Inilah Serangkaian Alasan Layanan Kereta di Jerman Sering ‘Banjir’ Keluhan

Ketika kondisi perkeretaapian Indonesia sudah mulai menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, dimana sudah tidak ada lagi pedagang asongan yang masuk ke dalam rangkaian kereta komuter untuk menjajakan dagangannya, atau bahkan penumpang yang merokok di bordes. Kondisi seperti ini tentu saja diidam-idamkan oleh negara lain yang kondisi perkeretaapiannya secara keseluruhan belum sebaik Indonesia.

Baca Juga: Berlin-Munich Kini Hanya Empat Jam dengan Intercity-Express Sprinter

Investasi yang tepat sasaran, dan tata kelola yang apik menjadikan evolusi di tubuh perkeretaapian Indonesia berjalan searah dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Nah, jika di Indonesia sistem perkeretaapiannya sudah jauh lebih baik, lantas bagaimana dengan sistem perekeretaapian Negeri Bavaria, Jerman?

KabarPenumpang.com mengutip dari laman dw.com, ternyata masih banyak orang Jerman yang mengeluhkan tentang kondisi perkeretaapian di sana yang dikelola oleh Deutsche Bahn – perusahaan kereta api utama di sana. Terkecuali untuk jaringan kereta cepat ICE, sistem perkeretaapian Jerman bisa dibilang masih dalam kondisi yang kurang layak. Ambil contoh tingginya harga tiket yang ditawarkan tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang diterima oleh penumpang.

Jika dilihat pada laman penjualan tiket Deutsche Bahn, harga tiket yang ditawarkan untuk perjalanan dari Berlin menuju Frankfurt (jarak antar dua kota terpaut kurang lebih 550 km) dibanderol dengan harga €33 atau yang setara dengan Rp533.000. Sementara jika dibandingkan dengan di Indonesia, harga tiket yang ditawarkan oleh PT KAI untuk perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta (jarak antar kota terpaut kurang lebih 561 km) berkisar antara Rp340.000.

Baca Juga: Tanggapi Waktu Penumpang Yang ‘Terbuang,’ Deutsche Bahn Hadirkan Gym di Idea Train

Jika dibandingkan, terlihat bahwa harga tiket yang ditawarkan oleh Deutsche Bahn memang terbilang cukup tinggi ketimbang yang ditawarkan oleh PT KAI.

Selain lebih mahal, ternyata layanan dari Deutsche Bahn juga dikabarkan kerap mengalami gangguan, seperti keterlambatan keberangkatan, pengalihan jalur akibat adanya konstruksi, hingga pemogokan yang tidak terduga merupakan hal lumrah yang akan Anda temui di jaringan perkeretaapian yang dioperasikan oleh Deutsche Bahn.

Jadi, kita patut berbangga karena sistem perkeretaapian Indonesia yang dioperasikan oleh PT KAI dapat mengungguli Jerman yang dioperasikan oleh Deutsche Bahn! Keren!

Terjebak Badai Salju, 23 Loyang Pizza Dipesan Pilot Air Canada Langsung dari Kokpit

Masih ingat jelas diingatan bahwa seorang pilot Mesa Airlines membelikan 70 burger di Bandara Internasional Tusla untuk penumpang yang mengalami penundaan lebih dari dua jam. Hal ini ternyata sebelumnya juga dilakukan seorang pilot Air Canada yang memesan 23 pizza untuk penumpang yang terdampak penerbangannya karena cuaca bersalju.

Baca juga: Tertunda Lebih dari 2 Jam, Pilot Belikan 70 Burger Untuk Penumpang

KabarPenumpang.com melansir dari laman usatoday.com (6/3/2019), Air Canada dengan nomor penerbangan 608 yang berangkat Ke Halifax di Nova Scotia dari Toronto di Ontario pada Senin (5/3/2019) terpaksa dialihkan ke Frederictom di New Brunswick karena cuaca buruk. Karena pengalihan tersebut membuat para penumpang Air Canada terdampar di landasan bersalju selama berjam-jam dengan makanan yang minim.

