Takut Kecelakaan Karena Gunakan GPS Saat Berkendara? Pakai Helm Argon Transform Saja!

Sebuah perusahaan asal Singapura meluncurkan kit yang membuat helm Anda bertransformasi menjadi helm pintar. Kit tersebut adalah Argon Transform, sebuah teknologi helm pintar yang dilengkapi dengan Head-Up Display (HUD), kamera tampak belakang, action camera yang menghadap ke depan, konektivitas bluetooth, interkom dan navigasi GPS visual. Wah, jika melihat teknologi serba mutakhir yang tersemat pada helm tersebut, akankah helm ini akan menjadi standar berkendara di masa yang akan datang?

Baca Juga: Forcite, Helm Futuristik yang Siap Manjakan Para Bikers!

Ada banyak produsen helm pintar di luar sana yang mencoba mengembangkannya yang sudah terintegrasi secara penuh, tetapi pada kenyataannya, mengaplikasikan teknologi mutakhir dan menggabungkannya menjadi sebuah helm pintar tidaklah semudah yang dibayangkan. Selaku pengembang helm pintar ini, startup muda, Whyre mempertimbangkan segala kemungkinan dan teknologi yang tersemat pada helm ini untuk memudahkannya masuk ke dalam pasar penjualan – tanpa harus berlarut dalam pengujian standar yang akan memperlambat peluncurannya di pasar kelak.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (23/7), helm ini ditenagai oleh baterai yang mampu bertahan hingga delapan jam lamanya. HUD ini juga dapat diatur ke dalam mode yang berbeda, mulai dari tampilan speedo meter dalam ukuran yang tidak akan menghalangi daya pandang Anda, GPS pengarah jalan, hingga pemandangan yang tampak di belakang Anda (terlihat dari kamera yang ada pada bagian belakang helm). Jika Anda pernah melihat adegan Tony Stark (Robert Downey Jr.) berbalut baju robot dalam film Ironman, kurang lebih tampilan yang Anda lihat di dalam helm ini akan seperti Anda menggunakan helm Ironman. Keren, bukan?

Jenis helm full face yang digunakan oleh Whyre pada Argon Transform ini akan meningkatkan keselamatan Anda selama perjalanan. Poin keselamatan di sini ditunjang oleh serangkaian teknologi penunjang keselamatan sebagaimana yang sudah disebutkan di atas – terlebih fitur navigasi yang dapat Anda lihat langsung di depan Anda (ketika posisi kaca dalam kondisi tertutup.

Baca Juga: Penggunaan GPS Diperdebatkan, Inilah Tips Aman Menggunakannya!

Ya, jika mengadaptasi apa yang terjadi di Indonesia – khususnya Jakarta, ada banyak sekali pengemudi ojek online yang mengoperasikan ponsel mereka hanya untuk melihat aplikasi navigasi dan itu dilakukan sembari mengemudikan motornya. Tentu saja, apa yang dilakukan oleh si pengemudi ojek online tersebut sangatlah berbahaya dan ancaman kecelakaan sudah siap mengincar kapanpun ia lengah.

Bagi Anda yang tertarik untuk memiliki salah satu dari helm pintar ini, dibanderol dengan harga awal US$399 (Rp5,9 juta). Harga yang cukup mahal untuk ukuran sebuah helm, namun diharapkan dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan nyaman!

 

Terpleset diantara Peron dan Kereta Api, Kaki Seorang Wanita Harus Diamputasi

Belum lama ini seorang penumpang tergelincir sehingga membuatnya jatuh diantara kereta api dan peron di Bandara Gatwick, Inggris. Wanita yang belum diketahui namanya tersebut kemudian ditolong dan dirawat tim medis setelah diangkat dari celah peron pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Baca juga: Pria Tambun Terpleset Saat Naik Kereta yang Berjalan dan Terjatuh ke Celah Peron

Kemudian tim medis membawanya ke Rumah Sakit St George di Tooting, London untuk mendapat tindakan lebih lanjut. Sayangnya ternyata karena tergelincir, wanita itu harus menjalani operasi darurat atas cedera pada kaki.

