Setelah hampir tiga dekade berada di dalam line up armada British Airways, kini Boeing 767 tidak lagi ‘mengabdi’ kepada maskapai kebanggaan Inggris tersebut. Terakhir kali, armada Boeing 767 milik British Airways melayani penerbangan terakhirnya pada Minggu, 25 November 2018 dengan rute penerbangan London Heathrow – Larnaca, Siprus PP.
Sebagai kilas balik, British Airways pertama kali memasukkan nama Boeing 767 ke dalam list armadanya pada Februari 1990 guna melakoni jadwal penerbangan jarak pendek London – Paris.
Baca Juga: Boeing 767 “Reborn,” Berpeluang Isi Segmen New Mid-market Aircraft
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (27/11/2018), terhitung sejak penerbangan perdananya tersebut, Boeing 767 yang berada di bawah naungan British Airways telah menyelesaikan lebih dari 425.000 penerbangan komersial. Dari ke semua penerbangan tersebut, kota Frankfurt di Jerman merupakan destinasi yang paling sering dikunjungi oleh Boeing 767 ber-livery British Airways ini. Kurang lebih sekitar 15.000 penerbangan dari dan ke Jerman dengan menggunakan armada ini.
“Kendati awalnya digunakan untuk penerbangan jarak jauh, namun dalam beberapa tahun terakhir 767 telah dikonfigurasi ulang untuk melakoni penerbangan jarak sedang, termasuk ke Athena dan Larnaca, dan juga beberapa rute domestik,” tutur pihak British Airways dalam sebuah pernyataan. Adapun beberapa rute jarak jauh yang dilayani oleh Boeing 767 ini adalah Amerika Utara dan Timur Tengah.
Pada penerbangannya yang terakhir, Boeing 767 menggunakan konfigurasi penerbangan jarak pendek yang hanya memuat 244 seats saja. Sebagian besar dari armada 767 ini diganti dengan seri 787 Dreamliners baru.
Baca Juga: Fakta Unik! Penerbangan Perdana British Airways Ternyata Hanya Membawa Satu Penumpang
“Boeing 767 telah menjadi menorehkan tinta emas dalam perjalanannya bersama British Airways, armada ini telah membantu kami untuk menerbangkan penumpang menuju berbagai destinasi paling populer dan telah melayani para pelanggan kami dengan sangat baik pada masa jayanya,” ucap direktur operasi penerbangan British Airways, Kapten Al Bridger.
“Untuk melanjutkan tren yang sudah ada, langkah yang sangat tepat bagi kami untuk mengganti armada Boeing 767 dengan 787 Dreamliners yang juga menawarkan pengalaman luar biasa bagi para penumpang ketika tengah membelah angkasa,” tandasnya.
Entah rumor atau memang fakta, adanya hantu alias mahkluk halus di wahana transportasi selalu menarik diperbincangkan, terlebih bila kabar adanya hantu terkait dengan moda angkutan massal, makin klop-lah fenomena hantu tersebut sebagai bagian dari urban legend. Pun adanya hantu yang hadir di jaringan kereta bawah tanah, rasanya kerap kita dengar kisahnya mulai dari Amerika Serikat sampai Eropa Barat.
Baca juga:Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker
Dan tak jauh dari Indonesia, Singapura yang telah mengoperasikan MRT sejak 32 tahun silam, juga punya kisah-kisah mistis yang mengerikan di mata warga Negara Pulau tersebut. Namun, sosok hantu MRT Singapura berhasil dikemas dalam sebuah pertunjukan menarik.
Bagaimanakah Singapura mengangkat urban legend tersebut dan membuatnya sebagai pertunjukkan menarik? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dejiki.com, Universal Studio Singapura menghidupkan cerita urban legend ini dengan penampilan Halloween Horror Nights (HHN) 5 yang pernah berlangsung selama 14 hari pada tahun 2015 lalu.
Tema yang diangkat adalah True Singapore Ghost Stories: The MRT dimana salah satu urban legend adalah cerita horor di empat stasiun MRT Singapura. Wakil Presiden Objek Wisata di Resort World Sentosa Jason Horkin mengatakan, penduduk lokal tidak benar-benar takut dengan hantu barat. Sebab mereka lebih suka cerita-cerita Asia.
