Kembangkan Self-Driving Pod Sejak 2016, Yamaha Motor dan Sony Siap Rilis Dalam Waktu Dekat

Gambaran tentang moda transportasi di masa yang akan datang mulai bermunculan belakangan ini, mulai dari drone otonom, skuter listrik pintar, hingga self-driving pod. Berbicara soal self-driving pod, agaknya di luar sana masih banyak pihak yang meragukan keandalan dari moda bertenaga listrik dan dapat ‘bermanuver’ sendiri ini. Kendati begitu, respon masyarakat terhadap moda sejenis self-driving pod ini tidaklah menyurutkan minat perusahaan untuk terus mengembangkannya – malah semakin tertantang untuk menyajikan yang terbaik kelak. Baca Juga: Kendati Futuristik, Namun Masih Banyak yang Meragukan Pod Otonom Sama halnya seperti Yamaha Motor yang bekerja sama dengan Sony dalam mengembangkan self-driving pod yang diberi nama SC-1. Kendaraan yang menggabungkan teknologi mengemudi otonom milik Yamaha Mototr dan sistem hiburan milik Sony ini digadang-gadang akan membawa nuansa mobilisasi yang baru terhadap masyarakat. SC yang merupakan singkatan dari Sociable Cart ini dikabarkan menggunakan beragam teknologi mutakhir yang menjamin keamanan dan kenyamanan para penggunanya. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (22/8), SC-1 ini menggunakan kamera, sensor ultrasonik dan Light Detection and Ranging (LIDAR) sebagai panduan navigasi utamanya. Untuk gambaran apa yang ditangkap kamera di luar moda, Sony menggunakan layar 4K 49 inci dan lima monitor 4K 55 inci untuk menampilkan situasi di luar moda. Ada kemungkinan Sony akan menampilkan sejumlah video pilihan dan layanan iklan – dimana ini akan menjadi sumber pendapatan mereka via iklan di dalam moda. Bagi Anda takut jika dibawa ngebut oleh pengemudi, maka SC-1 merupakan moda yang sangat cocok bagi Anda, karena kendaraan yang berbentuk kotak dan dilengkapi dengan empat roda ini hanya melaju di kecepatan maksimum 19km/jam saja. Pun dengan fitur rem cakram hidrolik yang tersemat di keempat roda, suspensi wishbone ganda di bagian depan dan suspensi link type yang ada di belakang bakal menjadi instrumen tambahan guna menjamin keselamatan dan keamanan Anda ketika berkendara. Baca Juga: Pod Otonom: Upaya Greenwich Kurangi Tingkat Polusi Belum jelas kapan moda ini akan mulai mengambil bagian di jalanan, namun agaknya masih butuh banyak waktu untuk membuktikan keandalan dan keamanannya sampai sertifikasinya ‘turun’. Namun satu yang pasti, kendaraan ini sudah dikembangkan sejak tahun 2016 silam. Jadi seharusnya, sudah matang dan siap untuk beroperasi, ya!  

