Francisco, Kapal Ferry Wisata dengan Kecepatan 51,8 Knot!

Kapal ferry jelas bukan wahana yang asing di Republik ini, dengan kecepatan maksimal 15 knot kapal ferry telah memberi arti yang begitu penting dalam mendukung sistem transportasi nasional. Diantara tantangan kinerja kapal ferry di Indonesia adalah pada kemampuan kecepatan yang masih lamban. Bila di Tanah Air kapal ferry melaju direntang 8 – 15 knots, maka nun jauh di Argentina ada sosok kapal ferry RoRo (Roll on Roll off) yang sanggup melesat laksana speed boat, yakni 51,8 knot. Tingkat kecepatan yang spektakuler, yang hanya ditempati kelas kapal patroli cepat milik Angkatan Laut. 51,8 knot atau lebih mudahnya dapat disetarakan dengan 95 km per jam, ukuran kecepatan yang fantastis bagi kapal dengan bobot mati 450 ton. Yang dimaksud disini adalah kapal ferry Francisco yang dioperasikan perusahaan Buquebus dari Argentina. Di level kecepatan yang masuk gigi lima pada mobil sedan ini, Francisco bahkan dapat membawa 1.000 orang penumpang plus 150 kendaraan. 3l-image Dikutip dari ship-technology.com, Francisco dibangun dengan empat dek, untuk dek pertama diperuntukkan untuk parkir kendaraan, di dek pertama (paling bawah) ini setiap kendaraan yang parkir mempunyai space panjang 4,5 meter, lebar 2,5 meter, dan bobot yang sudah ditentukan maksimum 2,5 ton. Kemudian dek kedua, diperuntukkan untuk penumpang kelas ekonomi, meski kelas ekonomi disini disediakan lounge dan bar, bahkan ada duty free shop. Beranjak ke dek ketiga, di dek ini terbagi ke dalam empat area, daerah pertama ditujukan sebagai ruang wisata bagi para turis, disini dilengkapi baru dan tempat duduk santai. Daerah kedua terdapat ruang tunggu, business lounge, dan toilet. Daerah ketiga ditempati penumpang kelas bisnis, dan daerah keempat menjadi ruang bagi penumpang kelas satu. Sementara di dek keempat menjadi lokasi anjungan kemudi, pompa air, dan penempatan berbagai perangkat navigasi. Incat-Tasmanias-Ferry-is-Officially-Worlds-Fastest-Ship Mampu melaju dengan kecepatan begitu tinggi, pastinya Francisco punya mesin khusus. Menurut spesifikasi, Francisco dilengkapi dua mesin waterjet Wartsila LJX 1720 SR, dan dua mesin gas turbin General Electric Energy LM2500. Setiap mesin waterjet dan gas turbin dipasang pada setiap sisi lambung kapal. Menghantarkan kecepatan begitu tinggi, Francisco punya dua tangki bahan bakar yang masing-masing berkapasitas 70.000 liter solar, dua tangki oli generator yang masing-masing berisi 1.240 liter, dan dua tangki LNG dengan kapasitas masing-masing 40m3. Untuk melayani kebutuhan 1.000 penumpang, Francisco sekali berlayar membawa 5.000 liter air tawar.
Kontrol navigasi pada anajungan.
Kontrol navigasi pada anajungan.
Kapal ferry dengan desain katamaran ini punya panjang 99 meter, lebar 26,94 meter, dan garis batas air 90,54 meter. Francisco dibangun oleh galangan Incat dari Hobart Australia, konstruksinya mulai dikerjakan pada November 2010 dan resmi dilunncurkan pada November 2012. Momen sea trial berlangsung pada Maret 2013 dan kemudian diberi label kapal hemat energi pada Juni 2013. Saat ini kapal ferry Francisco melayani rute di Sungai Plate, menghubungkan antara Kota Buenos Aires di Argentina dan Kota Montevideo di Uruguay.

Menara Siger, Ikon Khas Lampung dan Bakauheni yang Jadi Penanda Titik Nol Kilometer Sumatera