Sehingga USS membuat empat rumah berhantu dan tiga zona untuk menakut-nakuti pengunjung di taman hiburan. Andrea Teo, produser eksekutif HHN 5 mengatakan, tiga rumah dibuat dengan sentuhan lokal yang membawa ketakutan bagi pengunjung.
“Berharap untuk melihat pemandangan dan cerita rakyat yang akrab di tiga rumah berhantu bertema lokal dengan rumah keempat yang menampilkan pengalaman bawah tanah yang intens. Tema untuk acara Halloween ikonik Asia Tenggara tahun ini mengelilingi kebangkitan bulan darah, yang akan menyebarkan kehancuran ke kehidupan,” ujar Teo.
Dia menambahkan, Rumah berhantu ini akan menampilkan tokoh-tokoh yang dikenal dalam alur cerita asli yang dibuat hanya untuk HHN 5 dan terinspirasi oleh kisah-kisah penampakan paranormal di kereta. Ini akan menjadi perjalanan yang tiada duanya karena kuntilanak dan tuyul akan muncul.
“True Singapore Ghost Stories pada dasarnya adalah orang Singapura dan saya gembira bahwa Universal Studios Singapura telah mengembangkan dimensi baru yang menarik ini untuk seri buku. Jalan cerita untuk rumah berhantu ini terinspirasi oleh laporan penampakan paranormal di kereta, dan penggemar dapat berharap untuk melihat karakter dari halaman True Singapore Ghost Stories berubah menjadi kenyataan. Tim kreatif di balik Universal Horror Nights Halloween Universal Studios Singapura telah melakukan upaya penuh semangat dalam upaya ini dan saya yakin para penggemar sama bersemangatnya dengan saya untuk naik kereta ini,” tambah Russell Lee seorang penulis cerita hantu lokal.
Di Siloso Gateway Block 50, pemandangan yang akrab dari lingkungan tersebut disuntikkan dengan twist yang menyeramkan ketika wabah virus mengubah penduduk menjadi burung pemakan bangkai. Gerbang neraka akan terbuka sekali lagi di Hell House ketika patung kertas memerintah dan para tamu melakukan perjalanan melalui Neraka. Tunnel People, rumah kegelapan pertama di acara ini, akan membuat para tamu merasakan jalan mereka melalui benteng Tunnel People dalam kegelapan.
Baca juga: Legenda Kereta Hantu Manggarai, Antara Fakta dan Mitos
Zona menakut-nakuti mendalam tahun ini termasuk Hantu Lapar di zona Lost World, yakni sebuah desa tersembunyi dengan penduduk desa terkutuk ditakdirkan untuk menjalani ritual dan doa setiap hari.
Ajang Consumer Electronics Show (CES) yang diadakan sejak 8 Januari hingga 11 Januari 2019 di Las Vegas memang terbukti sebagai perhelatan yang mampu ‘menetaskan’ sejumlah ide kreatif di berbagai sektor – termasuk transportasi. Belum lagi dewasa ini tengah marak pembahasan tentang moda otonom yang diperkirakan bakal mengambil alih jalanan di masa depan. Seperti halnya Panasonic yang meluncurkan konsep SPACe_C, sebuah kendaraan fully autonomous tanpa ruang kendali.
Baca Juga: City of Bryan Siap Rilis Moda Otonom Bertenaga Listrik Pada Pertengahan Oktober Mendatang!
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (11/1/2019), SPACe_C merupakan sebuah moda dengan single drivetrain yang mampu beroperasi tanpa input dari pengemudi. Moda berukuran 3,85m x 1,68m dengan tinggi 1.95m ini memiliki ruang kabin yang cukup luas untuk mengangkut penumpang dalam jumlah yang cukup banyak.
Adapun ide dari konsep SPACe_C milik Panasonic ini awalnya ditujukan sebagai truk pengangkut makanan, ruang pertemuan yang dapat bergerak, moda antar-jemput kargo, toko ritel pop-up, hingga ruang presentasi. Kendaraan semacam ini dipercaya perusahaan mampu mendobrak pangsa pasar di masa yang akan datang – dimana mobilitas akan meningkat berkali lipat seiring dengan pertumbuhan manusia dan perkembangan teknologi.
