Airbus A320-214 PK-GQR: Sensasi Free WiFi Perdana di Armada Citilink

Menikmati WiFi di penerbangan maskapai Indonesia kini bukan hanya sebatas impian semata. Pasalnya sebagai maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink telah mewujudkannya, dimana penumpang bisa merasakan konektivitas yang terus tersambung selama terbang di 35 ribu kaki atau sekitar 10 ribu meter.

Baca juga: Citilink Hadirkan Fitur WiFi Onboard Pada 2019 Mendatang!

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, kemarin tepatnya Rabu (16/1/2019), pesawat Airbus A320-214 dari Jakarta menuju Denpasar dengan nomer penerbangan QG 684 mulai melayani pengalaman berinternet di ketinggian 35 ribu kaki. Ini merupakan pesawat pertama Citilink yang sudah dilengkapi dengan fasilitas WiFi dalam kabinnya.

“Di dalam penerbangan QG 684 dengan nomor registrasi PK-GQR yang merupakan pesawat pertama kami dengan fasilitas koneksi WiFi, penumpang akan dapat menikmati secara perdana sambungan WiFi secara cuma-cuma untuk melakukan aktivasi Onboard dengan mudah,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

Selain itu, penumpang akan diajak melakukan aktivitas interaktif melalui akun social medianya dari ketinggian 35.000 kaki dengan menggunakan hashtag #citilinkfreewifi #koneksidiatas35000kaki #betterflycitilink. Dalam penyediaan konektivitas WiFi Onboard ini, Citilink bekerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi yang difasilitasi oleh Immarsat sebagai satelit dan Lufthansa technik untuk software dan hardware.

Demikian juga instalasi atas equipment WiFi ini dilakukan oleh PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. Kolaborasi ini menjadikan Citilink sebagai maskapai LCC pertama di Asia Pasifik yang memberikan layanan WiFi gratis dengan GX System Aviation.

“Fasilitas WiFi gratis yang disediakan oleh Citilink Indonesia diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi digital Indonesia,” tambah Juliandra.

Secara umum, penyediaan WiFi gratis ini merupakan salah satu upaya Citilink sebagai digital airline yang dapat menjadi penghubung dalam berinteraksi berbasis digital bagi penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sehingga penyediaan konektivitas on board secara gratis ini menjadi sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia di tahun 2020.

Dikutip dari detik.com, penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut sangat antusias menyalakan ponsel mereka saat berada di ketinggian 35 ribu kaki. Saat menyalakan WiFi, penumpang nantinya akan masuk dalam layanan InflightWiFi milik Citilink.

Awalnya penumpang akan diminta untuk memasukkan alamat email dan otomatis tersambung dengan jaringan internet di pesawat. Meski saat masuk ke jaringan butuh beberapa menit untuk tersambung, setelahnya penumpang akan bisa melakukan aktivitas internet.

“Jadi untuk yang sekarang ini kemungkinan kita hanya akan memasukkan email, tapi nanti akan ada semacam unique code yang akan diberikan pada penumpang sebelum dia terbang,” ujar Presdir Mahata Group, M Fitriansyah.

Sayangnya, karena ada regulasi, maka beberapa hal tidak bisa dilakukan dalam penerbangan seperti video call ataupun voice call. Sehingga penumpang hanya bisa mengunggah dan dan men-download serta menerima pesan dari berbagai aplikasi seperti WhatsApp, Line dan sebagainya.

Baca juga: 50MB Kuota WiFi Gratis di Rute Domestik Citilink dan Garuda Indonesia

Kuota yang diberikan pun hanya 50 MB dan ini terbatas, sehingga bila sudah habis, penumpang bisa memperpanjangnya atau menambahkannya dalam pesawat. Saat ini baru diketahui ada satu pesawat yang dilengkapi WiFi Onboard, nantinya akan terus meningkat di 12 sampai 20 pesawat lainnya.

15 Tahun Beroperasi, TransJakarta Targetkan 236 Rute di Akhir Tahun 2019

Bus TransJakarta tak terasa sudah melayani masyarakat ibu kota 15 tahun lamanya. Sejak pertama kali hadir di jalanan ibu kota pada 15 Januari 2004 lalu, keberadaannya menjadi sesuatu yang baru dalam sistem transportasi Indonesia.

