Tarif Rapid Test Antigen di Daop 8 Surabaya Turun Harga

Menikmati perjalanan dengan kereta api di masa pandemi, penumpang diwajibkan menunjukkan hasil negatif dari tes rapid antigen, PCR maupun GeNose. Di mana di beberapa stasiun KAI menyediakan lokasi pemeriksaan GeNose maupun rapid antigen sehingga memudahkan penumpang kereta jarak jauh untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Tes GeNose C19 Berlaku Penyesuaian Tarif, Kini Menjadi Rp30 Ribu

Namun, belum lama ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) menurunkan tarif pemeriksaan rapid test antigen untuk penumpang perjalanan jarak jauh. Tarif rapid antigen ini awalnya Rp105 ribu menjadi Rp85 ribu dan hasilnya berlaku selama 3×24 jam sejak dilakukan pengambilan sample.

“Penurunan tarif ini berlaku mulai 9 April 2021 di seluruh stasiun yang melayani pemeriksaan rapid test antigen,” kata Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Jumat (9/4/2021).

Dia mengatakan, penurunan tarif rapid test antigen ini untuk memberikan alternatif bagi calon penumpang kereta api yang ingin melakukan pemeriksaan atau screening Covid-19 di stasiun. Luqman menyebutkan, untuk melakukan pemeriksaan rapid test antigen di stasiun, calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking kereta api jarak jauh yang sudah lunas.

Luqman menegaskan, KAI berkomitmen untuk memastikan seluruh pelanggan kereta api jarak jauh telah memenuhi persyaratan yang telah diatur pemerintah. Sebab bila tidak sesuai maka dilarang melanjutkan perjalanan dan tiket dibatalkan.

Layanan rapid test antigen di Daop 8 Surabaya sendiri tersedia di lima stasiun yakni Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Malang, Mojokerto dan Sidoardjo. Selain itu saat ini untuk tarif GeNose pun masih dikatakan lebih murah yakni Rp30 ribu.

Baca juga: GeNose, Alat Cek Covid-19 Buatan UGM Siap Diproduksi Massal, Termasuk Akan Digunakan PT KAI

Yang mana masa berlaku hasil tes GeNose hanya 1×24 jam sejak dilakukannya pengambilan sample. Hingga saat ini, dari Daop lain belum ada keterangan lebih lanjut apakah ada penurunan harga tarif rapid test antigen seperti di Daop 8 Surabaya.

‘Sultan’ Inggris Ingin Terbangkan Mobil, Jadi Sebab Lahirnya Pesawat Aneh ATL-98 Carvair

ATL-98 Carvair mungkin terdengar aneh di telinga avgeek saat ini. Sepak terjangnya memang tak sebagus De Havilland Comet, Concorde, dan pesawat lainnya. Namun, bagaimana dengan DC-4? Pasti tidak asing bukan dengan pesawat turboprop legendaris ini. Padahal, ATL-98 Carvair kepanjangan dari “Car via Air” merupakan pesawat modifikasi dari DC-4, loh.

Baca juga: Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Tabrakan Dua Boeing 747 Jadi Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa

Sebagaimana namanya, pesawat ini memang khusus diperuntukkan kargo yang memuat mobil di bagian punuk atau punggu pesawat. Tak heran bila desainnya seperti itu dan nyaris serupa dengan Boeing 747. Bisa juga dibilang pesawat ini sebagai Boeing 747 turboprop bila melihat desainnya yang nyaris sama persis.

Dilansir CNN International, di masa lalu, tepatnya di dekade 50an, banyak ‘sultan’ Inggris berkeinginan untuk menyetir mobilnya sendiri di Eropa daratan tanpa menunggu waktu lama. Maklum, ketika itu, Terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dengan Perancis, sebagai pintu gerbang ke Eropa daratan, belum ada dan baru hadir pada 6 Mei 1994. Pilihan moda transportasi satu-satunya ialah laut, dengan durasi yang cukup lama.

Tingginya demand tersebut pun dimanfaatkan oleh pengusaha penerbangan legendaris, Freddie Laker, untuk menciptakan pesawat aneh ATL-98 Carvair hasil modifikasi dari DC-4. Bak gayung bersambut, saat itu, tak lama setelah pesawat jet komersial pertama dunia, De Havilland Comet, terbang perdana pada 27 Juli 1949, minat maskapai terhadap pesawat turboprop memang jauh menurun. Alhasil, harga jual pesawat itu jatuh ke titik terendah.

