Jepang Gelontorkan Rp135 Triliun Bangun Terowongan Bawah Laut Sepanjang 31Km, Bisa Dilewati Kereta hingga Truk

Jepang dikabarkan akan segera membangun terowongan bawah laut sepanjang 31km, yang menghubungkan Honshu dengan Hokkaido. Berbeda dengan salah satu terowongan bawah laut terpanjang dan terdalam di dunia (53,85 km), Terowongan Seikan, yang hanya bisa dilalui kereta cepat Shinkansen itu, terowongan baru dengan investasi senilai US$ 9,7 miliar atau sekitar Rp135 triliun (kurs 14.041) ini nantinya juga bisa dilalui berbagai jenis kendaraan, seperti truk, mobil pribadi, dan mobil otonom.

Baca juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Ide pembuatan terowongan kedua di bawah Selat Tsugaru yang membelah Honshu dan Hokkaido ini muncul di pertengahan tahun 2020 silam. Sejak saat itu, publik pun terbelah. Bagi kelompok pro, terowongan dengan konsep baru tersebut dinilai akan mendongkrak ekonomi, dimana pengiriman hasil pertanian di Hokkaido akan naik 600.000 ton atau setara dengan 34 miliar yen.

Dari segi pariwisata, pergerakan wisatawan antara kedua pulau itu juga semakin tinggi dan menghasilkan 53,8 miliar yen.

Bagi kelompok yang kontra, nilai investasi yang cukup fantastis disebut akan menyulitkan pemerintah. Di samping itu, proyek yang pembangunannya diperkirakan memakan waktu selama 15 tahun, mulai dari proses survei sampai penyelesaian akhir ini, juga tergolong lama untuk bisa balik modal dan mencetak keuntungan. Jika tak ada aral melintang, modal sebesar itu baru bisa kembali setelah 32 tahun, dengan asumsi tingkat bunga 1,16 persen atas pinjaman untuk proyek tersebut, menggunakan skema Private Fund Investment (PFI) atau Pembiayaaan Investasi Swasta.

Asumsi balik modal setelah 32 tahun juga berdasarkan perhitungan tarif tol Terowongan Seikan kedua, dimana kendaraan besar atau truk diusulkan seharga 18.000 yen atau sekitar US$175 dan 9.000 yen untuk mobil, dengan asumsi lalu lintas harian sebanyak 3.600 truk dan 1.650 mobil.

Selain itu, konsep Terowongan Seikan kedua ini juga dinilai buang-buang tenaga karena terlalu rumit dan membutuhkan biasa besar; di samping kurangnya tenaga kerja untuk proyek tersebut.

Dilansir Nikkei Asia, ibu kota Hokkaido, Sapporo, berjarak sekitar 1.150 km dari Tokyo, hampir sama dengan jarak antara Tokyo dan kota Fukuoka di barat daya Jepang. Kendati demikian, lalu lintas Hokkaido-Honshu lebih padat dan 34 persen lebih mahal ketimbang lalu lintas Tokyo-Fukuoka, sebesar 210.500 yen per 10 ton.

Terowongan Tsugaru atau Seikan Kedua ini dijalankan oleh Japan Project-Industry Council (JAPIC). Berbeda dengan Terowongan Seikan pertama yang hanya memiliki jalur kereta api, Terowongan Tsugaru atau Seikan Kedua ini didesain dapat dilintasi kendaraan bermotor dan kereta api. Terowongan nantinya akan memiliki diameter 15 meter dengan jalan raya dua jalur dengan satu lajur di bagian atas dan satu jalur kereta api serta dua jalur kendaraan darurat di bagian bawah.

Baca juga: Shinkansen Pacu Kecepatan Antara Tokyo ke Sapporo, Namun ‘Terhalang’ Terowongan Seikan

Jalur kereta api di Terowongan Seikan Kedua ini rencananya dikhususkan untuk KA angkutan barang saja. Sehingga nantinya Terowongan Seikan Pertama dapat dikhususkan untuk perjalanan Hokkaido Shinkansen saja. Meski dibangun hanya satu jalur, namun tidak ada jalur persilangan di sepanjang terowongan.

Terowongan Seikan Kedua rencananya akan memiliki panjang 31 km yang menghubungkan Minmaya, Prefektur Aomori di Pulau Honshu dengan Fukushima di Pulau Hokkaido. Lebih pendek dari Terowongan Seikan Pertama yang memiliki panjang 53,85 km.

Masih Masa Pandemi, MRT Jakarta Targetkan 65 Ribu Penumpang Per Hari

Pandemi saat ini masih berlangsung dan membuat penurunan penumpang yang tajam pada Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tahun 2020 kemarin, ternyata tak menyurutkan semangat moda transportasi baru di ibukota. Hal ini terlihat dari MRT Jakarta yang menargetkan penumpang sebanyak 65 ribu orang per harinya.