Baca juga: Tandatangani MoU, TransJakarta dan MRTJ Siap Integrasikan Moda Transportasi Berbasis Massal

Kehadirannya dinilai menjadi salah satu moda angkutan massa yang berkelanjutan dan menjadi pembelajaran baik pemerintah sebagai penentu kebijakan ataupun masyarakat ibu kota. Dulu waktu pertama kali hadir, bus TransJakarta seperti kebut setoran karena menjadi moda baru untuk angkutan massal.

Namun kini tidak ada lagi sistem kejar setoran dalam operasionalnya. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mencatat, kini ada 663 ribu penumpang per harinya yang menggunakan bus TransJakarta tersebut. Jumlah ini sendiri mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 120 persen dalam waktu kurang tiga tahun yakni pada 2016 ada 297 ribu penumpang per hari.

Peningkatan jumlah penumpang tercatat karena adanya pengembangan rute layanan langsung yang dilakukan secara masif. Dalam realisasinya PT Transportasi Jakarta menyediakan 155 rute di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Waktu pertama kali beroperasi, TransJakarta menerapkan sistem tertutup yakni hanya ada tujuh koridor hingga tahun 2008. Sistem ini membuat penumpang harus transit di halte tertentu jika ingin melanjutkan perjalanan ke koridor lainnya.

Sistem ini cukup membuat penumpang kesulitan dan membuat masyarakat kembali ke angkutan umum yang sudah ada sebelumnya seperti Metromini, Kopaja dan bus angkutan kota lainnya. Tahun 2009, manajemen TransJakarta kemudian memberlakukan sistem jaringan antar koridor dengan membuka rute 2A Pulogadung-Kalideres dan rute 6A Ragunan-Monas.

Hingga tahun 2013 sistem serupa diberlakukan untuk menjangkau area luar koridor. Berbagai perbaikan terus dilakukan salah satunya adalah bekerja sama dengan Kopaja melalui 320 unit bus meidum yang beroperasi di enam rute.

Sehingga sistem setoran yang selama ini menjadi masalah angkutan umum dihilangkan perlahan. Lima belas tahun meluncur dijalanan ibu kota, PT TransJakarta menargetkan mengangkut sebanyak 231 juta penumpang bus TransJakarta selama tahun 2019 ini. Direktur Utama TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan, target tersebut naik dari tahun 2018 lalu yakni 189,77 juta penumpang.

Baca juga: Perkenalkan Direksi Baru, TransJakarta Siap Integrasikan Antarmoda

“TransJakarta menargetkan jumlah pelanggan mencapai 231 juta. Untuk mencapai ini, kita akan melakukan penambahan rute secara signifikan,” ujar Agung.

BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap di akhir tahun 2019 ini, sudah ada 236 rute yng beroperasi. Tak hanya itu Halte TransJakarta nantinya akan tersebung skybridge dengan Stasiun LRT Veledrome.

Komunitas LGBTI: Pelatihan Petugas Bandara Akan Mengembalikan Hak Transgender

Sebagai salah satu fase yang harus dilewati setiap penumpang sebelum mengudara, pemeriksaan keamanan di bandara memang ditujukan untuk menjamin keamanan para penumpang dan setidaknya untuk meminimalisir ancaman dengan benda-benda yang tergolong berbahaya yang disimpan di dalam hand-luggage. Namun terlepas dari fungsi dari pemeriksaan keamanan tersebut, akankah para petugas keamanan tetap bersikap ‘netral’ kepada pelancong transgender?

Baca Juga: Parah! Petugas Keamanan Bandara London Lakukan Pelecehan Seksual Pada Waria

Jika merunut dari regulasinya, sudah jelas bahwasanya para petugas keamanan harus berlaku ‘netral’ kepada setiap penumpang – apapun jenis kelaminnya. Namun di luar sana masih banyak saja intimidasi yang dilakukan oleh para oknum petugas terhadap transgender. Tentu saja, intimidasi di sini tidak berbau kekerasan – melainkan lebih kepada tindak pelecehan, namun di sini, para korban tidak sedikit yang mengalami trauma. Nah, teruntuk para oknum petugas ini, perlukah manajemen memberikan pelatihan khusus agar tidak mencoreng nama perusahaan karena sikap mereka?

