Orang Tuanya Dalam Pesawat yang Diterbangkan, Pilot Jetstar Menyapa Spesial dari Kokpit

Cita-cita sebagai seorang pilot sudah tercapai dan pastinya mereka ingin sekali ketika menerbangkan pesawat ada orang-orang spesial di dalamnya baik itu orang tua, istri atau saudara yang lainnya. Seorang pilot Jetstar Raphael Leong ternyata menerbangkan kedua orang tuanya yang saat itu naik dalam pesawat Jetstar dengan nomor penerbnagn 3K78 tujuan Singapura. Baca juga: So Sweet! Pramugari Emirates Dilamar di Udara Dilansir KabarPenumpang.com dari laman yahoo.com (27/6/2019), dia mengatakan ini adalah pertama kalinya menerbangan kedua orang tuanya selama menjadi pilot. Seperti biasa, sebelum pesawat lepas landas, pilot akan mengucapkan salam perkenalan dan menyambut penumpangnya. Namun, saat itu ada yang berbeda dimana dia mengumumkan ada beberapa pemegang tiket VIP di dalam pesawat yang akan diterbangkannya tersebut. “Ini adalah penerbangan yang sangat istimewa bagi saya karena orang tua saya ada di pesawat. Dan ini adalah pertama kalinya dalam hidupku bahwa mereka akan berada dalam penerbangan yang aku akan terbang,” ujarnya melalui mikrofon. Rosalind dan Dennis Leong yang berada di dalam pesawat yang diterbangkan putra mereka baru kembali dari liburan dan tidak tahu siapa yang menerbangkan pesawat mereka. “Aku belum tahu apakah mereka mengetahuinya tetapi Hai pa! Hai ibu! Mengherankan! Aku mencintaimu,” ujarnya lagi. Bahkan saat dirinya memberikan pernyataan itu dari ruang kokpit, semua penumpang di kabin pesawat bertepuk tangan. Tak hanya itu, awak kabin pun mengabadikan momen yang tak pernah mereka siapkan alias mendadak tersebut. “Saya membuat pengumuman dan saya melihat tidak ada yang terjadi …. Saya hanya melihat ayah saya melambai. Aku menyadari bahwa ibuku tersayang ada di toilet!,” kata Leong. Nyonya Leong mungkin telah sibuk selama kejutan putranya, tetapi dia masih bisa mendengar momen yang menyentuh itu. “Aku mendengar suaranya dan aku berkata ‘itu suara anakku!'” Kata ibu yang bangga itu. Video sejak itu telah diunggah ke akun media sosial Jetstar dan banyak yang simpati oleh momen spesial tersebut. “Itu benar-benar fantastis!” Kata seorang wanita. “Video yang begitu indah, sangat menyegarkan untuk melihat sisi manusiawi dari sebuah maskapai dan stafnya saat ini, hal-hal hebat,” komentar yang lain. Baca juga: Romantis Berujung Pahit, Pramugari China Eastern Airlines Justru Dipecat Setelah Dilamar di Udara Salah satu yang tersentuh oleh video mengatakan, “Itu momen indah dan sangat istimewa, best of luck mate!” Video berakhir dengan Leong memeluk ibunya yang bangga, yang mengatakan dia selalu mendorong putranya untuk “meraih langit”. Meski ketinggalan pengumuman itu, dia mengatakan dia bangga dengan putra pilotnya.

