Terdampak Shutdown Nasional, Penumpang Delta Air Lines ‘Loloskan’ Senpi di Penerbangan Internasional

Seorang penumpang Delta Air Lines kedapatan membawa sebuah pistol berpeluru ketika dirinya hendak mengudara dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson, Atlanta menuju Bandara Internasional Narita Tokyo di Jepang pada 2 Januari 2019 kemarin. Menurut Transport Security Administration (TSA), senjata api (senpi) yang dibawa oleh penumpang yang tidak dibongkar identitasnya ini berada di dalam hand-luggage, yang notabene di bawa ke dalam kabin. Duh! Baca Juga: Bisa Dibuka Langsung Oleh Petugas Keamanan Bandara, Inilah Gembok Koper TSA Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari nytimes.com (14/1/2019), penumpang ini lalu sukses melakukan penerbangan internasionalnya menuju Jepang, tanpa melakukan tindakan berbahaya di dalam kabin selama penerbangan. Lalu setibanya di Bandara Internasional Narita, penumpang ini langsung diamankan oleh petugas, pun dengan senpi yang dibawanya. Uniknya, bagaimana bisa sebuah senpi tidak terdeteksi oleh petugas Bandara Internasional Hartsfield-Jackson? Diketahui, kejadian yang berlangsung pada tanggal 2 Januari ini bertepatan dengan hari ke-11 shutdown pemerintah federal secara nasional. Dikhawatirkan para petugas yang bekerja tanpa digaji ini malah seolah mengindahkan peraturan yang berlaku dan berujung pada tindakan yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan di sektor transportasi secara keseluruhan. Diketahui, lebih dari 50.000 petugas bandara terdampak dari shutdown nasional ini. “TSA telah menentukan prosedur standar namun tidak diikuti, terbukti dengan seorang penumpang melewati pemeriksaan standar TSA dengan senjata api yang berada di dalam hand-luggagenya,” tutur seorang narasumber dari TSA. Namun, dengan cepat pihak berwenang yang terkait membantah isu kekurangan staf yang harus disalahkan atas insiden keamanan ini. Baca Juga: Bandara di AS Kian Ketat, TSA Wajibkan Pemeriksaan Terpisah Pada Perangkat Elektronik “Kami tidak bisa menyalahkan shutdown nasional ini atas insiden lolosnya senpi ke dalam penerbangan internasional pada 2 Januari 2019 kemarin,” tutur juru bicara TSA, Michael Bilello. TSA mengatakan bahwa ada 7,6 persen karyawan yang memiliki nilai absen yang tidak dijadwalkan pada Senin pagi, lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sementara itu, Bandara Internasional Hartsfield-Jackson adalah salah satu dari dua bandara di Amerika yang ditunjuk untuk menerapkan “rencana darurat” karena masalah ketidakhadiran dan masalah lainnya.

