Intip Mewahnya Airbus A380 Emirates yang Digunakan Klub Bola Real Madrid

Siapa yang tidak kenal klub bola raksasa asal Negeri Matador, Real Madrid? Ya, klub berjuluk Los Blancos ini memang terkenal dengan segudang pemain kelas wahid – Sebut saja Sergio Ramos, Gareth Bale, dan lain-lain. Tidak heran jika ‘modal’ tersebut seolah menjadi jaminan bagi Real Madrid untuk mengikuti kompetisi sepak bola se-Eropa, Liga Champions.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380

Mengingat tuan rumah dari ajang ini selalu berganti setiap tahunnya, maka perjalanan via jalur udara merupakan solusi untuk memangkas waktu tempuh keseluruhan tim yang turut serta dalam perhelatan tersebut. Dan beruntung bagi Real Madrid yang sudah meneken kontrak dengan Emirates sebagai sponsor utamanya sejak tahun 2013 silam.

Sebagai salah satu maskapai elit dunia, Emirates tidak tanggung-tanggung untuk menggelontorkan dana dengan nilai yang fantastis untuk klub yang baru saja menjuarai Liga Champions musim lalu. Sebut saja kocek Julen Lopetegui, sang arsitek di balik karir gemilang Real Madrid yang harus menampung £62 juta per-tahun atau yang setara dengan Rp1,08 triliun.

Sumber: The Sun

Tidak berhenti sampai di situ, para pemain dan staf Real Madrid pun akan mengudara menggunakan Emirates setiap mereka hendak bertandang ke negara lain untuk melakoni sebuah pertandingan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (25/9/2018), Emirates menyediakan armada A380 yang sudah dipersonalisasi khusus untuk tim ini.

Sumber: The Sun

Salah satu konfigurasi yang paling mencolok dari pesawat penumpang komersial terbesar di dunia saat ini adalah eksistensi dari shower pribadi bagi setiap pemain – jadi mereka tidak harus berbagi kamar mandi dengan pemain lain. Selain shower, para pemain dan staf Real Madrid juga bisa memaksimalkan fasilitas bar yang ada disediakan khusus oleh Emirates.

Sumber: The Sun

Bar yang memiliki fungsi penuh ini dapat dijadikan spot para bintang untuk bersantai sambil bersenda gurau antar sesama pemain.

Baca Juga: Airbus A380 Milik Emirates Mendarat di Beirut, Ada Apa?

Masih kurang? Tenang, para pemain juga dapat beristirahat di tempat tidur yang dilengkapi dengan sejumlah fitur keren – seperti sebuah tablet yang berisikan 2.500 channel , mini-bar non-alkohol, hingga small wash cabinet.

Sebagai informasi tambahan, semua fasilitas yang terdapat di dalam A380 ini merupakan request dari pihak Real Madrid sendiri. Dan satu hal lagi yang patut Anda tahu, perhatian Anda pasti akan terpaku cukup lama ketika melihat livery dari pesawat ini, karena berbeda dengan pesawat Emirates yang lainnya. Terdapat gambar sejumlah pemain Real Madrid di kedua sisi pesawatnya.

 

Mudahkan Pelancong, Japan Railway Rilis Kartu Multi Trip dengan Paket Hemat

Sebagai salah satu negara yang menjadi incaran para pelancong dunia, Jepang memang menyediakan pra sarana dan sarana transportasi yang terdepan. Semua tak hanya serba canggih, namun etos kerja dan budaya warga Jepang juga sangat menunjang pada industri pariwisata.

Baca juga: Stasiun Tokyo, Merangkap Jadi Museum dan Saksi Bisu Pembunuhan Dua PM Jepang

Termasuk untuk solo traveler, mengapa Jepang bisa dikatakan ramah untuk solo traveler? KabarPenumpang.com melansir dari laman star2.com (21/9/2018), bahwa transportasi umum di Jepang cukup mudah digunakan salah satunya adalah kereta api. Kereta api di Jepang tersebar di hampir semua wilayah seperti Hokkaido.

Salah satu kota yang ada di Hokkaido yakni Hakodate merupakan tempat terkenal dan menjadi incaran, karena hidangan laut dan pantai yang berkualitas tinggi. Untuk mencapai ke Hokadate sendiri memakan waktu dengan kereta hingga empat jam dan tiket Japan Railway (JR) yang harus dibayarkan sekali jalan adalah Rp1,2 juta rupiah atau lebih.

Sedangkan untuk menuju ke ladang lavender di Furano pelancong harus membayar tiket sekitar Rp540 ribu sekali jalan. Tentu ini bisa menghabiskan uang yang cukup banyak jika digunakan untuk sekali perjalanan saja.