Baca juga: Catatkan 27 Ribu Penumpang Per Hari, MRT Jakarta di Masa Pandemi Masih Untung di Bisnis Non Farebox

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, meski di masa krisis seperti ini pihaknya tidak mau berada terus di zona nyaman. Sebab saat ini adalah waktunya untuk melakukan trobosan dan inovasi.

“Krisis akan tetap ada, kalau tidak lakukan inovasi dan terobosan baru kita akan tergulung krisis. Makanya meski ridership atau penumpang tetap rendah tapi kami punya target 65 ribu penumpang per hari bukan tanpa konsekuen,” jelas William di Forum Jurnalis virtual, Selasa (5/1/2021).

Dia menyebutkan bila MRT Jakarta hanya main aman di target 20 ribu penumpang per hari, ini akan tercapai. Tetapi William mengaku, bila bermain aman bukanlah pilihan dan semua harus bergerak yang mana operasional dengan cara internasional.

“Kami akan berubah dari perusahaan transportasi menjadi perusahaan transformasi yang mengajak semua baik stakeholder maupun yang lainnya untuk bicarakan pengembangan,” jelasnya.

Bahkan meski di masa krisis seperti saat ini, William menyebutkan pihaknya akan berintegrasi dengan moda transportasi lain baik untuk layanan maupun sistem ticketingnya. Dia menjelaskan bahwa mekanisme untuk ticketing menggunakan JakLingko.

Di mana konsepnya diperkenalkan oleh Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. Sistem ticketing ini dikatakan William, akan diintegrasikan secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek.

“Kita akan integrasi tiket dan tarif. Untuk sistem ticketing ada dua yakni gunakan tiket dan QR code dari mobile aplikasi. Pertama QR code dengan aplikasi bernama JakLingko yang terintegrasi dengan semua transportasi. Kita juga kembangkan kartu,” jelasnya.

Sedangkan untuk dompet elektronik atau e-wallet, saat ini MRT Jakarta belum menentukan akan menggunakan apa. William menyebutkan, bahwa mekanismenya disiapkan oleh empat perusahaan konsorsium.

Baca juga: Jepang Hadirkan Coworking Space di Stasiun, MRT Jakarta Pernah Wacanakan

“Kita akan siapkan beauty contest atau tendernya. Dalam satu atau dua Minggu kedepan kita umumkan hal ini. Sebab sejak Desember kemarin sudah ada 83 perusahaan dari seluruh penjuru dunia yang mau ikut andil beauty contes untuk e-wallet. Diharapkan Februari ini sudah ditentukan pemenang inisiatifnya dan Agustus atau September sudah mulai integrasi,” jelas William.

Diskriminasi Kebijakan Antara Pramugari Singapore Airlines dan Maskapai Asing, Menteri Transportasi Singapura ‘Diserang’

Singapura belakangan mulai mewajibkan kru maskapai asing untuk tetap di rumah atau hotel selama layover. Sayangnya, peringatan kebijakan serupa tak berlaku untuk pramugari atau kru maskapai Singapore Airlines Group (maskapai dalam negeri). Perbedaan sikap dari Pemerintah Singapura pun ramai diperbincangkan berujung kecaman. Salah satunya datang dari parlemen.

Baca juga: Dengan Dalih Risiko Tertular Covid-19! Qatar Airways Hapuskan Hak Layover Pramugari di Penerbangan Jarak Jauh

Anggota parlemen Negeri Singa, Jamus Lim, mempertanyakan alasan Menteri Transportasi, Ong Ye Kung, melakukan hal itu. Selagi Menteri Ong belum memberikan keterangan resmi, ia juga secara pribadi mengecam tindakan tersebut.

Akan tetapi, sebelum berbagai spekulasi miring atas diskriminasi kebijakan tersebut meluas dengan cepat, Menteri Ong akhirnya buka suara. Melalui sepucuk surat, ia menegaskan bahwa tindakannya tersebut bukanlah diskriminasi, melainkan suatu hal lumrah.

Ia berdalih bahwa kru maskapai dalam negeri tak diingatkan untuk tetap di rumah saja karena mereka sudah patuh akan protokol kesehatan, layaknya dokter dan petugas medis yang tak perlu diingatkan kewajiban di rumah saja dan menjalankan protokol kesehatan.

“Perlakuan ini sebetulnya sejalan dengan pekerja garis depan seperti dokter dan perawat, yang tidak harus diingatkan kewajiban untuk tetap di rumah setelah menjalankan tugas mereka mengingat tindakan pencegahan yang diambil untuk melindungi mereka saat mereka bertugas,” tegas Mr Ong.

