Pilot Maskapai Taiwan Asal Venezuela Meninggal Setelah Karantina

Kelelahan kerap kali menjadi masalah bagi para pekerja penerbangan baik itu pilot maupun awak kabin di masa pandemi saat ini. Sebab, ketika mereka tiba di suatu negara, tetap harus melakukan karantina dan kemudian kembali terbang. Ini membuat pilot dan awak kabin memiliki rasa lelah yang bisa dikatakan berlipat dari sebelum pandemi.

Baca juga: Biar Tak Kelelahan dan Aman, Begini 4 Aturan Kerja FAA Bagi Pilot

Seperti pada Oktober 2021, seorang pilot asal Venezuela yang bekerja pada maskapai Taiwan meninggal dunia. Meninggalnya pilot berusia 61 tahun tersebut diduga kelelahan dan stress. Dilansir KabarPenumpang.com dari taiwannews.com.tw (26/10/2021), adanya hal ini, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mendesak maskapai penerbangan untuk merawat karyawannya, sementara Serikat Pilot Taoyuan menyoroti perlunya memberi waktu istirahat kepada awak pesawat antara bekerja dan karantina.

Pilot Venezuela yang tidak disebutkan namanya itu pingsan pada Sabtu (23/10/2021) sore tak lama setelah pulang dari karantina, sebelum dia melakukan penerbangan jarak jauh. Dia dinyatakan meninggal meskipun ada upaya untuk menyadarkannya di rumah sakit.

Wakil Komandan CECC Chen Tsung-yen mengaku selama konferensi pers rutin bahwa sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020, awak pesawat telah mengalami kondisi kerja yang sulit karena persyaratan karantina. Dia mengatakan setelah berdiskusi dengan serikat pekerja terkait, kesepakatannya adalah bahwa sistem saat ini “dapat diterima.”

Meski demikian, perusahaan penerbangan tetap harus menjaga kesehatan fisik dan mental karyawannya, karena menyangkut keselamatan penerbangan. Namun, Serikat Pilot Taoyuan mengeluarkan siaran pers yang menyangkal bahwa kondisi kerja “dapat diterima.”

“Di bawah kebijakan karantina saat ini, sebagian besar pilot telah mengalami tekanan fisik dan mental serta masalah keluarga yang disebabkan oleh pekerjaan dan karantina berturut-turut; mereka telah mencapai batas dan mengalami kesulitan baik secara fisik maupun mental!” tulis serikat pekerja.

“Pilot telah memberi tahu teman dan keluarga sebelum kematiannya, bahwa dia merasa lelah secara fisik dan mental karena harus berurusan dengan karantina dan bekerja begitu lama,” tambah mereka.

Selain itu, ada laporan pilot lain yang dirawat intensif setelah diduga menderita stroke, menurut serikat pekerja, “Konsekuensinya tidak terbayangkan jika ini terjadi selama penerbangan!”.

Baca juga: Lama Tak Terbang, Pilot Qantas Lepas Landas dengan Posisi Rem Parkir Pesawat On

Serikat pekerja membuat dua tuntutan yakni, pilot tidak boleh ditugaskan untuk terbang selama masa karantina mereka untuk menghindari infeksi silang, dan memastikan anggota kru memiliki setidaknya tiga hari waktu luang dalam sebulan. Serikat pekerja mengatakan mereka membuat tuntutan kedua “sangat rendah hati,” karena berusaha untuk memutuskan “siklus tidak pernah berakhir antara bekerja dan karantina” yang dihadapi anggota kru. Ini berarti mereka selalu bekerja, di bawah karantina, atau manajemen kesehatan diri.

Dihantam Bird Strike, Baling-baling, Fuselage, dan Jendela Pesawat Airlink Hancur

Insiden bird strike kembali terjadi. Kali ini menimpa pesawat Jetstream JS-41 maskapai regional Afrika Selatan, Airlink. Tak main-main, bird strike membuat pesawat mengalami kerusakan parah, dimana salah satu bilah baling-baling patah dan patahannya itu menembus badan pesawat, melintasi kabin, serta menghancurkan jendela di sisi sebelahnya.

Baca juga: Setahun Beroperasi, Bandara Berlin Brandenburg Laporkan 50 Bird Strike Gegara Bangunan Kaca

Beruntung, ketika itu, tidak ada penumpang di tempat dimana bilah pesawat menyasar ke kabin penumpang. Sebab, kejadian serupa penah dialami Southwest Airlines flight 1380. Bedanya, bilah kipas dari turbin yang patah menembus pesawat Boeing 737 dan melukai penumpang sampai akhirnya tewas.

