Isu Semakin Liar, Boeing Tampik Ethiopian Airlines Jatuh Karena Seekor Burung

Maskapai Ethiopian Airlines yang jatuh di Addis Ababa pada bulan Maret 2019 kemarin memang terlihat seperti menambah beban kerja dari produsen pesawat terkait, Boeing. Selain karena waktu jatuhnya yang tidak terlalu jauh dengan Lion Air di perairan Tanjung Karawang lima bulan sebelumnya, tapi faktor penyebab jatuhnya dua pesawat bertipe 737 MAX 8 ini juga pada akhirnya semakin membenamkan nama Boeing ke dasar keterpurukan. Baca Juga: Ternyata Boeing Ketahui Masalah Sensor di 737 MAX Sebelum Lion Air Jatuh! Sebagaimana pemberitaan yang sudah berkembang di media dalam kurun waktu beberapa bulan ke belakang, pihak Boeing tidak menampik bahwa penyebab jatuhnya kedua pesawat nahas ini tidak lepas dari error yang terjadi pada sistem sensor mereka. Sensor Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) digadang-gadang sebagai penyebab utama dari jatuhnya 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines dan Lion Air – dimana kedua kecelakaan ini menewaskan lebih dari 300 penumpang dan awak penerbang. Namun belakangan berkembang isu yang menyebutkan bahwa Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh akibat seekor burung. Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat penerbang asal Negeri Paman Sam, dimana ia yang Namanya dianonimkan ini mengatakan bahwa burung bisa saja mempengaruhi sensor anti-stall pesawat sehingga mengumpan data kepada pilot – dan akhirnya menyebabkan pada jatuhnya pesawat. Namun sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Ethiopian Airlines mengatakan bahwa laporan awal penyelidikan kecelakaan  menunjukkan bahwa, “tidak ada bukti kerusakan yang diakibatkan oleh benda asing,” Dari pernyataan tersebut, pihak maskapai seolah menampik bahwa benda asing – yang sebagaimana dimaksudkan di sini adalah seekor burung telah menyebabkan sensor MCAS error. Senada dengan pihak Ethiopian Airlines, Boeing pun mengecilkan kemungkinan bahwa serangan burung dapat merusak peralatan sensor pesawat, namun pihak produsen pesawat tidak memberikan penjelasan merinci. Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8 Para penyelidik telah mengindikasikan bahwa data sensor yang bermasalah memicu sistem anti-stall di atas pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 MAX 8 mengumpankan data keliru kepada pilot. Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas – mirip dengan kecelakaan Lion Air JT 610 pada Oktober 2018.  

Bagi-Bagi Hadiah! MRT Taipei Metro Rayakan Penumpang Ke-10 Miliar

Mendapat hadiah dari lotre atau undian mungkin tidak akan kaget. Tapi bagaimana kalau dapat hadiah justru gara-gara naik kereta? Hal ini dirasakan seorang kakek usia 70 tahun. Dimana tiba-tiba dia mendapat hadiah laptop dan akses layanan MRT (Mass Rapid Transit) selama satu tahun. Baca juga: Banyak Pilihan Moda Transportasi, Mudahkan Melancong di Taiwan Bahkan yang tak disangka ternyata hadiah itu dari operator MRT Taipei Metro yang sudah mencapai angka penumpang yang ke sepuluh miliar. Dan guna merayakan pencapaian penumpang ke 10 miliar. Taipei Metro membagikan hadiah kepada 11 orang penumpang beragam hadiah. Taipei Metro diketahui mulai beroperasi sejak 28 Maret 1996, dengan lima jalur, MRT di ibu kota Taiwan ini telah memiliki 117 stasiun. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman taiwannews.com.tw, hadiah untuk penumpang ke sepuluh miliar diterima seorang kakek berusia 70 tahun. Kakek bermarga Huang ini memenangkan sebuah laptop baru dan tiket gratis perjalanan Taipei Metro selama satu tahun. Huang diketahui menggunakan MRT menuju Stasiun Xinzhuang pada 31 Maret 2019 lalu untuk pergi ke makam leluhurnya. Karena itu dia mendapat pemberitahuan secepatnya karena menjadi orang yang ke sepuluh miliar naik Taipei Metro. Dia bahkan tak percaya dan mengatakan kepada stafnya bahwa dirinya tak bisa mempercayai keberuntungan yang didapatkannya tersebut. Bahkan dia berpikir hal itu adalah semacam penipuan. Hingga akhirnya Huang bersama sang istri ke markas Metro Taipei pada 26 April 2019 kemarin dan menerima hadiah sebagai penumpang ke sepuluh miliar. Huang pria uang hidup sederhana dan menjual roti lapis yang sesekali menggunakan EasyCard Concessionaire-nya ketika dia perlu naik MRT. Dirinya menerima hadiah dari Ketua Metro Taipei Lee Wen-chung. “Aku terlalu tua untuk menggunakannya, itu sudah dipesan oleh putriku!” Canda Huang. Sepuluh penumpang lainnya, lima yang mendahului dan lima yang mengikuti Huang, menerima 90 hari tiket gratis naik Taipei Metro. Pemenang hadiah termuda adalah seorang anak di kelas satu sekolah dasar, yang menang bersama ibunya. Baca juga: Kejar Target Operasi di 2019, MRT Kaohsiung Taiwan “Kedatangan” Armada Alstom Empat pemenang belum mengklaim hadiah mereka. Perusahaan meminta mereka yang turun dari MRT sekitar jam 11 pagi pada tanggal 31 Maret di Stasiun Kuil Longshan atau Stasiun Kebun Binatang Taipei untuk menghubunginya dalam waktu 30 hari untuk menghindari ketinggalan.

