Kerap Alami Pelecehan, Cathay Pacific Bakal Ganti Seragam Awak Kabin

Maskapai penerbangan nasional Hong Kong, Cathay Pacific dikabarkan akan segera mengakhiri penggunaan seragam berbentuk rok yang telah digunakan oleh para awak kabinnya (wanita) sejak 70 tahun yang lalu. Kelak, para awak kabin ini akan diijinkan untuk mengenakan celana panjang selama bertugas. Pergantian aturan tentang penggunaan seragam ini merupakan kemenangan terbesar yang sangat bersejarah bagi para serikat awak kabin.

Baca Juga: Serba-Serbi Cathay Dragon, Mantan Pesaing Cathay Pacific yang Kini Jadi Anak Perusahaan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk, maskapai yang berdiri sejak tahun 1946 ini telah sukses mempertahankan penggunaan seragam para awak kabinnya yang terkesan terlalu ketat oleh sebagian kalangan, Dari situ, tidak sedikit lapisan masyarakat yang mengecam tentang penggunaan seragam yang beberapa kali dimanfaatkan oleh para pria hidung belang untuk melancarkan aksi bejatnya.

Ya, sejak kian maraknya aksi pelecehan seksual yang mereka alami dari para penumpang, serikat awak kabin ini semakin vokal menyuarakan agar perusahaan dengan segera mengganti peraturan tentang seragam tersebut.

Wakil Ketua Asosiasi Petugas Penerbangan Hong Kong Dragon Airlines, Pauline Mak mengatakan bahwa para awak kabin ini merasa tidak nyaman manakala mereka tengah membantu penumpang untuk memasukkan hand luggage menuju bagasi kabin, “atau bahkan saat mereka tengah naik kendaraan umum sambil mengenakan seragam,”

Berkenaan dengan tuntutan dari serikat awak kabin tersebut, Pauline Mak mengaku senang mendengar putusan dari perusahaan yang akhirnya mencabut peraturan tersebut.

“Kami menyambut dan menghargai keputusan perusahaan untuk memberi kami pilihan dalam memilih seragam,” ujar Pauline Mak.

“Terlebih ketika perusahaan tidak hanya memberikan satu opsi seragam saja. Secara tidak langsung, ini akan memberikan kami perlindungan dari segala macam pelecehan,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, pihak maskapai mengatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi terhadap aturan mengenai penggunaan seragam ini.

Baca Juga: Cathay Pacific Hong Kong, Ternyata Didirikan oleh Orang Australia dan Amerika

“Sama seperti kami menyadari bahwa penting untuk memberikan pelanggan kami lebih banyak pilihan, hal yang sama juga berlaku untuk para awak kabin kami,” ujar salah seorang juru bicara dari Cathay Pacific.

Ia melanjutkan, dengan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi dari serikat awak kabin ini, maka mereka akan merasa dihargai dan meredakan kekhawatiran mereka. Sayangnya, perubahan itu kemungkinan tidak akan datang untuk setidaknya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan dengan dalih perusahaan masih membutuhkan waktu untuk melakukan berbagai macam pertimbangan.

 

Nantinya, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Terintegrasi LRT Bandung Raya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengatakan bahwa pihaknya akan mengintegrasikan kereta cepat Jakarta – Bandung dengan layanan Light Rapid Transit (LRT) Bandung Raya. Hal ini dipercaya mampu menjadi solusi untuk mereduksi high cost economy terkait logistik. Untuk kereta cepat Jakarta – Bandung sendiri, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Iwa Karniwa mengatakan bahwa progress pembangunannya menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Baca Juga: Lintasi Hutan di Karawang, Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Optimis Tuntas Akhir Tahun

“Sesuai dengan arahan Pak Gubernur, tentu harus nyambung dengan LRT Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan sebagian Kabupaten Sumedang,” ujar Iwa, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman jawapos.com (21/1/2019).