Dengan harga rendah namun kualitas tinggi, DC-4 pun dipilih untuk dimodifikasi, sampai akhirnya dioperasikan Aviation Traders Limited untuk mengangkut mobil-mobil orang kaya Inggris ke daratan Eropa.

ATL-98 Carvair yang merupakan modifikasi dari DC-4. Foto: Alamy

Kemunculan ATL-98 Carvair tentu menjadi dahaga bagi para ‘sultan’ Inggris yang tak sabar ingin menggeber mobil kesayangan mereka di daratan Eropa. Dalam sekejap, bisnis kargo mobil terbang ini melesat tajam. Terlebih, teknisnya pun cukup mudah.

Layaknya naik kapal feri, para pemilik mobil meluncur langsung ke apron bandara dan memasukan mobilnya ke dalam Carvair’s characteristic elevated cockpit yang berada di punggu pesawat dengan bantuan scissors-type lift. Setelah itu, penumpang turun dan duduk di kursi nyaman di kursi penumpang.

Normalnya, pesawat ini bisa mengangkut lima mobil dan 22 penumpang, jauh lebih banyak dibanding pesawat serupa era Perang Dunia II, Bristol 170 Freighter. Konfigurasi ATL-98 Carvair juga mudah diubah menjadi hanya tiga mobil dan 55 penumpang, konfigurasi hanya kargo, ataupun hanya penumpang dengan kapasitas 85 kursi.

Di masa keemasannya, ATL-98 Carvair 24 penerbangan pulang pergi setiap hari dari bandara Southend, dekat London, ke Calais (Perancis), Ostend (Belgia), dan Rotterdam (Belanda).

Seiring berjalannya waktu, Strasbourg di perbatasan Perancis-Jerman dan kota Jenewa serta Basel di Swiss, menjadi negara selanjutnya yang didarati pesawat. Bahkan, pesawat sampai menjangkau seluruh dunia, mencapai Selandia Baru dan Australia hingga AS, sebagian besar Eropa, dan Afrika.

Baca juga: Mercedes Benz Pamerkan Desain Moda Futuristik yang Mampu Angkut Penumpang dan Kargo

Permintaan tinggi juga membuat kebutuhan pesawat bertambah. Tercatat, sejak 1961 sampai 1968, sebanyak 21 pesawat ATL-98 Carvair diproduksi dan dioperasikan Aviation Traders Limited.

Seiring berjalannya waktu, dimana sudah semakin banyak kompetitor dan beberapa kecelakaan fatal, membuat bisnis Aviation Traders Limited. Alhasil, pada 2007 lalu, ATL-98 Carvair mulai ditinggal pelanggan dan pada 2021 ini seluruh pesawat itu sudah tak lagi beroperasi.

Hari Ini, 58 Tahun Lalu, Pesawat Supersonik VTOL Pertama di Dunia Terbang Perdana

Pada hari ini, 58 tahun lalu, bertepatan dengan 10 April 1963, pesawat supersonik pertama di dunia dengan kemampuan vertical take-off and landing (VTOL) atau lepas landas dan mendarat secara vertikal, EWR VJ 101, berhasil terbang perdana.

Baca juga: Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Dilansir diseno-art.com, dilihat dari tahun kemunculannya, tentu saja bila berfokus pada kecepatan, pesawat supersonik EWR VJ (singkatan dari “Versuchsjager” dalam bahasa Jerman untuk “Experimental Fighter”) 101 bukanlah yang pertama.

Sudah jadi rahasia umum bahwa pesawat supersonik pertama yang mampu melesat melampaui kecepatan suara (Mach 1 lebih) ialah pesawat penelitian Bell X-1 pada tahun 1947 silam. Pun demikian, sebelum penerbangan perdana pesawat supersonik EWR VJ 101, sudah ada beberapa pesawat lain yang melesat lebih dari Mach 1, seperti D-558-2 Skyrocket di kecepatan Mach 2, Bell X-2 d kecepatan Mach 3, hingga pesawat X-15 yang melesat sampai Mach 5 pada 23 Juni 1961 silam.

Akan tetapi, tak satupun dari mereka bisa lepas landas dengan cara vertikal atau VTOL. Pun demikian, tak satupun dari pesawat-pesawat supersonik fenomenal di atas mampu melakukan transisi dari penerbangan vertikal ke horizontal. Tak ayal, kehadiran EWR VJ 101 cukup menyita perhatian publik.

