[Video] Ogah Ribet, Penumpang ini Scan Diri Sendiri di Mesin Pemindai
Siapa sih diantara Anda semua di sini yang senang berlama-lama mengantre? Pasti semuanya akan serentak menjawab tidak, bukan? Berdiri untuk waktu yang tidak bisa ditentukan, lelah, jenuh nan suntuk, serta ‘cobaan’ dari pengantre lain yang mungkin akan menggairahkan emosi Anda menjadi sederet tantangan yang harus Anda jabani. Hingga pada satu titik, Anda akan merasa frustasi.
Baca Juga: Pemindai Generasi Baru Siap Deteksi Laptop di dalam Tas
Pada saat frustasi ini, kontrol diri yang ekstra memang dibutuhkan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti halnya seorang penumpang kereta di Cina. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman jacarandafm.com (9/1), seorang komuter yang nampaknya sudah cukup frustasi mengantre menemukan ‘jalan pintas’ untuk mempersingkat waktu antrean, yaitu dengan cara masuk ke mesin pemindai yang lazimnya digunakan untuk memindai barang bawaan penumpang.
Kejadian ini terekam oleh kamera CCTV yang ada di sekitaran lokasi kejadian – walaupun tidak disertakan dimana kejadian ini tepatnya terjadi. Dalam video yang berdurasi 31 detik ini, tampak si penumpang pria mengenakan sebuah jaket yang cukup tebal dan besar hendak melintasi bagian pemeriksaan.
https://www.youtube.com/watch?v=yVs-oPaOqTA
Selayaknya pemeriksaan di bandara, setiap penumpang diwajibkan untuk menanggalkan semua yang dikenakannya, mulai dari jaket hingga ikat pinggang dan menempatkannya di mesin pemindai. Mungkin karena penumpang berjenis kelamin pria ini enggan melepaskan semua yang ia kenakan (mungkin karena terlalu ribet), akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam mesin pemindai untuk barang.
Baca Juga: Pemindai 3D Network Rail Tampilkan Hasil Impresif Untuk Pembangunan Jalur Kereta
Melihat tingkah uniknya ini, seorang pengantre lain pun berteriak seolah berkata, “Lho, kok orang itu masuk ke dalam mesin pemindai?”
Namun pada akhir-akhir video, tampak petugas keamanan hanya bisa terbelalak menyaksikan aksi yang dilakukan oleh penumpang ini.
Ada-ada saja, ya!
Cepirit Saat di Moda Transportasi? Ini Ternyata Penyebabnya!
Kentut merupakan hal yang alamiah di mana gas dari saluran pencernaan akan dikeluarkan. Hal ini pun bisa dikatakan normal dan wajar karena setiap orang pasti kentut baik itu berbunyi atau tidak. Apalagi sebagai penumpang moda transportasi sepertinya kentut juga tidak masalah asalkan tidak berbunyi dan mengeluarkan bau.
Baca juga: Kandungan Gas dalam Usus Meningkat, Inilah Pangkal Fenomena ‘Kentut’ Selama Penerbangan
Namun, sepertinya ketika berada di transportasi umum dan kentut bau, penumpang pun tak lagi memperdulikannya. Tetapi bagaimana ketika kentut dan mengeluarkan kotoran alias cepirit? Bisa jadi Anda panik apalagi jika duduk dan merasa ada yang basah ketika memegang celana bagian belakang.
Pasti sebagai penumpang malu dan bingung bagaimana cara menutupi ketika bangun dari kursi. Tapi, sebenarnya apa yang membuat seseorang bisa cepirit? Ternyata, KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, berikut ini ada beberapa penyebab cepirit yag bisa dialami siapapun dan dimanapun.
1. BAB tidak tuntas
Bila kotoran atau cepirit keluar belum lama setelah buang air besar, bisa jadi BAB belum tuntas. Tak hanya itu bisa juga karena sembelit atau terburu-buru sehingga ketika BAB tanggung.
2. Penyakit
Biasanya karena diare, seseorang bisa cepirit apalagi ketika seseorang tengah minum obat tertentu. Tak hanya itu, pergerakan usus yang lebih cepat seperti Crohn’s disease yang merupakan salah satu penyakit radang usus kronis yang menyebabkan peradangan pada lapisan dinding sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga anus. Bahkan ulcerative colitis atau pembengkakakn yang terjadi di usus besar juga bisa menjadi penyebab cepirit.
