Enam Tips Aman Bawa Anak Naik Pesawat, Nomor Empat Sering Dilupakan Orang Tua

Membawa anak-anak naik pesawat tentu bukan perkara mudah. Banyak hal-hal yang harus diperhatikan orang tua. Lengah atau teledor sedikit, suatu hal buruk mungkin akan terjadi.

Baca juga: Ingin Bawa Anak Naik Pesawat? Perhatikan Beberapa Poin Penting Ini

Pada tahun 2018 silam, sebuah penerbangan Lufthansa dari Jerman ke New Jersey, Amerika Serikat, mendadak berubah menjadi horor. Penyebabnya bukan karena turbulensi hebat ataupun kendala teknis lainnya, melainkan karena seorang anak menjerit histeris selama delapan jam perjalanan. Tentu saja semua penumpang dibuat pusing karenanya dan pastinya Anda tak ingin merasakan hal itu, bukan?

Dilansir risingsunchatsworth.co.za, enam tips aman membawa anak atau bayi naik pesawat saat bepergian ini mungkin bisa menjadi solusi untuk menghindari terulangnya insiden tersebut.

1. Pastikan semua dokumen lengkap

Membawa kelengkapan dokumen saat bepergian dengan anak wajib hukumnya bila tidak ingin sesuatu mengganggu perjalanan Anda. Dikarenakan anak-anak belum mengerti dan mampu mempersiapkan kelengkapan dokumen pribadinya, sudah barang tentu sang orang tua harus menyiapkannya.

2. Hindari antrean dengan platform online

Antre check-in saat membawa anak-anak bepergian naik pesawat tentu bukan pilihan terbaik. Anak-anak bisa saja menjadi bosan saking lamanya antre. Karenanya, manfaatkan platform check-in online untuk menghindari hal itu.

3. Manfaatkan privilege

Orang tua yang membawa anak-anak pada umumnya mendapat privilege atau keistimewaan semata agar mudah dalam beraktivitas. Maka dari itu, jangan lewatkan hak-hak istimewa itu saat mengajak anak-anak naik pesawat.

4. Cegah anak sakit telinga saat naik pesawat

Orang dewasa tentu bisa mencari cara sendiri untuk menghindari sakit atau nyeri pada telinga akibat perbedaan tekanan atau perubahan ketinggian mendadak saat naik pesawat, umumnya ketika lepas landas dan mendarat. Namun anak-anak tidak.

Oleh karena itu, orang tua bisa mencegahnya dengan menutup telinga sang buah hati dengan alat sumbat khusus. Sudah begitu, jangan lupa berikan minum, camilan, gadged, atau mungkin permen untuk menghibur anak.

5. Jangan sampai anak dehidrasi di pesawat

Kabin pesawat cenderung lebih kering daripada udara di luar. Karenanya, anak harus diberikan air putih atau minuman isotonik untuk pengganti cairan. Tetapi, jangan terlalu banyak juga agar tidak sering buang air kecil. Pada titik ini, membawa popok mungkin akan sangat berguna.

Baca juga: Bantu Hentikan Tangisan Bayi dalam Penerbangan, Pramugara Pakistan Internasional Jadi Juara “HeForShe”

6. Jangan mengandalkan gadget, gawai, smartphone, atau sejenisnya

Di era digital seperti sekarang ini, gadget, gawai, smartphone, dan sejenisnya kerap diandalkan ketika anak nangis. Trik itu juga terbawa sampai di pesawat. Ketika anak menangis, orang tua refleks langsung memberikan gadget ke anak. Selama itu bekerja, hal itu sah-sah saja. Namun, bagaimana bila tidak berhasil?

Maka dari itu, jangan terlalu mengandalkan gadget untuk menghibur anak. Bawa serta permainan anak lainnya secara langsung, bukan permainan di gadget, seperti rubik, dan lain sebagainya.

Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Gerbong-gerbong kereta tua yang tak lagi digunakan sudah banyak yang bertumpuk di kuburan kereta atau pun dialihfungsikan. Bahkan beberapa gerbong tua sudah ada yang menjadi restoran dan berbagai macam lainnya.

Baca juga: Pemprov Jawa Timur Minta PT INKA Ubah Gerbong Kereta Jadi Bangsal Perawatan Covid-19

Seperti di Devon, Inggris di mana gerbong kereta tua diubah menjadi sebuah kamar penginapan. Dilansir KabarPenumpang.com dari metro.co.uk (15/5/2021), gerbong kereta tua tersebut ada lima yang diubah oleh Boutique Holiday Park.

