Pelecehan Seksual, Pramugari Dipaksa ‘Nyebokin’ Penumpang

Memang, pekerjaan menjadi seorang pramugari dan awak kabin adalah membantu penumpang, tetapi bagaimana bila saat membantu penumpang justru dilecehkan? Baru-baru ini seorang pramugari maskapai EVA yang didukung serikat pekerja mengeluh karena maskapai tersebut gagal menghalangi penumpang dengan masalah yang sama. Sebab, pramugari itu dan beberapa lainnya mengalami hal yang mungkin tidak diingankan oleh awak kabin lainnya.

Baca juga: Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral

KabarPenumpang.com mengutip laman boingboing.net (21/1/2019), dia mengatakan memahami dengan benar kesulitan menggunakan toilet pesawat yang kecil dan cukup sempit tersebut. Bahkan setiap penumpang pun tidak perlu malu jika membutuhkan bantuan saat berada di dalam toilet.

Namun, bila bantuan tersebut masih bisa ditolerir mungkin tidak masalah. Tetapi bagaimana jika penumpang meminta hal yang tidak seharusnya dilakukan dan merasa dilecehkan? Pramugari yang tidak disebutkan namanya tersebut bersama dengan serikat penerbangan Taoyuan mengatakan, saat dirinya bertugas seorang pria dengan berat badan berlebih dan duduk di kursi roda membutuhkan bantuan untuk ke toilet setelah dua jam penerbangan.

Pria tersebut meminta pramugari itu dan dua awak kabin lainnya untuk membantu melepaskan pakaian dalam karena dirinya tidak dapat melakukannya sendiri.

“Saya merasa bahwa sebagai pramugari, melepaskan pakaian dalam penumpang berada di luar ruang lingkup tanggung jawab saya,” ujar pramugari tersebut.

Saat ketiganya sedang bertugas, tidak ada awak kabin pria sama sekali sehingga mereka mencoba menutupi alat kelamin pria tersebut dengan selimut saat melepas pakaian dalamnya. Pramugari tersebut mengaku, saat mereka melakukan itu, penumpang menepisnya dan dengan sengaja menjatuhkan selimut serta memperlihatkan kemaluannya.

Dia juga menuntut agar pintu toilet tidak ditutup karena dia tidak bisa bernapas. Untungnya para awak kabin berhasil menutup pintu dan ketika pria gemuk tersebut selesai dirinya menolak untuk pergi dari toilet kecuali para pramugari tersebut membatu dirinya untuk membersihakan bagian bawahnya.

Awalnya para pramugari tersebut menolak, tetapi mengingat penumpang lain yang akan menggunakan toilet maka kepala kabin akhirnya melakukan yang diminta pria tersebut. Saat pramugari membantunya, pria tersebut mulai membuat suara erangan dan berkata ‘lebih dalam’.

Baca juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Karena hal tersebut, serikat pekerja mengatakan, insiden ini adalah pelecehan seksual dan meminta agar EVA menuntut penumpang yang sudah menyebabkan masalah tersebut. Tak hanya itu, ternyata penumpang gemuk tersebut sempat buang air besar dipakaian dalamnya dalam penerbangan sebelumnya yakni Mei 2018 kemarin.

Tetapi meski begitu pihak maskapai EVA bahkan tidak memasukkan pria tersebut dalam daftar hitam dan membuat awak kabin berhadapan untuk berurusan dengan pria itu setiap terbang dengan maskapai.

Pipis Dilorong Kabin, Pria Mabuk Ini Viral di Media

Perilaku penumpang pesawat yang aneh dan tak masuk akan kerap kali terjadi di dalam sebuah penerbangan. Baru-baru ini, sebuah video kembali beredar dan menjadi viral, dimana seorang penumpang pria kencing di lorong pesawat dalam sebuah penerbangan Rusia.

