Tak Bisa Ditawar, Setiap Penumpang dari Luar Negeri Wajib Lalui 9 Proses ini di Bandara Soetta

Begitu panjangnya waktu pandemi, membuat beberapa kerabat yang berdomisili di luar negeri harus pulang ke Tanah Air. Dan ketika seruan untuk pulang ke Indonesia tak bisa dtawar lagi, maka sebaiknya perlu diketahui, prosedur apa saja yang harus dilalui ketika penumpang pesawat dari luar negeri tiba di Indonesia.

Baca juga: e-Paspor Indonesia Sah Bersertifikat “Public Key Directory” dari ICAO

Berikut ini adalah beberapa tahapan berupa check point yang harus dilalui ketika penumpang pesawat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, tanpa terkecuali tahapan ini berlaku bagi warga negara asing dan warga negara Indonesia, termasuk prosedur karantina di hotel selama 5 hari. Satgas Udara Penanganan Covid-19 bersama PT Angkasa Pura II dan stakeholder terkait menetapkan prosedur baru kedatangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Berlaku sejak 30 April 2021, setidaknya ada 9 check point yang harus dilewati bagi penumpang penerbangan internasional, yaitu:

1. Penumpang mengisi data diri dan penerbangan melalui aplikasi Hotel Reservation di area kedatangan internasional

2. Pemeriksaan dokumen kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes)

3. Pendataan penumpang internasional terkait lokasi karantina

4. Penumpang menjalani proses keimigrasian

5. Penumpang mengambil bagasi di baggage claim area

6. Penumpang menjalani proses kepabeanan

7. Penumpang melakukan registrasi di Help Desk Hotel untuk proses karantina

8. Penumpang kembali menjalani pendataan identitas diri dan lokasi karantina yang dilakukan oleh Polresta Bandara

9. Penumpang dijemput bus untuk menuju lokasi karantina dengan konsep single pick up point. Bus yang boleh menjemput hanya yang sudah ditunjuk

“Sejak diterapkan pada 30 April 2021, prosedur dapat dijalankan dengan baik untuk memastikan persyaratan-persyaratan kedatangan internasional dipenuhi oleh WNI dan WNA yang tiba dari luar negeri. Kami berterima kasih kepada penumpang pesawat yang telah dengan baik menjalani prosedur kedatangan internasional,” ujar Director of Operation & Service AP II Muhamad Wasid. Ia menambahkan, “Prosedur baru ini diharapkan juga dapat mendukung kelancaran proses karantina bagi penumpang pesawat di lokasi yang telah ditentukan, baik itu di Wisma Atlet Pademangan atau di hotel-hotel.”

Baca juga: Keren, Denmark Luncurkan Paspor Digital Covid-19, Seperti Apa?

Penumpang dari luar negeri harus memenuhi protokol kesehatan seperti menunjukkan surat hasil tes Covid-19 dan melakukan karantina sesuai dengan Surat Edaran Nomor 8 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19 dan Nomor 9 tahun 2021 tentang Tempat Karantina, Isolasi dan Kewajiban RT-PCR Bagi WNI Pelaku Perjalanan Internasional.

Bedah Maskapai Baru “Super Air Jet,” Seragam Pramugari Tak Biasa dan Milenial Banget

Maskapai baru Super Air Jet dalam waktu dekat akan segera mengudara. Terlepas dari maskapai terafiliasi dengan grup besar yang sudah ada atau tidak, yang jelas kehadiran maskapai baru di tengah pandemi seperti sekarang ini bukan pilihan mudah. Butuh konsep brilian untuk mendobrak pasar yang sebetulnya sangat besar di Indonesia.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Pada tahun 2014, data menunjukkan, dari 240 juta jiwa penduduk, hanya sekitar 74 juta orang yang tercatat menumpangi pesawat setiap tahunnya.

Bandingkan dengan Amerika Serikat yang mencatat jumlah penumpang pesawat terbang mencapai 900 juta jiwa per tahunnya. Lebih besar dibanding penduduknya yang ketika itu mencapai 350 juta jiwa. Artinya setiap penduduk selama 1 tahun rata-rata menggunakan pesawat sebanyak 3 kali untuk berpergian.

Secara konsep, Super Air Jet sendiri bisa dibilang berusaha untuk out of the box atau mungkin without the box. Betul-betul berpikir bebas untuk menghadirkan maskapai baru yang menarik dan mampu bersaing dengan maskapai besar lainnya, domestik maupun dalam negeri.

Dari segi warna kebesaran, pemilihan warna kuning keemasan pada livery pesawat tentu bukan hal baru. Beberapa maskapai tercatat juga mengusung warna kebesaran itu, salah satunya Gulf Air.

