Bagi Anda yang kemarin sudah berjibaku untuk mendapatkan tiket penerbangan Singapore Airlines dengan harga miring di perhelatan SQ-BCA Travel Fair 2019, ada satu hal yang patut Anda perhatikan nih! Adalah regulasi terbaru yang dirilis oleh pihak maskapai yang menyebutkan bahwa ada beberapa jenis MacBook Pro yang dilarang untuk masuk ke dalam kabin termasuk kargo. Regulasi ini menyusul pernyataan dari pihak produsen laptop, Apple yang bakal menarik semua laptop keluaran lama tersebut.
Baca Juga: Masih dengan BCA, Singapore Airlines Gelar Travel Fair di Beberapa Kota!
Kebijakan ini diambil pihak maskapai guna mengikuti arahan dari European Union Aviation Safety Agency dan Federal Aviation Administration (FAA) yang melarang jenis laptop tersebut di dalam semua penerbangannya.
Melalui sebuah pengumuman yang diumumkan pihak maskapai melalui situs resminya pada Minggu (25/8/2019), maskapai berkode SIA ini mengatakan bahwa para penumpang diharapkan untuk tidak membawa model MacBook Pro yang dimaksud terlebih dahulu sampai laptop terkait sudah diverifikasi dan dinyatakan sebagai barang yang aman untuk di bawa ke dalam penerbangan.
“Dihimbau kepada penumpang untuk meninjau langsung situs resmi Apple guna mendapatkan informasi terkait program recall (penarikan kembali) ini ,” tulis pihak SIA terkait pengumuman tersebut.
Pukul mundur ke bulan Juni 2019 kemarin, dimana pihak Apple mulai melakukan penarikan jenis MacBook Pro 15-inch secara sukarela karena disinyalir dapat menimbulkan risiko keamanan. Menurutnya, unit laptop yang ditarik secara sukarela ini dijual pada rentang September 2015 hingga Februari 2017. Semua laptop yang dirilis pada rentang waktu tersebut dapat diidentifikasi melalui nomor serinya.
Baca Juga: Laptop Anda Diperiksa di Bandara? Jangan Keburu Panik!
Nah, jika MacBook Pro Anda termasuk ke dalam kelompok laptop yang di-banned oleh Singapore Airlines, Anda tidak perlu khawatir karena Apple membebas-biayakan pergantian baterai yang menjadi inti dari permasalahan ini.
Untuk mengetahui apakah MacBook Pro Anda perlu diganti baterai atau tidak, Anda bisa mengklik “About This Mac” pada menu Apple yang ada di sudut kiri atas layar laptop. Lalu masukkan nomor seri laptop pada laman tersebut untuk mengecek apakah laptop Anda perlu diganti baterai atau tidak.
Pelancong yang akan menikmati keindahan antara Milwaukee dan Chicago sebentar lagi bisa menikmati gerbong kereta baru dari Amtrak Hiawtha. Ini didapatkan setelah Departemen Transportasi (DOT) Wisconsin dihibahkan US$25,7 juta dari Federal Railroad Administration.
Baca juga: Armada Masuk Masa Pensiun, Amtrak Keluarkan Proposal Peremajaan Lokomotif
Dana hibah ini merupakan bagian dari program perbaikan yang disponsori oleh pemerintah. Dengan dana tersebut, negara bagian itu akan membeli enam gerbong dan tiga lainnya dari dana anggaran.
Pembelian gerbong-gerbong kereta ini untuk menggantikan yang sudah mendekati masa akhir dan memiliki biaya perawatan yang mahal. Nantinya gerbong-gerbong baru ini akan dilengkapi dengan fasilitas baru dan canggih yang akan digunakan pada delapan rute Amtrak Midwest.
“Ini adalah berita bagus bagi penumpang kami. Kereta ini sendiri akan dirilis ke publik pada akhir tahun 2020. Kereta baru ini memiliki kapasitas tempat duduk yang lebih besar ketimbang yang sebelumnya,” kata Craig Thompson, Sekretaris-WisDOT designee yang dikutip KabarPenumpang.com dari journaltimes.com (25/8/2019).
Amtrak Hiawatha adalah kereta tersibuk di Midwest dan tersibuk kesembilan di negara ini, melayani hampir 860 ribu penumpang pada 2018, dan ridership telah tumbuh sebesar 6 persen pada semester pertama tahun 2019. Selain peningkatan kapasitas, gerbong-gerbong baru ini juga dikabarkan lebih hemat bahan bakar, memiliki biaya perbaikan yang lebih rendah, memiliki fasilitas yang lebih andal dan memiliki aksesibilitas bagi penumpang disabel.
