Rail Bicycle, Mudahkan Petugas Kereta Api Lakukan Inspeksi Pada Jalur Rel

Apa itu Rail Bicycle? Ini adalah inovasi sederhana yang digunakan untuk memeriksa, memperbaiki dan memantau rel kereta api untuk memastikan keamanan penumpang. Rail Bicycle ini diperkenalkan oleh Indian Railways dan seorang perwira kereta api bernama Pankaj Soin Sr DEN Ajmer Barat adalah orang yang berada dibelakang proyek inovasi tersebut.

Baca juga: Pertama Kali India Lakukan Perpisahan Pensiunan Staf Kereta Api Secara Virtual

Rail Bicycle atau sepeda kereta api ini dikatakan oleh Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal dalam akun Twitternya, sepeda kereta api ini merupakan sebuah mekanisme baru untuk bepergian dengan cepat di rel kereta api dalam melakukan inspeksi, pemantauan dan perbaikan yang mendesak. Dia mengatakan, sepeda kereta api ini dapat dengan mudah ditempatkan di rel kereta api dan karyawan kereta api yang bertugas dapat bergerak menuju tujuan tanpa kesulitan.

Diharapkan sepeda kereta api ini akan membantu para pekerja di semua musim. Sebab selama musim hujan, terkadang situasinya menjadi sangat sulit sehingga menyebabkan penahanan layanan kereta api yang tidak diinginkan.

KabarPenumpang.com melansir dari laman rushlane.com (28/7/2020), setelah hujan deras, lokasi pendekatan jembatan dan lokasi rentan lainya dapat dengan mudah diperiksa oleh staf dalam waktu singkat menggunakan sepeda kereta api. Kementerian kereta api mengatakan, selain dari situasi darurat, sepeda akan sangat membantu untuk berpatroli selama cuaca panas.

Ini juga bisa membantu staf kereta api dalam memonitor harian rel kereta api. Dalam sebuah laporan, karena pandemi Covid-19, beberapa bagian melalui jaringan Indian Railways saat ini ditutup untuk lalu lintas dan sepeda kereta api dapat digunakan di jaringan tersebut.

Sepeda kereta api memiliki berat sekitar 20 kg yang dengan mudah diangkat, dibongkar dan dirakit oleh satu orang. Kecepatan rata-rata sepeda ini sepuluh kilometer per jam dengan kecepatan maksimumnya 15 km per jam. Sepeda ini mampu mengangkut dua orang. Untuk pembuatan Sepeda Rel ini, pelurusan roda depan, sepeda tua, dan pipa besi ringan telah digunakan.

Baca juga: Contoh Pemerintah yang Baik, Italia Berikan Subsidi untuk Pembelian Sepeda Kayuh

Salah satu roda melekat pada bagian depan siklus dan satu lagi digunakan untuk tujuan penyeimbangan. Bagian-bagian ini terhubung ke siklus dengan bantuan mur dan baut, sehingga mudah dirakit dan dibongkar. Menurut Kementerian Kereta Api, Sepeda Rel ini dapat dengan mudah diproduksi dengan harga yang sangat ekonomis. Total biaya Sepeda Rail hanya Rs5 ribu atau sekitar Rp977 ribu.

Foto Citra Satelit “Before-After” Kawah Bekas Ledakan Besar di Beirut Lebanon

Ledakan besar di Beirut Lebanon menyisakan pilu. Ratusan nyawa melayang dan ribuan lainnya luka-luka. Tak berhenti sampai di situ, kawasan pelabuhan bekas ledakan di Lebanon rupanya juga menyisakan kawah besar. Kawah bekas ledakan di Lebanon itu memiliki diameter sekitar 124 meter, lebih besar dari diameter gudang yang diduga jadi tempat terjadinya pusat ledakan.

Baca juga: Ledakan Besar di Lebanon Bikin Bandara Lebanon Rusak Berat, Pengaruh Ke Penerbangan? Begini Kata Pengamat

Dari foto-foto kawah bekas ledakan di Lebanon hasil citra satelit milik Maxar Technologies, sebagaimana dilaporkan The Washington Post, wilayah di sekitaran pelabuhan yang semula dipenuhi dengan bangunan kini hanya terlihat berupa hamparan tanah coklat khas Timur Tengah yang dihiasi dengan puing-puing sisa ledakan.

Agar lebih jelas, berikut foto-foto before-after (sebelum dan sesudah) ledakan di Lebanon lewat citra satelit dari ketinggian sekitar 152 meter.

1. Gambaran kondisi sebelum insiden ledakan besar terjadi

Sebelum terjadi ledakan besar. Foto: Citra satelit Maxar Technologies

Menurut Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab, Gudang 12 di pelabuhan Beirut merupakan tempat penyimpanan bahan kimia amonium nitrat sebanyak 2.750 ton selama bertahun-tahun.

Bahan kimia berbahaya ini, yang biasanya digunakan untuk pupuk dan tak jarang juga ditemukan dalam bom rakitan, sebelum ledakan terjadi sedang disimpan di dekat komoditas penting, seperti gudang biji-bijian yang menyimpan cadangan biji-bijian nasional Lebanon.