Hal ini membuat hidup wanita tersebut berubah, sebab kaki yang cedera tersebut harus di amputasi untuk menyelamatkannya. Adanya insiden ini kemudian membuat listrik di rel kereta harus dimatikan ketika melakukan penyelamatan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (22/7/2019), selain itu, penumpang maskapai pun harus mengalami penundaan. Menurut Kepolisian Transportasi Inggris, insiden ini murni dinyatakan sebagai kecelakaan. Peristiwa mengerikan menyusul kekhawatiran yang berkembang tentang kesenjangan antara kereta dan platform yang melebar di banyak stasiun karena pengenalan ribuan gerbong baru.

Penelitian yang diterbitkan oleh Dewan Keselamatan dan Standar Kereta Api mengatakan ada peningkatan risiko pelancong jatuh di antara platform dan kereta. Ada 21 kecelakaan serius antara platform dan kereta sejak 2005, sebagian besar terjadi dalam lima tahun terakhir.

Peron-peron yang dinamai oleh penumpang memiliki celah yang sangat besar termasuk beberapa di Clapham Junction dan East Croydon di London selatan, Bristol Temple Meads, Worcester Foregate Street, Whitehaven, Epsom, dan Dorchester. Pada bulan Juni kemarin, seorang pria bertubuh besar di India juga terpleset diantara kereta dan peron.

Baca juga: Akibat Didorong Penumpang Lain, Kaki Wanita Ini Terperosok di Celah Peron Stasiun MRT

Saat itu, pria tersebut tengah mengejar keretanya yang sudah mulai berjalan. Untungnya saat jatuh ke peron, pria tersebut tidak mengalami luka serius dan kembali menlanjutkan perjalanannya bersama anak dan istri.

Otoritas Penerbangan Pakistan Wajibkan Penumpang Gunakan Baggage Wrapping

Pakistan telah mengambil kebijakan terkait keberadaan baggage wrapping yang ada di bandara. Alih-alih membiarkannya sebagai fitur keselamatan tambahan yang opsional bagi penumpang, kini Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan telah mengambil keputusan bahwa baggage wrapping itu hukumnya wajib bagi seluruh penumpang penerbangan. Adapun latar belakang perubahan kebijakan ini adalah soal keamanan barang-barang bawaan penumpang.

Baca Juga: Luggage Wrapping di Bandara, Seberapa Besarkah Perannya Untuk Melindungi Koper Anda?

Namun tidak semua pihak menyetujui kebijakan yang telah kadung diambil ini – sebut saja dari para penumpang, pemerhati lingkungan, dan sejumlah politisi yang menilai kebijakan tersebut tidak seharunya diwajibkan kepada penumpang. Keputusan terkait kebijakan baggage wrapping ini diambil pada tanggal 20 Juli kemarin, diwakili oleh Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan, Shahrukh Nusrat mengatakan, “setiap penumpang wajib menggunakan baggage wrapping demi keselamatan barang bawaan masing-masing,”

Pemberitahuan ini menyebutkan bahwa seluruh bagasi penumpang yang hendak melewati tahap awal pemindaian yang dilakukan oleh Airports Security Force (ASF), Anti-Narcotics Force (ANF), dan pihak bea cukai harus sudah berada dalam kondisi terlapisi oleh plastik wrapping. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (23/7), pihak Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan menyebutkan bahwa penerapan kebijakan terkait baggage wrapping ini merupakan langkah yang mereka tempuh untuk mematuhi aturan dari International Civil Aviation Organisation (ICAO).

Adapun bandara yang terdampak dari diberlakukannya kebijakan baru ini meliputi bandara-bandara di Karachi, Lahore, Peshawar, Quetta, Multan, Faisalabad, dan Sukkur.

Para penumpang pun lalu memprotes bahwa diaplikasikannya kebijakan ini hanya akan merusak lingkungan – dimana di luar sana sudah sangat banyak sekali gerakan go-green yang mulai memberhentikan penggunaan plastik. Selain itu, beberapa dari politisi juga mengatakan bahwa kebijakan ini hanyalah upaya yang ditempuh pihak bandara untuk memperkaya suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan baggage wrapping di bandara.