“Peralatan kereta ini mendukung peningkatan frekuensi layanan yang direncanakan di koridor Milwaukee-Chicago yang tumbuh cepat dan secara substansial akan meningkatkan layanan kereta penumpang antarkota. Ini memajukan tujuan Amtrak untuk memperluas dan meningkatkan layanan koridor dan menetapkan lebih banyak catatan penumpang,” kata Direktur Senior Amtrak Ray Lang.
Baca juga: Liam Neeson Suguhkan Aksi Thriller Terbarunya di Kereta Amtrak
Layanan Hiawatha, didukung oleh Departemen Transportasi (DOT) Wisconsin dan Illinois, adalah bagian dari Amtrak Midwest, jaringan kereta api regional yang menghubungkan kota-kota di seluruh Midwest. Layanan Hiawatha dan kereta Amtrak Midwest menawarkan akomodasi premium dengan kursi malas dengan tempat duduk dua sisi yang luas, meja nampan, lampu baca, wi-fi gratis, toilet yang luas, dan outlet listrik, kata rilis itu.
Seorang ibu bersama anaknya yang tengah bepergian dengan menggunakan bus di Dublin terpaksa turun sembari menangis karena ulah salah seorang penumpang. Sang ibu, Gabrysia Perka bersama anaknya yang berusia satu tahun, Abel duduk di dek atas bus nomor 67. Keduanya tengah dalam perjalanan dari Celbridge di Co Kildare menuju ke pusat kota Dublin di Irlandia.
Baca juga: ‘Bangunkan’ Anak dengan Tusuk Gigi, Penumpang MRT Singapura Viral di MedsosKabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (23/8/2019), Gabrysia membawa Abel naik ke dek atas, karena ada lebih banyak pemandangan yang bisa dilihat oleh anaknya tersebut. Ketika itu tiba-tiba seorang pria marah dan menyuruh Gabrysia melemparkan anaknya keluar.
Diketahui, Abel melempar telepon miliknya ke lantai saat mengamuk di dalam bus. Gabrysia mengatakan pria yang marah itu juga menamai Abel kecil sebagai “bocah”. Penumpang berteriak: “Lemparkan saja dia ke luar jendela. Itu akan menjadi hal terbaik baginya. ”
Dia kemudian membentak penumpang lain: “Yah, dia tidak akan melempar telepon, itu pasti.”
“Dia [Abel] suka duduk di lantai atas karena ada lebih banyak pemandangan untuk dilihat. Kemudian dia menjadi agak kesal, seperti yang dialami semua anak, tidak ada yang akan menenangkannya. Pria paruh baya ini naik dan putra saya melemparkan telepon saya ke lantai,” ujar Gabrysia.
Dia mengatakan, pria tersebut berbalik dan meneriaki ‘Anak nakal yang kamu miliki’. Setelah beberapa menit Gabrysia akhirnya memutuskan turun karena dirinya sadar kalau anaknya tidak tenang pria tersebut akan mengatakan sesuatu lagi.
“Dan saat aku berjalan dia berkata, ‘Kamu harus melemparnya ke luar jendela’,” ungkapnya.
Dirinya yang turun tersebut mengatakan pada pengemudi tentang hal yang menimpa dirinya ketika berada di dek atas. Kemudian pengemudi itu naik dan menghadapi penumpang pria tersebut. Penumpang itu mengeluh pada pengemudi bahwa anak tersebut melempar telepon dan berteriak diteliganya.
“Ini bayi kawan, Apa masalahnya? Itu anak-anak,” kata pengemudi.
Kemudian ketika penumpang tersebut meminta maaf kepada pengemudi, sang pengemudi menjawab, “Jangan minta maaf padaku, minta maaf padanya, dia di sana menangis”.
Baca juga: Bentak Bayi Menangis di Penerbangan, PNS Wanita Ini Terancam Kehilangan Pekerjaan!
Tetapi ternyata Gabrysia mengatakan, bahwa penumpang pria itu tidak minta maaf dan meninggalkan bus beberapa saat kemudian. Diketahui, insiden ini direkam oleh bibi anak itu dan di unggah Gabrysia ke media sosial miliknya.
Anda masih ingat dengan Ural Airlines yang pada pertengahan Agustus kemarin terpaksa melakukan pendaratan darurat di ladang jagung pasca diterjang bird strike? Nah, kini pemberitaan terbaru terkait insiden tersebut mengatakan bahwa pesawat tersebut sudah berhasil dievakuasi dari ladang jagung yang terletak di daerah Moskow, Rusia. Namun, mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, “bagaimana cara memindahkan sebuah pesawat yang terdampar di ladang jagung?”
