GoTransit, Hubungkan GoJek dengan Pembelian Tiket KRL Jabodetabek

Baru-baru ini, aplikasi GoJek berkolaborasi dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dalam mengintegrasikan pembelian tiket kereta rel listrik (KRL) dengan pemesanan ojek online atau taksi online. Kolaborasi keduanya ini adalah yang pertama di dunia dalam menghubungkan pembelian tiket KRL dengan layanan on-deman untuk solusi perjalanan secara menyeluruh.

Baca juga: Puji UMKM di Indonesia, Ratu Maxima Sebut GoJek dalam KTT G20 Roma

Kolaborasi GoJek dan KCI mengembangkan fitur di dalam GoTransit pada aplikasi GoJek. Nantinya fitur baru tersebut akan memudahkan pengguna GoJek baik GoRide maupun GoCar ke dan dari stasiun KRL bisa langsung membeli tiket kereta langsung dari aplikasi.

Yang mana pembelian tersebut bisa langsung sekaligus saat memesan kendaraan ride hailing yang digunakan. Co-Founder dan CEO GoJek Kevin Aluwi mengatakan, kerja sama ini adalah langkah awal untuk menghubungkan GoJek dengan transportasi publik seperti KCI ke dalam ekosistem mereka.

Kevin menyebutkan, berdasarkan data internal yang dimiliki GoJek, sebagian besar pelanggan memanfaatkan layanan GoRide dan GoCar sebagai sarana penghubung awal dan akhir perjalanan dari ke dan stasiun kereta di Jabodetabek.

“Ini menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian penting yang melengkapi transportasi publik guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah urban seperti Jabodetabek,” ujar Kevin.

Kevin mengatakan, bahwa sebelas stasiun KRL dan jarak jauh menjadi titik berangkat dan tujuan paling sering dipesan pengguna. Bahkan ini pun jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi lain seperti pusat perbelanjaan, tempat makan maupun lainnya.

“Kolaborasi strategis dengan PT KCI ini merupakan solusi jitu untuk semakin memudahkan masyarakat bepergian dan akan terintegrasi secepatnya di fitur GoTransit,” jelas Kevin.

Disebutkan bahwa kolaborasi GoTransit mampu menghadirkan layanan dan perencanaan perjalanan yang lebih efisien. Sebab ini memungkinkan pengguna untuk memantau perjalanan melalui rekomendasi rute terintegrasi.

Kevin mengatakan, kolaborasi ini ditargetkan dapat digunakan pelanggan pada awal tahun 2022 mendatang. Untuk pembayaran juga dimudahkan dengan GoPay atau LinkAja. Direktur utama PT KCI Roppiq Lutzfi Azhar mengatakan, layanan GoRide dan GoCar mampu menjawab tantangan terkait simpul-simpul transportasi publik yang kadang masih sulit untuk dijangkau masyarakat.

Baca juga: Mulyono, Pengemudi Ojek Online Pertama yang Dijuluki “Driver 001” GoJek

“Kerja sama strategis ini merupakan upaya bersama untuk memaksimalkan integrasi antarmoda sehingga para pengguna dapat melakukan perjalanan dengan mudah, tuntas dan minim penggunaan kendaraan pribadi. Ini juga sejalan dengan fokus kami untuk meningkatkan minat masyarakat urban menggunakan transportasi publik,” kata Roppiq.






















Hari Ini, 33 Tahun Lalu, Pesawat Ulang-Alik Terbang Perdana Tanpa Awak, AS Panas-Dingin

Pada hari ini, 33 tahun lalu, bertepatan dengan 15 November 1988, pesawat ulang-alik Buran milik Uni Soviet berhasil melakukan penerbangan orbital atau penerbangan ke luar angkasa pertama tanpa awak. Sebelum diluncurkan, Buran diuji secara ekstensif di atmosfer dengan pilot terlatih, namun, saat peluncuran perdana ke orbit justru dilakukan tanpa awak.

Baca juga: Rusia Bakal ‘Hidupkan Kembali’ Buran, Pesawat Ulang-Alik yang Jadi Kebanggaan di Era Perang Dingin

Dikutip dari airandspace.si.edu, ketertarikan Uni Soviet pada pesawat luar angkasa atau pesawat ulang-alik yang bisa digunakan kembali dimulai pada 1950-an. Tetapi, saat itu proyek mandek lantaran berbagai keterbatasan, utamanya dana dan teknologi.

