Waspadai Perubahan Jadwal Kereta! Mulai 1 Desember PT KAI Gunakan Gapeka 2019

Pada 1 Desember 2019 mendatang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan melakukan perubahan jadwal keberangkatan kereta api. Ini karena KAI sudah menggunakan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2019. Gapeka ini merupakan pedoman pengaturan pelaksanaan perjalan kereta api yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan dan posisi perjalanan kereta api. Baca juga: Hadirkan Empat Kereta Baru, KAI Berlakukan Gapeka 2019 Gapeka 2019 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 1781/2019 tentang Penetapan Grafik Perjalanan KA Tahun 2019 PT KAI. Penggantian Gapeka ini dilakukan karena sejak tahun 2017, banyak perkembangan perkeretaapian seperti pengoperasian jalur ganda lintas selatan Jawa dan Sumatera, penambahan lintasan baru, penambahan stasiun, kecepatan prasarana dan penetapan perjalanan KA baru. Sehingga dengan adanya Gapeka baru 2019 akan memengaruhi jawdal perjalanan, waktu tempuh, perpanjangan relasi dan hadirnya kereta baru. Adapun rinciannya dari perubahan jadwal kereta api per 1 Desember 2019 yakni KA Senja Utama Solo yang berangkat dari Pasar Senen ke Solo Balapan awalnya berangkat pukul 22.00, akan menjadi KA Fajar Utama Solo yang berangkat pukul 05.50 pagi. KA Bromo Anggrek yang berangkat dari Gambir ke Surabaya Pasarturi awalnya berangkat pukul 09.30 menjadi 08.15 atau lebih cepat 75 menit dari sebelumnya. KA Matarmaja yang berangkat dari Malang ke Pasar Senen awalnya berangkat pukul 17.30 menjadi 09.00. KA Kahuripan dari Kiaracondong ke Blitar yang berangkat pukul 18.10 menjadi 23.15. Untuk perubahan waktu tempuh kereta api yakni, KA Brantar (Blitar-Pasar Senen) mengalami pengurangan waktu tempuh selama 45 menit dari 15 jam empat menit menjadi 14 jam sepuluh menit. KA Pasundan (Kiaracondong-Surabaya Gubeng) juga mengalami pengurangan jarak tempuh hingga 82 menit dari yang sebelumnya 16 jam tujuh menit menjadi 14 jam 45 menit. KA Singasari (Blitar-Pasar Senen) yang sebelumnya 15 jam 55 menit menjadi hanya 15 jam sepuluh menit atau berkurang selama 45 menit. Tak hanya itu ada pula beberapa kereta yang mendapatkan perpanjangan relasi yakni KA Argo Wilis dan Turangga sebelumnya Surabaya Gubeng – Bandung pp kini menjadi Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir pp. KA Mutiara Selatan sebelumnya Malang – Surabaya Gubeng – Bandung pp kini menjadi Malang – Surabaya Gubeng – Bandung – Gambir pp. KA Malabar sebelumnya Malang – Bandung pp kini menjadi Malang – Bandung – Pasar Senen pp. Hadirnya KA Baru yakni Anjasmoro Ekspres relasi Jombang – Yogyakarta – Pasar Senen pp. Dharmawangsa Ekspres relasi Surabaya Pasar Turi – Pasar Senen pp. Baca juga: Berhenti di Bojonegoro, KA Sancaka Utara Punya Relasi Baru dari Surabaya Pasar Turi ke Yogyakarta Sancaka Utara relasi relasi Surabaya Pasar Turi – Gambringan – Solo Balapan – Kutoarjo pp. Argo Cheribon relasi Pemalang – Gambir dan Tegal – Pemalang. Nah, karena banyaknya perubahan, maka PT KAI menghimbau bagi penumpang yang berangkat pada 1 Desember 2019 dan seterusnya agar memerhatikan jadwal yang tertera pada tiket agar tidak tertinggal kereta.

Meski Sempat Tertunda, Garuda Indonesia Akhirnya Terima Airbus A330-900NEO Perdana