Setiap daerah memiliki ikon tersendiri dan biasanya menjadi pilihan destinasi para pelancong untuk berfoto serta menunjukkan mereka pernah ke daerah tersebut. Salah satunya terletak di ujung pulau Sumatera yakni Lampung yang memiliki Menara Siger. Selain sebagai landmark Provinsi Lampung, Menara Siger pun sekaligus menjadi titik nol kilometer Pulau Sumatera. Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia Bangunan setinggi 32 meter panjang 50 meter dan lebar sepuluh meter tersebut terletak tepat menghadap gerbang masuk Pelabuhan Bakauheni dan di resmikan oleh Gubernur Lampung Sjahroedin Z.P pada 30 April 2008. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Menara Siger memiliki bentuk yang unik dengan sembilan kerucut berwarna kuning keemasan yang berderet memanjang. Bentuk ini mengadaptasi mahkota pengantin wanita (siger) dalam adat Lampung. Pucuk menara ini berjumlah sembilan yang merupakan simbolisasi sembilan bahasa yang ada dalam masyarakat Lampung. Kerucut pada bagian tengah menara memiliki ukuran lebih besar dan tinggi sehingga menjadi puncak Menara Siger. Berada di Bukit Gamping, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Menara Siger dibuat oleh arsitek asal Lampung, Ir.H. Anshori Djausal M.T. konstruksinya pun dibuat dengan teknik khusus yang membuatnya tahan guncangan dan terpaan angin. Teknik ini disebut ferrocement yang adalah sistem konstruksi dengan rangka mirip jaring laba-laba yang kokoh. Menara Siger sendiri memiliki ornamen interior dan eksterior yang diadaptasi bentuk-bentuk dalam motif kain tapis yang juga menjadi ciri khas masyarakat Lampung. Bangunan ini berisi data asta gatra yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam, dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya. Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara, yang mana payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Sedangkan dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bagunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing. Menara Siger sebagai ikon kebanggaan masyarakat Lampung memang tidak bisa di angap enteng, hal ini di sebabkan hingga saat ini Provinsi yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatra dan jawa ini baru memiliki ikon kebanggaan yang berskala nasional. Sebagai masyarakat Lampung, tentu saja keberadaan menara Siger menjadi sangat layak dan mutlak di banggakan, Menara Siger sangat berpotensi menjadi asset wisata kelas satu di wilayah lampung untuk menuju Visit Wilayah Lampung kedepan, kebudayaan lampung dan agar di kenal oleh tamu tamu dari manca Negara. Untuk diketahui, belum lama ini Direktur utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, Menara Siger akan dijadikan wisata baru di wilayah Bakauheni, Lampung Selatan. Dikutip dari antaranews.com (25/7/2020), Ira mengatakan, konsepnya adalah membuat destinasi wisata baru di mana orang yang melintas dari Merak menuju Bakauheni atau sebaliknya bisa menikmati wisata baru ini. Baca juga: Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera Dikatakan Ira adanya pembuatan ini karena jumlah penumpang ferry pertahunnya yang mencapai 22 juta jiwa dimana sekitar sepuluh persennya akan menikmati wisata Menara Siger sehingga menjadi magnet ekonomi baru di Provinsi Lampung. Dia mengatakan jika nantinya ini benar-benar terwujud makan pelancong bisa menikmati daerah ini kapan pun mereka inginkan.

Perokok Tak Perlu Khawatir Korek Api yang Dibuang Ketika Naik Pesawat, Bandara ini Siap Ganti dengan yang Baru

0
Anda seorang perokok dan sering bepergian naik pesawat? Bila iya, biasanya korek api akan ditinggalkan atau diambil oleh petugas bandara. Meski begitu tidak semua bandara melarang penumpang membawa korek api mereka. Namun seperti di Bandara Internasional Shanghai Pudong, Cina melarang penumpang membawa korek api mereka. Baca juga: Kedapatan Menyelundupkan Rokok, Wanita Asal Korea Selatan Dideportasi dari Australia! Tapi mereka bisa mendapatkan korek api daur ulang ketika tiba di bandara ini jika penumpang telah membuangnya sebelum berangkat. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman shine.cn (27/7/2020), tawaran ini merupakan bagian dari program percobaan yang dimaksudkan untuk mengurangi pemborosan.
(shine.cn)
Sebab penumpang dilarang membawa atau check in korek api di dalam pesawat sesuai peraturan Administrasi Penerbangan Sipil Cina. Ini berarti membuat para penumpang yang merokok harus membuang korek api mereka bersama dengan barang terlarang lainnya sebelum menerima pemeriksaan keamanan sebelum naik pesawat. Karena peraturan tersebut, otoritas bandara mengatakan, banyak penumpang yang mengeluh harus membeli korek api baru ketika tiba di bandara. Adanya hal ini kemudian membuat otoritas Bandara Pudong menempatkan mesin korek api daur ulang yang di pasang di Terminal 1 untuk uji coba. Nantinya setelah penumpang meninggalkan korek api mereka di Gate 4 atau jalur keamanan No.4-7 di Terminal 1, maka penumpang akan mendapat kode QR di ponsel. Kemudian setelah tiba, akan menggunakan kode untuk mengklaim korek api gratis yang ditinggalkan oleh penumpang berangkat lainnya. “Mesin ini dilengkapi dengan sistem suhu dan pemantauan udara yang cerdas untuk memastikan keamanan korek api penumpang,” kata otoritas bandara. Nantinya jika uji coba berhasil di Terminal 1, otoritas bandara akan mempromosikan ke Terminal 2. Selain itu juga akan bekerja sama dengan bandara lainnya dan para pelancong diharapkan mendapat korek api daur ulang di bandara lainnya juga. Bandara Pudong telah meluncurkan serangkaian tindakan anti Covid-19 secara teratur di tengah pandemi. Meja layanan pemeriksaan keamanan telah disiapkan untuk membantu para pelancong dan mendisinfeksi peralatan untuk setiap penumpang. Baca juga: Tiga Kali Hisap Rokok di Toilet, Penumpang Batik Air Tujuan Padang Digelandang Keamanan Bandara “Panel kaca telah dipasang untuk mengurangi kontak antara staf pemeriksa sertifikat dan penumpang. Bantalan kaki sekali pakai telah disiapkan untuk mereka yang perlu melepas sepatu mereka di pemeriksaan keamanan,” menurut bandara.

