Jadi Korban “Bucin,” Dua Awak Kabin Republic Airways Saling Baku Hantam

Kekerasan di dalam dunia penerbangan kembali terjadi, namun kali ini tidak terjadi antara awak kabin dan penumpang, atau penumpang dengan penumpang – melainkan antara awak kabin dengan awak kabin lainnya. Lebih mengerikannya lagi, tindak kekerasan ini menimpa seorang awak kabin wanita dimana pelakunya adalah seorang pria. Duh, kok bisa ya?

Baca Juga: Lirik Wanita Lain, Penumpang American Airlines Pukul Suami Pakai Laptop!

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (9/10), tindak kekerasan ini terekam oleh kamera CCTV yang ada di garbarata satu pesawat milik Republic Airways dan terjadi pada tanggal 14 September. Ya, adalah awak kabin dari Republic Airways yang menjadi pelaku sekaligus korban kekerasan kali ini.

Usut punya usut, kejadian ini terjadi ketika pesawat tengah ‘bersandar’ di Bandara Denver, dimana seorang awak kabin pria tertangkap kamera tengah berjalan di selasar. Tak lama berselang, ia berbalik arah dan diduga meludahi rekan perempuannya yang berjalan tepat di belakangnya. Tak terima dengan perlakuan tidak sopan tersebut, wanita ini langsung menampar sang pelaku.

Alih-alih meminta maaf, pria berseragam ini malah memukul tulang rusuk dan kepala wanita sebelum akhirnya melenggang pergi begitu saja. Beberapa saat sebelum video terputus, tampak awak kabin wanita ini mengambil telepon. Menurut keterangan pihak berwenang, keduanya ditangkap karena terlibat kekerasan dalam asmara, dan penerbangan terkait sempat tertunda selama satu hari lamanya – ya, kedua awak kabin ini diketahui memang menjalin hubungan romantis.

Menanggapi kejadian yang menimpa kedua awak kabinnya, maskapai yang berbasis di Indiana ini tidak menampik pemberitaan yang sudah kadung viral ini. Mereka menyatakan bahwa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang yang tengah mendalami kasus kekerasan ini.

Baca Juga: Awak Kabin Tidur di Lantai Bandara, Ryanair Dapat Pukulan Telak dari Serikat Penerbang

“Kami semua tengah mendalami kasus ini dan kami berjanji akan mengambil keputusan terbaik atas tindakan yang tidak bisa ditolerir ini,” ujar pihak Republic Airways dalam sebuah keterangan resmi.

“Sanksi terberatnya adalah mereka berdua akan diberhentikan secara tidak hormat dari Republic Airways,” sambungnya.

Merespon Masalah ‘Crack’ di 737 NG, Boeing Dirikan Fasilitas Khusus di California

Setelah pada pemberitaan sebelumnya dikabarkan bahwa ditemukannya retakan (crack) pada beberapa tubuh Boeing 737 NG yang dioperasikan oleh sejumlah maskapai yang ada di seluruh dunia, kini pemberitaan terbaru mengatakan bahwa ada lebih dari lima persen dari keseluruhan pesawat jet 737 milik Boeing yang sudah berusia lanjut yang menjalani inspeksi mendadak dalam kurun waktu sepekan terakhir. Otomatis, moda-moda ini terpaksa di grounded kan dulu untuk sementara waktu guna pemeriksaan menyeluruh.

Baca Juga: Ada Keretakan di Boeing 737 NG, Kembali Ingatkan “Teori Habibie”

Sejauh ini, pera penyidik mengatakan bahwa sebanyak 36 dari 686 unit Boeing 737 Next Generation tercatat memiliki retakan pada bagian penghubung antara sayap dan tubuh pesawat. Temuan ini menyusul 25 unit pesawat lainnya yang sudah terlebih dahulu ‘divonis’ memiliki retakan juga. Diketahui, ada kurang lebih 6.800 unit Boeing 737 Next Generation yang beroperasi di seluruh dunia, dimana dengan angka ditemukannya retakan tersebut (61 unit), maka presentasenya hanya kurang dari satu persen dari keseluruhan pesawat yang beroperasi.

