Kurangi Risiko Cedera Saat Terjatuh, Pengguna Sepeda Bisa Gunakan Rompi Airbag

Tak hanya kendaraan roda empat yang dilengkapi dengan airbag untuk melindungi pengemudi atau penumpang yang duduk didepan saat terjadi kecelakaan. Sebab sebentar lagi pengguna sepeda juga bisa aman dengan adanya rompi airbag yang baru-baru ini diluncurkan dan dipamerkan minggu lalu di CES (Consumer Electronic Show) 2019.

Baca juga: Bila Tak Cermat, Airbag Justru Bisa Membayakan Anda

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (15/1/2019), hadirnya rompi ini karena menurut perusahaan Perancis Helite, sekitar 40 persen cedera serius pengguna sepeda mengenai torkas dan 25 persen pada bagian tulang belakang. Sehingga dengan adanya ini perusahaan teknolgi airbag tersebut membuat B’Safe yang adalah sebuah rompi sepeda dan akan mengembang saat penegndara sepeda terjatuh atau mengalami kecelakaan.

B’Safe sendiri memiliki dua bagian dimana rompi ini sendiri dan unit elektronik terpisah yang dipasang di bawah sadel. Dari keduanya ini akan mendapat respon dua jenis kecelakaan utama pada pengendara sepeda. Kasus kecelakan disebabkan oleh dampak sepeda, accelerator di sadel yang mendeteksi kejutan tiba-tiba.

Hal ini menyebabkan unit secara nirkabel memperingatkan sensor gerak di rompi. Jika sensor tersebut mendeteksi bahwa pengendara terjatuh dari sepedanya, itu menyebabkan kartrid CO2 yang dapat diganti pengguna langsung mengembang airbag rompi. Seluruh proses, dari deteksi hingga inflasi penuh, dilaporkan hanya memakan waktu 80 milidetik.

Dalam insiden non benturan seperti jika sepeda menabrak di bawah kondisi yang licin, sensor gerak rompi masih mendeteksi perubahan orientasi pengendara secara tiba-tiba, menyebabkan airbag mengembang. Sistem dihidupkan hanya dengan mengancingkan rompi ke atas dan untuk mematikannya pengguna hanya perlu membuka ritsleting.

Satu muatan USB dari baterai rompi seharusnya baik untuk penggunaan selama tujuh hari, sedangkan unit sadel harus dapat beroperasi selama lima tahun dengan satu baterai. Seorang perwakilan perusahaan mengatakan bahwa B’Safe akan tersedia pada Musim Semi ini di Eropa dan AS, dengan harga US$700 atau sekitar Rp9,8 juta.

Baca juga: 30 Tahun Airbag Hadir Untuk Keselamatan Dunia Otomotif

Helite, kebetulan, sebelumnya telah mengembangkan sistem airbag yang dapat dikenakan untuk melindungi pemain ski menuruni bukit dan manula dari cedera akibat jatuh. Selain itu, perusahaan Swedia Hövding sudah menawarkan perangkat yang dikenakan di leher yang secara otomatis mengembang menjadi helm ketika kecelakaan bersepeda terdeteksi.

PT ASDP Berencana Buka Layanan Penyeberangan ke Timor Leste dan Malaysia

Indonesia, negara yang dikelilingi lautan, memiliki kapal motor penumpang, kapal ferry dan kapal lainnya sebagai moda transportasi penyeberangan. Kapal-kapal ini menjadi salah satu pilihan untuk menuju suatu kota selain bus, kereta api dan pesawat. Bahkan meski arus laut tak bisa diprediksi, masyrakat masih banyak juga yang memilih menggunakan transportasi ini.

Baca juga: KMP Ihan Batak, Kapal Ferry Ro-Ro Mewah di Danau Toba

Baru-baru ini PT ASDP Indonesian Ferry berencana untuk membuka layanan kapal penyeberangan dengan rute internasional lima tahun kedepan. Rencana ini sendiri hadir untuk memudahkan masyarakat yang menggunakan kapal menyeberang ke luar negeri. Ada dua rute yang akan dikembangkan dan diarungi kapal milik ASDP yakni Malaysia dan Timor Leste.

Direktur Utama PT ASDP Ira Puspadewi menyebutkan pihaknya tengah mengembangkan dua rute yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Timor Leste dan Riau menuju ke Malaysia. Dalam pengembangan tersebut, ASDP akan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar izin dari kedua negara tersebut prosesnya lebih mudah.