3. Stres Banyak hal yang tengah dipikirkan akan membuat tekanan pada fisik dan mental yang bisa mengganggu pencernaan ataupun kram perut. Hal ini kemudian membuat makanan di usus terdorong ke arah anus lebih kuat dari biasanya dan bila tak tertahankan ketika kentut maka sebagain kecilnya akan keluar ketika kentut. Baca juga: Gara-Gara Jetlag Jadi Susah BAB 4. Salah makan Salah makan bisa memicu diare yang membuat tinja jadi lebih lembek dan cair. Ini membuatnya bisa keluar lebih mudah termasuk saat kentut.Lihat postingan ini di Instagram
Bawa Bedak Ketiak, Pelancong Wanita Asal Indonesia Diamankan Polisi Singapura!
Tidak semua orang menggunakan deodorant atau antiperspirant dan biasanya mengganti dengan bedak tawas atau bedak ketiak. Hal ini pun tidak pernah dipermasalahkan karena sama-sama untuk menghilangkan bau. Tapi apa jadinya jika tengah berlibur dituduh membawa dan menggunakan narkoba padahal itu adalah bedak tawas?
Baca juga: KunKun – Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya?
Belum lama ini kesalahan bedak tawas, yang dikira narkoba dirasakan seorang pelancong asal Indonesia ketika berlibur ke Negeri Singa. Perempuan bernama Sharonia Paruntu tersebut diamankan pihak hotel tempatnya menginap selama 14 jam karena dikira menggunakan dan membawa narkoba. Sharonia, padahal telah mengatakan itu adalah bedak tawas tetapi petugas hotel dan polisi tidak mempercayainya sehingga menahannya.
Dilansir KabarPenumpang.com dari kompas.com (26/11/2019), kemudian bedak tawas itu di uji di laboratorium dan Sharonia harus menjalankan tes urin. Namun ternyata hasilnya negatif narkoba serta terbukti bedak tawas, dan Sharonia serta teman-temannya dibebaskan oleh polisi Singapura.
Permasalahannya adalah di negara luar lebih banyak mengenal deodorant berbentuk roll-on atau spray penghilang bau ketiak. Tetapi di Indonesia memiliki ragam yang berbeda salah satunya bedak seperti yang dimiliki Sharonia.
Tawas sendiri merupakan deodorant alternatif yang terbuat dari garam mineral alami bernama potassium alum. Garam mineral ini memiliki efek antimikroba sehingga digunakan selama ratusan tahun sebagai deodorant di negara-negara Asia Tenggara. Biasanya tawas yang berbentuk kristal dibasahi dahulu atau dihaluskan menjadi bedak. Karena fungsinya hanya untuk mencegah pertumbuhan mikroba, tawas tidak menghentikan pengeluaran keringat.
Sehingga bagi pengguna deodorant yang berpindah ke bedak tawas, biasanya akan merasakan ketiak lebih basah. Tak hanya itu, ada juga peningkatan bau badan. Untuk diketahui, bedak ketiak atau bedak tawas sendiri telah banyak dijual secara komersial di Indonesia.
Bedak tawas yang terkenal di Indonesia menambahkan triclosan, talcum dan parfum sebagai kandungan aktif di dalamnya. Triclosan (C12H7Cl3O2) adalah sebuah kandungan yang biasa ditemukan dalam produk-produk kebersihan diri, seperti sabun, krim kulit, pasta gigi dan deodorant dan memiliki fungsi anti bakterial dan antifungal sehingga sangat efektif digunakan sebagai pencegah bau badan.
Triclosan murni biasanya berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang memiliki bau dan bisa larut dalam air. Sedangkan Talcum (Mg3Si4O10(OH)2) merupakan bahan yang banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetik, mulai dari bedak bayi hingga perona pipi.
Baca juga: Tips, Antisipasi Bau Badan Saat Berlibur di Musim Panas
Selain pada kosmetik, talc juga bisa ditemukan pada makanan dan permen karet atau pembuatan tablet obat. Fungsinya sangat beragam, mulai dari menyerap kelembapan, membuat makeup menjadi lebih padat dan memperbaiki tekstur sebuah produk.