Changi Rewards Travel Berikan Hak Istimewa Bagi Pelancong Indonesia

Biasanya pelancong Indonesia yang akan bepergian ke negara-negara Asia, Eropa dan Amerika, akan transit di Bandara Internasional Changi Singapura. Transit ataupun persinggahan sementara menunggu pesawat berikutnya ini biasanya dimanfaatkan pelancong untuk menikmati negara berlambang Singa tersebut. Baca juga: Jewel Changi, Berawal dari Ide Tempat Parkir Kini Menjadi Taman Spektakuler Dalam Ruangan Bahkan karena hal ini, pelancong asal Indonesia bisa memperoleh banyak hak istimewa jika mendaftar Changi Rewards Travel (CRT). Dikutip KabarPenumpang.com dari laman kompas.com, program CRT diluncurkan pertama kali di Indonesia oleh Changi Airport Group (CAG). Peluncuran program tersebut karena Indonesia merupakan salah satu pasar wisatawan terbesar Singapura hingga saat ini. “CRT ingin memberikan penghargaan untuk wisatawan yang bepergian melalui Bandara Changi dengan rangkaian hak istimewa yang sudah dikurasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan sesuai untuk kebutuhan wisatawan,” ujar Associate General Manager CAG Changi Rewards Travel Jaisey Yip. Menurut Jaisey, pelancong cukup mendaftarkan diri sebagai anggota ke ChangiRewardsTravel.com. Sehingga setelah terdaftar sebagai anggota, pelancong bisa menikmati akses lounge di bandara di seluruh dunia untuk menikmati fasilitas sebagai kompensasi keterlambatan penerbangan, tertinggal pesawat saat transit, limusin dan berbagai hal lainnya. “Dengan satu pendaftaran di ChangiRewardsTravel.com, wisatawan dapat menikmati hak istimewa dalam berbelanja, bersantap, dan berwisata,” lanjut Jaisey. Jaisey melanjutkan, CRT ini memiliki dua tipe keanggotaan. Tipe keanggotaan pertama disebut Fly to Earn dan tipe kedua yaitu Pay to Access. Adapun keanggotaan Fly-to-Earn memiliki tiga tingkatan keanggotaan, yaitu Classic, Premium, dan Elite. Dia mengatakan, untuk keanggotaan Fly to Earn, tingkatan keanggotaan yang didapat berdasarkan jumlah penerbangan melalui Bandara Changi yang terdaftar selama masa keanggotaan mereka. Cukup dengan mendaftarkan satu penerbangan yang melewati Bandara Changi, anggota dapat langsung terdaftar di tingkatan Classic. Untuk tipe keanggotaan ini pelanggan tak dipungut biaya. Kemudian keanggotaan Pay to Access merupakan program langganan berbayar yang memberikan akses instan kepada anggota untuk langsung terdaftar ke tingkatan Premium dengan membayar 199 dolar Singapura atau tingkatan Elite dengan membayar seharga 399 dolar Singapura. Baca juga: Megah dan Bertabur Hiburan Mewah, Jewel Bandara Changi Siap Dibuka 17 April 2019 “Changi Airport Group memperkenalkan Changi Rewards Travel untuk menunjukkan apresiasi kami kepada wisatawan dan melayani dengan lebih baik lagi kepada mereka yang sering bepergian melalui Bandara Changi. Kami telah mengkurasi secara khusus berbagai hak istimewa untuk anggota, dengan harapan dapat memberikan ketenangan dengan jaminan perjalanan dan mengubah waktu tunggu mereka dengan kegiatan yang produktif dan santai untuk memberikan pengalaman wisata yang bebas stres dan dapat dinikmati,” kata Jaisey.

