Ke Singapura Naik Singapore Airlines, Bisa Pinjam WiFi Router dan Akses Internet Gratis!

Berwisata ke Singapura nampak kian menyenangkan, bagi Anda wisatawan pemegang tiket pergi pulang dari Singapore Airlines dan SilkAir, kini mendapat tawaran untuk peminjaman WiFi router berikut akses internet secara gratis. Ini memudahkan setiap pelancong untuk kebutuhan akses data tanpa dipusingkan masalah beban biaya roaming data.

Baca juga: Sewa Modem WiFi Portable Kini Jadi Favorit Pelancong Ketika di Luar Negeri

KabarPenumpang.com melansir dari laman airlineratings.com (15/10/2019), untuk menghadirkan WiFi router portable ini, Singapore Airlines bekerja sama dengan DataPro Technologies. Syarat untuk bisa mendapatkan WiFi router portable gratis, penumpang harus berusia 16 tahun keatas dan bisa digunakan selama tiga hari dua malam dengan kuota data sebesar 2GB.

WiFi router ini memiliki daya tahan baterai yang cukup panjang yakni 12 jam dan bisa mendukung lima perangkat seluler. Bila kuota yang diberikan habis dan penumpang masih menetap di Singapura, mereka bisa memperpanjangnya hingga sepuluh hari dan mendapatkan data sebesar 50GB.

Namun masa perpanjangan tersebut tidaklah gratis, karena penumpang akan dikenakan biaya $12 atau Rp124 ribu. DataPro mengatakan, jaringan mereka cukup cepat untuk melakukan panggilan video, menonton streaming, berselancar di media sosial, menggunakan peta digital dan memeriksa email.

Pihak Singapore Airlines merekomendasikan peminjaman router WiFi portable dengan cara memesan secara online sebelum tanggal perjalanan mereka melalui www.singaporeair.com/free3d2nwifi. Setelah itu, ketika penumpang tiba di Bandara Internasional Changi, mereka dapat menuju hotspot pengambilan di hotel Crown Plaza Bandara Changi dengan membawa nomor referensi pemesanan pelanggan penerbangan Singapore Airlines maupun SilkAir untuk menebus WiFi portable tersebut.

Baca juga: Perluas Ekspansi, JavaMifi Gandeng Singapore Airlines

Pelanggan tanpa pemesanan juga dapat melakukan hal yang sama, tetapi ini akan tergantung pada ketersediaan berdasarkan stok yang ada. Perangkat WiFi router harus dikembalikan ke stasiun hotspot di Changi pada saat kepulangan mereka dari Singapura dan maskapai akan mengungkapkan data pribadi kepada DataPro Technologies sesuai dengan kebijakan privasi.

GoJek Hadirkan Tiga Fitur Baru, Permudah Penjemputan Penumpang

Pengguna aplikasi GoJek, kini akan lebih mudah ketika akan memesan layanan GoRide ataupun GoCar. Pasalnya GoJek belum lama meluncurkan fitur baru yakni untuk panduan titk jemput terdekat, titik jemput dengan foto dan layanan GoRide serta GoCar Instan.

Baca juga: GoFood dan GoPay Kini Jadi Andalan GoJek Selain “Ride Hailing”

Pada fitur baru ini, GoJek ingin mengkampanyekan #GakPakeLama dan peluncurannya dilakukan di Plaza Transit Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta pada Selasa (15/10/2019) kemarin. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, kehadiran fitur baru merupakan komitmen GoJek dengan memberikan layanan yang nyaman, mudah dan cepat bagi para pelanggan.

VP Transport Marketing GoJek, Monita Moerdani mengatakan ketiga fitur terbaru tersebut bisa mempercepat penjemputan para pelanggan oleh pengemudi. Fitur-fitur ini bisa diakses melalui pemesanan pada aplikasi GoJek versi terbaru. Berikut panduan tiga fitur baru yang akan memudahkan pelanggan.