Namun ternyata tak perlu khawatir, pasalnya Japan Railway memberikan kemudahan bagi pelancong yakni dengan JR Pass. Ini adalah tiket kartu multi trip (KMT) dengan membayar tiket diawal seperti membeli saldo dan sangat memudahkan serta menghindari kerumitan membeli tiket kereta sekali jalan ketika di Jepang.

Dengan JR Pass ini, pelancong tidak lagi perlu mengantri di depan mesin tiket hanya untuk membeli dan menghabiskan uang yang lebih banyak. Tapi, sebelum membeli JR Pass tersebut, pikirkan terlebih dahulu apakah Anda membutuhkannya atau tidak.

Diketahui kartu harga JR Pass tiga hari untuk daerah yang dipilih berkisar Rp750 ribu hingga Rp5,7 juta. Kartu pass tersebut bisa digunakan selama 14 hari dan bisa digunakan pada hari apa saja termasuk tanggal merah.

Tak hanya itu, selama di Hokkaido, Anda juga bisa membeli JR Hokkaido Pass dan digunakan selama tujuh hari dengan harga Rp3,1 juta untuk aplikasi perjalanan seperti Klook. JR Hokkaido Pass ini berbeda dengan JR Pass biasa, jadi sebelum membelinya, budayakan untuk membaca syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Kyoto Railway Museum, Primadona Para Railfans Asli Negeri Sakura

Untuk mengetahui hemat atau tidaknya menggunakan JR Pass tersebut, pelancong bisa menggunakan Japan Rail Pass Calculator secara online. Kemudian masukkan tempat-tempat yang ingin di datangi di Hokkaido, bila memang pas dan lebih murah maka JR Pass layak untuk dibeli, karena bepergian dengan tiket satuan akan jauh lebih mahal.

JR Pass sendiri sebenarnya bisa dibeli di online, mendaftar dan formulir akan dikirim melalui email Anda dan kartu bisa didapatkan setelah menunjukkan formulir elektronik di kantor JR yang sudah ditentukan.

“Operation Top Deck,” Pantau Para Pengemudi yang Gunakan Ponsel dari Bus Tingkat

Jika di Dubai, petugas kepolisian menggunakan rentetan mobil-mobil mewah sebagai moda untuk mereka berpatroli – maka kenyataan lain ditempuh oleh aparat Tanah Britania. Diketahui, petugas kepolisian negara yang dipimpin oleh seorang Ratu ini ‘mempekerjakan’ sebuah bus sebagai alat untuk mereka menegakkan keadilan. Kalau di Indonesia sih, bus yang dipakai oleh petugas kepolisian ditujukan untuk pengurusan surat-surat keliling (Samsat Keliling), ya!

Baca Juga: eBrake Luncurkan Aplikasi yang Buat Pengemudi Ogah Lihat Ponsel

Nah, mungkin Anda bertanya-tanya, “Untuk apa petugas kepolisian menggunakan bus sebagai moda penegak keadilan?”. Jawabannya sangat sederhana, yaitu untuk memantau para pengemudi yang menggunakan ponsel ketika berkendara. Ya, tidak hanya di Indonesia saja, di negara lain termasuk Inggris pun, para petugas kepolisian masih berkutat untuk memberikan efek jera bagi siapa saja yang kedapatan menggunakan ponsel ketika berkendara.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman gloucestershirelive.co.uk (23/9/2018), Operation Top Deck ini diluncurkan oleh Road Harm Reduction Team, dimana nantinya mereka akan menggunakan pakaian preman dan dilengkapi dengan kamera perekam supaya ada bukti visual yang mereka kantongi semisal si pengemudi mengelak. Bus yang digunakan dalam operasi ini juga bukan bus biasa, melainkan bus tingkat. Maka dari itu dinamakan Operation Top Deck.

Pada pengoperasian pertamanya tanggal 17 September kemarin, sebanyak 45 pengemudi kedapatan mengoperasikan ponsel mereka ketika tengah berkendara di sekitaran West Midlands. Tak ayal dalam hitungan beberapa jam saja, semua pelanggar tersebut berhasil dikumpulkan dan ditindak. 13 dari 45 orang yang tertangkap tersebut kedapatan mengoperasian ponsel ketika tengah terjebak macet di jalan, tidak seperti sisanya yang menggunakan ponsel ketika di lampu merah dan lain-lain.

Sebagai upaya untuk memberikan efek jera, ke-13 orang ini diberikan penganganan khusus dengan cara edukasi tentang bahaya penggunaan ponsel melalui Virtual Reality (VR) lengkap dengan headphone-nya. Diharapkan, hal tersebut dapat meninggalkan memori buruk tentang bahaya penggunaan ponsel di jalanan – walaupun tengah macet.