Lanjut ke warna dominan atau warna kebesaran pada seragam pramugari Super Air Jet, yaitu krem, juga bukan pertama kali diusung maskapai. Beberapa maskapai sudah mengenakan itu, salah satunya Emirates.

Tetapi, pada detail seragam pramugari Super Air Jet, ada yang tak biasa dan mungkin satu-satunya di dunia. Itu juga terlihat sangat mewakili jiwa milenial yang santai namun tetap produktif dan bermobilitas tinggi. Dari foto-foto yang beredar, seragam pramugari atau kru kabin Super Air Jet, pada bagian celananya, mengenakan celana cargo yang berkantong.

Dari hasil penelusuran redaksi KabarPenumpang.com, sejak dahulu sampai saat ini, nyaris tidak ada seragam pramugari-pramugara yang terkesan santai seperti itu. Sekalipun ada, itupun tidak mengenakan celana cargo yang dilengkapi kantong di kanan dan kiri pada bagian paha dekat lutut, seperti Southern Airways dan Air Canada Rouge.

Beranjak ke bagian atas pada seragam pramugari maskapai baru Super Air Jet, agaknya juga tak banyak yang menggunakan. Diketahui, atasan seragam pramugari Super Air Jet menggunakan resleting layaknya jaket.

Umumnya, maskapai di seluruh dunia menggunakan kancing-kancing berbagai model pada atasan seragam pramugarinya, untuk membuat kesan mewah, elegan, tetapi juga anggun. Tentu desainnya menjadi satu kesatuan dengan celana atau roknya untuk membuat kesan seperti itu.

Menurut Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari, Super Air Jet didesain dan dipersiapkan agar memungkinkan banyak orang (penumpang) bisa bepergian menggunakan pesawat udara untuk tujuan wisata, pendidikan hingga pebisnis muda. Itu berarti maskapai akan merangsek pasar low-cost carrier (LCC). Bila itu benar, maka, seragam yang dikenakan pramugarinya sangat pas untuk menggarap pasar itu.

Pada tahap awal, Super Air Jet akan mengoperasikan armada generasi terbaru, yaitu Airbus 320-200 yang berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

Baca juga: Tebak Maskapai Lewat Seragam Pramugari, Mana yang Paling Sulit?

“Fokus utama Super Air Jet menawarkan konsep antar kota secara point to point di pasar berbiaya rendah dengan penerbangan langsung domestik dan nantinya dapat merambah ke rute-rute internasional,” pungkas Ari.

Sebagai informasi, sebelum maskapai baru Super Air Jet muncul, sudah lebih dahulu ada dua maskapai baru yang juga lahir di tengah pandemi virus Corona yang menghancurkan industri penerbangan. Dua itu yakni, Ecuatoriana Airlines dari Ekuador dan Zipair Tokyo, Jepang.

Jelang Larangan Mudik 6 Mei, Trafik Penumpang di 15 Bandara Angkasa Pura I Mengalami Peningkatan

Tanggal 6 Mei mendatang menjadi awal dimulainya pembatasan larangan Mudik 2021, dan seperti tren pada moda angkutan lainnya, trafik peningkatan perjalanan udara juga mengalami peningkatan. Hal ini diungkapkan pihak PT Angkasa Pura I yang mengelola 15 bandara, disebutkan trafik penumpang sebesar 103.854 pergerakan menjelang akhir pekan pada 30 April lalu, meningkat dibandingkan trafik pada hari sebelumnya dan rata-rata trafik penumpang pada April 2021.

Baca juga: Angkasa Pura I Dukung Rencana Penerapan GeNose di Bandara

Dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (4/5/2021), trafik penumpang di bandara Angkasa Pura I pada April lalu mencapai 2.636.175 pergerakan penumpang, sedangkan trafik penumpang pada Maret sebesar 2.341.188 pergerakan penumpang. Walaupun tipis, trafik pesawat pada April 2021 juga mengalami pertumbuhan 2,9 persen dibanding trafik pesawat pada Maret, yaitu dari 29.449 pergerakan pesawat pada Maret menjadi 30.317 pergerakan pesawat pada April 2021.

Sementara itu, menjelang periode larangan mudik pada 6-17 Mei 2021, khususnya menjelang akhir pekan akhir April lalu, Angkasa Pura I mencatat peningkatan trafik penumpang pada Jumat 30 April 2021. Pada tanggal tersebut, Angkasa Pura I mencatat trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I sebesar 103.854 pergerakan penumpang, meningkat 16 persen dibanding trafik penumpang pada hari sebelumnya (Kamis 29 April)  yang sebesar 89.307 pergerakan penumpang.  Trafik penumpang sebanyak 103.854 pergerakan penumpang tersebut terdiri dari 53.552 kedatangan dan 50.302 keberangkatan.