Menanggapi temuan masif ini, Federal Aviation Administration (FAA) langsung mengeluarkan arahan kepada pihak Boeing untuk sesegera mungkin melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 30.000 unit pesawat tertanggal 10 Oktober kemarin.

“Dikhawatirkan kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat,” ujar FAA, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman seattletimes.com (10/10).

Pickle Fork Boeing. Sumber: istimewa

Adapun fokus awal pemeriksaan ini berpusat pada pesawat yang sudah uzur – dimana pesawat-pesawat ini memiliki risiko paling tinggi mengidap retakan pada bagian tubuhnya. Selain pesawat yang sudah tua, Boeing juga memfokuskan terhadap pesawat yang sudah terbang 22.600 hingga 29.999 kali – sesuai dengan arahan dari FAA. Adapun varian yang difokuskan oleh FAA ini mencakup: 737-600, 737-700, 737-800, dan 737-900 dimana model-model ini diperkirakan sudah terbang lebih dari atau hampir mencapai 30.000 kali penerbangan.

Guna menanggapi masalah anyar di tubuh perusahaan penyumbang pendapatan terbesar di Amerika ini, pihak Boeing kabarnya tengah menyiapkan sebuah fasilitas perbaikan baru di Victorville, California – dimana dengan hadirnya fasilitas perbaikan khusus semacam ini, diharapkan waktu inspeksi dan perbaikan dapat dipangkas menjadi dua hingga tiga minggu per pesawat.

Baca Juga: Boeing Digoyang Masalah (Lagi), Kini Ditemukan Retakan pada Seri 737 NG

Sebelumnya, pihak Boeing menemukan retakan pertama kali pada sebuah pesawat di Cina, dimana retakan ini ditemukan di daerah pickles fork – sebuah bagian yang menghubungkan antara tubuh dan sayap pesawat.

Rp300 Ribu! Inilah Harga Tiket Termurah Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ada kabar datang dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), dimana perusahaan ini seolah meyakinkan publik bahwa layanan kereta cepat yang sedang dibangun ini akan bisa dinikmati dalam waktu dekat. PT KCIC memperkirakan tarif layanan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp300.000, atau sekitar tiga kali lipat harga yang ditawarkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk kelas premium ekonomi.

Baca Juga: PT KCIC: Akhir 2019 Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Tembus 53 Persen

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman detik.com (10/10), hadirnya kereta cepat ini kelak akan menghubungkan dua kota yang terpaku jarak 142 km hanya dalam waktu 45 menit saja. Menurut Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra, nantinya tiket yang dijajakan kepada publik akan terbagi ke dalam tiga kelas – kelas 1, kelas 2, dan kelas 3.

“Yang paling murah Rp300.000. Kita ada kelasnya, kelas dua, kelas satu, VIP. Memang yang paling banyak itu yang Rp300.000 itu yang kelas dua,” ujar Chandra usai menghadiri penandatanganan kerja sama Kemenhub dengan KCIC dalam hal pengembangan SDM untuk kereta cepat, di Gedung Karsa Kemenhub, Jakarta, Kamis (10/10) kemarin.

Layaknya moda transportasi lain, lanjut Chandra, perbedaan paling mendasar dari tiap kelas ini terlihat dari konfigurasi bangkunya. Konfigurasi untuk kelas 2 contohnya, Chandra mengatakan bahwa komposisi bangkunya 3-3, sementara untuk kelas 1 dan VIP, konfigurasi bangkunya akan menjadi 2-2.

“Untuk kelas VIP bangkunya akan lebih besar ketimbang dua kelas lainnya,” terang Chandra.

“Paling gampang konfigurasi kursinya, kalau yang kelas dua kan satu deret itu 3 sama 3. Kalau paling gampang kelas satu dan VIP dua dua. VIP kursinya yang besar-besar,” sambungnya.

Tidak hanya mempersiapkan peuncuran moda ini saja yang diperkirakan akan jatuh pada tahun 2021 mendatang, tapi Chandra juga saat ini tengah mempersiapkan sistem hiburan di dalam kereta. Chandra juga meyakinkan bahwa nantinya Anda akan bisa menikmati fasilitas internet di dalam kereta cepat ini.

