Bagi Anda semua yang sudah tidak asing lagi dengan sektor aviasi global, mungkin Anda semua sudah mengetahui bahwa penerbangan berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC) lazimnya hadir untuk menghubungkan dua destinasi penerbangan yang terpaut jarak pendek hingga menengah – dengan durasi perjalanan kurang lebih berkisar tiga hingga empat jam. Jujur saja, penerbangan dengan menggunakan Indonesia AirAsia dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Don Mueang (DMK) di Bangkok, Thailand selama kurang lebih empat jam sudah cukup membuat lutut rasanya mau copot.
Baca Juga: Long Haul Low Cost Carriers, Solusi Terbang Jarak Jauh Tanpa Harus Kuras Dompet!
Namun, apa jadinya jika ada penerbangan LCC yang memakan waktu hingga belasan jam lamanya? Yakinkah Anda mau mencobanya?
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman centreforaviation.com, rekor penerbangan LCC terjauh yang ada di dunia diraih oleh maskapai terbesar di Norwegia, Norwegian Air Shuttle (AS), dimana maskapai ini sempat mengoperasikan rute penerbangan dari London Gatwick menuju Singapura terhitung sejak 28 September 2017 kemarin.
Jarak 6.736 mil atau berkisar 10.840 kilometer yang terbentang di antara dua destinasi ini membuatnya tercatat sebagai penerbangan LCC terjauh di dunia hingga saat ini. Dalam mengoperasikan rute penerbangan ini, Norwegian AS menggunakan armada Boeing 787-9 dengan frekuensi penerbangan empat kali dalam seminggu.
Tidak bisa dipungkiri, rute penerbangan London – Singapura memang merupakan ‘ladang basah’ yang menjadi titik dimana pihak maskapai meraup keuntungan besar – terutama bagi maskapai full service. Namun dengan masuknya nama Norwegian AS yang notabene merupakan maskapai LCC, tentu saja ini memberikan warna tersendiri di tengah persaingan maskapai full service.
konfigurasi bangku Boeing 787-9 Norwegian AS. Sumber: the point guy
Jika mengukur dari segi kenyamanan, tentu saja Norwegian AS kalah jauh dengan maskapai full service yang menawarkan fasilitas lebih nyaman. Namun jika ditelisik dari segi harga, LCC akan mengungguli maskapai full service.
Baca Juga: Dielukan dan Selalu Dicari, Inilah Serba Serbi Low Cost Carrier
Tapi Anda jangan dulu menganggap bahwa penerbangan LCC dari London Gatwick ke Singapura yang pernah dilakoni Norwegian AS ini memiliki konfigurasi bangku yang sama ketika Anda terbang dari Jakarta ke Bali dengan menggunakan maskapai LCC seperti Lion Air atau Indonesia AirAsia. Mungkin ada sedikit perbedaan konfigurasi – terutama bangku di penerbangan LCC terjauh di dunia sampai saat ini.
Namun satu yang pasti, penumpang akan menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam lamanya di rute penerbangan ini. Berkenaan dengan satu dan lain hal, akhirnya pada Januari 2019 kemarin Norwegian AS menghentikan rute penerbangan dari London Gatwick menuju Singapura. Dikabarkan, penerbangan terakhir di rute ini terjadi pada 11 Januari 2019 kemarin.
Ferry kereta merupakan sebuah moda laut yang berbentuk seperti kapal ferry pada umumnya, namun kapal ini mampu untuk membawa kereta api di dalamnya. Biasanya, geladak bawah ferry seperti ini berisi rel kereta yang memiliki pintu di bagian depan dan/atau di sebelah sisinya untuk memudahkan kereta turun atau naik saat di dermaga. Di Inggris, ferry kereta kadang disebut juga sebagai “car ferries”, berbeda dengan “auto ferries” yang dipergunakan untuk mengangkut mobil. Dermaga memiliki jembatan dan linkspan yang berguna sebagai penyeimbang dan penghubung antara kereta dengan daratan.
