Marak Pencurian Komponen Rel Kereta, Ternyata Sudah Jadi Momok Sejak Puluhan Tahun

Beberapa hari ke belakang, pemberitaan media nasional dihebohkan dengan penangkapan sejumlah orang terkait tindak pencurian bantalan rel dari berbagai pelosok Tanah Air. Di Padang, Sumatera Barat contohnya, oknum tidak bertanggung jawab ini biasanya melancarkan aksinya di antara Stasiun Pauh – Indarung hingga Teluk Bayur. Lebih mirisnya lagi, tindakan yang dapat mengakibatkan kereta anjlok ini dilakukan oleh remaja hingga anak-anak di bawah umur, sehingga proses penjatuhan hukuman untuk menimbulkan efek jera pun sedikit sulit untuk dilakukan. Baca Juga: Bentang Rel 1.435mm, Ternyata Telah Jadi Standar Sejak Zaman Romawi! Ya, dapat Anda bayangkan jika beberapa pen roll, baut tripon, atau plat sambung di suatu jalur kereta hilang, “memang tidak seberapa secara materil, tetapi bahaya yang diakibatkan bisa sangat mematikan,” kata Manager Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar, Jefry Indrajaya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman antaranews.com (22/6/2019). Jefry menambahkan bahwa sudah ada tujuh kasus yang terjadi hingga pertengahan tahun 2019 ini, dan sebagian besar aset yang dicuri tersebut berbahan dasar besi. Dalam upayanya menanggapi aksi nekat ini, PT. Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divre II Padang telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk menindaklanjuti para pelaku yang bisa saja mengakibatkan kecelakaan kereta akibat ulah comot-comot sembarangan ini. “Jika kedapatan, kita akan lapor ke pihak kepolisian untuk segera diproses,” ujar Jefry “Selain itu, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak pengepul besi untuk tidak menerima aset-aset milik PT KAI,” tandasnya. Terjadi Juga di Pulau Jawa Tidak hanya terjadi di Padang saja, aksi serupa juga tengah marak terjadi di Banyuwangi. Lebih mirisnya lagi, aksi yang terjadi di Jawa Timur ini dilakukan oleh oknum PT KAI DAOP IX Jember. Adalah Muhlisin, 50 tahun, bekerja pada bagian unit Jalan Rel dan Jembatan ini pun harus mempertanggungjawabkan aksinya dengan ancaman peberhentian hubungan kerja secara tidak hormat pun sudah siap menyambut Muhlisin. Mengutip dari laman sumber berbeda, Muhlisin bersama beberapa orang pelaku lainnya terlibat dalam aksi pencurian 5 batang besi bantalan rel kereta api di kawasan Sasak Gunting Desa Temuguruh Kecamatan Sempu Banyuwangi, tepatnya di antara Stasiun Kalisetail dengan Stasiun Temuguruh pada tanggal 16 Juni 2019 kemarin. Menjadi Penyakit yang Mendarah Daging Aksi pencurian bagian dari rel kereta api tidak baru-baru ini saja terjadi, melainkan sudah dari puluhan tahun yang lalu. Sebut saja yang terjadi pada 23 Oktober 2007 silam di daerah Karanganyar, Jawa Tengah. Beruntung, pelaku yang tengah melancarkan aksinya pada sekitar pukul 21.00 WIB ini berhasil digagalkan oleh warga yang mendengar suara pukulan besi di sekitar rel kilometer 101 hingga 102, tepatnya di Kalioso. Menurut pengakuan pelaku, ia menjual hasil curiannya tersebut kepada pengepul besi dengan harga Rp2.300 per kilogram. Baca Juga: Bertabur Bebatuan di Sisi Rel Kereta Api, Inilah Penjelasannya! Maju ke 4 Februari 2014, dimana Tim Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Bondowoso Jawa Timur menangkap 15 anggota sindikat maling rel kereta api yang tengah melancarkan aksi pencurian ini di Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Mayoritas, para pelaku menjual hasil curiannya tersebut kepada pengepul besi dan mendapatkan ‘upah’ yang nominalnya tidak menentu – tapi nominal yang didapatkan tersebut tidaklah sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan oleh PT KAI dan pihak keluarga jika sampai terjadi kecelakaan akibat ada bagian dari rel yang hilang.  

