Kementerian perhubungan berencana menambah kapasitas kereta commuter line yang sebelumnya delapan gerbong akan menjadi sepuluh dan sepuluh gerbong menjadi 12 gerbong dalam setiap rangkaian. Penambahan gerbong ini juga dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan moda transportasi massal.
Baca juga: KRL Premium, Apa Bedanya dengan KRL Reguler?
Penambahan gerbong ini juga bisa membantu PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang menargetkan mengangkut dua juta penumpang sehari di tahun 2019. Sehingga PT KCI akan mempercepat penambahan gerbong tersebut untuk memudahkan penambahan dua juta penumpang perhari.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai lama sumber, penambahan gerbong dalam rangkaian kereta akan memperlambat karena bebannya. Sehingga kecepatan kereta akan dikurangi dan headway akan meningkat seiring penambahan dua gerbong kereta dalam setiap rangkaian. Vice President Coorporate Communication PT KCI, Eva Chairunissa mengatakan, penambahan dua gerbong akan dilakukan secara bertahap disejumlah perjalanan kecuali relasi Kampung Bandan-Tanjung Priok.
Perpanjangan gerbong tersebut akan dilakukan di beberapa jalur yakni Bogor-Jakarta Kota, Bekasi-Jakarta Kota, Tangerang-Duri, Rangkasbitung-Tanah Abang. Diketahui saat ini ada 83 kereta yang tersebar dimana 20 kereta merupakan standformasi 12, jumlah ini paling banyak ada di jalur Bogor-Jakarta Kota sebanyak 13 kereta.
Sedangkan lima kereta di lintasan Cikarang-Bekasi-Jakarta Kota serta dua lain sisanya di lintas Tangerang-Duri. Sedangkan standformasi 10 ada 37 kereta dimana 16 kereta di Rangkasbitung-Tanah Abang, delapan kereta di jakarta Kota-Bekasi-Cikarang dan tujuh loopline Bogor yang melintas Jatinegara-Angke.
Lima kereta di Jakarta Kota-Bogor dan satu kereta jurusan Nambo-Angke. Sedangkan standformasi delapan sebanyak 23 kereta yag tersebar di loopline Bogor yang melintas Jatinegara-Angke sebanyak 14 kereta, tiga di lintas Tangerang-Duri, tiga di Jakarta-Bogor, dua di Jakarta Kota-Bekasi-Cikarang dan satu lainnya di lintas Nambo-Angke.
Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, PT KAI Usulkan KRL Kelas Premium
Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatkan, penambahan gerbong semuanya yang dari sepuluh menjadi 12 gerbong dalam satu rangkaian. Dia mengatakan, proses penambahan gerbong dilakukan bersamaan dengan penambahan kanopi stasiun.
“Pasti gerbong itu akan jadi 12 semuanya. Sekarang itu banyaknya sepuluh. Kalau 12 gerbong ya kanopinya juga ditambah. Sekarang kan lagi nambah ini, bertahap,” kata Budi Karya.
Baru-baru ini, maskapai terbesar Indonesia Lion Air Group meniadakan bagasi gratis untuk Lion Air dan Wings Air yang mulai mensosialisasikannya pada 8 Januari 2019 dan memberlakukannya per tanggal 22 Januari 2019 mendatang. Hal ini pun akan diikuti oleh maskapai berbiaya hemat (LCC) lainnya Citilink, yang juga akan memberlakukan peniadaan bagasi gratis kepada penumpang.
Baca juga: Budi Karya: Lion Air dan Wings Air Harus Sosialisasikan Perubahan Sebelum Terapkan Tarif Bagasi
“Ketentuan yang akan diberlakukan untuk bagasi tercatat penumpang merupakan penyesuaian dari Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 185 Tahun 2015 mengenai Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi,” kata Pjs. VP Sales & Distribution PT Citilink Indonesia, Amalia Yaksa yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Kamis (10/1).
Amalia mengatakan, ketentuan bagasi ini hanya akan berlaku bagi penerbangan domestik saja dan khusus penumpng Citilink rute internasional Jakarta-Penang, Banyuwangi-Kuala Lumpur dan Denpasar-Dili serta member Supergreen atau Garudamiles akan mendapatkan sepuluh kilogram secara gratis. Ini didapatkan bila member membeli melalui page member yang diakses melalui https://member.citilink.co.id.