Letak hotel dengan gerbong kereta ini tak jauh dan bisa dijejali dengan jalan kaki singkat ke pantai Blue Flag dan resor Dawlish Warren. Bisa dikatakan, bagi yang akan menghabiskan musim panas mereka, hotel Dengan kamar gerbong kereta ini menjadi pilihan tepat untuk staycation.

Selain itu, bila bepergian dengan keluarga yang memiliki anak dan menyukai kereta, kamar dari gerbong ini cukup menarik. Ada pun gerbong kereta yang digunakan adalah MK1 dan berasal dari tahun 1950-an dan 1960-an yang kini direnovasi dengan standar tinggi.

Meski dari luar terlihat dekat dengan troli katering, tetapi masing-masing gerbong kereta ini memiliki tiga kamar tidur, dapur lengkap, televisi layar datar, WiFi dan pemanas di bawah lantai. Dengan pantai yang dapat dicapai dengan berjalan kaki singkat, properti unik kereta ini menawarkan banyak kesempatan untuk berhari-hari di pantai, bersepeda keluarga, berjalan-jalan di puncak tebing atau bahkan hanya mampir ke Dawlish Warren untuk menikmati es krim.

Bahkan ada area taman komunal dengan furnitur taman yang cocok untuk makan al fresco di malam musim panas yang hangat. Keluarga yang gila kereta dapat terus memicu obsesi kereta mereka dan berjalan ke stasiun kereta Dawlish Warren, atau melihat yang asli dari jalur utama di dekat properti.

Baca juga: Dongkrak Kunjungan Wisata, Perajut di Walhalla Buat ‘Kostum’ untuk Lokomotif Tua

Cagar Alam Dawlish Warren patut dikunjungi, ditambah Brunel Boutique Holiday Park mudah dijangkau dari pantai favorit seperti Torquay dan Dorset Jurassic Coast yang terkenal. Cukup bawa topi konduktor Anda sendiri untuk pengalaman penuh.

Viral! UFO Mendarat di Laut, Menyelam, dan Hilang Tanpa Jejak Bak Hantu

Sebuah video terbaru yang menampilkan unidentified flying object (UFO) bocor ke publik viral di media sosial Instagram. Video tersebut menunjukkan UFO seperti melakukan approach untuk mendarat di laut, menyelam, dan hilang entah kemana.

Baca juga: Ngeri! Pesawat Singapore Airlines Nyaris Tabrakan dengan UFO

Pentagon sendiri memastikan keaslian itu. Melalui juru bicara Susan Gough, Pentagon mengkonfirmasi bahwa video tersebut diambil dari personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan sudah sempat dibahas pada briefing Office of Naval Intelligence (ONI) pada 1 Mei 2020.

Saat ini, tim Gugus Tugas Unidentified Aerial Phenomena (UAP) -sebutan UFO oleh Pentagon- sedang bekerja untuk menyelidiki video itu, termasuk video dan laporan lainnya terkait UFO.

Video UFO berbentuk bulat seperti piring terbang viral tersebut diketahui diambil pada tahun 2019 silam, di lepas pantai San Diego, California, AS, dari monitor di Pusat Informasi Tempur USS Omaha.

Dalam video yang diviralkan oleh kreator film dokumenter, Jeremy Corbell, bersama jurnalis UFO George Knapp, tersebut, personel USS Omaha juga turut berkomentar terkait penampakan UFO yang sudah kesekian kalinya di AS itu. Salah satu dari mereka berpendapat bahwa UFO tersebut mendarat, bukannya jatuh ke air.

Selain menampilkan video UFO berbentuk piring terbang yang mendarat di lepas pantai San Diego, film dokumenter karya Corbell juga menampilkan UFO lainnya yang berbentuk segitiga. Dalam video yang diputar, jelas terlihat -dengan bantuan infrared- UFO tersebut bentuk segitiga dan melesat agak kencang.

Disebutkan, rekaman UFO berbentuk segitiga tersebut diambil juga pada tahun 2019 dari kapal USS Russell. Tetapi, tidak ada keterangan pasti terkait UFO segitiga itu dari Pentagon atau pejabat berwenang di departemen lainnya.

