dengan tiketnya di kelas satu atau kelas bisnis? Sepertinya ini adalah hal yang mustahil. Tapi tidak bagi seorang nenek 88 tahun dan pria muda yang berangkat dari New York menuju ke London. Baca juga: Hiii, Penumpang Virgin Atlantic Temukan Celana Dalam Bekas Pakai Saat Boarding! Cerita bahagia ini menjadi viral setelah seorang pramugari Virgin Atlantic di mana kedua orang ini naik dalam penerbangan ketika dia bertugas. Leah Amy mempostingnya dalam laman Facebook pribadi cerita dua orang ini. Postingan yang diunggah pada 10 Desember 2019 kemarin menuliskan bahwa seorang pria muda bernama Jack telah membeli tiket kelas satu untuk dirinya dan keluarga dalam penerbangan dari New York menuju ke London.
Violet yang menikmati penerbangan kelas satunya (mirror.co.uk)
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (17/12/2019), saat itu Jack bertemu Violet di bandara sembari bertukar cerita. Dari situ pria muda ini kemudian memutuskan berganti tempat duduk dengan nenek 88 tahun itu. “Ketika dia naik, Jack pergi dan menemukan Violet dalam kabin kelas ekonomi dan kemudian bertukar kursi dengannya. Setelah bertukar, dia duduk di barisan kursi tepat di sebelah toilet ekonomi dan tidak pernah mengintip atau meminta apapun selama penerbangan. Tidak membuat keributan, tidak ada perhatian dan benar-benar melakukannya karena kebaikan hatinya sendiri, tidak ada yang memintanya,” tulis Amy di laman Facebooknya. Bahkan Amy mengakui dari ratusan penerbangan yang sudah dia lakukan dirinya merasa senang pernah menjaga para pesepakbola, supermodel dan beberpa bintang film Hollywood. “Tetapi izinkan saya memberi tahu Anda tentang dua penumpang favorit yakni Jack dan Violet,” tulisnya lagi.
Violet dan awak kabin Virgin Atlantic (mirror.co.uk)
Amy mengatakan, duduk di kursi depan adalah mimpi Violet dan Jack telah mewujudkannya. “Kau seharusnya melihat wajahnya ketika aku menyelimutinya tidur setelah makan malam,” tambahnya. Amy menuliskan Violet mengatakan putrinya tidak akan percaya padanya dan ingin selfie untuk membuktikannya. Sayangnya nenek ini tak memiliki telepon atau alamat email dan Amy mengatakan akan mengirim foto itu melalui pos besok setelah tiba di London. Karena postingannya ini viral, banyak warganet yang mengomentari cerita singkat miliknya ini. “Anak muda yang luar biasa,” tulis seorang warganet. Baca juga: Tak Perlu Make Up, Kini Pramugari Virgin Atlantic Bisa Tampil Natural “Kamu berhak mendapat tiket kelas satu perjalanan berikutnya dari maskapai. Aku mencintaimu menjadi cucuku.” Warganet lainnya menambahkan, “Kisah yang sangat indah…. Anda adalah pria luar biasa untuk melakukan ini untuknya.”

