Penumpang Tak Perlu Keluarkan Ponsel Pintar, Hitachi Rilis Teknologi Sensor Pembaca Aplikasi Tiket Kereta

Hitachi Rail kini mengembangkan teknologi baru untuk menghilangkan hambatan tiket yang mana nantinya penumpang tidak akan dikenakan biaya yang berlebihan. Teknologi baru tersebut kini menjalami pengujian ketat untuk Trenito Transporti di Trento, Italia. Bahkan Hitachi berharap teknologi ini juga bisa digunakan pada bus, trem dan kereta api di Inggris. Baca juga: Dengan EFC, Sistem Pembayaran Moda Transportasi Massal Akan Terintegrasi di 2019 “Teknologi ini memiliki kemampuan untuk mengubah transportasi umum di setiap sudut negara, dari bus pedesaan ke stasiun kereta pusat kota. Masalah antrian perjalanan yang biasa terjadi di mesin tiket atau mencoba menemukan tarif termurah dapat diselesaikan tanpa perlu meraih kantong Anda. Kami sekarang mulai menguji teknologi ini dan melihat kemungkinan satu aplikasi bekerja di seluruh negara. Misalnya, seorang penumpang dapat menggunakan aplikasi untuk naik bus di kota setempat dan kereta api di tempat lain di negara itu semua dalam satu hari,” kata Karen Boswell, Managing Director Hitachi Rail yang dikutip KabarPenumpang.com dari railpro.co.uk (12/8/2019).
(railpro.co.uk)
Dia mengatakan, teknologi tersebut akan berpotensi membuat transportasi umum lebih mudah di akses oleh semua penumpang. Ini juga dipercaya menjadi kabar baik bagi operator yang mana bisa menarik orang lebih banyak untuk menggunakan transportasi umum dengan metode pembayaran baru. Tekonologi ini adalah dimana tiket pintar dihadirkan dengan teknologi suar yakni satu metode berupa sensor yang akan mendeteksi aplikasi perjalanan yang diinstal penumpang melalu ponsel pintar mereka. Hal ini nantinya memungkinkan penumpang memasuki kereta atau bus tanpa menunjukkan tiket kertas, kartu uang elektronik dan kartu pintar. Tak hanya itu, ponsel pintar penumpang pun tak perlu di keluarkan dari tas ataupun saku pakaian karena bisa langsung terdeteksi oleh sensor tersebut ketika akan naik atau turun dari transportasi umum. Selain itu, dengan sistem sensor ini, antrean dan hambatan bisa diminimalisir dan penumpang bisa lebih cepat naik ke bus, trem atau kereta. Aplikasi tiket pintar yang terhubung ke kartu pembayaran sudah lama diterapkan oleh Hitachi seperti tahun 2001 meluncurkan kartu yang digunakan di seluruh Jepang yakni kartu Penguin. Nantinya hasil dari konsep kerja di Italia akan membantu menginformasikan cara terbaik untuk menerapkan teknologi di masa depan. Saat ini hanya 25 persen pengguna yang memahami jenis tiket yang benar, sehingga solusi baru dari Hitachi ini bisa membuat lebih banyak orang percaya menggunakan transportasi umum. Adanya teknologi tersebut juga membantu meningkatkan aksesibilitas bangi penyandang disabilitas atau penumpang dengan anak kecil. Menghapus tiket fisik di bus, bisa memberikan kebebasan yang lebih besar kepada penumpang dengan gerekan terbatas. Diketahui, kartu perjalanan pintar Hitachi di Jepang saat ini sudah digunakan lebih dari 50 juta kali sehari di seratus moda transportasi berbeda. Baca juga: Tap Ponsel Pintar, Satu Detik Masuk Stasiun Tanpa Antri Tiket Perusahaan telah berinvestasi secara signifikan di Inggris dengan mendirikan pabrik kereta api bernilai 100 juta poundsterling di Timur Laut Inggris. Pada tahun 2022, perusahaan akan memiliki 286 kereta berjalan di Inggris, masing-masing menawarkan teknologi pintar canggih untuk meningkatkan kinerja dan pengalaman penumpang.