Melansir dari laman airport-technology.com (15/1/2019), KabarPenumpang.com mendapati informasi bahwa Lesbian Internasional, Gay, Biseksual, Trans dan Intersex Association (ILGA) – sebuah organisasi yang menyatukan lebih dari 1.300 kelompok LGBTI di seluruh dunia – ada dua masalah utama muncul pada pemeriksaan keamanan bandara.

“Salah satunya adalah masalah sosial, persepsi budaya dan yang lainnya berkaitan dengan dokumen identitas hukum,” kata Zhan Chiam, koordinator Program Identitas dan Gender Expression Gender ILGA.

Masalah sosial di sini maksudnya adalah berkaitan dengan jenis kelamin seorang transgender – dimana hal tersebut akan mempengaruhi gaya berdandan mereka. Zhan Chiam menjelaskan bahwa di bawah hukum internasional, seharusnya hal ini tidak menjadi persyaratan bagi seorang petugas untuk mengidentifikasi atau diakui oleh identitas gender mereka.

“Namun, ketika seseorang menampilkan gender yang tidak dikenali orang sebagai milik biner perempuan atau laki-laki, pihak keamanan yang dapat mengajukan serangkaian pertanyaan dan interogasi guna memastikan jenis kelamin mereka, tentu saja dengan cara yang sopan,” tambah Zhan Chiam.

Kedua adalah berkaitan dengan dokumen identifikasi pribadi seperti KTP dan lain-lain. Ini akan menimbulkan kebingungan bagi sebagian petugas manakala data yang mereka dapatkan di dokumen identifikasi pribadi tersebut bertolak belakang dengan apa yang mereka lihat di lapangan – semisal di dokumen identifikasi pribadi tertera jenis kelamin pria, namun tampilan penumpang di lapangan adalah wanita.

Baca Juga: Setarakan Kaum Minoritas, Formulir Tiket Kereta di India Akan Tambah Kolom T Untuk Transgender

“Sangat penting bagi staf bandara untuk lebih memahami bahwa beberapa orang transgender mungkin tidak memiliki dokumentasi yang cocok dengan identitas gender mereka,” ungkap Bex Stinson, kepala Trans Inklusi di kelompok LGBTI yang berbasis di Inggris.

Guna mencari jalan keluar dari polemik ini, sejumlah bandara di Amerika Serikat berkolaborasi dengan komunitas LGBTI guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang.

“Memastikan staf bandara menerima pelatihan keberagaman dan inklusi adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi penumpang trans. Setiap orang LGBTI harus bisa menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan perasaan aman dan bebas dari diskriminasi.” tutup Bex.

 

Busworld South East Asia 2019 Siap Digelar di Jakarta, Inilah Pameran Bus Terbesar Berskala Internasional

Bakal ada event besar yang berlangsung pada akhir Maret mendatang, persisnya pada 20 – 23 Maret akan berlangsung Busworld South East Asia 2019 di JIExpo Kemayoran Jakarta. Busworld South East Asia digadang menjadi pameran terbesar di kawasan Asia Tenggara yang menampilkan inovasi terbaru di segmen bus dan industri karoseri yang akan menampilkan berbagai macam bus, coach bus, minibus, termasuk spare parts, komponen-komponen dan juga pelayanannya.

Baca juga: Siap Kembalikan Mas Jaya Bus AKAP, Inilah Serba-Serbi Terkait Tol Trans Jawa

Inisiasi pamera bus terbesar ini digawangi oleh GEM (Global Expo Management) Indonesia bekerja sama dengan Busworld International. Busworld merupakan pameran B2B terbesar di bidang bus dan indsutri karoseri. Pameran berskala internasional ini pertama kali diadakan 47 tahun lalu di kota Kortrijk, Belgia pada tahun 1971, dan diselenggarakan secara berkala dua tahun sekali.