Dikatakan Amalia, sesuai Pasal 3, PM 185/2015, bahwa Citilink termasuk dalam kategori maskapai dengan pelayanan “no frills” (pelayanan dengan standar minimum).
“Maka sesuai dengan kelompok pelayanan yang tertera pada Pasal 22 khususnya butir c PM 185/2015 yang menyatakan bahwa maskapai no frills dapat mengenakan biaya untuk pengangkutan bagasi tercatat,” tambah Amalia.
Saat ini, manajemen Citilink sedang melakukan koordinasi dengan stakeholders baik external (termasuk otoritas) maupun internal guna mempersiapkan seluruh infrastruktur pendukung yang diperlukan bagi pelaksanaan ketentuan bagasi tercatat yang baru ini mulai dari SOP hingga kesiapan SDM, serta sosialisasi kepada masyarakat.
Citilink Indonesia mengharapkan bahwa ketentuan terbaru terkait bagasi tercatat ini dapat berjalan dengan baik dengan terus menjaga kualitas pelayanan penerbangan yang selalu mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan bagi seluruh penumpangnya.
Selain itu, ketentuan ini diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam dinamika iklim industri penerbangan nasional yang positif dengan persaingan yang sehat. Saat ditanyakan kapan peniadaan bagasi gratis tersebut, Amalia mengatakan, pihak Citilink akan melakukan sosialisasi sebelumnya. Sehingga penumpang bisa lebih paham dan nyaman dengan ketentuan yang ada nantinya.
Baca juga: Bagasi Cuma-cuma Hilang dari Penerbangan Domestik Lion Air, Bagaimana Reaksi Penumpang?
“Ketetapan Kemenhub dua minggu. Untuk tarifnya nanti akan kami beritahukan saat melakukan sosialisasi,” tambahnya.
Sebelumnya, diketahui Citilink akan mengikuti jejak Lion Air dan Wings Air dari surat pemberitahuan yang beredar di travel agent. Dari surat edaran tersebut tertulis Citilink akan mulai peniadakan bagasi gratis untuk pembelian tiket per tanggal 12 Januari 2018.
Lion Air, maskapai berbiaya murah yang tengah menuai kontroversi akibat penghapusan fasilitas bagasi cuma-cuma, telah mengumumkan pembukaan rute baru, yakni penerbangan langsung Balikpapan – Kertajati dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari. Rute ini akan dimulai pada 11 Januari 2019.
Baca juga: Bagasi Cuma-cuma Hilang dari Penerbangan Domestik Lion Air, Bagaimana Reaksi Penumpang?
Lion Air menggunakan nomor JT-947 berangkat dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan (BPN) pada 12.00 WITA dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat (KJT) pukul 13.00 WIB.
Untuk rute sebaliknya, Lion Air bernomor JT-946 akan mengudara dari Kertajati pukul 13.40 WIB, kemudian diperkirakan mendarat di Balikpapan pada jadwal kedatangan pukul 16.40 WITA.
Pada rute Balikpapan – Majalengka, Lion Air menawarkan pengalaman terbang dengan pesawat terbaru Boeing 737 MAX 8 (189 kursi kelas ekonomi), Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi) atau Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi).
Baca juga: Makin Dekat ke Pembatalan Pesanan, Mungkinkah SJ100 Masuk ke Dalam Daftar Belanja Lion Air?
Lion Air memproyeksikan pertumbuhan trafik khususnya wisatawan serta pebisnis di Balikpapan dan Majalengka akan terus berkembang, seiring berbagai inisiasi maupun kolaborasi pemerintah, maskapai, perhotelan, pengelola bandar udara, pelaku industri wisata, dengan dukungan dari banyak pihak.
Perusahaan penyedia jasa ride-hailing, seperti Grab, Uber atau Didi, mengalami masa-masa sulit di Jepang. Bukan hanya karena peraturan negaranya saja yang cukup ketat, dimana mewajibkan perusahaan untuk melakukan penetapan harga tetap, melainkan juga karena ekistensi dari taksi yang masih punya basis kuat di Negeri Sakura tersebut – seolah mengisyaratkan setiap perusahaan ride-hailing ini untuk tidak beroperasi di Jepang.