Barulah pada tahun 1980-an, minat pada pesawat ulang-alik tersebut muncul kembali. Terlebih, ketika itu, Uni Soviet sedang terlibat Perang Dingin dengan Amerika Serikat (AS), dan mereka, melalui NASA, berhasil meluncurkan pesawat ulang-alik Columbia, menjadikannya wahana antariksa pertama yang dirancang agar dapat dipakai kembali, pada 14 April 1981.

Kala itu, pesawat ulang-alik yang juga dikenal sebagai NASA’s Space Shuttle atau Space Shuttle itu mampu mengangkut sekitar 24 ton muatan, membawa tujuh astronot, dan mengorbit selama 15-17 hari. Menurut Uni Soviet, itu tidak cukup.

Dari situlah timbul semangat berlipat-lipat. Satu karena musuh bebuyutan mereka sudah berhasil membuat pesawat ulang-alik yang bisa digunakan kembali. Lainnya karena Space Shuttle itu dianggap kurang canggih.

Setelah beberapa tahun, Uni Soviet melalui Badan Antariksa Rusia (Rocosmos), akhirnya bisa meluncurkan Buran, pesawat ulang-alik pertamanya yang bisa digunakan kembali pada 15 November 1988, sekitar tujuh tahun setelah pesawat ulang-alik AS meluncur.

Dengan roket Energia (pertama kali meluncur setahun sebelum Buran) yang mengangkut pesawat itu ke ruang angkasa, Buran berhasil menyelesaikan dua orbit di sekitar Bumi tanpa awak dan kembali ke lokasi peluncurannya.

Buran diklaim jauh lebih hebat dibanding pesawat ulang-alik NASA, dengan kemampuan mengangkut 30 ton kargo, mampu mengorbit dua kali lebih lama hingga 30 hari, serta mampu membawa 10 kosmonot (astronot). Lebih canggih lagi, Buran dapat terbang dan mendarat dalam mode otomatis, sesuatu yang tak dimiliki pesawat ulang-alik AS.

Meski berhasil kembali ke bumi, namum Buran tak sepenuhnya bisa langsung digunakan kembali untuk penerbangan luar angkasa berikutnya.

Baca juga: Hari ini, 35 Tahun Lalu, Pesawat Ulang Alik Challenger Meledak Setelah 73 Detik Meluncur

Badan pesawat dilaporkan penuh dengan retakan. Selain itu, mesinnya juga harus mendapat perbaikan besar. Pada akhirnya, Buran hanya menjadi kenangan; terlebih setelah hubungan AS-Soviet mencair. Usai pensiunnya Buran, misi luar angkasa Uni Soviet/Rusia digantikan dengan pesawat atau roket Soyuz.

Menariknya, Boris Yeltsin, presiden pertama Rusia yang terpilih secara demokratis, mempersembahkan model pesawat ruang angkasa Soviet Buran yang sudah diplot pensiun dan wahana peluncuran atau roket peluncur Energia ini kepada Smithsonian pada tahun 1992 untuk memperingati peluncuran pertama Energia pada tahun 1987 dan Buran pada tahun 1988.

Prediksi Airbus di 2040: Industri Penerbangan Butuh 39.000 Pesawat Baru dengan 550.000 Pilot

Sebagai dampak pandemi, industri dirgantara global telah jatuh ke titik nadir, meski begitu, dalam beberapa bulan ini tren penyebaran Covid mulai melandai yang diikuti dengan bergairahnya aktivitas penerbangan, baik penumpang dan kargo. Dan menyambut ajang Dubai AirShow 2021 di Uni Emirat Arab, Airbus merilis prediksi akan pertumbungan industri penerbangan di tahun 2040, momen dimana pelaku industri penerbangan telah bangkit dari keterpurukan selama dua tahun terakhir.

Baca juga: Kena PHK, Eks Pilot Qatar Airways Sukses Buka Kafe Bertema Penerbangan

Dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (13/11/2021), Dalam 20 tahun ke depan, Airbus memperkirakan permintaan transportasi udara akan secara progresif bergeser dari pertumbuhan armada ke percepatan pensiun pesawat tua yang kurang hemat bahan bakar, yang mengakibatkan kebutuhan sekitar 39.000 unit pesawat baru, baik pesawat penumpang dan pesawat kargo, 15.250 di antaranya untuk penggantian. Akibatnya, pada tahun 2040 sebagian besar pesawat komersial yang beroperasi akan menjadi generasi terbaru, naik dari sekitar 13 persen dari saat ini, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi CO2 dari armada pesawat komersial dunia.