Tidak hanya menggunakan ponsel ketika tengah berkendara, bahkan salah satu dari 45 orang tersebut kedapatan sarapan semangkuk sereal ketika sedang berkendara. “Kami ingin menciptakan ancaman penuntutan yang kredibel dan konstan untuk mendorong perubahan perilaku pengemudi secara besar-besaran dan membuat jalan kami lebih aman,” tutur salah satu petugas Operation Top Deck, PC Mark Hodson.

Baca Juga: Flash Mobile, Marka Lalu Lintas Untuk Pengemudi Yang Mencoba Berponsel di Jalan Raya

Alih-alih membeli bus, petugas kepolisian Inggris yang tergabung di dalam Operation Top Deck menyewa bus-bus dari National Express dan tanpa memberikan personalisasi khusus pada bus yang disewa. Dengan tujuan agar masyarakat tidak mengetahui bahwa di atas bus tersebut terdapat sejumlah petugas kepolisian yang siap memantau aktifitas Anda di balik kemudi.

Hayoo, jangan sekali-sekali mengoperasikan ponsel ketika tengah berkendara lagi ya!

Buka Pameran Transport Hub, PT MRT Jakarta Utarakan Persiapan Full Train Run

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, telah melakukan Sayembara Transport Hub dan kini ada sepuluh yang sudah terpilih dalam sayembara tersebut dari 51 peserta. Pameran ini sendiri berlangsung di The Nine Ballroom, UOB Plaza, Thamrin dan pemenang sayembara tersebut akan diumumkan pada, Kamis, (27/9/2018) malam nanti.

Baca juga: Duh, Kereta MRT Jakarta Jadi Sasaran Aksi Vandalisme!

Gubernur DKI Jakarta yang diwakilkan oleh Asisten Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sunardi Sinaga mengatakan, pameran ini dimana MRT Jakarta bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia untuk mendukung pembangunan kota Jakarta.

“IAI dan MRT Jakarta dengan adanya sayembara transport hub ini membantu DKI Jakarta dalam pembangunan menjadi kota internasional dimana salah satunya adalah Dukuh Atas. Sehingga ini merupakan salah satu cara melibatkan publik sebagai konsep kota,” ujar Sunardi yang ditemui KabarPenumpang.com di Pembukaan Pameran Sayembara Transport Hub MRT, di UOB Plaza, Kamis (27/9/2018).

Dia mengatakan, dengan adanya transport hub tersebut daerah perkotaan memadukan fungsi transit kendaraan dengan manusia. Sebab, ini bisa mensejajarkan Jakarta dengan kota megapolitan lainnya di dunia. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga menjelaskan terkait progres pengerjaan MRT saat ini terkait dengan progres pencanangan TOD dukuh atas berjalan dengan baik melalui pelibatan publik yang secara maksimal.

Salah satu yang terlihat jelas adalah Taman Dukuh atas yang sudah jadi dan bisa digunakan oleh para pejalan kaki untuk terintegrasi menuju Stasiun Sudirman. Diketahui progres konstruksi sendiri sudah 96,53 oersen dengan depo serta elevated 95,36 persen dan underground 97,71 persen.

William menambahkan, pada 9 Agustus kemarin MRT juga sudah melakukan tes untuk SAT, 17 September dilakukan pergerakan kereta. Tak hanya itu, kereta-kereta MRT juga sudah mulai pengiriman dan kini ada enam kereta yang ada di depo salah satunya yang terkena vandalisme.

“Tiga set nanti akan datang lagi akhir bulan ini, bulan depan tiga set dan yang terakhir pengiriman empat set sekaligus di bulan November. Di November juga kita mulai Integrated Testing Commision Test seluruh sistem perkeretaapian secar terintegrasi oleh kontraktor,” ujar William.

Dia menambahkan, nantinya setelah semua kereta tiba di depo, maka bulan Februari 2019 mendatang selama sebulan sebelum beroperasi, kereta akan mulai di uji coba operasi sistem yakni full trail run. Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan, saat tes SAT (System Acceptance Testing) yang sub sistem yang dites lainnya adalah listrik aliran atas, alat komunikasi dan kereta, tes track, struktur, instalasi serta persinyalan itu sendiri.

“Persinyalan karena, ini adalah sistem saraf dari MRT Jakarta. kegiatan SAT sendiri merupakan bagian dari Integrated Testing dan Commisioning Test. Saat percobaan banyak tahapan dimana sebelum kereta berjalan otomatis kita coba perangkat yang sudah di instal kemudian memasukkan jadwal kereta dalam program dan mengoperasikannya,” ujar Silvia.