(The Kingston Whig-Standard)

Kemudian, pilot yang menerbangkan pesawat tersebut tergugah hatinya dan memesan 23 pizza dari Minglers Restaurant and Pub di New Brunswick. Josee Larivee pemilik dan manajer restoran itu mengatakan, seorang pilot menelpon restoran mereka langsung dari kokpit dan meminta pizza keju dan pepperoni untuk penumpangnya.

“Kami telah mengirim ke bandara beberapa kali untuk memberi makan orang, tetapi tidak ke pesawat. Saya mengatakan kepadanya, ‘Tidak, itu tidak masalah,’ karena … kami menyelesaikan pesanan (besar) seperti itu pada hari dasar,” kata Larivee.

Dia menambahkan, pengiriman tersebut selesai dalam satu jam dan lima belas menit meski dalam kondisi cuaca buruk. Seorang penumpang bernama Bill Karsten tersebut berbagi bersama penumpang lainnya ketika seorang pramugari menawarinya potongan pizza keju.

Foto yang diungganya di media sosial diberinya caption “PIZZA telah tiba!”

Pembagian pizza tersebut dilakukan oleh awak kabin penerbangan. Dalam sebuah pernyataan Air Canada mengatakan, pilot memutuskan untuk memesan pizza bagi semua penumpang.

“Pramugari dan beberapa pilot kami dari mitra Air Canada Express kami Jazz datang untuk membantu menyajikan pizza dan memastikan semua orang merasa nyaman,” kata sebuah pernyataan.

Larivee mengatakan pilot, yang belum diketahui namanya, menindaklanjutinya dengan dia untuk mengucapkan terima kasih.

Baca juga: Atasi Kejenuhan Penumpang, Awak Kabin EasyJet Lakukan Atraksi “Tisu Gulung”

“Pilot memanggil saya pada hari berikutnya untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang kami lakukan dan mengatakan semua orang sangat, sangat senang,” katanya.

Ini bukan pilot pertama yang membantu penumpang, sebab pada tahun 2018, seorang pilot American Airlines memesan 40 pizza setelah penundaan cuaca.

Di Bus Wanita Berhijab Enggan Duduk di Samping Pria, Pertanyaan Netizen Undang Beragam Respon

Pada tanggal 18 Maret 2019 kemarin, jagat sosial media Twitter dihebohkan dengan pernyataan yang dilontarkan oleh seorang penggunanya. Dalam isi cuitan tersebut, ia melontarkan pertanyaan yang sedikit menyinggung ke arah agama, dan menjadi ramai diperbincangkan karena setiap warganet yang membalas cuitan tersebut mengutarakan pandangannya masing-masing. Setidaknya, ada 205 pengguna Twitter yang bergabung membicarakan pernyataan ini, dan mendapatkan likes sekitar 345 kali.

Baca Juga: Agar Aman dan Nyaman Menggunakan Bus Malam, Tips Ini Layak Jadi Rujukan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman legit.ng (18/3/2019), adalah @sire_liljosh, seorang pengguna Twitter yang melontarkan pernyataan yang membuat setiap pembaca untuk memberikan sudut pandangnya masing-masing. Dalam cuitan tersebut, @sire_liljosh mengatakan,

“Teruntuk saudara-saudariku yang beragama Islam, seorang wanita berkerudung enggan untuk masuk ke dalam bus umum karena dirinya tidak mau duduk di samping laki-laki. Pertanyaannya adalah, apakah (seorang wanita berkerudung) duduk di samping laki-laki itu termasuk haram atau hanya pilihan pribadi saja?”

Sebuah pertanyaan yang sederhana, bukan? Namun ini mengundang setiap pembaca untuk menelurkan persepsinya. Nampaknya, apa yang dicuitkan oleh @sire_liljosh ini merupakan pengalaman yang pernah ia lihat sebelumnya, dimana ada seorang wanita berkebangsaan Nigeria yang mengenakan hijab enggan untuk duduk di dalam sebuah bus umum karena tidak ada bangku kosong yang tersisa selain di samping kaum Adam.

“Dalam situasi seperti ini, tindakan tersebut (duduk di samping laki-laki) tidaklah haram, karena itu merupakan bus umum, dan duduk di sampingnya tidak berarti dia akan menganiaya dirinya atau sesuatu, jadi itu adalah keputusan pribadinya.” ujar seorang pengguna Twitter dengan nama akun @bashirg156.

