Ini Dia Empat Fitur Baru di Aplikasi “Tijeku” TransJakarta

PT Transportasi Jakarta saat ini mulai memasuki babak baru dalam perdigitalan dan terlihat dari aplikasi Tijeku yang diperbaharui dengan berbagai fitur. Direktur eksekutif transformasi digital teknologi informasi TransJakarta Gidionton Saritua mengatakan, dalam pengembangan aplikasi ini, pihak TransJakarta sendiri melakukannya dalam waktu 1,5 bulan.

Baca juga: TransJakarta Mulai Uji Coba Komersial Bus Listrik Rute Balai Kota-Blok M

Yang mana ini menjadi kebanggan tersendiri karena aplikasi tersebut menjadi platform bisnis dan bisa memudahkan para pelanggan TransJakarta. Gidionton menambahkan, aplikasi Tijeku sendiri dibuat bukan hanya untuk warga ibukota Jakarta tetapi juga untuk world class platform karena jaringan TransJakarta di Indonesia lebih besar dari negara lain.

Gidionton menambahkan, dalam peluncuran pembaharuan aplikasi ini ada empat fitur canggih yang menjadikan kemudahan transportasi dalam genggaman.

“Kita ada empat fitur baru yakni transfer tiket, di mana pengguna bisa membelikan tiket untuk teman, orang tersayang, keluarga atau siapa pun melalui aplikasi Tijeku di ponsel pintar. Kelebihannya platform yang belum dimiliki lainnya termasuk negara lain. Kedua ada digital QR ticketing dan ini adalah kepraktisan membeli tiket tanpa buka dompet dan mengambil kartu bisa dilakukan pada aplikasi Tijeku,” jelasnya dalam peluncuran aplikasi secara virtual, Jumat (2/10/2020).

Kemudian ada Smart Assistance, ini adalah asisten pribadi dalam genggaman yang mengingatkan agenda atau rencana bepergian menggunakan layanan terintegrasi Tijeku maupun Jaklingko. Gidionton menambahkan, smart notifikasi ini juga membantu penumpang saat masuk halte dan belum beli tiket.

“Penumpang akan diingatkan oleh aplikasi ketika mereka belum punya tiket saat sudah tiba di halte,” ujarnya.

Selain itu, direktur pelayanan dan pengembangan TransJakarta Ahmad Izzul Waro menjelaskan, untuk ewallet yang digunakan aplikasi saat ini baru ada Link Aja dan yang lain masih dalam pengembangan. Dia mengatakan, tahun depan akan hadir opsi lain.

“Opsi lain akan hadir tahun depan. Tetapi bila diperlukan kerja sama akan dipercepat dan akhir tahun kita sudah bisa memberi opsi tambahan dengan moda pembayaran lainnya,” kata Izzul.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, TransJakarta Tak Terima Uang Tunai Untuk Top Up Kartu Elektronik

Dia menambahkan, tak hanya fitur baru di aplikasi, tetapi pihaknya juga akan memasang WiFi di semua halte TransJakarta. Untuk saat ini baru terpasang di semua halte koridor satu yakni Kota menuju Blok M. Untuk pemasangan di koridor lainnya dalam waktu dekat dan kehadirn WiFi gratis ini menjadi satu bentuk penghargaan bagi pelanggan.

Tanggapi Respon Pandemi, Pemerintah Jepang Izinkan Operator Taksi Antar Pesanan Makanan

Karena pandemi Covid-19 operator taksi di seluruh Jepang terpukul dan meluncurkan layanan pengiriman makanan dan minuman untuk menutupi kerugian mereka. Ini dilakukan oleh para operator taksi setelah pemerintah mengizinkan mereka mengangkut makanan untuk mendapat keuntungan pada April lalu sebagai langkah deregulasi.

Baca juga: Imbas Covid-19, Pengemudi Ojol Sepi Penumpang, Layanan Pesan Antar Banjir Order

Sekitar 1300 operator taksi di Jepang mulai mengirimkan makanan pada 22 Mei untuk mengatasi kesulitan yang disebabkan oleh epidemi virus. Ini bisa dilakukan operator taksi setelah pemerintah mengambil beberapa tindakan untuk memberikan pelonggaran serta membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan kenyamanan bagi konsumen.

Pemerintahan baru mengikuti pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe saat ini diharapkan mempertimbangkan untuk membuat peraturan baru efektif secara permanen. Tindakan khusus untuk penggunaan taksi ditujukan untuk mendukung industri yang terpukul di tengah pandemi dan juga menutupi kekurangan personel dalam layanan pengiriman makanan.