Google Maps Hadirkan Fitur Info ‘Kepadatan Penumpang’ di Moda Transportasi Umum

Google Maps dalam beberapa bulan terakhir ini melakukan pembaruan dan menghadirkan fitur-fitur baru seperti mode Incognito, kecepatan waktu nyata, lokasi parkir dan crowdsourcing kemacetan lalu lintas. Hal ini membuat Google masih mempertahankan posisi terdepan di antara banyak aplikasi navigasi. Baca juga: Google Maps Mudahkan Pengguna Kereta dan Bus di India Dapatkan Informasi Dilansir KabarPenumpang.com dari theverge.com (27/6/2019), ternyata selain fitur-fitur baru, Google juga melakukan pengumpulan data terkait kepadatan moda transportasi selama berbulan-bulan. Setelah itu semua terkumpul kini Google siap meluncurkan prediksinya atas permasalahan transportasi. Pada Kamis (27/6/2019) kemarin, Google memperkenalkan prediksi kepadatan angkutan umum baru di aplikasinya. Sehingga memudahkan pengguna yang akan menumpang di transportasi umum bisa mengetahui seberapa padat bus, kereta api, kereta bawah tanah dan jalur menuju ke perjalanan tersebut. Untuk mendapatkan data ini, Google meminta beberapa orang menggunakan aplikasi Google Maps mereka dan memberikan detail tambahan tentang tingkat kepadatan perjalanan. Setelah menyelesaikan perjalanan, mereka diberi empat pilihan yakni banyak kursi kosong, beberapa kursi kosong, hanya ruang berdiri dan ruang berdiri sempit. Kini setelah data cukup di dapat, dengan Google Maps, pengguna sudah bisa merencanakan perjalanan harian mereka. Fitur baru ini sendiri tersedia di 200 kota dunia dengan seperempatnya terdapat di Amerika Serikat. Misalnya, penumpang kereta api di Tokyo yang bepergian dari Shibuya ke Shinjuku mungkin melihat bahwa Jalur Yamanote biasanya memiliki ruang berdiri saja pada pukul 09.40 waktu setempat. Itu mungkin bukan informasi yang cukup untuk mengubah keputusan perjalanan Anda, tetapi tentu saja membantu menghilangkan rasa pusing ketika melihat kereta yang sangat ramai masuk ke stasiun. Ini bisa membuat Anda sebagai penumpang mengambil keputusan untuk menunggu beberapa menit agar mendapat kursi atau tetap naik. Selain itu, Google Maps juga meluncurkan penundaan lalu lintas langsung untuk bus di tempat-tempat di mana para penumpang tidak memiliki informasi waktu nyata langsung dari petugas transit lokal. Baca juga: Google Maps Hadirkan Permainan Klasik “Snake” dengan Ikon Moda Transportasi Dunia Anda sekarang dapat melihat apakah bus Anda akan terlambat, berapa lama penundaannya, dan waktu perjalanan yang lebih akurat berdasarkan kondisi lalu lintas langsung di sepanjang rute Anda. Anda juga akan melihat persis di mana keterlambatan pada peta sehingga Anda tahu apa yang diharapkan sebelum naik bus.

Mulai 1 Juli 2019, Sistem Aplikasi KAI Access Diambil Alih PT KAI

Siapa yang tak kenal aplikasi KAI Access? Aplikasi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini sudah dilengkapi berbagai fitur. Bahkan untuk membatalkan dan mengganti jadwal keberangkatan penumpang yang menggunakan KAI Access tak lagi direpotkan mengantre di Stasiun. Baca juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket Ternyata aplikasi ini sebelum sistemnya kembali ke KAI pada 1 Juli 2019 mendatang, dipegang oleh pihak ketiga. Pengambil alihan sistem aplikasi oleh KAI diharapkan pelayanan pengguna jasa kereta api akan semakin cepat dan mudah. “Sebelumnya sistem aplikasi dipegang oleh pihak ketiga,” ujar Vice President PT KAI Daop VII Madiun Wisnu Pramudyo yang dikutip dari madiuntoday.id, Kamis (27/6/2019). Bahkan nantinya setelah sistem aplikasi KAI Access diambil alih, PT KAI akan menambah kapasitas server yang ada. Sehingga layanan melalui aplikasi KAI Access kedepannya tidak akan mengalami kendala lagi. Wisnu mengatakan, kendala terjadi ketika waktu-waktu tertentu saat ramai pemesanan tiket kereta api jelang Lebaran atau libur Natal dan Tahun Baru. Meski begitu, pengambil alihan ini juga ada konsekuensinya. Seperti nantinya mulai 1 Juli mendatang pemesanan tiket tak lagi bisa dilayani H-90 tetapi H-30 sebelum keberangkatan. Sehingga bila membeli per 1 Juli hanya bisa untuk per 1 Agustus mendatang. Tak hanya itu, saat ini selama proses ambil alih ada perbaikan dan belum bisa digunakan untuk pemesanan tiket. Info ini juga bisa didapatkan pengguna ketika membuka aplikasi KAI Access melalui ponsel pintar. Atas kendala ini Wisnu memohon maaf kepada para penggunaa jasa kereta api. Namun dia mengatakan peralihan ini memang perlu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga kedepan bisa menikmati fasilitas KAI secara maksimal. Baca juga: Punya KAI Access? Ini Cara Mudah Tukar Jadwal Keberangkatan Kereta Setelah dikonfirmasi ke Vice President Public Relation PT KAI Edy Kuswoyo ketika dihubungi KabarPenumpang.com terkait masalah ini belum memberi penjelasan secara lebih lanjut. “Ini dapat kabar darimana,” katanya, Jumat (28/6/2019).