Tumbuhnya permintaan sampai 39.000 pesawat tentu berimbas pada lapangan kerja. Airbus menyebut, indsutri dirgantara global akan membutuhkan 550.000 pilot baru dan lebih dari 710.000 teknisi. Manfaat ekonomi penerbangan dapat berkontribusi sekitar 4 persen terhadap PDB global tahunan dan menopang sekitar 90 juta pekerjaan di seluruh dunia.

Meskipun telah kehilangan hampir dua tahun pertumbuhan selama periode Covid, lalu lintas penumpang telah menunjukkan ketahanannya dan akan terhubung kembali ke pertumbuhan tahunan sebesar 3,9 persen per tahun. Ini didorong oleh perluasan ekonomi dan perdagangan di seluruh dunia termasuk pariwisata. Kelas menengah, yang paling mungkin untuk terbang, akan bertambah jumlahnya dua miliar orang menjadi 63 persen dari populasi dunia. Pertumbuhan lalu lintas tercepat akan terjadi di Asia dengan pasar domestik Cina yang menjadi terbesar.

Permintaan pesawat baru akan mencakup sekitar 29.700 pesawat kecil seperti keluarga A220 dan A320, serta sekitar 5.300 pesawat dalam kategori Medium seperti A321XLR dan A330neo. Di segmen Besar, yang dicakup oleh A350, kebutuhan sekitar 4.000 pengiriman diharapkan pada tahun 2040.

Permintaan kargo, didorong oleh e-commerce dan didorong oleh perkiraan pertumbuhan pengiriman ekspres sebesar 4,7 persen per tahun dan pertumbuhan kargo umum sebesar 2,7 persen. Secara keseluruhan, selama 20 tahun ke depan akan ada kebutuhan untuk sekitar 2.440 pesawat katgo, dimana 880 akan dibangun baru.

Baca juga: Maskapai Butuh 32 Ribu Unit Pesawat Baru di 2040, Airbus Tingkatkan Kapasitas Produksi A320

Sejalan dengan pertumbuhan, operasi pesawat yang semakin efisien secara global meningkatkan kebutuhan akan layanan penerbangan komersial – termasuk perawatan, pelatihan, peningkatan, operasi penerbangan, pembongkaran dan daur ulang. Pertumbuhan ini sesuai dengan perkiraan pra-pandemi Airbus yang mencapai nilai kumulatif sekitar $4,8Tn dalam 20 tahun ke depan.






















Geely Ungkap Konsep Homtruck dan Rencana Produksi di 2024

Geely telah mengungkapkan konsep semi truk yang disebut dengan Homtruck. Raksasa otomotif Cina ini merencanakan Homtruck tersebut akan diproduksi pada awal 2024 dan menawarkan powertrain yang dapat berjalan dengan baterai swappable, range extender atau sebagai hibdrida metanol.

Baca juga: Hidup di Jalan, Pasangan Muda Rombak Bus Tua Jadi Rumah

Pada tahap pengembangan ini, tidak ada informasi yang tersedia tentang spesifikasi kinerja utama dari saingan Tesla Semi. Tetapi Farizon Auto dari Geely telah menawarkan beberapa detail tentang jenis pengalaman yang mungkin diharapkan pengemudi dari semi truk masa depan yang tampak apik.

https://youtu.be/P0AgskJEdrI

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (11/11/2021), nantinya Homtruck akan dijadikan sebagai rumah bagi orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di truk mereka. Bahkan para perancang telah menyertakan lemari es di kabin, fasilitas membuat minuman panas antara pengemudi dan penumpang serta kamar mandi basah dengan pancuran.

Homtruck ini juga dilengkapi toilet dan tempat untuk tidur semalaman. Kaca depan dibentuk membentang ke atap panorama, dan konsep ini memanfaatkan kain sentuhan lembut, plastik berkelanjutan dan bambu untuk palet material kabin. Ada dasbor digital luas yang membungkus bidang pandang pengemudi yang mencakup umpan dari kamera 360 derajat dan tampilan head-up.

Roda kemudi memiliki pusat layar sentuh sendiri yang menunjukkan informasi kendaraan, dan digunakan untuk mengaktifkan mode mengemudi otonom. Di mana sistem otonom L4 memanfaatkan LiDAR, radar, dan kamera yang tersebar di sekitar kendaraan. Dan tampaknya ada sudut pengisian nirkabel untuk gadget seluler.