Terkena Delay 4 Jam, Mahasiswi Cantik Ini Justru Menari di Area Bandara

Terlambat karena pemeriksaan keamanan yang membuat antre? Hal ini bisa saja terjadi di sebuah bandara. Apalagi di Atlanta, Amerika Serikat yang beberapa minggu terakhir terjadi antrean panjang dibandaranya karena pemeriksaan keamanan. Karena hal tersebut, seorang mahasiswi hukum Katie Gould mau tak mau tertinggal pesawat dan memiliki waktu empat jam untuk mendapatkan pesawat berikutnya. Baca juga: ‘Melukis’ di Meja Lipat Pesawat, Penumpang ini Mendadak Viral! KabarPenumpang.com melansir dari laman foxnews.com (14/1/2019), Gould terdampar di Bandara Internasional Hartsfield Jackson Atlanta saat akan berangkat ke Milwaukee. “Saya benar-benar ketinggalan pesawat karena keamanannya sangat lama. Saya sudah terbiasa dengan kemanan Hartsfield Jackson yang sibuk. Tetapi ini lebih dari biasanya dan mereka menggunakan lebih sedikit petugas TSA dari pada biasanya. Sehingga saya berasumsi penutupan itu ada hubungannya dengan hal tersebut,” ujar Gould. Untungnya Gould adalah mahasiswi yang kreatif, dia tidak menghabiskan waktunya dengan menonton televisi tetapi mengubah penundaan keberangkatannya menjadi sebuah peluang dan tontonan menarik. Karena mungkin beberapa orang akan pergi ke restoran atau ke cafe untuk menikmati penundaan mereka. Dengan menyetel kamera ponselnya menjadi video, Gould mengeluarkan gerakan tariannya. “Saya hanya meletakkan ponsel dan memvideokan diri sendiri dengan melakukan tarian kecil. Ibuku adalah pramugari, jadi aku tahu jalan disekitaran bandara dengan baik. Saya saat ini hanya menghabiskan empat jam berikutnya menunggu penerbangan selanjutnya dengan pergi ke gerbang dan mulai menari!,” ujarnya. Gould menari dengan iringan lagu Hall & Oates ‘You Make My Dreams. Gould menari dengan dua langkah melompat dan bergoyang-goyang di sekitaran gerbang. Dia benar-benar menari sendiri tanpa ada penumpang lain yang ikut mencoba bersamanya. Tetapi ada satu yang unik dimana saat dirinya melampiaskan tarian tersebut seekor kucing melintas di depan kameranya. Baca juga: Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral “Saya sangat frustrasi sepanjang hari dengan ketinggalan pesawat, tetapi melakukan sesuatu yang menyenangkan dan konyol benar-benar mengingatkan saya untuk tidak menganggap hidup terlalu serius. Aku senang itu membuat banyak orang senang! Juga, saya berharap ini mengilhami orang untuk melakukan perjalanan sedikit lebih banyak dan tidak takut untuk keluar dari zona nyaman mereka, saya pikir dunia membutuhkan itu sekarang,” akunya.

Viral Video Penumpang Citilink ‘Kepanasan’ dan Delay 4 Jam

Pesawat Citilink dengan penerbangan QG 011 yang seharusnya berangkat pukul 11.00 WIB dan tiba pukul 13.15 WIB keberangkatan dari Bandara Kualanamu menuju ke Halim Perdanakusuma mengalami penundaan. Hal ini dikarenakan adanya keluhan penumpang dalam kabin yang merasakan suhu sangat panas ketika hendak lepas landas. Baca juga: [Video] Kondisi Mental Tak Stabil, Wanita ini ‘Ngamuk’ Kepada Petugas JetBlue Karena masalah ini, pilot akhirnya memutuskan untuk kembali ke apron dan semua penumpang kembali ke ruang tunggu bandara dan pesawat tersebut dilakukan pemeriksaan untuk mengecek kondisi agar bisa kembali terbang. Kejadian ini viral karena seorang penumpang yang memvideokannya dan mengatakan sudah bayar mahal hampir Rp2 juta tetapi pesawat panas. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa didalam video tersebut yang tersebar melalui grup WhatsApp terlihat penumpang gelisah dalam kabin. Beberapa orang mulai keluar dari kursi mereka danmenuju ke lorong. Ada juga penumpang yang berkipas-kipas dengan majalah dan diduga kepanasan. https://youtu.be/L8fhJ6iszE4 “Dua juta loh tiket. Tapi lebih parah dari angkot ini,” ujar seorang penumpang perempuan dalam video yang viral tersebut. Dengan viralnya video yang dikirimkan awalnya melalui WhatsApp, pihak maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink angkat bicara. Pjs Vice President Sales, Distribution and Charter Citilink Indonesia, Amalia Yaksa mengatakan pesawat tersebut mengalami penundaan penerbangan demi memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang. Dia mengatakan, atas penundaan penerbangan itu, sesuai dengan ketentuan PM No.89/2015, seluruh penumpang QG 011 mendapatkan kompensasi yakni heavy meals dan voucher senilai Rp300 ribu per orangnya. Penumpang mendapatkan kompensasi tersebut dikarenakan pesawat mereka mengalami penundaan hampir lima jam. Setelah keterlambatan, penumpang QG 011 kemudian menaiki pesawat pengganti pukul 15.40 WIB dan tiba di Halim Perdanakusuma pukul 17.15 WIB. “Citilink akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh penumpangnya,” tambah Amalia. Baca juga: Bocah Dimasukkan dalam Bagasi Kabin, Foto Pria ini Menjadi Viral Ternyata kasus serupa juga pernah terjadi pada penerbangan maskapai terbesar di Indonesia yakni Lion Air dengan nomor penerbangan JT 523 dari Makassar menuju Banjarmasin yang terlambat selama empat jam karena menunggu seorang penumpang masuk pesawat. Karena terlambat terbang dan penumpang berada di dalam kabin, sebagian ada yang marah dikarenakan gerah serta kelaparan dan haus. Bahkan masalah delay tersebut, penumpang tidak mendapatkan kompensasi apapun.

Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Salah satu tempat yang sering dikunjungi penumpang pesawat dalam penerbangan adalah toilet (lavatory). Biasanya toilet ini terletak di bagian depan atau belakang pesawat atau tepatnya tak jauh dari kokpit dan dapur (pantry). Tak hanya itu, toilet juga menjadi salah satu tempat terkotor di dalam pesawat meski terlihat bersih. Baca juga: Tangki Toilet Kosong Saat Mendarat, Patut Diduga Pesawat Buang Kotoran di Udara Pernahkah Anda berpikir kemana kotoran terbuang saat menekan tombol flush di toilet pesawat? KabarPenumpang.com merangkum dari laman timeslive.co.za, bahwa ternyata ada sejarahnya sebelum toilet seperti saat ini. Pada awalnya pilot pesawat sering buang air kecil di botol dan wadah lain sebelum membuangnya ke luar jendela. Pada masa Perang Dunia 2, banyak kengerian termasuk di toilet pesawat. Pasalnya dulu belum ada kloset seperti sekarang melainkan tak lebih dari sebuah ember. Ember berisi kotoran ini akan tumpah isinya jika pesawat mengalami turbulensi. Ini cukup membuat stres dan ada bau busuk limbah cair yang mengalir ke lantai serta menambah kerumitan masalah pada masa itu. Bahkan sistem seperti itu masih digunakan untuk penerbangan komersial hingga 1975,  sampai akhirnya James Kempler menemukan cairan Skykem biru tanpa air. Cairan itu juga tidak lengket dan pertama kali hadir di Boeing pada tahun 1982 silam. Bahkan sistem Kempler tersebut sudah menjadi standar bagi sebagian besar pesawat saat ini. Cara kerja sistemnya pun mudah dengan menekan tombol flush di toilet pesawat terbang dan nantinya kotoran seperti tertarik ke ruang hampa udara lebih cepat di banding flush toilet biasa. Kotoran atau limbah ini akan tersimpan dalam wadah di bawah toilet dan tertutup. Nantinya limbah tersebut akan beku dan menjadi seperti es dalam bentuk gel biru. Bahkan pernah limbah tersebut bocor dan menghasilkan rembesan dari sistem yang tertutup tersebut dan membeku di ketinggian. Kemudian menempel pada badan pesawat dan meleleh saat suhu mulai hangat. Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda Bila dirata-ratakan, penumpang penerbangan jauh bisa ke toilet 2-4 kali dan menghasilkan sekitar 833 liter limbah penerbangan. Limbah tersebut nantinya dibuang saat pesawat mendarat. Limbah toilet pesawat akan di sedot ke tangki di belakang truk. Saat tangki penuh dari limbah berbagai penerbangan akan dibuang dan sistem pembuangan limbah toilet pesawat dikosongkan.