Baca juga: Kereta Ferry, Sensasi Naik Kereta di Tengah Laut
Ferry kereta pertama kali diresmikan pada tahun 1833 oleh Monkland and Kirkintilloch Railway. Walaupun ferry selama ini kita sering lihat di laut, namun ferry kereta ini digunakan pertama kali untuk menyebrangi kanal. Pada April 1836, ferry gerbong pertama Amerika, Susquehanna, mulai beroperasi di sungai Susquehanna yag menghubungkan Havre de Grace dan Perryville, Maryland.
Kereta cepat pun menggunakan jasa kapal ferry kereta.
Ferry kereta modern pertama kali dibangun pada tahun 1849 dengan nama Leviathan. Perusahaan Leith and Newhaven Railway asal Edinburgh pertama kali dibentuk pada tahun 1842 dimana perusahaan itu memiliki tujuan untuk memperpanjang rute East Coast Main Line menuju Dundee dan Aberdeen. Teknologi jembatan yang belum sehebat sekarang, itulah yang menjadi salah satu rintangan untuk menyebrangi Firth of Forth yang membentang sejauh 5 mil.
Lalu munculah nama Thomas Bouch, seorang insinyur sipil yang kemudian mengusulkan sebuah teknologi yang efisien untuk melintasi Firth of Forth. Dengan teknologi Roll-on Roll-off, yaitu teknologi yang diaplikasikan di kapal ferry dan memungkinkan membawa kendaraan, beberapa ferry kereta mulai dibuat dan mempersiapkan pula sarana pendukung lainnya. Sarana pendukung tersebut antara lain jembatan yang disertai rel tidak statis untuk memudahkan kereta masuk ke dalam ferry.
Walaupun ada banyak orang yang menggagas ide semacam ini, namun hanya Thomas Bouchlah yang memberikan dampak positif dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, termasuk memperhatikan detail. Melihat hal ini, pemerintah setempat lalu menghimbau untuk membangun ferry kereta untuk menyebrangi Firth of Forth yang menghubungkan Burntisland di Fife dan Granton. Thomas Grainger, ialah orang pertama yang mendesain ferry kereta ini.
Pengoperasian pertama dimulai pada 3 Februari 1850 dengan sebutan rel yang mengambang, namun bukan untuk penyebrangan kereta karena masih terhambat dengan jembatan rel yang belum rampung. Hingga 1890, penyebrangan kereta ini masih belum dibuka karena konstruksi yang tertunda akibat kegagalan Thomas Bouch di Jembatan rel Tay.
Mulai masuk ke abad 19, ada banyak kejadian kecelakaan ferry kereta dari berbagai penjuru dunia, sebut saja Toya Maru, Seikan Maru no. 11, Kitami Maru, Tokachi Maru, dan Hidaka Maru asal Jepang yang tenggelam akibat angin topan Marie pada 26 September 1954 yang menewaskan lebih dari 1000 orang. Beberapa tahun berselang, MV Patrick Morris, ferry kereta asal Kanada juga tenggelam saat membantu operasi penyelamatan sebuah kapal nelayan yang tenggelam di lepas pantai sebelah timur laut pulau Cape Breton.
Salah satu ferry kereta yang hingga kini masih beroperasi adalah Compagnie de gestion de Matane Inc. (COGEMA) yang mulai beroperasi pada tahun 1975 dan khusus untuk melakukan pelayanan penyebrangan kereta. Pada awalnya, perusahaan ini milik Canadian National Railway, namun pada 14 Februari 1999, perusahaan tersebut lalu dijual ke Quebec Railway Corporation. Penyebrangan kereta menggunakan ferry ini menghubungkan Matane dan Baie-Comeau.
Dari dalam negeri, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengusulkan untuk membangun ferry kereta di Jembatan Selat Sunda. PII berpendapat lebih baik membangun ferry kereta dibandingkan dengan jembatan yang investasinya sangatlah mahal, hingga menyentuh angka Rp100 triliun. Bukan tanpa alasan, usulan PII ini bertujuan agar investasi pembangunan jembatan dialokasikan untuk pembangunan jalur kereta trek ganda di Sumatera dan Jawa.