Farizon Auto bahkan telah menyertakan blok dapur luar ruangan yang dapat diakses melalui panel pengangkat ke sisi truk dengan wastafel dan kompor induksi, ditambah ruang untuk peralatan, piring dan mangkuk dan mesin cuci kecil di sisi lain untuk menjaga pakaian perusahaan tetap segar.

Geely mengatakan bahwa arsitektur powertain modular truk dapat dipilih dengan hal-hal seperti sistem listrik atau metanol hibrida, perluasan jangkauan yang tidak ditentukan (mungkin sel bahan bakar hidrogen) atau listrik baterai murni yang menggunakan opsi swap sesuai dengan standar pemerintah yang baru dirilis.

Konsep ini juga tampaknya menggunakan panel surya di atap trailer untuk membantu menambah jangkauan listrik saat mengemudi di jalan raya. Para insinyur yang membuat Homtruck dilaporkan telah menghabiskan waktu mempelajari kebutuhan pengemudi dan operator armada untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan melalui implementasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta kemampuan 5G dan V2X.

Baca juga: Kapal Ferry Jadi Rumah Tinggal Mewah? Cek Disini Biar Tak Penasaran

“Otak” Homtruck dirancang untuk menganalisis data lalu lintas menggunakan rangkaian sensor kendaraan untuk mengukur rute yang optimal, dapat terhubung “ke platform data besar jaringan logistik untuk membantu pengemudi mendapatkan pesanan paling optimal secara real time, menganalisis dan melacak pengiriman, dan menghitung biaya operasi di sepanjang rute,” dan juga dapat melacak penggunaan energi, memberi tahu pengemudi rute terbaik untuk pengisian bahan bakar atau pengisian ulang, dan sebagainya. Homtruck saat ini tampaknya hanya ada sebagai render yang apik dan video yang lebih apik meskipun produksi dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2024.






















20 Maskapai Dunia Tandatangani Komitmen Gunakan Teknologi Baru Tekan Emisi Karbon

20 maskapai global menandatangani komitmen bersama untuk memanfaatkan teknologi baru, seperti pesawat listrik, hidrogen, dan hibrida, untuk mengatasi tantangan perubahan iklim alias menekan emisi karbon dan mewujudkan bebas emisi karbon di masa mendatang. Menariknya, tidak ada nama-nama besar seperti Emirates, Qatar Airways, Lufthansa, SIA, dan lainnya.

Baca juga: AS Akhirnya Umumkan Target Sektor Penerbangan Bebas Emisi Karbon Tahun 2050

Pengembangan dan pengiriman teknologi propulsi baru -yang didukung oleh sumber energi berkelanjutan- disorot sebagai kunci untuk membantu industri penerbangan meminimalisir kerusakan llingkungan.

“Penerapan teknologi ini ke dalam armada global -baik melalui desain pesawat baru atau memaksimalkan pesawat konvensional- dapat membantu mengurangi dampak iklim dari operasi kami sambil mempertahankan manfaat ekonomi dan sosial yang sangat besar yang dibawa oleh penerbangan ke dunia”, kata 20 maskapai yang juga anggota dari World Economic Forum’s Target True Zero initiative tersebut.

20 maskapai yang menandatangani komitmen bersama untuk memanfaatkan teknologi tersebut ialah Aero, Air New Zealand, Air Nostrum, Alaska Airlines, Amelia, ASL Aviation Holdings, Braathens Regional Airlines, easyJet, Finistair, Icelandair, Iskwew Air, Loganair, dan Mokulele.

Kemudian Ravn Alaska, SoundsAir, Southern Airways Express, Surf Air Mobility, Viva Aerobus, Waltzing Matilda Aviation, dan Xwing. Ke-20 maskapai itu mengoperasikan lebih dari 800 pesawat dan menerbangkan lebih dari 177 juta penumpang dalam 1,8 juta penerbangan per tahun dan berharap dapat mempengaruhi pasar untuk menghadirkan pesawat baru.

Dikutip dari weforum-org, komitmen untuk menekan emisi karbon dan memperkecil dampak kerusakan lingkungan oleh 20 maskapai tersebut fokus pada empat langkah utama.