Sekitar pukul 6 sore, waktu setempat, sesuatu memicu terjadinya ledakan yang kemudian menyulut api serta diikuti oleh dua ledakan besar dan awan berwarna merah di atas langit Beirut.

Menariknya, jika ledakan besar akibat bom atom Hiroshima-Nagasaki berhasil meninggalkan kawah besar berdiameter yang lebih besar dibanding diameter lubang hasil ledakan di Beirut, maka, radius dampak ledakan di Beirut jauh lebih luas mencapai puluhan kilometer, jauh lebih besar dibanding bom Hiroshima-Nagasaki yang hanya sekitar 1,2 kilometer.

2. Pasca ledakan

Pasca ledakan besar terjadi. Foto: Citra satelit Maxar Technologies

Masih dalam before-after (sebelum dan sesudah) foto citra satelit dari ketinggian sekitar 152 meter, tampak seluruh bangunan hancur akibat gelombang kejut yang dihasilkan. Meskipun demikian, citra satelit menunjukkan gedung-gedung bertingkat masih berdiri kokoh. Adapun bangunan di radius 1,6 km sejumlah bangunan tampak runtuh.

3. Kawah bekas ledakan

Kawah besar bekas ledakan di Beirut Lebanon. Foto: Hussein Malla/AP

Lubang besar bekas ledakan membuat luas daratan sedikit berkurang. Bila tak ada penanganan berarti, gudang Grain Silo yang berada persis di samping kawah bekas ledakan bisa saja ambrol akibat fondasi yang sudah tergerus bekas ledakan.

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

4. Bangunan pergudangan

Kondisi bangunan radius 1,6 kilometer dari pusat ledakan. Foto: Bilal Hussein/AP

Secara umum, kecuali Grain Silo dan beberapa bangunan tinggi lainnya, bangunan-bangunan di kawasan pergudangan Beirut mengalami tingkat kerusakan yang cukup parah. Bahkan, sejumlah bangunan bahkan tampak seperti tak memiliki atap.

5. Reruntuhan bangunan

Warga dibantu petugas sedang mengecek sisa puing. Foto: Lorenzo Tugnoli for The Washington Post

Hingga kini belum ada laporan resmi berapa jumlah kerugian yang dihasilkan dari ledakan besar itu. Hanya saja, Gubernur Beirut memperkirakan, proses perbaikan akan menelan biaya sebesar $5 miliar.

GoTransit, Fitur Integrasi Multimoda di Aplikasi GoJek

Aplikasi GoJek kini punya fitur baru lagi, yaitu GoTransit yang merupakan solusi komprehensif dalam mengintegrasi transportasi multi moda agar mobilitas perkotaan lebih lancar dan nyaman. Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo mengatakan solusi ini akan membantu pengguna merencanakan serta memantau perjalanan dari dan ke berbagai titik hub transportasi publik melalui rekomendasi rute terintegrasi dan informasi operasional.

Baca juga: Pengguna GoJek Kini Bisa Cek Suhu Tubuh Pengemudi Lewat Aplikasi

Dia mengatakan, layanan GoTransit ini akan memungkinkan pengguna dalam pemesanan maupun pembelian tiket transportasi multimoda. Sehingga perjalanan yang lebih terhubung dipercayai bisa membuat masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi publik.

Raditya menyebutkan dalam menggunakan fitur GoTransit, pengguna hanya perlu memasukkan tujuan dan GoJek akan menyarankan transportasi publik terdekat hingga cara mengaksesnya. Meski baru dipromosikan, GoJek telah mempersiapkan sejumlah pengembangan di fitur GoTransit.

“Di atas planning itu banyak yang direncanakan untuk pengembangannya. Seperti operasionalnya, rekomendasi rute dengan transit tersedikit untuk meminimalisir kontak, seramai apa hub public transport-nya hari ini, dan lainnya. Kita juga ingin ada fitur pemesanan tiket multimoda-nya lewat GoJek. Butuh kolaborasi operator public transport di Jakarta. Misalnya user ingin beli perjalanannya dalam satu paket juga bisa biar tidak bayar berkali-kali,” kata Raditya.

Sebelum hadirnya GoTransit ini, GoJek sudah menghadirkan layanan GoRide Instan di empat stasiun terpadu yakni Stasiun Juanda, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang.

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, GoJek sama sekali tidak melihat transportasi publik dan angkutan berbasis aplikasi sebagai saingan, bahkan hubungan keduanya saling melengkapi. Rangkaian solusi GoJek termasuk GoRide dan GoCar menjadi pilihan utama masyarakat sebagai sarana penghubung awal dan akhir perjalanan bagi pengguna transportasi publik di Jabodetabek.

“Dengan GoJek, transportasi publik lebih mudah dijangkau dan lebih sering digunakan masyarakat. Hal ini terbukti dari jumlah perjalanan dengan Gojek dari dan menuju hub transportasi yang meningkat 46 persen setiap tahunnya,” kata Raditya.

