Blue Bird Siap Datangkan 200 Unit Van Listrik di Dua Wilayah, Mana Saja?
Operator taksi terbesar di Indonesia, Blue Bird Tbk. dikabarkan baru saja melakukan pesanan 200 unit armada van T3 fully electric dari produsen kenamaan asal Negeri Tirai Bambu, BYD. Jika tidak ada aral melintang, maka kelak taksi-taksi berbentuk van ini akan beroperasi di Ibukota Jakarta dan Pulau Dewata Bali. Ada satu poin unik dari pemesanan ini, yaitu ini merupakan jumlah pesanan terbesar dalam sejarah taksi listrik di Indonesia dan juga catatan rekor penjualan van listrik terbesar ke luar Cina untuk BYD.
Baca Juga: Mulai Beroperasi Mei 2019, Inilah Tarif Taksi Listrik Blue Bird
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cleantechnica.com (10/12), nantinya van listrik ini akan bergabung dengan armada BYD lainnya yang sudah terlebih dahulu beroperasi di Indonesia sejak beberapa bulan ke belakang.
“Dalam beberapa bulan terakhir, 25 unit taksi e6 kami telah menempuh total 2 juta kilometer di Jakarta. Ini sama dengan mengelilingi bumi 50 kali!” ujar Liu Xueliang, manajer umum divisi penjualan BYD untuk Asia Pasifik.
Menilik ke dalam calon moda pengangkut anyar di Indonesia ini, fully electric T3 van ini sendiri dilengkapi dengan tujuh bangku penumpang dan memboyong asa besar bagi transportasi di Indonesia – mengurangi emisi karbon dioksida hingga 8.290 ton. Jika angka tersebut polusi tersebut sudah berhasil ditekan, maka kualitas udara di Indonesia akan berangsur membaik. Itu baru dari 200 unit moda listrik saja, dapatkah Anda membayangkan jika semua kendaraan bermotor di Indonesia juga ditenagai oleh listrik?
Untuk pembagiannya, nanti akan ada 150 fully electric T3 van yang beroperasi di Jakarta, sedangkan 50 sisanya akan dioper ke Bali.
Baca Juga: BYD K9 – Inilah Bus Listrik untuk Koridor 13 TransJakarta
Untuk diingat kembali, BYD memang seolah tengah menggenjot pasar Indonesia sepanjang tahun 2019 ini. Masih lekang dalam ingatan dimana pada perhelatan Busworld Southeast Asia awal tahun ini, BYD menandatangani MoU dengan operator BRT kenamaan Ibukota, TransJakarta untuk mengeksplorasi kemungkinan kerja sama di antara kedua belah pihak.
Diharapkan dengan kerja sama yang terjalin antara Blue Bird dan BYD ini dapat menjadi satu titik balik sektor transportasi dalam negeri – dimana para pemangku kepentingan terkait mampu mereduksi tingkat polusi yang ada.
Gunakan Boeing 737-900ER, Batik Air Buka Penerbangan Non-Stop Jakarta-Taipei
Menempuh jarak 3.819 km dengan durasi 5 jam 30 menit, Batik Air efrktif mulai 13 Desember 2019 membuka rute penerbangan non-stop Jakarta-Taipei, Taiwan dengan pesawat narrow body Boeing 737-900ER (Extended Range).
Baca juga: Mulai 20 November, Batik Air Buka Rute Jakarta–Don Mueang Bangkok
“Penerbangan dilayani satu kali frekuensi setiap hari pergi pulang (PP). Pesawat dengan nomor penerbangan ID-7624 akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 16.40 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 7) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Taoyuan, pukul 23.00 waktu setempat,” ujar Capt. Achmad Luthfie, Chief Executive Officer (CEO) Batik Air dalam pesa tertulis yang diterima KabarPenumpang.com.
Dalam simulasi, perjalanan kembali oleh Batik Air pada hari berikutnya, 14 Desember 2019. Penerbangan bernomor ID-7625 akan lepas landas dari Bandar Udara Internasional Taoyuan, Taipei (TPE) pukul 00.05 waktu setempat dan mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 04.30 WIB.