Nantinya saat tes ini masinis masih menggerakkan kereta, sebab tes tahap tersebut adalah program terinstal di kereta. Kemudian saat ATO masinis tidak lagi menggunakan masinis tetabi melalui CBTC Control di OCC Lebak bulus.

Baca juga: Terkendala Soal Kampung Bandan, Akankah Proyek Fase II MRT Jakarta Terhambat?

Silvia menambahakan, hal tersebut yang membuat pengujian kereta pertama bisa selama satu hingga dua bulan lebih, selain itu juga untuk mencari masalah apa pada prgram yang terinstal itu. Sehingga nantinya saat program di transfek ke kereta 2-16 percobaan hanya dua minggu.

Garuda Indonesia Travel Fair 2018 Phase 2 Bertaburan Promo, Cek Jadwalnya di Sini!

Setelah sukses dengan perhelatan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) Phase 1 pada bulan April kemarin, kini Flag Carrier Indonesia tersebut kembali menggelar ajang serupa sebagai bentuk dukungan Garuda Indonesia terhadap pengembangan pariwisata dalam negeri. Dengan mengusung tema “Journey Around the World”, acara GATF 2018 Phase 2 ini diadakan di 31 kota besar di Indonesia sekaligus.

Baca Juga: Via Online! Garuda Indonesia Berikan Harga Promo Kelas Bisnis Untuk Tujuan Seluruh Indonesia

Dalam press conference yang diadakan Kamis (27/9/2018), Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah menyebutkan beberapa kota yang turut berpartisipasi dalam menyelenggarakan GATF 2018 Phase 2 ini.

“Denpasar, Kupang, Medan, Bandung, Balikpapan, Batam, Merauke, Ternate, Palu, dan masih banyak kota-kota besar lainnya,” ujar Pikri.

“GATF merupakan event tahunan yang selalu ditunggu oleh pelanggan setia Garuda Indonesia, tidak hanya di Jakarta, namun di seluruh Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengujung GATF dari tahun ke tahun. Menyikapi tingginya minat pelanggan ini, maka GATF yang semula akan diadakan di Jakarta saja, akhirnya kami gelar serentak di kota-kota besar tersebut,” tandas Pikri.

Pikri melanjutkan, ada kejutan menarik yang ditawarkan pihak Garuda Indonesia pada ajang GATF 2018 Phase 2 ini. “Kami akan memberikan trial kepada pemegang GarudaMiles Gold, dimana mereka akan ‘naik kelas’ jadi GarudaMiles Platinum. Statusnya trial selama 3 bulan,” ujarnya.

Berkenaan dengan target, Pikri menyebutkan, “sekitar 80 ribu saja di Jakarta selama 3 hari. Tidak usah terlalu banyak, karena kasihan para pengunjung jika harus berdesak-desakan untuk mencari tiket,”

“Dari ke-31 kota besar di Indonesia tersebut, secara nasional Garuda Indonesia akan menargetkan total penjualan tiket sebesar Rp448 miliar. Memang angkanya turun dari GATF 2018 Phase 1 dimana kami bisa mengantongi pendapatan Rp532 miliar, karena semisal acara seperti ini kami hanya mengandalkan sales, itu sudah biasa. Namun yang poin lain yang kami sasar di sini adalah kerja sama antar perusahaan, salah satunya adalah Mandiri,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Retail Banking Bank Mandiri, Donswuan Simatupang mengutarakan bahwa partisipasi dan dukungan Mandiri dalam event GATF 2018 Phase 2 di Jakarta ini dikemas dalam serangkaian program promosi menarik bagi pemegang Mandiri Debit dan Mandiri Kartu Kredit.

Baca Juga: Inilah Syarat Untuk Menjadi Awak Kabin Garuda Indonesia

“Menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Bank Mandiri ke-20, rangkaian program promo ini kami persembahkan sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah kami, khususnya para pengguna layanan Garuda Indonesia. Semoga ini bisa meningkatkan loyalitas costumer Garuda Indonesia dan Bank Mandiri,” tutur Donsuwan.

Wah, jadi makin penasaran ya dengan Garuda Indonesia Travel Fair 2018 Phase 2 ini. Bagi Anda yang punya rencana untuk liburan, silakan luangkan waktu dan kunjungi Garuda Indonesia Travel Fair 2018 Phase 2 yang akan diselenggarakan di JCC Senayan pada 5-7 Oktober 2018. Acara ini sendiri dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Jangan sampai terlewat, ya!