KabarPenumpang.com melansir asia.nikkei.com (10/9/2020), pemerintah telah mengizinkan taksi untuk mengangkut kargo hanya di daerah pedesaan, tetapi mereka akan dapat mengirimkan makanan dan minuman secara nasional. Hingga awal September, 1.739 perusahaan taksi yang mengoperasikan 54.009 kendaraan telah mendapatkan izin pengiriman tersebut dari pemerintah.

Karena banyak perusahaan taksi yang mencari keuntungan, pemerintah telah memperpanjang tenggat waktu untuk tindakan khusus tersebut hingga akhir September. Mulai Oktober, pemerintah akan memberikan izin tersebut kepada operator taksi hingga dua tahun dan memungkinkan perpanjangan jika diinginkan.

Operator taksi diharuskan memuat makanan dan minuman di bagasi kendaraan mereka, dengan tarif pengiriman ditentukan melalui negosiasi antara perusahaan taksi dan perusahaan individu. Orang-orang juga menikmati kenyamanan yang dihasilkan dari pelonggaran pembatasan di area lain.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan pada bulan April untuk sementara mencabut pembatasan telemedicine, memungkinkan pasien untuk mengakses pemeriksaan dan perawatan medis awal secara online atau melalui telepon. Pasien juga bisa mendapatkan obat untuk dikirim ke tempat tinggal mereka.

Kementerian Pertanahan, Prasarana, Transportasi, dan Pariwisata, sementara itu, mengizinkan restoran memasang meja dan kursi di trotoar hingga akhir November. Di daerah perkotaan, layanan pesan-antar makanan seperti Demae-can dan Uber Eats menjadi lebih umum.

Namun, hanya sedikit layanan pengiriman yang tersedia di daerah pedesaan. Oleh karena itu, pemerintah menyadari bahwa terdapat lebih banyak permintaan untuk pengiriman di daerah-daerah tersebut dan melihat taksi sebagai cara untuk mengisi kesenjangan tersebut.

Baca juga: Tak Harus Terbang untuk Nikmati Sajian di Pesawat, Harga Mulai Puluhan Ribu! Tertarik Mencoba?

Kementerian akan segera mengeluarkan pemberitahuan tentang sistem baru. Setelah pembatasan dicabut, ia akan memantau perkembangan untuk melihat apakah ada masalah yang muncul dan juga akan memeriksa dengan cermat bagaimana sistem itu sebenarnya digunakan.

Demi Bertahan Hidup, Maskapai AirAsia Banting Setir Bisnis Akikah

Seribu satu macam cara maskapai penerbangan cari selamat, dari mulai restrukturisasi utang, membukan bisnis lain yang masih related, sampai memulai bisnis yang tak berhubungan langsung dengan industri penerbangan. Salah satunya AirAsia.

Baca juga: Digugat Leasing Pesawat Rp340 Miliar dan Rugi Rp3,1 Triliun, AirAsia Diambang Kebangkrutan?

Setelah dihantam isu bangkrut akibat gugatan dari perusahaan leasing asal Hong Kong, BOC Aviation, sebesar US$23 juta atau Rp340 miliar (kurs 14.805), lantaran dua perusahaan AirAsia Group, AirAsia X dan anak perusahaannya, AAX Leasing Two Ltd, mengemplang kewajiban pembayaran utang selama tiga bulan beruntun, core bisnis lainnya di grup perusahaan pimpinan Tony Fernandes ini, AirAsia, justru menjawab kabar tak sedap itu dengan banting setir ke bisnis akikah.

“Selaras dengan pengembangan bisnis digital Grup AirAsia, Ikhlas, hari ini melancarkan satu lagi layanan baru yaitu akikah,” ujar Direktur Ikhlas, Ikhlas Kamarudin kepada media di Kuala Lumpur, seperti dikutip Antara, Selasa (29/9).

“Layanan baru ini terdiri dari akikah luar negeri yang mencakup lebih dari 35 negara di seluruh dunia termasuk Thailand, Kemboja, Vietnam, Laos, Myanmar, Filipina, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, India, Palestin, Pakistan dan banyak lagi dengan harga serendah RM580 atau Rp2 juta lebih untuk seekor kambing,” katanya.

Ikhlas Kamarudin berdalih, pihaknya dengan bangga merilis bisnis akikah ini sebagai sebuah terobosan baru AirAsia. Singkatnya, AirAsia memutuskan membuka bisnis akikah digital ini bukan karena ingin bertahan hidup di tengah lesunya bisnis penerbangan komersial akibat pandemi virus Corona, melainkan ingin memenuhi kebutuhan gaya hidup kaum muslimin di bawah naungan airasia.com.

Model bisnisnya sendiri, pelanggan akan memilih di kota/negara mana, dari 35 kota/negara yang tersedia, kambing akikah tersebut bakal disembelih. Lepas itu, daging akikah tersebut nantinya akan dibagikan ke komunitas atau masyarakat yang membutuhkan, dengan varian harga terjangkau, berkisar Rp1,7-2 juta per kambing.