Baca juga: Viral, Wanita Ini Pipis di Pantry Pesawat Sesaat Sebelum Lepas Landas

KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (21/1/2019), bahwa pria yang kencing di lorong kabin tersebut tengah mabuk dan dia menjawab panggilan alamnya didepan semua orang. Dalam video terlihat tumpukan tisu di lantai untuk meresap air kencing pria tersebut.

https://youtu.be/cQJv5bmaloU

Sebelum menjawab panggilan alam alias kencing, pria yang diketahui tengah mabuk tersebut membuka celananya dan menurunkan celana dalamnya hingga ke lutut. Dia menggunakan tangan kanannya untuk menopang dirinya di kursi dekat lorong.

Pria tersebut terlihat sedikit bergoyang saat melepaskan hasrat pipisnya dengan cara ektremnya itu. Salah seorang penumpang berkomentar, “Kami hanya bisa bersimpati dengan para penumpang yang dipaksa untuk menyaksikannya.”

Kasus dalam penerbangan Rusia tersebut tengah diselidiki oleh pihak berwenang. Diketahui, rekaman tersebut muncul pada minggu lalu di media Rusia dan tidak ada rincian penerbangan apa dan kapan tepatnya kejadian tersebut divideokan.

Selain itu pada penerbangan maskapai Wizz Air seorang wanita pipis di pantry pesawat saat akan lepas landas. Dia pipis disitu karena toilet tidak bisa digunakan saat akan lepas landas.

Bahkan dalam video yang beredar, wanita tersebut tidak malu berjongkok dan pipis sembari menelpon seseorang. Air kencingnya merembes dan mengaliri pantry. Sedangkan di tahun 2017 lalu, seorang penumpang Delta Airlines bernama Kima Hamilton terpaksa diturunkan dari pesawat lantaran tidak tahan untuk pergi ke toilet karena ingin buang air kecil. Padahal saat itu pesawat dalam posisi siap lepas landas dari Atlanta, Amerika Serikat.

Baca juga: Pipis di Kereta Komuter, Wanita Asal Selandia Baru Terpaksa Menahan Malu

Penerbangan Rusia lainnya menjadi berita utama pekan lalu setelah seorang penumpang pesawat yang mulai menyerang orang-orang di sekitarnya setelah dilaporkan minum dari sebotol wiski yang kemudian diamankan oleh penumpang lainnya. Pria yang diperkirakan berusia 26 tahun, berbaring di depan pesawat di lantai dapur dengan tangan di belakang. Tangannya diikat ke pergelangan kaki dengan selotip dan ikat pinggang. Menurut laporan, penumpang baru-baru ini dibebaskan dari penjara di Thailand.

Gandeng Airbus, Facebook Akan Jalani Proyek Penyiaran Internet dari Udara

Di tahun 2018, jejaring sosial Facebook mendasarkan rencananya yang ambisius untuk mengembangkan sebuah drone bertenaga surya untuk menyiarkan internet di seluruh dunia. Namun rencana tersebut nampaknya terlalu ambisius sehingga perusahaan lebih memilih untuk tidak menyelesaikannya. Raksasa media sosial itu kini bekerja sama dengan raksasa aeronautika, Airbus untuk menguji pesawat tanpa awak di Australia.

Baca Juga: Airbus A320-214 PK-GQR: Sensasi Free WiFi Perdana di Armada Citilink

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techcrunch.com (21/1/2019), kedua perusahaan ini diketahui telah melangsungkan pembicaraan terkait proyek ini sejak tahun lalu, dan rencananya akan melakukan uji coba penerbangan pada periode November hingga Desember 2018 kemarin. Diketahui, dua raksasa ini telah berkolaborasi sebelumnya dalam sistem komunikasi untuk drone satelit.

Uji coba yang tidak diketahui kepastiannya tersebut – apakah jadi atau tidak, melibatkan penggunaan pesawat Zephyr milik Airbus, sebuah pesawat yang digunakan Airbus untuk misi pertahanan, kemanusiaan, dan pemberdayaan lingkungan. Adapun dalam kerja sama ini, Facebook akan menggunakan versi Model S, yang memiliki bentang sayap sepanjang 25 meter, dapat beroperasi di ketinggian 20.000 meter, dan menggunakan radio gelombang milimeter untuk menyiarkan sinyal ke permukaan.