29 Juli 2020, Qatar Airways Kembali Terbang ke Helsinki

Pada 29 Juli 2020 kemarin, Qatar Airways menerbangkan kembali armadanya ke Helsinki dan menjadi satu-satunya pengangkut Teluk yang melayani empat ibukota di Nordik. Dimulainya kembali ke Helsinki membuat Qatar akan mengoperasikan 22 penerbangan mingguan ke Nordiks dengan penerbangan harian ke Oslo dan Stockholm serta lima penerbangan mingguan ke Kopenhagen. Baca juga: Qatar Airways Kembali Layani Penerbangan Setiap Hari ke Denpasar dan Jakarta KabarPenumpang.com melansir dari siaran pers, rute Helsinki ini akan dioperasikan oleh Airbus A350-900 yang modern dan hemat bahan bakar. Chief Executive Grup Qatar Airways, Akbar Al Baker mengatakan, pihaknya senang melihat Helsinki kembali ke rute tersebut dengan indikator signifikan pemulihan pasar perjalanan Nordik. “Dengan total 22 penerbangan mingguan ke wilayah kami, kami dengan senang hati menjadi operator Teluk pertama yang menawarkan penerbangan ke empat ibukota Nordik Kopenhagen, Helsinki, Oslo, dan Stockholm. Sementara penurunan permintaan perjalanan udara karena Covid-19 memaksa kami untuk sementara menangguhkan layanan ke Helsinki, kami bangga dapat tidak pernah berhenti terbang ke Kopenhagen, Oslo, dan Stockholm. Saat kami melewati yang terburuk dari krisis, kami berharap dapat meningkatkan layanan kami ke wilayah Nordik untuk mendukung pemulihan pariwisata dan perdagangan di wilayah tersebut,” kata Baker. Selama pandemi, di samping layanan penumpang terjadwal, Qatar Airways Cargo juga telah mengoperasikan sejumlah besar pengangkut barang terjadwal, charter dan pesawat penumpang untuk mengangkut barang ke Oslo, Stockholm, Kopenhagen, Göteborg dan Helsinki agar mendukung eksportir Nordik dan mengangkut pasokan medis penting serta APD ke daerah. Dengan dimulainya kembali penerbangan penumpang ke Helsinki, maskapai ini akan mengoperasikan 39 penerbangan mingguan ke wilayah Nordik, menyediakan lebih dari 1.400 ton kapasitas kargo mingguan setiap jalan. Qatar Airways terus memimpin pemulihan perjalanan udara internasional. Pada awal Agustus, jaringan maskapai akan meluas hingga mendekati 500 penerbangan setiap minggu ke lebih dari 75 tujuan. Penumpang dari Nordik dapat terhubung melalui Bandara Terbaik di Timur Tengah, Bandara Internasional Hamad ke jaringan terbesar dan terluas di wilayah ini dengan lebih dari 30 tujuan di Afrika, Asia dan Timur Tengah. Pengoperasian Qatar Airways tidak tergantung pada jenis pesawat tertentu, karena berbagai jenis pesawat hemat bahan bakar modern milik maskapai dapat terus terbang dengan menawarkan kapasitas yang tepat di setiap pasar. Karena dampak Covid-19 pada permintaan perjalanan, membuat maskapai ini mengambil keputusan untuk mendaratkan armada Airbus A380-nya karena tidak dapat dibenarkan secara komersial atau lingkungan untuk mengoperasikan pesawat sebesar itu di pasar saat ini. Armada maskapai yang terdiri dari 49 Airbus A350 dan 30 Boeing 787 adalah pilihan ideal untuk rute jarak jauh yang paling penting dan strategis ke wilayah Amerika, Eropa dan Asia-Pasifik. Langkah-langkah keselamatan penerbangan Qatar Airways untuk penumpang dan awak kabin termasuk penyediaan Personal Protective Equipment (PPE) untuk awak kabin dan kit pelindung gratis dan pelindung wajah sekali pakai untuk penumpang. Penumpang Kelas Bisnis di pesawat yang dilengkapi dengan Qsuite dapat menikmati privasi yang ditingkatkan yang disediakan oleh kursi bisnis pemenang penghargaan ini, termasuk partisi privasi geser dan opsi untuk menggunakan indikator ‘Jangan Ganggu (DND)’. Qsuite tersedia untuk penerbangan ke lebih dari 30 tujuan termasuk London, Paris, dan Frankfurt. Untuk perincian lengkap dari semua tindakan yang telah diterapkan di kapal dan di HIA, silakan kunjungi qatarairways.com/safety <https://www.qatarairways.com/en/safety-measures.html>. Untuk memastikan para pelancong dapat merencanakan perjalanan mereka dengan tenang, maskapai ini juga telah memperpanjang kebijakan pemesanannya untuk menawarkan lebih banyak pilihan kepada penumpangnya. Maskapai ini akan memungkinkan perubahan tanggal yang tidak terbatas, dan penumpang dapat mengubah tujuan mereka sesering yang mereka butuhkan jika jaraknya dalam 5.000 mil dari tujuan semula. Maskapai ini tidak akan mengenakan biaya atas selisih tarif untuk perjalanan yang diselesaikan sebelum 31 Desember 2020, setelah itu aturan tarif akan berlaku. Semua tiket yang dipesan untuk perjalanan hingga 31 Desember 2020 akan berlaku selama dua tahun sejak tanggal penerbitan. Untuk syarat dan ketentuan lengkap, kunjungi qatarairways.com/RelyOnUs <http://www.qatarairways.com/RelyOnUs>. Untuk diketahui, rumah dan hub Qatar Airways, Bandara Internasional Hamad (HIA), telah menerapkan prosedur pembersihan yang ketat dan menerapkan langkah-langkah jarak sosial di seluruh terminalnya. Baca juga: Qatar Airways Siapkan Face Shield untuk Penumpang Titik kontak penumpang dibersihkan setiap 10-15 menit dan gerbang boarding dan gerbang bus dibersihkan setelah setiap penerbangan. Selain itu, pembersih tangan disediakan di tempat imigrasi dan pemeriksaan keamanan. HIA baru-baru ini diperingkat “Bandara Terbaik Ketiga di Dunia”, di antara 550 bandara di seluruh dunia, oleh SKYTRAX World Airport Awards 2020. HIA juga terpilih sebagai ‘Bandara Terbaik di Timur Tengah’ untuk tahun keenam berturut-turut dan ‘Staf Terbaik Layanan di Timur Tengah ‘untuk tahun kelima berturut-turut.