“Melaksanakan akikah adalah digalakkan bagi umat Islam sebagai tanda syukur untuk bayi yang baru lahir, dan di antara manfaat lain termasuk mengumumkan kelahiran bayi, merayakan bersama keluarga dan rakan-rakan, selain membantu golongan miskin,” katanya.

Baca juga: AirAsia Mulai Kenakan Biaya Bagi Penumpang yang Check-in di Konter Bandara

Bila ditelisik lebih dalam, sebetulnya, skema bisnis seperti itu sudah lazim ditemui di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu lembaga kemanusiaan ternama dalam negeri, setiap tahunnya sejak 2014/15 lalu di musim hari raya Idul Adha, selalu mengadakan kurban digital, persis seperti akikah digital besutan AirAsia, dimana para pequrban memilih jenis hewan qurban dan ingin disalurkan ke wilayah mana, entah pelosok Indonesia ataupun wilayah rawan pangan di luar negeri.

Bahkan, sejak beberapa waktu belakangan, lembaga kemanusiaan tersebut juga ingin terjun ke dunia bisnis akikah digital, jauh sebelum bisnis akikah digital maskapai AirAsia dimulai.

Viral, Penumpang Pesawat Kesurupan Naik Ke Atas Kursi dan Teriak Sumpah Serapah

Entah kata apalagi yang harus terucap ketika melihat kelakuan penumpang yang diluar nalar saat pesawat tengah mengudara. Mungkin awak kabin atau penumpang lain yang melihat akan langsung menahan agar tidak mengganggu selama penerbangan.

Baca juga: [Video] Penulis Terkenal Viralkan Penumpang yang Operasikan Layar Hiburan dengan Jempol Kaki!

Sebab belum lama, insiden seperti ini kembali viral, di mana sebuah video menampilkan kelakuan penumpang yang diluar nalar manusia. Penumpang ini dalam video naik ke atas kursi dan bergantungan di tempat penyimpanan dalam kabin sambil bergelantungan dan terlihat seperti orang yang kesurupan.

https://youtu.be/4UhoFLz-GSk

Dia juga 3emeneriakan sumpah serapah selama penerbangan menuju ke Michigan tersebut. Kemudian dia memekik dengan suara serak rendah “Kita akan bercinta sepanjang malam.”

Dilansir KabarPenumpang.com dari crimeonline.com (29/9/2020), dia tampaknya tidak berbicara dengan siapa pun secara khusus meski akhirnya mulai menggedor bagasi kabin. Saat itu bagasi terbuka dan barang dari dalam mulai berjatuhan.

Pada awalnya tidak ada yang mengintervensi wanita tersebut selama hampir satu menit. Hingga kemudian membuat tiga orang pria mendekatinya dan seseorang bertanya, ‘Apakah Anda siap untuk pergi?’.

Saat mereka memegang pergelangan tangannya dan mengantarnya menyusuri lorong, dia terdengar terengah-engah dan sekali lagi mengulangi “b — h.”

“Coba saja pulang,” kata seorang pria di luar kamera, sementara wanita lain terdengar setuju.

Wanita itu berteriak dan mereka mundur. Video yang direkam oleh seorang penumpang itu dipublikasikan oleh World Star Hip Hop. Video tersebut tidak memberikan informasi apa pun tentang kapan kejadian itu terjadi, maskapai apa atau bagaimana akhir dari insiden tersebut.

Mereka hanya mengatakan, insiden ini terjadi dalam penerbangan ke Detroit dan belum lama karena penumpang terlihat mengenakan masker. Bahkan identitas wanita dalam video pun tidak diungkapkan.

Baca juga: Mengaku Rekam Video Awak Kabin Kirim Pesan Singkat via Ponsel, Penumpang ini Berusaha Peras Emirates

Menjelang akhir video, seseorang terdengar berspekulasi bahwa penumpang yang tidak menentu itu pasti menggunakan narkoba di kamar mandi pesawat.

Inggris Mulai Debut Perdana Kereta Berbahan Bakar Hidrogen

Setelah Jerman, Inggris akan memulai meluncurkan kereta hidrogen pertamanya saat otoritas transportasi bersiap untuk meluncurkan penggerak teknologi ramah lingkungan sebagai bagian dari pemulihan dari pandemi virus corona atau Covid-19. Pada awal uji coba ini Menteri Kabinet Grant Shapps mengunjungi di Warwickshire pada Rabu (30/9/2020) untuk melihat lokomotif berbahan bakar hidrogen yang akan ditempatkan pada jalurnya di jaringan utama.