LRT Palembang Sepi Penumpang, Kepala Divre III: “Itu Wajar”

Kendati ajang Asian Games 2018 telah berakhir, namun beragam fasilitas yang sengaja dibuka untuk mendukung perhelatan tersebut tidak semuanya dicabut – salah satunya adalah Light Rapid Transit (LRT) Palembang. Moda yang ditujukan sebagai angkutan massal ini kehadirannya memang ditunggu-tunggu kala itu, namun fakta yang terjadi belakangan ini bisa dibilang bertolak belakang. Diketahui, hanya ada sekitar 4000 orang yang menggunakan layanan ini setiap harinya.

Baca Juga: Uji Coba 20 Juli 2018, Tarif LRT Palembang Rp5 Ribu-Rp10 Ribu

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Kepala Divre III Palembang, Hendy Helmy mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar LRT ini bisa menjadi moda transportasi massal. “Data kita setiap harinya 4000 orang menggunakan LRT untuk kegiatan sehari-hari. Sedangkan ketika akhir pekan jumlah penumpang meningkat sebanyak 6.000 hingga 7.000 orang,” papar Hendy, dikutip dari laman tribunnews.com (21/9/2018).

Sekedar mengingatkan, kapasitas angkut maksimal satu rangkaian LRT (tiga gerbong) dalam sekali jalan adalah 534 orang – 130 penumpang duduk, 404 penumpang berdiri. Tentu saja, data yang dipegang oleh Hendy tersebut menunjukkan masih minimnya jumlah penumpang dari kereta rel ringan ini.

Maka tidak heran jika beragam sosialisasi terus digenjot PT KAI untuk meningkatkan jumlah penumpang hariannya. “Ya tentu evaluasi dan sosialisasi selalu kita lakukan. Untuk LRT ini secara volume memang penumpang belum terlalu banyak. Masyarakat masih mengira ini masih kereta wisata,” terang Hendy.

Namun, Hendy sendiri tidak terlalu heran dengan fenomena seperti ini – ia beranggapan bahwa wajar saja jika masyarakat masih belum paham betul sebenarnya LRT merupakan sarana transportasi berbasis massal, bukan kereta wisata. “Dimana saja setiap negara yang baru memiliki LRT masyarakatnya masih mengira sebagai kereta wisata. Itu proses wajar yang biasa terjadi di belahan bumi manapun,” tandasnya.

Salah satu langkah nyata yang akan dilakukan PT KAI untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan LRT adalah mengintegrasikan beragam moda darat dengan arah tujuan yang dituju. “Daerah mana saja yang tidak dapat dituju kereta (LRT) dapat dicapai dengan transportasi darat,” terang Hendy.

“Bulan September ini rencananya sekitar 9-10 stasiun nanti kita cek masing-masing stasiun, bagaimana kesiapan secara operasional dan teknisnya. Insya Allah tahun ini ketiga belas stasiun dapat beroperasi. Sedangkan pada September ini ada 3 stasiun Bandara yang akan beroperasi,”

Baca Juga: Hanya dengan Lima Stasiun Utama, LRT Palembang Siap Beroperasi Saat Asian Games 2018

Hingga saat ini, LRT Palembang baru memiliki delapan stasiun – Stasiun Bandara, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun Dishub, Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Ampera, dan Stasiun Jakabaring dan Stasiun DJKA.

Tarif yang dikenakan untuk perjalanan diluar bandara Rp5.000 ; Sedangkan untuk perjalanan menuju bandara dibanderol dengan harga Rp10.000.

 

Viral Penumpang Lion Air Tidak Dapat Bangku, Korban: “Emangnya Kopaja Apa?”

Maskapai yang terkenal dengan delay-nya, Lion Air kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini maskapai berlogo singa tidak datang dengan masalah keterlambatan keberangkatan, melainkan masalah pelayanan yang tidak memuaskan. Kejadian ini bermula ketika seorang penumpang yang hendak bertolak dari Palembang menuju Jakarta tidak menemukan nomor bangku yang sesuai dengan apa yang tertera di tiket. Nah lho, kok bisa?

Baca Juga: Lion Air Group Jadi 5 Maskapai Teratas Pembawa Penumpang Terbanyak ke Singapura

Ya, kejadian yang tengah viral di sosial media Facebook ini terjadi pada Minggu (16/9/2018) pagi. Kala itu, seorang penumpang Lion Air JT-1341 bernama Satwika Ika mendapat nomor bangku 35F sesaat setelah ia melakukan check-in online pada malam harinya. Singkat cerita, ia pun masuk ke dalam kabin dan mulai mencari tempat duduknya. Namun sesampainya di ujung kabin, ia mendapati nomor bangku yang ada di pesawat tersebut hanya sampai nomor 34.

