Liburan di Normal Baru? Ini Dia 5 Alat dan Aplikasi yang Membantu Pelancong

Banyak orang yang dipaksa untuk berpikir secara lokal ketika pandemi membatasi rencana liburan musim panas. Kedekatan tujuan dan keamanan perjalanan telah menjadi hal terdasar yang kini dipikirkan oleh para pelancong seluruh dunia.

Baca juga: MyTrip, Aplikasi yang Beritahu Penumpang Tentang Jadwal Pembersihan dan Kondisi Bus

Bahkan beberapa pelancong diantaranya berpikir lebih kedepan lagi dengan menambahkan teknologi untuk membatu mengatasi normal baru. KabarPenumpang.com melansir laman outlookindia.com (5/8/2020), berikut ini beberapa alat dan aplikasi yang dapat membantu saat bepergian di normal baru.

#1 Roadtrippers
Perjalanan darat muncul sebagai alternatif yang lebih aman dan berjarak secara sosial untuk liburan sempurna. Sehingga Roadtrippers yang merupakan aplikasi perencanaan bisa digunakan untuk mengumpulkan lokasi tidak biasa di seluruh dunia. Aplikasi yang pembuatnya berbasis di Amerika Serikat tersebut menggunakan rekomendasi pengguna untuk mengungkap tujuan unik dari database yang kuat dengan jutaan perhentian yang direkomendasikan secara lokal seperti museum, serangkaian tempat aneh dan unik di antara rute di seluruh dunia. Pilihan lainnya termasuk pemandangan teratas, pengunjung, lokasi berkemah dan lainnya.

#2 Unhotel Co
The Unhotel Co merupakan sebuah perusahaan pengalaman era baru yang berbasis dari Gurugram dan menawarkan akomodasi yang dipilih sendiri untuk tetap aman sembari memuaskan hasrat melancong. UnHotel Co sendiri sudah ada selama empat tahun terakhir dan tampaknya menjadi relevan di normal baru. Aplikasi ini menawarkan pilihan akomodasi di lokasi yang tidak biasa di berbagai tujuan wisata sehinga membuat pelancong jauh dari kesibukan yang biasa. Selain itu UnHotel Co juga memperbarui pelancong tentang berbagai pedoman yang disediakan oleh pemerintah negara bagian dan memastikan pengguna diperbarui dengan opsi perjalanan.

#3 GoMechanic App
Perjalanan darat tampaknya merupakan liburan yang aman, tetapi bagaimana jika mobil Anda rusak? GoMechanic adalah jaringan pusat layanan mobil terbesar di India yang beroperasi di hampir semua kota besar di negara tersebut. Aplikasi yang berbasis di Bangalore menawarkan pengalaman layanan mobil tanpa repot dengan satu ketukan. Aplikasi ini menampilkan pusat layanan terdekat dan bahkan lebih baik lagi dengan menyediakan layanan bantuan pinggir jalan sehingga Anda tidak perlu khawatir berkeliaran di jalan untuk mencari montir. Lakukan pembayaran online dan pertahankan jarak sosial.

#4 Social distancing tool by Google
Mungkin akan ada situasi di mana Anda terpaksa berada dekat dengan orang-orang saat bepergian. Mengenakan masker, mencuci tangan secara teratur dan menjaga jarak sosial adalah cara yang harus dilakukan, tetapi langkah terakhir bisa jadi rumit. Google telah merilis alat augmented reality praktis yang membuat ini jauh lebih mudah yakni Sodar. Ini adalah alat jarak sosial yang menggunakan augmented reality untuk memetakan ruang di sekitar Anda, melapiskan lingkaran radius dua meter pada tampilan dari kamera Anda. Tidak ada aplikasi yang diperlukan, yang perlu dilakukan hanyalah membuka Google dari perangkat android dan meluncurkan alat Sodar.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Kapal Ferry di Teluk Bothnia Dilengkapi Aplikasi Khusus untuk Penumpang

#5 Temperature-reading glasses
Menjaga jarak sosial tidak masalah, tetapi bagaimana jika Anda tahu apakah orang-orang aman berada di sekitar Anda? Rokid, sebuah perusahaan teknologi yang mengkhususkan diri dalam pengembangan robotika dan AI, telah memproduksi Rokid Glass, kacamata augmented-reality, sejak Mei 2019. Namun, saat pandemi melanda, para peneliti perusahaan memutuskan untuk menambahkan fitur baru ke dalamnya yakni pendeteksi demam bertenaga AI. Kacamata tersebut menggunakan sensor infra merah dan kamera, yang memungkinkan pemakainya untuk ‘melihat’ suhu hingga sepuluh orang secara bersamaan. Kacamata ini juga tersedia di pasar internasional dengan harga yang lumayan $6.999.

Mengenal GE9X Boeing 777X, Mesin Pesawat Terkuat di Dunia

Pesawat komersial terbesar di dunia boleh saja dipegang oleh Airbus A380 atau pesawat jumbo Boeing 747 Queen of The Skies. Namun, mesin terkuat di dunia bukan dimiliki oleh kedua pesawat tersebut, melainkan ada pada pesawat triple seven generasi terbaru, Boeing 777X. Kepastian itu didapat setelah pesawat karya pabrikan asal Amerika Serikat (AS) tersebut resmi menggunakannya pada pertengahan tahun lalu.