Baca juga: Hasilkan Banyak Keuntungan, Namun GoJek dan Grab Justru PHK Karyawan

Menurutnya, Kenaikan tersebut menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian penting yang melengkapi transportasi publik, guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah urban seperti Jabodetabek. Dimana data internal GoJek menyatakan satu dari dua pelanggannya pernah menggunakan layanan GoJek dari atau menuju ke hub transportasi lainnya.

Empat Hal Aneh yang Hanya di Bandara Beirut Lebanon, Nomor Dua Kebangetan!

Bandara Internasional Rafic Hariri (BEY) di Beirut Lebanon dilaporkan tetap beroperasi pasca ledakan besar yang terjadi di kawasan pelabuhan negara tersebut, sekalipun terdapat beberapa kerusakan di area luar bandara.

Baca juga: Tujuh Alasan Lebanon Wajib Dikunjungi, Nomor 4 Bikin Anda Tak Mau Pulang

Namun, terlepas dari hal itu, Bandara Lebanon bukan sama sekali tak bermasalah, bukan karena kondisi Lebanon terkini yang luluh lantak, melainkan karena tarik ulur kekuasaan berbalut politik yang cukup kental di negara berjuluk Paris of the Middle East (Paris dari Timur Tengah) ini.

Berbagai masalah itu pada akhirnya membuat sejumlah keanehan di bandara yang berjarak sekitar 12 km lebih dari pusat ledakan di pelabuhan Beirut itu. Dirangkum dari lorientlejour.com, berikut empat hal aneh yang hanya ada di BEY.

1. Diolah empat departemen di bawah tiga kementerian
Secara umum, pimpinan tertinggi di BEY dipimpin oleh Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri. Namun, di balik itu, campur tangan dari kementerian lainnya jadi bikin rumit. Kementerian Pertahanan bertugas mengawasi tentara yang bertugas.

Sebelum lebih jauh membahas, perlu diketahui, di bawah Airport Security Service, komando tertinggi kedua bandara ada di tangan tentara Lebanon. Oleh karenanya, tentara tersebut bertanggungjawab langsung ke Kementerian Pertahanan.

Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi mengawasi lalu lintas udara dan keamanan penerbangan sipil, Kementerian Keuangan menggerakkan bea cukai, serta Kementerian Dalam Negeri fokus pada keamanan.

Akan tetapi, Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri selaku pimpinan tertinggi tidak mempunyai wewenang langsung memerintah -kecuali ke satu kementerian yang sama- melainkan harus melalui tentara yang berada tepat di bawahnya. Tentara tersebut kemudian dapat memerintah langsung lima departemen di bawahnya.

Namun, tidak demikian dengan departemen lainnya yang hanya bisa diperintah langsung oleh kementerian masing-masing. Polisi bandara dan General Security di bawah Kementerian Dalam Negeri, bea cukai oleh Kementerian Keuangan. Adapun airport guard dan petugas pemadam kebakaran bandara tak jelas di bawah wewenang siapa sehingga bisa diperintah oleh siapapun, khususnya oleh tentara.

2. Tiap hari rebutan kekuasaan
Ribut dan adu mulut sudah sangat lumrah di BEY. Penyebabnya, apalagi kalau bukan struktur organisasi yang rumit. Betapa tidak, peraturan yang diterapkan di bandara sangat tidak sinkron antar kementerian yang berwenang karena memiliki kepentingan masing-masing. Salah satu pihak yang kerap bentrok adalah tentara dengan polisi bandara.

3. Masalah antar departemen dan pimpinan
Banyaknya ‘tangan’ yang bermain benar-benar membuat kacau bandara. Bayangkan, Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri selaku pimpinan tertinggi tak bisa berbuat apapun. Sebaliknya, perwira tentara yang ditugaskan juga tak bisa berbuat banyak ketika departemen di bawahnya melakukan pelanggaran.

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Ketika pelanggaran terjadi, departemen itu akan langsung dihadapkan dengan kementerian yang menugasinya. Tentu saja kementerian yang bersangkutan akan membelanya dan oknum-oknum curang pun akan melenggang bebas tanpa bisa dibendung dalam konteks lingkup tugas dan tanggungjawab di bandara.

4. Potensi konflik berkepanjangan
Dengan rumitnya struktur organisasi sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, potensi konflik tak akan pernah terhindarkan selama masing-masing perpanjangan tangan dari kementerian punya agenda tersendiri dan saling menjebak satu sama lain.

Ledakan Besar di Lebanon Bikin Bandara Lebanon Rusak Berat, Pengaruh Ke Penerbangan? Begini Kata Pengamat

Ledakan besar setara gempa magnitudo 3,6 SR dilaporkan terasa sampai Siprus yang berada tepat di seberang pusat ledakan di kawasan pelabuhan kota Beirut. Padahal, jarak pusat ledakan ke Siprus berkisar lebih dari 230 km. Bila jarak sejauh itu saja masih terasa, bagaimana dengan objek-objek yang berada tak jauh pelabuhan, semisal Bandara Internasional Rafic Hariri (BEY)?