Ini Baru Dahsyat! Bajaj di India Angkut 24 Penumpang dan Jadi Viral

Bajaj memang asalnya dari India, dan pernak-pernik tentang kendaraan roda tiga ini ya memang pusatnya ada di India, meski turunan Bajaj seperti Tuk-Tuk juga cukup populer di Thailand. Sewajarnya Bajaj akan mengangkut paling banyak empat hingga lima orang penumpang. Ini pun sudah termasuk dengan anak-anak dan orang dewasa. Tapi bagaimana bila melebihi tujuh orang? Apakah akan muat dan bisakah berjalan? Baca juga: Jamnalal Bajaj, Sang Pendiri Bajaj Yang Terlahir dari Keluarga Marjinal Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dnaindia.com (12/8/2019), ternyata di Telangana, India sebuah Bajaj mengangkut 24 penumpang. Ini bukan hanya mengherankan tetapi juga mengejutkan dan satu-satunya terjadi di dunia yakni India. Penumpang sebanyak 24 orang yang naik Bajaj ini terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial. Namun ternyata 24 orang tersebut adalah ibu-ibu dan anak-anak mereka yang akan bepergian ke suatu tempat. Karena hal ini, Bajaj tersebut dihentikan oleh pihak kepolisian setempat dan sekitar 24 orang turun dari Bajaj tersebut karena di rasa terlalu padat. Komisaris Polisi Karimnagar mentweet video tersebut untuk membawa fokus pada masalah keselamatan jalan. “Orang-orang harus menjaga keselamatan mereka sendiri. Mereka tidak boleh menaiki mobil penumpang yang penuh sesak tanpa mempedulikan keselamatan mereka, ”baca keterangan pos. Video berdurasi 2:09 menit saat ini memiliki lebih dari 16.400 penayangan, hampir seribu orang suka dan lebih dari 370 retweet. Baca juga: Bajaj “Bapake, “Jadi Andalan Patroli Polres Cilacap Reaksi berbeda mengalir di atas video, sementara beberapa membahas masalah keselamatan jalan, banyak bercanda pemandangan seperti itu hanya dapat dilihat di India. Hal ini mengingatkan dua belas buruh tewas dan enam lainnya cedera ketika sebuah truk menabrak autorickshaw yang penuh sesak di distrik Mahabubnagar, Telangana, pekan lalu. Kalau di Indonesia mungkin memang hanya empat orang, tetapi biasanya yang terbanyak adalah Bajaj mengangkut barang dan diletakkan hingga di atap. Sedangkan penumpang akan duduk tepat disebelah pengemudi Bajaj.

Hejaz Railway – Jaringan Kereta Abad 19 yang Mampu Reduksi Waktu Perjalanan Jamaah Haji