Asik Berlenggak-lenggok di Rel, Satu Keluarga Angsa Buat Kereta Api Tertahan 30 Menit

Warga Inggris memang tidak memuliakan hewan seperti halnya Sapi di India, namun toleransi manusia dan hewan di Tanah Britania rupanya menarik perhatian, terutama bila menyangkut kepentingan umum. Di Inggris tepatnya di Stowbridge belum lama ini ada dua ekor angsa tengah asik menyusuri jalur kereta tanpa sadar telah menghentikan sebuah lokomotif yang menarik beberapa gerbong dan membuat penumpang terlambat tiba di tujuan. Baca juga: Karena Sapi Dianggap Suci, Penumpang Rela Turun dari Kereta Karena hal tersebut, penumpang yang tidak sabaran penasaran dengan berhentinya kereta. Kemudian melihat dua ekor angsa bersama dua anaknya berjalan seakan tidak peduli apa yang ada di belakang mereka dan membuat puluhan orang terlambat. KabarPenumpang.com melansir dari laman insideedition.com (19/6/2019), dari video terlihat kejadian pada hari Selasa (18/6/2019) tersebut berlangsung sekitar setengah jam tepatnya dari pukul 15.30 hingga 16.00 waktu setempat. “Angsa itu tidak peduli, mereka tidak peduli dengan kereta,” ujar seorang pria yang merekam kejadian lucu tersebut. Dalam video yang bisa dikatakan menggemaskan itu, akhirnya setelah setengah jam, kondektur kereta turun dan memindahkan angsa tersebut dari rel agar kereta dapat melaju kembali. Kemudian keluarga angsa yang sudah dipindahkan akhirnya menemukan jalan menuju sebuah sungai. Insiden ini juga pernah terjadi di jalur kereta India, dimana serangkaian kereta barang yang mengangkut minyak dan dua kereta penumpang harus terhenti selama satu jam karena ada sapi liar di jalur kereta mereka. Ini kemudian membuat penumpang turun dan menuju stasiun terdekat untuk melaporkan hal tersebut. Sayangnya laporan penumpang tersebut tidak digubris oleh pihak stasiun. Padahal, sebelum penumpang turun, masinis kereta barang sudah bersiul untuk mengusir sapi-sapi itu, namun tak juga mempan dan sapi liar tetap berdiri di jalur kereta. Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif Lain halnya lagi di Jepang, dimana rusa kerap kali melintas di jalur kereta dan untuk meningkatkan populasinya mau tak mau pihak kereta api membunyikan klakson mereka seperti bunyi anjing melolong untuk menakut-nakuti. Hal ini agar rusa menjauh dari zona berbahaya ketika kereta mendekat. Selain itu suara ini juga untuk mencegah terjadinya penundaan kereta tiba di tujuan akibat rusa yang mati tertabrak kereta api.

Tertidur Sepanjang Perjalanan, Penumpang Air Canada Terbangun dalam Kabin Gelap dan Kosong

Pengalaman penumpang yang satu ini terasa menyeramkan, tak akan pernah ada penumpang yang membayangkan bangun tidur dengan keadaan pesawat sudah kosong dan kondisi gelap. Namun ini terjadi pada seorang wanita yang terbangun di dalam kabin Airbus A321 milik Air Canada. Baca juga: Sempat Termakan Penumpang, Ternyata Ada Jamur di Dalam Saus Hummus KabarPenumpang.com melansir dari channelnewsasia.com (24/6/2019), Tiffani Adams, dalam penerbangan singkat 90 menit antara Kota Quebec dan Bandara Internasional Toronto Pearson (Kanada) ketika ia tertidur. Kemudian merasakan dirinya terbangun dalam pesawat yang sudah kosong tersebut. Saat bangun dirinya kedinginan dan tanpa sarana untuk menghubungi siapapun. Peristiwa tersebut terjadi di dalam pesawat Air Canada 1799 dari Quebec ke Toronto Pearson pada 9 Juni 2019 kemarin. Saat itu Tiffani bangun dan melihat dia satu-satunya orang dalam pesawat. Pesawat itu bahkan tidak berada di landasan dekat gerbang melainkan di parkir di lokasi lain. Ketika terbangun dirinya kemudian menyalakan ponsel untuk meminta bantuan tetapi ternyata baterainya akan habis dan tidak ada cara untuk mengisi daya karena pesawat dalam kondisi mati. Kemudian Tiffani menuju kokpit dan menemukan sebuah senter dan mengarahkannya keluar. Untungnya ada seorang petugas kereta bagasi yang melihatnya dan berhasil membuka pintu untuk menolong Tiffani. Setelah aman dan selamat, Tiffani ditawarkan oleh seorang karyawan Air Canada untuk mengantarnya pulang. Karyawan tersebut juga meneleponnya meminta maaf sebanyak dua kali. Bahkan dirinya ditawarkan diantar sebuah limusin dan diberi kamar hotel untuk menginap. Namun Tiffani menolak dan mengatakan dia hanya ingin pulang ke rumah. Hal ini membuatnya trauma dan belum cukup tidur karena kejadian hari itu yang membuatnya cemas serta takut terkunci di tempat gelap. Dia membagikan traumanya tersebut dalam laman Facebook. Atas insiden ini pihak Air Canada mengatakan melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaiman Tiffani bisa dibiarkan sendirian di pesawat setelah semua penumpang dan kru turun. Baca juga: Anjing Lucu Berperilaku Penumpang Bus, Bikin Gemas Sang Pengemudi “Kami masih meninjau masalah ini sehingga belum memiliki detail tambahan untuk dibagikan, tetapi kami telah menindaklanjuti dengan pelanggan dan tetap berhubungan dengannya,” ujar pihak maskapai.