Diberi Jatah iPhone XR, Ini Beragam Tanggapan Awak Kabin British Airways

Penggunaan gadget untuk melengkapi tugas pilot dan awak kabin sudah dikenal sejak beberapa waktu lalu, ditambah dengan tren kampanye efisiensi penggunaan kertas, otomatis mendongkrak penggunaan gadget di dunia maskapai. Lepas dari faktor efiensi, citra maskapai tentu ingin dikatrol dengan penggunaan gadget, apalagi jika menggunakan seri terbaru dari merek elektronik besar. Seperti kabar paling baru menyebut British Airways telah mengumumkan kepada 15 ribu awak kabinnya bahwa mereka akan menerima iPhone XR. Ponsel pintar dengan layar 6.1 inchi ini merupakan bagian dari inisiatif maskapai memberdayakan awak kabin untuk memberikan layanan pelanggan yang lebih baik. Baca juga: Tak Hanya Mudahkan Awak Kabin, Tablet PC Bantu Kurangi Penggunaan Kertas Dilansir KabarPenumpang.com dari onemileatatime.com (21/8/2019), ponsel pintar ini akan diisi dengan pilihan aplikasi yang nantinya membantu awak kabin dalam menawarkan bantuan tambahan instan pada pelanggan selama perjalanan. Awak kabin juga akan memiliki akses ke berbagai informasi pelanggan termasuk penerbangannya dan preferensi makan. British Airways sempat mengutip salah satu awak kabin yang memberikan contoh saat dia dapat iPhone XR untuk membantu pekerjaannya. “Baru-baru ini, ketika seorang pelanggan menyadari bahwa dia lupa memesan makanan khusus, dia benar-benar terkesan ketika saya dengan cepat mengeluarkan telepon, masuk ke ba.com dan memesan makanan untuk perjalanannya kembali dan semua dalam hitungan menit di tengah penerbangan. Rasanya sangat bermanfaat untuk dapat segera menyelesaikan situasi bagi pelanggan. Semua panduan referensi kru saya juga dimuat ke telepon, jadi semua yang saya butuhkan ada di saku saya di setiap penerbangan; itu benar-benar telah membuat perbedaan besar,” kata awak kabin itu. Bisa dikatakan ini adalah perkembangan postif meski ada tiga pendapat lain muncul dalam benak sang awak kabin tersebut. Dia menyebutkan, pertama adalah dengan ponsel pintar bisa mengatasi gangguan. Tetapi dia sebenarnya tidak suka ponsel pintar menjadi bagian dari aliran layanan secara keseluruhan. Bahkan dia mengaku dirinya tradisional atau kuno, tetapi tidak suka jika maskapai penerbangan seperti Emirates mengambil pesanan makanan dan minuman di ponsel pintar. “Mereka pada dasarnya melihat layar ponsel sepanjang waktu mereka berbicara dengan penumpang, dan itu sama sekali tidak terasa personal. Jangankan fakta bahwa itu tampaknya lebih memakan waktu,” kata awak kabin itu. Kedua, dimana jika British Airways benar-benar ingin meningkatkan layanan pelanggan, mereka harus mengganti awak kabin campuran dengan lebih baik. Ini karena British Airwyas memiliki kontrak awak kabin yang berbeda dengan yang campuran, dimana awak kabin campuran (non Inggris) dibayar lebih rendah. Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan dalam Penerbangan, Panasonic Hadirkan Fitur Wellness “Terakhir, kami terus mendengar slogan bahwa perusahaan berbicara tentang adopsi teknologi untuk layanan pelanggan dengan lebih baik. Saya merasa seperti perusahaan menginvestasikan banyak uang dalam teknologi, tetapi jarang mereka menginvestasikan waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk membuat teknologi ini berguna,” kata dia. Ponsel pintar ini merupakan uji coba tambahan yang sebelumnya berhasil saat pihak maskapai memberikan iPad kepada awak kabin senior di setiap penerbangan.

