Menyambungkan Rusia dengan Cina malalui sebuah jembatan kereta api apakah itu mungkin? Hal ini mungkin terjadi dan bahkan akan segera terwujud sebab pada Rabu (12/8/2020), pihak berwenang di Daerah Otonomi Yahudi Rusia mengumumkan hal tersebut.
Baca juga: Bakal Hubungkan Rusia dan Cina, Inilah Kereta Gantung Lintas Negara Pertama di Dunia
Dalam pengumuman itu, jembatan kereta api lintas batas yang telah lama ditunggu untuk menghubungkan Rusia dan Cina akan dijadwalkan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2022 mendatang. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman rt.com (12/8/2020), jalur kereta api lintas batas ini akan melintasi Sungai Amur dan akan terbentang jembatan sepanjang 2209 km atau sekitar 1,4 mil.
Jembatan ini akan menghubungkan Timur Jauh Rusia dengan Provinsi Heilongjiang paling utara Cina. Sehingga bisa dikatakan jembatan yang dibangun dari Nizhneleninskoye menuju ke Tongjiang akan menjadi jembatan kereta api pertama antar kedua negara dan harapannya bisa membawa perdagangan bilateral ke level tertinggi baru.
Cina sendiri saat ini sudah menyelesaikan pembangunan bagiannya dari struktur tersebut dan pihak Rusia melalui pejabat Gubernur daerah otonomi Jewis, Rostislav Goldstein mengatakan sebelumnya bahwa akan lebih baik untuk menyelesaikan semua pekerjaan tepat waktu yakni kuartal pertama tahun 2021.
Untuk diketahui, pembangunan jembatan lintas batas secara resmi dimulai pada 2016 lalu setelah negosiasi panjang selama 28 tahun. Jembatan baru dan infrastruktur terkaitnya akan memiliki panjang 19,9 km di mana sekitar 6,5 km dari jembatan dan persimpangan jalan akan berada di Cina dan 13,5 km lainnya akan berada di Rusia.
Kehadiran jembatan ini sendiri akan memudahkan perdagangan antar kedua negara karena rutenya kira-kira 3500 km lebih pendek dari sebelumnya. Rusia berencana mengekspor bijih besi, batu bara, pupuk mineral, kayu dan barang lainnya melalui link ke Cina.
Jembatan ini pertama kali diusulkan pada tahun 2007 oleh Valery Solomonovich Gurevich, wakil ketua Oblast Otonomi Yahudi. Gurevich mengatakan bahwa proposal untuk membangun jembatan di seberang sungai pertama kali diusulkan oleh pihak Rusia, mengingat permintaan transportasi kargo yang meningkat.
Pada 2013, kementerian transportasi Rusia dan Cina menandatangani perjanjian konstruksi umum. Selama kunjungan Presiden Putin ke Cina pada Mei 2014, kesepakatan lain tentang pembangunan jembatan ditandatangani oleh pejabat Rusia dan Cina.
Pada September 2014, Rusia dan China mendirikan perusahaan patungan yang akan mengontrol proses pembangunan jembatan. Pada November 2014, media lokal Rusia melaporkan bahwa sejumlah besar pekerjaan konstruksi telah dilakukan di bagian jembatan Cina, tetapi hampir tidak ada yang dilakukan di bagian Rusia.
Jembatan ini dirancang oleh institut Giprostroymost Rusia, memenuhi standar Rusia dan Cina. Pada tahun 2014, dilaporkan bahwa struktur utama di atas Sungai Amur membentang dari utara-selatan dan akan terdiri dari 20 bentang rangka baja sepanjang 110 meter.
Baca juga: CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body
Jembatan itu akan memiliki trek ukuran standar (1435 mm) dan trek ukuran Rusia (1520 mm). Namun, kedua track tersebut akan diimbangi hanya 800 mm, sehingga hanya satu track yang dapat digunakan pada waktu tertentu.
Pandemi Covid-19 membuat British Airways mempensiunkan armada Boeing 747-400. Namun, keputusan tersebut justru mendorong temuan baru di balik kemegahan pesawat jumbo ini. Betapa tidak, pesawat yang pertama kali terbang perdana pada 29 April 1988 itu alih-alih dilengkapi teknologi canggih, justru sampai masa baktinya selesai, masih menggunakan disket sebagai alat penyimpanan database penerbangan.
Baca juga: Kurang dari 5 Jam, British Airways Catatkan Rekor Penerbangan Trans-Atlantik Tercepat di Dunia dengan Boeing 747
Laporan The Register, seperti diberitakan The Verge, baru-baru ini peneliti keamanan pesawat, Pen Test Partners, mendapat kesempatan untuk mengakses lebih jauh sudut-sudut pesawat, khususnya pada bagian dalam.
Setelah menelusuri ruang avionik berupa rak kotak hitam modular sebagai pusat data penerbangan di bawah dek penumpang, betapa terkejutnya tim Pen Test Partners saat menemukan floppy disk 3,5. Disket tersebut digunakan untuk merekam seluruh database navigasi penting dan wajib diperbahrui setiap 28 hari sekali.