“100% itu merupakan pilihan pribadi.” jawab akun dengan nama @deeejat_.

“Itu pilihan pribadi.” lanjut akun dengan nama @AG_hamzaa, senada dengan apa yang dilontarkan oleh @deeejat_ sebelumnya.

“Duduk di samping seorang pria tidaklah haram, melainkan pilihan pribadi. Jika Anda mengenakan hijab, bukan berarti Anda tidak bisa duduk di samping seorang pria atau bahkan berkomunikasi dengannya.” jawab netizen lain dengan nama akun @wavykimball.

Baca Juga: Agar Tahan Lama Berdiri di Angkutan Umum, Sebaiknya Baca Ini

Sebagaimana bisa Anda lhat sendiri, semua contoh jawaban yang dilontarkan publik atas pernyataan @sire_liljohn menyatakan bahwa duduk di samping seorang laki-laki bukanlah satu tindakan yang haram, melainkan pilihan pribadi. Mungkin wanita berkerudung ini sudah memiliki wudhu sehingga ia berusaha untuk tidak bersentuhan dengan lawan jenisnya, atau mungkin ia punya pandangan tersendiri sampai-sampai ia melakukan hal seperti itu.

Menurut Anda, apakah yang dilakukan oleh wanita ini tergolong haram atau tidak?

 

Di Balik Prahara Boeing 737 MAX 8, Mampukah Airbus ‘Curi’ Ceruk Pasar?

Kerugian yang dialami oleh Boeing setelah dua kecelakaan armada 737 MAX 8 dalam kurun waktu lima bulan terakhir nyatanya tak langsung berbuah manis bagi rivalnya, Airbus. Raksasa luar angkasa Amerika Serikat senilai US$215 miliar itu mungkin telah menangguhkan pengiriman jet 737 MAX 8, dan yang secara teoritis seharusnya menguntungkan sang rival asal Eropa. Sayangnya, Airbus menghadapi problematika yang juga tidaklah mudah – yaitu pesanan yang menumpuk selama bertahun-tahun lamanya.

Baca Juga: Pasca Temporary Grounded Boeing 737 MAX 8, Lion Air dan Garuda Indonesia Nyatakan Jadwal Penerbangan Tidak Terganggu

Sebagai dua pilar duopoli manufaktur pesawat global, kedua perusahaan ini seolah saling sikut untuk bisa mendominasi ceruk pasar. Sebut saja Airbus yang merilis A320neo – jetliner dengan kapasitas 200 bangku yang dilengkapi dengan dua mesin canggih yang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15 persen. Seolah tidak mau kalah, Boeing pun akhirnya menggunakan mesin yang sama terhadap keluarga armada 737 mereka.

Sempat terjadi kepanikan di tubuh Airbus sendiri ketika mereka menyadari bahwa pesanan yang masuk ke Boeing untuk armada 737 mencapai angka 4.600 pesanan. Namun manufaktur asal Eropa tersebut bisa sedikit bernafas lega karena adanya insiden Ethiopian Airlines dan Lion Air yang menggunakan armada Boeing 737 MAX 8.

Aji mumpung, insiden jatuhnya Ethiopian Airlines dan Lion Air harus bisa dimanfaatkan oleh Airbus untuk mencuri pelanggan Boeing yang tengah berjibaku untuk mencari solusi dari sensor angle-of-attack yang digadang-gadang sebagai dalang dibalik jatuhnya armada 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh dua maskapai tersebut.

Baca  Juga: Kemenhub: Masa Temporary Grounded Boeing 737 MAX 8 Bisa Diperpanjang

Benar saja, Airbus tidak menyia-nyiakan momen ini. Mengutip dari laman reuters.com (18/3/2019), nilai saham Airbus naik lebih dari lima persen terhitung sejak insiden jatuhnya maskapai Ethiopian Airlines. Pesanan untuk A320neo pun mulai menumpuk, dan Airbus harus mengerahkan kekuatan terbaik di lni produksinya untuk bisa menghasilkan 50 unit per bulan. Jika ditotal, ada 3.600 pesanan dari berbagai maskapai yang masuk ke buku pesanan Airbus. Itu berarti, Airbus membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk bisa merampungkan semua pesanan tersebut.

