Poimo, Skuter Listrik Tiup dari Jepang

Skuter listrik saat ini semakin dikembangkan baik teknologi maupun bentuknya. Tetapi aturan penggunaan skuter listrik saat ini masih belum jelas. Meski begitu beberapa perusahaan skuter listrik ada yang sudah memikirkan agar bisa membawanya dalam ransel dan tidak merepotkan jika menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Sasar Pasar Last-Mile Transport, Hyundai Kembangkan Skuter Listrik yang Bisa Dilipat

Ya, salah satu perusahaan skuter listrik sudah membuat perubahan yakni menghadirkan skuter listrik tiup. Skuter ini cukup ringkas untuk disimpan dalam ransel penumpang dan telah diluncurkan di Jepang. The Poimo, nama skuter listrik tiup ini dikembangkan oleh University of Tokyo.

Dilansir KabarPenumpang.com dari bbc.com (13/5/2020), skuter listrik tiup ini bisa digunakan setelah dikembangkan menggunakan pompa listrik dengan waktu cukup singkat yakni selama satu menit. Uniknya lagi, skuter listrik Poimo memiliki lima komponen padat seperti dua set roda, sebuah motor listrik, baterai dan setang dengan pengontrol nirkabel bisa dilepas.

Sedangkan bahan utamanaya terbuat dari termoplastik poliuretan (TPU) yang sudah digunakan untuk membuat produk seperti tempat tidur udara. Bahkan untuk sebuah skuter listrik, Poimo hanya memiliki bobot 5,5 kg. Namun, para peneliti berharap untuk mengurangi beratnya di prototipe berikutnya.

“Kami percaya bahwa mobilitas tiup kami, yang berbeda dari sistem mobilitas yang ada dan menciptakan hubungan baru dengan orang-orang, akan berguna bagi kota di masa depan,” kata Ryuma Niiyama, bagian dari tim pengembangan di Universitas Tokyo.

Tahun 2018 lalu, perusahaan California Bird meluncurkan layanan percontohan skuter listrik di Taman Olimpiade Queen Elizabeth di London. Sayangnya sampai saat ini skuter listrik masih dilarang di jalan-jalan Inggris.

Namun pelarangan ini bisa berubah bulan depan menyusul adanya tinjauan mendesak atas undang-undang terkait skuter listrik. Ollie Chadwhick, direktur pelaksana pembuat skuter elektronik Electra-Zoom mengatakan bahwa pihaknya telah menulis surat kepada Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps. Ia meminta pemerintah untuk mempercepat undang-undang ini, sehingga orang dapat merevolusi cara mereka bepergian, bersama-sama dengan momen kembali bekerja tanpa risiko menghadapi transportasi umum yang terlalu penuh atau bergantung pada mobil.

“Undang-undang skuter listrik di Inggris harus disahkan tapi denhan hati-hati, menjaga mereka dari trotoar dan dengan hati-hati membatasi kecepatan maksimum dan kekuatan motor listrik mereka,” ujar Chadwhick.

Baca juga: Gogoro Smartscooter, Skuter Listrik Canggih Berbasis Aplikasi Online

“Undang-undang yang berhati-hati dapat dilonggarkan jika ini terbukti benar. Namun, kami tidak dapat melakukan yang sebaliknya dan membatasi e-skuter bertenaga lebih tinggi begitu orang sudah menggunakannya,” tambahnya.

Bandara Gerald R Ford Tingkatkan Pembersihan Anti Corona dengan Elektrostatik

Hampir semua bandara di dunia saat ini melakukan peningkatan dalam cara pembersihan saat pandemi virus corona atau Covid-19. Peningkatan cara pembersihan dilakukan agar penumpang lebih merasa aman dan nyaman meski belum bisa bepergian tanpa menggunakan masker.

Baca juga: Penggunaan Bilik Sterilisasi, Bila Tak Gunakan Desinfektan Secara Benar Justru Sangat Berbahaya

Salah satu yang melakukan peningkatan dalam cara pembersihan bandara yakni Bandara Internasional Gerald R Ford di Michigan, Amerika Serikat. Mereka melakukan pembersihan di semua sudut bandara dengan desinfektan yang dilakukan beberapa kali dalam sebulan terakhir ini.

“Hanya menambahkan satu lagi ke proses pembersihan kami. Semoga ini memberi orang kenyamanan terutama ketika orang kembali melakukan perjalanan,” kata Tara Hernandez juru bicara Bandara Internasional Geralf R Ford.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman fox17online.com (7/4/2020), Bandara Internasional Gerald R Ford menggunakan bantuan dari Enviro-Master untuk melakukan pembersihan menggunakan desinfektan. Pemilihan Enviro-Master sendiri karena mereka menggunakan mesin uap elektrostatik dalam pembersihan dengan cairan desinfektan.