Meskipun terdengar aneh, pesawat Boeing lainnya, seperti Boeing 737, selama bertahun-tahun juga masih menggunakan disket. Hal itu dimungkinkan karena ruang penyimpanan disket setiap tahun semakin membesar.
Beberapa maskapai mungkin sudah beralih ke teknologi penyimpanan lain yang lebih canggih, namun, tak sedikit maskapai yang masih mempertahankan floppy disket sebagai ruang penyimpanan penting untuk merekam data penerbangan, mulai dari saat bandara, informasi seputar jalur penerbangan, runway, dan banyak lagi.
Akan tetapi, tujuan dari temuan floppy disket tersebut bukan bertujuan untuk sekedar iseng belaka, melainkan untuk mencari tahu tingkat keamanan pesawat.
Dalam sebuah video room tour Boeing 747, yang memuat tentang bagian-bagian pesawat yang mungkin tak pernah dilihat orang banyak sebelumnya, pesawat dinilai masih belum aman dari ancaman hacker atau peretas. Perlu diketahui, video tersebut juga merupakan bagian dari konferensi Def Con virtual, yakni konferensi peretas terbesar di AS.
Seorang profesor keamanan siber tahun lalu, berhasil menemukan celah keamanan di pesawat British Airways. Kala itu, ia berhasil masuk dan mengacak-ngacak aplikasi obrolan instan dalam penerbangan serta merusak sistem In-Flight Entertainment atau IFE hanya berbekal sebuah mouse USB. Kini, ia bersama peneliti keamanan lainnya tengah mencari celah untuk masuk ke sistem penerbangan dengan memanfaatkan bagian-bagian pesawat yang dapat diakses publik.
Baca juga: Maskapai Mana yang Paling Lama Operasikan Boeing 747?
Pada pesawat-pesawat keluaran terbaru sekalipun, seperti Boeing 787 Dreamliner dan Boeing 777X, para peneliti juga menilai masih terdapat celah. Bahkan, jaringan serat fiber yang digunakan, dimana semua avionik pesawat terhubung ke jaraingan ini dan dikontrol melalui sepasang komputer untuk menjalankan seluruh software penerbangan, justru dinilai sebagai suatu langkah mundur; tak lebih dari jaringan tradisional di gedung-gedung perkantoran.
Lagi pula, software yang mengontrol penuh atau sebagian pesawat tidak selalu bisa diandalkan. Kasus kecelakaan Boeing 737 MAX akibat software Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) mungkin bisa jadi satu contoh konkret betapa software tak begitu bisa diandalkan.
Rolls-Royce mengumumkan bahwa mereka menemukan keretakan pada beberapa mesin pesawat Airbus A350 XWB-84. Keretakan tersebut ditemukan seiring dilakukannya pemeriksaan rutin setelah empat hingga lima tahun operasional. Selama periode tersebut, mesin pesawat diketahui telah melalui sekitar 14 juta kilometer atau setara dengan 350 kali keliling dunia.
Baca juga: Musibah Virus Corona Justru Selamatkan Boeing 787 dan Rolls-Royce
Pasca temuan itu, pabrikan asal Inggris tersebut mau tak mau harus menginspeksi seluruh mesin Rolls-Royce XWB-84 di fasilitas perawatan mereka, terutama bagi pesawat-pesawat dengan masa tugas serupa atau sekitar empat sampai lima tahun, sebagai bentuk pencegahan. Selama masa inspeksi tersebut, mesin Rolls-Royce XWB-84 akan disorot khususnya pada bagian bilah mesin di Kompresor Tekanan Menengah.
Di samping itu, ruang bakar di dalam mesin juga tak lepas dari sorotan. Sebab, ruang bakar di dalam mesin merupakan bagian mesin yang paling berat bebannya. Ruang bakar harus tahan setidaknya suhu 2 ribu derajat Celcius selama berjam-jam, khususnya pada saat take off dan landing, dimana pesawat mengeluarkan tenaga maksimal. Jika sedikit saja terjadi kesalahan, mesin akan mati total.
Proses inspeksi pada bagian mesin umumnya dilakukan secara manual, dengan mengandalkan tangan-tangan handal dan pengalaman para teknisi. Sebab, keretakan dan sejenisnya di bagian mesin kerap tak kasat mata, bahkan dengan kaca pembesar sekalipun.
Lagi pula, antara retakan dan goresan biasa atau tak biasa, bentuknya sangat samar. Oleh karenanya, insting para pekerja selalu diandalkan pada bagian ini. Dengan begitu, proses reparasi akan lebih efisien mengingat manusia bisa memutuskan lebih cepat ketimbang mesin.
Merawat mesin pesawat yang terdiri atas 30.000 komponen bukan pekerjaan mudah. Terlebih jika salah satu komponen mengalami keretakan, maka petugas harus bekerja dengan tingkat akurasi seorang ahli bedah. Tak ayal biaya reparasi mesin bisa cukup mahal. Namun, tak lebih mahal dibanding membeli suku cadang baru.
