JR East Uji Coba Layanan “Gerbong Kantor” di Kereta Cepat Shinkansen

Dampak pandemi telah mempengaruhi cara kerja banyak orang, di Jepang misalnya, coworking space kembali jadi rujukan setelah tren Covid mulai melandai, dan salah satu yang unik dilakoni perusahaan kereta JR East, yang melakukan uji coba layanan ‘gerbong kantor” pada kereta cepat Shinkansen.

Baca juga: Moha 510, Kereta Retro di Stasiun Miyazaki yang Berubah Jadi Coworking Space

East Japan Railway Company memenuhi permintaan gaya kerja baru dengan meluncurkan gerbong kantor untuk jalur kereta peluru shinkansen tertentu yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah utara dan tengah Negeri Sakura tersebut. KabarPenumpang.com melansir japantimes.co.jp (22/11/2021), mereka menghadirkan gerbong kantor tanpa adanya biaya tambahan dan hanya beroperasi saat hari kerja.

Gerbong kantor ini ada di rangkaian nomor delapan di jalur Tohoku, Joetsu dan Hokuriku. Di dalam kereta pun, penumpang bisa berbicara di telepon dan berpartisipasi dalam rapat online di tempat duduk mereka.

“Kami ingin mendukung cara kerja baru yang tidak terikat waktu dan tempat,” kata seorang pejabat di JR East.

Pejabat itu mengatakan, gerbong kantor dengan gaya kerja baru akan memulai layanan setelah uji coba dinyatakan sukses. Media lokal diberikan akses di dalam kereta peluru Hokuriku yang sedang berjalan pada hari Senin, di mana sebuah stiker bertuliskan “gerbong kantor” telah ditempatkan di pintu mobil No. 8 dan penumpang yang menjelaskan layanan tersebut ditempatkan di kursi.

Seorang anggota staf JR East mendemonstrasikan bagaimana dia bekerja dari jarak jauh, menggunakan headphone peredam bising. Penumpang juga dapat meminjam “kacamata pintar” yang memproyeksikan isi layar laptop mereka ke dalam lensa khusus yang dikenakan di wajah. Di kereta peluru di jalur Tohoku, penumpang juga dapat menggunakan pembatas kecil untuk meletakkan kursi dan meja mereka secara gratis.

Tindakan serupa sedang dipertimbangkan untuk jalur Hokuriku dan Joetsu. JR East berharap layanan baru ini akan membantu mendorong perjalanan “kerja” di mana orang menggabungkan pekerjaan online dengan perjalanan sambil juga merangsang permintaan untuk perjalanan bisnis, dimana kesemuanya menurun drastis selama pandemi.

Untuk menjaga kenyamanan, ruang kerja tidak akan tersedia pada akhir pekan, hari libur nasional dan selama periode liburan Tahun Baru. Saat ini, tampilan dan desain gerbong kantor dan kursi tidak akan berubah, tetapi JR East mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk merombaknya di masa mendatang.

Baca juga: JR East Hadirkan Kompartemen ‘Kantor’ pada Kereta Cepat Shinkansen Tohoku

Central Japan Railway Company dan West Japan Railway Company juga telah menguji coba pengenalan ruang kerja di dalam kereta sejak Oktober di kereta superexpress Nozomi di jalur Sanyo Shinkansen dan Tokaido Shinkansen yang melintasi kota-kota besar Jepang seperti Tokyo, Nagoya, Osaka dan Fukuoka.






















Mulai 29 November, WNI ke Singapura Bebas Karantina Lewat Kebijakan VTL! Simak Syaratnya

Wisatawan asal Indonesia akhirnya diizinkan masuk Singapura tanpa karantina mandiri 14 hari mulai 29 November mendatang di bawah kebijakan Vaccinated Travel Lane (VTL). Meski begitu, traveler harus melengkapi semua syarat yang diwajibkan otoritas Singapura.

Baca juga: Bepergian ke Singapura Saat PPKM Level 4-Pembatasan Sosial (Di Singapura), Ini Tahapannya

Singapura dikenal ketat dalam melakukan berbagai langkah pencegahan penularan Covid-19. Saking ketatnya, negara tersebut bahkan sampai tidak menghitung warga yang sudah divaksin Sinovac (yang notabene keampuhannya masih dipertanyakan) ke dalam data capaian vaksinasi nasional.

Tak cukup sampai di situ, otoritas Singapura juga ketat melakukan screening terhadap warga negara asing yang hendak masuk; khususnya asal Indonesia. Sesampainya di sana dan menjalani karantina mandiri selama 14 hari, otoritas tidak kendur dan selalu mengawasi tamu asing dengan ketat.