Baca Juga: Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF

“(Layanan entertain) sedang kita siapkan. Yang penting internet ada. Tapi Anda bayangkan saja ke Bandung berapa menit sih kalau langsung? 40 menit. Kira-kira kebayang nggak masih sempat pesan kopi?” sambung Chandra.

Lalu, untuk harga tiket kelas VIP, kata Chandra, pihaknya belum menyiapkan besarannya. Namun ia menegaskan, tak akan menyentuh angka Rp700.000. “Kita belum tentukan yang paling mahal. Tapi nggaklah (sampai Rp600-700 ribu),” tutupnya.

Aktivis Lingkungan Tunanetra Lakukan ‘Demo’ Naik ke Atas Pesawat British Airways

Pesawat British Airways yang akan lepas landas dari Bandara London City pada Kamis (10/10/2019) kemarin, harus menunda penerbangannya menuju Amsterdam. Hal ini dikarenakan ada seorang aktivis lingkungan yang memprotes soal iklim dengan cara naik ke atas badan pesawat tersebut.

Baca juga: Gunakan Kotoran Kelinci, ANA Siap Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan Pada 2021

KabarPenumpang.com melansir edmontonjournal.com (10/10/2019), pemrotes tersebut diketahui seorang atlet paralympian bernama James Brown. Perwira polisi senior Inggris, Cressida Dick mengatakan, tindakan yang dilakukan pria tunanetra tersebut sembrono, bodoh dan sangat berbahaya.

Karena naik ke atas pesawat, Brown diamankan pihak kepolisian karena membahayakan sebuah pesawat yang akan lepas landas. Bahkan tindakannya ini di-videokan secara langsung di media sosial, dimana Brown mengatakan pada pengikutnya bahwa ini semua tentang krisis iklim dan ekologi.

“Kami memprotes kelambanan pemerintah dalam hal penanganan iklim dan kerusakan ekologi,” kata Brown.

Tindakan yang dilakukan Brown dan aktivis lainnya sudah berlangsung selama empat hari. Penangkapan Brown sendiri termasuk dalam 50 orang yang telah diamankan di Bandara London City. Bahkan bila di total dalam minggu ini menjadi lebih dari seribu orang.

kasus ini kemudian bergeser, seperti pihak kebijakan aparat keamanan yang mempertanyakan, bagaimana Brown yang sudah ditangkap pada demo sebelumnya bisa membeli tiket dan memasuki terminal meski pihak keamanan tahu akan ada demonstrasi yang terjadi. Wakil Asisten Komisaris Laurence Taylor dari Kepolisian Metropolitan mengatakan Brown adalah “penumpang sah” dan petugas tidak dapat mencegahnya memasuki bandara.

“Aktivitas lingkungan selalu mengatakan salah satu niat mereka adalah pergi dan menyebabkan gangguan signifikan di bandara. Siapa pun dapat membeli tiket pesawat untuk bandara. Kami tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan mereka, kecuali dalam keadaan yang sangat serius. Ada perbedaan antara seseorang yang merupakan ancaman keamanan dan seseorang yang merupakan ancaman karena misi memprotes akan suatu hal,” kata Taylor.

Baca juga: KLM Gandeng TU Delft Kembangkan Pesawat Hemat Energi “Flying-V”

Insiden ini membuat penundaan pada 55 penerbangan yang akan tiba dan 58 penerbangan yang akan berangkat di Bandara London City. Tak hanya itu, atas kejadian ini, setiap calon penumpang juga diperiksa lebih ketat terkait status penerbangan mereka sebelum masuk ke area bandara.

Ibukota Baru Akan Punya Bandara VVIP untuk Private Jet

Jika Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat meengatakan kereta api listrik dipastikan mengular di ibukota baru, apakah akan ada transportasi lainnya yang akan dikembangkan? Ternyata ada yakni transportasi udara. Yang mana nantinya bandar-bandara di Kalimantan Timur akan diperluas dan dispesifikasi lebih lanjut lagi.

Baca juga: Budi Karya: Kereta Listrik Dipastikan Akan Ada di Ibukota Baru

Budi Karya megatakan, skema pengembangannya sendiri akan dilakukan dalam bentuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Yang mana BUMN operator bandara akan bekerja sama pengembangan bandara dengan pihak swasta.