Protokol Montreal 2014, Standar Atasi Penumpang Bermasalah di Dalam Kabin

Belakangan ini makin marak penumpang pesawat yang sulit untuk diatasi perilakunya. Hal tersebut biasanya dipicu dari penumpang yang meminum alkoloh berlebih dari dosis yang dibolehkan oleh maskapai. Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney Namun faktor lainnya pun bisa menjadi perilaku buruk penumpang dalam penerbangan. Dari sebuah laporan IATA ( International Air Transport Association) pada 2017, ada satu insiden penumpang yang sulit dikendalikan untuk setiap 1053 penerbangan. Dalam rentang waktu sepuluh tahun dari 2007 hingga 2017 lebih dari 66 ribu insiden dilaporkan ke IATA. KabarPenumpang.com merangkum aircraftinteriorsinternational.com (26/6/2019), ada delapan ganguan seperti menghisap rokok dalam penerbangan, mengonsumsi obat-obatan terlarang, konfrontasi verbal atau fisik, mengganggu kru, menolak untuk mengikuti instruksi, pelecehan seksual dan lainnya. “Bagaimanapun, insiden juga akan sangat tidak menyenangkan dan kadang-kadang bahkan membuat trauma untuk penumpang lain. Secara alami, semua insiden berpotensi menyebabkan kerusakan pada maskapai. selain pengalihan dan penundaan begitu media dan terutama media sosial mengetahui insiden tersebut dan tiba-tiba 20 ribu orang me-retweet atau berbagi informasi di Facebook,” kata spesialis manajemen ancaman, Totti Karpela. Adapun langkah yang bisa dilakukan awak kabin adalah yang pertama mengacu pada Protokol Montreal 2014 yang menyediakan pembaruan yurisdiksi untuk Konvensi Tokyo 1963. Sebagian besar dari Protokol 2014 membahas masalah-masalah yurisdiksi internasional dan multinasional untuk memastikan bahwa semua negara mampu menuntut para penumpang yang mengganggu dengan menggunakan pesawat terbang masuk. Ini juga memberikan kekuatan hukum tambahan untuk untuk pemimpin penerbangan untuk melakukan penahanan, dan membuat beberapa klarifikasi tentang jenis gangguan yang harus dianggap melanggar hukum. Bahkan juru bicara FAA mengatakan, bila ada gangguan tergantung dari maskapai apakah akan melaporkan kepada pihaknya atau tidak. Jika merasa perlu untuk mengalihkan penerbangan, pilot in command dapat melakukan panggilan tersebut dan meminta bantuan penegak hukum jika perilaku penumpang cukup mengerikan. Selain itu pencegahan bisa menjadi kunci sebelum tindakan dilakukan. Pedoman IATA tentang Pencegahan dan Manajemen Penumpang yang Tidak Direkomendasikan bahwa maskapai penerbangan, mengembangkan strategi pencegahan berdasarkan peningkatan kesadaran penumpang dan di antara semua karyawan tentang bagaimana maskapai penerbangan akan merespons tindakan yang mengganggu, penerapan kebijakan Zero Tolerance, dan jenisnya tanggapan dan konsekuensi dari perilaku yang tidak patuh. “Pencegahan adalah langkah mitigasi paling efektif untuk insiden penumpang yang tidak dapat diatur dan dapat dipromosikan sebagai tanggung jawab karyawan di seluruh organisasi. Seringkali perilaku yang tidak teratur bukanlah hasil dari satu peristiwa, melainkan efek dari serangkaian peristiwa yang menumpuk. Tanda-tanda awal kemungkinan perilaku yang tidak teratur seringkali dapat diamati. Fokus kebijakan perusahaan harus pada tindakan pada tanda-tanda awal ini, daripada berurusan secara eksklusif dengan peristiwa yang meningkat,” kata IATA. Untuk penanganan awal bila terjadi masalah di kabin yang dilakukan oleh penumpang, awak kabin bisa mengambil tindakan pertama. Jika penumpang melakukan sebuah ancaman, pastikan dirinya tetap duduk di kursi. Tetapi jika sudah mulai mengganggu awak kabin bisa meminta bantuan penumpang lainnya untuk mengamankan dengan memegang penumpang agar bisa memborgol atau mengikat. Baca juga: Gara-Gara Vodka, Penumpang Mabuk Hina Awak Kabin dengan Sebutan “Pedofil” Sedangkan indikasi penumpang mabuk, bila maskapai memiliki ketentuan banyaknya alkohol yang diminum seorang penumpang, maka batasi penumpang yang terlihat mulai mabuk. Tawarkan minuman non-alkohol atau pilihan lain, seperti makanan atau tidur, selama sisa penerbangan.