KA Aji Saka – Tingkat Okupansi Rendah, Terpaksa Berhenti Mengular Pada Juli 2014

Setiap kereta tak hanya memiliki tujuan masing-masing, tetapi juga dibekali sebuah nama yang akan memudahkan penumpang mengingatnya. Tapi apakah nama sebuah kereta api bisa membuat mereka bertahan dan terus mengular? Apakah ada jaminan? Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya Ternyata tidak, seperti salah satunya yakni KA Aji Saka yang diluncurkan PT kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Yogyakarta pada 1 Februari 2014 lalu. Kereta ekonomi AC ini melayani relasi Yogyakarta (Lempuyangan)-Kutoarjo yang ditempuh dalam waktu 70 menit atau satu jam sepuluh menit. KA Aji Saka memiliki tarif Rp20 ribu per penumpang sekali jalan. Ketika beroperasi tiketnya bisa dibeli dua jam sebelum keberangkatan. Kereta ini memiliki kapasitas 728 kursi dan memanfaatkan rangkaian KA Progo relasi Lempuyangan-Jakarta. Sayangnya KA Aji Saka yang berhenti di Stasiun Lempuyangan, Stasiun Tugu, Stasiun Wates, Stasiun Jenar, dan Stasiun Kutoarjo ini harus berhenti beroperasi pada 10 Juli 2014. Pengehentian operasi KA Aji Saka disebabkan okupansi rata-rata dari KA tersebut yang sangat rendah yakni di bawah seratus penumpang. Bahkan berdasarkan data volume penumpang di Stasiun Kutoarjo selama Juni 2014, ada 14 hari perjalanan dimana okupansi KA Aji Saka hanya dinaiki kurang dari 50 penumpang perjalanan. Sebelum ditutup, KA Aji Saka merupakan KA penambahan baru di wilayah Jateng-DIY padahal saat itu KA Prambanan Ekspres juga sudah mengular dari Solo menuju ke Kutoarjo. Nah, meski berhenti beroperasi hanya dalam beberapa bulan setelah diluncurkan, ternyata nama KA Aji Saka terkenal di Jawa salah satunya tentang asal usul aksara Jawa. KabarPenumpang.com yang merangkum dari berbagai laman sumber mendapatkan, bahwa Aji Saka merupakan legenda Jawa yang menceritakan bagaimana peradaban datang kejawa yang dibawa oleh raja Jawa pertama bernama Aji Saka. Aji Saka dikatakan berasal dari Bhumi Majeti yang mana sebuah lokasi mitos di Jambudvupa (India Kuno). Namanya berasal dari kata Jawa saka atau soko yang berarti esensial, penting, atau dalam hal ini primordial. Dengan demikian nama Aji Saka secara harfiah berarti “raja purba”. Adapun penafsiran lebih modern mendapatkan nam Saka atau Satrap Barat Indo-Scythian dari Gujarat. Baca juga: Setelah Baso, Butuh, dan Tanggung, Kapas Juga Ternyata Nama Stasiun Kereta! Dalam legenda tersebut, Aji Saka dipandang melambangkan munculnya peradaban Hindu-Budha Dhamrik di Jawa. Selain itu ada pula legenda yang mengatakan Aji Saka adalah penemu tahun Saka atau raja pertama yang memprakarsai adopsi sistem kalender Hindu di Jawa.

Terowongan Kereta “Gunung Braswell,” Gelap di Dalam Instagramable di Luar

Tak hanya Indonesia yang banyak memiliki terowongan kereta tua dan tak lagi terpakai. Ternyata di Georgia, Amerika Serikat ada satu terowongan kereta tua yang kini tak lagi dilengkapi rel kereta dan bernama Terowongan Kereta Gunung Braswell. Baca juga: Ernest Junction, Bekas Terowongan Kereta yang Kondang Jadi Obyek Grafiti Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, terowongan ini cocok untuk didatangi ketika musim panas tiba. Sudah ada sejak abad ke 19 dan di buka tahun 1882, letak terowongan ini di Rockmart dan bersembunyi di dekat jalan tanah tua.
(narcity.com)
Meski keren dan cukup Instagramable, terowongan di Georgia ini terlantar dan tak terurus. Bahkan untuk sampai di sini, para pendaki rela melewati jalan berlumpur yang dipenuhi dengan dedaunan yang membusuk. Terowongan kereta ini, digunakan hampir satu abad dan ditinggalkan tahun 1980 saat jalur kereta api di alihkan. Dulunya ketika masih berfungsi, jalur ini melitas kereta api selatan dari Tennessee Timur, Virginia dan Georgia. Meski kereta berhenti meliuk-liuk, terowongan kereta Gunung Braswell dibiarkan tetap alami. Yang terlihat bahkan ketika akan menikmatinya adalah keheningan yang dipecahkan oleh angin atau kedatangan pengunjung menggantikan gemuruh keras lokomotif yang pernah mengular. Untuk tiba disini, pendaki ataupun pelancong bisa menggunakan beberapa cara, tetapi harus mengikuti koordinat untuk sampai di sana. Memiliki panjang 750 kaki atau 0,22 km membuat perjalanan cukup menyenangkan.
(narcity.com)
Meski alami, ternyata banyak ban bekas dan sampah lainnya berantakan di ujung timur ketika orang-orang membuang sampah mereka ke bukit terdekat. Tetapi ketika pelancong sudah berada di dalam, akan disuguhi pemandangan interior batu yang dilengkapi dengan kantong-kantong kecil, ini dimaksudkan untuk menyelamatkan pejalan kaki yang terperangkap ketika kereta dulu melintas di terowongan. Atap dengan noda hitam dari jelaga kereta api yang melintas selama bertahun-tahun. Bahkan terowongan ini memiliki banyak rumor dan cerita berhantu yang terjadi selama bertahun-tahun. Untuk menikmati dalam terowongan ini, pelancong harus menggunakan sepatu bot agar terhidnar dari lumpur karena jalur sangat berlumpur dan basah hampir sepanjang tahun dan tak lupa pula untuk bawa senter. Baca juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia Terowongan itu terbuat dari batu bata, tetapi sebagian besar batu bata itu lapuk dan telah kehilangan warna aslinya. Itu membuatnya terlihat sangat vintage dan Anda benar-benar dapat melihat sejarah tempat unik ini.