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Dilihat KabarPenumpang.com dari FlightRadar24, sejak ledakan pertama dan kedua hingga awan berwarna putih di sekitaran pelabuhan Beirut berubah dan dipenuhi dengan awan berwarna merah, seluruh aktivitas penerbangan di BEY sama sekali tak dihentikan.

Padahal, awan tersebut cukup besar dan terus bertengger di langit hingga berpotensi mengganggu penerbangan; sekalipun posisinya tak terlalu tinggi.

Melihat hal itu, pengamat penerbangan, Capt. Shadrach M Nababan ikut buka suara. Menurutnya, ledakan tersebut bisa dibilang sama sekali tak berpengaruh terhadap industri penerbangan negara itu maupun negara di sekitarnya.

“Saya melihat (akibat dari ledakan ini) tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap airlines,” ujarnya saat dihubungi KabarPenumpang.com, Rabu (5/8).

Menurutnya, hal itu setidaknya didukung oleh dua hal. Pertama Air Traffic Controller (ATC) dan yang kedua adalah radar cuaca. Ketika terjadi insiden seperti halnya ledakan besar di salah satu pusat perekonomian kota Beirut itu biasanya berbagai instansi terkait menyarankan untuk dikeluarkannya Notice To Airmen atau NOTAM oleh Kementerian Perhubungan Lebanon.

Instansi yang dimaksud tentu harus kredibel, seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkenaan dengan objek benda asing atau Foreign Object Damage (FOD) di langit -misalnya abu vulkanik akibat gunung meletus- serta ATC selaku unit pengawas lalu lintas udara, baik atas informasi sendiri maupun dari pihak terkait semisal adanya latihan perang atau lainnya.

Dalam insiden ledakan di Lebanon, Kementerian Perhubungan sejauh ini dilaporkan tak sampai mengeluarkan NOTAM. Kondisi tersebut, menurut Capt. Nababan, mungkin disebabkan tidak adanya ancaman yang berarti, baik getaran yang ditimbulkan maupun awan berwarna merah yang muncul di langit Beirut.

Terkait getaran yang ditimbulkan sebagai dari efek ledakan, sebagaimana laporan The National, Bandara Internasional Rafic Hariri (BEY) mengalami kerusakan berat. Kaca-kaca di bandara tampak pecah dan berbagai furniture lainnya rusak dan jatuh berserakan di lantai. Hal itu tentu maklum mengingat jarak bandara hanya berkisar 12 km lebih. Namun demikian, nampaknya, kerusakan hanya terjadi di ring luar area bandara saja.

Adapun area sekitara apron tempat pesawat berada, tidak mengalami kerusakan berarti, mengingat pesawat masih terus beroperasi dan tak satupun mengalami pembatalan atau keterlambatan lepas landas maupun turun landas. FlightRadar24 mencatat, ada sekitar dua pesawat mendarat dan beberapa lainnya berangkat pasca insiden ledakan.

Sedangkan untuk awan berwarna merah yang muncul, dampak terhadap penerbangan tak terlalu berarti. Sebab, ATC BEY pasti akan melaporkan kondisi di sekitaran langit tempat pusat ledakan. Dengan begitu, pilot dapat mencari rute lain -tentu dengan dibimbing ATC- agar tetap bisa selamat.

Baca juga: Tujuh Alasan Lebanon Wajib Dikunjungi, Nomor 4 Bikin Anda Tak Mau Pulang

Lagi pula, masih menurut Capt. Nababan, radar cuaca secara umum mampu mendeteksi awan di jalur pesawat berada; meskipun tak mendeteksi secara detail apakah awan tersebut merupakan awan pada umumnya atau awan lain sebagaimana awan bekas ledakan. Bila pun terpaksa melewati awan tersebut, Capt. Nababan masih memperkirakan pesawat akan baik-baik saja. Tentu dengan melihat besaran partikel debu yang dihasilkan.

Bila partikel terlampau besar, tentu akan merusak mesin. Sebaliknya, jika partikel masih tergolong kecil, maka mesin pesawat bukan malah rusak, melainkan akan nampak kinclong dibuatnya, sebagaimana pengalamannya dahulu saat masih menerbangkan pesawat.

Cathay Care, Mudahkan Penumpang dari Check In samapi di Kabin

Cathay Pacific meluncurkan Cathay Care dengan memperkenalkan langkah pencegahan yang disempurnakan pada tahapan perjalanan mulai dari check in hingga kabin dan membuat penumpang dapat terbang dengan tenang.

Baca juga: Awal Juli 2020, Cathay Pacific Buka Kembali Penerbangan Ke Lima Tujuan Utama

“Di Cathay Pacific, kami berkomitmen untuk selalu memprioritaskan kesehatan dan keselamatan seluruh penumpang, awak kabin, dan staf kami. Kami mengerti kekhawatiran akan keselamatan dan kami telah memperkenalkan beberapa langkah pencegahan yang disempurnakan pada setiap tahapan perjalanan mulai dari check in hingga dalam kabin sehingga mereka dapat terbang dengan tenang,” ucap Chris Bowden, Cathay Pacific Country Manager Indonesia yang diutip dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com.