Canberra yang Ini Bukan Ibukota Australia, Tapi Nama Stasiun MRT Singapura

Mendengar nama Canberra jadi ingat ibukota negara Australia. Ya, ini memang tak bisa di pungkiri, pasalnya Negara Kangguru tersebut memang menjadikan Canberra sebagai ibukota negara sejak 1913, sebelum itu ibukota Australia ada di Melbourne. Baca juga: Kenakan Busana Super Minim, Model Asal Filipina Bikin Geger Stasiun MRT Singapura Tapi, tunggu dulu, kali ini yang akan dibahas oleh KabarPenumpang.com adalah sebuah stasiun MRT di Singapura yang diberi nama Canberra. Ya dirangkum dari channelnewsasia.com (20/5/2019), stasiun ini akan dibuka pada 2 November 2019 mendatang. Stasiun yang berada di jalur utara-selatan tersebut pengoperasiannya diumumkan oleh Menteri Transportasi Khaw Boon Wan yang mengunjungi stasiun Canberra pada 20 Mei 2019 kemarin. Stasiun Canberra berada di antar dua stasiun yakni Sembawang dan Yishun. Bahkan stasiun ini bisa ditempuh dalam waktu sepuluh menit oleh 170 ribu warga yang tinggal disekitar stasiun. “Kehadirannya diharapkan memudahkan penumpang dan menyingkat waktu hingga sepuluh menit tiba di stasiun bagi yang akan menuju pusat kota Singapura atau Jurong Timur,” ujar Otoritas Transportasi Darat. Dalam pengerjaan Stasiun Canberra, ada lima stasiun MRT yang ditutup dari Admiralty ke Yio Chu Kang. Penutupan ini pun dilakukan secara bertahap selama akhir pekan. Track crossover 72 meter harus dibangun untuk menghubungkan trek yang ada ke dan dari stasiun. Lintasan memungkinkan kereta melintas dari satu lintasan ke lintasan lain saat dibutuhkan, seperti jika ada kesalahan pada lintasan. Pada hari Sabtu dan Minggu, pekerjaan dilakukan untuk menghilangkan trek yang ada dan memperbaharui trek baru. Pengujian dan commissioning perangkat lunak pensinyalan untuk trek yang baru diinstal dilakukan pada hari Senin, hari ketiga dan terakhir penutupan. Layanan kereta diharapkan akan dilanjutkan pada hari Selas, sebab sekitar 75 persen pembangunan untuk stasiun MRT Canberra telah selesai. “Daripada naik bus ke Stasiun Sembawang atau Stasiun Yishun, kita sekarang bisa berjalan (ke stasiun MRT Canberra), dan itu menghemat waktu,” kata warga Angeline Tan. Seorang penduduk lain, Gagan Velappakutty, menambahkan bahwa ia menantikan waktu perjalanan yang lebih singkat. “Jelas kami mengurangi waktu perjalanan, kami tidak perlu naik bus pengumpan (ke stasiun lain), kami bisa berjalan saja,” katanya. Baca juga: (Lagi) Keributan di MRT Singapura: Warganet Justru Anggap Sebagai ‘Hiburan’ Stasiun Canberra adalah stasiun MRT kedua yang dibangun di atas jalur MRT yang ada, setelah Dover di Jalur Timur-Barat. Ini akan memiliki lima pintu masuk, dan merupakan stasiun MRT tinggi pertama yang menyediakan komuter dengan akses langsung ke platform kereta api kota melalui jembatan penghubung di seluruh Canberra Link. Stasiun juga akan memiliki jalan setapak terlindung ke halte bus dan lebih dari 500 tempat parkir sepeda