1. Panduan Titik Jemput Terdekat
Panduan ini membantu pelanggan memesan layanan GoRide ataupun GoCar saat berada di lokasi yang kurang familiar. Nantinya fitur itu akan merekomendasikan titik penjemputan yang mudah ditemukan oleh para pengemudi. Sehingga pelanggan tak lagi perlu mengetik alamat penjemputan secara manual.

2. Titik Jemput dengan Foto
Ini unik dan berbeda dengan yang lain, di mana titik jemput untuk GoRide dan GoCar yang ada di area keramaian seperti perkantoran, hotel serta pusat perbelanjaan sudah dilengkapi dengan foto. Hal tersebut mempermudah pelanggan dalam menemukan titik jemput yang dipilih.

3. GoRide dan GoCar Instan
Layanan secara instan atau bisa dikatakan dipesan on the spot akan dilengkapi dengan solusi pengelolaan antrian sehingga mengurangi waktu tunggu pelanggan dan mengurangi kemacetan di area penjemputan yang ramai seperti terminal maupun stasiun.

Monita mengatakan, peluncuran GoRide instan sendiri adalah bentuk sinergi GoJek dengan moda transportasi massal dan pemerintah. “Gojek menjadi penyedia layanan feeder transportation”.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk mempersembahkan smart mobility bagi masyarakat Ibu kota, melalui keberadaan transportasi umum yang terintegrasi.

Baca juga: Saingan GoJek dan Grab, “Anterin” Bisa Pilih Pengemudi Suka-Suka

Sebelumnya, fitur GoRide Instan dan GoCar Instan sudah dapat digunakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Stasiun Depok Baru dan Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas serta Stasiun Commuter Line Sudirman. Di luar ibu kota, kedua fitur juga akan segera tersedia di beberapa kota seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan dan Makassar.

LRT Jabodebek Siap Uji Coba, Bagaimana Tarif, Headway dan Kapasitas Keretanya?

Light Rail Transit (LRT) Jabodebek meski belum 100 persen selesai atau tepatnya progres penyelesaian baru 78,5 persen, akan mulai uji coba untuk koridor Cibubur-Cawang pada 18 Oktober-18 November 2019. Uji coba ini bisa dimulai setelah kereta buatan PT INKA tersebut diangkat ke depo Stasiun Harjamukti, Cibubur.

Baca juga:  Dilengkapi 17 Stasiun, LRT Jabodebek Siap Mengular di 2021

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, satu rangkaian kereta (trainset) yang diangkat ke atas rel menggunakan Gantry Crane tersebut terdiri dari enam kereta (car). Berbeda dengan kereta milik LRT Jakarta, satu rangkaian kereta LRT Jabodebek ini mampu mengangkut 750 sampai 1200 penumpang sekali jalan dan ditargetkan kapasitas sehari mampu mengangkut 15 ribu penumpang dapat tercukupi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, saat ini sudah ada enam trainset yang tersedia untuk di uji coba di depo sementara. Dia menambahkan nantinya secara keseluruhan akan ada 31 rangkaian kereta untuk koridor Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Dukuh Atas-Bekasi Timur.

Zulfikri mengatakan, kereta yang diproduksi oleh PT INKA ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen. Dalam pengoperasiannya nanti untuk headway atau jarak kedatangan antar kereta direncanakan tiga hingga enam menit sekali lintas dari Stasiun Harjamukti menuju ke Cawang dan sebaliknya.

Dalam masa uji coba ini, pihak pemerintah juga mulai membicarakan tarif untuk LRT Jabodebek. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, tarif LRT jakarta akan dipatok flat Rp12 ribu, mirip dengan skema LRT Jakarta yang menetapkan tarif flat Rp5 ribu.

Dia menjelaskan tarif tersebut merupakan tarif subsidi yang diberikan pemerintah sebesar 50 persen. Sedangkan untuk harga komersial sendiri sebelum adanya subsidi, LRT Jabodebek meperkirakan sekitar Rp25 ribu. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Divisi LRT Jabodebek PT KAI (Persero) John Roberto.