“Kemarin sebuah pesawat Airlink Jetstream 41 yang mengoperasikan penerbangan private charter menabrak seekor burung besar saat mendarat di lapangan terbang Venetia. Tidak ada penumpang atau awak yang terluka meskipun pesawat mengalami kerusakan besar,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

“Sesuai dengan protokol dan peraturan penerbangan, kejadian itu dilaporkan ke Otoritas Penerbangan Sipil Afrika Selatan (SACAA) yang akan melakukan penyelidikan,” tambahnya.

“Pesawat tetap berada di lapangan terbang Venetia sambil menunggu inspeksi SACAA dan penilaian kerusakan berat,” lanjutnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Menurut ch-aviation.com, dari 47 armada yang dimiliki, Airlink memiliki enam pesawat BAe Jetstream 41. Namun, dari enam itu, lima di antaranya tidak aktif dan satu pesawat sisanya rusak berat setelah insiden bird strike baru-baru ini.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas.

Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Efek Bird Strike: Pesawat Setara Tabrak Objek Seberat 32 Ton! Kok Bisa?

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.

Konservasi KRL Bekas Pakai Tinggal Menghitung Hari

Berkunjung ke Depo KRL Depok memang makin ada rasa penasaran akan sorotan informasi yang sedang hangat – hangatnya. Beberapa hari yang lalu sudah jelas bahwa KRD Penolong Djoko Tingkir milik Depo Induk Bukit Duri tengah melangsir rangkaian KRL yang sudah tidak terpakai di area Depo KRL Depok. Langsiran itu dilakukan hingga 2 hari pada waktu siang hingga sore hari.

Baca juga: Lama Tak Beroperasi, KRL TM 5000 Jadi Bahan Sorotan Penggemar Kereta Api

Sebanyak 14 jalur kereta yang ada di dalam Depo Depok, beberapa rangkaian KRL yang akan di konservasi sebelumnya masih dibeberapa jalur yang terpisah, kini setelah dilangsir sudah disusun sesuai rangkaian yang akan dikirim ke Pasir Bungur.

Seri KRL Lainnya Sudah Tak Layak Pakai, Ikutan ‘Dibuang’?
Banyaknya seri KRL membuat pihak dari PT KCI harus segera meremajakan yang masih layak pakai. Dan KRL yang tak layak pakai sudah harus di pensiunkan. Beberapa Depo KRL di Jabodetabek maupun Balai Yasa Manggarai masih ada beberapa KRL yang sudah tidak layak pakai. Jika Depo KRL Depok sudah bersiap untuk memensiunkan beberapa KRL yang sudah tidak layak pakai untuk di konservasi, sedangkan Balai Yasa Manggarai masih ada beberapa KRL yang siap untuk dikirim ke Pasir Bungur dalam hal konservasi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Adapun seri KRL lainnya yang masih berada di Balai Yasa Manggarai adalah seri Toei 6000, Tokyu 8500, dan beberapa KRL kelas ekonomi pada jaman Divisi Jabodetabek. Lalu beberapa KRL yang berada di depo lainnya seperti Bukit Duri dan Bogor sudah tidak ada yang tidak layak pakai, karena semua sudah dipindahkan ke Depo Depok. Termasuk KRL yang mengalami kejadian anjlok di wilayah Bogor beberapa tahun lalu dengan seri Tokyu 8512. Juga masih teronggok seri TM 5000 di jalur 2 Stasiun Depok Baru.

Baca juga: KRL Rusak Dilangsir oleh ‘Sang Penolong’

Jika semua sudah dikumpulkan dan disusun di Depo KRL Depok, maka akan ada pengiriman KLB (Kereta Luar Biasa) rangkaian KA Bandul dari Manggarai ke Depo Depok untuk disambung ke rangkaian KRL Konservasi. Menggunakan rangkaian bandul dan ditarik lokomotif merupakan strategi yang dilakukan setiap adanya pengiriman KRL baik kiriman KRL ke Solo dan Konservasi ke Pasir Bungur. Kita tunggu tanggal mainnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Jadi Biang Kemacetan, Terminal Chathiram Direnovasi dan Memiliki 30 Ruang Bus

Ketika sebuah terminal bus menjadi pokok permasalah kemacetan lalu lintas di sebuah kota, maka solusinya adalah membangunnya menjadi lebih besar dan memperbaiki fasilitas yang ada. Di Indonesia, Terminal Pulo Gadung yang pada masanya pernah menjadi biang macet, tapi kini lebih lengang karena keberangkatan bus antar kota antar provinsi (AKAP) berpindah ke Terminal Pulo Gebang yang memiliki kapasitas lebih besar.