Dengan Cathay Care, penumpang dan petugas tak akan banyak melakukan kontak fisik. Sebab maskapai yang berbasis di Hong Kong tersebut memiliki fasilitas check in online dan layanan mandiri. Sedangkan bagi penumpang yang harus berkontak dengan petugas, konter check in dilapisi dengan lapisan anti kuman dan di Bandara Internasional Hong Kong tengah dalam percobaan.

Penumpang kemudian memberikan pernyataan kesehatan ketika check in. Selain itu, ada gerbang biometrik otomatis saat masuk ke pesawat. Ketika menunggu keberangkatan, penumpang sebelum bersantai di ruang tunggu akan di cek suhu tubuhnya. Penumpang maupun semua kru Cathay Pacific darat diminta untuk memakai masker atau pelindung wajah (face shield).

Selain itu juga, layanan makanan bahkan disesuaikan untuk mengurangi kontak. Cathay Pacific mengatakan, mereka melakukan sanitasi menyeluruh di semua permukaan dari layar di dalam pesawat hingga pengendalian pendingin udara di setiap penerbangan. Udara dalam kabin disaring dengan HEPA yang menjamin kualitas udara tertinggi yang bisa dicapai.

Di mana dengan HEPA, bisa menghilangkan 99,999 persen kontaminasi udara. Selain itu menawarkan hasil yang mirip dengan kualitas udara bersih yang di gunakan di kamar operasi rumah sakit dan ruang bersih di kawasan industri. Awak kabin Cathay Pacific juga mengikuti prosedur keselamatan untuk melindungi kenyamanan semua penumpang pesawat.

Baca juga: Cathay Pacific Tawarkan Perubahan Jadwal Penerbangan Tanpa Batas dan Biaya Tambahan

Mereka menggunakan masker, sarung tangan dan kacamata pelindung dan juga ada aturan menginap yang ketat. Ini membuat awak kabin tidak ada kontak dengan komunitas lokal dan pengawasan kesehatan yang ketat.

Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Lebanon hari ini tengah berkabung. Ratusan nyawa melayang dan ribuan lainnya luka-luka akibat ledakan besar yang terjadi di kota Beirut, tepatnya di kawasan pelabuhan. Dalam sekejap, Beirut Lebanon pun luluh lantak.

Baca juga: Tujuh Alasan Lebanon Wajib Dikunjungi, Nomor 4 Bikin Anda Tak Mau Pulang

Padahal, tepat di tempat terjadinya ledakan besar, Beirut pernah jadi playground atau taman bermain paling favorit di dunia. Setidaknya ada lima lokasi yang menjadi satu kesatuan utuh dalam memanjakan pengalaman wisatawan di negara berjuluk Paris of the Middle East itu. Dilansir CNN International, berikut lima destinasi favorit di Lebanon tahun 50-60an.

1. Saint George Yacht Club & Marina

Saint George Yacht Club & Marina. Foto: CNN

Saint George merupakan club pertama yang dibuka di pantai Beirut pada tahun 1930. Club tersebut juga terhubung langsung dengan hotel kenamaan di Beirut.

Beberapa nama besar di dunia kala itu pun tak sungkan untuk menghabiskan waktu di sini, seperti Brigitte Bardot, Peter O’Toole, hingga Raja Farouk dari Mesir. Tak lupa, Saint George Yacht Club & Marina juga jadi sarang agen mata-mata dunia. Yang ternama, Kim Philby, perwira MI6 Inggris diketahui pernah memata-matai Soviet selama 30 tahun lebih.

Sayangnya, tempat tersebut hancur akibat perang saudara pada 1975-1990. Meskipun saat ini sudah kembali dipercantik, namun, rendahnya upaya menjaga nilai-nilai sejarah tempat itu oleh sang pemilik membuatnya kini sedikit terpinggirkan dibanding destinasi sejenis lainnya di dunia.

2. Spaghetteria Italiana

Spaghetteria Italiana. Foto: CNN

Terletak di jalan Ain el Mreisse, atau lokasi paling modis di Beirut, Lebanon, restoran ini menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan, baik untuk mengisi perut maupun sekedar menikmati suasana kota.

Disebut lokasi paling modis, sebab, restoran itu dikelilingi oleh hotel-hotel mewah dan deretan apartemen dengan furniture berkelas, eks kedutaan besar Perancis dan Amerika, Bar, Lounge, Pub, Diskotek, dan Club di Rue de Phenicie, serta meja-meja restoran Italia klasik yang dipenuhi oleh para model, politisi, jurnalis, dan turis sepanjang malam.

