Orient Express, kereta mewah yang satu ini akan hadir serta menghiasi Singapura dan menjadi tujuan pertama selain Perancis. Kereta legendaris ini membuat perhentian di Singapura meski perjalanan tidak ada dalam daftar.
Baca juga: Orient Express, ‘Berjuta Cerita’ dari kereta Mewah Legendaris Eropa
Sehingga Anda setidaknya bisa berpura-pura diteleportasi ke waktu dan tempat lain saat menyelenggarakan atraksi pop-up eksklusif ini di Gardens By The Bay. Atraksi ini akan menghadirkan dua gerbong kereta asli tahun 1930 yang diklasifikasi sebagai National Treasure of France dan sebuah lokomotif berusia 158 tahun.
KabarPenumpang.com melansir sg.asiatatler.com (30/9/2020), Orient Express ini akan tiba di Negeri Singa pada Desember 2020. Dalam pameran tersebut selain kereta dan lokomotif ada 300 barang dan dokumen berharga yang sudah dikumpulkan dan dipulihkan untuk menampilkan satu set pajangan untuk meniru masa kejayaan perjalanan kereta api mewah.
Barang-barang lainnya termasuk poster, menu, barang pecah belah, peralatan makan, koper, jendela kaca patri dan furnitur dipajang dalam peti raksasa yang menggugah menjadi saksi sejarah Orient Express yang telah berusia berabad-abad dan menyentuh tema sosial, budaya, dan teknis yang terkait dengan kereta.
Dokumenter, film berita dan klip film yang akan memperoleh kekayaan warisan sastra dan sinematografi yang terinspirasi oleh Orient Express juga akan dipamerkan. Anda dapat mengalaminya sendiri dalam pengalaman ruang pelarian yang imersif, yang terinspirasi oleh film dan novel Murder on the Orient Express.
Bukan itu saja, ini seperti menghidupkan kembali pengalaman kereta api mewah dengan bersantap di replika gerbong restoran untuk sarapan, makan siang, atau makan malam, serta mampir di kafe jalan raya Orient Express untuk beristirahat dan menikmati kopi campuran dari berbagai tujuan tempat Orient Express pernah berhenti.
Saat Anda berangkat, jangan lupa untuk membawa pulang oleh-oleh dari perjalanan di bagian merchandise, yang akan menampilkan mainan anak-anak serta barang-barang kolektor yang sangat bagus. Once Upon a Time on the Orient Express beroperasi dari 12 Desember 2020 hingga 13 Juni 2021, di West Lawn of Gardens by the Bay. Tiket tersedia untuk pemesanan mulai 2 Oktober 2020.
Baca juga: Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir
Untuk tiketnya sendiri dijual per orang seharga S$25 dan untuk paket keluarga dengan dua orang dewasa serta dua orang anak seharga S$88.
Raksasa produsen pesawat global, Boeing, dilaporkan tengah merayu maskapai agar mau membeli 737 MAX yang batal terjual. Salah satu maskapai yang tengah dipepet Boeing saat ini ialah Delta Airlines. Sayangnya, baik Boeing maupun Delta Airlines tak mau memberikan komentar apapun terkait hal ini.
Baca juga: Gegara 737 MAX, Regulator Penerbangan Sipil Cina Mulai Rusak Hegemoni FAA
Boeing 737 MAX diketahui sudah satu setengah tahun lamanya digrounded. Hal itu lantaran berbagai persoalan terus-menerus muncul saat proses perbaikan tengah dikebut.
Akhir tahun 2019 lalu, Boeing 737 MAX diketahui memiliki masalah pada salah satu kabel di dalam sistem kendali pesawat. Masalah tersebut disinyalir sangat berpotensi membuat korsleting listrik. Kemudian, pada pertengahan Januari 2020, MAX kembali bermasalah pada bagian software.
Menurut sebuah laporan, masalah ini dapat mempengaruhi kemampuan pesawat untuk memverifikasi bahwa sistemnya siap untuk penerbangan. Rencana untuk kembali terbang sesegera mungkin pun kembali tersendat.