Baca juga: Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry
Ketua Umum Badan Kejuruan Mesin PII, Budhi M Suyitno mengatakan Indonesia seharusnya dapat membuat ferry kereta, ditunjang dengan kesiapan infrastuktur dan teknologi yang dimiliki. “Eropa Sudah banyak, di Selat Dover dataran Inggris. Antara Eropa dengan Skandinavia juga ada. Itu bukan hal yang sulit,” kata Budhi sebagaimana yang dikutip dari detik.com, Jumat, 25 April 2014. Namun ibarat terkena “seleksi alam,”kiprah ferry kereta Di Selat Dover resmi dipensiunkan pada tahun 1994, yakni semenjak terowongan Euro Channel selesai 1993.
Masih ingat film Train to Busan yang pernah tayang tahun 2016 lalu? Ternyata film ini akan punya sekuel baru yakni Train to Busan 2: Peninsula. Judul Peninsula ini memiliki arti Bando dalam bahasa Korea. Rencananya film baru ini akan tayang pada musim panas 2020 atau diklaim untuk rilis jadwal internasionalnya pada 12 Agustus 2020 mendatang.
Baca juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office
“Sutradara Yeon Sang Ho dari Peninsula memastikan film tayang perdana Agustus 2020. Dengan tanggal pastinya yaitu 12 Agustus 2020,” kata sumber yang dilansir KabarPenumpang.com dari Soompi.
Namun dari keterangan tertulis, distributor NEW menyatakan mereka belum bisa memastikan tanggal pasti rilis di dalam maupun luar korea.
“Meski benar bahwa kami menargetkan untuk rilis musim panas 2020, kami belum membuat keputusan apapun terkait tanggal spesifik penayangan premier di dalam dan di luar Korea,” kata mereka dalam keterangan tertulis.
Peninsula sendiri merupakan sekuel dari Train to Busan yang dibintangi oleh Gong Yoo. Latar waktu film ini masih sama karena, karakter dalam film bertaruh untuk meninggalkan Korea, setelah dunia mereka di dominasi oleh Zombie. Film ini dibintangi oleh Kang Dong Won, Lee Jung Hyun, Lee Re, Kwon Hae Hyo, Kim Min Jae dan Goo Kyo Hwan.
Diketahui film Train to Busan memecahkan rekor penonton hingga sepuluh juta orang di Korea Selatan. Sedangkan di Malaysia, Hong Kong dan Singapura meraup hampir $100 juta dalam tiket penjualan global dengan anggaran kurang dari $9 juta.
Train to Busan yang rilis 2016 lalu memiliki sinopsis di mana film ini awalnya ketika sebuah truk pembawa barang diizinkan melewati sebuah daerah yang mengalami kebocoran. Ketika itu, pengendara truk tidak melihat seekor rusa melintas di tengah jalan sehingga rusa yang mati itu berubah menjadi rusa zombie.
Seok-Woo, seorang manajer keuangan sebuah perusahaan, berangkat ke Busan bersama anaknya, Su-an, untuk bertemu dengan ibunya sebagai hadiah ulang tahun anak perempuannya. Seok-Woo, yang baru bercerai dengan istrinya, berangkat dengan KTX (kereta api cepat Korea) dari Seoul bersama para penumpang lain.
Ketika kereta akan berangkat, seorang wanita dengan luka di kakinya masuk ke dalam kereta tersebut. Wanita tersebut mencoba menyerang pramugari kereta yang ingin mencoba menolongnya. Sejak itu, wanita zombie itu telah menginfeksi sejumlah besar penumpang kereta.
Masinis kereta mengumumkan bahwa kereta akan berhenti di Daejeon, tempat para tentara telah siaga untuk menolong mereka. Namun, ketika sampai di sana, keadaan stasiun sepi dan tidak ada orang sama sekali. Ketika menyadari bahwa seluruh tentara telah menjadi zombie, mereka masuk kembali ke kereta api tersebut dan menuju Busan, tempat yang kebocoran virus itu dibersihkan.
Baca juga: Liam Neeson Suguhkan Aksi Thriller Terbarunya di Kereta Amtrak
Dalam perjalanan tersebut, mereka diserang oleh sejumlah mayat hidup dan Seok-woo sempat digigit oleh Yong-suk, yang akhirnya berubah menjadi zombie. Seok-woo mengajari Sung Kyung dan Su-an bagaimana menghentikan kereta api sebelum ia meninggalkan mereka dan terjun dari atas kereta api yang berjalan.