Menurut Iwa, setelah dilakukan kajian oleh Tim Akselerasi Pembangunan Jawa Barat, pihak pengembang kereta cepat dan Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, pembangunan LRT Bandung Raya ternyata tidak sesuai jika menggunakan konsep Business to Business (B2B) sehingga diusulkan akan diubah menjadi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Dari pertemuan, juga terdapat usulan dari berbagai studi. Ternyata untuk konsep Business to Business itu tidak masuk. Jadi sudah diusulkan kalau polanya KPBU,” terang Iwa.

Iwa menambahkan, pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan beberapa pihak terkait siapa dan tugas apa yang harus mereka kerjakan. Hal ini dimaksudkan agar terjadi kesepahaman para pihak dalam melakukan tugasnya masing-masing.

“Supaya singkron untuk bahan rapat itu terlebih dahulu diupayakan adanya semacam prepare yang sudah dilaksanakan sejak 2014 sampai dengan sekarang,” imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, pembangunan kereta cepat akan menciptakan Transit Oriented Development (TOD) dengan total panjang sekitar 142,3 kilometer. Mulai dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta (kilometer 0), Karawang (kilometer 41), lalu Walini (kilometer 96), dan Tegalluar (kilometer 142). Apabila nanti dilanjutkan ke Bandara Kertajati, dibutuhkan sekitar 70 kilometer lagi.

Baca Juga: Menteri Rini: “Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dilengkapi 13 Terowongan”

Rencananya, kereta cepat Jakarta-Bandung ini mampu menampung 583 penumpang dan mampu melaju hingga kecepatan 350km/jam – dengan waktu tempuh hanya sekitar 35 menit saja. Waktu yang sangat singkat jika dibandingkan dengan kereta api Argo Parahyangan yang memakan waktu perjalanan 3 jam 15 menit.

NYIA Kulon Progo Beroperasi Pertengahan 2019, Inilah Kesiapan Kereta Bandaranya

Rencananya New Yogyakarta International Airport (NYIA) atau Bandara Kulon Progo akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2019. Untuk mendukung bandara tersebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghubungkannya dengan jalur kereta api ke Stasiun Tugu dan Bandara Adisutjipto.

Baca juga: KA Solo Ekspres Mengular di Jalur Kereta Api Solo-Yogyakarta-Kutoarjo

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pihak KAI saat ini membuka akses menuju ke NYIA dengan pembangunanan jalur kereta api baru. Sembari menunggu jalur tersebut selesai, nantinya penumpang akan menggunakan jalur kereta api eksisting atau yang sudah ada dari Stasiun Maguwo hingga Stasiun Wojo.

Sebab bila diperkirakan jarak antara Stasiun Wojo dan NYIA hanya sepuluh menit menggunakan bus. Sehingga akan disediakan bus atau shuttle untuk melanjutkan menuju bandara dari Stasiun Wojo. Kereta yang akan digunakan untuk kereta bandara sendiri adalah rangkaian kereta Solo Ekspres.

Bahkan nantinya kereta jarak jauh dari Surabaya, Solo, Madiun dan Purwokerto bisa berhenti di terminal. Sehingga penumpang yang akan umroh bisa di layanani melalui bandara baru tersebut.

Terkait masalah kereta api jarak jauh, Manager Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VI, Eko Budiyanto menjelaskan, bila penerbangan di NYIA sudah beroperasi, PT KAI juga siap bila harus mengatur ulang jadwal KA agar sesuai dengan penerbangan.

“Kalau sudah fix, semuanya bisa diatur. PT KAI (Persero) sudah siap. Armada untuk mendukung penerbangan di NYIA juga sudah siap. Nanti armada bisa ditambah juga, kita melihat situasi dan kondisi, jamnya juga bisa diubah sesuai dengan jam penerbangan,” ujar Eko yang dikutip dari tribunjogja.com, Selasa (22/1/2019).