Jika sudah seperti ini, akankah Airbus dapat mencuri ceruk pasar tanpa harus ada insiden terlebih dahulu di masa yang akan datang?

 

Dukung Operasional Bus Listrik Bandara Soekarno-Hatta, PLN Akan Bangun 4 SPLU

Sepertinya wilayah Jabodetabek semakin berkembang dengan kemajuan teknologi yang hadir pada moda transportasinya. Pasalnya Perum Damri dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memiliki bus listrik yang digunakan untuk melayani rute ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca juga: Baterai Bekas dari Bus Listrik Digunakan Untuk Simpan Energi dari Panel Surya Gedung

Hal ini kemudian membuat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana untuk membangun empat Stasiun Penyedia Listrik uUmum (SPLU) di wilayah Jabodetabek. Kehadiran SPLU sendiri guna mendukung pengisian baterai bagi bus listrik yang akan meluncur di wilayah Jabodetabek.

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, investasi untuk pembangunan satu unit SPLU sendiri mencapai Rp2 miliar. Hal ini dikatakan oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan yang akan bekerja sama dengan Jakpro serta Damri terkait bus listrik.

Tak hanya itu, untuk penyuplai SPLU, PLN akan bekerja sama dengan Asean Brown Boveri (ABB) dari Swiss hingga Tesla Inc yang merupakan perusahaan Amerika Serikat sehingga PLN sebagai pemasok listriknya.

“PLN enggak buat SPLU-nya. Yang buat itu ABB, Schneider, Tesla. Kita beli, kita pasang. Samsung juga buat. Banyak,” ujar Djoko yang dikutip dari kumparan.com (19/3/2019).

Salah satu yang akan dibangun SPLU sendiri adalah Bandara Soetta, karena kehadirannya untuk pengisian cepat atau fast charging yang diperuntukkan bagi bus listrik milik Damri atau Jakpro dalam mengangkut penumpang baik dari maupun ke bandara. Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felianty Roekman memastikan hal tersebut.

Adapun untuk lokasi lain akan ditentukan kemudian. Dia mengatakan skema kerja sama secara detail masih dibicarakan dengan pihak Jakpro dan Damri, termasuk pendanaan untuk pembangunan SPLU.

“Masih didiskusikan. Skema bisnisnya sedang dibicarakan,” kata Syofvi.

Selain membeli SPLU untuk bus-bus listrik, PLN juga bakal menyediakannya bagi kendaraan listrik pribadi. Tapi perusahaan masih belum menentukan berapa banyak yang bakal dibuat, termasuk titik lokasinya di Jakarta.

Baca juga: Universitas Indonesia MoU dengan Damri Untuk Kembangkan Bus Listrik

“Listrik kami siapkan nanti SPLU-nya fast charging, 15 menit full. Nanti pengembalian biaya SPLU kita hitung dengan pihak pengguna,” katanya.

Pembangunan SPLU fast charging merupakan langkah dari implementasi Peraturan Presiden tentang Kendaraan Listrik yang belum juga ditandatangani Presiden Joko Widodo. Sebelumnya peraturan ini dijanjikan terbit awal 2019.

[Tips] Kehabisan Tiket Kereta Lebaran? Jangan Keburu Loyo

Betapa bingungnya Eko Santoso (50 tahun), warga Pondok Kopi, Jakarta Timur ini sampai tak habis pikir bahwa tiket H-90 Lebaran sudah terjual habis di jaringan penjualan online KAI. Padahal dirinya sudah berniat jauh-jauh hari untuk mudik Lebaran ke Gombong, Jawa Tengah dengan kereta api. Apa yang dialami Eko sudah menjadi isu yang kerap mencuat jelang penjualan tiket saat puncak hari raya.

Baca juga: PT KAI Siap Kenakan Tarif Kelebihan Bagasi Pada Penumpang, Tapi Apakah Efektif?

Tiket kereta api H-10 Lebaran yang mulai dijual pada 25 Februari 2019 kemarin kini sudah terjual habis di rute-rute favorit masyarakat. Hal ini diakui pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang mengakui rute keberangkatan rute favorit dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir menuju Tegal, Semarang, Purwokerto, Solo, Surabaya dan Malang ludes tak tersisa.