Menjadi negara tuan rumah perhelatan Sea Games 2019, Filipina ternyata tak luput dari kabar duka. Kabar ini datang dari Bandara Internasional Ninoy Aquino Manila dimana ditemukan seorang bayi yang tak lagi bernyawa di salah satu bilik toiletnya.
Baca juga: Bayi Ditemukan Tewas dalam Toilet Pesawat AirAsia, Perempuan 19 Tahun Jadi Tersangka
Bayi yang dilaporkan dengan jenis kelamin perempuan tersebut, menurut Otoritas Bandara Internasional Manila atau Manila International Airport Authority (MIAA) ditemukan sekitar pukul 19.00 waktu setempat. KabarPenumpang.com melansir laman cnn.com (8/12/2019), bayi perempuan tersebut ditemukan dengan pakaian dalam melingkar di bagian lehernya.
MIAA mengatakan pakaian dalam yang melingkar di leher sang bayi diyakini milik sang ibu. Sayangnya bayi itu tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan ketika tim medis MIAA tiba di tempat kejadian.
Namun, mereka tetap mencoba menghidupkan kembali bayi tersebut melalui prosedur pendukung kehidupan dasar tetapi tidak berhasil. Bahkan keberadaan ibu dari bayi malang yang meninggal tersebut tidak diketahui secara pasti.
Karena hal ini, pihak otoritas bandara berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Selain itu General Manager (GM) dari MIAA, Ed Monreal, telah memerintahkan seluruh rekaman CCTV di Terminal 3 untuk diperiksa secara menyeluruh di mana bayi yang meninggal itu ditemukan.
Insiden ini mengingatkan pada 2018 lalu, dimana seorang bayi yang baru dilahirkan ditemukan tewas dalam toilet pesawat AirAsia India. Bayi tersebut ditemukan tidak bernyawa dengan kertas toilet yang membungkus tubuh dan menyumbat mulutnya serta diduga lahir sebelum waktunya.
Jasad bayi tersebut ditemukan awak kabin penerbangan domestik AirAsia India sesaat akan mendarat di New Delhi, India pada Rabu kemarin waktu setempat. Pesawat tersebut diketahui berangkat dari Guwahati dalam penerbangan dari Imphal-Guwahati-New Delhi.
“Seorang dokter dari tim medis di Bandara Internasional New Delhi mengkonfirmasi bahwa bayi tersebut telah lahir di dalam pesawat,” ujar manajemen AirAsia India.
Dengan ditemukannya jasad bayi tersebut, pihak maskapai yang dibantu kepolisian Bandara New Delhi kemudian melakukan interogasi kepada semua penumpang perempuan dalam penerbangan itu. Hal ini dilakukan guna memastikan pelaku dan sebelum akhirnya ditahan serta diperiksa lebih lanjut.
Baca juga: Bayi Tertinggal di Ruang Boarding, Ibu Panik dan Pesawat Terpaksa “Return to Base”
Dari hasil identifikasi pihak kepolisian India, AirAsia India mengatakan seorang perempuan muda berusia 19 tahun akhirnya mengakui telah melahirkan bayi tersebut. Atas insiden tersebut, pihak kepolisian India melakukan upaya untuk menghubungi keluarga perempuan yang tak disebutkan namanya itu. Perempuan muda itu terancam hukuman penjara dua tahun dan denda atas masalah ini.
Maskapai plat merah Rusia, Aeroflot hanya mengizinkan kucing seberat delapan kilogram untuk dibawa ke dalam kabin dan jika berlebih maka harus masuk dalam kandang dan diletakkan pada ruang kargo pesawat. Namun belum lama ini seorang pria asal Rusia membawa masuk kucingnya yang memiliki berat badan sepuluh kilogram dalam kabin.
Baca juga: Dianggap Lumrah, Burung Elang Masuk di Kabin Pesawat Maskapai Timur Tengah
Karena hal tersebut, Mikhail Galin dan kucingnya yang bernama Viktor menjadi viral di media sosial Rusia. Dilansir KabarPenumpang.com dari breakingnews.ie (13/11/2019), atas kesalahannya Galin pun mengaku bahwa dirinya melanggar aturan dan operator memiliki hak untuk mengambil tindakan.