Nacelles pesawat supersonik EWR VJ 101 saat sedang transisi. Foto: diseno-art.com

EWR VJ 101 sendiri merupakan jet tempur yang dikembangkan Jerman untuk menggantikan posisi Lockheed F-104G Starfighter di pasaran. Pesawat ini didukung oleh enam mesin turbojet Rolls-Royce RB145, dimana dua mesin terdapat di fuselage untuk VTOL dan empat lainnya di nacelles di setiap wingtip. Nacelles ini bisa berputar 90 derajat untuk memberikan dorongan vertikal atau horizontal.

Konsep pesawat ini dimulai pada awal 1960. Saat itu, rancangannya masih berupa mesin yang lebih kecil dan fuselage atau rangka badan pesawat yang sangat sederhana. Dari situ, EWR, perusahaan gabungan dari Heinkel dan Messerschmitt, melakukan pengembangan dan melahirkan dua prototipe, X-1 dan X-2.

Pesawat Supersonik EWR VJ 101 saat sedang mode terbang horizontal. Foto: diseno-art.com

Pada 10 April 1963, EWR VJ 101C X-1 berhasil terbang perdana. Namun hanya sebatas terbang secara vertikal saja. Baru kemudian pada bulan September di tahun yang sama, prototipe itu berhasil melakukan penerbangan transisi dari vertikal ke horizontal. Lebih lanjut, uji terbang VTOL dilakukan sebanyak 14 kali, dari total uji 78 uji terbang pada September 1964.

Sayangnya, pada uji coba kali ini, pesawat meledak dan terbakar tak lama setelah lepas landas. Beruntung, pilot berhasil selamat dalam insiden tersebut. Dari hasil investigasi, penyebab kecelakaan kuat diduga akibat sistem autopilot yang tidak berfungsi. Karenanya, prototipe X-2 disematkan sistem autopilot baru.

Baca juga: Keren, Tesla Akan Buat Pesawat Supersonik Pengganti Concorde Bertenaga Listrik

Meskipun ada kemajuan dalam pengembangan pesawat, proyek tersebut akhirnya dihentikan pada tahun 1968. Alasan utamanya ialah masalah suhu terlampau tinggi dan erosi karena ventilasi gas panas di bawah pesawat selama lepas landas dan mendarat yang berbahaya serta tak terpecahkan.

Meski demikian, untungnya, proyek pengembangan pesawat supersonik VTOL pertama di dunia itu masih menyimpan jejak, dimana EWR VJ 101 C X-2 saat ini disimpan dengan apik di Deutsches Museum, Munich, Jerman.

Polestar Hadirkan Kereta Luncur Kargo Listrik yang Bisa Melintasi Jalur Sepeda

Produsen mobil Polestar belum lama ini memanfaatkan keahliannya di bidang kendaraan untuk membuat penggerak kargo listriknya sendiri. Kendaraan roda tiga yang ramping dan minimalis tersebut diberi nama Re: Move.

Baca juga: Skuter Listrik Tiup Poimo Kini Hadir dalam Versi Custom-Fit, Skuter Bisa Menyesuaikan Badan

Setelah meluncurkan mobil listrik serba guna yang dirancang untuk bersaing dengan yang dari Tesla, Polestar milik Volvo sekarang berkembang untuk menyertakan lebih banyak pengangkut kargo dan orang yang bergerak. Konsep Re: Move dirancang bekerja sama dengan pembuat sepeda motor listrik Cake, pembuat aluminium Hydro, majalah Wallpaper dan desainer industri Konstantin Grcic.

Bisa dikatakan ini digambarkan sebagai kereta luncur perkotaan yang dinamis. KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (10/3/2021), bahan utama pembuatan kereta luncur kargo listrik ini adalah aluminium rendah karbon yang dapat di daur ulang.

Re: Move dirancang agar cukup kompak untuk dibawa bepergian di sebagian besar jalur sepeda. Meskipun ukurannya kecil, diklaim mampu mengangkut berat 275 kg, yang merupakan beban yang cukup besar bagi orang-orang yang sehari-hari membawa belanjaan mereka pulang atau memindahkan beberapa kotak.

Ini dipasangkan dengan desain flatbed mungkin melihat Re: Move menemukan lebih banyak penggunaan di antara kurir profesional dan layanan pengiriman.

“Platform horizontal dan perisai vertikal adalah sesuatu yang tidak Anda lihat dalam desain kendaraan. Beginilah cara Anda membuat meja atau rak. Saya pikir kesederhanaan dan keterusterangan, pragmatismenya, itu bagus. Desain yang bagus selalu berkelanjutan, karena tahan lama. Hal-hal yang memiliki siklus hidup yang panjang akan berkelanjutan,” kata Konstantin Grcic.