Baca juga: Boeing 777X Kedua Sukses Terbang Perdana 

Tes pemecah rekor mesin terkuat di dunia dilakukan pada tahun 2017 lalu dengan disaksikan langsung oleh perwakilan dari Guinness Book of Record, di fasilitas pengujian General Electric (GE), di Peebles, Ohio, AS. Kala itu, mesin GE9X mampu mengembangkan daya dorong sebesar 134.300 pon, nyaris setara dengan daya dorong roket Soyuz saat mengantar kosmonot Rusia, Yuri Gagarin ke luar angkasa.

Perlu diketahui, daya dorong yang dibutuhkan pesawat dengan roket tentu sangat berbeda. Pastinya, roket membutuhkan daya dorong yang jauh lebih besar, mengingat tipe lepas landas mereka vertikal, bukan diagonal layaknya pesawat. Dengan kondisi tersebut, tentu sangat luar biasa bisa sebuah mesin pesawat nyaris menyamakan kekuatan daya dorong roket.

Tak hanya memberikan daya dorong besar, mesin terkuat di dunia GE9X juga menjamin penggunaan bahan bakar lebih hemat hingga 10 persen dari generasi sebelumnya. Tak cukup besar memang, namun, dengan rata-rata biaya operasional pesawat 20 persennya datang dari bahan bakar, tentu, hemat bahan bakar hingga 10 persen bisa cukup menguntungkan; dalam hal ini maskapai selaku operator.

Menariknya, rekor untuk mesin pesawat terkuat di dunia oleh GE9X Boeing 777X dicapai dengan menggantikan rekor dari mesin GE generasi sebelumnya, GE90-115B. Mesin pesawat yang dirancang untuk pesawat Boeing 777 itu tercatat mampu menghasilkan daya dorong sebesar 127.900 pon pada 2002 lalu, cukup besar untuk ukuran kala itu.

Meskipun berhasil menjadi yang terkuat, Presiden dan CEO GE Aviation, anak perusahaan dari GE, David Joyce, mengaku tak berniat untuk menyabet rekor tersebut.

“Meskipun kami tak bermaksud untuk memecahkan rekor Guiness World Records, kami bangga dengan kinerja mesin, yang merupakan bukti betapa hebatnya karyawan serta mitra kerja kami dalam merancang dan memproduksi produk yang luar biasa untuk pelanggan,” jelasnya, sebagaiman dikutip dari Simple Flying.

Keberhasilan tersebut tentu menjadi sebuah kado manis. Sebab, pengumuman rekor dunia ini diumumkan tepat di hari ulang tahun perusahaan yang ke-100, yakni pada 12 Juli.

Baca juga: Pengamat: Boeing 777X Janjikan Pengalaman Baru Bagi Penumpang

Akan tetapi, usai ditetapkan sebagai mesin pesawat terkuat di dunia, dalam perjalanannya bersama Boeing 777X, mesin pesawat yang lebih besar dari body Boeing pesawat 737 itu tercatat beberapa kali pernah mengalami masalah. Teranyar, tahun lalu, tak lama setelah diluncurkan, Boeing 777X dikabarkan mengalami kendala pada mesin. Tak disebutkan dengan jelas kala itu. Namun, harga mahal dari masalah tersebut, jadwal penerbangan perdana Boeing 777X jadi mundur hingga Januari akhir, dari sebelumnya di akhir tahun.

Pertama di Dunia, Mercedes-Benz Sematkan Fitur Airbag Depan-Belakang

Mercedes-Benz melanjutkan tradisinya sebagai pioneer inovasi keselamatan dan kemanan di dunia otomotif. Terbaru, pabrikan asal Jerman itu memperkenalkan sistem keamanan dan keselamatan unik berupa fitur airbag untuk penumpang belakang pertama di dunia. Sistem airbag terbaru itu rencananya bakal tersemat di Mercedes-Benz S-Class generasi baru.

Baca juga: Terinspirasi Sarung Tangan Baseball, Airbag Lansiran Honda ini Siap Diluncurkan di 2020

Sebagaimana penumpang di kursi depan, penumpang di kursi belakang juga akan dilengkapi dengan fitur pendukung, seperti sabuk pengaman terbaru serta side airbags atau airbag samping. Demikian juga dengan cara kerjanya, airbag akan keluar dari arah depan penumpang belakang atau tepat di bagian belakang kursi depan.

Meski demikian, airbag penumpang di bagian kursi belakang tidak mengembang dengan penuh, selayaknya airbag di kursi depan, melainkan hanya setengah dari udara yang dipompa melalui tabung silinder untuk membuat airbag mengembang. Bentuknya juga berbeda, bila di airbag di kursi depan bentuknya bulat, airbag penumpang di kursi belakang berbentuk kotak tak sempurna serupa huruf “D”.

Airbag pertama di dunia bagi penumpang di kursi belakang ini juga didesain sedemikian rupa, mulai dari teknik memompa udara ke dalam airbag hingga sirkulasi udara di dalam airbag itu sendiri agar tak cepat keluar ketika kepala dan tubuh penumpang mendarat di airbag.