Gaet Gentex, Airbus Siap Tingkatkan Pengalaman Penumpang via Dimmable Windows
Selain turbulensi, satu lagi masalah yang kerap memberikan dampak terhadap penumpang adalah kesulitan beristirahat – terlebih ketika mereka melakoni perjalanan jarak jauh. Bukan melulu karena kurang nyamannya seat yang mereka duduki atau minimnya aktivitas yang dapat dilakukan, tapi ini lebih kepada pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam kabin. Ya, memang cara untuk mengatasi masalah ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, yaitu dengan menggunakan penutup kaca. Namun apa jadinya jika penumpang ingin meminimalisir cahaya yang masuk ke dalam kabin, namun masih bisa melihat pemandangan di luar? Dimmable windows jawabannya!
Baca Juga: Saat Take Off and Landing, Penutup Jendela Pesawat Wajib Dibuka, Inilah Sebabnya!
Ya, dimmable windows menjadi salah satu jalan keluar bagi penumpang yang kerap kali mengalami masalah seperti yang sudah diuraikan di atas. Dan beruntungnya, pada perhelatan CES 2020 yang diadakan di Las Vegas awal Januari ini, Gentex Corporation mengumumkan bahwa raja produsen kedirgantaraan saat ini, Airbus menawarkan versi terbaru dari dimmable windows.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman samchui.com (9/1), Gentex mengatakan bahwa Electronically Dimmable Windows (EDW) yang ditawarkan oleh Airbus ini memungkinkan penumpang untuk secara sefektif menggelapkan kaca sesuai yang diinginkan – kendati digelapkan, namun mereka masih bisa melihat pemandangan di luar pesawat. Tidak seperti dimmable windows yang diperkenalkan oleh Boeing 787 Dreamliner, EDW milik Airbus ini mampu menghilangkan lebih dari 99,999 persen visible light secara efektif.
Gentex menjelaskan bahwa EDW yang mereka kembangkan menggunakan gel elektrokromik eksklusif yang dienkapsulasi di antara dua panel kaca.
“Kami bekerja sama dengan Airbus untuk mengintegrasikan teknologi dimmable windows terbaru sambil meningkatkan kualitasnya dengan menggunakan lapisan khusus tambahan,” ujar pihak Gentex.
Baca Juga: Berkat Lubang Kecil Ini, Jendela Pesawat Dipastikan Bebas Kabut
Tidak hanya menguntungkan penumpang, penggunaan EDW ini juga dapat menghemat kas pihak maskapai karena kaca anyar ini masuk ke dalam single line-replaceable unit, sehingga akan menghemat waktu pemasangan dan perawatan.
“EDW ini akan menguntungkan operator pesawat dan penumpang dalam waktu yang bersamaan, yang pada akhirnya akan meningkatkan pengalaman untuk semua orang yang ada di dalamnya,” terang Gentex.
Buktikan Kemandirian Rusia, Putin Resmikan Jembatan Kereta yang Hubungkan Rusia-Crimea
Pada akhir bulan Desember kemarin, Presiden Rusia, Vladirmir Putin membuka rute kereta api yang menghubungkan dua kota terbesar di Rusia menuju ke Crimea. Sehubungan dengan pembukaan rute kereta api ini, Presiden Putin mengatakan bahwa Rusia mampu untuk melakukan sebuah proyek pengadaa infrastruktur kelas raksasa. Sebagai penanda diresmikannya rute ini, Presiden Putin melakoni perjalanan melintasi jalan dan jembatan yang dibangun oleh insinyur asal Rusia. Ya, rute ini akan menghubungkan Crimea ke Rusia bagian selatan setelah rute pra-aneksasi sebelumnya yang melintasi Ukraina ditutup.
Baca Juga: Chenab, Jadi Kondang Karena Ada Jembatan Kereta Tertinggi di Dunia
“Dengan tekad yang bulat, pekerja yang gigih, bakat, serta jalan pikiran yang sentral, kami telah menunjukkan bahwa Rusia mampu melakukan proyek insfrastruktur berskala dunia seperti ini,” ujar Presiden Putin, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Reuters.com (23/12).