Penerbangan ke Taipei akan dioperasikan dengan armada Boeing 737-900ER berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi.
Batik Air mencatatkan rata-rata OTP 92.63% dengan kekuatan armada yang dioperasikan terdiri dari 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta satu Airbus 330-300CEO (18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi).
Jadi Pramugari Singapore Airlines Harus ‘Serba Bisa’
Apakah semua pramugari bisa melakukan pekerjaan yang bukan bagiannya? Mungkin ada yang akan menjawab bisa dan tidak. Sebab memang tidak semua pramugari mendapat pendidikan yang sama. Namun berbeda untuk maskapai asal Singapura ini.
Baca juga: 50 Tahun Tak Berjumpa, Awak Kabin dan Pilot Malaysia-Singapore Airlines Reunian
Sebab pramugari Singapore Airlines yang memiliki kode SQ ini ternyata bisa melakukan semua hal. Mereka tidak hanya menerima penumpang di pintu masuk pesawat dengan senyuman atau hanya menyajikan makanan.
Tetapi mereka harus bisa melakukan berbagai macam hal dan menanganinya dengan tenang dan nyaman. KabarPenumpang.com merangkum dari asiaone.com (9/12/2019), ini tujuh hal yang bisa dilakukan pramugari Singapore Airlines lakukan.
1. Tahu perbedaan Chardonnay dan Riesling
Semua awak kabin Singapore Airlines memiliki pengetahuan dasar tentang minuman beralkohol seperti wine. Mereka diberi pengetahuan tentang wine yang disajikan dalam kabin. Pramugari harus tahu cara membaca label wine untuk mengetahui wine seperti apa yang tersedia. Mereka juga harus terbiasa dengan makanan pendamping wine.
2. Bisa beroperasi pada lebih dari satu jenis pesawat
Banyak yang berpikir bahwa semua pesawat terlihat dan memiliki cara kerja yang sama. Padahal tidak semua sama dan tidak semua pramugari bisa memenuhi syarat mengetahui semua jenis pesawat. Mereka harus mempelajari berbagai hal seperti kursi penumpang, konfigurasi kabin hingga bagian dapur.
3. Menangani penumpang meninggal
Pramugari harus bisa menanganisituasi apapun tak menutup kemungkinan ketika ada penumpang meninggal dalam penerbangan. Ini mungkin kejadian yang sangat jarang tetapi bisa saja terjadi terutama dalam kasus penumpang lanjut usia dan lemah yang ikut dalam penerbangan jarak jauh. Meski jarang tetapi pramugari harus tahu apa yang akan mereka lakukan.
4. Bisa memadamkan api
Kejadian terburuk di kabin salah satunya adalah kebakaran, bahkan api kecil bisa berubah menjadi bencana mematikan karena pesawat adalah ruang tertutup. Semua awak kabin dilatih dalam prosedur pemadaman dan penggunaan alat pemadam untuk meminimalisir kerusakan.
5. Bela diri
Terkadang ada saja penumpang yang berulah dan sulit ditangani. Bahkan beberapa diantaranya baku hantam dalam pesawat. Untuk menangani ini pramugari Singapore Airlines dilatih untuk melindungi diri dari serangan fisik dan menjaga tetap ama dengan kit di atas kapal ketika mereka tidak berhasil menangani penumpang yang berulah itu.
6. Membantu penumpang tua dan disabilitas
Penumpang tua dan dan disabilitas adalah yang paling membutuhkan bantuan dalam penerbangan. Apalagi ketika mereka harus menggunakan kursi roda. Pramugari membantu penumpang keluar dari kursi roda untuk berpindah pada kursi mereka. Bahkan memberikan kenyamanan yang dibutuhkan mereka secara spesifik.
Baca juga: Mau Jadi Awak Kabin Singapore Airlines? Cek Dulu Pelatihan dan Syarat-Syaratnya Berikut Ini!
