Detroit Kedatangan Sepuluh Minivan Odyssey Guna Bantu Penanganan Pasien Covid-19

American Honda mengirim sepuluh minivan Odyssey ke kota Detroit pada 5 Mei 2020. Minivan ini masing-masing sudah dimodifikasi untuk memungkinkan transportasi yang aman bagi pasien virus corona atau Covid-19 yang potensial ke lokasi medis untuk di uji atau mendapat perawatan

Baca juga: 20 Unit Bus SMRT Singapura Dikonversi Jadi Ambulans

Minivan Odyssey tersebut di modifikasi oleh seorang insinyur di Raymond, Ohio untuk membuat sistem ventilasi agar tekanan udara antar kursi depan dan belakang berbeda. Dia juga membuat penghalang plastik di belakang kursi depan dengan tujuan untuk melindungi pengemudi dan staf medis dengan lebih baik dari penularan virus ini.

KabarPenumpang.com melansir laman automobilemag.com (5/5/2020), modifikasi minivan Odyssey ini karena pada bulan April 2020, insinyur Honda di Jepang merancang sistem untuk minivan pasar domestik yang akan digunakan untuk mengangkut pasien Covid-19 di daerah Tokyo. Adanya berita tentang minivan JDM Honda kemudian membuat pejabat kota Detroit menghubungi pembuat mobil, terkait potensi sistem yang sama di Amerika Serikat.

Keinginan pembuatan mobil yang sama juga karena pada hari Senin (4/5/2020), sebanyak 43.950 kasus Covid-19 dikonfirmasi dan mayoritas di wilayah Metro Detroit dan menjadikannya sebagai hotspot penyakit ini di Amerika Serikat. Para insinyur di Honda Research & Development di Ohio kemudian membawa modifikasi minivan Odyssey dari konsep awal ke penyelesaian dalam waktu kurang dari dua Minggu.

Pasar Amerika Utara Honda Odyssey adalah model minivan yang lebih besar dibandingkan minivan JDM yang digunakan di Tokyo.

“Kami ingin membantu, tapi desainnya khusus untuk JDM Odysseys, jadi tidak bisa langsung diterapkan pada model domestik kami. Secara harafiah pada hari berikutnya teknisi Amerika Serikat kami berbicara dengan  rekan-rekan mereka di Jepang dan mulai mengerjakan desain spek Amerika Serikat dengan pabrik kami di Alabama,” ujar Matt Sloustcher Head of PR American Honda di akun Twitternya.

“Kami sangat bangga menjadi bagian kecil dari proyek tersebut. Hal ini terjadi karena beberapa orang tidak akan luas dengan  maaf itu tidak bisa di lakukan dan tekad untuk membantu. Mulai hari ini semoga membantu perbedaan kecil di Detroit,” tambahnya.

Diketahui, Honda bergabung dengan produsen mobi llain dalam membantu di pandemi ini di mana membuat sebagian besar produksi kendaraan global terhenti selama beberapa Minggu.

Baca juga: Kapal Penumpang di Swedia Dikonversi jadi Rumah Sakit

Ford diketahui menggunakan beberapa fasilitasnya untuk memproduksi ventilator medis, masker, pelindung wajah, pakaian keselamatan dan peralatan lainnya seperti yang dilakukan General Motors.

Gerai Bubble Tea Tidak Masuk Daftar untuk Izin Buka pada 12 Mei di Singapura

Berwisata tak hanya ke tempat-tempat hiburan, pantai, gunung, atau yang lainnya, tetapi kuliner juga menjadi salah satu daya tarik wisata. Hal ini terlihat ketika pelancong berkunjung ke suatu daerah atau negara, incaran pertama adalah makanan khas selain tempat wisatanya.

Baca juga: Beli Makanan Cepat Saji Lewat Drive-Thru Selama Pandemi? Ini Kata Para Ahli

Seperti Singapura yang menjadi salah satu negara yang banyak dikunjungi pelancong, di sini tak hanya bisa menikmati taman hiburan tetapi juga bisa mencoba berbagai makanan khas. Karena Negeri Singa ini memiliki warga negara yang bercampur, maka kuliner yang ada pun beragam.

Seperti bubble tea dan tempat minuman lainnya yang menarik untuk dicoba dan dinikmati untuk menghilangkan dahaga atau sebagai cemilan. Sayangnya gerai bubble tea, toko minuman beralkohol dan lainnya menjadi salah satu yang sudah dikeluarkan dari gerai ritel makanan yang diizinkan untuk dibuka kembali mulai 12 Mei.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman straitstimes.com (2/5/2020), dikeluarkannya daftar gerai atau toko minuman ini dari daftar izin buka, salah satunya seperti gerai bubble yang telah membuat antrian panjang sebelum penutupan. Lembaga pemerintah Enterpise Singapore (ESG) mengatakan pada hari Sabtu (2/5/2020), toko mandiri (tidak termasuk di pusat jajanan, lapangan makanan, dan kedai kopi) yang sebagian besar menjual minuman harus tetap ditutup selama periode pembatasan sosial.