Tanpa sistem kendali dan transmisi mekanis yang kompleks, SPACe_C siap untuk mengantarkan penumpang atau kargo sesuai tujuan dengan bantuan dari aplikasi dan teknologi yang tersemat di dalam kendaraan tersebut.
SPACe_C sendiri terbagi ke dalam dua platform, yaitu struktur atas dan bawah. Struktur bawah terdiri dari roda, mesin, dan segala hal lainnya yang berkaitan dengan mobilitas kendaraan, sementara struktur atas merupakan kabin penumpang atau kargo. Jika ditujukan untuk mengangkut penumpang, maka struktur atas akan menggunakan kabin khusus penumpang, lain cerita jika hendak mengangkut kargo, struktur atasnya pun akan diganti.
Baca Juga: Volvo 360c, Moda Otonom Bertenaga Listrik yang Punya Empat Desain Interior
Panasonic Corporation mengembangkan platform ePowertrain 48V untuk Electric Vehicle (EV) berukuran kecil yang dapat memenuhi permintaan pasar global akan EV, dan memperkenalkannya di CES 2018. Platform yang dikembangkan Panasonic adalah powertrain hemat energi dan aman yang memiliki fitur kekompakan terintegrasi, efisiensi tinggi, dan skalabilitas fleksibel. Platform ini akan membantu mengurangi biaya dan waktu pengembangan kendaraan dengan meningkatkan atau menurunkan kombinasi unit dasar sesuai dengan spesifikasi kendaraan seperti ukuran, kecepatan dan torsi.
Pesawat sebagai salah satu moda transportasi yang kini bisa dijangkau hampir semua kalangan ternyata memiliki cerita buruk dan aneh dari penumpang-penumpangnya. Hal ini bukan hanya dirasakan penumpang tetapi awak kabin yang melayani dalam penerbangan.
Baca juga: Gara-gara Penumpang Bertengkar, Ryanair Terpaksa Return to Base Ke London
Beberapa hal tersebut sudah sering kali dibahas dan menjadi viral di dunia. Namun terus saja terulang dan penumpang seakan tidak kapok dengan perilaku mereka itu. Hal ini kemudian membuat seorang mantan pramugari bernama Dan Shawn Kathleen memutuskan membuat akun Instagram @passengershaming.
Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (3/1/2019), Kathleen sudah membuat akun Instagram-nya tersebut delapan tahun lalu dimana dirinya muak dengan penumpang pesawat yang jorok dan memutuskan menyebarkan perilaku mereka di media sosial. Saat ini @passengershaming sudah diikuti 700 ribu akun.
“Aku hanya merasa seperti aku perlu mengomel tentang hal-hal gila yang terjadi di atas kapal. Aku merasa itu terjadi di mana-mana. Kami mendapatkan banyak foto hal-hal yang terjadi di terminal dan jelas di pesawat itu sendiri. Aku tidak harus setuju dengan kita tidak punya cukup ruang, sebab itu adalah alasan untuk mengatakan bahwa ada masalah yang tidak bisa kita lakukan seperti manusia yang layak,” kata Kathleen.
Dia bahkan mengatakan menyesal melihat penumpang bertelanjang kaki. Kathleen menambahkan bahwa penumpang pesawat yang berperilaku buruk karena mereka memiliki rasa kalau hal itu berhak dilakukan. Bahkan orang-orang mungkin berpikir dengan menghabiskan sejumlah uang untuk penerbangan bisa mendapatkan hak mereka dan dilayani awak kabin seperti yang mereka inginkan.
“Sayangnya, pesawat itu bukan ruang tamu dan Anda berada di transportasi umum, Anda tidak berada di jet pribadi. Jadi jaga agar perawatan pribadi tetap pribadi,” tambahnya.
Kathleen sendiri mengaku banyak melihat penumpang liar dan tak bisa diatur selama penerbangan. Tetapi satu hal yang tak pernah terlupakan olehnya adalah dimana saat dirinya melihat penumpang pria yang rambutnya terbakar saat berada di toilet selama penerbangan dan menghisap kokain.