7. Pertolongan pertama
Jika ada yang mengalami kecelakaan atau jatuh sakit di pesawat, mereka dapat memberikan bantuan lebih lanjut di lapangan. Mereka dilatih untuk menangani masalah-masalah seperti pendarahan, luka bakar atau keseleo, dan teknik penyelamatan hidup seperti Resusitasi Kardiopulmoner. Mereka juga perlu dipersiapkan untuk membantu dalam keadaan darurat medis seperti mereka yang menderita stroke dan bahkan kelahiran darurat.
Salah Pakai Sendal di “Canopy Walk,” Ibu dan Anak Tak Bisa Nikmati Jalanan Bersalju di Jewel Changi
Bandara Jewel Changi di Singapura kini menjadi salah satu tempat wisata terbaik bagi warga Singapura maupun pelancong yang akan mengunjunginya atau sekedar transit untuk berpindah ke penerbangan lainnya. Nah, pada masa jelang Natal ini, Jewel Changi menghadirkan berbagai macam hiburan bagi para pengunjungnya baik di air terjun dalam ruangan atau di Canopy Walknya.
Baca juga: Bandara Changi Hadirkan Pohon Natal Raksasa dan Karakter Frozen II
Namun, baru-baru ini seorang ibu dan anaknya ditolak untuk masuk ke Canopy Walk dikarenakan menggunakan alas kaki yang tidak sesuai. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (8/12/2019), Kailin Ng yang memiliki tiket Christmas Walk Snow menggunakannya untuk bepergian bersama sang anak.
Dia bersama Aden kemudian akan bermain ke Christmas Walk Snow, namun ditolak karena sang putra menggunakan sepatu sandal bukan sepatu yang tertutup. Untungnya bocah kecil itu mengerti dan masih menikmati waktu bermain mereka di tempat lain di sekitaran Jewel Changi.
Hal itu juga membuat Kailin memposting foto sandal Aden dengan caption, “Karena alas kaki yang tidak pantas, kami ditolak untuk bermain dalam jalan salju.”
Setelah memposting sandal Aden, Kailin kemudian mengetahui bahwa seorang disc jockey (DJ) pergi ke Christmas Snow Walk bersama anaknya dengan sepatu serupa dengan Aden. Bedanya DJ tersebut diizinkan masuk ke area.
“Yang membuatku bingung bukan karena alas kaki seperti itu tidak diizinkan ke pantai . “Apakah aturan tidak diikuti dengan ketat? Apakah aturan ini hanya untuk orang biasa?” ujarnya.
Dia kemudian memposting foto DJ bersama anaknya dan menurutnya hal itu menyebabkan masalah standar dalam penegakkan persyaratan keselamatan. Menurutnya keamanan adalah prioritas pihak Jewel dengan aturan yang berlaku.
Baca juga: Warga Singapura Suka Berlibur di Bandara, Ternyata ini Alasannya!
Menyangkut masalah ini, pihak Bandara Jewel Changi mengatakan, itu adalah prioritas teratas bagi pengunjung untuk menikmati kondisi optimal dan alasan mereka berada di jalan bersalju. Saat itu Bandara Jewel changi menerima DJ selebriti untuk menjadi bagian dari dunia pejalan kaki dan pejalan kaki salju. Karena hal ini, kemudian Jewel’s Guest Relations menghubungi Kailin dan mengundang keluarga itu ke Snow Walk untuk berkunjung.
Deretan Maskapai LCC yang Tempuh Jarak Penerbangan Fantastis
Jika selama ini Anda beranggapan bahwa hanya maskapai full service saja yang mampu melayani penerbangan jarak jauh, dan maskapai berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC) hanya berkecimpung di rute domestik, maka Anda sudah salah besar. Seiring berkembangnya jaman, belakangan ini juga sudah banyak maskapai berbiaya rendah yang melakoni penerbangan jarak jauh.
Baca Juga: London Gatwick-Singapura, Menjadi Rute Penerbangan LCC Terjauh di Dunia!