Mereka mengatakan pembersihan tersebut dengan menggunakan semprotan germisida yang dilakukan sangat cepat. Enviro-Master menjelaskan, alat yang mereka gunakan untuk melakukan pembersihan tidaklah berbahaya bagi manusia. Sebab mesin ketika digunakan akan mengeluarkan kabut desinfektan yang diberi muatan listrik saat melewati nozzle semprotan.

“Bagian elektrostatik adalah kunci, seperti yang saya katakan, apa yang dilakukannya adalah germisida mengalir melalui pistol, itu menempatkan muatan di atasnya sehingga melekat pada semua permukaan. Itu akan berbeda dari jika kamu hanya mengambil botol semprot, kamu tahu, seperti semprotan botol quart dan kamu bisa menyemprotkannya. Tetesan akan jatuh di mana mereka mungkin. Elektrostatik, saat jatuh, itu benar-benar mencapai, meraih apa yang bisa ditemukan,” kata Nate Wolfe, bagian dari pemilik perusahaan.

Dia menjelaskan, dalam proses pembersihan, Enviro-Master memerlukan waktu dua hingga tiga jam untuk membersihan seluruh tempat yang ada di bandara. Wolfe menyebutkan, desinfektan yang mereka gunakan menggunakan jenis yang biasa digunakan di rumah sakit.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, Semua Awak Kabin di Taiwan Dilengkapi APD

“Ini desinfektan kelas rumah sakit. Terdaftar di N EPA yang berarti memiliki klaim untuk membunuh virus corona atau virus yang menyebabkan Covid-19 di antara Anada tahu, 40 ditambah patogen penyakit lain,” jelas Wolfe.

Pembatasan Dilonggarkan, Pekerja Inggris Tanpa ‘Social Distancing’ Padati Kereta dan Bus

Sejumlah orang di Inggris yang tidak lagi bisa bekerja di rumah, mulai kembali ke tempat kerja mereka pada hari Rabu (13/5/2020) kemarin. Kembalinya para pekerja ke tempat kerja dikarenakan pemerintah mulai mengurangi serangkaian pembatasan akibat covid-19.

Baca juga: 12 Stasiun Dunia Sepi Penumpang Imbas Covid-19

Karena hal ini bus dan kereta api mulai dipenuhi kembali oleh para penumpang yang rata-rata pekerja. Bahkan beberapa penumpang mengatakan bus dan kereta terlalu sibuk untuk mematuhi aturan jarak sosial.

Dilansir KabarPenumpang.com dari globaltimes.cn (14/5/2020), seorang penumpang mengatakan kebanyakan orang tidak mengenakan masker dan ini membuatnya takut akan adanya gelombang infeksi kedua. Tak hanya itu, para pekerja kereta mengatakan, ini membuat semua berantakan ketika bagian dari Victoria Line ditangguhkan karena penumpang lebih dari batasnya. “Jarak sosial selama puncak pandemi adalah lelucon. Ini akan menjadi lebih buruk,” kata seorang pekerja.

Mick Cash, sekretaris jenderal serikat Rail, Maritime and Transport (RMT) mengatakan, bahwa peristiwa ini menunjukkan betapa berbahayanya apabila pemerintah menyatakan mereka harus kembali bekerja untuk layanan transportasi di tengah pandemi ini.

“Satu insiden dan kami direduksi menjadi manajemen krisis dengan laporan bahwa jarak sosial tidak dimungkinkan dengan kereta penuh. RMT memperingatkan ini akan terjadi dan kami diabaikan. Kami memantau situasi di seluruh layanan pagi ini dan akan membahas tindakan yang sesuai dengan perwakilan lokal kami”, Cash menambahkan.

Beberapa bus di ibu kota juga dilaporkan lebih sibuk dari biasanya setelah pesan perdana menteri bahwa orang-orang harus kembali bekerja jika memungkinkan mulai hari Rabu. Drew Aspland mengatakan, gagasan untuk menjauhkan diri dari bus atau kereta tidak mungkin dilakukan.

Pada Senin sore, pemerintah Inggris merilis dokumen setebal 50 halaman yang menguraikan jadwal yang direncanakan untuk mencabut pembatasan Covid-19 nasional. ‘Peta jalan indikatif’ pemerintah memiliki tiga langkah yakni langkah pertama dari rencana ini adalah mendorong secara aktif orang-orang yang tidak dapat bekerja dari rumah untuk kembali bekerja dari hari Rabu ini.