Atas berbagai bukti-bukti otentik tentang adanya UFO, baik melalui video dan foto ataupun kesaksian banyak orang, berbagai komentar pun berdatangan. Para pejabat AS mengatakan bahwa UFO atau UAP tersebut bukan tak mungkin merupakan sebuah drone, balon cuaca, ataupun teknologi rahasia dari Cina, Rusia, dan negara lainnya; bunyi laporan Global News.

Sebagian lainnya menyebut bahwa UFO tersebut memang benar-benar datang dari luar angkasa dan bukan teknologi manusia.

Baca juga: Heboh Pentagon Rilis Video UFO, Penumpang Pesawat Ini Bahkan Pernah Lihat UFO di Siang Bolong

Kendati demikian, pengakuan dari mantan Letnan Angkatan Laut AS, Ryan Graves, yang dulu bertugas sebagai pilot jet tempur ini mungkin bisa jadi oase akan berbagai komentar menyangkut UFO.

Menurutnya, selama bertugas sebagai tentara, ia mengaku hampir tiap hari melihat UFO di langit AS. Awalnya ia mengaku khawatir atas apa yang ia lihat. Namun lama kelamaan menjadi biasa saja. Ia malah berpendapat, bukan tak mungkin UFO tersebut merupakan bagian dari teknologi sangat rahasia AS yang hanya diketahui segelintir orang.

Baru Selesai Dibangun dan Dikirim, Kapal Ferry Terbesar di Cina Mengalami Kebakaran

Pernah membayangkan Anda di sebuah kapal ferry RoRo dan tiba-tiba mengalami masalah dalam perjalanan? Rasanya hal ini mungkin saja dipikirkan Anda ketika bepergian dengan berbagai moda transportasi bukan hanya kapal ferry.

Baca juga: Terombang-Ambing Selama Tujuh Jam, Penumpang Kapal Ferry ini Tidak Bisa Gunakan Toilet!

Seperti yang belum lama ini terjadi, sebuah kapal ferry RoRo terbaru dan terbesar di Cina harus mengalami kerusakan parah. Kapal ferry yang mengangkut penumpang tersebut dilaporkan mengalami kebakaran di dek kendaraan.

KabarPenumpang.com melansir dari laman maritime-executive.com (21/4/2021), dalam insiden tersebut dilaporkan semua orang dalam kapal ferry dievakuasi dengan aman dari kapal. Sebab dari yang terlihat, kapal ferry ini mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Kapal ferry terbaru dan terbesar tersebut memiliki berat kotor 37 ribu ton dan bernama Zhong Hua Fu Qiang (China Fortune). Sebelum insiden, Zhong Huan Fu Qiang berangkat dari Weihan di Cina utara pada 19 April untuk perjalanan selama tujuh jam untuk menyeberang ke Laut Kuning di Dalian.

Namun sayangnya selama perjalanan, ternyata asap terlihat dari salah satu truk yang berada di dek kendaraan. Karena hal ini, mau tak mau kapal ferry RoRo tersebut kembali ke Weihan dan petugas memerintahkan untuk mengevakuasi semua orang.

Setelah semua orang dievakuasi untuk keamanan, petugas pemadam kebakaran yang ada di pelabuhan tersebut langsung melakukan upaya pengendalian api. Kemudian pada 20 April terjadi ledakan dan menunjukkan asap mengepul dari kapal dan kerusakan terjadi saat api menyebar ke bagian lain dari kapal ferry.

Baca juga: Alami Kebakaran di Selat Sunda, Inilah Serba-Serbi Kapal Ferry KMP BSP 1

Untuk diketahui, kapal ferry terbaru dan terbesar di Cina tersebut baru selesai di bangun dan dikirim ke pemiliknya yakni Bohai Ferry Group pada September 2020 kemarin. Ferry ini memiliki panjang 610 kaki atau sekitar 185 meter dan mampu mengangkut sekitar 2.262 penumpang dan sekitar 230 kendaraan.

Keren, Saudia Jadi Maskapai Terbesar Timur Tengah Berkat Penerbangan Umroh Indonesia

Saudi Arabian Airlines atau Saudia didapuk sebagai maskapai terbaik di Timur Tengah selama periode musim panas tahun ini. Maskapai nasional Arab Saudi itu berhasil mengungguli tiga maskapai top Timur Tengah yang terkenal sebagai The Three Mega Carrier, yaitu Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways, yang masing-masing menempati urutan kedua-keempat.