Dapatkah Anda bayangkan apabila peraturan ini diberlakukan juga di Indonesia? Wah, agaknya jumlah penumpang pesawat akan turun drastis, ya! Beruntung, layanan baggage wrapping di Indonesia masih berada pada tahap pelayanan opsional bagi penumpang.

Baca Juga: Kini Tersedia Layanan Baggage Wrapping di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta

Tapi bagi Anda yang senang ‘membebat’ koper bawaannya dengan plastik, Anda akan menemui satu layanan baggage wrapping baru di Terminal 3D Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam beberapa waktu mendatang. Sebenarnya ini bukanlah layanan baru, melainkan Diva Sinergi yang sebelumnya sudah terlebih dahulu ‘mangkal’ di Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Masih mengurus perijinan, semoga dalam waktu dekat sudah bisa dibuka,” ujar Operational Manager dari Diva Sinergi, Rendy Mardiansyah melalui sambungan telepon.

 

Di 2030, MRT Jakarta Bakal Mengular Sepanjang 230 KM di Jabodetabek

Menjadi salah satu moda transportasi massal di ibukota, Moda Raya Terpadu atau MRT kedepannya akan dikembangkan dan melingkupi wilayah Jabodetabek. Pembangunan jalur sepanjang 230 km tersebut akan dikebut hingga 2030 mendatang.

Baca juga: Rayakan “Ulang Tahun Perak” Sister City Jakarta – Berlin, MRT Jakarta Tampilkan Mural di Terowongan Kendal

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, untuk pembangunan jalur MRT sepanjang 230 km akan dilakukan dengan pendekatan paralel atau secara bertahap dan berkelanjutan. Dia mengatakan pada jalur sepanjang 230 km ada MRT line 1 hingga 10 dan ini tengah dibantu konsultasinya dengan pihak Jepang.

“Itu sedang kita dibantu konsultan Jepang. Kemudian mendesain, keluar angka untuk Jakarta 230 km,” ujar William yang dikutip KabarPenumpang.com dari detik.com (23/7/2019).

Adapun 10 line yang menjadi rute hasil kajian dilakukan oleh Jabodetabek Urban Transport Policy Integration Phase 2 (JUTPI 2) merupakan kerja sama teknis antara pemerintah Indonesia (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) dan pemerintah Jepang (Badan Kerjasama Internasional Jepang). Proyek ini disetujui berdasarkan catatan diskusi proyek integrasi kebijakan transportasi perkotaan Jabodetabek fase II antara JICA yang diwakili oleh JICA Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan fungsi institusi administratif dari sistem transportasi perkotaan dengan mempromosikan pengembangan kapasitas dan kerjasama antara organisasi terkait transportasi perkotaan di Jabodetabek dalam rangka pengembangan sistem transportasi umum perkotaan. Meski begitu, rute ini masih dalam bentuk kajian dan belum ada dasar hukum yang menetapkan hasil kajian menjadi landasan pembangunan MRT tahap selanjutnya.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan, saat ini yang pasti adalah rute Selatan-Utara dan Timur-Barat. Untuk pembangunan MRT fase Timur-Barat yang akan menghubungkan Kalideres dengan Ujung Genteng akan ditargetkan mulai 2020 mendatang dan tengah menyelesaikan pencarian sumber pendanaan yang memungkinkan dalam pembiayaan proyek tersebut.

“Fase ini biaya investasi yang diperlukan untuk membangunnya mencapai US$4 miliar atau sekitar Rp56 triliun. Jalur dengan panjang 31 km ini dibagian tengah dibangun underground dan sebagian elevated. Banyak elevated,” jelas William.

Rencananya untuk pendanaan fase Timur-barat berbeda dengan dua fase sebelumnya, dimana PT MRT akan mencoba mencari pinjaman langsung dari swasta dan beberapa kreditur saat ini sudah melirik pendaan tersebut.

“Ada beberapa donor yang sudah tertarik, seperti JICA sendiri, Asian Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank. Itu tiga yang sekarang sedang melirik proyek fase III itu. Kami akan mencari mekanisme untuk mempercepat proses itu saja,” ungkapnya.