Selang sebulan kemudian, tepatnya sekitar tanggal 20 Februari 2020, Boeing 737 MAX kembali dirundung masalah. Kala itu, masalah muncul setelah temuan “Serpihan Obyek Asing” (Foreign Object Debris – FOD) yang tertinggal di dalam tangki bahan bakar yang berada di sayap pada beberapa 737 MAX yang belum dikirim ke pembelinya.
Lama tak terdengar, MAX justru dilaporkan kembali bermasalah. Di tanggal 9 April 2020, dalam sebuah pernyataan, raksasa dirgantara dunia tersebut mengakui bahwa pihaknya menemukan sebuah masalah pada sistem software MAX.
Boeing menguraikan bahwa satu masalah terkait pada “kesalahan hipotesa” dalam mikroprosesor flight control computer yang berpotensi menyebabkan stabilizer tidak berfungsi dengan baik. Horizontal stabilizer di bagian ekor pesawat sejatinya dapat bergerak ke atas dan ke bawah sebagai peredam gerak aktif atau stabilisator. Bila fungsi tersebut hilang karena loss control, hal itu bisa saja berakibat fatal.
Adapun masalah kedua yang ditemukan Boeing saat itu lebih mengarah pada fitur autopilot. Fitur ini ditemukan kerap aktif dengan sendirinya saat pilot sedang melakukan final approach. Tentu saja aktifnya fitur secara tiba-tiba dapat menggangu konsentrasi pilot dalam menguasai pesawat secara keseluruhan.
Setelah melalui proses perbaikan panjang, Boeing 737 MAX akhirnya kembali mengudara. Awal Juli kemarin, pesawat dengan penjualan tercepat dalam sejarah Boeing berhasil melahap penerbangan 10 jam untuk menjalani proses sertifikasi ulang. Bila tak ada badai menghadang, 737 MAX diperkirakan bisa kembali mengangkut penumpang di seluruh dunia mulai akhir tahun ini.
Belum lama ini, menurut laporan Reuters, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, Boeing bergerak cepat untuk bisa menjual sekitar 450 737 MAX yang mangkrak di gudang akibat batal terjual.
Sebelumnya, pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari 4.700 unit pesanan dari sekitar 100 pelanggan di seluruh dunia. Namun, dua kecelakaan beruntun mengubah segalanya. Satu per satu maskapai mundur dan pesawat yang sudah kadung diproduksi pun menjadi tak bertuan.
Baca juga: Setelah Jalani Total Terbang 10 Jam, Proses Sertifikasi Ulang Boeing 737 MAX Dihentikan
Pengakuan dari dua sumber Reuters, Delta Airlines dikabarkan hampir menyepakati opsi pembelian 40 Boeing 737 MAX yang ditinggalkan pembelinya. Tak hanya itu, beberapa maskapai lain juga tengah diseret Boeing agar mau mengikuti jejak Delta. Sekalipun tak ada laporan spesifik maskapai mana saja selain Delta, kuat diduga, maskapai-maskapai tersebut berasal dari AS.
Sebab, bukan perakara mudah untuk mengangkut penumpang menggunakan pesawat tersebut sekalipun sudah disertifikasi ulang. Butuh usaha lebih untuk meyakinkan kembali penumpang bahwa pesawat tersebut aman. Tentu, maskapai tak cukup waktu untuk melakukan hal itu, kecuali maskapai-maskapai dalam negeri AS, yang memiliki ‘tanggung jawab’ moral untuk membantu Boeing.
Singapore Airlines mengumumkan bakal memulai penerbangan flight to nowhere atau terbang tanpa tujuan (lepas landas dan mendarat di bandara yang sama) mulai Oktober mendatang. Program tersebut umumnya ditujukan untuk masyarakat Singapura, mengingat turis dinilai hampir mustahil masuk negara itu.
Baca juga: Singapore Airlines Tawarkan Traveller Terbang Tiga Jam ‘Tanpa Tujuan’
Seolah tak cukup, maskapai nasional Singapura itu belum lama ini kembali meluncurkan tiga terobosan bisnis terbaru. Tiga itu, mulai dari makan siang mewah di pesawat Airbus A380, tur keliling fasilitas pelatihan maskapai terbaik di dunia pada tahun 2018 dan terbaik ke-2 tahun 2019 versi Skytrax ini, hingga layanan pesan-antar (delivery) sajian mewah khas penerbangan.
