MRT Jakarta Uji Coba Operasional Secara Penuh, Masyarakat Bisa Ikut Mencobanya

Sebagai layanan kereta bawah tanah pertama di Republik ini, tentu kehadiran MRT Jakarta menberi warna tersendiri dalam sejarah transportasi di Indonesia. Dan jelang peluncuran penuh pada bulan Maret mendatang, setiap netizen ramai membicarakan wahana transportasi masa depan ini. Setelah sebelumnya hanya media dan beberapa pejabat negara yang berkesempatan menjajal MRT Jakarta, kini giliran warga masyarakat luas diberi kesempatan mencoba komuter ini sebelum beroperasi penuh.

Baca juga: Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”

Lantas yang jadi pertanyaan, bagaimana caranya untuk merasakan sensasi naik MRT fase 1 jurusan Lebak Bulus Bundaran HI? Corporate Secretary Divison Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, kesempatan ini diberikan untuk maskarakat selama tahap fase full trail run atau uji coba operasional secara penuh yang akan dimulai 26 Februari 2019 mendatang. Namun, dia menambahkan untuk masyarakat yang akan mencoba masih terbatas dan PT MRT Jakarta akan membuka pendaftaran yang bisa dilakukan melalui website MRT Jakarta.

“Saat uji coba nanti, kami menerapkan sistem kuota atau akan ada pembatasan jumlah orang yang bisa mengikuti uji coba kereta MRT Jakarta setiap hari,” ujar Kamaludin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Jumat (18/1/2019).

Tak hanya itu, setiap harinya hingga masa pengoperasian secara komersial, kuota yang ditetapkan akan mengalami peningkatan secara bertahap. Kamaludin menjelaskan, bahwa masyarakat yang berminat harus memasukkan data diri ke website seperti nama, alamat dan nomor identitas.

Sedangkan untuk batas usia minimal mengikuti uji coba tersebut pun akan ditetapkan. Kamaludin mengatakan, batas usia akan diinformasikan kepada masyarakat setelah pendaftaran melalui website dibuka.

“Sepuluh hari pertama mulai tanggal 26 Februari 2019 itu peserta yang naik kereta MRT akan ikut dalam simulasi situasi emergency. Sehingga kuota akan ada pembatasan dari segi usia,” uhar Kamaludin.

Sebab dari tanggal 26 Februari hingga 7 Maret 2019 mendatang, MRT akan uji coba dengan skenario keadaan darurat yang akan diawasi oleh instansi berwenang. Kamaludin menegaskan, setelah sepuluh hari uji coba dengan skenario keadaan darurat, pendaftaran akan kembali dibuka untuk umum tanpa ada batasan umur.

Baca juga: MRT Jakarta: Pemberlakuan Gerbong Khusus Wanita Hanya di Jam Tertentu

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat terus memantau akun media sosial serta webite resmi PT MRT Jakarta untuk mendapat informasi terbaru untuk uji coba kereta MRT. Saat ini diketahui, pihak MRT Jakarta tengah menyempurnakan pengoperasian website pendaftaran uji coba sehingga masyarakat belum bisa mengakses website untuk mendaftar.

Sambut Tahun Baru Imlek, Ada Promo Menarik dari Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim

Momen tahun baru Imlek tak lama lagi akan dijelang, Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim sebagai bagian dari jaringan hotel internasional Intercontinental Hotel Group (IHG) menawarkan promo tahun baru Pay 1 For 2 Nights dengan harga paket Rp1.399.000 net.

Harga sudah termasuk sarapan pagi untuk 2 orang, late check out sampai jam 4 sore dan diskon 20% untuk menu Chinese New Year Set Menu.Periode reservasi mulai dari 21 Januari sampai dengan 23 Februari dan promo ini berlaku hanya untuk diakhir pekan selama bulan Februari. Untuk tamu yang melakukan reservasi sebelum tanggal 31 Januari akan mendapatkan voucher makan malam di Great Room Restoran.