“Jika maskapai penerbangan asing dapat mematuhi langkah-langkah pencegahan ini, pramugari dan pramugaranya akan tunduk pada aturan yang sama. Jika tidak, mereka harus melayani SHN (stay-home notice) selama mereka tinggal di Singapura, terlepas dari negara mana mereka terbang,” lanjutnya, dikutip dari channelnewsasia.com.

Selain mewajibkan seluruh kru pesawat stay di rumah setelah bertugas, Singapura juga mewajibkan mereka untuk tes PCR jika terbang dari negara atau wilayah yang berisiko tinggi dan melakukan isolasi mandiri sekalipun hasil tesnya negatif. Tentu, dilengkapi dengan berbagai aturan turunan lainnya, seperti menjaga jarak, tidak banyak berinteraksi dengan penumpang, serta memakai masker dan face shield.

Bagi kru pesawat maskapai dalam negeri, mereka mendapat kewajiban tambahan, berupa wajib mengaktifkan GPS atau location dan menggunakan mobil jemputan khusus, baik saat ke hotel maupun ke bandara.

Baca juga: Pertama Kalinya, Singapore Airlines Buka Fasilitas Pelatihan untuk Umum! Satu Jam Tiket Ludes Terjual

Sederet aturan ketat bagi kru pesawat oleh Singapura bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Singapura mengkonfirmasi dua kru pesawat, yakni pilot dan pramugara Singapore Airlines, positif tertular virus Corona.

Keduanya diketahui pernah bertugas ke Inggris pada 19 hingga 22 Desember lalu. Sebetulnya, mereka sudah mendapat hasil negatif tes PCR pada tes pertama. Kendati demikian, keduanya diyakini terpapar Covid-19 dan dilakukan tes lanjutan. Hasilnya, mereka positif terpapar virus Corona meski tanpa gejala atau OTG.

KA Pandanwangi Kembali Beroperasi di Daop 9 Jember

Pandan wangi yang satu ini bukanlah daun yang biasa ditambahkan untuk menambah wangi sebuah masakan. Pandan wangi yang satu ini nama sebuah kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI. Awalnya kereta Pandanwangi Semarang melaju di relasi Semarang Tawang menuju Solo Balapan.

Baca juga: Mulai 1 Desember, KA Kalijaga Berhenti Beroperasi Setelah Penetapan Gapeka 2019

Kereta ini beroperasi di daerah operasional atau Daop 4 Semarang yang melayani perjalanan dua kali sehari berangkat dari Stasiun Solo Balapan ke arah utara melalui Gemolong, Gundih, Kedung Jati dan tiba di Semarang Tawang.

Kereta ini dioperasikan melalui tiga unit KRD milik Daop 4 Semarang untuk melayani tekanan transportasi jalan raya antara Solo dan Semarang. Perjalanan ini ditempuh sekitar 2,5 jam dan dimaksudkan untuk mempercepat antara dua kota ini.

Meski begitu relasi KA Pandanwangi Semarang ini masih dibatasi oleh kondisi rel di daerah antara Gundih dan Gemolong yang masih dibawah standar rata-rata rel kereta api di Jawa sehingga kereta harus berjalan lambat. Bahkan KRD yang sudah tua pun membuatnya terkadang bermasalah dengan mesih sehingga ditarik dengan lokomotif seri BB200.

KA Pandanwangi Semarang ini terakhir beroperasi pada 24 Oktober 2011 karena PT KAI mengalami kerugian dan setelah adanya jalan tol yang menghubungan Semarang dan Solo. Meski sempat berhenti beroperasi, pada 9 Agustus 2020 kemarin, KA Pandanwangi kembali beroperasi tanpa nama Semarang.

Ini karena KA Pandanwangi ini beroperasi di Daop 9 Jember dengan melayani relasi Ketapang menuju ke Jember PP. KA Pandanwangi menggunakan kereta api lokal kelas ekonomi yang menarik enam kereta penumpang dengan menempuh jarak 112 km dalam waktu sekitar tiga jam.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kembali beroperasinya KA Pandanwangi ini, penumpang tidak perlu menggunakan dokumen kesehatan atau keterangan rapid tes Covid-19 untuk menaiki kereta ini. Ini karena KA Pandanwangi adalah kereta api lokal, tetapi meski begitu penumpang tetap diharuskan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: KA Kaligung – Dulu Gunakan Rangkaian KRD, Kini Gunakan Kelas Ekonomi New Image

Adapun setelah beroperasi kembali, KA Pandanwangi hanya mengangkut 70 persen penumpang dan ada empat kereta yang akan beroperasi setiap harinya. Dengan kehadiran KA Pandanwangi ini, Daop 9 mengoperasikan lima kereta api dengan 12 perjalanan KA setiap hari.