“Mudah-mudahan bangun kapal internasional NTT-Dili dan Dumai-Melaka,” ujar Ira yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman tribunnews.com (18/1/2019).

Ira melanjutkan, dengan dibukanya dua rute tersebut guna menambah jumlah wisatawan dari kedua negara tetangga itu dan juga bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, meski begitu Ira belum menjelaskan lebih lanjut terkait rencana tersebut dan juga belum memaparkan berapa jumlah dana yang akan dikeluarkan untuk proyek tersebut.

Meski ada rencana pengembangan, PT ASDP juga tak melupakan pelayanan di tanah air. Sebab untuk pengembangan kapal dan dermaga dalam negeri ASDP sudah mengalokasikan dananya sebesar Rp2,2 triliun di tahun 2019 ini. Direktur Keuangan PT ASDP Djuma Satriawan mengatakan, dari odal yang ada saat ini, sebanyak Rp500 miliarnya didapatkan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan sisanya berasal dari dalam perusahaan.

Baca juga: Rolls-Royce dan Finferries Hadirkan Falco, Kapal Ferry dengan Kendali Otonom

Dalam rincian sebanyak 39 persen dari dana tersebut nantinya akan digunakan untuk perbaikan kapal-kapal yang sudah tua dan pengadaan sebelas kapal baru. Sebanyak 24 persen untuk pengembangan dermaga dan sembilan persen untuk investasi peningkatan pelayanan dserta sisanya untuk pengembangan bisnis di sektor pariwisata.

“Perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis penyeberangan saja tapi juga ekspansi ke sektor pariwisata yang juga mempiliki prospek bagus,” tutur Ira.

Jadi “Penumpang Gelap,” Burung Myna Masuk Kabin A380 Singapore Airlines dan Ikut Terbang 12 Jam

Menikmati perjalanan bersama hewan piaraan mungkin saja terjadi dalam penerbangan dengan izin khusus dari maskapai. Namun bagaimana saat berada di dalam sebuah penerbangan dan duduk di kelas bisnis ditemani oleh seekor burung Myna (brurung Jalak) yang entah milik siapa alias burung tanpa pemilik.

Baca juga: Gara-Gara Ikan, Mahasiswi Ini Dikawal Bak Kriminal Saat Masuk Pesawat

Kejadian unik tersebut baru-baru ini dialami oleh penumpang kelas bisnis Singapore Airlines dari Changi, Singapura dengan tujuan Bandara Heatrow, London, Inggris. KabarPenumpang.com yang melansir dari laman khaleejtimes.com (16/1/2019), mendapatkan bahwa burung Myna tersebut menjadi penumpang gelap di kelas bisnis dua jam sebelum pendaratan di Bandara Heathrow Inggris pada 7 Januari 2019 kemarin.

Dalam sebuah rekaman video, burung ini terlihat di atas sandaran kepala sebuah kursi kelas bisnis yang tidak ada penumpangnya. Sehingga tidak ada yang terganggu dengan kehadiran burung Myna ini. Tak hanya itu, dalam rekaman juga terlihat awak kabin yang mencoba menangkapnya.

Sayangnya burung Myna yang berada di dalam penerbangan Airbus A380-800 SQ322 tersebut tidak bisa tertangkap langsung alias menghindari tangkapan awak kabin. Namun akhirnya burung tersebut bisa ditangkap dengan bantuan beberapa penumpang dan memberikannya pada awak kabin.

Kemudian saat tiba di Bandara Heathrow, burung tersebut diserahkan kepada otoritas karantina hewan. Rekaman video burung tersebut sempat diunggah ke laman Facebook oleh penumpang yang merekamnya.

Video tersebut telah dilihat lebih dari 30 ribu kali dan dihapus kemudian diunggah kembali ke YouTube. Diketahui, burung yang umumnya ditemui di Asia Selatan tersebut memasuki pesawat Singapore Airlines dan bersembunyi di tempat yang tak terlihat atau tempat gelap lainnya dalam pesawat.

Diperkirakan burung tersebut sudah berada selama 12 jam setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Changi. Karena sempat diunggah ke media sosial, beberapa warganet banyak yang tertawa tetapi juga banyak yang khawatir dengan nasib burung Myna itu.