Lantaran Tak Diberikan Kursi Roda, Penumpang Disabilitas Alami Patah Tulang Saat Ke Toilet

Tangan seorang penumpang patah setelah awak kabin maskapai Ryanair tidak memberikan kursi roda saat ke toilet. Penumpang ini diketahui menderita Spinal Muscular Atrophy atau penyakit kelumpuhan otot karena adanya kelainan genetika. Baca juga: IATA Tetapkan Standar Layanan Bagi Penyandang Disabilitas di Bandara Daniel Rooeny yang saat itu hendak ke toilet dalam penerbangan Ryanair harus digendong oleh temannya. Sebab saat meminta kepada awak kabin, mereka mengatakan tidak bisa memberikan kursi roda dalam kabin dan tidak menawarkan solusi lainnya. KabarPenumpang.com melansir laman independent.co.uk (21/6/2019), karena hal tersebut, teman Daniel terpaksa menggendongnya ke toilet pesawat. Namun Daniel terpeleset dan jatuh hingga membuat tangannya patah. “Dalam penerbangan itu saya membutuhkan toilet. Teman saya harus menggendong dan menahan saya di toilet karena sayang memiliki keseimbangan yang rendah dan selalu tergelincir,” ujar Daniel. Ternyata hal yang tak diinginkan terjadi yakni, dirinya tergelincir dan tubuhnya membentur benda logam di toilet. Meski begitu, Daniel sadar dia membuat dirinya sendiri terluka karena kekurangan yang dimiliki. Akibat insiden tersebut, petugas medis mengatakan Daniel mengalami patah tulang. Daniel mengatakan, tulangnya patah di bagian lengan sehingga membuat sulit makan dan menggunakan telepon secara mandiri. Bahkan adanya insiden ini membuat Daniel enggan untuk terbang lagi dan akan mengambil tindakan hukum pada maskapai. “Sikap Ryanair dalam hal ini gagal memberikan bantuan kemanusiaan dan telah membuatnya tidak hanya terluka tetapi juga merasa terhinai,” ujar Ian Hass, Managing Director Ellis Hass & Co Pengacara yang menangani kasus tersebut. “Kami memiliki kursi roda lorong di atas pesawat yang digunakan kru untuk membantu mengurangi mobilitas penumpang yang menuju dan dari pintu toilet pesawat,” tulis situs website Ryanair. Dalam menanggapi kasus hukum juru bicara Ryanair mengatakan, Kami tidak mengomentari masalah hukum yang tertunda.” Baca juga: Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines! Awal tahun ini, seorang penumpang disabilitas diberitahu bahwa ia tidak dapat diterbangkan karena ia terlalu berat. Ian Smith, yang terikat dengan kursi roda setelah terkena stroke, bepergian dengan Jetstar hanya untuk dilarang dari penerbangan kembali Tahun lalu, seorang penumpang dikeluarkan dari penerbangan Qantas oleh polisi karena perselisihan tentang kursi rodanya.`