Emirates Kini Suruh Pramugari Juga Bersihkan Toilet Demi Penumpang

Emirates dilaporkan mulai mengerahkan pramugari paling junior untuk ikut bersihkan toilet, sebagai pengganti Cabin Service Attendants (CSA). Hal itu dilakukan guna menekan kemungkinan paparan Covid-19 di pesawat. Baca juga: Emirates Jadi Maskapai Pertama Tawarkan Asuransi Covid-19 Gratis ke Penumpang! Simak Syaratnya Tak seperti kebanyakan maskapai, salah satu maskapai terbaik dunia itu memang memiliki CSA dalam jumlah besar. CSA tersebut biasanya ditugaskan untuk menjaga kebersihan first class shower spa di armada A380 serta seluruh toilet di pesawat lainnya. Tetapi, pandemi Covid-19 memaksa perusahaan untuk mem-PHK CSA. Praktis, mau tak mau, peran yang dimainkan CSA sebelumnya akan beralih ke pramugari. Untuk menjaga marwah, sementara waktu ini, hanya pramugari junior saja yang akan ambil bagian dalam tugas baru sebagai petugas kebersihan toilet. Diberitakan paddleyourownkanoo.com, selama dalam penerbangan, pramugari tersebut hanya fokus membersihkan toilet saja dan terpisah dengan pramugari lainnya yang melayani penumpang. Para pramugari tersebut setidaknya wajib membersihkan toilet setiap 45 menit sekali. Teknis pembersihannya sendiri ialah mendisfeksi seluruh bagian toilet yang sering dikontak banyak orang. Adapun berapa pramugari yang ditugaskan maskapai untuk bersihkan toilet di setiap penerbangan tidak dijelaskan lebih lanjut. Selama bertugas, pramugari yang ditugaskan sementara waktu jadi petugas kebersihan toilet itu akan dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker, sarung tangan, face shield, dan hazmat, sebagaimana seluruh pramugari yang bertugas. Di samping itu, untuk melindungi penumpang lain dan pramugari serta para awak pesawat lainnya, Emirates juga telah mewajibkan seluruh penumpang, sekalipun transit, untuk melengkapi perjalanan mereka dengan sertifikat negatif Covid-19 mulai 1 Agustus mendatang. Sertifikat negatif Covid-19 di sini bukan hasil rapid test, seperti yang diterapkan di Indonesia, melainkan sertifikat negatif Covid-19 hasil PCR test. Pemberlakukan kebijakan itu juga sejalan dengan langkah strategis Emirates lainnya dalam upaya membangun kepercayaan penumpang. Sebelumnya, Emirates didapuk menjadi maskapai penerbangan pertama yang menawarkan penumpang asuransi Covid-19 gratis senilai hingga $174,000. Asuransi kesehatan Covid-19 gratis Emirates itu menjamin kesehatan penumpang bila mana mereka positif terpapar virus yang diduga bersumber dari Wuhan, Cina, itu setelah menyelesaikan perjalanan bersama maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab tersebut. Selain itu, seluruh beban biaya yang ditimbulkan akibat penumpang positif terpapar corona setelah menikmati penerbangan Emirates juga akan ditanggung maskapai. Seperti wajib karantina, biaya perawatan, dan PCR test senilai $115 per hari selama 14 hari. Pendiri merangkap CEO Emirates, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, menjelaskan, kebijakan tersebut bukan inisiatif perusahaan yang dipimpinnya, melainkan datang langsung dari Perdana Menteri, Wakil Presiden Uni Emirat Arab, sekaligus Emir dari Monarki Absolut atau Kerajaan Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. “Langkah ini akan membantu meningkatkan kepercayaan penumpang di setiap perjalanan dan sekali lagi menempatkan Emirates dan Dubai sebagai pemimpin industri penerbangan,” jelas CEO yang juga presiden Otoritas Penerbangan Sipil Dubai, seperti dikutip dari paddleyourownkanoo.com. Baca juga: Mengaku Rekam Video Awak Kabin Kirim Pesan Singkat via Ponsel, Penumpang ini Berusaha Peras Emirates Menariknya, jaminan asuransi Covid-19 gratis Emirates ini berlaku selama 31 hari setelah trip pertama mereka bersama salah satu maskapai terbesar di dunia ini. Bahkan, asuransi tersebut tetap berlaku sekalipun penumpang Emirates sudah wara-wiri ke seluruh penjuru dunia. Apabila penumpang tersebut divonis positif corona, sekalipun patut diduga mereka tertular di tempat lain dan bukan saat atau beberapa hari pasca terbang bersama Emirates, selama masih di bawah 31 hari, biaya pengobatan dan perawatan penumpang positif Covid-19 akan tetap ditanggung maskapai. Luar biasa, bukan?