Setelah Lion Air Group yang lebih dulu menerima gelombang pesawat wide body A330-900NEO, kini giliran flag carrier Garuda Indonesia yang menerima pesawat twin engine ini.  Ya, ini merupakan salah satu dari 14 pesawat A330-900NEO yang dipesan Garuda Indonesia pada tahun 2016 silam, guna memperkuat relasi internasional yang dioperasikan oleh pihak maskapai. Baca Juga: Untuk Direct Flight Umrah, Mei 2019 Airbus A330-900NEO Lion Air Tiba di Indonesia Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, saat ini Garuda Indonesia tercatat mengoperasikan 24 pesawat keluarga A330-900NEO untuk rute penerbangan domestik dan internasionalnya. Peningkatan rentang jarak dan efisiensi yang ditawarkan Airbus A330-900NEO akan berkontribusi terhadap peremajaan armada dan rencana pengembangan bisnis Garuda Indonesia ke depannya. Sempat tersiar kabar bahwa pihak maskapai akan mengoperasikan pesawat anyar ini di rute penerbangan Denpasar – London Heathrow via Medan Kualanamu. Menurut laman sumber ifn.news (17/11), pesawat dengan nomor registrasi PK-GHE ini dikirim dari Toulouse, Perancis, menuju Jakarta pada Sabtu (16/11) kemarin dengan nomor penerbangan GA9721. Mungkin beberapa dari Anda penasaran dengan harga satuan dari unit teranyar Garuda Indonesia ini, bukan? Mengutip dari laman sumber lain, dalam daftar rincian harga yang dirilis pihak Airbus pada tahun 2018 silam, harga untuk satu unit varian A330-900neo ini berada di angka US$259,9 juta atau yang berkisar Rp3,7 triliun kurs sekarang. Bahkan, harga tersebut sempat naik ke angka US$296,4 juta (Rp4,15 triliun) di akhir tahun 2018 – menurut laman cnbcindonesia.com. Sejatinya, pengiriman pesawat A330-900NEO ini sempat mengalami keterlambatan sekitar dua bulan – mengingat pada Maret 2019 lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, “Airbus NEO untuk tahun ini ada satu akan tiba September 2019, sampai 2030 itu ada 9 unit (order) yang masih dinegosiasikan harganya. Kami sudah minta minta penurunan harga, karena pada waktu pemesanan high price,” Baca Juga: Airbus A330-900NEO Pesanan Perdana Lion Air Tuntaskan Test Flight Adapun konfigurasi bangku dari Airbus A330-900NEO yang dipesan oleh Garuda Indonesia ini akan menyajikan 301 kursi terbagi ke dalam dua kelas – 24 kursi di business class dan 277 kursi di economy class. Namun sayang, hingga berita ini diturunkan, pihak Garuda Indonesia masih belum bisa dihubungi guna menyampaikan informasi lebih lanjut. Sebagai informasi tambahan, Garuda Indonesia menyusul langkah Lion Air yang telah terlebih dahulu mendatangkan pesawat dengan okupansi maksimal 440 penumpang ini pada pertengahan Juli kemarin.

Peluas Pasar, AirAsia.com Resmi Tawarkan Tiket Penerbangan dari Maskapai Lain

Setelah tak lagi bermitra dengan Traveloka.com, AirAsia kini memperluas jangkauannya dengan menyediakan penerbangan dari maskapai lainnya. Perluasan ini dilakukan AirAsia yang bermitra dengan perusahaan teknologi perjalanan Kiwi.com. Baca juga: Ekspansi Bisnis Besar-Besaran, AirAsia Berencana untuk Ganti Slogan! Sehingga kini di airasia.com telah tersedia pula tiket perjalananan dengan pilihan destinasi penerbangan yang beragam baik Eropa, Amerika, Australia maupun Timur Tengah. CEO AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, saat mereka mengawali AirAsia sebagai maskapai berbiaya hemat di tahun 2001 silam, pihaknya tidak pernah membayangkan sama sekali akan menjual tiket maskapai pesaing. “Tidak ada yang tidak mungkin. Tetapi percaya, sekalipun sulit. Hari ini, dengan dukungan Kiwi.com, kami meregenerasi diri menjadi lebih dari sekedar maskapai penerbangan, mewujudkan visi airasia.com sebagai platform perjalanan terintegrasi di kawasan Asia Pasifik,” kata Tony yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com (18/11/2019). Kiwi.com sendiri sebenarnya berfokus pada berbagi konten dan teknologi,  AirAsia juga menjajaki peluang untuk bermitra secara langsung dengan maskapai perusahaan lain. Rajiv Kumar, Head of Airline Partenships airasia.com mengatakan, kemitraan tersebut berguna melengkapi jaringan dan layanan perjalanan AirAsia yang ada di luar Asia Pasifik. Dengan kerja sama ini, pengguna situs AirAsia akan dapat memesan penerbangan lebih dari seratus maskapai ke tujuan lain yang tidak dilayani AirAsia seperti negara di Eropa, Australia, Selandia Baru, Timur Tengah dan Amerika. CEO Kiwi.com Oliver Dlouhý mengungkapkan turut bangga dapat berperan serta dalam memperkuat transformasi AirAsia dan ambisinya untuk menjadikan airasia.com sebagai platform perjalanan dan gaya hidup terkemuka. “Dengan berbagai pilihan maskapai dan operator darat yang kami miliki, kami bangga dapat memperluas jangkauan basis pelanggan AirAsia yang sangat besar hingga ke seluruh dunia,” kata Dloughy. Diketahui, beberapa bulan sebelum kerja sama tersebut terjadi, AirAsia telah didekati oleh beberapa perusahaan asing yang tertarik untuk bermitra karena database besar milik perusahaan yang mencapai 100 juta penumpang per tahun. Tony juga mengaku saat itu bisa bersaing dengan Expedia dan Agoda dengan membuat perjalanan menjadi lebih terjangkau. Baca juga: Berlaku Kasar ke Awak Kabin AirAsia, Model ini Bikin Malu Dirinya Sendiri Kampanye ini dilatari oleh pengembangan organisasi AirAsia, yang memisahkan divisi perjalanan dan gaya hidupnya, airasia.com, dari operasional maskapainya. Sejak awal diumumkan pada Agustus tahun ini, lebih dari 700 Allstar telah direkrut.