AeroSlider Konsep Kereta dengan Kecepatan 804 Km Per Jam

Sebuah konsep kereta yang berkecepatan tinggi nantinya akan menggunakan sistem yang terhubung dengan portal elektromagnetik. Kereta ini nantinya akan mampu berjalan dengan kecepatan 804 km per jam atau 500 mil per jam. Kereta tersebut merupakan konsep AeroSlider yang bisa dikatakan seperti ada dalam film fiksi ilmiah. Baca juga: Virgin Hyperloop One Coba Jajaki Mumbai dan Pune Dilansir KabarPenumpang.com dari interestingengineering.com (30/11/2019), kereta ini dalam konsep akan di desain strategis hybrid. Sebelum ini pun bahkan diketahui banyak yang telah membuat sistem kereta api baru yang konon lebih efisien, lebih nyaman dan lebih berkelanjutan daripada semua bentuk perjalanan tradisional. Sistem terbaru yang disebut AeroSlider ini secara harafiah bisa dikatakan kereta tanpa jejak dan mengambang di udara melalui serangkaian loop bermanet dengan tinggi 18 meter. Loop yang digunakan untuk mendorong kereta ini dengan kecepatan lebih dari 804 km per jam. Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa ini adalah kecepatan jelajah rata-rata pesawat yang berarti bahwa kereta ini akan menawarkan perjalanan dengan kecepatan yang sama. Bahkan banyak orang yang menggambarkan penemuan mereka sebagai sistem penumpang tanpa rel yang menghubungkan kota-kota terpadat di benua Eropa, Afrika dan Asia. Lebih jauh, Manyone mengklaim sistem tersebut dapat “didukung oleh sumber energi lokal” dan memiliki sistem untuk mengurangi kebutuhan energi kereta. “Penggabungan reservoir helium dalam kapsul mengurangi berat efektif sekitar 10 persen, mengurangi energi yang diperlukan untuk propulsi,” menurut situs web perusahaan. Tak hanya itu, banyak orang telah membayangkan AeroSlider ideal untuk perjalanan panjang. Kereta ini dilengkapi dengan “lintasan rel, area plaza terbuka, restoran, bar, pusat kebugaran, dan ruang serba guna yang dapat mengakomodasi pertemuan dan bekerja saat bepergian.” Selain itu, mobil penumpang AeroSlider sangat besar dengan panjang 250 meter, menawarkan kenyamanan terbaik bagi mereka yang ada di dalamnya. Nantinya, jika berhasil, sistem tersebut dapat memberikan Hyperloop Elon Musk untuk mendapatkan uangnya. Baca juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Hyperloop Transportation Technologies Siap Uji Coba Quintero One Sejauh ini sistem kereta miliarder itu “hanya” mencapai kecepatan 324 kilometer per jam menggunakan mobil ekstra kecil. Meski begitu, untuk saat ini, AeroSlider tetap tidak lebih dari sebuah konsep, tetapi tetap menarik.

Mudahkan Komunikasi Penumpang dan Staf, ANA Rilis “Pocketalk” Perangkat Penerjemah di 50 Bandara

Guna memudahkan komunikasi antara penumpang dengan staf maskapai, All Nippon Airways (ANA) memperkenalkan perangkat penerjemahan interaktif yang bernama Pocketalk. Pengenalan perangkat ini tersebar di 50 bandara yang ada di Negeri Sakura. Adapun produsen dari perangkat Pocketalk ini adalah Sourcenext yang berbasis di Jepang. Menurut pihak ANA, penerjemah bahasa real-time ini mampu menerjemahkan hingga 74 bahasa – termasuk beragam dialek dan idiom yang biasanya dilontarkan oleh para pelancong. Baca Juga: Punya Keterampilan Multibahasa, Awak Kabin Berpeluang Sukses Lebih Besar Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesstraveller.com (18/12), kemampuan dari Pocketalk ini tidak hanya sebatas menerjemahkan saja, melainkan juga bisa mengkonversi hasil terjemahan ke dalam bentuk teks dan suara. Tapi, hanya 55 bahasa saja yang bisa diubah ke dalam bentuk teks dan suara, 19 bahasa sisanya hanya bisa dikonversi ke dalam bentuk teks saja. Layaknya perangkat penerjemahan yang jauh lebih populer, Google Translate, Pocketalk  juga membutuhkan koneksi internet untuk bisa menggunakannya. Kehadiran mikrofon pada bagian bawah Pocketalk akan berfungsi untuk menangkap suara yang dilontarkan oleh para penggunanya. Agar berfungsi, pengguna harus menekan tombol yang ada di bagian tengah Pocketalk untuk merekam dan nantinya dialih-bahasakan.
Pocketalk. Sumber: businesstraveller.com
“Dengan menggunakan perangkat ini, staf ANA akan lebih siap untuk berinteraksi dengan penumpang dimana sebelumnya staf kami sedikit kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka,” tulis ANA di dalam siaran pers. Tertanggal 18 Desember kemarin, perangkat perdana dari Pocketalk ini ditampilkan di lobi dan gate keberangkatan Bandara Osaka International Itami. Rencananya, akan ada 200 unit Pocketalk yang tersebar di 50 bandara di Jepang yang mungkin akan mulai dioperasikan pada tahun 2020 mendatang. Baca Juga: Ini Dia! Pekerjaaan Favorit Yang Asyik Dilakukan Sembari Liburan Ya, hadirnya perangkat ini seolah menjawab kegundah-gulanaan pelancong yang datang ke Jepang, mengingat Jepang merupakan salah satu negara yang sedikit kesulitan berbicara bahasa Inggris (bahasa internasional). Bukan tidak mungkin dengan hadirnya Pocketalk ini, akan meningkatkan jumlah pelancong di negara yang terkenal dengan kartun Manga-nya ini.