Agak ironis, sebagai penumpang setia kereta api tapi saat mudik harus kehabisan tiket bahkan terhitung dua bulan sebelum pembelian? Ternyata saat melakukan penelitian di lapangan KabarPenumpang.com mendapatkan, bahwa banyak pelanggan kereta api yang mengakui mereka kehabisan kereta dan mulai uring-uringan untuk mudik Lebaran nantinya.

Banyak calon pengguna jasa KAI mengaku sudah kehabisan ide, karena bila menggunakan bus bisa lebih lama dibandingkan kereta api karena jadwal keberangkatan yang tidak terlalu jelas. Namun tenang saja, bagi pengguna kereta api dan masih ingin naik kereta saat mudik Lebaran, KabarPenumpang.com memiliki tips agar bisa tetap mudik menggunakan kereta api, perhatikan berikut ini:

1. Pilihan rute dan tanggal
Memang tujuan terbanyak dan favorit sudah dijelaskan di atas, tapi tidak menutup kemungkinan untuk Anda yang akan menuju ke rute yang sama tapi tidak berhenti di pilihan favorit bisa mencari jalur relasi lain.

Seperti bila dari Jakarta menuju ke Yogyakarta habis, penumpang bisa membeli dari Jakarta ke Bandung, Cirebon ataupun Purwokerto. Kemudian naik kereta dari rute baru tersebut menuju Yogyakarta yang biasanya masih cukup banyak. Metode di atas cukup populer ditawarkan oleh Traveloka yang mengemas tiket dengan sistem transit. Jangan lupa tentunya penumpang harus lihat jadwal kereta dari tempat persambungannya. Tak lupa pula untuk berangkat kalau bisa Anda hindari tanggal-taggal favorit sehingga tiket masih bisa di dapatkan.

Baca juga: Mirip Sistem Transit Pesawat, Traveloka Kemas Tiket Kereta Dengan Model Lanjutan

2. Rajin cek tiket baik aplikasi KAI maupun agen penjualan lainnya
Dengan mengecek secara berkala, penumpang bisa tahu apakah masih ada tiket di tanggal dan rute yang diinginkan. Sebab, terkadang ada saja penumpang yang melakukan pembatalan dan muncul kembali di sistem sehingga Anda bisa dengan segera membeli tiket tersebut.

3. Kereta tambahan
Ini menjadi pilihan terakhir untuk mendapatkan tiket mudik Lebaran. Tiket ini akan dijual H-60 Lebaran (di pertengahan April 2019) dan akan ada 50 kereta api tambahan Lebaran 2019 yang terdiri dari 27 KA Eksekutif dan Bisnis, 11 KA Ekonomi Non PSO, empat KA Ekonomi PSO dan delapan KA yang memanfaatkan idle. Biasanya tarif tiket kereta tambahan pun berbeda yakni ditarif batas atas sehingga akan sedikit lebih mahal.

Perluas Jaringan di Jalur MRT, XL Axiata Lakukan Negosiasi dengan MRT Jakarta

Sejak 12 Maret lalu, layanan MRT Jakarta telah dapat dicoba secara terbatas oleh masyarakat umum. Selain menawarkan bentuk transportasi baru di Ibukota, yang menjadi perhatian penting pada layanan MRT Jakarta adalah perihal komunikasi. Sebagai moda yang akan digunakan secara massal, ketersediaan akses komunikasi harus terjamin di MRT Jakarta, khususnya saat berada di lintasan bawah tanah dan platform stasiun bawah tanah. Terkait hal tersebut, adalah mutlak bagi MRT Jakarta dan mitra operator seluler untuk menjamin kelancaran akses komunikasi di MRT Jakarta, baik komunikasi suara dan data.

Baca juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi

Dari hasil pantauan KabarPenumpang.com di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, akses sinyal dari beberapa operator seluler dapat diterima dengan baik sampai platform 1, yaitu tempat transaksi tiket dan gate masuk. Sementara di platform 2, memang hanya sedikit operator yang bisa menyebarkan coverage-nya. XL menjadi salah satu operator selular yang belum dapat memancarkan sinyal di area platform stasiun bawah tanah. Ketika MRT bertolak dari Stasiun Sisingamangaraja dan masuk ke terowongan bawah tanah, sinyal XL hilang, sementara sinyal Indosat disana sudah dapat diakses.

