Mendapat Tentangan dari Oposan, Beginilah Sejarah Singkat Kereta Cepat Shinkansen
Mendunia karena kualitas layanan dan ketepatan waktunya, perkeretaapian Jepang seolah sudah menjadi kiblat bagi negara-negara lain yang juga tengah mengembangkan jaringan perkeretaapiannya. Selain itu, perkembangan teknologi juga memegang peranan penting di sektor perkeretaapian Jepang – salah satu yang dianggap menjadi puncak kejayaannya adalah ketika kereta berkecepatan tinggi diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Di Shinkansen, Toleransi Antar Penumpang Kereta Begitu Kuat
Kembali ke tahun 1964, dimana pihak Jepang pertama kali meluncurkan kereta api berkecepatan tinggi paling anyar. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman interestingengineering.com, di awal pengoperasiannya, kereta ini menghubungkan dua kota besar di sana – Tokyo dan Osaka. Karena pada saat itu teknologi masih serba terbatas, maka kecepatan 200km/jam yang mampu direngkuh oleh kereta cepat ini sudah bisa dijadikan sebagai suatu pencapaian yang luar biasa kala itu.
Tapi bukan berarti Jepang tidak menemukan rintangan di awal pengadaannya, karena mereka butuh waktu sekira lima tahun untuk melakukan pembangunan secara menyeluruh guna melancarkan pengoperasian dari kereta cepat ini. Pun dengan biaya pembangunannya yang terbilang sangat fantastis – ¥400 miliar atau yang setara dengan Rp64,2 triliun kurs sekarang.
Jangan kira pembangunan kereta yang kini lebih dikenal sebagai Shinkansen ini tidak menuai kritikan dari oposan yang menganggap kereta ini terlalu mahal dalam hal pengadaannya dan dianggap tidak akan menuai keberhasilan dalam pengoperasiannya. Berbanding terbalik dengan perhatian seluruh penjuru dunia yang sangat skeptis dengan moda modern tersebut.
Mungkin jika dibandingkan apple-to-apple, kerisauan warga dunia pada tahun 1960-an yang penasaran dengan kereta Shinkansen ini hampir sama dengan masa kini, dimana sebagian kalangan sangat menantikan kehadiran dari Hyperloop, moda transportasi massal berbasis teknologi levitasi magnetik.
Baca Juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!
Namun ternyata prediksi kubu oposan tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan. Ini dibuktikan dengan pencapaian Shinkansen, yang hanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk dapat mengakomodasi 100 juta penumpang dengan aman dan tentu saja cepat. Kesuksesan ini seolah menjadi bibit bagi pengembangan moda ini di tahun-tahun berikutnya. Sampai-sampai, kehadiran Shinkansen menjadi inspirasi bagi belahan dunia lain untuk menghadirkan moda yang hampir menyamai dengan konsep yang sama – sebut saja kereta cepat Perancis TGV yang lahir pada tahun 1980.
Dasar Apes! Pencuri Ini Malah Terseret Bus dan Dipolisikan
Selalu berhati-hati ketika berkendara merupakan sebuah pesan klise yang hampir selalu digaungkan oleh orang-orang terdekat sebelum kita bepergian. Kendati sederhana, namun maksud dari frasa tersebut sangatlah mendalam. Jangan seperti salah satu penumpang bus di Lima, Peru yang menjadi korban percobaan pencurian. Namun yang bikin unik bukanlah aksinya, tapi keberanian dari saksi mata yang turut membantu korban dan mencegah agar si pencuri ini tidak kabur.
Baca Juga: Jaga Barang Agar Tak Dicuri, Ini Dia Tips Pencegahannya
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailystar.co.uk (7/12/2018), si pencuri ini melancarkan aksi jahatnya dengan cara menggapai korban melalui jendela. Kejadian ini sempat terekam kamera oleh salah seorang saksi, dimana ia berada di mobil tepat di belakang bus tersebut. Alih-alih mendapatkan barang incarannya, si pencuri ini malah mengalami kesialan yang bertubi.
