Duh! Remaja ini ‘Ditinggalkan’ Bus Ketika Tengah Transit

Seorang ibu meminta perusahaan bus untuk lebih bertanggung jawab terhadap setiap penumpang muda setelah putrinya yang berusia 14 tahun ditinggalkan di kota yang tidak ia ketahui. Teina Owen, wanita asal Bay of Plenty menitipkan putrinya, Maia Te Ratana di bus InterCity untuk mengunjungi teman-temannya di Pahīatua, Selandia Baru, dalam rangka liburan musim panas. Namun ketika keluarga dari teman Maia tersebut menjemput, alangkah terkejutnya ketika mereka tidak mendapati Maia di dalam bus tersebut.

Baca Juga: MRT Singapura Tabrakan (Lagi), Mengingatkan Insiden 24 Tahun Lalu

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz (17/1/2019), Maia dikabarkan tertinggal ketika bus transit di Bulls pada Selasa (15/1/2019). Maia yang relatif masih sangat muda merasa ketakutan ketika dirinya sendirian di tempat yang tidak ia ketahui. Kepada awak media, Maia mengatakan bahwa ia tidak menemukan siapapun ketika tengah menunggu bus menuju Palmerston North di Bulls.

Maia hanya bisa tertegun ketika mengetahui bahwa dirinya telah ditinggalkan oleh bus yang membawanya hingga Bulls.

Atas insiden ini, Teina Owen mendapatkan pengembalian uang dan permintaan maaf dari pihak InterCity atas ketidaknyamanan yang menimpa keluarganya. Namun Teina tidak bisa menerima itu begitu saja, dan meminta pihak bus untuk lebih bertanggung jawab terhadap penumpang yang mereka bawa – terutama anak-anak. Berita ini sontak menjadi viral manakala Teina menunggah cerita soal insiden yang menimpa putrinya di sosial media Facebook. Dari situlah fakta lain terungkap.

Ternyata hal seperti ini bukanlah yang pertama menimpa InterCity, dimana pihak bus meninggalkan sejumlah anak di tempat yang berbeda ketika transit. Ini jelas bertolak belakang dengan standar yang berlaku di perusahaan, dimana InterCity memiliki prosedur untuk anak-anak berusia antara 7 dan 12 tahun yang bepergian sendiri, yang hanya dapat bepergian dengan rute langsung tertentu, dimana mereka harus menyantumkan nama dan perincian kontak untuk orang dewasa yang mengantarnya dan mengambilnya. Sementara untuk anak-anak yang lebih dewasa, tidak akan dikenakan perlakuan khusus.

Juru bicara dari InterCity, Daniel Rode mengatakan bahwa manajemen perusahaan telah menanggapi keluhan Teina Owen dengan serius dan telah meminta maaf dan mengembalikan tiket Maia.

“Jadi, kita tahu ada cukup waktu bagi Maia untuk transit. Tapi … kita tidak bisa mengatakan mengapa dia melewatkan kesempatan tersebut,” ujar Daniel.

Baca Juga: Rentetan Kecelakaan Maut Bus di Indonesia

Maia yang sendirian lalu berinisiatif untuk menelpon orang tuanya yang lalu menyuruhnya untuk mencari McDonald’s supaya dirinya tidak sendirian di jalan.

Dari kasus ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa tanggung jawab yang dibebankan kepada perseorangan atau perusahaan sekalipun benar-benar harus dijalankan dengan baik – bukan malah disepelekan begitu saja.

 

Bagaimana sih Cara Kerja WiFi OnBoard? Cek Jawabannya di Sini!

Masih hangat dalam ingatan saat askapai penerbangan berbiaya rendah Citilink yang merilis fitur WiFi onboard pada akhir tahun 2018 kemarin. Meski baru tersedia di satu pesawat, namun dengan hadirnya layanan ini, maka Anda tidak perlu lagi menghidupkan airplane mode selama Anda mengudara – Anda tetap bisa berkomunikasi dengan siapapun walaupun Anda tengah berada di ketinggian puluhan ribu kaki.