Baca juga: Dirancang Selama 18 Bulan, Inilah Tampilan Seragam Baru Awak Kabin Saudia

Kendati virus Corona menghancurkan industri penerbangan, tetapi, jaringan domestik yang kuat membuat Saudia relatif lebih cepat pulih dibanding tiga kompetitor utamanya itu.

Dari 158 pesawat yang dimiliki, terdiri dari 103 pesawat widebody dan sisanya, 55 jet narrowbody, data Official Airline Guide (OAG) yang dilansir Simple Flying menunjukkan, Saudia berhasil menjual 20,36 juta kursi pulang-pergi selama musim panas ini. Selengkapnya sebagai berikut.

Saudia: 20,36 juta kursi PP
Emirates: 19,88 juta
Qatar Airways: 18,69 juta
Etihad Airways: 7,26 juta
Flydubai 6,41 juta
Flynas: 4,56 juta
Turkish Airlines: 4,07 juta
Air Arabia: 3,98 juta
Oman Air: 3,21 juta
Mahan Air: 3,14 juta

Selain dibantu jaringan domestik yang kuat, keberhasilan Saudia menjadi maskapai terbaik di Timur Tengah sepanjang musim panas tahun ini juga didorong oleh anjloknya frekuensi penerbangan kompetitor.

Secara teori, seharusnya jaringan hub-and-spoke Emirates dan Qatar Airways yang sudah mapan, ditambah promosi besar-besaran serta letak geografisnya yang amat strategis, membawa keduanya lebih unggul dibanding Saudia. Emirates diketahui turun 52 persen. Sementara itu Qatar Airways turun 33 persen. Sebaliknya, frekuensi penerbangan Saudia hanya berkurang 26 persen.

Menariknya, keberhasilan Saudia ini salah satunya terjadi berkat kontribusi penerbangan umroh dari Indonesia. Dari 34 negara jangkauan Saudia, Indonesia masuk urutan keenam negara dengan jumlah kursi terbanyak Saudia.

Sedangkan di rute internasional, rute Jeddah-Jakarta masuk ke dalam lima besar kursi yang dijual maskapai tersebut. Berikut daftarnya.

Negara teratas penerbangan Saudia
Arab Saudi: 12,51 juta kursi
Mesir: 1,36 juta
Uni Emirat Arab: 1,10 juta
Pakistan: 960.000
India: 744.000
Bangladesh: 527.000
Sudan: 387.000
Indonesia: 346.000
Turki: 328.000
Inggris: 215.000

Rute Internasional teratas Saudia
Jeddah-Kairo: 628.000 kursi
Riyadh-Dubai: 559.000
Riyadh-Kairo: 411.000
Jeddah-Dubai: 377.000
Jeddah-Jakarta: 346.000
Jeddah-Dhaka: 342.000
Jeddah-Khartoum: 256.000
Jeddah-Lahore: 217.000
Jeddah-Istanbul: 205.000
Jeddah-Islamabad: 200.000

Baca juga: Pesawat Widebody Mana yang Paling Banyak Beroperasi Selama Pandemi?

Dalam waktu dekat, mungkin Saudia akan kembali di bawah bayang-bayang Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways. Namun, di masa mendatang, Saudia bukan tak mungkin akan terus di atas ketiganya.

Itu karena Saudia hendak mengembangkan sistem hub-and-spoke dimana Jeddah jadi hubnya. Saat ini, segala sesuatunya, termasuk terminal baru sedang dipersiapkan. Bila itu selesai dan sesuai dengan rencana, akankah Jeddah berhasil mengalahkan hub di Dubai dan Doha serta menjadi hub terbesar di Timur Tengah? Menarik ditunggu.

Terkait Pandemi, Singapura Hadirkan Aturan yang Bikin Bingung, Cek ini Biar Paham

Singapura memberlakukan aturan baru Covid-19 dan membuat banyak kebingungan pada masyarakat karena hal ini. Kemudian untuk membuat masyarakat paham, salah satu media di Singapura menjawab pertanyaan tentang apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan pada aturan baru tersebut.

Baca juga: Aturan Baru, Singapura Wajibkan Semua Pesawat Punya Area Karantina di Dalam Kabin

Dirangkum KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (17/5/2021), anggota keluarga lebih dari dua orang dan tinggal bersama bisa bepergian sebagai suatu kelompok dalam melakukan kegiatannya. Biasanya kegiatan penting tersebut seperti ke sekolah atau janji medis dan menemui kerabat lansia. Menteri Kesehatan Ong Ye Kang mengatakan, bagi keluarga yang akan berbelanja bahan makanan, baiknya hanya dua anggota keluarga yang diizinkan untuk meminimalkan paparan virus.