“Kami terus bekerja sama dengan mitra kami dalam hal konektivitas High Altitude Platform System (HAPS). Kami tidak bisa membagikan informasi lebih lanjut mengenai hal ini,” tutur salah satu juru bicara dari perusahaan yang dirancang oleh Mark Zuckerburg ini.

Baca Juga: Airbus A220, Pesawat Narrow-Body yang Mampu Jabani Tugas Boeing 787 Dreamliner

Diketahui, Facebook memiliki segudang proyek yang ditujukan untuk meningkatkan akses internet di seluruh dunia, terutama di daerah berkembang seperti Asia, Afrika dan Amerika Latin. Namun untuk proyek drone yang satu ini, mungkin bisa dibilang yang paling berani. Karena mereka tidak hanya bertujuan untuk membawa konektivitas ke daerah-daerah terpencil, tetapi juga menggunakan perangkat lunak dan infrastruktur yang ada untuk membuat akses internet lebih terjangkau.

Ini termasuk dengan proyek Internet.org yang kontroversial, yang dilarang di India karena melanggar netralitas dari penggunaan internet bersih. Sejak berganti nama menjadi Free Basics, dimana proyek ini dinilai cukup berhasil oleh Facebook dengan catatan pengakses 100 juta hingga saat ini.

 

Baru 2 Minggu Tutup, Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Jakarta – Silangit

Garuda Indonesia, sebagai maskapai plat merah yang menerbangkan pesawatnya ke Silangit dari Jakarta kini kembali membuka penerbangannya ke rute tersebut. Padahal sebelumnya ada penutupan rute Jakarta – Silangit yang dimulai pada 13 Januari 2019 kemarin.

Baca juga: AirAsia Malaysia Terbang Perdana ke Silangit dari Kuala Lumpur Disambut Hujan

Namun entah kenapa juga kembali dibuka pada 27 Januari 2019 mendatang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan mengatakan, pihaknya telah bertemu Garuda Indonesia dan dikatakan Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah bahwa ada rencana pengoperasian kembali di rute Jakarta – Silangit.

“Pengoperasian kembali rute Jakarta – Silangit direncanakan menggunakan pesawat jenis Boeing 738. Ini jenis berbeda dengan pesawat yang sebelumnya melayani rute dimaksud yakni CRJ1000 NextGen,” ujar Nikson yang dikutip dari antaranews.com (21/1/2019).

Nikson menambahkan, pihaknya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk maskapai Garuda Indonesia karena akan kembali melayani rute Silangit untuk pengembangan destinasi Danau Toba. Sebelumnya diketahui, penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Silangit diberhentikan mulai Minggu (13/1/2019) kemarin dengan alasan ada hitungan bisnis di kawasan Danau toba.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pihaknya tetap membuka rute tersebut tetapi tidak Garuda secara langsung melainkan grup perusahaannya.

“Citilink dan Sriwijaya tetap melayani penerbangan ke sana. Kita mainnya di Garuda Grup,” jelas Ikhsan.

Untuk penerbangan ke Silangit, Garuda memiliki hitungan bisnis tersendiri. Ikhsan menjelaskan, pihaknya sudah mempetakan permintaan, sehingga Garuda tidak lagi perlu kesana karena sudah ada Citilink dan Sriwijaya. Untuk diketahui, Garuda Indonesia beroperasi dan melayani penerbangan dari Silangit ke Jakarta sejak 2016 silam.

Sebelumnya diberitakan, kabar soal penutupan rute Jakarta – Silangit juga dibenarkan oleh otoritas Angkasa Pura II. Mereka juga membantah jika penutupan karena ada penurunan jumlah penumpang. Dalam catatan Bandara Silangit sendiri, ada peningkatan jumlah penumpang yang keluar masuk dari Bandara Silangit.