Adapun fase Timur-Barat sendiri merupakan bagian dari rute masa depan MRT yang dilakukan kajiannya oleh Jabodetabek Urban Transport Policy Integration Phase 2 (JUTPI 2). Namun untuk fase atau line lainnya, saat ini masih sebatas kajian terbatas yang belum ada payung hukum pelaksanaannya lebih lanjut.

Baca juga: Gandeng ITDT, MRT Jakarta Siap ‘Manjakan’ Pejalan Kaki dan Pesepeda

“Kalau yang jelas itu fase I, II, dan III. Tapi yang lainnya itu belum. Itu nanti harus dianalisis lagi. Fase selain itu belum ada payung hukumnya,” jelasnya.

Untuk diketahui berikut daftar 10 line MRT Jakarta yang mencakup target pembangunan 230 km jalur baru hingga 2030 mendatang:
Lebak Bulus-Ancol Barat
Cikarang-Balaraja
Bandara Soetta-Kampung Bandan
Cilincing-Lebak Bulus
Karawaci-Senayan-Cawang-Cikarang
Lebak Bulus-Rawa Buntu-Karawaci
Bekasi Utara-Bekasi Selatan
Pluit-Grogol-Kuningan-Depok
Outer loopline
Inner loopline

[Breaking News] Kendala Pada Mesin, Boeing Tunda Peluncuran 777X

Setelah pada pemberitaan sebelumnya, raksasa kedirgantaraan asal Amerika Serikat, Boeing berencana untuk merilis varian terbaru mereka – 777X pada awal tahun 2020, namun kini pemberitaan yang beredar menyebutkan bahwa pihak perusahaan terpaksa menunda peluncuran pesawat yang sudah dinantikan oleh banyak pihak ini. Pihak Boeing menuturkan bahwa penundaan peluncuran ini didasari oleh kendala yang mereka temukan pada mesin.

Baca Juga: Gunakan Sayap Lipat nan Unik, Akankah Boeing 777X Jadi Pesawat Paling Efisien?

“Pesawat uji coba 777X pertama kali diluncurkan di pabrik pada bulan Maret 2019 silam. Kami bekerja keras untuk bisa membawa pesawat ini mengudara pertama kali pada akhir tahun ini dan bisa memasuki layanan komersial di awal tahun 2020 mendatang. Kami akan terus maju dan kini tengah mempersiapkan program uji coba penerbangan,” tutur pihak Boeing, sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (24/7).

Kendati dari pihak Boeingnya sendiri kini tengah mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan uji penerbangan, namun apa daya jika ternyata pada kesempatan kali ini, yang mereka hadapi adalah kendala pada bagian mesin – Boeing 777X menggunakan jenis mesin GE9X dari General Electric.

Menyandang predikat sebagai mesin pesawat terkuat yang ada di dunia saat ini, mesin GE9X memang memegang peranan penting pada varian Boeing 777X – setidaknya penggunaan mesin inilah yang menjadi salah satu daya tarik terbesarnya. Sebenarnya, masalah mesin ini sudah diketahui oleh pihak Boeing sejak beberapa waktu yang lalu, dan dengan dirilisnya pernyataan resmi dari Boeing, maka angan perusahaan untuk bisa melakukan first maiden pada akhir 2019 mendatang terpaksa kudu diurungkan.

Baca Juga: Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737

Ya, penundaan ini juga akan berimbas pada timeline pengiriman pesawat kepada pihak maskapai. Sebagai salah satu maskapai yang akan menggunakan pesawat ini, Lufthansa mengatakan bahwa pihaknya sudah siap apabila pengiriman Boeing 777X terpaksa ditunda. Selain masalah pada mesin ini, pihak Boeing menuturkan bahwa semua pengujian dan fungsi lain pada pesawat sudah berjalan sebagaimana mestinya.

 

 

Lima Fakta Unik dari Shinkansen yang Mungkin Anda Belum Tahu!