Salah satu yang akan dikembangkan adalah runway atau landasan pacu dengan target minimal 3000 meter. Sebab saat ini masing masing bandara itu memiliki panjang landasan pacu antara 2500-2800 meter.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub Sugihardjo mengatakan, nantinya akan ada pegembangan baik di Bandara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda. Di mana Bandara Sepinggan akan dikembangkan terminalnya hingga mampu menapung 30 juta penumpang per tahun.

“Konektivitas udara, Bandara Sepinggan Balikpapan dikembangkan terminalnya untuk menampung 30 juta penumpang. Runway akan diperpanjang 3250 x 60 meter,” kata Sugihardjo dalam forum perhubungan di Redtop, Kamis (10/10/2019).

Tak hanya itu, dalam pengembangan ini pun, bandara di Samarinda yang juga ada di Kalimantan Timur akan difokuskan untuk menjadi bandara domestik. Sugihardjo mengatakan, ini akan sama seperti Bandara Halim Perdanakusuma.

Bahkan, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga menjadi potensial untuk pengembangan karena tak jauh dari Kalimantan Timur. Selain itu juga akan dibangun satu bandara VVIP atau khusus untuk private jet yang jaraknya 15-20 km dari ibukota baru.

Baca juga: Angkasa Pura I Resmikan Airport Operation Control Center (AOCC) Pertama di Bandara Sepinggan

Dia menambahkan, nantinya bandara akan dikelola dengan pendekatan multi airport system yang semuanya akan terkoordinasi. Nantinya bandara ini akan terkoneksi dengan jalan tol dan kereta api menuju ke ibukota baru di Kalimantan Timur.

Selesai Tugas, Pramugari EasyJet Bikin Snapchat Hina Pelancong asal Turki

Sebagai pramugari sudah seharusnya memang memiliki sikap yang sopan baik itu ketika bertugas di udara maupun sudah berada di daratan. Awak kabin pun diperbolehkan bercanda asal tidak menyakiti perasaan orang lain seperti halnya penumpang.

Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang

Namun baru-baru ini seorang pramugari  EasyJet yang baru menyelesaikan tugasnya dari Turki mengejek penumpang yang baru saja tiba di Inggris. KabarPenumpang.com melansir laman thesun.co.uk (5/10/2019), Emma Kivell memfilmkan hal mengejutkan tentang penumpang Inggris yang pulang dari Dalaman melalui aplikasi Snapchat.

https://youtu.be/xTYVMeCCj_Q

Dia mengeluh tentang betapa lelah dirinya dan mengatakan bahwa tidak mungkin menyisir rambutnya. Tetapi kemudian dia mengatakan tentang bagaimana dirinya melalui perubahan.

“Saya akan membiarkan Anda bermain sedikit. Dalam perjalanan kembali dari Dalaman ke Manchester, saya melakukan permainan dimana saya akan melibatkan semua kru karena itu lucu. Ini seperti berapa banyak orang yang menurut Anda akan naik ke pesawat dengan gigi bercahaya mereka,” kata Emma dalam video singkatnya.

Dengan masih menggunakan seragam EasyJet, Emma mengakui dia bertaruh enam penumpang akan memiliki gigi bercahaya.

“Saya kehilangan dan hanya ada empat,” kata dia lagi.

Emma bahkan mengatakan giginya patah dan punya banyak masalah seperti mengganti pakaian putrinya daripada membayar empat ribu untuk memperbaiki giginya. Pramugari yang berbasis di Manchester tersebut sudah bekerja dengan EasyJet selama sepuluh tahun dan mengatakan dirinya menantikan perjalanan karena dua pramugari pemula sedang dalam penerbangan.

“Sudah saatnya prank,” kata dia.

Emma mengisyaratkan jenis lelucon yang dia suka mainkan dengan rekan-rekannya. Yang mana dia menyarankan untuk menaruh gula dalam jaket penyelamat mereka sehingga zat lengket itu akan menutupi rekan-rekan kerjanya yang baru.

“Saya selalu dalam kesulitan,” kata Emma.