Respon Kisruh Tarif, Maxim Ajak Pengemudi Ojol Kompetitor untuk Bergabung

Setelah adanya penyegelan yang terjadi terhadap kantor ojek online Maxim, perusahaan ride hailing asal Rusia tersebut akhirnya buka suara masalah tarif murah mereka. Menurut pihak Maxim, tarif yang mereka miliki sudah menguntungkan baik bagi penumpang maupun pengemudi. Baca juga: Belum Lama di Indonesia, Ojol Maxim Ternyata Berasal dari Rusia KabarPenumpang.com mengutip dari cnbcindonesia.com (20/12/2019), humas Maxim Maria Pukhova mengatakan, tarif yang mereka berikan telah dikalkulasi berdasarkan upah pendapatan daerah yang berlaku. Sehingga hal ini membuat Maxim berusaha membantu baik pelanggan maupun driver ojol mendapat layanan yang ramah di kantong. “Sehingga hal tersebut menjadi keuntungan bersama baik untuk pengemudi ojol maupun pelanggan. Khususnya bagi para pengemudi ojol, order mereka akan menjadi lebih banyak penghasilan mereka pun akan terjamin. Ide kami adalah untuk membuat tarif ojol tersebut lebih adil untuk semua orang, itulah sebabnya tarif bawah dan tarif atas di setiap propinsi, harus menyesuaikan dengan UMR di setiap provinsi,” ujar Maria. Diketahui Maxim menetapkan tarif minimalnya Rp1.850 per kilometer dengan tarif batas atas Rp2.300 per kilometer sesuai dengan aturan. Bedanya di penetapan per empat kilometer awal Maxim menetapkan Rp3.000 sedangkan GoJek dan Grab Rp7.000 hingga Rp10.000 Karena hal ini pelanggan GoJek dan Grab memilih untuk berpindah ke yang lebih murah. Maria menambahkan, pihak Maxim sendiri membuka diri untuk para driver dari ojol lain untuk bergabung. “Para pengemudi ojol dari kompetitor yang melakukan aksi protes sebenarnya bisa mendaftar dan bekerja bersama kami,” kata dia. Bahkan dia mengatakan, para pengemudi itu bisa mendapat penghasilan lebih besar bila bergabung dengan Maxim, sehingga tidak perlu melakukan aksi yang merugikan banyak pihak. Maria menambahkan, aksi para pengemudi ojol dari kompetitor lain ini sebenarnya merupakan intimidasi yang tidak dibenarkan secara hukum. “Aksi protes yang mengarah kepada kekerasan, intimidasi sampai persekusi sama sekali tidak dibenarkan,” ujarnya. Sebenarnya, pada 2 September 2019 kemarin, Menteri Perhubungan sudah memberlakukan Keputusan Menteri No.348/2019 tentang tarif ojek online yang terdiri dari tarif langsung dan tak langsung. Tarif langsung ditentukan pemerintah dan tarif tidak langsung oleh aplikator seperti Grab dan Gojek. Baca juga: Resmi, Tarif Ojol Naik di Seluruh Indonesia, Ini Dia Kisarannya! Kemenhub menyusun tarif langsung berdasarkan zonasi: * Zona I (Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek): Rp1.850 hingga Rp2.300 per km dengan biaya minimal Rp7.000 hingga Rp10.000 * Zona II (Jabodetabek): Rp2.000 hingga Rp2.500 per km dengan biaya minimal Rp8.000 hingga Rp10.000 * Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya): Rp2.100 hingga Rp2.600 dengan biaya minimal Rp7.000 hingga Rp10.000