Di 2021, Laut Pedalaman Seto Jepang Bakal Kehadiran Boat-Hailing yang Serba Bisa!

Para warga dan pelancong yang datang ke Laut Pedalaman Seto sebentar lagi akan terjamah oleh teknologi yang akan meningkatkan pengalaman mereka. Ya, kelak mereka akan dapat ‘memanggil’ perahu dengan menggunakan aplikasi seperti halnya taksi online di daerah perkotaan. Perusahaan teknologi dan informasi, P. G. System yang mengembangkan teknologi ini rencananya akan mulai menguji coba keseluruhan teknologi ini pada musim panas 2019 ini. Baca Juga: Francisco, Kapal Ferry Wisata dengan Kecepatan 51,8 Knot Adapun ide awal dari pengadaan teknologi ‘pemanggil’ kapal ini dilatarbelakangi oleh penurunan layanan kapal ferry reguler di salah satu destinasi wisata favorit di Negeri Sakura. Selain itu, hadirnya teknologi semacam ini dipercaya akan meningkatkan sektor pariwisata di wilayah Laut Pedalaman Seto. Dengan kata lain, para pelancong atau warga yang tinggal di sekitaran Laut Pedalaman Seto tersebut akan dapat dengan mudah terhubung dengan pulau lainnya yang tersebar di sana. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (25/6/2019), pihak P. G.System mengatakan bahwa mereka akan merilis versi komersial dari platform ini pada tahun fiskal 2021 mendatang. Cara kerja dari aplikasi ini pun tidak jauh berbeda dengan aplikasi GoJek dan Grab di Indonesia pada umumnya – penumpang akan memilih port penjemputan dan destinasi tujuan (bahkan penumpang bisa menentukan rutenya sendiri), lalu aplikasi akan mencocokannya dengan kapal yang tersedia. Hal sedikit berbeda dapat Anda temui pada fitur pembayarannya, dimana pada aplikasi ini, pengguna dapat melakukan pembayaran di muka. Pun dari sisi penyewa moda, mereka dapat menawarkan jasanya kepada calon penumpang hingga memeriksa reservasi yang sudah masuk ke akun mereka masing-masing hanya melalui aplikasi ini. Platform ini ditargetkan untuk menampung sekitar 60 kapal dan melayani sekitar 300 penumpang setiap harinya pada tahun fiskal pertama. Untuk setiap perjalanannya sendiri, target harga yang direncanakan oleh pihak perusahaan berkisar antara US$18 hingga US$28 – sebanding dengan tarif taksi air kebanyakan. Baca Juga: Spesifikasi KMP Port Link, Kapal Ferry Teranyar dan Terbesar Pihak pengembang juga berencana untuk membiarkan teknologi Artificial Intelligent untuk merekomendasikan penumpang rute-rute favorit. “Jika pengguna berkenan, maka aplikasi ini bisa ditautkan ke mdia sosial pribadi dan membagikan pengalaman mereka di sana,” ujar salah satu pengembang di P. G. System, Hiroyuki Tsukuda.  