Diketahui, @passengershaming berisikan foto dan video yang diambil oleh penumpang yang tidak puas dengan penumpang lainnya serta awak kabin dari seluruh dunia. Gambar-gambar itu termasuk diantaranya penumpang yang tanpa malu meluruskan kaki mereka saat tidur siang sedangkan yang lain menaikkan kaki mereka ke sandaran tangan penumpang lain di depannya.
Baca juga: Telanjang di Kabin Pesawat, Pria Ini Diduga Trauma Pelecehan
Malahan, kaki penumpang-penumpang itu kotor dan tidak enak untuk dilihat. Selain itu rambut panjang penumpang perempuan yang terurai kebelakang kursinya dan sampai di atas meja penumpang di depan mereka. Tak ayal penumpang pun pernah memotong kuku jari tangan dan kaki mereka saat duduk di pesawat. Bahkan ada pula penumpang yang dengan nyamannya mengganti pakaian di depan penumpang lain.
Warga Depok, Lebak Bulus dan sekitarnya pasti kenal dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) PO Deborah atau yang kondang disebut dengan “Debby.” Perusahaan Otobus (PO) Deborah tersebut memiliki trayek awal Depok menuju ke Lebak Bulus sebagai angkutan umum. Debby memiliki penampilan yang khas dengan warna dasar ‘kurang jelas’ antara ungu terang dan merah muda (pink), memiliki garis berwarna hijau dan tulisan PO Deborah berwarna kuning.
Baca juga: Bukan Nama Wanita, Rosalia Indah Kondang Sebagai Perusahaan OtobusKabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, PO Deborah didirikan oleh almarhum Kiloria Manik pada tahun 1994 dengan kantor pusatnya di Jalan Margonda Raya No.485, Depok. Para penggemar Debby pasti hafal dengan bus ber-livery agak norak tersebut, dimana pada bagian dalam bus juga dihiasi gorden untuk menutup kaca ketika cuaca terik. Ternyata bukan hanya warna bus saja yang norak, kenek dan pengemudinya pun menggunakan baju seragam pink.
Meski terkesan norak, si Debby ini banyak memiliki penggemar apalagi di jam-jam sibuk. Para penggemarnya bahkan rela bergelantungan dan ’empet-empetan’ alias berhimpitan saat berada di dalamnya karena mengejar waktu. Beberapa orang malahan menganggap Debby sebagai moda antar jemput. Sebab ramai saat-saat jam berangkat dan pulang kerja. Penumpang bus dari arah Lebak Bulus lebih banyak mahasiswa yang kuliah di kampus sekitaran Tanjung Barat, Lenteng Agung, Universitas Indonesia, Universitas Pancasila dan kawasan Margonda.
Sebaliknya yang dari arah Depok padat dengan karyawan pekerja di sekitaran Depok Town Square, Fatmawati, sepanjang jalan TB Simatupang, Lebak Bulus hingga Pondok Indah. Sedangkan sorenya, isi bus ini kebalikan dari pagi. Bus Debby non AC setiap harinya beroperasi sebanyak sepuluh sampai dua puluh bus dari pool di hari kerja. Jika diluar hari kerja, hanya ada delapan bus yang melenggang dari Depok-Lebak Bulus.
Kursi penumpang pun dilapisi busa dan lebih buruk dari Kopaja, sebab sangat tegak dan jaraknya sempit hingga kaki sulit masuk. Namanya angkutan umum, si Debby ini juga sebagai salah satu yang kerap kali dimasuki pencopet dan terkadang kelaikan jalannya dipertanyakan. Bagi penumpang si Debby jangan lupa siapkan mental yang cukup matang, karena meski tidak memiliki saingan, selain bersaing dalam berebutan kursi dan sempit-sempitan antar penumpang, pengemudi juga terkadang mengemudikan si Debby dengan ngebut.
Namun, seiring mobilitas masyarakat Depok yang tinggi akan kebutuhan moda transportasi darat menuju berbagai sudut Jakata, PO Deborah mengembangkan usahanya dan membuka jalur komersil trayek AKAP Depok-Kalideres dengan bus AC kapasitas 59 kursi. Dibukanya jalur ini juga dibarengi dengan penambahan unit baru serta peresmian bus pariwisata.