Selain itu, jalan Ain el Mreisse juga merupakan lokasi favorit para wisatawan dan penduduk kota untuk menghabiskan kopi sambil menghisap cerutu, mengingat Lebanon merupakan negara dengan konsumen rokok terbesar ke-3 di dunia setelah Belarus dan Montenegro.

3. The Sporting Club

The Sporting Club. Foto: CNN

The Sporting Club di Beirut merupakan saduran dari jenis serupa di Monte Carlo, Monako. Tempat ini didirkan pada 1952 dan langsung mencuri perhatian wisawatan dunia karena view mewahnya langsung menghadap ke Laut Mediterania. Untuk ukuran kala itu, keberadaan club tersebut tentu sangat nyentrik di Timur Tengah, mengingat negara lain di sekitarnya masih belum banyak berkembang.

4. The Duke of Wellington Pub

The Duke of Wellington pub. Foto: CNN

Pub yang berada di Mayflower Hotel ini menandakan gelombang Anglofilia (orang yang mencintai kebudayaan Inggris) di Beirut pada tahun 50-60-an. Pada masa kejayaannya dahulu, pub itu merupakan lokasi favorit turis, jurnalis, pramugari, hingga pilot untuk menikmati suasana kota sambil berbincang dengan komunitas.

Baca juga: Asaad Namroud, Saksi Sejarah Bahwa Jaringan Kereta di Lebanon Pernah Besar dan Eksis

5. Pepe Abed Byblos Fishing Club

Pepe Abed Byblos Fishing Club. Foto: CNN

Club tersebut terinsipirasi dari sebuah gubuk tua di situs bersejarah pelabuhan Fenisia kuno Byblo. Di masa kejayaannya, sejak pertama kali berdiri pada tahun 1960-an, pengunjung bakal dimanjakan dengan sajian ikan segar, mezze (hidangan khas negara-negara Balkan), wine Lebanon yang terkenal seantero dunia, sambil menikmati iklim Mediterania yang bersahabat serta pemandangan laut biru nan indah.

Hanya saja, kini, club tersebut sudah kehilangan daya magisnya dan ditinggal pengunjung untuk beralih ke club lain yang lebih bernilai.

Tujuh Alasan Lebanon Wajib Dikunjungi, Nomor 4 Bikin Anda Tak Mau Pulang

Beirut di Lebanon hari ini menjadi trending topic Twitter di dunia. Negara yang terletak di Timur Tengah serta berbatasan dengan Israel itu menjadi sorotan akibat ledakan besar yang diduga diakibatkan oleh sekitar 2.750 ton amonium nitrat. Sejauh, dua ledakan besar di Lebanon telah menewaskan sekitar 70 orang dan membuat ribuan lainnya luka-luka.

Baca juga: Benarkah Swiss Adalah Negara Terindah di Dunia?

Namun, di balik kabar Lebanon terkini, rupanya, negara yang beribukota Beirut itu memiliki sejumlah daya tarik bagi wisawatan. Bahkan, saking indahnya, negara di pesisir Laut Tengah atau akrab juga disapa Laut Mediterania itu sampai dijuluki Paris of the East. Penasaran? Dikutip KabarPenumpang dari the961.com, berikut daftar tujuh alasan wisawatan wajib berkunjung ke Lebanon.

1. Pantai

Lebanon juga punya salah satu wilayah yang mirip dengan Santorini, Yunani. Foto:
The Arab Weekly

Negara terkecil ke-2 di Timur Tengah setelah Bahrain itu memiliki pantai Mediterania yang luar biasa indah. Selain itu, iklim Mediterania yang bersahabat di musim panas, matahari yang menghangatkan di pagi, siang, dan sore hari, serta cuaca yang tak terlalu membeku di malam hari juga membuat Lebanon menjadi destinasi yang tepat untuk melakukan pesta sepanjang hari di pinggir pantai. Hal itu pun juga didukung dengan banyaknya resort mewah.

2. Makanan

Ilustrasi makanan enak di Lebanon. Foto: Pinterest

Salah satu negara pembuat wine terbaik di dunia itu juga memiliki keenakaragaman kuliner yang menakjubkan. Tak heran, negara dengan konsumen rokok terbesar ke-3 di dunia setelah Belarus dan Montenegro itu sampai digelari pusat kuliner internasional.

Majalah Travel & Leisure pun tak sungkan memberikan gelar “Kota Internasional Terbaik untuk Makanan” pada tahun 2016 lalu. Salah satu wujud dari pusat kuliner internasional di Lebanon adalah Souk El Akel, sebuah festival makanan yang diselenggarakan setiap pekan.

3. Party

Muda-mudi tampak sedang party di pinggir pantai di Lebanon. Foto: Lonely Planet

Lebanon bisa dibilang jadi salah satu surga kehidupan malam. Bar dengan beragam gaya ada di sini, mulai dari bohemian-styled hingga desain lainnya yang dijamin bakal sesuai dengan keinginan wisawatan.