Pertama-tama, ini dimulai dari penerbangan jarak pendek terlebih dahulu. Penerbangan jarak pendek diakui sebagai langkah yang paling mungkin untuk mengadopsi sistem propulsi baru di pesawat anyar yang lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Tekan Emisi Karbon, Airbus Luncurkan Pesawat Demonstrator dengan Sayap Canggih

Langkah selanjutnya ialah penerbangan jarak jauh, bermitra dengan manufaktur pesawat global semisal Boeing dan Airbus untuk memprioritaskan teknologi agar tercapainya tujuan ini (bebas emisi karbon di sektor penerbangan), dan membangun kerjasama dengan perusahaan BUMN-swasta, termasuk mendesak pemerintah agar mendukung transisi ke penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

“The Target True Zero initiative akan membahas peran teknologi propulsi baru seperti penerbangan listrik dan hidrogen yang dapat dimainkan dalam transisi ke sistem penerbangan dengan dampak iklim nol yang sebenarnya. Ini akan membahas masalah di bidang teknologi, dinamika industri, infrastruktur dan rantai pasokan, regulasi, dan penerimaan publik,” kata Timothy Reuter, Head of Aerospace and Drones, of the World Economic Forum.

Mopet, Sepeda Listrik yang Dilengkapi Tempat Anjing di Bawah Sadel

Banyak orang yang memiliki hewan peliharaan dan mengajak mereka jalan-jalan keluar rumah untuk menikmati hari. Biasanya para pemilik anak bulu ini membawa hewan peliharaan mereka berjalan santai atau berkeliling menggunakan kendaraan.

Baca juga: Skuter Listrik Tiup Poimo Kini Hadir dalam Versi Custom-Fit, Skuter Bisa Menyesuaikan Badan

Namun, kendaraan tersebut bukanlah khusus yang digunakan oleh Anda dan anak bulu. Karena hal ini, kehadiran mopet yang adalah sebuah skuter listrik bisa memberi Anda kesempatan untuk berkendara dengan aman bersama anak bulu.

KabarPenumpang.com melansir designboom.com, skuter listrik merekkan Jepang ini menyarankan alternatif untuk membawa anjing Anda pulang pergi. Di mana biasanya keranjang ada di depan, tetapi mopet menghadirkan seperti kandang anjing kecil di bawah tempat duduk atau sadel pemilik.

Sepeda listrik ini dilengkapi dengan lubang kecil di ujung depan agar kepala anak bulu Anda juga bisa keluar dan bebas melihat-lihat sekeliling. Mopet ini didesain cocok untuk digunakan jalan-jalan di hari yang cerah.

Bahkan pemilik juga dapat bolak-balik membawa hewan peliharaan mereka dan membiarkannha beristirahat di dalam kotak, setelah hari yang melelahkan di taman. Tak hanya perjalanan dekat, skuter listrik mopet juga cocok untuk perjalanan jauh.

Ini karena mopet dilengkapi dengan baterai berkapasitas besar yang mampu menempuh jarak hingga 60 km. Berat sepeda listrik lipat ini sekitar 25 kg dan dapat dengan mudah disimpan di bagasi mobil.

Skuter ini juga dilengkapi dengan bagian keselamatan, sehingga dapat dikendarai di jalan umum. Selain itu juga memiliki kecerahan dengan lampu LED yang mencapai visibilitas tinggi dalam gelap.

Baca juga: Sasar Pasar Last-Mile Transport, Hyundai Kembangkan Skuter Listrik yang Bisa Dilipat

Ketika tidak membawa anak bulu, Anda bisa menggunakannya sehari-hari dan meletakkan tas belanja. Untuk diketahui, skuter listrik mopet sendiri cocok untuk anjing yang lebih tua, anjing dengan kaki lemah, atau hanya yang malas.






















Virgin Australia Luncurkan Konsep Kabin Baru, Ini Sederet Keunggulannya

Virgin Australia meluncurkan prototipe desain interior baru yang akan diuji coba pada armada Boeing 737-800-nya. Berbagai fitur baru ini adalah hasil survei panjang terhadap kepuasan penumpang dan karyawan.

Baca juga: Dijamin Betah di Pesawat, Begini Wajah Kabin Baru Airbus Lewat Airspace Program

Dilansir Simple Flying, perubahan mencolok terjadi pada bagian kursi, baik kursi kelas ekonomi maupun bisnis atau first class. Pada kursi kelas ekonomi, perubahan pertama terdapat pada desain kursi itu sendiri. Desain kursi horizontal barunya diklaim memiliki kakhasan tersendiri dan membuat penumpang lebih nyaman.