“Jembatan ini tidak hanya menjadi yang terpanjang di Rusia, melainkan juga di Eropa,” sambungnya.
Perlu diketahui bersama, jalan Rusia untuk membangun jembatan ini tidaklah semudah seperti yang dibayangkan. Pasalnya, sanksi Uni Eropa yang melarang warga dan perusahaan Eropa untuk berinvestasi di Crimea, termasuk dalam urusan transportasi dan infrastruktur di kawasan semenanjung. Tentu saja hal ini mempersulit upaya Rusia untuk membangun jembatan senilai 212 miliar rubel ini.
Jika melihat latar belakang politis yang menyelimuti pembangunan jembatan sepanjang 19 km ini, wajar adanya jika Presiden Putin sangat bangga dengan hasil kerja negaranya sendiri.
“Dan Anda (para pekerja) telah menunjukkan bahwa kami (Rusia) dapat melakukan proyek berskala besar menggunakan kemampuan teknologi sendiri. Ini, tanpa berlebihan, memberi kita semua keyakinan bahwa kita dapat dan pasti akan melakukan proyek serupa di masa depan,” ungkap Presiden Putin.
Baca Juga: Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia
“Bukan tidak mungkin jika pada tahun 2020 mendatang, kami akan rute ini akan dilintasi oleh 14 juta penumpang dan 13 juta ton kargo,” imbuhnya.
Sehubungan dengan diresmikannya jembatan ini, per-televisi-an Rusia menyamakan jembatan ini dengan proyek kereta api bernilai miliaran dolar di bawah pimpinan komunis beken, Leonid Brezhnev yang menghubungkan Siberia ke timur jauh Soviet.
Kedapatan Menyelundupkan Rokok, Wanita Asal Korea Selatan Dideportasi dari Australia!
Seorang wanita berkebangsaan Korea Selatan terpaksa ditahan di Perth Immigration Detention Centre (PIDC) setelah dirinya kedapatan menyelundupkan dua ribu batang rokok. Australian Border Force (ABF) berhasil menemukan 10 dus rokok (satu dus berisi 10 bungkus rokok) di selubung koper wanita tersebut. Padahal, batas maksimal bebas bea untuk rokok yang boleh masuk Australia adalah 25 batang saja.
Baca Juga: Dua Batang Emas Senilai Rp897 Juta Diselundupkan di Sol Sandal Penumpang Pesawat
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman miragenews.com (9/1), kejadian ini sendiri terjadi pada Selasa (7/1) kemarin di Bandara Internasional Perth – kala itu, wanita yang identitasnya disamarkan ini terbang dari Singapura. Selain kedapatan menyelundupkan 10 dus rokok, wanita ini juga mengisi Incoming Passenger Card (IPC) dengan data yang tidak valid.
Di IPC, ia menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki 25 batang rokok atau lebih – Ya, memang wanita ini tidak memiliki 25 batang rokok, melainkan 10 dus. Adapun aksi penyelundupan ini berhasil digagalkan oleh petugas Biosecurity Bandara Internasional Perth.
“Penyelundupan tembakau adalah salah satu prioritas operasional ABF,” ujar O’Donnell, komandan ABF.
“Kami tidak memandang bulu, apakah tindakan penyelundupan ini dilakukan oleh sindikat yang terorganisir, individu, atau siapapun. Bagi yang kedapatan melanggar tentu akan dikenakan sanksi,” sambungnya.
Menurut O’Donnell, mungkin 10 dus rokok terlihat tidak terlalu banyak dari segi kuantitas, namun ia menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan oleh wanita ini merupakan satu upaya terang-terangan untuk menghindari peraturan impor rokok yang berlaku di Negeri Kangguru.
Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu, Petugas Avsec Adi Sutjipto Diganjar Hadiah dan Penghargaan
“Petugas kami akan terus waspada terhadap para pelancong yang berusaha melanggar persyaratan perbatasan Australia,”
“Bagi mereka yang tertangkap, tentu saja ada konsekuensi yang harus mereka terima … dan itu bisa sangat parah,” tegas O’Donnell.