Intip Dibelakang Layar Pelatihan Awak Kabin Emirates

Pernah tahu bagaimana dibelakang sebelum awak kabin menjalankan tugas mereka? Sebagai seorang yang baru akan menjadi awak kabin pastinya akan mendapatkan pelatihan khusus terkait penanganan di dalam maskapai penerbangan di udara. Baca juga: Mau Jadi Awak Kabin Singapore Airlines? Cek Dulu Pelatihan dan Syarat-Syaratnya Berikut Ini! KabarPenumpang.com merangkum travelandleisure.com, cara pelatihan setiap maskapai untuk pelatihan awak kabin tidaklah berbeda. Berikut beberapa hal pelatihan yang diberikan maskapai Emirates kepada awak kabin mereka. 1. Pelatihan prosedur keselamatan dan darurat Setiap awak kabin akan dilatih dalam skenario prosedur keselamatan dan darurat seperti dekompresi dan pendaratan baik di air maupun di darat. Emirates sendiri diketahui memiliki tiga simulator yang dibawa dari Jerman dan menyediakan tiga gerakan akses yang berbeda.
(PressFrom)
Hal ini membuat awak kabin yang berlatih tidak hanya bergerak dari depan kebelakang tetapi kiri dan kanan untuk menirukan kasus turbulensi yang cukup parah. Simulator ini juga membantu awak kabin mempelajari tahapan terbang dari taxi, lepas landas hingga pendakian, jelajah, turun dan mendarat. Simulator ini juga dilengkapi layar monitor yang menggantikan jendela. Sehingga saat pelatihan akan menampilkan gambar air dan hutan saat melakukan praktik pendaratan di air. Asap untuk mensimulasi ketika kabin dipenuhi dengan asap kebakaran dan membantu menyelamatkan penumpang pingsan saat menghirup asap tersebut. 2. Pelatihan medis dan keamanan Awak kabin akan mendapat pelatihan melakukan CPR di pesawat, menangani pendarahan atau luka bakar di penerbangan, membantu persalinan darurat hingga membantu penumpang yang membutuhkan pertolongan dengan alat yang ada dalam kabin. Selain itu dalam pelatihan keamanan awak kabin diajarkan untuk membantu dalam kondisi pembajakan, sabotase, gangguan pelanggaran hukum serta perilaku mengganggu dari penumpang. 3. Pencitraan dan seragam Anggota kabin yang baru bergabung, belajar bagaimana cara berpakaian. Maskapai ini telah bekerja dengan pemasok seragam berbasis di Inggris untuk menyediakan awak kabin dengan seragam tahan kerut yang terbuat dari wol poli dan Lycra untuk memungkinkan kenyamanan dan pergerakan. Pelatihan pencitraan sangat penting bagi karyawan maskapai penerbangan, dengan individu yang bekerja di bandara di lokasi sejauh Los Angeles datang untuk mendapatkan pelatihan. Maskapai ini memiliki standar seragam tertentu yang harus diikuti oleh kru, termasuk warna cat tertentu yang disetujui, yang termasuk dalam ruangan, selain teknik perawatan kulit yang dapat mereka gunakan selama perjalanan. Ruangan ini dipenuhi dengan produk-produk makeup dari sponsor Astaga yang bisa dilatih oleh kru. 4. Ruang demo Dalam ruang ini, awak kabin akan diperlihatkan opsi tempat duduk yang tersedia di pesawat maskapai. Mereka diajarkan pengaturan otomatis di kursi di berbagai kelas yakni ekonomi, bisnis dan kelas satu. Mereka juga diajarkan untuk mengetahui cara mengganti kontrol dan membantu penumpang yang masih kurang paham. Awak juga mempelajari pengaturan ini untuk dapat membantu dalam kasus-kasus seperti transfer kursi dan penumpang yang mungkin memerlukan bantuan khusus masuk dan keluar dari kursi. 5. Pelatihan layanan skala penuh Fasilitas ini juga mencakup replika pesawat terbang, lengkap dengan replika segalanya, mulai dari ruang tunggu hingga spa shower. Dapur juga memiliki pengaturan dapur untuk kru untuk mempraktikkan layanan yang berbeda dan berbagai pengaturan yang mereka buat untuk rute yang berbeda, mempelajari segala sesuatu dari cara menyiapkan nampan, cara melayani dan aliran layanan. 6. Pelatihan dan promosi yang sedang berlangsung Pelatihan untuk rekrutan berlangsung selama tujuh minggu sebelum mereka siap untuk memulai penerbangan. Setelah 12 hingga 18 bulan, anggota kru dapat naik dari kelas ekonomi ke kelas bisnis, dan kemudian ke kelas satu setelah satu tahun lagi. Anggota kabin juga dapat mendaftar untuk menjadi pengajar, individu dalam penerbangan yang bertanggung jawab untuk mengelola kru di ketiga kabin dan berhubungan langsung dengan pilot. Baca juga: Mark Heydon, Awak Kabin Aktif dengan Usia 63 Tahun! Untuk menjadi seorang purser, anggota kabin yang telah bekerja di kabin kelas satu selama dua setengah hingga tiga tahun dapat mendaftar untuk dipromosikan menjadi supervisor kabin dan kemudian menjalankan purser setelah satu hingga dua tahun sebagai pengawas kabin.

