Percaya atau Tidak? Airbus A320 Lufthansa Dijual Rp429 Ribu!

Pesawat biasanya dibanderol dengan harga selangit. Syarat pembeliannya pun juga tidak mudah, terlebih untuk sebuah pesawat baru. Namun, apa jadinya bila sebuah pesawat dijual dengan harga hanya sekitar US$29 atau Rp429 Ribu (kurs Rp14.864)?

Baca juga: Lufthansa Mutilasi Airbus A340-600 Menjadi Souvenir Unik nan Artistik

Simple Flying melaporkan, belum lama ini, sebuah pesawat A320 purna tugas milik Lufthansa dijual mulai kisaran $29-55. Hanya saja, harga semurah itu bukan untuk mendapatkan pesawat dalam kedaaan utuh, melainkan bagian-bagian kecil pesawat yang sudah dikonversi menjadi gantungan kunci.

Ide untuk melucuti pesawat yang sudah purna tugas, termasuk A320, datang dari sebuah perusahaan asal Jerman. Melalui situs aviationtag.com, perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman, itu selain hendak menyelamatkan lingkungan dengan menghindari penumpukan pesawat-pesawat bekas yang jumlahnya jutaan di dunia, mereka juga melihat minat tinggi para pecinta penerbangan untuk mengabadikan pesawat favoritnya sekalipun dalam bentuk yang lebih kecil.

“Kami selalu memiliki emosi yang campur aduk. Di satu sisi, sangat menyedihkan melihat era ini berakhir setelah hanya 10 tahun. Di sisi lain, kami senang bahwa kami berhasil melestarikan bagian dari pesawat ikonik ini untuk semua penggemar penerbangan,” Vice President Aviation Tag, Tobias Richter.

Gantungan kunci A320-211 Lufthansa. Foto: Aviationtag

Selain menjual gantungan kunci dari badan pesawat A320, perusahaan itu juga sudah lebih dahulu menjual berbagai gantungan kunci asli dari bagian badan pesawat beragam merek di dunia, mulai dari Airbus (A340, A320, A319, dan A380), Boeing (767, 757, 747, 737, dan 777), Antonov (AN-2), ATR, Cessna, Royal Air Force, Lockheed, Fokker, Douglas (DC-9 dan DC-3), hingga Piper.

Pesawat Airbus A320-211 dengan nomor registrasi D-AIPA (MSN 69) diketahui mulai beroperasi pada Oktober 1989 lalu. Setelah 30 tahun beroperasi, A320 Lufthansa kemudian keluar dari layanan dan dikirim ke Sofia, Bulgaria pada Mei 2019. Di Sofia, pesawat, yang dinamai Buxtehude, diambil dari nama kota Jerman itu, menemui ajalnya. Namun, berkat ide konversi menjadi berbagai barang bernilai jual tinggi, pesawat tersebut akan tetap hidup, setidaknya sampai souvenir atau gantungan kunci yang terbuat darinya tetap disimpan baik-baik oleh para pemiliknya.

Terlepas dari peran pihak ketiga dalam mengkonversi pesawat, sebetulnya, Lufthansa secara mandiri juga mempunyai semangat melakukan upcycling atau daur ulang pesawat menjadi barang bernilai tinggi.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Bahkan, selain menjadikan gantungan kunci, bersama aviationtag, Lufthansa juga mendorong terciptanya berbagai produk lain dari A320 D-AIPA, seperti meja yang terbuat dari wingtip, freestanding bar yang terbuat dari pintu pesawat, hingga penyimpanan bir di dinding yang terbuat dari jendela pesawat, serta banyak lagi produk-produk lainnya.

Berbagai produk hasil konversi dari A320 D-AIPA itu dilepas bersamaan dengan pameran Upcycling Collection 2.0 Lufthansa. 2.0 menandakan bahwa gelaran tersebut merupakan tahun kedua, setelah sebelumnya pameran yang sama juga dilakukan tahun lalu. Namun, tahun ini, Lufthansa banyak membuat perbedaan, termasuk menjual seluruh bagian suku cadang pesawat.

Wow, Toilet Umum di Jepang Dibuat Transparan

Di department stores, restoran, cafe, atau bahkan di rumah maupun apartemen, kamar kecil di Jepang merupakan tempat yang takkan terlupakan karena teknologinya yang tingkat tinggi, sangat bersih, dan sangat nyaman.

Baca juga: Selundupkan Emas di Toilet Pesawat, Warga Jepang Berusaha Hindari Pajak Barang Mewah

Tak hanya itu, di salah satu distrik khusus kota Tokyo, Jepang, Shibuya, bahkan mempunyai toilet umum transparan yang terletak di pinggir jalan. Penasaran?

Dikutip dari The Space, toilet umum terbaru rancangan Shigeru Ban, seorang arsitek Jepang yang dikenal karena karya arsitektur kertasnya yang inovatif, terutama pendaurulangan tabung kardus yang dimanfaatkan secara efisien untuk membangun hunian bagi korban bencana alam, terbuat dari bahan dasar kaca. Dilihat dari sudut manapun, toilet ini terlihat jelas isi bagian dalamnya. Hal itu jelas bakal mengganggu privasi pengguna dan dijamin membuat warga enggan menggunakannya.