Jika pada artikel sebelumnya dijabarkan tentang apa-apa saja jaringan kereta yang ada di Jazirah Arab yang dapat membantu mobilisasi para Tamu Allah, kini saatnya membahas salah satu jaringan kereta yang pernah dan rencananya akan dibuka kembali untuk ‘mempertebal’ lini pelayanan terhadap Jamaah Haji di masa yang akan datang. Adalah Hejaz Railway, jaringan perkeretaapian narrow-gauge yang sempat mengular dari Damaskus di Suriah menuju Madinah via Hejaz yang masuk teritorial Arab Saudi. Baca Juga: Sejak Dahulu, Jaringan Kereta di Arab Mudahkan Mobilisasi Jemaah Haji Asal Mula Kilas balik ke tahun 1860-an, dimana euforia pembangunan jalur kereta tengah menjadi-jadi kala itu, dan Hejaz merupakan salah satu area yang diekspektasikan bakal menjadi jalur yang ramai digunakan oleh penumpang. Semula, jaringan kereta Hejaz Railway ini dicanangkan untuk bisa mengular dari Damaskus sampai ke Laut Merah, namun rencana ini gagal karena Amir Mekkah kala itu mengatakan bahwa jaringan perkeretaan bakal mematikan bisnis transportasi unta yang menjadi salah satu tulang punggung transportasi di Jazirah Arab. Mengutip dari berbagai laman sumber, pembangunan jalur kereta api ini sendiri sudah dilakukan pada tahun 1840 namun baru direalisasikan pada tahun 1908 – atau pada masa pemerintahan Usmaniyah Turki pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II. Pembangunan jaringan kereta api ini tidak hanya memudahkan sarana transportasi di sana saja, melainkan menjadi salah satu program Pan Islamisme yang dilancarkan oleh Sultan Abdul Hamid II. Pan Islamisme merupakan paham politik yang lahir pada saat Perang Dunia II mengikuti paham yang tertulis dalam al-a’mal al-Kamilah dari Jamal-al-Din Afghani – seorang aktivis politik dan nasionalis Islam.
Peta Jaringan Hejaz Railway. Sumber: Reddit
Konstruksi pembangunan jalur ini cukup sulit, karena melalui daerah kawasan gurun pasir yang memiliki rintangan cukup tinggi. Selain melalui gurun pasir yang rawan akan terjadinya badai gurun, juga menghadapi wilayah yang bergunung gunung batu seperti lereng Naqab di selatan Yordania Masa Beroperasi Singkat cerita, jalur kereta Hejaz Railway sepanjang 1.320 km rampung dan mulai mengakomodasi penumpang. Hadirnya jaringan kereta ini ternyata membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap para Tamu Allah. Sebelum ada Hejaz Railway, mereka membutuhkan waktu sekira 40 hari untuk tiba di Tanah Suci, namun ketika jaringan kereta ini sudah beroperasi, hanya dibutuhkan lima hari saja untuk bisa memulai perjalanan spiritual di Baitullah. Seolah menjadi primadona baru, ratusan hingga ribuan Jamaah Haji yang berasal dari Rusia, Asia Tengah, Iran, dan juga Irak terus membanjiri Damaskus untuk naik kereta menuju Madinah.
Hejaz Railway Station di Damaskus, Suriah Sumber: wikipedia
Baca Juga: Canangkan Pembangunan ‘Kereta Perdamaian,’ Israel Nantinya Akan Terhubung dengan Sejumlah Negara Teluk Namun sayang, kereta ini tidak pernah mengular sampai ke Mekkah tatkala Pemberontakan Arab melawan Ottoman pecah pada tahun 1916 hingga 1918. Sejumlah bagian dari jaringan kereta tersebut diledakkan oleh Arab dan sekutunya. Hingga pada akhirnya, Hejaz Railway harus ‘pensiun’ pada tahun 1920. Rencana Pembangunan Kembali Menurut rencana yang beredar, Hejaz Railway ini akan kembali beroperasi pada tahun 2020 mendatang, hanya saja berganti nama menjadi Hejaz-Istanbul Railway – namun masih belum ada kejelasan lebih lanjut terkait rencana pengoperasian kembali ini.

Inilah Lima Fakta Unik dari Raksasa Penguasa Angkasa Luas – Airbus A380!

Amat disayangkan memang jika airbus A380, pesawat yang masuk ke dalam kelas superjumbo jet ini menghentikan produksinya. Menyandang predikat sebagai pesawat jet penumpang komersial terbesar di dunia, ternyata hingga saat ini masih belum ada produsen pesawat lain yang bisa mengambil tahta dari A380. Ada banyak hal yang diunggulkan dari varian ini, mulai dari kapasitas angkutnya hingga waktu tempuh dalam sekali perjalanannya yang fantastis. Baca Juga: Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat! Penasaran dengan keunggulan dari Airbus A380 ini? Berikut KabarPenumpang.com sarikan sejumlah poin wahid yang dimiliki superjumbo jet namun tidak dimiliki oleh varian lain, dikutip dari laman thepointsguy.co.uk. Sangat Besar Ada yang tahu beban takeoff maksimum dari A380 ini? Jawaban tepatnya adalah 1,3 juta pon atau yang setara dengan 590.000 kg! Beban tersebut setara dengan tujuh unit Boeing 737-800 atau 30 persen lebih berat ketimbang model terbesat dari varian Boeing 747. Ingin tahu kapasitas bahan bakar maksimum dari A380? 85.000 galon! Konsumen Terbesar Mungkin Anda semua sudah tahu siapakah maskapai yang paling banyak mengoperasikan varian 380 ini? Ya, Emirates! Dikabarkan, maskapai asal Timur Tengah ini memiliki hampir 40 persen dari total kuantitas A380 yang pernah diproduksi oleh Airbus. Agaknya fakta ini menjadi sebuah kewajaran manakala Emirates hanya mengoperasikan dua jenis pesawat saja – Airbus A380 dan Boeing 777. Harga yang Setara Dengan 36 Bugatti La Voiture Noire Mobil Bugatti La Voiture Noire dinobatkan sebagai mobil paling mahal di dunia pada tahun 2019 dengan harga menyentuh US$12,5 juta atau yang setara dengan Rp176,5 miliar. Lalu berapakah harga satuan dari Airbus A380? Satu unit A380 dibanderol dengan harga US$445,6 juta atau yang setara dengan Rp6,4 triliun. Itu berarti, harga satu unit Airbus A380 setara dengan 36 unit mobil termahal di dunia saat ini! Mampu Mengudara Hingga 17 Jam! Empat mesin Rolls-Royce Trent 900 atau Engine Alliance GP7000 yang menjadi daya dobrak utama A380 ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap pengoperasiannya. Dalam kondisi bahan bakar terisi penuh, superjumbo jet ini mampu menempuh perjalanan selama 17 jam non-stop atau yang setara dengan perjalanan dari Dubai menuju Auckland yang ada di Tenggara Australia. Baca Juga: Intip Mewahnya Airbus A380 Emirates yang Digunakan Klub Bola Real Madrid Hanya Dikemudikan Dengan Menggunakan Joystick Pesawat tingkat dua, mampu mengangkut hingga lebih dari 600 penumpang dalam sekali jalan (konfigurasi satu kelas bisnis), dapatkah Anda membayangkan kemudi dari Airbus A380? Mungkin yang ada di benak Anda adalah sebuah setir super besar yang ada di ruang kokpit, namun pada kenyataannya Anda salah besar! Karena Airbus A380 ini hanyalah dikemudikan dengan menggunakan joystick – sebagaimana pesawat Airbus tipe lainnya.