Perayaan tahun baru Imlek tidak lengkap rasanya tanpa makanan. Great Room Restorant, Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim mempersembahkan dua paket Chinese menu yaitu paket Gold dan paket Red seharga Rp150.000 nett per paket. Paket Gold terdiri dari Xo fried rice, chicken salted egg, pao, orange juice dan paket Red terdiri yang chow fried rice, prawn salted egg, pao, guava juice. Paket berlakudi Great Room restoran mulai 28 Januari – 28 Februari 2019. Dapatkan kesempatan mendapatkan gratis “Menu of the Day” di Great Room Restoran dengan upload promo di Instagram.

“Promo menarik ini dapat menjadi pilihan tepat untuk tamu yang ingin merasakan suasana tahun baru imlek di Jakarta, Selama bulan Februari kami menawarkan promo terbaik mulai dari promo kamar hingga promo F&B” imbuh Koko Baskoro General Manager Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim.

Berlokasi di sepanjang Jalan K.H. Wahid Hasyim yang strategis, Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim memiliki akses mudah ke kawasan bisnis utama kota di Jalan M.H Thamrin dan area utama lainnya seperti Jalan Jendral Sudirman dan kawasan Kuningan yang terletak di Segitiga Emas Jakarta. Selain akses yang mudah ke kantor besar, bank, kedutaan besar dan bangunan pemerintah, hotel ini menawarkan akses Wi-Fi gratis dan cepat serta ruang kerja yang fleksibel, menjadikannya pilihan cerdas bagi pelancong bisnis yang ingin mengoptimalkan waktunya di Jakarta.

Untuk informasi dan reservasi, silahkan hubungi +62 21 8064 2600 atau alamat e-mail rsvn.jktwh@ihg.com.

Beberapa Lansia Justru Tak Ingin Duduk di Kereta Komuter, Ini Alasannya!

Sering naik kereta listrik atau KRL di Jakarta? Pastinya tahu kalau ada tempat duduk khusus lansia, ibu hamil dan orang tua yang membawa anak. Ya, sepertinya ini berlaku hampir di seluruh kereta dunia. Namun, kerap kali justru kursi prioritas ini diduduki oleh bukan yang semestinya alias anak muda dan orang yang masih sehat.

Baca juga: Meski Difabel, Bukan Halangan Bagi Wanita ini Menjadi Pengantar GrabFood

Tetapi para lansia yang naik KRL biasanya memang dipersilahkan duduk dan mereka mau untuk menduduki kursi tersebut baik di prioritas maupun biasa. Namun yang menarik akan dibahas justru lansia yang menoloak duduk di kursi MRT Singapura. Dilansir KabarPenumpang.com dari theindependent.sg (9/1/2019), berdasarkan temuan seorang lelaki tua yang berada di dalam kereta MRT ditawarkan tempat duduk.

Tetapi kakek tersebut ragu-ragu untuk duduk dan akhirnya menyerah setelah dibujuk. Kemudian kejadian lainnya adalah saat seorang kakek berdiri sembari memegang tiang dan berada dekat kursi prioritas dirinya sama sekali tidak duduk meski kosong. Sampai seorang penumpang perempuan mulai memaksanya untuk duduk di kursi agar duduk daripada berdiri.

kakek tersebut menolak karena takut melepaskan tiang yang dipegangnya. Ini seperti sebuah kesenjangan dimana bila dirinya duduk di kursi prioritas tersebut sulit untuk berdiri tanpa bantuan orang lain. Dari sini terlihat jelas bahwa tidak semua lansia menginginkan tempat duduk tersebut. Bahkan seorang warganet yang menulis di laman Redditnya membagikan pada dunia maya.

Dalam tulisan yang diunggahnya dia berkata, “Kita tidak mengerti masalah orang tua karena kita tidak pernah berada di posisi mereka dan kita melihat hal tersebut dari kacamata kita saja.”