Meski demikian, sekalipun ditemukan keretakan, mesin Rolls-Royce XWB-84 yang disematkan di seluruh keluarga A350 itu diklaim telah melalui masa baktinya selama beberapa tahun ini dengan mulus, ditandai dengan rekor kerusakan yang tergolong cukup minim.
“Trent XWB-84 telah mengalami layanan paling mulus dari semua mesin pesawat widebody yang kami kembangkan. Ini adalah mesin aero sipil besar dalam layanan yang paling efisien di dunia, dengan keandalan pada sayap yang tiada bandingnya. Mesin yang sekarang datang untuk perbaikan telah melakukan perjalanan yang setara dengan 350 kali keliling dunia, tanpa perawatan yang tidak direncanakan,” jelas Chris Cholerton, Presiden Civil Aerospace Rolls-Royce, seperti dikutip dari Simpel Flying.
Baca juga: Temukan Masalah Pada Mesin, Singapore Airlines ‘Kandangkan’ Dua Boeing 787-10
“Sungguh meyakinkan melihat bahwa inspeksi proaktif kami telah memungkinkan kami untuk mengidentifikasi dan dengan cepat menangani masalah ini dan meminimalkan potensi dampak pada pelanggan kami,” tambahnya.
Masalah mesin memang kerap menimpa Rolls-Royce. Awal Februari lalu, mesin Rolls-Royce Trent 1000 pada pesawat Boeing 787 Dreamliner dikabarkan memiliki masalah mesin, terutama bagian bilah kipasnya. Di bulan April tahun lalu, Boeing 787-10 Dreamliner Singapore Airlines terpaksa menepi sejenak disebabkan masalah pada mesin Rolls-Royce Trent 1000. Di bulan Juni tahun 2018, masalah pada mesin Rolls-Royce Trent 700 juga membuat maskapai China Eastern memparkir sejenak pesawat Airbus A330.
Perang Dunia II menyimpan banyak cerita. Selain peristiwa dijatuhkannya bom atom pertama di dunia di Hiroshima dan Nagasaki, sejarah mencatat, perang yang dimenangi oleh sekutu itu juga mendorong terciptanya pesawat amfibi terbesar di dunia, Hughes H-4 Hercules Flying Boat.
Baca juga: Perang Dunia I Dorong Ilmuan Inggris Kembangkan Telepon Nirkabel di Kokpit
Hughes H-4 Hercules merupakan kapal terbang terbesar yang pernah dibuat dalam sejarah umat manusia. Tak hanya itu, ia juga merupakan pesawat dengan rentang sayap terbesar yang pernah terbang.
Dikutip dari Simple Flying, dalam upaya memenangi Perang Dunia II, Amerika Serikat (AS) menggunakan segala macam cara, termasuk memanfaatkan sumber daya lokal. Dengan dasar itu, Howard Hughes, pilot, insinyur, pengusaha, produser film, sekaligus pemilik maskapai Trans World Airlines (TWA) -kini sudah diakuisisi oleh American Airlines April 2001 lalu- didorong untuk menyelesaikan pengembangan H-4 Hercules.
Pesawat tersebut saat itu bakal didapuk sebagai angkutan logistik perang yang aman dari ancaman kapal selam musuh atau Axis submarines (Jerman, Italia, dan Jepang). Pesawat dirancang untuk membawa 750 pasukan bersenjata lengkap atau dua tank Sherman selama Perang Dunia II.
Hanya saja, pesawat proses pengembangan pesawat mengalami kesulitan akibat perubahan konstruksi dasar dari kayu ke logam. Pembuatan pesawat ini akhirnya tersendat dan baru rampung serta menjajal penerbangan perdana pada 2 November 1947, dengan tetap menggunakan bahan dasar kayu.
Kala itu, pesawat raksasa yang desain awalnya pertama kali dibuat oleh Henry J. Kaiser, seorang pengrajin baja, dan pembuat kapal Liberty ini, hanya berhasil terbang selama 26 detik sejauh nyaris dua kilometer di Long Beach, California. Pesawat deketahui berhasil terbang setinggi 21 meter dari permukaan air dengan kecepatan 128 kilometer per jam. Sejak saat itu, pesawat tak pernah terbang lagi sampai Howard Hughes menemui ajalnya pada April 1976.
Meski hanya berhasil terbang sesingkat itu, biaya produksi Hughes H-4 Hercules Flying Boat tidaklah murah. Pemerintah AS diketahui telah menghabiskan total $22 juta ($ 572 juta hari ini). Sedangkan Howard Hughes disebut telah menghabiskan $ 18 juta ($ 468 juta hari ini) dari kocek pribadi. Cukup mahal, bukan?
Sepeninggal Hughes, Aero Club of Southern California akhirnya mengambil alih kepemilikan pesawat dengan lambung tunggal, delapan mesin radial, satu vertical tail, full cantilever wing, dan tail surfaces yang dijuluki The Spruce Goose (angsa cemara) itu, dari tangan Hughes Aircraft Company selaku produsen.