Inilah Rumah Makan Favorit Khas Bus AKAP di Sepanjang Pantura

Menumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) baik itu di dalam Pulau Jawa maupun keluar seperti Pulau Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara menjadi pilihan tersendiri bagi pecintanya. Sebenarnya naik bus AKAP adalah salah satu pilihan moda transportasi. Baca juga: PO Sumber Alam, Bus AKAP Kebanggaan Warga Purworejo Apalagi saat ini bus AKAP dilengkapi berbagai fasilitas baik itu WiFi, mini kafe atau kursi super empuk tergantung kelas yang dipilih. Selain itu, penumpang juga akan mendapat makan gratis dalam perjalanan dan biayanya sudah termasuk tiket. Nah, apakah ada rumah makan favorit yang biasa di singgahi oleh bus AKAP milik perusahaan otobus? Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, inilah rumah makan favorit khas bus AKAP yang populer di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantai Utara) Jawa, dimana menjadi rute lalu lintas bus AKAP terbesar di Tanah Air. 1. Rumah makan Kudus, Grising Berada di Jalan Raya Semarang – Batang, Jawa tengah, rumah makan ini dikelola oleh PO Haryanto. Biasanya bus-bus AKAP milik PO Haryanto dari arah timur kecuali Madura, penumpangnya berhenti makan disini. Makanan yang tersedia adalah nasi rames, nasi goreng, lontong opor, soto dan ternyata porsinya unlimited alias bisa sesukanya ambil tapi harus habis. 2. Rumah makan Sari rasa, Kendal Rumah makan ini dikelola pribadi dan banyak bus AKAP dari timur memberikan fasilitas makan untuk penumpangnya. Beberapa bus AKAP yakni PO Rosalia Indah, PO Sudiro Tungga Jaya, PO Harapan Jaya, PO Nusantara dan lainnya. Lokasinya di Jalan Raya Soekarno-Hatta. 3. Rumah makan Taman Sari, Tuban Berlokasi di Tuban, bus AKAP dari Jatiman, Gan seperti Malang, Surabaya dan daerah lainnya berhenti makan disini. Beberapa bus yang berhenti yakni PO Gunung Harta, Lorena-Karina dan lainnya. 4. Rumah makan Kedung Roso, Brebes Berada di wilayah barat, bus New Shantika, Ramayana, Bejeu, Safari Darma Raya, Sudiro Tungga Jaya dan beberapa lainnya berhenti makan di rumah makan ini. Berlokasi di Jalan Nasional 1, pilihan makanan yang ditawarkan beragam, sayur bisa diambil bebas, lauk seperti ayam goreng hanya boleh satu potong. Untuk makan, penumpang menukarkan kupon yang diberikan PO bus setelah mengambil makanan. Untuk pilihan makanan favorit seperti sate kambing, penumpang bisa membayarnya karena tidak masuk dalam hitungan. 5. Rumah makan Kudus, Cirebon Rumah makan ini juga milik PO Haryanto, dulunya bernama rumah makan Kalkijaga 2. 6. Rumah makan Duta, Ngawi Terletak di jalur tengah, rumah makan ini memberikan berbagai cara makan yang berbeda tiap PO bus yang berhenti. Penumpang bus Eka, penumpangnya dihidangkan per menu. Harapan Jaya memberikan sistem prasmanan. 7. Rumah makan Puritama, Situbondo Bus-bus AKAP dari Denpasar, Bali seperti Surya Bali, Kramatdjati, Wisata Komodo, Madu Kismo dan lainnya niasa berhenti makan disini. Baca juga: Pemberian Kupon Makan oleh PO Bus, Bagaimana di Bulan Ramadhan? 8. Rumah makan Utama, Caruban Terletak di daerah Caruban, bus yang mampir disini adalah Sugeng Rahayu Cepat. Makanan yang diaajikan secara prasmanan.