“Eceran online produk-produk ini diperbolehkan, hanya jika dipenuhi dari dapur pusat berlisensi dari pendirian F&B, jika ada,” kata ESG.

ESG menyebutkan toko khusus minuman lainnya yang tidak dibuka adalah jus buah, kopi dan teh. Sedangkan gerai makanan dan minuman yang tetap buka atau akan dibuka kembali harus menerapkan sistem check in digital nasional SafeEntry pada 12 Mei. ESG menyebutkan, ini untuk memfasilitasi pengumpulan informasi pengunjung yang efisien sehingga pelacakan kontak dapat dilakukan tepat waktu.

Gerai-gerai bubble tea, bersama dengan berbagai gerai makanan dan minuman lainnya, harus ditutup mulai 22 April sebagai bagian dari langkah-langkah pemutus arus yang diumumkan oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong bulan lalu. Diketahui, langkah-langkah yang ditingkatkan pada awalnya akan berlangsung hingga 4 Mei.

Namun, gugus tugas Covid-19 mengatakan pada Sabtu (25/2020) bahwa beberapa bisnis, termasuk bisnis makanan rumahan, penata rambut dan outlet penjualan makanan penutup, akan diizinkan untuk dibuka kembali hanya dari 12 Mei.

“Itu hanya akan dimulai dari 12 Mei, jadi kami telah menyatakan kategori yang akan kami buka sejak saat itu. Masing-masing toko juga akan diberi tahu, mereka perlu mendapatkan pengecualian khusus dari Kementerian Perdagangan dan Industri sebelum mereka dapat melanjutkan operasi,” kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong.

Dia mengatakan bisnis yang belum diberitahu oleh pihak berwenang tentang pembukaan kembali seharusnya tidak menganggap mereka bisa melakukannya. Wong juga mengatakan pihak berwenang akan selektif tentang bisnis mana yang akan diizinkan untuk dibuka kembali, meskipun ia tidak memberikan contoh spesifik.

“Sebagian besar posisi pasca 12 Mei berbalik, itu akan kembali ke tempat kami sebelum langkah-langkah pemutus sirkuit yang diperketat berada di tempat tetapi tidak akan sama,” katanya.

Dia mengatakan, ada beberapa perusahaan yang beroperasi sebelum kami mungkin tidak ingin mengizinkan (membuka kembali) setelah penilaian risiko dan (karena) fakta bahwa beberapa tempat atau entitas ini mungkin tidak siap. Kementerian Kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa bisnis beberapa bisnis akan diizinkan untuk melanjutkan operasi seperti gerai ritel makanan, termasuk kue dan permen, makanan ringan kemasan dan toko makanan penutup, tetapi hanya untuk dibawa pulang dan dikirim.

Baca juga: Demi Hindari Covid-19, Wanita Skotlandia Cuci Semua Makanan Berbahan Plastik

Bisnis makanan berbasis rumah, tetapi hanya untuk pengiriman atau pengumpulan. Makan pribadi berbasis rumah tidak akan diizinkan. Pengiriman dan pengumpulan pesanan makanan harus dilakukan dengan cara yang aman dan tanpa kontak dan dengan perjanjian, sehingga pengambilan pesanan dapat dilakukan untuk menghindari orang berkerumun. Rincian akan diberikan secara terpisah. Layanan binatu eceran, tukang cukur dan penata rambut, untuk layanan potong rambut dasar dan toko eceran persediaan hewan peliharaan juga akan dibuka kembali.

Pabrik Toyota di Tokyo Ubah Hiace Jadi Ambulans

Di Jepang, saat ini ada 14.305 kasus virus Corona atau Covid-19 yang dikonfirmasi dengan angka kematian sebanyak 455 kasus. Tokyo menjadi kota terbanyak dengan kasus ini di susul Osaka dan Kanagawa. Hal ini kemudian membuat Toyota Motor Corporation ambil bagian dan mengulurkan tangan dalam masa krisis karena pandemi ini.