Tiket.com Berikan Layanan Mobil Gratis Bagi Pengguna Citilink

Pengguna setia maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink yang membeli melalui agen perjalanan online tiket.com, akan menikmati layanan mobil penjemputan gratis. Kehadiran mobil shuttle gratis ini akan hadir di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Adisucipto Yogyakarta dan Bandara Abdurrahman Saleh Malang. Baca juga: Ikuti Jejak Lion Air Hilangkan Bagasi Gratis, Citilink Siapkan Sosialisasi Layanan shuttle gratis dari tiket.com ini ternyata memiliki syarat khusus, yakni untuk penumpang yang akan berangkat ke Bali, Yogyakarta serta Malang dan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Fasilitas gratis ini akan tersedia bagi pengguna yang membeli tiket pesawat Citilink di tiket.com periode 9-29 Januari 2019 dengan periode terbang dari 11-29 Januari 2019. “Mekanismenya nanti penumpang akan segera mendapatkan link reservasi via SMS untuk shuttle gratis dan wajib melakukan reservasi maksimal H-1 sebelum tanggal keberangkatan. Lalu shuttle akan menunggu di bandara kedatangan sesuai dengan jam reservasi yang telah ditentukan,” ujar Senior Transportation Manager tiket.com, Nugroho Ari Wibowo yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers. Dari ketiga kota tersebut, berikut ini rute perhentian shuttle gratis yang diberikan tiket.com untuk pengguna Citilink. 1. Bali: Tuban- Bandara Ngurah Rai – Jalan Wana Segara – Jalan Kediri – Jalan Raya Tuban – Kedonganan. 2. Malang: Blimbing – Kedungkandang – Klojen – Lowokwaru – Jabung – Pakis – Singosari – Tumpang. 3. Yogyakarta: Malioboro -Laksada Adi Sucipto – Gejayan – Mangkubumi – Lempuyangan – Kusuma Negara – Dagen – Prambanan – Gedong Kuning – Jalan Sudirman – Pakualaman. Ternyata tak hanya shuttel gratis saja, pengguna Maskapai Hijau ini juga akan mendapatkan promo makan dan minum gratis di dalam pesawat serta bonus voucher Rp150 ribu jika pelanggan naik pesawat Citilink yang memiliki logo tiket.com. Pemberian shuttle gratis ini, seperti memberikan sedikit kebahagiaaan bagi pelanggan setia Citilink. Baca juga: Naik Citilink, Kini Bisa Nikmati WiFi Gratis di Ketinggian 35 Ribu Kaki Pasalnya baru-baru ini Citilink akan melakukan penghentian pemberian bagasi gratisnya. Tetapi bagi member SuperGreen atau Garuda miles akan tetap ada bagasi gratis sepuluh kilogram. Tak hanya itu, baru-baru ini masyarakat resah karena kenaikan tarif tiket pesawat yang cukup tinggi, namun dengan adanya kemudahan yang diberikan ini, mungkin bisa membuat pelanggan lebih menikmati layanan tersebut dan melupakan sejenak dengan berita terkait mahalnya tarif tiket pesawat.

Melintasi Batam Tanpa Izin, Ini Dia Serba-Serbi dari Ethiopian Airlines!