Diketahui, saat itu Galin berangkat dari Riga ibukota Latvia dan menolak menyimpan Viktor di kargo pesawat dalam penerbangan delapan jam ke Vladivostok dengan transit di Moskow. Dia sempat hampir kehilangan tiketnya karena berat badan Viktor yang berlebih, namun saat itu dia bertemu dengan seorang Samaria di Moskow yang juga membawa kucing menyerupai Viktor yang beratnya kurang dari delapan kilogram.
Phobe kucing yang ditemukannya itu dibawa untuk ditimbang menggantikan Viktor. Ketika penanganan hewan Aeroflot terlihat puas karena kucing berukuran seusai, Galin kemudian kembali ke terminal dan menukar kembali Phobe dengan Viktor.
Kemudian dengan miles yang dimiliki, Galin memesan kursi kelas bisnis ke Vladivostok. Sayangnya tindakan Galin diketahui oleh pihak Aeroflot setelah dia membagikan foto-foto dirinya dengan Viktor di Facebook dalam penerbangannya tersebut.
Karena hal ini, Aeroflot memutuskan untuk mengecualikan Galin dari program loyalitas Bonus Aeroflot. Perusahaan tersebut mengatakan, semua miles yang telah terakumulasi selama program akan dibatalkan.
Padahal saat itu ternyata miles yang dimiliki Galin mencapai 370 ribu sebelum keputusan tersebut. Selain melanggar batas carry-on untuk hewan, Aeroflot mengutip penghapusan Viktor dari pembawa kucingnya sebagai salah satu alasan Galin dikeluarkan dari program loyalitas.
“Hukumannya keras tapi ini hukumannya. Saya melanggar peraturan dan operator memiliki hak untuk mengambil tindakan itu,” kata Galin.
Baca juga: Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat
Adanya hal ini bahkan menarik perhatian parlemen negara itu dimana kepala komite ekologi Duma Negara, Vladimir Burmatov, melakukan permintaan kepada Vitaly Savelyov, CEO Aeroflot, untuk mengembalikan miles yang dibatalkan kepada pemilik kucing gemuk dan merevisi aturan untuk mengangkut hewan fleksibilitas yang lebih besar. Burmatov juga mengatakan bahwa mungkin bagi mereka untuk membayar lebih untuk barang bawaan mereka.
Membawa barang elektronik saat bepergian ke luar negeri seperti laptop adalah hal yang lumrah, apalagi Anda yang bepergian untuk keperluan bisnis. Laptop bisa diibaratkan istri kedua yang tak bisa ditinggalkan sama sekali, terlebih bila di dalam laptop/notebook terdiri dari beragam informasi penting yang vital untuk mendukung aktifitas kerja di dearah tujuan.
Namun, untuk Anda yang bepergian menggunakan pesawat saat membawa laptop banyak hal yang harus diperhatikan saat di bandara. Pasalnya di beberapa negara mewajibkan pemeriksaan pada laptop. Biasanya pemeriksaan hanya untuk pengamanan tak lebih dari itu, untuk Anda yang membawa laptop dalam perjalanan lebih baik untuk mengetahui kenapa laptop yang Anda bawa harus diperiksa.
Dilansir dari beberapa media, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerapkan aturan baru terhadap pemeriksaan barang-barang penumpang pesawat terkhusus barang elektronik yang dibawa akan melalui pemeriksaan yang ketat. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kalimarau, Bambang Hartanto mengatakan, barang elektronik yang dibawa penumpang dari dalam tas atau bagasi akan diperiksa, salah satunya laptop.
“Hal ini, dilakukan tujuannya demi keamanan dan keselamatan penumpang dan untuk barang elektronik lebih ke antisipasi teroris,” ujarnya.
Adakalanya pemeriksaan di bandara Indonesia berbeda dengan negara lain seperti, Singapura, Jepang, Amerika Serikat atau negara lainnya. Namun, hampir keseluruhannya sama untuk keamanan dan antisipasi teroris. Beberapa negara ada yang akan menyuruh Anda hanya mengeluarkan laptop dari tasnya untuk masuk ke X-ray, tetapi ada beberapa negara juga yang mewajibkan Anda untuk menyalakan laptop.