Baca juga: Pilot Tak Datang, Penumpang EasyJet Akhirnya Terbangkan Pesawat

Seorang juru bicara EasyJet mengatakan, “Kami ingin meminta maaf atas pelanggaran yang disebabkan. Video ini tidak mencerminkan standar tinggi yang kami harapkan dari awak kabin kami dan sebagai hasilnya kami akan melakukan penyelidikan.”

Tujuh Fitur Baru di Radar Box, Kini Semakin Mudah Memantau Pergerakan Pesawat

Sudah bukan jadi hal yang mustahil lagi bagi Anda yang ingin melacak keberadaan pesawat secara real-time. Hadirnya aplikasi pelacakan pesawat sepertiFlight Radar 24 atau Radar Box-lah yang pada akhirnya akan memudahkan setiap langkah Anda untuk melacak keberadaan pesawat. Bahkan, hadirnya aplikasi semacam ini juga dapat membantu untuk mengetahui pergerakan pesawat beberapa saat sebelum hilang dari radar seperti yang terjadi pada Lion Air JT-610.

Baca Juga: Berkat ADS-B, Berjuta Mata di Seluruh Dunia Dapat Melihat Langsung Pergerakan Pesawat Komersial

Pada dasarnya, data yang Anda lihat di aplikasi-aplikasi tersebut mengacu pada output yang diperoleh dari Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B). Perangkat ADS-B ini melekat pada pesawat terbang, dan selama pesawat mengudara, transponder ADS-B akan secara otomatis mengirimkan broadcast data tentang koordinat GPS dan status serta parameter pesawat. Dari data yang diterima oleh petugas darat, nantinya akan dikonversi menjadi sebuah tampilan yang Anda lihat di aplikasi tracking tersebut.

Nah, salah satu aplikasi di atas, Radar Box kabarnya baru saja menambahkan beberapa fitur di dalam aplikasi yang akan menunjang pengoperasiannya. Sebagaimana siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com dari Radar Box, adapun pihak Radar Box menambahkan tujuh fitur baru, mencakup:

Flight Plan
Pada fitur ini, Anda bisa melihat rencana penerbangan atau flight plan yang akan dilintasi oleh suatu pesawat. Namun ini merupakan bagian dari fitur premium, jadi, Anda harus berlangganan terlebih dahulu untuk bisa mengakses Flight Plan ini.

Route Data Label On Hover
Melalui fitur ini, Anda semua bisa melihat lebih detail tentang suatu penerbangan – mulai dari kecepatan, ketinggian, hingga rute aktualnya.

Access Flight Search on all Pages
Hadirnya fitur ini akan memudahkan Anda untuk mencari suatu penerbangan walaupun Anda sedang tidak berada di laman live map.

Mobile History List
Sederhananya, fitur ini akan mengijinkan Anda semua untuk melihat riwayat dari suatu penerbangan. Semisal, Anda ingin melihat apakah pesawat AirAsia dari Jakarta menuju Thailand dalam beberapa hari ke belakang mengalami keterlambatan atau tidak – dan seterusnya.

Widget
Hadirnya widget ini akan memudahkan Anda untuk mengatur tampilan layar pada visual di desktop – apakah Anda lebih suka melihatnya dalam ukuran besar atau kecil, dari jarak jauh atau dekat, dan seterusnya.

Baca Juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

Redesigned Fleet Tracker
Sejatinya fitur ini diperuntukkan bagi para pebisnis, dimana mereka bisa melacak riwayat penerbangan dan data penerbangan yang ada di kolom pribadi mereka secara bersamaan.

Blog Redesign
Blog Radar Box telah dirancang ulang untuk menampilkan unggahan yang lebih informatif, menampilkan arsip bulanan yang sudah disaring & artikel paling populer.

Dua Batang Emas Senilai Rp897 Juta Diselundupkan di Sol Sandal Penumpang Pesawat

Penyelundupan barang apapun itu bentuknya tidak diperkenankan bagi setiap penumpang. Nah, baru-baru ini seorang penumpang asal Afghanistan kedapatan menyelundupkan emas seharga Rs45 lakh atau setara Rp897 juta. Penumpang tersebut menyembunyikan emasnya di bagian bawah sol sandal yang dikenakannya.

