KA Pangandaran, Kereta yang Tak Sampai Stasiun Pangandaran

Terkenal dengan pantainya, Pangandaran menjadi salah satu destinasi di Jawa Barat yang diminati pelancong domestik. Baru-baru ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka jalur untuk mempercepat perjalanan dengan menhadirkan relasi Gambir-Banjar dengan KA yang diberi nama Pangandaran.

Baca juga: KA Pangandaran Beroperasi, Kini Jakarta-Banjar Jadi Lebih Mudah

Kehadiran KA Pangandaran ini mempercepat perjalanan dari Jakarta menuju Pangandaran yakni 9,5 jam dimana kereta Jakarta-Bajar memiliki waktu tempuh 7,5 jam. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bahkan untuk mempermudah pelancong Bupati Pangandaran sendiri akan menyiapkan bus wisata demi memudahkan mobilisasi dari Stasiun Banjar menuju Pangandaran yang memiliki jarak 75 km.

Dengan waktu tempuh 7,5 jam, KA Pangandaran sudah berhenti di beberapa stasiun yakni Bandung, Cibatu, Cipeundeuy dan Tasikmalaya. Perhentian terakhir ke Pangandaran hanya di Stasiun Banjar, sebab jalur yang melalui Stasiun Pangandaran hingga Cijulang sudah tak lagi aktif. Jalur KA dari Banjar-Pangandara-Cijulag eksisting sudah ada tetapi sayangnya kini tak lagi aktif dan ditutup pemerintah pada 1982 silam.

Padahal jalur ini sempat pernah akan direaktivasi tetapi proyek tersebut hanya sampai di Stasiun Banjarsari. Kini kehadiran KA Pangandaran yang sudah mulai mengular di rel sejak 2 Januari 2019 kemarin, KAI mengharapkan masyarakat yang akan berwisata ke Pangandaran lebih dimudahkan.

Tak hanya itu, bila dihitung dengan perjalanan darat dengan kendaraan pribadi bisa mencapai 13,5 jam dan bila terhitung dengan kereta api menghemat waktu hingga empat jam. Untuk diketahui, Stasiun Pangandaran sendiri dibangun pada tahun 1921 silam.

Terletak di provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, sayangnya sejak 1984 sudah dinonaktifkan. Kondisi bangunannya sendiri sebenarnya masih berdiri kokoh meski dikelilingi semak-semak belukar dan pepohonan.

Tahun 1997 lalu, stasiun dan jalur kereta api ini sempat diaktifkan dan dilewati beberapa lokomotif seperti BB300 dan D301 namun akhirnya jalur Banjar-Cijulang ini benar-benar ditutup saat krisis ekonomi melanda seluruh Asia. Bentuk Stasiun Pangandaran sendiri memiliki ukuran 20,8 x 5,44 meter dengan pintu masuk di sisi selatan dan sejajar dengan pintu di sisi utara menuju kereta.

Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta Jawa Barat, Pertanda Peningkatan Sektor Pariwisata di Tanah Pasundan?

Bentuk atap nya model pelana dengan penutup genteng tanah liat serta ditopang oleh beberapa konsul di setiap sisi. Tampak selatan terdapat pintu selebar 253 cm yang diapit dua pilaster berupa susunan bolder ekspos yang berfungsi estetis serta bagian barat pintu berderet tiga jendela kayu.

Mulai 7 Januari, Jepang Kenakan “Pajak Keberangkatan” untuk Seluruh Penumpang Internasional

Ada kabar yang harus dicermati bagi Anda yang ingin bertandang ke Jepang, baik dengan latar kunjungan bisnis dan wisata, mulai 7 Januari 2019, bagi setiap penumpang internasional yang akan meninggalkan Jepang akan dikenakan biaya baru, yaitu pajak keberangkatan (departure tax) dengan nilai 1000 yen, atau setara US$9 per penumpang.