Survei Global “Normal Baru”: Orang Asia Lebih Percaya Diri untuk Kembali Melancong

Negara Asia nyatanya lebih bersemangat dibandingkan negara di belahan bumi barat untuk kembali menikmati perjalanan ketika ekonomi seluruh dunia secara bertahap dibuka kembali. Menurut sebuah studi global baru-baru ini, orang-orang Asia menjadi yang paling percaya diri untuk bepergian dalam “normal baru”. Baca juga: Gegara Covid-19, Kereta Jadi Pilihan Favorit Berlibur Ketimbang Pesawat! Ini Alasannya Studi yang dilakukan oleh lembaga penelitian sosial terkemuka Blackbox Research, penyedia data Dynata dan mitra bahasa Language Connect bertanya pada 10.195 responden dari 17 negara yang tersebar di empat benua. Para responden ditanyakan terkait ketakutan dan kemungkinan tentang perjalanan di dunia pascaa Covid-19. Sebagai bagian dari penelitian ini, negara-negara diukur pada Skor Keyakinan Perjalanan, dengan mempertimbangkan dua indikator yakni seberapa nyaman seseorang melakukan perjalanan internasional dalam 12 bulan ke depan dan seberapa siap mereka merasa tentang negara mereka membuka kembali pariwisata dan liburannya. Hasilnya adalah orang Asia lebih positif dimana skor 76 dan menjadi posisi teratas yang percaya diri dalam bepergian di normal baru adalah India dan Thailand. Tak hanya itu negara Asia bahkan mendominasi daftar negara yang mendapat skor di atas rata-rata global 61 dengan Cina 69, Indonesia 65 dan Singapura 64. Sedangkan untuk Prancis, Jerman dan Denmark juga masuk dalam peringkat di atas rata-rata global. Namun Jepang dinilai paling hati-hati dengan skor 40 dan ini diikuti Filipina 43 serta Hong Kong 50. Negara lainnya yang berada di bawah rata-rata global adalah Swedia, Selandia Baru, Inggris, Kanada dan Amerika Serikat (AS). Saurabh Sardana, Chief Operating Officer Blackbox Research, mengatakan bahwa skor masing-masing negara mencerminkan tindakan penyeimbangan antara sejumlah pertimbangan yang berbeda seperti pentingnya pariwisata untuk ekonomi suatu negara, manajemen nasional kasus Covid-19 dan pengalaman serupa di masa lalu yakni epidemi. Skor ini dikatakan Sardana, mengungkapkan sejumlah negara telah memiliki kepercayaan diri terhadap perjalanan yang babak belur dan dapat dikaitkan dengan pelaporan negatif kasus Covid-19. Bagi mereka, kontrol berkelanjutan dalam nomor Covid-19 diperlukan secara domestik dan global sebelum mereka mulai meninjau kembali perjalanan internasional sebagai prioritas gaya hidup. “Sementara itu, dengan sebagian besar Asia mengalami epidemi serupa, tidak mengherankan bahwa pelancong Asia akan lebih ulet dan optimis melihat cahaya di ujung terowongan. Meskipun negara-negara seperti India dan Indonesia baru-baru ini melihat jumlah kasus yang lebih tinggi, reputasi mereka sebagai kekuatan besar pariwisata berarti akan sulit bagi mereka untuk mengabaikan industri perjalanan dalam jangka panjang,” kata Sardana yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis. “Ketika datang untuk menavigasi perjalanan dalam kondisi normal yang baru, kami memperkirakan orang yang tinggal di Asia akan memiliki permintaan tertinggi untuk perjalanan, tetapi dewan pariwisata dan sektor perjalanan perlu mengevaluasi kembali dan membayangkan kembali seluruh pendekatan mereka terhadap pengalaman perjalanan di masa depan,” tambahnya. Sebenarnya secara keseluruhan, perjalanan liburan internasional dalam jangka panjang tidak sesuai jadwal bagi kebanyakan orang yang mana 44 persen responden masih ingin menghindari liburan internasional. Di mana Jepang, Filipina, Selandia Baru dan Australia adalah negara yang warganya tidak ingin melakukan perjalanan jarak jauh. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa aspirasi untuk perjalanan regional telah menyebabkan tren perjalanan yang muncul di tujuan. Australia dan Jepang muncul sebagai dua tujuan paling populer bagi para pelancong Asia, sementara Spanyol berada di urutan teratas dalam daftar para pelancong Eropa mengingat di Juni memperlihatkan tren penurunan Covid-19. Negara-negara yang daya tarik pariwisatanya paling terpukul selama pandemi adalah Cina, Italia dan AS. Sardana mengaitkan fenomena ini sebagai cerminan dari apa yang telah dilaporkan di media internasional dan arus utama tentang manajemen krisis Covid-19 masing-masing negara. Baca juga: “Workcation,” Pilihan Para Pekerja di Jepang Selama Pandemi “Sentimen perjalanan ke negara-negara seperti AS dan Cina juga sangat dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa penting seperti protes Black Lives Matter, pembekuan visa pekerja asing, dan gelombang infeksi kedua Beijing. Ini memiliki efek peracikan yang pasti telah mengambil tol pada posisi internasional mereka sebagai tujuan wisata. Apa artinya ini adalah bahwa mereka memiliki pekerjaan mereka dipotong untuk mereka memposisikan diri untuk menarik wisatawan pasca Covid-19,” jelas Sardana.