Kesialan pertama adalah ketika ia gagal mendapatkan barang incarannya tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, si pencuri juga mengalami kesialan kedua dimana tangan si pencuri ditahan oleh para penumpang yang berada di dalam bus sehingga mau tidak mau ia terseret oleh bus yang sedang berjalan. Dan kesialan terakhir adalah ketika ia terpaksa dibekukoleh petugas keamanan kota dan bersiap untuk diadili.
Sebuah laporan menyebutkan bahwa si pencuri sial ini ditahan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga pihak kepolisian datang untuk menciduknya. Tidak diketahui jelas kapan kejadian ini terjadi. Video yang sempat menghebohkan dunia maya tersebut sudah ditonton lebih dari 300.000 kali dan reaksi dari para penonton tersebut adalah senang karena melihat keberanian dari penumpang bus untuk menggagalkan aksi tidak terpuji ini.
Baca Juga: Lima Negara Ini Dianggap “Berbahaya” Bagi Pelancong Perempuan
Komentar-komentar dari para penonton juga terus membanjiri notifikasi dari si pengunggah video.
“Ini merupakan metode terbaik untuk mempertahankan diri,” ujar salah satu komentator.
“Teruslah berhati-hati dan menjaga barang bawaan Anda sebaik mungkin dari ‘tikus-tikus’ seperti ini,” tulis komentator lain.
Namun tidak sedikit juga dari mereka yang lalu menyoroti si pelaku.
“Di luar sana ada banyak orang yang mengaku miskin, tapi mereka malah meminta dengan cara mencuri,”
Kurangi Antrean, Toilet di Pesawat Akan Diperbanyak dengan Ukuran Diperkecil
Toilet pada pesawat penumpang, jelas multak, terlebih jika pesawat menempuh rute perjalanan sedang dan jauh. Tidak sekedar untuk buang hajat, toilet dapat pula berperan sebagai ruang rias sampai ruang ganti popok bayi. Karena fungsinya yang beragam, tak jarang antrean menggunakan jasanya kerap kali memenuhi lorong pada kabin.
Baca Juga: Setiap Pintu Toilet di Kabin Pesawat Ternyata Punya “Kunci Rahasia”
Dalam beberapa tahun terakhir, maskapai penerbangan telah memangkas ukuran dan jumlah toilet di dalam pesawat, dengan tujuan dapat memperbanyak jumlah kursi di dalam kabin. Namun konsep tersebut seperti membawa imbas pada si toilet itu sendiri. Semakin banyak kursi, maka kemungkinan orang mengantre untuk menggunakan toilet pun semakin besar. Terutama pada penerbangan jarak jauh, dimana mereka harus menggosok gigi mereka, cuci muka, dan bersolek kembali.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman apex.aero (16/5/2018), sebagai satu-satunya pemasok toilet untuk pesawat berbadan lebar di Boeing, JAMCO diketahui telah menemukan cara untuk mengatasi masalah ini. “Kami mengadaptasi setting toilet yang kebanyakan digunakan oleh hotel dan restoran,” tutur pihak JAMCO.
“Konfigurasi semacam ini dapat dengan mudah melokalisasi penumpang di area yang ditentukan, tergantung dengan kebutuhan mereka,” tandasnya. Belum lagi letaknya yang berada di bagian belakang pesawat, membuat antrean yang biasanya mengganggu penumpang atau awak kabin kini tidaklah menjadi soal. “Kami letakkan jauh dari bangku penumpang sehingga tidak mengganggu mobilitas di dalamnya,” tulis perusahaan yang berbasis di Tokyo, Jepang tersebut.
Meski akan dijauhkan dari kursi penumpang, memusatkan toilet di bagian belakang bukan hal mudah, pasalnya jika terjadi antrean di area belakang, maka akan menganggu aktivitas awak kabin, mengingat pada bagian belakang pesawat terdapat area pantry.
Tidak hanya JAMCO, grup kedirgantaraan asal Perancis yang didirikan pada tahun 1896 yang memasok sistem dan peralatan untuk pesawat terbang, Zodiac Aerospace pun telah mengambil inspirasi dari toilet yang biasanya ditemui di pusat-pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda
“Dimana kami akan mengganti sebuah toilet dengan ukuran normal 60 x 30 inci, menjadi dua buah toilet dengan ukuran 30 x 30 inci yang juga dilengkapi dengan pintu yang dapat dikunci,” tutur pihak Zodiac Aerospace. Hal tersebut diperuntukkan bagi laki-laki yang membutuhkan ‘kunjungan singkat’” (urinoir) di toilet tandasnya.