Tak Jadi Dicoba, QR Code Ticketing MRT Jakarta Tertunda Beberapa Hari

QR Code ticketing yang seharusnya sudah bisa digunakan pada hari Kamis lalu (19/12/2019) untuk uji coba harus tertunda beberapa hari kedepan. Pasalnya saat ini aplikasi MRT yang sudah ada belum dilengkapi dengan fitur pembayaran dengan kode QR tersebut. Baca juga: Kadishub DKI Usulkan Pergeseran Rute MRT Jakarta Fase III Direktur Utama PT Masss Rapid Transit (MRT) William Sabandar mengatakan aplikasi saat ini untuk fitur terbaru masih dalam bentuk Beta. Menurutnya kemungkinan akan didemonstrasikan beberapa hari kedepan.
QR COde Tuntuk pembayaran tiekt MRT Jakarta (KabarPenumpang.com)
“Kita harusnya sudah mulai coba, tapi ada beberapa hal dan masih dalam bentuk Beta. Kita berharap beberapa hari kedepan bisa demonstrasikan dan teman-teman wartawan bisa hadir,” ujar William di kantornya, Kamis (19/12/2019). Dia menambahkan, target penggunaan QR Code untuk metode pembayaran ticketing sudah bisa digunakan pada Desember 2019. Saat ini, sebenarnya gate untuk scan QR Code sudah ada di depan gate kartu Single Trip dan Multi Trip. William mengatakan, untuk pembayaran ticketing melalui aplikasi MRT bisa menggunakan Dana, Ovo, GoPay dan Lik Aja. “Yang jelas metode pembayaran sudah ada empat dan ini semua akan bisa digunakan di semua stasiun nantinya. Kecepatan pembaca alat scan QR Code ini 0,31 detik per sekali masuk,” jelas William. Tak hanya itu, saat ini penumpang MRT per hari sudah mencapai 94.785 penumpang. William menjelaskan, kenaikan penumpang ini ada dua faktor yakni berlakunya kartu multi trip MRT Jakarta dan faktor cuaca. “Saat hujan ini, masyarakat banyak yang beralih menggunakan MRT Jakarta. Bisa dikatakan, hujan bawa berkah untuk MRT,” tambah William. Dia menjelaskan, saat ini MRT Jakarta sudah bekerja sama dengan pelayanan parkir di Gelora Bung Karno (GBK). Adapun kawasan yang dimanfaatkan adalah parkir timur senayan dan ini memudahkan pengguna kendaraan pribadi memarkirkan kendaraan mereka dan menggunakan MRT untuk menuju ke pusat kota. “Jadi parkir ini kerja sama sehingga memudahkan pengguna kendaraan pribadi untuk parkir di GBK dari pada di tempat parkir lainnya,” kata William. Baca juga: Delapan Bulan Beroperasi, MRT Jakarta Hampir Angkut 20 Juta Penumpang! Untuk diketahui dalam menyambut malam Tahun Baru 2020, MRT Jakarta memiliki pola operasional tanggal 31 Desember 2019 yang berbeda dari biasanya. Pada hari biasa MRT Jakarta akan mulai beroperasi pada pukul 05.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Namun pada 31 Desember 2019 MRT akan menambah 2,5 jam operasionalnya menjadi 02.30 WIB karena untuk memudahkan masyarakat ibukota yang merayakan Tahun Baru yang tidak membawa kendaraan pribadi dan sulit keluar karena kepadatan.