Dengan hanya render dan tidak ada spesifikasi lain untuk dilihat untuk saat ini, tampaknya penerapan dunia nyata masih jauh untuk Re: Move. Namun, Polestar mengatakan bahwa versi yang berfungsi penuh sedang dalam pengembangan dan akan diumumkan akhir tahun ini. Ia juga mengatakan lebih banyak pemikiran dan cerita di balik konsep Re: Move akan dibagikan di festival SXSW pada 17 Maret.

Baca juga: Mercedes-Benz Luncurkan Skuter Listrik dengan Bandrol Rp19,8 Juta

“Ini baru permulaan. Penggerak listrik hanyalah langkah pertama, kemudian kami harus melihat seluruh rantai pasokan dan bahan apa yang kami desain. Ini jauh lebih menarik daripada dua puluh tahun terakhir ketika desainer hanya membuat sesuatu menjadi cantik,” kata CEO Polestar, Thomas Ingenlath.

Ngeri, Begini Dampak Buruk Akibat Pemerintah Stop Seluruh Moda Transportasi 6-17 Mei

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melarang mudik lebaran 2021 mulai tanggal 6-17 Mei. Tak hanya itu, lewat Permenhub 13 Tahun 2021, Kemenhub juga melarang seluruh moda transprtasi beroperasi pada tanggal tersebut.

Baca juga: Demi Kejar Pesawat, Ibu Ini Nekat Kemudikan Minibus Paradep dari Siantar ke Bandara Kualanamu

“Pengendalian transportasi tersebut dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang untuk semua moda transportasi yaitu: moda darat, laut, udara dan perkeretapian, dimulai dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Adapun untuk transportasi barang dan logistik tetap berjalan seperti biasa,” kata Juru Bicara Kemenhub, Adita, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/4).

Lebih lanjut, Adita mengatakan, Permenhub 13 Tahun 2021 diterbitkan dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat tingkat menteri dan dalam sidang kabinet paripurna yang telah menetapkan kebijakan peniadaan mudik idul fitri tahun 2021, serta terbitnya SE Satgas nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Ramadhan.

Menanggapi larangan mudik 2021 serta larangan seluruh moda transportasi beroperasi selama musim mudik tahun ini, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, buka suara. Menurutnya, kebijakan pemerintah mengeluarkan Permenhub sudah lebih baik ketimbang sebelumnya yang hanya sebatas SE.

Hanya saja, melihat situasi dan kondisi, eks Wakil Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu sedikit pesimis dengan keputusan ini. Ia juga mengaku prihatin dengan nasib para supir angkutan dan pekerja informal lainnya selama pelarangan tersebut.

“Sudah tidak ada yang perlu saya komentari. Komentar saya sama dengan tahun lalu. Kita fokus ke masalah pandemi ini selama dua bulan, baru kemudian kita bicara ekonomi. Kalau seperti sekarang kan kasihan supir bus dan yang lain. harus diperhatikan itu. Intinya sudah susah ya, jadi ya nikmatin aja deh,” ujarnya kepada KabarPenumpang.com.

Pengawasan kebijakan tersebut, lanjutnya, juga sulit dilakukan dengan maksimal. Seperti banyaknya jalan tikus serta ketegasan petugas di lapangan. Ia pun mengambil contoh bila pejabat tinggi negara, yang tidak untuk kepentingan bertugas, kedapatan mudik. Dalam pandangannya, ketika situasi itu terjadi, besar kemungkinan petugas tak akan berani untuk memutar balik paksa.

Pada intinya, Agus meyakini akan tetap ada arus mudik dari masyarakat yang rindu dengan kampung halaman karena sudah dua Hari Raya Idul Fitri tidak berjumpa.

Senada dengan Agus, pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, juga prihatin dengan nasib para pekerja informal.

“Bagi pekerja konstruksi penghasilan mingguan dimanapun berada, akan mengalami masa jeda sekitar dua minggu tidak bekerja di masa lebaran. Tidak dapat pulang kampung halaman dan tidak ada jaminan hidup selama dua minggu berada di lokasi pekerjaan. Siapa yang bakal menanggung ongkos hidup selama dua minggu tersebut?” jelasnya melalui pesan singkat.

Baca juga: Ini Cara Unik Orang Indonesia Demi Pulang ke Kampung Setelah Pemerintah Larang Mudik

Djoko juga menyayangkan keputusan pelarangan mudik lebaran tersebut. Sebetulnya, bila ingin mengambil jalan tengah atau win-win solution, pemerintah bisa melakukan banyak cara. Salah satunya memaksimalkan sistem zonasi.