4. Beirut: Paris of the Middle East

Salah satu view di Lebanon yang disebut mirip Paris, Perancis. Foto:
TravelBlog.org

Ibu kota Lebanon, Beirut, seperti memiliki dua dimensi, satu di mata wisawatan dan lainnya di mata penduduk kota. Untuk wisawatan, Beirut mungkin merupakan surga dunia untuk mengisi waktu liburan. Namun di mata warga, Beirut merupakan pusaka penting yang dipadukan dengan baik bersama modernisasi.

Jangan lupa, negara berjuluk Paris of the East itu juga terkenal memiliki kaum hawa dengan kecantikan nan sempurna. Hasil perpaduan darah Eropa dan Arab berwujud wanita banyak dijumpai di sini, mirip dengan Aljazair yang juga kental dengan nuansa Eropa-Timur Tengah.

5. Situs-situs Bersejarah

Situs-situs bersejarah di Lebanon. Foto:
The961.com

Situs-situs bersejarah banyak terdapat di wilayah Sidon, Baalbek, Arwad, dan Byblos peninggalan Romawi. Selain itu, Tyre yang terletak sejauh 50 mil dari Beirut dan berada di wilayah selatan Lebanon juga memiliki pelabuhan cantik yang juga telah masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1979. Meskipun berada di wilayah selatan, namun Tyra berada di zona aman untuk wisatawan yang berkunjung.

Baca juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi

6. Olahraga Ekstrem

Ilustrasi olahraga ekstrem di Lebanon. Foto:
The Daily Star

Wisawatan yang menganut #YOLO atau You Only Live Once (Anda hanya hidup sekali) sangat cocok berkunjung ke Lebanon. Sebab, di sini, banyak dijumpai olahraga ekstrem yang tak bisa dilewati begitu saja sebelum seseorang menjumpai ajalnya.

7. Bahasa

Di negara lain, mungkin wisawatan akan terkendala bahasa ketika berkunjung. Namun, Lebanon tidak. Negara dengan jumlah hari libur nasional yang cukup banyak di dunia (sekitar 16 hari) itu hampir seluruh penduduknya akrab dengan tiga bahasa, Inggris, Arab, dan Perancis. Cukup mudah, bukan?

Singapura Mulai Buka Akses Wisata, Semua Pelancong Tanpa Kecuali Wajib Gunakan Alat Pelacak

Kuncian dan pembatasan yang dilakukan oleh negara-negara di seluruh dunia mulai di cabut dan dilepaskan. Bahkan beberapa negara dunia sudah mulai memberikan akses untuk pelancong yang akan berkunjung. Salah satunya adalah Singapura yang sudah kembali membuka akses wisata mereka pada pelancong dari seluruh dunia.

Baca juga: Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan

Meski begitu, Singapura memberikan aturan yang ketat bagi para pelancong yang mana mereka harus menggunakan perangkat pemantauan atau pelacak elektronik. Ini untuk memastikan para pelancong mematuhi karantina virus corona wajib di Singapura. Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (3/8/2020), rencananya mulai 11 Agustus 2020 perangkat akan diberikan kepada pelancong yang datang termasuk warga negara dan penduduk dari kelompok tertentu yang akan diizinkan untuk mengisolasi diri di rumah daripada di fasilitas yang ditunjuk negara.

Para pelancong akan mendapatkan perangkat ini ketika mereka telah menyelesaikan imigrasi dan melintas di pos pemeriksaan. Mereka harus mengaktifkan begitu tiba di tempat tinggal dan jika tidak diaktifkan, maka pihak berwenang akan menindaklanjuti serta menentukan lokasi mereka dan membantu dengan kesulitan teknis atau mengambil tindakan penegakan hukum sesuai kebutuhan.

Sinyal GPS dan 4G atau Bluetooth digunakan untuk menentukan apakah seseorang berada dalam jangkauan tempat tinggalnya. Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) serta kementerian Tenaga Kerja dan Pendidikan (MOM) melalui sebuah pernyataan mengatakan, mereka yang menggunakan perangkat dapat menerima pemberitahuan darinya selama periode tinggal di rumah dan harus mengakui hal ini tepat waktu.

“Setiap upaya untuk meninggalkan tempat tinggal atau merusak perangkat elektronik akan memicu peringatan kepada pihak berwenang,” ujar pernyataan tersebut.

Pihak berwenang kemudian akan menyelidiki kecuali orang tersebut meninggalkan tempat tinggal mereka untuk tes Covid-19, dengan janji temu. Namun sayangnya Singapura belum memberikan rincian seperti apa bentuk alat pelacak tersebut. Pihak berwenang mengatakan, alat pelacak ini sendiri tidak akan menyimpan data pribadi apapun dan tidak memiliki fungsi perekaman suara atau video.

Perangkat ini sendiri tidak akan diberikan kepada anak-anak berusia dibawah 12 tahun. Nantinya jika stay-home notice (SHN) terlayani sepenuhnya, maka alat tersebut harus dinonaktifkan dan dibuang atau dikembalikan sesuai dengan instruksi. Untuk diketahui, bagi yang mengutak-atik atau melepas perangkat selama periode SHN dapat didenda hingga S$10 ribu (Rp106 juta) atau dipenjara hingga enam bulan, atau menghadapi kedua hukuman.