Baca juga: Citilink Indonesia Buka Rute Bandara Halim Perdanakusuma – Silangit

Angkanya juga cukup signifikan, mencapai 50 persen dari 2017 lalu. Hingga saat ini, ada sejumlah maskapai yang melayani penerbangan domestik yakni Sriwijaya Air, Citilink, Batik Air dan Wings. Sedangkan untuk penerbangan internasional hanya dilayani AirAsia.

Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang

Belatung merupakan larva yang biasa ditemukan pada bangkai dan pada umumnya berguna secara ekologis dalam  proses dekomposisi bahan-bahan organik. Namun belatung yang satu ini berbeda dari belatung yang lain karena nama sebuah stasiun. Tapi apakah namanya diambil dari larva belatung?

Baca juga: Tidak Ada ‘Belatung’ di Stasiun Randublatung

Ternyata bukan, sebab stasiun ini berada di Desa Belatung, sehingga dinamakan Stasiun Belatung. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Stasiun Belatung, merupakan salah satu stasiun yang berada di perbatasan Desa Lubuk Batang Lama dan Desa Belatung di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Papan penanda

Stasiun ini merupakan stasiun kelas III atau kecil. Terletak diketinggian +38 meter diatas permukaan laut. Stasiun Belatung sendiri masuk dalam Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang. Memiliki dua jalur rel dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.

Meski begitu, stasiun ini bukanlah untuk tempat menaik atau turunkan penumpang, tetapi hanya sebagai persilangan atau persusulan antar kereta api. Stasiun ini sendiri meski berada di Sumatera Selatan tetapi masuk dalam jajaran Divre IV Tanjung Karang wilayah kerja Provinsi Lampung.

Stasiun Belatung sendiri berada di antara Stasiun Kepayang dan Lubuk Batang. Tetapi stasiun ini tetap berada di Sumatera Selatan. Stasiun yang satu ini cukup jauh dari tempat wisata, namun untuk mencapainya ada sebuah papan petunjuk bertuliskan Stasiun Belatung yang bisa memudahkan sampai di stasiun ini.

Stasiun Belatung mengingatkan pada stasiun yang ada di Daop IV Semarang yakni Stasiun Randublatung. Seperti terisyaratkan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan nama unik yang berkaitan di dua jalur operasionalnya yakni Sumatera dan Jawa.

Tak hanya itu keduanya juga berada di jalur operasional IV dimana Stasiun Belatung berada dalam Divre IV dan Randublatung di Daop IV. Bahkan keduanya sama-sama stasiun kecil, hanya saja Randublatung masih menaik turunkan penumpang sedangkan Stasiun Belatung hanya sebagai persilangan atau persusulan.

Baca juga: Stasiun Blitar, Sejarah Panjang dari Fokker Hingga Soekarno

Unik memang, tetapi bedanya, Randublatung mendapat namanya dengan tidak pasti dan ada yang menyebut dahulu ada pohon Kapuk Randu yang sangat besar dan banyak belatungnya, tentu saja cerita tersebut belum bisa diuji kebenarannya.

Inilah yang Diharapkan Seorang Awak Kabin dari Penumpang!

Bisa berkeliling dunia tanpa harus membayar, atau mendapatkan gaji yang besar mungkin merupakan bayangan tentang advantage yang akan Anda dapatkan jika bekerja sebagai awak kabin. Memang, untuk masalah tersebut, Anda akan mendapatkan kedua hal tersebut seiring dengan waktu mengabdi Anda sebagai awak kabin. Tapi apakah pernah terbesit di pikiran Anda tentang kekesalan awak kabin dalam setiap penerbangannya?

Baca Juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

Menganggap dirinya sebagai raja atau ratu, tidak sedikit penumpang yang alih-alih berlaku sopan, malah membuat jengkel awak kabin yang mendampinginya selama penerbangan. Mulai dari tidak mengindahkan sapaan yang mereka lontarkan tiap kali penumpang masuk atau keluar kabin, hingga tidak menyiram bekas toilet yang penumpang gunakan, berikut KabarPenumpang.com himpun sejumlah tingkah-polah penumpang yang diharapkan dapat diubah selama mengudara, dikutip dari laman news.com.au (21/1/2019).