Hasil Rekonstruksi MH17: Penumpang Punya Cukup Waktu untuk Kenakan Masker Oksigen

Hasil rekonstruksi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 menunjukkan penumpang sebetulnya punya cukup waktu untuk mengenakan masker oksigen sebelum pesawat menghantam daratan. Pasalnya, penyidik menemukan ada satu penumpang yang teridentifikasi mengenakan masker oksigen sekalipun sudah dalam keadaan sulit dikenali. Baca juga: Sama-sama Jatuh Dirudal, Inilah Persamaan dan Perbedaan Insiden Malaysia Airlines MH17 dan Ukraine International PS752 Daily Mail melaporkan, penyidik, yang telah menyusun kembali sekitar 8 ribu kepingan pesawat Malaysia MH17 di sebuah hanggar di Belanda, percaya bahwa beberapa penumpang memiliki cukup waktu untuk memakai masker oksigen sekalipun dalam kondisi yang sangat menegangkan. Namun demikian, sekalipun penumpang menyempatkan diri memakai masker oksigen, tentu, fatality rate-nya tetap tinggi mengingat pesawat hancur berkeping-keping. Sistem rudal BUK buatan Rusia diketahui tidak dengan tepat mengenai pesawat, melainkan meledak di udara dengan jarak sekitar tiga meter di atas pesawat. Namun, ledakan tersebut menyebarkan sekitar 800 kepingan peluru dan membuat sekitar 102 lubang di pesawat yang diawaki oleh Kapten Eugene Choo itu. Lubang-lubang tersebut kemudian membuat pesawat kehilangan tekanan dan mengalami dekompresi eksplosif dengan kondisi angin berhembus di kecepatan 804 km per jam. Kondisi tersebut kemudian membuat kokpit terlepas dari bagian pesawat lainnya. Hasil penyidikan juga mengungkap, sebelum jatuh tertembak rudal, pesawat nahas tersebut sempat memberikan koordinat ke flight controller Ukraina dengan menyebut, ‘ROMEO NOVEMBER DELTA, Malaysia satu tujuh’. Tak lama kemudian, pesawat dilaporkan jatuh dan menewaskan seluruh kru dan penumpang. Menariknya, seperti dikutip dari The Star Online, meskipun dua hari sebelum kejadian dua pesawat militer Ukraina dilaporkan jatuh di tempat yang sama, yakni di dekat Desa Hrabove, Donetsk, Organisasi Internasional Penerbangan Sipil (ICAO) mengklaim rute yang dilalui pesawat MH17 adalah rute aman. Begitu juga dengan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) yang menyatakan, jalur penerbangan MH17 tidak termasuk daerah terlarang. Itu mengapa, di hari yang sama sebelum Malaysia MH17 jatuh dirudal, Dewan Investigasi untuk Keselamatan (DSB) mengkonfirmasi bahwa ada 160 pesawat telah melintas di wilayah tersebut. Tanggapan ICAO dan IATA tentu keliru mengingat dua hari sebelum terjadinya kecelakaan, kabel diplomatik Jerman (pesan rahasia) yang dikirimkan dua hari sebelum kecelakaan mengatakan situasi di Ukraina sudah ‘sangat membahayakan’. Parahnya lagi, pesan tersebut tak disebar dengan baik, bahkan terhadap maskapai dalam negeri Jerman sekalipun. Pasalnya, dalam laporan BBC Internasional, tiga pesawat Lufthansa diketahui melintas di wilayah sekitar jatuhnya pesawat MH17. Bahkan, salah satu di antaranya melintas 20 menit sebelum kejadian. Setelah kejadian jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines yang menewaskan sebanyak 298 orang ini, dimana 80 di antaranya adalah anak-anak, sebanyak 350 penyidik dari enam negara turun tangan guna mengungkap detail kejadian selama enam tahun belakangan. Belum lama ini, atas hasil laporan penyidik dan berbagai sumber lainnya, Pemerintah Belanda mengaku akan menuntut Rusia ke Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Eropa dengan tuduhan sebagai dalang jatuhnya pesawat pada 17 Juli 2014 lalu itu. Baca juga: Sejak 1973, Iran, Rusia dan AS Ternyata Pernah Menghantam Pesawat Penumpang dengan Rudal Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok, mengatakan, “Mencapai keadilan bagi 298 korban jatuhnya penerbangan MH17 adalah dan akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Dengan mengambil langkah ini hari ini kita bergerak lebih dekat ke tujuan.” Sementara itu, Konstantin Kosachev, kepala komite urusan luar negeri di majelis tinggi parlemen Rusia, menyebut langkah Belanda sebagai upaya yang aneh. “Investigasi belum berakhir, belum ada putusan pengadilan di tingkat nasional dan, akhirnya, apa yang harus dilakukan Pengadilan HAM Eropa tanpa adanya putusan tingkat nasional?”