KA Priangan Ekspres – Hanya Mengular Empat Bulan dan Tanpa Pengganti

Banyak layanan kereta api (KA) yang kini tinggal kenangan alias tak lagi beroperasi. Selain itu juga ada yang berganti nama dan relasi perjalanannya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor seperti kurangnya minat penumpang atau okupansi penumpang di relasi kereta tersebut. Baca juga: KA “Simandra,” Kereta Api Ekonomi Lokal Tanpa Sensasi Mandra KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, salah satu kereta yang tak lagi beroperasi adalah Priangan Ekspres. Kereta ini merupakan campuran yang terdiri atas empat kereta kelas bisnis dan dua kereta kelas eksekutif serta satu kereta makan. Tapi tahukah Anda berapa lama kereta ini beroperasi? Faktanya kereta ini hanya beroperasi sekitar empat bulan dengan mulai diresmikan 12 Agustus 2009 dan ditutup secara resmi 1 Desember 2009. Sangat singkat bukan? Sebab beberapa kereta yang dihentikan operasionalnya biasanya lebih dari setahun dan ini hanya hitungan bulan dalam tahun yang sama. Jadi sebenarnya kenapa relasi ini di buka dan akhirnya ditutup? Beberapa laman sumber mengatakan, relasi kereta Priangan Ekspres dibuka karena menyambut respon PT KAI Daop 2 Bandung atas permintaan masyarakat dan sejumlah pemerintah daerah yang menghendaki adanya kereta dari Banjar, Ciamis dan Tasikmalaya yang langsung ke Bandung ataupun Jakarta. Selain itu KA Priangan Ekspres ini juga diharapkan menjadi andalan para pengusaha bordir yang membutuhkan angkutan dari wilayah Banjar dan Tasikmalaya ke Tanah Abang di Jakarta. Sebenarnya sebelum ada KA Priangan Ekspres, tersedia KA Serayu yang menghubungkan Banjar dengan Bandung dan Jakarta. Tetapi karena kondisi kelas ekonomi kala itu dan pemberhentian KA Serayu di Pasar Senen bisa dibilang tidak memenuhi kebutuhan pengusaha bordir. Sehingga setelah dibukanya relasi KA Priangan Ekspres para pengusaha bordir tampak diuntungkan dengan adanya moda transportasi yang lebih nyaman dan cepat waktu tempuhnya dibanding melewati jalan raya lintas selatan. Bahkan tiketnya pun cukup terjangkau dimana kelas eksekutif dari Banjar-Bandung Rp45 ribu, Banjar-Jakarta tak lebih dari Rp85 ribu. Sedangkan kelas bisnis sekitar Rp65 ribu dari Banjar-Jakarta. Bisa dikatakan tiket ini lebih murah dibandingkan dengan menumpang KA Parahyangan yang kala itu dipatok harga Rp40 ribu dari Bandung-Jakarta di kelas ekonomi. Selain tarif yang terjangkau, kereta ini pun berhenti di banyak tempat tidak seperti kereta eksekutif-bisnis lainnya. Stasiun-stasiun perhentian kereta ini adalah Stasiun Banjar, Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Cibatu, Stasiun Leles, Stasiun Bandung, Stasiun Padalarang, Stasiun Purwakarta, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai dan Stasiun Pasar Senen. Berjalannya waktu, nasib berkata lain pada relasi Banjar-Jakarta KA Priangan Ekspres ini. Pasalnya target okupansi minimal 60 persen tidaklah pernah tercapai sejak meluncur di rel 12 Agustus 2009. Hal ini membuat PT KAI merugi karena biaya operasional tidak menutup pendapatan yang diperoleh. Adapula faktor lainnya yakni jadwal perjalanan yang tidak pas dimana KA Priangan Ekspres berangkat dari Banjar pukul 05.30 tiba di Pasar Senen 13.30 dan berangkat kembali dari Pasar Senen 14.10 tiba di Banjar 22.20 dan juga ternyata ada kaitan dengan harga yang dipatok PT KAI. Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya Sebelum menutup relasi KA Priangan Ekspres, PT KAI memiliki sempat solusi bertahan atau menutupnya. Hingga akhirnya 30 November 2009 PT KAI mengambil opsi kedua dimana menutup relasi ini. Hingga saat ini pun kenyataannya posisi KA Priangan Ekspres yang menghubungkan Banjar-Jakarta tak pernah digantikan oleh kereta api lain dan membuat KA Serayu sebagai satu-satunya alternatif KA yang melintas Banjar-Jakarta atau sebaliknya.