Di tangan mereka, pesawat berukuran panjang 218 kaki atau 66,65 meter, memiliki rentang sayap 319 kaki (97,54 meter), tinggi 24,18 meter, dan dapat membawa beban 180.000 kilogram (400.000 pons) sejauh 3.000 mil ini dipamerkan di sebelah kapal laut Queen Mary, di Long Beach, California.
Baca juga: Boeing 377 Stratocruiser, Pesawat dengan Kabin Bertekanan Pertama di Dunia
Namun, pada tahun 1988, The Walt Disney Company mengambil alih area tersebut. Sejak saat itu, nasib Hughes H-4 Hercules Flying Boat makin tak jelas. Pesawat tersebut akhirnya disimpan di Evergreen Aviation & Space Museum, di McMinnville, Oregon, Amerika Serikat.
Saat ini, raksasa teknologi, Google, diketahui menyewa hanggar tempat pesawat berada dan mengalami beberapa perombakan besar usai memutuskan pindah kantor pada akhir 2018 lalu. Ambisi, gagasan, serta tekad besar di balik pembuatan Hughes H-4 Hercules Flying Boat “The Spruce Goose” disebut menjadi salah satu pertimbangan Google melakukan hal itu.
Kandi yang merupakan pembuat baterai dan kendaraan listrik Cina akan memulai penjualan model-model baru melalui anak perusahaannya di Amerika Serikat. Peluncuran ini akan berlangsung secara virtual pada 18 Agustus 2020.
Baca juga: Peneliti University of Michigan: Kendaraan VTOL Listrik Lebih Ramah Lingkungan Ketimbang Mobil Listrik
Dalam peluncuran secara virtual, perusahaan akan memperkenalkan mobil berbentuk kotak untuk kota yang bernama Model K27 bersama dengan model K23 yang lebih besar yakni sekitar ukuran SUV kecil. KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (30/7/2020), model K27 yang lebih kecil mengemas baterai 17,69 kWh yang memberikan perkiraan jarak 100 mil atau 160 km.
Dengan motor listrik 20 kW mampu menghasilkan kecepatan tertinggi 63 mph atau 101 km per jam. Mobil listrik ini dilengkapi dengan layar sentuh sembilan inci dan K27 ini harganya sekitar $19.999 dan bisa lebih rendah sekitar $12.999 ketika kredit pajak federal ambil bagian.
Sedangkan model K23 yang ukurannya lebih besar dilengkapi baterai 41,4 kWh mampu melaju hingga jarak 188 mil atau 302 km. Dengan menghasilkan daya 21 kW, model K23 memiliki kecepatan tertinggi 70 mph atau 112 km per jam.
Dilengkapi dengan layar sentuh sepuluh inci dan ruang bagasi lebih besar dibandingkan K27. Harganya dibanderol lebih tinggi yakni $29.999 dan bisa lebih murah lagi menjadi $22.499 setelah kredit pajak federal.
“Ini adalah saat yang menyenangkan bagi Kandi Technologies karena kami berhasil meluncurkan penjualan K27 dan K23 di Amerika Serikat,” kata Kewa Luo, Direktur Hubungan Investor Kandi Technologies Group.
Mereka mengatakan sejak awal 2019, telah bekerja keras untuk mengidentifikasi distributor yang tepat, mengamankan persetujuan peraturan dan menunjukkan kesiapan untuk sukses di pasar yang berkembang dan dinamis. Selain itu, dengan pencapaian tersebut mereka menantikan fase pertumbuhan berikutnya yang menarik.
Baca juga: Blue Bird Gunakan Mobil Listrik Tesla untuk Armada Taksi Terbaru
Kandi akan membuka pra-penjualan untuk K27 dan K23 pada acara peluncuran 18 Agustus, dengan pelanggan dapat memberikan deposit $100 untuk mengamankan salah satu mobil. Perusahaan mengatakan pengiriman keduanya akan dilakukan pada kuartal keempat 2020.
Menyambut perayaan HUT RI ke-75, PT KAI Daop 1 Jakarta memberikan berbagai promo untuk layanan angkutan penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Berbagai program tersebut diberikan KAI Daop 1 untuk masyarakat pengguna jasa mulai tanggal 10 sampai 17 Agustus 2020. Adapun program yang akan diberikan mulai dari pembagian 17 Voucher tiket gratis per hari hingga promo harga tiket KAJJ.
Baca juga: PT KAI Minta Gubernur DKI Jakarta Hapus SIKM untuk KA Relasi dari Bandung
Berikut daftar program promo tiket dalam rangka HUT ke-75 RI:
1. Promo 17 Voucher Tiket Gratis KA Argo Parahyangan dan 17 Voucher Tiket Gratis Kelas Eksekutif Berbagai Tujuan
Program “Bagi-Bagi Voucher Gratis Naik Gopar” diperuntukan para pengguna jasa yang berangkat menggunakan KA Argo Parahyangan keberangkatan 10 sampai 17 Agustus 2020. Voucher tiket gratis tersebut akan dibagian melalui sistem pengundian yang akan dilakukan didalam rangkaian KA.