Dilansir straitstimes.com, Singapore Airlines (SIA) membanderol makan siang selama tiga jam di kabin kelas ekonomi Airbus A380 hanya sebesar $50 atau sekitar Rp750 ribu (kurs 14.800).
Daftar harga makan siang di pesawat Airbus A380, di Bandara Changi. Foto: Istimewa
Bagi pelanggan yang menginginkan berbagai hal lebih, mulai dari sajian, pemandangan, servis, fasilitas, serta desain jauh lebih mewah dibanding kabin kelas ekonomi, mereka dapat menikmati makan siang mewah di ultra first-class suites A380 SIA dengan mahar sebesar $600 atau sekitar Rp9 juta (kurs 14.800). Layanan ini sudah bisa dipesan mulai 12 Oktober mendatang.
Bila sajian mewah di pesawat komersial terbesar sejagat milik SIA tak begitu menarik, traveller bisa menjajal pengalaman seru berkeliling pusat pelatihan maskapai. Biaya yang dipatok pun tak terlalu mahal, hanya sebesar $15 atau sekitar Rp225 ribu (kurs 14.800) untuk anak-anak berusia 3-12 tahun dan $30 atau sekitar Rp450 ribu (kurs 14.800) untuk orang dewasa.
List harga tur keliling fasilitas Singapore Airlines. Foto: Istimewa
Selain itu, SIA juga memberi kesempatan siapapun untuk menjajal serunya merasakan sensasi menerbangkan pesawat melalui flight simulator. Hanya saja, keseruan dan pengalaman unik menikmati fasilitas flight simulator SIA cukup sebanding dengan kocek yang harus dirogoh pelanggan, yakni sebesar $500 atau sekitar Rp7,5 juta (kurs 14.800). Layanan ini mulai dibuka pada 1 November 2020.
Akan tetapi, bila pandemi virus Corona begitu menyeramkan untuk memulai langkah seribu, memberanikan diri keluar dari rumah dan menjajal berbagai unit bisnis baru maskapai di tengah lesunya iklim penerbangan komersial, mungkin tawaran SIA yang satu ini cocok untuk Anda.
List program SIA@HOME. Foto: Istimewa
Maskapai Singapore Airlines diketahui juga meluncurkan program SIA@HOME, sebuah layanan pesan-antar (delivery) makanan mewah yang biasa dihidangkan SIA untuk para penumpang kelas bisnis dan kelas satu (first- or business-class). Untuk first class meals SIA, harganya dibanderol mulai dari $448 atau Rp6,6 juta (kurs 14.800). Adapun untuk business class meals SIA dalam program ini, dibanderol mulai $288 atau sekitar Rp4,3 juta (kurs 14.800). Layanan ini sudah bisa dinikmati mulai 5 Oktober 2020.
Baca juga: Tak Punya Penerbangan Domestik, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Ditaksir Bakal Lebih Lama Pulih
Juru bicara SIA mengatakan, mengingat kasus virus Corona masih terus bermunculan di Singapura, tiga bisnis baru di atas jumlah pesertanya akan dibatasi. Selain itu, SIA juga akan mengevaluasi program tersebut demi menemukan formula terbaik.
Sekalipun terdengar unik dan inovatif, tak sedikit kalangan memandang negatif tiga bisnis baru Singapore Airlines. Pendiri Makansutra, K.F. Seetoh, misalnya, menganggap harga sebesar itu, khususnya untuk layanan pesan antara makanan khas penerbangan, dinilai terlalu mahal. Singkatnya program tersebut diprediksi bakal sepi peminat.
Mengganti listrik dengan tenaga sinar matahari atau tenaga surya untuk banyak hal mulai banyak digunakan di berbagai bidang industri. Salah satunya adalah moda transportasi yang mana di halte, stasiun maupun di bandara memiliki listrik yang dihasilkan sebagian besar dari tenaga surya.
Baca juga: Polandia Punya Fasilitas Pencucian Kereta dengan Tenaga Surya
Saat ini bahkan perjalanan kereta api di beberapa negara, sistemnya sudah menggunakan tenaga surya dalam pengoperasian kereta maupun di stasiunnya. Nah, baru-baru ini kereta api berkecepatan tinggi Beijing-Xiong’an yang melayani dari Bandara Daxing menuju ke Stasiun Xiong’an secara resmi masuk ke fase pengujian dinamis dari commisioning dan pengujian bersama.