Warga Singapura juga tidak dilarang untuk pergi keluarga untuk makan bersama di restoran atau piknik. Namun, jika saat itu keluarga Anda merasa tidak nyaman, baiknya untuk kembali ke rumah atau tempat kerja untuk makan.

Ong menyebutkan bahwa warga dan pekerja harus menghindari ruang yang ramai dan meminimalkan interaksi sosial yakni dengan menjaga jarak aman setiap saat. Bagi yang tinggal berpisah dengan orang tua, Anda bisa dikunjungi dan bisa membantu dalam menjaga cucu mereka.

Selain itu Ong menyebutkan, bagi Anda yang akan melakukan pernikahan dalam waktu dekat dengan aturan baru akan tetap diperbolehkan. Meski begitu hanya seratus orang yang akan diperbolehkan menghadiri resepsi tersebut dansemuanya harus menjalani tes covid sebelum acara.

Sedangkan untuk perawatan rambut, Ong mengatakan tidak akan ada batasan, tetapi pelanggan maupun staf wajib menggunakan masker setiap saat. Bahkan para pelanggan diperbolehkan masuk ke salon sepuluh menit sebelum melakukan perawatan. Masyarakat Singapura juga tetap diiznkan untuk meneruskan staycation mereka dan setiap kamar hanya boleh diisi dua orang kecuali semuanya berasal dari rumah yang sama.

Dalam hal olahraga, Ong menyebutkan, setiap orang diperbolehkan berenang di luar ruangan sendirian atau kelompok yang tidak lebih dari dua orang. Aturan ini pun berlaku untuk olahraga lari dan bersepeda. Bila di dalam ruangan baiknya tetap melakukan jaga jarak yang sesuai prosedur kesehatan.

Fasilitas dalam ruangan, termasuk gym, studio kebugaran, ruang olahraga, kolam renang dalam ruangan, dan lapangan squash akan terus ditutup dari 8 Mei hingga 13 Juni, kecuali fasilitas tersebut hanya menawarkan aktivitas fisik berintensitas rendah di mana peserta dan instruktur dapat menggunakan masker sepanjang waktu.

Bagi para siswa yang kembali belajar di sekolah, mereka akan diperbolehkan makan di kantin yang mana sekolah melakukan jarak antar tempat duduk siswa yakni satu meter ketika jam istirahat. Bahkan bagi para pekerja kantoran, pemilik usaha harus memastikan semua karyawan dapat bekerja dari rumah, meski sebelumnya 50 persen karyawan bisa bekerja dari rumah atau kantor.

Dari 16 Mei hingga 13 Juni, perusahaan produksi konten media dapat melanjutkan dengan default hingga 15 kru atau bakat di lokasi. Semua produksi tidak boleh memiliki audiens di lokasi dan jarak aman satu meter harus dipatuhi dengan ketat setiap saat. Selain itu para pekerja renovasi rumah diizinkan, tetapi jika ada orang yang tinggal di dalam rumah tempat renovasi dilakukan, maka hal itu tidak boleh dilanjutkan.

Baca juga: Aturan Sering Berubah, Cek Prosedur Setiap Negara Sebelum Bepergian di Masa Pandemi

Ong menyebutkan, tidak boleh lebih dari dua pekerja yang diperbolehkan per hari untuk melakukan renovasi. Dalam menggunakan kendaraan ride hailing atau taksi, penumpang lebih dari dua orang diperbolehkan, tetapi berasal dari rumah yang sama.

Tak Hanya Dampak Positif, Merger GoTo Juga Punya Dampak Negatif

Akhirnya merger terjadi antara GoJek dan Tokopedia setelah setahun terakhir berhembus keduanya akan bersatu. Dua perusahaan terbesar di Indonesia ini menyebut merger mereka dengan GoTo dan akan saling melengkapi untuk berbagi layanan kepada konsumen mulai daridari e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi, hingga keuangan.

Baca juga: Hadirkan Pembersih Udara di GoCar, GoJek Beri Kenyamanan Penumpang dan Pengemudi

Namun, dalam merger ini, pasti ada sisi positif dan negatif untuk keduanya. Bahkan bila dilihat untuk dampak positifnya GoTo akan lebih banyak dibandingkan dengan dampak negatifnya. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, ada beberapa dampak positif salah satuny adalah meningkatnya pangsa pasar dan valuasinya yang bisa mencapai sekitar Rp284 triliun hingga Rp355 triliun.