Baca juga: Selundupkan Emas di Toilet Pesawat, Warga Jepang Berusaha Hindari Pajak Barang Mewah

Dikutip dari mainichi.jp (7/1), disebutkan pajak keberangkatan tersebut dikenakan dengan tujuan untuk mendanai berbagai proyek dan program untuk menarik wisatawan asing menjelang Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade 2020.

Pajak baru ini dikenakan tidak hanya pada moda udara internasional, moda laut seperti yang akan keluar Jepang menggunakan kapal pesiar juga akan terkena pajak ini, tanpa pengecualian pada asal negara mereka. Meski begitu, otortitas Jepang tetap memberi pengecualian pada balita di bawah usia 2 tahun dan penumpang yang sedang transit di bandara sejak 24 jam dari kedatangan mereka.

Nantinya penghasilan dari departure tax akan dialokasikan pada tiga fungsi, yaitu penyediaan layanan perjalanan yang lebih baik, akses informasi tentang lokasi wisata di penjuru Jepang, dan meningkatkan kepuasan kunjungan wisatawan dengan mempromosikan di sumber daya regional, seperti budaya dan fitur khas di masing-masing daerah.

Pada tahun fiskal 2019, Pemerintah Jepang memperkirakan pendapatan dari pajak keberangkatan internasional mencapai 50 miliar yen. Sebagian dari pendapatan pajak juga akan dimanfaatkan untuk membangun gerbang pemeriksaan keamanan di bandara dengan teknologi facial recognition di bandara dan pelabuhan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah mendapatkan berkah lonjakan wisatawan asing. Badan Pariwisata Jepang bahkan menyebut jumlah wisatawan asing yang berkunjung selama 2018 mencapai 30 juta orang. Peningkatan wisatawan internasional dipercaya merupakan berkah dari stabilitas yang terjadi di wilayah Asia, seperti Cina, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Di tahun 2020, Jepang mematok target 40 juta wisatawan internasional, khususnya upaya untuk menarik lebih banyak wisman asal Eropa.

Meski bertujuan positif, namun beberapa penumpang yang hari ini berangkat dengan tujuan internasional menyatakan rasa skeptis atas penetapan tax departure. Takuma Asai (33 tahun) yang meniggalkan Bandara Kansai dengan tujuan Cina pada Senin ini menyebut bahwa dirinya tidak mengetahui kapan dimulainya penetapan pajak ini. “Ini seperti sebuah beban baru, setelah kenaikan pajak konsumsi yang dikenakan kepada warga pada Oktober 2018 lalu,” ujar Takuma.

Baca juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet

Pengelola jasa tur juga khawatir tentang dampak tax departure, “Kebanyakan wisatawan selalu mencari paket yang lebih murah, jadi meskipun itu hanya 1000 yen, tentu akan menjadi beban besar bagi kami,” ujar petugas tur berusia 47 tahun di Osaka.

Kabin Airbus A320 Royal Brunei Dipenuhi Asap Tipis, Pihak Maskapai Sebut “Insiden Power Bank”

Jika maskapai American Airlines baru-baru ini dihebohkan dengan kebakaran yang terjadi di kabin akibat meledaknya e-cigarette milik seorang penumpang, maka lain halnya dengan Royal Brunei Airlines yang juga mengalami hal serupa – namun dilatarbelakangi oleh penyebab lain. Kabin pesawat Airbus A320 milik Royal Brunei Airlines dengan nomor penerbangan BI636 rute Hong Kong – Bandar Seri Begawan dikabarkan ditutupi oleh asap yang diakibatkan dari ledakan power bank milik salah satu penumpang.

Baca Juga: Tentang Kasus Power Bank Meledak di Kabin, Inilah Regulasi dari IATA Yang Wajib Dipatuhi!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (6/1/2019), kejadian yang menjadi viral setelah diunggah ke jejaring sosial Facebook ini sendiri terjadi pada Kamis (3/1/2019) kemarin. Beruntung, keseluruhan penumpang yang ada di maskapai tersebut tidak ada yang terluka.