Ini dapat diartikan, stasiun terbesar di Asia tersebut segera selesai dan mulai di operasikan oleh otoritas perhubungan di Cina. Stasiun Xiong’an merupakan stasiun kereta api kecepatan tinggi yang memiliki luas konstruksi 475 ribu meter persegi. Stasiun terbesar di Asia ini memiliki tipe jembatan dengan lima lantai utama termasuk tiga lantai di atas tanah dan dua lainnya berada di bawah tanah.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber cleantechnica.com (28/9/2020), Stasiun Xiong’an akan menggunakan listrik yang dibuat melalui proyek tenaga surya meski tidak semuanya. Hal ini terlihat dari atap stasiun terbesar di Asia ini terpasang solar panel dan diawasi oleh perusahaan konstruksi Hebei Jaringan negara.
Atap Stasiun Xiong’an ini seluas 42 ribu meter perseginya dilengkapi modul PV dengan total kapasitas terpasang enam Mega Watt dan pembangkit listrik tahunan rata-rata penggunaan 5,8 juta Kilo Watt Jam. Sehingga bisa dikatakan proyek ini menggabungkan modul efisiensi tinggi Yingli yang tidak hanya memiliki tampilan menarik sesuai lingkungan, tetapi juga memiliki kualitas yang teruji.
Baca juga: Akhir 2022, Operasional Bandara Internasional Edmonton Pakai Tenaga Surya
Selain itu memiliki keandalan tinggi, degradasi rendah dan garansi produk yang tahan lama. Energi matahari akan menyediakan sebesar 20 persen listrik untuk mengoperasikan stasiun kereta api ini dan nantinya akan menjadi demonstrasi energi bersih di transportasi umum.
PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI mulai mengoperasikan kereta api lokal di Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta. Apakah ini artinya akan ada kereta listrik yang mengular di relasi ini? Sepertinya hal tersebut akan terwujud dan warga Yogyakarta dan sekitarnya harus menunggu.
Baca juga: KA Komuter Prameks, Rencana Hingga Ke Sragen dan Pembangunan Jalur Listrik Yogya-Solo
Karena Daop 6 Yogyakarta, KAI juga mendukung program elektrifikasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan. Dalam waktu dekat, dengan selesainya elektrifikasi, KRL akan melayani Yogyakarta hingga Klaten dan selanjutnya Solo.
(Humas PT KAI)
Di mana terlihat adanya proyek pembangunan tersebut mulai terlihat tahap demi tahapan. Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, pengerjaan konstruksi saat ini berupa pemasangan tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Dia mengatakan, pengerjaan LAA dibagi beberapa tahapn dengan 13 paket yang pembangunannya dimulai dari KM 107 hingga KM 154 Jogja-Solo.
Eko mengatakan, LAA sendiri digunakan sebagai daya penggerak KRL dan target semula, informasi yang ia dapat harus selesai di tahun 2020. Jika nantinya dapat terelasisasi, KRL tersebut mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Yogyakarta-Solo.
Sebelum terealisasi KRL di Daop 6, PT KCI saat ini akan mengelola KA lokal yakni Prambanan Ekspres atau Prameks yang melayani Kutoarjo-Yogyakarta-Solo Balapan PP. Direktur Utama KAI Commuter Wiwik Widayanti mengatakan, pihaknya siap menerima penugasan dari PT KAI.
“Selama masa awal pengelolaan kereta lokal oleh KCI, petugas di stasiun maupun di dalam kereta senantiasa melakukan sosialisasi tata tertib serta aturan yang berlaku,“ kata Wiwiek dikutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Jumat (2/10/2020).
Dia menjelaskan, aturan yang disosialisasikan adalah barang bawaan yang diperbolehkan yaitu dengan dimensi ukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm, serta tidak diperkenankan makan dan minum di dalam kereta. Berbagai protokol kesehatan yaitu wajib menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik kereta, serta menjaga jarak juga selalu diingatkan kepada pengguna.
Pada tahap awal, pelanggan KA Lokal akan dilayani oleh petugas yang lebih lengkap dengan kehadiran petugas pengawalan kereta (Walka) dan Passenger Service. Walka bertugas menjaga ketertiban dan keamanan di dalam kereta selama perjalanan. Sedangkan passenger service akan memberi layanan informasi dan
kebutuhan-kebutuhan lainnya dari pelanggan.