[Galeri Foto] Eks Jembatan Kereta di Cina ini Disulap Jadi Tempat yang Instagramable!

Anda masih ingat dengan Jembatan Cisomang lama yang berubah menjadi spot untuk berburu foto keren nan ciamik? Ya, jembatan bekas kereta api memang menawarkan nilai estetika tersendiri bagi para pemburu foto – mulai dari memotret rel bekas yang masih terpasang, hingga pemandangan yang tersaji di sekelilingnya. Apabila jembatan yang ada di Cisomang lama (yang terletak diantara Bandung dan Jakarta) hingga saat ini masih dibiarkan begitu saja tanpa direnovasi, maka lain halnya dengan eks jembatan kereta yang ada di Cina ini. Baca Juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia Melintang di atas Sungai Songhuajiang, bekas jembatan kereta ini disulap oleh otoritas setempat sehingga bisa dioperasikan kembali namun tidak oleh kereta – melainkan oleh pelancong. Jembatan yang terletak di Harbin, Ibukota dari Provinsi Heilongjiang ini rampung direnovasi dan dibuka untuk publik pada tanggal 5 Agustus 2019 kemarin.
Sebuah kapal tengah melintas di bawah eks jembatan kereta Songhuajiang. Sumber: xinhuanet.com
Rel kereta yang diganti dengan tegel dan dihiasi oleh ratusan lampu membuat jembatan sepanjang lebih dari satu kilometer ini menjadi daya tarik wisata baru di Cina bagian Timur Laut ini.
Eks jemabtan kereta yang dipadati oleh pengunjung. Sumber: xinhuanet.com
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, jembatan kereta ini dibangun pada tahun 1900 dan memberhentikan pengoperasiannya pada tahun 2014 kemarin.
Wah, hati-hati barang bawaannya dicopet, Ci! Jangan keasikan selfie ya! Sumber: xinhuanet.com
Baca Juga: Jembatan Ciherang, Lintasan Melengkung dan Spot Foto Favorit Para Railfans Walhasil, eks jembatan kereta ini berhasil disulap menjadi tempat yang instagramable baru di Cina.
Lumayan, buat content Instagram! Sumber: xinhuanet.com
Bagi Anda yang hendak atau tengah mengunjungi Cina, jangan lupa untuk menambahkan foto baru di berbagai media sosial Anda dengan latar belakang jembatan ini, ya!  

Penumpang Sadar Gaya Hidup Sehat, Singapore Airlines Tawarkan Makanan Sehat dalam Penerbangan