Baca juga: 20 Unit Bus SMRT Singapura Dikonversi Jadi Ambulans

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman motor1.com (30/4/2020), awal Mei 2020 produsen mobil ini mengumumkan untuk memproduksi pelindung wajah bagi para medis di Jepang. Mereka memproduksi sebanyak 40 ribu unit per bulannya. Tak hanya itu, Toyota juga ternyata membantu dalam pengangkutan pasien kasus Covid-19.

Dimana produsen mobil tersebut menyediakan sebanyak sebelas kendaraan untuk pasien dengan kasus ringan sejak 10 April 2020 kemarin meliputi Tokyo tepatnya di Prefektur Chiba dan Miyagi. Bahkan tak tanggung-tanggung, Toyota juga menambahkan fasilitas baru untuk bantuan Covid-19 ini dengan Toyota Hiace diubah menjadi sebuah ambulans untuk mengangkut pasien dengan kasus parah.

Toyota mengatakan, ini merupakan jenis pertama yang dirancang untuk mengangkut pasien Covid-19 dengan kondisi parah. Transportasi berbasis Hiace sendiri dikembangkan menjadi kendaraan pengendalian sirkulasi bertekanan udara rendah yang memiliki kompartemen interior untuk memisahkan kabin depan dari area holding belakang. Hal ini untuk mencegah udara yang terkontaminasi di holding belakang menembus kabin depan.

Kendaraan baru dari Toyota ini disumbangkan ke Rumah Sakit Universitas Showa, Tokyo dan bergabung dengan armada awal bantuan transportasi pembuat mobil. Marque bermaksud untuk terus mengembangkan kendaraan ini sebagai tanggapan atas permintaan dari fasilitas medis dan pemerintah daerah di semua bagian dari proyek Kokori Hakobu Toyota.

Baca juga: Tak Ada Lockdown di Swedia, Warga Stockholm Justru Terlihat Santuy

Kehadiran Toyota Hiace menambah deretan moda transportasi yang dikonversi atau dimodifikasi untuk pasien Covid-19. Sebelumnya India mengubah gerbong kereta jarak jauh menjadi bangsal rumah sakit. Selain itu sebuah kapal penumpang di Swedia juga dikonversi menjadi rumah sakit dan bisa menampung sebanyak 520 pasien Covid-19.

Bahkan baru-baru ini sebanyak 20 bus SMRT di Singapura di ubah menjadi ambulans dan dalam kabinya dibagi dua untuk penumpang dan pengemudi serta pendingin udara didalamnya pun terpisah.

Australia Pamer Desain Interior Final Kereta Vlocity

Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia telah meluncurkan desain final untuk kereta VLocity baru yang akan melayani jalur Timur Laut Negeri Kanguru. Departemen Transportasi dan V/Line Australia mengatakan ke para stakeholders bahwa masyarakat lebih menyukai desain interior kereta api modern dan nyaman namun tetap memperhatikan aksesibilitas para penumpang dengan lebih baik dan mendetail, sesuai kebutuhan.

Baca juga: Meski Diidamkan, Hadirnya Kereta Cepat di Australia Belum Dipandang Ideal

Desain kereta memiliki tempat duduk yang nyaman untuk perjalanan jarak jauh, USB chargers, enam rak bagasi, dan penyimpanan bagasi overhead, layaknya di pesawat. Selain itu, kereta Vlocity Australia ini juga menawarkan fasilitas katering modern dan space untuk kursi roda plus kursi pendampingnya yang diposisikan dekat dengan space kursi roda.

Kereta Vlocity di negara bagian terkecil di Australia ini akan menjadi yang pertama dari jenis atau desain baru ini yang beroperasi di jalur pengukur standar di jaringan regional Victoria. Nantinya, kereta-kereta ini akan melayani rute dari Melbourne ke Albury/Wodonga setelah proses perbaikan dan pengembangan Jalur Timur Laut selesai, dengan nilai investasi senilai A$235 miliar atau Rp 2,2 triliun (kurs Rp 9,676).

Dengan peningkatan jaringan atau relasi Jalur Timur Laut ini diharapkan akan meningkatkan kenyamanan dan kemanan penumpang dengan menekan frekuensi dan kemungkinan delay saat relasi di jaringan tersebut tengah sibuk. Kereta VLocity akan diproduksi oleh Bombardier di fasilitas Dandenong, wilayah Tenggara Melbourne, Victoria, yang akan memberikan sekitar 500 lapangan pekerjaan.

Menteri Transportasi Umum, Melissa Horne mengungkapkan, “Kereta baru ini akan menjadi VLocity pertama yang meluncur di jalur pengukur standar di jaringan regional Victoria dan akan melayani penumpang di Jalur Timur Laut dengan menawarkan perjalanan kereta yang lebih nyaman dan andal”.