Sementara itu, untuk jalur KA menuju NYIA, Eko mengatakan hal tersebut merupakan kewenangan Dirjen Perkeretaapian. Sehingga pihaknya belum bisa berkomentar banyak mengenai perkembangan jalur tersebut.

“Jalur KA ke NYIA tahapan masih proses AMDAL, itu kewenangan Pusat, Dirjen Perkeretaapian. Jalur KA bukan kewenangan PT KAI, jadi saya tidak berani berkomentar. Kalau armadanya dari PT KAI . Namun mengenai Armada kami selalu siap,” ungkapnya.

Baca juga: Saingi Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Kulon Progo Kelak Juga Bisa Tampung Airbus A380

Diketahui, jalur kereta api yang akan dibangun menuju bandara tersebut adalah jalur kereta api baru dengan jarak sekitar 3-5 kilometer dari Desa Kedundang hingga bandara.

Vakum 5 Tahun, Stasiun Prupuk Kembali Melayani Kereta Api Penumpang

Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk sebuah stasiun tidak menaik turunkan penumpang kereta api. Ya, Stasiun Prupuk akhirnya kembali beroperasi sebagai salah satu stasiun penumpang untuk pemesanan tiket KA jarak jauh/menengah sejak 1 Oktober 2018 dan melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang pada 18 Oktober 2018 kemarin.

Baca juga: Tidak Ada ‘Belatung’ di Stasiun Randublatung

Stasiun ini pun kini ramai setelah beberapa kereta api mulai berhenti untuk menaik turunkan penumpang. Kembalinya menjadi jalur kereta api penumpang, ternyata tak lepas dari Manjemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) V Purwokerto yang mengusulkannya ke pusat.

(Harry Sulastianto)

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Stasiun Prupuk kini melayani tiga perjalanan kereta api Joglosemarkerto tujuan Semarang dan Purwokerto sampai Solo yang kini resmi berhenti di stasiun tersebut. Bahkan pada 1 Februari 2019 nanti akan ada KA Sawunggalih relasi Kutoarjo- Purwokerto- Pasar Senen pp, KA Kutojaya Utara relasi Kutoarjo – Purwokerto – Pasar Senen pp serta KA Jayakarta Premium relasi Surabaya Gubeng – Purwokerto – Pasar Senen pp, resmi berhenti di stasiun Prupuk.

“Kini perjalanan beberapa KA sudah resmi berhenti di stasiun Prupuk, sehingga pemesanan tiket langsung bisa menunjuk tujuan/asal stasiun Prupuk,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto.

Stasiun Prupuk sendiri merupakan stasiu kelas II yang berada di desa Prupuk, kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Berada di ketinggian +36 mdpl, Stasiun Prupuk memiliki lokasi paling utara di Daop V Purwokerto dengan lintas Prupuk-Kroya dan paling selatan di KabupatenTegal. Memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus ganda arah hilir dari Cirebon – Jakarta.

Kemudian jalur 3 sepur lurus halur ganda arah hulu ke Cirebon-Jakarta dan jalur 4 sebagai sepur lurus jalur tunggal arah Slawi-Tegal. Stasiun Prupuk sendiri merupakan titik pertemuan antara jalur kereta api Cierbon-Prupuk dengan jalur Tegal – Prupuk.

Baca juga: Stasiun Lasem, Dahulu Stasiun Besar Kedua di Rembang, Kini Hanya Jadi Tempat Parkir

Tetapi pertigaan stasiun sekitar dua kilometer ke arah timur laut dan tepatnya dekat flyover atau jembatan Klonengan. Dahulu, Stasiun Prupuk berukuran besar, namun setelah adanya perubahan pada PT KAI, sehingga bangunan stasiun mengalami perombakan hingga mencapai bentuk yang sekarang.