“Di Indonesia dapat dilakukan dengan sistem zonasi, tanpa memandang masa mudik Lebaran atau tidak. Dilakukan selama masa pandemi covid belum mereda pada liburan panjang. Satgas Covid-19 sudah membagi menjadi zona merah, kuning, dan hijau. Mobilitas dari asal hingga tujuan diatur sesuai zona mulai dari awal hingga tujuan. Di zona tujuan ada kewajiban tes kesehatan dan karantina dengan membayar sendiri. Tempat karantina dapat di hotel atau penginapan yang disediakan warga,” tutupnya.

Troli Canggih Kini Buat Operasional Bandara Hemat 100 Persen, Ini Rahasianya

Troli merupakan salah satu fasilitas di bandara yang jarang sekali disematkan teknologi terbaru, baik itu untuk memudahkan penumpang maupun pengelola bandara itu sendiri.

Baca juga: Mimo C1 Gabungkan Fungsi Skuter dan Troli

Padahal, ketika berada di bandara, troli menjadi salah satu benda penting bagi para traveler yang membawa banyak barang dan pasti jadi salah satu yang paling dicari penumpang ketika tiba di terminal. Sebab, kereta dorong ini mampu memudahkan penggunanya untuk membawa banyak barang dalam satu tempat sekaligus.

Hanya saja, saking banyaknya penumpang yang menggunakan, ditambah lambannya petugas Trolley Management Team dalam mengatur ketersediaan, di beberapa titik di bandara, troli terkadang habis tak tersedia.

Hal itu tentu bisa dimaklumi, mengingat area bandara begitu luas, sulitnya mengatur penumpang agar disiplin dan bijak dalam meletakkan troli usai digunakan, serta alat bantu petugas saat bekerja yang bisa dibilang minim untuk mengumpulkan dan mengecek keberadaan troli.

Troli bandara canggih dengan sensor. Foto: Business Wire

Akan tetapi, rasanya hal itu tak akan pernah terjadi lagi berkat teknologi pelacak troli bandara yang dikembangkan oleh Semtech dan DevAppSol.

Dilansir businesswire.com, troli canggih yang dilengkapi dengan sensor, Bluetooth Low Energy (BLE), dan berbagai alat berbasis teknologi sensor lainnya, nantinya akan menyajikan berbagai data untuk petugas, salah satunya lokasi troli secara real time . Dengan begitu, petugas bisa dengan mudah mewangasi, memanjemen, mengumpulkan troli, dan meletakannya di titik pengambilan troli atau lokasi lainnya yang sudah kekurang troli.

Selain itu, petugas juga bisa mereview mobilitas troli, berapa lama dan bagaimana kultur penumpang menggunakan troli bandara, serta kemana saja troli dibawa penumpang. Itu sangat berguna dalam memanajemen penggunaan troli ke depan. Entah itu untuk meletakkan troli di area yang sangat tepat hingga membatasi ruang gerak penumpang dalam menggunakan troli.

Kendati simpel, namun, dampak terhadap efisiensi operasional bandara cukup signifikan. Disebutkan, tingkat efisiensinya mencapai 100 persen, dengan rincian penghematan atau efisiensi langsung sebesar 30 persen hingga 40 persen dan efisiensi tidak langsung hingga 60 persen, sebagai hasil dari pelacakan troli secara efektif.

Baca juga: Huawei Chigoo cTrolley, Troli Canggih Manjakan Akses Penumpang di Bandara

Angka efektivitas tersebut didapat dari hasil pengaplikasian troli canggih ini di Bandara Internasional Hyderabad atau Bandara Internasional Rajiv Gandhi, India. Jadi, kegunaan troli canggih tersebut bukan isapan jempol belaka, mengingat sudah dibuktikan di sebuah bandara besar yang cukup sibuk.

Hanya saja, tentu, troli canggih tersebut masih kalah canggih dibanding troli lain, salah satunya Care-E, troli canggih teknologi Al keluaran KLM Royal Dutch Airlines. Robot atau troli berwarna biru cerah ini mengusung konsep self driving trolley sehingga bisa membawa koper penumpang secara otomatis dan bisa dengan mudah diberi perintah.

Mudahkan Penumpang Transit, Jepang Perkenalkan Tiket Seluler di Enam Kota

Jepang baru saja memperkenalkan tiket seluler untuk layanan transit guna membantu meningkatkan akses keselamatan pengendara di angkutan umum. Layanan ini diluncurkan di enam kota yakni Oita, Sapporo, Asahikawa, Kumamoto, Oshima dan Tsuchiura tersedia melalui aplikasi Japan Transit Planner dan Norikae Annai.