Makanan pesawat kerap kali dikatakan tidak sehat karena sudah dimasak dan dibekukan lebih dari 24 jam atau bahkan berhari-hari sebelum dihidangkan. Ini kemudian membuat maskapai Singapore Airlines akhirnya menetapkan perubahan preferensi makanan pelancong masa kini. Baca juga: Tingkatkan Kualitas Hidangan, Singapore Airlines Gandeng Como Shambhala Hadirkan ‘Makanan Sehat’ Dimana makanan yanga akan ditawarkan pada pelancong adalah masakan kesehatan. Untuk menghadirkan makanan sehat tersebut, Singapore Airlines berkolaborasi dengan rumah krsehatan Combo Shambhala yang berbasis di Negeri Singa ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman businnesstraveler.com (9/8/2019), makanan sehat tersebut akan diintegrasikan ke dalam menu pesawat yang akan dinikmati pelancong. Selain itu hidangan akan diperkenalkan pada penerbangan tertentu yang berangkat dari Singapura di beberapa bulan mendatang. Kehadiran makanan sehat ini pula bertujuan untuk menawarkan lebih banyak pilihan menu kepada pelanggan. Kolaborasi antar keduanya ini merupakan langkah besar dalam industri penerbangan. Karena hal ini menyoroti akan perlunya maskapai penerbangan untuk menghasilkan bukan hanya makanan sehat tetapi lezat. Bahkan Como dan Singapore Airlines pun akan menghadirkan makanan musiman yang menjadi fokus kuat bagi para mitra untuk menggunakan bahan-bahan berkelanjutan. Tak hanya itu, misi kesehatan ini pun terlihat pada layanan Book the Cooknya. Hadirnya kolaborasi tersebut juga menjadi bagian tren lebih besar lagi untuk menghilangkan mitos makanan pesawat yang tidak enak dan tidak sehat. Kehadiran makanan sehat ini juga dikarenakan banyaknya penumpang yang menyadari pentingnya makanan sehat meski dalam penerbangan. Diketahui, kolaborasi Como dan Singapore Airlines sudah mulai sejak Maret 2019 dan saat ini memasuki fase pertamanya bahkan akan ada di semua kelas penerbangan asal Singapura itu. “Dalam kolaborasi, akan menggunakan bahan musiman dan berkelanjutan, masing-masing dengan profil gizi mereka sendiri. Gaya memasak ini bertujuan untuk menginspirasi selera Anda dengan rasa yang berkesan dan lezat. Mengawinkan makanan sehat dengan keahlian memasak yang menyenangkan,” kata Singapore Airline. Baca juga: Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines Tak hanya makanan, kedepannya Singapore Airline akan kolaborasi meluas ke fasilitas di atas kabin dan hiburan dalam penerbangan.