Mengambil Barang di Bagasi Kabin
Seorang awak kabin dari penerbangan yang dianonimkan bernama Haley Fox menyampaikan bahwa mengambil barang di bagasi atas ketika pesawat mengudara merupakan hal yang harus diubah dari setiap penumpang. Alih-alih enggan untuk memanggil awak kabin untuk membantunya mengambil barang, tidak sedikit penumpang yang malah mengganggu kenyamanan penumpang lain dengan cara melangkahinya – apabila si penumpang duduk di bangku tengah atau di dekat jendela.

Ada baiknya Anda mempersiapkan segala sesuatunya sebelum pesawat tinggal landas.

Mengindahkan Sapaan
Anda akan mendapati sejumlah awak kabin berdiri di depan pintu pesawat ketika boarding atau sesampainya Anda ditujuan. Jika melihat dari norma kesopanan, sudah selayaknya Anda membalas sapaan yang mereka lontarkan dengan cara melemparkan senyuman kepada mereka atau berterima kasih secara langsung kepada mereka.

Siapa tahu, bagi Anda yang masih single, bisa mendapatkan pasangan seorang pramugari dengan cara menerapkan norma kesopanan semacam ini.

Baca Juga: Inilah yang Bakal Dilakukan Awak Kabin untuk Mengatasi Penumpang yang Bau Badan!

Menyiram Toilet
Biasanya ini sering terjadi di penerbangan jarak jauh – namun tidak sedikit juga penumpang yang ‘beser’ di penerbangan jarak dekat. Nah, mengingat toilet pesawat merupakan fasilitas umum yang digunakan oleh orang banyak, maka seyogyanya Anda mesti berperan serta dalam menjaga kebersihannya – cara yang paling sederhana adalah menyiram (fliush) setiap kali Anda menggunakan toilet.

Berjalan-jalan Tanpa Mengenakan Alas Kaki
Penjelasannya sederhana saja, karena lantai pesawat – kendati dilapisi oleh karpet, berada dalam kondisi kotor. Walaupun lantai atau karpet pesawat selalu dibersihkan ketika pesawat tengah berada di darat, namun tetap saja tindakan ‘nyeker’ ini seyogyanya tidak dilakukan selama pesawat mengudara.

Convair 340, Pesawat Garuda Indonesia yang Terbangkan Jemaah Haji di Tahun 1956

Kilas balik di tahun 1956, atau tepat satu tahun pasca Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika di Bandung, flag carrier Garuda Indonesia membuat satu terobosan yang kala itu dipandang sebagai sesuatu yang sangat mewah – penerbangan Haji perdana. Bagaimana tidak, saat itu masih banyak terjadi pemberontakan di dalam negeri, namun maskapai plat merah ini sudah berhasil memperkenalkan layanan penerbangan menuju Tanah Suci.

Baca juga: Di 1965, Garuda Indonesia dengan Convair CV-990 Lakoni Penerbangan Jakarta – Amsterdam

Ya, pada tahun 1956, Garuda Indonesia telah memperkenalkan layanan penerbangan ini yang kala itu masih dibanderol dengan harga di bawah Rp20.000 saja. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman Kompas.com, adapun biaya yang mesti dikeluarkan oleh para jemahaan Haji untuk melakukan perjalanan menuju Tanah Suci dengan menggunakan moda transportasi udara hanyalah sebesar Rp16.691 – atau dua kali lipat dari harga menggunakan moda transportasi laut yang hanya berkisar Rp7.500 saja.

Nah, Garuda Indonesia sendiri menggunakan armada Convair 340 untuk melayani para tamu Allah ini. Convair 340 sendiri mulanya dirakit atas permintaan United Airlines, dan pada akhirnya turut digunakan oleh flag carrier Belanda, KLM, dan juga Garuda Indonesia.