Siapa sih yang tidak kenal jaringan kereta super cepat asal Jepang, Shinkansen? Ya, kereta luar biasa yang seolah sudah menjelma menjadi ikon dari perkeretaapian Jepang ini memang sudah bukan kagi menjadi sarana mobilisasi penumpang di Jepang, melainkan sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi turis. Kendati bisa menembus kecepatan hingga lebih dari 300 km per jam, namun kereta ini tetaplah senyap dan minim sekali guncangan.

Baca Juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

Membahas Shinkansen memang tidak akan ada habisnya. Walaupun ada banyak aspek yang bisa dibahas, tahukah Anda ada beberapa fakta menarik dari Shinkansen yang mungkin Anda belum tahu? Berikut KabarPenumpang.com bahas tentang lima fakta menarik dari Shinkansen yang dirangkum dari laman ceoworld.biz.

Sejak 1964
Bagi Anda yang mengira Shinkansen ini baru ada sejak abad ke-20, maka Anda salah besar karena sesungguhnya kereta ini sudah ada sejak tahun 1964 silam – hasil kreasi dari Kepala Insinyur Kereta Api Negara, Hideo Shima. Ketika Jepang sudah mulai mengembangkan kereta super cepat ini, di tahun yang sama, Indonesia masih memberantas sejumlah gerakan separatis yang dilakukan oleh kaum pribumi.

Tahan Gempa
Jepang tekenal sebagai negara dengan frekuensi gempa yang sangat intens. Maka dari itu, dalam pengembangan Shinkansen, para insinyur mendesain kereta ini agar tahan terhadap guncangan gempa berskala besar sekalipun. Jika gempa saja tidak bisa menggoyangkan kereta ini, maka secara otomatis guncangan yang dihasilkan oleh kinerja mesin sudah jelas tidak akan terasa ketika Anda berada di dalam Shinkansen. Keren, ya!

Sangat Tepat Waktu
Tidak berbeda jauh dengan jaringan perkeretaapian lainnya di Jepang, Shinkansen juga menganut prinsip tepat waktu yang sangat tinggi. Mungkin Anda akan tercengang ketika mendengar rata-rata keterlambatan yang terjadi di Shinkansen hanya berkisar di angka 54 detik saja – itu sudah termasuk delay akibat cuaca ekstrem.

Kebersihan yang Selalu Terjaga
Selain menyandang predikat sebagai jaringan kereta yang paling tepat waktu di dunia, tidak bisa dipungkiri bahwa Shinkansen juga merupakan kereta terbersih yang ada di dunia. Shinkansen memiiki kru kebersihan yang diberinama Shinkansen Theatre, dimana mereka mampu membersihkan keseluruhan kereta hanya dalam waktu tujuh menit saja!

Baca Juga: Di Shinkansen, Toleransi Antar Penumpang Kereta Begitu Kuat

Tidak Pernah Habis
Jangan kira Shinkansen hanya tersedia dalam beberapa armada saja. Pada kenyataannya, Shinkansen mengoperasikan lebih dari 800 kereta per hari dengan interval waktu keberangkatan tiga menit. Jadi, Anda tidak akan pernah ketinggalan kereta!

 

Traveloka Jual Tiket JR-West, Mudahan Pelancong Keliling Jepang

Hampir sebagian besar penduduk Jepang tidak bisa berbahasa asing seperti Inggris dan tetap menggunakan bahasa Jepang. Namun negara yang pernah menjadi korban Bom Atom pada Perang Dunia II ternyata selalu diminati pelancong dari berbagai dunia.

Baca juga: Jaringan Kereta Api Jepang; Modern Tapi Sistem Tiketnya Ribet!

Hal ini dikarenakan Negeri Sakura tersebut memiliki daya tariknya tersendiri dan setiap kotanya punya ciri khas masing-masing seperti Tokyo dan yang lainnya. Tak hanya itu budaya yang selalu berdampingan dengan teknologi di negara ini membuat pelancong senang mendatangi Jepang.