Sepanjang tanggal 10 sampai dengan 17 Agustus tersedia 17 Voucher untuk setiap keberangkatan KA Argo Parahyangan pada periode tersebut. Untuk bulan Agustus 2020 di Daop 1 Jakarta terdapat 2 perjalanan KA Argo Parahyangan keberangkatan Stasiun Gambir untuk tujuan Stasiun Bandung dengan jadwal keberangkatan pukul 18.10 WIB dan 18.48 WIB.
Sementara untuk 17 Voucher tiket gratis Kereta Eksekutif berbagai tujuan diberikan bertepatan dengan momen hari kemerdekaan pada17 Agustus 2020.
Pelanggan yang berangkat menggunakan KA Bima, Sembrani, Argo Bromo Anggrek, Matarmaja dan KA Sawunggalih pada tanggal 17 Agustus 2020 berhak mengikuti undian dengan hadiah Voucher tiket KA yang diundi langsung di dalam rangkaian secara acak. Bagi 17 pengguna yang beruntung voucher tiket tersebut dapat digunakan untuk satu kali kesempatan naik Kereta Api Kelas Eksekutif ke berbagai jurusan yang tersedia secara gratis.
2. Promo Bayar Tiket KA Sampai dengan 75 Persen dari Harga Normal
Selain voucher gratis, untuk sejumlah KAJJ keberangkatan Stasiun Gambir juga terdapat promo harga tiket dimana Pelanggan cukup membayar sampai dengan 75 persen saja dari harga normal. Tiket promo tersebut tersedia untuk keberangkatan 6 sampai 31 Agustus 2020 dan jumlahnya terbatas. Di wilayah PT KAI Daop 1 Jakarta terdapat 9 KA yang mendapatkan promo HUT RI 75, berikut detail harga normal dan promonya:
Keberangkatan Stasiun Gambir
– KA Turangga (Gambir – Surabaya Gubeng) harga normal Rp630.000 menjadi Rp470.000
– KA Sembrani (Gambir – Surabaya Pasarturi), harga normal Rp600.000 menjadi Rp420.000
– KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasarturi), harga normal Rp650.000 menjadi Rp450.000
– KA Bima (Gambir – Malang) harga normal Rp650.000 menjadi Rp490.000
– KA Mutiara Selatan (Gambir – Malang), harga normal Rp650.000 menjadi Rp490.000 (Eksekutif) dan harga normal Rp450.000 menjadi Rp335.000 (Ekonomi)
Keberangkatan Stasiun Pasar Senen
– KA Mataram (Pasar Senen – Solo Balapan), harga normal Rp430.000 menjadi Rp320.000 (Eksekutif) dan harga normal Rp280.000 menjadi Rp210.000
– KA Kertajaya (Pasar Senen – Surabaya Pasarturi), harga normal Rp250.000 menjadi180.000
– KA Matarmaja (Pasar Senen – Malang) harga normal Rp240.000 menjadi Rp150.000
– KA Sawunggalih (Pasar Senen – Kutoarjo), harga normal Rp340.000 menjadi Rp250.000 (Eksekutif) dan harga normal Rp220.000 menjadi Rp165.000 (Ekonomi).
Pesawat biasanya dibanderol dengan harga selangit. Syarat pembeliannya pun juga tidak mudah, terlebih untuk sebuah pesawat baru. Namun, apa jadinya bila sebuah pesawat dijual dengan harga hanya sekitar US$29 atau Rp429 Ribu (kurs Rp14.864)?
Baca juga: Lufthansa Mutilasi Airbus A340-600 Menjadi Souvenir Unik nan ArtistikSimple Flying melaporkan, belum lama ini, sebuah pesawat A320 purna tugas milik Lufthansa dijual mulai kisaran $29-55. Hanya saja, harga semurah itu bukan untuk mendapatkan pesawat dalam kedaaan utuh, melainkan bagian-bagian kecil pesawat yang sudah dikonversi menjadi gantungan kunci.
Ide untuk melucuti pesawat yang sudah purna tugas, termasuk A320, datang dari sebuah perusahaan asal Jerman. Melalui situs aviationtag.com, perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman, itu selain hendak menyelamatkan lingkungan dengan menghindari penumpukan pesawat-pesawat bekas yang jumlahnya jutaan di dunia, mereka juga melihat minat tinggi para pecinta penerbangan untuk mengabadikan pesawat favoritnya sekalipun dalam bentuk yang lebih kecil.
“Kami selalu memiliki emosi yang campur aduk. Di satu sisi, sangat menyedihkan melihat era ini berakhir setelah hanya 10 tahun. Di sisi lain, kami senang bahwa kami berhasil melestarikan bagian dari pesawat ikonik ini untuk semua penggemar penerbangan,” Vice President Aviation Tag, Tobias Richter.