Kehadiran PO Deborah Pariwisata sudah menjadi pilihan beragam masyarakat Kota Depok dan sekitarnya dalam menunjang aktivitas wisata dan bisnis. Beberapa pengguna setia yang rutin menggunakan jasa PO Deborah Pariwisata antara lain berasal dari sekolah–sekolah maupun universitas di Jabodetabek, kantor pemerintah dan swasta, kelompok masyarakat, kelompok pekerja dan masih banyak lainnya.
Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera
Perbaikan kualitas dan penambahan kuantitas armada bus, peningkatan kualitas pelayanan karyawan adalah catatan rutin PO Deborah Pariwisata agar semakin kokoh ditengah persaingan industri angkutan pariwisata. Semua bentuk nyata ini menunjukkan eksistensi PO Deborah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan angkutan pariwisata
Kilas balik ke tahun 1868, dimana seorang insinyur berkebangsaan Inggris, John Peake Knight pertama kali menemukan lampu lalu lintas yang pada kala itu dipergunakan untuk membantu para pejalan kaki untuk menyeberang di persimpangan London yang terkenal sangat ramai.
Namun kini jaman sudah berkembang, ketika lampu lalu lintas sudah jadi sesuatu yang sangat lumrah di jalanan, raksasa manufaktur asal Amerika, Ford datang dengan suatu inovasi yang dipercaya akan memegang peranan penting seperti lampu lalu lintas di masa yang akan datang.
Baca Juga: Ford ‘Terjemahkan’ Pemandangan Khusus Bagi Penyandang Tuna Netra
Beberapa tahun yang lalu, muncul topik pembicaraan yang berfokus pada komunikasi kendaraan, termasuk vehicle-to-vehicle (V2V) dan vehicle-to-infrastructure/grid (V2I /V2G). Ya, ini merupakan sebuah inovasi dimana kendaraan bisa saling ‘berbicara’ satu sama lain, dan juga dengan infrastuktur seperti lampu lalu lintas – bahkan dengan pejalan kaki. Inovasi ini rencananya akan menggunakan jaringan all-in 5G.
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (8/1/2019), untuk menghemat bandwidth dari inovasi ini, Ford tidak lagi menggunakan salah satu turunan dari WiFi, Dedicated Short-Range Communications atau yang biasa disingkat DSRC. Dengan alasan penghematan bandwidth tersebut, sejumlah manufaktur otomotif seperti Toyota dan General Motors setuju dengan gagasan yang diajukan oleh Ford.
Ide dari Ford untuk menggunakan jaringan 5G ini kemudian mendapat dukungan dari badan badan pemerintah seperti US Federal Communications Commission (FCC) dan Department of Transportation (DoT) – kendati sifatnya masih tentatif mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk inovasi ini tidaklah murah. Di sini sudah sangat jelas bahwa Ford tidak akan mengambil opsi DSRC dan lebih memilih untuk menggunakan teknologi jaringan 5G – bertolak belakang dengan regulasi yang berkembang di Amerika.
Pemilihan jaringan 5G untuk menunjang inovasi ini juga memiliki alasan yang cukup kuat selain untuk menghemat bandwidth – salah satunya adalah sudah menjamurnya perusahaan penyedia jaringan seluler non-pemerintah yang mulai agresif meluncurkan kemampuan jaringan 5G secara global. Untuk menjamin langkah yang akan diambil Ford ini, rencananya mereka akan membonceng infrastruktur yang sudah ada melalui persetujuan dari DoT. Mereka beranggapan bahwa ini merupakan pilihan yang lebih aman dan lebih andal untuk komunikasi V2G dan V2V.
Baca Juga: Ford Luncurkan Chariot, Aplikasi Layanan Bus Antar Jemput
Sebenarnya, opsi penggunaan jaringan 5G untuk inovasi cellular-vehicle-to-everything (c-V2X) terbilang cukup kontroversial mengingat belum adanya regulasi resmi yang mengatur hal semacam ini. Menurut pihak Ford, mereka akan mulai meluncurkan inovasi ini pada tahun 2022 mendatang – saat ini Ford akan berfokus untuk mengembangkan dan mempertimbangkan berbagai aspek terlebh dahulu.