Salah satu teknologi yang berdampingan dengan budaya di Jepang adalah sistem perkeretaapiannya. Dimana kereta Jepang menjadi sarana transportasi yang bisa dikatakan utama baik bagi penduduknya maupun pelancong yang ingin mengelilingi tempat wisata yang tersebar di sini.

Sebab jaringan kereta api di Jepang tersebar di seluruhnya baik kota kecil maupun besar dan setiap destinasi yang ada dinegara ini cukup mudah untuk didatangi. KabarPenumpang.com mengutip dari fimela.com (18/7/2019), untuk memudahkan pelancong membeli tiket jarak jauh, Traveloka menghadirkan penjualan tiket secara online.

Kemudahan ini bisa digunakan oleh pelancong Indonesia ataupun yang lainnya karena Traveloka telah melakukan kerja sama dengan West Japan Railway Company (JR-West) dalam mendistribusikan tiket kereta tersebut.

“Hal ini juga sejalan dengan misi kami untuk memperkaya kehidupan pengguna, dengan menyediakan akses tiket yang mudah sehingga mereka dapat menjelajah dunia di sekitar mereka. Kami harap kemitraan ini dapat meningkatkan perjalanan ke luar negeri yang diperkirakan akan terus bertambah, dandiharapkan dapat memperkaya pengalaman pengguna saat berada di Jepang,” ujar Caesar Indra, CEO Transport Traveloka.

Jaringan West Japan Railway Company memiliki jaringan kereta api sepanjang 4900 km dan mencakup 18 wilayah termasuk daerah Kansai yang identik dengan atraksi menarik. JR West juga dilengkapi dengan kereta metro dan Shinkansen atau kereta cepat.

Baca juga: Antisipasi Kondisi Darurat, Shinkansen Bertenaga Baterai Siap Beroperasi di 2020

Dengan reservasi tiket kereta secara online ini, pelancong juga bisa mendapatkan keuntungan salah satunya penjemputan di bandara maupun pengiriman tiket secara langsung.

Lirik Wanita Lain, Penumpang American Airlines Pukul Suami Pakai Laptop!

Apa rasanya menjadi orang ketiga di tengah pertengkaran dua orang? Tentu rasanya sangat tidak enak harus mendengar sumber perkara mereka yang dibarengi dengan lontaran kata-kata yang tidak sepantasnya didengar. Nah, rasanya istilah orang ketiga ini patut disematkan pada penumpang penerbangan America Airlines yang hendak melakoni perjalanan dari Miami International Airport menuju Los Angeles pada Minggu (21/7) kemarin. Tapi, ada ‘bonus’ yang penumpang dapatkan dari pertengkaran sepasang suami istri ini: pukulan keras dengan menggunakan laptop!

Baca Juga: Gara-gara Penumpang Bertengkar, Ryanair Terpaksa Return to Base Ke London

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kejadian ini berawal ketika sepasang suami istri terlibat cekcok akibat sang suami melirik wanita lain di dalam penerbangan tersebut. Kondisi tersebut semakin memanas manakala ocehan dari sang istri tersebut mulai ‘dibumbui’ dengan sejumlah kata-kata kasar yang tidak sepatutnya ia lontarkan.

Melihat kondisi semakin tidak kondusif, seorang awak kabin pun lalu mencoba menenangkan wanita ini dan berkata bahwa, “ada anak-anak Anda di dalam penerbangan ini,”

Namun alih-alih mereda, wanita bertubuh gempal ini malah semakin menjadi-jadi.

“Ya, saya tahu! Saya sedang menghibur anak-anak saya!” ujar sang wanita.

Secara kebetulan, momen pertengkaran ini berhasil diabadikan oleh salah satu penumpang di dalam penerbangan tersebut. Terdengar, salah satu penumpang di dalam penerbangan mengisyaratkan awak kabin untuk mengeluarkan wanita itu dari dalam pesawat.

https://www.youtube.com/watch?v=QziGFjwAZI8

“Keluarkan saja wanita itu,” ujarnya pelan.

Ocehan tiada henti terus dilontarkan oleh wanita tersebut hingga pada satu momen, terdengar sebuah pukulan yang ternyata dilayangkan oleh si wanita. Sadar suasananya semakin tidak kondusif, awak kabin lalu mencoba untuk memisahkan pasangan ini dan mengeluarkan mereka dari pesawat.