Guna memperkenalkan program Busworld South Asia 2019, GEM Indonesia dan Busworld International menggelar konferensi pers pada Rabu, 16 Januari 2019 di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Dalam acara konferensi pers dihadiri oleh Sommy Lumadjeng, Ketua Askarindo (Asosiasi Karoseri Indonesia), Kurnia Lesani Adnan, Ketua Ipomi (Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia) dan Baki Lee, Direktur Utama GEM Indonesia selaku penyelenggara pameran.

Tumbuhnya industi karoseri dan permintaan bus yang tinggi di Indonesia merupakan momen penting dalam penyelenggaraan pameran Busworld. Sommy Lumadjeng menyebutkan bahwa tahun 2019 bakal menjadi titik balik kejayaan kendaraan bus, persisnya pada 20 Deember 2018 lalu, Presiden Jokowi telah meresmikan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya.

“Secara langsung peresmian Tol Trans Jawa membawa nilai positif bagi industri bus AKAP dan tentunya industri karoseri. Belum lagi BRT (Bus Rapid Transit) akan dibangun di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bandar Lampung, ” ujar Sommy.

Tentang pameran Busworld South East Asia merupakan pameran ketujuh pada agenda Busworld terkini setelah Turki, India, Rusia, Cina, Kazakhstan dan Kolombia. Busworld South East Asia 2019 juga akan memberikan edukasi terkini mengenai perkembangan bus baik dari dalam maupun luar negeri, dari segi regulasi sampai teknologi akan dibahas dalam Busworld Academy yang akan menghadirkan para pakar dari industri transportasi.

Baca juga: Menhub Gulirkan Rencana Bus “Trans Java,” Pengusaha Bus AKAP Utarakan Kekecewaan

Terselenggaranya Busworld South East Asia yang akan dilakukan bersamaan dengan Busworld Academy ini diharapkan bisa membantu Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0.

Musim Hujan Suka Melancong? Gunakan Tips Ini Untuk Rawat Jaket Hujan

Musim hujan tiba, pelancong yang bepergian dan tak mau repot membawa payung biasanya memilih jas hujan atau jaket hujan. Selain simple, jaket hujan bisa melindungi penggunanya meski terkena hujan deras atau angin yang kencang. Hal ini dikarenakan sifatnya yang tidak menyerap air sehingga banyak pengguna yang lupa untuk membersihkannya.

Baca juga: Tips Kemas Barang Saat Melancong dengan Koper Kecil

Padahal jaket hujan juga ternyata perlu dibersihkan. Sebab bila tidak bau dari keringat, kotoran dan debu bisa menyerap ke dalam bahan dan perawatannya membantu menghemat uang karena jaket favorit bisa tetap digunakan untuk jangka lama.

Cara mencucinya pun berbeda dari jaket lainnya, karena jaket hujan memiliki bahan khusus yang tahan air. Dirangkum KabarPenumpang.com dari siaran pers Timberland, ada beberapa tips yang bisa digunakan pelancong untuk membersihkan jaketnya agar terlihat bagus dan melindungi pengguna dalam waktu lama.

1. Mengenal bahan jaket
Biasanya jaket hujan memiliki pori-pori yang kecil agar bahan tetap bisa bernafas dan kelemababan, termasuk keringat bisa menguap dengan mudah serta bukan mengembun di dalam jaket. Kemudian, bagian luar bahan jaket diberi lapisan tambahan yang disebut sebagai “durable water repellent” (DWR) untuk memberi bahan tersebut perlindungan ekstra dari air. DWR menyebabkan air membutir dengan cepat supaya bisa menggulir dari jaket dengan mudah. Ini mencegah air terdiam lama di atas bahan dan menyerap secara perlahan ke dalam bahan.

2. Jaket mengalami ‘wet-out’
Jaket yang sering dipakai akan terekspos pada panas, hujan, keringat, minyak kulit, dan kotoran yang semuanya akan menyebabkan DWR perlahan-lahan luntur. Akibatnya, jaket akan mudah lembab ketika terkena air dan pemakai tidak akan lagi terlindungi dari basah seperti dahulu. Proses ini disebut sebagai ‘wet-out‘.