Dalam beberapa artikel sebelumnya, sudah dijabarkan tentang maskapai terbesar di Norwegia, Norwegian Air Shuttle (Norwegian AS) yang tercatat sebagai maskapai yang pernah menjabani rute penerbangan LCC terjauh di dunia, yaitu menghubungkan London Gatwick dengan Singapura. Tapi, tidak hanya Norwegian AS saja yang memiliki rute penerbangan LCC terjauh di dunia – ada sejumlah maskapai lain yang juga pernah menjajal rute jarak jauh dengan format penerbangan berbiaya rendah.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman flightglobal.com, ada maskapai LCC asal Jerman, Eurowings GmbH yang akan memiliki rute penerbangan antar benua yang terpaut jarak cukup jauh, yaitu dari Munich di Jerman menuju Las Vegas di Nevada, Amerika Serikat. Menurut laman sumber, jarak yang terbentang di antara dua destinasi tersebut adalah 9.281km. Jika tidak meleset, Eurowings akan menerbangkan Airbus A330 dari Munich menuju Las Vegas tertanggal 6 April 2020 mendatang.
Selain Eurowings, ada juga Air Canada Rouge yang mengoperasikan rute penerbangan dari Toronto di Kanada menuju Athena di Yunani – dimana jarak yang terpaut di antara dua destinasi penerbangan ini adalah 8.148 km. Air Canada Rouge ini sendiri mempercayakan armada Boeing 767-300 untuk bertugas di rute transatlantik ini.
Baca Juga: Long Haul Low Cost Carriers, Solusi Terbang Jarak Jauh Tanpa Harus Kuras Dompet!
Maskapai berbiaya rendah selanjutnya yang juga tercatat mengoperasikan rute penerbangan jarak jauh adalah WestJet, dimana maskapai asal Kanada ini menghubungkan London Gatwick yang ada di Tanah Britania dengan Vancouver yang ada di sebelah barat Kanada. Jarak kedua destinasi diperkirakan mencapai angka 7.643 km dan dioperasikan WestJet dengan tenaga keluarga Boeing 737 dan Boeing 767.
Terakhir, ada maskapai asal Singapura, Scoot yang juga tidak mau kalah dalam persaingan ini. Anak perusahaan dari Singapore Airlines ini mengoperasikan rute penerbangan dengan jarak paling fantastis diantara ketiga maskapai di atas – Singapura menuju Berlin di Jerman. Anda tahu berapa jarak yang terpaut di antara destinasi tersebut? 9.936 km! Luar biasa!
Plt Dirut Garuda Indonesia Tunjuk Dua Pelaksana Harian Pejabat Direksi
Guna memenuhi aspek regulasi, operasi dan keselamatan penerbangan, Plt. Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal pada hari Senin (9/12) secara resmi telah mengumumkan pelaksana harian jabatan Direksi Garuda Indonesia.
Baca juga: Gantikan Ari Askhara, Fuad Rizal Resmi Menjabat Plt Direktur Utama Garuda Indonesia
Sesuai ketentuan KM 25/2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara dan CASR 121.59, Plt. Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal telah menunjuk Mukhtaris sebagai Pejabat Direktur Teknik dan Layanan dan Capt. Tumpal Manumpak Hutapea sebagai Pejabat Direktur Operasi. Kedua pejabat Direktur tersebut bertanggung jawab langsung kepada Plt. Direktur Utama dalam menjalankan tugasnya.
Penunjukan tersebut dilakukan menyusul keputusan Dewan Komisaris yang memberhentikan sementara 4 Direksi Garuda Indonesia sebelumnya, termasuk diantaranya Iwan Joeniarto dari jabatannya sebagai Direktur Teknik dan Layanan dan Capt. Bambang Adisurya dari jabatannya sebagai Direktur Operasi.
Penetapan seluruh personil tersebut akan berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat.
Dengan penunjukan tersebut Garuda Indonesia memastikan seluruh kegiatan bisnis akan tetap berjalan sesuai rencana kerja Perseroan dan khususnya menjaga aktivitas operasional penerbangan tetap berjalan dengan lancar dan optimal sesuai harapan pengguna jasa, khususnya dalam menghadapi periode peak season Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Hapus Penggunaan Kertas di Kokpit, Cathay Pacific Targetkan Hemat 1 Juta Liter Bahan Bakar per Tahun
Kendati sempat diterpa masalah bertubi-tubi terkait kerusuhan yang terjadi di Hong Kong akibat kisruh RUU Ekstradisi, namun divisi pengembangan teknologi di flag carrier Cathay Pacific seolah tidak terganggu dengan semua itu. Hal ini terbukti dengan diluncurkannya aplikasi data penerbangan dan pemantau cuaca digital yang konon katanya bakal berimbas pada penghematan penggunaan bahan bakar. Mungkin beberapa dari Anda akan bertanya-tanya, “apa kaitannya antara aplikasi baru dengan penghematan bahan bakar?” Berikut penjelasannya!