Namun, mulai tanggal 29 November 2021 nanti, wisatawan asal Indonesia sudah dibebaskan dari kewajiban karantina mandiri di Singapura. Hanya saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat ini sebetulnya mirip-mirip dengan syarat masuk wisatawan asing di luar skema VTL beberapa waktu lalu.

Dilansir laman resmi otoritas kesehatan Singapura, wisatawan asal Indonesia bebas masuk Singapura di bawah skema VTL tanpa karantina mandiri 14 hari harus berada di Indonesia (tidak pernah ke luar negeri) minimal 14 hari sebelum keberangkatan ke Singapura.

Baca juga: Bukti Ketatnya Karantina Mandiri di Singapura, Swab Antigen Sendiri dan Ditelepon Petugas Tiap Hari

Menunjukkan pre-departure test dengan hasil test PCR atau rapid antigen negatif dua hari sebelum keberangkatan. Kemudian melakukan pendaftaran dan pembayaran di muka untuk on arrival test di Changi Airport.

Ketika sampai, wisatawan harus menunjukkan bukti vaksinasi dua dosis sesuai standar WHO melalui aplikasi PeduliLindungi. Sebagai catatan, bagi anak di bawah usia 12 tahun yang belum divaksinasi, mereka tetap dapat masuk Singapura tanpa karantina dengan mematuhi ketentuan VTL dan dalam pengawasan serta pendampingan oleh wisatawan VTL.

Sebelumnya, wisatawan bisa menggunakan penerbangan VTL yang ditentukan ataupun transit di negara VTL lain untuk mengambil penerbangan VTL ke Singapura. Perlu diingat, pada penerbangan transit, wisatawan VTL hanya diizinkan masuk Singapura jika transit di negara VTL, bukan di luar itu.

Kemudian, wisatawan juga harus mengajukan Vaccinated Travel Pass 7-60 hari sebelum tanggal keberangkatan, memiliki asuransi perjalanan nilai perlindungan sebesar SGD 30.000, melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes PCR di tempat tinggal, apartemen, ataupun hotel, dan melakukan pengisian SG Arrival Card dan Health Declaration tiga hari sebelum keberangkatan secara online.

Baca juga: Karantina 14 Hari di Singapura, Pasangan YouTuber Mantap Bikin Konten Begini

Terakhir, wisatawan asal Indonesia yang diizinkan masuk ke Singapura tanpa karantina mandiri selama 14 hari di bawah skema VTL, harus mengunduh dan mendaftarkan diri ke aplikasi Trace Together.

Semua syarat di atas tentu saja sangat fleksibel, mengikuti perkembangan pandemi virus Corona di seluruh dunia. Karenanya, bukan tak mungkin sewaktu-waktu syarat di atas berubah.

9 Maskapai Baru yang Lahir Selama Pandemi Covid-19, Dari Negara Mana Saja?

Ekuador resmi kedatangan maskapai baru, EquAir. Maskapai yang bermain di segmen berbiaya hemat (LCC) ini menambah daftar panjang maskapai baru yang lahir di tengah pandemi Covid-19, dimana banyak maskapai di dunia justru bangkrut.

Baca juga: Prediksi Airbus di 2040: Industri Penerbangan Butuh 39.000 Pesawat Baru dengan 550.000 Pilot

Dihimpun dari berbagai pemberitaan di KabarPenumpang.com, sejak pertama kali virus Corona menyebar luas di Cina akhir tahun 2019 dan ditetapkan menjadi pandemi oleh WHO pada Maret 2020, setidaknya sudah ada sembilan maskapai baru lahir.

Menjadi pioneer maskapai baru yang lahir di tengah pandemi virus Corona, Zipair Tokyo sangat percaya diri mengambil ceruk penerbangan antara Tokyo-Bangkok PP dan Tokyo-Seoul PP. Maskapai anak perusahaan Japan Airlines ini pertama kali beroperasi secara komersial pada 4 Juni 2020.

Di pertengahan bulan yang sama, Cina, melalui maskapai nasionalnya, China Eastern Airlines, mengumumkan maskapai baru bernama Sanya International Airlines.

Maskapai tersebut merupakan perjanjian kerangka kerja sama strategis antara China Eastern Airlines, Provinsi Hainan Transport Investment Holding Co, Sanya Development Holdings, Juneyao Air, dan Trip.com Group dengan modal terdaftar mulai dari CNY3 miliar (USD423,5 juta) hingga CNY6 miliar (USD847,1 juta).

