Menikmati semangkuk ramen dalam sebuah penerbangan bakal bisa dirasakan penumpang kelas satu dan bisnis Singapore Airlines (SIA). Penumpang bisa menikmati ramen Jepang mulai 1 Oktober 2019 pada penerbangan tertentu dari Changi ke Haneda, Narita maupun Osaka.
Baca juga: Dulunya Stasiun Kini Jadi Restoran Ramen
Ramen ini sendiri hadir di SIA dengan kolaborasi selama enam bulan dengan restoran Ramen Keisuke yang didirikan oleh koki selebriti Keisuke Takeda. Akan ada empat hidangan khusus Ramen Keisuke ini yang akan menghiasi makanan penumpang kelas bisnis dan kelas satu secara bergilir.
Dilansir dari singaporeair.com (18/9/2019) oleh KabarPenumpang.com, empat ramen tradisional dan disajikan dengan kualitas terbaik adalah Keisuke Tonkotsu Ramen yang berisikan kaldu babi yang lembut dengan irisan daging babi, jamur kuping dan daun bawang. Keisuke Miso Ramen menampilkan kaldu daging babi rasa miso kental dengan irisan daging babi, jamur kuping dan daun bawang.
Dua lainnya yakni Keisuke Lobster Ramen yang berisikan kaldu lobster yang kaya dengan irisan ayam, rebung, jamur kuping, daun bawang dan yuzu. Terakhir adalah menu Keisuke Noboshi Ramen yang menghadirkan sarden kering dan kaldu babi dengan irisan daging babi, fish cake, rebung dan daun bawang.
Keempat menu ramen ini akan hadir pada Book the Cook milik SIA dari Oktober hingga pada Maret 2020 mendatang. SIA mengatakan, rasa ramen ini sudah dicoba selama enam bulan di Jepang dan Singapura untuk memastikan bahwa cita rasa asli dan otentik ramen dipertahankan dalam kondisi ketinggian dalam penerbangan.
“Untuk pertama kalinya, ramen khas Ramen Keisuke akan disajikan kepada pelanggan dengan ketinggian 30 ribu kaki, menghadirkan cita rasa makanan Jepang yang otentik dari darat ke udara. Kami merasa terhormat memiliki kesempatan menarik ini untuk menampilkan ramen kami di salah satu maskapai penerbangan terbaik di dunia, ”kata Mr Keisuke Takeda, pendiri Ramen Keisuke.
Salah satunya adalah menyempurnakan resep dan waktu blansing untuk mempertahankan tekstur kenyal dari mie ramen menggunakan sous vide cooking dan memastikan kelembutan daging ayam serta mencari bahan-bahan berkualitas tinggi seperti daging babi dari Spanyol.
“Kami sangat senang memiliki kesempatan ini untuk menyenangkan pelanggan kami dengan kreasi ramen yang sangat disukai dan memenangkan penghargaan Chef Keisuke,” kata Wakil Presiden Senior Pengalaman Pelanggan SIA, Mr Yeoh Phee Teik.
Yeoh Phee mengatakan, pihaknya memberikan perhatian khusus pada setiap detail dan tekstur mie, kekayaan rasa kaldu serta kualitas bahan yang digunakan untuk memastikan semangkuk ramen terasa enak di udara seperti di restoran Ramen Keisuke.
Baca juga: Naik Kereta Shinkansen, Jangan Lupa Beli Ekiben di Kios Stasiun untuk Bekal Makana
“Ini mewakili dedikasi kami untuk terus meningkatkan penawaran makanan dan minuman kami untuk memberi pelanggan pengalaman yang lebih berkesan dalam penerbangan,” tambahnya.
Bayangkan jika Anda merupakan seorang penumpang pesawat yang hendak menggunakan toilet, dan ketika pintu toilet dibuka, Anda menemukan sebuah bungkusan kain yang tergeletak di samping tempat tisu. Dan setelah dibuka, ternyata itu adalah sesosok janin yang sudah dimumikan! Kira-kira, apa yang akan Anda lakukan? Lari ketakutan atau malah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang?