Baca Juga: Gunakan CCTV di Ruang Tunggu dan Kabin, Cathay Pacific Tingkatkan Keamanan Penerbangan
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (9/12), pihak Cathay Pacific menargetkan dapat mengurangi beban angkut pesawat yang dihasilkan oleh tumpukan buku panduan penerbangan (manual book) dan dokumen per penerbangan. Mereka menilai, ada 70kg beban yang harus diangkut oleh 525 pesawat yang ada di tubuh perusahaan yang dihasilkan oleh kertas-kertas tersebut.
Perusahaan memperkirakan, jika kertas-kertas tersebut dihilangkan dari kokpit, maka Cathay Pacific bisa melakukan penghematan hingga satu juta liter bahan bakar dalam setahun. Selain menyelamatkan kas perusahaan dari praktik penerbangan yang tergolong kuno itu, flaf carrier Hong Kong ini juga bisa terjun langsung dalam memerangi masalah emisi karbon yang juga tengah diperangi oleh berbagai pemangku kepentingan di luar sana.
Ya, nantinya segala bentuk kertas yang biasa digunakan oleh pilot dan kopilot di dalam kokpit akan diganti semuanya dengan menggunakan sistem digital. Jika ditelaah lebih dalam lagi, penggunaan sistem digital ini juga akan memudahkan tugas para kru penerbang untuk membuat keputusan sebelum dan selama penerbangan – termasuk sistem pemantau cuaca digital yang dikembangkan oleh Hong Kong Observatory, “MyFlightWx”.
Chief Operations and Service Delivery Officer Cathay Pacific, Greg Hughes mengatakan bahwa penggunaan aplikasi digital ini akan memudahkan tugas kru penerbang dari beragam aspek dan, “membuatnya lebih efisien,”
Baca Juga: Cathay Pacific Hong Kong, Ternyata Didirikan oleh Orang Australia dan Amerika
Senada dengan Greg, Line Operations Manager of Flight Operations Cathay Pacific, James Toye menambahkan bahwa penerapan aplikasi ini akan jauh lebih mudah bagi pilot ketimbang mereka harus mencari informasi di manual book setebal 200 halaman.
Sebagai informasi tambahan, tidak hanya Cathay Pacific saja yang tengah berupaya untuk menghadirkan suatu pembaruan di kokpit – begitu pula halnya dengan British Airways, Lufthansa, hingga Hong Kong Airlines juga mulai menghilangkan penggunaan kertas di kokpit.
Mengabdi 57 Tahun, Pramugari Delta Airlines Dipecat Karena Sekotak Susu
Berpenghasilan US$250 ribu setahun, seorang pramugari maskapai Delta Airlines yang berusia 79 tahun harus di pecat dari pekerjaannya. Alasan untuk pemecatannya pun sepele yakni karena membawa sekotak susu dan beberapa barang lainnya dalam penerbangan.
Baca juga: Capai Usia 102 Tahun, Delta Airlines Rayakan Ulang Tahun Pramugari Pertamanya!
Ida Gomez Llanoz, nama pramugari tersebut ternyata sudah bekerja selama 57 tahun atau sejak 1962 lalu. KabarPenumpang.com merangkum dari laman simpleflying.com (6/12/2019), karena pemecatannya ini Ida kemudian mengajukan gugatan di pengadilan Los Angeles dan mengklaim dirinya telah dilecehkan serta diganggu.
“Saya tidak bisa mempercayainya. Saya telah dituduh begitu banyak hal dan belum tentu benar. Saya tidak ingin menganggapnya pribadi, tetapi ketika Anda menjadi jahat dan mulai berbohong, itu adalah masalah,” ujar Ida.