Untuk orang asing, ICA dan MOM juga dapat mencabut atau mempersingkat validitas izin dan izin kerja. Data yang dikirimkan ke pihak berwenang juga dilindungi oleh enkripsi berbasis sertifikat ujung ke ujung, tambah mereka.

“Pihak berwenang akan mematuhi dengan ketat oleh peraturan perlindungan data sektor publik dalam mengelola dan melindungi data pribadi yang dikumpulkan oleh perangkat ini. Hanya pejabat pemerintah yang diotorisasi oleh otoritas terkait yang akan memiliki akses ke data untuk keperluan pemantauan dan penyelidikan,” kata pihak berwenang.

Baca juga: Tak 100 Persen Aman, Aplikasi Pelacakan Bagasi Dipertanyakan Keakuratannya!

Singapura telah melaporkan 52.825 infeksi coronavirus, sebagian besar disebabkan oleh wabah massal di asrama pekerja migran yang sempit, tetapi kasus impor meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sebelum Singapura, langkah-langkah serupa menggunakan gelang elektronik untuk melacak pergerakan orang selama karantina telah digunakan di Hong Kong dan Korea Selatan.

Bahkan Hong Kong pada bulan Maret memperkenalkan skema bagi wisatawan yang datang untuk menggunakan gelang elektronik tipis, mirip dengan label yang dikenakan oleh pasien rumah sakit, untuk menegakkan karantina bagi penumpang yang tiba. Korea Selatan juga telah menggunakan gelang tersebut yang terhubung ke aplikasi ponsel pintar bagi mereka yang melanggar karantina.

Indigo Hadirkan ‘Double Seat’ untuk Penumpang di Masa Pandemi Covid-19

Berbagai opsi untuk penumpang yang akan bepergian naik pesawat di tengah pandemi Covid-19 seperti mengosongkan kursi tengah, menghilangkan majalah dan pemesanan makanan melalui online sebelum keberangkatan sudah di lakukan berbagai maskapai. Ternyata Indigo, maskapai penerbangan berbiaya rendah asal India ini telah meluncurkan skema terbaru mereka untuk para penumpangnya.

Baca juga: Gegara Covid-19, Korean Air Hapus Layanan First Class (Lagi) Hingga 2021

Maskapai terbesar India ini mengatakan, akan memungkinkan penumpang memesan dua kursi untuk keselamatan tambahan. Skema ini disebut dengan “Layanan Kursi Ganda 6E” di mana akan memberikan pengalaman terbang bebas stres.

“Kami telah menerima permintaan semacam itu dan dengan senang hati memperkenalkan opsi memesan dua kursi untuk satu penumpang untuk memastikan keamanan tambahan,” kata kepala strategi maskapai dan petugas pendapatan Sanjay Kumar yang dikutip KabarPenumpang.com dari deccanherald.com (17/7/2020).

Dalam sebuah pernyataan, maskapai Indigo ini mencantumkan beberapa ketentuan untuk skema ini yakni, kursi yang berdekatan dapat dibeli oleh penumpang di mana detailnya terisi pada saat pemesanan dan hanya diizinkan untuk bepergian. Double seat dapat dipesan hanya melalui situs web Indigo, bahkan pelanggan dapat memanfaatkan sebanyak-banyaknya double seat yang dibutuhkan.

Setiap penumpang hanya bisa memesan satu double seat dan pemesanan ini tergantung pada ketersediaan dan jika double seat tersedia, penumpang bisa memilih tanggal yang mereka inginkan atau penerbangan tujuan yang berbeda. Double seat ini bisa dipesan hingga 24 jam sebelum keberangkatan penerbangan dan berlaku untuk perjalanan satu arah, pergi pulang dan multi kota.

Tidak ada perubahan yang dapat dilakukan untuk pemesanan double seat dan jika ada modifikasi yang harus dilakukan maka pelanggan telah membatalkan dan memesan kembali. Dalam hal pembatalan, biaya akan berlaku untuk kedua kursi. Selain itu pemesanan double seat sendiri tidak dapat di transfer ke penumpang lainnya.

Memilih double seat pun, penumpang tidak perlu membayar ekstra untuk layanan tambahan. Pemilihan kursi adalah proses wajib ketika double seat dibeli dan penumpang hanya dapat memilih kursi yang berdekatan. Biaya Kenyamanan dan GST berlaku untuk setiap Kursi Ganda yang dibeli.

Baca juga: Maskapai Dunia Hilangkan Makanan Ringan dan Majalah dalam Penerbangan

Penumpang yang memesan double seat tidak memerlukan check in terpisah karena boarding pass akan menjelaskan dia seorang penumpang dengan dua kursi dan EXST sebagai pengidendentifikasian SSR. Double seat juga dapat dipesan untuk membawa barang-barang mahal atau rapuh seperti barang antik, artefak, pusaka atau alat musik non-besar, dikenakan izin keamanan.