Baca juga: Chennai Mofussil, Terminal Bus Terbesar dengan Kapasitas 2.000 Bus

Namun nyatanya, kemacetan di terminal bukan hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi ini juga terjadi di India. Di mana Terminal Chathiram akhirnya direnovasi untuk meredam kemacetan di dalam dan sekitar terminal. Terminal itu diresmikan pada Kamis (30/12/2021) lalu dan mulai beroperasi pada Selasa (4/1/2022).

Menteri K.N. Nehru dan Anbil Mahesh Poyyamozhi turun dari bus dari terminal bus Chathiram yang baru di Tiruchi pada hari Selasa. Foto: M. SRINATH

Terminal Chathiram ini memiliki sebanyak 30 bus bay atau ruang untuk bus. Selain itu ada pembagian pemberangkatan bus sesuai arah perjalanannya seperti di bagian sayap selatan untuk rute bus ke bagian selatan, timur dan barat kota. Sedangkan sayap utara akan melayani berbagai bus tujuan utara kota.

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari thehindu.com (4/1/2022), meski begitu, setelah renovasi ini, masih banyak penumpang yang sulit memahami pengaturan baru tersebut. Untungnya para awak bus membantu penumpang untuk menemukan bus yang akan mereka gunakan. Selain itu, ada juga papan petunjuk untuk memudahkan penumpang mencari ruang tunggu tempat bus yang akan mereka tumpangi.

“Dengan tidak adanya sistem yang mapan begitu lama, awak bus memarkir bus dengan nyaman di halte bus Chathiram. Halte bus yang direnovasi telah mengatasi banyak masalah. Kami dapat memarkir bus kami di teluk masing-masing dan beristirahat sampai waktu keberangkatan. Kami juga melihat beberapa perbaikan dalam manajemen lalu lintas,” kata C. Muthukumar, pengemudi bus kota.

Terminal baru ini dilengkapi dengan fasilitas air minum, toilet, ruang tunggu penumpang, food court, kantor pencatat waktu, ruang laktasi dan ruang kontrol polisi juga telah dibangun. Terminal ini juga memiliki lahan parkir dibawah tanah yang bisa menampung 350 kendaraan roda dua.

“Terlalu dini untuk mengomentari fasilitas. Namun, kita harus sepakat bahwa kota ini telah memiliki terminal bus satelit yang mapan setelah bertahun-tahun,” kata K. Senbagamoorthy, seorang penumpang.

Untuk diketahui, Terminal Chathiram juga dikenal dengan Chatram perundu Nilayam. Ini adalah salah satu terminal bus yang ada di Tiruchirapalli dan mulai beroperasi sejak 1979 serta secara resmi diakui pada tahun 2005. Terminal ini dikelola oleh Departemen Transportasi (Tamil Nadu), sebagian besar mengoperasikan TNSTC ‘s angkutan bus dan minibus ke bagian utara, timur dan barat dari kabupaten Tiruchirapalli.

Baca juga: Bus Kota di Chennai, Potret Buruk Transportasi di India

Terminal ini kemudian direnovasi sejak 4 November 2019 dengan menghabiskan biaya sekitar US$2,3 juta. Selain untuk mengurangi kemacetan, renovasi juga dilakukan untuk menjalankan misi Smart City. Pekerjaan ini awalnya dijadwalkan akan selesai dalam jangka waktu 18 bulan, tetapi karena penguncian untuk Covid-19, tertunda dan baru beroperasi kembali awal tahun 2022. pekerjaan itu diperkirakan akan tertunda lebih lanjut.

Indian Railways Gunakan Gerbong Aluminium untuk Kereta Ekspres Vande Bharat

Gerbong ringan untuk rangkaian kereta api sudah mulai banyak digunakan. Adanya gerbong dengan bahan aluminium ini akan menambah kecepatan laju kereta api. Seperti belum lama ini, Indian Railways akan menggunakan gerbong bahan aluminium di kereta ekspres Vande Bharat.