Baca Juga: Citilink Hadirkan Fitur WiFi Onboard Pada 2019 Mendatang!

“Ini semata untuk memenuhi kebutuhan konsumen kami yang didominasi kelompok milenial digital di Indonesia,” ujar Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Detik.com (28/12/2018). Tertanggal 28 Desember 2018 kemarin, sudah ada satu armada Citilink rute Jakarta – Denpasar yang sudah terpasang fitur WiFi onboard yang menggunakan teknologi WiFi GX Aviation System.

Namun, bukan berarti dengan tersambungnya koneksi internet selama mengudara, Anda bisa dengan seenaknya melakukan panggilan suara. Peraturan semacam ini telah dibuat oleh Federal Aviation Administration (FAA) dan berlaku di Negeri Paman Sam. Namun tidak semua mengamalkan regulasi tersebut – sebut saja Virgin Atlantic dan Emirates yang tetap memperbolehkan penumpang untuk melakukan penggilan suara.

Terlepas dari semua itu, mungkin Anda akan bertanya-tanya, “Bagaimana bisa sinyal internet memancar ke sebuah pesawat yang tengah mengudara di ketinggian 35.000 kaki?”

Guna menyederhanakan pertanyaan tersebut, ada dua cara agar sinyal internet mencapai perangkat Anda pada ketinggian 35.000 kaki. Yang pertama adalah melalui menara broadband seluler yang berbasis di darat, dimana menara ini akan mengirim sinyal ke antena pesawat.

Saat Anda melakukan perjalanan ke berbagai bagian wilayah udara, pesawat secara otomatis menghubungkan ke sinyal dari menara terdekat, sehingga (setidaknya secara teori) tidak ada gangguan pada penggunaan internet Anda. Tetapi jika Anda melewati perairan besar atau daerah terpencil, konektivitas bisa menjadi masalah.

Baca Juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Lalu metode kedua bisa menggunakan teknologi satelit. Pesawat akan terhubung ke satelit di orbit geostasioner yang jaraknya sekitar 35.786 km dari bumi, yang mengirim dan menerima sinyal ke bumi melalui penerima dan pemancar. Ini adalah satelit yang sama yang digunakan dalam sinyal televisi, prakiraan cuaca, dan operasi militer rahasia. Informasi ditransmisikan ke dan dari ponsel cerdas Anda melalui antena di bagian atas pesawat, yang terhubung ke sinyal satelit terdekat.

Jadi, sekarang sudah paham kan bagaimana cara kerja dari fitur WiFi onboard yang belakanganini tengah ramai diperbincangkan?

HUT ke-70, Garuda Indonesia Hadirkan Anniversary Travel Fair dengan Diskon Hingga 70 Persen

Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 70, Garuda Indonesia menggelar Anniversary Travel Fair 2019 dan menghadirkan penawaran diskon hingga 70 persen. Diskon tersebut berlaku di sejumlah rute favorit dan promo ini berlaku dengan periode pembelian tiket mulai dari 26 Januari hingga 1 Februari 2019.

Baca juga: Baru 2 Minggu Tutup, Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Jakarta – Silangit

Pembelian tiket tersebut bisa digunakan dalam periode penerbangan mulai 26 Januari hingga 15 Desember 2019 mendatang. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan bahwa, menjelang peringatan HUT ke 70 Garuda Indonesia Group, pihaknya menghadirkan penawaran khusus potongan harga atau diskon hingga 70 persen untuk seribu kursi penerbangan pada rute-rute tertentu.

“Penawaran khusus tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia sebagai National Flag Carrier dalam memberikan value added atas pilihan masyarakat untuk selalu menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia hingga menginjak usia ke-70 tahun ini,” ujar Ari yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, Kamis (24/1/2019).