Akun @xpkwek menulis: “Kasihan sekali. Apakah mereka akan mengirim burung itu kembali ke Singapura? Bayangkan berada di tempat asing.”

Pengguna Twitter @danselstory memposting: “Sekarang saya ingin tahu @SingaporeAir, apakah kalian membawanya kembali ke Singapura? Atau biarkan saja di London? ”

Beberapa tweep berpikir burung itu agak berselera dalam pilihan penerbangannya, @Sushil_bdq memposting: “Itu terbang dengan pesawat A380. Sangat pemilih … ”

Baca juga: Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat

Netizen lainnya cemburu pada burung yang melakukan perjalanan kelas bisnis sebelum mereka melakukannya.

Tweep @bradleyearp memposting: “Saya tidak pernah terbang dengan kelas bisnis. Tapi burung ini punya. Apa yang saya lakukan salah dalam hidup? “

GoJek Kalah Saing, Grab Maju Selangkah Hadirkan Fitur Asuransi

Aplikasi ride-sharing saat ini bukan hanya merambah pengantaran manusia, barang, makanan dan layanan kebutuhan pribadi. Namun kini juga merambah pelayanan untuk asuransi bagi para penggunanya. Ya, Grab aplikasi transportasi online baru saja mengumunkan bermitra dengan ZhongAn Technologies International Group Limited (ZA International) untuk membentuk joint venture (JV) masuk dalam pasar asuransi digital di Asia Tenggara.

Baca juga: Sering Gunakan Layanan Ride-Sharing? Baca Tips Ini Agar Tetap Aman!

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman resmi Grab (16/1/2019), ZA Internasional nantinya akan membawa aset-aset teknis untuk menciptakan platform dan wawasan terkait ekosistem dalam JV tersebut. Grab juga akan meluncurkan platform asuransi digital dalam aplikasi sehingga mampu menjangkau jutaan pelanggan dalam memberikan produk asuransi sesuai kebutuhan masing-masing orang.

Platform tersebut akan hadir perdana di Singapura di kuartal pertama tahun 2019 sebelum negara lain. Kehadirannya sendiri diharapkan membuka akses terhadap produk asuransi bagi masyarakat yang termasuk dalam kategori uninsured dan underinsured melalui ponsel mereka. Ini akan memudahkan sebab, bisa langsung mencari dan membeli produk asuransi dengan biaya terjangkau melalui aplikasi Grab tanpa agen.

“Peluncuran platform asuransi ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjadi everyday superapp terkemuka di Asia Tenggara. Dengan lebih dari 130 juta unduhan aplikasi Grab di Asia Tenggara dan kehadiran kami di 336 kota, pengetahuan mendalam kami mengenai perilaku dan kebutuhan pelanggan memunngkinkan kami untuk menyediakan produk asuransi inovatif yang memberikan nilai lebih bagi pelanggan kami,” ujar President of Grab Ming Maa.

“Pengetahuan mendalam kami mengenai perilaku dan kebutuhan pelanggan memunngkinkan kami untuk menyediakan produk asuransi inovatif yang memberikan nilai lebih bagi pelanggan kami,” tambahnya.

Vice General Manager ZhongAn Wayne Xu menjelaskan pihaknya telah bekerja sama dengan lebih dari 300 mitra ekosistem internet.

“Kami sangat senang dapat mengumumkan kerja sama yang bersifat komprehensif ini bersama Grab sebuah perusahaan internet besar di Asia Tenggara. Selama lima tahun terakhir, ZA Insurance memperoleh pengalaman dan pemahaman yang mendalam untuk menyediakan pelanggan generasi baru dengan perlindungan terhadap berbagai risiko dalam hidup mereka,” ungkapnya.

Baca juga: Ingat! Anda Berhak Peroleh Kompensasi Setelah Lapor Kehilangan Bagasi di Bandara

Meski demikian belum ada informasi kapan layanan asuransi tersebut akan dibawa untuk pelanggan Grab di Indonesia. Sebelumnya Grab juga mengungkap bahwa di 2019 akan ada dua layanan baru yakni travel dan kesehatan.

Staf Keamanan Mogok Kerja, Delapan Bandara Jerman Ditutup

Puluhan ribu penumpang pesawat di delapan bandara Jerman telah diperingatkan akan mengalami gangguan karena pada Selasa (15/1/2019), karena akan ada aksi mogok yang dilakukan para pekerja di delapan bandara Jerman. Aksi mogok ini dilakukan untuk merevisi pembayaran upah mereka agar dinaikkan dari yang sebelumnya.