Baca juga: Troli Tak Hanya Angkut Barang, di Bandara India Menjadi Tempat Penyelundupan Emas

Dia diamankan ketika tiba di Bandara Internasional Indira Gandhi (IGI) di New Delhi. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dnaindia.com (6/10/2019), pria asal Afghanistan ini berangkat dari Kabul ke New Delhi dan dicegat oleh petugas bea cukai Bandara IGI tepatnya di Terminal 3.

Petugas yang curiga kemudian memeriksa pria tersebut dan didapatkan dua batang emas seberat 1,3 kg di bawah sandalnya. Kemudian dia diamankan dan diperiksa oleh petugas bea cukai.

“Penumpang asal Afghanistan ini menyembunyikan dua keping emas di dalam sandalnya,” kata sebuah pernyataan dari Kantor Komisaris Bea Cukai Delhi.

Pria ini ditangkap pada 4 Oktober 2019 kemarin dan melanggar Undang-Undang Pabean bagian 110 tahun 1962 karena membawa dua potong emas secara kolektif dengan berat 1315 kg. Kini, karena perbuatannya, pihak bea cukai dan keamanan New Delhi melakukan investigasi lebih lanjut.

Hal ini mengingatkan pada kejadian pertengahan tahun 2018 lalu di mana seorang penumpang yang tiba dari Dubai menyelundupkan emas di sebuah troli ketika tiba di Bandara Internasional Chhatrapati Shijavi (CSIA). Pria ini awalnya dicegat dan dicurigai oleh petugas intilejen udara India.

Namun dilepaskan, tapi merasa ada yang ganjal ketika penumpang bernama Sheikh Zulfekar Ali tersebut beerjalan keluar, petugas kembali menahannya dan memeriksa troli yang digunakan. Setelah itu ternyata petugas menemukan empat batang emas seberat 1,2 kg senilai Rs34 lakh.

Emas-emas ini disembunyikan di troli dengan ditempelkan dengan dua pita perekat transparan pada pegangan logam di keranjang. Tak hanya itu, beberapa hari setelah kejadian empat batang emas, petugas bandara CSIA juga mendapatkan 15 keping emas yang dilekatkan pada kerangka troli bagasi.

Baca juga: Bayi Macan Tutul Lemas Setelah Disembunyikan di Dalam Tas Bagasi Kargo

Rute udara telah menjadi pilihan populer untuk menyelundupkan sindikat yang mempekerjakan operator dengan menjanjikan mereka imbalan yang baik untuk membawa emas melalui bea cukai.

Budi Karya: Kereta Listrik Dipastikan Akan Ada di Ibukota Baru

Ketika berbicara pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan, banyak sekali yang dibahas baik infrastruktur hingga transportasi yang akan hadir di sana. Hal ini membuat pemerintah berpikir transportasi apa yang cocok untuk melengkapi ibukota baru tersebut. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah untuk membuat transportasi baru ini melakukan perencanaan dengan baik.

Baca juga: Tengah Dikaji Pemerintah, Apakah O-Bahn Bakal Mengular di Indonesia?

“Di mana saat berbicara satu fungsi kota tertentu, maka transportasi menjadi begitu penting. Kita selalu mengenal lokasi menjadi hal penting karena aksesibilitas adalah satu kunci keberhasilan semuanya,” ujar Budi Karya yang ditemui saat berbicara dalam forum transportasi massal ibukota baru, Kamis (10/10/2019).

Dia mengatakan, lokasi untuk ibukota baru ini memiliki potensi luar biasa dan menjadi modal kota yang sangat menarik. Apalagi dengan upaya mencari bentuk kota berkelanjutan melalui angkutan massal tidaklah mudah.

“Mandat pak Presiden sangat luar biasa yakni ibukota baru menjadi kota masa depan sebagai contoh dan pusat tourism. Selain jadi kota yang cantik dan kultur pola hidup baru dengan jalan kaki serta angkutan massal yang menggunakan teknologi berkelanjutan,” jelasnya.

Terkait dana yang akan digelontorkan dalam pembangunan transportasi di ibukota baru ini, Budi Karya belum bisa menjelaskan secara rinci. Hal ini dikarenakan titik pasti ibukota belum ditetapkan secara sah.