Baca Juga: Don’t Worry, Ibu Hamil Tetap Aman Untuk Lakukan Penerbangan
Skema yang sama ternyata pernah menjadi topik hangat perbincangan netizen Negeri Matador, Spanyol. Dimana di salah satu bandaranya, Barajas Airport yang terletak di kota Madrid ditemukan sesosok janin yang dimumikan dari salah satu toilet pesawat yang terparkir di Terminal 4. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (19/7), pesawat tempat ditemukannya janin yang telah dimumikan ini sebelumnya melakukan perjalanan dari Kuba menuju Madrid.
Tidak disebutkan dengan rinci siapa yang menemukan bungkusan ini pertama kali, namun pihak kepolisian hingga peneliti sempat dibuat bingung oleh entitas aneh yang ditemukannya ini – apakah itu merupakan janin manusia atau seekor kera. Mengingat kasus ini cukup sensitif karena bisa menurunkan rating dari maskapai terkait, maka pihak terkait enggan membuka identitasnya.
Guna mengusut kasus ini, pihak kepolisian langsung melakukan investigasi dan melontarkan beberapa pertanyaan kepada pihak maskapai dan seluruh penumpang yang sebelumnya berada di dalam pesawat tersebut. Namun semuanya mengelak dan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa terkait penemuan janin yang sudah dimumikan ini.
Sebuah pengadilan di Madrid juga tampak penasaran dengan penemuan tersebut, sampai-sampai mereka melancarkan pemeriksaan yudisial. Petugas Pengawal Sipil juga masih belum bisa berkomentar lebih lanjut terkait penemuan yang terjadi pada tanggal 3 Juli 2019 lalu ini.
Baca Juga: Jepang Punya Taksi Khusus Ibu Hamil, Indonesia Punya Taksi Khusus Kaum Difabel!
“Kami belum bisa berkomentar banyak karena kami sendiri pun belum mendapatkan laporan apa-apa dari ahli forensik yang tengah meneliti janin yang dimumikan ini,” ujar salah satu diantaranya.
Hingga berita ini diturunkan, masih belum jelas diketahui mengenai kasus penemuan aneh di dalam pesawat ini.
Dibangun tahun 1882 oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Stasiun Semarang Centraal atau Stasiun Jurnatan awalnya hanya berupa bangunan kayu sederhana. Kemudian tahun 1913 stasiun kecil tersebut dibongkar dan digantikan sebuah bangunan besar dan megah dengan konstruksi atap dari baja dan kaca.
Baca juga: Ternyata! Stasiun Juwana Dulu Disebut Orang Belanda “Joana”
Renovasi Stasiun Jurnatan ini karena semakin luasnya jaringan rel dan ramainya angkutan penumpang serta barang yang mendorong SJS untuk merombak agar bisa menampung banyak penumpang. Bangunan stasiun tersebut tidak dirancang sebagai stasiun ujung atau terminus tetapi sebagai stasiun paralel yang memiliki sejumlah peron.
Stasiun Jurnatan kini jadi ruko
Stasiun ini sangat mewah pada zamannya karena berada di pusat kota sejak dulu. Saking mewahnya, bukan hanya memiliki jalur kereta api yang banyak, Stasiun Jurnatan juga dilengkapi dipo lokomotif, dipo gerbong, bengkel dan gudang.
Berada di Kota Tua Semarang, letaknya tepat beberapa ratus meter sebelah selatan Stasiun Semarang Tawang. Stasiun Jurnatan, pada masa kejayaannya melayani pemberangkatan kereta api tujuan Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora dan lainnya.
Selain itu, stasiun ini juga merupakan pusat jaringan trem kota Semarang. Dirangkum dari berbagai laman sumber oleh KabarPenumpang.com, trem yang dijalankan ternyata menghubungkan Stasiun Jurnatan dengan Stasiun Samarang NIS di Tambaksari dan Pelabuhan Semarang dengan menempuh relasi Jurnatan-Bulu dan Jurnatan-Jombang.
Namun, jalur trem tersebut harus tutup tahun 1940 lalu karena kurang menguntungkan dan sisa lokomotifnya, semua dipindahkan ke Surabaya. Dalam pertempuran Lima Hari di Semarang, stasiun ini menjadi daerah perangkap oleh satuan-satuan tentara Jepang yang bersiap menghadang pasukan-pasukan pemuda yang memasuki daerah Karang Tempel.