Survei: 60 Persen Pramugari Jepang Telah Dipotret dan Direkam Secara Diam-Diam

Dari hasil survei, ada sekitar 60 persen pramugari telah menjadi mangsa untuk pemotretan dan pembuatan film secara diam-diam saat mereka bertugas. Sayangnya banyak dari pramugari yang menghadapi kesulitan dalam menuntut pelanggar atas tindakan semacam itu ketika bertugas di udara. Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang Hal ini membuat Federasi Jepang untuk Serikat Industri Penerbangan yakni serikat pekerja yang berbasis di Tokyo untuk pekerja di industri penerbangan melakukan survei nasional dari bulan April hingga Juni terhadap pramugari yang bekerja untuk enam perusahaan anggotanya, termasuk Japan Airlines dan All Nippon Airways. Dirangkum KabarPenumpang.com dari elevenmyanmar.com (11/8/2019), survei tersebut adalah yang pertama dilakukan dan menerima jawaban dari 1.623 responden. Ini mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen dari mereka yang ditanyai telah di foto atau difilmkan secara diam-diam, atau tanpa persetujuan sebelumnya. Tindakan tersebut dapat dihukum berdasarkan peraturan pencegahan gangguan yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah prefektur jika dilakukan pada transportasi umum. Namun selama penerbangan, sulit untuk menentukan lokasi geografis pesawat pada saat pelanggaran tersebut dilakukan. Akibatnya, ada banyak kasus dimana para korban harus cukup dengan situasi ini. Karena keadaan ini, beberapa telah menyuarakan perlunya perbaikan legislatif yang relevan. Menurut survei, ada 359 responden, atau 22,1 persen, menjawab bahwa mereka telah difoto atau difilmkan secara diam-diam, atau tanpa persetujuan sebelumnya. Survei tersebut juga menemukan bahwa 641 responden, atau 39,5 persen, mengatakan mereka tidak dapat mengkonfirmasi tindakan seperti itu tetapi yakin itu telah terjadi. Para responden mengutip diantara alasan mengapa mereka percaya itu terjadi karena mereka diberitahu tentang tindakan oleh orang lain, atau bahwa mereka sendiri telah menemukan kamera smartphone yang ditempatkan di lokasi tertentu untuk mengambil gambar yang disebut bawah rok. Dari 359 anggota awak kabin yang menjawab bahwa mereka telah secara diam-diam difoto atau difilmkan, hanya sekitar 40 persen yang menangani kasus dengan cara menyerahkan pelanggar kepada polisi atau membuat mereka menghapus data yang dipertanyakan. Namun, 57,7 persen mengatakan mereka tidak bisa menangani kasus-kasus ini. Beberapa mengatakan bahwa tersangka pelanggar menolak untuk mengkonfirmasi data yang dipermasalahkan, sementara yang lain mengatakan bahwa mereka takut dengan perilaku kasar para pelanggar yang mengatakan mereka akan memposting komentar di situs jejaring sosial yang mengklaim perlakuan tidak adil oleh pramugari. Seorang pramugari berusia 30-an yang bekerja untuk sebuah maskapai penerbangan utama pernah menemukan seorang penumpang pria dengan kamera tersembunyi di ujung kaus kakinya selama penerbangan domestik. Dia meminta untuk menemaninya ke dapur dalam penerbangan di mana dia meminta kerja samanya dalam memeriksa kamera yang dimaksud. Ini mengungkapkan lebih banyak gambar bawah rok pramugari lainnya di kameranya. “Saya berada dalam keadaan yang benar [saat berurusan dengan pria itu], tetapi pelanggar tidak perlu merespons [seperti yang terjadi],” kenangnya. Dia menyerahkan pria itu ke polisi setelah mendarat, tetapi diyakini dia tidak menerima hukuman pidana. Pemotretan dan pembuatan film non-konsensual biasanya tunduk pada peraturan pencegahan gangguan yang diberlakukan oleh pemerintah daerah. Namun, jika tindakan ini dilakukan dalam penerbangan, perlu untuk mengidentifikasi lokasi geografis di mana pesawat terbang pada saat tindakan untuk menentukan peraturan pemerintah daerah mana yang akan berlaku. Jika pelanggaran terjadi pada penerbangan internasional, peraturan pemerintah daerah tidak berlaku setelah pesawat meninggalkan wilayah udara Jepang. Pada tahun 2012, seorang penumpang penerbangan domestik ditangkap oleh Departemen Kepolisian Metropolitan karena dicurigai secara diam-diam mengambil gambar bawah rok dari pramugari dan dengan demikian melanggar peraturan pencegahan gangguan Prefektur Hyogo. Namun, pria itu tidak didakwa. Dipercayai bahwa jaksa penuntut menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat memastikan bahwa pesawat itu benar-benar terbang di atas prefektur pada saat terjadi pelanggaran. Sementara itu, Hukum Penerbangan Sipil melarang setiap perilaku yang mengganggu operasi penerbangan. Di bawah peraturan penegakan, merokok di toilet dan meninggalkan bagasi di dekat pintu keluar darurat dianggap sebagai tindakan tersebut. Namun, tidak disebutkan tentang pemotretan dan pembuatan film non-konsensual dalam hal ini. Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, ketika secara diam-diam memotret atau membuat film atau melakukannya tanpa persetujuan sebelumnya mengganggu tugas pramugari, tindakan tersebut dapat dikenakan hukuman. Namun, itu akan berlaku hanya dalam kasus ketika pelanggar mengulangi tindakan berikut perintah untuk berhenti. Baca juga: Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas The Scheduled Airlines Association of Japan, sebuah kelompok industri dari perusahaan-perusahaan penerbangan, telah memasang poster di bandara-bandara utama yang memerintahkan para penumpang untuk tidak memotret atau memfilmkan secara diam-diam atau tanpa persetujuan sebelumnya ketika naik pesawat.

Enam Jam ‘Terombang-Ambing’ di Udara, KLM Flight 591 Akhirnya Return to Base ke Amsterdam