“Penetapan tarif Rp12 ribu itu dilihat dari tarif keekonomian kita. Kalau kita hitung (tarif LRT Jabodebek) sekitar Rp30 ribu tapi pemerintah memandang masyarakat itu mampu Rp12 ribu flat sekali jalan,” kata dia.

Baca juga: Tak Kunjung Rampung, LRT Jabodebek Lintasan Kuningan-Dukuh Atas Terganjal Masalah!

Tak hanya tarif, bahkan pihak LRT Jabodebek juga sudh merencanakan bisa terintegrasi dengan moda lainnya yang akan memudahkan penumpang. Salah satunya yakni terintegrasi dengan KRL. LRT Jabodebek sendiri diperkirakan akan beroperasi di koridor Cibubur-Cawang pada 2021 mendatang dan saat ini proyek pengerjaannya terus dilakukan, sedangkan rute hingga Bogor diproyeksi rampung di tahun 2022.

Manchester, Bandara dengan Waktu Pemeriksaan Keamanan Paling Lama di Inggris

Terkenal dengan klub sepak bolanya, Manchester United dan Manchester City, siapa sangka Bandara Manchester ternyata dinobatkan sebagai salah satu bandara dengan waktu tunggu untuk pemeriksan keamanan paling lama di dunia. Bukan hanya sekedar isapan jempol semata, pernyataan di atas didapatkan dari survei online yang melibatkan kurang lebih 4.000 penumpang. Walhasil, penumpang berharap agar otoritas bandara bisa mereduksi waktu tunggu penumpang.

Baca Juga: Rahasia di Bandara yang Tak Semua Diketahui Penumpang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (15/10), adapun waktu tunggu yang ada di Terminal 1 mencapai 17 menit, sedangkan di Terminal 2 dan 3 waktu tunggunya mencapai 15,5 menit. Waktu tunggu tersebut tentu berada jauh di atas Bandara Heathrow Terminal 5 yang rata-rata hanya menghasilkan waktu tunggu 8,6 menit saja. Tentu saja, ini merupakan perbandingan waktu yang sangat lama, mengingat waktu tunggu penumpang di bandara tercepat diraih oleh Bandara Southampton dan Bandara London Southend yang hanya memakan waktu tunggu rata-rata 5,2 menit.

Ini menjadi menarik untuk dibahas, terutama perihal, “apa yang membuat waktu tunggu penumpang di bandara bisa melonjak segitu tingginya,”

Adalah prosedur keamanan bandara yang katanya membuat waktu tunggu di bandara menjadi lama. Namun tentu saja Anda tidak bisa melewatkan bagian ini begitu saja, mengingat Anda tidak akan pernah bisa masuk ke dalam pesawat tanpa adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap Anda dan barang bawaan. Dari sini, mulai tampak visi dari bandara yang ingin berusaha untuk memangkas waktu tunggu tersebut dengan menghadirkan teknologi mutakhir yang dapat secara signifikan memangkas waktu tunggu penumpang.

Seorang penulis di Travel Editor, Rory Boland mengatakan bahwa, “Sangat jarang sekali ada maskapai yang menunda keberangkatan karena ada penumpangnya yang masih ‘terperangkap’ di antrian pengecekan keamanan.”

“Sejatinya, antrean penumpang di bagian keamanan berada di luar kontrol dari pihak maskapai,” sambung Rory.

Namun, pihak Bandara Manchester melalui salah satu juru bicaranya mengatakan, “Bahkan kala peak season, waktu tunggu rata-rata maksimum adalah lima menit enam detik, pada Juli 2019,”

Di sini, tampak ada dua perbandingan angka yang cukup signifikan, dimana penumpang mengatakan waktu tunggu di Bandara Manchester mencapai belasan menit, sedangkan pihak bandara mengatakan waktu tunggu kala peak season saja hanya berkisar lima menit – dengan asumsi waktu tunggu di low season lebih rendah.

Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Terlepas dari semua itu, ada baiknya Anda selalu datang jauh lebih awal ketimbang waktu keberangkatan Anda. Bukan melulu ingin memotong waktu istirahat Anda atau menyiksa karena harus menunggu cukup lama di bandara. Namun seperti yang sudah digambarkan di atas, ada yang namanya estimasi waktu tunggu penumpang yang harus melewati bagian pemeriksaan keamanan. Jadi, jangan sampai waktu liburan Anda terenggut begitu saja hanya karena antrean keamanan di bandara!

Joanna Chiu: Kepala Biro Surat Kabar yang Sukses Hentikan Pelecehan Seksual di kabin

Ketika terbang di malam hari, memang tidur sangatlah nikmat untuk melepaskan kelelahan seharian. Namun bagaimana bila saat akan tidur tetapi penumpang dibelakang Anda seperti akan melakukan tindakan tidak pantas dan membuat terjaga karenanya?

Baca juga: Pelecehan Seksual, Pramugari Dipaksa ‘Nyebokin’ Penumpang

Hal ini dirasakan seorang kepala biro surat kabar The Star Vancouver an Toronto Star, Joanna Chiu. Dia memulai ceritanya tentang tindakan mengerikan dan menjadi viral karena dibagikan melalui Twitter.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk, Chiu saat itu berbagi cerita tentang seorang gadis dilecehkan seorang penumpang pria yang duduk disebelahnya dalam penerbangan.

“Saya naik pesawat dari persinggahan malam hari dan sangat lelah dan harus tidur sendiri tetapi tidak bisa menghindari apa yang terjadi di barisan belakang saya,” tulis Chiu dalam akun Twitter miliknya.

Dia menulis lagi, seorang pria dengan umur di akhir 30-an jelas senang duduk di sebelah seorang remaja yang terpisah dari anggota keluarga lainnya. Pria tersebut mulai bertanya-tanya tentang rencana karir remaja tersebut.

“Pria itu tertawa dan memberikan nasihat konyolnya saat remaja itu berkata dia ingin menjadi CEO,” tulisnya lagi.

Gadis itu ramah kepada orang asing yang banyak bicara, tetapi Chiu merasa ada sesuatu yang menyeramkan ke tingkat baru dengan godaan dan mengajaknya makan malam beberapa kali yang diabaikan remaja perempuan itu.

“Pada titik ini aku harus tetap terjaga kalalu-kalau ada yang lebih jauh dari itu,” ujar Chiu.

Yang ditakutkan Chiu pun terjadi, dimana pria itu meminta foto sambil mencondongkan tubuh ke arah remaja wanita tersebut.

“Aku berbalik dan membisikkan amarah persis apa yang aku pikirkan tentang itu dan dia tidak mengatakan apa-apa dan pergi ke toilet,” ujar Chiu.

Ternyata tidak hanya Chiu yang mendengar percakapan pria dengan remaja perempuan tersebut, wanita lain yang duduk tepat dibelakang gadis itu pun mengatakan, bahwa dia harus berpindah duduk. Karena hal tersebut, Chiu kemudian memberitahukan kepada awak kabin terkait situasi yang terjadi dan ketika pria itu kembali ke kursinya, awak kabin memintanya untuk pindah.

“Faktanya dia menolak untuk pindah, lalu mulai bersumpah pada saya dan meminta untuk berbicara dengan bos. Kemudian awak kabin berkata, ‘Saya bos, ini sangat serius dan kami bisa mendaratkan pesawat karena hal ini,'” tulisnya di Twitter.

Pria itu akhirnya berganti tempat duduk dan sementara Chiu mengatakan situasinya ditangani dengan baik, dia khawatir bahwa hanya penumpang wanita yang tampaknya memperhatikan pertukaran yang tidak pantas.

“Mungkin sesama wanita lebih cenderung menangkap tanda-tanda peringatan sejak awal dalam percakapan karena kita dulu adalah gadis remaja juga,” katanya.

Baca juga: [18+] Hampir Separuh Pramugari di Jerman Pernah Alami Pelecehan Seksual!