Padahal, toilet umum transparan yang terletak di di taman kota Yoyogi Fukamachi dan Haru No Ogawa di kawasan Kota Shibuya, desain awalnya dibuat untuk meyakinkan orang lain agar menggunakan fasilitas tersebut.

Akan tetapi, sang arsitek tentu punya alasan kuat terkait desain toilet umum transparan itu. Disebutkan, Shigeru Ban memilih desain seperti itu dikarenkan sering terjadinya kesalahpahaman. Maksudnya, toilet yang tak transparan kerap membuat orang lain berusaha memastikan apakah toilet tersebut siap digunakan atau tidak. Cara yang biasa digunakan ialah dengan mendorong pintu toilet.

Dengan dibuat desain toilet transparan, calon pengguna tak perlu repot-repot memastikan hal itu. Jika bagian dalam toilet terlihat jelas, maka toilet siap digunakan. Sebaliknya, jika toilet dalam kondisi buram dan bagain dalamnya tak terlihat sama sekali, itu pertanda toilet sedang digunakan orang lain. Mengaktifkan fitur buramnya juga cukup mudah. Cukup tekan sejenis saklar layaknya mematikan atau menghidupkan lampu, kemudian kunci pintu.

Menariknya, untuk memberi kesan artistik, toilet yang umumnya berjumlah tiga bilik ini, memancarkan cahaya berwarna-warni saat malam hari, sesuatu yang jarang sekali ditemukan di negara-negara lain di luar Jepang. Selain itu, kilauan cahaya juga bertujuan untuk memudahkan calon pengguna menemukan toilet.

Sebetulnya, di Eropa dan Amerika Serikat, teknologi sejenis juga sudah ada. Dilihat KabarPenumpang.com dari Business Insider, teknologi tersebut bahkan diimplementasikan tak hanya pada toilet, namun juga pada bagian lain berbahan dasar kaca, seperti jendela, ruang meeting, ruang kantor, bahkan kaca televisi sekalipun. Untuk kaca televisi, teknologinya cukup keren, saat fitur transparan diaktifkan, maka, pengguna bisa bercermin di sana, jika dinonaktifkan, pengguna bisa menonton televisi.

Kembali ke Jepang, terobosan canggih di toilet tentu bukan pertama kali. Negeri Sakura itu sudah sejak lama terkenal sebagai negara yang konsisten menghadirkan toilet canggih, nyaman, dan bersih. Bahkan, saking canggihnya, bisa dibilang, toilet-toilet di Jepang merupakan yang tercanggih di dunia.

Dihimpun dari berbagai sumber, di Jepang, toilet umumnya memiliki panel kontrol di sisinya dan penghangat tempat duduk yang sangat nyaman saat diduduki, khususnya saat musim dingin. Selain itu, ada juga beberapa tambahan fitur, seperti pengering, pemanas tempat duduk, opsi memijat, pengatur semprotan air, pembuka tutup toilet otomatis, flush otomatis, panel kendali wireless, pemanas ruangan dan pengkondisi udara untuk ruangan, menjadi bagian dari toilet maupun bagian dari tempat duduk toilet.

Fitur-fitur tersebut dapat di akses oleh panel kendali (terkadang bentuknya wireless) yang ditanam di sekitar dudukan toilet maupun dinding terdekat. Panel kendali toilet dapat ditanam di toilet atau di dinding dekat toilet seperti pada gambar di atas.

Baca juga: Bandara Victoria Gelontorkan Rp300 Juta Demi Toilet Khusus Hewan Peliharaan

Di tempat-tempat publik, khususnya di toilet department stores maupun stasiun kereta api, kalian dapat menemukan panel kendali jenis lain. Panel ini disebut “otohime” yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “putri suara”.

Hanya dengan melambaikan tangan di dekat sensor untuk mengaktifkan suara. Suaranya seperti suara flush biasa yang cukup keras untuk menutupi suara-suara memalukan yang mungkin akan Anda keluarkan saat menggunakan toilet. Suara tersebut akan diputar selama 25 detik dan pengguna dapat menekan tombol berhenti untuk menghentikannya kapan saja. Cukup keren, bukan?

 

Setelah Batik Air, Giliran Lion Air Pastikan Semua Armadanya Telah HEPA Ready

Setelah sebelumnya Batik Air merilis kabar bahwa seluruh armadanya telah mengadopsi fitur High Efficiency Particulate Air (HEPA), maka maskapai induknya, Lion Air yang melayani penerbangan berbiaya murah, juga telah menyatakan bahwa seluruh armadanya, juga telah dipasang fitur HEPA.

Secara keseluruhan, armada Lion Air yang terdiri dari Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 330-300 dan Airbus 330-900NEO telah dipasang fitur yang dapat menangkal penyebaran virus corona.

Baca juga: Tak Semua Kabin Pesawat Dilengkapi Filter HEPA, Apakah Aman dari Covid-19? 