Boneka Binatang Hilang, Maskapai dan Bandara Gerak Cepat Umumkan di Media Sosial

Libur musim dingin yang juga berbarengan dengan Natal serta Tahun baru, menjadi salah satu waktu tersibuk dalam setahun untuk semua perjalanan udara. Biasanya keluarga muda bersama dengan anak mereka menggunakan pesawat untuk mengunjungi keluarga yang tinggal di daerah atau negara lain.

Baca juga: Boneka Pikachu Raksasa Bikin Penumpang Antre di Lorong Kabin

Liburan ini membuat peningkatan pada jumlah anak-anak yang bepergian dengan membawa boneka binatang kesayangan mereka untuk menemani dalam penerbangan. Namun ternyata, boneka bisa menjadi prioritas maskapai di masa liburan musim dingin ini ketika hilang di bandara atau tertinggal di dalam kabin pesawat.

boneka binatang ditemukan maskapai dan bandara (simpleflying.com )

Karena menjadi salah satu prioritas, maskapai penerbangan dan beberapa bandara dunia mengembalikan boneka-boneka binatang itu dengan berbagai cara yakni salah satunya memposting di akun Twitter milik maskapai. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (3/1/2021), Virgin Australia salah satu maskapai yang ikut mempertemukan boneka binatang dengan pemiliknya.

Maskapai yang satu ini selama jeda akhir Desember antara Natal dan Tahun Baru menemukan sebuah dinosaurus hijau kecil di Bandara Brisbane ketika perjalanan udara masih diperbolehan saat itu. Maskapai tahu pemiliknya tidak mungkin datang untuk mengambilnya secara langsung. Karena hal ini, Virgin Australia kemudian memposting di Twitter untuk mencoba menemukan pemilik boneka dinosaurus tersebut.

Meski sering kali berakhir dengan sia-sia, tetapi yang satu ini menghasilkan akhir yang bahagia. Di mana Virgin Australia menunggu dengan sabar dan kurang dari 24 jam setelah tweet awal mereka menemukan pemiliki boneka dino tersebut. Setelah itu, maskapai itu langsung mencetak boarding pass untuk dinosaurus kecil dan membawanya pada penerbangan intra-Queensland berikutnya ke kota asalnya di Townsville.

Di sini, Mia dipertemukan kembali dengan Dino kesayangannya, yang menikmati perjalanan dari tempat duduk terbaik di rumah. Ternyata tak hanya Virgin Australia, Southwest Airlines yang berangkat dari Bandara Internasional Baltimore, Washington juga menghadapi situasi yang sama di Desember kemarin.

Maskapai berbiaya hemat yang satu ini menemukan boneka beruang di salah satu gerbangnya tepat sebelum Natal. Boneka ini kemudian difoto oleh staf dengan berbagai sudut pandang. Namun ketika dibagikan di media sosialnya, sampai saat ini Southwest belum mengumumkan pemiliknya telah ditemukan.

Tak hanya maskapai, bandara Atlanta Hartsfield – Jackson di negara bagian Georgia, AS, telah menjadi bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang sejak tahun 1998. Tentu saja, data tahun 2020 tampaknya agak anomali, dan masih harus dilihat bagaimana virus corona telah memengaruhi peringkat ini.

Meskipun demikian, dengan begitu banyak penumpang yang lewat bahkan di masa-masa yang tidak pasti ini, boneka binatang yang hilang tidak bisa dihindari. Sayangnya, boneka beruang yang tampak ramah ini ditinggalkan di ATL menjelang Natal.

Baca juga: Atur Jarak Sosial, Pengemudi Taksi Dudukkan Manekin di Kursi Depan Penumpang

Setelah mengetahui keadaannya, pihak bandara menghubungi Twitter untuk mengembalikan beruang tersebut kepada pemiliknya selama periode perayaan. Bandara belum memperbarui cerita dengan berita tentang reuni, tapi di sini berharap bisa terjadi segera.

Cina Pusing COMAC Masuk Daftar Hitam, Proyek Pesawat Komersial “Made in China 2025” Mangkrak

Proyek “Made in China 2025” terkait pengembangan pesawat komersial pertama Negeri Tirai Bambu terancam mangkrak. Penyebabnya, apalagi kalau bukan perang dagang Amerika Serikat (AS)-Cina sejak beberapa tahun belakangan.