Dia sendiri merupakan pramugari berperingkat tertinggi di Los Angeles dan berada di peringkat kelima di negara itu. Dia mengatakan, dirinya menerima surat pertama dalam hampir 60 tahun bekerja di Delta pada April 2018 lalu yang berisi tuduhan membawa sereal dan cokelat di pesawat ke tasnya. Bahkan rekan kerjanya pun mengklaim Ida memasukkan Bailey’s Irish Cream ke dalam kopinya.
“Mereka ingin kembali. Saya pikir mereka menempatkan kita pada pengawasan yang lebih tinggi. Itu karena mereka begitu banyak sehingga karena kita sudah ada di sana selamanya dan skala gajimu naik setiap tahun. Saya pikir mereka bisa menunggu untuk apa mereka membayar saya,” ujar Ida.
Dia mengaku meski menjadi pramugari senior di Los Angeles, rekan-rekannya sudah menjadi bagian dari kariernya. Tak hanya itu, gugatan yang diajukannya bahkan mengklaim nenek berusia 79 tahun tersebut adalah karyawan teladan sampai diberhentikan dan menerima penghargaan perusahaan serta ulasan bintang dari para pelanggan.
“Saya belum pernah sakit 30 atau 40 tahun. Setiap tahun mereka mengadakan perjamuan untuk satu persen teratas yang mendapat surat terbanyak dari pelanggan. Saya pergi ke sana tiga kali. Saya dicalonkan oleh ketua klub,” jelasnya.
Juru bicara Delta mengatakan, perusahaan berdiri dengan keputusannya untuk mengakhiri Ida.
Baca juga: Sybil Peacock, Eks Pramugari Delta Air Lines Wafat di Usia 103 Tahun
“Dalam menentukan tindakan yang tepat untuk Ms. Gomez. Delta dengan tegas percaya bahwa keputusannya untuk menghentikan Ms. Gomez adalah tepat dan sepenuhnya sah. Ketika suatu pelanggaran terhadap perusahaan teridentifikasi, dianggap bahwa pelaksanaan transaksi itu penting. Keputusan seperti ini tidak dibuat enteng atau tanpa tinjauan komprehensif oleh banyak orang,” kata juru bicara itu melalui sebuah pernyataaan.
Karena adanya ini, Ida mengatakan, hal tersebut hanya melemahkan semangat dan dirinya tertekan karena tidak tahu salah apa.
“Saya tidak bisa mempercayainya. Saya telah dituduh begitu banyak hal dan belum tentu benar. Saya tidak ingin menganggapnya pribadi, tetapi ketika Anda menjadi jahat dan mulai berbohong, itu adalah masalah,” ujar Ida.
Dia sendiri merupakan pramugari berperingkat tertinggi di Los Angeles dan berada di peringkat kelima di negara itu. Dia mengatakan, dirinya menerima surat pertama dalam hampir 60 tahun bekerja di Delta pada April 2018 lalu yang berisi tuduhan membawa sereal dan cokelat di pesawat ke tasnya. Bahkan rekan kerjanya pun mengklaim Ida memasukkan Bailey’s Irish Cream ke dalam kopinya.
“Mereka ingin kembali. Saya pikir mereka menempatkan kita pada pengawasan yang lebih tinggi. Itu karena mereka begitu banyak sehingga karena kita sudah ada di sana selamanya dan skala gajimu naik setiap tahun. Saya pikir mereka bisa menunggu untuk apa mereka membayar saya,” ujar Ida.
Dia mengaku meski menjadi pramugari senior di Los Angeles, rekan-rekannya sudah menjadi bagian dari kariernya. Tak hanya itu, gugatan yang diajukannya bahkan mengklaim nenek berusia 79 tahun tersebut adalah karyawan teladan sampai diberhentikan dan menerima penghargaan perusahaan serta ulasan bintang dari para pelanggan.
“Saya belum pernah sakit 30 atau 40 tahun. Setiap tahun mereka mengadakan perjamuan untuk satu persen teratas yang mendapat surat terbanyak dari pelanggan. Saya pergi ke sana tiga kali. Saya dicalonkan oleh ketua klub,” jelasnya.