Memiliki seorang ibu yang berusia sepuh dan takut melakukan semuanya sendiri, bahkan hingga di dalam kereta pun dirinya harus berpegangan pada tiang. Ini bahkan membuat warganet menyadari bahwa orang tua benar-benar rapuh dan harus dibantu.

Baca juga: Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang

Setiap pengguna kereta tidak hanya memaksa dan meminta para lansia untuk duduk, tetapi baiknya pegang tangan mereka dan bantu untuk duduk ataupun turun dari kereta. Hal ini bisa dilakukan semua penumpang, sebab terkadang para lansia malu untuk mengakui membutuhkan pertolongan sederhana seperti berjalan di gerbong dan bangun untuk berdiri. Hal ini pun bahkan berlaku untuk lansia yang naik bus, dimana pengemudi dengan sabar menunggu mereka duduk dengan benar sebelum kembali melajukan bus di jalanan.

Mercitalia Fast, Kereta Kargo Berkecepatan Tinggi Asal Negeri Pizza

Pada bulan November 2018 kemarin, operator kereta api milik negara Italia Ferrovie dello Stato Italiane meresmikan layanan kereta berkecepatan tinggi pertama di dunia yang didedikasikan untuk pengiriman barang (angkutan kargo), yang akan mengular antara Caserta di sebelah Selatan Italia dan Bologna. Kendati masih permulaan, namun di luar sana ada sekelompok orang yang mempertanyakan seputar layanan ini. Tapi tidak sedikit juga yang malah memuji inisiatif yang akan berpengaruh besar ke sektor pengiriman barang di masa yang akan datang.

Baca Juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari!

Jika menilik standar yang diterapkan oleh Uni Eropa pada tahun 2011 lalu, mereka menyerukan bahwa sebanyak 30 persen angkutan kargo akan dialihkan dari darat menuju transportasi kereta api dan juga air pada tahun 2030 mendatang. Kendati angkutan kargo di negara-negara di Eropa tidaklah sebesar AS yang mencapai 30 persen, atau Rusia yang mencapai angka 80 persen – Eropa hanya 11 sampai 12 persen saja, namun langkah visioner yang diambil oleh Ferrovie dello Stato Italiane terbilang cukup inovatif.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (15/1/2019), kereta kargo berkecepatan tinggi yang mampu mengular di atas rel existing ini digadang-gadang mampu menghubungkan Caserta dan Bologna, salah satu pusat logistik terpenting di Italia hanya dalam waktu tiga jam 30 menit saja.

Rangkaian kereta ini sendiri ditarik oleh trainset ETR 500 yang dimodifikasi (yang juga dikenal dengan nama Frecciarossa) akan terdiri dari dua belas gerbong – setara dengan 18 truk atau dua pesawat kargo.

Terlepas dari gambaran keberhasilannya di masa yang akan datang, Mercitalia Fast – nama dari kereta kargo ini, diluncurkan dengan tujuan untuk meningkatkan operasi logistik yang berkelanjutan dan sejalan dengan fokus kuat Pemerintah Italia pada antar moda transportasi.

Transportasi antar moda berpotensi mengurangi biaya operasional dan kehilangan barang, meskipun hanya dapat berfungsi jika didukung oleh jaringan yang cepat dan efisien. Mercitalia Fast datang dengan menawarkan solusi untuk hal tersebut, setelah menjadi salah satu dari sedikit layanan di Italia yang keterlambatannya dapat diukur hanya dalam hitungan menit saja.

Baca Juga: Kirim Motor Lewat Kereta, Baca Dulu Tipsnya!

Manajer dari Mercitalia Logistics, Marco Gosso mengatakan bahwa proyek ini akan membuka pintu bagi banyak layanan kereta api berkecepatan tinggi lainnya di seluruh Eropa. “Kami berada di garis depan layanan revolusioner yang memproyeksikan industri angkutan kereta api Italia ke milenium ketiga,” ujar Marco.