Baca juga: COMAC Serius Goyang Duopoli Airbus dan Boeing, Pesanan Nyaris 1.000 Unit Jadi Sinyal Kuat

Laporan NTD News, penasehat senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), Scott Kennedy, mengatakan bahwa pesawat COMAC C919 hanya namanya saja Made in China. Sebab, nyaris seluruh komponen yang membuatnya terbang berasal dari rantai pasokan di Barat, khususnya Amerika Serikat (AS).

Mesin C919, misalnya, memakai produk CFM Internasional dan General Electric, perusahaan patungan AS-Perancis. Sistem avionik, landing gear, dan flight control diproduksi oleh Honeywell serta sistem komunikasi dan navigasi diproduksi oleh Rockwell Collins. Keduanya merupakan perusahaan asal AS. Secara keseluruhan, perusahaan AS memasok seperlima komponen pesawat COMAC C919.

Sedangkan perusahaan-perusahaan Eropa memasok sekitar sepertiga komponen ke pesawat itu; termasuk juga ke pesawat “Made in China” lainnya, COMAC ARJ21. Adapun sisanya dipasok oleh 14 perusahaan Cina, dengan tujuh di antaranya merupakan perusahaan patungan.

Dengan kondisi tersebut, akan sangat kacau bila rantai pasokan sampai dijegal AS dan sekutu. Celakanya, hal itu perlahan mulai jadi kenyataan.

Pada Desember lalu, Departemen Perdagangan AS merilis daftar entitas terlarang yang berafiliasi dengan militer. Tujuh daftar itu memang tidak termasuk COMAC. Namun, terdapat nama Aviation Industry Corporation of China (AVIC), perusahaan patungan antara General Electric dan BUMN Cina pada 2012 untuk pengembangan avionik C919, yang merupakan pemegang saham minoritas COMAC.

Sejauh ini, dikutip dari South China Morning Post, belum ada laporan bagaimana dampak kebijakan tersebut. Namun, besar kemungkinan, proyek Made in China 2025 di bidang dirgantara akan mangkrak, sekalipun pihak COMAC mengaku sertifikasi C919 terus dikebut dan ditargetkan bakal rampung pada akhir 2021.

Partai Komunis Cina yang tengah berambisi membawa Beijing ke posisi tertinggi di bidang teknologi memang sangat berambisi untuk menggoyang duopoli Airbus dan Boeing. Sejauh ini, Pemerintah Cina disinyalir telah mengucurkan dana antara US$49 miliar dan US$72,1 miliar untuk pengembangan C919. Pengembangan itu termasuk pembuatan mesin CJ-1000AX C919 oleh perusahaan BUMN Aero Engine Corporation of China, menggantikan mesin LEAP, perusahaan patungan General Electric-Safran.

Dengan dana sebesar itu yang sudah dikeluarkan, tentu akan sangat merugikan bila proyek pengembangan pesawat itu dihentikan. Pun demikian, bila dilanjutkan, investasinya akan sangat membengkak.

Tak hanya C919, proyek pesawat widebody Cina-Rusia, CR929 diprediksi juga akan mengalami nasib serupa lantaran blokade teknologi oleh beberapa negara maju.

Disebutkan, integrasi militer-sipil Cina juga disinyalir bakal membuat proyek pesawat CR929 Cina-Rusia tertunda kembali. Terlebih gesekan terkait wabah virus Corona dan buruknya politik luar negeri rezim komunis Cina juga membuat Barat-Jepang bersatu melawan.

Baca juga: Rusia-Cina Ribut, Proyek Pesawat CR929 Batal?

Perlahan tapi pasti, perlawanan Barat-Jepang terhadap ekspansi Cina untuk menjadi pemimpin baru global juga ditunjukkan dengan memblokade pertukaran teknologi secara massif. Mereka khawatir, teknologi darinya akan diterapkan untuk kebutuhan militer.

Belum lama ini, seperti diberitakan Epoch Times, Jepang menggandeng empat negara Barat, yakni Jerman, Belanda, Inggris, dan AS agar tak mentransfer empat teknologi utama ke Cina, meliputi artificial intelligence (AI), quantum computers, biotechnology, dan hypersonic speed. Blokade dua dari empat teknologi itu, AI dan komputer quantum, dinilai dapat memperlambat proyek tersebut.

Misteri Monolit Misterius di India Terungkap! Pelakunya Bukan Alien

Setelah menggemparkan Amerika Serikat (AS), kali ini sebuah monolit misterius kembali muncul dan membuat geger warga di India. Sebagaimana monolit di AS, logam berkilau (reflektif) tiga sisi dengan ukiran berupa angka-angka ini juga dinilai buah dari alien. Karenanya, itu patut diwaspadai.

Baca juga: Misteri Hilangnya Monolit di Utah, Dicuri Alien?