Tahun 1974, Stasiun Jurnatan harus tutup dan semua kereta yang melintas dan dilayani dari stasiun ini dialihkan ke Stasiun Semarang Tawang. Stasiun ini masuk dalam stasiun kereta api nonaktif kelas besar yang berada di Purwodinatan, Semarang Tengah, Semarang dan termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang
Tutupnya Stasiun Jurnatan karena tak mampu bersaing dengan moda transportasi darat lainnya. Setelah tutup, Stasiun Jurnatan sempat terlantar dan kemudian dimanfaatkan sebagai terminal bus antar kota. Tetapi ini tidak berlangsung lama, sebab awal 1980-an, bangunan Stasiun Jurnatan dibongkan dan kini menjadi kawasan perdagangan.
Baca juga: Eks Stasiun Kudus, Pernah Jadi Pasar dan Gudangnya Jadi Lapangan Futsal
Bila mencari Stasiun Jurnatan di Semarang saat ini, Anda akan menemukan ruko-ruko terpajang sepanjang mata memandang. Bahkan ada toko yang membuat papan namanya dengan tidak melupakan sejarah dengan menuliskan Eks. Stasiun Jurnatan.
Agaknya tidak terlalu berlebihan jika menyebut Dubai sebagai kota yang selalu menggunakan teknologi mutakhir dan fantastis yang seolah datang dari masa depan. Jika di Indonesia kursus mengemudi masih menggunakan kendaraan konvensional dan ditemani oleh seorang tenaga ahli, maka lain ceritanya dengan di Uni Emirat Arab ini, dimana Anda akan menggunakan teknologi virtual reality (VR) sebagai media untuk belajar mengemudi.
Baca Juga: Virtual dan Augmented Reality Ubah Pengalaman Penumpang di Udara
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman timeoutdubai.com, Road and Transport Authority’s (RTA) Public Transport Agency telah mengungkapkan rencana untuk menggunakan teknologi VR untuk melatih pengemudi angkutan penumpang. Adapun tujuan dari penggunaan konsep ini adalah untuk meningkatkan kinerja semua pengemudi, dimana hal ini juga akan tercatat sebagai daerah pertama di Timur Tengah yang memanfaatkan teknologi VR dalam melatih pengemudi.
Kelak, para pengemudi ini akan menjalani berbagai pelatihan skenario interaktif, mulai dari paparan kondisi jalan, kontrol bus yang lebih baik, hingga menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Guna memaksimalkan media pembelajaran ini, teknologi VR yang digunakan untuk melatih pengemudi ini akan menggunakan alat belajar 3D seperti visualisasi dan pelatihan online.
“Pengenalan teknologi VR ini adalah bagian dari rencana untuk memprivatisasi pelatihan transportasi penumpang, dan akan digeneralisasi nanti ke semua lembaga pelatihan yang dikontrak”, ungkap salah satu eksekutif dari RTA Public Transport Agency, Abdullah Al Meer.
“Fase awal teknologi VR difokuskan pada proses integrasi untuk bus, yang pada akhirnya berkontribusi pada visi RTA tentang transportasi yang aman dan lancar untuk semua,” lanjutnya.
Baca Juga: First Airlines, “Maskapai” Jepang dengan Penerbangan Virtual Reality Pertama
Selain itu, RTA juga akan menggunakan teknologi VR ini sebagai unit pelatihan dan rehabilitasi lebih lanjut untuk pengemudi yang terlibat di dalam kecelakaan lalu lintas. Dalam berita lain, RTA juga telah mengumumkan tes mengemudi otomatis di Dubai, yang berarti pengemudi yang tengah belajar sekarang akan dinilai oleh penguji maupun sistem pelacakan cerdas.
Mengganti popok anak selalu dikaitkan dengan seorang ibu dan biasanya mereka mengganti di ruang nursery atau di toilet wanita. Tapi bila hal itu dilakukan oleh seorang pria apakah salah? Sepertinya tidak, karena pekerjaan mengganti popok bukan hanya bisa di lakukan oleh seorang wanita yang merupakan ibu anak, tetapi seorang ayah pun juga harus bisa menggantikan popok anak mereka.