Mulai 20 November, Batik Air Buka Rute Jakarta–Don Mueang Bangkok

Salah satu maskapai full service di Indonesia, Batik Air dikabarkan akan membuka rute penerbangan non-stop dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Don Mueang International Airport, Bangkok yang mulai efektif tertanggal 20 November mendatang. Rencananya, maskapai yang merupakan bagian dari Lion Air Group ini akan mengoperasikan rute penerbangan Jakarta – Bangkok satu kali penerbangan dalam sehari. Wah, itu berarti Anda memiliki opsi tambahan untuk terbang ke Negeri Gajah Putih, ya! Baca Juga: Thai Lion Tambah Frekuensi dari Don Mueang ke Soekarno-Hatta Sebagaimana infromasi yang didapatkan KabarPenumpang.com melalui siaran pers, rute perdana mendatang, Batik Air memulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, bernomor ID-7631. Pesawat lepas landas pukul 17.40 WIB (GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba pada 21.00 waktu setempat (GMT+ 07) di Don Mueang International Airport, Bangkok, Thailand. Untuk penerbangan kembali ke Tanah Air, Batik Air memiliki waktu keberangkatan dari Bangkok pada 22.00 waktu setempat nomor ID-7630 dan diperkirakan tiba pukul 01.25 WIB di Soekarno-Hatta pada hari berikutnya. Menurut pihak perusahaan, rute penerbangan internasional ini akan dioperasikan Batik Air dengan menggunakan armada Boeing 737-800NG, yang mampu menampung 12 kursi business class dan 150 kursi economy class – atau Boeing 737-900ER yang berkapasitas 12 bangku business class dan 168 kursi economy class.  Baik kedua jenis pesawat di atas, sama-sama memiliki In-Flight Entertainment kelas wahid yang siap memanjakan perjalanan setiap penumpangnya. “Pembukaan jaringan internasional menuju kota ternama di Thailand sebagai wujud ekspansi bisnis dan komitmen Batik Air guna memberikan layanan terbaik kepada para tamu. Selain itu, diproyeksikan bisa mendukung peningkatan lalu lintas bisnis dan pariwisata antarnegara melalui kemudahan akses moda transportasi udara,” ujar pihak Batik Air dalam siaran pers. Baca Juga: Liburan di Bangkok? Ini Tips dari Tourism Authority of Thailand Biar Tak Salah Arah! “Batik Air optimis bahwa penerbangan bisa membantu menggeliatkan program perekonomian dan tingkat kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Batik Air menilai, kehadiran rute baru dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang tepat, akan semakin melengkapi mobilitas dalam bepergian,” sambungnya. Sebagaimana yang sudah diketahui bersama, Batik Air merupakan maskapai ketiga dari Lion Air Group yang menawarkan rute penerbangan menuju Don Mueang International Airport setelah Thai Lion Air dan Malindo Air.