Baca juga: Dukung Operasional Kereta Hidrogen, Jerman Bangun Stasiun Pengisian Khusus di 2021

Kereta berbahan hidrogen tidak akan mengeluarkan gas berbahaya seperti kereta diesel, karena menggunakan hidrogen dan oksigen untuk menghasilkan listrik, air dan panas. Departemen Transportasi (DfT) mengatakan, teknologi terobosan baru akan tersedia pada 2023 untuk meretrofit kereta dalam layanan saat ini ke hidrogen. Sehingga membantu dekarbonisasi jaringan rel dan memenuhi target dalam menghapus kendaraan berbahan bakar diesel dari jaringan penumpang di tahun 2040 mendatang.

“Saat kami melanjutkan perjalanan menuju pemulihan hijau, kami tahu bahwa untuk benar-benar memanfaatkan kekuatan transportasi untuk memperbaiki negara kami dan untuk menetapkan standar emas global kami harus benar-benar menanamkan perubahan. Itulah mengapa saya senang bahwa melalui rencana kami untuk membangun kembali dengan lebih baik, kami merangkul kekuatan hidrogen dan bentuk transportasi yang lebih berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan yang dihasilkannya,” kata Shapps yang dikutip KabarPenumpang.com dari sciencefocus.com (30/9/2020).

Uji coba yang dkenal dengan Hydroflex ini telah mendukung hibah £750 ribu dari DfT dan mengikuti hampir dua tahun pekerjaan pengembangan serta lebih dari £1 juta investasi oleh Porterbrook pemilik utama kereta api Inggris dan Universitas Brimingham. Proterbrook mengatakan kereta komuter akan mulai diproduksi karena terus bekerja sama dengan Universitas Brimingham dalam pengembangan modul bertenaga hidrogen dan baterai yang dapat dipasang di bawah kereta sehingga memungkinkan banyak ruang untuk penumpang.

“Saya senang dapat mengumumkan niat kami untuk mulai memproduksi kereta Hydroflex, menciptakan kereta api dua mode bertenaga listrik dan hidrogen pertama di dunia, serta menciptakan peluang yang signifikan bagi Rantai pasokan Inggris,” kata Mary Grant kepala eksekutif Porterbrook.

Sekretaris Jenderal RMT Mick Cash menyerukan agar kereta hidrogen masa depan diproduksi di Inggris untuk membantu pemulihan ekonomi setelah virus corona. Dia mengatakan, memperluas basis manufaktur Inggris untuk kereta hidrogen dapat membantu mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan pemulihan ekonomi dari Covid-19

“Sangat penting bahwa semua manufaktur dilakukan di dalam negeri. Investasi pemerintah di sektor manufaktur rel Inggris akan menciptakan lapangan kerja terampil baru dan meningkatkan ekonomi sebagai bagian dari pemulihan ekonomi hijau kami dari Covid-19,” kata Cash.

Baca juga: Hyundai Rotem Mulai Masuki Sektor Kereta Api Hidrogen

Sementara itu, Asosiasi Staf Gaji Transportasi melobi Pemerintah untuk “memulihkan” rencana elektrifikasi yang disimpan untuk jalur kereta api negara jika ingin mencapai jaringan transportasi hijau. DfT berharap terobosan perkeretaapian ini akan memungkinkan lebih banyak moda transportasi untuk mengadopsi bahan bakar ramah lingkungan.

Fokker F-VII – Pesawat Legendaris ‘Pelaku’ Penerbangan Perdana Reguler Amsterdam-Batavia di Tahun 1924

Sebelum dikenal untuk uji coba penerbangan antarbenua pertama KLM rute Amsterdam-Batavia pada 1 Oktober 1931, pesawat Fokker F-VII sebetulnya sudah lebih dahulu dikenal berkat penerbangan bersejarah lainnya.

Baca juga: Hari ini, 96 Tahun Lalu, Sejarah Rute Reguler Terpanjang Dunia KLM Amsterdam-Batavia Dimulai

Tercatat, Kolonel Richard Evelyn Byrd, pengelana wilayah kutub Utara dan Selatan dari Amerika Serikat sekaligus penerbang terkenal dunia yang kerap disebut terkait teori bumi datar; Charles Kingsford Smith, pilot pertama yang berhasil melahap rute transpasifik, AS-Australia; dan Amelia Earhart, seorang pelopor penerbangan wanita pertama yang menerima medali Distinguished Flying Cross, pernah menggunakan pesawat single engine tersebut dalam berbagai penerbangan bersejarah.

Dikutip dari aviation-history.com, Fokker F-VII diketahui berhasil terbang perdana pada 24 November 1924. Pesawat dengan konstruksi terdiri dari pipa baja, penutup kain, dan sayap berlapis kayu ini mampu mengangkut sebanyak 8-12 penumpang serta dua orang kru.