Mengingat wanita ini telah melakukan pelanggaran, ia sempat ditahan untuk kurun waktu enam hari di PIDC, sebelum pada akhirnya dideportasi ke Singapura pada tanggal 8 Januari kemarin.
Sejatinya, sudah banyak barang yang coba diselundupkan penumpang di luar sana via jalur udara, mulai dari binatang dilindungi, zat adiktif, hingga emas.
Ternyata Ada Pengaruh Suhu Dingin Pada Kinerja Bus Listrik!
Baru-baru ini The Center for Transportation and the Environment (CTE) yang bekerja untuk mengembangkan dan mengkomersilkan teknologi transportasi yang bersih, efisien serta berkelanjutan selesai bermitra dengan Pusat Keunggulan Hidrogen Midwest (MHCoE), Universitas Cleveland (CSU) dan Otoritas Transit Daerah Stark (SARTA). Pada kemitraan ini mereka melakukan sebuah studi menarik yang mengevaluasi hubungan antara suhu sekitar dan jangkauan bus listrik.
Baca juga: Adopsi Bus Listrik, Antara Harapan dan Tantangan yang Menghadang
Inti penelitian terlepas dari sumber bahan bakar dan berapa jangkauan saat cuaca tengah ekstrem. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman insideevs.com (3/1/2020), ternyata modem di bus diesel konvensional menggunakan lebih banyak bahan bakar selama musim dingin.
Bedanya dengan bus listrik, operator bus perlu mengetahui apakah bus akan dapat menempuh rute tertentu ketika musim dingin berlangsung. Sebab dari sampel yang dilakukan oleh operator, ada hasil uji singkat yang menunjukkan perubahan suhu sekitar 50-60 derajat Fahrenheit atau 10-15 derajat Celcius menjadi 22-32 derajat Fahrenheit atau -5 hingga 0 derajat Celcius.
Ini membuat 37 persen penurunan kisaran kinerja pada bus listrik. Sedangkan pada bus dengan bahan bakar hidrogen mengalami penurunan 23,1 persen. Bahkan penurunan ini bukan dalam kondisi suhu dingin ekstrem.
“Kami berhati-hati tentang keuntungan penggunaan bus FCV (Fuel Cell Vehicle) dibandingkan dengan BEV (Battery Electric Vehicle), tetapi CTE mencatat penurunan yang relatif lebih besar pada bus listrik BEV. Makalah ini mencoba untuk membandingkan performa biaya operasional bus listrik dalam kaitannya dengan berbagai kondisi suhu,” ujar mereka ketika menjelaskan hasil penelitian dalam kemitraan yang dilakukan.
Tim Studi mengumpulkan data dari delapan operator bus, diantaranya empat yang menggunakan bahan bakar hidrogen dan empat lainnya yang menggunakan bus listrik dengan baterai. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehilangan dalam jangkauan selama perubahan suhu dari 50-60 derajat Fahrenheit ke 22-32 derajat Fahrenheit lebih besar untuk bus listrik BEV (penurunan 37,8 persen) daripada bus listrik FCV (penurunan 23,1persen).
Baca juga: Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz
Karena baterai pada bus listrik biasanya memiliki jangkauan yang lebih kecil daripada bus listrik sel bahan bakar bahkan dalam kondisi optimal, ini merupakan pertimbangan penting untuk operator bus yang ingin mencari pengganti satu bus. Studi ini berupaya memberi saran pada operator bus karena mereka mempertimbangkan strategi untuk mengganti armada yang ada, dan tidak bermaksud merekomendasikan satu teknologi di atas teknologi yang lain.
Punya 2 Ekstensi Baru, Metro Beijing Kukuhkan Jadi Jaringan Kereta Bawah Tanah Terpanjang
Metro Beijing memiliki dua ekstensi baru yang membuat sistem kereta bawah tanah mereka kini menjadi yang paling luas di dunia. Adanya perluasan ini bisa berfungsi sebagai metafora bagi kebangkitan Republik Rakyat Cina sebagai negara adikuasa.
Baca juga: Metro Shanghai, Jaringan Kereta Terpanjang di Dunia, Punya 18 Jalur!