Trafik pada 30 April tersebut juga lebih tinggi 18,18 persen dibanding rata-rata harian trafik penumpang pada April yang sebesar 87.872 pergerakan penumpang. Tren peningkatan trafik penumpang di bandara Angkasa Pura I kerap terjadi menjelang hari atau periode libur. Sebelumnya, Angkasa Pura I juga mencatat trafik penumpang harian yang mencapai 100 ribuan pada H-1 Libur Jumat Agung pada Kamis 1 April 2021 lalu yang mencapai 105.612 pergerakan penumpang.

Adapun trafik penumpang tertinggi pada 30 April tersebut terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yaitu sebesar 25.972 pergerakan penumpang yang terdiri dari 12.844 kedatangan dan 13.128 keberangkatan. Sementara trafik penumpang tertinggi kedua pada 30 April terdapat di Bandara Juanda Surabaya, yaitu sebanyak 24.424 pergerakan penumpang yang terdiri dari 15.193 kedatangan dan 9.231 keberangkatan. Trafik penumpang tertinggi ketiga terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yaitu sebanyak 11.075 pergerakan penumpang yang terdiri dari 5.636 kedatangan dan 5.439 keberangkatan.

Baca juga: Bantu Bangun Negeri, Angkasa Pura I Lakukan Pembiayaan Mandiri untuk Pengembangan Bandara

Pada Sabtu 1 Mei dan Minggu 2 Mei, trafik penumpang di bandara Angkasa Pura I sebanyak 96.507 pergerakan penumpang dan 103.346 pergerakan penumpang sehingga total trafik penumpang pada periode akhir pekan 30 April hingga 2 Mei sebanyak 303.707 pergerakan penumpang. “Kami memperkirakan kecenderungan peningkatan trafik penumpang pesawat udara, khususnya di bandara Angkasa Pura I akan terjadi hingga H-1 masa larangan mudik 6 Mei 2021,” ujar Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan.

Ngeri, Pesawat Boeing 787 Maskapai El Al Israel Dikawal Jet Tempur, Takut Dirudal?

Belum lama ini, pesawat Boeing 787-9 EL AL, sampai dikawal jet tempur saat melintasi langit Spanyol, Italia, Yunani, Siprus, dan Israel. Beberapa wilayah tersebut, terutama wilayah Siprus, Yunani, dan Israel, memang tengah diliputi konflik regional serta mengundang patroli jet tempur dan kapal perang secara massif. Mungkinkan itu ada hubungannya dengan pengawalan ini?

Baca juga: Di Balik Penerbangan Bersejarah ke Uni Emirat Arab, Boeing 737 El Al 971 Israel Dibekali Sistem Anti Rudal

Kronologi pesawat komersial maskapai penerbangan asal Israel berusia 2,5 tahun, dengan nomor registrasi 4X-EDH, itu dikawal jet tempur NATO bermula saat pesawat lepas landas dari Bandara Internasional John F.Kennedy New York, AS ke Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, Israel.

Saat melintasi wilayah utara Spanyol, pilot melapor ke petugas ATC bahwa ada benda mencurigakan di dalam pesawat. Itu diduga sebagai bom. Setelah laporan diterima dan diteruskan ke NATO, ini kemudian dianggap sebagai sebuah ancaman serius. NATO pun merespon laporan itu dengan mengirim jet tempur saat pesawat melintasi beberapa wilayah di Mediterania.

Ketika Dreamliner El Al melintasi wilayah perbatasan Spanyol-Italia, jet tempur Italia mengambil tugas pengawalan. Tugas itu kemudian diserahkan ke jet tempur Fighting Falcon General Dynamics F-16 Yunani, yang berbasis di Araxos dan Kasteli, untuk dilanjutkan oleh jet tempur Israel yang sudah menunggu di ruang udara Siprus.

Dari Siprus, keduanya meluncur dan berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, Israel. Pesawat mendarat kurang lebih empat jam setelah laporan adanya bom diterima.

Usai mendarat, laporan FlightRadar24 yang dikutip Sam Chui, pesawat tetap berada di bandara tersebut selama 24 jam. Tak disebutkan dengan jelas bagaimana hasil investigasi dugaan bom di pesawat itu. Selanjutnya, siapa penumpang pesawat tersebut juga tak diberi tahu lebih jelas, entah terdapat pejabat tinggi antar kedua negara, atau hanya penumpang sipil.

Terlepas dari kasus dugaan bom di pesawat komersial sampai akhirnya dikawal jet tempur NATO, sebetulnya, pesawat-pesawat maskapai El Al sudah dilengkapi dengan sistem anti-rudal C-Music yang menjadikannya sebagai maskapai komersial pertama dan satu-satunya di dunia yang dilengkapi sistem pertahanan udara (anti-rudal).

Dengan disematkannya sistem rudal tersebut, El Al juga berhasil menyandang gelar sebagai maskapai teraman di dunia.