Ari menambahkan, rute-rute yang mendapat potongan diskon mencapai 70 persen diantaranya adalah destinasi Denpasar, Surabaya, Aceh, Padang hingga Yogyakarta. Lebih lanjut, pembelian tiket potongan harga tersebut dapat diakses melalui channel penjualan mobile app, website, dan contact center Garuda Indonesia.

Selain itu, melalui program “GA Group Festival”, jajaran lini anak usaha Garuda Indonesia Group seperti Citilink Indonesia turut memberikan penawaran diskon tiket penerbangan hingga 30 persen. Adapun mitra KSO Garuda Indonesia Group, Sriwijaya Air juga turut memberikan potongan harga hingga 70 persen.

Adapun promo ini tidak berlaku bagi pembelian tiket grup. Sementara itu, untuk proses refund, revalidasi, dan perubahan jadwal akan mengacu pada aturan Garuda Indonesia sesuai sub-class tiket penerbangan dan aturan terkait lainnya.

Baca juga: Demand Kembali Normal Pasca Peak Season, Garuda Indonesia Turunkan Tarif di Rute-Rute Ini

Dalam rangka peringatan HUT ke 70 tersebut, Garuda Indonesia juga memberikan opsi redemption award GarudaMiles hingga mencapai 70 persen, GarudaMiles Tier Upgrade hingga potongan harga untuk fasilitas Garuda Indonesia Travel Insurance.

Diselamatkan ‘Polsuska,’ Pria Tua Selamat dari Terlindas Kereta

Menolong orang dan menjadi terkenal mungkin tidak ada dalam impian setiap orang. Sebab menolong adalah kewajiban setiap manusia apabila manusia lainnya membutuhkan pertolongan dan bantuan. Baru-baru ini seorang Pasukan Perlindungan Kereta Api – Railway Protection Force (RPF) atau di Indonesia Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) menjadi terkenal karena menyelamatkan nyawa seorang penumpang.

Baca juga: Duh! Seorang Penumpang Kereta di India (Kembali) Terseret Rangkaian Kereta

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesnownews.com (22/1/2019), seorang RPF yang diketahui bernama Harisha C tersebut menyelamatkan seorang penumpang paruh baya ketika dia tergelincir saat akan naik ke dalam kereta api yang tengah bergerak. Kejadian tersebut terjadi di stasiun kereta api Hospet yanga ada di Bangaluru pada Minggu (20/1/2019) sore.

Aksi heroik Harisha tersebut terekam sebuah kamera video yang akhirnya viral di media sosial dan dipuji banyak warganet atas keberaniannya. Dalam video tersebut seorang pria berusia 55 tahun bernama Gaurav tengah naik ke kereta yang sedang berjalan dengan tujuan Hospet menuju ke KSR Bengaluru di platform 1 Stasiun Hospet.

Sayangnya pria tua itu tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan tersandung di pintu kereta saat akan meniaki kereta yang sudah berjalan tersebut. Saat Gaurav terjatuh dibawah jalur kereta, Harisha yang saat itu sadar dan berada dekat peron langsung dengan cepat menolongnya dengan menarik keluar dari celah peron tersebut untuk menyelamatkan.

Karena perlakuan heroik yang dilakukannya, seorang pejabat South Western Railway (SWR) mengatakan Harisha akan diberikan penghargaan atas tindakan cepatnya saat menolong penumpang. Diketahui, Manajer umum SWR, Ajay Kumar Singh yang akan memberikan penghargaan tersebut untuk keberanian yang dilakukan Harisha.

Dalam insiden lain di Ahmedabad awal bulan ini, seorang kepala polisi menyelamatkan nyawa seorang wanita di stasiun kereta api Dahod di Gujarat. Wanita yang diketahui bernama Leela Bai itu tergelincir saat turun dari Awantika Express. Untungnya saat kereta mulai kembali bergerak menuju tujuan berukutnya tiga pria termasuk polisi Bhura Bhai, menyelamatkannya dan berhasil menariknya keluar dari celah antara kereta yang bergerak dan peron.

Baca juga: Sepanjang 2015 – 2017, 50 Ribu Orang Tewas di Jalur Kereta Api India!