Di masa kejayaannya, Fokker F-VII diproduksi sebanyak 250 unit. Namun, sebaran dari jumlah tersebut bisa dibilang cukup banyak, meliputi negara-negara di seluruh Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia, Australia, dan Amerika Serikat.

Fokker F-VII generasi pertama dibekali dengan mesin tunggal Rolls Royce Eagle IX -mesin yang digunakan dalam penerbangan uji coba bersejarah antara Amsterdam ke Batavia- berkekuatan 260 hp (horse power atau tenaga kuda), Napier Lion 450 hp, atau mesin Bristol Jupiter.

Setahun berselang, F-VIIa lahir dengan didukung oleh mesin 400 hp Packard Liberty dan didemonstrasikan oleh Anthony Fokker di Amerika Serikat. Saat mempromosikan pesawatnya di Amerika Serikat, Anthony Fokker ikut berpartisipasi dalam Ford Reliability Tour dan menghasilkan versi F-VIIa-3ms dengan tiga mesin Wright J-4 Whirlwind 200 hp. Versi ini merupakan tri-motor atau tiga mesin Fokker pertama dan berhasil melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 4 September 1925.

Di antara versi atau jenis lain, Fokker F-VIIa-3ms menjadi varian yang paling laris dengan total produksi sebanyak 145 unit. Penggunannya pun juga lebih luas, mulai dari pesawat komersial, pesawat pembom, hingga pesawat amfibi.

Fokker F-VII. Foto: Wikimedia Commons

Selain varian tersebut di atas, Fokker F-VII juga memiliki 13 versi pengembangan lainnya. Namun, hanya beberapa dari mereka yang berhasil mendapatkan lisensi, seperti Avro 618 Ten dan Avia F-VIIb / S-19.

Baca juga: Stasiun Blitar, Sejarah Panjang dari Fokker Hingga Soekarno

Terlepas dari banyaknya versi dengan beberapa pengembangan di bagian mesin dan dimensi, secara umum, spesifikasi Fokker F-VII cukup mentereng pada zamannya.

Pesawat tersebut diketahui mampu terbang sejauh 1.160 km di ketinggian 2.600 meter pada kecepatan jelajah 155 km per jam. Selain itu, pesawat dengan tinggi sekitar 4 m, panjang 14 meter lebih, dan bentang sayap mencapai 19.3 m ini juga memiliki kemampuan berat lepas landas maksimum (MTOW) 3.650 kg serta kapasitas penumpang sebanyak 10 orang.

Singapura Menjadi yang Pertama Gunakan Verifikasi Wajah dan Skema Identitas Nasional

Singapura akan menjadi negara pertama yang menggunakan verifikasi wajah dalam skema identitas nasionalnya. Di mana dengan pemeriksaan biometrik ini akan memberi warga Singapura akses aman ke layanan swasta maupun pemerintah. Verifikasi wajah ini sendiri sudah diuji coba di bank dan kini akan diluncurkan secara nasional. Pemeriksaan biometrik tersebut tidak hanya mengidentifikasi seseorang, tetapi memastikan bahwa mereka benar-benar hadir.

Baca juga: Vision-Box Hadirkan Teknologi Identitas Digital dengan Biometrik Canggih di Bandara

“Anda harus memastikan bahwa orang tersebut benar-benar hadir saat mereka melakukan otentikasi, bahwa Anda tidak sedang melihat foto atau video atau rekaman yang diputar ulang atau deepfake,” kata Andrew Bud, pendiri dan kepala eksekutif iProov, Inggris yang dikutip KabarPenumpang.com dari bbc.com (25/9/2020).

Teknologi pemeriksaan biometrik tersebut akan diintegrasikan dengan skema identitas digital negara yakni Singpass. Sehingga masyarakat Singapura akan lebih udah mengakses pada layanan pemerintah. Andrew mengatakan, ini adalah pertama kalinya verifikasi wajah berbasis cloud yang digunakan untuk mengamankan identitas masyarakat dengan menggunakan skema digital nasional.

Singapura. Sumber: singaporeair.com

Pengenalan wajah dan verifikasi wajah sendiri bergantung pada pemindaian wajah subjek dan mencocokkannya dengan gambar di database yang ada untuk menetapkan identitas mereka. Perbedaan utama adalah verifikasi memerlukan persetujuan eksplisit dari pengguna sehingga mendapatkan sesuatu sebagai imbalan seperti akses ke ponsel atau aplikasi ponsel cerdas bank mereka. Sedangkan teknologi pengenalan wajah adalah sebaliknya di mana memungkinkan memindai wajah semua orang di stasiun kereta dan memberitahukan kepada pihak berwenang jika penjahat yang tengah dalam pencarian melintas dan tertangkap oleh kamera.