El Al pertama kali menyematkan sistem anti-rudal di pesawat-pesawat komersial mereka pada September tahun lalu.

Baca juga: Kucurkan Rp2,2 Triliun, Mahasiswa 27 Tahun Jadi Pemilik Baru Maskapai El Al

Ketika itu, untuk pertama kalinya Arab Saudi sejak beberapa tahun membuka ruang udaranya untuk penerbangan komersial Israel. Pesawat El Al terbang dari Tel Aviv ke Abu Dhabi membawa delegasi AS dan Israel. Sebelumnya, pesawat komersial Israel harus memutari langit Arab Saudi dalam penerbangan yang sama.

Disebutkan, delegasi AS dan Israel yang ada dalam penerbangan bersejarah El Al 971 bukanlah sembarang orang, mulai dari agen rahasia Amerika Serikat (AS) dan Mossad Israel, pejabat tinggi Israel mewakili Perdana Menteri Netanyahu, sampai mantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, yang secara resmi menjabat sebagai penasehat khusus Timur Tengah bagi pemerintah AS.

Awas Culture Shock, Berikut 7 Panduan Naik Kereta di Jepang

Jepang dikenal dengan budaya perkeretaapiannya yang kental. Sistem perkeretaapian di sana sudah sangat mapan karena berpengalaman sejak ratusan tahun lalu. Tercatat, Jepang sudah membangun sistem kereta api sejak lokomotif uap memulai debutnya di Jepang selama Restorasi Meiji pada tahun 1872.

Baca juga: Jangan Lupakan Beberapa Hal Penting ini Ketika Naik Kereta di Jepang

Bagi warga Jepang, kendati begitu banyak moda transportasi berbasis rel, namun, hal itu tak terlalu rumit untuk dijangkau karena sudah terbiasa. Namun, bagi wisatawan apalagi dari negara-negara yang tak terbiasa dengan kereta, itu bisa jadi sangat horor.

Eiitss, jangan takut, kami punya tips dan panduan naik kereta di Jepang untuk Anda. Dikutip dari afar.com, berikut selengkapnya.

1. Perlu beli Japan Rail Pass?

Japan Rail Pass bisa dibilang adalah sejenis kartu khusus untuk wisatawan internasional agar bisa naik kereta tanpa perlu berkali-kali top-up. Selama masa aktif belum habis, kartu ini bisa digunakan secara unlimited.

Harga JR Rail Pass disesuaikan setiap tahun, tetapi pada April 2021, tiket kereta untuk satu minggu dibanderol sekitar 29.650 yen atau US$268 untuk kelas ekonomi dan 39.600 yen atau US$358 untuk Green Car atau first class.

Calon pengguna bisa memesan via online atau langsung di empat bandara dan 11 stasiun kereta terbesar. JR Rail Pass bisa untuk seluruh jenis kereta Shinkansen, kecuali kereta Nozomi dan Mizuho, yang merupakan kereta tercepat yang beroperasi di jalur Tōkaidō dan San-yo.

2. Cara dapatkan tiket kereta bawah tanah Jepang

JR Rail Pass hanya untuk kereta di atas permukaan, tidak demikian untuk kereta bawah tanah. Wisatawan bisa membeli SUICA atau IC di KiosK yang tersedia di banyak titik. Harganya sendiri sekitar 500 yen atau US$4,50. Agar lebih aman, baiknya membeli IC sebesar 2.000 yen US$20.

3. Kapan memilih naik kereta atau tidak

Warga Jepang sangat lekat dengan kereta api. Jadi, hindari naik kereta di jam-jam sibuk berangkat dan pulang kantor, seperti jam 8 pagi sampai jam 9 pagi dan jam 5 sore sampai jam 7 malam di hari kerja.

4. Cara temukan peta dan jadwal kereta di Jepang

Wisatawan bisa menunduh apliasi HyperDia yang berbahasa Inggris. Di sini, seluruh jadwal seluruh kereta di Jepang.

5. Cara naik kereta Shinkansen

Wisatawan mancanegara bisa mengunduh aplikasi SmartEX yang diluncurkan pada tahun 2017 dalam format bahasa Inggris. Di aplikasi ini juga tertera jadwal kereta cepat Jepang secara lengkap.

6. Bagaimana cara memesan kursi khusus di Shinkansen?

Bagi pemegang JR Rail Pass, pemesanan kursi gratis dan bisa dilakukan di loket-loket JR Railways atau melalui aplikasi. Di luar itu, berbayar.

Baca juga: Cek Fakta, Kereta Shinkansen Melesat 4.800 Km per Jam, Jakarta-Surabaya Cuma 15 Menit!

7. Etiket naik kereta di Jepang

Jepang kaya akan budaya, termasuk di kereta. Karenanya, wisatawan kerap mengalami culture shock atau perbedaan budaya yang memberatkan wisawatan, tetapi, mau tak mau harus ditaati.