Saat duduk, penumpang akan mendapati perubahan kedua dalam konsep kabin baru Virgin Australia. Fitur baru ini meliputi seatback device holder, yang memudahkan penumpang menyimpan smartphone kecil hingga tablet.

Fitur baru dalam konsep kabin baru di kelas ekonomi terdapat pada penyimpanan seatback kedua. Dengan begitu, penumpang tidak berbagi penyimpanan di seatback dengan safety card dan menu. Selama ini, penumpang seringkali menyimpan barang bawaan di seatback meski harus berbagi ruang dengan safety card dan menu.

“Kami sangat senang memperkenalkan prototipe interior baru kami, yang akan kami uji coba selama beberapa bulan ke depan,” kata Paul Jones, Chief Customer and Digital Officer Virgin Australia.

Konsep kabin baru di kelas ekonomi. Foto: Virgin Australia

“Virgin Australia berkomitmen untuk menjadi bisnis yang dipimpin oleh pelanggan, jadi setelah kami menerima umpan balik dari tamu dan kru kami, kami akan mempertimbangkan untuk menerapkan elemen desain baru seiring pertumbuhan armada kami,” tambahnya.

“Kami benar-benar fokus untuk menciptakan pengalaman yang luar biasa bagi para tamu kami, dan desainnya telah dipertimbangkan dengan cermat untuk menerapkan fitur-fitur bijaksana yang kami tahu akan membuat perjalanan dengan Virgin Australia menjadi lebih menyenangkan,” lanjutnya.

Berbeda dengan kursi kelas ekonomi, konsep kabin baru Virgin Australia pada kursi kelas bisnis jauh lebih nyaman dan detail.

Disebutkan, penumpang bakal dimanjakan dengan sandaran tangan ekstra tujuh inci atau 40 persen lebih besar dari kursi yang ada saat ini. Ini dianggap bisa membuat kursi kelas bisnis Virgin Australia bersaing dengan kursi kelas bisnis Boeing 737 Qantas di rute domestik, seperti Melbourne – Darwin dan Cairns – Adelaide.

Baca juga: Kabar Baik! Inilah Invisibel AirShield, Inovasi Terbaru Cegah Corona di Kabin Pesawat

Perubahan desain lainnya di seluruh kursi kelas bisnis termasuk memasang meja koktail non-slip, movable tray tables with in-built device holders, USB charging port berdaya tinggi, dan ruang penyimpanan tambahan di kursi untuk barang-barang pribadi.

Dalam waktu dekat, dua armada Boeing 737 pesawat, VH-IWQ dan VH-IJQ, akan menjadi objek uji coba konsep kabin baru maskapai. Bila ini berhasil, bukan tak mungkin fitur kenyamanan lainnya akan dihadirkan maskapai, salah satunya WiFi on Board yang sudah dihadirkan kompetitor semisal Qantas, Regional Express dan lainnya.

Cerdas, Pramugari Southwest Airlines Manfaatkan Gravitasi untuk Bagikan Snack ke Penumpang

Pramugari Southwest Airlines baru-baru ini viral di TikTok lantaran aksi cerdasnya dalam membagikan snack ke penumpang. Alih-alih membagikannya dengan berjalan sambil mendorong troli dari ujung belakang ke ujung depan atau sebaliknya, mereka justru memanfaatkan gravitasi pada pesawat dan snack pun sampai ke setiap penumpang dengan lebih praktis.

Baca juga: Pramugari Hibur Penumpang dengan Cara Unik Di Tengah Penerbangan yang Nyaris Kosong

Dalam unggahan akun TikTok @ToxxicTinkerbell, pramugari Southwest Airlines berkata, “Di sini di Southwest kami percaya bekerja lebih cerdas bukan lebih keras”.

Usai mengatakan itu dan sebelum pesawat lepas landas, pramugari Southwest Airlines mulai meletakkan berbagai snack untuk penumpang di lantai kabin.

Ketika roda pesawat mulai meninggalkan runway dan bagian moncong pesawat berada pada posisi lebih tinggi dibanding ekor pesawat, perlahan snack tersebut meluncur ke belakang dan masing-masing penumpang tinggal mengambilnya di lantai.

Penumpang yang menyaksikan ini sebagian besar merasa terhibur. Itu dianggap sebagai aksi yang jenius sekaligus lucu.