Tekan Angka Kecelakaan Akibat Pengemudi Lansia, Jepang Bakal Wajibkan Pemasangan Rem Otomatis

Terhitung sejak bulan November 2021 mendatang, pemerintah Jepang akan mewajibkan seluruh produsen mobil untuk menyematkan teknologi rem otomatis di setiap kendaraan yang diproduksinya. Penetapan ini ditempuh Pemerintah seiring dengan meningkatnya angka kecelakaan yang melibatkan pengemudi lanjut usia. Dengan begitu, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata akan menjadikan rem otomatis di mobil ini sebagai standar – mengikuti standar internasional AS yang akan mulai berlaku per bulan depan. Baca Juga: Sokong Mobilitas di Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Uji Coba Taksi Otonom Pertama di Dunia Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (17/12), kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi lanjut usia menjadi suatu masalah mendesak yang perlu ditangani dengan segera pula. “Perlu diatasi dengan memobilisasi setiap tindakan yang mungkin terjadi,” ujar Menteri Transportasi, Kazuyoshi Akaba. Mobil-mobil yang sudah disematkan dengan dipasang teknologi rem otomatis akan mulai diprejual-belikan pada November 2021 mendatang – pun halnya dengan mobil lama yang juga wajib tunduk pada peraturan baru ini. Bedanya, mobil yang sudah beredar dipasaran baru akan dipasang teknologi baru ini pada Desember 2025. Lalu untuk kendaraan impor yang diproduksi oleh pembuat mobil asing, kendaraan baru akan diharuskan dilengkapi dengan rem otomatis pada Juni 2024. Menurut pihak Kementerian, sudah ada lebih dari 80 persen kendaraan di Jepang yang sudah memiliki teknologi rem otomatis ini – terhitung sejak tahun 2018 kemarin. Itu menandakan bahwa pengguna kendaraan di Negeri Sakura seolah sudah paham betul tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara. Ya, angka yang dimiliki oleh pihak Kementerian menjawab hipotesa di atas. Standar internasional baru untuk rem otomatis ini disusun pada bulan Juni oleh komite World Forum for Harmonization of Vehicle Regulations, afiliasi dari U.N. Economic Commission for Europe, dan akan tercermin dalam undang-undang kendaraan transportasi jalan Jepang. Baca Juga: Dipengaruhi Inggris dan Jepang, Indonesia Anut Mazhab Setir Kemudi di Kanan Tidak hanya memiliki kemampuan untuk melakukan pengereman otomatis saja, teknologi ini juga memungkinkan para pengendara untuk tidak mengemudikan kendaraannya lebih dari kecepatan 40km/jam ketika di depannya terjadi kecelakaan, atau melaju melebihi 30km/jam ketika di depannya ada pejalan kaki yang hendak melintas. Rem otomatis menggunakan sistem radar untuk mendeteksi dan memantau kendaraan dan benda lain di depan dan dapat mengingatkan pengemudi akan bahaya tabrakan sebelum rem diterapkan secara otomatis.

Sambut Nataru 2020, Pelni Siapkan 26 Kapal dan Imbau Penumpang Hindari Calo Tiket