Di kereta, orang Jepang jarang membawa koper besar karena tidak ada rak bagasi. Kemudian, sepenuh apapun kondisinya, antrean tetap rapih dan wajib disiplin saat di barisan. Tidak berisik, baik ngobrol langsung atau via telepon, maupun nada dering ponsel. Tidak makan dan minum serta menggunakan masker di era pandemi Corona.

Kasus Covid Melonjak, India Jalankan Kereta ‘Khusus’ Pembawa Oksigen

Lonjakan kasus Covid-19 telah berdampak pada krisis oksigen di India, banyak warga penderita Covid yang meregang nyawa lantaran tidak kebagian oksigen di rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Selain beragam bantuan oksigen telah tiba dari mancanegara, dari dalam negeri, Pemerintah India telah mengerahkan layanan kereta api untuk mendukung penyaluran oksigen.

Baca juga: LIfeline Express India, Kereta “Rumah Sakit” Pertama di Dunia

Beberapa rumah sakit besar di Delhi mengandalkan suplai oksigen harian tetapi mereka tidak mendapatkan jumlah yang cukup untuk cadangan jika terjadi keadaan darurat. Seorang dokter menyebut situasinya menakutkan. Dia menjelaskan: “Setelah Anda menggunakan tangki utama Anda, tidak ada lagi yang dapat digunakan.” Situasinya lebih buruk lagi di rumah sakit-rumah sakit kecil yang tidak memiliki tangki penyimpanan dan harus mengandalkan silinder besar. Dan, krisis oksigen ini terjadi ketika kasus Covid-19 terus meningkat.

Dikutip dari newindianexpress.com (3/5/2021), Dewan Kereta Api India telah menjalankan kereta ekspres oksigen ke Karnataka sebagai prioritas utama. Pihak layanan Kereta Api dalam hal ini telah mengirimkan tanggapan positif atas permintaan tersebut. Surat kepada Ketua Dewan Kereta Api Suneeth Sharma telah meminta pengoperasian kereta khusus oksigen yang akan membawa truk tangki antara stasiun kereta Whitefield atau Doddaballapura di Bengaluru dan stasiun Kalinganagar atau Angul di Odisha, serta Vishakapatnam di Negara Bagian Andhra Pradesh, kata sebuah sumber. Rencananya layanan kereta oksigen ini akan dioperasikan dua kali seminggu.

“Kereta khusus oksigen perlu dioperasikan dengan prioritas tinggi melalui jalur hijau untuk memastikan pengiriman tepat waktu di stasiun tujuan,” kata surat itu. Dalam surat juga menyerukan untuk menghadirkan petugas khusus untuk memantau pergerakan kereta.

Baca juga: Kecanduan Film Porno, Petugas Kebersihan Kereta India Simpan Spycam di Toilet

Guna memastikan Divisi Rumah Sakit Kereta Api dan Pusat Perawatan Covid dari Divisi Kereta Api Bengaluru tidak mengalami kekurangan oksigen, Divisi Kereta Api telah mengumumkan pendirian pabrik oksigen cair dengan kapasitas 2.000 liter serta rencana untuk membelinya dari berbagai sumber pasokan. Sebuah pertemuan maraton diadakan pada hari Minggu oleh Manajer Kereta Api Divisi AK Verma dengan otoritas rumah sakit dan pejabat kereta api untuk mencatat persyaratan infrastruktur di rumah sakit dan Pusat Perawatan Covid.

KLM Retrofit Boeing 737-800 Bikin Pesawat Lebih Enteng dan Hemat 812 Ton Bahan Bakar

KLM tuntas melakukan retrofit satu dari 14 armada jarak pendek Boeing 737-800 miliknya. Ini diperkirakan berhasil mengurangi berat total pesawat dan membuat pesawat hemat bahan bakar 58 ton per pesawat per tahun atau 812 ton total 14 pesawat. Hal itu juga membuat pesawat berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon.

Baca juga: Rayakan HUT Ke-100, KLM Torehkan Penerbangan ‘Terlama’ Menuju Indonesi

Dari sisi penumpang, retrofit pesawat Boeing 737-800 KLM ini akan menawarkan kenyaman lebih; seperti kursi ergonomis nyaman, inflight WiFi, gratis instan messaging selama 30 menit, port USB di setiap kursi, tempat sampah lebih besar, serta pencahayaan LED terbaru.

Dengan kursi lebih ringan dan ergonomis, secara total, pesawat jadi lebih ringan hingga 700kg atau rata-rata 20 persen lebih ringan dari kursi sebelumnya.