Inilah Tiga Alasan Mengapa Singapura Layak Disebut Kota ‘Tercerdas’ di Dunia

Menurut survei yang diterbitkan oleh sekolah bisnis Swiss IMD dan Singapore University of Technology and Design, Singapura adalah negara sekaligus kota paling cerdas di dunia. Hal ini dilihat dari seberapa baik kota tersebut mengadopsi teknologi digital dan meningkatkan kehidupan masyarakat yang tinggal di negara itu. Baca juga: Ekspansi Bisnis, Japan Railway East Buka Area Belanja di Stasiun Singapura Akhir 2019 Dilansir KabarPenumpang.com dari weforum.org (14/11/2019), aspek keselamatan publik, mobilitas, tata kelola dan kesehatan menjadi tolak ukur kinerja kota-kota dalam mempertahankan ruang hijau, meningkatkan institusi lokal yang ada dan digitalisasi akses ke lapangan kerja. Meski tak ada definisi universal untuk kota pintar, ini adalah konsep yang dirancang pada saat munculnya internet of things (IoT). Ini ada tiga alasan mengapa Singapura lebih pintar dibanding kota di negara lainnya. 1. Warga yang lebih sehat berarti berada di kota yang juga sehat Pemimpin kota menentukan dan membentuk masa depan layanan kesehatan yang pada akhirnya akan menentukan bagaimana kemakmuran kota itu sendiri dan warga yang tinggal di dalamnya. Di Singapura, pengembangan Healthcity Novena dengan rencana induk untuk kesehatan yang berfokus pada masyarakat di mana infrastruktur seperti trotoar pejalan kaki, tempat parkir bawah tanah dan ruang hijau terbuka ada untuk melengkapi dan memperbaiki pengalaman warga. 2. Daerah yang nyaman adalah rumah Dewan Pengembangan Perumahan atau Housing Development Board (HDB) Singapura menawarkan semua warga negara akses ke perumahan umum gratis. Selain itu, para pemimpin negara telah menciptakan perumahan publik yang lebih dari sekadar ruang apartemen dan itu juga membentang ke wilayah komunitas yang lebih besar dan mengintegrasikan tingkat kehidupan, keberlanjutan dan pertumbuhan. Lebih dari 80 persen populasi negara ini tinggal di perumahan umum, yang berarti penyediaan dan administrasi perumahan sangat penting bagi identitas dan karakter kota yang beragam seperti Singapura. Kepemimpinan negara tidak hanya mengintegrasikan prinsip-prinsip penting dari kemurahan hati masyarakat, membangun ikatan keluarga dan kerukunan ras, itu juga harus mempertimbangkan faktor pragmatis yang diperlukan untuk perumahan inklusif seperti perencanaan keuangan, alokasi dan asuransi. 3. Mobilitas adalah pengalaman komunitas bersama Transportasi sangat menentukan kualitas hidup penduduk di kota yang cerdas. Pada akhir Oktober, Land Transit Authority ( (LTA) kota memperluas area percontohan untuk kendaraan otonom (AV) yang mencakup seluruh Singapura barat. Para pemimpin kota telah menyadari bahwa untuk membangun tenaga kerja dan warga yang tangguh, mobilitas harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak hanya mencakup jarak perjalanan terakhir, tetapi juga yang memungkinkan setiap orang untuk berpartisipasi dalam apa yang ditawarkan kota. Di Singapura, LTA sedang membangun sistem infrastruktur transportasi di mana perjalanan sehari-hari dapat mengintegrasikan mode mobilitas aktif seperti berjalan dan bersepeda dengan layanan transportasi umum seperti angkutan cepat massal (MRT) dan bus. Inisiatif ‘Walk Cycle Ride’ menawarkan manfaat nasional yang mendorong ruang rekreasi yang lebih nyaman, mempromosikan penggunaan energi berkelanjutan dan mengurangi polusi. Dengan menerapkan teknologi canggih untuk mobilitas, kota ini memungkinkan warga untuk menjalani gaya hidup yang lebih aktif melalui transportasi yang nyaman dan hemat biaya. Baca juga: Pindai Kartu EZ-Link, Anda Bisa Dapatkan Peta Virtual MRT Singapura Praktik-praktik ini menunjukkan seberapa banyak yang dapat dilakukan ketika para pemimpin kota fokus pada tata kelola yang kuat dan integrasi interaksi, kenyamanan, dan preferensi warga negara. Jika prinsip-prinsip ini diadaptasi dalam konteks geografis lain dan dipasangkan dengan jumlah investasi yang tepat, mungkin akan segera melihat daftar kota pintar yang berkembang di seluruh dunia. Mengubah cara di mana warga menghuni kota-kota mereka dengan memprioritaskan kesehatan dan mobilitas, pada gilirannya, akan meningkatkan potensi pertumbuhan kota-kota di dunia.