Juru bicara Delta mengatakan, perusahaan berdiri dengan keputusannya untuk mengakhiri Ida.
Baca juga: Sybil Peacock, Eks Pramugari Delta Air Lines Wafat di Usia 103 Tahun
“Dalam menentukan tindakan yang tepat untuk Ms. Gomez. Delta dengan tegas percaya bahwa keputusannya untuk menghentikan Ms. Gomez adalah tepat dan sepenuhnya sah. Ketika suatu pelanggaran terhadap perusahaan teridentifikasi, dianggap bahwa pelaksanaan transaksi itu penting. Keputusan seperti ini tidak dibuat enteng atau tanpa tinjauan komprehensif oleh banyak orang,” kata juru bicara itu melalui sebuah pernyataaan.
Karena adanya ini, Ida mengatakan, hal tersebut hanya melemahkan semangat dan dirinya tertekan karena tidak tahu salah apa. Tingkatkan Daya Saing, TransNusa Gandeng China Aircraft Leasing
TransNusa, maskapai penerbangan domestik yang melayani penerbangan di daerah Indonesia timur, hari ini mengumumkan kerja sama strategis dengan China Aircraft Leasing (CACL) Group yang merupakan salah satu perusahaan penyedia pesawat terbesar di dunia untuk meningkatkan kualitas dan daya saing. Dalam kerja sama ini, TransNusa memanfaatkan keunggulan CACL sebagai penyedia solusi utuh dalam jasa penerbangan.
Baca juga: Serba Serbi Check In Online di Masing-Masing Maskapai Penerbangan
Keduanya akan mengeksplorasi berbagai macam bentuk kerja sama seperti dukungan armada, manajemen aset pesawat dan pemeliharaan pesawat. Jaringan dan pemahaman yang luas ditambah solusi efisien dari CACL akan membantu TransNusa dalam mempertahankan dan memperpanjang rekam jejak dalam hal keselamatan penumpang.
“Kerja sama kami dengan CACL akan menggiring TransNusa ke dalam sebuah fase baru. Saat ini kami telah beroperasi di 30 rute domestik di 24 kota ditambah satu penerbangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan Timor Leste,” ujar Managing Director TransNusa Bayu Susanto, Selasa (10/12/2019) di Hotel Shangri-La.
Bayu mengatakan, TransNusa juga memberikan konektivitas vital last-mile dalam menghubungkan antar destinasi di Indonesia maupun penerbangan internasional. Ekspansi kami akan memberikan banyak pilihan bagi masyarakat Indonesia dan juga internasional dalam memberikan kenyamanan dan pelayanan serta nilai unggul.
Bayu menambahkan, TransNusa akan mendapatkan akses pendanaan yang kuat dari CACL dan juga China Everbright Limited (CEL) untuk mendorong ekspansi bisnis di masa mendatang. Dengan dukungan CACL dan CEL, dikatakan Bayu, TransNusa siap untuk berkembang sebagai maskapai pengumpan yang memiliki nilai tambah untuk meningkatkan konektivitas udara regional dan internasional serta meningkatkan perekonomian Indonesia terutama dalam sektor penerbangan dan pariwisata.
Bayu mengatakan, kerja sama keduanya dan rencana ekspansi diatur untuk memenuhi meningkatnya permintaan jumlah penerbangan domestik. Selain itu juga meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata yang tersebar di seluruh nusantara yang akan dilengkapi jaringan maskapai internasional terkemuka.
Baca juga: Garuda Indonesia Hadirkan CRJ-1000 untuk Penerbangan Charter Langsung Jakarta – Pulau Christmas
“Kerja sama strategis CACL dengan TransNusa tidak hanya meningkatkan kolaborasi Sino-Indo di sektor penerbangan, tetapi juga akan memfasilitasi transfer keahlian teknis dan investasi dari Cina yang akan meningkatkan pasar penerbangan Indonesia serta mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara terutama yang berasal dari Cina. Kami percaya bahwa kerja sama ini akan menguntungkan Indonesia yakni masyarakatnya,” kata Mike Poon, Direktur Eksekutif dan CEO CACL.