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) sudah mulai mempersiapkan seluruh armadanya untuk beroperasi. Untuk Nataru kali ini ada 26 kapal trayek nusantara dengan kapasitas 55.668 pax dan kapal perintis untuk melayani masyarakat yang berada di daerah Tertinggal, Terpencil, Terdepan dan Perbatasan (T3P). Baca juga: Ikuti Lion Air, PT Pelni Terapkan Sistem Bagasi Berbayar, Cek Ketentuannya di Sini! Bahkan dikabarkan salah satu kapal perintis untuk angkutan Nataru tidak bisa beroperasi karena adanya kebocoran uap gas dari tangki bahan bakar. Namun hal ini langsung ditindak dengan cepat agar operasional dan pelayanan tak terganggu. “Mengenai pemberitaan terkait KM Sabuk Nusantara (Sanus) 90, kepala cabang kami yang dalam hal ini cabang Kupang telah datang langsung ke lokasi dan melakukan pengecekan di atas kapal bersama Nakhoda dan KKM kapal. Tim kami bergerak cepat sejak semalam agar kapal dapat beroperasi dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat di periode nataru ini,” kata Corporate Secretary PT Pelni Yahya Kuncoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan pers, Rabu (18/12/2019). Yahya menambahkan, saat ini seluruh permasalahan telah selesai ditindaklanjuti dan meyakini bahwa perbaikan kapal telah selesai. “Pagi ini telah dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan bahwa KM Sanus 90 telah dilakukan perbaikan dan dinyatakan aman bagi penumpang yang akan menggunakan kapal tersebut. Sebagai perusahaan transportasi, aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang merupakan prioritas utama kami,” tegas Yahya. Adapun KM Sanus 90 direncanakan akan melakukan perjalanan pada Jumat (20/12/2019) dari Kupang menuju Ndao. Kapal tersebut memiliki rute pelayaran Kupang-Ndao-Sabu-Raijua-Ende-P.Ende-Waiwole-Waingapu-Mamboro (PP). Selain KM Sanus 90, terdapat beberapa kapal printis yakni KM Sanus 67 dengan rute Kupang-Naikilu-Wini-Lirang-Kisar-Romang-Leti-Mos-Lakor-Luang-Sermata-Tepa-Saumlaki (PP), KM Sanus 108 dengan rute Kupang-Mananga-Lewoleba-Balauring-Baranusa-Kalabahi-Atapupu (PP), serta KM Sanus 104 yang menyinggahi Kupang dengan rute Saumlaki-Dawera/Dawelor-Tepa-Bebar-Lelang-Moa-Leti-Kisar-Romang-Arwala-Lerokis-Upisera-Ilwaki-Kupang (PP). Selain itu, terdapat beberapa kapal penumpang yang melalui wilayah Kupang, yaitu KM Umsini, KM Bukit Siguntang, KM Awu, dan KM Sirimau. Dalam pembelian tiket kapal pun, Yahya mengimbau agar calon penumpang merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan menghindari calo yang menawarkan tiket Pelni apalagi yang berangkat dari Batam menuju Belawan yang menjadi rute paling padat penumpang. Diketahui, PT Pelni mengerahkan satu kapal tambahan, KM Dorolonda untuk membantu KM Kelud sebagai kapal yang reguler melayani rute Tanjung Priok-Tanjung Balai Karimun-Batam-Belawan. Pada situasi normal, KM Dorolonda melayani rute timur, mulai dari Tanjung Priok hingga pelabuhan terjauh di Bitung, Manado, Sulawesi Utara. Menimbang lonjakan penumpang Batam arah Belawan menjelang Natal, khusus untuk KM Kelud akan dioperasikan tiga kali pulang pergi pada tanggal 19, 21 dan 23 Desember 2019. Rata-rata penumpang Kapal Pelni yang naik dari Batam merupakan pekerja yang berasal dari Medan dan sekitarnya. Baca juga: Pelni Hadirkan WiFi Gratis di 18 Armada Kapalnya Selama periode Angkutan Nataru, sesuai izin Kementerian Perhubungan RI, seluruh Kapal Pelni mendapatkan dispensasi/tambahan dari kapasitas seat terpasang. Untuk KM Kelud, penumpang yang diangkut dapat mencapai 3.865 penumpang dari kapasitas 2.607 penumpang.