Sistem kerja HEPA ialah menyaring serta membuat sirkulasi ulang dari kabin dan menyampurkannya dengan udara bersih dari luar pesawat. Sebagian udara yang berasal dari dalam dibuang ke luar kabin, sisanya dipompa melalui filter udara – HEPA. HEPA filter bekerja efektif dengan tingkat 99,9+ persen menghilangkan partikel seperti virus, bakteri dan jamur sebelum udara kembali didistribusikan (sirkulasi) ke kabin. Perputaran sirkulasi udara dalam pesawat yang dilengkapi HEPA berlangsung cepat. Dengan demikian sirkulasi udara yang segar di kabin diperbarui 20 hingga 30 kali dalam satu jam atau setiap dua hingga tiga menit, sehingga penumpang akan merasa aman, nyaman dan percaya diri untuk bepergian menggunakan pesawat udara.

Perangkat teknologi yang terpasang dan berbagai langkah preventif, seluruh awak pesawat dan karyawan serta penumpang mematuhi ketentuan penerbangan Lion Air, sebagaimana yang menjadi pedoman protokol kesehatan selama masa waspada ini, akan memberikan optimis bahwa perjalanan udara perlahan mulai kembali. Dengan harapan, penumpang dapat memulai perjalanan tanpa ragu-ragu (resume their journeys with confidence).

Teknologi lainnya yang membuat kualitas udara di kabin aman ialah material komposit di kabin pesawat yang memungkinkan menjaga kelembaban sehingga mengurangi efek dehidrasi, kondisi kering dan tidak berkarat seperti pada logam di bawah kelembaban tinggi. Kabin pesawat didesain mampu mempertahankan kelembaban kurang lebih 25 persen, meningkat jika dibandingkan pesawat seri terdahulu yakni sebesar 20 persen.

“Peningkatan kegiatan kebersihan pesawat udara Lion Air Group secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC) selama ini dijalankan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) dan di berbagai basis bandar udara (base station) dimana pesawat Lion Air berada,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

Baca juga: Jadi ‘Kebanggaan’ Maskapai di Masa Pandemi, HEPA Ternyata Tidak Membuat Kabin Pesawat Bebas Corona!

Pengerjaan kebersihan di BAT meliputi ruang kemudi (flight deck); dapur (galley); kamar kecil (lavatories), termasuk pintu, pegangan pintu, wastafel dan tempat sampah; alas makan dan pegangannya; fasilitas hiburan (in-flight entertainment) termasuk remote control; pegangan pembuka rak bagasi kabin (luggage storage bin handle); overhead lighting, ventilasi udara dan call button; sandaran kursi; penutup tempat duduk (seat covers); sabuk pengaman (seat belts); sandaran kepala tempat duduk (seat headrests); karpet lantai; jendela dan penutup jendela; fasilitas penumpang lainnya; ruang kargo (cargo compartment) dan lainnya.

Bandara Victoria Gelontorkan Rp300 Juta Demi Toilet Khusus Hewan Peliharaan

Dunia barat -termasuk Australia- serta beberapa negara maju di dunia santer terdengar sebagai negara yang ramah bagi hewan. Sudah sering dijumpai di berbagai pemberitaan dunia, dimana petugas berjibaku dengan sulitnya medan untuk menyelamatan hewan yang terjebak di berbagai kondisi dan tempat, di ketinggian, gorong-gorong, di gua, dan di berbagai tempat lainnya.

Baca juga: Bandara Helsinki Hadirkan Toilet Khusus Hewan Peliharaan Penumpang

Semangat dan budaya seperti itu nampaknya mulai mengular ke berbagai bandara. Awal Januari lalu, Bandara Internasional Helsinki-Vantaa di Finlandia meluncurkan fasilitas toilet untuk hewan peliharaan yang dibawa penumpang.

Peluncuran toilet hewan peliharaan tentu ada alasannya, dimana menurut data, di Bandara Helsinki lebih dari sepuluh ribu anjing bepergian dengan pemiliknya setiap tahun. Operator bandara Finavia mengatakan puluhan ribu anjing setiap tahunnya membuat mereka untuk merespon penumpang dengan memudahkan membuang kotoran hewan peliharaan di tempat yang disediakan.

Jauh sebelum itu, Bandara Internasional San Diego sudah lebih dahulu menyediakan fasilitas tersebut. Pada Juni 2013 lalu, bandara tersebut menyediakan toilet khusus hewan peliharaan, dalam hal ini anjing, di terminal dua.

Uniknya lagi, kamar mandi tersebut dilengkapi pula dengan fasilitas rumput, hidran, dan wastafel untuk mencuci tangan bagi kalangan pemilik hewan. Selain itu, bandara ini juga memiliki fasilitas pemeliharaan hewan yang terletak di area luar ruangan, diantara terminal satu dan dua.

Dilihat dari waktu dan fasilitas, Bandara Internasional San Diego tersebut sejatinya layak untuk digelari sebagai bandara di dunia yang menyediakan toilet khusus anjing atau hewan peliharaan.

Sebab, sejauh ini, berbagai situs pemberitaan justru menyematkan Bandara Internasional Osaka atau biasa juga disebut Bandara Itami sebagai bandara pertama yang sediakan toilet khusus anjing atau hewan peliharaan pertama di dunia. Padahal, bandara tersebut baru menyediakan fasilitas itu pada pertengahan Mei 2020 lalu, yang mengukuhkannya sebagai bandara pertama yang sediakan fasilitas tersebut di Jepang.