Baca Juga: Mesin Dihantam Bird Strike, Airbus A321 Ural Airlines Hard Landing di Ladang Jagung
Tentu saja ini bukanlah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, mengingat untuk memindahkan mobil dari ladang jagung saja dibutuhkan effort yang besar. Untuk menjawab pertanyaan tadi, KabarPenumpang.com mengutip dari laman crimerussia.com (25/8/2019), dimana proses evakuasi pesawat berjenis Airbus A321 ini dilakukan dengan cara membelah pesawat menjadi beberapa bagian guna memudahkannya.
Menurut kantor berita kenamaan asal Negeri Beruang Merah, TASS, Airbus A321 Ural Airlines dengan nomor penerbangan U6178 ini sudah berhasil dievakuasi dan tidak dioperasikan kembali oleh pihak maskapai.
“Proses evakuasi sudah selesai yang ditandai dengan dikeluarkannya bagian kabin dari area ladang jagung tersebut,” ungkap pihak TASS.
“Kabin merupakan bagian terakhir dari U6178 yang dikeluarkan dari area ladang,” lanjutnya.
Kendati sudah tidak akan beroperasi kembali, namun puing-puing pesawat ini tidak akan dipajang di museum atau dijadikan cinderamata, mengingat status pesawat ini adalah pesawat sewaan, “dan berada di bawah kendali pabean,” terang salah satu teknisi dari Ural Airlines.
Sebelumnya, Airbus A321 milik maskapai Ural Airlines dengan nomor penerbangan U6178 sejatinya akan mengudara dari Moskow menuju Simferopol di Krimea pada Kamis (15/8/2019) lalu. Semuanya berjalan sesuai SOP sampai tak berselang lama setelah tinggal landas, pesawat yang tengah mengangkut 226 penumpang ini diterpa bird strike.
Baca Juga: Dihantam Bird Strike, Hidung Airbus A380 Singapore Airlines Berlumuran Darah
Sontak mesin mengalami kerusakan dan tidak mungkin untuk melanjutkan penerbangannya. Dengan cepat, pilot berupaya untuk melakukan pendaratan darurat – alih-alih pesawat mengalami kecelakaan dan menewaskan keseluruhan penumpang dan awak yang ada di dalam penerbangan tersebut.
Dilaporkan, ada 76 penumpang yang mengalami cidera pasca hard landing di ladang jagung. Kendati begitu, beruntung tidak ada korban jiwa dibalik insiden ini.
Pasca kejadian ini juga, sang pilot dianugerahi penghargaan “Heroes of Russia” karena telah secara profesional menyelamatkan nyawa ratusan penumpang.
Penyandang disabilitas selalu dibedakan dengan orang normal lainnya. Hal ini membuat mereka selalu merasa terdiskriminasi. Apalagi ketika penyandang disabilitas menggunakan fasilitas dan menaiki kendaraan umum dan tidak ada petugas yang membantu mereka.
Baca juga: Raih Kemenangan Untuk Negara, Paralimpian Justru Dinistakan di Kereta
Baru-baru ini seorang Paralympian Sophie Christiansen yang pernah memenangkan tiga medali emas di Paralympic Games 2012 dan 2016 yang memiliki cerbral palsy pulang dan menangis. Dilansir KabarPenumpang.com dari bbc.com (22/8/2019), Shopie saat itu tengah bepergian dengan layanan South West Railway (SWR) dari London ke Godalming di Surrey.
Dirinya terjebak diantara pintu yang akan ditutup dan membuat penumpang lain membantu untuk membuka pintu dengan cara menahan agar dirinya bisa turun.
“Inilah yang terjadi ketika saya kembali semalam setelah @SW_Help mengatakan mereka mengatakan kepada penjaga saya di kereta. Saya pulang ke rumah dan menangis. Akhirnya saya sadar bahwa masyarakat tidak akan berubah untuk membuat layanan benar-benar dapat diakses. Saya harus menerima diskriminasi sepanjang hidup saya,” tulisnya di akun Twitter.
Bahkan dirinya merekam kejadian tersebut dan mengunggah di akun Twitter miliknya. Dalam rekaman dia berkata meminta operator kereta untuk mendapatkan sistem yang lebih baik bagi para penyandang disabilitas.
Setelah beberapa menit dibantu seorang penumpang yang menahan pintu, akhirnya seorang penjaga stasiun terlihat datang dengan jalan untuk membantu Sophie turun dari kereta. Seorang juru bicara SWR mengatakan, pihaknya sangat menyesal atas perasaan Nona Sophie setelah perjalanan hari Rabu.