Bagi operator seluler sendiri, ketersediaan coverage di MRT Jakarta juga mempunyai nilai strategis, yang mau tidak mau harus dipeuhi jangkauan dan kapasitasnya. Berangkat dari hal tersebut, pihak XL Axiata kini tengah menegosiasikan perbaikan kualitas sinyal jaringan seluler di sepanjang jalur MRT Jakarta

Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan, kini pihaknya tengah melakukan upaya untuk memberikan kelancaran bagi masyarakat untuk mengakses jaringan seluler mereka di jalur yang dilalui MRT Jakarta.

Tri mengatakan, XL Axiata juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk penyedia layanan dan fasilitas MRT serta masih dalam tahap diskusi dengan pihak penyelenggara fasilitas di layanan MRT. Sebab para pengguna MRT Jakarta ternyata mengeluhkan kesulitan dalam mengakses jaringan seluler mereka terutama saat melalui jalur bawah tanah.

Diketahui, saat ini yang sudah melakukan penguatan sinyal di sepanjang jalur MRT adalah Telkomsel. Dimana mereka menyebutkan sudah memasang 48 BTS di 13 stasiun yang dilalui MRT Jakarta. Sehingga saat penumpang melalui jaringan bawah tanah, sinyal Telkomsel bisa terakses dengan mudah.

“Total ada 74 sektor dengan 222 NE BTS mixed 2G, 3G, dan 4G. Untuk 4G kita pakai carrier aggregation LTE FDD 1800 dan LTE TDD 2300 dikombinasikan,” ujar Direktur Jaringan Telkomsel Bob Apriawan yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman CNNIndonesia.com, Selasa (19/3/2019).

Terkait masalah jaringan, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara berharap, agar pihak MRT Jakarta tidak membatasi operator yang ingin menguatkan layanan mereka di sepanjang jalur layanan transportasinya. Namun dirinya mengatakan tidak akan ikut campur dengan ketersediaan jaringan seluler di MRT karena sudah berkaitaan pembicaraan business to business (B2B) antara pengelola MRT dan operator.

“Karena saya diberitahu ada minimum revenue (pendapatan minimum) yang diminta. Itu boleh-boleh saja, pure bisnis,” ujar Rudiantara. Pengelolaan akses jaringan untuk penempatan pemancar di jaringan MRT Jakarta ditangani oleh Tower Bersama Group.

Dirinya berharap agar negosiasi layanan jaringan seluler di jalur MRT Jakarta tidak mencegah operator dengan daya investasi kecil untuk menyediakan layanan. Sebab, dalam industri seluler terdapat operator dengan daya investasi yang sangat besar dan ada operator dengan daya investasi menengah.

Baca juga: Jelang Beroperasi Penuh, Sebenarnya Berapa Tarif Tiket MRT Jakarta?

Untuk diketahui, MRT Jakarta sendiri akan mulai operasional secara komersialnya mulai akhir Maret 2019 dan kini tengah melakukan uji coba kepada publik yang dimulai dari 12 hingga 24 Maret 2019 mendatang.

Intip Serba-Serbi Utrecht Sneltram, Si Ular Besi yang Jadi Saksi Bisu Penembakan di Utrecht

Kasus penembakan kembali terjadi, namun kali ini terjadi di Negeri Kincir Angin, dimana seorang pemuda yang diyakini sebagai warga negara Turki dengan membabi buta menembak penumpang trem yang ada di kota Utrecht, Senin (18/3/2019). Adalah Gokmen Tanis, pemuda berusia 37 tahun merupakan aktor di balik aksi penembakan yang menewaskan tiga orang penumpang trem ini. Selain menewaskan tiga orang, pelaku juga menyebabkan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka. Dikabarkan, pelaku kini sudah berhasil diamankan pihak berwajib.