“Kami akan membuat kereta baru ini di Dandenong sekaligus meningkatkan perekenomian lokal dan membuka ratusan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal dalam proyek ini,” tambahnya.

Senada dengan Melissa Horne, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Victoria Utara, Jaclyn Symes mengatakan bahwa proyek pengembangan Jalur Timur Laut dan akan menjadi berdampak signifikan bagi Victoria karena akan meningkatkan interaksi antar wilayah tersebut.

Baca juga: Sydney Hadirkan Kereta Double Deck Terbaru dari Korea Selatan, Mengular di 2020

“Kami bekerja keras untuk memberikan investasi penting ini yang akan meningkatkan perjalanan bagi semua orang yang hendak bepergian dengan kereta regional kami ke Timur Laut negara bagian kami,” katanya, sebagaimana dikutip dari railway-technology.com.

“Feedback dari organisasi atau komunitas kereta lokal Victoria, pemerhati kebijaka publik atau aksesibilitas penumpang, pemerintah lokal, dan perwakilan dinas pariwisata setempat telah menyambut baik proyek ini, dan penting bagi proses pemilihan desain final ini. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang berkontribusi,” tutupnya.

Mother Goose, Angsa Unik Penghuni Stasiun York

Ketika setiap orang membutuhkan ketenangan dalam kehidupannya, biasanya mereka akan bepergian atau menikmati waktu sendiri ke tempat yang nyaman. Apalagi saat pandemi seperti ini, banyak orang yang mencoba untuk menikmati kesunyian di rumah agar mendapat ketenangan batin.

Baca juga: Asik Berlenggak-lenggok di Rel, Satu Keluarga Angsa Buat Kereta Api Tertahan 30 Menit

Nyatanya tak hanya manusia, seekor angsa di Inggris pun mencari ketenangan dan kenyamanan di sebuah stasiun. Angsa ini menghampiri Stasiun York dan tinggal di hamparan bunga bahkan hingga bertelur.

Operator stasiun York mengatakan angsa yang dijuluki Mother Goose ini pertama kali terlihat pada bulan lalu oleh Polisi Transportasi Inggris di Stasiun York. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (4/5/2020), angsa ini beberapa waktu lalu sempat tak terlihat dan staf kereta api berpikir Mother Goose telah berpindah.

Sebab angsa ini menghilang lebih dari sehari dan kemudian tiba-tiba kembali serta meletakkan empat telur di hamparan bunga di stasiun tempatnya biasa terlihat. Kehadiran angsa ini membuat staf stasiun memvideokan aktivitas hariannya dan mempostingnya secara online. Bahkan sejauh ini video tersebut telah dilihat sekitar 70 ribu kali.

Stasiun York sendiri saat ini tengah berhenti beroperasi karena pembatasan pemerintah pada perjalanan yang mungkin telah menarik angsa untuk berpindah. Menurut dewan kota York, Greylag dan angsa Kanada sendiri sebenarnya pemandangan yang umum kota ini adalah rumah bagi sekitr 500 burung seperti itu. London North Eastern Railways (LNER) yang mengoperasikan stasiun sangat senang dengan kehadiran angsa ini.

“Ini adalah kisah yang sangat indah, indah dan kita semua perlu ini dalam kehidupan kita saat ini. Dia datang dua minggu yang lalu dan sedikit melihat-lihat dan dia membuat dirinya sangat di rumah di tempat tidur bunga,” kata direktur komunikasi LNER Kate McFerran.

Kate mengatakan staf menempatkan makanan dan air untuknya dan telah menempatkan pagar di sekitar tempat tidur bunga untuk keselamatan, tetapi dia “berperilaku sangat baik”. Dia mengatakan bahwa posting #GooseCam mereka di media sosial menunjukkan dia berpatroli di stasiun kereta api, kadang-kadang dengan seorang teman, dan menjaga telurnya.

Baca juga: Aneh bin Ajaib! Seekor Angsa Tabrak dan Berdiri Anteng di Dalam Taksi

“Itu telah membuat berita di Australia, di India, dan di seluruh dunia. Dia benar-benar memikat hati dan pikiran,” ujarnya.

Kate mengatakan dia berharap bahwa ketika telur-telur itu menetas orang akan menghubungi LNER dengan saran nama untuk goosling

DPR Minta Aplikator Tak Potong Ongkos Kirim Ojol 20 Persen di Masa Pandemi

Para pengemudi ojek online atau ojol tak lagi bisa mengangkut penumpang sejak diterapkannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Para ojol ini hanya bisa mengakut barang, makanan atau minuman pesanan pelanggan.