“Meskipun kami berhasil membantu puluhan ribu pelanggan setiap tahun, bahkan satu perjalanan yang gagal terlalu banyak. Bantuan penumpang yang tidak dipesan adalah bidang yang menantang bagi industri kereta api secara keseluruhan dan SWR tidak berbeda. Kami bekerja keras dengan kolega industri dan RDG (Rail Delivery Group) dalam berinvestasi dalam teknologi dan proses untuk mencoba dan menghentikan ini terjadi,” kata juru bicara tersebut.
Pihaknya mengaku telah berbicara dengan Sophie untuk meminta maaf dan memastikan mempelajari semua yang mungkin terjadi untuk mencegah hal sama terulang. Ceri Smith menajer kebijakan dan kampanye di Cakupan amal kesetaraan mengatakan, terlalu banyak penyandang disabilitas harus menghadapi pengalaman yang menyedihkan dan menegangkan seperti ini.
“Ini sangat mengecewakan karena regulator kereta api telah memperkenalkan panduan untuk memastikan penumpang cacat dapat mengandalkan staf yang muncul saat mereka dibutuhkan. Perusahaan kereta perlu segera bertindak berdasarkan pedoman ini untuk menghentikan orang-orang cacat yang terdampar di kereta,” kata dia.
Dominic Lund-Conlon, kepala aksesibilitas dan inklusi RDG mengatakan, pihaknya ingin membuat kereta api lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang dan tulus meminta maaf ketika penyandang disabilitas tidak dapat memperoleh layanan yang mereka harapkan saat bepergian dengan kereta api.
“Sangat penting bagi setiap orang yang bekerja di kereta api agar penumpang memiliki kepercayaan diri untuk melakukan perjalanan mereka dan kami bekerja bersama untuk mengubah dan meningkatkan sekarang dengan meningkatkan stasiun, membawa ribuan gerbong baru yang lebih mudah diakses di jalur dan mempercepat proses pemesanan penumpang bantuan,” kata Dominic.
Baca juga: Lantaran Tak Diberikan Kursi Roda, Penumpang Disabilitas Alami Patah Tulang Saat Ke Toilet
Diketahui ketika dirinya meninggalkan London, Sophie sempat menuliskan di Twitternya, “Terima kasih banyak untuk dua orang yang mengangkat kursi roda saya ke kereta ketika saya tidak dapat menemukan anggota staf @LondonWaterloo untuk mendapatkan jalan.”
Kini, India memiliki sebuah gadget canggih yang dapat mengubah kendaraan pribadi Anda menjadi lebih aman, cerdas, dan terkoneksi. SafeDrive merupakan gadget kompatibel yang dirancang dan dikembangkan oleh sebuah startup yang diinkubasi oleh Kerala Startup Mission, Elsys Intelligent Devices. Gadget yang bisa dipasang di kebanyakan mobil di India ini baru saja diluncurkan pada Kamis (17/8/2017) kemarin.
Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Timer, Secerdas Apa Sistem Pengaturan Lalu Lintas Baru di India?
Bukan sembarang gadget, SafeDrive juga dilengkapi dengan sensor kecelakaan, modul GPS, mikrofon, speaker, dan konektivitas seluler. Gadget ini juga menawarkan fitur “In-Vehicle Emergency Call”, dimana secara otomatis akan memberikan informasi kepada pusat bantuan darurat jika terjadi kecelakaan atau benturan parah terhadap kendaraan. Bahkan alat ini mampu mengirimkan sinyal ketika korban tidak dapat merespons karena cedera atau shock.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (18/8/2017), Kepala Kepolisian Kerala, Loknath Behera mengatakan bahwa ini merupakan bentuk kesadaran terhadap peningkatan keselamatan dalam berkendara. Ia pun menambahkan bahwa jumlah kecelakaan yang memakan korban jiwa pada paruh pertama tahun 2017 ini sangat banyak, yaitu sekitar 2.000 jiwa.
“Sementara itu Kepolisian Kerala akan terus melakukan yang terbaik untuk menerapkan peraturan keselamatan lalu lintas, masyarakat juga harus menyadari bahwa kita sama-sama memiliki tanggung jawab untuk mencegah kecelakaan. Penegakan ini hanya akan bekerja jika dibarengi dengan kesadaran pengguna jalan,” seru Loknath.
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh gadget ini setelah mendeteksi dampak kecelakaan adalah melakukan panggilan dan mengirimkan data ke pusat bantuan darurat yang mencakup lokasi kejadian dan kecepatan terakhir kendaraan sebelum terjadinya kecelakaan. Dengan data ini, maka pusat bantuan darurat akan terbantu untuk menilai situasi di lokasi, menghubungi korban jika memungkinkan, memberitahu keluarga atau kerabat terdekat, dan mengkoordinasikan bantuan darurat.