Baca juga: Too Good To Go – Aplikasi di Bandara Munich untuk Pesan Makanan dan Kurangi Limbah

Adanya pemogokan yang dilakukan maka mempengaruhi 220 ribu penumpang yang akan berangkat dari delapan bandara tersebut. KabarPenumpang.com merangkum dari airport-technology.com (16/1/2019), delapan bandara tersebut yakni Munich, Hanover, Bremen, Hamburg, Leipzig/Halle, Dresden, Erfurt dan Frankfur.

Aksi mogok kerja ini dilakukan serikat buruh Jerman Vereinte Dienstleistungsgewerkschaft (Verdi) yang mulai berlangsung pukul 02.00 pargi hingga 20.00 malam waktu setempat. Verdi dan serikat buruh mewakili sekitar 23 ribu pekerja keamanan penerbangan Jerman bersama serikat buruh DBB Beamtenbund dan Tarifunion untuk melakukan negosiasi kenaikan upah.

Serikat pekerja ini menuntut agar upah dinaikkan menjadi €20 per jam untuk semua pekerja yang menyediakan layanan penumpang, barang dan pemeriksaan barang di seluruh bandara Jerman. Sebab saat ini upah bervariasi di seluruh Jerman dengan pekerja di beberapa bandara Jerman timur berpenghasilan sekitar €14 setiap jamnya dan €17 untuk pekerja di ibu kota dan bagian barat Jerman.

Karena pemogokan ini, bandara tersibuk di Jerman yakni Frankfurt Fraport harus membatalkan 610 dari 1200 penerbangan terjadwal. Sedangkan Munich menghentikan hampir 100 penerbangan domestiknya. Pemogokan ini sendiri dikatakan asosiasi bandara ADV mengatakan hal tersebut sebagai bentuk tidak tanggung jawab.

“Verdi secara tidak adil melakukan pemogokan ini di punggung para pelancong, maskapai penerbangan dan bandara,” ujar Kepala ADV Ralph Beisel.

Sebagai serikat kerja, Verdi mempertahankan posisinya dan menyatakan hal tersebut untuk meningkatkan tekanan kepada para petinggi yang gagal menghasilkan apapun.

Baca juga: Pajak Bandara di Beirut Naik, Masyarakat Lakukan Demonstrasi

“Pengusaha sama sekali tidak menanggapi pemogokan peringatan pekan lalu, mereka belum datang dengan tawaran yang ditingkatkan,” kata Anggota dewan Verdi Ute Kittel.

Sementara asosiasi pengusaha, BDLS menawarkan kenaikan antara dua hingga 6,4 persen. Putaran negosiasi berikutnya akan berlangsung pada tanggal 23 Januari.

Mengenal Irkut MC-21, Pesawat Produksi Rusia yang Jadi Calon Armada Merpati Airlines

Setelah pada artikel sebelumnya sempat ada perdebatan mengenai armada apa yang akan digunakan oleh Merpati Airlines jika beroperasi kelak, kini teka-teki tersebut mulai menemui titik terang. Pihak Merpati Airlines yang sempat membocorkan sebuah petunjuk dengan menyebutkan, “armada asal Rusia,” yang akan digunakan. Alih-alih memilih nama-nama kawakan seperti Sukhoi, Tupolev, atau Ilyushin, Merpati Airlines lebih memilih Irkut dengan jenis pesawatnya MC-21.

Baca Juga: Antara Merpati Air, Kim Johanes Mulia dan Sukhoi SJ100

Irkut MC-21 sendiri merupakan pesawat jenis narrow-body bermesin ganda rilisan anak perusahaan dari United Aircraft Corporation (UAC), Irkut. Desain awal dari pesawat ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2006, dan desain yang lebih detailnya dikembangkan lebih lanjut pada tahun 2011. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ‘perkenalan’ perdana pesawat ini terkendala beberapa masalah sehingga terpaksa ditunda hingga tahun 2020 mendatang – rencana awal tahun 2012.

Kendati ‘perkenalan’ perdana pesawat ini ditunda, namun itu sama sekali tidak menghalangi perusahaan untuk terus mengembangkan mahakarya ini. Tercatat, pada 8 Juni 2016, Irkut meluncurkan MC-21-300 dan melakoni first maiden pada 28 Mei 2017. Secara keseluruhan, armada ini masih dalam tahap penyempurnaan hingga bisa dirilis pada tahun 2020 mendatang.