Airbag tengah antar penumpang di kursi depan. Foto: Autocar Professional

Hanya saja, dengan adanya fitur airbag ini, penumpang di bagian belakang tak lagi bebas bergerak seperti sediakala, mengingat mereka harus tetap menggunakan sabuk pengaman.

“Airbag penumpang di kursi belakang dengan struktur tubular yang inovatif sangatlah unik. Dan sebagai hasilnya, ia menyebar dengan sangat lembut,” kata Dr Thomas W. Hellmuth, head of body and safety Mercedes-Benz, seperti diberitakan whichcar.com.au.

“Wajar jika penumpang harus terus mengencangkan sabuk pengamannya. Dengan illuminated-design seatbelt baru, mengenakan sabuk pengaman kini menjadi lebih nyaman,” tambahnya.

Selain fitur airbag bagi penumpang di kursi belakang pertama di dunia, pabrikan yang akrab juga disapa Mercy itu masih punya beberapa fitur unik lainnya, mulai dari sistem suspensi aktif baru atau Pre-Safe Impulse Side, yang dapat membuat mobil lebih tinggi hingga 8 cm untuk mengurangi beban pada struktur pintu saat terjadinya kecelakaan, suspensi E-Active Body Control yang mampu meredam efek benturan dengan membuat rangka lebih kaku, hingga airbag tengah antara penumpang dan pengemudi di kursi depan, dalam upaya mengurangi guncangan ke arah samping saat kecelakaan.

Desain interior kursi bagian belakang dilengkapi dengan layar canggih MBUX interface generasi kedua. Foto: timesnownews.com

Tak berhenti sampai di situ, sebagai mobil pertama di dunia yang menyediakan fasilitas airbag bagi penumpang di kursi belakang, Mercedes-Benz S-Class generasi baru juga akan dilengkapi dengan fitur MBUX interface generasi kedua, dengan total empat layar sentuh canggih.

Baca juga: 30 Tahun Airbag Hadir Untuk Keselamatan Dunia Otomotif

Fitur tersebut juga akan didukung dengan MBUX Interior Assist, untuk mengingatkan penumpang agar tak membuka pintu saat sistem mendeteksi ancaman dari titik blind spot di luar mobil. Untuk pengemudi, melalui berbagai kamera canggih, mereka juga akan diingatkan bila terdeteksi ngantuk atau kelelahan. Cukup keren, bukan?

Dilansir timesnownews.com, Mercedes-Benz S-Class generasi baru baru akan memulai debut pada 2 September 2020. Namun, tak disebutkan dengan jelas berapa harga yang harus dikeluarkan untuk merasakan berbagai fitur canggih tersebut.

Penumpang Bandara Changi Gunakan Kostum Hazmat dan Tidak ada Jarak Sosial

Bandara Changi Singapura seperti rumah sakit? Pertanyaan ini sepertinya cukup mengagetkan dan mungkin ada yang berpikir bandara tersebut berubah jadi rumah sakit sementara untuk membantu para pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19. Ya, memang akan terlihat seperti itu, namun nyatanya Bandara Changi tak berubah jadi rumah sakit sementara.

Baca juga: Pakai Kostum Hazmat di Bandara, Naomi Campbell Lagi-lagi Viral di Instagram

Sebab, ratusan calon penumpang terlihat tengah duduk di ruang tunggu dan menggunakan kostum hazmat. Para penumpang ini menjadi viral karena diabadikan dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial dan menjadi perbincangan warganet.

Dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, video tersebut berdurasi 40 detik di unggal oleh pengguna Twitter dengan akun @kurawa. Dalam unggahannya tersebut, akun itu mebuat caption, “Suasana Bandara Changi Singapore, ruang tunggunya lebih mirip RS wisma Atlet di Indonesia. Yang gue pikirkan itu banyaknya Limbah medis spt baju hazmat sekali pakai ini. Bumi makin berat.”

Dalam video pendek itu memperlihatkan hampir semua penumpang menggunakan kostum hazmat lengkap. Tak hanya itu, beberapa penumpang terlihat menggunakan faceshield dan penutup sepatu yang terlihat sepaket dengan kostum hazmat.

Dalam video terlihat tidak ada jarak sosial antar penumpang yang mana mereka ada yang berkumpul dan duduk berdekatan sehingga memperlihatkan ruang tunggu penuh. Unggahan video ini kemudian dikomentari oleh para warganet. Beberapa diantaranya mengatakan, penggunaan kostum hazmat terlalu berlebihan.

“Apa Wajib pake Hazmat yaa ngga bisa baju biasa lengkap dengan masker face shield baju kan bisa dicuci,” tulis seorang warganet.

Seorang warganet berkomentar dengan mengatakan, “Memang harus begini apa gimana ya? Pakai jaket anti air, masker medis dan faceshield aja kayaknya cukup ya. Sungguh kontra sekali sama yg ga peduli di sini, masker kain 5rb perak aja ga mau dipakai. Keduanya extrim.”