Seolah tak ingin ketinggalan, Bandara Internasional Victoria dilaporkan juga mulai menyediakan fasilitas hewan peliharaan. Fasilitas berupa toilet atau kamar mandi tersebut tersedia di lounge keberangkatan penumpang, lengkap dengan ruang ganti keluarga, ruang ganti dewasa, dan pusat pengaduan hewan peliharaan, demikian laporan situs vancouverisland.ctvnews.ca.

Fasilitas toilet khusus hewan peliharaan dan fasilitas lainnya tersebut merupakan bagian dari proyek perluasan bandara senilai $19,9 juta atau Rp300 jutaan (kurs 14.831) untuk persiapan meningkatnya penumpang pesawat di masa mendatang.

Proyek perluasan bandara juga meliputi perluasan kapasitas maksimum lounge keberangatan penumpang, space baru untuk restoran serta pertokoan lainnya, serta gates baru yang lebih banyak untuk maskapai.

Baca juga: Bandara Itami Buka Toilet Eksklusif Untuk Anjing

Pengerjaan awal proyek tersebut sebetulnya sudah dimulai sejak 2018 lalu. Namun baru masif diberitakan setelah proses pengerjaan rampung baru-baru ini, termasuk kamar mandi atau toilet khusus hewan peliharaan.

Hanya saja, bila di Bandara Helsinki, Bandara San Diego, dan Bandara Osaka disediakannya fasilitas toilet khusus hewan dengan disertai data penumpang yang membawa hewan peliharaan, tidak demikian dengan Bandara Victoria. Namun demikian, besar kemungkinan pengelola bandara menyediakan fasilitas tersebut sebagai respon dari kebiasaan penumpang, dalam hal ini kebiasaan membawa hewan peliharaan.

Tekan Penyebaran Covid-19, Stasiun Kereta di India Terapkan ‘Pembersihan’ Barang Bawaan dengan Sinar Ultra Violet

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, virus corona dapat menempel dan bertahan di benda mati, dan ketika berbicara tentang moda transportasi, Covid-19 dapat bertahan selama beberapa jam di barang bawaan penumpang. Ironisnya, kebanyakan pemeriksaan Covid-19 di pra sarana transportasi baru sebatas pengecekan kondisi kesehatan setiap penumpang, sementara barang bawaan seperti tas dan koper luput dari pengawasan.

Baca juga: Isolasi Diri dari Pandemi Covid-19, Seorang Pria Tinggal di Stasiun Kereta Api

Sekalipun ada pengawasan pada barang bawaan, umumnya fokus petugas lebih kepada soal keamanan, seperti isi barang bawaan yang harus sesuai ketentuan. Dan berangkat dari terus melonjaknya angka penderita Covid-19 di India, belum lama ini KSR Bengaluru Railway Station melakukan langkah taktis untuk menekan penyebaran Covid-19, dimana ada kewajiban bagi setiap penumpang, bahwa sebelum bisa naik ke gerbong, maka semua barang bawaan penumpang sudah harus dalam kondisi bersih.

Dikutip dari newindianexpress.com (26/7/2020), disebut langkah konkrit yang dilakukan operator kereta adalah menerapkan penggunaan Ultra Violet Baggage Bath, persisnya setiap barang bawaan penumpang, seperti tas dan koper yang akan masuk ke dalam kompartemen gerbong harus di-sterilkan menggunakan sinar ultra violet untuk mematikan virus dan bakteri.

“Ini akan berdampak luas dalam penghentian penyebaran virus. Penumpang dapat mengambil bagasi mereka sebelum mereka naik kereta dan jika mereka mau bahkan setelah turun dari kereta,” ujar AN Krishna Reddy, Manajer Komersial Bengaluru Railway. Masih dari sumber yang sama, dikatakan sistem ulta violet di stasiun ini dikembangkan oleh startup yang berbasis di Chennai.

Sinar ultra violet akan mendisinfeksi virus, bakteri, semua jenis kuman dan patogen dari permukaan barang bawaan penumpang. Ini akan mengurangi cara tidak langsung penularan virus Covid-19 dari barang bawaan ke penumpang. Dalam prosedurnya, koper yang telah di-steril akan diserahkan kembali kepada penumpang dengan stiker yang ditempel di atasnya untuk menandai bahwa koper telah didisinfeksi.

Proses desinfeksi barang bawaan penumpang akan tersedia gratis untuk umum selama bulan pertama peluncuran. “Perubahan nominal akan dikenakan nanti setelah menilai biaya operasional,” tambah Reddy. Jika uji coba dinyatakan berhasl, selanjutnya Ultra Violet Baggage Bath akan dipasang di Stasiun Yesvantpur.

Baca juga: Keren, Teknologi di Bandara Qatar Mungkinkan Penumpang Lewati X-Ray Tanpa Keluarkan Barang Elektronik

Langkah lain untuk meningkatkan keselamatan penumpang kereta dengan penyediaan lima vending machine nirsentuh yang akan memasok masker, perlengkapan APD, dan alat kebersihan lain di stasiun kereta KSR Bengaluru, Yesvantpur, dan Bengaluru Cantonment.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Penuh Masalah, Indonesia Balik Rangkul Jepang! Ahli: Sulit Integrasikan Cina-Jepang

Setelah mulai digarap pada tahun 2016 lalu, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akhirnya dihentikan pada 2 Maret lalu. Banjir di Tol Jakarta-Cikampek jadi alasannya. Plt Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danis Sumadilaga, menyebut tumpukan tanah bekas galian yang dibuang sembarang telah menutup saluran drainase dan menyebabkan terjadinya banjir.