Sayap dari pesawat ini menggunakan bahan serat karbon yang diperkuat polimer dan dilengkapi dengan pilihan mesin Turbo Pratt & Whitney PW1000G atau Aviadvigatel PD-14. MC-21 sendiri memiliki dua varian, yaitu MC-21-200 dan MC-21-300. Untuk varian MC-21-200, pesawat ini mampu menampung penumpang dengan kapasitas 132 penumpang dengan konfigurasi dua kelas, dan 165 penumpang dengan konfigurasi satu kelas. Sementara untuk jarak tempuh maksimum, pesawat jenis ini mampu menembus jarak 3.500 nautical miles atau yang setara dengan 6.400 km.

Baca Juga: Meski Batal Pailit, Bukan Perkara Mudah Bagi Merpati Nusantara untuk Mengudara lagi

Lalu untuk varian MC-21-300, adapun daya tampung maksimum untuk armada ini mencapai 211 penumpang dengan konfigurasi satu kelas, dan 163 penumpang untuk konfigurasi dua kelas – hal ini dilandaskan oleh panjang pesawat yang memiliki selisih 5,4 meter. Kendati hampir mengungguli MC-21-200, namun jarak tempuh maksimal dari MC-21-300 ini ternyata lebih pendek – hanya 6.000 km.

Terhitung sejak Juli 2018, sudah ada 175 perusahaan yang memesan varian MC-21, dengan 150 intensi dari perusahaan lain.

 

 

Boeing 727 Lakukan Penerbangan Terakhir di Iran

Pesawat regional trijet Boeing 727 sudah lama di grounded dalam dunia penerbangan komersial. Debut pesawat ini tenggelam semenjak popularitas Boeing 737 mengemuka dengan twinjet-nya. Namun ada kabar yang mengejutkan datang dari Negeri Para Mullah, bahwa masih ada Boeing 727 yang mengangkasa, dan berita ini sekaligus mewartakan bahwa Boeing 727 dengan nomer penerbangan EP851 milik Iran Aseman Airlines, menjadi Boeing 727 yang terakhir terbang di dunia.

Baca juga: Boeing 727 Ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

Dikutip KabarPenumpang.com dari independent.co.uk (16/1), disebutkan jurnalis Babak Taghvaee dalam tweeter-nya menyebutkan Boeing 727-200 EP851 melakukan penerbangan terakhir pada 13 Januari 2019. Penerbangan terakhir Boeing 727 EP851 melayani rute Zahedan ke Tehran dengan durasi 2 jam perjalanan pada malam hari. Menurut sumber yang sama, Boeing 727 EP851 sudah dioperasikan selama 39 tahun oleh Iran Aseman.

Boeing 727 series memulai debut terbang perdana pada 9 Februari 1963, dan digunakan secara komersial perdana oleh Eastern Airlines pada 1 Februari 1964. Boeing mengakhiri produksi 727 pada tahun 1984, dengan total produksi mencapai 1.832 unit.

Meski populasinya kian mengecil, armada Boeing 727 dalam varian kargo masih terbang sampai saat ini. Dari spesifikasinya, Boeing 727 termasuk pesawat narrow body. Khusus Boeing 727-200 yang digunakan Iran Aseman Airlies, menggunakan mesin JT8D-7/9/11. Pesawat dengan kapasitas 155 kursi ini dapat menjelajah hingga 3.500 km dengan kecepatan Mach 0.8. Ketinggian terbang pesawat ini disebut bisa mencapai 11.00 meter.

Tumbangnya Boeing 727 dalam pasar pesawat penumpang lebih dikarenakan factor efisiensi bahan bakar, dimana adopsi trijet dipandang boros untuk rute regional. Meski tak populer, Boeing 727 series juga sempat dioperasikan oleh maskapai di Indonesia, seperti Jatayu Airlines, Indonesian Airlines, dan Merpati Nusantara Airlines.