Baca juga: Awak Kabin Qatar Airways Gunakan Kostum Hazmat untuk Layani Penumpang

Selain itu ada yang mengomentari bahwa jangan sampai limbah kostum hazmat tersebut sampai ke Indonesia karena Singapura kecil. Beberapa lainnya mengatakan, bahwa dengan penggunaan ini sampah makin banyak dan plastik kembali menjadi sumber masalah utama Bumi.

Tingkatkan Cakupan Layanan di Inggris, Uber Beli Autocab Berbasis Stockport

Untuk meningkatkan cakupan layanan di Inggris, Uber akan membeli Autocab berbasis Stockport yang menyediakan teknologi bagi operator swasta dan taksi untuk menjalankan bisnis mereka. Teknologi ini termasuk perangkat lunak pemesanan dan pengiriman serta akses ke pada iGo-nya. Bahkan Autocab telah menetapkan jaringan iGo-nya sebagai pesaing Uber.

Baca juga: Uber Hadirkan “Hourly Rentals,” Sistem Sewa Kendaraan Maksimum 12 Jam Per Hari

Solusi tersebut memungkinkan pengemudi menerima order dalam cakupan nasional dan Autocab sendiri tahun lalu merayakan satu juta perjalanan. Tahun 2019 lalu, perusahaan ini melakukan penelitian komisi dan menunjukkan bahwa kebanyakan orang di Inggris tidak dapat memesan Uber dari rumah mereka sendiri.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesscloud.co.uk (6/8/2020), saat ini Uber beroperasi di 40 kota besar dan kecil di seluruh Inggris serta mengatakan kesepakatan ini akan memungkinkan membuat akses ke sekitar 130 kota besar.

“Melalui pasar iGo Autocab, Uber akan dapat menghubungkan pengendara ini dengan operator lokal yang memilih untuk melakukan pemesanan. Pada gilirannya, operator harus dapat memperluas operasi mereka dan menawarkan lebih banyak peluang pendapatan kepada pengemudi lokal,” kata perusahaan itu dalam pengumumannya.

Saat ini, Uber juga berencana untuk menjajaki penyedia peluang pendapatan tambahan bagi para pengemudinya terkait paltform untuk layanan lain seperti pengiriman. Sayangnya kesepakan tersebut rinciannya tidak diungkapkan sehingga membuat Autocab mempertahankan dewannya sendiri.

“Autocab telah bekerja dengan operator lokal di seluruh dunia untuk menyediakan teknologi agar mereka lebih efisien dan membuka pasar untuk menyediakan lebih banyak perjalanan. Bekerja dengan Uber, kami dapat meningkatkan ambisi kami, menyediakan ratusan ribu perjalanan tambahan untuk pelanggan kami, dan membantu memperkuat tempat operator berlisensi di komunitas lokal mereka,” kata Safa Alkatab, CEO Autocab.

Jamie Heywood, Manajer Umum Regional, Eropa Utara & Timur, Uber, menambahkan, Autocab telah berhasil bekerja dengan taksi dan operator persewaan swasta di seluruh dunia selama lebih dari tiga puluh tahun dan Uber harus banyak belajar dari pengalaman mereka.

Baca juga: Uber Hancurkan Ribuan Sepeda Listrik Jump dan Skuter

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan tim Autocab untuk membantu operator lokal tumbuh dan memberikan peluang pendapatan asli bagi pengemudi,” ujar Heywood.

Pada bulan April Autocab menjanjikan setengah juta poundsterling untuk mendukung industri selama krisis virus korona, menawarkan diskon pembayaran untuk pemesanan dan perangkat lunak pengiriman mereka.

Merpati Airlines Bakal Kembali Terbang Pakai Airbus A320/A321Neo, Tak Jadi Pakai MC-21?

Merpati Airlines dikabarkan bakal terbang lagi. Desas-desus comeback maskapai yang berdiri sejak 6 September 1962 ini tersiar usai beredar surat dari PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)/MNA, induk maskapai Merpati Airlines.

Baca juga: Xian MA60, Pesawat Cina Jiplakan Antonov An-24 yang Bikin Merpati Airlines Bangkrut

Dalam surat tertanggal 23 Juli, sebagaimana yang dilihat KabarPenumpang.com, dengan nomor MNA/DZ/100/AD 3/2020 tersebut, pihak Merpati Airlines diketahui meminta dukungan slot parkir kepada Direktur Utama PT Bandar udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Salahudin Rafi, untuk 10 pesawat Airbus A320neo dan 8 Airbus A321neo secara bertahap, mulai tanggal 15 Agustus 2020 mendatang.

Kabar kembalinya Merpati Airlines dengan pesawat tersebut tentu sedikit mengejutkan, mengingat, maskapai yang sudah stop operasi mulai 1 Februari 2014 itu sebelumnya diketahui bakal memesan 10 unit MC-21, entah itu MC-21-300 atau MC-21-200. Namun, pada prosesnya, sejak 2018 lalu, Merpati Airlines memang belum melangkah lebih jauh untuk mendapatkan pesawat Rusia buatan Irkut Corporation itu.

Padahal, menurut perusahaan yang masih ada kaitannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Irkut MC-21 menjanjikan konsumsi bahan bakar lebih hemat hingga 15 persen dibanding pesawat generasi saat ini.