Convair 340 merupakan ‘perpanjangan’ dari Convair 240, dimana memungkinkan para maskapai penggunanya untuk menambahkan empat kursi tambahan di dalam setiap penerbangannya.

Bentang sayap yang jauh lebih lebar dari Convair 240, memungkinkan armada ini untuk mengudara lebih tinggi dan menyumbangkan kinerja yang lebih baik – kendati masih menggunakan tenaga baling-baling (dua buah mesin Pratt & Whitney Double Wasp R-2800-CB16)

Mengutip dari laman sumber lain, Convair 340 mampu merengkuh kecepatan hingga 270 mph atau yang setara dengan 434,5 km per jam. Tidak seperti kebanyakan armada penerbangan dewasa ini, kala itu Convair 340 hanya mampu menerbangkan maksimal 44 penumpang saja.

Baca Juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik

Adapun ukuran dari pesawat ini adalah 24,07 meter untuk panjang dengan bentang sayap  32 meter dan tinggi 8,5 meter.

Karena perkembangan jaman dan inovasi yang terus bertumbuh di sektor kedirgantaraan internasional, akhirnya Convair 340 dinilai tidak lagi mampu bersaing dengan para kompetitornya yang notabene sudah mulai menggunakan mesin jet dan last retirement Convair 340 jatuh pada tahun 1970.

 

[Video] Di Jalur Kereta ini, Anda Bisa Rasakan Sensasi Terhempas Ombak

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya jika sebuah kereta yang Anda tumpangi melintasi bibir pantai? Wah, mungkin yang pertama kali terbesit di pikiran Anda adalah pemandangan yang indah nan romantis ya! Namun apa jadinya jika pantai yang Anda lalui tersebut berpotensi untuk menciptakan sebuah gelombang besar yang sewaktu-waktu bisa saja membahayakan perjalanan Anda? Alih-alih mau romantis, malah berubah jadi sebuah perjalanan yang memicu adrenalin.

Baca Juga: Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada Di Indonesia

Ya, bagi Anda yang penasaran dengan deskripsi perjalanan kereta di atas, Anda mungkin bisa mengujungi Devon, Inggris, dimana di sana Anda akan menemukan Stasiun Dawlish. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, stasiun yang berada di bawah otoritas Teignbridge ini tepat berada di pesisir laut yang hanya dibatasi oleh tembok saja. Wow, cukup ekstrem bukan?

Stasiun Dawlish sendiri merupakan bagian dari Exeter – Plymouth Line, atau yang biasa disebut South Devon Main Line, merupakan sebuah jalur kereta bagian tengah antara London Paddington dan Penzance yang berada di Inggris bagian selatan.

Karena lokasinya yang benar-benar berada di bibir laut, maka baik stasiun berkode DWL maupun jalur keretanya kerap kali mengalami kerusakan akibat badai maupun terpaan ombak. Ya, sifat korosif yang dihasilkan oleh air laut memang dapat merusak komponen rel yang notabene terbuat dari besi.

Stasiun Dawlish sendiri dibuka oleh South Devon Railway pada 30 Mei 1846. Mulanya, stasiun ini hanya memiliki satu platform saja, dengan garis loop yang lebih dekat ke arah laut. Namun 12 tahun berselang, pihak operator lalu menambahkan satu platform lagi – tepatnya pada 1 Mei 1858.

Tercatat, ada dua insiden mematikan yang pernah terjadi di stasiun ini. Pertama pada 22 September 1921, dimana kereta penumpang tujuan Plymouth – Crewe bertabrakan dengan kereta barang Exeter St Davids – Newton Abbot yang tengah lansir di Stasiun Dawlish.