Baca juga: PSBB Berlaku di Jakarta, Inilah Kebijakan GoJek dan Grab untuk Mudahkan Mitra Pengemudi

Hal ini pun kemudian membuat pendapatan para ojol berkurang dari biasanya. Sayang meski ojol hanya bisa mengangkut barang, namun pihak aplikator justru tidak menurunkan biaya potongan ongkos 20 persen di tengah pandemi virus corona saat ini.

Untuk diketahui 20 persen tersebut merupakan potongan dari biaya ongkos kirim para pengemudi ojol. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, masalah tersebut kemudian disorot dan direspon oleh Komisi VI DPR RI yang meminta pihak aplikator menurunkan potongan ongkos kirim untuk membantu para pengemudi ojol ini.

Andre Rosiade, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra mengatakan, demi menyelamatkan kebutuhan hidup para pengemudi ojol yang jumlahnya jutaan, meminta kepada perusahaan aplikasi transportasi online yakni GoJek dan Grab untuk memiliki niat baik membantu meringankan beban hidup para pengemudi ojol ini.

“DPR RI meminta perusahaan aplikasi menghilangkan atau minimal mengurangi pemotongan setiap transaksi kepada mitra dengan tidak lagi sebesar 20 persen,” kata Andre dalam rapat dengar pendapat dengan GoJek dan Grab, Rabu (6/5/2020).

Dia mengatakan, selama pembatasan sosial berskala besar atau PSBB ini, para pengemudi ojol cukup terksiksa dengan biaya potong kirim barang. Andre berharap kedua aplikator bisa menurunkan potongan ongkos kirim minimal limna persen.

“Karena mitra bapak ibu ini sangat sulit mendapat orderan jadi tolong kalau bisa yang 20 persen itu dijadikan nol persen atau minimal lima persen. GoJek dan Grab sudah banyak mengambil keuntungan di Republik ini yang kita tidak tahu bapak da ibu siapa pemiliknya,” tambah Andre.

Menanggapi permintaan tersebut, Deputy Head of Public Affairs at Grab Tirza Munusamy membantah, perusahaannya memotong 20 persen dari biaya ongkos kirim barang. Per April, Grab telah memangkas potongan ongkos kirim.

“Karena masih masa susah kami tidak potong sama sekali di April. Kami tanggung 100 persen kami yang bayar. Insentif minimum kilometer setiap hari sudah dikurangi, jadi bisa lebih mudah mendapatkan uangnya,” ujar Tirza.

Sementara, Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho mengatakan, perusahaannya justru masih merugi selama kondisi pandemik virus corona.

Baca juga: Tanpa Aplikasi, Ojol ‘Terpaksa’ Angkut Penumpang di PSBB

“Kalau dari kami saat ini di industri ini gak ada yang untung, kami masih merugi. Kami sudah dipotong gaji untuk manajemen 25 persen, gak ada bonus dan gak ada THR dan gak ada kenaikan gaji,” ujar dia.

Andre menekankan agar penurunan potongan ongkos kirim ini bisa berlaku pada semua driver tidak hanya yang PDP atau positif Corona saja.

Kurangi Emisi Suara di Tengah Malam, Bandara Heathrow Patok Biaya Ekstra untuk Maskapai

Bandara Heathrow, London, Inggris telah mengumumkan rencana untuk mematok biaya lebih akibat kebisingan yang ditimbulkan untuk semua penerbangan yang tiba dan berangkat pada pukul 23.30-06.00 waktu setempat. Dengan kebijakan tersebut, diharapkan emisi atau polusi suara di jam-jam tersebut akan mengalami penurunan.

Baca juga: British Airways Siap Uji Coba Robot di Bandara Heathrow

Dilansir dari airport-technology.com, kebijakan mematok tarif lebih akibat kebisingan yang ditimbulkan maskapai bertujuan untuk membatasi jumlah penerbangan yang mengganggu komunitas atau warga di sekitar bandara. Bagi maskapai yang tetap nekat beroperasi di waktu ‘terlarang’, siap-siap saja merogoh kocek untuk membayar tagihan lima kali lipat dari tarif normal.

Juru bicara bandara tersibuk ketujuh di dunia dan paling sibuk di Eropa pada 2018 lalu dengan 80,1 juta penumpang ini mengatakan, langkah tersebut merupakan respon otoritas bandara terhadap keluhan sekaligus masukan masyarakat untuk mencari cara agar mereka bisa isitrahat dengan tenang di malam hari. Selain itu, langkah ini juga bagian dari rencana bandara dalam memperluas area bebas polusi udara di sekitar bandara.