Di samping itu, harga pesawat itu juga dipatok lebih murah dibanding pesawat narrow body sejenis, Boeing 737 MAX dan Airbus A320neo. Belum lagi gangway MC-21 yang dikabarkan jauh lebih besar ketimbang kompetitor dari Boeing dan Airbus, dengan bisa memuat troli katering dan satu orang lainnya dalam waktu bersamaan tanpa harus bergantian, tentu menjadi daya tarik tersendiri bila comeback Merpati Nusantara Airlines menggunakan pesawat ini.

Sejarah mencatat, dimensi pesawat terbukti membuat Boeing 707 menuai sukses -sekaligus awal dari kesuksesan divisi komersial Boeing- setelah Presiden Boeing, Bill Allen,menginstruksikan Tex Johnston, kepala uji coba Boeing untuk membuatnya menjadi beberapa inci lebih lebar dari McDonnell Douglas DC-8.

Tak lupa, in flight entertainment pesawat berupa sistem pencahayaan LED di dalam kabin, layar hiburan, serta port USB type A juga tersemat untuk memanjakan penumpang. Bahkan, konon kabarnya, penumpang juga dapat mengakses fasilitas wi-fi gratis selama penerbangan – kendati pihak Irkut masih enggan menyebutkan siapa yang menjadi vendor untuk urusan ini.

Selain meminta slot parkir ke BIJB, comeback Merpati Nusantara Airlines juga diketahui bakal meminta slot parkir di area hanggar PT MMF-SUB dan Bandara Kualanamu Medan (KNO). Dari sini, maskapai itu disinyalir bakal menjadikan KNO sebagai homebase atau hub.

Baca juga: MC-21-300 Berhasil Lewati Uji Kemampuan di “Kolam” Air

Sampai berita ini ditulis, redakasi KabarPenumpang.com sudah coba meminta tanggapan dari manajemen Merpati Nusantara Airlines terkait rencananya kembali terbang; termasuk kebutuhan pilot dan pramugari serta berbagai pekerja di bidang lainnya. Namun belum mendapat respon apapun.

Sebagai informasi, terlepas dari kabar Merpati Airlines kembali terbang, saat ini MNA masih menjalankan beberapa lini bisnis, seperti Maintenance Repair and Overhaul (MRO) dan Training Center serta bisnis kargo yang sudah dimulai sejak 10 November 2019 lalu, dengan mendapat dukungan dari 10 BUMN.

Tak Punya Penerbangan Domestik, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Ditaksir Bakal Lebih Lama Pulih

Semua maskapai penerbangan dunia saat ini menderita kerugian besar sejak perjalanan udara dihentikan ketika sebagian besar negara menutup perbatasan mereka untuk mencegah penyebarluasan virus corona (Covid-19). Hal ini kemudian membuat beberapa maskapai yang tidak memiliki penerbangan domestik akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Baca juga: Awal Juli 2020, Cathay Pacific Buka Kembali Penerbangan Ke Lima Tujuan Utama

Seperti Cathay Pacific dan Singapore Airlines yang hanya melayani penerbangan internasional dan tidak memiliki layanan penerbangan domestik. Kepala konsultan penerbangan Asia di Cirium, Joanna Lu mengatakan, kedua operator tersebut saat ini melihat keuntungan berubah menjadi kerugian dalam laporan pendapatan terbaru mereka.

KabarPenumpang.com melansir dari laman cnbc.com (13/8/2020), maskapai yang berbasis di Hong Kong tersebut melaporkan kerugian HK$9,87 miliar di paruh tahun pertama 2020. Angka ini didapat setelah mencatatkan keuntungan HK$1,35 miliar setahun lalu.

Sedangkan maskapai asal Singapura mencatatkan untuk kuartal yang berakhir 30 Juni kemarin mengalami kerugian bersih S$1,12 miliar dan turun dari laba bersih S$111 juta pada tahun sebelumnya. Meski beberapa negara sudah mulai membuka diri untuk pelancong dengan hasil pengujian Covid-19 dan pemeriksan kesehatan di bandara, tetapi masih banyak yang tertutup untuk pengunjung internasional karena kasus yang dikonfirmasi masih tinggi secara global.

Lu mengatakan, Capital Connection pada hari Rabu (12/8/2020), bahwa perjalanan dalam pasar domestik atau regional kemungkinan akan dilanjutkan lebih cepat dibandingkan dengan penerbangan jarak jauh ke tujuan internasional.

“Maskapai penerbangan yang melayani pasar domestik skala besar mungkin akan mendapatkan keuntungan lebih dari itu, termasuk maskapai penerbangan di Cina, Jepang dan mungkin Indonesia,” katanya.

Namun, hal yang sebaliknya berlaku untuk Hong Kong dan Singapura, di mana penduduk lokal tidak melakukan perjalanan domestik melalui udara karena wilayah daratan yang kecil. Lu juga mempertimbangkan alasan mengapa Asosiasi Transportasi Udara Internasional pada bulan Juni yang mengatakan Asia Pasifik diperkirakan akan mencatat “kerugian absolut terbesar” pada tahun 2020.