Pada Juli 2018 lalu, seorang wanita diselamatkan oleh RPF saat dirinya terjatuh saat turun dari kereta api. Wanita tersebut juga sempat terseret oleh kereta api, untungnya seorang RPF yang dibantu oleh beberapa penumpang lainnya berhasil menyelamatkan nyawa wanita tersebut di Stasiun Kanjurmarg.

PT KAI Perpanjang Tarif Promo KA Galunggung

Kereta api Galunggung yang beroperasi sejak 26 Desember 2018 lalu masih menggunakan tiket gratis dan berlaku hingga 25 Januari 2019 dalam rangka libur Natal dan Tahun Baru. Namun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) ternyata memperpanjang tiket gratis pada kereta relasi Stasiun Kiaracondong menuju Stasiun Tasikmalaya tersebut.

Baca juga: KA Galunggung Rute Kiaracondong-Tasikmalaya Mulai Beroperasi

Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin mengatakan, tiket kereta gratis yang diluncurkan pada 26 Desember 2018 hingga 25 Januari 2019 tersebut diperpanjang hingga 25 Februari 2019. Perpanjangan promo ini sendiri, Agus berharap minat masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya meningkat dengan kehadiran kereta api Galunggung.

“Masyarakat bisa lebih meningkat dalam beraktivitas menggunakan kereta api, khususnya tujuan Kiaracondong-Tasikmalaya,” ujar Agus. yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, Rabu (23/1/2019).

Meski tiket untuk menaiki kereta Galunggung masih gratis, tetapi penumpang yang hendak menaiki kereta tersebut tetap harus memiliki tiket yang bisa dibeli di loket. Prosedur lainnya adalah membawa kartu identitas baik itu KTP, SIM maupun paspor.

Pembelian tiket tersebut dilakukan tujuh hari sebelum keberangkatan. Satu orang penumpang bisa membeli hingga empat tiket. Sayangnya penumpang tidak bisa mengubah jadwal kereta. Nantinya keberangkatan mulai tanggal 26 Februari 2019 dan selajutnya, penumpang akan dikenakan tarif oleh PT KAI sebesar Rp35 ribu hingga Rp90 untuk jarak leih dari 58 km.

Sedangkan untuk jarak kurang dari 58 km, penumpang akan dikenai biaya sebesar Rp25 ribu hingga Rp75 ribu. Kereta yang berada di Daerah Operasional (Daop) II Bandung tersebut dalam satu rangkaian keretanya memiliki enam gerbong dengan kapasitas 636 kursi.

KA Galunggung akan berangkat setiap hari dari Stasiun Kiaracondong pukul 06.05 WIB dan tiba di Tasikmalaya pukul 09.25 WIB. Sedangkan dari Tasikmalaya pukul 10.35 dan tiba di Kiaracondong pukul 14.11.

Baca juga: KA Pangandaran, Kereta yang Tak Sampai Stasiun Pangandaran

Kereta Galunggung akan berhenti di delapan stasiun dari arah Bandung dan tujuh stasiun dari arah Tasikmalaya. Delapan stasiun itu adalah Stasiun Cimekar, Rancaekek, Cicalengka, Nagreg, Leles, Cibatu, Cipeundeuy, Ciawi. Sedangkan dari Tasikmalaya ke Bandung yakni Stasiun Rajapolah, Ciawi, Cipeundeuy, Cibatu, Leles, Cicalengka dan Rancaekek.

MRT Jakarta Libatkan 16 UMKM di Lima Stasiun

Lima dari 13 stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tak hanya akan dilengkapi retail ternama tetapi juga akan dilengkapi dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kehadiran UMKM ini sendiri nantinya dibina oleh PT MRT Jakarta dan akan ada 16 terpilih.

Baca juga: Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”

Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta Ghamal Peris mngatakan, 16 UMKM yang terpilih nantinya akan terbagi menjadi tiga kategori besar yakni fashion, kuliner dan kriya atau kerajinan tangan.