Meski begitu, tak sedikit dari netizen yang mengomentari miring. Menurutnya, makanan atau snack yang dibagikan dengan cara dibiarkan meluncur di lantai memanfaatkan kemiring pesawat saat lepas landas, tidak sehat dan kalau mereka jadi penumpang mereka tak mau memakannya.

Aksi pramugari Southwest Airlines membagikan snack atau makanan dalam penerbangan dengan cara seperti bisa dibilang langka. Tetapi, tontonan seperti itu oleh pramugari maskapai tersebut bukan kali pertama.

Pada pertengahan Maret 2020 lalu, saat pandemi virus Corona sedang tinggi-tingginya dan membuat penerbangan sepi penumpang, pramugari Southwest Airlines melakukan hal mirip seperti itu semata untuk menghibur penumpang.

Saat itu, tepat jelang beberapa detik sebelum pesawat lepas landas, pramugari tersebut meletakkan sesuatu di lantai, tepat di tengah tempat duduk yang diisi penumpang. Awalnya penumpang tak mengerti maksud dan tujuan pramugari tersebut.

Usai meletakkan plastik berwarna merah seukuran kantong celana itu, pramugari yang tak disebutkan namanya tersebut meninggalkannya dengan sengaja dan berjalan ke bagian belakang pesawat. Tentu saja pramugari tersebut ingin duduk di kursi awak kabin mengingat pesawat akan segera take off.

Baca juga: Wow.. Pramugari Lakukan Akrobatik Tutup Pintu Bagasi Kabin Gunakan Sepatu Hak Tinggi

Ketika roda pesawat mulai meninggalkan runway dan bagian moncong pesawat berada pada posisi lebih tinggi dibanding ekor pesawat, perlahan plastik berwarna merah tesebut meluncur ke belakang, menuju lokasi pramugari tersebut berada.

Dari situlah penumpang yang berada dalam penerbangan Southwest Airlines dari Dallas menuju Orlando tersebut mengerti. Pramugari tersebut rupanya hendak menghibur para pelanggannya dengan cara sesimpel itu.

https://www.tiktok.com/@toxxictinkerbell/video/6983206248325860613?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1&q=%40ToxxicTinkerbell&t=1636689341456

Lagu “Visit Taiwan in 2035” dengan Perjalanan Kereta Cepat Beijing-Taipei, Bikin Heboh Netizen Taiwan

Meski bakal menghadapi konflik bersenjata dan kemungkinan pecah perang besar-besaran, Pemerintah Cina punya bertekad mengembalikan wilayah Taiwan ke pangkuannya. Selain melancarkan provokasi militer, yaitu kerap melintasnya pesawat tempur Cina ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan, rupanya ada bentuk provokasi lain yang dilakukan oleh Beijing.

Baca juga: Berawal dari Ketidaksengajaan, Kereta Komuter Ini Putarkan Alunan Lagu Klasik Selama Perjalanan!

Kali ini bukan dengan kampanye atau provokasi militer, di Taiwan kini tengah viral sebuah lagu yang bait-baitnya menyebutkan perjalanan ke Taiwan dengan menggunakan kereta berkecepatan tinggi dari Cina . Lagu berjudul “Visit Taiwan in 2035” menyinggung perjalanan kereta berkecepatan tinggi dari Beijing menuju ke Taipei yang disebutkan dalam Rencana Lima Tahun ke-13.

Dalam videonya memperlihatkan tempat-tempat indah yang ikonik dan hidangan lokal dari kedua tempat tersebut. Lagu ini ditulis dan dinyanyikan oleh Meng Xudong dan dirilis pada bulan September lalu.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman chinadaily.com.cn (12/11/2021), dengan viralnya lagu tersebut, saat ini jalur kereta api bagian Cina daratan telah selesai meskipun bentangan dari provinsi Fujian ke Taipei yang melintasi Selat Taiwan masih harus dibangun. Kereta api, ketika jalurnya dibangun akan menghubungkan dua wilayah yang saat ini menjadi pusaran konflik di Indo Pasifik.

Dalam persespsi Beijing, kehadiran jalur ini nantinya akan memungkinkan penduduk Cina daratan untuk mengunjungi Taiwan dan menikmati apel lilin di sana sementara penduduk Taiwan dapat berkunjung ke Cina daratan untuk menikmati makanan lezat. Selain itu, hubungan yang lebih dekat melintasi Selat Taiwan, tidak hanya akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat di kedua sisi, tetapi juga untuk meningkatkan ekonomi.