Baca juga: Tujuh Bandara Ini Jadi Yang Terbaik Untuk Fasilitas Nursery Room
Hal ini baru saja diperlihatkan Bandara Internasional Kempegowda di Bangalore, India yang mengambil langkah mengancurkan stereotip gender dan mendapat pujian luar biasa di media sosial karena memiliki ruang penggantian popok di toilet pria. KabarPenumpang.com melansir dari laman scoopwhoop.com (17/9/2019), seorang penumpang dari Maladewa yakni Ali Samhaan melihat sebuah ruang di Bandara Bengaluru dan men-tweet di akunnya tentang keberadaan ruang ganti popok tersebut di toilet pria.
Ali tak hanya mengunggah foto tetapi juga menuliskan Tweet, “Melihat ini di toilet pria Bandara Internasional Bengaluru. Banyak orang terkejut bahwa perbekalan semacam ini tidak lagi hanya terbatas pada ruang wanita. Di zaman sekarang ini, baik pria maupun wanita mengurus tugas-tugas rumah seperti merawat bayi dan seharusnya tidak ada peran gender yang ditentukan sebelumnya.”
Tweet Ali ini mendapat banyak apresiasi dari warganet dan dikomentari. Komentar untuk cuitan Ali tersebut lebih banyak yang positif dan cinta karena tidak hanya seorang ibu, tetapi ayah pun bisa melakukannya.
“Pria mengganti popok dan melakukan pekerjaan rumah. Tidak ada yang salah dalam melakukan pekerjaan rumah kami. Tidak ada buku peraturan di planet ini yang mengatakan hal itu adalah pekerjaan seorang wanita. parenting dan rumah tangga harus dibagi secara adil. Saya mungkin salah dalam masyarakat patriarkal, tetapi saya tidak peduli,” ujar Sham Agasthya yang mengomentari tweet milik Ali.
Archie Hussain mengatakan bahwa hal ini sangat epik. Anusha Abdul Latheef menambahkan, “Satu bandara terbaik yang harus saya katakan.”
Anie juga mengomentari, hebat! Bagus untuk semua ayah dan orang tua tunggal. ThasSimracingGuy menambahkan, ini memecah stereotip.
Bahkan postingan ini dijawab oleh pihak otoritas bandara yang mengatakan, “Kami menerima acungkan jempol untuk ruang ganti popok di toilet pria dan wanita di #BLRairport. Di dunia di mana ibu dan ayah berbagi tanggung jawab membesarkan anak-anak, kami percaya bahwa ini adalah yang harus dimiiliki!”
Baca juga: Megaproyek Kereta Peluru India, Dilengkapi Nursery Room dan Toilet Terpisah
Meskipun fasilitas penggantian popok di bandara baru-baru ini berada di bawah sorotan, Bangalore International Airport Ltd, menunjukkan telah ada di tempat selama lebih dari lima tahun.
“Mereka dilengkapi dengan baik dan memungkinkan orang tua untuk mengubah bayi dalam privasi,” kata juru bicara bandara Bangalore.
Jika selama ini citra seorang pilot yang tersaji di media hampir selalu berkenaan dengan seseorang yang professional dan penuh wibawa, namun pada kenyataannya, mereka hanyalah manusia biasa yang juga bisa membuat kekacauan. Ngomong-ngomong soal kekacauan, pernah ada seorang pilot dari maskapai Condor yang tidak sengaja menumpahkan kopi di ruang kokpit, sampai-sampai pesawat yang tengah dikemudikannya tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat. Wah, ternyata kasus Return to Base (RTB) yang sering kita dengar selama ini tidak melulu berlandaskan alasan teknis, ya!
Baca Juga: Pilot Lupa Aktifkan Pengatur Tekanan Kabin, Jet Airways Terpaksa Return to Base
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com (13/9), Airbus A330-243 yang dioperatori oleh Condor Airlines dikabarkan melakukan pendaratan darurat di Shannon, Irlandia pasca sang pilot tidak sengaja menumpahkan kopi di ruang kokpit. Menurut kabar yang tersiar, tumpahan kopi ini sampai-sampai membuat salah satu tombol panel di ruang kontrol pesawat tersebut meleleh. Guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya sang pilot memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dari Frankfurt, Jerman menuju Cancun, Meksiko.