Pasca Lebaran, TransJakarta Buka Rute ke Bandara Soekarno-Hatta

Pasca Lebaran nanti, Perum Damri, PPD dan beberapa penyedia jasa angkutan bus ke Bandara Soekarno-Hatta nampaknya akan bertambah lagi kompetisinya. Pasalnya PT TransJakarta telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Angkasa Pura II (AP II) untuk pembukaan layanan TransJakarta dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta. Baca juga: Resmi Ganti Nama dari Sisingamangaraja Menjadi ASEAN, Stasiun MRT Ini Juga Terintegrasi Halte TransJakarta Meski berlabel TransJakarta, namun sebagai bus bandara nantinya tarif yang dikenakan ke penumpang tidak sama dengan tarif TransJakarta reguler. Dikutip dari bisnis.com (20/5), disebutkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menetapkan bus TransJakarta rute Bandara Soekarno-Hatta akan dikenai tarif komersial tanpa subsidi PSO (public service obligation). besaran nominalnya masih akan dibahas oleh BPTJ. BPTJ menegaskan bahwa langkah itu ditempuh untuk menjaga keseimbangan antar operator bus di Bandara Internasional Sukarno-Hatta ketika Bus TransJakarta beroperasi di bandara tersebut. Untuk menjaga persaingan, Bus TransJakarta yang beroperasi dari bandara ke luar akan dikenakan tarif komersial tanpa PSO. “Kalau Transjakarta pakai PSO nanti orang pada pindah kesana semua,” ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono. Selain itu, para penumpang dari Bandara Internasional Sukarno-Hatta dipandang memiliki keadaan ekonomi yang relatif baik sehingga dianggap bakal mampu membayar tarif yang dikenakan. Baca juga: Bus Low Deck Terbaru Hadir di Apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta BPTJ lebih lanjut akan membagi alokasi bus yang beroperasi di bandara tersebut agar penumpang bisa terbagi secara merata. Dengan segera masuknya Bus TransJakarta bandara, pilihan masyarakat untuk menuju atau meninggalkan Bandara Soekarno Hatta semakin melimpah. Sebelumnya sudah ada kereta bandara, bus Damri, JR Connextion, taksi konvensional dan angkutan online.

Hanya Butuh Satu Pilot, Boeing Akan Umumkan Proyek “797” New Midsize Airplane di Paris AirShow 2019

Kabarnya ada yang spesial dari Pameran Kedirgantraan terbesar Paris AirShow Ke-53 yang akan berlangsung bulan Mei 2019 mendatang. Dari beberapa sumber disebutkan Boeing akan mengumumkan secara resmi proyek New Midsize Airplane (NMA), atau yang dikenal dengan Boeing 797. Boeing jelas butuh sensasi dan inovasi baru agar lepas dari keterpurukan pasca kasus 737 MAX. Seri 797 adalah sesuatu yang baru dan revolusioner dalam industri dirgantara, demikian analisa dari banyak pengamat dirgantara. Baca juga: Sambut Era New Midsize Airplane, Akankah Boeing 797 Jadi Suksesor 737? Dikutip KabarPenumpang.com dari cnbc.com (20/5), rumornya desain kokpit 797 nantinya cukup dioperasikan oleh seorang pilot saja. Sementara peran kopilot tetap ada, tapi kopilot tak ikut terbang, melainkan kopilot cukup duduk di darat (ground control). Kopilot disini pun dapat memantau pergerakan beberapa pesawat pada saat yang sama. Para analis, langkah Boeing ini dapat merubah tatanan dunia penerbangan, pasalnya maskapai dapat menghemat daftar pengeluaran gaji untuk penerbang, belum lagi maskapai dapat menekan biaya pelatihan pilot. Analis penerbangan di Jefferies, menyebutkan meski konsepnya revolusiner, namun untuk mewujudkan prototipe pesawat secanggih itu bisa memakan waktu sampai 10 tahun. Charles Toups, Boeing Research and Technology Vice-President berpendapat bahwa model pesawat dengan satu pilot di atas, kelak perdana akan diuji untuk melayani penerbangan kargo. Sementara untuk sampai ke pelayanan penerbangan penumpang komersial, diperkirakan butuh waktu beberapa dekade, terutama untuk meyakinkan pada soal keselamatan di udara. Di luar urusan kokpit, pihak maskapai yang telah di riset terkait 797, menginginkan pesawat Boeing yang baru memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam cara mengatur dan mengganti kursi, beberapa maskapai premium meminta fleksibilitas lebih untuk memasang tempat tidur datar. NMA Boeing 797 dipercaya dapat mengakomodir antara 200 sampai 250 penumpang. Permintaan dari beberapa maskapai, lebih menginginkan Boeing 797 nantinya masuk ke segmen wide body dengan dua lorong. Baca juga: CityHawk VTOL, Moda Urban Futuristik Berbahan Bakar Hidrogen Mengenai rute, Boeing 797 untuk tahap awal digadang melayani rute trans altlantik, dimana akan menghubungkan kota-kota kecil di Amerika Serikat dengan kota-kota sekunder di Eropa, seperti Kopenhagen dan Brussels. Melihat serangkaian musibah yang menerpa Boeing belakangan ini, para analis memperkirakan Boeing baru mampu mewujudkan prototipe pesawat 797 pada tahun 2028.