Baca juga: Cina Bakal Punya Terowongan Kereta Cepat Pertama di Bawah Laut

Meskipun proyek kembali dilanjutkan pada Juni lalu, namun, bukan berarti berbagai masalah yang ditumbulkan sudah selesai. Dilansir dari eco-business.com, sejumlah masalah lain juga timbul sebagai dampak dari buruknya analisis dampak lingkungan (AMDAL). Selasa, 22 Oktober silam, ledakan pipa Pertamina terjadi di lokasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Setelah ditelusuri, ledakan tersebut disebabkan oleh proyek KCJB. Satu orang pekerja asal Cina dilaporkan tewas.

Tak cukup sampai di situ, berbagasi masalah lainnya, seperti pembuangan limbah ke sembarang tempat, kerusakan atau dinding rumah warga di sekitar proyek retak-retak, kebisingan, hilangnya ruang terbuka hijau, lahan pertanian produktif, tanah longsor, kesulitan air, masalah pembebasan lahan, hingga banjir di Bekasi dan Kabupaten Bandung yang diduga disebabkan oleh proyek tersebut, merupakan deretan masalah lain yang belum bisa terpecehkan.

Meiki Paendong, Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat, menyebut pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebetulnya sudah berjanji akan melakukan kajian ulang terhadap berbagai dampak di atas. Hanya saja, sampai awal bulan ini, hasil pemeriksaannya belum dipublikasikan.

Anehnya, di tengah kekacauan tersebut, pada 29 Mei lalu, pemerintah melalui Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, mengungkap bahwa Presiden Jokowi mengusulkan pepanjangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ke Surabaya. Jika September 2015 lalu pemerintah lebih memilih proposal Cina dalam proyek KCJB, perpanjangan proyek kereta cepat hingga Surabaya diputuskan untuk menggandeng kembali Jepang.

Menanggapi keputusan tersebut, Pemerintah Jepang mengaku bingung dengan kebijakan Indonesia. Berbagai media Jepang juga menyoroti kebingungan pemerintah oleh keputusan tersebut. Selain itu, menurut laporan Kyodo News, terkait persoalan seperti ini, biasanya Pemerintah Indonesia terlebih dahulu mengkomunikasikannya sebelum mengumumkan ke publik.

Di sisi lain, Jepang, melalui Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), mengaku menyambut baik keputusan tersebut. Saat ini, pihaknya sudah memulai studi kelayakan terkait salah satu dari 89 proyek prioritas strategis nasional sepanjang 720 km (Jakarta-Surabaya) ini. Bila tak ada halangan, studi tersebut bakal selesai pada akhir 2020 mendatang.

Hanya saja, proyek tersebut nampaknya bakal menemui rintangan berat. Sebab, antara Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh Cina dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya memiliki perbedaan dan sulit diintegrasikan.

“Pakar perkeretaapian mengatakan akan sulit untuk mengintegrasikan kedua proyek tersebut secara praktis karena lebar rel berbeda,” bunyi laporan dari Kyodo News.

Baca juga: Perancis Kirim Pasien Corona Antar Kota dengan Kereta Cepat

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya diperkirakan akan melaju dengan kecepatan rata-rata 160 km -bisa dibilang kecepatan menengah- dan memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya menjadi hanya 5,5 jam, dari semula hampir 11 jam. Berbeda dengan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, KCBJ diperkirakan bakal melesat hingga 350 km per jam, menempuh jarak sejauh 142,3 km dalam tempo 36 menit untuk perjalanan langsung, hingga 46 menit dengan kondisi perjalanan berhenti di setiap stasiun.

Awalnya, proyek senilai US$5,5 miliar itu oleh China Railway Group Limited (CREC) Indonesia direncakan bakal selesai dan bisa beroperasi pada Mei 2019. Namun, karena berbagai masalah, pemerintah merevisi target penyelesain hingga 2022 mendatang, mengingat proyek sudah over bugdet.

Tips Lolos dari Aturan Batas Cairan Maksimal 100 Ml ke Kabin Pesawat, Cukup Pakai Kertas!

Penerbangan internasional mempunyai sederet aturan ketat. Alasannya, apalagi kalau bukan faktor keamanan; meminimalisir kesempatan oknum teroris. Padahal, saat atau sepulang menumpangi penerbangan internasional, penumpang kerap membawa berbagai buah tangan, seperti pakaian, tas, sepatu, hingga parfum atau berbagai produk berbahan cair lainnya.

Baca juga: Ikuti Tahapan Ini, Proses Check In dan Pemeriksaan Keamanan di Bandara Bakal Mulus

Di antara berbagai ketentuan, aturan ketat tentang cairan, aerosol dan gel yang dibawa ke pesawat mungkin jadi salah satu issue menarik. Selama ini, ketentuannya, satu botol cairan, masing-masing tidak boleh lebih dari 100 ml. Total yang diizinkan untuk dibawa hanya satu liter dengan dibungkus dalam plastik zipper transparan.