“Kita akan sebar 16 UMKM yang akan terpilih nantinya di lima stasiun strategis yakni Lebak Bulus, Fatmawati, Haji Nawi, Blok M dan Dukuh Atas. Kita bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) karena ingin UMKM ini bisa naik level,” ujar Ghamal yang ditemui KabarPenumpang.com di kantor MRT Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Ghamal menambahkan UMKM yang tersebar sendiri nantinya akan ada di 6 Lebak Bulus, 1 Haji Nawi, 6 Fatmawati, 1 Blok M dan 2 Dukuh Atas. Dia menjelaskan, untuk mendaftar dalam program tersebut akan ada syarat khusus, sehingga tidak semua UMKM bisa mendaftar program ini.

Syarat tersebut adalah dimana pemilik UMKM tidak memiliki toko dipusat perbelanjaan kelas A serta mereka juga tidak mewaralabakan usahanya. Sebab PT MRT bukan mencari yang sudah well-established. Para pengusaha UMKM juga harus melaporkan keuangannya dalam satu tahun terakhir.

“Jadi kehadiran UMKM ini bukan untuk coba-coba melainkan mereka punya konsep bisnis namun butuh platform usaha,” jelas Ghamal.

Nantinya para pelaku UMKM tersebut hanya perlu mengeluarkan biaya Rp1.360.000 per bulannya dan ditargetkan dapat menyasar keramaian penumpang MRT di hari-hari kerja.

“Ini supaya menjadi benchmark bagaimana stasiun-stasiun nantinya akan menawarkan produk dengan kualitas baik, MRT ini kekuatannya adalah traffic, jadi memang weekdays yang ramai penumpang,” tuturnya.

Baca juga: MRT Jakarta Uji Coba Operasional Secara Penuh, Masyarakat Bisa Ikut Mencobanya

Adapun waktu proses seleksi UMKM ini PT MRT Jakarta dan Bekraf akan mulai pada 24-31 Januari 2019. Kemudian dilanjutkan proses penilaian dengan tanya jawab lainnya. Kemudian pada 18 Februari 2019 akan diumumkan UMKM mana saja yang bisa mengisi gerai di stasiun MRT.

Satu Dasawarsa Pasca Kejadian, Survivor Tragedi “Miracle on the Hudson” Langsungkan Reuni

15 Januari 2009 merupakan tanggal yang tidak bisa dilupakan oleh 155 penumpang maskapai US Airways Flight 1549. Ya, Kamis itu, para penumpang maskapai ini dipersilakan boarding menuju armada Airbus A320-214 dan pesawat yang hendak bertolak menuju Seattle-Tacoma International Airport ini diijinkan untuk mengudara dari Runway 4 Bandara LaGuardia, New York sekira pukul 15.24 waktu setempat. Semuanya berjalan lancar hingga beberapa insiden bird strike menimpa penerbangan ini.

Baca Juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang

Beruntung, kejadian yang sampai diangkat ke layar lebar dengan judul “Sully” ini tidak memakan korban jiwa – sejumlah penumpang mengalami cidera ringan hingga parah. Dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sekitar tiga menit setelah US Airways Flight 1549 mengudara, pesawat ini menabrak sekawanan angsa Kanada yang berimbas pada matinya kedua mesin.

Sebenarnya, pesawat ini berada di dalam jarak aman untuk mendarat di Bandara Teterboro, New Jersey. Namun kala itu pilot Chesley “Sully” Sullenberger dan kopilot Jeffery Skiles lebih memilih untuk melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson, di sebelah Timur NewYork.

Airbus A320-214 pasca insiden US Airways Flight 1549. Sumber: aopa.org

10 tahun telah berlalu pasca kejadian yang dikenal sebagai “Miracle on the Hudson” ini, dan para penumpang, awak kabin, hingga pilot dan kopilot berkumpul di dalam sebuah ‘reuni’ untuk mengenang peristiwa yang hampir saja merenggut nyawa mereka semua. Tidak ada yang dapat dilakukan penumpang dan awak kabin selain mengucapkan terima kasih kepada Kapten Chesley “Sully” Sullenberger dan kopilot Jeffery Skiles atas kepiawaian mereka dalam mengendalikan pesawat yang sudah mati mesin tersebut.