Hanya saja, sampai detik ini, tidak ada informasi terkait kelanjutan maskapai baru tersebut. IATA dan ICAO juga belum merilis kode dari maskapai itu, menandakan bahwa maskapai belum beroperasi secara komersial.

Begitu juga dengan maskapai berbiaya hemat (LCC) Línea Aérea de Bandera del Perú atau LAPERU. Maskapai pertama sekaligus dan satu-satunya yang dimiliki Peru sampai detik ini masih berstatus planned atau rancangan, belum dikukuhkan dan beroperasi secara resmi. Padahal, LAPERU sudah ramai diberitakan sejak 11 November 2020.


Maskapai baru selanjutnya adalah Ecuatoriana Airlines. Maskapai yang berbasis Quito, Ekuador, itu sebetulnya sudah berdiri sejak Mei 1957, namun pada 2006 maskapai itu stop operasi akibat kesulitan keuangan.

Pada pertengahan Februari 2021, maskapai tersebut mengumumkan bangkit kembali. Disebutkan, paling lambat akan memperoleh Air Operator Certificate (AOC) pada Juni 2021 lalu dan beroperasi secara komersial tak lama setelahnya. Namun, belakangan maskapai mengaku baru akan beroperasi resmi pada awal 2022.

Maskapai baru kelima yang lahir selama pandemi virus Corona adalah Super Air Jet, Indonesia. Maskapai yang menyebut dirinya sebagai ultra LCC ini terbang perdana secara komersial pada 8 Agustus 2021. Maskapai ini digadang masih ada kaitannya dengan Rusdi Kirana, pendiri Lion Air Group. Tetapi, perusahaan membantah kabar tersebut.

Di bulan yang sama, miliarder India yang dijuliki ‘Warrant Buffet’, Rakesh Jhunjhunwala, dikabarkan tuntas mendirikan maskapai baru di segmen ultra LCC, Akasa Airlines. Tak tanggung-tanggung, miliarder yang dijuluki ‘Warren Buffet-nya’ India tersebut sampai menggandeng mantan CEO IndiGo dan Jet Airways, Aditya Ghosh, serta mantan petinggi maskapai Delta Airlines, Vinay Dube, untuk mensukseskannya.

Akasa Airlines belum lama ini mengumumkan pembelian 72 Boeing 737 MAX di tengah gelaran Dubai Air Show menjadikannya sebagai maskapai India pertama yang memesan pesawat itu. Sampai saat ini, maskapai belum terbang secara komersial. Tetapi, ditargetkan tahun ini atau dalam waktu dekat itu akan terjadi.

Maskapai baru ketujuh yang lahir selama pandemi virus Corona adalah ITA Airways, Italia. Maskapai yang lahir sebagai pengganti Alitalia yang dibangkrutkan itu diumumkan berdiri pada 15 Oktober 2021. Tak lama berselang, maskapai sukses melakoni penerbangan perdana.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Maskapai Saat Terima Pesawat Baru

Maskapai baru kedelapan adalah Bonza. Maskapai ultra LCC asal Australia ini lahir pada akhir Oktober 2021 lalu. Ditargetkan penerbangan perdana akan berlangsung pada awal 2022 mendatang.

Adapaun maskapai baru terakhir yang didirikan selama pandemi Covid-19 adalah EquAir. Maskapai asal Ekuador ini berencana melakoni penerbangan perdana pada 20 Desember mendatang antara Quito dan Guayaquil serta Quito dan Galapagos. Semuanya rute domestik.

Super Air Jet Buka Penerbangan dari Jakarta ke Bali dan Lombok, 1x Sehari

Masuk ke layanan di kawasan Indonesia Tengah, maskapai berbiaya rendah Super Air Jet resmi membuka penerbangan ke Bandara Lombok Praya dan Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai 18 November 2021. Penerbangan perdana (inaugural flight) Super Air Jet disambut dengan seremoni penyiraman air (water salute) ketika pesawat memasuki apron bandara.

Baca juga: Semburan “Water Salute,” Penanda Tibanya Penerbangan Perdana

Di Bandara Lombok Praya, penerbangan perdana Super Air Jet disaksikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, General Manager Bandara Lombok Nugroho Jati, dan Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Kualitas Super Air Jet Capt. Dodi Arifin.

Penerbangan perdana Super Air Jet ke Bandara Lombok Praya dari Jakarta pada Kamis (18/11) mendarat pukul 12.30 WITA dengan nomor penerbangan IU-762 yang membawa 179 penumpang , sedangkan penerbangan perdana Super Air Jet ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dari Jakarta dengan nomor penerbangan IU-754 mendarat pada pukul 18.39 WITA dan berangkat kembali dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali ke Jakarta pukul 19.19 WITA dengan menggunakan pesawat Airbus A320 yang dapat menampung 180 penumpang.