Seperti di Amerika Serikat, ada hal dan pengalaman yang dilansir dari beberapa website, sejak tragedi Gedung WTC pada 11 September 2001, wisatawan yang masuk atau keluar Amerika harus mengeluarkan laptop yang dibawa dan dinyalakan sebelum melalui X-ray. Hal ini untuk mencegah adanya bom di laptop tersebut, karena laptop bisa dirakit untuk menjadi bahan atau pun pemicu peledak.
Di beberapa negara lain, laptop dikeluarkan dari tas sebelum masuk ke X-ray, harus dinyalakan. Hal ini untuk mengecek keaslian OS atau Windows yang digunakan. Nantinya bila ditemukan adanya OS atau Windows palsu, ada kemungkinan laptop akan di tahan dan si pemilik akan diperiksa lebih lanjut untuk sanksi yang akan diberikan.
Untuk Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sejak 2008 sudah memberlakukan pemeriksaan laptop penumpang bagi yang tidak menggunakan OS atau Windows yang asli. Kepala Divisi Sistem Informasi Bandara Soetta, Bambang Ciptahadi mengatakan, pemeriksaan software tersebut sebenrnya diberlakukan di semua instansi dan salah satunya bandara internasional. “Kami memang memberlakukan ini mengingat banyak software tak berlisensi yang diduplikasi di Indonesia. Seperti kita tahu, penduplikasian seperti itu menjadi lazim di negara ini,” ujar Bambang.
Sempat berhembus kabar, bila ditemukan adanya software palsu, penumpang akan dikenakan sidang ditempat dan wajib membayar denda Rp9,5 juta. Namun, kabar ini belum jelas adanya hingga saat ini. Yang jelas saat ini tak pernah terlihat lagi pemeriksaan laptop di Bandara Soetta.
Ada benarnya untuk pemeriksaan terhadap laptop yang dibawa para penumpang yang memasuki bandara untuk keamanan dan keselamat. Tetapi, bila harus dinyaalakan terlebih dahulu justru akan membuat antrean yang ada akan semakin panjang dan menambah lama penumpang lainnya.
Emirates baru saja membuka konter check in jarak jauh pertamanya di Port Rashid. Kehadiran konter ini untuk memudahkan penumpang kapal pesiar yang juga penumpang pesawat Emirates untuk check in bagasi mereka empat jam sebelum keberangkatan.
Baca juga: 65 Persen Makanan untuk Emirates Dibuat di Dubai
Nantinya barang-barang penumpang kapal pesiar akan diangkut dari kapal pesiar menuju bandara dan menjadi prospek yang menarik bagi penumpang. Selain memudahkan penumpang, konter check in di Port Rashid juga membuat penumpang tak perlu membawa-bawa bagasi mereka ketika berkeliling menikmati kota Dubai sembari menunggu penerbangan lanjutan.
“Kami berkomitmen untuk menyediakan perjalanan yang mulus dan bebas gangguan bagi pelanggan kami. Dengan semakin populernya Dubai, kami telah keluar dari dunia perjalanan ini,” kata wakil presiden senior divisi Emirates Airport Services, Mohammed Mattar yang dikutip KabarPenumpang.com dari emirates.com (11/12/2019).
Nah, bagaimana cara kerja check ini konter ini? Penumpang yang tiba di terminal Port Rashid bisa menurunkan bagasi mereka di delapan konter yang terdapat di dalam pelabuhan. Konter ini akan dijaga oleh para staf Emirates yang akan memproses boarding pass para penumpang empat jam sebelum penerbangan sama dengan yang dilakukan di bandara.
Prosesnya mudah dan gratis untuk penumpang Emirates yang akan melakukan perjalanan transit dari kapal pesiar ke pesawat. Layanan ini pun hanya tersedia selama musim berlayar lokal yang berlangsung dari Oktober hingga April.