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, selain mengingkatkan pangsa pasar, bila GoTo melakukan penawaran saham ke publik (Initial Public Offering/IPO), maka pendanaan yang mereka himpun bisa lebih besar. Pasalnya pada kondisi ini, ada duakemungkinan yakni meningkatkan promo hingga diskon tarif kepada pengguna tetapi juga bisa promo menjadi terbatas karena perusahaan berorientasi kepada profit alias keuntungan karena saham yang sudah dipegang oleh publik.

Dari merger ini juga ada kemungkinan kedua perusahaan mengembangkan kelogistikan yang terintegrasi. Di mana tetap ada ongkos kirim tetapi lebih murah bagi pengguna dan khusus pengiriman barang belanjaan di Tokopedia bisa memanfaatkan jaringan pengiriman GoJek.

Ada pula sistem pembayaran dan pinjam meminjam bisa semakin kuat dan gencar ditawarkan pada pengguna. Meski ada beberapa dampak positif, nyatanya pasti ada sisi negatifnya dari merger GoTo ini.

Bhima mengatakan, belajar dari perkembangan perusahaan digital di Cina yang dikuasai oleh segelintir pemain besar. Hal ini bisa memicu terciptanya persaingan yang kurang sehat.

“Ini bisa mengulang kasus di Cina, mungkin tidak mirip, tapi hampir sama, di mana salah satu kelemahan sistem digital yang terintegrasi ke segelintir pemain, itu bisa menghambat inovasi pemain baru. Masalah lain antitrust terkait monopoli pasar digital,” katanya.

Menurutnya, bila pasar digital sudah terlanjur dikuasai pemain besar, maka pemain kecil akan sulit berkembang. Sekalipun mereka berani masuk ke pasar dan punya inovasi yang bagus, belum tentu hal itu dilirik pasar karena sudah bergantung pada ekosistem yang lebih luas dari pemain-pemain besar.

“Ini membuat switching cost orang untuk pindah dari satu platform ke platform lain menjadi mahal, sulit,” ujar Bhima.

Sementara Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Nailul Huda melihat dampak jangka pendek merger Gojek dan Tokopedia sudah pasti akan menguntungkan konsumen. Sebab, mereka akan semakin mengambil hati pasar dulu.

Baca juga: Bila GoJek dan Tokopedia Melakukan Merger, Bakal ada Dampak Positif

“Konsumen akan diuntungkan dengan adanya persaingan dalam hal harga, seperti diskon, gratis ongkir, hingga cashback, yang saya rasa masih akan digunakan untuk bersaing,” tutur Huda.

Tapi dalam jangka panjang, menurutnya, cara bersaing yang seperti ini justru tidak sehat. Pasalnya, hanya dirajai oleh pemain-pemain besar saja.

Pertama di Dunia, Cina Bakal Hadirkan Teknologi 5G di Penerbangan! Seperti Apa?

Cina boleh saja keok dalam persaingan top speed jaringan 5G tercepat di dunia. Namun, soal terobosan, Negeri Tirai Bambu masih sanggup melawan. Terbaru, Cina bakal menjadi negara pertama di dunia yang menghadirkan teknologi 5G di penerbangan.

Baca juga: Studi Terbaru: Teknologi 5G Bahayakan Radar Altimeter Pesawat Sipil

Pada tahap awal, teknologi 5G Cina besutan China Telecom dan ZTE akan fokus pada in-flight connectivity terlebih dahulu. Jangkauannya juga belum terlalu luas, hanya pada tiga rute domestik keberangkatan Beijing saja. Bila tak karang menghadang, Juli tahun ini layanan 5G di penerbangan Cina mulai terealisasi.

Tak disebutkan dengan jelas maskapai mana yang akan menikmati teknologi 5G pada layanan penerbangannya. Hanya disebutkan layanan itu hadir di dua maskapai besar Negeri Panda.

Dilansir lightreading.com, teknologi 5G Cina di penerbangan hadir dengan mengandalkan metode platform komunikasi udara-ke-darat (ATG). 5G ATG diharapkan dapat menggantikan sistem komunikasi satelit untuk konektivitas dalam penerbangan melalui daratan, menjanjikan throughput yang jauh lebih besar dan latensi serta biaya yang lebih rendah. Ini diklaim sebagai solusi pertama di dunia.