Direktur Marketing, Events and Cabin Communications dari Zodiac Aerospace, Wampie Kegel mengatakan bahwa dengan menggunakan desain Durinal yang dikembangkan oleh perusahaannya, maka “Banyak pengurangan dana yang berasal dari penyederhanaan modul,” ungkap Wampie.
Direktur Marketing, Events and Cabin Communications dari Zodiac Aerospace, Wampie Kegel mengatakan bahwa dengan menggunakan desain Durinal yang dikembangkan oleh perusahaannya, maka “Banyak pengurangan dana yang berasal dari penyederhanaan modul,” ungkap Wampie. Minta Duduk di Samping Jendela, Lihat Apa yang Didapatkan Penumpang ini!
Duduk di samping jendela pesawat merupakan hal yang kerapkali diidam-idamkan oleh sebagian penumpang – dimana mereka bisa menghabiskan waktu terbang dengan melihat hamparan langit dan lampu kota ketika malam hari. Ketika seseorang sudah jatuh cinta dengan duduk di samping jendela pesawat, biasanya berbagai cara akan mereka lakukan hanya demi mendapatkan bangku yang kerap kali jadi bahan rebutan tersebut. Tapi apa jadinya jika permintaan Anda untuk pindah bangku ke samping jendela malah dibalas dengan candaan oleh awak kabin? Tentu kesal ya!
Baca Juga: Tipping Layakkah Diberikan Pada Awak Kabin?
Ya, inilah yang menimpa salah satu penumpang maskapai yang tidak disebutkan namanya. Dalam sebuah postingan Twitter, akun bernama @kooo_TmS_suke menyantumkan sebuah foto kertas bergambar jendela pesawat, lengkap dengan pemandangan awannya. KabarPenumpang.com mengutip dari berbagai laman sumber, kejadian ini berawal ketika seorang penumpang meminta pindah tempat duduk ke dekat jendela kepada seorang awak kabin yang tengah berkeliling menawarkan minuman.
Alih-alih memberikan opsi terbaik atas permintaan si penumpang tersebut, awak kabin ini lalu pergi meninggalkan si peminta. Tak lama berselang, ia kembali dengan membawa secarik kertas yang sudah ia gambar sebelumnya – gambar jendela pesawat, lengkap dengan awan. Lalu si awak kabin ini menempelkan gambar tersebut tepat di samping penumpang. Ta-Da! Kursi Anda sudah di samping ‘jendela’ sekarang.
Tidak diketahui secara detail apa nama dari maskapai ini, ataupun keterangan lain dari insiden ini – namun yang pasti, perasaan kesal si penumpang ini tidak dapat dibendung setelah mendapatkan perlakuan tersebut.
Kembali, si penumpang menyambangi awak kabin dan berkata dengan nada yang lebih halus, “Permisi, bolehkah saya mendapatkan bangku di samping jendela dan berpindah ke sana?” tutur si penumpang halus.
“Tentu saja! Tunggu sebentar dan saya akan menyelesaikan permintaan Anda,” ucap si awak kabin.
Namun, kalimat selanjutnya yang terlontar dari si awak kabin malah justru membuat Anda mengernyitkan dahi.
Baca Juga: Adakah Yang Berbeda Antara Pramugari dan Awak Kabin?
“Bagaimana jika kita sempatkan untuk ‘ngopi’ setibanya kita di tujuan,” tandasnya.
Sebuah plot twist, ketika seorang penumpang dijadikan lelucon oleh awak kabin, dan pada akhirnya berujung pada sebuah kisah baru di luar prediksi. Nah, bagi Anda yang pernah menjadi bahan bercandaan oleh awak kabin, mungkin Anda bisa mencontoh si penumpang ini!
Bersanding Dengan Trans-Siberia, Rusia Siap Bangun Jaringan Kereta Cepat Moskow-Kazan!