Sehingga, selama musim berlayar, Port Rashid akan menyambut 198 kapal pesiar dengan sekitar 280 ribu penumpang. Dengan demikian, layanan check in jarak jauh baru akan membuat perjalanan ribuan penumpang Emirates jauh lebih mudah musim ini. Selain menawarkan layanan yang lebih baik kepada penumpang Emirates, terminal check in jarak jauh yang baru harus memainkan peran penting dalam pengembangan UEA yang lebih luas.
“Dengan semakin populernya Dubai sebagai tujuan wisata pelayaran, kami telah memastikan bahwa setiap titik sentuhan dalam perjalanan pelanggan kami untuk segmen wisatawan penting ini dilayani dengan sungguh-sungguh,” kata Mohammed Mattar.
Industri penerbangan penumpang di Timur Tengah menjadi semakin kompetitif, yang berarti bahwa sentuhan kecil pun dapat membantu membedakan maskapai dari saingan mereka. Apa pun yang membuat pengalaman penumpang kapal pesiar lebih mudah cenderung menjadi kemenangan bagi perekonomian lokal, perusahaan pelayaran, dan maskapai penerbangan.
Baca juga: Polemik Status “Shower Suite Attendant,” Inggris Larang Emirates Operasikan Shower Suite di A380
Dalam hal ini, membantu membuat Emirates menjadi prospek yang jauh lebih menarik bagi penumpang kapal pesiar yang turun di Port Rashid. Emirates juga menawarkan layanan check in rumah, yang berarti bahwa, dengan biaya penumpang dapat check in bagasi mereka dari mana saja di UEA. Di sisi lain, maskapai ini juga menawarkan layanan pengiriman ke rumah yang memeriksa bagasi melalui bea cukai dan mengirimkannya kepada penumpang di akomodasi mereka.
Pada 25 November 2019, pesawat milik maskapai Singapore Airlines mengalami tail strike ketika melakukan pendaratan di Yangon, Myanmar. Karena insiden ini, pesawat Airbus A330-300 tersebut mengalami kerusakan dan harus menjalani perbaikan sebelum kembali lepas landas.
Baca juga: Mesin Keluarkan Lidah Api Karena Bird Strike, Penumpang Swoop Sampai Tulis ‘Pesan Terakhir’KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, insiden itu menimpa pesawat milik Negeri Singa dengan nomor penerbangan SQ998 yang terbang dari Singapura menuju ke Myanmar. Juru bicara Singapore Airlines yang tak disebutkan namanya mengatakan, pesawat meluncur dan tiba di terminal tanpa gangguan dan seluruh penumpang diturunkan secara normal.
“Karena insiden ini, para teknisi sudah menaksir kerusakan pada pesawat itu dan membuat Singapore Airlines mengirim pesawat pengganti ke Yangon dengan nomor SQ997 untuk penerbangan lanjutan,” kata juru bicara itu.
Dia menambahkan, insiden ini tidak menghambat penerbangan Singapore Airlines dan tetap ada penerbangan rute Singapore menuju ke Yangon sesuai dengan jadwal. Pihak maskapai SIA menambahkan bahwa insiden ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Myanmar (AAIB).
“Singapore Airlines akan bekerja sama secara erat dengan AAIB dan juga melakukan penyelidikan internal sendiri,” kata juru bicara itu.
Nah, biasanya kita lebih sering mendengar pesawat terkena bird strike, namun kali ini tail strike. Apa sih sebenarnya tail strike? Tail strike merupakan kondisi saat bagian ekor pesawat menyentuh landasan baik ketika lepas landas atau mendarat.
Tail strike ini bahkan lebih banyak terjadi ketika dalam proses pendaratan, meski juga sering terjadi ketika lepas landas. Biasanya tail strike terjadi karena kesalahan manusia. Di mana ketika mendarat pilot mengangkat hidung pesawat terlalu tajam.
Bahkan ini juga terjadi ketika mencoba mendarat terlalu dekat dengan landasan pacu di ambang batasnya. Meski insiden tail strike tidak terlalu berbahaya dalam penerbangan, tetapi pesawat akan bermasalah dan harus diperiksa untuk diperbaiki secara menyeluruh. Dalam skenario paling ekstrim, tail strike dapat menyebabkan kegagalan sekat tekanan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan struktural.