“Semua orang dewasa harus waspada dan tahu ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk campur tangan bahkan ketika kejahatan belum secara teknis dilakukan,” katanya.

Boeing dan Porsche Bersatu Garap “Luxury,” eVTOL Khusus Orang Tajir Melintir!

Jargon ‘Orang kaya mah bebas’ agaknya tepat untuk menggambarkan garis besar dari artikel yang satu ini. Pasalnya, manufaktur otomotif terkemuka asal Negeri Bavaria, Porsche kabarnya tengah terlibat kerja sama mutualisme dengan manufaktur kedirgantaraan asal Amerika Serikat yang kini tengah terpuruk, Boeing dalam upayanya untuk menghadirkan moda electric Vertical Take-Off and Landing (VTOL) berlabel Luxury. Dari sini saja, Anda pasti sudah bisa menebak peruntukkan moda ini – ya, khusus untuk orang-orang kaya!

Baca Juga: Peneliti University of Michigan: Kendaraan VTOL Listrik Lebih Ramah Lingkungan Ketimbang Mobil Listrik

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman theverge.com (11/10), antara Boeing dan Porsche sendiri sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman yang eksklusif – dimana keduanya sudah menyepakati untuk bekerja sama dalam mengembangkan VTOL premium khusus orang kaya ini, namun nota kesepahaman ini tidak terikat perjanjian yang mengikat.

“Kami akan menciptakan tim internasional untuk mengatasi berbagai aspek mobilitas udara perkotaan, termasuk analisis potensi pasar untuk kendaraan premium dan kemungkinan penggunaannya di masa yang akan datang,” ujar salah seorang dari Boeing.

Kata ‘premium’ yang bertengger di balik kerja sama ini sejatinya menggambarkan bahwa di depannya moda ini tidak akan dipergunakan secara massal, melainkan hanya untuk orang-orang tertentu saja – begitu halnya dengan rekanan Boeing dalam kerja sama ini, Porsche yang sudah terkenal sebagai produsen mobil kelas wahid.

Di sini, tidak hanya Boeing dan Porsche yang akan berkecimpung, melainkan juga anak perusahaan dari Boeing, Aurora Flight Science juga akan turut terjun mengembangkan moda super eksklusif ini. Tidak main-main, Aurora yang cukup serius dalam mengerjakan proyek bersama induk perusahaannya ini langsung ‘menggertak’ dengan melakukan uji coba penerbangan singkat di Manassas, Virginia pada awal tahun 2019 kemarin.

Baca Juga: [VIDEO] Uji Penerbangan Alpha One Vahana yang Berikan Gambaran Moda Transportasi Futuristik

Jika moda ini sudah diuji dan siap untuk mengudara, maka giliran Porsche yang kini bermain dengan konsep eksklusif khas mereka. Nantinya desain interior untuk moda ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan selera orang-orang berduit. Sehingga semua pihak yang terlibat dalam pengembangannya sama-sama memiliki porsi kerjanya masing-masing.

Namun agaknya Anda semua harus sedikit bersabar karena baik pihak Boeing maupun Porsche belum secara rinci menyebutkan kapan bisa merilis moda ini ke masyarakat luas.

Gegara iPhone Mati, Wanita ini Harus Bayar Denda Rp8,6 Juta di Bus Kota

Ponsel mati karena kehabisan baterai jamak terjadi pada setiap orang. Namun bagaimana bila saat ponsel mati justru kena denda 476 poundsterling (setara Rp8,6 jutaan)?

Baca juga: Bandara Schiphol Sandang Predikat WeChat Pay Smart Airport

Nah, kejadian di atas telah menimpa seorang wanita yang saat itu naik bus dan membayar ongkos melalui Apple Pay senilai 1,50 pounsterling atau Rp27.000. Jemima Kelly, yang saat itu baru lima menit naik bus itu dan inspektur tiket datang untuk memeriksa tiket.

Sayangnya Kelly tak bisa membuktikan telah membayar tiket bus karena ponselnya mati kehabisan baterai. Dia kemudian tidak mendapat kabar apapun dari Transport for London (TfL) hingga 28 Desember lalu.