3. Mencuci khusus
Untuk mencegah terjadinya ‘wet-out’ pada jaket, semua kotoran dan minyak yang menyebabkan lunturnya lapisan DWR perlu dibersihkan. Namun, jaket hujan tidak boleh dicuci dengan deterjen biasa karena kimia di deterjen terlalu keras bagi bahan DWR. Sebaiknya, bacalah instruksi cara pencucian yang tertera di label jaket. Jika tidak yakin bisa mencuci sendiri, kirimkan jaket ke binatu atau jika tetap ingin mencuci sendiri, gunakan cairan pencuci khusus untuk jaket hujan. Cairan ini biasanya tersedia di toko online.

4. Jangan terlalu sering mencuci
Bila terlalu sering mencuci jaket hujan, maka akan menghilangkan lapisan DWR dengan cepat. Apalagi lapisan ini akan terkikis setelah beberapa kali pencucian. Sehingga pengguna untuk membersihkan kotoran bisa dengan kain bersih setelah menggunakan jaket dan mengangin-anginkannya untuk mengeringkan sisa lembab di jaket.

Baca juga: Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula

5. Mengembalikan lapisan DWR yang telah luntur
Jika jaket hujanmu kini mudah lembab, itu berarti bahwa lapisan DWR telah luntur. Namun jangan khawatir karena lapisan DWR dapat dikembalikan dengan membeli cairan DWR yang bisa dibeli secara online. Tutup resleting jaket terlebih dahulu lalu semprot cairan DWR ke seluruh permukaan luar jaket dan beri lapisan tambahan pada area-area yang lebih terekspos atau sering bergesekan dengan benda lain, seperti bagian bahu yang sering terkena tali ransel.

Terdampak Shutdown Nasional, Penumpang Delta Air Lines ‘Loloskan’ Senpi di Penerbangan Internasional

Seorang penumpang Delta Air Lines kedapatan membawa sebuah pistol berpeluru ketika dirinya hendak mengudara dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson, Atlanta menuju Bandara Internasional Narita Tokyo di Jepang pada 2 Januari 2019 kemarin. Menurut Transport Security Administration (TSA), senjata api (senpi) yang dibawa oleh penumpang yang tidak dibongkar identitasnya ini berada di dalam hand-luggage, yang notabene di bawa ke dalam kabin. Duh!

Baca Juga: Bisa Dibuka Langsung Oleh Petugas Keamanan Bandara, Inilah Gembok Koper TSA

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari nytimes.com (14/1/2019), penumpang ini lalu sukses melakukan penerbangan internasionalnya menuju Jepang, tanpa melakukan tindakan berbahaya di dalam kabin selama penerbangan. Lalu setibanya di Bandara Internasional Narita, penumpang ini langsung diamankan oleh petugas, pun dengan senpi yang dibawanya. Uniknya, bagaimana bisa sebuah senpi tidak terdeteksi oleh petugas Bandara Internasional Hartsfield-Jackson?

Diketahui, kejadian yang berlangsung pada tanggal 2 Januari ini bertepatan dengan hari ke-11 shutdown pemerintah federal secara nasional. Dikhawatirkan para petugas yang bekerja tanpa digaji ini malah seolah mengindahkan peraturan yang berlaku dan berujung pada tindakan yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan di sektor transportasi secara keseluruhan. Diketahui, lebih dari 50.000 petugas bandara terdampak dari shutdown nasional ini.

“TSA telah menentukan prosedur standar namun tidak diikuti, terbukti dengan seorang penumpang melewati pemeriksaan standar TSA dengan senjata api yang berada di dalam hand-luggagenya,” tutur seorang narasumber dari TSA.

Namun, dengan cepat pihak berwenang yang terkait membantah isu kekurangan staf yang harus disalahkan atas insiden keamanan ini.

Baca Juga: Bandara di AS Kian Ketat, TSA Wajibkan Pemeriksaan Terpisah Pada Perangkat Elektronik

“Kami tidak bisa menyalahkan shutdown nasional ini atas insiden lolosnya senpi ke dalam penerbangan internasional pada 2 Januari 2019 kemarin,” tutur juru bicara TSA, Michael Bilello.