Baca juga: Area Dekat Pintu Kereta Komuter, Jadi Lokasi Potensi Terbesar Penularan Virus Corona

Langkah kedua, yang berpotensi akan dimulai dari 1 Juni akan melihat beberapa sekolah dan bisnis mulai membuka kembali. Beberapa acara olahraga dan budaya akan diizinkan berlangsung di balik pintu tertutup. Langkah ketiga yang akan dimulai tidak lebih awal dari 4 Juli akan melihat beberapa bisnis yang tersisa termasuk penata rambut, bioskop dan pub dibuka kembali.

Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa Lahirkan Warisan Penting di Dunia Penerbangan

Di balik musibah, selalu ada pembelajaran yang bisa dipetik untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik; tak terkecuali dengan kecelakaan pesawat terburuk sepanjang sejarah penerbangan global. Minggu 27 Maret 1977, dua pesawat Boeing 747, KLM Penerbangan 4805 dari Amsterdam dan Pan Am Penerbangan 1736 — yang terbang dari Los Angeles dan sempat transit di New York, bertabrakan hebat di Tenerife, Kepulauan Canaria (Canary Islands), Spanyol.

Baca juga: Lima Kecelakaan Penerbangan Akibat ‘Bird Strike’ Terburuk di Dunia

Akibat kejadian itu, 583 nyawa melayang. Seluruh orang yang berada di KLM, yang jumlahnya 248, tewas. Sementara, 335 dari 396 orang yang berada di pesawat Pan Am meninggal dunia, sedangkan 61 lainnya termasuk kedua pilot dan teknisi penerbangan, selamat.

Peristiwa bermula saat dua pesawat Boeing 747, KLM Penerbangan 4805 dari Amsterdam dan Pan Am Penerbangan 1736 bergerak pelan menuju satu-satunya landasan yang tersedia. Demi mendapatkan posisi untuk lepas landas.

Kala itu, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, cuaca cerah mendadak berganti mendung, diselimuti kabut tebal. Visibilitas rendah, para pilot di kedua pesawat tak bisa melihat satu sama lain. Pun dengan pengendali lalu lintas udara di menara.

Penampakan dua Boeing 747 jumbo jadi tak kentara. Karena bandara tak punya radar darat, petugas hanya bisa mengetahui posisi pesawat berdasarkan laporan yang disampaikan lewat radio. Serba karut marut. Sejumlah kesalahpahaman akhirnya berakibat fatal, KLM yang dipiloti Jacob Van Zanten mencoba lepas landas, tak menyadari Pam Am sedang melaju pelan memotong landasannya. Tabrakan pun tak terhindarkan.

Para penyelidik menyimpulkan bahwa kapten KLM bersalah karena lepas landas tanpa izin yang tepat dan tidak membatalkan take-off setelah kru Pan Am melaporkan bahwa mereka masih di landasan. Terlebih, ketika flight engineer bertanya apakah Boeing 747 yang lain meninggalkan landasan, ia dengan tegas mengkonfirmasi bahwa pesawat itu telah meninggalkan landasan.

Dikutip dari aerotime.aero, dua tahun berselang, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun mengadakan sebuah lokakarya yang pada akhirnya menghasilkan sebuah prosedur baru di dunia penerbangan dari sebuah makalah berjudul “Resource management on the Flight Deck”.

Makalah itu disebut menjadi awal dari manajemen sumber daya kru, sebuah prosedur pelatihan bagi pilot untuk menekankan konsentrasi, kesadaran, dan penggunaan sumber daya yang ada oleh awak pesawat di bawah kondisi beban kerja yang tinggi. Prosedur tersebut pun digadang-gadang menjadi salah satu warisan berharga dibalik kelamnya kecelakaan pesawat terburuk sepanjang sejarah.

Warisan berharga lainnya yang paten digunakan di dunia penerbangan saat ini juga lahir dari kecelakaan tersebut, yakni clearing up of Air Traffic Control and flight crew communication. Khusus untuk flight crew communication, prosedur ini tak lepas dari hasil penelitian dari Asosiasi Pilot Maskapai (ALPA) yang menemukan adanya komunikasi aeronautika yang tidak paten. Dari situlah ALPA kemudian membuat sebuah prosedur rigid dalam setiap commercial aeronautical communications.

Baca juga: Misteri Teror Hantu Pesawat Eastern Airlines dengan Nomor Penerbangan 401

Akan tetapi, flight crew communication baru bisa dioperasikan secara resmi pada tahun 2001 setelah Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mempresentasikan serangkaian rekomendasi yang disebut Persyaratan Kecakapan dalam Bahasa Inggris Umum (PRICE). ICAO mengadopsi Standards and Recommended Practices (SARPs) pada tahun 2003 dan berlaku hanya pada bulan Maret 2008 sebelum digantikan dengan prosedur lainnya.