Dalam sebuah foto yang diunggah oleh salah seorang pengguna Facebook bernama Francis Ngu Hown Hua, tampak ruang kabin flag carrier Brunei Darussalam ditutupi oleh asap dan penumpang berusaha untuk menutupi hidung dan mulut mereka dengan menggunakan baju serta tangan mereka.

Tidak lupa, Francis pun memuji aksi yang dilakukan oleh awak kabin Royal Brunei Airlines yang dengan sigap mendampingi dan mengevakuasi penumpang. Pesawat ini pun dapat mendarat di Bandar Seri Begawan tanpa mengalami kendala.

Menanggapi hal ini, pihak Royal Brunei dalam sebuah pernyataan tertulis mengatakan bahwa, “Awak kabin kami sudah terlatih untuk mengaplikasikan prosedur operasi standar untuk mengatasi situasi semacam ini, dimana keselamatan penumpang merupakan poin utama yang tidak boleh dikesampingkan,”

“Selain itu, kami juga menggunakan instrumen keselamatan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku di setiap penerbangan,” tulis pihak Royal Brunei Airlines dalam sebuah pernyataan tertulis.

Baca Juga: Dirjen Perhubungan Udara Keluarkan Edaran Terkait Powerbank dan Baterai Lithium Ion dalam Penerbangan

Melalui insiden ini, pihak Royal Brunei Airlines menggarisbawahi poin penting tentang keselamatan penumpang – mengacu pada benda-benda yang boleh dan tidak boleh masuk ke dalam kabin. Menurut regulasi dari International Air Transport Association (IATA), power bank diperbolehkan untuk masuk ke dalam kabin, namun tidak untuk dimasukkan ke dalam bagasi.

Kejadian ini sendiri seolah mengingatkan kepada para penumpang untuk senantiasa melakukan double-check tentang barang apa saja yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin dan mana yang tidak. Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui persis apakah ledakan ini dipicu oleh penumpang yang menggunakan power bank tersebut ketika mengudara atau bukan.

 

China Railway Investasikan Dana Fantastis untuk Jalur Kereta Sepanjang 6.800 Km!

Operator kereta milik negara, China Railway Corp dikabarkan telah berencana untuk berinvestasi pada jalur kereta api baru sepanjang 6.800 km tahun ini. Ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk meningkatkan investasi pada sektor infrastruktur. China Railway Corp juga mengatakan bahwa rencananya ini termasuk pemasangan setidaknya 3.200 km rel berkecepatan tinggi di negara Tiongkok.

Baca Juga: Tarif Kereta Cepat Shenzhen – Guangzhou Akan Diturunkan 10 Persen!

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (3/1/2019), tahun 2018 lalu, China Railway Corp berinvestasi di jalur rel sepanjang 4.683 km, termasuk 4.100 km berkecepatan tinggi. Cina menginvestasikan CNY802.9 miliar atau yang setara dengan US$117,12 miliar pada infrastruktur tetap kereta api tahun 2018 silam, atau lebih tinggi daripada target sebelumnya senilai CNY732 miliar atau yang setara dengan US$106,75 miliar.

Selama satu dekade terakhir, Cina telah banyak berinvestasi pada infrastruktur kereta api, termasuk kereta api berkecepatan tinggi. Sedangkan dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investasi tersebut telah berkurang dalam upaya untuk mengatasi pembengkakan hutang pemerintah daerah. Target pendanaan China Railway Corp pada tahun lalu adalah yang terendah di negara itu terhitung sejak tahun 2013 silam.

Pihak China Railway Corp sendiri masih enggan membocorkan berapa target investasi yang akan dikeluarkan pada tahun 2019 ini.

Sebelumnya, National Development and Reform Commission (NDRC) telah menyetujui delapan proyek kereta api antar kota di sebelah timur provinsi Jiangsu dan Anhui, dimana delapan proyek ini melibatkan investasi gabungan dengan nilai sebesar US$33,82 miliar.