Mungkin istilah pesawat itu terlalu biasa untuk mendeskripsikan isi dari burung besi yang sering digunakan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ya, pesawat jet dari Ilyushin tipe IL-96-300PU ini tidaklah disamakan dengan pesawat komersial atau bahkan dengan pesawat kepresidenan lainnya, sebut saja pesawat senilai £390 juta (Rp7,01 triliun) ini dilengkapi oleh sistem komunikasi canggih yang memungkinkannya untuk bertindak sebagai pusat pemerintahan yang mampu memimpin pasukan jika terjadi serangan yang tidak terduga. Keren, bukan?
Baca Juga: Bernilai Rp8 Triliun, Inilah Boeing 747-8 Super Mewah Milik Royal Family Qatar
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman news.com.au, kendati pada bagian luarnya pesawat ini terlihat seperti pesawat komersial biasa, namun stigma tersebut akan otomatis berubah ketika Anda menilik bagian dalamnya yang super mewah.
Berlapiskan permadani dan aksen emas pada sejumlah titik, adapun perabotan dan dekorasi pada pesawat ini mengambil gaya neoklasik yang semakin menambah kesan elegan nan mewah. Belum lagi kelengkapan fasilitas dari pesawat ini seperti ruang kantor yang luas, kamar tidur, hingga fasilitas gym yang sengaja disediakan guna menjaga Putin tetap prima kendati harus menjalani tugas lintas benua.
Adapun pesawat yang dirakit oleh Voronezh Aircraft Production Association ini mampu menembus kecepatan hingga 560 mph atau yang setara dengan 901 km per jam. Untuk soal keamanan, Putin beserta stafnya selalu berada dalam situasi yang tidak perlu dikhawatirkan. Putin memiliki satu reguyang terdiri dari empat pesawat yang setia mendampingi sang Presiden kemanapun demi alasan keamanan.
Baca Juga: Mengenal “Big Bunny,” Pesawat DC-9 Mewah Peninggalan Boss Playboy
Diberitakan laman sumber lain, ‘istana terbang’ Putin ini tidak lebih megah dari Air Force One-nya Donald Trump. Armada Boeing 747-200B yang digunakan sebagai pesawat kepresidenan Amerika Serikat ini disulap habis-habisan guna menunjang kinerja dari sang Presiden terpilih, Donald Trump. Terdapat tiga tingkatan pada pesawat yang identik dengan jenongnya ini, mencakup suite Presidensial dengan kantor besar dan ruang konferensi.
Bagi Anda yang penasaran dengan interior dari pesawat kepresidenan Vladimir Putin ini, berikut KabarPenumpang.com akan bocorkan sedikit foto-fotonya.
Ruang Pertemuan Vladimir Putin. Sumber: news.com.auRuang Gym yang senantiasa menjaga kebugaran dari Putin bersama stafnya. Sumber: news.com.auRuang istirahat sang Presiden. Sumber: news.com.au
Seorang wanita asal California berusia 26 tahun melepaskan amarahnya pada seorang karyawan JetBlue di Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood pada hari Minggu (6/1/2019) setelah dirinya ditolak untuk naik ke dalam pesawat karena ia terlihat mabuk. Tidak hanya sekedar marah-marah, tapi wanita ini juga melontarkan sejumlah umpatan kepada karyawan JetBlue tersebut, seperti menyebutnya seorang pemerkosa. Kejadian ini sontak menjadi viral setelah seorang pengguna Instagram berhasil mengabadikan dan mengunggah momen memalukan ini.
Baca Juga: Phobia Pada Bayi, Penumpang Delta Airlines Mengamuk di Kabin
Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, wanita ini diidentifikasi bernama Sabrina Rey Thomas, asal San Marcos, California. Karena diasumsikan Sabrina tengah berada di bawah kendali minuman beralkohol, maka amarah yang diluapkan Sabrina ini semakin menjadi – terkesan liar. Seraya membentak karyawan JetBlue, Sabrina juga mengancamnya dengan, “Saya memiliki sebuah pistol!”
Menurut laporan dari kepolisian setempat, kejadian ini sendiri terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
“Sabrina membentak petugas help desk sembari berusaha untuk melompatinya karena penerbangannya ditunda setelah ia tertinggal penerbangan yang seharusnya ia naiki,” ujar petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian.
https://www.youtube.com/watch?v=CXZLEyR6hxA
“Ketika saya berusaha untuk mendekatinya, ia langsung melempar tas dan paspornya yang ia bawa – pun dengan boarding pass yang sudah dirobeknya menjadi beberapa bagian,” tandas sang polisi.