Pada intinya, ketiga warisan tersebut, mulai dari resource management on the flight deck, clearing up of air traffic control, dan flight crew communication menekan sekecil mungkin kesalahan manusia, sebagaimana kecelakaan di Tenerife, Kepulauan Canaria (Canary Islands), Spanyol. Kecelakaan tersebut juga meningkatkan kesadaran bahwa sebagian besar kecelakaan terjadi karena kesalahan manusia, bukan karena kegagalan mekanik atau kendala cuaca; yang pada akhirnya berkontribusi melahirkan tiga prosedur tersebut.

She Taxi di India Kembali Beroperasi Setelah Diberhentikan Tahun 2018

She Taxi diluncurkan tahun 2014 dan beroperasi di bawah inisiatif Taman Gender dari Departemen Keadilan Sosial dan Pengembangan Perempuan Negara Bagian Kerala, India. Ini adalah satu-satunya layanan taksi yang datang untuk membantu orang tua dan orang sakit.

Baca juga: 57 Persen Orang India Lebih Suka Naik Taksi Online Dibanding Taksi Konvensional

Sayangnya layanan She Taxi sempat dihentikan operasinya pada 2018 lalu karena masuknya layanan ride hailing lain seperti Ola dan Uber yang membuat berkurangnya peluang. Seorang pengemudi bernama Mini Latheesh yang bergabung sejak 2014 sampai She Taxi berhenti beroperasi di 2018 tidak bisa melepas hasrat mengemudi dan bergabung dengan Uber untuk sementara waktu.

Namun ketika virus corona menjadi pandemi, She Taxi mulai melanjutkan layanan mereka dan Mini menjadi yang pertama bergabung di Ernakulum. Dia mengatakan, She Taxi saat ini melaju ke garis terdepan dan memperkuat posisinya dengan sistem pemesanan online serta diketahui meluncurkan layanannya sejak 5 April 2020 kemarin.

“Sebagian besar mantan mitra bergabung segera ketika layanan diluncurkan kembali. Tidak seperti waktu sebelumnya, kami memiliki aplikasi yang didedikasikan untuk hal yang sama, sehingga orang lebih sering menggunakan layanan ini. Karena tidak mungkin angkutan umum akan beroperasi kembali lebih cepat, kami berharap She Taxi akan memiliki banyak peminat. Sekarang wahana utamanya berbasis di rumah sakit, ”kata Mini yang dikutip KabarPenumpang.com dari newindianexpress.com (15/5/2020).

Meskipun suami Mini bekerja sebagai pengemudi Ola, dia belum memulai kembali pekerjaannya. Sampai saat itu, semua harapan terletak pada Mini.

“Meskipun layanan 24/7, saya tidak pernah menghadapi kesulitan multitasking. Biasanya, saya lebih suka naik wahana setelah ketiga anak saya kembali dari sekolah,” kata ibu berusia 37 tahun itu.

Selain Mini, ada Ramla Beevi yang juga tinggal di Ernakulum dan menjadi pencari nafkah tunggal bagi keluarganya. Beevi mengaku dirinya selalu sika mengemudi dan warna taksi menjadi nilai tambah bagi dirinya. Beevi juga sebelumnya bergabung dengan She Taxi sejak 2014.

“Ini memang kesempatan kerja bagi beberapa wanita, terutama pada saat-saat yang sulit. Namun, kami hanya bisa bergerak maju dengan kerja sama publik. Untuk beberapa wanita yang tiba larut malam di stasiun kereta api, bandara atau tempat pemberhentian bis, layanan She Taxi mungkin merupakan pilihan paling aman. Kami mengikuti tarif perjalanan sesuai instruksi pemerintah dan memungut biaya yang lebih tinggi hanya setelah 22:00. Sayangnya, banyak orang memilih opsi yang murah daripada keamanan, ”katanya.

Selama penguncian, Beevi mengantar beberapa pasien ke sesi kemoterapi dan dialisis mereka. “Layanannya gratis untuk orang-orang di bawah BPL,” tambahnya.

Sedangkan bagi Nimmya K R, mengemudi dan kecintaan bawaan untuk bepergian menuntunnya bergabung dengan She Taxi. Terlepas dari jeda dalam layanan, ia terus melakukan perjalanan untuk pelanggan secara pribadi.

“Karena pandemi, kami dilengkapi dengan sarung tangan, masker, dan sanitiser. Tombol panik juga dipasang di kabin,” kata perempuan 31 tahun.

Sheeja Prasanna Kumar, bendahara dan koordinator dari She Taxi Owners ‘and Drivers’ Federation, mengatakan terlepas dari biaya dan gangguan taksi online, She Taxi selalu merupakan layanan yang terpuji.