“Pengenalan wajah memiliki berbagai implikasi sosial. Verifikasi wajah sangat tidak berbahaya,” kata Andrew.

Pendukung privasi, bagaimanapun, berpendapat bahwa persetujuan adalah ambang batas rendah saat menangani data biometrik sensitif. Ioannis Kouvakas, petugas hukum di Privacy International yang berbasis di London mengatakan, persetujuan tidak berfungsi jika ada ketidakseimbangan kekuasaan antara pengontrol dan subjek data, seperti yang diamati dalam hubungan warga negara.

Saat ini perusahaan teknologi Amerika Serikat dan Cina ikut serta dalam verifikasi wajah. Ini terlihat seperti aplikasi perbankan yang mendukung Apple Face ID atau Google Face Unlock untuk Verifikasi. Sedangkan Alibaba di Cina memiliki aplikasi Smile to Pay. Banyak pemerintah telah menggunakan verifikasi wajah juga, tetapi hanya sedikit yang mempertimbangkan untuk memasang teknologi ke KTP. Dalam beberapa kasus, itu karena mereka tidak memiliki KTP sama sekali. Di AS, misalnya, kebanyakan orang menggunakan SIM yang dikeluarkan negara bagian sebagai bentuk identifikasi utama mereka.

Cina belum berusaha untuk menghubungkan verifikasi wajah dengan ID nasionalnya, tetapi tahun lalu memberlakukan aturan yang memaksa pelanggan untuk memindai wajah mereka ketika mereka membeli ponsel baru, sehingga mereka dapat diperiksa berdasarkan ID yang diberikan. Namun demikian, verifikasi wajah sudah tersebar luas di bandara, dan banyak departemen pemerintah yang menggunakannya, termasuk Kantor Dalam Negeri Inggris dan Layanan Kesehatan Nasional serta Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Teknologi Singapura sudah digunakan di kios-kios di cabang kantor pajak Singapura, dan salah satu bank besar Singapura, DBS, memungkinkan pelanggan untuk menggunakannya untuk membuka rekening bank online. Ini juga mungkin digunakan untuk verifikasi di area aman di pelabuhan dan untuk memastikan bahwa siswa mengikuti tes mereka sendiri dan juga akan tersedia untuk bisnis apapun dan memenuhi persyaratan pemerintah.

“Selama memenuhi persyaratan, kami tidak benar-benar membatasi bagaimana verifikasi wajah digital ini dapat digunakan. Dan persyaratan dasarnya adalah itu dilakukan dengan persetujuan dan dengan kesadaran individu,” kata Kwok Quek Sin, direktur senior identitas digital nasional di GovTech Singapura.

Baca juga: Osaka Metro Uji Gerbang Tiket Otomatis dengan Sistem Pengenalan Wajah

GovTech Singapore berpendapat bahwa teknologinya akan bagus untuk bisnis, karena mereka dapat menggunakannya tanpa harus membangun infrastruktur sendiri. Selain itu, kata Kwok, lebih baik untuk privasi karena perusahaan tidak perlu mengumpulkan data biometrik apa pun.

WHO Setujui Rencana Peluncuran 120 Juta Tes Diagnostik Cepat Covid-19

Faktanya, sampai saat ini belum ada alat untuk mengecek tes Covid-19 yang dapat mengeluarkan hasil dengan cepat dan akurat. Bila pun ada tes cepat mencari antigen, atau protein yang ditemukan di permukaan virus, umumnya dianggap kurang akurat meski jauh lebih cepat daripada tes genetik tingkat tinggi, yang dikenal sebagai tes PCR. Hal ini juga yang membuat beberapa negara kemudian mencoba untuk membuat vaksin dan alat tes untuk hasil dengan waktu yang cepat serta akurat.

Baca juga: Gelar Rapid Test, Bandara Vancouver dan WestJet Airlines Jadi Contoh Penanganan Covid-19 di Kanada

Kemudian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menyetujui rencana untuk meluncurkan 120 juta tes diagnostik cepat untuk virus corona. Rencana ini bertujuan untuk membantu negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam mengatasi kesenjangan pengujian dengan negara yang lebih kaya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari theguardian.com (28/9/2020), tes diagnostik cepat ini berbasis antigen yang dikeluarkan oleh WHO untuk daftar penggunaan darurat membuthkan  biaya sekitar sekitar €4,28 atau sekitar Rp74 ribu per unitnya. Awalnya program ini membutuhkan €513,9 juta dan belum sepenuhnya didanai tetapi akan dimulai paling cepat bulan depan untuk menyediakan akses yang lebih baik ke daerah yang lebih sulit dijangkau dengan tes PCR yang dilakukan di banyak negara kaya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji program tersebut sebagai “kabar baik” dalam memerangi Covid-19.