Gantungan kunci A320-211 Lufthansa. Foto: Aviationtag
Selain menjual gantungan kunci dari badan pesawat A320, perusahaan itu juga sudah lebih dahulu menjual berbagai gantungan kunci asli dari bagian badan pesawat beragam merek di dunia, mulai dari Airbus (A340, A320, A319, dan A380), Boeing (767, 757, 747, 737, dan 777), Antonov (AN-2), ATR, Cessna, Royal Air Force, Lockheed, Fokker, Douglas (DC-9 dan DC-3), hingga Piper.
Pesawat Airbus A320-211 dengan nomor registrasi D-AIPA (MSN 69) diketahui mulai beroperasi pada Oktober 1989 lalu. Setelah 30 tahun beroperasi, A320 Lufthansa kemudian keluar dari layanan dan dikirim ke Sofia, Bulgaria pada Mei 2019. Di Sofia, pesawat, yang dinamai Buxtehude, diambil dari nama kota Jerman itu, menemui ajalnya. Namun, berkat ide konversi menjadi berbagai barang bernilai jual tinggi, pesawat tersebut akan tetap hidup, setidaknya sampai souvenir atau gantungan kunci yang terbuat darinya tetap disimpan baik-baik oleh para pemiliknya.
Terlepas dari peran pihak ketiga dalam mengkonversi pesawat, sebetulnya, Lufthansa secara mandiri juga mempunyai semangat melakukan upcycling atau daur ulang pesawat menjadi barang bernilai tinggi.
Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!
Bahkan, selain menjadikan gantungan kunci, bersama aviationtag, Lufthansa juga mendorong terciptanya berbagai produk lain dari A320 D-AIPA, seperti meja yang terbuat dari wingtip, freestanding bar yang terbuat dari pintu pesawat, hingga penyimpanan bir di dinding yang terbuat dari jendela pesawat, serta banyak lagi produk-produk lainnya.
Berbagai produk hasil konversi dari A320 D-AIPA itu dilepas bersamaan dengan pameran Upcycling Collection 2.0 Lufthansa. 2.0 menandakan bahwa gelaran tersebut merupakan tahun kedua, setelah sebelumnya pameran yang sama juga dilakukan tahun lalu. Namun, tahun ini, Lufthansa banyak membuat perbedaan, termasuk menjual seluruh bagian suku cadang pesawat.
Di department stores, restoran, cafe, atau bahkan di rumah maupun apartemen, kamar kecil di Jepang merupakan tempat yang takkan terlupakan karena teknologinya yang tingkat tinggi, sangat bersih, dan sangat nyaman.
Baca juga: Selundupkan Emas di Toilet Pesawat, Warga Jepang Berusaha Hindari Pajak Barang Mewah
Tak hanya itu, di salah satu distrik khusus kota Tokyo, Jepang, Shibuya, bahkan mempunyai toilet umum transparan yang terletak di pinggir jalan. Penasaran?
Dikutip dari The Space, toilet umum terbaru rancangan Shigeru Ban, seorang arsitek Jepang yang dikenal karena karya arsitektur kertasnya yang inovatif, terutama pendaurulangan tabung kardus yang dimanfaatkan secara efisien untuk membangun hunian bagi korban bencana alam, terbuat dari bahan dasar kaca. Dilihat dari sudut manapun, toilet ini terlihat jelas isi bagian dalamnya. Hal itu jelas bakal mengganggu privasi pengguna dan dijamin membuat warga enggan menggunakannya.
Padahal, toilet umum transparan yang terletak di di taman kota Yoyogi Fukamachi dan Haru No Ogawa di kawasan Kota Shibuya, desain awalnya dibuat untuk meyakinkan orang lain agar menggunakan fasilitas tersebut.
Akan tetapi, sang arsitek tentu punya alasan kuat terkait desain toilet umum transparan itu. Disebutkan, Shigeru Ban memilih desain seperti itu dikarenkan sering terjadinya kesalahpahaman. Maksudnya, toilet yang tak transparan kerap membuat orang lain berusaha memastikan apakah toilet tersebut siap digunakan atau tidak. Cara yang biasa digunakan ialah dengan mendorong pintu toilet.
Dengan dibuat desain toilet transparan, calon pengguna tak perlu repot-repot memastikan hal itu. Jika bagian dalam toilet terlihat jelas, maka toilet siap digunakan. Sebaliknya, jika toilet dalam kondisi buram dan bagain dalamnya tak terlihat sama sekali, itu pertanda toilet sedang digunakan orang lain. Mengaktifkan fitur buramnya juga cukup mudah. Cukup tekan sejenis saklar layaknya mematikan atau menghidupkan lampu, kemudian kunci pintu.
Menariknya, untuk memberi kesan artistik, toilet yang umumnya berjumlah tiga bilik ini, memancarkan cahaya berwarna-warni saat malam hari, sesuatu yang jarang sekali ditemukan di negara-negara lain di luar Jepang. Selain itu, kilauan cahaya juga bertujuan untuk memudahkan calon pengguna menemukan toilet.