Kemudian Kelly dikirimi surat yang menjelaskan dirinya akan dituntut dan memiliki 21 hari untuk memutuskan mengaku bersalah atau tidak. Dia mencoba menyelesaikan masalah tersebut dan menelepon nomor yang disediakan untuk menjelaskan situasi.

Mereka mengatakan dirinya perlu memberikan laporan bank untuk menunjukkan bukti pembayaran yang sudah dikurangi dari akun Apple Pay miliknya. Setelah mengirim laporan tersebut, pihak TfL mengatakan kepadanya hal itu tidaklah cukup.

Dia mengatakan, beberapa hari kemudian menerima surat yang memberitahu bahwa kasusnya tersebut telah disidangkan di pengadilan dan dirinya dinyatakan bersalah serta berhutang 476,50 pounsterling.

“Sekarang aku merasa sangat kesal. Aku mencoba nomor yang awalnya kutelepon, tetapi mereka tidak bisa membantu, dan aku diberi nomor lain untuk dihubungi. Itu menunjuk saya ke alamat email yang harus saya tuju, menarik terhadap keputusan itu,” kata dia yang dikutip KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (14/10/2019).

Kesialan Kelly bertambah, saat ia diberitahu bahwa dirinya tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dan bahwa dia perlu mendapatkan sertifikat catatan polisi sebelum kedutaan akan mempertimbangkan mengeluarkannya dengan visa. Kelly menghabiskan lebih dari 1000 poundsterling untuk penerbangan yang tidak bisa dia dapatkan kembali, dia juga harus menghabiskan 90 poundsterling untuk sertifikat kepolisian.

Pada persidangan dia diberitahu bahwa putusannya dibatalkan dan hakim bahkan bercanda bahwa dia akan ‘dihidupkan kembali’. Bahwa denda senilai 476,50 poundsterling akan dikembalikan dan sekarang mengklaim merasa ‘dieksploitasi’ oleh teknologi revolusioner, yang digunakan banyak orang setiap hari.

“Rasanya teknologi informasi telah mengeksploitasi saya, dan mengubah saya menjadi penjahat. Saya masih menggunakan Apple Pay untuk memanfaatkan bus dan kereta. Saya tidak akan membalas revolusi digital hanya karena itu menyengat saya. Yang jelas saat ini kemanapun Kelly pergi, ia selalu membawa power bank.

Baca juga: Alipay Siap Ganti Sistem Pembayaran MTR Hong Kong dengan Scan QR Code

“Semua pelanggan perlu memastikan mereka dapat menghasilkan bukti pembayaran ketika menggunakan layanan kami, tetapi kami mohon maaf saat itu Ms Kelly mengalami kesulitan seperti itu,” uajr juru bicara TfL.

Terkendala Segudang Masalah, Emirates ‘Ancam’ Batalkan Pembelian Boeing 777-9

Produsen kedirgantaraan terkemuka asal Negeri Paman Sam, Boeing kembali harus menelan pil pahit untuk kesekian kalinya. Bisa dibilang, sektor produksi pesawat komersialnya berbanding terbalik dengan sektor kemiliterannya – dimana titik jatuhnya Boeing pertama kali terjadi manakala varian 737 MAX di-grounded-kan secara massal pasca jatuhnya Lion Air dan Ethiopian Airlines. Setelah melalui serangkaian panjang buntut dari dua kecelakaan yang hanya berselang lima bulan ini, Boeing harus kembali didamprat masalah setelah ditemukannya keretakan pada bagian pickle fork di varian 737 NG.

Baca Juga: Meski Khusus Internal Perusahaan, Boeing Tepati Janji Perlihatkan 777-9

Belum kelar masalah 737 MAX dan 737 NG, kini santer diberitakan CEO Boeing, Dennis Muilenburg mundur dari jabatannya. Terakhir, kabar tidak mengenakkan datang dari Emirates yang kabarnya akan mempertimbangkan kembali untuk menggunakan varian wide body, 777-9. Nampaknya peribahasa “sudah jatuh, tertimpa tangga pula” tidak cukup untuk menggambarkan kondisi Boeing saat ini – namun satu yang pasti, Boeing kini tengah dihadapkan pada satu situasi yang amat serius.