Airbus A330-900NEO Pesanan Perdana Lion Air Tuntaskan Test Flight

Setelah sebelumnya diwartakan merampungkan tahapan pengecetan, kini pesawat Airbus A330-900NEO perdana pesanan Lion Air sudah menuntaskan proses pengujian terbang (test flight), mengudara pada 10.54 waktu setempat dari Bandar Udara Internasional Toulouse Blagnac dan mendarat pukul 15.00 waktu setempat di Toulouse Blagnac serta sedang dilakukan tahap pengerjaan lainnya di pabrikan Airbus, Toulouse. Baca juga: Airbus A330-900NEO Lion Air Kini Masuki Tahapan Pengecatan di Toulouse Pesawat wide body yang disasar untuk perjalanan udara jarak jauh (long haul) ini memiliki jadwal pengiriman ke Indonesia dalam waktu dekat. Lion Air mengharapkan rencana kedatangan pesawat dapat berjalan lancar dan sesuai waktu yang ditentukan. Dengan hadirnya A330-900NEO, maka Lion Air menjadi operator pertama pesawat jenis ini di Indonesia, seperti diketahui Garuda Indonesia juga ikut memesan pesawat jenis ini. Dalam catatan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com (28/6), Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group menjelaskan, bahwa pengoperasian Airbus 330-900NEO merupakan salah satu langkah strategis Lion Air program “revitalisasi” atau peremajaan armada yang fokus mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan (safety first), guna mendukung ekspansi bisnis penerbangan berkonsep low cost carrier (LCC).
 
View this post on Instagram
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Danang menambahkan Airbus 330-900NEO Lion Air nantinya mampu melayani berbagai rute popular yang membutuhkan waktu tempuh hingga lebih dari 15 jam, seperti penerbangan ibadah (umrah) non-stop dari Makassar ke Madinah dan Jedddah, Balikpapan ke Jeddah, Surabaya ke Madinah dan tujuan lainnya. A330-900NEO berkonfigurasi kursi lorong ganda (double aisle) hingga 440 kursi penumpang, menyediakan kenyamanan kabin paling senyap di kelasnya, menambah fitur utama dari kabin airspace, desain baru kompartemen bagasi kabin (overhead bin) yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan banyak barang bawaan di kabin. Baca juga: Untuk Direct Flight Umrah, Mei 2019 Airbus A330-900NEO Lion Air Tiba di Indonesia Lion Air pada 2018 telah memesan sepuluh unit Airbus 330-900NEO dan mempunyai opsi memperoleh empat pesawat sejenis. Seluruh pesawat yang dipesan oleh Lion Air adalah jenis armada berkapasitas lebih besar dan akan melengkapi kekuatan tiga wide body Lion Air Airbus 330-300 sekarang. Kesepuluh pesawat direncanakan untuk pengiriman bertahap ke Lion Air Group pada 2019 dan 2020. Pada tahun ini, Lion Air akan menerima dua pesawat.

Hadapi ‘Ruwetnya’ Penerbangan 20 Tahun Mendatang, Airbus Optimis Produksi 4 Ribu Unit Seri A220