Direktur keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan Bandara Heathrow, Rob Gray mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkomunikasi dengan warga perihal kebisingan yang ditimbulkan akibat aktivitas penerbangan di bandara. Tak lupa, otoritas bandara juga masih terbuka terhadap kritik dan saran perihal tarif lima kali lebih besar dari tarif normal bagi penerbangan yang tiba dan berangkat pada pukul 23.30-06.00 waktu setempat.

“Sangat penting bahwa kami dapat bersinergi dengan komunitas (warga sekitar bandara) dan maskapai penerbangan lokal untuk secara ketat mengatur kebisingan pesawat di Heathrow. Kami terus mengambil langkah-langkah penting untuk memperbaiki masalah yang timbul di kemudian hari, termasuk tarif kebisingan baru kami pada semua penerbangan yang tiba atau meninggalkan bandara pada malam hari,” katanya.

“Kami percaya jumlah orang yang terkena dampak kebisingan pesawat akan terus berkurang saat kami bekerja menuju Heathrow yang lebih tenang dan masa depan yang lebih baik melalui penerapan kebijakan polusi suara dan Noise Action Plan kami,” tambahnya.

Baca juga: Bandara Heathrow Siap Adopsi Teknologi Biometrik Pada Musim Panas 2019

Bandara Heathrow memang sudah lama memperhatikan permasalahan kebisingan yang ditimbulkan pesawat. Guna memotivasi maskapai menekan tingkat kebisingan agar menggunakan pesawat dengan yang lebih tenang dan menerbangkannya dengan cara se-senyap mungkin, Heathrow juga telah meluncurkan Program Fly Quiet and Green.

Pada tabel terbaru program tersebut, Scandinavian Airlines (SAS), maskapai penerbangan nasional negara-negara Nordik atau negara-negara di Eropa Timur dan Atlantik Utara, bertengger di puncak klasmen sementara. SAS dinilai memiliki geliat tinggi untuk menurunkan tingkat kebisingan serta menggunakan pesawat yang lebih senyap dan ramah lingkungan, yakni Airbus A320neo.

Virgin Galactic Gandeng NASA Kembangkan Pesawat Komersial Berkecepatan Tinggi

Virgin Galactic saat ini tengah mengalami jalan terjal dalam perjalanan bisnisnya di tahun ke-16 sepanjang sejarah berdirinya perusahaan. Dalam dua kuartal terakhir, perusahaan yang fokus di wisata luar angkasa ini dilaporkan mengalami kerugian besar. Namun, rupanya hal itu tak menghalangi inovasi perusahaan yang bernaung di bawah Virgin Group ini terhenti.

Baca juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa

Dikutip dari newatlas.com, belum lama ini, perusahaan asal Britania Raya yang berbasis di Mojave, California, Amerika Serikat (AS) tersebut dilaporkan tengah mengembangkan teknologi penerbangan komersial next generation atau berkecepatan tinggi. Guna mempercepat terealisasinya misi tersebut, Virgin Atlantic menggandeng badan antariksa AS, NASA. Kepastian tersebut didapat setelah keduanya meneken sebuah perjanjian The new Space Act Agreement, beberapa hari lalu.

Walaupun secara DNA Virgin Atlantic merupakan perusahaan Britania Raya, namun, secara binsis, mereka lebih fokus bermain di ceruk pasar AS. Tak terkecuali dengan teknologi penerbangan next generation atau berkecepatan tinggi.

Bila segalanya telah rampung dan siap, pesawat komersial berkecepatan tinggi itu lebih memfokuskan diri di pasar potensial AS, khususnya pada penerbangan point-to-point. Namun, tak menutup kemungkinan seiring berjalannya waktu, pesawat komersial berkecepatan tinggi Virgin Atlantic juga akan beroperasi di negara lainnya.

“The new Space Act Agreement ini akan memungkinkan NASA untuk berkolaborasi dengan Virgin Galactic dan The Spaceship Company untuk membuat organisasi kami mengambil keuntungan dari alat, teknik, dan teknologi baru yang dikembangkan selama 50 tahun terakhir dan untuk mengeksplorasi potensi solusi baru untuk industri penerbangan komersial,” kata Dr. James Kenyon, Direktur Program Kendaraan Udara Masa Depan NASA Aeronautics.

“Pengalaman unik Virgin Galactic dan berbagai inovasi teknologi di masa mendatang, ditambah kemitraan dengan NASA yang memiliki reputasi tinggi (di bidang Advanced Air Vehicles) dan lembaga pemerintah terkait lainnya, memungkinkan kemajuan pengembangan bisnis perusahaan untuk meningkatkan daya saing di pasar AS. Kami melihat ini sebagai ceruk pasar dengan potensi pertumbuhan luar biasa yang akan terus kami investasikan, di samping operasi spaceflight (wisawat luar angkasa) komersial kami,” kata George Whitesides, CEO Virgin Galactic Holdings.