Akan tetapi, tak butuh waktu lama, monolit pertama di India yang dilaporkan berada di kota Ahmedabad, Gujarat, ini diketahui ulah dari oknum perusahaan swasta. Disebutkan, oknum ini besar kemungkinan sengaja meletakkan monolit di taman untuk menjaga alam dan melindungi satwa dari kerusakan akibat gesekan dengan manusia. Ukiran pada monolit itu dipercaya merupakan wujud dari pesan tersebut.

Struktur berbentuk prisma segitiga, setinggi sekitar tujuh kaki, menjadi hits di kalangan penduduk kota setelah terlihat di taman di SG Highway pada Kamis pagi.

Taman ini dikelola bersama oleh Ahmedabad Municipal Corporation dan Symphony Ltd. Terletak di dekat Gurudwara di daerah Thaltej, taman ini adalah salah satu atraksi yang diresmikan oleh Menteri Utama Vijay Rupani baru-baru ini.

“Monolit tersebut telah ditempatkan di sana oleh Symphony Ltd yang mengurus taman. Strukturnya telah dipasang oleh perusahaan untuk para pengunjung. Orang-orang dapat melihat pantulan mereka di permukaan bangunan yang mengkilap dan berfoto selfie juga,” ujar Director Departemen Taman AMC, Jignesh Patel, seperti dilaporkan Indian Express yang dikutip news18.com.

Sebelum muncul di India, monolit terlebih dahulu muncul di AS. Tak lama setelah muncul, monolit kemudian mendadak hilang. Misteri kehadiran dan hilangnya monolit secara mendadak pun jadi perbincangan hangat di masyarakat. Dalam sekejap, para ‘ahli’ temporer pun buka suara. Di antara mereka, teori yang paling masyhur, apalagi kalau tidak berkenaan dengan alien. Namun, tentu saja itu tidak empiris dan perlu diteliti secara mendalam.

Sebagian lainnya menduga monolit, yang secara teknis merupakan ciri geografis yang terbuat dari batu, sedangkan benda yang ditemukan ini tampaknya terbuat dari logam, dibuat oleh manusia dan strukturnya seperti sengaja ditanam, bukan jatuh dari langit dan tertancap di wilayah yang masuk ke dalam teritorial kota Moab, Utah, Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, belum juga terungkap misteri kehadiran monolit, belum lama ini, monolit dilaporkan hilang secara tiba-tiba. Lagi-lagi, alien diduga menjadi dalang dibalik ini. Namun, kuat diduga, logam berdiri tegak di tanah merah yang ditemukan saat helikopter tengah memantau domba “bertanduk besar” di bagian tenggara Utah itu dicuri oleh manusia, bukan alien.

Baca juga: Wahana Antariksa Cina Bawa Pulang 2 Kg Tanah dan Bebatuan dari Bulan ke Bumi

Ketika ditemukan beberapa waktu lalu, benda aneh itu dijuluki ‘monolit’, meskipun berbentuk logam dan berlubang, sebagai penghormatan kepada ‘2001: A Space Odyssey’ Stanley Kubrick. Sementara teori yang lebih populer mengklaim bahwa benda tersebut adalah tipuan pemasaran, aksi publisitas, instalasi seni, atau lelucon.

Pasca kemunculan di India, saat ini, total sudah ada 30 monolit yang muncul secara misterius di seluruh dunia. Menarik di tunggu, apakah misteri kehadiran monolit secara tiba-tiba masih akan terjadi di sejumlah negara di seluruh dunia sepanjang tahun 2021 mendatang?

Bus Trans Jawa Siapkan Koridor Keenam dan Hadirkan Aplikasi “Si Anteng”

Sejak Juli 2017 lalu, provinsi Jawa Tengah sudah mengembangkan bus sistem transit atau BTS yang dinamai Trans Jateng dengan pola beli layanan atau buy the service. Pengelolaan bus Trans Jateng ini dilakukan oleh Balai Trans Jateng dibawah Dinas Perhubungan Jawa Tengah.

Baca juga: Trans Jogja, Bus Rapid Transit Tanpa Separator Asli Kota Gudeg

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Soetijowarno mengatakan, pada 2021 ini akan mengembangkan koridor keenam yakni trayek dari Semarang menuju Gubuk di Kabupaten Grobogan. Djoko menyebutkan untuk pengembangan koridor keenam ini masuk dalam anggaran APBD Jawa Tengah sebesar Rp96 miliar.

Tak hanya pengembangan koridor keenam, pengelola bus Trans Jateng juga mengembangkan inovasi smart transportation yakni melalui aplikasi Si Anteng yang bisa di unduh melalui Play Store. Aplikasi Si Anteng nantinya memberikan layanan lebih baik kepada pelanggan yang juga pengguna bus Trans Jateng.