Secara khusus, arus besar pelancong ke Taiwan akan mendatangkan pendapatan dan peningkatan pasokan barang serta jasa ke Cina daratan.

Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Untuk diketahui, penerbangan reguler dan layanan ferry beroperasi dengan kapasitas penuh hingga Partai Progresif Demokratik mengambil alih kekuasaan di pulau itu pada tahun 2016. Sejak itu penolakan DPP “pro-kemerdekaan” untuk menerima prinsip “satu-Cina” telah secara drastis mengurangi pertukaran ekonomi dan budaya.






















Heroik, Pramugari Selamatkan Anjing Pakai Oksigen di Kabin Pesawat

Seekor anjing yang turut dalam sebuah penerbangan berhasil selamat berkat aksi heroik pramugari. Sebelum penerbangan, anjing berjenis bulldog itu sangat sehat. Sesaat setelah pesawat lepas landas, anjing tersebut mengalami masalah pernapasan. Tanpa pikir panjang, pramugari Diane Asher dan pramugara Renaud Spencer memperikan pertolongan pertama dengan oksigen di kabin yang biasa digunakan dalam keadaan darurat.

Baca juga: Boji, Anjing Kesayangan Warga Istanbul yang Suka Berkeliling dengan Transportasi Umum

Dilansir timesnownews-com, insiden seekor anjing mengalami masalah pernapasan saat dalam penerbangan dan mendapat pertolongan pertama menggunakan oksigen di kabin sebetulnya sudah lama. Disebutkan, itu terjadi pada tahun 2018 lalu. Namun, sang pemilik baru memposting kejadian itu dan viral di Facebook.

Setiap pramugara atau pramugari sudah pasti mendapat pelatihan pertolongan pertama untuk mengantisipasi andai terjadi kondisi darurat, dalam hal ini mengarahkan penumpang untuk mengenakan masker oksigen saat pesawat kehilangan tekanan.

Perlu dicatat, pelatihan itu umumnya terhadap manusia. Adapun terhadap hewan, umumnya kru kabin jarang mendapatkannya.

Meski begitu, ketika hewan dalam penerbangan membutuhkan penanganan medis atau pertolongan pertama dari kru, mereka harus bisa dan itu dibuktikan pada insiden tersebut.

Pada tahun 2018 lalu, Michele Burt naik pesawat JetBlue ke Massachusettes bersama suami dan anjingnya. Ia dan suami sudah menjalani protokol wajib menjaga hewan peliharaan agar tetap di kadang dan diletakkan di bawah kursi. Namun, entah apa yang terjadi, anjing bulldog Perancis itu tiba-tiba mengalami masalah penapasan.

Ketika anjing dikeluarkan dari kandang, Burt melihat lidahnya membiru pertanda kalau sang anjing kekurangan oksigen. Spontan, Burt dan suaminya langsung mendekap sang anjing dengan tujuan mendapat kehangatan. Sayangnya itu tak membantu. Di sinilah aksi heroik dari kru kabin terjadi.

Mengetahui hal itu, pramugari Diane Asher dan pramugara Renaud Spencer langsung datang dan memeriksa kondisi kesehatan anjing. Pertama-tama, keduanya meletakkan kantong es di punggungnya. Namun, itu tidak berhasil.

Tak menyerah, Renaud kemudian mengambil masker oksigen dan mengenakannya ke anjing. Beberapa saat kemudian anjing tersebut tampak lebih baik dan pernapasannya kembali normal dan itu disambut baik semua pihak, termasuk Michele Burt dan suaminya.

Baca juga: Intip Gaya Anjing Ini Nikmati Kursi Kelas Bisnis Singapore Airlines dari Sydney-Italia

Atas aksi heroik pramugari dan pramugara JetBlue dalam menyelamatkan nyawa anjingnya itu, Burt pun mengunggahnya di Facebook.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih Jetblue dan terima kasih kepada Renaud dan Diane untuk melakukan pekerjaan mereka dan juga menjadi manusia yang hebat. Suami saya sering bepergian dan kami berterima kasih untuk JetBlue dan kemudahan dan kenyamanan ekstra -ruang kaki, layanan tv dan umum kesopanan di antara staf yang kami amati selama bertahun-tahun tetapi sekarang kami memiliki alasan lain untuk bersyukur. Terima kasih,” tulisnya.