Tanggapi Kisruh di Hong Kong, Inilah Kebijakan dari Singapore Airlines

Mengingat kondisi di Hong Kong masih belum sepenuhnya kondusif untuk ‘mendarat’, flag carrier Garuda Indonesia melalui Vice President Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan menghimbau agar penumpang mengecek kepastian schedule penerbangan baik melalui laman resmi Hong Kong International Airport maupun dari pihak maskapai. Namun langkah berbeda ditempuh oleh maskapai asal Negeri Singa, Singapore Airlines. Baca Juga: Garuda Indonesia: Penerbangan dari dan ke Hong Kong Kembali Dibuka, Penumpang Diminta Update Kepastian Jadwal Terbang Tidak bisa dipungkiri, Hong Kong merupakan salah satu destinasi favorit penumpang maskapai berkode SIA ini. Namun kerusuhan yang terjadi akibat sengkarut RUU Ekstradisi telah mengubah peta pendapatan hampir semua maskapai yang membuka rute penerbangan menuju Hong Kong. Pemberitaan terakhir terkait kisruh ini menyebutkan, maskapai asli Hong Kong, Cathay Pacific telah menangguhkan penjualan tiket di Hong Kong. Awak kabin Cathay Pacific mengaku mendapatkan ‘perlakuan’ yang tidak menyenangkan setibanya mereka di Cina daratan, dimana otoritas di sana khawatir ada demonstran yang menyelundup. Ya, Cathay Pacific memang menyumbang demonstran dalam jumlah yang sangat banyak – total 1.200 pilot dan awak kabin yang ikut turun ke jalan menyuarakan pendapatnya, menentang kebijakan yang diambil oleh otoritas Cina daratan. Nah, mengingat kondisinya yang belum juga mereda, Singapore Airlines yang juga mengoperasikan rute penerbangan menuju Hong Kong memiliki kebijakan berbeda dengan kedua maskapai di atas. Melalui Public Relation Manager Singapore Airlines Indonesia, Glory Henriette mengatakan bahwa maskapai akan melakukan divert (pengalihan pendaratan) apabila kondisi di Hong Kong International Airport (HKIA) tidak kondusif untuk didarati oleh burung besi milik induk perusahaan dari SilkAir ini. “Jadi sebelum pesawat terbang, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu di HKIA, apakah pesawat kami bisa landing atau tidak (di HKIA),” tutur Glory yang ditemui KabarPenumpang.com ketika perhelatan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 (23/8) di Gandaria. “Dan setelah pesawat landing, apakah penumpang kami aman, bisa keluar dari pesawat apa tidak,” tandasnya. Lalu jika penumpang dinyatakan tidak aman untuk turun di HKIA, lanjut glory, maka pihak Singapore Airlines akan minta ijin untuk mengalihkan (divert) penumpang menuju kota terdekat dari Hong Kong. “Sempat juga ada tanggal dimana pesawat yang meninggalkan Hong Kong berada dalam kondisi kosong tanpa penumpang. Ini merupakan dampak dari pemblokiran bandara oleh demonstran,” lanjut wanita paruh baya ini. Namun bagi Anda yang sudah kadung mengantongi tiket Singapore Airlines, tapi masih ragu untuk menyambangi Hong Kong, Anda tidak perlu khawatir karena pihak maskapai selalu berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang. Baca Juga: Situasi Tak Kunjung Kondusif, Cathay Pacific Tangguhkan Penjualan Tiket di Hong Kong “Intinya bagi Singapore Airlines adalah keamanan penumpang … Kami juga bekerja sama dengan airport authority dan civil aviation di sana untuk menjamin keamanan penumpang. Jadi selama itu (penerbangan ke Hong Kong) aman, kami akan terbang. Tapi jika tidak, maka kami tidak akan terbang,” terangnya. Lain cerita jika penumpang masih tetap enggan untuk terbang ke Hong Kong walaupun sudah mendapatkan ‘jaminan’ dari pihak Singapore Airlines. Di sini, maskapai akan mengijinkan penumpang untuk membatalkan tiket penerbangan mereka tanpa dikenai penalti – termasuk tiket special fare. “Kami paham jika ada penumpang yang masih enggan terbang karena kondisinya yang tidak memungkinkan, untuk itu kami ijinkan mereka untuk re-route hingga melakukan pembatalan tanpa kena charge apapun.” tutupnya.