Sebuah pesawat Boeing 777 yang dioperasikan oleh maskapai asal Negeri Kincir Angin, KLM dikabarkan terpaksa melakukan Return to Base (RTB) setelah ditemukannya masalah di dalam pesawat ketika melakukan perjalanan menuju Johannesburg, Afrika Selatan pada Rabu (7/8) kemarin. KLM Flight 591 ini memang merupakan bagian dari operasi harian rutin dari Amsterdam menuju Johannesburg dan membutuhkan waktu penerbangan 10 jam hingga 10 jam 30 menit. Namun kala itu, penerbangan hanya memakan waktu enam jam 13 menit – dan tidak sampai di salah satu kota terbesar di Afrika Selatan. Baca Juga: Tersinggung Ditawari Selimut Saat Menyusui, Penumpang KLM Curhat di Facebook! Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (12/8), pilot penerbangan sempat sempat berputar-putar terlebih dahulu di udara sebelum pada akhirnya memutuskan untuk RTB menuju Amsterdam. Jika dilihat dari laman pelacakan pesawat, FlightRadar24.com, pilot melakukan U-turn ketika pesawat melintas di atas Aljazair sebelum kembali menuju Amsterdam. Ketika pesawat melintas di atas Perancis, tampak pesawat sedikit berbelok ke arah Paris dan meneruskan perjalanannya kembali ke Belanda. KLM Flight 591 ini sendiri bertolak dari Amsterdam pada pukul 10.13 waktu setempat dan kembali pada pukul 16.26 waktu setempat. Setibanya (kembali) di Amsterdam, pihak maskapai terpaksa membatalkan penerbangan tersebut dengan alasan keselamatan penumpang. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada KLM Flight 591? Menurut keterangan yang berhasil di dapat, pilot menuturkan ada error pada kedua radar cuaca. Selain itu, sang pilot juga menambahkan bahwa indikator kuantitas bahan bakar pesawat mengalami kerusakan. Ternyata, ini bukanlah yang pertama kali menimpa maskapai KLM. Sebelumnya, Boeing 747 yang pada tanggal 30 Juli kemarin dijadwalkan untuk bertolak menuju Nairobi, terpaksa memutar arah kembali ke Yunani dan Frankfurt sebelum akhirnya kembali menuju Amsterdam. Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya-tanya, “Mengapa pesawat tidak melanjutkan saja penerbangan menuju Johannesburg atau Nairobi?” Jawabannya sederhana, menimbang keselamatan penerbangan. Pihak maskapai enggan gambling menyoal keselamatan penumpang dan keutuhan armada yang dioperasikannya. Baca Juga: Tidak Bawa Air Bersih, Cathay Pacific CX253 Terpaksa Return to Base! Pertanyaan lain adalah, “Mengapa pesawat harus kembali menuju Amsterdam? Mengapa tidak dibetulkan saja di bandara terdekat?” Sebenarnya ada banyak hipotesa untuk pertanyaan ini, mulai dari keandalan kru darat dalam menangani satu pesawat, hingga upaya pihak maskapai untuk menekan angka perbaikan. Bukankah perbaikan di ‘rumah’ sendiri jauh lebih murah ketimbang di tempat lain?

Garuda Indonesia: Penerbangan dari dan ke Hong Kong Kembali Dibuka, Penumpang Diminta Update Kepastian Jadwal Terbang

Akibat demo yang dilakukan puluhan ribu warga di kawasan bandara, operasional penerbangan dari dan ke Hong Kong sempat dibatalkan oleh otoritas terkait. Namun ada kabar terbaru dari maskapai plat merah Garuda Indonesia, bahwa penerbangan dari dan ke Hong Kong telah beroperasi kembali hari ini (13/8). Baca juga: Kondisi Kian Memanas, Otoritas Bandara Batalkan Semua Penerbangan dari dan Menuju Hong Kong Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan dalam pesan tertulis mengungkapkan, “Menyusul telah dibukanya Bandara Internasional Hong Kong , pada hari ini penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Hong Kong tetap beroperasi dengan normal. Namun demikian kami tetap mengimbau para penumpang untuk secara berkala mengecek dan memastikan jadwal penerbangan sesuai dengan perkembangan situasi di Bandara Internasional Hong Kong.” “Penumpang kami imbau untuk dapat mengecek kepastian schedule penerbangan baik melalui laman resmi Hong Kong Internasional Airport maupun informasi resmi yang disampaikan Garuda Indonesia serta dapat turut melakukan pengecekan melalui layanan informasi contact center 24 jam Garuda Indonesia”, papar Ikhsan. “Saat ini kami terus berkoordinasi secara intensif bersama pihak otoritas bandara setempat dalam memastikan kesiapan dan kelancaran operasional penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong, khususnya dalam memastikan hal hal yang terkait dengan aspek kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga.” Garuda Indonesia mengimbau penumpang untuk datang lebih awal di bandara serta mengoptimalkan fitur online check-in untuk mengantisipasi perkembangan situasi yang terjadi di Bandara Internasional Hong Kong. Saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan dari dan menuju Hong Kong sebanyak 21 kali penerbangan setiap minggunya yang terdiri dari rute penerbangan Hong Kong – Denpasar pp yang dilayani sebanyak 7 kali per minggu serta rute penerbangan Hong Kong – Jakarta pp yang dilayani sebanyak 14 kali per minggu dengan schedule penerbangan sebagai berikut : 1. Penerbangan Hong Kong – Jakarta (Sebanyak 2 kali perhari) : – GA 873. Berangkat dari Hong Kong pukul 10.00 LT tiba di Jakarta pukul 14.00 LT – GA 863. Berangkat dari Hong Kong pukul 17.10 LT tiba di Jakarta pukul 21.20 LT – GA 860. Berangkat dari Jakarta pukul 10.10 LT tiba di Hong Kong pukul 16.10 LT – GA 876. Berangkat dari Jakarta pukul 23.40 LT tiba di Hong Kong pukul 05.45 LT Baca juga: Mayoritas Pilot dan Awak Kabin Dukung Aksi Protes, Cathay Pacific Tujuan Cina Daratan Terancam Lumpuh 2. Penerbangan Hong Kong – Denpasar (Sebanyak 1 kali per hari) – GA 857. Berangkat dari Hong Kong pukul 15.45 tiba di Denpasar pukul 20.45 LT – GA 856. Berangkat dari Denpasar pukul 09.40 tiba di Hong Kong pukul 14.45 LT