Ternyata amarah Sabrina benar-benar sudah tidak bisa dibendung, sampai-sampai si polisi yang berusaha untuk mengendalikan situasi ini juga dicecar olehnya. Guna mengendalikan situasi, sang polisi akhirnya terpaksa memborgol Sabrina setelah sebelumnya wanita ini enggan untuk menempatkan tangannya di balik punggung.
“Namun ia tetap saja melontarkan kata-kata kasar terhadap saya,” kenang sang polisi.
“Saya benci polisi berkulit putih!” ujar Sabrina yang coba ditirukan oleh polisi anonim ini.
Baca Juga: Ditendang Penumpang Cilik, Wanita Ini Keluhkan Regulasi Delta Airlines
Melihat keadaan semakin memanas, seorang petugas bandara datang dan bertanya pada Sabrina apakah ia berada di bawah kendali alkohol atau tidak, namun ia menjawab bahwa dirinya baik-baik saja. Lalu petugas ini mencoba membantu Sabrina dengan cara mempermudah proses boarding. Alih-alih menjadi tenang, Sabrina malah kembali berteriak, “Saya benci orang kulit putih karena saya pernah diperkosa oleh mereka (orang kulit putih),”
Dari sini, petugas kepolisian menyimpulkan bahwa Sabrina mengalami delusi yang mungkin diakibatkan oleh minuman beralkohol, dan mentalnya sedang sangat tidak stabil. Guna menidaklanjuti kejadian ini, Sabrina dibawa ke Rumah Sakit Umum Broward guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sebuah penerbangan Air New Zealand dari Hong Kong menuju Auckland, Selandia Baru terpaksa berhenti di Bandara Internasional Cairns, Australia, ketika seorang penumpang berjenis kelamin pria dinyatakan meninggal di tengah penerbangan tersebut. Kejadian ini sendiri terjadi pada Senin (7/1/2019) dini hari waktu setempat. Sebagai asumsi awal, penumpang pria ini diperkirakan meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya.
Baca Juga: Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, seorang pejabat Bandara Internasional Cairns mengidentifikasi pria ini berusia sekitar 60-an dan lupa membawa insulin pada penerbangan tersebut. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penumpang yang meninggal ini sempat didiamkan terlebih dahulu selama dua jam di kabin sebelum akhirnya bisa ditindaklanjuti – karena absennya petugas darat yang bertugas pada dini hari.
Adapun armada Boeing 789 yang dioperatori oleh Air New Zealand ini mendarat di Bandara Internasional Cairns pada pukul 02.30 dini hari waktu setempat. Seorang dokter yang berada di dalam penerbangan tersebut berusaha untuk menjaga sang penumpang pria selama tiga hingga empat jam sebelum pesawat dengan nomor penerbangan NZ80 ini mendarat di Bandara Internasional Cairns.
“Sang pasien menggunakan masker oksigen dan terkadang menggunakan defibrillator,” ujar seorang pejabat dari Air New Zealand.
Sedangkan menurut seorang pejabat bandara, sang pilot enggan untuk menggunakan garbarata karena ini akan menimbulkan risiko bagi para penumpang untuk melihat jenazah dan lebih memilih untuk menggunakan tangga biasa. Namun karena jumlah penumpang yang terlalu banyak, jadi proses evakuasi penumpang dari dalam pesawat menuju terminal Bandara Internasional Cairns menggunakan tangga.
Setelah semua penumpang berhasil dievakuasi menuju terminal, petugas medis baru bisa untuk memindahkan jenazah tersebut. Proses evakuasi si penumpang pria yang meninggal ini pun terbilang cukup rumit, karena peralatan medis yang ukurannya cukup besar sedikit agak sulit untuk masuk ke dalam pesawat jika hanya dengan menggunakan tangga biasa.
Menanggapi insiden ini, pihak Air New Zealand menolak untuk berkomentar lebih jauh. Namun pihak Bandara Internasional Cairns sedikit memberikan informasi terkait insiden ini.