Dalam sebuah pernyataan resmi, NDRC mengutarakan bahwa kedelapan proyek ini akan mencakup pembangunan jalur kereta sepanjang 1.063 km – termasuk jalur sepanjang 980km di Jiangsu.

Baca Juga: Mau Bawa atau Beli Makan di Kereta Cina? Simak yang Ini Dulu!

Pada akhir tahun 2018 kemarin, NDRC menyetujui proyek pembangunan jaringan kereta api perkotaan dengan nilai US$43,28 miliar di kota Shanghai. Proyek ini juga mencakup pembangunan enam jalur kereta bawah tanah (underground) dan tiga jalur kereta api antar kota.

Dengan investasi besar-besaran di sektor perkeretaapiannya, muncul satu pertanyaan yang cukup menggelitik. Akankah perkeretaapian Cina mampu menyaingi atau bahkan melampaui kedigdayaan dari jaringan kereta api yang ada di Jepang?

 

Telanjang di Kabin Pesawat, Pria Ini Diduga Trauma Pelecehan

Lagi-lagi penumpang pesawat kembali membuat ulah yang menggegerkan satu kabin. Pasalnya dalam penerbangan Air India Express pada Sabtu (29/12/2018) kemarin, ada laporan seorang pria telanjang bulat yang mulai berjalan mondar-mandir di lorong kabin.

Baca juga: Telanjang dan Berlarian di Kabin, Pria Ini Akhirnya Diamankan di Dalam Toilet Pesawat

Pria tersebut mondar-mandir dalam pesawat dengan nomor penerbangan IX-194 yang terbang dari Dubai ke Lucknow, India. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber usatoday.com (31/12/2018), karena perilakunya tersebut, awak kabin kemudian menutupi badan pria tersebut dengan selimut dan membuatnya berhenti mondar-mandir di lorong.

Pria yang diketahui bernama Surendra tersebut, akhirnya di paksa duduk oleh awak kabin selama sisa penerbangan. Juru bicara Air India mengatakan saat pesawat mendarat, sesuai arahan pilot, penumpang diserahkan kepada pihak keamanan di bandara Lucknow untuk diselidiki, kenapa dirinya telanjang bulat dalam kabin. Beberapa pejabat Air India mengatakan, bahwa pria tersebut mengalami trauma mental setelah dugaan pelecehan ditempat kerjanya di Dubai yang dilakukan oleh bosnya.

“Surendra mengira bahwa penerbangan itu akan mendarat di Pakistan dan karena itu ia menanggalkan protes,” ujar seorang pejabat keamanan industri sentral.

Hal ini juga pernah terjadi dalam penerbangan Alaska Airlines dalam lorong kabin Boeing 737. Dimana seorang pemuda sekitar 20 tahunan melepas semua pakaiannya dan berlarian di lorong kabin. Pesawat tersebut berangkat dari Seattle menuju Anchorage.

Karena perbuatannya, setelah mendarat, petugas penegak hukum di Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage naik ke dalam pesawat dan menahan pemuda itu. Mereka membawanya ke gerbang kedatangan kemudian ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

Karena perlakuan pemuda tersebut, beberapa penumpang penumpang men-tweet cuitan mereka di akun Twitter masing-masing. Dimana salah satu yang men-tweet insiden ini adalah Mantan Senator negara bagian Alaska, Johnny Ellis.

“Seorang pria yang benar-benar telanjang berlarian di lorong kabin dari depan ke belakang pesawat sambil berteriak dan melambai-lambaikan tangannya,” ujar Ellis di laman Twitternya.

Baca juga: Heboh! Pria Mirip Sinterklas Tanpa Baju dalam Kabin Pesawat

Tak hanya itu, belum lama, seorang pria tua melepaskan pakaiannya dan hanya menggunakan celana pendek. Saat itu pria tersebut duduk di kursi tengah diantara dua penumpang dan membuat mereka tak nyaman. Foto dirinya tersebut itu mengagetkan pengguna media sosial dan banyak yang mengkritik maskapai karena pria semi bugil ada di dalam penerbangan. Beberapa warganet bahkan mengatakan, awak kabin yang bertugas saat itu harusnya memberikan pria berambut putih dengan selimut untuk menutupi sleuruh tubuhnya.

Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral

Sebuah foto viral saat seorang pria memasukkan bocah ke dalam bagasi kabin pesawat. Ini seperti kejahatan yang dilakukan untuk membuat sang anak itu tidak bisa tersenyum ataupun bahagia selama penerbangannya.

Baca juga: Viral, Wanita Ini Pipis di Pantry Pesawat Sesaat Sebelum Lepas Landas

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (2/1/2019), foto itu memperlihatkan saat pria tersebut memasukkan sang anak ke dalam bagasi kabin, kakinya mencuat keluar. Hal tersebut dilakukan saat pesawat tengah mengudara dan kabin atas kepala atau kompartemen dibuka.

“Saya pribadi biasanya akan membayar US$25 dan memeriksa lelaki kecil itu. Selamat Tahun Baru semuanya!” ujar caption pada foto yang di unggah di Instagram @shoppershaming.

Namun, meski foto tersebut beredar, tetapi tidak jelas apa tujuan pria itu melakukannya. Beberapa pengguna Instagram mengomentari foto tersebut.

“OMG! kenapa? Ini dilakukan saat pria tersebut bepergian,” ujar akun @smithkenn.

Akun @imoy2, “Apa yang terjadi?!?!”

Ternyata, ulah seperti ini bukan pertama kali terjadi di dalam sebuah penerbangan. Seorang awak kabin harus diberhentikan alias dipecat dari pekerjaannya karena menempatkan seorang anak di dalam bagasi kabin dan menutupnya.

Bayi berusia 17 bula tersebut terkurung dalam bagasi kabin sekitar kurang lebih sepuluh detik dan terlihat cemas serta panik. Bahkan mungkin kejadian ini bukanlah yang paling aneh. Seorang penumpang melakukan yoga saat duduk di bagian tengah kursi dan mengangkat kakinya keatas.

Bahkan menjemur celana dalam di pendingin udara kabin oleh seorang ibu hingga perbuatan seorang penumpang yang berlarian di kabin sembari telanjang. Selain itu juga seorang penumpang yang duduk ditengah hanya menggunakan celana pendeknya dan melepas semua baju serta celana panjangnya alias bertelanjang dada.

Baca juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat

Dan baru-baru ini seorang penumpang wanita pipis di pantry bagian depan kabin sesaat sebelum pesawat lepas landas. Hal ini dilakukan dirinya tidak bisa menggunakan toilet karena peraturan pesawat dimana semua penumpang tidak diperbolehkan.

Catat! Garuda Indonesia Operasikan Rute Solo – Madinah Mulai 9 Januari 2019

Maskapai plat merah Garuda Indonesia mengumumkan rencana pengoperasian rute penerbangan Solo – Madinah PP via Aceh yang akan mulai beroperasi pada 9 Januari 2019 mendatang. Penerbangan tersebut akan dilayani menggunakan armada Airbus A330 berkapasitas 362 penumpang dengan konfigurasi all economy class. Adapun jadwal pemberangkatannya sebanyak satu kali setiap minggunya yakni pada hari Rabu.

Baca Juga: Khusus Layani Jamaah Haji Tradisional, Garuda Indonesia Andalkan Awak Kabin (Lokal)

Di dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (4/1/2019), Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, “Dibukanya rute penerbangan ini sejalan dengan peningkatkan demand pasar umrah dari Solo dan sekitarnya. Dioperasikannya rute Solo – Madinah ini kami harapkan dapat mengoptimalkan potensi pasar umrah tersebut,”

Pikri memaparkan bahwa nantinya penerbangan Garuda rute Solo-Madinah akan transit di Aceh guna mengakomodasi kebutuhan jemaah yang akan berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh yang kemudian akan langsung melanjutkan penerbangan ke Madinah, Arab Saudi.