Diketahui, penerbangan tersebut tengah mengangkut 337 orang – termasuk 11 awak penerbangan di dalamnya. Seketika mendarat di Shannon Airport, Irlandia, beruntung semua orang yang ada di dalam penerbangan tersebut berada dalam kondisi selamat.
Menurut penuturan sang pilot yang identitasnya dirahasiakan ini, ia menyimpan kopi di atas meja nampan yang ada di ruang kokpit. Hingga seketika pesawat tinggal landas dari Frankfurt, ia secara tidak sengaja menumpahkan kopi tersebut tepat ke arah pahanya dan sebagian lainnya jatuh ke instrumen komunikasi.
“Panel kontrol audio pilot dan kopilot seketika berada dalam kondisi non-aktif setelah terkena tumpahan kopi tersebut,” ujar penyelidik.
“Bahkan, pilot menuturkan ada asap tipis yang keluar dari area yang tersiram kopi,” lanjutnya.
Penyelidik ini melanjutkan bahwa kegagalan dua panel kontrol audio menyebabkan kesulitan komunikasi antara awak kokpit dan awak pesawat.
Baca Juga: Bayi Tertinggal di Ruang Boarding, Ibu Panik dan Pesawat Terpaksa “Return to Base”
Menanggapi hal ini, pihak maskapai asal Jerman mengatakan bahwa langkah pendaratan darurat ini merupakan perwujudan dari prioritas penerbangan mereka.
“Bagi kami, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama yang harus selalu ditegakkan,” tutur juru bicara Condor Airlines, Magdalena Hauser.
Pasca kejadian yang terjadi pada tanggal 6 Februari silam ini, pihak maskapai mengatakan bahwa ada dua hal penting yang wajib masuk ke dalam daftar periksa pilot sebelum mengudara: tutup gelas dan gelas yang dilengkapi dengan pegangan. Hal ini ditujukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.
Volkswagen yang dikenal dengan singkatan “VW” memperkelankan logo barunya di IAA International Motor Show di Frankfurt. Perilisan logo baru secara perdana ini juga menandai mulainya era baru bagi VW serta presentasi kendaraan ID.31 yang menggunakan listrik pada saat bersamaan. Logo baru VW ini didesain dua dimensi yang datar lebih jelas dan telah dikurangi menjadi elemen-elemen penting.
Baca juga: “Kurang Puas” dengan Mercedes, Lufthansa Ganti Layanan Shuttle Premium dengan Volkswagen
Desain merek dan logo bertujuan untuk fleskibilitas tinggi dan bertujuan untuk aplikasi digital. Penggantian desain merek dan logo baru tersebut akan selesai pada pertengahan 2020 mendatang. Anggota Dewan merek yang bertanggung jawab Jürgen Stackmann mengatakan desain merek baru menandakan dimulainya era baru untuk VW.
Desain merek baru ini akan ada pada mobil penumpang dan kendaraan komerisal VW. Dalam desain merek baru, VW telah menciptakan platform komunikassi otentik untuk presentasi emosional mobilitas elektronik. Ini menunjukkan VW masa depan di bawah moto digital first dan no filter.
“Kami telah menciptakan pengalaman merek global baru yang holistik di semua saluran dan di semua titik sentuh. Sebagai prinsip umum, tujuan di masa depan tidak akan menunjukkan dunia periklanan yang sempurna. Dalam presentasi kami, kami ingin menjadi lebih manusiawi dan lebih hidup, untuk mengadopsi perspektif pelanggan secara lebih luas dan untuk menceritakan kisah-kisah otentik,” kata Jochen Sengpiehl, Kepala Marketing VW yang dikutip KabarPenumpang.com dari avondhupress.ie (13/9/2019).
Bahkan fondasi strategis untuk desain merek baru ini tidak dibuat oleh lembaga eksternal tetapi oleh tim gabungan desain dan pemasaran VW. Desain diimplementasikan dengan integrasi penuh semua departemen perusahaan dalam waktu sembilan bulan dengan menggunakan konsep tenaga listrik yang dikembangkan VW khusus untuk ini.