Baca Juga: Diduga Serangan Jantung, Penumpang United Airlines Meninggal di Udara
“NZ80 (Hong Kong – Auckland) dialihkan menuju Cairns pada Senin pagi ketika seorang penumpang berada dalam kondisi tidak sehat sesaat setelah pesawat lepas landas. Karena alasan privasi, kami tidak dapat berbagi rincian lebih lanjut tentang penumpang,”
“Buntut dari insiden ini adalah NZ80 mengalami keterlambatan sekitar dua jam dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumya.” ujar pihak bandara.
Baru-baru ini maskapai plat merah, Garuda Indonesia kembali membuka lowongan untuk awak kabin yang nantinya akan bertugas dalam penerbangan Haji 2019. Tentunya syarat perekrutan untuk pramugari Haji sendiri berbeda dari awak kabin penerbangan biasanya.
Baca juga: Mau Jadi Awak Kabin? Standar Tinggi Badan Masih Jadi Syarat Utama!KabarPenumpang.com mendapatkan lembar pengumuman yang diunggah akun Instagram @cpnsindonesia, Garuda Indonesia membuka lowongan awak kabin Haji 2019 yang terbagi dalam dua kategori yakni reccurent dan requalification.
Apa saja sih syarat umum untuk seorang awak kabin penerbangan Haji 2019? Ternyata yang wajib adalah calon awak kabin harus beragama Islam dikarenakan salah satu tujuan penerbangan adalah Madinah. Memiliki tinggi 165-178 cm untuk pria dan 158-172 cm untuk wanita dengan berat badan proporsional.
Untuk wanita, bersedia tidak sedang hamil selama terikat perjanjian kerja. Memiliki paspor dengan nama yang terdiri dari minimal tiga suku kata dan berlaku sampai degan April 2020. Setiap awak kabin bersedia ditempatkan diseluruh embarkasi penerbangan Haji PT Garuda Indonesia yakni Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Lombok, Balikpapan dan Makassar.
Pendaftaran dilakukan melalui website career.garuda-indonesia.com dengan melampirkan dokumen pendukung. Selain itu hal-hal lain yang perlu dipersiapkan selama proses seleksi adalah sebagai berikut copy SKCK dari Polres (asli), surat ijin suami/istri/orangtua (yang berstatus single), copy suat nikah/akte cerai, surat keterangan belum pernah menikah dari kelurahan (bagi yang belum menikah), surat ijin dari persatuan istri tempat suami bekerja, apabila suaminya Polisi/ABRI, copy akte kelahiran, copy KK dan KTP (asli).
Selain itu copy ijazah SD, SLTP, SLTA, dan pendidikan terakhir (mohon dibawa aslinya), foto ukuran 4X6 2 lembar, background merah, materai 6000 sebanyak satu lembar, map berwarna kuning (untuk kualifikasi recurrent), map berwarna merah (untuk kualifikasi (requalification). Ada pula persyaratan Medex Rekrutmen awak kabin haji 2019, antara lain:
1. Puasa mulai pukul 22.00 malam sebelum tes penunjang medex dan tetap minum air putih.
2. 3 hari terakhir tidak munim atau makan-makanannya yang berfermentasi.
3. Bagi yang memakai alat bantu (kacamata/softlense) harap dibawa saat medex
4. Membawa KTP
Baca juga: Lakukan Rekrutmen dan Tes Online, Perusahaan Kereta Api India Selamatkan Hutan
Periode pendaftaran dimulai 4 Januari 2019-11 Januari 2019. Berikutnya Periode Proses seleksi dimulai 14 Januari 2019-31 Januari 2019.
Namun para wanita yang hendak melamar juga perlu mencermati beberapa syarat khusus bagi klasifikasi Recurrent :
1. Pernah mengikuti penerbangan PT Garuda Indonesia baik reguler maupun penerbangan haji periode 2018.
2. Usia maksimal 54 tahun.
3. Memiliki FAC License (License Putih) yang validitasnya tidak kurang dari Juli 2018.
Persyaratan Klasifikasi Requalification :
1. Pernah mengikuti penerbangan PT Garuda Indonesia baik reguler maupun penerbangan haji periode 2018.
2. Usia maksimal 47 tahun
3. Memiliki FAC License (License Putih) yang validitasnya tidak kurang dari Juli 2015.