“Bus Trans Jateng juga tengah mengembangkan sistem pembayaran non tunai atau cashless yang diharapkan terwujud tahun 2021 dari penyedia perbankan dan lembaga keuangan. Integrasi pembayaran seperti ini juga bisa dilakukan bus Trans Jateng rute Terminal Tirtonadi di kota Surakarta ke Terminal Sumber Lawang di Sragen dengan Batik Solo Trans dan KRL relasi Yogyakarta menuju Surakarta,” ujar Djoko yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Senin (4/1/2021).

Djoko menambahkan, saat ini pengembangan rute layanan transportasi umum Trans Jateng hingga akhir 2029 sudah mencapai lima koridor. Di mana koridor pertama dari Stasiun Tawang ke Terminal Bawen yang dibuka sejak 17 Juli 2017 dan koridor kedua dari Purwokerto menuju ke Purbalingga sejak Agustus 2018.

Koridor ketiga dibuka Oktober 2019 dengan trayek Terminal Bahurekso ke Terminal Mangkang. Koridor keempat pada September 2020 dengan dua relasi yang mendukung pengembangan KSPN Borobudur yakni Stasiun Kutoarjo-Purworejo- Terminal Borobudur.

Kemudian Terminal Tirtonadi ke Terminal Lawang yang mana kedua koridor ini sudah menggunakan bus dengan low entry sehingga tidak memerlukan halte tinggi lagi dan cukup dengan bus stop sebagai tempat perhentiannya.  Bus Trans Jateng sendiri beroperasi sejak pukul 05.00 hingga 21.00 dengan tarif yang dibebankan untuk buruh, pelajar dan mahasiswa Rp2 ribu dan untuk umum Rp4 ribu.

Baca juga: Medan Kini Punya Transmetro Deli, Gratiskan Tiket Penumpang Hingga Akhir 2020

Djoko menyebutkan, selama tiga tahun beroperasi penumpang sudah mencapai 8,8 juta orang. Target penumpang hingga pertengahan 2021 mencapai sepuluh juta orang.

Kembangkan Motor Listrik Internal, Volvo Ingin Jadi Manufaktur Mobil Listrik Premium

Ketika kendaraan yang menggunakan bahan bakar listrik semakin berkembang, motor penggeraknya pun tak lupa untuk dibuat. Salah satunya yang sudah mulai mengembangkan motor listrik untuk kendaraan berbahan bakar listrik adalah Volvo. Perusahaan asal Swedia ini akan merakit motor listriknya di pabrik powertrain mereka di Skövde, Swedia.

Baca juga: Demi Menjamin Keselamatan, Volvo Rela Jatuhkan Sepuluh Tipe Mobil dari Ketinggian 30 Meter

Volvo juga berencana untuk membuat produksi motor listrik in-house lengkap pada pertengahan dekade. Bahkan untuk ini, Volvo akan menginvestasikan 700 juta SEK di tahun-tahun mendatang. KabarPenumpang.com melansir laman automotiveworld.com (9/12/2020), dengan menginvestasikan sejumlah modal, Volvo juga berkomitmen untuk menjadi perusahaan mobil listrik premium.

Di mana mereka menargetkan penjualan globanya terdiri dari 50 persen full mobil listrik pada 2025 dan sisanya hibrida. Pada awal tahun ini, Volvo juga mengumumkan mereka berinvestasi secara signifikan dalam desain internal dan pengembangan motor listrik untuk mobil generasi berikutnya. Pasalnya Volvo mengatakan bahwa dengan investasi yang di rencanakan di Skövde menjadi langkah awal menuju perakitan dan manufaktur motor listrik internal.

Di tahap pertama Volvo membuat fasilitas Skövde untuk merakit motor listrik dan tahap selanjutnya membawa proses manufaktur penuh motor listrik in-house ke sana. Untuk diketahui, operasi Skövde telah menjadi bagian dari kisah Volvo Cars sejak perusahaan didirikan pada tahun 1927. Sehingga saat Volvo menambahkan produksi motor listrik ke aktivitas pabrik berarti tanah bersejarah di Skövde akan menjadi bagian dari masa depan perusahaan juga.

“Volvo pertama dari tahun 1927 didukung oleh mesin yang dibangun di SkövdeTim ini sangat terampil dan berkomitmen untuk memberikan standar kualitas tertinggi. Jadi sudah sepantasnya mereka akan menjadi bagian dari masa depan kita yang menarik,” kata Javier Varela, wakil presiden senior Operasi dan Kualitas Industri.