Sebetulnya, di Eropa dan Amerika Serikat, teknologi sejenis juga sudah ada. Dilihat KabarPenumpang.com dari Business Insider, teknologi tersebut bahkan diimplementasikan tak hanya pada toilet, namun juga pada bagian lain berbahan dasar kaca, seperti jendela, ruang meeting, ruang kantor, bahkan kaca televisi sekalipun. Untuk kaca televisi, teknologinya cukup keren, saat fitur transparan diaktifkan, maka, pengguna bisa bercermin di sana, jika dinonaktifkan, pengguna bisa menonton televisi.
Kembali ke Jepang, terobosan canggih di toilet tentu bukan pertama kali. Negeri Sakura itu sudah sejak lama terkenal sebagai negara yang konsisten menghadirkan toilet canggih, nyaman, dan bersih. Bahkan, saking canggihnya, bisa dibilang, toilet-toilet di Jepang merupakan yang tercanggih di dunia.
Dihimpun dari berbagai sumber, di Jepang, toilet umumnya memiliki panel kontrol di sisinya dan penghangat tempat duduk yang sangat nyaman saat diduduki, khususnya saat musim dingin. Selain itu, ada juga beberapa tambahan fitur, seperti pengering, pemanas tempat duduk, opsi memijat, pengatur semprotan air, pembuka tutup toilet otomatis, flush otomatis, panel kendali wireless, pemanas ruangan dan pengkondisi udara untuk ruangan, menjadi bagian dari toilet maupun bagian dari tempat duduk toilet.
Fitur-fitur tersebut dapat di akses oleh panel kendali (terkadang bentuknya wireless) yang ditanam di sekitar dudukan toilet maupun dinding terdekat. Panel kendali toilet dapat ditanam di toilet atau di dinding dekat toilet seperti pada gambar di atas.
Baca juga: Bandara Victoria Gelontorkan Rp300 Juta Demi Toilet Khusus Hewan Peliharaan
Di tempat-tempat publik, khususnya di toilet department stores maupun stasiun kereta api, kalian dapat menemukan panel kendali jenis lain. Panel ini disebut “otohime” yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “putri suara”.
Hanya dengan melambaikan tangan di dekat sensor untuk mengaktifkan suara. Suaranya seperti suara flush biasa yang cukup keras untuk menutupi suara-suara memalukan yang mungkin akan Anda keluarkan saat menggunakan toilet. Suara tersebut akan diputar selama 25 detik dan pengguna dapat menekan tombol berhenti untuk menghentikannya kapan saja. Cukup keren, bukan?
Setelah sebelumnya Batik Air merilis kabar bahwa seluruh armadanya telah mengadopsi fitur High Efficiency Particulate Air (HEPA), maka maskapai induknya, Lion Air yang melayani penerbangan berbiaya murah, juga telah menyatakan bahwa seluruh armadanya, juga telah dipasang fitur HEPA.
Secara keseluruhan, armada Lion Air yang terdiri dari Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 330-300 dan Airbus 330-900NEO telah dipasang fitur yang dapat menangkal penyebaran virus corona.
Baca juga: Tak Semua Kabin Pesawat Dilengkapi Filter HEPA, Apakah Aman dari Covid-19?
Sistem kerja HEPA ialah menyaring serta membuat sirkulasi ulang dari kabin dan menyampurkannya dengan udara bersih dari luar pesawat. Sebagian udara yang berasal dari dalam dibuang ke luar kabin, sisanya dipompa melalui filter udara – HEPA. HEPA filter bekerja efektif dengan tingkat 99,9+ persen menghilangkan partikel seperti virus, bakteri dan jamur sebelum udara kembali didistribusikan (sirkulasi) ke kabin. Perputaran sirkulasi udara dalam pesawat yang dilengkapi HEPA berlangsung cepat. Dengan demikian sirkulasi udara yang segar di kabin diperbarui 20 hingga 30 kali dalam satu jam atau setiap dua hingga tiga menit, sehingga penumpang akan merasa aman, nyaman dan percaya diri untuk bepergian menggunakan pesawat udara.
Perangkat teknologi yang terpasang dan berbagai langkah preventif, seluruh awak pesawat dan karyawan serta penumpang mematuhi ketentuan penerbangan Lion Air, sebagaimana yang menjadi pedoman protokol kesehatan selama masa waspada ini, akan memberikan optimis bahwa perjalanan udara perlahan mulai kembali. Dengan harapan, penumpang dapat memulai perjalanan tanpa ragu-ragu (resume their journeys with confidence).
Teknologi lainnya yang membuat kualitas udara di kabin aman ialah material komposit di kabin pesawat yang memungkinkan menjaga kelembaban sehingga mengurangi efek dehidrasi, kondisi kering dan tidak berkarat seperti pada logam di bawah kelembaban tinggi. Kabin pesawat didesain mampu mempertahankan kelembaban kurang lebih 25 persen, meningkat jika dibandingkan pesawat seri terdahulu yakni sebesar 20 persen.
“Peningkatan kegiatan kebersihan pesawat udara Lion Air Group secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC) selama ini dijalankan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) dan di berbagai basis bandar udara (base station) dimana pesawat Lion Air berada,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.
Baca juga: Jadi ‘Kebanggaan’ Maskapai di Masa Pandemi, HEPA Ternyata Tidak Membuat Kabin Pesawat Bebas Corona!