Senin (14/1/2019) kemarin, sektor aviasi Indonesia dibuat gempar dengan beredarnya berita tentang force down (pemaksaan) yang dilakuan oleh jet tempur F-16 TNI AU. Alih-alih tanpa alasan, adapun hal yang mendasari force down ini adalah karena pesawat kargo milik maskapai Ethiopian Airlines ini tidak bisa menyebutkan izin atau Flight Clearance (FC) ketika ditanya oleh otoritas navigasi udara Indonesia, AirNav melalui komunikasi radio. Baca Juga: Ethiopian Airlines, Maskapai Afrika Pertama Yang Daratkan Pesawatnya di Indonesia Nah, mungkin di sini Anda jadi pensaran dengan maskapai Ethiopian Airlines yang diketahui tengah dalam penerbangan dari Addis Ababa menuju Hong Kong ini, bukan? Nah, seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Ethiopian Airlines ini merupakan maskapi milik pemerintah yang juga merangkap peran sebagai flag carrier dari negara Ethiopia. Sebelumnya, maskapai dengan kode penerbangan EAL ini menggunakan nama Ethiopian Air Lines dan mulai melakukan first maiden pada 8 April 1946. Ethiopian Airlines sendiri didirikan pada 21 Desember 1945 dan mulai melakukan ekspansi pasar penerbangan internasional enam tahun berselang. Berawal dari sebuah firma, akhirnya pada tahun 1965, bentuk perusahaan ini berubah menjadi share company dan pada momen itu juga, maskapai ini resmi berganti nama dari Ethiopian Air Lines menjadi Ethiopian Airlines.
Sumber: istimewa
Di awal pengoperasiannya, Ethiopian Airlines hanya menggunakan enam armada Douglas DC-3 saja, dengan rute penerbangan internasional dari Addis Ababa – markas dari Ethiopian Airlines menuju Aden, Asmara, Djibouti, Kairo, dan Khartoum. Lalu pada tahun 1959, maskapai ini terdaftar secara resmi sebagai anggota dari International Air Transport Association (IATA), dan anggota dari African Airlines Association (AFRAA) pada tahun 1968. Menilik visi perusahaan yang berusaha untuk terus melebarkan sayap bisnisnya, akhirnya Ethiopian Airlines memilih untuk bergabung bersama aliansii penerbangan Star Alliance pada tahun 2011.
Sumber: istimewa
Kini, Ethiopian Airlines diketahui sebagai maskapai asal Benua Hitam terbesar dari segi pengangkutan penumpang, destinasi yang dilayani, jumlah armada, dan pendapatan. Baca Juga: Ethiopian Airlines Sabet Gelar Katering Terbaik di Afrika Versi PAX International Jika dilihat dari segi armada yang tersedia untuk pengoperasian sehari-harinya, Ethiopian Airlines bisa dibilang sebagai pelanggan setia dari produk Boeing, lho! Ini tampak dari jajaran armadanya yang berisikan mulai dari Boeing 737-700, Boeing 737-800, Boeing 737 MAX 8, Boeing 767-300ER, Boeing 777-200LR, Boeing 777-300ER, Boeing 787-8, hingga Boeing 787-9 Dreamliner. Total dari pesawat penumpang bermerek Boeing yang digunakan oleh Ethiopian Airlines mencapai 68 pesawat, belum dari pesawat kargo yang juga menggunakan produk dari Boeing – delapan armada. Ethiopian Airlines juga menggunakan armada Airbus A350-900 sebanyak sembilan armada dan dan Bombardier Dash 8 Q400 sebanyak 23 armada.