Baca Juga: Sehari Pasca Penembakan Brutal, Bandara Christchurch Telah Dibuka Kembali

Patut diketahui bahwa trem di Utrecht ini sudah mulai beroperasi sejak 17 Desember 1983. Bisa dibilang, Utrecht Sneltram merupakan salah satu tulang punggung transportasi di kota pelajar di Belanda ini.

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, trem dengan cat kuning-hitam ini mulai dirancang pada akhir tahun 1970-an hingga awal tahun 1980-an. Adapun rute pertama yang jadi kala itu menghubungkan kota Utrecht dengan daerah suburban, Nieuwegein.

Tidak hanya menghubungkan Nieuwegein saja, rute yang dikenal dengan nama Lijn 60 (Line 60) ini juga mengkoneksikan sejumlah daerah lain, seperti residential areas of Lombok, dan Kanaleneiland. Trem di rute ini sendiri menjadikan Central Station of Utrecht sebagai titik awal keberangkatan – pun tujuan terakhir.

Lijn 60 memiliki panjang lintasan sekira 13,3 km dengan 15 titik pemberhentian di dalamnya, salah satu titik pemberhentiannya adalah 24 Oktoberplein-Zuid, lokasi dimana penembakan sadis tersebut terjadi.

Sementara untuk jalur lainnya, atau yang dikenal dengan Lijn 61 (Line 61), Qbuzz selaku operator dari trem ini mengkoneksikan Utrecht dengan Ijsselstein-Zuid via Nieuwegein. Untuk rute di Lijn 61 sendiri, sebenarnya tidak berbeda jauh dengan Lijn 60, hanya saja dua layanan ini terpisah di pemberhentian Stadscentrum. Lijn 60 akan lanjut menuju Merwestein, sedangkan Lijn 61 akan bertolak menuju Doorslag.

Baca Juga: Spektakuler! Utrecht Bangun Fasilitas Parkir Sepeda Terbesar di Dunia

Sebelum dioperasikan oleh Qbuzz, Utrecht Sneltram bergerak di bawah mandat dari Connexxion, sebuah jasa layanan transportasi terbesar di Belanda. Pergantian operator ini sendiri terjadi pada Desember 2011.

Rencananya, di tahun 2019 ini Utrecht Sneltram akan melebarkan jangkauannya menuju daerah timur, Uithof.

 

Romantis Berujung Pahit, Pramugari China Eastern Airlines Justru Dipecat Setelah Dilamar di Udara

Mungkin sebagian dari Anda masih ingat dengan prosesi pelamaran seorang awak kabin maskapai Emirates di atas ketinggian 33.000 kaki ketika dirinya tengah bertugas beberapa bulan yang lalu. Ya, berita ini sempat menjadi bahan perbincangan khalayak ramai dan dengan cepat menyebar beberapa saat setelah video pelamaran tersebut diunggah ke laman Youtube.com. Reaksi para penonton pun beragam, namun didominasi oleh mereka yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat romantis.

Baca Juga: So Sweet! Pramugari Emirates Dilamar di Udara

Nah, ternyata kejadian serupa juga berulang pada maskapai China Eastern Airlines, dimana seorang awak kabinnya dilamar oleh sang kekasih ketika tengah bertugas. Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, prosesi pelamaran ini juga sontak jadi bahan perbincangan netizen setelah diunggah oleh pemilik akun Pear Video ke laman Youtube.com. Dalam video yang diunggah tersebut, tampak seorang penumpang laki-laki yang ternyata adalah kekasih dari sang awak kabin, berlutut di hadapan sang awak kabin dan melamarnya.

Diketahui, momen romantis ini tejadi di dalam penerbangan China Eastern Airlines di rute penerbangan Xi An ke Yinchuan, Cina pada Kamis, 13 September 2018 silam.

“Saya sungguh tidak menyangka pacar saya akan melamar saya di penerbangan ini. Terima kasih kepada Anda semua yang telah menjadi saksi,” ujar sang awak kabin melalui microphone yang tersambung ke seluruh bagian pesawat.

Sontak, semua penumpang yang berada di dalam penerbangan tersebut merasa tersentuh dan terharu melihat “penggalan cerita dari drama cinta remaja” ini – bahkan di dalam video tersebut, tampak beberapa orang penumpang sampai-sampai mengelap air matanya saking terharu.