Pikri menambahkan penerbangan Solo – Madinah ini nantinya kami harapkan dapat memberikan kemudahan bagi para jamaah umrah yang berasal dari Jawa Tengah dan sekitarnya tanpa harus melakukan transit penerbangan di Jakarta maupun Surabaya.

“Dengan jumlah jemaah umrah dari Solo dan sekitarnya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kami optimistis dibukanya layanan penerbangan ini akan semakin memperkuat potensi pasar umrah dari wilayah Solo dan sekitarnya,” Jelas Pikri

Tercatat pada tahun 2018 lalu jumlah anggota jemaah umrah dari Solo sekitar 25.000 orang. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan musim umrah tahun sebelumnya sekitar 19.000 orang

Rute penerbangan Solo – Madinah akan diberangkatkan menggunakan penerbangan GA968 dari Bandara Adisumarmo pada pukul 16.45 waktu setempat dan akan tiba di Madinah keesokan harinya pada pukul 02.05 waktu setempat.

Baca Juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik

Sedangkan penerbangan dari Madinah menuju Solo akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 969 yang berangkat dari Madinah pukul 04.05 waktu setempat dan tiba di Solo pada pukul 20.30 waktu setempat.

Dengan dibukanya layanan penerbangan Solo – Madinah tersebut, saat ini Garuda Indonesia telah melayani penerbangan tujuan Madinah dari lima kota besar di Indonesia, antara lain dari Jakarta, Makassar, Medan dan Surabaya.

 

Kendati Produksi Dihentikan, Airbus A380 Tetaplah Fenomenal

Salah satu raksasa manufaktur pesawat, Airbus memberikan tanda bahwa perusahaan akan memberhentikan proses produksi dari pesawat penumpang terbesar saat ini, Airbus A380. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Perkembangan pesawat narrow body yang mampu melakoni penerbangan jarak jauh non-stop lah yang pada akhirnya mematikan pasar dari pesawat superjumbo jet ini.

Baca Juga: Dinilai Kurang Efisien, Akankah Airbus A380 Berjaya 20 Tahun Mendatang?

Di awal tahun 2018 kemarin, pihak Airbus mengatakan bahwa mereka sangat bergantung pada perjanjian jangka panjang dengan maskapai Emirates untuk menyediakan pasokan armada yang stabil. Sampai-sampai, kepala penjualan Airbus, John Leahy mengatakan bahwa, “Apabila kami tidak bisa menyepakati perjanjian dengan Emirates, tidak ada pilihan lain selain menghentikan program ini,”

Tidak bisa dipungkiri, Emirates merupakan salah satu kostumer terbesar dari Airbus A380. Namun jika ditelisik sejarahnya, Airbus A380 sendiri sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1980-an, dima akal aitu, Airbus memplot A380 sebagai kompetitor dari Queen of the Skies, Boeing 747 yang sangat ikonik.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (2/1/2019), jenis pesawat terbesar yang ditawarkan Airbus pada saat itu adalah A300. Sementara untuk twin-engine A330 dan four-engine A340 masih dalam tahap pengembangan. Namun, pesawat ini tidak dapat menembus segmen pesawat berdaya angkut besar.

Lalu pada pertengahan tahun 1990-an, Airbus berusaha mengembangkan pesawat berdaya angkut besarnya sendiri. Kala itu, Airbus datang dengan dua proposal yang berbeda dan melabeli armada A380 dengan nama A3XX. Adapun isi dari proposal yang pertama adalah Airbus akan membuat pesawat extra-wide dengan dua fuselage dari A340. Sedangkan proposal yang satunya lagi berisikan rencana perusahaan untuk merakit pesawat double-decker.