Baca juga: Beroperasi Singkat, Maskapai Indonesia Ini Tinggal Cerita

Selain bermesin tiga, ciri khas Boeing 727 yakni tersedianya fasilitas tangga di bagian ekor pesawat, mengingatkan pada tangga di ekor yang ada di pesawat Douglas DC-9

Dipukuli Awak Kabin, Penumpang Pria Gugat American Airlines dan Tuntut US$160 Ribu

Seorang penumpang American Airlines baru-baru ini mengajukan sebuah gugatan kepada maskapai besar itu dan mengklaim bahwa seorang awak kabin telah meninju wajah dan kepalanya saat bepergian dari Charlotte di North Carolina menuju Philadelphia pada tahun 2018 lalu. Gregory Lagana mengajukan gugatannya di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik New Jersey pada hari Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Jari Terjepit di Sandaran Bangku, Penumpang ini Gugat American Airlines dan SkyWest Airlines

Dalam gugatannya dia mengatakan awak kabin bernama Lance Wiley menjepit lengan kanannya dan berulang kali meninju wajah serta bagian belakang kepalanya saat dirinya duduk dengan menggunakan sabuk pengaman. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (15/1/2019), dalam gugatan itu Wiley tengah mendorong troli makanan dan minuman.

Kemudian keduanya diduga berdebat terkait minuman pesanan Lagana sebelum terjadinya pertengkaran tersebut. Bahkan Lagana mengklaim tidak terlibat kesalahan yang membahayakan keselamatan pesawat.

Dia mengatakan dalam gugatan karena hal tersebut dirinya menderita Hematoma kulit kepala, lecet, bengakak, kemerahan, luka memar dan luka di bagian tangannya. Lagana diketahui mendapat perawatan medis di Priceton Medical Center di New Jersey dan termasuk perawatan neurologis, bedah saraf dan chiropraktik.

“Akibat kecelakaan itu, penggugat menderita luka-luka serius dan permanen, serta cedera mental dan emosional yang membuatnya terluka secara permanen dan sangat parah,” menurut gugatan itu.

Lagana menutut dalam gugatan sendiri untuk mendapatkan ganti rugi sebesar US$161 ribu atau Rp2,2 miliar. Seorang juru bicara American Airlines Matt Millter mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa maskapai tersebut tengah meninjau gugatan dan rincian penerbangan dan tidak mengomentari hal tersebut lebih lanjut.

Lagana, seorang warga New Jersey, mengklaim dalam keluhan bahwa luka-lukanya disebabkan oleh peristiwa yang tidak terduga atau tidak biasa pada penerbangan tahun lalu. Dia awalnya memesan penerbangannya pada Juni 2017 dalam penerbangan menggunakan United dari Newark ke Bonaire yang dijadwalkan berangkat 23 Desember 2017.

Baca juga: Diskriminasi Penumpang Israel, El Al Tolak Turunkan Dana Kompensasi

Kemudian melanjutkan dengan American Airlines untuk penerbangan dari Aruba ke Philadelphia yang dijadwalkan 3 Januari 2018. Karena adanya penundaan dan pembatalan penerbangan mengakibatkan tiket perjalanan Lagana dipesan ulang untuk beberapa penerbangan dalam perjalanan kembali Aruba ke Charlotte dan Charlotte ke Philadelphia.

Penumpang KAI Kini Bisa Cetak Boarding Pass Sejak H-7 di Stasiun Online Manapun

Lagi-lagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan kemudahan bagi pengguna jasa. Kali ini KAI memberlakukan aturan baru terkait check in yang dimulai 17 Januari 2019 pukul 15.00 WIB. Dimana penumpang yang memiliki bukti pembelian tiket kereta api baik blanko putih yang dibeli di stasiun, email notifikasi, struk ataupun elektronik tiket, nantinya bisa melakukan check in atau mencetak boarding pas pada mesin check in counter di semua stasiun online yang melayani kereta api jarak jauh.

Baca juga: Punya KAI Access? Ini Cara Mudah Tukar Jadwal Keberangkatan Kereta

KabarPenumpang.com mengutip dari kai.id (16/1/2019), penumpang bisa melakukan check in mulai H-7 hingga H-1 (24 jam) sebelum keberangkatan kereta api. Seperti penumpang kereta api Argo Parahyangan dengan relasi Gambir menuju Bandung yang akan berangkat 2 Februari 2019, maka bisa check in di Stasiun Yogyakarta paling lambat tanggal 1 Februari 2019 atau 24 jam sebelum keberangkatan kereta api.