Meskipun hanya memiliki 72 unit yang beroperasi sebelum perhelatan Paris AirShow 2019 kemarin, pihak Airbus Canada optimis bahwa di masa yang akan datang, mereka akan mengoperasikan varian A220 hingga lebih dari 100 kali lipat dari jumlah yang beroperasi saat ini. Pada acara kedirgantaraan skala global tersebut, Airbus Canada (Bombardier Aeropaspace) mendapatkan pesanan 50 unit varian A220 dari maskapai Air Lease. Pihak Airbus memperkirakan, pesanan untuk 20 tahun yang akan datang akan mengalami peningkatan yang sangat pesat. Baca Juga: Qantas Pesan 36 Unit Airbus A321XLR, Mulai Diterima Pertengahan 2024 Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (24/6/2019), Airbus percaya bahwa akan ada permintaan untuk 7.000 unit pesawat narrow-body dengan kisaran 100 hingga 150 bangku – sedangkan Airbus A220 memiliki kisaran 110 hingga 160 bangku, tergantung pada varian dan konfigurasi yang diinginkan oleh pihak maskapai. Tidak hanya menyediakan moda yang sesuai dengan perkiraan pesanan di masa yang akan datang, pihak Airbus juga menambahkan bahwa varian A220 ini memiliki efisiensi sekitar 20 persen bahan bakar per penumpang ketimbang pesawat rakitan rival abadinya, Boeing. “Pesawat ini dirancang khusus untuk segmen pasar itu, ujar ketua program pengembangan A220, Philippe Balducchi. Dengan mengandalkan dua pabrik yang masing-masing terletak di Alabama dan Montreal, pihak Airbus mampu menghasilkan masing-masing empat dan 10 unit A220 per bulan. Jika dikalkulasikan, maka Airbus dapat menghasilkan 168 unit A220 per tahun – dengan kata lain, akan ada 4.000 unit pesawat yang diproduksi Airbus dalam rentang waktu 20 tahun mendatang. Bukan tidak mungkin juga jika Airbus akan mengirimkan semua hasil produksiannya tersebut kepada pihak maskapai yang sudah memesan varian ini sebelumnya. “Jika ditanya: apakah Airbus mampu merampungkan permintaan maskapai hanya dengan menggunakan dua pabrik saja? Jawabannya tentu saja bisa!” ujar Kepala Eksekutif Airbus Amerika, Jeffrey Knittel. Lalu, siapakah pasar paling besar yang akan ditargetkan oleh Airbus dalam hal menggunakan A220? Masih dari laman sumber yang sama, Cina, India, Australia, dan Hawaii merupakan nama-nama yang muncul sebagai kandidat pasar paling besar yang akan mengoperasikan varian A220. Baca Juga: Airbus Rayakan Ulang Tahun ‘Emas,’ Digdaya Hampir di Semua Lini Ambil contoh Cina, negara ini berencana untuk membangun lebih dari 200 bandara dalam jangka waktu 20 tahun mendatang. Dengan begitu, Cina akan membutuhkan pesawat dalam jumlah yang sangat banyak untuk bisa beroperasi di keseluruhan bandara yang ada di sana. Namun hipotesa ini masih belum dapat diuji kebenarannya, karena pihak Cina sendiri masih mengembangkan pesawat yang merupakan hasil kerja samanya dengan pihak Rusia.  

Drone Misterius Ganggu Penerbangan di Bandara Changi Singapura

Lagi-lagi drone mampu ‘menghentikan’ operasional sementara sebuah bandara besar. Hal ini menyebabkan beberapa penerbangan ditunda dan penerbangan kedatangan dialihkan ke bandara lainnya. Teatnya pada 24 Juni 2019 kemarin, sebuah pesawat tanpa awak atau drone menyambangi Bandara Internasional Changi Singapura. Baca juga: Drone Misterius Ganggu Operasional Bandara Frankfurt Selama 30 Menit Drone ini mengganggu operasional Bandara Changi untuk kedua kalinya. KabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (26/6/2019), Otoritas Penerbangan Sipil Singapura atau The Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) mengatakan, setidaknya ada 15 keberangkatan dan tiga kedatangan telah ditunda pada hari penampakan drone tersebut. Bahkan CAAS mengatakan ada tujuh penerbangan lainnya telah dialihkan. Tak hanya itu pengalihan kedatangan pesawat juga dikarenakan cuaca buruk yang menjadi penyebab gangguannya. Karena masalah ini, pihak bandara mau tak mau harus mengatur dengan hati-hati jangka waktu singkat bagi kedatangan dan keberangkatan sebagai tindakan pencegahan. Pada minggu lalu satu landasan pacu di Bandara Changi harus ditangguhkan dan penerbangan harus ditunda setelah drone muncul. Penerbangan kedatangan pun dialihkan ke Kuala Lumpur, Malaysia. “Anggota masyarakat diingatkan bahwa pihak berwenang mengambil pandangan serius terhadap operasi pesawat tak berawak yang keliru yang dapat menimbulkan ancaman terhadap penerbangan atau membahayakan keselamatan pribadi orang lain,” ujar CAAS dalam sebuah pernyataan. CAAS mengatakan penyelidikan sedang berlangsung dan pelanggar bisa dikenakan denda hingga S$20 ribu (US$14.780) atau 12 bulan penjara. Bandara di seluruh dunia sedang menghadapi masalah keamanan yang semakin meningkat karena peningkatan kehadiran drone. Baca juga: Di Inggris Drone Dilarang Terbang dalam Radius 5 Km dari Bandara, Di Indonesia Dilarang Lebihi Ketinggian 150 Meter Pada bulan Desember 2018, penampakan drone menyebabkan sekitar 36 jam kekacauan perjalanan di Bandara Gatwick London, yang menyebabkan pembatalan atau pengalihan sekitar seribu penerbangan dengan perkiraan biaya lebih dari £50 juta. Pada bulan Maret 2019, sebuah drone ilegal terlihat terbang di dekat Bandara Frankfurt di Jerman, memaksa operator Fraport untuk menangguhkan semua pendaratan dan tinggal landas selama 30 menit sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi penumpang.