Baca Juga: “Mauritania Railway,” Inilah Jalur Kereta Ekstrem yang Belah Gersangnya Gurun Sahara

Lalu pada 4 Februari 2014, Stasiun Dawlish sempat mengalami kerusakan hebat pasca diterjang oleh angin kencang dan gelombang laut yang besar. Sekitar 40 meter dinding laut dan ballast rel hanyut oleh sapuan gelombang air laut yang ganas. Membutuhkan waktu tepat dua bulan lamanya untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Bagi Anda yang penasaran dengan ekstremnya stasiun dan jalur ini, berikut KabarPenumpang.com cantumkan video yang bisa bikin jantung Anda dag-dig-dug!

 

Salip IAG dan Air France-KLM, Lufthansa Kini Jadi Maskapai Terbesar di Eropa

Sejak penggabungan Air France-KLM pada tahun 2004 silam, grup maskapai penerbangan ini tercatat sebagai yang terbesar di Eropa – dan ‘gelar’ itu masih tersemat hingga tahun lalu. Namun kini gelar maskapai terbesar di Eropa tersebut sudah diambil alih oleh maskapai asal Negeri Bavaria, Lufthansa.

Baca Juga: Lufthansa – Jadi Operator Boeing 747-8 Hingga Konsumen Caviar Terbesar di Dunia

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa Lufthansa telah melewati tahun 2018 dengan predikat sangat baik. Ini tidak bisa terlepas dari pengambil-alihan sejumlah perusahaan penerbangan yang pada akhirnya membuat maskapai ini berhasil menyalip Air France-KLM, grup penerbangan Franco-Dutch tersebut dalam menyabet predikat sebagai maskapai penerbangan terbesar di Eropa.

Sudah sekira 14 tahun sejak Air France-KLM mempertahankan gelar sebagai maskapai terbesar di Eropa, pada akhirnya mereka harus mengakui bahwa Lufthansa, maskapai yang pada tahun 2017 silam tercatat memperkerjakan 129.424 pekerja ini berhasil menyabet gelar sebagai maskapai terbesar di Eropa – dengan catatan impresif, menerbangkan kurang lebih 142 juta penumpang di tahun 2018 kemarin.

Namun perbandingan antara Air France-KLM dan Lufthansa ini akan semakin terlihat timpang pada tahun 2019, karena ada patokan nilai ukur yang dinamakan Revenue Passenger Kilometers (RPK). Tidak diragukan lagi, pertumbuhan Lufthansa sebagai maskapai terbesar di Eropa ini tidak lepas dari konflik internal yang terjadi di dalam tubuh Air France-KLM. Ya, perubahan manajemen di dalam tubuh maskapai yang berbasis di Tremblay-en-France ini membuat pendapatan mereka turun 81,6 persen di paruh pertama tahun 2019.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (14/1/2019), kekhawatiran Air France-KLM untuk kembali merebut titel sebagai maskapi terbesar di Eropa ternyata bertambah besar manakala perusahaan penerbangan Anglo-Spanish yang berbasis di London, International Airlines Group (IAG) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tahun 2018 kemarin. IAG terdiri dari maskapai-maskapai besar, seperti British Aiways, Iberia, Aer Lingus, Level, Vueling dan Anisec.

Sumber: Bloomberg

Sebagaimana yang dapat Anda lihat pada diagram di atas, IAG terus menunjukkan tren positif terhitung sejak tahun 2014 silam – bahkan sempat mengungguli Lufthansa pada tahun 2015 dan 2015. Di tahun 2018, Lufthansa berhasil mengungguli 0,2 persen dari Air France-KLM dan IAG dalam hal RPK. Ya, persaingan tiga maskapai ini diprediksi akan semakin memanas di tahun 2019.

Pertumbuhan Lufthansa sebagai maskapai terbesar di Eropa dari segi jumlah angkut penumpang ini tidak lepas dari peran anak perusahaan mereka yang bergerak di sektor Low Cost Carrier (LCC), Eurowings. Di tahun 2018, Eurowings menyumbang rata-rata 18 persen pendapatan perusahaan. Belum lagi ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh Lufthansa, dimana itu juga memberikan sumbangsih besar dalam pencapaiannya ini.