Wing-Ship, Pilihan Moda Transportasi Baru Untuk Indonesia

Setahun sudah berlalu kecelakaan Lion Air JT 610 dan banyak penemuan yang menjadi faktor kecelakaan pesawat Boeing 737 Max tersebut. Memang bila dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, pesawat memiliki jarak tempuh yang lebih cepat. Namun beberapa penumpang masih bisa memilih antara pesawat atau ferry untuk melakukan perjalanan menyeberang pulau. Suatu waktu pemerintah Indonesia menganggap ide membangun jembatan atau terowongan antara Sumatera dan Jawa akan ditinggalkan karena teknologi hidrofoil tidak cocok. Baca juga: OSG ScreeneX Hadirkan ‘Informasi’ pada Kaca Moda Transportasi Umum Kapal hidrofoil dan hovercraft paling cocok untuk layanan jarak pendek, bukan jarak yang jauh antara pulau-pulau Indonesia. Wilayah Laut Jawa bahkan bisa menjadi tempat ideal untuk menguji efek wing-ship dalam layanan transportasi penumpang antar kota termasuk antar kota-kota pesisir di pantai utara Jawa. Sebuah kendaraan seperti Wing-Ship buatan Korea Selatan yang dapat menampung 50 kursi dapat menempuh perjalanan 300 mil antara Jakarta dan Semarang dalam waktu kurang dari tiga jam, dibandingkan dengan enam jam dengan kereta penumpang dan satu jam dan 10 menit dengan pesawat terbang. Kombinasi dari konsumsi bahan bakar yang jauh lebih rendah, penghematan biaya bandara dan kebutuhan kru yang lebih kecil akan mengurangi biaya operasi dan pada gilirannya mengurangi biaya tiket antara kereta api dan biaya tiket pesawat. KabarPenumpang.com merangkum maritime-executive.com, beberapa sektor dalam industri transportasi komersial mulai mengalami kekurangan personel untuk mengoperasikan kendaraan transportasi. Analis industri memproyeksikan kekurangan pilot maskapai selama 15 hingga 20 tahun ke depan, dengan wilayah Asia-Pasifik membutuhkan 260 ribu pilot komersial tambahan. Hingga akhirnya penyedia transportasi Indonesia mungkin ingin memeriksa opsi efek tanah. Pada saat ini, ada sejumlah kecil kendaraan efek wing-in-ground yang sesuai yang tersedia untuk demonstrasi dalam transportasi antar kota di Indonesia. Kendaraan Airfish-8 yang dibangun di Singapura membawa delapan penumpang dan perusahaan memiliki rencana untuk mengembangkan versi 24 penumpang. Dari Korea Selatan, Wing-Ship telah membangun kendaraan 50 penumpang yang dapat digunakan dalam layanan demonstrasi di Indonesia, mungkin di rute pantai antara Jakarta dan Semarang untuk menilai penerimaan pasar terhadap durasi perjalanan dengan harga bersaing hanya di bawah tiga jam, dibandingkan dengan enam jam dengan kereta api. Ketinggian gelombang melintasi laut Jawa biasanya tetap di bawah tiga meter dalam 40 km per jam angin. Melintasi Laut Jawa, kapal darat berkekuatan 50 penumpang dapat menempuh jarak 500 kilometer antara Surabaya di Jawa dan Banjarmasin-Banjarbaru di Kalimantan tenggara dalam waktu kurang dari tiga jam. Untuk meningkatkan navigasi, mini-glider reel-out yang ditambatkan ke kapal akan membawa kamera dengan radar dan naik sekitar 200 meter di atas laut untuk memindai hingga 50 km ke depan, memungkinkan pilot untuk merencanakan rute yang cocok di sekitar layanan domestik antar-pulau yang bergerak lambat kapal ferry. Sementara kapal efek darat akan melakukan perjalanan pada ketinggian 1,2 meter di atas laut yang tenang, itu bisa naik hingga ketinggian 10 m bila diperlukan. Di luar Indonesia, transportasi pantai domestik yang menggunakan teknologi efek tanah cepat akan menyediakan layanan yang menghubungkan kota-kota di Vietnam timur dan selatan, juga antara Bangkok dan Songkhla-Hat Yai di Thailand timur. Wilayah ini juga menawarkan banyak kemungkinan untuk hubungan internasional seperti Singapura – Jakarta, Singapura – Brunei, Hong Kong – Tai Pei dan Hong Kong – Manila dengan sambungan jarak jauh seperti Singapura – Manila, Singapura – Bangkok dan Jakarta – Bangkok di mana ukuran mega kombinasi layanan kendaraan akan mengangkut barang cepat bersama penumpang. Kendaraan 50 kursi yang dibangun oleh Wing-Ship mungkin terlalu kecil untuk layanan regional Asia di masa depan. Di laut yang tenang, kendaraan WiSE (Wings In Surface Effect) dapat berjalan secara optimal pada ketinggian lima persen dari lebar sayap, atau ketinggian 1,5 m untuk lebar sayap 30 meter. Dalam kondisi seperti itu dan pada kecepatan yang sama seperti pesawat komuter, kendaraan WIG akan mengkonsumsi energi 25 hingga 35 persen. Mengingat bahwa menggandakan kecepatan kendaraan meningkatkan konsumsi energi dengan faktor delapan, kendaraan WIG pada 250 km per jam akan membutuhkan kurang dari 10 persen jumlah energi sebagai pesawat komuter yang membawa muatan yang setara pada 500 km per jam. Tata letak kendaraan WIG memungkinkan efisiensi daya pendorong yang lebih besar daripada pesawat terbang. Lion Air Boeing 737 menggunakan kipas propulsi yang lebih besar untuk mendorong volume udara yang lebih besar pada kecepatan relatif lebih rendah, untuk meningkatkan efisiensi pendorong. Menempatkan baling-baling kendaraan WIG di atas buritan memungkinkan pemasangan baling-baling berdiameter rotor helikopter dan digerakkan melalui gearbox reduksi planetary dari satu engine, meningkatkan efisiensi propulsi di luar sistem propulsi pesawat apa pun. Varian lain yang dapat disesuaikan dengan propulsi propeller akan mencakup rotor kembar intermeshing yang dikembangkan oleh perancang helikopter Frank Piasecki atau poros konsentris-koaksial, rotor kembar konterotasi yang ditawarkan pada helikopter modern lainnya. Beberapa faktor yang termasuk proyeksi kekurangan pilot pesawat terbang, meningkatnya kompleksitas operasional pesawat komersial, biaya dan durasi pelatihan pilot di masa depan bersama dengan jarak yang relatif pendek antara beberapa kota besar di pesisir Asia meningkatkan prospek masa depan untuk kecepatan tinggi, maritim- transportasi darat berbasis efek antara kota-kota tersebut. Baca juga: Ibukota Baru Akan Punya Bandara VVIP untuk Private Jet Menjadi jauh lebih kompleks untuk dioperasikan daripada pesawat komersial memungkinkan pilot trainee teknologi ground effect untuk mencapai tingkat tinggi kompetensi operasi dengan biaya lebih rendah dan dalam waktu kurang dari pelatihan pilot maskapai komersial. Kendaraan ground effect mampu menyediakan layanan transportasi pantai Asia jangka pendek di masa depan.