Baca juga: Demi Selamatkan Perusahaan, 6000 Staf Singapore Airlines Group Ambil Cuti Tanpa Dibayar

Dia mengatakan gangguan perjalanan internasional telah menjadi “penyebab utama” dari “kemajuan negatif” dalam industri di Asia Pasifik. Selain itu, Lu menambahkan bahwa kawasan ini memiliki banyak negara dan pasar, sementara Eropa dan Amerika Serikat “cukup banyak beroperasi sebagai pasar domestik tunggal yang bersatu”.

Inilah 7 Pesawat Amfibi Terbaik, Nomor Tiga Bisa ‘Minum’ Avtur atau Bensin

Bagi pecinta dirgantara, pesawat amfibi mungkin mempunyai tempat tersendiri. Sebab, selain mudah dioperasikan di segala medan, sensasi menumpangi apalagi mengendarai flying boat disebut sangat berkesan.

Baca juga: Hughes H-4 Hercules Flying Boat, Pesawat Amfibi (Gagal) dengan Rentang Sayap Terbesar

Meskipun jarang dijadikan untuk keperluan komersial oleh berbagai operator penerbangan, namun, penggunaannya untuk olah raga air dan rekreasi sudah cukup massif. Di dunia ini, ada banyak pabrikan pesawat yang memproduksi pesawat amfibi.

Bahkan, salah satunya didapuk menjadi peswat amfibi terbesar di dunia yang masih ada, mengingat dimensinya masih kalah dengan Hughes H-4 Hercules Flying Boat, pesawat amfibi terbesar yang pernah terbang. Agar lebih jelas, berikut KabarPenumpang.com rangkum tujuh pesawat amfibi terbaik di dunia.

1. China Jiaolong AG600, Flying Boat Terbesar di Dunia

Dikutip dari ridgelandingairpark.com, pesawat amfibi terbesar di dunia ini pertama kali diluncurkan pada Juli 2016 lalu. Meskipun berukuran jumbo, pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan 500 km per jam dan jarak jangkau terbang 4.500 km atau terbang non stop 12 jam. Data ini disampaikan oleh Aviation Industry Corporation China (AVIC).

AG600 memiliki panjang 37 meter dengan panjang bentang sayap 38,8 meter. Deputi General Manager AVIC, Geng Ruguan, menyebut pesawat yang memiliki ukuran sebesar Boeing 737 ini diklaim sebagai pesawat amfibi terbesar di dunia.

Saat take off dan landing di atas air, AG600 memerlukan area dengan panjang minimal 1.500 meter, lebar 200 meter dan kedalaman air 2,5 meter. Saat bertugas, pesawat amfibi made in China ini bisa mengisi air sebanyak 12 ton dalam waktu 20 detik dan mampu membawa 370 ton air sekali terbang. Untuk misi SAR, pesawat mampu menyelamatkan 50 orang yang terombang-ambing di lepas pantai.

2. Lisa Airplanes Akoya

Lisa Airplanes Akoya. Foto: ridgelandingairpark.com

Startup asal Perancis Lisa Airplanes tengah membuat Lisa Akoya, pesawat amfibi yang mampu beroperasi di air, darat, dan salju. Sayangnya, karena keterbatasan dana, proyek pengembangan pesawat amfibi itu harus tertunda. Namun, dikabarkan, perusahaan telah mendapatkan investor dengan dana besar dari Cina. Rencananya, pesawat amfibi itu akan mulai diujicoba di Pegunungan Alpen beberapa tahun lalu.

3. Pesawat Sport Ringan The Icon A5

Pengerjaan pesawat amfibi ini sebetulnya dimulai sejak 2006. Namun, karena berbagai kendala, pesawat ini baru bisa beroperasi pada 2014 lalu. Pesawat amfibi ini bisa dibilang cukup keren dengan berbagai fitur, seperti sayap yang bisa dilipat, bobot ringan, serta dapat beroperasi dengan bakar avtur maupun bensin.

4. Cessna 206 on Wipline 3450 Floats

Pesawat keluaran Cessna ini bisa dibilang membuat para pesaingnya gentar. Dengan berbagai teknologi keren yang disesuaikan, pesawat amfibi Cessna 206 berwujud Wipline 3450 Floats menjadi salah satu pesawat amfibi yang paling diminati.

5. Seawind 300C

Seawind 300C. Foto: ridgelandingairpark.com

Pesawat amfibi dengan kapasitas dua orang dewasa dan tiga orang anak ini dinilai paling cocok untuk digunakan untuk kebutuhan rekreasi keluarga. Pesawat ini juga mampu melaju kencang, mencapai 190 mph. Meski demikian, pesawat tersebut tetap efisien.

Baca juga: Day Limo, Perahu Amfibi Keluaran Iguana Yacht, Oke di Darat dan Lautan

6. Seamax M-22

Seamax M-22. Foto: ridgelandingairpark.com

Pesawat ini menjadi salah satu pesaing terberat The Icon A5 mengingat sama-sama bisa dioperasikan dengan bahan bakar bensin. Pesawat ini juga cukup ringan dan cocok untuk kebutuhan sport atau rekreasi.