Bertempat di Carolinas Aviation Museum – tempat armada Airbus A320-214 nahas ini ditempatkan, para saksi sejarah ini saling bertegur sapa satu sama lain sembari berusaha untuk mengenang kembali kejadian yang dinyatakan oleh National Transportation Safety Board sebagai “Pendaratan Darurat di Sungai Paling Sukses Sepanjang Sejarah Aviasi”.

“Ini merupakan kejadian yang sangat tidak terduga – dimana kami belum pernah dilatih secara khusus untuk mengangani kejadian semacam ini,” ujar Kapten Chesley “Sully” Sullenberger.

Sumber: aopa.org

“Kami harus mengaplikasikan apa yang kami tahu, mengadaptasikannya, dan menerapkannya dengan cara baru untuk memecahkan masalah yang belum pernah kami lihat sebelumnya, dan menyelesaikannya dengan tepat pada kesempatan pertama, dalam waktu kurang dari tiga setengah menit,” lanjut sang Kapten sembari mengenang insiden tersebut.

Baca Juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat

Sementara itu, seorang penumpang yang kala itu juga berada di dalam penerbangan tersebut, mengaku bahwa dirinya merasakan sebuah hantaman cukup keras sesaat setelah pesawat tinggal landas.

“Saya merasakan hantaman yang sangat kuat, seperti pesawat menabrak sebuah benjolan besar, dan tak lama berselang, saya mencium bau seperti kabel listrik atau daging yang terbakar. Kami meluncur turun, dan kami sadar bahwa pesawat belum berada di ketinggian yang cukup. Kami berbelok ke kiri dan saya bisa melihat bandara (LaGuardia) di ujung sayap,” kenang seorang penumpang yang turut hadir ke acara ‘reuni’ tersebut.

Masih banyak lagi cerita dari para penumpang yang tercurahkan pada acara tersebut, namun apa yang mereka lakukan tetaplah sama seperti apa yang mereka lakukan ketika sadar bahwa pendaratan darurat itu berjalan dengan mulus – berterima kasih kepada sang Kapten.

Stasiun di Jepang Akan Uji Coba Alat Deteksi Benda Berbahaya

Sebagai negara dengan kemajuan teknologi yang cukup pesat, Jepang akan menguji sistem pendeteksi benda berbahaya yang dibawa penumpang kereta api. Rencananya sistem deteksi ini akan diuji coba pada akhir Maret 2019 untuk meningkatkan keamanan dalam transportasi umum.

Baca juga: Alat Pemindai dan Detektor Logam Uji Coba Perdana di Stasiun MRT Little India

Pejabat Kementerian Transportasi mengatakan, pembuat peralatan untuk sistem ini telah mengajukan proposal ke Kementerian Pertahanan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata agar perangkat sistem ini bisa mendeteksi benda berbahaya seperti piasu dan bahan peledak yang dibawa oleh penumpang kereta api. Dilansir KabarPenumpang.com dari staradvertiser.com (17/1/2019), dengan adanya sistem ini, pejabat tersebut mengatakan pihak pemerintah akan menguji langkah-langkah keamanan yang diterapkan.

Selain itu pemerintah juga ingin melihat apakah dengan adanya sistem keamanan di kereta api ini merepotkan penumpang atau tidak. Sedangkan untuk menguji kelayakan perangkat setiap hari dan akan dibandingkan selama acara internasional terkemuka yang akan dilaksanakan di Tokyo yakni Olimpiade dan Paralimpik.

Bulan Februari direncanakan uji coba sistem tersebut akan dilakukan di stasiun bawah tanah Kasumigaseki, tetapi rinciannya dapat berubah disebabkan pihak kementerian baru saja menerima proposal dari pembuat perangkat dan operator kereta api pada Senin (14/1/2019).