Kondisi Kian Memanas, Otoritas Bandara Batalkan Semua Penerbangan dari dan Menuju Hong Kong

Kerusuhan yang terjadi di Hong Kong akibat protes warganya terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) ekstradisi ternyata semakin tak terbendung. Ribuan hingga puluhan ribu warga Hong Kong yang terdiri dari berbagai kalangan turun ke jalan untuk menyuarakan protes mererka terhadap Pemerintah. Jika pada pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa beberapa maskapai penerbangan membatalkan penerbangan dari dan menuju Hong Kong International Airport (HKIA), kini giliran otoritas bandara Hong Kong yang membatalkan semua penerbangan. Duh, kok jadi panjang begini ya masalahnya? Baca Juga: Mayoritas Pilot dan Awak Kabin Dukung Aksi Protes, Cathay Pacific Tujuan Cina Daratan Terancam Lumpuh Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (12/8), otoritas bandara yang berkode HKG ini telah menghimbau kepada seluruh penumpang untuk tidak datang ke daerah bandara. “Semua layanan check-in untuk penerbangan keberangkatan telah ditangguhkan. Selain penumpang yang telah menyelesaikan proses check-in dan penerbangan yang sudah menuju ke Hong Kong, semua penerbangan lainnya telah dibatalkan untuk sisa hari ini,” tulis otoritas bandara dalam sebuah keterangan. “Semua penumpang disarankan untuk meninggalkan gedung terminal sesegera mungkin. Penumpang yang terkena dampak harap hubungi maskapai masing-masing untuk pengaturan penerbangan,” tambahnya. Maskapai yang Menangguhkan Penerbangan Sebelumnya, Thai Airways International dan Thai AirAsia telah terlebih dahulu menangguhkan penerbangan mereka menuju Hong Kong pada Senin (12/8) kemarin. Thai Airways mengumumkan dua pembatalan dua penerbangan merka menuju Hong Kong – TG606 dan TG602. Adapun TG607 yang dijadwalkan terbang meninggalkan Hong Kong pada Senin malam sekira pukul 20.45 waktu setempat juga terpaksa dibatalkan. Sementara untuk Thai AirAsia membatalkan tiga penerbangan mereka menuju Hong Kong – FD504 yang seharusnya meninggalkan Bandara Don Mueang pada pukul 15.28 waktu setempat, FD502 yang dijadwalkan berangkat pada pukul 17.44 waktu setempat, dan FD524 yang dijadwalkan meninggalkan Phuket pukul 16.02 waktu setempat. Baca Juga: Dampak Kerusuhan RUU Ekstradisi, Bandara Hong Kong Batalkan Lebih dari 200 Penerbangan Penerbangan Thai AirAsia dari Hong Kong yang masing-masing dengan nomor penerbangan FD505, FD503, dan FD525 juga terpaksa dibatalkan karena kondisi di sana yang sudah semakin tidak kondusif. Sedangkan untuk flag carrier Garuda Indonesia yang juga memiliki jadwal penerbangan menuju Hong Kong juga diperkirakan membatalkan penerbangannya. Namun sayang, hingga berita ini diturunkan, pihak maskapai plat merah ini masih belum bisa dihubungi.