“Ini menghemat 58 ton bahan bakar dan 184 ton emisi CO2 per pesawat per tahun. Bila ditotal 14 armada pesawat, ini menunjukkan penghematan bahan bakar tahunan sebesar 812 ton dan pengurangan 2.576 ton emisi CO2,” kata KLM dalam siaran persnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Tidak hanya membuat maskapai hemat operasional karena hemat bahan bakar imbas bobot pesawat berkurang, kursi pesawat ergonomis dari retrofit Boeing 737-800 KLM juga menggunakan kulit bekas layak pakai untuk mendukung berkelanjutan.

Proyek retrofit 14 dari 31 armada Boeing 737-800 KLM diharapkan selesai pada Maret 2022 mendatang, dimana satu retrofit yang telah rampung dilaporkan sudah beroperasi. Pesawat dioperasikan untuk layanan regional Eropa.

Boeing 737-800 KLM yang diretrofit rata-rata sudah berumur 20 tahun. Sebelumnya, maskapai nasional Belanda itu sudah lebih dahulu meretrofit seluruh armada Airbus A330 tuanya pada 2018 silam.

Kendati retrofit Boeing 737-800 tidak dilengkapi dengan in flight entertainment, sebagaimana armada widebody maskapai, namun, setidaknya port USB dan berbagai kelengkapan lainnya bisa memenuhi kebutuhan penumpang.

KLM memang menjadi salah satu maskapai yang fokus berpartisipasi dalam inovasi serta keberlanjutan di industri penerbangan.

Tahun lalu, ketika pandemi virus Corona merebak, maskapain tertua di dunia yang masih beroperasi itu sukses mencapai tonggak tertinggi dalam pengembangan pesawat Flying-V hasil kerjasama dengan TU Delft, usai model skala dari pesawat tersebut sukses terbang perdana.

Baca juga: Boeing 777 KLM “Orange Pride” Mangkrak di Beijing Sejak Awal Tahun Baru

Flying-V sendiri adalah desain pesawat jarak jauh yang diklaim sangat hemat energi. Itu karena, desain kabin penumpang, kargo, dan tangki bahan bakar terintegrasi dengan sayap sehingga menciptakan bentuk “V”. Desain tersebut tentu berbeda dengan pesawat pada umumnya, dimana desain badan pesawat dan sayap tidak terintegrasi.

Dari hasil permodelan di komputer, desain aerodinamika konsep Flying V terbukti mengurangi bobot pesawat sehingga menghasilkan penerbangan hemat energi hingga 20 persen dibandingkan pesawat tercanggih yang ada saat ini, Airbus A350-900. Menariknya, efisiensi tersebut diperoleh dengan dimensi pesawat yang lebih kecil namun tetap memuat kursi dalam jumlah banyak, mencapai 314 penumpang.

Keren, Bandara Internasional Laut Merah, Fasilitasi ‘Sultan’ Parkir Mobil di Dekat Pesawat

Bandara Internasional Laut Merah yang dibangun kerajaan Arab Saudi tidak hanya memperhatikan detail-detail yang lengkap, seperti penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan, desain futuristik, memanfaatkan udara segar dari alam, hemat energi, dan berteknologi canggih, tetapi juga memperhatikan detail yang simpel. Salah satunya parkir mobil di dekat pesawat.

Baca juga: Arab Saudi Pamer Desain Bandara Baru Mirip Fatamorgana di Tengah Padang Pasir

Pada bandara internasional, selain pejabat tinggi atau VVIP, penumpang pesawat dari sebuah maskapai, entah itu konglomerat atau pesohor kenamaan, dipastikan harus berjalan kaki setidaknya untuk check-in tiket, boarding, dan barulah sampai di pesawat.

Namun, sebagaiman laporan airport-technology.com, tidak demikian dengan Bandara Internasional Laut Merah yang tengah dibangun kerajaan Arab Saudi.

Bandara yang menjadi bagian proyek Laut Merah atau AMAALA, salah satu dari proyek mengubah 50 pulau dan situs lainnya di Laut Merah menjadi resor mewah yang diberi nama The Red Sea yang menjadi bagian dari Visi 2030 tersebut, memungkinkan orang tajir melintir untuk memasukkan mobilnya ke apron, turun dari mobil, dan langsung mencapai pesawat dengan mudah tanpa harus jauh-jauh berjalan kaki.

Tak berhenti sampai di situ, desain bandara yang terinspirasi dari gurun di sekitarnya itu juga akan menawarkan orang kaya di seluruh dunia untuk menikmati lima terminal pribadi, dimana pesawat pribadi dengan suitenya terletak cukup dekat untuk memudahkan naik-turun pesawat menuju suite. Bandara ini juga mempunyai beberapa runway di darat dan di laut untuk seaplane.