Baca Juga: Pukul Penumpang Wanita, Pilot Ini Langsung Kena Skorsing Seminggu

Namun belum sempat dipisahkan, wanita ini keburu mengambil satu unit laptop yang ia bawa dan memukulkannya kepada sang suami. Mungkin terdengar sedikit berlebihan – namun inilah yang pada kenyataannya terjadi.

Pada akhirnya, pasangan suami istri ini berhasil dikeluarkan dari pesawat dan agaknya mereka akan didakwa telah mengganggu kenyamanan penumpang. Tidak jelas kelanjutan dari pertikaian keduanya, namun yang pasti, penumpang di dalam penerbangan tersebut memuji awak kabin yang dengan cepat tanggap meredakan situasi yang sempat memanas. Kuat dugaan, wanita ini berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Liège-Guillemins Railway Station, Stasiun Indah nan Romantis Mahakarya Arsitek Spanyol

Menyandang predikat sebagai stasiun utama di kota terbesar ketiga di Belgia, Liège-Guillemins Railway Station kini tidak hanya sebagai hub dari 15.000 pengguna kereta setiap harinya, melainkan stasiun yang menyandang gelar sebagai salah satu stasiun terindah di dunia. Ya, di sini Anda bisa melihat jajaran atap kaca berbentuk kubah yang luasnya mencapai 33 ribu meter persegi. Tak ayal, stasiun yang terletak di kota Liège ini menjadi tempat yang sangat instagramable!

Baca Juga: Intip Langsung Kungstradgarden, Stasiun Bawah Tanah Paling Keren di Dunia

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, stasiun yang dioperasikan oleh National Railway Company of Belgium ini diresmikan pada Mei 1842. Sehubungan dengan perkembangan kereta api yang sudah mulai menunjukkan geliatnya, setahun setelah diresmikan, Liège-Guillemins Railway Station berkembang menjadi salah satu stasiun yang melayani rute internasional (menghubungkan Liège ke Aachen dan Cologne).

Arsitektur
Pengembangan dan modernisasi dari stasiun ini terjadi pada tahun 1882 guna meningkatkan pengalaman penumpang. Gaya bangunan Beaux-Arts yang sempat menghiasi bangunan ini sudah tidak bisa lagi Anda lihat karena pada tahun 1958, pihak pengelola menggantinya dengan gaya international style modern. Setidaknya, gaya bangunan ini dipertahankan hingga bulan Juni 2009.

Liège-Guillemins Railway Station Era 1970-an. Sumber: Wikipedia

18 September 2009, stasiun ini rampung dibangun ulang dan kembali mengganti gaya arsitektur bangunannya – dari international style modern menjadi seperti yang bisa Anda lihat dewasa ini. Gaya bangunan ini merupakan hasil karya dari arsitek asal Spanyol, Santiago Calatrava Valls. Jadi, wajar saja apabila gaya bangunan ini diberi nama the new Calatrava design.

Baca Juga: Stasiun Fengtai, Digadang Menjadi Stasiun Terbesar Se-Asia

Infrastruktur
Setelah selesai direnovasi, stasiun ini dibuka kembali pada tanggal 18 September 2009. Hingga saat ini, Liège-Guillemins Railway Station memiliki 10 tracks dan lima platform. Tiga diantara lima platform tersebut memiliki panjang 450m dan sisanya memiliki panjang 350m. Modernisasi yang telah terjadi pada stasiun ini memungkinkan Liège-Guillemins Railway Station melayani pengoperasian kereta cepat.

Platform dan tracks dari liège-guillemins railway station. Sumber: Nomadic Notes

Adapun struktur utama dari bangunan ini terdiri dari besi, kaca, dan beton putih – wajar saja apabila perpaduan seni dan ilmu arsitektur ini semakin menambah nilai keindahan dari salah satu stasiun paling penting di Eropa ini (Liège-Guillemins Railway Station menghubungkan Jerman, Belgia, Prancis dan Inggris).