Baca juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket
Penugasan KA Lokal kepada KCI ini selanjutnya juga akan membuat KAI dapat lebih fokus pada pelayanan di KA Jarak Jauh serta bisnis Angkutan Barang dan Non Angkutan di wilayah tersebut.
Garuda Indonesia resmi menyandang status sebagai maskapai pertama di Indonesia yang ‘memakaikan’ masker ke pesawat mereka. Kepastian itu didapat setelah Kamis (01/10) kemarin, maskapai nasional Indonesia itu merilis livery khusus menyerupai masker di bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo.
Baca juga: Pesawat Pakai Masker Kini Jadi Kenyataan!
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, langkah tersebut diambil sebagai komitmen salah satu badan usaha milik negara untuk terus mendukung berbagai upaya yang dilaksanakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, yang salah satunya dilakukan melalui kampanye gerakan “Ayo Pakai Masker”.
“Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami menjadi maskapai penerbangan nasional pertama di Indonesia yang menampilkan livery khusus pesawat dengan masker. Hal ini juga sejalan dengan komitmen dan keseriusan kami dalam mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan para penumpang di masa adaptasi kebiasaan baru – khususnya dalam memastikan bahwa seluruh protokol kesehatan terimplementasikan secara optimal dan konsisten pada semua lini operasional penerbangan,” jelasnya dalam sebuah rilis yang diterima KabarPenumpang.com.Boeing 747-8 Cargolux Airlines pakai masker. Foto: straitstimes.com
“Kami menyadari bahwa upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 tentunya memerlukan dukungan penuh dan peran aktif berbagai pihak. Kiranya dengan dengan upaya yang kami lakukan tersebut dapat turut meningkatkan kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui penggunaan masker,” tambahnya.
Total pesawat yang akan menggunakan livery bermasker tersebut, lanjut Irfan, adalah sebanyak lima armada. Pesawat-pesawat bermasker Garuda Indonesia tesebut nantinya akan melayani rute penerbangan domestik maupun rute penerbangan internasional, termasuk antara lain destinasi penerbangan Singapura dan Jepang.
Pesawat United Airlines pakai masker. Foto: Twitter
Meskipun berhasil menjadi maskapai pertama di Indonesia yang armadanya memakai masker, Garuda Indonesia bukanlah yang pertama di dunia. Sebelumnya, beberapa maskapai di dunia telah lebih dahulu memakaikan masker ke pesawat-pesawat mereka.
Baca juga: Viral, Penumpang Pesawat Kesurupan Naik Ke Atas Kursi dan Teriak Sumpah SerapahPesawat Pobeda Airlines dengan livery masker di bagian hidung pesawat. Foto: Allplane
Pobeda Airlines (anak perusahaan Aeroflot, Rusia) dan United Airlines sudah lebih dahulu mengenakan masker di bagian hidung pesawat. Motif masker yang menempel di pesawat masing-masing juga tergolong berbeda. Pesawat United Airlines sejauh ini tertangkap kamera dilengkapi dengan ‘masker’ berwarna biru tua di bagian hidung pesawat saat sedang parkir di apron bandara. Belum sekalipun pesawat ‘bermasker’ itu kedapatan terbang.
Berbeda dengan United Airlines, Pobeda Airlines sudah berkali-kali kedapatan menerbangan pesawat ‘bermasker’ dengan motif abu-abu list biru itu di rute-rute regional Rusia. Begitu juga dengan pesawat ‘bermasker’ biru Boeing 747-8 Cargolux Airlines, sudah melanglang buana ke berbagai negara, sebagai bentuk dukungan perusahaan dan pemerintah Luksemburg terhadap penggunaan masker secara massif demi menekan penyebaran virus Corona.
PT Transportasi Jakarta saat ini mulai memasuki babak baru dalam perdigitalan dan terlihat dari aplikasi Tijeku yang diperbaharui dengan berbagai fitur. Direktur eksekutif transformasi digital teknologi informasi TransJakarta Gidionton Saritua mengatakan, dalam pengembangan aplikasi ini, pihak TransJakarta sendiri melakukannya dalam waktu 1,5 bulan.