Baca juga: Rusia Kembangkan Trem dengan Bahan ‘Full’ Aluminium

Dilansir KabarPenumpang.com dari news18.com (5/1/2022), Indian Railways akan menambahkan gerbong khusus ini di kereta Vande Bharat dalam sesi anggaran parlemen mendatang. Selain itu, proposal penambahan gerbong aluminium di kereta ekspres Vande Bharat juga sudah dikirim ke pejabat tinggi kementerian perkeretaapian.

Nantinya jika sudah ada lampu hijau, maka pengumuman resmi pengoperasian kereta di negara tersebut akan dibuat. Untuk diketahui, karena bobot gerbong yang ringan, kereta api yang menggunakan gerbong aluminium akan mengkonsumsi lebih sedikit bahan bakar dan mengurangi pengeluaran dalam pengoperasian kereta api semi cepat.

Kereta api bahkan sudah merencanakan meningkatkan kecepatan rata-rata kereta api untuk waktu yang lama. Dengan penambahan gerbong tersebut, KA Vande Bharat akan beroperasi dengan kecepatan 160 km per jam.

Nantinya kereta berteknologi seperti itu bahkan tidak perlu melambat di jalur lengkung. Kereta secara otomatis bersandar ke dalam dan menyeimbangkan gaya yang diberikan dari luar yang juga mempertahankan gaya sentrifugal.

Saat ini, Railways sangat fokus menggunakan gerbong LHB yang memiliki umur sekitar 35 tahun. Bus LHB dianggap lebih aman jika terjadi kecelakaan, dan kereta api terus mengganti gerbong ICF lama dengan gerbong LHB.

Sebelumnya, perkeretaapian berencana mengoperasikan KA baru dengan gerbong ringan dengan nama Train-20, yang diusulkan dioperasikan dengan gerbong tidur, bukan gerbong kursi. Namun sekarang perkeretaapian memutuskan untuk menambah gerbong ini di Kereta 18 Vande Bharat Express yang ada saat ini saja.

Baca juga: Vande Bharat Express, Hubungkan Seluruh India dalam Waktu 75 Minggu

Sesuai dengan sumber, kereta api juga berencana untuk memperkenalkan kereta baru dengan teknologi Hyperloop yang akan sepenuhnya didasarkan pada operasi vakum yang memungkinkan kereta berjalan dengan kecepatan tinggi.

Bus Tua Bekas Layanan Kereta Api Selandia Baru Diubah Jadi Rumah Berjalan

Sebuah bus bekas layanan kereta api Selandia Baru yang memiliki sejarah kecelakaan kini menjadi rumah berjalan keluarga bagi Mark dan Inggrid O’Connell. Selain luas, bus yang dikonversi menjadi rumah ini juga ringan saat dikemudikan untuk perjalanan jauh. Pasangan suami istri ini diketahui membeli bus tersebut dari NZRRS pada awal 1980-an seharga $2450.

Baca juga: Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

Bisa dikatakan, bus ini dibeli 13 tahun setelah terlibat kecelakaan serius di Ngarai Kawarau dekat Cromwell ketika salah satu dari dua bus itu jatuh ke lubang terbuka di jalan karena hujan lebat. KabarPenumpang.com merangkum stuff.co.nz (3/1/2022), meski usia bus cukup tua, tetapi rangkanya sebagain besar masih asli dan Mark berencana mempertahankannya selama masih bisa digunakan.


Mark dan Ingrid O’Connell menikmati bus mereka yang lapang. Foto: Valentina Bellomo/Stuff

Bus tersebut memiliki kursi dan rak berjenjang yang dilepas Mark. Bahkan setiap tahun pasangan suami istri tersebut telah merombak bagian dalam bus dengan menambahkan dapur, sofa, bantal, tempat tidur, kompor gas, shower mandi, toilet dan pembakar kayu.

“Kami melakukan semuanya sendiri,” kata Ingrid.

Keduanya bersama empat anak serta enam cucu mereka sering kali menikmati perjalanan dengan bus tersebut di sekitar Pulau Selatan. Bus ini bukan hanya memiliki satu tempat tidur, tetapi ada enam termasuk dua tempat tidur gantung yang dalam menapung sepuluh orang.