Dari siaran pers yang diterima, pada tahap awal, Super Air Jet rute Jakarta-Lombok-Jakarta terbang satu kali kali setiap hari. Dari Jakarta (CGK), pesawat ini berangkat pukul 09.35 WIB dan tiba di Lombok pukul 12.30 WITA, sedangkan dari Lombok berangkat pukul 13.10 WITA dan tiba di Jakarta (CGK) pukul 14.05 WIB. Begitu juga Super Air Jet rute Jakarta-Denpasar-Jakarta terbang satu kali setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta (CGK) 14.45 WIB dan tiba di Denpasar (DPS) pukul 17.35 WITA, sedangkan dari dari Denpasar berangkat pukul 18.15 WITA dan tiba di Jakarta (CGK) pukul 19.10 (WIB).

Sebelumnya, Super Air Jet juga telah melakukan penerbangan perdananya ke Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo pada 10 November 2021 dengan rute Jakarta (CGK) – Yogyakarta (YIA) – Jakarta (CGK) dan waktu keberangkatan dari Jakarta (CGK) pukul 10.30 WIB, tiba di Yogyakarta (YIA) pukul 11.40 WIB. Sedangkan keberangkatan dari YIA pukul 12.30 dan tiba di CGK pukul 13.40 WIB.

Baca juga: Bedah Maskapai Baru “Super Air Jet,” Seragam Pramugari Tak Biasa dan Milenial Banget

Super Air Jet menggunakan pesawat jenis Airbus 320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi dan bagasi gratis 20 KG. Selain itu, Super Air Jet menawarkan hiburan gratis seperti menonton film, games, e-Magazine, dan mendengarkan podcast dan menonton vlog yang dapat diakses dari Handphone saat terbang.






















Revitalisasi Bandara Halim-Bangun Uji Kendaraan di Bekasi, Ini Outlook Kebijakan Transportasi 2022

Kementerian Perhubungan akan merampungkan pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) dan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Hadirkan Kartu dan Aplikasi Integrasi Transportasi, JakLingko Punya Banyak Paket Tarif Hemat

“Hal tersebut menjadi arah kebijakan pembangunan transportasi pada tahun 2022, dalam rangka meningkatkan daya saing global serta berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada acara Indonesia Economic Outlook 2022 dengan tema “Arah Kebijakan Pembangunan Transportasi Nasional 2022”, Rabu (24/11).

Lebih lanjut, Budi Karya berujar, sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022, program prioritas pembangunan infrastruktur transportasi telah disusun berdasarkan skala prioritas pembangunan.

Skala prioritas itu di antaranya melanjutkan pengembangan infrastruktur konektivitas yang produktif, memastikan pemenuhan Proyek Prioritas Nasional dan Prioritas Strategis Nasional (PSN), mendukung pemerataan pembangunan nasional, mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di sektor transportasi, serta memastikan keberlanjutan layanan transportasi bagi masyarakat dengan mengedepankan aspek kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan transportasi.

Guna percepatan pemulihan ekonomi nasional, sambung Menhub, maka pembangunan juga diarahkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur padat karya yang mendukung kawasan industri dan pariwisata, dan didukung dengan peran swasta.

“Kami sangat mendukung peran penting swasta dalam mengoptimalkan pembangunan melalui pembiayaan kreatif, untuk mengurangi ketergantungan terhadap APBN yang terbatas,” jelasnya.

Proyek pembangunan melalui pembiayaan kreatif merupakan proyek yang memenuhi kelayakan secara ekonomi dan finansial. Baik itu melalui skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP) dalam pengelolaan infrastruktur transportasi, penugasan kepada BUMN, serta Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan kontribusi pemerintah dalam pengadaan lahan dan pembiayaan sebagian kontruksi.

Sejumlah pembangunan melalui pembiayaan kreatif pun telah dilaksanakan Kemenhub, seperti pengoperasian Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Anggrek, pengembangan Bandara Komodo, serta pembangunan jalur kereta api Makasar-Parepare.

Di tahun 2022, beberapa proyek stretegis nasional seperti revitalisasi Bandara Halim Perdana Kusuma, pembangunan Pelabuhan New Ambon dan New Palembang serta pembangunan Proving Ground Uji Kendaraan di Bekasi, bakal dimulai. Semua itu diharapkan dapat mendorong percepatan dan akselerasi pembangunan.