Mengambil alih peran mesin pembakaran internal dalam rekayasa mobil, motor listrik adalah blok bangunan fundamental mobil listrik, bersama dengan baterai dan elektronika daya. Interaksi antara ketiga area komponen ini sangat penting dalam mengembangkan mobil listrik premium.

Membawa pengembangan dan produksimotor listrik secara internal akan memungkinkan para insinyur Volvo Cars untuk lebih mengoptimalkan motor listrik dan seluruh driveline listrik di Volvo baru. Pendekatan ini akan memungkinkan para insinyur untuk mendapatkan keuntungan lebih lanjut dalam hal efisiensi energi dan kinerja keseluruhan.

Desain dan pengembangan motor listrik perusahaan berlangsung di Gothenburg, Swedia dan Shanghai, Cina. Awal tahun ini Volvo Cars membuka lab motor listrik baru di Shanghai, selain pengembangan motor listrik yang sedang berlangsung di Gothenburg, Swedia dan laboratorium baterai canggih di China dan Swedia.

Baca juga: Volvo Demonstrasikan Bus Otonom Bertenaga Listrik yang Bisa Keliling Depo!

Kegiatan yang tersisa di pabrik mesin Skövde, adalah berfokus pada produksi mesin pembakaran internal, akan dialihkan ke anak perusahaan terpisah dari Volvo Cars, bernama Powertrain Engineering Sweden (PES). PES dimaksudkan untuk digabungkan dengan operasi mesin pembakaran Geely, seperti yang diumumkan sebelumnya.

Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

Mendengar kata Shinkansen yang ada dibenak pertama kali adalah kereta cepat di Negeri Sakura, Jepang. Tapi apa yang ada dipikiran jika kereta Shinkansen ada di dalam sebuah rumah makan di Indonesia?

Baca juga: Antisipasi Bencana Alam, Tiga Operator Shinkansen Gunakan Sistem Keselamatan Baru!

Dua rumah makan di Indonesia tepatnya satu di Karawang dan di Jakarta ini melayani pesanan pelanggan dengan menggunakan kereta Shinkansen. Jangan salah, kereta yang dimaksud di sini bukanlah dalam bentuk kereta asli melainkan nampan yang di bentuk seperti kereta Shinkansen.

KabarPenumpang.com mencoba menjabarkan dua restoran yang menggunakan nampan Shinkansen untuk mengantar makanan ke pelanggan. Dirangkum dari berbagai sumber, didapatkan informasi bahwa kedua resto ini menggunakan teknik yang sama dalam pemesanan, Shinkansen Cafe dan Resto serta Genki Sushi melakukan pemesanan menggunakan tablet yang terhubung dengan bagian dapur untuk memesan menu yang ditampilkan.

Untuk Shinkansen Cafe dan Resto, pelanggan bisa memesan empat menu untuk sekali pemesanan. Supervisor Shinkansen Cafe dan Resto, Dida M Qatrunada mengatakan, setelah mengkonfirmasi empat menu pilihan, makanan akan datang dari arah kiri atau kanan pelanggan tergantung posisi duduknya.

Restoran ini terasa keunikannya saat kereta meluncur ke sisi meja pengunjung. Tema nampan ini juga dibuat anime atau tokoh kartun Jepang seperti Astro Boy.

Menu makanan akan dibuat di dapur setelah list pesanan datang maka, terkadang pesanan akan datang satu persatu. Lain halnya dengan dessert atau makanan penutup yang sebagian besar adalah es krim akan hadir di meja Anda dalam waktu singkat karena bahan sudah siap sedia.

Untungnya makanan yang dipesan pun tak terlalu lama datang dari waktu pesan hanya sekitar satu hingga lima menit saja. Anda bisa mengambil pesanan dan nampan kereta Shinkansen akan kembali ke dapur.

Untuk menjalanakannya, nampan diletakkan diatas conveyor elektronik dan dilengkapi dengan sensor. Shinkansen Resto yang ada di Karawang ini sendiri sudah ada sejak pertengahan 2017 lalu.

Selain Shinkansen Resto dan Cafe, ada Genki Sushi yang juga menggunakan teknologi ini. Bedanya, Genki Sushi sudah ada di Jakarta sejak 28 April 2014 dan menjadi yang pertama menggunakan teknologi ini di restoran Jepang.

Baca juga: Armada Anyar Shinkansen Siap Mengular Pada 2020 Mendatang

Untuk cara pemesanan dan pengantaran di Genki Sushi ini pun sama dengan di Shinkansen Cafe dan Resto. Adapun yang berbeda yakni, saat mengembalikan nampan, pelanggan harus menekan tombol yang ada di bawah Kousuku Lane untuk mengembalikan nampan tersebut ke dapur.

Penasaran dengan kecanggihan Shinkansen di Restoran? Coba saja kedua resto ini.