Namun dia mengatakan, untuk dana yang akan dikeluarkan lebih banyak nantinya dalam pembangunan kereta api dengan panjang sekitar 30-40 km. Sedangkan MRT dan moda transportasi lainnya menjadi pikiran serta rancangan masa depan.

“Bayangannya seperti ini, dari bandara di Balikpapan, yang diperlukan adalah jalan tol dan kereta api. Ada pilihan lain seperti angkutan kapal dengan teknologi tenaga matahari. TOD perkotaan bisa disambungkan dengan kereta listrik atau bisa yang kita adopsi dari satu teknologi lebih maju yang tidak berbasis rel tetapi jalan kombinasi,” tambah Budi Karya.

Dia mengatakan, dalam satu tahun kedepan, pihak pemerintah dengan Pekerjaan Umum membuat perencanaan ibukota baru. Tahun kedua, setelahnya ada proses land clearing, tahun ketiga untuk transportasi, tahun keempat prasarana sudah ada.

“Tahun kelima akan uji coba transportasi massal. Kota inti nantinya di tahun kelima sudah bisa diterapkan. Kalau menyeluruh ke semuanya 10-15 tahun,” kata dia.

Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur Info ‘Kepadatan Penumpang’ di Moda Transportasi Umum

Dia mengatakan, untuk transportasi lain akan dilihat utilitas terjadi atau tidak untuk angkutan amphibi atau bus tanah air. Sedangkan dia menegaskan untuk kereta listrik bisa dipastikan akan mengular di ibukota baru.

Peristiwa Langka! Penumpang Mexican Airlines Lihat Peluncuran Rudal Trident dari Ketinggian

Anda masih ingat dengan pilot IndiGo yang berhasil mengabadikan peluncuran roket PSLV C-45 dari kota Sriharikota di Andhra Pradesh pada tanggal 1 April silam? Ya, kala itu Capt. Karun yang tengah berada sekitar 92,6 km dari titik peluncuran sontak langsung mengumumkan pemandangan sangat langka ini kepada penumpang yang kala itu tengah dibawanya. Nah, baru-baru ini kejadian yang hampir serupa juga dialami oleh maskapai asal Meksiko yang tengah terbang menuju Tijuana.

Baca Juga: Momen Langka! Pilot Airbus A320 Indigo Berhasil Abadikan Peluncuran Roket PSLV C-45!

Bukan roket PSLV C-45 yang dilihat, melainkan rudal Trident yang ditembakkan dari kapal selam USS Nebraska. Ya, uji coba peluncuran empat rudal balistik Trident II memang dijadwalkan akan mengudara pada 4 hingga 6 September kemarin. Adalah pilot dari maskapai Mexican Airlines yang ‘ketiban durian runtuh’ kali ini.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman avionews.it, kejadian ini terjadi pada awal bulan September kemarin, dimana pilot dari Mexican Airlines yang tengah mengoperasikan rute penerbangan dari Guadelajara menuju Tijuana pada malam hari tidak sengaja menangkap penampakan dari rudal balistik yang baru saja ditembakkan.

Menurut pengakuan sang pilot yang ingin tetap anonim, rudal tersebut muncul dari arah Samudera Pasifik dan bertolak menuju barat. Tak ingin melewatkan momen super langka ini, beberapa penumpang langsung mengeluarkan ponsel mereka dan mulai mengabadikannya. Diketahui, rudah Trident II ini dibanderol dengan harga US$31 juta yang didapuk mampu menghancurkan satu negara dengan kekuatan nuklir yang diboyongnya.

Dalam rekaman penumpang, terdengar beberapa penumpang berdecak kagum melihat peluncuran roket yang tampak seperti bintang jatuh ini – walaupun beda arah (jika bintang jatuh sejatinya akan mengarah ke bawah atau samping, maka roket ini menuju ke atas).

Baca Juga: Harap Waspada Jika Anda Mendengar Frasa ‘Easy Victor’ dari Awak Kabin

Tidak dijelaskan lebih rinci mengenai jarak antara Mexican Airlines dengan roket tersebut, namun penampakannya sangatlah jelas seperti tengah membelah langit malam. Mungkin jika roket ini diluncurkan pada siang hari – atau setidaknya masih ada eksistensi dari matahari, hasilnya tidak akan seindah penampakan langka ini.