5G ATG besutan China Telecom dan ZTE menggunakan jaringan menara terestrial khusus untuk menghubungkan ke antena udara yang dipasang di lambung pesawat. Nantinya, setiap menara 5G di darat memiliki jangkauan hingga 300 km. Itu berarti, butuh setidaknya hanya kurang dari 1.000 menara untuk menyediakan teknologi 5G dalam penerbangan secara nasional di seluruh Cina.

Tak hanya itu, in-flight connectivity berteknologi 5G tersebut juga mampu beroperasi di pesawat yang melesat di kecepatan maksimum hingga 1.200 km per jam. Bandwithnya juga tak main-main, mencapai 200Mbit per detik.

Selain menghadirkan teknologi 5G di penerbangan, Cina sudah terlebih dahulu mengadopsi teknologi 5G secara luas di industri penerbangan, seperti di bandara dan menara ATC. Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) juga sudah mengeluarkan roadmap untuk membuat itu menjadi mengcover wilayah yang lebih luas.

Gebrakan 5G Cina di penerbangan tentu selangkah lebih maju ketimbang AS, yang terkenal dengan inovasi teknologinya. AS dilaporkan baru akan mengadopsi teknologi 5G di penerbangan pada 2022 mendatang.

Hanya saja memang, dengan metode udara-ke-darat, sebetulnya internet yang didukung teknologi 5G Cina tidak lebih cepat dibanding teknologi in-flight connectivity Barat, dalam hal ini Airbus.

Baca juga: Keren, Tahun 2022 Pesawat Airbus Terhubung Internet Berbasis Satelit Berkecepatan 1,8 Gbps!

Pada pertengahan April lalu, Airbus berikrar bakal menyediakan internet berkecepatan 1,8 Gbps Hal itu dimungkinkan berkat sinyal internet yang dipancarkan satelit ke pesawat dari luar angkasa, berbeda dengan teknologi 5G Cina yang menggunakan metode ATG.

Metode ATG ini menggunakan dua antena yang dipasang di perut pesawat untuk menangkap sinyal dari menara seluler di daratan dan yang kedua adalah antena pemancar dari provider seluler di bumi. Ketika pesawat sudah berada dalam ketinggian tertentu dalam hal ini 10.000 kaki maka pesawat antenna di pesawat siap untuk menarik sinyal WiFi dari menara seluler yang ada di daratan.

Pesawat Delay Karena Badai Pasir, Pilot Belikan Pizza untuk Semua Penumpang

Pada 4 Mei lalu, sebuah pesawat American Eagle dengan nomor penerbangan 4798 mengalami keterlambatan 40 menit. Keterlambatan tersebut dikarenakan adanya badai pasir yang terbang dari Key West di Florida menuju ke Charlotte di North Carolina.

Baca juga: Tertunda Lebih dari 2 Jam, Pilot Belikan 70 Burger Untuk Penumpang

Untuk menghindari cuaca yang tidak menentu itu, pesawat dari jenis Embraer ERJ-175 terpaksa mendarat di Charleston dan menghabiskan waktu sekitar satu jam 22 menit di landasan pacu. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nypost.com (6/5/2021), untungnya dalam pemberhentian yang mengakibatkan keterlambatan tersebut, pilot membuat nyaman seluruh penumpang dan awak kabin.

Pasalnya pilot pesawat itu memesan pizza untuk semua orang di pesawat. Hal ini membuat semua yang ada di pesawat merasakan kenyamanan dan berhasil mengatasi demam kabin karena keterlambatan tersebut. Hingga akhirnya pesawat kembali lepas landas dan tiba di Charlotte enam jam setelah berangkat awal dari Key West.

“Kami sangat bangga dengan tim American Airlines dan mitra regional kami termasuk anggota kru Republik yang sangat memperhatikan pelanggan kami setiap hari,” kata American Airlines.

Namun nyatanya, tindakan seperti ini bukanlah pertama kali, pada 2019 lalu, maskapai Mesa Airlines terlambat dua jam di Bandara Internasional Tusla dan sang pilot inisiatif untuk membelikan makan siang untuk semua orang di dalam pesawat tersebut.

Pilot itu memesan burger di salah satu kedai burger dekat bandara di Amerika Serikat tersebut. Sebanyak 70 hamburger dari restoran mengenyangkan semua orang di pesawat selama menunggu penerbangan untuk dilanjutkan.