Tegur Penumpang yang Tak Pakai Masker dengan Benar, Pria Tua ini Justru Kena Gigitan di Dada

Di masa pandemi saat ini, semua orang wajib menggunakan masker setiap bepergian keluar rumah baik dalam kendaraan umum atau berbagai tempat lainnya. Mereka harus menggunakan masker demi mencegah tertular virus corona atau Covid-19. Meski begitu masih banyak orang yang mengabaikan penggunaan masker dengan benar dan justru marah ketika diingatkan oranglain bahkan sampai menyakiti orang tersebut. Baca juga: Duel Berujung Gigit Hidung, Dua Penumpang Ryanair Diamankan Ketika Mendarat Seperti yang terjadi pada seorang pria paruh baya asal Irlandia yang tinggal di Belgia dan mengaku dirinya digigit oleh penumpang bus yang marah. Saat itu pria berusia 56 tahun tersebut meminta penumpang lain untuk mengangkat maskernya dari dagu dan menggunakan dengan benar. Robert Murphy, digigit dua kali di bagian dadanya oleh penumpang bus pria yang ditegurnya karena tidak menggunakan masker dengan benar. Saat itu sebelum pertengkaran terjadi awalnya sepasang suami istri naik bus dan duduk tepat di seberang Murphy dengan masker diposisikan di bawah dagu mereka. “Saya hanya meminta pria itu untuk mengenakan masker dengan benar untuk menutup mulut dan hidungnya,” kata Murphy yang dikutip KabarPenumpang.com dari nypost.com (28/7/2020). Sayangnya penumpang pria yang ditegur Murphy menolak dan perkelahian pun terjadi. Dia mengaku mencoba membebaskan diri, tetapi karena kekurangan fisiknya sehingga itu tidak mudah. Pria itu juga mengumpat kata kasar kepada Murphy. “Kami bergumul sampai pria itu melemparkan dirinya ke dadaku dan menggigitku. Saya tidak mempercayainya dan dia seperti anjing gila,” ujar Murphy. Murphy menambahkan, dirinya mendorong pria tersebut tetapi tidak melepasnya dan terus mencoba kembali menggigit. Karena hal tersebut, penumpang lain menolong Murphy dan menarik pria itu dan pasangan tersebut turun dari bus serta melarikan diri. Insiden ini kemudian ditangani pihak kepolisian Belgia yang akhirnya melacak pria berusia 38 tahun tersebut bersama pasangnnya dan menangkap mereka. Murphy yang terluka kemudian pergi ke rumah sakit untuk perawatan bekas gigitan itu. Baca juga: Diserang Pitbull di Bus, Pria Difabel Gugat Departemen Transportasi di New Mexico “Anehnya, dokter tidak ingin melakukan tes Covid-19 karena saya tidak dapat menunjukkan bahwa orang lain, penggigit, terinfeksi virus. Semoga saja,” kata dia.

Wuih, Ada Robot Desinfektan Beroperasi di Stasiun Takanawa Gateway

Jepang menjadi salah satu negara yang sudah mulai mengembangkan robot di beberapa stasiunnya. Robot-rorbot ini digunakan untuk membantu penumpang. Seperti Stasiun Takanawa Gateway yang terkenal menggunakan enam jenis robot dan sudah beroperasi. Keenam robot ini memiliki tugas masing-masing dari menjaga keamanan, membantu penumpang prioritas hingga bertugas membersihkan stasiun dan toilet. Baca juga: Enam Jenis Robot Beroperasi di Stasiun Gateway Takanawa Bahkan, Senin, 27 Juli lalu, sebuah robot desinfektan mulai di uji di stasiun ini. Kehadiran robot desinfektan sendiri untuk membantu mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang tengah menjadi pandemi di seluruh dunia. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nhk.or.jp (27/7/2020), robot desinfektan tersebut diuji coba di Stasiun Takanawa Gateway yang berada di jalur Yamanote. Stasiun yang dioperasikan oleh East Japan Railway Company atau JR East ini, menghadirkan tiga jenis robot yang akan menyemprotkan desinfektan pada pegangan tangan dan benda lain yang disentuh oleh manusia. Untuk memudahkan cara kerjanya robot desinfektan menggunakan beberapa sensor dalam menavigasi setiap lokasi di stasiun. Selain itu beberapa robot yang sudah ada di Stasiun Takanawa Gateway ini juga memiliki fungsi pembersihan dan kemanan yang didasarkan pada kecerdasan buatan. Bahkan juga ada robot yang menggunakan lift untuk mengantarkan kopi es ke ruang rapat. JR East menguji robot otonom ini tujuannya untuk mengurangi kontak dengan manusia. Kepala kantor pusat inovasi teknologi perusahaan, Sato Isao mengatakan desinfeksi dan pengiriman tanpa kontak menjadi sangat penting saat ini. Dia berharap robot yang sedang diuji coba di Stasiun Takanawa Gateway akan digunakan pada stasiun yang lain. JR East berharap untuk menempatkan robot dalam penggunaan praktis pada tahun fiskal 2024. Baca juga: Takanawa Gateway Menjadi Stasiun Modern dengan Robot Pemandu Penumpang Saat ini berbagai tes yang melibatkan teknologi canggih sedang dilakukan di Stasiun Takanawa Gateway karena memiliki konsep stasiun masa depan. Untuk diketahui, JR East telah menginvestasikan 19 miliar yen atau US$180 juta dalam mempersiapkan stasiun yang dibukan pada bulan Maret 2020 kemarin.