Jika ditanya soal perkeretaapian Rusia, mungkin hal pertama yang langsung terbesit di pikiran Anda adalah jalur Trans-Siberia yang terkenal akan sebuah perjalanan epik dengan panjang jalur melebihi angka 9.000km. Namun itu dulu, kini mata dunia tengah tertuju pada evolusi sistem perkeretaapian Moskow – Kazan yang akan diproyeksikan menjadi jaringan kereta cepat. Adapun perkiraan jalur yang digunakan untuk jaringan kereta cepat ini mencapai 700 km.
Baca Juga: Jepang dan Rusia Sepakat Kembangkan Jalur Kereta Kargo Trans-Siberia
Adapun ide di balik pembangunan jalur kereta cepat ini sudah digaungkan pada tahun 2009 silam, dan itu diyakini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan inovasi industri dan mobilitas penduduk di sepanjang rute jaringan tersebut. “Rencana awal adalah agar jalur diperpanjang ke Yekaterinburg pada tahun 2030 dengan tujuan akhir untuk menyelesaikan jalur sepanjang 7.000 km yang menghubungkan Moskow dan Beijing,” ujar Ivan Kondratenko, konsultan analis di Frost & Sullivan, dikutip KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (5/12/2018).
Dalam pembangunannya, pihak Rusia mendapatkan bantuan pendanaan dari China Railway International Group pada tahun 2016 silam dengan nominal US$6,2 miliar atau yang setara dengan Rp90,2 triliun – namun dikarenakan hubungan bisnis, maka ada syarat yang diberlakukan oleh pihak Cina.
“Salah satu syarat utama dari pihak Tiongkok adalah menggunakan teknologi dan peralatan mereka untuk pembangunan. Karena kemampuan lokal yang kurang berkembang dan kurangnya akses ke teknologi Barat, rekan-rekan Rusia setuju dengan kondisi ini,” terang Ivan.
Adapun pendanaan total dari proyek kereta cepat Moskow – Kazan di tahun 2018 ini mencapai angka US$25 atau yang sekira Rp363,7 triliun. Jalur ini sendiri diperkirakan akan melayani sekitar 10,5 juta penumpang pada tahun pertama pengoperasiannya, dengan kapasitas penumpang diperkirakan mencapai 20 juta per tahun pada 2035, dan terus mengalami peningkatan hingga angka 25 juta per tahun pada 2050. Akumulasi para ahli mengenai pembangunan jaringan kereta cepat ini diperkirakan rampung pada tahun 2030 mendatang.
Baca Juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun
Kelak, armada yang mengular dijaringan kereta cepat Moskow – Kazan ini akan beroperasi di kecepatan 360km/jam, dengan kecepatan maksimum mencapai 440km/jam.
“Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” Resmi Diluncurkan, Inilah Paras Ayu Pramugari dengan Seragam Klasik
Garuda Indonesia mulai hari ini (7/12) resmi melayani penerbangan dengan tajuk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” yang ditandai dengan pengoperasian penerbangan pertama vintage flight tersebut pada nomor penerbangan GA304 rute Jakarta – Surabaya.
Baca juga: Fotonya Viral di Facebook, Inilah Reaksi Pramugari Cantik AirAsia
Melalui layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience,” pengguna jasa dapat merasakan pengalaman penerbangan yang berbeda melalui kehadiran atribut seperti seragam pramugari tempo dulu dan brand livery yang mengadaptasi tema “Garuda Indonesia Classic Brand
Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Bambang Adisurya Angkasa yang ikut serta pada penerbangan tersebut mengungkapkan bahwa, “Sejalan dengan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan layanan, khususnya pengalaman penerbangan pengguna jasa, maskapai nasional Garuda Indonesia terus melakukan terobosan terbaru yang salah satunya dilakukan dengan menghadirkan nuansa”Vintage” pada layanan penerbangan bertajuk “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”.