“Tes ini memberikan hasil yang dapat diandalkan dalam waktu sekitar 15 hingga 30 menit, bukan berjam-jam atau berhari-hari, dengan harga yang lebih rendah dengan peralatan yang kurang canggih. Ini akan memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan tes PCR,” kata Tedros.

“Kami memiliki kesepakatan, kami memiliki pendanaan awal dan sekarang kami membutuhkan dana penuh untuk membeli tes ini,” tambahnya.

Dr Catharina Boehme, kepala eksekutif sebuah kelompok nirlaba bernama Foundation for Innovative New Diagnostics, mengatakan peluncuran tersebut akan dilakukan di 20 negara di Afrika dan akan bergantung pada dukungan dari kelompok-kelompok termasuk Clinton Health Access Initiative. Dia mengatakan tes diagnostik akan diberikan oleh SD Biosensor dan Abbott.

Peter Sands, direktur eksekutif Global Fund, sebuah kemitraan yang bekerja untuk mengakhiri epidemi, mengatakan akan menyediakan €42,8 juta awal dari mekanisme respons Covid-19. Dia mengatakan penerapan tes diagnostik cepat antigen berkualitas akan menjadi “langkah signifikan” dalam membantu menahan dan memerangi virus corona.

Banyak negara kaya juga menghadapi masalah dalam melakukan pengujian yang akurat, dan pengujian itu sendiri bukanlah obat mujarab. Negara-negara seperti Prancis dan Amerika Serikat kadang-kadang menghadapi kemunduran dan masalah, dan tes cepat di Inggris dan Spanyol ternyata tidak akurat.

Baca juga: Keras! Syarat Rapid Test-Swab Test Penumpang Pesawat Dihapus, Pengamat: Pemerintah Merestui Herd Immunity

Tetapi meluncurkan pengujian di negara-negara miskin bertujuan untuk membantu petugas perawatan kesehatan mendapatkan pegangan yang lebih baik tentang di mana virus itu telah menyebar. Sands mengatakan negara-negara berpenghasilan tinggi saat ini melakukan 292 tes per hari per 100 ribu orang, sedangkan negara berpenghasilan terendah melakukan 14 per 100 ribu orang.

Dia mengatakan 120 juta tes akan mewakili “peningkatan besar-besaran” dalam pengujian, tetapi masih sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan di negara-negara tersebut.

Jumlah Penumpang Turun, MRT Jakarta Lakukan Stategi Kontinuitas Bisnis

Beberapa pertanyaan kembali muncul setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB jilid dua diberlakukan. Salah satunya bagaimana dengan nasib moda transportasi baru yakni Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta? Apakah merugi atau baik-baik saja?

Baca juga: “MRTJ Accel,” Kolaborasi MRT Jakarta dan Startup untuk Jalankan Bisnis Anti-mainstream

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, penumpang sempat naik di bulan Juli dan Agustus setelah diberlakukannya PSBB transisi. Namun, dia mengaku pada PSBB jilid dua ini yang dimulai September, penumpang MRT Jakarta per harinya hanya sekitar 13.101.

“Di September karena pemberlakuan kembali PSBB jilid dua yang diperketat maka ridership kita penurunan,” ucap William dalam forum jurnalis virtual, Rabu (30/9/2020).

Bahkan William mengaku, MRT Jakarta juga mengubah jadwal operasionalnya dari jam 05.00 sampai 19.00 dengan jarak tunggu sepuluh menit. Selain itu, William menjelaskan, saat ini pihaknya melarang penumpang yang menggunakan masker scuba satu lapis untuk naik ke kereta. Pelarangan tersebut karena adanya kajian yang menyebutkan masker scuba satu lapis tak efektif dalam memproteksi seseorang dari paparan Covid-19.

“Penumpang diperbolehkan apabila penggunaan masker scuba tiga lapis atau menggunakan masker kain atau medis,” kata William.

Sedangkan peraturan lain yang ditetapkan MRT Jakarta seperti penumpang dilarang berbicara saat berada di kereta dan jaga jarak tetap diberlakukan. Dia menambahkan, pemeriksaan tubuh dan mendesinfeksi kereta setiap hari.

William menambahkan, pada masa pandemi ini, PT MRT Jakarta melakukan strategi kontinuitas bisnis. Dia mengatakan, dalam strategi ini ada tiga periode yang akan dilakukan pihaknya untuk tetap bertahan. Yang pertama adalah periode response, di mana PT MRT Jakarta akan tetap melakukan perlindungan karyawan selama masa pandemi dan akan membantu mereka yang tedampak.