Sudah Saatnya Produsen Mobil Perhatikan Keselamatan Penumpang di Bangku Belakang

Produsen mobil baru-baru ini lebih banyak menaruh perhatian kepada keselamatan penumpang yang ditunjang oleh fitur keselamatan – mengingat banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Selain itu, semakin meningkatnya standar keselamatan dalam kendaraan juga menjadi salah satu aspek penunjang dari ditingkatnya fitur keselamatan tersebut. Ya, belakangan ini National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dan sejumlah otoritas terkait (Insurance Institute for Highway Safety/IIHS) telah meningkatkan kekuatan tabrakan ketika uji kecelakaan. Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error Nah, peningkatan keselamatan ini berdampak pada suatu simpulan dimana bangku belakang sudah tidak lagi menjadi spot paling aman apabila terjadi sebuah kecelakaan. Dengan menjadikan anak-anak sebagai perhatian utamanya, kini bangku belakang sudah mulai menebar ancaman cidera apabila terjadi kecelakaan. Satu poin yang menjadi perhatian adalah absennya airbag dan bahkan sabuk pengaman pada bagian belakang kendaraan – walaupun sabuk pengaman dapat Anda temui di beberapa kendaraan baru. Di kendaraan baru pun, sabuk pengaman yang ada di bangku bagian belakang belum sepenuhnya menggunakan versi pegas, dimana sabuk pengaman akan ‘mengikat’ ketika dihentak. Apabila ada kendaraan yang masih menggunakan sabuk pengaman versi lama, maka disarankan kepada penumpang prioritas (penumpang usia lanjut) untuk duduk di bangku depan – karena akan jauh lebih aman ketimbang duduk di bangku belakang. Baca Juga: Stiker “Baby on Board” Ternyata Bisa Picu Kecelakaan Lalu Lintas Ini bukan perkara untuk bingung membeli mobil yang sudah dilengkapi dengan fitur keamanan terbaru atau tempat duduk paling aman di kendaraan – karena tidak mungkin juga bagi Anda untuk menjual mobil yang baru Anda beli hanya demi mengincar fitur keamanan terbaru di mobil. Melainkan ini merupakan tantangan bagi para produsen otomotif untuk lebih mempertimbangkan keselamatan penumpang yang ada di bangku belakang – mengingat predikat bangku belakang yang sudah tidak terlalu aman ini sudah kadung berkembang di publik. Sementara bagi Anda yang memiliki kendaraan dengan fitur keselamatan lama, Anda bisa lebih berhati-hati dalam berkendara agar tidak menjadi salah satu korban dari kecelakaan lalu lintas.