“Sekarang kami memiliki sistem pemesanan online dan ‘Global Track’, vendor pihak ketiga yang telah meningkatkan layanan She Taxi. Sementara taksi sebagian besar untuk orang tua dan orang sakit selama kurungan, mereka sekarang terbuka untuk semua. Kami memiliki sekitar 10 taksi yang beroperasi di Ernakulam dan delapan di Thiruvananthapuram. Kami juga memiliki beberapa pengemudi wanita yang sudah terdaftar tetapi tidak memiliki kendaraan dan banyak yang membutuhkan lebih banyak latihan. Yang terakhir sedang dilatih di sekolah mengemudi, “katanya.

Baca juga: Di India, Suzuki Ertiga Hadir Dalam ‘Setelan’ Taksi Lho!

Layanan She Taxi saat ini dilengkapi dengan sistem pemesanan online dan ‘Global Track’, vendor pihak ketiga yang telah meningkatkan layanan ‘She Taxi’. Ada sekitar sepuluh taksi di Ernakulam.

Nabung Bertahun-tahun, Pria Ini Sulap Boeing 727 Jadi ‘Tesla’ Mewah Seharga Rp3,2 Miliar

Idealisme setiap orang beda-beda, tak terkecuali dengan Bruce Campbell. Eks insinyur listrik ini memilih untuk hidup bertahun-tahun di rumah mungil dan sangat sederhana untuk menghidari kebiasaan berhutang sejak usia muda, tak terkecuali untuk mendapatkan sebuah properti.

Baca juga: Dengan Kocek Kurang dari Rp500 Juta, Nenek 78 Tahun Sulap Boeing 727 Jadi ‘Little Trump’

Setelah cukup uang, ia pun berniat untuk membeli properti secara tunai. Namun, kecintaannya pada dunia aeronautika pun terpanggil ketika ia mendengar banyak pesawat dihancurkan setelah purna tugas. Disebutkan, bahkan, saat itu, ia mendengar setiap hari ada sekitar tiga pesawat dihancurkan setelah pensiun.

Tak mau tinggal diam, pada ahun 1999, ia pun mengambil langkah besar dengan membeli pesawat Boeing 727 seharga 23.000 dolar AS atau sekitar Rp300 juta lebih untuk membangun rumah idaman. Kala itu, ia masih berumur 20-an tahun. Selanjutnya, ia perlu mengeluarkan dana tambahan hingga sebesar 220.000 dolar AS atau sekitar Rp2,9 miliar lebih. Bila ditotal, hunian idaman Bruce bernilai lebih dari Rp3,2 Miliar. Oleh karenanya, ia pun dapat melaksanakan dua hal sekaligus, membeli rumah dan menyelamatkan pesawat.

Bruce memilih tak banyak melakukan perubahan pada interior. Menurutnya, sebuah tindakan yang sangat tidak sopan bila ia mengubah seluruh interior pesawat. Jadi, dengan menaruh rasa hormat tinggi kepada pesawat dan pabrikan (Boeing) ia pun memilih untuk tak banyak melakukan perubahan, kecuali fitur-fitur tambahan penunjang keamanan dan kenyamanan, seperti plumbing dan sistem anti gempa. Foto: The Oregonian / YouTube

Dengan mahar sebesar itu, Boeing 727 karya Bruce pun disematkan beberapa fitur, seperti anti-shock system hingga earthquake protection atau fitur tahan gempa. Kemudian, ia juga menambahkan gundukan beton sebagai alas pesawat serta sistem instalasi plumbing untuk menyediakan air bersih, baik dalam hal kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang memenuhi syarat dan pembuang air bekas atau air kotor.

Mahar miliaran rupiah juga membuat hunian Boeing 727 Bruce dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti seperti penghangat ruangan, listrik, ruang tamu, shower, kamar tidur, lounge, dapur, tempat cuci baju, tempat cucian piring, pendingin ruangan, oven, mesin cuci, perlengkapan dan peralatan konser di sayap kanan pesawat, lantai akrilik transparan, dan sejumlah fasilitas lainnya.

Dikutip dari loveproperty.com, meskipun banyak perubahan, namun, beberapa bagian pesawat masih dipertahankan, seperti pintu masuk buka tutup otomatis atau retractable entrance dari lambung pesawat, jendela, kokpit, livery, dan toilet masih dipertahankan Bruce untuk mempertahankan nuansa keaslian pesawat.

Lagi-lagi, idealisme Bruce berperan besar dalam keputusan tersebut. Menurutnya, sebuah tindakan yang sangat tidak sopan bila ia mengubah seluruh interior pesawat. Jadi, dengan menaruh rasa hormat tinggi kepada pesawat dan pabrikan (Boeing) ia pun memilih untuk tak banyak melakukan perubahan, kecuali fitur-fitur tambahan penunjang keamanan dan kenyamanan, seperti plumbing dan sistem anti gempa.