Gegara Parfum Mahal, Artis Asal Australia Terpaksa Digeledah Petugas Bandara

Seorang penumpang asal Australia dikabarkan terpaksa diperlakukan layaknya seorang ‘penjahat’ oleh petugas kemanan di Bandara Dubbo, New South Wales manakala parfum Chanel yang dibawanya mengandung bahan yang memicu alat keamanan bandara berbunyi. Adalah seorang artis asal Australia, Rhonda Burchmore yang kedapatan membawa parfum kelas atas tersebut. Baca Juga: Jelang Pemeriksaan Keamanan di Bandara, Sebaiknya Tanggalkan Aksesoris Berikut Ini! Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (13/12), kejadian ini berawal ketika Rhonda hendak melewati bagian keamanan Bandara Dubbo. Pada kesempatan pertama, mesin berbunyi dan petugas masih meminta Rhonda untuk mengulang langkah pemeriksaan tersebut. Tercatat, Rhonda harus mengulang proses pemeriksaan itu sebanyak tiga kali sebelum pada akhirnya petugas keamanan menggeledah artis berusia 59 tahun tersebut. Dalam sebuah kesempatan, Rhonda sempat mengunggah cuitan yang berisi, “Saya digeledah sebanyak tiga kali oleh petugas Bandara Dubbo guna mencari apa yang membuat alarm keamanan berbunyi. Tindakan ini memakan waktu kurang lebih 30 menit …” Ternyata setelah dilakukan penggeledahan, adalah kandungan nitrat yang ada di parfum Chanel milik sang artis yang membuat alarm keamanan berbunyi. “Ketika saya melintasi mesin keamanan, alarm berbunyi dan saya terkikik,” kenang Rhonda. “Lalu pada kesempatan kedua, mesin masih saja berbunyi dan petugas keamanan mengatakan saya pasti membawa sesuatu (bahan berbahaya),” sambungnya. Ketika digeledah, petugas keamanan tidak menemukan bahan berbahaya apapun di barang bawaan Rhonda maupun di tubuhnya. Sampai pada satu titik, salah seorang petugas keamanan menanyakan kepada Rhonda apakah dirinya membawa parfum mahal? Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia Mendapat pertanyaan seperti itu, Rhonda menjawab, “Ya, saya punya Chanel yang sudah saya pakai di tubuh saya dan sisanya ada di tas,” Sejak saat itulah, misteri bunyinya alarm alat keamanan yang ada di Bandara Dubbo terjawab sudah. Ternyata konsentrasi nitrat yang ada di dalam parfum Chanel yang menyebabkan alat tersebut terus berbunyi ketika Rhonda melintasi alat pemeriksa keamanan tersebut.

Dua Set Kereta Diesel Produksi PT INKA Mulai Beroperasi di Filipina

Dua set kereta diesel multi unit (DMU) yang dibeli dari PT Industri Kereta Api (INKA) oleh perusahaan kereta nasional Filipina, Philippine National Railway (PNR) mulai diluncurkan pada Snein (16/12/2019) kemarin. Dua set kereta ini masing-masing memiliki tiga gerbong dan dijalankan dengan diesel. Baca juga: PT INKA dan Standler Rail Sepakat Bangun Perusahaan Joint Venture di Banyuwangi Dua kereta ini akan melintas di sepanjang jalur Tutuban (Manila) ke FTI (Taguig City) dan Malabon ke FTI. Setiap gerbong akan mampu menampung 250 penumpang yang mana dalam setiap satu rangkaian akan mengangkut 750 penumpang per perjalanan. Dilansir KabarPenumpang.com dari abs-cbn.com, kehadiran dua set kereta baru ini akan menambah 18 hingga 20 perjalanan setiap hari. Peluncuran kereta ini dipimpin oleh Menteri Transportasi Filipina Arthur Tugade dan General Manajer PNR Junn Magno di Stasiun PNR Dela Rosa di Makati City. “Ini adalah manifestasi dari semua kerja keras kami dan awal transformasi kereta api di Filipina,” ujar Magno. Selain itu kehadiran kereta baru ini bertujuan untuk melayani tambahan 13.500 penumpang per hari dari yang 60 ribu menjadi 73.500 penumpang. Magno mencatat kedatangan kedua set kerata ini lebih cepat dari jadwal semula yakni Februari 2020. “Hari ini, kita … merayakan transformasi yang akan datang dan datang, sejauh menyangkut PNR,” kata kepala Departemen Transportasi (DOTr). Tugade mengatakan ini adalah dukungan besar bagi upaya pemerintah untuk meningkatkan operasi PNR. Saat Tugade menjabat pada 2016 lalu, hanya ada 14 perjalanan kereta PNR per harinya dan kini ada 37 perjalanan kereta per hari. Diketahui tahun lalu, Kementerian Transportasi Filipina, melalui PNR, menandatangani kesepakatan dengan PT INKA Indonesia untuk pembelian kereta dan lokomotif baru. Ini adalah gelombang pertama dari 37 gerbong kereta api dan tiga lokomotif yang akan dikirim ke Filipina. Baca juga: Setelah INKA Ekspor Kereta, PT KAI Juga Ekspor Gerbong Bekas ke Kamboja dan Afrika Rangkaian kereta yang tersisa akan dikirimkan pada tahun 2020. Setelah semua set kereta baru ini beroperasi, operator kereta Filipina menargetkan untuk melayani total 140 ribu penumpang per hari, setidaknya dua kali lipat kapasitas saat ini dari 48 ribu menjadi 60 ribu penumpang setiap hari.