Baca Juga: Jerman Datangkan Saksi Bisu Pembajakan Lufthansa 1977, Indonesia Juga Punya Sejarah Yang Mirip

Khusus untuk Lufthansa, mereka telah menyiapkan sejumlah rencana strategis agar bisa mempertahankan titel yang kini bersandar di perusahaan – seperti membuka rute baru ke Austin, Texas dan Bangkok hingga penambahan 27 armada Airbus A320 baru.

Terlepas dari itu setiap rencana yang akan diterapkan oleh tiga maskapai ini, akankah Lufthansa berhasil mempertahankan gelar sebagai maskapai terbesar di Eropa pada tahun 2019 ini?

 

Dari 438 Kereta Pesanan PT KAI, 288 Unit Telah Diserahkan oleh PT INKA

PT INKA, pabrik kereta api milik Indonesia ini tengah memproduksi 438 kereta api yang dipesan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk digunakan dalam pengoperasiannya mengangkut penumpang di dalam negeri. Saat ini dari 438 kereta sudah dikirim sebanyak 288 dan kurang sekitar 150 kereta lagi yang akan dikirim.

Baca juga: Gelontorkan Rp2 Triliun, PT KAI Pesan 438 Kereta dari PT INKA

Presiden Direktur PT INKA Budi Noviantoro mengatakan, PT KAI dalam pemesanannya tidak hanya untuk kereta jarak jauh, tetapi juga untuk keerta Light Rail Transit (LRT). Adapun sebanyak 31 trainset untuk digunakan pada LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi).

“Nilai kontrak untuk LRT Jabodebek mencapai Rp3,9 triliun dengan total 31 sirkuit atau 186 kereta. Setiap kereta atau seri memiliki enam gerbong yang recananya akan dikirim pada pertengahan 2019,” ujar Budi yang dikutip KabarPenumpang.com dari antaranews.com, Senin (21/1/2019).

Menteri perindustrian Indonesia Airlangga Hartanto memuji PT INKA karena mampu menghasilkan kereta api berkualitas tinggi. Dia mengatakan, ini merupakan bukti keahlian teknik dan teknologi yang baik. Kedepannya, Airlangga mengatakan, kementrian akan terus mendorong ekspor berbasis manufaktur yang memiliki daya tahan lebih baik dan lebih sedikit terpengaruh oleh fluktuasi harga komoditas.

Diketahui, PT INKA sendiri tengah memproduksi kereta yang dipesan oleh negara tetangga yakni Filipina. Ada enam seri kereta diesel (KRD), tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang yang benilai kontrak 485 juta peso atau Rp127,3 miliar. Kontrak ini sendiri didapat dari pemerintah Filipina awal 2018 lalu melalui operator kereta api Philippine National Railways (PNR)

Selain Filipina, pada 31 maret 2016 lalu PT INKA mendaptakan tender kereta api dari Bangladesh, India sebanyak 250 unit. Pada tender tersebut PT INKA memenangkannya dari produsen kereta Cina dan India dan menggandeng PT Pindad, Krakatau Steel dan Barata untuk membuat kereta tersebut.

Sedangkan tahun 2017 lalu, PT INKA telah menandatangani kontrak dengan pihak Taiwan Rolling Stock co. (TRSC) dalam pengadaan 400 unit kereta listrik multi-unit berbahan dasan stasinless steel (EMUs). Pada pertengahan 2012 silam, PT INKA mendapat pesanan 16 gerbong kereta dari pihak Malaysia.

Baca juga: Sepak Terjang PT INKA di Mancanegara yang Harumkan Nama Ibu Pertiwi

Nilai kontrak 16 kereta pesanan Malaysia tersebut mencapai sekitar US$4,8 juta atau yang setara dengan Rp45,6 miliar. Di tahun yang sama, PT INKA kembali menerima orderan dari pihak Singapura yang memesan 20 gerbong barang dengan nilai kontrak yang enggan dibongkar.