Mereka bermalam di Marine Parade di Timaru dalam perjalan ke Motieka dan parkir di mana pun diizinkan. Meski tak resmi, pasangan O’Connell menyebut bus tersebut sebagai The Beddy. Inggri bahkan mengaku bila dirinya lebih memilih The Beddy dibandingkan rumah motor baru sebagai skylight. Mark, seorang tukang ledeng yang baru saja pensiun, menjaga bus lima roda lima liter dalam keadaan baik dan telah mengubah motor menjadi diesel.

Dua bus Kereta Api Selandia Baru yang sedang dalam konvoi menabrak hanyut di Ngarai Kawarau, dekat Cromwell, pada tahun 1967. Dua penumpang tewas. Bus di latar depan adalah yang sekarang dimiliki oleh keluarga O’Connells. Foto: Kete Christchurch/Stuff

“Motor bensin melakukan lima mil ke galon (Inggris) (56 liter per 100 kilometer), diesel melakukan sekitar 20 mil ke galon (14,1 liter per 100 kilometer).”
Masih memiliki dasbor dasar asli dengan speedometer, dalam mil, dan pengukur suhu/bahan bakar yang juga memiliki lampu peringatan untuk generator dan oli. Papan nama di depan bus masih memiliki tujuan aslinya. Halus dan ringan dikendarai seperti mobil,” kata Mark.

Pasangan yang bertemu 40 tahun lalu di kelas dansa ballroom memiliki petualangan aneh di The Beddy. Sebuah pegas pecah di bawah bus ketika Ingrid mengemudi di jalan sempit sekali, mereka juga membawanya di Rainbow Rd antara Hanmer dan St Arnaud tanpa menyadari “jalur kambing” tidak cocok untuk kendaraan seperti itu, kemudian mereka menabrak batu yang disamarkan oleh semak .

“Kami terjebak di sebuah paddock di Piano Flat, Waikaia, Riversdale. Kami mengeluarkannya dengan banyak sumpah serapah, mendongkrak, dan menggali, ”kata Mark.

Baca juga: Hidup di Jalan, Pasangan Muda Rombak Bus Tua Jadi Rumah

Ingrid menunjukkan bus tidak akan tetap berjalan jika bukan karena Mark dan “kecerdikan Kiwi”. Mereka menyelesaikan sekitar 3000 kilometer per tahun dengan rem yang paling membutuhkan perhatian. Saat tidak bepergian, mereka sibuk dengan proyek lain di Dunedin termasuk mengubah gereja menjadi tempat pesta dan pernikahan atau mengumpulkan traktor dan penggali.

Kurangi Emisi Karbon dan Beri Manfaat Lebih Pada Warganya, 9 Negara Ini Gratiskan Biaya Transportasi Umum

Mendengar kata gratis siapa sih yang tidak mau? Sepertinya hampir semua orang suka dengan yang gratis. Nah, bagaimana jika Anda saat naik transportasi umum tidak mengeluarkan biaya?

Baca juga: Di 2020, Luksemburg Jadi Negara Pertama yang Gratiskan Transportasi Massal di Dunia

KabarPenumpang.com merangkum timesofindia.indiatimes.com (29/12/2021), ada sembilan kota di dunia yang menggratiskan biaya transportasi umum. Penasaran kota apa saja? Yuk cek di bawah ini.

Chambly, Kanada
Pinggiran kota Chambly, dan kotamadya lain di Pesisir Selatan Montréal, menawarkan transportasi umum gratis kepada penduduk mulai 2012. Layanan ini tidak hanya membantu mengurangi kemacetan di jaringan jalan, tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca dan membuat semakin banyak orang untuk bepergian dengan transportasi umum.

Luksemburg
Kota ini mulai memberikan layanan transportasi umum gratis pada penduduknya 29 Februari 2020. Dari laporan yang beredar, keputusan tersebut diambil karena masalah lingkungan.

Tallinn, Estonia
Tallinn di Estonia mulai menawarkan transportasi umum gratis dari tahun 2013, dan ini menunjukkan bahwa itu telah sukses besar. Sistem ini telah memotivasi ribuan orang Estonia untuk mendaftar sebagai penduduk kota dan memanfaatkan fasilitas itu. Bahkan fasilitas tersebut membantu menghasilkan sekitar 38 juta euro tambahan dalam pajak lokal.