Baca juga: GoTransit, Fitur Integrasi Multimoda di Aplikasi GoJek

Spesialis layanan perencanaan perjalanan Jorudan dan platform tiket transit Masabi melaporkan penyebaran enam kota tersebut adalah perluasan terbesar dari kemitraan mobilitas sebagai layanan mereka. Ini menjadikan jumlah total penyebaran menjadi 17 secara nasional.

Di Oita, penumpang dapat membeli tiket satu hari Canbus untuk Oita Bus, perusahaan bus terbesar di Oita, yang melayani rute di seluruh kota. Di Sapporo, tiket One-day dan Dosanko tersedia untuk trem Sapporo, jaringan trem kota yang lengkap.

Penumpang dengan layanan bus Asahikawa Denkikidou dapat membeli tiket satu dan dua hari untuk seluruh kota. Biro Transportasi Kota Kumamoto akan menawarkan tiket satu hari di seluruh jaringan mereka. Bus Oshima akan menawarkan tiket satu dan dua hari melalui aplikasi.

“Hingga saat ini, pekerjaan kami dengan Masabi telah memberikan pembayaran transit dan pengalaman berkendara yang lebih cepat, mudah dan aman di 17 kota besar dan kota besar di seluruh Jepang, baik bagi mereka yang menggunakan layanan ini setiap hari maupun untuk pengunjung,” kata Toshikazu Sato, CEO Jorudan yang dikutip KabarPenumpang.com dari smartcitiesworld.net (30/3/2021).

“Sekarang, lebih dari sebelumnya, pekerjaan yang kami lakukan memungkinkan orang merencanakan perjalanan mereka, membeli tiket transportasi, dan menavigasi area lokal dengan aman sangatlah penting. Kami akan terus meluncurkan penerapan lebih lanjut secara nasional dan sangat senang dapat menghadirkan fungsi ini kepada penumpang di seluruh Jepang,” tambahnya.

Menurut Masabi dan Jorudan, penerapan terbaru melihat kemitraan mereka berkembang di daerah perkotaan dengan kepadatan lebih tinggi di seluruh Jepang, menawarkan layanan transit di ibu kota prefektur dengan volume penumpang yang meningkat.

Jorudan telah mengintegrasikan SDK tiket seluler Justride ke dalam aplikasi MaaS-nya, yang berarti setelah operator mendaftar ke layanan, tiket dapat dengan cepat dan mudah tersedia di aplikasi Perencana Transit Jepang dan Norikae Annai milik Jorudan.

Baca juga: Medan Kini Punya Transmetro Deli, Gratiskan Tiket Penumpang Hingga Akhir 2020

Dalam 12 bulan terakhir, terdapat tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi operator transportasi di seluruh dunia, karyawan dan pelanggan mereka, karena protokol Covid dan persyaratan jarak sosial telah menghantam para pengendara, sambil terus berupaya untuk memberikan layanan penting bagi pekerja kunci.

 

 

 

Buntut Pilot-Pramugara Adu Jotos Sampai Tangan dan Gigi Patah, Lisensi Dicabut-Maskapai Disuspend

Donghai Airlines airlines harus menerima kenyataan pahit pasca perkelahian pramugara vs pilot saat pesawat tengah mengudara. Maskapai yang berbasis di Shenzhen itu akan disuspend oleh Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC). Lengkapnya, maskapai tak diizinkan menambah rute, penerbangan, dan kapasitas baru sampai waktu yang tak ditentukan.

Baca juga: Pramugara dan Pilot Baku Hantam di Toilet Saat Pesawat Mengudara, Tangan dan Gigi Patah!

Tak hanya itu, airlineratings.com melaporkan, lisensi pilot juga akan dicabut dan pramugara dikenai sanksi administrasi yang berat dan setimpal dengan perbuatannya. Saat ini, keduanya sudah dibebastugaskan oleh maskapai untuk sementara sampai proses penyelidikan selesai. Namun, keduanya buakn tak mungkin akan dipecat permanen bila ada dampak lanjutan dari regulator.

Perkelahian di pesawat maskapai Donghai Airlines pada 20 Februari lalu, antara pilot dan pramugara, sebetulnya bermula dari hal sepele. Ketika itu, pesawat maskapai asal Cina, dengan nomor penerbangan DZ6297, itu berjarak sekitar 50 menit dari bandara tujuan di Xian, Cina. Seluruhnya berjalan normal sampai akhirnya pilot hendak menggunakan toilet terdekat dari kokpit.