Setelah melewati serangkaian masalah dalam tahap desainnya, akhirnya Airbus berhasil meluncurkan pesawat A3XX dengan nama A380 di tahun 2000. Angka “8” dalam A380 sendiri merepresentasikan kabin double-decker yang diaplikasikan pada armada tersebut. Seketika proyek pesawat raksasa ini diluncurkan, Airbus langsung mendapatkan 50 pesanan dari lima maskapai dan perusahaan leasing: Air France, Emirates, Qantas, Singapore Airlines, Virgin Atlantic, dan International Lease Finance Corp.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380

Penerbangan perdana dari A380 ini sendiri terjadi pada 27 April 2005. Namun karena saking kompleksnya keseluruhan struktur dari A380, membuat perusahaan seolah kewalahan dalam menjabani pesanan yang sudah masuk. Keterlambatan pengiriman dari pihak Airbus ke maskapai merupakan bukti nyata dari rumitnya struktur dari A380 yang digadang-gadang harganya mencapai Rp81,4 triliun untuk 1 unitnya.

Penerbangan Perdana Airbus A380. Sumber: simpleflying.com

Dibutuhkan waktu sekira dua tahun sejak penerbangan perdana untuk Airbus mengirimkan armada A380 pertamanya kepada pelanggan pertama, Singapore Airlines. Armada A380 dengan nomor penerbangan SQ380 ini melayani rute Singapura – Sydney.

Kendati isu penghentian produksi ini kian santer terdengar, namun nama Airbus A380 akan tetap fenomenal, layaknya Boeing 747.

 

 

Penumpang yang Bayar Tiket KA Pangandaran Bandung-Banjar, Uang Akan Kembali 100 Persen Selama Promo

Kehadiran kereta api Pangandaran yang baru saja mengular di jalur Jakarta-Banjar ini sempat membuat heboh penggunanya. Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan tarif promo dari Bandung menuju Banjar atau sebaliknya Rp1, tetapi di situs pembelian online harga yang tertera Rp1000. Sehingga, PT KAI akhirnya melakukan konfirmasi terkait hal tersebut.

Baca juga: KA Pangandaran Beroperasi, Kini Jakarta-Banjar Jadi Lebih Mudah

Vice President Public Relation PT KAI Agus Komarudin mengatakan, persoalan ini ada di maintenance parameter ticketing sistem KAI. Dia menambahkan, PT KAI tetap menggratiskan tiket KA Pangandaran relasi Bandung-Banjar PP selama masa promosi dari tanggal 2 Januari hingga 1 Februari 2019.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI tetap berkomitmen memberikan layanan gratis KA Pangandaran rute Bandung-Banjar,” yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co (3/1/2019).

Dari penjelasan tertulis PT KAI, penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi diminta tetap mengikuti pembayaran tarif yang muncul pada sistem pembelian online. Nominal Rp1000 akan muncul dalam keterangan tarif baik itu kelas eksekutif maupun ekonomi premium di KAI Access, situs KAI dan saluran eksternal lainnya.

Kemudian, uang yang dibayarkan tersebut akan diganti secara tunai 100 persen di stasiun tempat penumpang berhenti. Untuk penumpang yang membeli tiket di loket stasiun, maka tidak membayar sepeserpun selama masa promo dan hanya menunjukkan kartu tanda pengenal saat boarding.

PT KAI sudah menyiapkan rentang tarif untuk Kereta Pangandaran setelah masa promo tersebut. Yakni untuk kelas eksekutif di antara Rp150 ribu sampa Rp520 ribu, untuk kelas ekonomi premium Rp100 ribu sampai Rp330 ribu. Manager Humas PT KAI, Daerah Operasi II Bandung, Joni Martinus mengatakan, khusus tarif Rp1 itu untuk menyiasati pembelian online tiket kereta api lewat penyedia layanan aplikasi penjualan tiket.

Baca juga: KA Galunggung Rute Kiaracondong-Tasikmalaya Mulai Beroperasi

“Supaya masyarakat tidak harus antre ke stasiun maka mereka diberikan pilihan membeli lewat aplikasi seperti traveloka. Tapi transaksi di sana tidak bisa Rp0, harus ada nilainya, makanya Rp1,” kata dia.