Menhub Gulirkan Rencana Bus “Trans Java,” Pengusaha Bus AKAP Utarakan Kekecewaan

Jalur tol Trans Jawa yang kini sudah bisa digunakan akan membantu mempercepat perjalanan baik pengguna kendaraan pribadi maupun angkutan seperti bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi justru memiliki ide untuk membuat moda transportasi umum selain bus AKAP yakni Trans Java. Baca juga: Siap Kembalikan Mas Jaya Bus AKAP, Inilah Serba-Serbi Terkait Tol Trans Jawa Dalam rencananya tersebut, bus akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Jasa Marga dan Perum Damri. Sayangnya ide Menhub ini membuat para pengusaha bus AKAP kecewa. Sebab bila terealisasi maka akan mempengaruhi bisnis serta usaha yang dirintis oleh pengusaha bus AKAP. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, meski ide yang tercetus dari Budi Karya tersebut membuat para pengusaha bus AKAP meradang, tetapi hal tersebut belum teralisasikan dan masih didiskusikan kepada semua pihak termasuk Organisasi Angkutan Darat (Organda). Pengurus Pusat Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Anthony Steven Hambali mengatakan, wacana tersebut membuat kecewa para pengusaha bus. Apalagi para pengusaha bus selama ini berusaha untuk mengikuti segala macam regulasi yang dikeluarkan oleh pihak Kemenhub. “Sebenarnya ini baru gagasan, tapi sudah sangat berdampak apalagi nanti bila hal tersebut dilakukan. Harusnya kementerian lebih memperhatikan kami, selama ini kami sudah mati-matian mengikuti regulasi, tiba-tiba tol ini jadi (Trans Jawa) langsung mereka berencana membuat transportasi sendiri, lantas bagaimana dengan kami,” kata Anthony. Dia mengaku keberadaan tol Trans Jawa saat ini sebenarnya menjadi sebuah titik cerah para pengusaha bus. Apalagi tol yang menyambung dari Merak hingga Pasuruan tersebut membuat para pengusaha bus lebih semangat untuk melangkahkan bisnis mereka ke depannya. Direktur Angkutan Multimoda Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, saat ini beberapa bus AKAP yang mengarah ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur hingga Madura, trayeknya sudah menggunakan tol Trans Jawa. Sehingga bisa dikatakan, secara tidak langsung angkuktan Trans Java sendiri sudah berjalan. Sedangkan bus Trans Java versi Kemenhub rencananya akan menggunakan bus eksekutif atau premium, tetapi Yani belum menjelaskan lebih detail akan menggunakan armada apa. Sebelumnya Kemenhub mengatakan selain dengan BUMN juga akan melibatkan pengusaha bus swasta. Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi bahwa pihak swasta akan dilibatkan termasuk untuk masalah operator. Budi Setiyadi menjelaskan, kebijakannya tengah mendorong untuk merealisasikan bus Trans Java yang juga meluruskan dimana Kemenhub jugapasti menggandeng pihak swasta yakni para pengusaha bus yang memang mengoperasikan armadanya di trayek tersebut. Baca juga: Bukan Nama Wanita, Rosalia Indah Kondang Sebagai Perusahaan Otobus “Kami masih mengolah tahapannya untuk mencari formulasinya. Karena dengan keberadaan bus Trans Java akan sedikit mengubah regulasi yang sudah ada. Tak hanya itu masalah infrastruktur juga menjadi sorotan utama kami,” ujarnya. Budi Setiyadi menambahkan, nantinya jika jadi dioperasikan, bus tersebut hanya akan beroperasi sesuai namanya yakni Trans Jawa saja.