Dihimpun KabarPenumpang.com dari akun Facebook pribadi milik Ika, ia yang bingung lalu menanyakan kepada awak kabin yang bertugas apakah benar dirinya berada di penerbangan yang sesuai dengan tiket. Lalu jawaban si awak kabin terkesan alakadarnya saja, “benar.” Mendapati jawaban itu, Ika semakin bingung karena dirinya tidak menemukan bangku yang sesuai dengan tiket yang sudah ia pegang.

“Kok nomor kursinya cuma sampai 34 Mbak. Saya dapat nomor 35,” tanya Ika kepada salah satu awak kabin Lion Air.

Standby saja dulu. Nanti dijamin pasti dapat kursi,” tandas si awak kabin sembari ngeloyor meninggalkan Ika.

Sumber: Facebook

Respon si awak kabin tersebut semakin membuat Ika naik pitam. Dengan nada yang agak keras, ia kembali bertanya kepada si awak kabin.

“Maksudnya standby gimana nih Mbak,” tanya Ika

“Standby saja di belakang dulu,” jawab si awak kabin sambil tetap memunggungi Ika.

Tanpa panjang lebar, Ika pun menuruti arahan si awak kabin. Ia mundur ke belakang dekat toilet dan menunggu arahan selanjutnya. Saking penasarannya, Ika kembali bertanya pada awak kabin lain yang kebetulan berada tepat di sampingnya.

“Di web check-in itu konfigurasinya untuk pesawat besar. Sedangkan ini kita pakai pesawat kecil,” jawab si awak kabin sembari menyuruh Ika untuk duduk di bangku yang kosong terlebih dahulu. Lagi, Ika pun kembali mengikuti arahan awak kabin untuk duduk di bangku yang kosong.

Tak berselang lama, sang empunya bangku datang. Ika terpaksa harus kembali berdiri sembari menunggu kepastian dimana ia harus duduk. Sempat terjadi cekcok kecil antara Ika yang kesal karena tidak dapat tempat duduk dan si awak kabin yang tidak ramah tersebut.

“Saya nggak mau duduk kalau belum jelas. Dan saya nggak mau dikasih kursi sisa asal-asalan ya. Saya mau dapat kursi di dekat jendela sesuai saat check in,” ujar Ika.

Selang beberapa saat, seorang ground crew datang menghampiri Ika dan menyuruhnya duduk d bangku yang kosong pula. “Bangku kosong itu yang mana maksudnya? Tunjukkin dong ke saya. Jangan saya disuruh nyari-nyari sendiri. Emangnya Kopaja apa?” jawabnya kesal.

Baca Juga: Lion Air Hengkang dari INACA, Alasan Yang Belum Terungkap

Setelah mendapat arahan dari ground crew, Ika akhirnya mendapat bangku sesuai dengan keinginannya, yaitu di dekat jendela.

Menanggapi insiden ini, pihak Lion Air melalui Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa kejadian ini terjadi lantaran adanya rotasi pesawat. “JT-1341 seharusnya dioperasikan Boeing 737-900ER … Dikarenakan rotasi pesawat yang berpotensi menyebabkan keterlambatan penerbangan, maka Lion Air menggunakan Boeing 737-800NG berkapasitas 189 penumpang yaitu baris kursi sampai nomor 34,” ujar Danang.

“Alasan penggantian pesawat dilakukan secara mendadak karena operasional, yang bertujuan untuk menjamin keselamatan penerbangan dan ketepatan waktu terbang. Dalam kondisi saat penggantian pesawat sebagian besar penumpang sudah melakukan check-in.” Tutupnya.

 

Ingin Hindari Pengeluaran Lebih Untuk Bagasi? Inilah Tips Ala Pramugari!

Menjamurnya layanan Low Cost Carrier (LCC) atau penerbangan berbiaya rendah belakangan ini nyatanya memang sangat membantu banyak kalangan yang hendak mengudara namun dengan budget yang terbatas. Walaupun tidak senyaman layanan Business Class atau First Class, namun tetap saja harganya yang miring membuat LCC digandrungi banyak pihak. Nah, satu hal yang patut diwaspadai sebelum mengudara menggunakan LCC adalah biaya lebih untuk bagasi.

Baca Juga: Selasa Sore! Waktu Paling Tepat untuk Berburu Tiket Pesawat Murah

Barang bawaan yang melebihi kapasitas memang kerap kali menimbulkan satu masalah baru sebelum Anda mengudara. Tapi bukan berarti Anda harus membayar biaya lebih untuk memasukkan barang bawaan Anda ke dalam bagasi. Memang, tidak semua maskapai memberikan advantage sebagaimana kebanyakan LCC di Indonesia yang menyediakan fitur bagasi gratis hingga 15 kg. Namun apabila Anda menemukan maskapai yang tidak memberlakukan fitur seperti ini, seorang awak kabin membocorkan ‘cara liciknya’.