Sudah Bayar Kursi Ekstra, Wanita Bertubuh Tambun Malah Duduk di Kursi Biasa

Seorang wanita bertubuh besar harus merasakan memar ditubuhnya setelah naik pesawat  Air New Zealand (Air NZ) bulan lalu. Pasalnya pada penerbangan dari Melbourne ke Christchurch, wanita tersebut mendapat kursi yang tidak semestinya, padahal dia sudah membayar kursi ekstra karena sadar dirinya memiliki tubuh yang cukup besar. Baca juga: Pernah Minta Cebok Ke Pramugari, Pria Gemuk Ini Telah Meninggal Dunia Namun sayangnya ia hanya mendapatkan kursi standar. Rebekah Siame, nama penumpang tersebut, mengaku membayar ekstra $150 untuk tiket works deluxe yang mengklaim menjamin kursi cadangan di sebelahnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari nzherald.co.nz (21/6/2019), saat Siame naik ke pesawat, melihat boarding passnya dan kaget ternyata staf check in mengganti kursi pesanannya. Dia dipindahkan ke kursi sempit yang hanya memiliki sedikit ruang. Padahal kursi seperti itu sengaja dihindarinya karena sadar dirinya bertubuh besar. Dia mengaku hal itu adalah pertama kalinya dipindahkan dari kursi yang dia bayar ekstra tersebut. “Saya benar-benar merasa tidak nyaman. Saya menangis … Saya benar-benar tidak dapat bergerak di kursi. Kakiku benar-benar kehilangan sensasi, aliran darah telah berhenti, kakiku mati rasa. Para pramugari duduk di sana dan bahkan tidak mengatakan sesuatu,” akunya. Atas kejadian tersebut, dirinya malu untuk mengatakan sesuatu karena hanya akan menjadi penghinaan. Pada saat tiba di Christchurch dia melihat memar di kedua sisi paha. Dia langsung pergi ke konter Air NZ untuk mengeluh tetapi terkejut hanya disodorkan alamat email untuk menulis surat aduan. “Jadi sepertinya proses pengaduannya konyol,” ungkapnya. Dalam tanggapan, mereka mengatakan bahwa memindahkannya untuk penumpang dengan persyaratan medis dan bahwa semua kursi tunduk pada “persyaratan operasional” meskipun ada “jaminan” pada tiket works deluxe. “Selama ini saya makan sehat, berolahraga, tetapi saya tidak bisa menurunkan berat badan. Orang-orang hanya melihat Anda dan berpikir Anda malas atau tidak punya motivasi, tetapi ada alasan lain mengapa orang bisa gemuk. Mengatakan itu, bukan urusan semua orang mengapa seseorang gemuk. Aku manusia, kita semua harus diperlakukan dengan cara yang sama. Jika kamu membayar untuk sesuatu, kamu harus mendapatkan apa yang kamu bayar,” tambahnya. Setelah mengirim email dan mengirim pesan kepada Air NZ untuk mengeluh, dia kecewa karena tidak mendapatkan permintaan maaf. Insiden itu “benar-benar” membuatnya berhenti terbang dengan maskapai favoritnya dan dia sekarang sedang mempertimbangkan menggunakan Jetstar sebagai gantinya. Seorang juru bicara Air NZ mengatakan tarif Works Deluxe menawarkan “kursi kosong yang dijamin di sebelahnya” tetapi tidak menjamin kursi tertentu. Juru bicara itu mengatakan, Siame check in melalui kios swalayan, yang akan memberi tahu  tentang perubahan tempat duduk, dan dia harus menerimanya. Baca juga: Punya Berat Badan Berlebih dan Maun Naik Pesawat? Cek Dulu Tips Ini! “Menurut catatan kami, dia memang menerima perubahan ini dan masalah ini tidak menjadi perhatian tim bandara kami. Sementara kita dapat menghargai alasan Ny. Siame untuk tidak memberi tahu kru di atas kapal tentang ketidaknyamanannya, seandainya mereka disadarkan bahwa mereka bisa memindahkannya ke kursi yang lebih nyaman dengan kursi kosong di sebelahnya,” ujarnya.  