Baca Juga: Layanan Ride-Hailing Dilarang, DeNA Luncurkan Taksi Gratis yang Hubungkan 23 Kota Besar di Jepang
Sebagai dampak dari larangan perusahaan ride-hailing untuk beroperasi, maka persaingan antar perusahaan taksi yang sudah menggunakan aplikasi pun semakin memanas. Para ‘pemain’ yang turut berkecimpung di dalamnya pun menganggap ini merupakan bisnis yang sangat menggiurkan. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman globalfeet.com, salah satu operator jaringan telepon seluler terbesar di Jepang, NTT DoCoMo telah meluncurkan aplikasi “JapanTaxi” yang bisa dibilang cukup sukses mendepak perusahaan penyedia jasa ride-hailing.
Sebagai perbandingan, di tahun 2017, aplikasi “JapanTaxi” telah diunduh oleh sekitar 5 juta kali di region Jepang saja (dari total populasi 126,8 juta orang), sedangkan Grab diunduh sebanyak 45 juta kali di seluruh dunia.
Lagi, Jepang merupakan salah satu negara yang secara terang-terangan melarang perusahaan ride-hailing untuk beroperasi. Maka tidak heran jika perusahaan taksi yang sudah ‘terkontaminasi’ dengan kemajuan jaman akan saling sikut untuk mencuri ceruk pasar. Beragam promo, inovasi, hingga kebijakan coba dilakukan oleh setiap operator.
Sebut saja perusahaan e-commerce, DeNA yang hadir dengan aplikasi “MOV” akan memberikan segala informasi yang akan membuat pengalaman berkendara penumpang meningkat – identifikasi plat nomor, hingga estimasi waktu kedatangan. Dan satu lagi yang paling menggiurkan, perjalanan gratis.
Nah, mungkin Anda bertanya-tanya, “Bagaimana perusahaan bisa mendapatkan untung jika penumpang bisa naik layanan ini secara gratis?”
Jawabannya sederhana, hanya dengan iklan yang terpasang baik di armada DeNA atau aplikasinya – dan kebijakan ini sudah ditetapkan secara legal oleh hukum.
Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi
Pengemudi taksi dari DeNA akan menerima informasi tentang peristiwa, kondisi lalu lintas, cuaca dan bahkan akan mendapat manfaat dari layanan prediksi yang menyarankan rute optimal yang membantu mereka untuk memaksimalkan jumlah perjalanan. DeNA telah menguji alat pemesanan dan perutean prediktif dengan sukses pada sekitar 5.500 armada taksinya sejak April 2018. Perusahaan taksi yang menggunakan perangkat lunak DeNA telah mengalami peningkatan jumlah pelanggan 5 hingga 6 kali lipat dibandingkan dengan perusahaan taksi lain.
Baru-baru ini, seperti yang sudah diwartakan sebelumnya, DeNA baru saja menjalin kerja sama dengan Nissin Food guna memperluas jaringan, baik dari segi jumlah armada maupun geografis, hingga 4000 unit pada 2019 mendatang.
Sesuai dengan pernyataan Direktur Utara Garuda Indonesia Ari Askhara pada 21 Desember 2018, maka hari ini, Rabu, 9 Januari 2019, Garuda Indonesia untuk pertama kalinya menggelar sajian hiburan baru di udara, berupa live music akustik di pesawat.
Baca juga: 2019 – Mulai dari Virtual Reality Sampai Live Music Bakal Tampil di Kabin Garuda Indonesia
Terobosan baru layanan penerbangan tersebut diwujudkan melalui kehadiran solois pria pendatang baru di Indonesia, Abdul yang menyanyikan dua lagu secara akustik di pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia GA 408 Rute Jakarta – Denpasar.
Ari Askhara yang ikut hadir pada penerbangan tersebut mengungkapkan, “Sejalan dengan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan layanan, khususnya pengalaman penerbangan pengguna jasa, maskapai nasional Garuda Indonesia terus melakukan terobosan terbaru yang salah satunya dilakukan dengan menghadirkan hiburan live music akustik di pesawat yang kami harapkan dapat memberikan sensasi pengalaman penerbangan yang berbeda kepada pengguna jasa”.