Pembukaan dua ekstensi ini dilakukan pada 28 Desember 2019 kemarin dan memiliki panjang 699,3 km atau 434,6 mil. Kehadirannya ini menjadikan sepanjang Metro Beijing memiliki 405 stasiun termasuk 62 simpang susun yang menyalip Shanghai untuk menjadi jaringan metro terbesar di dunia.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railwaygazette.com (30/12/2019), adanya perpanjangan ekstensi sepanjang 16,6 km atau 10,3 mil sebelah timur jalur 7 yang membentang dari Jiaohuachang ke Huazhuang dan Huanqui Dujiaqu. Jalur ini melayani Universal Studio Resort yang menambahkan sembilan stasiun baru.
Rute ini kemudian dioperasikan oleh delapan kereta tipe B. Sedangkan dua stasiun terakhir dilayani oleh Batong Line yang diperpanjang 4,5 km atau 2,8 mil ke selatan dari Tuqiao ke Huanqui Dujiaqu di ujung utaranya jalur pinggiran kota dengan menyediakan koneksi metro jalur 1 di Sihui.
Metro Beijing saat ini sudah membawa lebih banyak penumpang setiap tahunnya dari sistem metro lain di dunia. Namun untuk stasiun, New York memiliki sebanyak 468.
Diketahui, Metro Beijing merupakan angkutan kereta yang melayani kawasan metropolitan Beijing. Sebelum diperpanjang saat ini, Metro Beijing memiliki 18 jalur dengan 319 stasiun dengan panjang rel 527 km atau 327 mil dan saat itu menjadi sistem metro terpanjang kedua di dunia setelah Shanghai Metro.
Metro Beijing dibuka tahun 1969 dan menjadi sistem angkutan cepat tertua di Cina Daratan. Angkutan cepat ini berkembang luar biasa setelah 2002 karena sebelumnya hanya ada dua jalur yg beroperasi.
Baca juga: MTR Hong Kong Siap Adopsi Integrated Speed and Position Supervision System Tahun Depan
Perkembangan terakhir sebelum perpanjangan dua ekstensi yakni pembukaan jalur 7 dan seksi jalur 6, 14 dan 15 pada 28 Desember 2014 lalu. Metro Beijing ini dimiliki oleh Kota Beijing dan memiliki dua operator yakni Beijing Masa Transit Railway Operation Corp yang mengoperasikan 15 jalur dan Beijing MTR Corp yang merupakan joint venture dengan Hong Kong MTR dengan mengoperasikan tiga jalur lainnya.
Mengacu Data Intelijen, AS dan Kanada Yakin Boeing 737 Ukraine International Ditembak Rudal
Dugaan ditembak jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines semakin menguat manakala Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan bahwa bisa saja penembakan rudal tersebut tidak disengaja. Ujaran Justin ini didukung oleh laporan intelijen Kanada yang ia terima. Ya, pada Rabu (8/1) kemarin, pesawat Boeing 737-800 milik Ukraine International Airlines jatuh di Teheran, Iran tak lama berselang setelah pesawat tinggal landas. Pada insiden ini, sebanyak 176 orang yang ada di dalam pesawat dinyatakan meninggal – dimana 63 diantaranya adalah warga negara Kanada.
Baca Juga: Inilah Lima Spekulasi Jatuhnya Boeing 737-800 Ukraine International di Iran
“Kami memiliki data dari berbagai sumber, termasuk dari sekutu dan intelijen kami sendiri. Data tersebut menunjukkan bahwa pesawat ditembak jatuh oleh rudal darat milik Iran,” ujar Justin, dilansir KabarPenumpang.com dari laman Reuters.com (9/1).
Seolah mendukung pernyataan dari Justin, sebanyak tiga pejabat Amerika Serikat juga mengatakan bahwa Pemerintah Negeri Paman Sam percaya bahwa pihak Iran telah secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines.
Ditambah lagi dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengatakan bahwa dirinya tidak percaya bahwa pesawat Ukraine International Airlines jatuh karena masalah teknis.
“Itu (insiden jatuhnya pesawat) adalah hal yang tragis. Tetapi seseorang bisa saja membuat kesalahan,” ujar Presiden Trump di hadapan wartawan di Gedung Putih.