Punya Rating Rendah, Penumpang Uber Bisa Kesulitan Dapatkan Kendaraan

Uber sejak April 2018 memang tinggal kenangan di Indonesia, meski begitu, layanan transportasi online asal Amerika Serikat ini masih membekas, tentu ini wajar mengingat Uber kadung dikenal sebagai pendobrak bisnis aplikasi transportasi online. Sentuhan baru dari Uber hingga kini masih tetap diperhitungkan sebagai tolok ukur penyedia layanan sejenis saat ini. Salah satunya adalah model pemberian rating. Baca juga: Di 2020, Uber dan Volvo Siap Uji Mobil Otonom Generasi Ketiga Soal pemberian rating kini diadaptasi oleh GoJek dan Grab, yaitu rating dari penumpang kepada pengemudi. Sebaliknya, Uber di luar negeri telah menyediakan fitur pemberian rating dari pengemudi kepada penumpang. Ya, Uber menghadirkan sistem rating atau peringkat bukan hanya untuk pengemudi tetapi juga untuk penumpangnya. Adanya pemberian rating tersebut agar tidak hanya pengemudi yang dinilai oleh penumpang, tetapi penumpang juga bisa dinilai oleh pengemudi dari berbagai hal. Dengan adanya sistem rating ini penumpang yang memiliki rating dibawah rata-rata akan sulit mendapatkan akses ke aplikasi apalagi mendapatkan pengemudi. Ini merupakan bagian dari peluncuran pedoman komunitas yang diperbarui perusahaan dan bisa ditaati oleh penumpang yang menggunakan layanan Uber. Menurut Uber, larangan berperilaku buruk tidak akan mengejutkan penumpang yang tersinggung. Karena sebelumnya penumpang akan dikirimkan pemberitahuan terkait hal tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman washingtonpost.com, nantinya jika penumpang mendapat rating yang rendah dan dianggap buruk, mereka juga bisa menaikkannya agar tetap dalam performa yang baik. Uber memberikan tips agar penumpang bisa mendapatkan rating yang baik yakni dengan cara bersikap sopan, tidak meninggalkan sampah di dalam kendaraan hingga tidak meminta pengemudi melebihi batas kecepatan. “Rasa hormat adalah jalan dua arah, dan begitu juga akuntabilitas. Pengemudi telah lama diharapkan untuk memenuhi ambang batas peringkat minimum yang dapat bervariasi dari kota ke kota. Meskipun kami hanya berharap sejumlah kecil pengendara pada akhirnya akan terpengaruh oleh penonaktifan berbasis peringkat, itu adalah hal yang benar untuk dilakukan,” ujar Kate Parker, kepala merek keselamatan dan inisiatif Uber dalam blognya. Sayangnya ambang batas rating bagi penumpang yang akan dinonaktifkan tidak dijelaskan. Setiap penumpang Uber bisa melihat rating mereka yang muncul dibawah nama dalam aplikasi dengan membuka menu utama. Sama seperti penumpang yang bisa memberi rating pada pengemudi, pengemudi juga bisa memberi rating dengan skala satu sampai lima bintang. Dari hasil yang didapat, Uber mengatakan, tidak banyak penumpang maupun pengemudi yang memiliki nilai sempurna lima bintang. Bahkan pengemudi dengan rating 4,6 adalah batasnya, bila lebih rendah mereka agak kehilangan akses penumpang. Tetapi akhirnya diturunkan hingga bintang empat dan ini didefinisikan sebagai ‘Ok, bintang tiga ‘Mengecewakan’, bintang dua ‘Buruk’ dan bintang satu ‘Mengerikan’. Uber mengatakan akan meluncurkan kampanye untuk mendidik pengendara dan pengemudi tentang pedoman komunitas yang diperbarui. Penumpang di Amerika Serikat dan Kanada akan menjadi yang pertama untuk melihat permintaan dalam aplikasi dengan ringkasan pedoman dan akan diminta untuk mengonfirmasi bahwa mereka memahaminya. “Dengan mendidik pelanggan dan mitra tentang Pedoman Komunitas, meminta mereka untuk mengonfirmasi bahwa mereka memahami, dan meminta pertanggungjawaban semua orang, kami dapat membantu Uber bersikap ramah dan aman untuk semua,” kata Parker. Baca juga: Anda Ingin Diberi Rating 5 oleh Pengemudi Uber? Ikuti Tips Ini! Untuk diketahui, sebelum Uber di Asia tepatnya di Indonesia di akuisisi oleh Grab, pemberian peringkat bagi penumpang juga sudah ada. Dimana penumpang dengan peringkat bintang empat hingga lima akan mudah mendapat pengemudi dan sebaliknya bila peringkat lebih kecil akan sulit.