Tetapi jika kurang dari 24 jam, penumpang hanya bisa melakukan check in dan mencetak boarding pass di stasiun keberangkatan dan stasiun antara sesuai relasi tiket kereta api. Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, adanya perubahan ini sendiri bertujuan untuk memudahkan penumpang yang akan melakukan check in jauh-jauh hari sebelum keberangkatan dari stasiun online terdekat penumpang.

Kemudahan ini juga untuk mencegah keterlambatan penumpang karena antrean check in di mesin check in counter pada hari keberangkatan. Meski begitu, sebagai pelanggan setia kereta api bisa lebih dimudahkan lagu dengan menggunakan aplikasi KAI Access.

Sebab, dengan aplikasi tersebut, penumpang tak lagi repot antri di check in counter karena ada elektronik boarding pass yang bisa di akses dua jam sebelum keberangkatan. Selain mudah, penghematan penggunaan kertas juga bisa dibantu dengan adanya ini karena tidak perlu mencetak.

Bahkan dengan menggunakan KAI Access, penumpang juga bisa merasakan berbagai manfaat lainnya seperti memesan makanan. Kehadiran aplikasi tersebut juga kini mampu membantu penumpang untuk melakukan reschedulle jadwal pemberangkatan dan melakukan pembatan tiket kereta api yang dibeli baik dari KAI Access maupun lini masa pembelian lainnya.

Baca juga: Gunakan Aplikasi KAI Access, Kini Tak Perlu Antre Cetak Boarding Pass di Stasiun

Dengan berbagai kemudahan ini, KAI berharap dapat membuat penumpang menjadi lebih nyaman dalam melakukan perjalanan kereta api dari mulai sebelum keberangkatan, selama perjalanan, hingga tiba di stasiun tujuan.

Selundupkan Bayi Boa, Seorang Penumpang Terancam Pidana Denda!

Apa jadinya jika penerbangan Anda ditemani oleh seekor ular? Bagi Anda yang cinta terhadap hewan melata yang satu ini, mungkin perjalanan ini akan sangat menyenangkan. Tapi bagaimana jika Anda merupakan seseorang yang sangat anti dengan ular? Wah, hampir dapat dipastikan perjalanan udara tersebut akan terasa sangat-sangat lama. Nah, ngomong-ngomong soal ular, baru-baru ini ada seorang penumpang yang berusaha untuk menyelundupkan ular di dalam sebuah penerbangan!

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu, Petugas Avsec Adi Sutjipto Diganjar Hadiah dan Penghargaan

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, seorang berjenis kelamin laki-laki terpaksa diamankan oleh pihak keamanan Bandara Schönefeld-Berlin, Jerman setelah dirinya berhasil menerbangkan seekor ular dari Israel pada malam Natal 2018 kemarin. Uniknya, si penumpang yang berusia 43 tahun ini menyelundupkan ular di dalam celananya – yang sudah terlebih dahulu dibungkus dengan menggunakan karung.

Petugas bea cukai Jerman yang kala itu menyadari kejanggalan dari penumpang anonim ini – ada tonjolan besar di dalam celana, langsung menggeledahnya. Ternyata benar saja, seekor ular berjenis boa dengan panjang kurang lebih 40cm ditemukan di dalam karung tersebut.

Dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Potsdam Custom, para petugas di bandara tersebut menyadari bahwa ada sesuatu, “yang semestinya tidak ada di dalam sana (celana),”

Ular boa sendiri merupakan salah satu hewan yang dilindungi dan diatur di bawah regulasi dari Washington Convention on the Protection of Cities, dimana setiap kegiatan ekspor maupun impor yang menyertakan ular jenis ini harus disertai dengan surat khusus.

Dikutip dari laman newsweek.com (15/1/2019), penumpang ini tidak bisa menunjukkan surat-surat keterangan tersebut, dan tindakannya masuk ke dalam kategori penyelundupan barang secara ilegal. Sebagai konsekuensinya, ia akan diperiksa lebih lanjut guna mendapatkan keterangan tambahan, sedangkan untuk ular yang diperkirakan masih bayi ini, diambil alih penanganannya oleh pusat reptil yang ada di Brandenburg, Jerman.

Baca Juga: Lagi, Calon Penumpang Kedapatan Selundupkan Emas ke Dalam Botol Suplemen Makanan

Menurut laman sumber lain, si penumpang yang kedapatan menyelundupkan hewan dilindungi ini paling ringan akan dijatuhi hukuman denda atas perbuatannya – walaupun tidak ada rincian lebih lanjut tentang nominalnya.