Selain Berdoa, Inilah Tiga Tips Ampuh Saat Menghadapi Turbulensi

Siapa bilang melakoni satu penerbangan merupakan suatu hal yang mudah – terlebih lagi bagi mereka yang baru pertama kali mengudara. Beragam ketakutan mulai dari bagaimana rasanya lepas landas, apa rasanya jika pesawat yang ditumpangi terpaksa melintasi cuaca buruk, hingga rasa takut terhadap turbulensi yang nyatanya masih menjadi momok menakutkan bagi penumpang yang sudah sering melakukan perjalanan udara. Baca Juga: Terpecahkan! Beginilah Proses Pengambilan Gambar Ketika Pesawat Tengah Mengudara Nah, guna melawan rasa takut mengudara, beberapa pilot di luar sana memberikan sejumlah tips ampuh untuk melawan rasa takut untuk terbang. Kiranya tips di bawah ini dapat membantu Anda semua untuk menghapuskan rasa takut untuk mengudara, ya! Berikut adalah tips menghilangkan rasa takut dalam menghadapi turbulensi versi pilot, dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber. Menulis Nama Mungkin Anda semua awalnya akan bingung ketika menulis nama Anda di secarik kertas dapat menghilangkan rasa takut Anda ketika mengudara. Caranya sederhana, cukup sediakan secarik kertas dan pena, lalu tulislah nama Anda sebanyak-banyaknya menggunakan tangan non-dominan. Maksudnya adalah jika Anda bukan seorang kidal, maka tulislah dengan tangan kiri – pun sebaliknya. Tips ini terinspirasi dari Captain Ron Nielsen, dimana ia mengatakan bahwa fokus Anda akan tertuju pada bagaimana cara Anda menggunakan tangan non-dominan, sehingga ketakutan Anda ketika mengudara akan teralihkan. Duduk di Baris Depan Menurut salah satu pilot dari British Airways, Steve Allright, getaran atau guncangan yang diakibatkan oleh turbulensi tidak akan terasa terlalu parah ketika Anda duduk di barisan depan pesawat. Selain itu, Anda juga harus menanamkan persepsi bahwa turbulensi sama halnya seperti Anda melewati sebuah jalan rusak yang mengakibatkan kendaraan Anda berguncang. “Turbulensi memang membuat Anda tidak nyaman, namun itu tidaklah berbahaya. Itu merupakan bagian dari penerbangan dan tidak perlu ditakuti,” ujar Capt. Steve Allright. Baca Juga: Hendak Mengudara? Jangan Konsumsi Obat-Obatan Jenis Ini, Berbahaya! Memijit Titik-Titik Tertentu Ketika Anda mulai merasa panik dan stress di tengah penerbangan, satu yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara memijat bagian leher dan bahu. Selain area bahu dan leher, Anda juga bisa memberikan pijatan di bagian telapak tangan Anda. Caranya adalah dengan menekan ibu jari Anda tepat di bagian tengah telapak tangan dan mulai menyapu ke arah jari. Jadi, mungkinkah Anda mempraktikkan tips di atas?