Dainese Luncurkan Rompi Pintar dengan Sistem Perlindungan Airbag

Rompi keselamatan baru kini hadir tak hanya untuk pengguna sepeda tetapi pengendara motor juga bisa memilikinya. Rompi ini dilengkapi dengan sistem airbag baru yang memiliki perlindungan tujuh kali dibanding yang lainnya. Baca juga: Kurangi Risiko Cedera Saat Terjatuh, Pengguna Sepeda Bisa Gunakan Rompi Airbag KabarPenumpang.com melansir newatlas.com (26/6/2019), Dainese, perusahaan aksesoris motor asal Italia merilis teknologi airbag pada pengemudi sepeda motor, dimana sebuah rompi bisa di pakai di dalam sebelum atau diluar sesudah jaket dan pakaian pengemudi. Rompi ini merupakan smart jaket fleksibel yang tidak mengganggu.
(newatlas.com)
Rompi airbag ini memiliki baterai yang tahan 26 jam ketika mulai dinyalakan dan sensornya bisa mendeteksi masalah yang akan terjadi pada sepeda motor. Meski begitu, rompi ini tidak terhubung dengan sepeda motor dan menggunakan array tujuh sensor termasuk GPS, akselerometer dan giroskop untuk mendeteksi ketika berada dalam peselisihan. Pihak Dainese mengatakan, rompi bisa mendeteksi masalah dari bagian bawah, atas, tabrakan di depan maupun dari belakang. Bahkan jika pengemudi berhenti di traffic light dan tertabrak dari belakang pun sensor akan cepat merespon rompi tersebut. Saat sistem airbag diaktifkan dan terjadi benturan atau kecelakaan airbag akan menggembung dalam sekejap untuk melindungi area bagian belakang yang ada di atas bahu untuk menutupi dada pengendara. Desain rompi ini terlihat lebih nyaman karena tak berbeda jauh dengan rompi lainnya, anti air dan bisa digunakan di berbagai cuaca. Sayangnya, untuk menjaga agar sensor tetap berjalan, Anda harus mengisi dayanya sekali setiap 26 jam penggunaan. Tetapi Anda juga dapat mengusi daya sembari jalan dengan koneksi USB port yang ada di sepeda motor. Setelah kantung udara hilang, Anda dapat membawa rompi pintar ke dealer Dainese Anda, yang dapat menggunakan sistem kantung udara baru untuk Anda di tempat dan membuat kembali ke jalan. Smart jacket memang terlihat seperti langkah maju dalam hal keselamatan sepeda motor. Baca juga: Singapura Majukan Jalur Pesepeda Selama 5 Tahun Kedepan Harga rompi tersebut adalah US$699 yang cukup mahal dan tidak memiliki info tentang berapa biaya isi ulang airbag. Rompi airbag ini hadir dalam enam ukuran dan dirancang pas untuk pria dan wanita. Rencananya rompi canggih ini akan dipasarkan bulan depan.