Baca juga: TransJakarta Mulai Uji Coba Komersial Bus Listrik Rute Balai Kota-Blok M
Yang mana ini menjadi kebanggan tersendiri karena aplikasi tersebut menjadi platform bisnis dan bisa memudahkan para pelanggan TransJakarta. Gidionton menambahkan, aplikasi Tijeku sendiri dibuat bukan hanya untuk warga ibukota Jakarta tetapi juga untuk world class platform karena jaringan TransJakarta di Indonesia lebih besar dari negara lain.
Gidionton menambahkan, dalam peluncuran pembaharuan aplikasi ini ada empat fitur canggih yang menjadikan kemudahan transportasi dalam genggaman.
“Kita ada empat fitur baru yakni transfer tiket, di mana pengguna bisa membelikan tiket untuk teman, orang tersayang, keluarga atau siapa pun melalui aplikasi Tijeku di ponsel pintar. Kelebihannya platform yang belum dimiliki lainnya termasuk negara lain. Kedua ada digital QR ticketing dan ini adalah kepraktisan membeli tiket tanpa buka dompet dan mengambil kartu bisa dilakukan pada aplikasi Tijeku,” jelasnya dalam peluncuran aplikasi secara virtual, Jumat (2/10/2020).
Kemudian ada Smart Assistance, ini adalah asisten pribadi dalam genggaman yang mengingatkan agenda atau rencana bepergian menggunakan layanan terintegrasi Tijeku maupun Jaklingko. Gidionton menambahkan, smart notifikasi ini juga membantu penumpang saat masuk halte dan belum beli tiket.
“Penumpang akan diingatkan oleh aplikasi ketika mereka belum punya tiket saat sudah tiba di halte,” ujarnya.
Selain itu, direktur pelayanan dan pengembangan TransJakarta Ahmad Izzul Waro menjelaskan, untuk ewallet yang digunakan aplikasi saat ini baru ada Link Aja dan yang lain masih dalam pengembangan. Dia mengatakan, tahun depan akan hadir opsi lain.
“Opsi lain akan hadir tahun depan. Tetapi bila diperlukan kerja sama akan dipercepat dan akhir tahun kita sudah bisa memberi opsi tambahan dengan moda pembayaran lainnya,” kata Izzul.
Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, TransJakarta Tak Terima Uang Tunai Untuk Top Up Kartu Elektronik
Dia menambahkan, tak hanya fitur baru di aplikasi, tetapi pihaknya juga akan memasang WiFi di semua halte TransJakarta. Untuk saat ini baru terpasang di semua halte koridor satu yakni Kota menuju Blok M. Untuk pemasangan di koridor lainnya dalam waktu dekat dan kehadirn WiFi gratis ini menjadi satu bentuk penghargaan bagi pelanggan.
Karena pandemi Covid-19 operator taksi di seluruh Jepang terpukul dan meluncurkan layanan pengiriman makanan dan minuman untuk menutupi kerugian mereka. Ini dilakukan oleh para operator taksi setelah pemerintah mengizinkan mereka mengangkut makanan untuk mendapat keuntungan pada April lalu sebagai langkah deregulasi.
Baca juga: Imbas Covid-19, Pengemudi Ojol Sepi Penumpang, Layanan Pesan Antar Banjir Order
Sekitar 1300 operator taksi di Jepang mulai mengirimkan makanan pada 22 Mei untuk mengatasi kesulitan yang disebabkan oleh epidemi virus. Ini bisa dilakukan operator taksi setelah pemerintah mengambil beberapa tindakan untuk memberikan pelonggaran serta membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan kenyamanan bagi konsumen.
Pemerintahan baru mengikuti pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe saat ini diharapkan mempertimbangkan untuk membuat peraturan baru efektif secara permanen. Tindakan khusus untuk penggunaan taksi ditujukan untuk mendukung industri yang terpukul di tengah pandemi dan juga menutupi kekurangan personel dalam layanan pengiriman makanan.
KabarPenumpang.com melansir asia.nikkei.com (10/9/2020), pemerintah telah mengizinkan taksi untuk mengangkut kargo hanya di daerah pedesaan, tetapi mereka akan dapat mengirimkan makanan dan minuman secara nasional. Hingga awal September, 1.739 perusahaan taksi yang mengoperasikan 54.009 kendaraan telah mendapatkan izin pengiriman tersebut dari pemerintah.