“Kami juga sadar akan seruan untuk meningkatkan keamanan di kereta,” ujar pejabat kementerian tersebut.

Diketahui pada bulan Juni 2018 , satu penumpang tewas dan dua lainnya terluka ketika seorang lelaki berusia 20an dengan pisau mengamuk di dekat Yokohama saat naik kereta cepat dari Tokyo ke Osaka. Setelah kejadian itu, kementerian transportasi segera mempertimbangkan untuk memperkenalkan inspeksi bagasi, tetapi rencana itu ditentang oleh perusahaan kereta api.

Sebagai gantinya, kementerian memutuskan untuk melarang membawa pisau yang tidak terbungkus di kereta mulai bulan April. Operator kereta api berpendapat bahwa inspeksi tidak nyaman karena mereka menambah waktu transit untuk penumpang. Mereka juga mengatakan sulit menemukan ruang di stasiun untuk dipersembahkan untuk tujuan inspeksi.

Sedangkan di Singapura, alat pendeteksi logam mulia mulai seperti di bandara dipasang di stasiun MRT Singapura dan mulai diuji coba pada Desember 2018 kemarin. Alat pemindai ini untuk memeriksa barang bawaan penumpang.

Baca juga: Akibat Tas Make Up Lolos dari Alat Pemindai, 700 Penumpang Terdampar di Bandara Munich

Karena hal ini beberapa penumpang mengeluhkan adanya pendeteksian barang bawaan mereka. Sebab dalam waktu sepuluh menit rata-rata ada empat orang yang melalui pemindaian. Meski begitu ada pula penumpang yang merasa aman.

Apéro Camper-Cabriolet, Van Berukuran Besar yang Serba Komplit!

Pagelaran CMT 2019 yang diadakan di Stuttgart, Jerman menjadi saksi dari hadirnya prototipe Apéro, sebuah mahakarya dari produsen otomotif, Skydancer. Bisa dibilang, Apéro merupakan kendaraan yang menyerupai sebuah van – hanya saja Apéro memiliki desain yang lebih kompleks dan kelengkapan interior yang lebih banyak. Ya, moda ini sangat cocok untuk Anda gunakan dalam menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga, atau mungkin hanya sekedar berpetualang.

Baca Juga: ZEV T3-1 Micro, Van Ukuran Mini yang Mirip Bajaj Qute

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (23/1/2019), Apéro sendiri memiliki body yang lebih lebar dari kebanyakan van. Pun dengan desainnya yang terkesan agak ‘putus-putus’ karena eksistensi dari sekat yang memisahkan bagian depan (ruang pengemudi) dan bagian belakang (kabin penumpang). Namun karena keunikannya inilah yang pada akhirnya membuat Apéro diminati oleh para pengunjung CMT 2019.

Sumber: newatlas.com

Bak sebuah rumah di dalam mobil, Apéro camper-cabriolet dilengkapi dengan ruang tamu yang dapat memuat empat bangku, serta ruang lain yang berisikan kasur. Dari namanya saja, mungkin Anda semua sudah dapat membayangkan keseluruhan isi dari Apéro camper-cabriolet. Ya, penggunaan kata camper biasanya diindikasikan dengan hadirnya sebuah ruang untuk bersantai ataupun untuk beristirahat. Sedangkan cabriolet biasanya digunakan untuk kendaraan-kendaraan yang pada bagian atapnya bisa dibuka (convertible).

Sumber: newatlas.com

Keunikan lain dari Apéro camper-cabriolet adalah bangku pengemudi yang dapat diputar jika kendaraan ini berada dalam kondisi mati – tanpa harus menekan tombol khusus. Bangku pengemudi akan kembali ke posisi semula jika kunci kontak dinyalakan. Dengan hadirnya fitur ini, maka waktu berkumpul Anda bersama keluarga atau kolega kerja di dalam Apéro akan semakin maksimal, tanpa Anda harus meninggalkan bangku pengemudi.

Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter Vansports Camper, Van Lengkap Dengan Ruang yang Besar

Lalu untuk ruang utama, dilengkapi dengan sebuah ranjang berukuran 200cm x 140cm yang akan menunjang waktu beristirahat Anda. Jika tengah berpetualang dan Anda ingin memaksimalkan pengalaman tersebut, cukup buka bagian atap Apéro dan Anda bisa melihat hamparan bintang tersaji tepat di atas kendaraan futuristik ini. Keren, bukan?

Bagi Anda yang tergugah untuk memiliki satu unit Apéro camper-cabriolet, siapkan dana sebesar US$146.000 atau yang setara dengan Rp2,07 miliar. Harga yang sangat tinggi namun setara dengan fitur-fitur unggulan yang ada di dalam Apéro camper-cabriolet.

Kisah Stasiun Batutulis, Pernah Mati Suri dan Terlupakan

Stasiun Batutulis pada Desember 2018 diwartakan terkena dampak dari angin puting beliung. Listrik padam, atap bangunan rusak serta genteng stasiun berjatuhan, untungnya semua itu tidak sampai mengganggu lalu lintas kereta api. Sedikit punya cerita, sesuai namanya Stasiun Batutulis berlokasi tak jauh dari Istana Batutulis yang berada di Bogor Selatan, dan stasiun ini melayani perjalanan kereta api Pangrango relasi Bogor – Sukabumi.

Baca juga: Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang

Menjadi stasiun kelas III, Stasiun Batutulis berada di ketinggian +299 mdpl dan masuk dalam Daerah Operasional (Daop) I Jakarta. Stasiun Batutulis sendiri berada di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, keberadaan stasiun ini sudah ada sejak masa pejajahan Belanda, tepatnya dibangun pada tahun 1920.

Pembangunannya juga dimulai tidak lama setelah diresmikannya jalur kereta api Bogor – Jakarta tahun 1881 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschcappij (NIS). Karena dianggap menguntungkan, pembangunan jalur kereta yang pada awalnya bermula dari Stasiun Bogor ke Jakarta itu pun kemudian dikembangkan lagi hingga dapat melintasi beberapa daerah.

Jalur yang sudah ada dari Stasiun Bogor diteruskan hingga ke Cicurug, Sukabumi. Sampai pada tahun 1888, jalur kereta dari Sukabumi telah mencapai daerah Cilacap, Jawa Tengah. Stasiun Batutulis memiliki dua jalur, dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Tetapi karena jarang adanya persilangan dan persusulan antar kereta api, jalur 1 di bongkar dan kini tinggal menyisakan jalur 2.

Pada tahun 2008, Stasiun Batutulis melayani KA Bumi Geulis tujuan Bogor ke Sukabumi. Sayangnya layanan ini dihentikan pada Desember 2012 lalu karena rangkaian kereta api yang digunakan sudah tua. Stasiun Batutulis sendiri ternyata pada saat diberhentikan operasinya bukan karena kereta Bumi Geulis saja yang tua, melainkan beberapa peralatan, jalanan, alat-alat mekanis dan bangunannya pun sudah tua sehingga perlu renovasi.

Bahkan karena ada pelemparan batu ke kereta juga membuatnnya berhenti beroperasi sejenak karena berisiko atas alasan keamanan. Lain dari itu, jembatan Cicurug yang menjadi tumpuah lintasa kereta Bogor – Sukabumi, sempat rubuh dan tidak ada pembatas jalan ketika kereta api melintas.

Baca juga: Tarif KA Pangrango Naik, Ternyata Selama Ini PT KAI Merugi

Untungnya mati suri Stasiun Batutulis tidak terlalu lama, beberapa bulan setelah ditutup, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengoperasikan stasiun ini pada 1 November 2013. Saat ini Stasiun Batutulis hanya dilintasi oleh KA Pangrango.