Baca juga: Terjebak Badai Salju, 23 Loyang Pizza Dipesan Pilot Air Canada Langsung dari Kokpit

Selain itu, memesan pizza untuk penumpang juga pernah dilakukan oleh pilot Air Canada tahun 2019. Pilot tersebut memesan 23 pizza keju dan pepperoni untuk para pelancong yang terjebak di pesawat Airbus A320 yang dialihkan.

Jadi Penentu Untung-Rugi Maskapai, Ini Makna Load Factor

Larangan mudik lebaran pada tanggal 6-18 Mei 2021 akan berakhir hari ini. Selama periode tersebut, pergerakan penumpang pesawat jauh menurun. Alhasil, load factor di setiap penerbangan jauh dari cukup untuk memenuhi operasional perusahaan dan mengakibatkan maskapai rugi besar. Terlepas dari hal itu, sebetulnya, apa itu load factor?

Baca juga: Load Factor Maskapai Masih Melempem, Kemenhub: “Sangat Sangat Tidak Mudah”

Secara bahasa, load factor adalah rasio antara gaya angkat pesawat dengan beban beratnya. Secara istilah, load factor merupakan rasio antara kilometer penumpang yang ditempuh dengan kilometer kursi yang tersedia.

Load factor juga berarti sebuah indikator yang mengukur persentase tingkat keterisian kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk penumpang. Data load factor dari seluruh maskapai di dunia dirilis setiap bulan oleh Asosiasi Transportasi Udara (ATA).

Di dunia, sudah menjadi rahasia umum kalau seluruh maskapai penerbangan mengejar load factor atau tingkat keterisian penumpang di setiap flight. Namun, akibat satu dan lain hal, tingkat keterisian penumpang tidak selalu berada di jalur yang benar atau sesuai harapan maskapai.

Di beberapa kondisi, pesawat harus terbang dengan hanya satu dua penumpang atau yang lebih parah dari itu, tanpa satupun penumpang.

Secara matematis, sebagaimana dikutip dari investopedia.com, pada intinya, sumber penghasilan terbesar maskapai, 75 persen di antaranya datang dari penumpang. Adapun sisanya, sebagaimana dikutip dari investopedia.com, 15 persen datang dari muatan kargo dan 10 persen lagi dari bisnis lainnya, salah satunya iklan.

Load factor di setiap pesawat dan penerbangan bisa berbeda-beda. Sebagai contoh, pada hari tertentu sebuah maskapai penerbangan menjalani lima penerbangan terjadwal, yang masing-masing menempuh jarak 200 kilometer dan memiliki 100 kursi, serta menjual 60 tiket untuk setiap penerbangan.

Itu berarti, di hari tersebut, maskapai terbang dengan 60.000 kilometer penumpang dan 100.000 kilometer kursi. Jika keduanya dikalikan, maka, load factornya ialah 0,6 atau 60 persen. Artinya, ketika maskapai menerbangkan pesawat dengan jumlah penumpang rata-rata di bawah 60 persen, sudah pasti operasional penerbangan tersebut merugi.

Setiap penumpang dibebankan secara kolektif kolegial atas berbagai beban yang ditimbulkan di setiap perjalanan, baik beban jangka pendek ataupun jangka panjang; seperti perawatan pesawat, sewa pesawat, biaya bahan bakar, airport charge, air navigation charge, in-flight entertainment, honor kru kabin, kru kokpit, staf darat, dan berbagai staf pendukung lainnya.

Persentasenya, hampir sepertiga biaya untuk operasional, 13 persen untuk perawatan, 13 persen iklan, 16 persen layanan di bandara, sembilan persen untuk layanan selama penerbangan, dan sisanya untuk biaya lainnya.

Baca juga: Bagaimana Load Factor Pengaruhi Profit Maskapai? Berikut Penjelasannya

Bila sebuah penerbangan merugi dan penerbangan lainnya untung, mungkin bisa tambal sulam, keungan pun aman. Namun, bagaimana bila seluruh penerbangan merugi, seperti yang saat ini dialami maskapai penerbangan di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.

Sudahlah dihantam pandemi virus Corona, maskapai dalam negeri harus menerima pil pahit akibat adanya larangan mudik. Kendati hanya kurang dari dua pekan, namun, itu setara dengan kerugian miliaran rupiah per harinya.