Di Indonesia sendiri, ketentuan pembatasan cairan ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/43/III/2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol, dan Gel yang Dibawa Penumpang ke Dalam Kabin Pesawat Udara pada Penerbangan Internasional.

Pasal 2a dan Pasal 3 ayat (1) bagian a dalam ketentuan tersebut berbunyi cairan, aerosol, dan gel yang dibawa sendiri oleh calon penumpang sebelum masuk ke dalam bandar udara harus berada dalam wadah maksimum 100 ml atau ukuran sejenis.

Adapun cairan, aerosol, dan gel yang diperoleh atau dibeli di toko bebas bea di dalam bandar udara atau airport duty free shop dan/atau di pesawat udara harus ditempatkan dalam satu kantong plastik transparan ukuran dengan maksimal 1000 ml atau 1 liter dan disegel ulang. Persyaratan cairan, aerosol, dan gel ini tidak berlaku untuk obat-obatan medis; makanan, minuman, dan susu untuk bayi; serta penumpang yang menjalani diet khusus.

Sebelum tahun 2006 atau lima tahun setelah peristiwa 11 September atau serangan 9/11 di New York City dan Washington, D.C, Amerika Serikat, aturan tersebut belum berlaku.

Dikutip dari express.co.uk, sejarah aturan batas cairan maksimal 100 ml ke kabin pesawat mulai diterpakan pasca kelompok teroris berencana meledakkan pesawat yang dengan rute London, Inggris, ke Amerika Serikat dan Kanada.

Mereka menyembunyikan bahan peledak cair di dalam minuman kaleng dan dibawa ke dalam kabin pesawat. Dari penelusuran kepolisian Inggris, kelompok teroris ini mengincar tujuh pesawat tujuan Amerika Serikat untuk diledakkan. Sejak itu, cairan yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat maksimal 100 ml demi keselamatan penerbangan.

Akan tetapi, bagi penumpang yang ingin tetap melewati pos pemeriksaan dengan membawa serta cairan lebih dari yang sudah ditentukan, selama itu bukan bertujuan untuk tindak kejahatan, belum lama ini, seorang pengguna Reddit coba berbagai tips unik soal itu.

Caranya tergolong cukup mudah. Mula-mula, siapkan cairan sabun, shampo, sabun cuci tangan, sabun cuci piring, beberapa lembar kertas yang mudah menyerap cairan atau air, serta wadah kecil.

Kemudian tuangkan sabun cair secukupnya ke dalam sebuah wadah. Lalu, ratakan sabun di atas kertas hingga ketebalan sekitar setengah sentimeter. Jika sudah selesai, balik kertasnya dan ulangi langkah sebelumnya agar sabun cair bisa merata di kedua sisi kertas. Setelah itu lalu jemur.

Baca juga: Jelang Pemeriksaan Keamanan di Bandara, Sebaiknya Tanggalkan Aksesoris Berikut Ini!

Ulangi langkah yang sama untuk shampoo, sabun cair pencuci tangan dan pencuci piring. Setelah semua kering, siapkan wadah untuk tempat penyimpanan, ukur, serta potong-potong kertas tadi agar sesuai dengan ukuran wadah.

Setelah semua terpotong tinggal masukkan potongan-potongan kertas sabun sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Dengan begitu, cairan yang ingin dibawa bisa dimasukkan ke dalam wadah tersebut dan di tempatkan terpisah dengan barang-barang cair yang disimpan di plastik zipper transparan. Supaya tidak tertukar, penumpang dapat memberi tanda di atas kotak masing-masing.

Kereta Ikonik ”Katak Hijau” Dipindah ke Tempat Kelahiran Hachiko

Gerbong kereta ikonik yang dijuluki “katak hijau” belum lama ini dipindahkan ke tempat kelahiran Hachiko (anjing yang terkenal setia dan diabadikan dalam sebuah patung) tepatnya di timur laut Jepang. Gerbong kereta ini dulunya berfungsi sebagai pusat informasi turis di luar Stasiun Shibuya Tokyo.

Baca juga: Mirip Hachiko, Seekor Anjing di India Menunggu di Peron Setiap Jam 11 Malam

KabarPenumpang.com melansir dari laman mainichi.jp (8/8/2020), gerbong ini akan ditempatkan di halaman “Akita Inu no Sato” yang diartikan menjadi desa anjing Akita. Gerbong tersebut nantinya digunakan sebagai tempat istirahat bagi pengunjung di fasilitas wisata yang mempromosikan anjing Akita yang populer di Stasiun JR Odate Prefektur Akita.

Kota ini merupakan tempat kelahiran anjing Akita yang terkenal setia yakni Hachiko. Hachiko sendiri mandapat perhatian nasional pada 1920-an dan 1930-an karena muncul di Stasiun Shibuya untuk menunggu almarhum pemiliknya pulang kerja setiap hari selasa sekitar sepuluh tahun.

Gerbong kereta ini merupakan gerbong kerta api Tokyu dan melayani sejak 1954 hingga 1986. Gerbong kereta ini dipindahkan Senin (3/8/2020) pukul 01.30 pagi waktu setempat dengan diangkat menggunakan crane dan dikeluarkan dari alun-alun dan tiba pada Kamis (6/8/2020).