TSA mengatakan bahwa ada 7,6 persen karyawan yang memiliki nilai absen yang tidak dijadwalkan pada Senin pagi, lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Bandara Internasional Hartsfield-Jackson adalah salah satu dari dua bandara di Amerika yang ditunjuk untuk menerapkan “rencana darurat” karena masalah ketidakhadiran dan masalah lainnya.

Terkena Delay 4 Jam, Mahasiswi Cantik Ini Justru Menari di Area Bandara

Terlambat karena pemeriksaan keamanan yang membuat antre? Hal ini bisa saja terjadi di sebuah bandara. Apalagi di Atlanta, Amerika Serikat yang beberapa minggu terakhir terjadi antrean panjang dibandaranya karena pemeriksaan keamanan. Karena hal tersebut, seorang mahasiswi hukum Katie Gould mau tak mau tertinggal pesawat dan memiliki waktu empat jam untuk mendapatkan pesawat berikutnya.

Baca juga: ‘Melukis’ di Meja Lipat Pesawat, Penumpang ini Mendadak Viral!

KabarPenumpang.com melansir dari laman foxnews.com (14/1/2019), Gould terdampar di Bandara Internasional Hartsfield Jackson Atlanta saat akan berangkat ke Milwaukee.

“Saya benar-benar ketinggalan pesawat karena keamanannya sangat lama. Saya sudah terbiasa dengan kemanan Hartsfield Jackson yang sibuk. Tetapi ini lebih dari biasanya dan mereka menggunakan lebih sedikit petugas TSA dari pada biasanya. Sehingga saya berasumsi penutupan itu ada hubungannya dengan hal tersebut,” ujar Gould.

Untungnya Gould adalah mahasiswi yang kreatif, dia tidak menghabiskan waktunya dengan menonton televisi tetapi mengubah penundaan keberangkatannya menjadi sebuah peluang dan tontonan menarik. Karena mungkin beberapa orang akan pergi ke restoran atau ke cafe untuk menikmati penundaan mereka. Dengan menyetel kamera ponselnya menjadi video, Gould mengeluarkan gerakan tariannya.

“Saya hanya meletakkan ponsel dan memvideokan diri sendiri dengan melakukan tarian kecil. Ibuku adalah pramugari, jadi aku tahu jalan disekitaran bandara dengan baik. Saya saat ini hanya menghabiskan empat jam berikutnya menunggu penerbangan selanjutnya dengan pergi ke gerbang dan mulai menari!,” ujarnya.

Gould menari dengan iringan lagu Hall & Oates ‘You Make My Dreams. Gould menari dengan dua langkah melompat dan bergoyang-goyang di sekitaran gerbang. Dia benar-benar menari sendiri tanpa ada penumpang lain yang ikut mencoba bersamanya. Tetapi ada satu yang unik dimana saat dirinya melampiaskan tarian tersebut seekor kucing melintas di depan kameranya.

Baca juga: Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral

“Saya sangat frustrasi sepanjang hari dengan ketinggalan pesawat, tetapi melakukan sesuatu yang menyenangkan dan konyol benar-benar mengingatkan saya untuk tidak menganggap hidup terlalu serius. Aku senang itu membuat banyak orang senang! Juga, saya berharap ini mengilhami orang untuk melakukan perjalanan sedikit lebih banyak dan tidak takut untuk keluar dari zona nyaman mereka, saya pikir dunia membutuhkan itu sekarang,” akunya.

Viral Video Penumpang Citilink ‘Kepanasan’ dan Delay 4 Jam

Pesawat Citilink dengan penerbangan QG 011 yang seharusnya berangkat pukul 11.00 WIB dan tiba pukul 13.15 WIB keberangkatan dari Bandara Kualanamu menuju ke Halim Perdanakusuma mengalami penundaan. Hal ini dikarenakan adanya keluhan penumpang dalam kabin yang merasakan suhu sangat panas ketika hendak lepas landas.