Justin juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan ‘beristirahat’ hingga mereka mendapatkan kejelasan, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dari insiden ini. Pada Kamis (9/1), seorang pejabat di Pemerintahan Amerika Serikat mengutip tinjauan luas terhadap data satelit dan pihak Washington menyimpulkan dengan sangat yakin bahwa pesawat Ukraine International jatuh akibat tembakan rudal – salah satu data yang dijadikan acuan adalah terdeteksinya heat signature dari dua rudal darat yang muncul tak lama berselang setelah pesawat tinggal landas.
Baca Juga: Di Tengah Ketegangan Iran-AS, Boeing 737-800 Ukraine International Jatuh di Iran
Ketika dikonfirmasi ke pihak Iran, juru bicara pemerintahan, Ali Rabiei menampik segala hipotesa yang beredar luas di publik – terutama yang menyudutkan pihak Iran.
Namun jika pada akhirnya terbukti bahwa pesawat Ukraine International Airlines jatuh karena rudal darat milik Iran, berarti besar kemungkinan bahwa ini merupakan dampak dari meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat. Sebagai informasi, pesawat nahas ini terbang beberapa saat setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik ke basis militer AS di Irak.
Perusahaan Patungan PT MRT Jakarta dan PT KAI Buat Empat Stasiun Integrasi
PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) merupakan perusahaan patungan yang terintegrasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pembentukan perusahaan patungan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pemegang saham dan perjanjian penataan stasiun terintegrasi antara PT MRT dan PT KAI yang dilakukan, Jumat (10/1/2020) di Kementerian BUMN.
Baca juga: Tak Jadi Dicoba, QR Code Ticketing MRT Jakarta Tertunda Beberapa Hari
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kehadiran perusahaan patungan ini harapannya akan menjadikan transportasi di Jakarta sebagai yang diminati masyarakat. Integrasi ini juga membuat lebih ekonomis dan efisiensi untuk mempersatukan angkutan darat lainnya.
“Perusahaan patungan ini akan mengintegrasikan rute, pengelolaan dan tiket dengan satu kartu yang sama seperti Jaklingko,” ujar Anies.
Dia menambahkan, nantinya dengan kehadiran perusahaan patungan ini, maka subsidi untuk tiketnya pun bukan lagi permoda melainkan keseluruhan moda yang terintegrasi satu dengan lainnya. Anies menyebutkan yang akan dikelola oleh perusahaan patungan ini ada 72 stasiun milik KAI yang termasuk didalamnya kereta api bandara dan CommuterLine dan stasiun MRT Jakarta.
“Dalam jangka pendek akan ada empat stasiun yang akan menjadi stasiun integrasi yakni Stasiun Senen, Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman,” jelasnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, untuk perusahaan patungan ini saham dibagi dua yakni PT MRT Jakarta sebesar 51 persen dan PT KAI 49 persen. William menyebutkan, saham 51 persen tersebut dari Pemprov DKI yang direpresentasikan oleh PT MRT Jakarta.
“Perusahaan ini sudah langsung beroperasi karena ada tiga hal yang harus diwujudkan yakni penataan empat stasiun tadi dan dalam waktu enam bulan ini kita akan tiga studi yakni pengelolaan integrasi, TOD dan pengembangan jaringan,” kata William.
Dia menambahkan, akhir tahun akan melakukan amandeman terhadap stakeholder agreement dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan integrasi. Sedangkan untuk nilai investasi saat ini masih akan di studi-kan karena tidak bisa menentukan secara tiba-tiba.
Baca juga: Tak Ada Bantal di Kereta Eksekutif, PT KAI: Ini Masih Kajian dan Tengah Dievaluasi
“Untuk percepatan rencana perusahaan patungan ini adalah penataan stasiun. Stasiun di tata dan yang paling utama adalah kemacetan di depan stasiun yang dikendalikan. Jadi pergerakan lalu lintas yang kita lakukan untuk penataan,” jelasnya.
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menambahkanada perjanjian ini, PT KAI akan berperan dalam hal peningkatan prasarana di dalam stasiun, manajemen sirkulasi penumpang dan kendaraan, serta izin akses. Diketahui, perjanjian kerja sama ini akan berlaku hingga satu tahu ke depan.