Secara umum, kebijakan infrastruktur transportasi Tahun 2022, diarahkan untuk mewujudkan konektivitas nasional dan efisiensi logistik, meningkatkan kinerja pelayanan pada semua moda transportasi umum dengan indikator keberhasilan tercapainya Indeks Kepuasan Masyarakat dan tingkat On Time Performace (OTP), dan meningkatkan keselamatan transportasi, sebagai upaya menuju zero accident.

Baca juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia

Adapun sejumlah capaian kinerja sektor perhubungan pada semester pertama tahun 2021 termasuk telah terbangunnya sistem angkutan umum massal perkotaan pada beberapa kota aglomerasi, penambahan panjang jalur kereta api menjadi 6.326 Km’sp, moderinisasi beberapa pelabuhan strategis, pembangunan 10 bandara baru, serta penambahan rute angkutan tol laut dan jembatan udara.

Pemerintah memperkirakan kondisi perekonomian nasional, pada tahun 2022 berangsur pulih dan tumbuh, seiring dengan keberhasilan penanganan Covid-19. Kondisi tersebut membuka jalan untuk mengakselerasi pergerakan ekonomi yang lebih ekspansif pada tahun 2022.

Antena MIMO+ Tingkatkan Konektivitas Mobile Broadband di Kereta Api

0

Antena SENCITY Rail MIMO+ Rooftop dirancang untuk mendukung potensi throughput data tinggi 4G dan 5G melalui koneksi kereta. Kehadirannya ini akan memungkinkan penumpang melakukan aktivitas digital mereka dengan mulus di dalam kabin.

Baca juga: Hebat, Ternyata Telepon Umum di Jepang Bisa Kirim Email ke Telepon Seluler

Hal ini dapat dicapai dengan memanfaatkan teknologi MIMO (multiple input, multiple output) yang adalah suatu fungsi dan telah didukung oleh sebagian besar radio kereta api modern serta jaringan umum seluler. KabarPenumpang.com melansir globalrailwayreview.com (22/11/2021), dengan didukung teknologi polarisasi ganda, antena SENCITY Rail MIMO+ Rooftop dapat terhubung ke infrastruktur stasiun pangkalan saat bergerak dengan dua aliran sinyal yang sangat terpisah, yang sangat meningkatkan kemungkinan mencapai kondisi MIMO.

Kemudian ini menghasilkan peningkatan rata-rata data-throughput, saat terhubung ke jaringan seluler publik, dengan memaksimalkan algoritme MIMO canggih yang ada pada chipset radio. Untuk layanan konektivitas penumpang, serta layanan sinyal dan kontrol di kereta.

Adanya ini membuat operator sekarang akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan kecepatan konektivitas di seluruh perjalanan. Tak hanya itu, pengalaman digital on-board yang lebih mulus dapat dicapai tanpa perlu pemasangan infrastruktur trackside khusus yang mahal.

“Pasar kereta api sangat mengantisipasi pemanfaatan teknologi MIMO secara maksimal sejak teknologi ini pertama kali diperkenalkan dengan 3G. Sejak itu, operator kereta api dihadapkan pada tantangan bagaimana membuat kecepatan MIMO throughput tinggi menjadi kenyataan dalam sistem komunikasi kereta-ke-darat yang mengandalkan jaringan seluler publik,” kata Daniel Montagnese, Head of Product Management Antennas di HUBER+SUHNER.

Daniel menambahkan, selama proses desain, mereka menilai antena dengan pengujian drive telah menunjukkan peningkatan nyata dalam jumlah kondisi saluran terutama di daerah pedesaan. Sehingga ini sangat meningkatkan kemungkinan MIMO mengarah ke tingkat throughput data keseluruhan yang jauh lebih tinggi.

Baca juga: Saat Kereta Terintegrasi Internet of Things

Dia menambahkan, atap kereta adalah lingkungan yang kompleks dan menantang. Oleh karena itu ketangguhan sama pentingnya dengan kinerja. Antena MIMO+ juga dirancang untuk perlindungan tegangan tinggi dan arus tinggi guna memastikan bahwa energi saluran catenary tidak melewati kabel RF pada antena dan masuk ke kabin kereta, yang akan menjadi bencana bagi peralatan elektronik yang sensitif dan penumpang. Antena SENCITY Rail MIMO+ Rooftop juga memenuhi standar perlindungan kebakaran dan lingkungan berkualitas tinggi.






