7. Viking Twin Otter 400S

Viking Twin Otter 400S. Foto: ridgelandingairpark.com

Pesawat besutan produsen asal Kanada, Viking Air ini dinilai paling cocok untuk kebutuhan komersial. Pesawat ini pertama kali dipamerkan di Singapore Airshow. Viking 400S adalah pengembangan besar dalam komunitas pesawat amfibi. Harga jual peawat ini juga lumayan, berkisar $6 juta.

Indian Railways Undang Investor Swasta Jadi Operator Kereta Penumpang

Indian Railways (IR) telah mengundang investor swasta untuk mengoperasikan 151 kereta penumpang di 109 rute terpilih di seluruh jaringan. Salah satunya adalah memahami struktur bisnis penumpang IR. Operator ini mengoperasikan rata-rata 13.523 kereta penumpang harian pada 2018-2019.

Baca juga: Pertama Kalinya Jaringan Kereta India Berhenti Operasi Dalam 167 Tahun

Jumlah ini mencakup 3695 layanan pos dan ekspres antar kota, 3947 kereta regional jarak pendek biasa dan 5881 lainnya adalah kereta listrik yang dioperasikan di pinggiran kota. Layanan surat dan ekspres antar kota merupakan bisnis penumpang inti dari IR di mana ini perlu dipelihara dan dikembangkan sebagaimana mestinya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari financialexpress.com (16/7/2020), bisa dikatakan dalam kategori ini, hanya kelas atas yang akan menarik bagi operator swasta terutama mengingat fleksibilitas dalam penetapan tarif. Sehingga penting untuk menganalisis proyek dalam kaitannya dengan tujuan dan sasaran utama yakni mengurangi defisit penawaran-permintaan mendorong perpindahan moda dari udara ke kereta api dan secara signifikan mengurangi waktu transit.

Jumlah penumpang di jalur kereta api hampir stagnan dan meningkat hanya 0,8 persen, dari 8.286 juta pada 2017-2018 menjadi 8.354 juta pada 2018-2019, dan diproyeksikan mencatat kenaikan 0,9 persen pada 2019-2020, menjadi 8.428 juta. Kekurangan kapasitas kereta api yang endemik telah membuat bagiannya di pasar transportasi nasional terus menyusut.

Meskipun ada keributan yang hampir tak pernah terpuaskan untuk menambah kereta, tujuh koridor dengan kepadatan tinggi yang membentang lebih dari 10.500 km tetap tersumbat di mana stasiun dan pemeliharaannya terlalu berlebihan sehingga kecepatan tetap rendah dan layanan jauh kurang memuaskan. Permintaan perjalanan kereta api jauh melampaui pasokan dan tetap akan terus tumbuh secara substansial mengingat geografi negara yang luas, kelas menengah dan urbanisasi yang berkembang pesat dan tujuan pelestarian lingkungan.

Sektor jasa yang terus berkembang terus memicu tingginya mobilitas dan permintaan perjalanan penumpang, umumnya dari kalangan atas. Perpindahan lalu lintas ke kereta api tidak hanya akan bergantung pada pengurangan waktu perjalanan tetapi juga pada frekuensi layanan kereta api, yang menawarkan akomodasi sesuai permintaan.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan ledakan aspirasi orang, perjalanan kereta api perlu menyesuaikan dengan layanan udara dan jalan raya dalam hal kenyamanan, keandalan dan kecepatan pra-board dan onboard. Sebab dalam menghadapi persaingan yang ketat dari maskapai murah, bus berkapasitas tinggi, dan mobil pribadi, IR perlu menyusun strategi terpadu untuk memperluas, mempercepat dan memodernisasi layanan penumpang antar kota.

Keyakinan Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal bahwa partisipasi sektor swasta akan memungkinkan IR melewati “era kereta yang bergerak lambat” tampaknya salah tempat. Meskipun inisiatif luar biasa yang dirintisnya 50 tahun lalu melalui Rajdhanis antar kota “kecepatan tinggi”, kereta barang dan penumpang di seluruh jaringan tetap terjebak di jalur lambat selama beberapa dekade.

Seperti “proyek percontohan” set kereta api “Tejas” kelas atas yang dioperasikan oleh IRCTC di rute Delhi-Lucknow dan Mumbai-Ahmedabad yang memiliki waktu tempuh yang hampir sama, sekitar 6,5 jam sekali jalan seperti Shatabdis yang lebih tua di rute ini. Ketua Dewan Kereta Api Vinod Kumar Yadav menjelaskan bagaimana, setelah menyelesaikan dua DFC yang sedang berlangsung pada Desember 2021, dan peningkatan gradasi rute kereta api Delhi-Mumbai dan Delhi-Kolkata yang ada dengan biaya Rs13 ribu crore akan melihat kereta berjalan pada 160 km per jam.