“Merupakan kehormatan bahwa gerbong terkenal itu datang ke Odate. Kami ingin menggunakannya secara efektif sebagai sumber pariwisata,” kata Tsuyoshi Kudo, kepala bagian pariwisata kota di timur laut Jepang.

Untuk diketahui, gerbong ini merupakan bekas kereta api seri 5000 dengan panjang 11,22 meter dan berat sekitar 11 metrik ton. Dikenal dengan julukan “katak hijau” karena warnanya hijau dan ujungnya yang membulat. Gerbong kereta tersebut diserahkan ke Kantor Daerah Shibuya Tokyo pada tahun 2006 setelah pensiun.

Baca juga: Anjing Lucu Berperilaku Penumpang Bus, Bikin Gemas Sang Pengemudi

Relokasi gerbong kereta dilakukan saat alun-alun tersebut bersiap untuk menjalani renovasi sebagai bagian dari facelift besar di distrik hiburan Shibuya, yang populer di kalangan anak muda. Kemudian nantinya akan diberikan kepada pemerintah kota Odate dan mereka akan melakukan penyesuaian pada interior, eksterior dan lingkungan gerbong kereta, dan berniat untuk membukanya untuk umum mulai awal September.

Misteri Kecelakaan Air India Tahun 1966 yang Tewaskan Tokoh Penting Mulai Terkuak, Ada Campur Tangan CIA

Gunung Mont Blanc di Pegunungan Alpen, Perancis, jadi saksi bisu kecelakaan pesawat maskapai Air India dengan nomor penerbangan AI-101. Pesawat diketahui jatuh pada 24 Januari 1966 atau 54 tahun silam dan menewaskan seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 117 orang tewas. Pesawat diketahui tengah menuju London dari Mumbai, melalui Delhi, Beirut, dan Jenewa. Jelang tiba di Jenewa itulah pesawat dilaporkan jatuh.

Baca juga: Hari ini 31 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang!

Disebut menjadi saksi bisu, sebab, sampai saat ini, belum ada keterangan resmi yang cukup memuaskan terkait jatuhnya pesawat Boeing 707 ‘Kanchenjanga’. Pemerintah Perancis sendiri menyimpulkan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh humam error.

Pilot diketahui salah menilai posisi pesawat. Sang kapten pilot mengatakan pesawat yang dikendalikannya berada di ketinggian 19.000 kaki atau sekitar 5.791 meter, atau lebih tinggi 514 meter dari puncak Mount blanc, padahal (ATC, menurut laporan pemerintah) sejatinya belum.

Disebutkan, radar controller mencatat kekeliruan pilot dan petugas segera memberitahu posisi pesawat. Namun, tak lama kemudian pesawat hilang kontak dan diketahui jatuh usai menabrak gunung. Oleh karena itulah, banyak pihak, termasuk jurnalis Perancis, banyak melakukan penyelidikan independen.

Menariknya, lokasi jatuhnya pesawat Boeing 707 Air India sama persis dengan lokasi kecelakaan pesawat Lockheed L-749A Constellation ‘Malabar Princess’ Air India 245 pada 1950. Sama halnya dengan kecelakaan Air India AI-101, insiden ‘Malabar Princess’ juga tak diketahui dengan pasti penyebabnya.

Sejak tahun 80an, berbagai teori konspirasi tentang insiden tersebut terus bermunculan. Teori yang dihadirkan pun sangat beragam, mulai dari campur tangan politik, diplomatik, serta intrik-intrik lainnya berkenaan dengan budaya.

Dari laporan The Print, konspirasi pertama diketahui keluar dari lisan Philippe Réal, editor radio dan televisi nasional, ORTF. Réal menyebut terjadi beberapa kejanggalan. Dari temuan-temuan ia dan tim di lokasi kejadian, salah satunya terdapat sebuah puing bertuliskan tanggal 1 Juni 1960. Padahal, Boeing 707 Air India yang jatuh baru beroperasi pada 1961.

Selain itu, Réal juga meminta pendapat para ahli untuk menilai puing-puing tersebut. Hasilnya, para ahli menyebut puing-puing yang dimaksud bukan berasal dari Air India. Dua kejanggalan di atas, dalam perjalanannya, dilengkapi dengan adanya upaya penghalangan oleh pemerintah dalam proses penyelidikan independen. Dari situ, tim ORTF, termasuk Réal menyebut bahwa pesawat jatuh akibat bertabrakan dengan jet tempur F-104G Starfighter.

Teori konspirasi lainnya datang dari Jean-Daniel Roche, pengusaha, olahragawan, sekaligus pribadi yang sangat penasaran. Dengan data dan fakta yang ada, Ia menyimpulkan bahwa kecelakaan pesawat maskapai Air India dengan nomor penerbangan AI-101 akibat dirudal. Namun, ia kemudian merevisi teorinya itu dan bergabung dengan teori tim ORTF.

Alasannya, pada tahun 1960-an, Italia masif mengoperasikan Starfighters untuk memata-matai instalasi militer Perancis di Mont Blanc setiap pekan dan mengambil sejumlah gambar. Terlebih, terbang di sekitar gunung membuat jet tempur tersebut lebih sulit dideteksi radar.