Terdapat juga fitur-fitur lain di dalam gadget ini, seperti tombol bantuan satu sentuhan, sebuah hands-free yang mampu melakukan panggilan dua arah, pelacakan posisi kendaraan, riwayat perjalanan, notifikasi cerdas, serta analisa pengemudi. “SafeDrive merupakan solusi berkendara aman buatan India, dan kami siap untuk mencuri perhatian dunia,” ungkap CEO Elsys, Prasad Pillai.
Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error
Prasad menilai kehadiran SafeDrive merupakan penyeimbang antara perkembangan industri otomotif yang semakin maju, ditambah dengan kehadiran kendaraan otonom. “Kami merancang sebuah jaringan darurat mencakup layanan penting lainnya yang dapat digunakan oleh semua mobil konvensional dan otonom,” tambahnya. “Kami mendekati produsen mobil, penyedia asuransi, entitas transportasi jalan dan agen penegak hukum untuk memperluas jaringan ini.” Tutup Prasad.
Sudah barang tentu, kehadiran alat canggih yang mudah diaplikasikan di kendaraan ini akan mencuri perhatian dunia. Tidak jarang orang kebingungan dalam menghadapi situasi darurat, kebanyakan dari mereka akan berteriak minta tolong kepada semua orang. Padahal orang-orang tersebut juga akan kebingungan akan melakukan tindakan apa. Bukan rahasia lagi ketika faktor human error menduduki peringkat pertama pemicu kecelakaan lalu lintas.
Memang, alat ini akan lebih banyak berfungsi pasca kecelakaan, namun setidaknya kehadiran SafeDrive akan membantu setiap korban kecelakaan untuk tidak kebingungan dalam mengambil langkah selanjutnya jika dalam kondisi darurat.
Maskapai plat merah Garuda Indonesia, mulai Kamis (29/08/2019) dikabarkan akan mengoperasikan sejumlah layanan penerbangan domestik rute baru dari Bandara Husein Sastranegara yang ada di Kota Kembang, Bandung. Adapun rute penerbangan baru tersebut meliputi, Bandung – Lampung (PP) dan Bandung – Surabaya (PP). Rencananya, para penumpang di rute ini akan diakomodir oleh pesawat berjenis ATR 72-600 yang mampu menampung hingga 70 penumpang di kelas ekonomi dalam sekali penerbangannya.
Baca Juga: Meski Punya Rute Penerbangan Sama, Garuda Indonesia dan Citilink Ternyata Saling Melengkapi
Sebagaimana informasi yang didapat KabarPenumpang.com dari siaran pers, Garuda Indonesia akan mengoperasikan rute ini satu kali dalam sehari.
Penerbangan Bandung – Lampung akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA7241 dari Bandara Husein Sastranegara pada pukul 06.20 waktu setempat dan tiba di Bandara Radin Inten II pada pukul 07.40 waktu setempat. Sebaliknya penerbangan Lampung akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 7242 pada pukul 08.10 waktu setempat dan tiba di Bandung pada pukul 09.30 waktu setempat.
Sementara untuk penerbangan Bandung – Surabaya akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 7245 dari Bandara Husein Sastranegara pada pukul 15.10 waktu setempat dan tiba di Bandara Juanda pada pukul 16.50 waktu setempat. Sebaliknya penerbangan Surabaya akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 7246 pada pukul 17.45 waktu setempat dan tiba di Bandung pada pukul 19.40 waktu setempat.
Menurut Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, pembukaan rute penerbangan ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam memperluas konektivitas penerbangan bagi para pelanggannya – khususnya bagi mereka yang berdmomisili di Jawa Barat. Selain itu, Pikri juga mengatakan bahwa pembukaan rute Bandung – Lampung dan Bandung – Surabaya ini merupakan jalan untuk mendongkrak sektor pariwisata nasional.
“Beroperasinya layanan penerbangan Bandung – Lampung juga sekaligus mendorong peningkatan pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik ke Lampung sebagai salah satu potensi wisata alam dan budaya di Indonesia yang menjanjikan. Kami berharap laju pertumbuhan ekonomi di Lampung akan meningkat dengan bertambahnya jumlah wisatawan ke Lampung yang berasal dari Bandung mengingat Bandung masih menjadi magnet turis untuk berkunjung ke Indonesia,” ujar Pikri.