“Hadirnya layanan live music akustik bertajuk #GIAcoustic di atas ketinggian 35 ribu kaki ini juga merupakan komitmen berkelanjutan maskapai dalam menghadirkan “New Flight Experience” kepada pengguna jasa yang sekaligus memberikan nilai tambah tersendiri kepada pengguna jasa ketika menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia sebagai maskapai full service”.
Dalan siaran pers, Ari menambahkan, “Hiburan live music akustik tersebut juga kami harapkan dapat menyelaraskan customer voice khususnya generasi millennials yang menginginkan nuansa pengalaman penerbangan yang berbeda di penerbangan Garuda Indonesia.”
Baca juga: Garuda Indonesia Canangkan “Vintage Flight Experience” di Rute Amsterdam dan Tokyo
Hadirnya layanan live music akustik tersebut telah melalui serangkaian assesment dalam memastikan aspek safety dan security yang tetap terjaga. Hal tersebut sejalan dengan komitmen maskapai dalam menghadirkan upaya peningkatan layanan yang sejalan dengan aspek ketaatan regulasi dan safety.
Tak hanya berkunjung untuk menikmati suatu negara, pelancong juga bisa tinggal dan bekerja di negara tersebut. Meski tak mudah, tetapi hal itu bisa saja dilakukan para pelancong yang ingin merasakan hidup di negara lain.
Baca juga: Bandara Internasional Dubai Buka Tur Keliling Kota, Pemerintah Siapkan Visa Transit
Beberapa negara memang sulit untuk mendapatkan izin tinggal sementara atau menjadi penduduk tetap. Tetapi ada negara yang memudahkan hal tersebut, berikut ini sepuluh negara yang dirangkum KabarPenumpang.com dari laman yang mudah untuk tinggal.
10. Austria
Negara yang memiliki pemandangan indah yakni salah satunya Pegunungan Alpen ini menawarkan sepuluh jenis izin tinggal berbeda. Bila pelancong mampu membelinya, ini memungkinkan memenuhi syarat setidaknya satu dari sepuluh itu. Untuk bermigrasi ke Austria, pelancong diharapkan mendaftar dari negara asal bukan saat berlibur ke Austria sebab membuat pekerjaan atau memiliki pasangan menjadi lebih sulit. Ada pengecualian untuk masyarakat Amerika Serikat dan Uni Eropa yang memenuhi syarat visa-D untuk tinggal di Austria selama enam bulan sebelum mengajukan izin tinggal.
9. Belgia
Untuk mendapatkan residen permanen di Belgia, seorang imigran memerlukan pekerjaan dan biasanya sulit karena sebagian besar negara lebih memilih mempekerjakan penduduk lokal dibandingkan orang luar. Namun Belgia sedikit melonggarkan hal ini, Anda bisa melamar pekerjaan dari negara asal dan bila terpanggil akan ditawarkan izin tinggal dua minggu. Meski awalnya bukan untuk menjadi residen permanen selama bertahan dengan pekerjaan, hal itu bisa terwujud.
8. Belize
Memiliki pohon palem, pantai berpasir dan air sebening kristal, Belize yang berada di antara Meksiko dan Guatemala memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit dari Bakersfield di California. Meski begitu Belize memungkinkan warga asing untuk mengajukan permohonan tempat tinggal permanen setelah satu tahun hidup di sana.
Memasukkan visa pengunjung 30 hari dan perbaharui setiap bulannya sampai berada di sana selama 50 minggu. Biaya hanya US$1000 dan beberapa kelengkapan birokrasi sebelum tinggal selamanya. Jangan lupa memperhatikan kondisi visa pengunjung Anda, sebab beberapa distrik sering meminta pengunjung meninggalkan negara tersebut dua minggu setiap enam bulan dan dengan demikian untuk mengatur masa tinggal persyaratan 50 minggu itu.
Jika berniat bekerja di Belize, Anda juga akan memerlukan izin kerja, setidaknya sampai diberikan izin tinggal permanen. Setelah lima tahun tinggal permanen, Anda dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan.