Jawara Kapasitas Kursi Terbanyak Maskapai Asia-Pasifik Sepanjang Musim Panas 2021, Lion Air Runner Up

Industri dirgantara global terus merangkak pulih, termasuk di Asia-Pasifik. Laporan Take Off 2021 OAG atau Official Aviation Guide of the Airways baru-baru ini menunjukkan, terdapat lima maskapai di kawasan yang menawarkan kursi penerbangan terbanyak kepada penumpang sepanjang musim panas tahun 2021, mulai dari 28 Maret 2021 – 30 Oktober 2021, dengan closing date per 20 September.

Baca juga: Selain Sabet Rute Domestik Tersibuk, Ini Sederet Prestasi Penerbangan Indonesia di Februari 2021

Menariknya, bertengger di posisi kedua ada maskapai asal Indonesia yang kondang di segmen LCC atau berbiaya rendah, Lion Air.

Dalam laman resmi OAG, Lion Air tercatat menawarkan kursi 13.700.385 atau 60 persen dari periode musim panas tahun 2019 atau pra pandemi, jauh di bawah IndiGo yang berada di puncak dengan tawaran kursi mencapai 37.541.924 atau 73 persen di banding periode tahun 2019.

Di posisi ketiga sampai kelima, berturut-turut ada All Nippon Airways (ANA) dengan total 13.640.518 kursi atau 43 persen dari periode tahun 2019, Japan Airlines dengan 13.542.817 atau 50 persen dari periode tahun 2019, dan Qantas dengan total hanya 7.615.954 kursi atau 43 persen dari periode yang sama tahun 2019.

Capaian di atas diraih maskapai dengan mengoperasikan jumlah armada yang sangat beragam. IndiGo diketahui hanya mengoperasikan 245 pesawat untuk jumlah ketersediaan kursi sebesar itu. Kemudian ada ANA dengan 252 pesawat, Japan Airlines dengan 156 pesawat, Qantas dengan 107 pesawat, dan yang terendah Lion Air hanya dengan 73 pesawat.

Menariknya, dari jumlah ketersediaan kursi terbanyak oleh lima maskapai di atas, hanya Lion Air Indonesia yang tidak dibantu oleh penerbangan internasional. Jadi, 13.700.385 kursi yang disediakan maskapai besutan Rusdi Kirana itu seluruhnya datang dari penerbangan domestik. Tidak ada maskapai lain dalam daftar Asia Pacific Top 5 Carrier versi OAG yang seperti itu.

Disebutkan, capaian ketersediaan kursi terbanyak sepanjang musim panas 2021 oleh IndiGo 95 persennya datang dari penerbangan domestik, sisanya dari penerbangan internasional. ANA, 89 persen datang dari sumbangsih penerbangan domestik dan sisanya internasional. Japan Airlines, 86 persen domestik dan sisanya internasional. Adapaun Qantas, 93 persen domestik dan sisanya internasional.

Lion Air juga mencatat jumlah kursi tersebut dengan hanya mengoperasikan 86 rute domestik, jauh di bawah rute yang dioperasikan sepanjang periode musim panas 2019 di angka 200 rute.

Baca juga: Ternyata Ini Pesawat Narrowbody dengan Mesin Terbesar di Dunia, Dioperasikan Citilink dan Lion Air

Akan tetapi, schedule volatility rate maskapai yang bersaudara dengan Super Air Jet, airline ultra LCC baru juga besutan Rusdi Kirana itu, jauh lebih tinggi dibanding yang lain mencapai 11,8 persen.

IndiGo, dengan ketersediaan kursi sebanyak itu, mengoperasikan rute sebanyak 458 dan schedule volatility rate 2,3 persen, ANA 128 rute dan schedule volatility rate -16,5 persen, Japan Airlines 104 rute dan schedule volatility rate -0,2 persen, serta Qantas Airways 100 rute dan schedule volatility rate 3,4 persen.

Tak Ada Masinis, PT KAI Siapkan Train Attendant di LRT Jabodebek

LRT Jabodebek yang ditargetkan beroperasi Agustus 2022 dan rencananya akan menggunakan sistem kendali otomatis sehingga melaju tanpa masinis. Karena tidak adanya masinis, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator telah menyiapkan sumber daya manusia yakni train attendant (prama atau prami kereta). Nantinya tugas train attendat adalah untuk memastikan pelayanan keselamatan dan keamanan selama perjalanan.

Baca juga: Pembebasan Lahan Tuntas, LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mengular 2021

“Meski LRT Jabodebek akan beroperasi tanpa masinis, nantinya terdapat dua orang petugas pada setiap rangkaian LRT Jabodebek yaitu satu orang train attendant dan satu orang security,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus yang dikutip dari siaran pers, Rabu (24/11/2021).