Bahkan, saking ingin menghargai pesawat, ia pun tak segan untuk membuat aturan lepas alas kaki bagi seluruh tamu yang masuk ke dalam pesawat. Hal itu untuk menjaga pesawat agar benar-benar dalam kondisi bersih dan terawat. Ia pun mengaku bangga dengan apa yang telah ia perbuat dan menyebut karyanya tersebut sebagai ‘Tesla’.

Baca juga: Boeing 727 ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

“Jika warisan rumah keluarga konvensional diibaratkan sebagai Chevy atau Ford, rumah pesawat dapat diibaratkan sebagai warisan seperti Tesla atau Porsche Carrera keluaran terbaru,” kata Bruce.

Bila tertarik melihat ‘Tesla’ Boeing 727 Bruce Campbell, Anda bisa menjumpainya di sebuah hutan di Oregon. Bruce mengaku terbuka dengan para penggemar aeronautika dan bersedia untuk berbagi kisah suksesnya membuat hunian idaman dari Boeing 727.

Mau Naik Pesawat Saat PSBB? Kudu Siap Mati-matian Lakukan Hal Ini

Belum lama ini, Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mendadak viral akibat dipenuhi calon penumpang tanpa adanya protokol kesehatan. Dari beberapa foto yang beredar di media sosial, beberapa protokol kesehatan memang terang-terangan dilanggar calon penumpang, seperti tak memakai masker, physical distancing, atau tak mencuci tangan dengan segera setelah melakukan kontak dengan petugas check-in counter.

Baca juga: Pasca Covid-19, Proses Perjalanan Udara Butuh Empat Jam Sebelum Terbang!

Akan tetapi, foto atau video yang beredar di media sosial mungkin belum sepenuhnya menggambarkan perjuangan calon penumpang untuk bisa pergi ke tempat tujuan menggunakan pesawat. Sebab, dengan sederet peraturan, bepergian dengan menggunakan angkutan udara butuh perjuangan ekstra.

Dilihat KabarPenumpang.com dari sebuah Whatsapp grup (WAG), seorang penumpang yang tak ingin disebutkan namanya mencoba membeberkan pengalaman terbangnya ke Surabaya belum lama ini. Tidak dijelaskan lebih rinci alasan ia terbang, namun, disebutkan ia akan kembali ke Jakarta pada tanggal 17 Mei mendatang, sebelum hasil rapid test miliknya expired.

Menurutnya, kalau bukan karena alasan sangat mendesak, seperti urusan bisnis atau mungkin pulang kampung, mustahil seseorang rela berjuang mati-matian untuk bisa pergi ke tempat tujuan menggunakan pesawat.

Dalam catatannya, sebelum mulai terbang, calon penumpang terlebih dahulu wajib mengikuti rapid test corona, yang setidaknya bisa merogoh kocek sebesar Rp300-400 ribu. Biaya yang sama mungkin akan kembali dikeluarkan calon penumpang jika ia kembali ke kota asal keberangkatan melewati batas hasil rapid test yang hanya berlaku selama sepekan. Belum lagi harga tiket yang dinilainya melambung nyaris dua kali lipat. CGK-SUB dalam kondisi normal berkisar Rp400 ribuan dan saat ini harganya mencapai Rp900 ribu.

Perjuangan calon penumpang untuk bepergian dengan pesawat saat ini tak berhenti sampai di situ. Selain perjuangan finansial, calon penumpang juga berjuang dengan tenaga. Pasalnya, di samping harus mengurus surat dinas (dari sebuah instansi atau sejenisnya) untuk bisa terbang, calon penumpang juga wajib hadir setidaknya empat jam sebelum jadwal terbang. Itupun masih ada kemungkinan terlambat.

Sebab, selama empat jam tersebut, tiga jam di antaranya kemungkinan besar akan dihabiskan calon penumpang untuk mengikuti screening. Proses inilah yang dinilai sebagai biang keladi keterlambatan penumpang plus menguras stamina di tengah kondisi puasa Ramadhan karena harus berdiri berjam-jam. Proses ini juga dinilai sebagai salah satu fase yang dapat membahayakan kesehatan penumpang, karena tak sesuai protokol kesehatan (menjaga jarak sosial). Dengan fakta tersebut, tak jarang, calon penumpang harus menyerobot antrean mengingat jadwal terbang tak bisa ditolelir maskapai.

Pengalamannya kemarin, bahkan ia harus menyerobot sekitar 15 antrean karena jadwal terbang sudah tinggal 30 menit. Padahal, 30 menit sebelum terbang seharusnya ia sudah melewati boarding gate dan menunggu keberangkatan. Namun kala itu ia masih belum mendapat surat clearance. Setelah dapat, terpaksa ia harus berlarian semata untuk mengejar penerbangan. Beruntung ia tak sampai telat.