 

Fitur Baru Aplikasi Komuter 2.1.0, Mendengarkan Podcast dan Jadi Badge Host di Stasiun

KOMUTER, sebuah aplikasi jadwal kereta dan social network yang dibuat pertama kali di tahun 2013 dan diperbaharui pada tahun 2018 terus melakukan pembaruan pada aplikasi demi meningkatkan kenyamanan penggunanya. Fitur yang diluncurkan kali ini merupakan format update 2.1.0 yang memungkinkan pengguna dapat mendengarkan podcast langsung dari aplikasi dan menjadi Host di stasiun yang sering dikunjungi.

Baca juga: Google Maps Mudahkan Pengguna Kereta dan Bus di India Dapatkan Informasi

Mendengarkan Podcast Langsung dari Aplikasi Komuter
Melalui menu Eksplor, pengguna aplikasi Komuter bisa langsung mendengarkan podcast tanpa harus berpindah ke aplikasi lainnya. Podcast yang tersedia saat ini adalah hasil kurasi dari tim editor yang akan dipilih setiap minggunya. Jenis podcast yang ditampilkan bervariasi, mulai dari membicarakan transportasi publik, gaya hidup,
hingga, hobi dan self-development.

Dari survei yang dirilis oleh DailySocial.id tahun 2018, menunjukkan bahwa pendengar podcast di Indonesia didominasi usia 20-25 tahun sebesar 42,12 persen dan diikuti oleh kelompok usia 26-29 tahun dan 30-35 tahun. Masih dari survei yang sama, diketahui bahwa 36 persen pendengar podcast mendengarkan podcast selama dalam perjalanan
(commuting), dan inilah yang dimanfaatkan oleh Aplikasi Komuter untuk membuat para pelaju di ibukota lebih nyaman dalam perjalanan.

Founder Komuter, Gage Batubara, mengungkapkan, “Penambahan fitur Eksplor akan terus dikembangkan. Pada saat ini, Komuter baru mampu mengakomodir podcast, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan, Komuter akan berkolaborasi dengan pihak lain untuk mengakomodir kebutuhan lain seperti penambahan artikel atau informasi yang menarik dan bermanfaat bagi para pelaju atau para commuter. Dengan ditambahkannya fitur-fitur baru di Komuter, kami berharap para pengguna transportasi publik dapat lebih mudah menemukan berbagai informasi yang dibutuhkan sehingga membuat perjalanan mereka menjadi lebih nyaman.”

Selain mendengarkan podcast sesuai dengan topik yang diminati, pengguna aplikasi juga tetap bisa berinteraksi dalam fitur social network yang diatur pengelompokkannya
berdasarkan stasiun. Fitur interaksi antar pelaju ini diharapkan dapat memberikan informasi terkini apabila terjadi kendala pada moda transportasi atau di stasiun
setempat. Fitur ini juga memudahkan pelaju untuk bisa berinteraksi dengan pengguna layanan transportasi publik dari stasiun yang sama.

Badge Host di Stasiun
Fitur lain yang diluncurkan pada Komuter 2.1.0 adalah pemberian badge “Host” kepada user yang menjadi admin di stasiun yang sering dikunjungi. Admin ini akan menjaga
keamanan dan kenyamanan pengguna dalam berinteraksi di masing-masing stasiun serta diharapkan bisa memberikan informasi terkini jika ada kendala pada moda transportasi atau stasiun yang bersangkutan. Host juga memiliki wewenang untuk menghapus postingan jika dirasa membahayakan dan bermuatan SARA.

Baca juga: “The Rail Saarthi,” Aplikasi Mirip KAI Accsess Untuk Penumpang Kereta di India

Untuk saat ini badge Host diberikan kepada pengguna terpilih, tapi kedepannya badge Host ini bisa didapatkan pengguna dengan mengumpulkan poin. Untuk saat ini, aplikasi Komuter baru tersedia tersedia bagi para pengguna perangkat komunikasi yang didukung oleh iOS dan dapat diunduh langsung melalui Aps Store. Sementara untuk versi Android masih dalam tahap pengembangan.