Teori tersebut juga didukung dengan sejumlah temuan penting lainnya. Jean-Noël Benoît, seorang kolektor puing-puing kecelakaan pesawat, tak terkecuali pesawat Air India, menunjukkan adanya panel, bantalan kabel, sakelar, dan braket berkarat bertuliskan USAF atau Angkatan Udara Amerika Serikat.

Bila dikaitkan dengan laporan Boeing yang menyebut pesawat kecelakaan akibat cuaca buruk, tentu patut diduga pabrikan tersebut tidak mengakui fakta di lapangan mengingat F-104G Starfighter juga buatan Amerika, negara tempat Boeing bernaung.

Baca juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia

Buntut dari konspirasi tersebut, Badan Intelijen Pusat AS (CIA), akhirnya ikut terseret, yang diduga sebagai aktof intelektual terjadinya kecelakaan. CIA hendak mensabotase program nuklir India, mengingat Air India 101 memuat Homi Jehangir Bhabha, fisikawan nuklir dan bapak program nuklir India. Dalam beberapa kabel diplomatik peninggalan Bhabha, terdapat beberapa penilian New Delhi tentang program nuklir Cina, analisi Delhi soal hubungan Cina-Barat, serta perpecahan Cina-Soviet.

Temuan lainnya juga tak kalah penting, berupa surat kabar keluaran tahun 1966, keluaran National Herald dan The Economist. Surat kabar itu muncul akibat gletser di Gunung Mont Blanc mencair akibat pemanasan global. Selain itu banyak temuan penting lainnya akibat mencairnya es.

Jalur Shinkansen Ini Berhenti di Pakaian Dalam Pria, Loh!

Jaringan kereta peluru shinkansen Jepang dimulai dengan jalur Tokaido Shinkansen yang membentang dari Tokyo hingga ke Osaka. Kemudian layanan kereta peluru ini terus berkembang dan kini membentang dari Prefektur Kagoshima di barat daya Jepang menuju ke pulau utara Hokkaido.

Baca juga: Bandara Terapung, Dari Sebuah Konsep Hingga Terwujud di Jepang dan Hong Kong

Tetapi kini bahkan ada perhentian baru lainnya bukan di suatu daerah di Jepang, melainkan di pakaian dalam pria. Nah, bagaimana kereta peluru bisa berhenti di pakaian dalam? KabarPenumpang.com melansir dari laman japantoday.com (3/8/2020), ternyata sebuah portal penggemar kereta api Jepang Shuppatsu Shinko telah menciptakan apa yang dijuluki “Teppan” dari tetsudo pantsu atau pakaian dalam kereta.

Portal ini menghadirkan hal tersebut di mana persembahan awal adanya sepasang desain shinkansen yang tampak paling dinamis dimulai dari kereta Hayabusa yang berjalan ke utara dari Stasiun Tokyo ke Shin-Hakodate-Hakuto yang saat ini merupakan perhentian kereta peluru paling utara. Desain ini berwarna hijau dengan mencirikan kereta peluru ke Hayabusa.

Sedangkan untuk yang satu lagi berwarna cerah adalah desain Komachi yang meniru shinkansen merah yang biasanya mengangkut penumpang dari Tokyo menuju ke Stasiun Akita. Ini adalah satu-satunya kereta peluru yang melayani jalur shinkansen Akita. Beberapa perusahaan Jepang memproduksi pakaian dalam bertema kereta untuk anak-anak, sedangkan Teppan Shuppatsu Shinko juga menghadirkan untuk ukuran dewasa.

Bahkan perusahaan pembuat dengan bangga mengatakan bahwa mereka membuat desain yang tidak hanya untuk penggemar kereta api tetapi juga orang biasa sehingga dapat dinikmati sepenuhnya. Mengingat uniknya gambar di pakaian dalam ini, beberapa orang mungkin merasa sedikit sadar dengan kehadiran sepasang Teppan ini.

Sebab bentuknya dengan batang kereta peluru yang ramping memiliki kemiripan dengan bagian tertentu dari anatomi pria. Namun, para perancang tampaknya telah meramalkan potensi kecanggungan tersebut, sehingga bagian depan kereta benar-benar muncul di bagian belakang pakaian dalam, dan sebaliknya, agar tidak membuatnya tampak seperti shinkansen yang meluncur keluar dari selangkangan Anda.

Teppan, yang secara resmi dilisensikan oleh operator Shinkansen Japan Railways, saat ini tidak tersedia di toko-toko, tetapi ditawarkan melalui kampanye tentang pemandangan crowdfunding Makuake, dengan tingkatan untuk ukuran dewasa mulai dari 2.640 yen (US$25) dan ukuran anak-anak di 2.200 yen.

Baca juga: Kereta Shinkansen Jepang Hadirkan Tiket Kereta Elektronik

Karena hanya dua pasang pakaian dalam tidak cukup untuk membantu Anda melewati siklus pencucian, jika Anda mencari lebih banyak simbol Jepang untuk bagian lemari pakaian Anda ini, selalu ada jajaran pakaian dalam Pokémon. Nah, bagaimana kalau Indonesia buat pakaian dalam dengan gambar kereta CommuterLine atau MRT Jakarta?