Pengerjaan kebersihan di BAT meliputi ruang kemudi (flight deck); dapur (galley); kamar kecil (lavatories), termasuk pintu, pegangan pintu, wastafel dan tempat sampah; alas makan dan pegangannya; fasilitas hiburan (in-flight entertainment) termasuk remote control; pegangan pembuka rak bagasi kabin (luggage storage bin handle); overhead lighting, ventilasi udara dan call button; sandaran kursi; penutup tempat duduk (seat covers); sabuk pengaman (seat belts); sandaran kepala tempat duduk (seat headrests); karpet lantai; jendela dan penutup jendela; fasilitas penumpang lainnya; ruang kargo (cargo compartment) dan lainnya.
Dunia barat -termasuk Australia- serta beberapa negara maju di dunia santer terdengar sebagai negara yang ramah bagi hewan. Sudah sering dijumpai di berbagai pemberitaan dunia, dimana petugas berjibaku dengan sulitnya medan untuk menyelamatan hewan yang terjebak di berbagai kondisi dan tempat, di ketinggian, gorong-gorong, di gua, dan di berbagai tempat lainnya.
Baca juga: Bandara Helsinki Hadirkan Toilet Khusus Hewan Peliharaan Penumpang
Semangat dan budaya seperti itu nampaknya mulai mengular ke berbagai bandara. Awal Januari lalu, Bandara Internasional Helsinki-Vantaa di Finlandia meluncurkan fasilitas toilet untuk hewan peliharaan yang dibawa penumpang.
Peluncuran toilet hewan peliharaan tentu ada alasannya, dimana menurut data, di Bandara Helsinki lebih dari sepuluh ribu anjing bepergian dengan pemiliknya setiap tahun. Operator bandara Finavia mengatakan puluhan ribu anjing setiap tahunnya membuat mereka untuk merespon penumpang dengan memudahkan membuang kotoran hewan peliharaan di tempat yang disediakan.
Jauh sebelum itu, Bandara Internasional San Diego sudah lebih dahulu menyediakan fasilitas tersebut. Pada Juni 2013 lalu, bandara tersebut menyediakan toilet khusus hewan peliharaan, dalam hal ini anjing, di terminal dua.
Uniknya lagi, kamar mandi tersebut dilengkapi pula dengan fasilitas rumput, hidran, dan wastafel untuk mencuci tangan bagi kalangan pemilik hewan. Selain itu, bandara ini juga memiliki fasilitas pemeliharaan hewan yang terletak di area luar ruangan, diantara terminal satu dan dua.
Dilihat dari waktu dan fasilitas, Bandara Internasional San Diego tersebut sejatinya layak untuk digelari sebagai bandara di dunia yang menyediakan toilet khusus anjing atau hewan peliharaan.
Sebab, sejauh ini, berbagai situs pemberitaan justru menyematkan Bandara Internasional Osaka atau biasa juga disebut Bandara Itami sebagai bandara pertama yang sediakan toilet khusus anjing atau hewan peliharaan pertama di dunia. Padahal, bandara tersebut baru menyediakan fasilitas itu pada pertengahan Mei 2020 lalu, yang mengukuhkannya sebagai bandara pertama yang sediakan fasilitas tersebut di Jepang.
Seolah tak ingin ketinggalan, Bandara Internasional Victoria dilaporkan juga mulai menyediakan fasilitas hewan peliharaan. Fasilitas berupa toilet atau kamar mandi tersebut tersedia di lounge keberangkatan penumpang, lengkap dengan ruang ganti keluarga, ruang ganti dewasa, dan pusat pengaduan hewan peliharaan, demikian laporan situs vancouverisland.ctvnews.ca.
Fasilitas toilet khusus hewan peliharaan dan fasilitas lainnya tersebut merupakan bagian dari proyek perluasan bandara senilai $19,9 juta atau Rp300 jutaan (kurs 14.831) untuk persiapan meningkatnya penumpang pesawat di masa mendatang.
Proyek perluasan bandara juga meliputi perluasan kapasitas maksimum lounge keberangatan penumpang, space baru untuk restoran serta pertokoan lainnya, serta gates baru yang lebih banyak untuk maskapai.
Baca juga: Bandara Itami Buka Toilet Eksklusif Untuk Anjing
Pengerjaan awal proyek tersebut sebetulnya sudah dimulai sejak 2018 lalu. Namun baru masif diberitakan setelah proses pengerjaan rampung baru-baru ini, termasuk kamar mandi atau toilet khusus hewan peliharaan.
Hanya saja, bila di Bandara Helsinki, Bandara San Diego, dan Bandara Osaka disediakannya fasilitas toilet khusus hewan dengan disertai data penumpang yang membawa hewan peliharaan, tidak demikian dengan Bandara Victoria. Namun demikian, besar kemungkinan pengelola bandara menyediakan fasilitas tersebut sebagai respon dari kebiasaan penumpang, dalam hal ini kebiasaan membawa hewan peliharaan.