Cepat Temukan dan Cegah Pencurian Bagasi, Universitas di India Hadirkan Solusi di Ban Berjalan

Barang bawaan seperti koper dari bagasi kargo sering telat bahkan dalam beberapa kasus ada yang hilang, padahal penumpang sudah menunggu di ban berjalan pada terminal kedatangan. Hal ini membuat tim dari Lovely Professional University (LPU) di Punjab menghadirkan sistem dengan solusi baru untuk memudahkan penumpang menemukan barang mereka di ban berjalan (conveyor belt). Baca juga: Bayi Macan Tutul Lemas Setelah Disembunyikan di Dalam Tas Bagasi Kargo Dilansir KabarPenumpang.com dari airport-technology.com (25/6/2019), sistem ini juga membantu penumpang mengingat untuk mengambil barang berdasarkan merek. LPU mencatat meski sistem keamanan yang ketat ada di sebagian besar bandara, tetapi masalah kehilangan dan pencurian bagasi masih sering terjadi. Tak hanya itu, bandara juga belum memiliki sistem untuk menemukan atau melacak bagasi, sehingga penumpang kerap menunggu lama untuk bisa mengambil barang mereka dari ban berjalan. Mahasiswa Teknik Elektronika dan Komunikasi di LPU Pawan Kumar Raghav mengatakan, pihaknya menggunakan teknologi pembuatan basis data penumpang yang ada di bandara bersama dengan teknologi yang paling banyak digunakan untuk logistik dengan barcode yang menggerakkan sistem. Bagasi pada ban berjalan akan dapat dilacak oleh penumpang dan diberitahukan terkait jadwal kedatangan bagasi mereka di LCD yang ditempatkan tidak jauh dari ruang tunggu. “Selama proses, sistem pintar kami yang ditempatkan di gerbang keluar memverifikasi keaslian pemilik bagasi,” kata Raghav. Para peneliti mengatakan sistem akan ditempatkan di ban berjalan di mana papan pajangan yang terkait akan menunjukkan perkiraan waktu kedatangan bagasi dengan rincian penumpang. Penumpang dapat maju sesuai perkiraan waktu kedatangan untuk mengambil barang bawaan dan keluar dari pintu bandara. Kemudian saat keluar, sistem akan memindai dan mengautentikasi detail bagasi yang terkait dengan penumpang dan mencocokkannya dengan database terpusat. Gerbang hanya akan terbuka jika detailnya ternyata benar, sehingga hanya pemilik sah yang dapat mengambil bagasi mereka. Jika penumpang meninggalkan barangnya di ban berjalan, sistem akan mengingatkan penumpang tersebut untuk mengambil bagasi mereka. “Kami telah membuat hubungan antara bagasi dan penumpang. Jika penumpang membawa bagasi melalui gerbang keluar yang tidak terkait dengannya, sistem pintar kami akan mengingatkan dan tidak membiarkan penumpang keluar dari bandara. Dengan demikian sistem kami membantu penumpang selama pengambilan bagasi dari ban berjalan serta melindungi bagasi dari pencurian,” katanya. “Selama penelitian, kami tidak dapat menemukan sistem yang menyediakan layanan serupa dengan. Solusi kami sangat membantu untuk menyelesaikan masalah-masalah ini yang belum diatasi sejauh ini. Penumpang yang membayar sejumlah besar karena tiket pesawat akan mendapat manfaat dari teknologi ini. Kehilangan bagasi mereka akan dicegah dan mereka juga akan dengan mudah mengambil barang-barang mereka di bandara,” kata Gurjot Singh Gaba, Asisten Profesor di LPU. Baca juga: Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel Para peneliti telah mengajukan permohonan paten untuk sistem tersebut, yang menurut mereka telah dipilih untuk komersialisasi oleh National Research Development Corporation (NRDC). Biaya teknologi akan tergantung pada jumlah conveyor belt. “Karena sebagian besar infrastruktur sudah ada, maka biaya implementasi tidak akan menjadi tantangan,” kata Gaba.