Joni menyebutkan tugas train attendent yakni memastikan segala sesuatu terkait LRT Jabodebek agar berjalan normal. Selain itu mereka juga akan membantu penumpang mendapatkan informasi serta memberikan pelayanan kepada penumpang.

Para train attendent nantinya juga selalu mobile di dalam kereta dan tidak mengoperasikan sarananya dalam operasi normal. Dia menjelaskan, hal ini karena pengoperasian LRT Jabodebek dilakukan secara operasional dari Operation Control Center (OCC) / Backup OCC secara terpusat.

“Pada saat terjadi gangguan, train attendant bertugas untuk mengemudikan dengan kecepatan terbatas dan membuka-tutup pintu LRT Jabodebek,” ujar Joni.

KAI saat ini sedang menyiapkan 123 orang Train Attendant untuk bertugas di 27 rangkaian kereta LRT Jabodebek (empat cadangan). Berbeda dengan masinis, train attendant juga harus mampu berbahasa Inggris. Ini karena selama perjalanan, train attendant akan berinteraksi langsung dengan para pelanggan.

Guna menjamin kualitas train attendant LRT Jabodebek, kualifikasi petugas train attendant tetap mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan No.4/2017 tentang Sertifikasi Kecakapan Awak Sarana Perkeretaapian. Sesuai Peraturan Menteri tersebut, syarat train attendant di antaranya harus sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna.

Sebelum dapat bertugas, para train attendant akan mendapatkan pelatihan selama 2,5 bulan di Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) Sofyan Hadi Bekasi. Jika telah menyelesaikan pelatihan dan lulus uji kecakapan, maka petugas Train Attendant akan mendapatkan sertifikat kecakapan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Baca juga: LRT Jabodebek Siap Uji Coba, Bagaimana Tarif, Headway dan Kapasitas Keretanya?

“Melalui persiapan yang matang untuk para petugas LRT Jabodebek, diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal bagi pelanggan untuk merasakan transportasi perkeretaapian urban yang paling maju di kawasan Ibu Kota,” tutup Joni.






















Dikelola Perusahaan India Selama 25 Tahun, Bandara Kualanamu Bakal Jadi Hub Internasional Barat Indonesia

GMR Airport, unit usaha dari GMR Infrastructure dikukuhkan sebagai pemenang tender dalam proyek pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang bernilai sekitar 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp85,5 triliun, termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

Baca juga: Garuda Indonesia Jadikan Kualanamu Hub Penerbangan Domestik Wilayah Barat dan Asia Tenggara

Selama 25 tahun ke depan, perusahaan asal India itu diberi hak untuk mengoperasikan dan mengembangkan Bandara Kualanamu menjadi hub wilayah barat Indonesia, bahu-membahu dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang selama ini menjadi hub utama Indonesia.

GMR Airports akan dibantu Angkasa Pura II (AP II) sebagai sebuah konsorsium di bawah perusahaan joint venture bentukan keduanya, PT Angkasa Pura Aviasi, dalam pola kemitraan 49:51. Perusahaan tersebut bertanggung jawab untuk mengembangkan, memperluas, dan mengoperasikan bandara.

Chairman GMR Group Energy and International Airports, Srinivas Bommidala, mengatakan, “GMR Airports Limited senang telah diumumkan sebagai pemenang tender untuk pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Kualanamu di Medan, Indonesia,” katanya.

“Proyek ini menandai masuknya GMR Airports di sektor Penerbangan Indonesia yang berkembang pesat, terbesar di ASEAN dan pasar yang potensial. Kemenangan tender juga memperkuat kredensial GMR Group sebagai salah satu pengembang dan operator bandara terbesar di dunia,” lanjutnya, seperti dikutip dari Airport Technology.

Setelah beberapa hari pasca dtetapkan sebagai pemenang tender, Awarding Ceremony Strategic Partnership Kualanamu International Airport akhirnya dilaksanakan di kantor Kementerian BUMN Jakarta pada 23 November 2021 lalu.

Acara tersebut dihadiri oleh Wamen BUMN II Kartika Wiroatmodjo, Direktur PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), para Direktur dan Komisaris PT Angkasa Pura II (Persero) serta Presiden Direktur GMR Indonesia.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, AP II menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi mitra strategis di Bandara Internasional Kualanamu. Dia menuturkan, kriteria yang harus dipenuhi yaitu memiliki pengalaman dan jaringan baik airport maupun maskapai.

Baca juga: PT Angkasa Pura 2 Tawarkan Paket Investasi Rp11 Triliun di Bandara Kualanamu

Dengan begitu menurut Awaluddin, Bandara Internasional Kualanamu nantinya akan menjadi bagian jaringan tersebut dan bersinergi dalam pengembangan rute maupun layanan baik kepada maskapai, penumpang maupun kargo.