Avesta, Swedia
Kota Avesta telah menggunakan jaringan transportasi umum gratis selama delapan tahun hingga sekarang. Keputusan untuk memulai layanan transportasi umum gratis tersebut dibuat terutama untuk mempromosikan cara bepergian yang lebih ramah lingkungan. Sejak sistem transportasi menjadi gratis, layanan bus meningkat 200 persen.

Dewsbury, Inggris Raya
Orang-orang di Dewsbury telah memanfaatkan transportasi umum gratis sejak 2009. Mereka menggunakan FreeTownBus, yang merupakan layanan bus gratis yang berhenti di area perbelanjaan utama. Juga dikenal dengan nama FreeCityBus, layanan ini ditawarkan di kota-kota lain di West Yorkshire County.

Perth, Australia
Salah satu kota di Australia ini menawarkan layanan transportasi gratis untuk masyarakatnya hanya pada zona tertentu. Sehingga jika mereka ingin dapat manfaat dari layanan itu, masyarakat harus naik atau turun dalam zona tertentu. Sebab jika tidak, mereka akan dikenakan biaya perjalanan.

Clemson, AS
Di Carolina Selatan, kota-kota Clemson, Universitas Clemson, Pendleton, Central, dan Seneca, serta pemerintah federal dan Departemen Transportasi Carolina Selatan telah berkumpul untuk mendanai Transit Area Clemson, yang merupakan layanan bus gratis dan lebih umumnya dikenal sebagai CAT Bus. Kabarnya, layanan ini dimulai pada 1996, yang melintasi delapan rute.

Samokov, Bulgaria
Layanan angkutan umum gratis tersebut pertama kali diluncurkan pada 2006 untuk lansia dan pelajar. Layanan ini kemudian diperpanjang pada tahun 2008 untuk mencakup semua pengguna transportasi umum di kota Samokov dan semua biaya operasional ditanggung oleh kota itu.

Baca juga: Pemkot Berlin Luncurkan Layanan Transportasi Umum Gratis untuk Pelajar

Mariehamn, Finlandia
Ini adalah ibu kota Land, yang merupakan pulau otonom milik republik Finlandia. Kotamadya Mariehamn menawarkan transportasi umum gratis kepada pengunjung dan penduduk. Layanan ini dikelola oleh perusahaan Röde Orm, yang didirikan pada tahun 2000.

Lama Tak Beroperasi, KRL TM 5000 Jadi Bahan Sorotan Penggemar Kereta Api

Isu soal KRL seri TM 5000 yang berada di jalur 2 Stasiun Depok Baru masih dibahas hingga saat ini. Setelah info soal langsiran KRL di Depo KRL Depok kemarin, seri TM 5000 ini jadi sorotan Railfans. Pasalnya ada yang menginformasikan soal penarikan rangkaian dari Stasiun Depok Baru menuju Depo KRL Depok.

Baca juga: KRL Rusak Dilangsir oleh ‘Sang Penolong’

Ramai dibahas di aplikasi chat Whatsapp menambah pembahasan dan pertanyaan yang menghujanin grup Railfans tersebut. “Memangnya hari ini TM 5000 mau dibawa ke Dipo Depok?”, tulis salah satu Railfans penasaran.

Ini Penyebab KRL seri TM 5000 Sudah Tidak Dioperasikan
KRL seri TM 5000 ini memang sudah lama berada di jalur 2 Stasiun Depok Baru. Dan sama sekali tidak dioperasikan kembali, padahal masa habis dinasnya adalah pertengahan bulan tahun 2022. Penyebab tidak dioperasikannya kembali karena tersandung penyelewengan dana saat didatangkannya KRL ini.

Dikutip dari nasional.tempo.co bahwa bermula ketika perusahaan asal Jepang, Sumitomo, menghibahkan 60 unit KRL bekas ke pemerintah Indonesia yang terdiri atas 30 unit KRL seri 5000 milik Tokyo Metro dan 30 unit KRL bekas seri 1000 seri Toyo Rapid Railway pada tahun 2006 – 2007.

Dalam perjanjian hibah antara pemerintah Indonesia dan Sumitomo, KRL tersebut juga harus dikirim oleh Sumitomo dengan biaya yang dibebankan kepada penerima hibah. Akibatnya, Sumitomo mendapatkan proyek pengiriman KRL bekas tersebut tanpa tender. Kemudian KPK menemukan penggelembungan anggaran dalam biaya kirim KRL. Dari 48 miliar rupiah biaya kirim dan asuransi KRL tersebut, KPK menduga telah terjadi mark up hingga 11 miliar rupiah.