Pasca Hard Landing, Muncul ‘Kerutan’ di Bodi Boeing 757-200 Delta Airlines

Pernahkah Anda melihat ada kerutan di tubuh pesawat? Jika belum, agaknya Anda harus melewati satu etape yang kerap membangkitkan adrenalin penumpang – hard landing! Ya, pesawat Boeing 757-200 milik salah satu maskapai kenamaan asal Negeri Paman Sam, Delta Airlines mengalami penyok di beberapa titik setibanya pesawat tersebut di Ponta Delgada Airport, Portugal pada 18 Agustus kemarin. Dikabarkan, pesawat ini mengalami hard landing yang berdampak pada penyok tersebut. Beruntung, tidak ada yang mengalami cidera akibat insiden ini. Baca Juga: Mesin Dihantam Bird Strike, Airbus A321 Ural Airlines Hard Landing di Ladang Jagung Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pesawat ini berangkat dari John F. Kennedy International Airport pada Sabtu (17/8) tengah malam dan tiba di Portugal sekira pukul 08.24 keesokan harinya. Menurut pengakuan salah satu penumpang, pesawat sempat dihantam crosswind yang sangat keras tepat sebelum pesawat mendarat.
Sumber: thesun.co.uk
“Saya telah melakoni banyak sekali penerbangan, namun ini merupakan (pendaratan) yang paling kasar yang pernah saya alami,” ujar penumpang yang ingin tetap anonim tersebut. Seharusnya, pesawat yang sama melakoni perjalanan balik menuju New York di hari yang sama, namun karena adanya insiden ini, maka penerbangan tersebut terpaksa dibatalkan – menilik urusan keselamatan penerbangan.
Sumber: thesun.co.uk
Dalam sejumlah foto yang diunggah ke internet, tampak Boeing 757-200 milik Delta Airlines ini mengalami penyok di beberapa titik. Bahkan beberapa di antaranya ada yang terlihat seperti kerutan pada kulit manusia. Beberapa titik tersebut diantara lain; di samping roda depan pesawat, di bodi pesawat sebelah atas, dan lainnya masih ada di bagian bodi dan sayap pesawat. Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing Beruntung, insiden ini tidak memakan korban sama sekali – baik luka maupun cidera. Pun dengan proses evakuasi penumpang dari dalam kabin menuju gedung terminal yang juga berjalan lancar. Dapat Anda bayangkan jika pesawat ini mengalami pendaratan yang sedikit lebih keras saja, bukan tidak mungkin apabila bodi pesawat akan terbelah dan berujung pada ‘insiden berdarah’.    

Masih dengan BCA, Singapore Airlines Gelar Travel Fair di Beberapa Kota!

Suasana musim libur penghujung tahun sudah mulai terasa saat ini, walaupun sebenarnya masih ada waktu empat bulan tersisa di tahun 2019 ini. Nah, bagi Anda yang sudah punya rencana untuk menghabiskan waktu liburan ke luar negeri, maskapai asal negeri tetangga, Singapore Airlines menyelenggarakan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 yang dihelat di Main Atrium Gandaria City, 23-25 Agustus 2019.