Kurang Armada untuk Tangani Rute, Scoot Bakal Sewa 12 Unit Airbus A320

Kendati sudah lebih dari berbulan-bulan pasca jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di Addis Ababa dan Lion Air di Tanjung Karawang yang mengakibatnya grounded massal terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8 (bahkan beberapa maskapai menghentikan total semua varian Boeing 737 MAX), namun dampak dari pemberhentian pengoperasian dari pesawat ini masih terasa hingga saat ini. Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8 Salah satunya datang dari anak perusahaan dari Singapore Airlines, Scoot. Dikabarkan, maskapai ini akan menyewa sejumlah pesawat Airbus A320 untuk menutupi kekurangan armada akibat grounded dari Boeing737 MAX tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (18/5/2019), rencananya Scoot akan menyewa sekitar 12 pesawat Airbus A320. Hal ini sebenarnya lanjutan dari hilangnya nama Boeing 737 MAX 8 dari rencana penggunaan armada dari Singapore Airlines Group – termasuk Silkair, Scoot, dan Singapore Airlines sendiri. Pun dengan penambahan armada yang terjadi di tubuh grup ini – dari 202 pesawat pada Maret 2019 menjadi 207 pesawat pada Maret 2020 mendatang. Tidak hanya menyewa Airbus A320 saja, tapi Scoot juga akan mendapatkan limpahan Boeing 737-800NG dari kakak kandungnya, Silkair. Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak yang saling berkaitan dengan Scoot, diharapkan dapat membantu pengoperasian maskapai berbiaya murah tersebut. Selain minimnya armada untuk dioperasikan, aksi grounded massal yang dilakukan oleh hampir seluruh maskapai di dunia berakibat pada penutupan sejumlah rute penerbangan. Ini dikarenakan berkurangnya armada di tubuh Scoot untuk mengopeasikan keseluruhan rute yang mereka miliki. Menurut salah satu sumber internal dari Singapore Airlines, pihak Scoot akan memangkas empat rute penerbangan terhitung sejak bulan Juni 2019 mendatang. Baca Juga: Ternyata Boeing Ketahui Masalah Sensor di 737 MAX Sebelum Lion Air Jatuh! Pemangkasan jumlah rute pengoperasian ini diyakini oleh pihak Singapore Airlines sebagai, “kombinasi permintaan yang lemah dan kekurangan sumber daya pesawat.” Perkembangan terakhir dari Boeing, produsen pesawat asal Negeri Paman Sam ini tengah menunggu proses sertifikasi terkait upgrade sensor pada armada 737 MAX 8 tersebut.

Abaikan Tombol Panggilan dari Penumpang, Awak Kabin Emirates Terima Memo Peringatan