Karena banyak perusahaan taksi yang mencari keuntungan, pemerintah telah memperpanjang tenggat waktu untuk tindakan khusus tersebut hingga akhir September. Mulai Oktober, pemerintah akan memberikan izin tersebut kepada operator taksi hingga dua tahun dan memungkinkan perpanjangan jika diinginkan.
Operator taksi diharuskan memuat makanan dan minuman di bagasi kendaraan mereka, dengan tarif pengiriman ditentukan melalui negosiasi antara perusahaan taksi dan perusahaan individu. Orang-orang juga menikmati kenyamanan yang dihasilkan dari pelonggaran pembatasan di area lain.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan pada bulan April untuk sementara mencabut pembatasan telemedicine, memungkinkan pasien untuk mengakses pemeriksaan dan perawatan medis awal secara online atau melalui telepon. Pasien juga bisa mendapatkan obat untuk dikirim ke tempat tinggal mereka.
Kementerian Pertanahan, Prasarana, Transportasi, dan Pariwisata, sementara itu, mengizinkan restoran memasang meja dan kursi di trotoar hingga akhir November. Di daerah perkotaan, layanan pesan-antar makanan seperti Demae-can dan Uber Eats menjadi lebih umum.
Namun, hanya sedikit layanan pengiriman yang tersedia di daerah pedesaan. Oleh karena itu, pemerintah menyadari bahwa terdapat lebih banyak permintaan untuk pengiriman di daerah-daerah tersebut dan melihat taksi sebagai cara untuk mengisi kesenjangan tersebut.
Baca juga: Tak Harus Terbang untuk Nikmati Sajian di Pesawat, Harga Mulai Puluhan Ribu! Tertarik Mencoba?
Kementerian akan segera mengeluarkan pemberitahuan tentang sistem baru. Setelah pembatasan dicabut, ia akan memantau perkembangan untuk melihat apakah ada masalah yang muncul dan juga akan memeriksa dengan cermat bagaimana sistem itu sebenarnya digunakan.
Seribu satu macam cara maskapai penerbangan cari selamat, dari mulai restrukturisasi utang, membukan bisnis lain yang masih related, sampai memulai bisnis yang tak berhubungan langsung dengan industri penerbangan. Salah satunya AirAsia.
Baca juga: Digugat Leasing Pesawat Rp340 Miliar dan Rugi Rp3,1 Triliun, AirAsia Diambang Kebangkrutan?
Setelah dihantam isu bangkrut akibat gugatan dari perusahaan leasing asal Hong Kong, BOC Aviation, sebesar US$23 juta atau Rp340 miliar (kurs 14.805), lantaran dua perusahaan AirAsia Group, AirAsia X dan anak perusahaannya, AAX Leasing Two Ltd, mengemplang kewajiban pembayaran utang selama tiga bulan beruntun, core bisnis lainnya di grup perusahaan pimpinan Tony Fernandes ini, AirAsia, justru menjawab kabar tak sedap itu dengan banting setir ke bisnis akikah.
“Selaras dengan pengembangan bisnis digital Grup AirAsia, Ikhlas, hari ini melancarkan satu lagi layanan baru yaitu akikah,” ujar Direktur Ikhlas, Ikhlas Kamarudin kepada media di Kuala Lumpur, seperti dikutip Antara, Selasa (29/9).
“Layanan baru ini terdiri dari akikah luar negeri yang mencakup lebih dari 35 negara di seluruh dunia termasuk Thailand, Kemboja, Vietnam, Laos, Myanmar, Filipina, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, India, Palestin, Pakistan dan banyak lagi dengan harga serendah RM580 atau Rp2 juta lebih untuk seekor kambing,” katanya.
Ikhlas Kamarudin berdalih, pihaknya dengan bangga merilis bisnis akikah ini sebagai sebuah terobosan baru AirAsia. Singkatnya, AirAsia memutuskan membuka bisnis akikah digital ini bukan karena ingin bertahan hidup di tengah lesunya bisnis penerbangan komersial akibat pandemi virus Corona, melainkan ingin memenuhi kebutuhan gaya hidup kaum muslimin di bawah naungan airasia.com.