“Pada vintage flight hari ini kami juga menghadirkan nuansa vintage pada inflight meals dengan menghadirkan pilihan snack tempo dulu berupa “Roti Bluder” yang telah dikenal sebagai kudapan khas Madiun tempo dulu,” papar Capt. Bambang
Mengangkat tema “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience”, pengguna jasa dapat merasakan nuansa penerbangan di ditahun 1970-1980 an melalui kehadiran awak kabin dengan seragam klasik ciptaan perancang terkenal dari Jepang – Hanae Mori – yang digunakan pada era tersebut. Tidak hanya itu, atribut klasik diterjemahkan melalui pengoperasian armada Boeing 737-800NG yang menggunakan classic livery. Baca juga: Terobsesi Tayangan Video Porno, Penumpang Ini Bugil dan Lecehkan Pramugari di Kabin Adapun layanan penerbangan “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” tersebut mulai dapat dinikmati pengguna jasa pada periode 7 – 17 Desember 2018 pada jam tertentu di sejumlah rute penerbangan yang dilayani Garuda Indonesia seperti rute : 1. Jakarta – Balikpapan pp I GA566 & GA569 2 . Jakarta – Surabaya pp I GA304 & GA309 3 . Jakarta – Singapura pp I GA846 & GA847
Uni Emirat Arab Canangkan Proyek Kereta Peluru Bawah Laut Menuju India
Biro Penasihat Nasional Uni Emirat Arab baru saja mengusulkan pembangunan kereta peluru bawah laut yang akan menghubungkan Mumbai, India dengan Fujairah. Adapun jarak yang terbentang di antara dua titik ini adalah sejauh 2.000 km dan diperkirakan dapat ditempuh hanya dalam waktu dua jam perjalanan saja. Mendengar kata bawah laut, mungkin reaksi yang nantinya ditimbulkan oleh penumpang beragam, ya! Bisa jadi mereka excited atau mungkin mereka ketakutan.
Baca Juga: Sokong Sektor Pariwisata, Cina Siap Hadirkan Kereta Peluru dengan Terowongan Bawah Laut
Dalam sebuah video yang diunggah oleh pihak Uni Emirat Arab di jejaring sosial Youtube bulan November silam, tampak gambaran kasar dari proyek kereta bawah laut tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman futurism.com (5/12/2018), nantinya jalur kereta peluru bawah laut ini akan ditompa oleh sebuah pipa tabung panjang.
Pada awalnya, wacana tentang menghadirkan kereta peluru bawah tanah terdengar benar-benar tidak masuk akal – bahkan Direktur Biro Penasihat Nasional, Abdulla Alshehhi mengatakan bahwa ide tersebut masih hanya sebatas konsep yang perlu dieksplorasi lebih lanjut lagi dalam studi kelayakan yang akan datang. Namun mengingat perkembangan jaman, kereta bawah laut ini bukanlah yang pertama kali hadir di dunia.
Pemerintah Cina juga pernah mengeksplorasi konsep kereta bawah laut peluru pada tahun 2005 silam. Bulan November lalu, Pemerintah Negeri Tirai Bambu menyetujui kereta api yang akan menghubungkan kota Ningbo ke sebuah pulau bernama Zhoushan. Kereta peluru itu akan melakukan perjalanan bawah air selama lebih dari 16km dari perjalanan sejauh 77 km.
Semisal proyek pembangunan jalur kereta bawah laut ini rampung kelak, Abdulla Alshehhi berharap dapat meningkatkan mobilitas antara dua negara ini, tidak hanya penumpang melainkan juga dengan sektor perdagangannya. Ia juga memprediksi kedua negara akan menggunakan jalur transit yang futuristik ini sebagai jalur ekspor impor minyak, hingga sumber daya alam lain yang tidak dimiliki oleh kedua negara.
Baca Juga: Kalah Efisien dengan Jalur Laut, Kelanjutan Proyek Kereta ‘Jalur Sutera’ Dipertanyakan
Untuk masalah armada, pihak Uni Emirat Arab belum menentukan lebih jauh lagi tambatan hatinya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, ada dua negara yang terkenal akan kereta pelurunya ini – Jepang dan Cina.
Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, PT KAI Usulkan KRL Kelas Premium
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengusulkan kepada Pemerintah untuk bisa mengoperasikan satu kelas tambahan untuk Commuter Line (KRL Jabodetabek), yaitu kelas Premium. Melalui Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo, PT KAI menyebutkan bahwa usulan ini sebagai bentuk kompensasi atas berbagai proyek infrastruktur yang ditugaskan Pemerintah kepada PT KAI.