Baca juga: Rajdhani Express Kembali Beroperasi, Indian Railways: Tidak Ada Selimut dan Makanan

Namun, sebagian besar jalur lain dengan kereta barang dan penumpang campuran yang berdesak-desakan untuk mendapatkan ruang dan dibatasi oleh batas kecepatan hanya akan menyebabkan rangkaian kereta baru secara substansial kurang dimanfaatkan dalam hal potensinya, dan jauh di bawah ekspektasi pelanggan untuk kecepatan dan layanan yang sering. Kereta api pribadi akan menjadi bagian yang sangat kecil dari kereta penumpang. Namun demikian, penempatan 150 rangkaian kereta yang diusulkan secara teknis lebih unggul dan lebih cepat yang dioperasikan oleh sektor swasta diharapkan dapat memberikan facelift pada layanan penumpang kereta api, mengantarkan persaingan di segmen kelas atas dari bisnis penumpang.

Lihat Banyak Tempat Indah dari Luar Angkasa, Astronot Juga Butuh Liburan

Seorang astronot bisa melihat berbagai tempat di Bumi meski tengah berada di luar angkasa. Dengan jarak 250 mil Anda bisa membuat daftar keinginan yang cukup untuk melihat Bumi. Namun apakah seorang astronot lebih menyukai berlibur di luar angkasa atau di Bumi? Randy Bresnik seorang astronot mengatakan, saat standar Anda meningkat di luar angkasa, itu membuat persepektif sedikit berbeda dari wisatawan lain.

Baca juga: Sebelum Terbang dengan Kapsul Boeing CST-100 Starliner, Astronot Berlatih dengan VR

Meski begitu, Randy juga memiliki beberapa tempat untuk berlibur bersama dengan keluarganya. Tempat pertama terfavorit Randy adalah Australia yakni perjalanan ke Crains yang paling berkesan di Queensland di Great Barrier Reef. Di mana dirinya bisa menikmati hutan, melakukan arung jeram di Sungai Tully dan mengendarai sepeda melintasi hutan dalam waktu satu hari.

Dia juga memilih Slovenia tempat kakek dan neneknya, karena menurutnya, negara tersebut sangat indah. Randy mengaku dari sebuah kastil di ibukota bisa melihat hampir seluruh tempat. Dia mengaku meski banyak tempat indah yang bisa dilihat dari luar angkasa, Randy masih penasaran untuk menikmati perjalanan ke Amerika Selatan. Dia mengaku Patagonia terlihat seperti planet lain dari luar angkasa.

“Patagonia benar-benar cantik. Kami saat berada di luar angkasa juga menemukan Gunung Everest dari luar angkasa dengan kecepatan 17.500 mil per jam dan sungguh menyenangkan. Menemukan tempat dari luar angkasa bisa jadi sedikit menantang karena Anda bergerak dengan kecepatan sepuluh kilometer per detik. Jadi bisa dibayangkan baru melihat sebentar dan sesuatu di pinggir jalan sudah hilang dalam sedetik,” ungkap Randy.

Dia mengatakan tak pernah lupa membawa kamera ketika bepergian baik di luar angkasa maupun di Bumi. Randy mengatakan, pada usianya kini tak banyak memiliki video maupun foto saat tumbuh dewasa, tetapi anak-anaknya akan dapat kembali melihat seperti apa masa kecil mereka bersama orang tua. KabarPenumpang.com merangkum dari nationalgeographic.com (13/8/2020), Randy menjelaskan mereka bisa menemukan pemandangan atau warna tertentu dari luar angkasa seperti hijau aurora ketika melintas diatasnya.

“Berada di atas sana, dan menikmati malam-malam yang menakjubkan dan ini di mana atmosfer bagian atas bumi semakin bersemangat oleh energi kosmik ini. Ini seperti aksi terbang di atas ombak di tengah lautan saat matahari bersinar dari air. Itu tak terlukiskan. Melihat planet kita dari orbit adalah hal yang emosional,” jelasnya.

Dia mengaku, untuk mengelilingi bumi, para astronot hanya membutuhkan waktu selama 90 menit. Randy mengatakan, setelah mengelilingi Bumi dengan waktu 90 menit Anda akan merasa sangat rendah hati dan menempatkan perspektif tentang betapa kecil dan rapuhnya sebuah planet.

Astronot yang melakukan perjalanan ke stasiun luar angkasa pada tahun 2009 dan 2017 itu berharap pekerjaan yang sedang dilakukannya saat ini membuatnya begitu akrab seperti perjalanan maskapai masa kini. Mantan letnan Korps Marinir ini menambahkan, makanan yang ada di pesawat lebih baik dibandingkan makanan untuk para astronot di stasiun luar angkasa.

“Dalam satu ekspedisi saya mengelilingi bumi selama lima bulan. Dengan kemiringan orbit kita, dengan Bumi berputar di bawah kita, kita menutupi sekitar 90 persen permukaan dan populasi Bumi. Dan saya tidak melihat ke mana pun saya tidak ingin pergi. Semuanya sangat indah. Ketika kita melewati krisis virus saat ini, saya pikir orang harus mengambil kesempatan untuk keluar dan melihat dunia,” kata dia.

Baca juga: Pratiwi Pujilestari Sudarmono – Calon Astronot Pertama Indonesia yang Terpaksa Mengubur Asanya Ke Luar Angkasa

Untuk diketahui, selama perjalanan tersebut, Randy dan krunya mengambil 808.126 foto Bumi termasuk beberapa tempat yang kemudian akan dia kunjungi secara pribadi.