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (25/9/2018), adapun cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi pengeluaran lebih untuk barang bawaan Anda adalah berbicara langsung ke petugas penjaga gate. Utarakan ke penjaga tersebut bahwa Anda tidak keberatan semisal mereka ingin mengecek isi dari tas kita.

“Jika Anda ingin membawa barang-barang Anda ke pesawat dan tidak membayar biaya untuk bagasi, bawalah tas Anda ke gerbang dan katakan saja Anda bahwa bersedia untuk diperiksa tasnya. Pemeriksaan ini biasanya ditujukan untuk meminimalisir ruang yang ada di tas Anda,” ungkap si awak kabin yang identitasnya dirahasiakan tersebut.

“Anda tidak akan kena charge untuk pemeriksaan ini – biasanya,” tandasnya.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, masing-masing maskapai memiliki aturannya sendiri. Tidak semua maskapai di dunia aviasi memberlakukan fitur free baggage, dan Ryanair merupakan salah satu-satunya maskapai asal Inggris yang tidak memperbolehkan penumpang membawa barang bawaan Anda (seperti koper kecil) ke dalam kabin.

Otomatis, Anda harus memasukkannya ke dalam bagasi, dimana itu akan menambah pengeluaran Anda.

Baca Juga: Tips – Sebelum Masuk ke Kargo Pesawat, Pastikan Koper Anda Cukup Kuat

Nah, kalau sudah begitu, Anda bisa menyiasatinya dengan cara membawa barang seperlunya saja dan dimasukkan ke dalam tas ransel kecil – dimana ini masih diperbolehkan untuk masuk ke dalam kabin Ryanair.

Alih-alih membawa tas dengan kapasitas maksimal 20 kg dengan harga £25 atau yang setara dengan Rp439.000, para penumpang biasanya menyiasati dengan cara membeli dua tas berkapasitas masing-masing 10kg dengan harga £8 atau yang setara dengan Rp140.000. Dengan mengeluarkan Rp280.000 untuk kapasitas yang sama (20kg), para penumpang bisa menghemat Rp159.000. Lumayan, kan?

 

Presiden Pakai Pesawat Komersial, 150 Penumpang di Bandara Lebanon Tertunda 9 Jam

Tak pernah terbayangkan oleh penumpang pesawat harus terdampar di bandara karena pesawat yang harusnya dinaiki malah mengangkut Presiden. Belum lama ini, insiden tersebut terjadi pada 150 penumpang di Bandara Rafic Hariri Beirut, Lebanon.

Baca juga: Saat Petugas Melakukan Hal Tak Perlu, Apakah Ini yang Membuat Penerbangan Tertunda?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman alaraby.co.uk (24/9/2018), masalah ini berawal dari pesawat milik maskapai Middle East Airlines (MEA) dengan nomor penerbangan ME305 yang sudah dijadwalkan terbang ke Kairo di Mesir. Tiba-tiba pihak maskapai mendapat info bahwa rombongan Presiden Lebanon Michael Aoun meminjam pesawat tersebut untuk delegasinya.

Dimana para delegasi tersebut akan menghadiri Sidang Umum PBB ke-73 di New York, Amerika Serikat. Karena hal itu, ratusan penumpang yang sudah berada didalam pesawat dan duduk dengan nyaman menantikan lepas landas harus dievakuasi keluar dan kembali ke gate ruang tunggu.

Permasalahan ini akhirnya membuat para penumpang tersebut terdampar dan juga harus merasakan delay atau tertundanya pesawat mereka menuju Kairo selama sekitar sembilan jam. Hal ini pun terjadi juga di Kairo, yang mana 100 orang penumpang harus menunggu untuk perjalanan mereka ke Beirut.

Hingga akhirnya penumpang yang tertunda tersebut berangkat dari Beirut pukul 21.28 waktu setempat dan tercatat delay sekitar 8 jam 53 menit seperti dilihat di situs pelacak penerbangan FlightAware.

“Permintaan maaf dikeluarkan untuk para penumpang yang terkena dampak penundaan itu,” kata Middle East Airlines via Twitter.

Bahkan pihak MEA berujar, situasi tersebut terjadi diluar kontrol mereka. Namun pendapat itu kemudian dibalas oleh pihak Kepresidenan Aoun. Menurut mereka, prosedur dari perjalanan dinas Presiden tak pernah berubah selama sepuluh tahun belakangan.