Ada 19 tim internal dan 17 lembaga eksternal terlibat dalam proyek ini. Selain peluncuran di IAA International Motor Show di Frankfurt, sinyal awal logo baru akan bersinar di gedung tinggi yakni kantor pusat perusahaan di Wolfsburg pada waktu yang sama.
Changeover global sendiri akan diimplementasikan menggunakan pendekatan yang hemat biaya dan konservasi sumber daya. Awalnya lokasi dealer merek di Eropa akan diubah dan kemudian Cina pada Oktober mendatang.
Penggantian ini akan dilaksanakan secara bertahap di Amerika Utara dan Selatan serta seluruh dunia di awal tahun 2020. Rebranding VW menjadi salah satu proyek terbesar dari jenis ini di industri seluruh dunia.
Pada sepuluh ribu fasilitas dealer dan mitra layanan di seluruh dunia dan 70 ribu logo akan diganti. Simbol dan merek dagang akan menjadi logo baru yang lebih modern, lebih jelas dan lebih sederhana.
Hingga saat ini, logo baru itu berwarna biru dan putih dengan warna biru sudah ditambahkan dan memungkinkan varian warna tambahan. Karena aplikasi digital dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan menjadi sangat penting, logo akan diposisikan secara fleksibel dengan “bingkai bergerak” yang baru di masa depan.
Alih-alih klaim merek, VW akan memiliki logo suara untuk pertama kalinya. Ini akan membuat merek VW berbeda dalam hal akustik, baik di kendaraan maupun dalam komunikasi. Bahasa visual baru dari merek akan sangat berbeda dari yang disajikan oleh Volkswagen sampai saat ini akan lebih berani dan lebih berwarna dan fokusnya adalah pada orang.
VW tidak akan lagi berkonsentrasi pada perfeksionisme dalam fotografi kendaraan. Di masa depan, tujuan utamanya adalah menghadirkan situasi realistis yang dapat diidentifikasi oleh pelanggan.
Seperti dalam kasus kendaraan, cahaya juga akan memainkan peran kunci dalam komunikasi. Cahaya adalah kromium baru, di masa depan logo akan menyala, di kendaraan, di lokasi merek dan di dealer. Di dealer juga, logo, bingkai bergerak dan cahaya akan memainkan peran kunci, dengan tujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.
Baca juga: Volkswagen SEDRIC School Bus, Kendaraan Otonom dengan Balutan “Bus Sekolah”
Selama beberapa dekade, VW telah menggunakan suara pria untuk menghadirkan kendaraannya dan untuk tujuan iklan. Merek sekarang menjadi perempuan dan di hampir semua pasar, seorang wanita dengan suara yang hangat, menyenangkan dan percaya diri akan berbicara untuk VW.
Menjadi salah satu maskapai mewah di dunia, Singapore Airlines (SIA) selalu mengedepankan yang terbaik untuk penumpangnya. Bahkan makanan pun, mereka selalu menyiapkan segala sesuatu yang terbaik dan segar untuk disajikan pada penumpang.
Baca juga: Penumpang Sadar Gaya Hidup Sehat, Singapore Airlines Tawarkan Makanan Sehat dalam Penerbangan
Dilansir KabarPenumpang.com dari businessinsider.sg (17/9/2019), SIA pada 2017 lalu menjadi berita utama ketika mengumumkan layanan makan farm-to-plane untuk penerbangan jarak jauh. Mereka melakukan perencanaan dan persiapan selama berbulan-bulan untuk mendapatkan bahan makanan segar yang akan disajikan dalam kabin.
(www.businessinsider.sg)
Bekerja sama dengan AeroFarms yang berada di Newark, SIA akan mendaat sayuran hijau segar untuk makanan pembuka di kelas bisnis pada Oktober mendatang. Makanan dengan sayuran lokal ini akan hadir pada penerbangan kelas bisnis dan ekonomi premium.
Dengan AeroFarms, SIA juga mendukung bisnis ramah lingkungan meski dikirim dengan pesawat yang menggunakan bahan bakar dari fosil dan menghasilkan emisi di seluruh dunia.