Sayangnya, ia datang nyaris bersamaan dengan penumpang first class yang juga ingin menggunakan toilet. Karena merasa lebih berhak, pilot yang tak disebutkan namanya itu mengusir penumpang dan memintanya kembali ke kursi, namun penumpang tak menggubrisnya.
Setelah keluar dari toilet dan mendapati penumpang tersebut masih berdiri menunggu toilet selesai digunakan, ia memanggil pramugara yang dianggapnya tidak becus bekerja. Tak hanya itu, tindakan pramugara membiarkan penumpang first class berdiri menunggu dirinya selesai menggunakan toilet juga membayakan penerbangan.

Merasa tak bersalah, pramugara membela diri dengan mengeluarkan beberapa argumen. Di sinilah perkelahian antar dua petugas di pesawat yang tengah mengudara bermula. Mendengar pembelaan dari pramugara, pilot naik pitam dan langsung memukulnya. Baku hantam pun terjadi.

Disebutkan, perkelahian itu menjalar hingga ke toilet. Lantas, siapa pemenangnya? Tentu tidak ada atau kata pepatah menang jadi arang kalah jadi abu. Keduanya mengalami luka-luka. Pramugara dilaporkan mengalami patah tangan dan pilot kehilangan sejumlah gigi.

Baca juga: Pramugari dan Pilot Korean Air Bahu-Membahu Gagalkan Pembajakan Pesawat

Dalam sebuah pernyataan, maskapai menyebut keduanya telah diskors sampai proses penyelidikan internal selesai. Nantinya, bilapun keduanya diizinkan kembali bekerja, mereka tidak akan ditugaskan dalam penerbangan yang sama.

“Perusahaan sangat mementingkan argumen di antara kru pesawat selama penerbangan dan melakukan verifikasi internal yang ketat. Staf yang terlibat baku hantam telah ditangguhkan (dari) pekerjaan mereka untuk memastikan keselamatan penerbangan,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

Mudahkan Penumpang, DAMRI Kolaborasi dengan Dompet Digital ShopeePay dan DANA

Menuju era digital dan teknologi baru, Djawatan Angkoetan Motor Repoblik Indonesia atau DAMRI mulai melakukan kerja sama dalam cara pembayarannya melalui aplikasi dengan dompet digitalnya. Sehingga dengan kehadiran dompet digital ini memudahkan penumpang yang ingin bepergian dengan bus milik DAMRI.

Baca juga: Tak Lagi Repot ke Loket, Beli Tiket Bus Damri Bisa Pakai Damri Apps

Pada Kamis (18/3/2021) ShopeePay dan Damri mengumumkan kolaborasi kemudahan pembayaran secara digital bagi masyarakat yang ingin membeli tiket DAMRI. Selain itu juga pada 25 Maret 2021, DAMRI juga bekerja dengan DANA. KabarPenumpang.com menghimpun berbagai laman sumber, kolaborasi dengan dua dompet digital ini untuk menunjang layanan aman kepada pelanggan selama masa pandemi dan memperkuat budaya concactless.

Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA mengatakan, melalui kolaborasi ini, masyarakat bisa menggunakan DANA sebagai alat pembayaran baik secara online maupun offline saat bepergian dengan armada Damri.

“Sinergi dengan Damri merupakan bagian dari upaya DANA untuk terus mendorong budaya cashless dan contacless sekaligus memberikan pengalaman bertransaksi digital yang makin mudah, aman dan nyaman,” ujar Vince.

Setia N Milatia Moemin Direktur Utama Damri mengatakan, kolaborasi dengan DANA melengkapi berbagai metode pembayaran nontunai dan nonkartu sekaligus mempermudah masyarakat membeli tiket perjalanan antar kota, menuju bandara dan kawasan pariwisata, baik melalui situs web dan aplikasi Damri maupun secara offline di pool Damri.
“Kerja sama ini memperluas jangkauan ekosistem pembayaran cashless untuk setiap pembelian tiket Damri. Langkah ini menambah pilihan metode pembayaran digital yang dapat diakses calon penumpang,” kata Setia.

Dengan ShopeePay, pelanggan bisa isi kolom di pesan tiket berupa informasi tanggal keberangkatan, rute asal dan tujuan dan jumlah penumpang lalu klik “Cari Tiket”. Setelah keluar pilihan jadwal dan harga tiket Damri, pilih tiket yang ingin dibeli. Kemudian lakukan konfirmasi untuk rute tujuan, jadwal keberangkatan, nomor bus dan jumlah yang harus dibayar.