Baca Juga: Yogyakarta ‘Panjangkan’ Rute Internasional Garuda Indonesia Menuju Mumbai
“Sementara itu, dibukanya rute Bandung – Surabaya juga dilakukan sebagai wujud pemenuhan demand (permintaan) dari masyarakat yang ingin berpergian dari Bandung menuju Surabaya yang merupakan salah satu pusat perekonomian terpadat di Indonesia,” tandasnya.
“Pembukaan layanan penerbangan langsung tersebut merupakan langkah berkelanjutan Garuda Indonesia dalam meningkatkan potensi pariwisata nasional serta tentunya selaras dengan komitmen maskapai dalam memperluas pangsa pasar penerbangan domestik.” Tutup Pikri.
Belakangan makna kata reklamasi kerap dikaitkan dengan isu-isu yang berbau negatif, maklum setiap aksi reklamasi di republik ini tak jarang bersinggungan dengan kepentingan politik. Namun, tahukah Anda bahwa reklamasi yang baik dapat membawa imbas yang positif bagi pertumbuhan suatu daerah, bahkan ditangan pengembang yang handal serta komitmen dari stakeholder, ekosistem di sekitaran area reklamasi dapat diperhatankan seoptimal mungkin.
Baca juga: Pulau Sentosa, Eks Benteng Militer Yang Mendunia Karena Wisata
Reklamasi berasal dari kosa kata dalam Bahasa Inggris yaitu to reclaim yang artinya memperbaiki sesuatu yang rusak. Lebih lanjut dijelaskan dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia Departemen Pendidikan Nasional, disebutkan arti reclaim sebagai menjadikan tanah (from the sea). Dan KabarPenumpang.com merangkum ada lima kawasan yang direklamasi untuk menambah pemasukan ekonomi sosial dan tempat wisata. Salah satu dari lima daerah yang di reklamasi ada di Indonesia, berikut kelima tempat tersebut.
1. Pantai Seruni Bantaeng (Indonesia)
Kawasan di Sulawesi Selatan ini direklamasi sepanjang satu setengah kilometer. Dulunya sebelum di reklamasi, pantai ini kumuh dan tak menarik perhatian siapapun. Setelah direklamasi, pantai ini justru dibuat sebagai pusat kegiatan masyarakat dengan alun-alun dan rumah sakit yang dibangun di atas tanah reklamasi ini. Selain itu, di atas tanah reklamasi ini juga di bangun sport center di area Pantai Seruni, dan ini semua atas usulan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah.
2. Pulau Sentosa (Singapura)
Pulau ini dipenuhi dengan tempat hiburan baik daratan maupun bawah lautnya, ada pula resort dan kasino. Pulau ini berada di selatan Singapura dengan luas area 465 hektar dan hasil dari proyek reklamasi yang tanahnya berasal dari Kepulauan Riau. Tak hanya itu negara Singapura sendiri juga hasil reklamasi hingga 710 km persegi.
The Palm Jumeirah, Dubai3. The Palm Jumeirah (Dubai)
Ini salah satu pulau buatan yang dibangun dengan reklamasi tanah oleh Nakheel sebuah perusahaan yang dimiliki pemerintah Dubai. Pulau ini merupakan satu dari tiga pulau yang disebut The Palm Islands yang meningkatkan pesisir pantai Dubai hingga 520 km. The Palm Jumeirah merupakan yang terkecil dari tiga Palm Islands Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali dan Palm Deira yang sedang dalam pembangunan oleh Nakheel. Letaknya di area pesisir pantai Jumeirah di emirat Dubai, di Uni Emirat Arab (UEA). Di pulau ini dibangun pusat hiburan kelas atas dengan fasilitas ekslusif seperti hotel bintang lima.
Baca juga: Berdasarkan Luas Lahan,10 Bandara Ini Jadi Yang Terbesar di Dunia4. Song Do (Korea Selatan)
Negara yang berbatasan dengan Korea Utara ini sudah berkali-kali melakukan reklamasi pada pantainya. Salah satunya adalah darataan Song Do yang terletak di pantai barat Semenanjung Korea tepat sebelah timur laut Kuning. Pada daratan Song Do memiliki luas 38 ribu hektar dan terbagi menjadi tiga area yakni resort, bandara internasional Incheon dan kawasan industri.
Incheon, Korea Selatan5. Kansai di Kyoto (Jepang)
Kawasan reklamasi ini dimanfaatkan untuk perluasan pelabuhan laut dan jalur masuk wisatawan melaalui bandara internasional Kansai. Luas reklamasi Kansai 10 kilometer persegi. Tetapi sayangnya kawaasan ini memiliki potensi kegempaan dan serangan badai.