Baca juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Sebelumnya, pada bulan Februari lalu, Virgin Galactic terlebih dahulu meluncurkan program baru untuk mengamankan hajat besar penerbangan suborbital pertamanya dengan mematok uang muka sebesar US $1.000 atau sekitar Rp15 juta (kurs 15,432), dimana sebanyak 400 orang telah mendaftarkan diri.

Diharapkan, sektor bisnis ini (jasa wahana antariksa suborbital untuk kepentingan wisata luar angkasa) dapat menutup kerugian yang terjadi di kuartal terakhir 2019 dan kuratal awal 2020, masing-masing sebesar $73 juta atau Rp 1,1 triliun (kurs 15,432) dan $60 juta atau Rp904 miliar (kurs 15,432).

Apakah Social Distancing dan Mengatur Duduk Penumpang Menjadi Cara Aman untuk Kembali Terbang?

Banyak pertanyaan di masa pandemi ini kapan waktu yang aman untuk kembali terbang? Apalagi saat ini tidak banyak maskapai yang melayani penerbangan ke luar negeri karena banyak yang melakukan penguncian dan hanya menerbangkan untuk repatriasi atau pemulangan warga negara asing kembali.

Baca juga: Kosongkan Kursi Tengah di Pesawat, Apakah Ini Efektif Selama Pandemi?

Sebenarnya ketika penguncian dibuka dan pesawat mulai kembali terbang, semua tidak akan sama seperti dulu. Seperti Aer Lingus yang mengatakan akan meninjau prosedurnya menyusul klaim tidak mempertahankan jarak sosial antar penumpang pada penerbangan Belfast-London.

Dilansir KabarPenumpang.com dari bbc.com (5/5/2020), pada masa pandemi ini, hanya sedikit orang yang terbang semenjak Kementerian Luar Negeri menyarankan agar tidak melakukan perjalanan Internasional. Pelancong yang datang ke Inggris antara 16 dan 22 April, jumlahnya 99 persen lebih rendah dibanding pada periode yang sama di tahun 2019,

Sedangkan American Airlines mengatakan, jarak sosial dimungkinkan untuk semua penumpang dan ini menunjukkan pesawat mereka banyak memiliki kursi kosong. Tak hanya itu, Virgin Atlantic mengaku penerbangan di bulan April hanya penuh sepertempatnya saja.

Bahkan Ryanair hanya mengangkut 40 ribu penumpang pada April dan angka ini turun drastis dari bulan yang sama tahun lalu sebanyak 13,5 juta penumpang. Adanya penurunan penumpang pada semua maskapai internasional juga karena banyak tempat liburan yang tak buka.

Bahkan banyak yang mengatakan pelancong lebih cenderung sakit ketika di pesawat karena menghirup udara yang berganti. Padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kualitas udara di kabin pesawat sangat terkontrol dan diganti hingga 30 kali dalam satu jam. Namun, pelancong bisa sakit kemungkinan besar karena virus yang ditransmisikan dari penumpang beredekatan seperti terinfeksi dari batu, bersin atau menyentuh permukaan benda.

Untuk membuat merasa aman terbang, Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan penumpang harus duduk sejauh mungkin. Sedangkan Jaringan dan Pusat Kesehatan Nasional yang didirikan Departemen Kesehatan mengatakan ketika dalam penerbangan baiknya hindari bergerak dari kursi bila tidak perlu. Jika Anda pegal bisa meregangkan kaki untuk melancarkan aliran darah.

Gunakan toilet seperlunya dan cuci tangan sebelum kembali ke kursi. Jika merasa tidak enak badan, beritahu awak kabin dan Anda tidak boleh bepergian jika sakit apalagi positif Covid-19. Di bandara Inggris, saran ini serupa dengan yang diberikan di gedung publik besar yakni jaga jarak Anda dari orang lain, dan gunakan pembersih tangan yang disediakan oleh bandara.

Toko-toko dan restoran sebagian besar telah ditutup dan orang-orang dilarang memasuki terminal kecuali mereka bepergian. Saat ini beberapa maskapai juga mulai mengambil rencana untuk membuat penumpang aman, seperti EasyJet yang berencana untuk menjaga kursi tengah di pesawat kosong setelah kuncian diangkat.