Loncat Bebas dari Ketinggian 30 Meter, Penumpang Ini Dilarang Naik Kapal Pesiar Selamanya

“Symphony of the Seas” sampai saat ini masih dinobatkan sebagai kapal pesiar terbesar dan termegah di dunia. Namun, belum lama ini, kapal berbendara Bahama yang dioperasikan Royal Caribbean International ini menjadi ramai diberitakan di seantoro dunia, bukan terkait layanannya yang super mewah, melainkan karena aksi nekad seorang penumpang yang terjun ke laut dari deck dengan ketinggian 30 meter.

Baca juga: Pramugari Emirates Lompat dari Pesawat, Akhirnya Tewas Sehari Setelah Jalani Perawatan

Aksi bak stuntmant ini dilakoni pria warga negara Amerika Serikat, Nick Naydev (27 tahun). Dikutip dari independent.co.uk (18/1/2019), Naydev melakukan atraksinya dalam kondisi sadar. “Saya melakukannya dalam keriaan bersama kawan-kawan,” ujar Naydev. Menurutnya, setelah terjun Ia akan melanjutkan berenang menuju pantai untuk menikmati liburannya di Nassau, Bahama.

Namun aksi Naydev yang berlangsung dalam hitungan detik itu menjadi viral, lantaran rekannya merekam proses loncatannya dan mengunggahnya ke Instagram. Dalam waktu singkat, video lompatan Naydev telah dilihat 350 ribu kali di Instagram. Meski dalam video terlihat penuh canda dan tawa, namun lain halnya dengan pihak Royal Caribbean. Pihak operator kapal pesiar justru mengecam aksi nekad tersebut. Meski tak ditangkap, Naydev disebut-sebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

 

View this post on Instagram

 

Full send. (Check out my channel, link in bio)

A post shared by Nick Naydev (@naydev91) on

Lewat juru bicaranya, Royal Carribean menyebut aksi Naydev sebagai tindakan bodoh dan sangat berbahaya. “Atas tindakannya tersebut, kami melarang yang bersangkutan untuk berlayar bersama Royal Carribean selamanya,” ujar sang juru bicara.

Naydev sendiri telah mengungkapkan penyesalannya, dan berharap aksinya tidak menginspirasi orang lain untuk mencobanya. Beberapa sumber menyebut bahwa Naydev memang dikenal sering melakukan lompatan dari ketinggian. Dia melompat dari ketinggian seperti itu sebelumnya, dan kami tidak benar-benar peduli tentang konsekuensi dari perusahaan pelayaran,” kata Konstantin Kryachun, teman yang memfilmkan lompatan itu. “Kami hanya ingin mendapatkan video dan membuatnya viral.”

Symphony of the Seas

Baca juga: Bosan Menunggu, Pria Ini Buka Pintu Darurat dan Niat Lompat dari Sayap Pesawat

Ternyata dibalik tawa Naydev, diakui bahwa dirinya mengalami cedera saat melakukan loncatan, yaitu bagian leher dan tulang ekor mengalami rasa sakit hingga 3 hari. Sebagai catatan, kapal pesiar Symphony of the Seas punya ketinggian hingga 72,5 meter. Kapal dengan bobot 228 ribu ton ini punya panjang 361 meter dan mampu menampung 6.000 penumpang.

PO ANS – Pernah Layani Trayek AKAP Terjauh, Banda Aceh – Denpasar

Pada masanya, bus antar kota antar provinsi (AKAP) pernah berjaya dan digemari oleh masyarakat pada tahun 1970 hingga awal tahun 2000-an. Pasalnya pada masa itu tiket pesawat cukup mahal untuk kantong masyarakat Indonesia, sehingga bus menjadi pilihan ideal.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

Bus-bus AKAP tidak hanya dijumpai di Pulau Jawa saja, melainkan di Pulau Sumatera. Sebab, perusahaan otobus (PO) juga banyak di barat Indonesia tersebut salah satunya adalah PO ANS yang merupakan kepanjangan dari Aman Nyaman Sampai tujuan.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PO ANS sendiri didirikan tahun 1960-an oleh Anas Sultan Jamaris di Bukittinggi, Sumatera Barat. Pada masa jayanya ANS adalah salah satu PO terbesar di Sumatera dan merupakan yang terbesar di Sumatera Barat serta masih beroperasi hingga kini.