Awaluddin mengatakan, pengembangan di Bandara Internasional Kualanamu difokuskan memperkuat konektivitas internasional dan turut melibatkan swasta untuk mewujudkan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise sharing dan Equity partnership. “Trafik penerbangan akan meningkat, lalu akan ada alih teknologi dan keahlian, serta berbagi porsi modal di Bandara Internasional Kualanamu,” ujar Awaluddin dalam keterangan resminya.

Penumpang Pesawat Mesti Jeli, Ini Kelemahan e-Boarding Pass yang Merepotkan

Sudah sejak beberapa tahun ini, bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II menerapkan sistem e-boarding pass. Layanan ini dinilai sangat memudahkan penumpang pesawat karena tak lagi perlu mencetak lembar tiket. Tetapi, di balik itu, ternyata ada kelemahan yang pada akhirnya merepotkan penumpang, khususnya penumpang group.

Baca juga: Lengkapi Self Check in Kiosk, Self Baggage Kini Hadir di Terminal1C Bandara Soekarno-Hatta

Ketika pertama kali layanan e-boarding pass hadir di bandara-bandara besar, itu tak lantas menyelesaikan masalah. Justru mendatangkan masalah baru. Salah satu penumpang maskapai pernah mengeluh bahwa petugas di T3 Bandara Soekarno-Hatta justru tetap meminta penumpang mencetak tiket sekalipun ia sudah menunjukkan e-boarding pass.

PT Angkasa Pura II mengaku, pemberlakuan e-Boarding Pass di bandara sudah disosialisasikan, jadi para pengguna jasa penerbangan tidak perlu lagi mencetak tiket pesawatnya.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah para penumpang pesawat dan mengurangi antrean di check-in counter. Para penumpang pesawat juga dapat melakukan web check-in dimanapun mereka berada sebagai langkah untuk memberikan kenyamanan untuk penumpang.

Masalah ini (polemik terkait penumpang perlu mencetak tiket atau tidak meski sudah menunjukkan e-boarding pass) pada akhirnya selesai setelah diluruskan oleh maskapai yang bersangkutan bahwa penumpang yang sudah menunjukkan e-boarding pass tidak lagi perlu mencetak tiket.

Akan tetapi, setelah dua tahun berlalu, sejak pertama kali diterapkan pada awal tahun 2018 lalu, sistem e-boarding rupanya masih ada celah kelemahan yang ujungnya sangat merepotkan penumpang, terkhusus penumpang group.

Dalam pantauan tim KabarPenumpang.com beberapa waktu lalu di Bandara I Gusti Ngurah Rai, setidaknya ada dua kali insiden penumpang kerepotan akibat layanan e-boarding pass ini. Saat itu, salah satu penumpang group maskapai Citilink tersebut hendak melewati boarding gate dengan cara men-scan e-boarding pass. Tetapi aksesnya ditolak.

Menurut keterangan dari petugas, e-boarding pass penumpang tersebut sudah digunakan oleh penumpang lain yang sudah pasti rekannya, mengingat mereka adalah penumpang group atau tiket group.

Di tengah ramainya penumpang yang memadati bandara, penumpang tersebut -atas saran dari petugas- harus men-scan satu per satu e-boarding pass milik rekan tiketing groupnya sebanyak 20 tiket atau orang. Selain menyita waktu, ini tentu jauh keluar dari esensinya, memudahkan penumpang saat boarding.

Sebagai informasi, saat ini, ada setidaknya 25 bandara di Indonesia yang sudah menerapkan sistem e-boarding pass.

Baca juga: Ada Nomor Identitas di Tiket dan Boarding Pass Kereta? Ini Penjelasan dari PT KAI

25 bandara itu adalah Husein Sastranegara International Airport, Sultan Iskandar Muda International Airport, Soekarno-Hatta Airport, Sultan Thaha Airport, Silangit International Airport, Kualanamu International Airport, Padang Minangkabau International Airport, Depati Amir Airport, Sultan Syarif Kasim II Airport, Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport, Supadio International Airport, Raja Haji Fisabilillah International Airport, dan I Gusti Ngurah Rai.

Kemudian Bandara Patimura, Bandara Adi Soemarmo, Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Bandara Syamsudin Noor, Bandara Sam Ratulangi, Bandara Frans Kaisiepo, Sam Sepinggan International Airport, Bandara Adi Sutjipto, Bandara Internasional Juanda, Bandara El Tari, Bandara Ahmad Yani, dan Hasanuddin International Airport.