“Ada dua manfaat yakni memungkinkan kita sebagai gantinya sumber hijau kurang dari lima mil jauhnya yang mengurangi limbah pengiriman. Kemudian Singapura mencari untuk memperluas inisiatif pertanian ke pesawat dengan pertanian perkotaan bekerlanjutan serupa di dunia untuk mendukung bisnis ramah lingkungan,” kata kepala komunikasi Amerika Serikat di Singapura, James Boyd.
(www.businessinsider.sg)
Baru-baru ini, penelusuran fasilitas dan proses mendapatkan sayuran dari pertanian ke langit dan didapat AeroFarms yang memiliki pertanian vertikal satu hektar dengan teknologi tinggi. Ladang vertikal ini bisa ditemukan di pabrik baja tua di Newark, New Jersey.
Ladang ini menanam, memanen dan menyiapkan sayuran segar untuk penerbangan SIA. Pertanian yang menggunakan teknik aeroponik ini bisa tumbuh sekitar 390 kali lebih banyak dari pertanian normal dengan luas lahan yang sama.
Dalam penanaman sayur, AeroFarms menggunakan uap air dan udara untuk membatu tanaman tumbuh tanpa tanah, pestisida, sinar matahari ataupun hama. Pertanian ini akan menambahkan nutrisi dalam pertumbuhan sayuran saat masih berbentuk biji.
(www.businessinsider.sg)
Pengganti sinar matahari, AeroFarm menggunakan lampu LED dengan pancaran spektrum cahaya tertentu untuk menegah hama, mengoptimalkan nutrisi dan mengendalikan rasa sayuran. Waktu panennya pun lebih cepat yakni hanya 12-14 hari dibandingkan sayuran biasa yang memakan waktu 30-45 hari.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Hidangan, Singapore Airlines Gandeng Como Shambhala Hadirkan ‘Makanan Sehat’
Setelah dipanen dan dikemas, sayuran diangkut dengan truk ke Flying Food Group terdekat untuk memasok penerbangan dari Newark ke Singapura. SIA mengatakan, pada Oktober mendatang, mereka akan mulai dengan tiga makanan pembuka termasuk salah hijau, tomat heiloom ceviche dan ayam rebus kedelai.
Setelah pada awal minggu ini Federal Aviation Administration (FAA) melontarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa ketuanya, Steve Dickson berencana untuk mengunjungi Seattle dalam waktu dekat berkenaan dengan proses sertifikasi varian Boeing 737 MAX, kini giliran Steve yang angkat biacara. Steve mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengeluarkan sertifikasi untuk Boeing 737 MAX jika bukan dirinya sendiri yang mengemudikan pesawat.
Baca Juga: Uji Sertifikasi 737 MAX Jatuh Pada September Ini, FAA dan Boeing Masih Rahasiakan Tanggal, Ada Apa?
Dengan kata lain, Steve sendirilah yang harus menerbangkan varian jet penumpang ini jika Boeing ingin mendapatkan ijin untuk kembali menerbangkan burung besi ini ke angkasa luas. Selain itu, administrator FAA ini juga akan bertemu dengan eksekutif Boeing dan memberikan pengarahan terkait pembaruan peranti lunak (update software) ke sistem kontrol penerbangan 737 MAX.
“Saya adalah otoritas penandatanganan terakhir di AS, dan saya tidak akan menandatanganinya sampai pesawat itu saya terbangkan sendiri,” ujar Steve.
“Saya akan menerbangkan 737 MAX,” tandasnya.
Bukan tidak mungkin apabila Seteve akan menerbangkan pesawat ini dalam waktu dekat, mengingat Steve merupakan mantan pilot yang dimana dirinya masih memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat yang pernah menyabet predikat sebagai pesawat terlaris sepanjang sejarah aviasi global ini.
Sebelum menerbangkan 737 MAX, Steve dijadwalkan akan terlebih dahulu menjajal mesin simulator terlebih dahulu dan menguji update software yang telah dilakukan oleh pihak Boeing. Hadirnya Steve di balik kemudi 737 MAX merupakan pengembangan baru, dimana standarnya, uji sertifikasi ini melibatkan satu pilot dari Boeing dan satu pilot dari FAA.