Baca Juga: Inilah 10 Perilaku Penumpang yang Mengesalkan di KRL Jabodetabek
“KAI harapannya kalau diberi penugasan proyek infrastruktur transportasi, diberi kompensasi bisnis yang lebih menguntungkan. Karena infrastruktur ini kan jangka panjang. Misalnya sekarang KRL, kita sedang upayakan kereta yang sifatnya premium,” ujar Didiek, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Liputan6.com (4/12/2018).
Seperti yang diketahui bersama, saat ini KRL yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), semuanya mendapatkan subsidi dari Kementerian Perhubungan. Kelak, premi KRL ini tak akan disubsidi. Dengan kata lain, tarifnya jelas akan melambung.
Sebagai salah satu tulang punggung transportasi di Jakarta – dengan rataan 1 juta penumpang setiap harinya, Didiek beranggapan bahwa sudah saatnya KRL meningkatkan layanannya. Karena pada dasarnya, para penumpang KRL ini tidaklah berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah saja. Maka dari itu, Didiek menyebutkan tidak semua penumpang KRL membutuhkan subsidi.
“Tidak semua orang butuh subsidi, seperti dari BSD atau Bekasi, tarifnya misal Rp 15 ribu sekali jalan tapi kepadatannya tidak seperti sekarang. Memang ciri Komuter itu padat seperti sekarang, tapi kalau kita bisa beri kenyamanan lebih, kenapa tidak?” terangnya.
Lanjut Didiek, usulan ini telah disampaikan ke Kementerian Perhubungan, hanya saja sampai sekarang masih menunggu pertimbangan dari Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
“Usulan ini harapan kami bisa menjalankan bisnis yang lebih menguntungkan sebagai bentuk kompensasi atas berbagai proyek infrastruktur yang ditugaskan pemerintah kepada perusahaan kami,” ujar Didiek.
“Memang sudah ada sejak awal 2018, kita sudah sampaikan ke Kemenhub, bahkan Pak Menteri sudah setuju. Sekarang proses di Direktorat Jenderal Perkeretaapian,” tandasnya.
Baca Juga: KRL Jabodetabek Dulu dan Sekarang
Tidak bisa dipungkiri, hadirnya tarif subsidi di KRL Jabodetabek berimbas pada penuh sesaknya armada tersebut – terutama dikala jam sibuk. Diharapkan dengan disetujuinya usulan ini, maka para penumpang bisa lebih nyaman berkendara bersama KRL Jabodetabek, kendati harganya akan jadi lebih mahal.
Pramugari Singapore Airlines Tak Layani dengan Baik, Blogger Utarakan Kekecewaan
Terbang dengan kelas bisnis, tentu jadi idaman setiap orang, terlebih pada penerbangan dengan durasi lebih dari empat jam. Bagi maskapai papan atas, mampu melayani penerbangan jarak jauh non stop adalah suatu kebanggaan tersendiri, misalnya Singapore Airlines yang memiliki penerbangan jarak jauh dari Singapura menuju ke Los Angeles. Suatu penerbangan lintas samudera yang ditempuh langsung selama 16 jam.
Baca juga: Singapore Airlines Terbangkan Perdana A350-900 ULR ke New York
Seperti dilansir KabarPenumpang.com dari laman coconuts.co (2/12/2018), seorang blogger justru merasa kecewa saat menggunakan kelas bisnis pada penerbangan maskapai Singapore Airlines tersebut. Matthew Klint, menulis di blognya Live and Let Fly dan menyoroti bagaimana salah satu maskapai yang dicintai di dunia ini memiliki layanan yang buruk dalam penerbangannya. Klint mengutip Sir Isaac Newton saat menggambarkan dirinya berada dalam penerbangan non stop 16 jam dari Singapura ke Los Angeles di kelas bisnis.
“Sebuah objek saat istirahat tetap beristirahat, karena setiap tindakan ada reaksi yang sama dan berlawanan, dan layanan di Singapore Airlines selalu menakjubkan,” tulis Klint dalam blognya.