“Ini hanyalah langkah pertama yang bertujuan menjadikan transportasi kargo berkecepatan tinggi menjadi model garda terdepan di benua ini (dalam urusan antar-kirim barang),” tandasnya.

Selain itu, hadirnya layanan kereta kargo berkecepatan tinggi semacam ini juga secara otomatis akan mereduksi waktu pengiriman barang – yang pada akhirnya akan berujung pada kepuasan para pelanggan. Inovatif, bukan?

 

Dampak Insiden Senjata Api, Otoritas Jepang Minta Amerika Serikat Tingkatkan Keamanan di Bandara

Kementerian Transportasi Jepang telah meminta bantuan dari pihak Amerika Serikat untuk meningkatkan inspeksi keamanan bandara. Hal ini dilakukan setelah seorang penumpang secara tidak sengaja membawa pistol yang berisikan peluru di dalam penerbangan menuju Bandara Internasional Narita pada 3 Januari 2019 lalu. Sehari berselang, Kementerian Transportasi langsung menyurati Transportation Security Administration (TSA) sebagai langkah tindak lanjut.

Baca Juga: Terdampak Shutdown Nasional, Penumpang Delta Air Lines ‘Loloskan’ Senpi di Penerbangan Internasional

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman www3.nhk.or.jp (11/1/2019), penumpang yang kedapatan membawa senjata api (senpi) tersebut mengaku keliru ketika membawa benda terlarang tersebut. Penumpang yang identitasnya disamarkan tersebut lalu digelandang menuju pos keamanan setibanya ia dari Atlanta. Kepada petugas, ia mengaku turut membawa serta senjata tersebut dengan tujuan untuk menjaga diri.

Setelah diamankan, senjata tersebut lalu diamankan dan sang penumpang dilarang masuk ke Jepang oleh pejabat Imigrasi dan Bea Cukai Bandara Internasional Narita. “Ia (penumpang pembawa senpi) tidak diterima masuk ke wilayah Jepang dan di deportasi menuju Atlanta,” ujar sang pejabat.

Menanggapi hal ini, para pejabat di Jepang percaya bahwa petugas keamanan pra-boarding di Atlanta telah gagal menjalankan tugasnya – gagal mendeteksi senpi yang notabene terbuat dari bahan besi, dan sangat mudah untuk terdeteksi oleh mesih X-Ray. Tersiar kabar bahwa insiden lolosnya senpi ini di dalam penerbangan dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson, Atlanta merupakan dampak dari shutdown nasional yang dilakukan oleh para petugas bandara.

Sekedar mengingatkan, senpi yang dibawa oleh penumpang ini tidaklah disimpan di dalam bagasi, melainkan di hand-luggage atau bagasi kabin.

Baca Juga: Bandara di AS Kian Ketat, TSA Wajibkan Pemeriksaan Terpisah Pada Perangkat Elektronik

Diketahui, ini bukan kali pertama pihak Jepang meminta bantuan kepada Amerika Serikat terkait peningkatan keamanan bandara-bandara yang ada di Negeri Sakura. Dan kejadian seperti ini bukanlah yang pertama terjadi.

Pada tahun 2017 silam, di beberapa kesempatan, sejumlah penumpang yang mengudara dari Amerika Serikat menuju Jepang kedapatan membawa senjata api di dalam penerbangannya – lengkap dengan beberapa butir peluru di dalamnya.

 

Stasiun Lasem, Dahulu Stasiun Besar Kedua di Rembang, Kini Hanya Jadi Tempat Parkir

Begitu banyak jalur atau stasiun kereta api yang terbengkalai dan kini hanya sebagai peninggalan tak berarti. Malahan mungkin sudah terlupakan dan tak lagi jelas bentuknya. Sehingga cerita masa lalu tentang stasiun atau jalur kereta api tersebut benar-benar hilang dari peradaban.

Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno

Untungnya Stasiun Lasem tidak menghilang begitu saja, meski nonaktif bangunan stasiun masih ada dan bisa terlihat jelas bentuknya. Berada di Rembang, Jawa Tengah, Stasiun Lasem masuk dalam Wilayah Aset IV Semarang. Stasiun Lasem dulunya terminus dari paket pembangunan lintas cabang Juwana-Rembang-Lasem.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, pada masa jayanya dulu, stasiun yang dibangun pada masa Hindia Belanda oleh Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) merupakan stasiun terbesar kedua di Rembang setelah Stasiun Rembang. Pendirian Stasiun Lasem sendiri berdasarkan surat petunjuk Gubernur saat itu pada tanggal 18 Maret 1881 dan resmi dibangun tahun 1883 hingga 1900 dan dibuka secara resmi tanggal 1 Mei 1900.

(YouTube)

Luas bangunan stasiun dan overkappingnya yakni 70 m2 diatas tanah seluas 29.930 m3. Sayangnya tahun 1989 Stasiun Lasem harus ditutup karena dianggap tidak efisien, sebab banyaknya angkutan umum yang melewati jalan raya. Kini Stasiun Lasem dijadikan pangkalan truk tidak resmi dan beberapa bus besar.

Dulunya saat awal beroperasi, Stasiun Lasem hanya berfungsi sebagai stasiun pengangkut hasil bumi oleh pihak Hindia Belanda dan perusahaan kereta api SJS. Karena dulunya Lasem merupakan sentra kerajinan batik pesisiran yang terkenal, sehingga untuk mengangkut produk-produk tersebut dibutuhkan sistem transportasi terpadu yakni kereta api.

Kemudian seiringnya waktu berjalan, gerbong-gerbong penumpang hadir dan menjadi alat angkut yang bisa membawa puluhan penumpang dari Lasem menuju Semarang selama beberapa puluh tahun. Bangunan stasiun yang berada di Desa Dorokandang ini berarsitektur indish dengan sedikit sentuhan Tionghoa. Lengkungan atapnya menjadi ciri khas yang tidak ditemukan di stasiun manapun.

Pintu masuk bangunan utamanya sendiri dibuat melengkun dan di sebelah daun pintu terdapat bekas lubang loket yang terbuat dari kayu tebal. Namun kini hanya tersisa bangunan stasiun yang menyatu dengan peron dan bangunan kamar mandi yang dilengkapi dengan menara air.

Baca juga: Stasiun Mayong, Beralih Fungsi Menjadi Lobi Hotel di Magelang

Sayangnya semua kondisi sangat memprihatinkan. Tak hanya itu rel kereta apinya pun kini sudah tak lagi terlihat. Sebagian besar jalur sudah menjadi jalan kampung dengan kanan kiri dipadati pemukiman penduduk serta pemandangan sawah dan ladang. Adapula sebuah bekas jembatan kereta yang masih digunakan sebagai jalan penghubung ke desa Babagan dan Karaskepoh.

Airbus A220, Pesawat Narrow-Body yang Mampu Jabani Tugas Boeing 787 Dreamliner

Siapa sangka, satu dekade setelah peluncuran Boeing 787 Dreamliner pertama kalinya – yang amat dibanggakan dan diklaim memenuhi harapan luar biasa dan membentuk kembali segmen industri penerbangan komersial, mengalami hambatan dewasa ini karena sorotan tengah berfokus pada pengembangan pesawat berbadan kecil (narrow body).

Baca Juga: Ini Dia Boeing 787-900 Ke-787 Milik China Southern Airlines

Masih kuat di ingatan Anda dimana pada bulan Desember 2009 silam, jutaan orang di dunia melihat penerbanan Boeing 787 Dreamliner pertama kali di internet. Senada dengan peristiwa bersejarah tersebut, pihak Boeing sesumbar mengatakan bahwa armada 787 Dreamliner akan menjadi lambang kesuksesan bagi setiap maskapai yang menggunakan pesawat wide-body ini.