Baca juga: [Video] Kondisi Mental Tak Stabil, Wanita ini ‘Ngamuk’ Kepada Petugas JetBlue

Karena masalah ini, pilot akhirnya memutuskan untuk kembali ke apron dan semua penumpang kembali ke ruang tunggu bandara dan pesawat tersebut dilakukan pemeriksaan untuk mengecek kondisi agar bisa kembali terbang. Kejadian ini viral karena seorang penumpang yang memvideokannya dan mengatakan sudah bayar mahal hampir Rp2 juta tetapi pesawat panas.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa didalam video tersebut yang tersebar melalui grup WhatsApp terlihat penumpang gelisah dalam kabin. Beberapa orang mulai keluar dari kursi mereka danmenuju ke lorong. Ada juga penumpang yang berkipas-kipas dengan majalah dan diduga kepanasan.

https://youtu.be/L8fhJ6iszE4

“Dua juta loh tiket. Tapi lebih parah dari angkot ini,” ujar seorang penumpang perempuan dalam video yang viral tersebut.

Dengan viralnya video yang dikirimkan awalnya melalui WhatsApp, pihak maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink angkat bicara. Pjs Vice President Sales, Distribution and Charter Citilink Indonesia, Amalia Yaksa mengatakan pesawat tersebut mengalami penundaan penerbangan demi memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang.

Dia mengatakan, atas penundaan penerbangan itu, sesuai dengan ketentuan PM No.89/2015, seluruh penumpang QG 011 mendapatkan kompensasi yakni heavy meals dan voucher senilai Rp300 ribu per orangnya. Penumpang mendapatkan kompensasi tersebut dikarenakan pesawat mereka mengalami penundaan hampir lima jam. Setelah keterlambatan, penumpang QG 011 kemudian menaiki pesawat pengganti pukul 15.40 WIB dan tiba di Halim Perdanakusuma pukul 17.15 WIB.

“Citilink akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh penumpangnya,” tambah Amalia.

Baca juga: Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral

Ternyata kasus serupa juga pernah terjadi pada penerbangan maskapai terbesar di Indonesia yakni Lion Air dengan nomor penerbangan JT 523 dari Makassar menuju Banjarmasin yang terlambat selama empat jam karena menunggu seorang penumpang masuk pesawat. Karena terlambat terbang dan penumpang berada di dalam kabin, sebagian ada yang marah dikarenakan gerah serta kelaparan dan haus. Bahkan masalah delay tersebut, penumpang tidak mendapatkan kompensasi apapun.

Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Salah satu tempat yang sering dikunjungi penumpang pesawat dalam penerbangan adalah toilet (lavatory). Biasanya toilet ini terletak di bagian depan atau belakang pesawat atau tepatnya tak jauh dari kokpit dan dapur (pantry). Tak hanya itu, toilet juga menjadi salah satu tempat terkotor di dalam pesawat meski terlihat bersih.

Baca juga: Tangki Toilet Kosong Saat Mendarat, Patut Diduga Pesawat Buang Kotoran di Udara

Pernahkah Anda berpikir kemana kotoran terbuang saat menekan tombol flush di toilet pesawat? KabarPenumpang.com merangkum dari laman timeslive.co.za, bahwa ternyata ada sejarahnya sebelum toilet seperti saat ini.

Pada awalnya pilot pesawat sering buang air kecil di botol dan wadah lain sebelum membuangnya ke luar jendela. Pada masa Perang Dunia 2, banyak kengerian termasuk di toilet pesawat. Pasalnya dulu belum ada kloset seperti sekarang melainkan tak lebih dari sebuah ember.

Ember berisi kotoran ini akan tumpah isinya jika pesawat mengalami turbulensi. Ini cukup membuat stres dan ada bau busuk limbah cair yang mengalir ke lantai serta menambah kerumitan masalah pada masa itu.

Bahkan sistem seperti itu masih digunakan untuk penerbangan komersial hingga 1975,  sampai akhirnya James Kempler menemukan cairan Skykem biru tanpa air. Cairan itu juga tidak lengket dan pertama kali hadir di Boeing pada tahun 1982 silam.