Mulai 21 Juni, Citilink Resmi Buka Penerbangan Jakarta-Phnom Pehn

Setelah diumumkan beberapa waktu lalu, maskapai nasional berbiaya murah, Citilink pada Jumat (21/6) resmi membuka penerbangan perdananya dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja. Penerbangan rute Jakarta – Phnom Penh selanjutnya akan dilayani tiga kali seminggu, yakni pada hari Senin, Rabu dan Jumat dengan menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas sebanyak 180 penumpang. Baca juga: Di Tengah Lesunya Pasar, Mulai Juni Citilink Buka Penerbangan Langsung ke Phnom Penh Dalam catatan tertulis, VP Corporate Secretary Citilink Indonesia Resty Kusandarina mengatakan, pembukaan rute penerbangan ini merupakan sejarah dalam hubungan diplomatik Indonesia dan Kamboja selama 60 tahun. “Citilink Indonesia dengan ini merasa bangga dapat turut berperan aktif di dalamnya. Kedepannya diharapkan penerbangan ini dapat memperkuat kerja sama antara kedua negara,” ujar Resty di Cengkareng, Sabtu (22/6/2019). Resty menambahkan, bahwa penerbangan rute Jakarta – Phnom Penh ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi 3.500 masyarakat Indonesia yang tinggal di Kamboja serta dapat membantu target pemerintah Indonesia untuk mendatangkan 10.000 wisatawan Kamboja menuju Indonesia pada tahun 2019. Kamboja kini tengah menjadi opsi pilihan favorit para wisatawan mancanegara ketika berwisata ke Asia Tenggara, tercatat sekitar 6,2 juta turis asing berkunjung ke negara tersebut. Sedangkan pada tahun 2018, sebanyak 55.000 masyarakat Indonesia mengunjungi Kamboja dan 8.000 masyarakat Kamboja mengunjungi Indonesia. Pada penerbangan perdana 21 Juni lalu, pesawat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Terminal LCCT (Low Cost Carrier Terminal) pukul 10.55 dengan QG 512 dan tiba di Bandara Internasional Phnom Penh pukul 14.25. Sedangkan penerbangan sebaliknya berangkat dari Bandara Internasional Phnom-Penh pukul 15.30 dengan QG 513 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Terminal LCCT pukul 19.00. Baca juga: Kamboja Punya Kereta Bandara yang Unik, Mirip Railbus Batara Kresna di Solo Pada penerbangan perdana Citilink Indonesia juga mengadakan program aktivasi di atas pesawat “Barista on Board”, di mana Citilink Indonesia bekerja sama dengan barista-barista andal menyajikan kopi spesial secara gratis khusus untuk seluruh penumpang dan menjadi maskapai pertama yang memiliki program tersebut.

Menyoal Fitur Keselamatan Terbaru Pada Kendaraan, Masih Butuh Waktu untuk Adaptasi

Perkembangan teknologi yang semakin melesat setiap harinya memberikan dampak positif pada banyak lini, tidak terkecuali di sektor transportasi. Hadirnya fitur-fitur yang dapat menunjang keselamatan penumpang selama berkendara di jalan juga terus bermunculan. Jika dahulu hanya ada sabuk pengaman yang menjadi fitur keselamatan di kendaraan, namun kini ada airbag yang menjadi tandem dari sabuk pengaman tersebut. Baca Juga: Pangkas Human Error, Nanyang University Gandeng Volvo Hadirkan Bus Otonom Peningkatan fitur keamanan di dalam kendaraan ini terus ditingkatkan, seiring dengan pernyataan dari National Highway Safety Administration yang menyebutkan bahwa sembilan dari 10 kecelakaan yang terjadi selama ini dilatarbelakangi oleh human error. Belakangan ini ramai diberitakan bahwa fitur-fitur keselamatan baru seperti peringatan tabrak depan dan sistem pengereman darurat otomatis dapat membantu pengemudi untuk menghindari sebuah kecelakaan. Tidak sedikit dari mobil-mobil baru yang sudah diaplikasikan fitur keamanan sejenis – namun masih banyak pula mobil keluaran baru yang belum terinstal fitur keamanan tersebut. Mengapa bisa seperti itu? Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman komonews.com (6/6/2019), hanya ada sekitar 44 persen kendaraan baru yang sudah terpasang fitur pengamanan tambahan di atas pada tahun 2019. Data tersebut seolah belum menjawab keinginan konsumen yang ingin menjadikan fitur peringatan tabrak depan dan sistem pengereman darurat otomatis sebagai salah satu standar keamanan yang harus tercantum di setiap kendaraan. Ambil contoh sabuk pengaman, dimana fitur ini pertama kali diuji coba pada tahun 1956, namun membutuhkan waktu 10 tahun lebih bagi otoritas terkait untuk menerbitkan regulasi baru terkait keberadaan sabuk pengaman yang harus ada di setiap kendaraan. Hingga saat ini saja, sudah ada beberapa kali pembaruan terkait fungsi sabuk pengaman di dalam kendaraan, mulai dari yang fixed, hingga sabuk pengaman yang akan ‘mengikat’ ketika tersentak. Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error Jadi apabila mengacu pada contoh di atas, pengaplikasian fitur-fitur keselamatan tambahan pada setiap kendaraan bukan berarti tidak bisa diaplikasikan pada kendaraan baru, melainkan masih membutuhkan waktu untuk bisa mengimplementasikannya dan dijadikan sebagai standar keamanan baru dalam berkendara.