Sejak 2015 PT KAI telah mengoperasikan Rail Clinic dan menjadi terobosan dalam usaha perusahaan kereta api nasional ini untuk mendukung pelayanan kesehatan secara mobile dengan peralatan medis yang lumayan lengkap. Namun, jauh sebelum Rail Clinic beroperasi, yakni di tahun 1991, di India sudah beroperasi kereta rumah sakit pertama,
Buka saja disebut yang pertama di India, bahkan disebut-sebut menjadi yang pertama di dunia, yakni Lifeline Express India. Seperti halnya Rail Clinic PT KAI, kereta rumah sakit di India ini sudah menempuh perjalanan panjang dan luasnya negara dengan membawa bantuan medis ke daerah yang tidak bisa terjangkau.
Baca juga: Rail Clinic, Klinik Berjalan Diatas Rel Milik PT KAI Gratis
Dilansir KabarPenumpang.com dari indiatimes.com, kereta Lifeline Express ini bisa disebut kereta magic India. Bila terhitung sampai saat ini, Lifeline Express India sudah melayani selama 26 tahun. Hadirnya Lifeline Express ini berkat kerjasama antara Yayasan Impact India dengan Indian Railways.
Penasaran dengan apa saja yang ada di dalam rumah sakit kereta ini? Di dalamnya terdapat ruang operasi dengan segala kelengkapannya. Tak hanya alat, ahli bedah pun dihadirkan untuk melakukan operasi seperti bibir sumbing, anggota badan yang cacat seperti terkena polio hingga katarak.
Adanya kereta rumah sakit ini memang ditujukkan untuk fasilitas kesehatan bagi masyarakat pedesaan India yang tidak terjangkau atau kurangnya akses pelayanan medis. Selama 26 tahun berkiprah, Lifeline Express India sudah bertolak ke berbagai kawasan di India seperti Bihar, Maharashtra, Bengal Barat, Madhya Paradesh dan Kerala.
Proyek kereta rumah sakit ini pun disponsori oleh organisasi baik dari swasta maupun publik. Layanan yang diberikan juga tak jauh berbeda dengan rumah sakit, seperti pemeriksaan mata, layanan gigi dan lainnya. Adanya Lifeline Express bisa mengajarkan ahli bedah bekerja di kota-kota kecil dengan keterampilan operasi mikro yang lebih baik.
(The Indian Express)
Menurut Impact India, Lifeline Express telah menjadi model untuk transfer teknologi tepat guna ke negara lain untuk mendirikan proyek serupa di Cina, Afrika Tengah dan rumah sakit perahu sungai di Bangladesh dan Kamboja. Tak kalah dengan Lifeline Express, Rail Clinic milik PT KAI ini sudah pula dilengkapi layanan untuk mendukung fungsi UGD (Unit Gawat Darurat), selain itu ada ruang monitoring dokter, ruang tindakan, pemeriksaan gigi dan laboratorium. Pada gerbong kedua, dilengkapi dengan ruang pemeriksan ibu hamil dan bersalin, ruang menyusui, ruang pemeriksaan umum dan ruang farmasi.
Di dalam Rail Clinic, ruang untuk bersalin memiliki ukuruan 2×3 meter dan dilengkapi peralatan bersalin yang lengkap. Dokter yang ada di dalam ruang bersalin ini ada satu dokter kandungan dengan dua orang bidan untuk menangani persalinan.
Baca juga: India Luncurkan Kereta Bertenaga Panel Surya
Rail Clinic di Indonesia beroperasi di Jawa sejak tahun 2015 dan di Sumatera pada tahun 2017 ini. Rail Clinic milik PT KAI dibangun dari basis kereta rel diesel bekas yang disulap menjadi klinik berjalan. Dibangun dari KRD bekas MCW 302 yang tersimpan di Bali Yasa Yogyakarta dan interior dalamnya diubah menjadi sebuah klinik untuk dioperasikan bagi masyarakat tidak mampu sekitaran rel kereta baik di Pulau Jawa maupun Sumatera. Ini adalah salah satu program CSR (Corporate Social Resposibility) PT KAI dengan menggratiskan segala biaya pengobatan di Rail Clinic. Dikutip dari Wikipedia, Rail Clinic milik PT KAI ini telah mendapat rekor MURI sebagai kereta klinik pertama di Indonesia.
Sabuk pengaman dengan tiga titik tipe V atau disebut dengan desain cross strap yang ditemukan Nils Bohlin ternyata sudah ada selama 60 tahun. Dimana Nils Bohlin yang merupakan insinyur Volvo pertama kali memperkenalkan sabuk pengaman ini pada 1959 lalu dan ini patut dirayakan.