Kini, hampir sepuluh tahun berlalu, dan sorotan dunia tengah tertuju pada peluncuran armada A220 dari pesaing utama Boeing, Airbus. Adapun pesawat ini dikembangkan dari hasil kolaborasi antar Airbus dan manufaktur pesawat asal Kanada, Bombardier.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman forbes.com (17/1/2019), Airbus A220 dirancang untuk mengangkut 100 hingga 150 penumpang – tergantung konfigurasi yang diminta oleh pihak pemesan (maskapai). Armada A220 juga diklaim akan memberikan kenyamanan kepada para penumpang – kursi yang lebih lega, jendela yang lebih besar, dan penerbangan yang lebih tenang.

Bagi para pihak maskapai yang nantinya menggunakan A220, pihak Airbus menyebut bahwa varian ini lebih efisien dalam hal penggunaan bahan bakar, karena adanya perubahan perhitungan dari segi aerodinamikanya, pun dengan bahan baku pembuatan pesawat yang lebih ringan, dan penggunaan jenis mesin baru. Secara umum, Airbus A220 dapat melakoni tugas yang sama, sama halnya dengan Boeing 787 Dreamliner.

Baca Juga: Lanjutkan Tren Positif Pelayanan, British Airways Ganti Boeing 767 dengan 787 Dreamliners

Diketahui, salah satu maskapai yang telah memesan armada Airbus A220 ini adalah maskapai asal Negeri Paman Sam, Delta Air. Pihak maskapai telah mendatangkan Airbus A220 pada bulan Oktober kemarin. Menurut pihak Delta, rencananya armada teranyarnya ini akan mulai mengudara pertama kali pada bulan Januari ini.

Namun pihak Delta tidak bisa menerbangkan sebuah armada secara komersial tanpa adanya sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA).

 

Nekad! Penumpang Paruh Baya Selundupkan Tikus “Gerbil” di Dalam Rok

Seorang penumpang wanita paruh baya terpaksa diamankan oleh petugas bea cukai Pulau Kinmen setelah dirinya kedapatan menyelundupkan hewan di dalam penerbangannya. Kepada petugas bea cukai Pulau Kinmen – yang dikelola oleh Taiwan, wanita ini mengaku baru saja tiba dari Cina Daratan. Adapun hewan yang diselundupkan oleh wanita ini adalah gerbil, sejenis hamster. Tidak hanya satu,melainkan ada 24 gerbil yang diselundupkan oleh penumpang yang dianonimkan ini.

Baca Juga: Selundupkan Bayi Boa, Seorang Penumpang Terancam Pidana Denda!

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, petugas mulai menaruh rasa curiga manakala wanita ini berjalan dengan tidak normal – seperti ada yang mengganjal di dalam rok yang ia kenakan. Seketika mereka memberhentikan si penumpang guna menanyakan apa yang membuatnya berjalan speerti itu. Ketika petugas memeriksanya, benar saja, ada 24 gerbil yang diikat oleh si penumpang di sekitar pahanya.

Kepada petugas, ia mengaku membeli 24 gerbil tersebut di sebuah pet shop di Cina. “Ia membelinya untuk diberikan kepada temannya,” tutur seorang petugas East Coast Guard, dikutip dari laman express.co.uk (17/1/2019).

Menurut petugas, masing-masing dari gerbil tersebut ditempatkan di sebuah plastik dan diikat di pahanya. Ketika diamankan, si penumpang ini mengatakan bahwa ia sengaja mengikat gerbil-gerbil ini agar tersamarkan oelh rok panjang yang ia kenakan.

Sebagai tindak lanjut dari temuan ini, gerbil-gerbil tersebut lalu diserahkan kepada dokter hewan setempat guna diteliti apakah hewan ini ‘mengidap’ penyakit menular atau tidak. Selain itu, gerbil-gerbil ini juga dirawat di sana.