Sebab karyawan adalah aset penggerak perusahaan. Kemudian tetap mengutamakan keandalan pelayanan dan operasional tetap seratus persen baik serta melakukan efisiensi anggaran agar fokus pelayanan transportasi berjalan dengan baik.

Baca juga: Daerah Cagar Budaya di Sepanjang Jalur Fase 2, Jadi Tantangan Tersendiri Bagi MRT Jakarta

“Kedua ada prinsip recovery, MRT Jakarta tetap menjalankan prinsip saat periode respons dan melakukan berbagai inovasi serta terobosan bisnis seperti konstruksi, operasi dan pengembangan bisnis. Ketiga prinsip periode response dan recovery tetap berjalan serta memastikan keberlanjutan korporasi,” jelas William.

Pro Kesetaraan Gender, Japan Airlines Tak Lagi Sebut “Bapak-Ibu”

Setelah tahun lalu melakukan uji coba penerbangan “LGBT Ally Charter” untuk pasangan sesama jenis berserta keluarga, dan telah mengubah aturan untuk memberikan tunjangan pasangan serta keluarga kepada pasangan sesama jenis, tahun ini, Japan Airlines (JAL) mulai melangkah lebih jauh untuk menunjukkan bentuk dukungan terhadap kesetaraan gender.

Baca juga: Tak Seperti Garuda Indonesia, Japan Airlines Mulai Realisasikan Drone Kargo di Perkotaan

Dilansir CNN International, maskapai nasional Jepang itu dikabarkan bakal mengganti frasa “ladies and gentlemen” atau “Ibu-bapak” menjadi salam ramah gender, seperti “selamat pagi” dan “selamat malam”. Sapaan ramah gender itu nantinya bakal diaplikasikan di seluruh penerbangan JAL, baik di bandara maupun saat on board, mulai Oktober 2020 besok.

Dengan keputusan tersebut, JAL didapuk menjadi maskapai besar pertama di Jepang. Bahkan, dalam skala lebih luas, JAL merupakan maskapai pertama di Asia yang menerapkan kebijakan ramah gender atau kebijakan mendukung kesetaraan gender.

JAL bukan maskapai kemarin sore terkait isu kesetaraan gender. Yutaro Iwasaki, humas JAL, mengatakan, “kami telah mempromosikan keragaman dalam komunitas sejak 2014, dan ini adalah salah satu tindakan kami yang diambil untuk memperlakukan semua orang (sama) tanpa memandang jenis kelamin.”

Mundur sedikit ke awal tahun, tepatnya di bulan Maret lalu, JAL telah lebih dahulu mengimplementasikan bentuk dukungan terhadap kesetaraan gender dengan memberikan pramugari pilihan lebih ketika berbusana, dalam hal ini antara penggunaan celana panjang dengan rok. Selain bentuk dukungan kesetaraan gender, keputusan tersebut juga bertujuan agar pramugari lebih nyaman dengan busana yang ia kenakan.

Meskipun Jepang relatif toleran terhadap homoseksualitas, namun hingga saat ini tidak ada perlindungan hukum khusus untuk kaum gay.

Populasi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBTQ) Jepang telah berkampanye menuntut pengakuan yang lebih besar dari pemerintah. Tahun lalu, 13 pasangan sesama jenis mengajukan gugatan yang menuduh pemerintah Tokyo telah melakukan diskriminasi karena gagal mengakui pernikahan mereka. Mereka berharap pengadilan akan memutuskan posisi pemerintah melanggar konstitusional.

Selain fokus pada induk perusahaan, JAL juga mendorong kesetaraan gender ke anak perusahaan mereka. JAL Express, misalnya, bisa dibilang sebagai sebagai maskapai komersial pertama di Jepang yang mempekerjakan pilot wanita, Ari Fuji. Pilot wanita pertama maskapai komersial di Jepang itu mulai bekerja sejak tahun 2019 lalu usai mendapatkan lisensi pilot di Amerika Serikat.

Baca juga: Transgender Mau Jadi Pramugari Ditolak, Layangkan Gugatan ke Mahkamah Agung

Bagi Jepang, hal itu tentu luar biasa. Dari data Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), saat ini diperkirakan hanya ada sekitar 5 persen pilot wanita dari total keseluruhan pilot di dunia.

Di dunia, maskapai yang menunjukkan bentuk dukungan terhadap isu kesetaraan gender pertama kali disuarakan oleh Air Canada pada tahun 2019 lalu. Layaknya JAL sekarang, maskapai tersebut mengganti sapaan “ladies and gentlemen” atau “Ibu-bapak” menjadi salam ramah gender, seperti “selamat pagi” dan “selamat malam”. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh EasyJet, maskapai LCC asal Inggris.