Baca juga: Sabuk Pengaman Ternyata Sudah Ada Sejak 1800-an
Sebab perusahaan Swedia itu mengukir dalam ruang industri mobil yang kompetitif dengan menjadikan keselamatan pengemudi dan penumpang sebagai bagian inti dari mereknya yang saat ini digunakan juga oleh produsen mobil lainnya. Bahkan Presiden Volvo yakni Gunnar Engellau pernah mengalami kerugian langsung akibat kecelakaan lalu lintas dimana kerabatnya meninggal.
Nils Bohlin muda
Hal ini karena kurangnya desain sabuk pengaman dua titik yang bahkan bukan fitur standar pada mobil kala itu. Tragedi ini kemudian mendorog Engellau menemukan solusi lebih baik dan mengajak Nils Bohlin ke Volvo untuk menciptakan solusi lebih baik untuk pengamanan pengemudi serta penumpang.
KabarPenumpang.com merangkum dari forbes.com (13/8/2019), pada sabuk pengaman dua titik sebelum seperti saat ini tidak dapat menahan cidera bagian dalam dan tubuh penumpang ketika tabrakan terjadi. Sehingga kehadiran sabuk pengaman tiga titik milik Bohlin ini mendapat banyak penghargaan karena lebih nyaman dan mudah digunakan.
Inovasi Bohlin yang dilakukan pada Volvo ini membutuhkan jutaan dolar dalam penelitian dan pengembangan hingga investasi pemasaran. Volvo berusaha keras menguji kemanjuran penemuan ini pada 1950-an dan 1960-an dengan membuat ratusan percobaan serta meneliti puluhan ribu kecelakaan untuk memverifikasi kemanjuran.
Tetapi memberikan data ilmiah kepada orang tidak cukup untuk membujuk mereka melakukan perubahan dalam hidup mereka. Adopsi massa sangat sering membutuhkan perubahan paradigma emosional.
Hingga akhirnya tahun 1975 penggunaan sabuk pengaman di Swedia kahirnya tumbuh hingga 90 persen pada pengguna mobil. Ini mengingatkan bahwa penemuan dan inovasi bukanlah hal yang sama, yang terakhir membutuhkan adopsi untuk memenuhi syarat, membuat inovasi selalu berisiko.
Mungkin tanpa kepemimpinan Volvo dengan menghadirkan sabuk pengaman modern ini, bisa saja membutuhkan sepuluh tahun ekstra atau lebih untuk dipasarkan. Untungnya meski Volvo telah mematenkan sabuk pengaman modern ini, produsen mobil asal Swedia tersebut tidak menarik royalti kepada produsen mobil lainnya karena menggunakan sabuk pengaman rancangan mereka.
Sabuk pengaman tiga titik telah menyelamatkan ratusan ribu nyawa. Ini telah mencegah atau mengurangi keparahan cedera bagi jutaan orang. Miliaran orang telah menggunakan satu selama setahun terakhir saja.
Sebuah studi ilmiah oleh Bohlin, yang diterbitkan pada tahun 1967, mencakup 28 ribu kecelakaan lalu lintas jalan, menunjukkan bahwa penghuni yang tidak diikat mengalami cedera fatal sepanjang skala kecepatan keseluruhan. Hebatnya, dari 37.511 orang yang terlibat dalam kecelakaan itu, tidak ada penumpang yang memakai sabuk pengaman tiga titik telah meninggal, kecuali bepergian dengan kecepatan sangat tinggi di atas 60 mph.
Puluhan miliar kerugian asuransi telah dihindari sejak tahun 1959 setelah adanya sabuk pengaman modern, sehingga jutaan cedera yang diringankan dan kematian dihindari. Pada gilirannya, ini telah menyelamatkan semua pada premi asuransi, karena keselamatan mobil telah meningkat secara dramatis.
Saat ini, Volvo diakui sebagai pemimpin dunia dalam keselamatan mobil. Pahlawan desain Volvo, Bohlin, terus memimpin proyek-proyek baru di Volvo hingga pertengahan 1980-an, termasuk desain SIPS, “Sistem Perlindungan Dampak Samping” yang terkenal. Perusahaan terus mendorong batas-batas teknis, mengembangkan airbag dan sensor jalan baru-baru ini, yang tidak diragukan lagi telah menekan pesaing untuk berinovasi pada gilirannya.
Baca juga: Ternyata, Sandaran Kursi Mobil Sudah Ada Sejak 1930-an
Melalui kegigihan, mengenakan sabuk pengaman pada akhirnya menjadi bukan hanya persyaratan hukum, tetapi juga norma budaya, sebuah inovasi yang sukses, yang harus dibayar banyak orang. Pada peringatan 60 tahun ini, patut diingat Bohlin, dan isyarat niat baik Volvo.