Bergeser ke Era Otomatis, Maskapai Iberia Uji Coba Facial Recognition

Maskapai penerbangan asal Spanyol, Iberia diberitakan telah meluncurkan proyek percontohan pengenalan wajah atau yang beken dengan sebutan facial recognition di hubnya di Terminal 4 di Bandara Adolfo Suárez Madrid-Barajas. Adapun proyek percontohan ini ditujukan untuk meningkatkan pengalaman penumpang yang hendak bertolak atau baru datang di bandara berkode IATA MAD ini. Baca Juga: Tidak Melulu di Bandara, Osaka Metro Hadirkan Teknologi Face Recognition di Stasiun Bawah Tanah Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman passengerterminaltoday.com, dalam menjalani proyek percontohan ini, pihak bandara bekerja sama dengan sejumlah perusahaan terkait, seperti Aena, Informatica El Corte Ingles, S.A. (IECISA), Gunnebo, dan Thales. Tujuan hadirnya proyek ambisius ini adalah agar supaya arus pergerakan penumpang di bandara menjadi lebih cepat, karena teknologi yang terpasang memungkinkan penumpang mengidentifikasi diri mereka sendiri di kontrol keamanan dengan menggunakan profil biometrik mereka. Dengan begitu, para penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen pribadi mereka, dan perjalanan mereka di bandara akan menjadi jauh lebih efisien waktu. Menurut pihak maskapai, uji coba ini akan diuji coba antara rentang enam hingga 12 bulan dengan penumpang maskapai yang hendak bertolak menuju Asturias atau Brussels – dimana kedua rute penerbangan ini dilayani oleh maskapai bintang lima, Iberia. Uji coba ini juga akan memungkinkan pengguna untuk mendaftar melalui aplikasi di perangkat seluler mereka, dan juga tersedia di kios yang ditempatkan di konter check-in 848 dan di depan area kontrol keamanan Terminal 4. Sistem pengenalan wajah juga dipasang di gerbang J40 dan J58 Terminal 4. Baca Juga: Pilah-Pilih Vendor, Bandara Internasional Changi Siap ‘Pekerjakan’ Facial Recognition Penumpang dapat mendaftar menggunakan aplikasi Iberia atau Aena atau di kios-kios di Terminal 4, diharuskan untuk memindai kode QR boarding pass dan menghubungkannya dengan profil mereka. Proses pendaftaran ini hanya akan dilakukan sekali selama periode pengujian. Proyek percontohan pengenalan wajah adalah bagian dari program transformasi digital dari Iberia, yang bertujuan untuk menghubungkan semua operasi yang melibatkan pelanggan dan karyawan.