Bandara Atlanta, Punya Jarak Antar Gerbang Keberangkatan Terjauh, 3.200 Meter!

Menghabiskan waktu dengan berjalan kaki dari satu gerbang keberangkatan menuju gerbang keberangkatan lainnya guna melanjutkan perjalanan memang terkadang melelahkah, terlebih lagi jika jaraknya tidaklah dekat. Alih-alih tetap bisa mempertahankan make up dan tatanan rambut agar tidak berantakan ketika masuk ke dalam pesawat, yang ada Anda malah basah kuyup karena keringat panik yang dihasilkan ketika Anda berjalanan kaki menuju gerbang keberangkatan. Baca Juga: Travelator, Wahana Transportasi Massal Yang Bebas Emisi Tapi tahukah Anda bandara mana saja di Amerika yang memiliki jarak antar gerbang keberangkatan terjauh? Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com, bandara dengan jarak gate terjauh nomor dua di Negeri Paman Sam diraih oleh Dallas/Fort International Airport, dimana jarak yang terbentang antara Gate D6 yang ada di Terminal D menuju Gate A8 yang ada di Terminal A mencapai angka 1,45 mil atau yang setara dengan 2,3km! Tapi Anda jangan dulu tercengang melihat angka tersebut, karena menurut laman sumber, jarak antar gerbang keberangkatan terjauh yang ada di Amerika terdapat di Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport (ATL), dimana jarak yang ada mulai dari gerbang di terminal domestik awal hingga gerbang terminal internasional mencapai angka 10.600 kaki alias 3.200 meter! Dapatkah anda membayangkan betapa jauhnya jarak tersebut? Atau setidaknya, pernahkah terlintas di benak Anda tentang betapa luar biasa besarnya dua bandara di atas? Dewasa ini, banyak operator bandara yang mulai berlomba-lomba menyajikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya guna meningkatkan pengalaman mereka. Bahkan, beberapa diantara ratusan hingga ribuan operator bandara di luar sana yang menyebutkan bahwa sebuah bandara merupakan cerminan dari kota atau destinasi terkait – sebut saja Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang ada di Cengkareng merupakan cerminan dari kota Jakarta, dan seterusnya. Baca Juga: Global Solar Energy Rilis Shuttle Bus Bertenaga Surya Pertama di Bandara Nah, kembali ke topik pembahasan awal, mengingat jarak antar gerbang keberangkatan yang tidaklah dekat, maka kehadiran dari travelator atau kereta shuttle bandara menjadi sangat penting. Memang, utamanya kehadiran dua instrumen yang akan meningkatkan pengalaman penumpang ini awalnya ditujukan untuk memberikan citra baik kepada setiap pengunjung – namun jika ditinjau lebih jauh lagi, keberadaan travelator atau kereta shuttle bandara juga bisa digunakan oleh para awak penerbang dan kabin guna efisiensi waktu perjalanan mereka dari satu gerbang menuju gerbang lainnya. Itu di Amerika, kalau di Indonesia, mungkin jarak antar gerbang terjauh dicokol oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ya!

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Turbulensi Menyerang Saat Berada di Toilet