KA Pangandaran akan berangkat dari Gambir pukul 07.50 pagi dan tiba pukul 15.56, sedangkan dari Banjar berangkat pukul 13.55 dan tiba di Gambir 22.35. Pemesanan tiket KA Pangandaran bisa dilakukan mulai H-30 keberangkatan di aplikasi KAI Access, web KAI, Loket Stasiun, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya. Tiket Promo KA Pangandaran ini tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal, digabungkan dengan reduksi/promo lainnya, dan hanya dilayani jika tempat duduk masih tersedia.

Bagasi Cuma-cuma Hilang dari Penerbangan Domestik Lion Air, Bagaimana Reaksi Penumpang?

Penumpang maskapai berbiaya hemat (LCC) Lion Air akan merasakan kekecewaan yang cukup besar. Pasalnya Lion Air Group menghapuskan pemberian bagasi cuma-cuma atau free baggage allowance pada penumpangnya mulai pembelian tiket tanggal 8 Januari 2019 hingga seterusnya.

Baca juga: Sering Naik Lion Air? Per 20 Desember 2018 Free Baggage Allowances Akan Dikurangi

Namun, bagi penumpang yang sudah issued tiket sebelum tanggal 8 Januari 2019 masih tetap mendapatkan 20 kg bagasi cuma-cuma. Dari pengumuman yang didapat KabarPenumpang.com, bagasi cuma-cuma ini akan ditiadakan bagi seluruh rute domestik atau dalam negeri.

Sehingga bagi calon atau penumpang maskapai terbesar di Indonesia tersebut yang membawa bagasi bisa melakukan pembelian voucher bagasi (prepaid baggage) melalui travel agent, website LIon Air atau kantor pejualan Lion Air Group. Pembelian voucher bagasi sendiri bisa dibeli sebelum atau sesudah issued tiket.

Biaya voucher bagasi sendiri akan lebih murah dibandingkan kelebihan bagasi (excess baggage) di bandara. Tak hanya itu, pembelian juga bisa dibeli enam jam sebelum keberangkatan. Harganya pun cukup lumayan dimana per 5 kg akan dikenakan Rp180 ribu, 10 kg dikenakan Rp360 ribu, 15 kg senilai Rp540 ribu dan 20 kg hingga Rp720 ribu.

Padahal sebelumnya Lion Air mengumumkan akan mengurangi berat bagasi yang dibawa penumpang yakni dari 20 kg menjadi sepuluh kilogram. Maskapai Wings Air juga mengalami penurunan berat bawaan gratis penumpang dimana sebelumnya sepuluh kilogram kini menjadi hanya lima kilogram saja. Sedangkan untuk maskapai Batik Air tidak ada perubahan terkait berat bagasi yakni tetap 20 kg.

Hal ini, nantinya membuat penumpang hanya bisa membawa bagasi dalam kabin bila tidak ingin membayar bagasi kargo untuk barang yang dibawa. Bila dibandingkan dengan maskapai berbiaya hemat lainnya seperti Citilink dan AirAsia, FBA milik maskapai Lion Air dan Wings Air lebih rendah.

Baca juga: Peluang Pendapatan Baru, LCC Mulai Kenakan Biaya Untuk Bagasi Kabin

Citilink saat ini memberikan FBA pada penumpangnya yakni 20 kg. AirAsia Sendiri 15 kg untuk domestik dan penerbangan internasional 20 kg. Sedangkan untuk barang bawaan di dalam kabin, setiap maskapai hanya memperbolehkan penumpang membawa barang dengan berat tujuh kilogram. Bahkan maskapai Scoot pun memberikan FBA untuk penumpangnya 20 kg.

Apakah dengan adanya penghilangan bagasi cuma-cuma rute domestik akan berpengaruh pada jumlah penumpang?