Bandara Internasional Laut Merah digarap oleh banyak pihak. Bagian terminal dan menara kontrol dirancang oleh Foster & Partners yang berbasis di Inggris. Sementara untuk bangunan utamanya dirancang oleh Egis, yakni kelompok konsultan dan teknik internasional asal Perancis yang menggabungkan praktik-praktik desain unik, menarik dan menginspirasi.

Nantinya, bila sudah resmi beroperasi pada 2023 mendatang, bandara tersebut digadang-gadang bisa menjadi salah satu bandara terindah di dunia dengan bangunan terminal dan menara, halaman yang luas, dan interior mewah yang mencerminkan AMAALA. Bangunan terminal akan terdiri dari berbagai fasilitas mewah seperti klub anggota pribadi, hanggar (bangunan dengan lantai luas) yang dikendalikan oleh iklim, dan masih banyak lainnya.

“Mengingat tamu-tamu AMAALA sangat high class bahkan ultra high class, kami memperkirakan lebih dari 80 persen pengunjung yang datang akan masuk melalui bandara,” kata Kepala Pengembangan AMAALA, Carlos Wakim

Selain itu, mengingat latar belakang para pengunjung, tak heran bila fasilitas berupa hanggar pribadi juga dibuat sangat besar dari biasanya. Di samping itu, profil para tamu dengan kepemilikan harta berlimpah juga membuat mereka bertekad menciptakan kesan mewah sejak pertama kali menginjak AMAALA. Singkatnya, Arab Saudi ingin menjadikan bandara tersebut sebagai awal dan akhir dari seluruh hal tentang kemewahan.

Menariknya lagi, latar belakangan para tamu juga mendorong pihak pengembang menjadikan bandara bukan hanya sebagai pintu masuk pariwisata saja, melainkan kolaborasi keduanya, bisnis dan pariwisata.

Baca juga: “Blue Carpet,” Solusi Futuristik Atur Antrian dan Jaga Jarak Saat Boarding di Bandara

Dengan konsep seperti itu, tak heran bila bandara dilengkapi dengan fasilitas mewah sebagai sarana pendukung negosiasi bisnis dan lebih menjadi sebagai exclusive private club experience ketimbang menjadi pusat transportasi udara. Itu juga mengapa, bandara baru dengan desain mirip fatamorgana itu hanya diproyeksikan menampung sebanyak satu juta pengunjung per tahun.

AMAALA sendiri adalah proyek pariwisata ultra-mewah di pantai Barat Laut Arab Saudi yang terinspirasi oleh Laut Merah. Proyek tersebut akan berbatasan dengan Kota Neom dan digadang-gadang sebagai tujuan wisata super mewah.

Masuk Usia 60 Tahun, Pramugari ini Enggan Pensiun

Di Amerika Serikat (AS), Wright bersaudara dan Amelia Earhart sangat dikenal dan dikenang dalam banyak literasi tentang sejarah penerbangan modern. Namun, dalam skala yang lebih kecil, yaitu di Charlotte, North Carolina, pramugari Carol Daubins, bisa dibilang sama terkenalnya dengan kedua tokoh penerbangan AS itu.

Baca juga: Viral! Ini Alasan Mengapa Pramugari ‘Pelototi’ Setiap Penumpang Pesawat

Carol Daubins ialah pramugari maskapai Piedmont Airlines, maskapai pertama yang menghubungkan Carolina dengan dunia luar lewat penerbangan internasionalnya. Sekalipun maskapai tempatnya bernaung bergabung dengan grup maskapai AS Airways dan American Airlines, baru-baru ini ia mengaku belum berencana pensiun dan akan terus berkarir sekalipun sudah sejak 1963 silam bekerja sebagai pramugari.

“Saya bangga berada di sana menjadi bagian dari penerbangan,” katanya, seperti dikutip dari FOX 46 saat ditanyain rencana pensiun mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi.

Sebetulnya di awal Carol tidak berencana menjadi pramugari. Ia juga heran kenapa profesi pramugari menjadi begitu melekat dan sangat dicintainya. Disebutkan, ketika melamar pekerjaan di Piedmont Airlines, Carol ditanyai oleh interviewer apa yang bisa ia lakukan untuk maskapai. Ketika itu, ia menjawab bahwa ia bisa membantu penumpang untuk reservasi tiket dan membuat kopi.

Jawaban terakhir Carol -membuat kopi- rupanya membuat perwakilan pihak maskapai antusias dan menawarkannya agar mengambil pekerjaan sebagai pramugari yang memang saat itu dibutuhkan maskapai.

“Yah, saya sangat bangga pada diri saya sendiri. Karena di sini saya mengenakan seragam yang indah, seragam yang tampak seperti militer,” ujar Carol.