Tidak Ada ‘Belatung’ di Stasiun Randublatung

Nama stasiun ini terdengar unik, tapi jangan salah menfasirkannya antara belatung dan blatung. Yang dimaksud disini adalah satu stasiun yang berada di Daerah Operasional IV Semarang. Stasiun ini terletak di Desa Wulung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Berada diketinggian +52 meter diatas permukaan laut, Randublatung merupakan stasiun kereta api kelas III atau kecil. Baca juga: Stasiun Tulungagung, Dahulu Pernah Dilengkapi Turn Table Lokomotif KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa stasiun ini dulunya memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 4 sebagai sepur lurus. Tetapi setelah jalur ganda beroperasi, jalur 3 juga ikut dijadikan sebagai sepur lurus dan persinyalannya diganti dengan sinyal elektrik. Meski termasuk stasiun kecil Stasiun Randublatung melayani naik turunnya penumpang. Kereta yang berhenti di stasiun ini ada yang kelas campuran bisnis dan ekonomi AC seperti Kertajaya Tambahan yang menuju ke Jakarta melalui Semarang dan tujuan Surabaya melalui Cepu-Bojonegoro-Lamongan. Kereta kelas ekonomi premium Jayabaya, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Malang via Cepu-Bojonegoro-Lamongan-Surabaya dan Ambarawa Ekspres, tujuan Semarang dan Surabaya via Cepu-Bojonegoro-Lamongan. Sedangkan kereta ekonomi AC biasa juga melalui stasiun ini yakni Kertajaya, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Surabaya via Cepu-Bojonegoro-Lamongan serta Maharani, tujuan Semarang dan tujuan Surabaya via Cepu-Bojonegoro-Lamongan. Selain tempat perhentian kereta jarak jauh, Stasiun Randublatung juga melayanai kereta lokal atau komuter untuk masyarakat sekitar. Ciri khas yang ada di stasiun ini adalah ketika kereta dari Semarang akan melalui sebuah jembatan dan bila didengar secara baik-baik maka akan terdengar bunyi kretek-kretek. Sedangkan untuk penumpang turun waktu yang dipunya hanya tiga menit, jadi bila ingin turun di stasiun ini bersiap dari Stasiun Ngrombo di Grobogan bila dari arah Semarang dan bersiap dari Stasiun Cepu bila penumpang dari arah Surabaya. Stasiun Randublatung berada diantara dua stasiun kecil yakni Stasiun Domplang dan Wadu. Stasiun ini masih memiliki bentuk seperti model lama dan belum direnovasi. Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI Randublatung sendiri merupakan salah satu daerah titik penghasil minyak. Tak ayal, daerah ini memiliki beberapa situs kuno yang bisa dijelajahi jika ingin bertapa atau semedi. Selain situs kuno, Randublatung juga memiliki beberapa tempat wisata yakni Taman Hutan Kota, Pasar Tradisional Paingan dan Embung Keruk. Mengenai asal nama Randublatung, tidak ada informasi pasti asal penamannya, namun ada yang menyebut dahulu ada pohon Kapuk Randu yang sangat besar dan banyak belatungnya, tentu saja cerita tersebut belum bisa diuji kebenarannya.

Terdampak Bird Strike, Cathay Pacific Terpaksa Return to Base

Flag Carrier Hong Kong, Cathay Pacific terpaksa mengambil inisiasi untuk Return to Base setelah salah satu armada Boeing 777-300nya mengalami kendala saat tengah mengudara. Armada dengan nomor penerbangan CX198 ini dikabarkan mengalami bird strike ketika tengah melakoni penerbangan berjadwal dari Auckland menuju Hong Kong. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden yang cukup membuat jantung penumpang berdegup kencang ini. Baca Juga: Bird Strike Paksa AirAsia QZ104 ‘Return to Base’ di Bandara Kualanamu Sebagaimana yang disarikan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, seorang juru bicara dari Airways NZ, Emma Lee mengatakan bahwa Cathay Pacific CX198 ini bertolak dari Bandara Internasional Auckland pada Kamis (10/1/2019) sekira pukul 15.51 waktu setempat. Pada awalnya, penerbangan berjalan normal dan pesawat dinyatakan dapat melakukan take-off dari runway 23L. Tak lama setelah mengudara, pesawat lalu menghantam segerombolan burung – yang berdampak pada kerusakan pada bagian mesin. Awalnya, sang pilot masih berusaha untuk menaikkan ketinggian pesawat, namun sayang, si burung besi ini malah stuck di FL250 (Flight Level 250 atau yang setara dengan ketinggan 7.620 meter). Melihat kondisi seperti ini tidak memungkinkan bagi pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju Hong Kong, sang pilot akhirnya mengambil keputusan untuk membuang sebagian bahan bakar dan melakukan Return to Base. Selama menunggu proses verivikasi dari pihak Air Traffic Control (ATC), pesawat ini berputar mengelilingi North Island – terlacak oleh aplikasi flight tracking. Lalu pada pukul 16.30 waktu setempat, atau berselang 90 menit setelah take-off, akhirnya pesawat ini diijinkan untuk mendarat kembali di Bandara Internasional Auckland. Lebih lanjut, Emma Lee mengatakan bahwa tidak ada yang mengindikasikan insiden ini sebagai situasi darurat, mengingat sang pilot tidak meminta arahan untuk melakukan pendaratan darurat atau pendaratan prioritas (priority landing). Baca Juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan Patut diketahui, sebelum melakukan pendaratan darurat atau pendaratan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, pesawat harus terlebih dahulu membuang muatan bahan bakar mereka, dengan alasan tidak bisa membawa muatan bahan bakar terlalu berat saat mendarat. Pasca kejadian, pihak Cathay Pacific yang langsung meninjau ke lokasi kejadian enggan berkomentar lebih jauh karena mereka belum mengetahui sejauh mana kerusakan yang dialami oleh armada Boeing 777-300 tersebut. “Kami akan mendatangkan tim khusus untuk meninjau kerusakannya,” tutur pihak Cathay Pacific.  