Dua Peristiwa Besar ini Ubah Industri Penerbangan Jadi Lebih Ketat, Apa Itu?

Wabah Covid-19 disebut sebagai salah satu peristiwa besar yang menyebabkan terjadinya perubahan drastis di industri penerbangan global. Baca juga: Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa Lahirkan Warisan Penting di Dunia Penerbangan Masker, sarung tangan, face shield, disinfektan, contact less, layanan on board dan lounge terbatas, physical distancing di pesawat dan bandara, sekat partisi, rapid test, surat keterangan sehat, dan berbagai perubahan lainnya, adalah bukti nyata betapa virus tersebut mampu membawa perubahan. Namun, Covid-19 bukan satu-satunya, serangan 11 September 2001 atau lebih dikenal 9/11 juga diterbukti menjadi peristiwa yang mampu mengubah tatanan penumpang dan layanan di industri penerbangan. Setidaknya, ada empat perubahan penting di dunia penerbangan global sebagai respon atas serangan 9/11. Diwartawakan KabarPenumpang.com dari cntraveler.com, berikut empat perubahan di industri penerbangan. 1. Perubahan pada kokpit dan pintu kokpit Tak hanya harus dalam keadaan tertutup, pintu kokpit juga diwajibkan harus dalam keadaan terkunci. Hal itu sebagai salah satu cara untuk mencegah atau mungkin memperlambat tindak terorisme terhadap kru kokpit. Sadar hal itu belum cukup aman, regulator penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) akhirnya mendorong penggunaan pintu kokpit anti peluru, sebagai pelengkap aturan kokpit harus selalu dalam keadaan terkunci. Selain itu, Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) juga mengerahkan lebih banyak petugas keamanan udara atau sky marshal sebagai agen anti-teroris di atas pesawat komersial untuk melawan pembajakan pesawat. Tak lupa, jika pun semua itu gagal, TSA dan FAA masih mempunyai benteng terakhir dalam upaya melawan tindak terorisme pembajakan pesawat, yakni dengan aturan Federal Flight Deck Officer. Aturan tersebut memungkinkan pilot untuk membawa pistol, tentu didahului dengan pelatihan yang tepat. 2. Memisahkan penumpang mencurigakan Proses pengecekan di bandara menjadi lebih ketat. Dengan melibatkan teknologi canggih, penumpang dengan gerak gerik mencurigakan akan terus dipantau. Termasuk bila petugas -lewat body scanner atau sejenisnya- belum sanggup membuktikan kecurigaan tersebut. Dalam kondisi seperti itu, penumpang tersebut tetap akan masuk dalam radar pantauan serta akan dipisahkan dengan penumpang lainnya. Demikian juga dengan penumpang spesial, baik dari kalangan pejabat maupun public figure yang berpotensi menjadi target incaran teroris, khususnya saat dalam antrean pengecekan imigrasi dan bea cukai. 3. Melatih petugas Avsec jadi lebih profesional Sebelum peristiwa 9/11 terjadi, ada sekitar 20 ribu petugas Aviation Security (Avsec). Namun, rata-rata dari mereka tak terlatih dengan baik dan dipekerjakan dengan upah cukup rendah. Pasca peristiwa itu, praktis, mereka dikambinghitamkan atas ketidakbecusan mereka mendeteksi teroris di bandara. Baca juga: Pernah Dengar Pintu Belakang Boeing 727 Jadi Sebab Pembajakan? Simak di Sini Jika Belum Oleh karenanya, TSA bertindak cepat dengan lebih memerhatikan petugas Avsec, baik dari segi upah maupun kemampuan. Sekitar tahun 2016 lalu, jumlah petugas Avsec terpantau sudah jauh berkembang menjadi lebih dari 42 ribu petugas dan sangat terlatih. 4. Memutahkirkan teknologi terbaru deteksi senjata dan bom Sebelum peristiwa 11/9, sebagian besar barang bawaan, terutama pada penerbangan domestik, umumnya langsung dimuat ke pesawat tanpa melewati pemeriksaan bahan peledak. Kini, kondisi jauh berbeda, dimana alat-alat deteksi baru dikerahkan untuk mendeteksi keberadaan bahan peledak, baik cair maupun padat yang disembunyikan penumpang dikoper ataupun di bagian manapun di sebuah benda.