Di enam bulan pertama menjalani profesi sebagai pramugari, Carol memutuskan menikah. Namun, tak disangka-sangka, justru ia jatuh cinta pada profesi itu. Ketika Covid-19 melanda, ia mengakui bahwa sangat egois bila tetap mempertahankan posisinya sebagai pramugari yang sudah pasti banyak orang menginginkannya. Itu kemudian mendorongnya untuk mengambil cuti tanpa dibayar selama pandemi.

Tetapi, di tahun 2022 nanti, ia berharap bisa segera kembali ke udara dan terus melanjutkan semangat, ruh, dan kebanggaan Piedmont Airlines sekalipun dengan usia yang tidak muda lagi. Terlebih, ia termasuk ke dalam deretan tokoh penting North Carolina dan Tennessee Aviation Halls Of Fame.

Malang-melintang sebagai pramugari tentu membuat wajahnya sudah tak asing bagi penumpang. Sudah tak terhitung berapa banyak penumpang yang mengenalinya sebagai pramugari Piedmont Airlines. “Anda bukannya dahulu bekerja sebagai pramugari Piedmont Airlines, ya?” tanya seorang penumpang dan Carol mengamininya.

Baca juga: Emirates Kini Suruh Pramugari Juga Bersihkan Toilet Demi Penumpang

Terlepas dari posisi Carol sebagai tokoh pramugari AS dan masih terus eksis sampai saat ini, bila disandingkan dengan perkataan CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker, tentang pramugari maskapai AS, ternyata saling terhubung.

Pada Juli 2017 lalu, dalam pidatonya pada jamuan makan malam di Irlandia, Al Baker mengatakan penumpang maskapai AS selalu dilayani oleh nenek-nenek, berbanding terbalik dengan usia rata-rata Qatar Airways yang hanya 26 tahun. Kendati ditentang, mungkin, pramugari Carol adalah bukti bahwa maskapai AS memang masih banyak yang mempekerjakan pramugari senior.

Pengamat Penerbangan: Selain Bikin Sengsara, Kabin ‘Gerah’ Bisa Memicu Kejadian Fatal di Pesawat

Sudah beberapa kali kejadian penumpang nekat membuka pintu/jendela darurat pada kabin pesawat. Selain ada yang bermotif iseng, kebanyakan aksi berbahaya itu dilakukan karena terpaksa, ya terpaksa lantaran penumpang sudah tak kuat lagi menahan panasnya suhu di dalam kabin. Ingin keluar dari pesawat juga bukan persolan mudah, terutama bagi penumpang yang duduk di dekat jendela.

Baca juga: Katanya Gerah, Wanita ini Buka Pintu Darurat Pesawat dan Berjalan di Sayap

Ditambah lagi, awak kabin biasanya akan menghalangi penumpang untuk keluar kabin. Alasan yang dikemukakan, mulai dari pesawat akan segera berangkat sampai alasan keamanan. Beruntung jika pesawat bisa segera berangkat, tapi apa jadinya bila pesawat tak kunjung bergerak dari apron, sementara peluh telah menetes dari badan. Kejadian tersebut, belum lama dialami oleh Djoko Setijowarno, pengamat transportasi yang sehari-harinya juga sebagai dosen Teknik Sipil di Universitas Katolik Soegijapranata.

Dalam pesan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com (3/5/2021), ia menyebut pada 2 Mei 2021, melakukan penerbangan dari Pangkalpinang menuju Jakarta. Penerbangan 55 menit itu menggunakan Batik Air dengan nomer penerbangan ID 6847. Dengan label penerbangan full service, seharusnya penumpang akan mendapatkan kenyamanan optimal. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

“Kabin sudah terasa panas ketika pertama kali saya masuk ke pesawat,” ujar Djoko. Atas keluhan penumpang, awak kabin telah meminta maaf dan menjanjikan setelah pesawat tinggal landas, maka pendingin udara akan berfungsi maksimal. Apesnya, janji tersebut tidak dipenuhi. “Selama mengudara, penumpang merasakan suhu udara tetap sama, dan sepanjang perjalanan semua penumpang ‘kipas-kipas’ tubuhnya menggunakan lembar kertas petunjuk keselamatan.

Dalam pesan tertulis, Djoko kemudian menyoroti tentang kompensasi apa yang didapatkan penumpang dalam kondisi di atas, ketika pesawat tidak delay tapi penumpang mengalami sengsara selama penerbangan. Ia menyebut, kondisi di atas sangat berbahaya untuk keselamatan, “bagaimana jika ada penumpang yang mengalami halusinasi dan nekat membuka pintu darurat karena tidak kuat menahan panas, tentu itu sangat fatal,” tambah Djoko.

Baca juga: Bedah Jendela Pesawat, Inilah Bagian-bagian Beserta Fungsinya

Atas kejadian tersebut, KabarPenumpang.com telah meminta keterangan kepada pihak Lion Air, dan sampai berita ini diturunkan belum ada komentar dari pihak Humas Lion Air.