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, maskapai asal Timur Tengah, Emirates kabarnya akan mempertimbangkan kembali untuk menindaklanjuti pembelian varian 777-9 sebanyak 115 unit yang harusnya mulai dikirim per awal tahun 2020 mendatang. Ini lantaran pihak Boeing sendiri diketahui masih menangguhkan pengujian beban pesawat. Belum lagi kabar yang menyebutkan bahwa pintu kargo pesawat gagal menahan beban dalam uji tegangan saat mendarat dan masalah daya pada mesin GE9X milik General Electric.

Lantaran hal-hal ini, Emirates jadi ragu untuk melanjutkan pembelian varian ini.

“Pada akhir tahun depan kita akan memiliki delapan dari mereka (Boeing 777-9). Sekarang kelihatannya kita tidak akan memiliki satu pun,” ujar CEO Emirates, Tim Clark, dikutip dari laman Reuters (15/10).

Baca Juga: Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737

Terlepas dari keputusan pihak Emirates yang akan meninjau ulang pemesanan 777-9, American Airlines juga kabarnya akan mempertimbangkan kembali penggunaan dari seri 737 MAX yang sempat grounded. Pihak maskapai sudah membatalkan semua penerbangan dengan 737 MAX hingga 15 Januari 2020. Per harinya, setidaknya ada 140 penerbangan dengan 737 MAX hingga 3 Desember nanti.

Kabin Jetstar JQ284 Kena “Teror” Popok dan Kotoran Balita

Apa yang akan Anda lakukan jika melihat seorang penumpang mengganti popok anaknya di bangku pesawat – bukan di toilet. Tentu sangat menjijikkan, bukan? Namun kejadian semacam ini baru saja terjadi di dalam penerbangan Jetstar dari Dunedin di Selandia Baru menuju ke Auckland pada awal Oktober kemarin. Tentu saja, saking joroknya, kejadian ini dengan cepat menjadi bahan perbincangan publik.

Baca Juga: Kisruh Pemesanan Kursi, Swiss Airlines Hadapi Gugatan dari Penumpang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman heart.co.uk (14/10), adalah penumpang dari Jetstar JQ284 yang pada awal Oktober kemarin tampak bepergian bersama seorang anak laki-lakinya yang berusia empat tahun. Di dalam penerbangan tersebut, tampak penumpang ini menggantikan popok anaknya tepat di bangku penumpang, bukan di toilet.

Kejadian jorok tidak hanya berhenti sampai di situ, penumpang yang tidak disebutkan namanya ini juga membiarkan anak laki-lakinya buang air kecil di dalam botol dan membuang tisu kotor di kantung belakang bangku – mungkin dengan asumsi awak kabin akan membersihkannya. Bahkan, menurut penuturan beberapa penumpang, anak ini juga buang air besar di bangku. Jorok sekali, bukan?

“Jadi bocah ini buang air besar di bangku dan orang tuanya malah mengganti popok anaknya tidak di kamar mandi – bagaimana bisa orang tuanya tega ‘menelanjangi’ anaknya dan mengganti popok di depan orang lain,” tutur salah satu penumpang yang ingin tetap anonim.

“Kendati sudah diperingatkan oleh awak kabin, namun penumpang ini seolah tidak mengindahkannya dan melanjutkan mengganti popok anaknya,” sambung si penumpang.

Tentu saja, setelah kejadian ini, satu kabin di dalam penerbangan tersebut merasakan aroma “bau jamban” di sepanjang perjalanan dan pastinya mengganggu kenyamanan penumpang lainnya.

Kendati kenyamanan penumpang terganggu, namun pihak maskapai tidak bisa mengeluarkan kompensasi yang merujuk pada kejadian tersebut.