Namun siapa sangka ujung dari kisah romantis ini berujung tidak terlalu manis. Siaran televisi lokal setempat, Liaoning TV menyebutkan bahwa sang awak kabin yang baru saja menyandang predikat sebagai tunangan penumpang yang ia angkut tersebut dipecat oleh pihak maskapai, sesampainya mereka di Yinchuan.

Baca Juga: Punya Nama Valentine? Bisa Terbang Gratis ke Islandia Lho!

Keputusan China Eastern Airlines ini terpaksa ditempuh karena mereka beranggapan bahwa sang pramugari telah mengabaikan keselamatan penumpang. Dalam sebuah keterangan tertulis, pihak China Eastern Airlines mengatakan bahwa tindakan lamaran di dalam pesawat itu telah menyebabkan gangguan dan sebuah tindakan tidak bertanggung jawab yang bisa membahayakan penumpang.

Duh, kalau sudah seperti ini sih mungkin judul yang tepat untuk cerita ini adalah “Lamaran Berujung PHK” mungkin, ya?

Intip Sedikit Bocoran Acara Pameran Busworld South East Asia 2019

Pameran bus terbesar se-Asia Tenggara, Busworld South East Asia akan diselenggarakan pada tanggal 20 hingga 22 Maret 2019 mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pada pameran ini, PT Global Expo Management (GEM) yang bekerja sama dengan Busworld International, nantinya akan ada serangkaian acara yang menarik untuk dilihat dan patut untuk diapresiasi – salah satunya adalah penyerahan tahap pertama dari 1.000 unit bus yang diproyeksikan untuk ekspor ke kawasan Asia Selatan.

Baca Juga: TransJakarta Umumkan Keikutsertaan di Busworld 2019

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Baki Lee selaku Direktur dari PT GEM mengatakan bahwa perhelatan ini akan dihadiri oleh 100 perusahaan otobus, coach, karoseri, hingga komponen dari 15 negara, “dengan target 35 ribu pengunjung yang berasal dari 30 negara,”

Adapun perhelatan ini memiliki tujuan untuk mendukung perusahaan karoseri dan produsen bus, baik dalam maupun luar negeri – khususnya untuk kawasan Asia Tenggara, akan juga dibahas soal berbagai isu yang dapat membuat industri bus semakin atraktif, efisien, dan terjangkau. Patut diketahui juga bahwa Busworld South East Asia ini merupakan pameran Business to Business (B2B) terbesar di bidang bus dan industri karoseri yang akan menampilkan berbagai macam bus, coach bus, minibus, termasuk spare part, komponen, dan juga pelayanan.

Busworld South East Asia tidak hanya menampilkan inovasi dan teknologi terbaru dari industri bus, melainkan juga akan memberikan edukasi terkini mengenai pengembangan bus baik dari dalam maupun luar negeri, juga regulasi dan teknologi akan dibahas dalam Busworld Academy.

Di sini, Busworld Academy mengusung tema Making Bus Transport Systems Attractive, Efficient and Affordable in South East Asia. Diharapkan masyarakat akan senang dan mulai tergerak untuk meninggalkan kendaraan pribadi mereka dan beralih menggunakan sarana transportasi berbasis massal.

Guna memberikan pemaparan yang kompeten, Busworld Academy akan menghadirkan pakar dari industri transportasi. Sederhananya, Busworld South East Asia akan diselenggarakan bersamaan dengan Busworld Academy, dan diharapkan bisa membantu Indonesia dalam menghadapi era perkembangan industri 4.0.

Baca Juga: Busworld South East Asia 2019 Siap Digelar di Jakarta, Inilah Pameran Bus Terbesar Berskala Internasional

Patut diketahui bahwa pameran Busworld pertama kali diadakan 47 tahun lalu di kota Kortrijk, Belgia pada tahun 1971. Busworld South East Asia merupakan pameran ketujuh pada agenda Busworld terkini setelah Turki, India, Rusia, Cina, Central Asia, dan Amerika Latin.

Jadi, bagi Anda yang ingin menambah wawasan di bidang bus, pastikan Anda tidak melewatkan pameran Busworld South East Asia ini, ya!