7. Kanada
Memiliki reputasi negara yang paling ramah di dunia, ini juga terlihat dalam kebijakan imigrasi. Berbeda dengan Amerika Serikat, Kanada baru-baru ini membuka perbatasannya untuk membantu warga negara yang dilanda perang. Sebelum mengundang seseorang tinggal di negaranya, Kanada memiliki kualifikasi profesional, biasanya ini dicari guna memebuhi kebutuhan di negara tersebut.
Anda mungkin dapat memanfaatkan program entri cepat guna mendapatkan persetujuan dalam waktu singkat. Cukup isi formulir online yang memberi penghargaan poin untuk hal-hal seperti tingkat pendidikan, industri tempat Anda bekerja, dan apakah Anda bisa berbahasa Prancis. Hal-hal lain seperti memiliki keluarga di Kanada atau belajar di sana juga dapat membantu.
6. Kosta Rika
Cara hidup yang damai dan santai, biaya hidup di Kosta Rika cukup masuk akal, bila dengan pasangan sebesar U$2500 dan memiliki program pensiunan yang memberikan nilai US$1000 per bulan jika memenuhi syarat. Jika tidak, Anda sebagai imigran membutuhkan pekerjaan untuk mendapatkan jalan menuju residen permanen hingga kewarganegaraan.
5. Ekuador
Biaya hidup di Ekuador sangat rendah dan uang dolar AS menjadi mata uang resmi. Untuk membuat impian menjadi nyata, Anda harus membuktikan setidaknya mampu mendapatkan US$800 per bulan untuk hidup. Jadi, jika Anda memiliki royalti yang dapat diandalkan, pembayaran kompensasi, atau pendapatan non-kerja yang dijamin lainnya, perpindahan ke Ekuador bisa jadi mudah dijangkau.
4. Meksiko
Cara terbaik untuk hidup di Meksiko adalah dengan visa FMM. Ini bisa didapatkan di bandara atau lokasi perbatasan manapun. Anda hanya harus membayar US$21 dan bisa digunakan selama enam bulan yang kemudian di perbaharui terus menerus. Sayangnya Anda tidak bisa bekerja dengan visa FMM tetapi, bisa memilih visa lain untuk tinggal sementara dan meningkatkan finasial dengan menjadi profesional dalam bekerja.
3. Nikaragua
Untuk tinggal dinegara ini sebagai imigran, Anda harus membuktikan memiliki penghasilan US$600 setiap bulannya. Secara teoritis, untuk tinggal di Nikaragua, usia Anda minimal 45 tahun dan persyaratan ini bisa dicabut jika bisa membuktikan penghasilan tersebut.
Baca juga: Mau Melancong? Yuk Intip Biaya Visa on Arrival Saat Tiba di Bandara Luar Negeri2. Panama
Visa pekerja, menjadi salah satu jalur populer yang digunakan orang untuk tinggal di Panama, dengan pengasilan sebulan US$1000 untuk pemuda dan US$5000 deposito di bank Panama membuka pintu untuk tempat tinggal permanen.
1. Paraguay
Berbatasan dengan Argentina dan Brasil, negara ini memiliki permintaan imigrasi yang sedikit, sehingga kemungkinan Anda diterima bisa lebih mudah. Anda harus menyetor sejumlah uang ke bank Paraguay yang kira-kira sama dengan 35x upah minimum bulanan yakni US$4500-US$5500. Setelah itu diizinkan untuk pindah dan tinggal di Paraguay, tetapi untuk mengajukan kewarganegaraan harus tinggal selama tiga tahun.
Sebagai maskapai berbiaya hemat (LCC) maskapai Lion Air dan Wings Air menerapkan pembayaran pada bagasinya. Hal ini dikatakan Lion Air melalui pengumuman dan siaran pers dan seharusnya dimulai pada 8 Januari 2019 kemarin. Namun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemberlakuan tarif bagasi bagi penumpang Lion Air dan Wings Air tidak jadi mulai 8 Januari 2019 melainkan 22 Januari 2019.
Baca juga: Bagasi Cuma-cuma Hilang dari Penerbangan Domestik Lion Air, Bagaimana Reaksi Penumpang?