Sumino Eko Sapotro yang bekerja seorang di Dirjen Perkeretaapian dianggap bertanggungjawab sekaligus menjadi tersangka dalam perbuatan tersebut dan melangggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-undang 31 tahun 99 sebagaimana dirubah dalam Undang-undang 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca juga: Railfans Harus Tahu, Ini Jawaban Mengapa Jalur 1 atau 2 di Stasiun KRL Terkadang Berlawanan Arah

Jadi itulah penyebab kenapa KRL TM 5000 sudah 2 tahun lebih tidak dioperasikan sebelum masa dinasnya habis. Sekarang KRL tersebut teronggok tak berdaya di jalur 2 Stasiun Depok Baru menunggu jembutan KRD Penolong ke Depo KRL Depok yang selanjutnya akan di “rumahkan” di Stasiun Pasirbungur selamanya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Penggemar Bus Patah Hati? Touring Solusinya

Self healing terlebih setelah mengalami pahitnya putus cinta memang banyak caranya. Anda bisa makan sepuasnya, marathon film, curhat ke sahabat, atau hal-hal lain yang bisa membuat lekas move on. Tapi, nampaknya bagi para penggemar bus, touring adalah sebaik-baiknya self healing terutama bagi yang baru saja putus cinta.

Baca juga: Bagi Penggemar Bus, Sebutan Mudik adalah Touring

Ignatius Sindhu, seorang penggemar bus membagikan ceritanya kala dirinya dirundung pilu selepas patah hati. Luka batin yang Ia alami membuatnya harus tetap menjalani kehidupan ini. Ignatius tak mau berlama-lama tenggelam meratapi kandasnya hubungan cinta yang Ia jalani.

Foto: Ignatius Sindhu

Karawang – Denpasar jadi obat patah hati baginya. Perjalanan ini tentu menggunakan bus. Terlepas di tempat tujuan hanya sebentar, dirinya menitikberatkan pada sensasi perjalanan yang ia lakukan sebagai pelipur lara yang Ia rasakan.

“Waktu itu saya habis patah hati, kebetulan. Jadi emang mau nenangin perasaan yang lagi gak karuan” ujar Sindhu memulai ceritanya.

“Karawang – Denpasar jadi destinasi perjalanan saya. Saya sebenarnya juga penasaran sama bus-bus di jalur ini. Mulai deh lihat-lihat trip report di youtube,” tambahnya.

Perjalanan yang dilakukan Sindhu tidak menggunakan satu bus saja untuk ke Denpasar, melainkan estafet. Estafet yang dimaksud adalah menggunakan beberapa bus dengan dari satu kota ke kota lainnya, bukan menggunakan bus yang langsung turun di Denpasar.

Foto: Ignatius Sindhu

“Waktu itu saya estafetan ke Denpasar. Jadi dari Karawang naik Sudiro Tungga Jaya ke Solo, dari Solo lanjut ke Denpasar dengan bus Mansion. Saya sampai Denpasar jam 07.30 pagi, siangnya langsung balik lagi ke arah barat. Ke Kudus naik Surya Bali sekitar jam 12 siang. Jadi ya di pulau dewata gak sampai lima jam,” ujar Sindhu.

Baca juga: Elora Azalia, Penggemar Bus Perempuan – “Cinta Bus Sejati Tanpa Mencari Sensasi”

“Saya rasa ketimbang melarikan diri dengan cara negatif, mungkin naik bus jadi pilihan untuk mengobati patah hati, terlebih saya ini kan juga seorang penggemar bus. Melampiaskan kekecewaan dengan pergi ke tempat yang belum pernah dituju dengan naik bus, dengan melupakan sejenak apa yang sedang terjadi. Buat saya benar-benar bisa jadi obat patah hati saya,” ungkapnya. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)

18 Bulan Layanan Ditunda, Kapal Ferry Legendaris ini Kembali Berlayar Hubungkan AS dan Kanada

Setelah 18 bulan layanan ditangguhkan karena pandemi corona, Black Ball Ferry Line akhirnya kembali berlayar untuk menghubungkan pantai Semenanjung Olimpiade atau Olympic Peninsula di Amerika Serikat dengan Victoria, British Columbia di Kanada. Bahkan kembalinya layanan ini membuat komunitas di Port Angeles Bersorak dan menyambut penumpang pertama yang datang dari Kanada saat mereka turun dari kapal ferry.