Baca Juga: Singapore Airlines Rilis Tarif Baru WiFi Onboard

Para pengunjung travel fair ini berkesempatan untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik dari maskapai berkode SIA ini, mulai dari cashback hingga harga tiket spesial. Tentu saja, harga tiket special yang ditawarkan oleh pihak SIA ini bukanlah menuju destinasi ‘kurus’, melainkan ke rute-rute ‘gemuk’, seperti Singapura, Bangkok, London, New York, Perth, San Francisco, Seoul, dan Tokyo.

Selain itu, para pengunjung travel fair ini juga akan mendapatkan harga tiket menarik menuju destinasi kelima SIA di Negeri Paman Sam, Seattle. Rencananya, direct flight menuju Seattle ini sendiri akau diluncurkan per tanggal 3 September mendatang.

Singapore Airlines Travel Fair / Rendy Nurhalim (KabarPenumpang.com)

“Singapore Airlines senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan tiga pilar utama dari brand promise-nya-nya, yaitu memberikan pelayanan terbaik, produk yang memimpin pasar, dan konektivitas jaringan,” tutur General Manager Singapore Airlines Indonesia, Alan Lim.

Sesuai dengan tajuk travel fair ini, SIA bekerja sama dengan Bank Central Asia (BCA) yang juga turut mengambil andil dalam memudahkan proses pembayaran, hingga menyajikan beragam penawaran menarik.

“Kami sangat senang dapat mengadakan travel fair yang diadakan dua kali dalam satu tahun ini bersama mitra jangka panjang kami, Bank Central Asia,” lanjut Alan.

Disebutkan bahwa para pelanggan yang membeli tiket penerbangan selama travel fair ini berkesempatan untuk mendapatkan cashback hingga Rp1.500.000, 3X KrisFlyer miles untuk pemegang kartu Singapore Airlines – BCA, serta cicilan 0 persen.

Selain dengan BCA, SIA juga menjalin kerja sama yang Changi International Airport, dimana para anggota KrisFlyer yang membeli tiket di perhelatan ini, akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Changi Dollar Voucher (CDV) hingga SGD$40, lho!

Perhelatan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 ini didukung oleh tujuh travel agent kenamaan, seperti Avia Tour, Bayu Buana, Dwidaya Tour, Golden Rama Tours and Travel, Smailing Tours, Panorama Tour, dan Wita Tour.

Bagi Anda yang berdomisili di luar Jakarta, tidak perlu repot-repot ke Ibukota, karena acara ini juga diadakan di Pakuwon Mall, Surabaya pada 22-25 Agustus, Lippo Mall Kuta, Bali pada 23-25 Agustus, dan di berbagai pos-pos MI di Indonesia.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

Wah, mengingat banyaknya keuntungan yang akan Anda dapatkan melalui perhelatan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 ini, jadi, jangan lupa catat tanggalnya dan luangkan waktu Anda untuk menjemput berbagai penawaran terbaik tersebut!

Pintu Kereta Shinkansen Terbuka Saat Melaju 280 Km Per Jam!

Saat naik kereta berkecepatan tinggi atau biasa disebut dengan kereta peluru, penumpang tidak seperti merasa menumpang dalam sebuah kereta. Ini dikarenakan kereta peluru yang melaju sangat cepat dan tidak ada goncangan yang terlalu terasa. Baca juga: Di 2027, Jepang Hadirkan Kereta Cepat Maglev Tokyo-Nagoya Tapi bagaimana jadinya jika saat menumpang kereta peluru dan salah satu pintunya terbuka? KabarPenumpang.com melansir dari laman bbc.com (21/8/2019), baru-baru ini sebuah kereta peluru di Jepang atau yang dikenal dengan kereta shinkansen pintunya terbuka ketika tengah melaju dalam kecepatan 280 km per jam. Ternyata kereta tersebut melaju selama satu menit atau dengan jarak empat kilometer (2,5) dengan pintu terbuka. Untungnya saat terbuka tidak ada satu penumpang pun yang berdiri didekat pintu dan 340 penumpang yang ada didalamnya juga tidak ada yang terluka. Kereta peluru Hayabusa dengan nomor 46 yang menuju ke Tokyo diberhentikan darurat oleh operator di sebuah terowongan tak lama setelah meninggalkan Stasiun Sendai yang berada di timur laut Jepang ketika kondektur melihat lampu peringatan pintu kereta sembilan terbuka. Kereta terhenti selama 15 menit sebab adanya pengecekan yang dilakukan. “Kondektur memeriksa kereta dan menemukan bahwa pintu itu benar-benar terbuka. Sekitar 340 penumpang ada di kereta tersebut tetapi tidak ada yang terluka,” kata juru bicara East Japan Railway. Dia menambahkan, insiden terjadi setelah petugas kebersihan keliru dan membiarkan pintu kereta tidak terkunci sehingga bisa dengan mudah terbuka dan menutup secara manual. Karena hal ini, pihak East Japan Railway meminta maaf pada seluruh penumpang atas insiden yang menyebabkan keterlambatan. “Kami dengan tulus meminta maaf atas kejadian itu,” katanya. Adanya insiden ini membuat kereta terlambat sekitar 19 menit dan menciptakan efek knock-on yang menyebabkan keterlambatan bagi sekitar tiga ribu penumpang lainnya. Karena masalah ini pula, Kementerian Transportasi Nasional Jepang meminta perusahaan untuk memastikan hal seperti ini tidak lagi terulang. Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria Diketahui, jenis kereta yang terlibat dalam insiden hari Rabu memiliki kecepatan tertinggi sekitar 320 km per jam (200 mph), menjadikannya salah satu yang tercepat di Bumi.