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu, Petugas Avsec Adi Sutjipto Diganjar Hadiah dan Penghargaan

Kasus ini lalu diusut ke Kantor Kejaksaan Distrik Kinmen. Tidak menutup kemungkinan, penumpang wanita ini bisa saja didakwa telah melanggar Undang-Undang Pencegahan dan Kontrol Penyakit Hewan.

Memang, di setiap penerbangan melarang penumpang untuk membawa hewan, kecuali ada surat penunjang dan itu bersifat legal. Jika kasusnya seperti ini, maka wajar saja jika si penumpang dituduh telah menyelundupkan hewan, dimana ini merupakan sebuah pelanggaran di negara manapun. Duh, ada-ada saja ya!

 

 

Airbus Rencanakan Upgrade Mesin Untuk Varian A320

Raksasa manufaktur pesawat, Airbus diketahui sangat ingin meningkatkan produksi pesawat keluarga A320, tetapi pertama-tama, diperlukan komitmen dari para produsen mesin untuk meningkatkan volume dari mesin terkait. Pihak Airbus menginginkan performa mesin yang lebih andal ketimbang model-model sebelumnya, dengan harapan, bisa mengantarkan keluarga A320 terbang lebih jauh dan lebih irit.

Baca Juga: Airbus A320-214 PK-GQR: Sensasi Free WiFi Perdana di Armada Citilink

“Kami sedang mempersiapkan keputusan untuk ‘naik ke tingkat’ yang lebih tinggi,” tutur head of commercial aircraft dari Airbus, Guillaume Faury, dikutip KabarPenumpang.com dari laman flightglobal.com (17/1/2019).

“Para produsen mesin sejauh ini menolak untuk berkomitmen untuk meningkatkan volume mesin. Dan kami paham bahwa ini merupakan diskusi yang akan berlangsung sepanjang tahun ini,” tandasnya.

Pada tahun 2018 kemarin, pihak Airbus telah mengirimkan sekira 626 pesawat keluarga A320 kepada seluruh pelanggannya, atau dengan rataan 52 pesawat per-bulannya. Kendati telah mengirimkan jumlah pesawat yang bisa dibilang tidak sedikit tersebut, namun pihak Airbus mengaku mengalami sejumlah hambatan, salah satu yang paling vokal adalah masalah rantai pasokan mesin dari produsen CFM International dan Pratt & Whitney.

Pihak Airbus sendiri berharap dapat meningkatkan pengiriman pesawat menjadi 60 unit per-bulannya pada pertengahan tahun 2019 ini. Dengan peningkatan pengiriman tersebut, akan berimplikasi pada peningkatan pendapatan perusahaan.

“Kami pernah menyinggung soal pengiriman 70 unit pesawat per-bulan pada tahun lalu, dan itu tidak berjalan sempurna. Maka dari itu, angka tersebut akan diturunkan menjadi 60 unit,” lanjut Guillaume Faury.

“Akan ada langkah perantara,” imbuhnya singkat.

Pembicaraan tentang produksi yang lebih tinggi ini datang di tengah pelambatan pesanan untuk keluarga A320 varian terbaru. Pada tahun 2018, pihak Airbus telah ‘mendaratkan’ penjualan sebanyak 541 armada keluarga A320. Angka tersebut turun dari 1.054 pada tahun 2017 dan menyamakan dengan rasio book-to-bill kurang dari satu.

Baca Juga: JetBlue Upgrade Desain Kabin Airbus A320, Tapi Penumpang Justru Merana

Tetapi Guillaume Faury tidak terlalu menandang relevansi rasio book-to-bill sebagai hal yang patut mendapatkan konsentrasi penuh, dimana ia beranggapan bahwa hal tersebut dapat mengindikasikan kesehatan bisnis di masa depan. Guillaume Faury mengatakan bahwa Airbus akan berfokus pada pemenuhan perintaan hari ini, dan hal tersebut akan menjadi prioritas utama Airbus.

“Kami tidak benar-benar melihat penurunan. Yang kami lihat adalah pengurangan kecepatan pertumbuhan,” tutur Guillaume Faury.