Saat duduk di kursi pesawat pernahkah Anda memperhatikan bagian atas dekat pendingin udara? Bila iya, di dekat tombol lampu ada pula tombol untuk meminta bantuan awak kabin bila memang penumpang membutuhkan. Baca juga: Berkat Lubang Kecil Ini, Jendela Pesawat Dipastikan Bebas Kabut Biasanya penumpang menekan tombol tersebut ketika butuh sesuatu atau meminta bantuan pada awak kabin. Baru-baru awak kabin Emirates mendapat memo peringatan supaya mereka tidak mengabaikan tombol panggilan. Memo ini hadir karena maskapai mendapat umpan balik dari penumpang dalam empat bulan terakhir yang menyoroti pemantauan kabin yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Sebab kerap kali penumpang memanggil dengan menekan tombol tersebut tidak direspon sama sekali oleh awak kabin. Awak kabin telah diingatkan bahwa mereka harus segera menjawab “lonceng panggilan”. Selain itu, pengawas di pesawat harus memastikan bahwa kehadiran awak kabin dipertahankan secara konsisten di kabin. KabarPenumpang.com merangkum dari laman liveandletsfly (16/5/2019), awak kabin juga tidak lagi diizinkan untuk mengatur ulang tombol panggilan penumpang melalui unit kontrol pusat. Sebagai gantinya, lampu panggilan awak hanya dapat dimatikan di kursi penumpang, setelah permintaan tersebut diatasi. Mateusz Maszczynski seorang awak kabin internasional dengan maskapai Timur Tengah mengatakan, dalam beberapa penerbangan ada kemungkinan panggilan tidak terdengar apalagi saat banyak yang menekan tombol tersebut. Selain itu awak kabin Emirates setelah mendapat memo tidak senang dan memiliki alasan saat penerbangan jarak pendek mereka terkadang tidak cukup waktu untuk menyelesaikan layanan jika setiap bel panggilan harus di jawab. “Saya sangat menghargai bahwa di Emirates Anda dianjurkan untuk menggunakan tombol panggilan pramugari. Pada saat yang sama, saya mengerti bahwa banyak (“dengan profil penumpang tertentu”) akan menggunakan tombol berulang-ulang untuk masalah sepele … dan itu menjengkelkan,” ujat Mateusz. Baca juga: Lagi Enak Duduk, Penumpang Lufthansa Terkena ‘Hujan Lokal’ dari Arah Lampu Baca Dirinya mengaku tidak akan menggunakan tombol panggilan terutama di kelas ekonomi,bahkan di kelas bisnis kecuali benar-benar membutuhkan sesuatu. Tapi, perlu dicatat bahwa bahkan dengan tingkat layanan Emirates masih berpeluang jauh lebih maju dari operator di Eropa dan Amerika Utara, di mana tombol-tombol panggilan secara rutin diabaikan.

Aksi Hooligan di Kabin, Bikin Pramugari Aeroflot Patah Tulang Kaki!

Satu orang pramugari dilaporkan mengalami patah tulang kaki dan 150 penumpang harus menjadi korban keterlambatan pesawat Aeroflot selama 20 menit. Hal ini dikarenakan ulah seorang penumpang yang dilarang merokok saat berada di dalam kabin pesawat yang akan lepas landas. Baca juga: Tiga Kali Hisap Rokok di Toilet, Penumpang Batik Air Tujuan Padang Digelandang Keamanan Bandara Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nzherald.co.nz (20/5/2019), insiden ini awalnya terjadi saat pramugari Aeroflot mendekati seorang penumpang yang merokok di dalam pesawat. Saat itu pramugari meminta penumpang yang bernama Maxim Pashnin untuk mematikan rokoknya karena ada larangan dilarang merokok dalam pesawat. Pashnin kemudian bukannya mematikan rokok tetapi berubah kasar dan bertengkar dengan pramugari. Bahkan dia mendorong pramugari itu ke dalam kokpit dan menabrak pilot dan kopilot. Bukan hanya cedera, pramugari tersebut patah kaki karena ulah Pashnin. Sehingga pilot menghubungi pihak polisi bandara setelah berhasil mengamankannya. “Pramugari saat perkelahian kakinya dibuat patah oleh pelaku. Kemudian pria itu juga berkelahi dengan penumpang lain hingga polisi datang untuk mengeluarkan hooligan dari penerbangan,” ujar juru bicara Aeroflot. Hal ini kemudian membuat Aeroflot meminta ganti rugi untuk perusahaan mereka dan pihak yang cedera serta menuntut hukuman maksimum bagi pelaku. Karena insiden ini Pashnin dijatuhi hukuman enam tahun penjara untuk hoologanisme udara dan kekerasan terhadap polisi. Dari hasil pemeriksaan dokter, saat melakukan hal tersebut pada pramugari, Pashnin didapatkan tengah mabuk. Insiden ini sendiri terjadj pada 14 Mei lalu dalam penerbangan dari Siberia ke Moskow. Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang “Beruntung semua ini terjadi di bandara daripada saat kita terbang. Bisakah kau bayangkan teror jika dia menjadi gila selama penerbangan?” ujar seorang penumpang yang menyaksikan adegan itu. Pada Maret 2019, seorang penumpang mabuk yang minum vodka secara sembunyi-sembunyi di toilet pesawat menghina awak kabin sebagai pedofil. Pria bernama Henry tersebut berdiri di lorong dan berteriak pada awak kabin pedofil. Bahkan tak hanya meneriaki pedofil, Henry sempat meninju punggung awak kabin tersebut. Karena hal tersebut dirinya diamankan oleh awak kabin yang dibantu penumpang yang tengah dalam penerbangan dengan Qantas dari Melbourne menuju Singapura.