Maskapai itu menyarankan langkah itu bisa diambil untuk waktu yang singkat ketika penerbangan dilanjutkan. Emirates dan maskapai penerbangan AS Delta telah mengumumkan rencana serupa. Tapi tidak semua maskapai senang dengan prospek itu, Michael O’Leary, bos Ryanair, mengatakan kursi kosong tidak menjamin jarak sosial yang aman dan secara finansial tidak dapat diganggu gugat.

International Air Transport Association (IATA), badan yang mewakili maskapai penerbangan global, mengatakan membiarkan kursi tengah kosong tidak akan meningkatkan keselamatan penumpang. Dikatakan sebagian besar maskapai tidak akan menghasilkan uang tahun lalu jika sepertiga dari kursi telah dihapus.

Kepala eksekutif Bandara Heathrow, John Holland-Kaye, mengangkat kekhawatiran tentang mendapatkan penumpang dalam dan dari penerbangan. “Secara fisik tidak mungkin jarak sosial dengan volume penumpang di bandara,” katanya.

Holland-Kaye telah menyerukan standar internasional umum untuk pemeriksaan kesehatan di bandara “untuk membangun kepercayaan dalam perjalanan internasional”. Dia juga mendorong kembali terhadap putusan Kesehatan Masyarakat Inggris bahwa pemeriksaan suhu untuk penumpang tidak efektif, meminta bukti untuk dipublikasikan.

Baca juga: Begini Cara Maskapai Dunia Terapkan Physical Distancing di Pesawat

Dia juga menyarankan orang-orang yang melewati bandara harus mengenakan masker, “seperti yang dilakukan orang-orang dari Asia sejak Sars (virus) keluar”. Para menteri Inggris telah menyarankan agar mereka mempertimbangkan karantina selama 14 hari bagi siapa saja yang tiba di negara itu.

Update PSBB, ASDP Layani 688.836 Unit Truk Logistik di 7 Cabang Utama

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PT ASDP Indonesia Ferry fokus melayani angkutan logistik pasca penghentian sementara operasional penyeberangan penumpang dan kendaraan non barang di seluruh wilayah Indonesia. Dari 7 cabang utama yang dilayani ASDP yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Lembar, Batam, Bitung dan Kayangan, tercatat 688.836 unit kendaraan logistik mulai dari golongan V hingga IX telah dilayani selama periode Maret-April 2020.

Baca juga: Hentikan Sementara Penjualan Tiket Penumpang, ASDP Hanya Layani Logistik

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Imelda Alini dalam siaran pers (7/5/2020) mengatakan, fokus ASDP saat ini menjaga agar penyeberangan logistik tetap berjalan lancar sehingga mobilisasi pasokan logistik ke seluruh Indonesia. Hal ini selain telah diatur dalam Permenhub 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, ASDP berkomitmen untuk tetap menjaga pasokan kebutuhan pokok di daerah sesuai arahan Presiden RI.

“Selama pandemi Covid-19 dimana ASDP hanya melayani angkutan logistik, trafik truk barang di sejumlah lintasan utama mengalami kenaikan. Di Merak dan Bakauheni rata-rata naik 2-3 persen. Tercatat masing-masing Cabang utama itu selama 2 bulan terakhir mengangkut 183.642 unit truk untuk Merak, dan Bakauheni sebanyak 178.920 unit, bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebanyak 181.629 unit (Merak), dan 175.677 unit (Bakauheni). Prediksi kami, mobilitas logistik terus meningkat jelang Idul Fitri,” ujar Imelda.

Selain Merak dan Bakauheni, cabang utama yang juga mengalami peningkatan Cabang Batam dan Bitung. Dari Cabang Batam, geliat logistik menunjukkan peningkatan sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu. Tercatat, jumlah truk barang selama Maret-April sebanyak 10.966 unit bila dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 10.438 unit.

Untuk Bitung, Sulawesi Utara tercatat kendaraan logistik yang dilayani mencapai 2.760 atau naik 4,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.641 dan jumlah barang curah yang diangkut sebanyak 2.080 karung atau naik 600 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 343 karung.

Tidak hanya di wilayah barat dan tengah, layanan sektor logistik ASDP juga menjadi andalan di timur Indonesia, yakni di Papua. Di Cabang Merauke ASDP mengoperasikan 4 unit kapal yaitu KMP Bambit dan KMP Muyu dengan homebase di Merauke, lalu KMP Binar di Agats dan KMP Kokonao di Pomako.

Adapun pelayanan logistik di Merauke berjalan terjadwal sebanyak 2-3 kali trip ke wilayah pedalaman, dengan memuat barang curah berisi kebutuhan pokok. Selama bulan April, tercatat muatan curah yang dilayani mencapai 1.288 ton/meter kubik atau naik 201 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 641 ton/meter kubik.