Adanya keputusan tersebut dikarenakan belum adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Lion Air Group. Sehingga saat ini penumpang masih bisa merasakan bagasi gratis tersebut dan pengenaan biayanya sendiri setelah sosialisasi yang dilakukan selama dua minggu dari tanggal 8 Januari 2019 hingga 22 Januari 2019 menadatang.
“Jadi saya beri policy, boleh tanggal 8 Januari tapi grace periode dua minggu. Jadi tetap sambil sosialisasi. Dua minggu setelah tanggal 8 Januari baru berlaku efektif. Dari grace period, nggak bayar. Saya minta selama dua minggu ini masa sosialisasi nggak bayar,” ujar Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.
Budi mengatakan, adanya kebijakan yang diterapkan Lion Air dan Wings Air memberikan dampak positif terhadap on time performance (OTP) maskpai. Direktur Jenderal Perhub Udara Polana B Pramesti mengatakan, kedua maskapai tersebut sebenarnya dapat mengenakan biayan untuk bagasi.
Pasalnya Lion Air dan Wings Air masuk dalam kategori kelompok pelayanan standar minimun (no frills) atau kelompok layanan berbasis rendah. Ini sesuai dengan Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185/2015 tentang standar pelayanan penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.
“Kelompok no frills dapat dikenakan biaya. Sebagaimana diatur dalam pasal 3, PM 185 Tahun 2015, terdapat tiga kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal yakni pelayanan dengan standar maksimum (full services), pelayanan dengan standar menengah (medium services) dan pelayanan dengan standar minimum (no frills). Untuk ketiga kelompok pelayanan ini, diberlakukan standar pelayanan yang tidak sama,” ujar Polana yang dikutip dari detik.com (8/1/2019).
Ketersediaan bagasi tercatat dalam seluruh kelompok pelayanan diberikan oleh maskapai penerbangan dengan ketentuan bagi kelompok full service, paling banyak 20 kg tanpa dikenakan biaya. Bagi kelompok medium service, paling banyak 15 kg tanpa dikenakan biaya, dan kelompok no frills, dapat dikenakan biaya.
Diberlakukannya tarif pada penggunaan bagasi, maskapai sendiri harus memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM), personil dan peralatan yang menunjang perubahan ketentuan penggunaan bagasi. Hal ini agar tidak menimbulkan adanya antrean di area check in counter, di area kasir pembayaran bagasi tercatat serta kemungkinan gangguan operasional dan ketertiban bandara lainnya yang dapat menimbulkan keterlambatan penerbangan.
Baca juga: Regulasi Perusahaan Jadi ‘Separator’ Layanan LCC di Seluruh Dunia
Berikut kisaran harga bagasi yang bisa dibeli penumpang Lion Air ataupun Wings Air:
1. Berat 5 kg dengan harga Rp180 ribu
2. Berat 10 kg dengan harga Rp360 ribu
3. Berat 15 kg dengan harga Rp450 ribu
4. Berat 20 kg dengan harga Rp720 ribu
Sebentar lagi Bandara Heathrow dan Gatwick di London akan menerapkan peralatan anti drone dengan standar militer. Kehadiran teknologi anti drone tersebut untuk menangani munculnya penerbangan drone ilegal di dekat lapangan udara yang bisa mengganggu lalu lintas penerbangan di dua bandara internasional tersebut.
Baca juga: Dua Drone Misterius Hantui Bandara Gatwick London, Ratusan Penerbangan Terpaksa Dibatalkan
“Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama kami. Bekerja sama dengan pihak berwenang terkait termasuk polisi Metro, kami terus mencari teknologi terbaik yang membantu menghilangkan ancaman drone,” ujar juru bicara Bandara Heathrow yang dikutip KabarPenumpang.com dari airport-technology.com (7/1/2019).
Teknologi anti drone tersebut nantinya akan mampu mendeteksi sistem udara tak berawak setelah angkatan bersenjata baru-baru ini menarik sistem pendeteksian mereka di Bandara Heathrow. Sekretaris Transportasi Inggris, Chris Grayling yang bertemu dengan kepala polisi untuk membicarakan terkait penerangan dan pertahanan serta strategi masa depan untuk menghindari drone asing di dekat bandara.