Model bisnisnya sendiri, pelanggan akan memilih di kota/negara mana, dari 35 kota/negara yang tersedia, kambing akikah tersebut bakal disembelih. Lepas itu, daging akikah tersebut nantinya akan dibagikan ke komunitas atau masyarakat yang membutuhkan, dengan varian harga terjangkau, berkisar Rp1,7-2 juta per kambing.
“Melaksanakan akikah adalah digalakkan bagi umat Islam sebagai tanda syukur untuk bayi yang baru lahir, dan di antara manfaat lain termasuk mengumumkan kelahiran bayi, merayakan bersama keluarga dan rakan-rakan, selain membantu golongan miskin,” katanya.
Baca juga: AirAsia Mulai Kenakan Biaya Bagi Penumpang yang Check-in di Konter Bandara
Bila ditelisik lebih dalam, sebetulnya, skema bisnis seperti itu sudah lazim ditemui di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu lembaga kemanusiaan ternama dalam negeri, setiap tahunnya sejak 2014/15 lalu di musim hari raya Idul Adha, selalu mengadakan kurban digital, persis seperti akikah digital besutan AirAsia, dimana para pequrban memilih jenis hewan qurban dan ingin disalurkan ke wilayah mana, entah pelosok Indonesia ataupun wilayah rawan pangan di luar negeri.
Bahkan, sejak beberapa waktu belakangan, lembaga kemanusiaan tersebut juga ingin terjun ke dunia bisnis akikah digital, jauh sebelum bisnis akikah digital maskapai AirAsia dimulai.
Entah kata apalagi yang harus terucap ketika melihat kelakuan penumpang yang diluar nalar saat pesawat tengah mengudara. Mungkin awak kabin atau penumpang lain yang melihat akan langsung menahan agar tidak mengganggu selama penerbangan.
Baca juga: [Video] Penulis Terkenal Viralkan Penumpang yang Operasikan Layar Hiburan dengan Jempol Kaki!
Sebab belum lama, insiden seperti ini kembali viral, di mana sebuah video menampilkan kelakuan penumpang yang diluar nalar manusia. Penumpang ini dalam video naik ke atas kursi dan bergantungan di tempat penyimpanan dalam kabin sambil bergelantungan dan terlihat seperti orang yang kesurupan.
https://youtu.be/4UhoFLz-GSk
Dia juga 3emeneriakan sumpah serapah selama penerbangan menuju ke Michigan tersebut. Kemudian dia memekik dengan suara serak rendah “Kita akan bercinta sepanjang malam.”
Dilansir KabarPenumpang.com dari crimeonline.com (29/9/2020), dia tampaknya tidak berbicara dengan siapa pun secara khusus meski akhirnya mulai menggedor bagasi kabin. Saat itu bagasi terbuka dan barang dari dalam mulai berjatuhan.
Pada awalnya tidak ada yang mengintervensi wanita tersebut selama hampir satu menit. Hingga kemudian membuat tiga orang pria mendekatinya dan seseorang bertanya, ‘Apakah Anda siap untuk pergi?’.
Saat mereka memegang pergelangan tangannya dan mengantarnya menyusuri lorong, dia terdengar terengah-engah dan sekali lagi mengulangi “b — h.”
“Coba saja pulang,” kata seorang pria di luar kamera, sementara wanita lain terdengar setuju.
Wanita itu berteriak dan mereka mundur. Video yang direkam oleh seorang penumpang itu dipublikasikan oleh World Star Hip Hop. Video tersebut tidak memberikan informasi apa pun tentang kapan kejadian itu terjadi, maskapai apa atau bagaimana akhir dari insiden tersebut.
Mereka hanya mengatakan, insiden ini terjadi dalam penerbangan ke Detroit dan belum lama karena penumpang terlihat mengenakan masker. Bahkan identitas wanita dalam video pun tidak diungkapkan.
Baca juga: Mengaku Rekam Video Awak Kabin Kirim Pesan Singkat via Ponsel, Penumpang ini Berusaha Peras Emirates
Menjelang akhir video, seseorang terdengar berspekulasi bahwa penumpang yang tidak menentu itu pasti menggunakan narkoba di kamar mandi pesawat.