PO ANS pernah melayani trayek dari Banda Aceh di ujung Sumatera hingga Denpasar, Bali pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Bisa dikatakan trayek PO ANS adalah yang terjauh dijalani sebuah PO di Indonesia kala itu.

ANS melayani trayek ke arah barat, dari Jakarta ke berbagai kota tujuan di pulau Sumatera, seperti Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Padang, Bukittinggi, Pariaman, dan lainnya. Selain ke barat, ANS juga membuka trayek dari Jakarta ke arah timur, seperti ke Surabaya, Malang, hingga Denpasar, Bali.

Untuk trayek yang lebih dekat, ANS melayani rute dari beberapa kota di Sumatera Barat, seperti Padang, Bukittinggi, Pariaman, dan lainnya menuju beberapa kota di pulau Sumatera, seperti Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Dumai, Jambi, Palembang, Bengkulu, dan lainnya. Hingga pada awal tahun 2000, ANS dan pilihan PO lainnya yang memiliki trayek Sumatera-Jawa megalami masa suramnya, sebab penumpang banyak yang beralih ke transportasi udara yang tarifnya hanya sedikit lebih mahal dibandingkan bus.

Apalagi masa itu sudah banyak pesawat berbiaya hemat atau LCC yang mengudara. Pada awal perdananya meluncur di jalanan, PO ANS menggunakan Chevrolet Division 74 yang juga dikenal dengan ‘C Goreh’ karena tipenya C/150. Bahkan bus ini bisa saja menjadi generasi pertama yang menyusuri jalanan di Sumatera Barat kala itu.

Baca juga: 50 Tahun Berdiri, PO Nusantara Rilis Bus Buatan Karoserinya Sendiri

Tak hanya itu, bus ini dianggap barang mewah dan langka sehingga tidak semua orang mampu menaikinya. Pada masa itu, klakson bus di Minangkabau berbunyi mendayu-dayu dengan istilah kalason oto. Saat ini tiket bus PO ANS tersedia dengan rute satu arah dari Jakarta (Cawang UKI) tujuan Palembang, Muaro Tebo, Muaro Tembesi, Kiliran Jao, Solok, Bukittinggi dan Padang.

Sepanjang 2018, Bandara Changi Amankan 40 Orang yang Menyalahgunakan Boarding Pass

Sebanyak 40 orang diamankan sepanjang tahun 2018 karena mereka didakwa telah menyalahgunakan boarding pass di Bandara Internasional Changi, Singapura. Informasi ini didapat dari seorang penasihat polisi, Senin (21/1/2019) kemarin. Lalu belum lama ini, seorang wanita yang diperkirakan berusia 38 tahun ditangkap oleh petugas keamanan Bandara Changi lantaran dirinya telah menyalahgunakan boarding pass-nya ketika tengah transit.

Baca Juga: Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi Singapura

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (21/1/2019), seorang petugas kepolisian mengatakan bahwa, “Investigasi mengungkapkan bahwa wanita itu telah memasuki area transit untuk menukar barang, yang dibeli saudara perempuannya dari sebuah toko di area transit. Dia tidak berniat untuk meninggalkan Singapura,”

Karena maraknya tindak penyalahgunaan boarding pass ini, maka sebagai aparat penegak hukum, pihak kepolisian Singapura lalu turut ‘mengiklankan’ penyuluhan ini di sosial media Facebook.

“Seharusnya hanya ada di sana (area transit) untuk tujuan bepergian ke tujuan berikutnya,” tulis pihak kepolisian Singapura di laman Facebook.