“Meskipun ada penumpang lain yang mengeluh, maskapai mengatakan mereka tidak dapat memberikan kompensasi kepada penumpang terkait kejadian ini,” ujar pihak maskapai.

Baca Juga: Nasehat Baik Saat Bawa Anak Jalan-Jalan dengan Pesawat

Ya, ketika para penumpang yang merasa perjalanannya ini terganggu, mereka berupaya untuk mengajukan kompensasi, namun pihak maskapai menolak pengajuan mereka karena masalah yang ditimbulkan penumpang – mungkin ceritanya akan berbeda jika penyebab kabin menjadi bau toilet dikarenakan adanya kesalahan yang dilakukan pihak maskapai.

“Kami menyesali apa yang telah terjadi di dalam penerbangan Jetstar JQ284, dan kami menghimbau dengan hormat kepada penumpang yang bepergian bersama anak kecil utnuk memanfaatkan meja yang ada di toilet untuk mengganti popok dan membuang sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan,” konfirmasi pihak maskapai.

Hanya Butuh Landasan 800 Meter, ATR 42-600S Siap Beraksi di Tahun 2022

Anda semua tentu sudah tidak asing lagi dengan nama ATR, bukan? Ya, pesawat produksi perusahaan joint venture Perancis dan Italia yang digadang-gadang sebagai pesawat regional propeller nomor satu di dunia ini kabarnya baru saja merilis model baru yang hanya membutuhkan landas pacu sepanjang 800 meter saja. Tentu saja ini menjadi sebuah gebrakan baru di sektor aviasi global, mengingat kebanyakan pesawat – termasuk pesawat kecil membutuhkan landas pacu sepanjang lebih dari 1.000 meter untuk bisa mengudara.

Baca Juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah ATR 42-600S yang merupakan produk baru dari Aerei da Trasporto Regionale (ATR). Pembubuhan alfabet ‘S’ di belakang nama moda ini mewakili kata ‘Short’ dari Short Take-Off and Landing (STOL). Pesawat ini merupakan pelengkap dari varian-varian yang sudah terlebih dahulu mengudara sebelumnya, seperti ATR 42-600 dan ATR 72-600 – serta varian pesawat kargo ATR 72-600F yang akan dirilis di masa yang akan datang.

Diharapkan, sertifikasi dari pesawat yang mampu mengangkut hingga 40 penumpang ini bisa rampung pada paruh kedua tahun 2022 mendatang.

“Adapun varian ATR 42-600S akan dapat membantu pihak maskapai untuk memperluas jaringan penerbangan mereka, karena sejatinya pesawat ini bisa mendarat di lebih dari 500 bandara yang ada di seluruh dunia,” ujar CEO dari ATR, Stefano Bortoli.

“Ini merupakan ilustrasi yang sangat jelas tentang dedikasi dalam membantu lebih banyak orang dan komunitas yang tinggal di daerah terpencil agar mereka bisa mendapatkan manfaat dan terhubung ke dunia luar secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Menurut pihak perusahaan, varian ATR 42-600S ini akan tetap menggunakan mesin yang sama seperti ATR 42 dan ATR 72. Sejatinya, nantinya pilot akan dihadapkan dengan dua opsi lepas landas: memaksimalkan daya untuk mengoperasikan STOL (dengan asumsi lebih boros bahan bakar), atau pengoperasian efisien bahan bakar dengan menggunakan landas pacu yang lebih panjang.

Baca Juga: Pertegas Positioning, Garuda Indonesia Alihkan Pesawat ATR ke Citilink

Mengutip dari laman infopenerbangan.com, ATR 42-600S juga turut dipasang spoiler simetris untuk meningkatkan efisiensi pengereman saat mendarat. Di samping itu, sistem autobrake juga akan memastikan daya pengereman penuh terjadi beberapa saat setelah pesawat touchdown.

“Ini akan menjadikan ATR 42-600S sebagai pesawat berkinerja terbaik di segmen ini (penerbangan regional),” tulis pihak ATR dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (12/10) kemarin.