Bahkan sistem Kempler tersebut sudah menjadi standar bagi sebagian besar pesawat saat ini. Cara kerja sistemnya pun mudah dengan menekan tombol flush di toilet pesawat terbang dan nantinya kotoran seperti tertarik ke ruang hampa udara lebih cepat di banding flush toilet biasa.

Kotoran atau limbah ini akan tersimpan dalam wadah di bawah toilet dan tertutup. Nantinya limbah tersebut akan beku dan menjadi seperti es dalam bentuk gel biru. Bahkan pernah limbah tersebut bocor dan menghasilkan rembesan dari sistem yang tertutup tersebut dan membeku di ketinggian. Kemudian menempel pada badan pesawat dan meleleh saat suhu mulai hangat.

Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

Bila dirata-ratakan, penumpang penerbangan jauh bisa ke toilet 2-4 kali dan menghasilkan sekitar 833 liter limbah penerbangan. Limbah tersebut nantinya dibuang saat pesawat mendarat. Limbah toilet pesawat akan di sedot ke tangki di belakang truk. Saat tangki penuh dari limbah berbagai penerbangan akan dibuang dan sistem pembuangan limbah toilet pesawat dikosongkan.

Tiket.com Berikan Layanan Mobil Gratis Bagi Pengguna Citilink

Pengguna setia maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink yang membeli melalui agen perjalanan online tiket.com, akan menikmati layanan mobil penjemputan gratis. Kehadiran mobil shuttle gratis ini akan hadir di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Adisucipto Yogyakarta dan Bandara Abdurrahman Saleh Malang.

Baca juga: Ikuti Jejak Lion Air Hilangkan Bagasi Gratis, Citilink Siapkan Sosialisasi

Layanan shuttle gratis dari tiket.com ini ternyata memiliki syarat khusus, yakni untuk penumpang yang akan berangkat ke Bali, Yogyakarta serta Malang dan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Fasilitas gratis ini akan tersedia bagi pengguna yang membeli tiket pesawat Citilink di tiket.com periode 9-29 Januari 2019 dengan periode terbang dari 11-29 Januari 2019.

“Mekanismenya nanti penumpang akan segera mendapatkan link reservasi via SMS untuk shuttle gratis dan wajib melakukan reservasi maksimal H-1 sebelum tanggal keberangkatan. Lalu shuttle akan menunggu di bandara kedatangan sesuai dengan jam reservasi yang telah ditentukan,” ujar Senior Transportation Manager tiket.com, Nugroho Ari Wibowo yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

Dari ketiga kota tersebut, berikut ini rute perhentian shuttle gratis yang diberikan tiket.com untuk pengguna Citilink.
1. Bali: Tuban- Bandara Ngurah Rai – Jalan Wana Segara – Jalan Kediri – Jalan Raya Tuban – Kedonganan.
2. Malang: Blimbing – Kedungkandang – Klojen – Lowokwaru – Jabung – Pakis – Singosari – Tumpang.
3. Yogyakarta: Malioboro -Laksada Adi Sucipto – Gejayan – Mangkubumi – Lempuyangan – Kusuma Negara – Dagen – Prambanan – Gedong Kuning – Jalan Sudirman – Pakualaman.

Ternyata tak hanya shuttel gratis saja, pengguna Maskapai Hijau ini juga akan mendapatkan promo makan dan minum gratis di dalam pesawat serta bonus voucher Rp150 ribu jika pelanggan naik pesawat Citilink yang memiliki logo tiket.com. Pemberian shuttle gratis ini, seperti memberikan sedikit kebahagiaaan bagi pelanggan setia Citilink.

Baca juga: Naik Citilink, Kini Bisa Nikmati WiFi Gratis di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Pasalnya baru-baru ini Citilink akan melakukan penghentian pemberian bagasi gratisnya. Tetapi bagi member SuperGreen atau Garuda miles akan tetap ada bagasi gratis sepuluh kilogram. Tak hanya itu, baru-baru ini masyarakat resah karena kenaikan tarif tiket pesawat yang cukup tinggi, namun dengan adanya kemudahan yang diberikan ini, mungkin bisa membuat pelanggan lebih menikmati layanan tersebut dan melupakan sejenak dengan berita terkait mahalnya tarif tiket pesawat.