Baca juga: Stena Hollandica, Inilah Kapal Ferry Terbesar dengan Fasilitas ala Kapal Pesiar

Kapal yang dioperasikan oleh Black Ball Ferry Line adalah M.V. Coho yang ikonik M.V. Coho adalah kapal ferry tunggal yang berlayar di rute Port Angeles ke Victoria. Untuk diketahui, dalam 60 tahun pelayanannya, M.V. Coho telah mengangkut jutaan mobil dan penumpang. Dilansir KabarPenumpang.com dari peninsuladailynews.com (3/1/2022), rute ini penting bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan.

Hal ini karena lalu lintasnya juga mempromosikan pariwisata dan merangsang kemajuan ekonomi lokal. Menurut sebuah studi dampak ekonomi 2019, rute ferry M.V. Coho memasukkan rata-rata lebih dari $5 juta sebulan ke Clallam County. Ini adalah tanggung jawab yang dianggap serius oleh Black Ball Ferry Line menurut salah satu pemilik dan VP Pemasaran Ryan Malane.

“Penting bagi kami untuk mempertahankan kru dan menjaga M.V. Coho dalam kondisi operasi terbaik, bahkan saat kami dimatikan. Kami akan membawa kapal keluar setiap enam minggu dan mengerjakan mesin sehingga kami akan siap untuk pergi segera setelah perbatasan dibuka kembali,” jelas David Booth, CFO dan salah satu pemilik Black Ball Ferry Line.

Selama pandemi, First Fed membantu usaha kecil memanfaatkan bantuan pemerintah melalui pinjaman Paycheck Protection Program (PPP) dan Main Street Lending Program.

“Penting bagi kami untuk mendukung bisnis lokal yang membangun komunitas kami. Black Ball Ferry Line menyediakan layanan yang signifikan ke Semenanjung Olimpiade dan tetangga kami di Kanada. Kami merasa terhormat untuk membantu memfasilitasi pinjaman mereka untuk mendukung mereka selama pandemi,” kata Andrew Korchemniy, Manajer Hubungan Komersial First Fed.

Setelah bekerja dengan First Fed dalam program pinjaman, Black Ball Ferry Line mengalihkan akun penggajian dan setoran langsung mereka ke First Fed juga.

“Kami menyukai komitmen First Fed untuk berinvestasi di perusahaan komunitas. Mereka sangat ramah dan penuh perhatian, yang bukan sesuatu yang kami temukan dengan bank lain,” kenang Malane.

Situs web Black Ball Ferry Line berfungsi lebih dari sekadar tempat yang nyaman untuk membuat reservasi dan membeli tiket ferry. Itu juga terus diperbarui dengan persyaratan pengujian Covid terbaru untuk melintasi perbatasan serta menyediakan paket dan layanan perjalanan untuk perjalanan begitu Anda mendarat.

“Anda bisa mendapatkan beberapa penawaran terbaik yang pernah Anda lihat saat menginap di Victoria sekarang melalui penawaran paket kami. Hotel-hotel tersebut telah benar-benar merangkul pasar AS yang kembali ke Victoria. Mereka menawarkan beberapa harga fenomenal kepada kami yang kami berikan kepada pelanggan,” kata Malane.

Baca juga: Fukuoka ke Osaka Bisa Naik Kapal Ferry yang Punya Fasilitas Pemandian Air Panas

Saat ini ferry beroperasi pada jadwal normal mereka untuk musim dingin, dua perjalanan pulang pergi per hari. Meskipun penting untuk berhati-hati saat bepergian, perencanaan yang tepat dapat membantu memastikan pengalaman yang aman dan menyenangkan. Dari informasi penyeberangan perbatasan terbaru hingga paket hotel, orang-orang di Black Ball Ferry Line dengan senang hati membantu merencanakan perjalanan Anda.

Untuk diketahui, spesifikasi M.V. Coho yakni Length: 104 m, Draft: 3.84 m, Beam: 22 m, Owner: Black Ball Transpot dengan Capacity: 110 vehicles yang mampu menampung + 1,000 penumpang. Kapal ini diluncurkan pada 25 Mei 1959 dan memiliki kecepatan 15 kn (17 mph; 28 kpj)