Stasiun Keramasan, Stasiun Baru di Divre III Palembang

Berdiri karena berawal dari masterplan industri yang dibuat oleh Pemerintah Kota Palembang, inilah asal usul adanya Stasiun Keramasan. Sebab masterplan industri tersebut mencakup pembangunan kawasan industri di Keramasan dan stockpile batu bara. Apalagi lokasi Keramasan sangat strategis dimana dekat pintu masuk Palembang. Baca juga: Motor Bebek Berubah Jadi Lori di Stasiun Banjar Sehingga hal tersebut membuat jarak tempuh yang biasa melalui sungai dapat dipangkas dan dalam rencana jangka panjang pendapatan daerah bisa bertambah dengan kehadiran stasiun tersebut. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, menjadi stasiun kelas I, Stasiun Keramasan berada di Kermasan, Kertapati, Palembang. Masuk dalam Divisi Regional (Divre) III Palembang, stasiun ini tidak melayani penumpang dan rencannya hanya melayani bongkar muat. Pada tahun 2015, PT Kereta Api Logistik (Kalog) akhirnya memutuskan membuka gudang baru di Keramasan sebagai lanjutan dari masterplan. Pembangunan gudang itu sendiri untuk meningkatkan pengangkutan sebesar dua hingga lima juta ton batu bara dan gudang yang berdiri diatas lahan seluas enam hektare tersebut akan terintegrasi dengan moda laut yakni kapal tongkang. Stasiun Keramasan sendiri merupakan stasiun baru yang selesai dibangun pertengahan tahun 2017 kemarin. Meski menjadi stasiun barang, layanan pertama stasiun ini adalah RailClinic, yakni kereta klinik milik PT KAI yang sering melakukan bakti sosial di stasiun-stasiun kecil. Untuk diketahui, pertengah tahun 2018 lalu, Divre III Palembang menggelar bakti sosial dengan pemeriksaan kesehatan gratis di RailClinic yang hadir di Stasiun Keramasan. Kehadiran RailClinic tersebut untuk membantu masyarakat yang tinggal di sepanjang lintasan kereta api. Kepala Divre III Palembang, Hendy Helmy mengatakan, operasional RailClinic akan mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Pelayanan RailClinic sendiri akan hadir di Stasiun Keramasan satu kali dalam tiga bulan. “Paling cepat kita operasional kereta ini kembali paling cepat 2 bulan satu kali dan paling lama tiga bulan satu kali, Rail Clinic ini akan beroperasi bukan hanya di Keramasan saja, akan tetapi di pemukiman masyarakat yang dekat di sepanjang rel,” kata Hendy. Baca juga: Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara Kehadiran Stasiun Keramasan juga untuk menggantikan kereta batu bara yang berhenti di Stasiun Kertapati. Hal tersebut dikarenakan Stasiun Kertapati akan dijadikan terminus untuk semua kereta api penumpang dan kereta batu bara harus diberhentikan di stasiun khusus untuk barang.