Baca juga: Mesin Dihantam Bird Strike, Airbus A321 Ural Airlines Hard Landing di Ladang Jagung
Sebenarnya insiden tail strike bisa dihindari jika awak pesawat memahami sebelum ekor terkena landasan dan mengikuti prosedur standar tertentu. Dua kunci penting untuk pencegahan adalah meningkatkan kesadaran tentang tail strike diantara penerbang.
Seorang pria tua asal Jepang diamankan setelah selama delapan hari mengajukan keluhan tentang KDDI Corporation dengan panggilan sebanyak 24 ribu kali. Pria bernama Akitoshi Okamoto dituduh telah membuat panggilan bebas pulsa untuk mengeluh bahwa perusahaan telah melanggar kontraknya.
Baca juga: Promosi Layanan di Kabin, LCC Asal Perancis Sajikan Pengalaman Virtual Tour 3D di A350
Selain itu, pria 71 tahun tersebut bahkan menelpon dengan telepon biasa ribuan kali. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (3/12/2019), polisi metropolitan Tokyo mengatakan, dia menelpon KDDI untuk menyuarakan keprihatinannya.
Namun ternyata Okamoto juga menghina staf layanan pelanggan di perusahaan tersebut melalui telepon. Terkadang bahkan dirinya menelpon saluran layanan pelanggan dan segera menutup telepon.
“Dia meminta staf KDDI datang kepadanya untuk meminta maaf karena melanggar kontraknya. Dia juga mengulangi panggilannya segera setelah menempatkannya,” kata seorang wakil polisi.
Juru bicara KDDI Corporation mengatakan, Okamoto yang kini diamankan polisi tersebut ditangkap atas dugaan penyumbatan bisnis yang curang.Tak hanya itu, tuduhan yang dapat diajukan terhadap orang-orang di Jepang yang membuat bisnis tidak mungkin berjalan normal. KDDI sendiri sebenarnya pada awal ulah Okamoto ini, tidak ingin mengajukan tuntutan.
Namun karena panggilan terjadi sangat sering, ini mengakibatkan adanya pengaruh pada kemampuan untuk membantu masalah pelanggan lainnya. Orang-Orang Jepang di tengah memiliki julukan untuk orang seperti ini sebagai epidemi kesepian.
Padahal sejumlah teknologi telah muncul di negara ini untuk melawan rasa kesepian yang meningkat. Mereka dirancang untuk memberikan penemanan.
Diketahui, pensiunan Jepang tersebut dilaporkan melakukan panggilan telepon ke perusahaan telekomunikasi itu rata-rata 33 kali sehari. Dia menggunakan panggilan ke nomor 411 ke layanan pelanggan KDDI untuk memprotes pelanggaran kontrak kerjanya.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, Maskapai Indonesia Beri Diskon, Sapa Penumpang Hingga Ganti Logo Boarding Pass
Jepang memiliki populasi terbesar di dunia, dan diperkirakan memiliki 6,24 juta orang di atas usia 65, dan total 18,4 juta orang dewasa, hidup sendiri. Diyakini bahwa pada tahun 2040, 40 persen dari negara ini akan hidup sendiri.
Setelah Menteri BUMN Erick Thohir membebastugaskan Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia, maka per 5 Desember 2019, Dewan Komirasi maskapai plat merah ini telah menunjuk Fuad Rizal sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia disamping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia.
Baca juga: Garuda Indonesia Berencana Jual CRJ1000, Ternyata Ini Alasannya
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan dalam pesan tertulis menyebutkan, bahwa penetapan Fuad Rizal Sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia akan berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat. Plt Direktur Utama memastikan bahwa kegiatan bisnis dan operasional akan tetap berjalan sesuai dengan rencana kerja Perseroan.
Selanjutnya Garuda Indonesia akan melaksanakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan RUPSLB sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan terkait lainnya.
Pada kesempatan ini, Garuda Indonesia turut menegaskan bahwa Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dalam proses bisnis yang berjalan serta berkomitmen untuk terus mengedepankan dan melaksanakan prinsip tata kelola Perusahaan yang baik dengan mematuhi aturan yang berlaku.