Saat ini, Pemerintah Inggris telah membatasi drone untuk terbang dalam radius satu kilometer dari bandara. Diketahui, sebanyak 140 ribu penumpang dan seribu penerbangan mengalami batal berangkat pada liburan Natal 2018 kemarin. Hal tersebut dikarenakan penampakan drone misterius yang terjadi pada Rabu (19/12/2018) pukul 21.00 waktu setempat.
Awalnya dua drone terlihat terbang di dekat landasan dan penerbangan mau tak mau harus ditangguhkan. Kemudian pihak bandara mulai berusaha membuka kembali secara singkat sekitar jam 03.00 pagi tetapi kembali tutup karena 45 menit kemudian ada drone yang mendekati bandara. Pada Kamis tengah hari, setelah ditemukan drone kembali, bandara akhirnya tutup.
Diketahui dari seorang wartawan yang berada di lokasi mengatakan, drone selalu muncul setiap otoritas bandara mencoba untuk membuka kembali penerbangan. Bahkan kekacauan ini berlanjut hingga esok hari dan pihak bandara mengatakan kepada penumpang untuk tidak datang. Akibat drone misterius, pihak militer Inggris dipanggil untuk membantu dan mengerahkan peralatan khusus dalam menangani situasi tersebut.
Baca juga: Diduga Menabrak Drone, Hidung Boeing 737-800 Aeromexico Penyok Parah!
Ini membuat mimpi buruk perjalanan puluhan ribu penumpang yang terbang dari Bandara Gatwick untuk berlibur. Ini adalah jenis kekacauan yang serius dan telah isu ini telah diperingatkan para pakar keamanan selama bertahun-tahun. Fakta bahwa hanya satu atau dua pesawat tak berawak yang mampu sepenuhnya menutup bandara terbesar kedua di Inggris mungkin tampak memukau bagi kebanyakan orang, tetapi situasi yang tepat yang diingatkan oleh pakar keamanan dapat terjadi selama bertahun-tahun.
Mudahkan warga Tangerang Selatan (Tangsel), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meresmikan layanan transportasi bus menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Terminal Pondol Cabe. Terminal ini sendiri baru saja diresmikan oleh BPTJ pada Senin (31/12/2018) kemarin sekaligus meresmikan operasional bus Damri.
Baca juga: Redbus dan PO Sinar Jaya Berkolaborasi di Layanan Jakarta Airport Connexion
Terminal Pondok Cabe sendiri merupakan Tipe A dan sebanyak 33 Perusahaan Otobus (PO) Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tersedia diterminal ini. Terminal tersebut memiliki keseluruhan sekitar 25.995 m2 dengan bangunan utama seluas 2.550 m2. Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, masyarakat Tangsel kini tak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi jika ingin bepergian ke Bandara Soetta.
Sebab kini sudah ada delapan armada bus Jakarta Airport (JA) Connexion. Tak hanya itu, BPTJ juga meluncurkan bus Transjabodetabek untuk memudahkan masyarakat Tangsel bepergian ke beberapa wilayah di Jakarta. Bus Transjabodetabek ini memiliki rute yang dilayani baik reguler maupun premium. Pertama, Pondok Cabe – Senen dan Pondok Cabe – Tanah Abang.
Untuk layanan premium, jumlah armada yang melayani rute perjalanan tersebut lima unit. Sementara itu untuk layanan reguler untuk rute Pondok Cabe-Senen sebanyak 10 armada. Kedua, rute Pondok Cabe-Kampung Rambutan dengan jumlah armada sebanyak 15 unit. Ketiga, rute Pondok Cabe – Tosari/ Bundaran Hotel Indonesia dengan jumlah armada 10.
“Untuk Transjabodetabek reguler dengan operator Mayasari Bakti yang akan melayani Pondok Cabe menuju Bekasi, Ciawi, dan Cikarang masing-masing lima armada,” ujar Bambang yang dikutip KabarPenumpang.com dari cnn.com.
Bambang mengatakan nantinya armada bus itu bakal menggunakan sistem pembayaran dengan tiket elektronik (e-ticketing). Masyarakat, hanya perlu menempelkan uang elektronik mereka ke mesin pemindai yang berada di dalam masing-masing armada bus tersebut. Melalui single e-ticketing, melalui peningkatan layanan yang disiapkan diharapkan dapat bermuara pada tumbuhnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum massal di Jabodetabek.