Mungkin, pernyataan Steve ini merupakan sebuah gertakan dari FAA yang tidak ingin kejadian jatuhnya pesawat buatan Boeing tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Bisa juga rencana ini merupakan cara dari Steve untuk menjaga image dari FAA yang bertindak sebagai regulator udara dalam menurunkan sertifikasi.
Baca Juga: Boeing 737 Sabet Predikat Sebagai Pesawat Terlaris Sepanjang Sejarah Aviasi Global
Terlepas dari spekulasi terkait keputusan Steve untuk menerbangkan 737 MAX, juru bicara Boeing, Chaz Bickers menyebutkan bahwa pihaknya yakin dapat terus kooperatif dengan pihak regulator agar raja di kelas pesawat narrow-body ini bisa kembali mengudara sesegera mungkin.
“Kami akan bekerja untuk memenuhi permintaan administrator dan kami terus mendukung regulator global agar dapat mengembalikan pesawat ke layanan dengan aman,” ujar Chaz.
Baru-baru ini PT KAI Daop IV Semarang menghadirkan angkutan terusan bagi pelancong atau masyarakat dari Demak, Kudus dan Pati menuju ke Stasiun Semarang Poncol dan Tawang. Kehadiran ini membuat banyak pertanyaan apakah tidak ada stasiun Kudus sehingga harus menggunakan angkutan terusan?
Baca juga: Jalur Mau Dihidupkan, Stasiun Demak Justru Sudah Menjadi Kafe
Ternyata dulu ada Stasiun Kudus tetapi kini sudah mati alias tak lagi beroperasi. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Stasiun Kudus dibangun tahun 1883 silam dan dibuka pada tahun 1919 lalu yang mempunyai cabang ke Mayong. Pada masa Hindia Belanda stasiun ini dimiliki oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij.
Asal usul stasiun ini terdiri atas dua periode dimana yang pertama adalah pembangunan dua jalur kereta api yakni Jurnatan-Juwana dan Kudus-Mayong yang dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. Jalur Demak–Kudus selesai pada tanggal 15 Maret 1884 dan dilanjut menuju Juwana pada tanggal 19 April 1884. Selanjutnya, dibangun jalur cabang menuju Mayong pada tanggal 6 September 1887.
Stasiun Kudus yang juga dikenal dengan Stasiun Wergu karena terletak di Wergu Wetan, berada di ketinggian +16,37 mdpl dan merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas besar. Nonaktifnya stasiun ini pada tahun 1986, dikarenakan sejak tahun 1980, penumpang turun drastis disebakan adanya pelebaran jalan dan makin banyaknya kendaraan pribadi serta angkutan umum.
Stasiun ini dulu mempunyai dipo lokomotif tetapi kini telah beralih fungsi menjadi kios, sementara emplasemennya berubah menjadi karoseri bak truk. Selain dipo, stasiun ini juga mempunyai sebuah gudang yang dahulu digunakan untuk menyimpan hasil bumi dan kini digunakan untuk lapangan futsal.
Di sebelah utara Stasiun Kudus masih berdiri tegak tiang sinyal mekanik. Tak hanya itu, bangunan stasiun ini pernah dijadikan sebagai pasar sejak 1993. Untuk menandai bekas stasiun, pasar ini dikenal sebagai Pasar Stasiun Wergu. Emplasemen dan peron stasiun dulu dipenuhi lapak-lapak pedagang dan kantor kepala stasiun dulu dipakai untuk kantor pengelola pasar.
Baca juga: PT KAI Sambungkan Semarang-Demak-Kudus-Pati dengan Angkutan Terusan
Namun kini keadaan stasiun berubah drastis setelah 2017 ditinggal para pedagang pasar yang sudah direlokasi ke pasar baru didekat GOR Wergu Kudus. Tak hanya itu, tahun 2018 lalu, sempat ada kabar, bekas Stasiun Kudus akan diajadikan pusat bisnis dan perekonomian oleh PT KAI. Nantinya pun bila menjadi pusat bisnis, bangunan stasiun ini harus tetap dipertahankan sebagai bagian dari cagar budaya.