Bagi mereka yang kedapatan menyalahgunakan boarding pass untuk memasuki area transit bandara, tanpa niat untuk melanjutkan ke tujuan berikutnya, akan dituntut untuk bertanggung jawab atas pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Infrastruktur.

Jika para pelanggar terbukti bersalah dalam kasus ini, maka masing-masing dari mereka akan dikenakan denda maksimal SG$20.000 (Rp209 juta) atau hukuman kurungan maksimal dua tahun. Tentu saja, hukuman ini mesti ditegakkan guna memberikan efek jera kepada para pelanggar – terlepas apakah mereka sudah mengetahui tentang aturan semacam ini sebelumnya atau tidak.

Baca Juga: Tiga Inovasi ‘Otonom’ di Bandara Internasional Changi Tuai Banyak Pujian

Kembali ke bulan Februari 2018 silam, dimana seorang gadis berusia 20 tahun terpaksa diboyong ke pos pengamanan setelah dirinya kedapatan menyalahgunakan boarding pass-nya. Kala itu, si gadis baru saja membeli tiket pesawat untuk menemui boyband Korea idolanya di area transit Bandara Internasional Changi.

Belum lagi pada April 2017, dimana dua orang remaja berusia 16 dan 19 tahun pun mengalami hal yang hampir serupa – diamankan petugas keamanan bandara setelah mereka membeli tiket pesawat guna menemui artis idolanya, seorang bintang hip-hop asal Negeri Ginseng, Korea Selatan.

[Video] Devil’s Nose, Jalur Kereta Terindah dengan Sensasi Adrenalin Tingkat Tinggi

Bagi Anda para pecinta kereta api, nampaknya jalur kereta yang satu ini tidak boleh dilewatkan oleh Anda sekalian. Terletak di Ekuador, jalur ini diberi nama Devil’s Nose – mungkin karena medan yang dilintasinya sangatlah ekstrem. Dapat Anda bayangkan kereta yang Anda tumpangi melintasi jurang dan tebing baru menyusuri aliran sungai yang meliuk-liuk pada bagian bawahnya. Dijamin, pengalaman Anda ketika melintasi Devil’s Nose ini akan menjadi satu pengalaman yang sangat berharga dan tidak terlupakan bagi Anda semua.

Baca Juga: Maeklong, Pasar Lipat di Lintasan Jalur Kereta

KabarPenumpang.com merangkum dari sejumlah laman sumber, adapun jalur ini menghubungkan Quito dan Guayaquil. Dibangun lebih dari satu abad yang lalu, dapat Anda bayangkan bagaimana perjuangan para insiyur dan para pekerja dalam menciptakan jalur fenomenal ini – yang notabene kala itu peralatan dan teknologinya masih sangat terbatas. Namun kerja keras para pekerja tersebut seolah membuahkan hasil yang spektakuler, jalur kereta dengan pemandangan paling indah di Ekuador!

Ternyata ada kisah miris yang bertengger di balik penamaan Devil’s Nose. Semula, lokasi ini dikenal warga sekitar dengan nama Condor’s Aerie, namun karena dalam proses pembangunan jalur kereta yang dimulai pada sekitar tahun 1901 ini, ada banyak pekerja yang meninggal. Ini dikarenakan medan yang sulit, terutama antara stasiun Alausí dan Sibambe. Oleh karenanya, jalur ini dinamai Devil’s Nose. Belum lagi cerita tentang Devil’s Nose yang dibangun salah satunya oleh mendiang kakek dari seorang penyanyi asal Ekuador yang terkenal, Julio Jamarillo.

Baca Juga: Jalur Kereta Athena – Piraeus, Mimpi Para Athenians yang Jadi Kenyataan

Nah, mungkin Anda semua penasaran dengan pemandangan indah dan ketegangan yang rasakan ketika melintasi Devil’s Nose. Berikut KabarPenumpang.com cantumkan video dari jalur Devil’s Nose ini.