Klik setuju lalu isi data diri seperti nama, nomor telepon, nomor KTP dan email. Klik konfirmasi dan proses pembayaran. Pilih ShopeePay sebagai metode pembayaran
Anda akan diarahkan ke laman pembayaran ShopeePay di aplikasi Shopee untuk melakukan pembayaran dan masukkan PIN ShopeePay. Transaksi sukses jika Anda mendapatkan notifikasi pembayaran telah berhasil.

Sedangkan dengan DANA cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan scan QRIS di loket DAMRI atau dalam aplikasi DAMRI. Penumpang harus terlebih dahulu memilih tujuan dan jama keberangkatan, dilanjutkan dengan memilih tempat duduk. Tunjukkan ID Card, lalu bayar dengan memindai QRIS menggunakan aplikasi DANA.

Sementara untuk transaksi online, calon penumpang terlebih dahulu harus membuka aplikasi DamriApps di Play di Playstore Android. Selanjutnya, pilih layanan yang diinginkan seperti Bandara, Antar Kota atau Tempat Wisata. Lalu pilih tempat keberangkatan dan destinasi. Dilanjutkan dengan memilih bus, jam keberangkatan dan tempat duduk. Langkah berikutnya adalah mengisi nama.

Baca juga: PT KAI Gandeng Perum Damri, Mudahkan Perjalanan dari Palembang ke Stasiun Gambir

Setelah itu, pilih DANA sebagai metode pembayaran dan lakukan pembayaran melalui DANA Cashier Page. Setelah pembayaran berhasil, pengguna akan mendapatkan e-ticket sesuai destinasi yang dipilih. Pembayaran menggunakan DANA tersedia untuk pembelian tiket lebih dari 100 rute perjalanan, di antaranya Lampung, Malang, Surabaya, Bandung, Bogor, Makassar, Medan, Pontianak, dan seluruh rute yang tersedia di Indonesia.

Setelah Misi di Palu, ATR-72 600 Garuda Indonesia Kembali Diterjunkan dalam Operasi Bantuan Kemanusiaan di NTT

Untuk kedua kalinya, Garuda Indonesia mengerahkan pesawat komuter bermesin propeller ATR-72 600 untuk mendukung misi bantuan kemanusiaan. Setelah dioperasikan untuk mendukung misi bantuan korban bencana gempa bumi di Palu pada tahun 2018. Kini pesawat produksi Perancis itu juga dikerahkan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di sejumlah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Angkut Petugas dan Bantuan Kemanusiaan, Garuda Indonesia Terbangkan ATR-72 600 Ke Palu

Penerbangan kemanusiaan tersebut menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 yang diberangkatkan dari Makassar pada pukul 04.30 WITA dan tiba di Kupang pada pukul 07.00 WITA. Penerbangan tersebut mengangkut sejumlah barang bantuan bagi para masyarakat yang terdampak bencana, di antaranya berupa sembako, obat-obatan, dan pakaian yang berasal dari sejumlah BUMN maupun relawan lainnya. Selain itu, penerbangan tersebut turut mengantarkan petugas kemanusiaan yang akan bertugas dalam percepatan penanganan bencana dari BNPB maupun pemangku kepentingan terkait lainnya.

Selanjutnya, pesawat ATR 72-600 tersebut juga akan mendistribusikan bantuan kemanusiaan serta mendukung mobilitas petugas penanganan bencana di sejumlah lokasi bencana, khususnya di wilayah-wilayah perbatasan seperti Lembata, Alor, Larantuka dan Atambua selama beberapa hari ke depan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, “Kami menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana alam ini. Dapat kami pastikan bahwa Garuda Indonesia sebagai national flag carrier akan terus mengoptimalkan peran aktifnya dan berada di garda terdepan dalam mendukung aksesibilitas masyarakat dan jaringan logistik, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.”

Irfan menambahkan, “Kami memahami bahwa pendistribusian bantuan logistik kemanusiaan di tengah situasi yang sulit ini menjadi faktor krusial dalam memastikan upaya percepatan penanganan bencana dapat berlangsung optimal. Karenanya, kami berharap melalui pengoperasian penerbangan kemanusiaan ini dapat menjadi salah satu wujud kontribusi kami dalam memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana ini dapat terpenuhi dengan baik.

Baca juga: Akankah Regional Aircraft Kembangan Airbus Mampu Goyang Pasar ATR-72?

ATR-72 600 dipilih untuk melakukan penerbangan bantuan dikarenakan kemampuannya, di mana pesawat ini dapat mendarat dan lepas landas di runway yang relatif pendek (1.170 meter).