 

Mengenal Bandar Udara Kemayoran, Bandara Internasional Pertama di Indonesia

Setelah beberapa waktu yang lalu, marak pemberitaan tentang peresmian Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang lebih dikenal dengan Bandara Kertajati, dan ramainya gembar-gembor tentang progress dari New Yogyakarta International Airport (NYIA atau Bandara Kulon Progo), tapi tahukah Anda bandara mana yang pertama kali melayani penerbangan internasional di Indonesia? Apakah Bandara Internasional Soekarno-Hatta? Atau Bandara Halim Perdanakusuma?

Baca Juga: Ada Lima Bandara Pionir di Indonesia, Semuanya Buatan Belanda Lho!

Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ternyata bandar udara pertama di Indonesia yang melayani penerbangan internasional bukanlah kedua bandara tersebut, melainkan Bandar Udara Internasional Kemayoran. Ya, khususnya bagi Anda para warga Jakarta, tentu tahu dong dengan bandara yang sudah tidak aktif ini! Bagi Anda yang belum tahu, bandara ini sendiri terletak di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bandar Udara Internasional Kemayoran pertama kali dibangun pada tahun 1934, dan secara resmi di buka pada 8 Juli 1940. Kendati baru di resmikan pada tanggal tersebut, tercatat pada tanggal 6 Juli 1940 sudah mengoperasikan pendaratan perdana dari pesawat berjenis DC-3 Dakota milik maskapai Koningkelije Nederlands Indische Luchtvaart Maatschapij (KNILM) yang diterbangkan dari Lapangan Terbang Tjijilitan (yang sekarang dikenal dengan nama Bandara Halim Perdanakusuma).

Bandar Udara Kemayoran Saat Ini. Sumber: istimewa

Karena dibangun dan diresmikan pada masa penjajahan, maka kondisi saling rebut kekuasaan bandara ini seperti sudah jadi hal yang lumrah. Pada Maret 1942, bandara ini diambil alih kekuasaannya oleh Kekaisaran Jepang. Adapun pesawat-pesawat pabrikan Negeri Sakura yang pernah singgah di Bandar Udara Kemayoran antara lain Mitsubishi A6M Zero, Showa/Nakajima L2D, Nakajima Ki-43 Hayabusa, Tachikawa Ki-9, dan Tachikawa Ki-36.

Pasca tragedi bom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang yang pada akhirnya terpaksa menyerah kepada sekutu membuat Bandar Udara Kemayoran langsung direbut oleh sekutu. Sayang, kala itu Pemerintahan Indonesia tengah berpusat di Yogyakarta.

Singkat cerita, pada tahun 1958, Bandar Udara Kemayoran dikelola oleh Djawatan Penerbangan Sipil, yang sekarang lebih dikenal sebagai Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Memasuki era 1970-an, bandara ini mulai dibagi porsi penerbangan internasionalnya. Pada 10 Januari 1974, hampir semua penerbangan internasional di sini dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma – tidak pada penerbangan domestiknya.

Baca Juga: Menara ATC Tintin: Cagar Budaya yang Tergerus Modernisasi Ibu Kota

Tak lama berselang, lokasi Bandar Udara Kemayoran ini dianggap terlalu dekat dengan basis militer Indonesia, Bandara Halim Perdanakusuma. Sejak saat itu, keberadaan dari Bandar Udara Kemayoran ini mulai ’dipertimbangkan’ kembali. Seiring dengan rampungnya pembangunan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, eksistensi dari Bandar Udara Kemayoran mulai tersisihkan dan wacana tentang ditutupnya bandara ini semakin santer.

Hingga pada 31 Maret 1985, Bandar Udara Kemayoran resmi berhenti beroperasi. Kendati masih seumur jagung, tapi bandara ini juga pernah mejeng di komik “The Adventure of Tintin” lho! Maka dari itu, menara Air Traffic Control (ATC) yang pernah muncul di komik ini disebut “Menara Tintin”.