Bagi Anda yang ingin mencoba langsung naik layanan ini dan mendapatkan spot yang maksimal, Anda bisa terlebih dahulu menentukan tanggal keberangkatan dan memilih bangku di samping jendela via laman www.trenecuador.com. Patut diingat, kereta yang melintasi Devil’s Nose ini hanya beroperasi dari Selasa hingga Minggu, dan hari libur. Adapun harga tiket yang mesti Anda bayar untuk melintasi Devil’s Nose adalah US$33 atau yang setara dengan Rp469.500.

Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney

Lagi, lagi dan lagi, penumpang mabuk membuat penerbangan harus putar balik sebelum melanjutkan perjalanannya. Ini terjadi di penerbangan Scoot yang berangkat dari Gold Coast menuju Singapura dan harus mendarat darurat di Sydney.

Baca juga: Aniaya Awak Kabin, Penumpang Qantas Terpaksa Mendekam di Hotel Prodeo!

Dilansir KabarPenumpang.com dari brisbanetimes.com.au (22/1/2019), seorang pria diamankan setelah meninju penumpang lain di pesawat TR7 dalam penerbangan langsung selama delapan jam dari Gold Coast menuju Singapura. Penumpang tersebut mabuk dan diamankan oleh awak kabin setelah memukul penumpang lain agar tidak kembali memukul penumpang lain.

Seorang penumpang bernama Rico David Garilli mengklaim penumpang itu minum banyak sebelum memukul.

“Setelah penerbangan kami diumumkan ditunda, orang ini mulai minum banyak. Sekitar 20 menit dalam penerbangan dia mulai menjadi agresif dan harus ditahan setelah semua ini dimulai. Dua jam dalam penerbangan dari Gold Coast ke Singapura dan mereka berbalik dan menuju Sydney,” tulisnya di akun Facebook.

Ema Harrison juga mengatakan, awak kabin ikut diserang dan hal tersebut membuat heboh penumpang lainnya. Atas kejadian ini, juru bicara Scoot mengatakan, penumpang tersebut tampak normal saat lepas landas.

“Setelah sekitar 1 jam dan 20 menit dalam penerbangan, penerbangan TR7 yang mengoperasikan Gold Coast-Singapura pada 21 Januari telah dialihkan ke Bandara Sydney karena ada gangguan di dalam pesawat yang disebabkan oleh penumpang yang tidak bisa diatur,” ujar juru bicara tersebut.

Setelah lepas landas, penumpang tersebut mulai menggangu penumpang lain di sekitarnya. Kemudian awak kabin dengan cepat memindahkan penumpang yang diganggu tersebut ke kursi lain untuk meredakan situasi. Awak kabin juga diperintahkan tidak memberikan alkohol pada penumpang tersebut.

“Beberapa saat kemudian, penumpang yang tidak patuh itu meninju penumpang lain. Mengikuti prosedur keselamatan, kru kami masuk untuk memecah perkelahian, dan dibantu oleh penumpang lain. Penumpang yang susah payah itu akhirnya ditundukkan dengan dua kit penahan, dengan bantuan lima penumpang,” ujar juru bicara tersebut.

Kemudian pilot memutuskan untuk mendarat di Sydney dan menyerahkan penumpang mabuk tersebut pada pihak keamanan. Awak kabin juga melakukan pemeriksaan pada penumpang yang menjadi korban dan memastikan mereka tidak perlu perawatan medis.

“Di Sydney, kami dapat mentransfer penumpang ke penerbangan alternatif menuju Singapura, baik pada penerbangan Scoot maupun penerbangan Singapore Airlines,” ujar pernyataan dari Scoot.

Karena kejadian ini, beberapa penumpang mengungkapkan rasa tidak nyamannya, salah satunya Steph O’Laughlin di Twitter.

“Sama sekali tidak percaya pada kemampuan karyawan Scoot untuk memastikan keselamatan dan kedatangan saya ke tujuan saya,” tulisnya kepada Scoot.