Kehadiran bus Damri dan JA Connexion memang memudahkan tetapi bagaimana dengan jalan raya Pondok Cabe yang setiap hari macet dengan kehadiran transportasi baru ini? Dikutip dari berbagai lama sumber Indonesia Traffic Watch (ITW) memprediksi kondisi lalu lintas dan angkutan jalan pada 2019 belum lebih baik dari 2018.
Bahkan ITW mengatakan kemacetan di kota-kota besar khususnya Jakarta akan lebih parah dan lalu lintas memiliki peran sangat penting dalam hal tersebut. Ketua Presidium ITW Edison Siahaan mengatakan, kemacetan sendiri masih menjadi menu sehari-hari dan nyaris terjadi diseluruh ruas jalan ibu kota termasuk pinggiran seperti POndok Cabe.
Baca juga: Damri JA Connection Buka Rute Baru, Epicentrum Walk-Bandara Soetta
Sementara upaya pembangunan ruas tol yang masif justru jadi beban masyarakat, karena harus membayar tol meskipun tidak ada jaminan bebas dari kemacetan. Upaya pembatasan gerak kendaraan dengan kebijakan ganjil-genap serta rekayasa lalin tak memberikan dampak yang signifikan untuk mengurai kemacetan.
Dewasa ini, teknologi finger print sudah merambah dunia gadget yang memungkinkan Anda untuk membuka ponsel Anda tanpa harus memasukkan kode atau menggambar pola terlebih dahulu. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa inovasi semacam ini membawa kemudahan tersendiri bagi para penggunanya. Nah, apa jadinya jika teknologi finger print tersebut diaplikasikan pada kendaraan Anda? Dapatkah Anda membayangkannya?
Baca Juga: Peduli Polusi, Hyundai Hadirkan Bus Listrik Untuk Tekan Pencemaran Lingkungan
Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai diketahui baru saja menyematkan teknologi finger print ini di salah satu mahakaryanya, Santa Fe SUV. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (31/12/2018), Hyundai akan menjadi manufaktur otomotif pertama yang menyematkan teknologi finger print semacam ini. Adapun teknologi finger print ini dapat digunakan para pengguna untuk membuka central lock dan menghidupkan mesin mobil.
Sumber: newatlas.com
Sensor finger print sendiri akan ada di dua titik di Hyundai Santa Fe SUV – di handle pintu pengemudi dan di samping stir untuk menyalakan mesin. Anda juga dapat mengatur tempat duduk, hingga mengatur kaca spionhanya dengan menyentuh salah satu dari sensor finger print ini. Ke depannya, Hyundai mengatakan akan menambahkan fungsi dari finger print ini, seperti mengatur suhu di dalam mobil hingga penyesuaian pengemudi lainnya.
Sistem ini sendiri, menurut pihak Hyundai, menggunakan sensor kapasitif dan menyajikan peluang 1 berbanding 50.000 untuk kesalahan membaca sidik jari. Kesalahan sederhana pada sensor finger print di ponsel (tidak bisa membaca sidik jari ketika tangan dalam kondisi basah) masih sering terjadi. Maka dari itu, pihak Hyundai mengatakan akan terus mengembangkan dan membenahi sistem finger print ini agar tetap dapat beroperasi kendati cuaca sedang hujan – dikhawatirkan finger print tidak dapat membaca sidik jari dalam kondisi basah terkena air hujan.
Baca Juga: Teknologi yang Terpasang di Bus ini Mampu Lacak Keberadaan Siswa, Lho!
Dibutuhkan konsep yang sangat matang untuk menghadirkan suatu inovasi yang akan mengubah cara berkendara di masa yang akan datang. Terlebih, ini merupakan inovasi yang berkaitan dengan salah satu komponen utama dalam kendaraan, yaitu kunci. Beragam rencana cadangan pun tengah dimatangkan oleh pihak Hyundai guna mencegah kejadian-kejadian di luar prediksi – kendati tidak tertera di dalam pernyataan tertulis dari pihak Hyundai.