Baca juga: Apes! Keluar Hanya Beli Masker, Pilot AS Kena Penjara 4 Minggu Gegara Langgar Perintah Lockdown di Singapura

Ketika sampai di bandara tujuan pun, bila melanjutkan perjalanan menggunakan bus, sepertinya bukan pilihan tepat. Sebab, bus dipenuhi penumpang dan tak ada physical distancing atau mengosongkan satu bangku untuk menjaga jarak sosial satu sama lain. Jadi, dengan berbagai kesulitan tersebut, calon penumpang memang bukan hanya harus menyiapkan kocek berlebih untuk mengurus berbagai persyaratan, namun juga kudu siap mati-matian untuk bisa terbang.

Sebagaimana yang sudah umum diketahui, Pemerintah Indonesia memang telah membuka kembali penerbangan komersial sejak 7 Mei lalu. Namun dengan berbagai peraturan penerbangan ketat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti harus melalui gate tertentu, menunjukkan berkas kelengkapan perjalanan seperti misalnya tiket penerbangan, identitas diri, surat keterangan bebas Covid-19, surat keterangan perjalanan, dan berkas lain, mengisi kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card/HAC) dan formulir penyelidikan epidemiologi yang diberikan personel KKP, serta sederet prosedur lainnya.

Hello Kitty ‘Ingatkan’ Penumpang Kereta Jepang untuk Tetap Jaga Jarak Sosial

Ketika jarak sosial atau social distancing tengah dilakukan beberapa negara yang tidak melakukan penguncian atau lockdown. Jarak sosial ini digunakan juga untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 dari orang ke orang lain. Bahkan beberapa moda transportasi umum seperti bus dan kereta sudah memberi tanda untuk jarak sosial agar penumpang satu dan lainnya tidak berdekatan.

Baca juga: Belajar Selama Empat Tahun, Pengemudi Taksi Jepang Fasih Berbahasa Inggris

Nah, bagaimana kalau untuk pencegahan penularan virus corona ini diingatkan oleh tokoh kartun yang ikonik? Sepertinya akan lebih menarik jika menggunakan tokoh kartun ikonik sebagai pengingat penumpang untuk menggunakan masker atau jarak sosial antar penumpang.

Seperti di Jepang, baru-baru ini Stasiun JR Kokura membantu para penumpang yang naik kereta dengan gambar karakter kucing ikonik Hello Kitty. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (5/5/2020), gambar Hello Kitty dan beberapa temannya ditampilkan pada decal lantai bundar bersama dengan maskot kota yakni Teitan dan Black Teitan.

Dalam gambar di lantai tersebut masing-masing karakter dibuat berjarak dua meter untuk menunjukkan jarak sosial yang harus dilakukan penumpang. Pemilihan Hello Kitty dari Sanrio ini sendiri karena sering digunakan dalam inisiatif promosi pariwisata Kitakyushu, sementara orang-orang Teit menolak untuk perlindungan lingkungan.

Selain itu, kota ini juga memasang panel Hello Kitty di kantor pusat dan kantor lingkungan setempat yang menunjukkan dengan tepat jarak dua meter. Seorang pejabat yang bertanggung jawab mengatakan pihaknya berharap orang-orang akan melihat ilustrasi untuk mengonfirmasi seberapa jauh jarak antara mereka dengan dirinya ketika mereka benar-benar harus keluar dari rumah.

Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria

Untuk diketahui, Hello Kitty sendiri sebelumnya digunakan oleh perusahaan kereta Jepang untuk mempromosikan Negeri Sakura ini. Hello Kitty tersebut gambarnya tertempel di kereta shinkansen, bahkan interiornya pun bertemakan kucing milik Sanrio tersebut.

Lansia Meninggal Setelah Kejang-kejang, Bikin Penumpang Bus Lompat dari Jendela

Segala sesuatu yang menyangkut Covid-19 tentu menimbulkan kengerian tersendiri, bahkan bila ada orang yang sakit hingga meninggal di tempat umum, bisa mengakibatkan kepanikan tersendiri di tengah warga.  Seperti seorang pria paruh baya berusia sekitar 65 tahun dinyatakan meninggal di Pusat Kesehatan Stony Hill. Pria tersebut sebelum dibawa ke pusat kesehatan, awalnya menderita kejang-kejang di dalam sebuah bus umum dan membuat penumpang panik.

Baca juga: Pengemudi Bus di Jamaika Maafkan Penumpang yang Tularkan Covid-19

Karena insiden ini kemudian membuat stigma dan diskriminasi yang tersebar luas di Jamaika ketika penyebaran penyakit virus corona atau Covid-19 tampak jelas di masyarakat. Bahkan saat kejang-kejang, penumpang pria tersebut dilaporkan hanya mendapat bantuan seadanya karena kepanikan para penumpang lain di dalam bus.