Dibutuhkan Segera! SDM Tambahan untuk Reparasi Boeing 737 MAX

Setelah lebih dari enam bulan tak tampak di angkasa raya, Boeing masih menargetkan agar salah satu variannya yang telah menjadi sorotan dunia belakangan ini, 737 MAX untuk kembali ke layanan sesegera mungkin – rencananya mulai 2020. Dengan kondisi pesawat yang menumpuk di sejumlah pabrik Boeing, pihak produsen pesawat mengisyaratkan tengah membutuhkan banyak SDM untuk memeriksa dan mempersiapkan laga comeback si burung besi yang merupakan kembangan dari Boeing 737 Next Generation ini. Baca Juga: [Galeri] Sertifikasi Belum Rampung, Sejumlah 737 MAX ‘Numpuk’ di Boeing Field, Seattle Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (21/8), tumpukan pesawat yang memenuhi pabrik Boeing harus dikembalikan kepada pihak maskapai dengan keadaan sudah diperbaiki dan mendapatkan sertifikat laik terbang. Jika mengandalkan jumlah SDM yang tersedia sekarang, mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk bisa mengembalikan semua varian 737 MAX tersebut ke masing-masing maskapai. Pihak Boeing ingin memastikan bahwa mereka bisa mengirimkan pesawat sebanyak-banyaknya dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya. “Kami membutuhkan ratusan SDM untuk menyelesaikan pekerjaan ini (reparasi varian 737 MAX),” tutur salah satu juru bicara dari Boeing. Namun kondisi ini tidak dapat ditangani semudah membalikkan telapak tangan, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Dibutuhkan pemahaman yang mendalam terkait varian Boeing 737 MAX dan juga memperhatikan setiap detail dengan sangat jeli. Ini dimaksudkan untuk meminimalisir human error ketika fase perbaikan. “Ini benar-benar masalah pesawat per pesawat. Setiap pesawat harus diperiksa secara detail guna menghindari terjadinya human error di kemudian hari,” ujar CEO Boeing Dennis Muilenburg. Belum lagi setiap maskapai yang menginginkan pesawat mereka dikembalikan dengan kondisi sudah normal dalam waktu cepat – tidak ingin diundur. Ini tentu saja menghadirkan problematika baru bagi pihak Boeing. Terlebih jika ditelisik ke bagian keuangan perusahaan, dimana penambahan SDM ini akan semakin menguras kas perusahaan ketika selama beberapa bulan ke belakang Boeing tidak mendapatkan order yang masuk ke bengkelnya. Duh! Baca Juga: Belum Rampung Masalah 737 MAX, Boeing Diterpa Isu Cacat Komponen di Seri 737NG Sebagaimana yang diketahui bersama, Boeing memiliki ratusan varian 737 MAX yang ‘terbengkalai’ di beberapa lokasi, sebut saja di Boeing Field yang ada di Seattle dan di dekat Moses Lake’s Grant County Airport. Wah, apakah Anda tertarik untuk menjadi ‘sukarelawan’Boeing untuk mereparasi varian 737 MAX-nya?