Seolah tidak bisa dipisahkan, mungkin kalimat tersebut tepat untuk menggambarkan sebuah penerbangan dengan turbulensi yang ada di atas ketinggian sana. Bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah melakukan perjalanan via udara, tentu saja pernah merasakan yang namanya turbulensi, bukan? Ya, guncangan ketika pesawat tengah mengarungi angkasa ini, tidak bisa dipungkiri, masih menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi penumpang. Baca Juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik Biasanya ketika hendak menembus daerah yang berpotensi menghasilkan turbulensi dalam kekuatan yang cukup kuat, sang kapten penerbangan akan mengaktifkan tanda kenakan sabuk pengaman – dan akan mematikannya ketika kondisi di luar sana dinilai sudah cukup aman. Satu pertanyaan yang muncul dari gambaran di atas adalah, “bagaimana jadinya jika Anda tengah berada di dalam toilet dan pesawat diserang turbulensi? Apa yang harus Anda lakukan?” Guna menjawab pertanyaan di atas, KabarPenumpang.com mengutip dari laman sumber johnnyjet.com, dimana satu hal yang harus Anda lakukan ketika skema di atas terjadi adalah tetap menunggu di toilet – setidaknya sampai pesawat sudah melewati wilayah yang menghasilkan turbulensi tersebut. Justru, Anda tidak diperkenankan untuk kembali ke tempat duduk anda karena dinilai terlalu berbahaya dan dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti jatuh atau terpental. Bahkan, seorang awak kabin anonim mengatakan bahwa Anda harus duduk di toilet selama pesawat dihantam turbulensi. Tidak lain dan tidak bukan, untuk mencegah Anda tidak jatuh selama berada di dalam toilet. Upayakan juga untuk berpegangan pada benda solid apapun yang ada di sekitar Anda, seperti wastafel atau pada dinding kamar mandi, karena dikhawatirkan guncangan keras akan membahayakan Anda. Baca Juga: Turbulensi, Guncangan Saat Mengudara Yang Tak Perlu Ditakuti Mungkin beberapa dari Anda akan bertanya, “apakah turbulensi dapat berubah menjadi suatu ancaman yang membahayakan keselamatan Anda?” Jawabannya adalah, ya! Pukul mundur ke pertengahan tahun 2017 silam, dimana maskapai Aerofolot yang tengah mengudara dari Moskow menuju Bangkok diterpa turbulensi yang sangat parah, sampai-sampai 27 penumpangnya mengalami luka serius. Jadi, sekarang sudah tahu kan apa yang harus Anda lakukan jika turbulensi menyerang dan kebetulan Anda tengah berada di kamar mandi?

Mesin Perawatan Jalan VDM 800 GS Jadi Monumen di Cirebon

Beberapa lokomotif tua kini sudah menjadi monumen di beberapa stasiun seperti Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Semarang. Nah kali ini bukan lokomotif tetapi mesin mekanik perawatan jalan rel VDM (Vehicle Dumping Machine) yang menjadi sebuah monumen. Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Mesin Perawatan Jalan Rel, Si Kuning Yang Gemar “Patroli” di Malam Hari Mesin perawatan jalan VDM 800 GS tersebut menghiasi halaman kantor PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) III Cirebon. KabarPenumpang.com merangkum dari kai.id, mesin perawatan jalan yang berwarna kuning tersebut menjadi sebuah monumen karena dianggap spesial. Sebab VDM 800 GS merupakan mesin perawatan jalan rel pertama yang ada di Indonesia. VDM 800 GS sendiri adalah buatan Austria dan pernah dioperasikan di Daop 1 Jakarta, Daop 3 Cirebon, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta dan Daop 7 Madiun serta Divre I Sumatera Utara dan Divre III Palembang. Awal kehadirannya, VDM 800 GS dibeli tahun 1988 sebanyak sembilan unit yang didatangkan ke Indonesia. VDM sendiri merupakan mesin mekanik berat untuk perawatan jalan rel yang dilengkapi alat pemadat dan vibrator yang fungsinya untuk memadatkan balas atau batu kricak antara bantalan jalur rel kereta api. Ternyata dari sembilan mesin perawatan jalan ini, tersisa satu yang masih beroperasi dan berada di Daop 7 Madiun. VDM 800 GS sebelum menjadi monumen sudah beroperasi selama 22 tahun dan di 2010 lalu dinyatakan tak beroperasi lagi serta mangkrak di emplasemen Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan. Menjadi sebuah monumen, VDM 800 GS bisa sebagai sarana edukasi dan pembelajaran terkait perkeretaapian. VP PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi berharap VDM 800 GS menjadi salah satu ikon di kota Cirebon karena letaknya bersebelahan dengan Balaikota. Logo PT KAI dan tulisan “Daop 3 Cirebon” berwarna oranye turut menghiasi monumen tersebut. Bahkan, di monumen itu pun dilengkapi rel dan tiang yang di bagian puncaknya terdapat genta. Karenanya, mesin mekanik itu terlihat seperti berjalan di atas rel kereta api meski sebenarnya hanya monumen. Karenanya, masyarakat bisa mengetahui bagaimana mesin mekanik VDM 800 GS beroperasi. Bahkan, genta yang terdapat di monumen tersebut juga akan berbunyi secara otomatis setiap enam jam sekali. Monumen mesin mekanik perawatan jalan VDM 800 GS itu diresmikan langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, pada Minggu (10/11/2019). Baca juga: Kenali Beragam Jenis Perawatan Armada Kereta di PT KAI Dengan adanya monumen ini, diharapkan dapat menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Kota Cirebon sehingga semakin mencintai transportasi kereta api dan juga turut mempercantik serta menambah daya tarik pariwisata seiring dengan pembenahan dan penataan kota yang sedang berjalan.