Baca juga: Mabuk Berat! Pria Muda Kencingi Penumpang Lain dalam Penerbangan ke Jepang

“Saya sedang dalam penerbangan, saya tahu apa yang terjadi. Cara perusahaan Anda menangani semuanya, termasuk situasi dengan penumpang yang disebutkan, sangat menyedihkan. Penumpang itu seharusnya tidak diizinkan naik setelah penundaan, tetapi karena staf Anda mencoba untuk menjaga penundaan di bawah tiga jam, mereka tidak melakukan pekerjaan mereka dengan benar.”

Peringati Ultah ke-100, British Airways ‘Dandani’ Boeing 747-400 dengan Livery BOAC

Maskapai asal Inggris, British Airways rencananya akan memoles ulang salah satu armada Boeing 747-400-nya dengan livery retro yang pernah mereka gunakan pada tahun 60-an. Diketahui, ini merupakan bagian dari upaya untuk memperingati ulang tahun perusahaan yang ke-100. Pihak British juga kabarnya akan memoles sejumlah pesawat lain dalam skema vintage, namun tidak untuk saat ini. Salah satu juru bicaranya mengatakan, “rincian lebih lanjut tentang model ini akan terungkap pada waktunya kelak.”

Baca Juga: Ada DC-9 Berlivery Klasik di Hanggar Garuda Maintenance Facility, Buat Apa Ya?

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (21/1/2019), dari sekian banyak armada yang bernaung untuk British Airways, Boeing 747-400 lah yang mendapat kehormatan untuk ‘didandani’ pertama kali. Desain yang akan digunakan adalah British Overseas Airways Corporation (BOAC), yang amat dikagumi oleh banyak orang. BOAC merupakan perusahaan pendahulu British Airways – liverynya hanya digunakan mulai tahun 1964 hingga 1974.

Jika tidak meleset, armada dengan nomor registrasi G-BYGC ini akan meninggalkan ‘bengkel permak’ yang ada di Dublin, Irlandia pada 18 Februari mendatang. Sehari berselang, rencananya pesawat dengan tampilan retro tersebut akan memasuki masa operasinya.

“Ini bertepatan dengan peringatan ke-50 tahun penerbangan perdana Boeing 747 yang jatuh beberapa hari sebelumnya – ketika pesawat masih dicat ulang,” tutur salah satu juru bicara dari Boeing.

Untuk semua armada baru yang masuk ke dalam tubuh maskapai ini akan tetap mendapatkan desain livery British Airways, namun CEO Alex Cruz mengatakan bahwa hanya ada beberapa armada saja yang dihiasi oleh livery retro. Setidaknya, lanjut Alex, ini merupakan cara yang ditempuh pihak British untuk mengakui sejarah yang telah menghiasi tubuh maskapai yang berbasis di Harmondsworth ini.

“Di luar sana ada begitu banyak pelanggan dan kolega British Airways memiliki kenangan indah bersama kami – terlihat dari cara mereka membagikan foto-foto livery klasik kami. Dari situ, kami berinisiatif untuk kembali membawa kenangan indah tersebut, salah satunya adalah desain klasik BOAC,” tutur Alex dalam sebuah pernyataan resmi.

Baca Juga: Angkut Giant Panda, Garuda Indonesia Dandani Airbus A330 dengan Tema dan Livery Khusus

“Sejarah telah membentuk diri kita di masa yang sekarang ini, jadi rasanya sangat tepat bagi kami untuk membawa kembali warisan tersebut di ulang tahun perusahaan yang ke-100,” tandasnya.

Rencananya, armada Boeing 747 berlivery khusus ini akan mengudara hingga tahun 2023. Sedangkan untuk 3 lusin armada Boeing 747 yang masih tergabung di dalam tubuh British Airways diperkirakan akan sepenuhnya pensiun pada awal 2024.