Pihak Kepresidenan pun mengeluarkan pernyataan bahwa Presiden tidak bertanggung jawab atas evakuasi penerbangan. Peristiwa ini sendiri dianggap sebagai kelalaian pihak maskapai. Warganet pun tidak sedikit yang menyorot perlakukan dari Presiden Lebanon dan delegasinya.

Baca juga: Penerbangan Tertunda, Seorang Tentara dengan Mengharukan Lihat Video Istri Melahirkan di Ponsel

“‘Ayah dari semua orang’ memindahkan semua penumpang dari pesawat dan terbang?,” ujar Paula sambil merujuk Presiden berumur 83 tahun itu.

Tak hanya itu, anggota parlemen Lebanon pun mengecam keras kejadian ini. Salah seorang dari mereka melempar sindiran kepada Presiden Aon. “Bapak dari semua orang menurunkan semua orang dan terbang.”  Hikmah dari peristiwa ini adalah sebaiknya pejabat sekelas presiden meman mempunyai pesawat kepresidenan, sehingga tak mengganggu jadwal penerbangan komersial yang telah berjadwal.

Bentang Rel 1.435mm, Ternyata Telah Jadi Standar Sejak Zaman Romawi!

Siapa sih yang belum pernah naik kereta? Nampaknya setiap orang pernah berkendara menggunakan moda berjuluk si ular besi ini ya – entah untuk jarak dekat maupun jarak jauh sekalipun. Terlebih dewasa ini perkeretaapian di Indonesia sudah mengalami peningkatan kualitas yang cukup pesat dibanding awal tahun 2000-an kemarin. Wajar jika moda ini semakin digandrungi oleh banyak kalangan.

Baca Juga: Lebar Bentang Rel Menjadi Ciri Khas Jalur KRL Jabodetabek

Nah, ngomong-ngomong soal kereta, pernahkah terbesit di benak Anda, “Apakah setiap lebar rel di semua jaringan perkeretaapian dunia memiliki jarak yang sama?”. Jawabannya sederhana, tidak. Beberapa negara memiliki bentang relnya masing-masing, walaupun ada satu ukuran yang sudah diresmikan sebagai ukuran internasional, yaitu 1.435 mm.

Mengingat ada beberapa ragam bentang rel di dunia, bisa dibilang ukuran 1.435 mm ini merupakan median dari keseluruhan variasi tersebut. Sebut saja Jepang yang menggunakan ukuran bentang rel 1.067 mm atau yang biasa disebut narrow gauge – karena ukurannya yang lebih sempit ketimbang standar internasional tadi. Atau jaringan perkeretaapian Spanyol dan Portugal yang menggunakan ukuran bentang rel 1.668 mm atau yang biasa disebut board gauge karena ukurannya yang lebih lebar dari standar internasional tersebut.

Sekitar 60 persen negara-negara di dunia menerapkan bentang rel 1.435 mm untuk sektor perkeretaapiannya – termasuk Eropa, Amerika Utara, China, Australia, Timur Tengah, dan juga Indonesia. Jika diakumulasi secara keseluruhan, maka instalasi bentang rel 1.435 mm di seluruh dunia panjangnya mencapai kurang lebih 720.000 km!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman sankalpindia.net, ternyata penggunaan lebar rel 1.435 mm ini sudah turun temurun sejak jaman dulu kala. Sebelum ada kereta, orang-orang berkendara menggunakan gerobak yang ditarik oleh kuda – dan inilah yang menjadi cikal bakal dari penggunaan lebar rel 1.435 mm.

Mengapa harus 1.435mm? Karena gerbong kereta dibuat dengan menggunakan alat yang sama dengan pembuatan gerobak yang ditarik oleh kuda tadi. Selain kesamaan pada alat pembuatannya, kesamaan lain yang ditemukan adalah jarak yang ditempuh oleh keduanya pun sama. Jika bertanya mengapa panjang jalannya juga sama, mungkin kita harus mundur lebih jauh ke era Kekaisaran Romawi dimana ketika mereka membangun jalan pertama untuk kereta perang mereka yang ditarik oleh kuda, jarak antar roda yang mereka gunakan adalah 1.435 mm. Sungguh presisi!

Baca Juga: Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti

Jadi, kalau ada diantara Anda yang masih bertanya-tanya mengapa ukuran bentang rel itu 1.435 mm, maka jawabannya adalah sudah turunan dari awal pembuatannya, dan dari situ, para operator kereta di seluruh dunia pun menerapkan ukuran yang sama. Bagi negara-negara yang memiliki bentang rel berbeda dengan standar internasional, mungkin ada beberapa pertimbangan khusus, seperti biaya pembangunan rel, yang mengakibatkan berubahnya angka ukuran tersebut.