Dia mengatakan saat melakukan perjalanan tersebut, Klint bertemu dengan seorang pramugari yang dipanggil Vivian. Menurut Klint, Vivian terus memutar matanya dan menghela nafas saat meletakkan berbagai macam barang untuk layanan makanan pertama. Vivian juga dilaporkan membawa koktail favorit semua orang yang memiliki rasa seperti obat di nampan minumannya.
“Lupakan memanggil saya dengan nama, dia bahkan tidak bisa diganggu untuk mendengus lebih dari beberapa suku kata pada suatu waktu,” tulis Klint lagi.
Klint menebak bahwa Vivian mungkin mengalami hari yang buruk karena cemberutnya, dia menghadapi masalah yang sama dengan Vivian pada layanan makanan keduanya. Klint melanjutkan kritiknya pada kursi di kelas bisnis yang dirasa terlalu keras.
Diketahui, bahwa penerbangan tersebut menggunakan pesawat yang terbilang tua, Airbus A340-500 dalam konfigurasi kursi kelas bisnis 1-2-1. Klint sejak itu menulis kepada Singapore Airlines, tetapi belum pernah menerima balasan sejak insiden itu terjadi.
“Meskipun saya memegang Singapore Airlines dengan standar yang lebih tinggi, saya akan merasa terkejut karena hal ini terjadi pada operator AS. Aku benar-benar tidak percaya betapa dia tidak bersahabat,” kata Klint.
Baca juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch
Dia mengatakan dia tidak akan pernah pergi keluar untuk terbang di Singapore Airlines lagi. Sebagai tanggapan terhadap blogger, beberapa komentator menuduhnya mencoba bermain kaisar, dengan pengguna forum SGTalk rat28 menuduh Klint menginginkan pramugari berlutut di hadapannya. Pengguna forum lain, Bacon Emperor, mengatakan bahwa Klint berusaha bertindak superior pada penerbangan.
Singapore Airlines menduduki peringkat maskapai terbaik dunia tahun ini menurut Skytrax World Airline Awards.
Wings Air Resmi Buka Rute Makassar – Maumere – Labuan Bajo dengan ATR-72
Mulai 5 Desember 2018, Wings Air membuka penerbangan langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan ke dua tujuan wisata di wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu Maumere dan Labuan Bajo. Frekuensi terbang masing-masing satu kali setiap hari. Untuk rute tersebut, Wings Air mengoperasikan pesawat jenis turboprop jenis ATR 72-500 atau ATR 72-600 yang berkapasitas 72 penumpang dalam kelas ekonomi.
Baca juga: Layani Pasar Bengkulu Utara, Wings Air Buka Penerbangan ke Mukomuko
Wings Air (kode penerbangan IW), lepas landas 06.00 WITA dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) bernomor IW-1940. Pesawat tiba di Bandar Udara Frans Seda, Maumere, NTT (MOF) pukul 07.20 WITA.
Kemudian Wings Air berangkat dari Maumere menuju Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo (LBJ) pukul 07.45 WITA. Penerbangan ini menggunakan nomor IW-1960 dan mendarat pukul 08.40 WITA. Wings Air menawarkan rute baru selanjutnya yaitu Labuan Bajo ke Lombok. Pesawat bernomor IW-1967 bertolak dari Labuan Bajo pukul 09.00 dan tiba di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP) pukul 10.20 WITA.
Untuk penerbangan sebaliknya, Wings Air nomor IW-1966 mengudara dari Lombok pukul 13.55 WITA dan mendarat di Labuan Bajo pada 15.10 WITA. Layanan selanjutnya adalah Wings Air IW-1961 berangkat dari Labuan Bajo pukul 15.30 WITA dan tiba pada 16.25 WITA di Maumere. Kemudian, dari Maumere Wings Air lepas landas pukul 16.45 WITA bernomor IW-1941 dan waktu kedatangan di Makassar dijadwalkan pukul 18.20 WITA.
Baca juga: Wings Air, Akhirnya Buka Penerbangan ke Karimunjawa dari Semarang
Rute baru ini mempunyai keunggulan bagi travelers dan business, yaitu dapat transit terlebih dahulu untuk menghabiskan waktu liburan atau bisnis di kota-kota tersebut. Hingga kini, Wings Air telah terbang ke 118 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 64 pesawat ATR 72-500/ 600.