KabarPenumpang.com melansir dari laman stabroeknews.com (24/4/2020), insiden ini tak hanya membuat panik, bahkan seorang penumpang pria lain sampai melompat akibat ketakutan. Diketahui insiden ini terjadi dalam sebuah bus St Andrew pada hari Rabu (23/4/2020), dan membuat semua penumpang ketakutan berlari ke pintu keluar.

Bahkan beberapa diantaranya melompat melalui jendela mencoba melepaskan diri dari yang mereka anggap pria tua tersebut terinfeksi Covid-19. Inspektur Linval Harrison dari kepolisian Stony Hill mengkonfirmasi kematian penumpang. “Sopir membawanya ke klinik Stony Hill, tempat dia meninggal tak lama setelah itu. Sepertinya dia sakit karena beberapa masalah mendasar, ”kata Harrison.

Bandara Anchorage Alaska Minta Singapore Airlines Terbang Non-Stop Gegara Suhu

Belum lama ini, Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage (ANC) di Anchorage, Negara Bagian Alaska, Amerika Serikat (AS) didaulat menjadi bandara tersibuk di dunia. Kepastian itu didapat setelah pada hari Sabtu, 25 April, ANC mencatat 948 kedatangan dan keberangkatan pesawat. Bandingkan dengan salah satu bandara tersibuk di dunia lainnya (di tengah pandemi), Bandara Heathrow, London, yang hanya mencatat 682 kedatangan dan keberangkatan pesawat.

Baca juga: Virus Corona Justru Bikin Bandara Terpencil Ini Jadi yang Tersibuk di Dunia

Menurut Ian Petchenik, Direktur Komunikasi FlightRadar24.com, ANC beroperasi jauh melampaui kapasitas normalnya dengan muatan penerbangan kargo yang lebih besar dari biasanya. Padahal bandara ini bisa dibilang sedikit terpencil karena hanya bisa dengan mudah diakses lewat udara.

Akan tetapi, prestasi tersebut rupanya belum membuat ANC puas. Sebab, belakangan santer dikabarkan bahwa mereka telah meminta Singapore Airlines (SIA) untuk terbang non-stop dan membuka hub selama pandemi corona ke Anchorage, Alaska.

Sebagaimana dikutip dari mothership.sg, laporan kontributor Forbes (tanpa memberitahu sumbernya) menyebut, juru bicara ANC tertarik dengan Singapura karena dua hal, PDP per kapita tinggi dan iklim panas serta lembab ekstrem sepanjang tahun di sana. Jauh berlawanan dengan iklim dingin sepanjang tahun di Alaska.

Pihak ANC sendiri sudah menargetkan akan membajak salah satu rute potensial SIA, dari semula Singapura-Manchester-Houston menjadi Singapura-Anchorage-Houston. ANC mengklaim, bila itu dilakukan, penerbangan akan menghemat sekitar 2.408 km.

Guna merealisasikan hal tersebut, ANC juga telah menyiapkan skema kerjasama dengan United Airlines untuk melanjutkan penerbangan dari Anchorage-Houston. Jadi, SIA hanya menerbangakan dari Singapura-Anchorage dan Anchorage-Houston akan dilanjutkan oleh United Airlines dengan penerbangan sekitar tujuh jam.

Akan tetapi, skema tersebut bukan tanpa kendala. Menurut beberapa pihak, SIA dan United Airlines adalah dua maskapai dengan reputasi berbeda. SIA terkenal dengan penerbangan premium adapaun United Airlines berada di bawahnya.

Baca juga: Singapore Airlines Kirim A380 Ke ‘Kuburan’ Pesawat di Gurun Australia

Di samping itu, pesawat yang digunakan pun juga berbeda. SIA menggunakan widebody, adapun United Airlines menggunakan narrowbody. Tentu akan menjadi masalah terkait kenyamanan penumpang dan muatan kargo karena berbeda ukuran. Masalah lainnya, SIA terbang ke Houston nyaris sepanjang tahun. Sedangkan United Airlines terbang ke Anchourage secara musiman.

Oleh karena itu, beberapa pihak memprediksi bahwa kerjasama tersebut mungkin hanya bertahan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Meski demikian, itu akan tetap menjadi tawaran menarik bagi warga Singapura yang notabene banyak dari mereka mempunyai cukup uang untuk bepergian keliling dunia namun bingung ingin berkunjung ke wilayah mana terkait ancaman keamanan wabah virus Cina. Sejauh ini, Alaska tercatat sebagai wilayah di AS dengan kasus terendah Covid-19. Pada 14 Mei 2020, Alaska memiliki total kasus 383 Covid-19, dengan 338 pasien di antaranya pulih.