Strategi Jendela Retak, Andalan Baru Cegah Vandalisme Di Kereta Bawah Tanah New York

Setelah menderita kerugian sekitar US$300.000 akibat perusakan kaca kereta bawah tanah New York oleh demonstran, Otoritas Transportasi Metropolian (MTA) dikabarkan tengah meninjau ‘strategi jendela retak’ atau ‘broken windows strategy’ untuk mengendalikan situasi. Saat ini, MTA tengah berkomunikasi dengan Departemen Kepolisian Kota New York (NYPD) terkait rencana tersebut. Baca juga: Imbas Corona, Wanita Asia Jadi Bahan Omelan Rasis di Kereta Bawah Tanah New York Hanya saja, tak dibeberkan dengan jelas korelasi langsung antara strategi tersebut dengan upaya menekan frekuensi pengrusakan jendela dan kerusuhan oleh orang tak dikenal, yang diduga masih ada kaitannya dengan protes kematian George Flyod oleh orang kulit hitam. Kepala Keamanan MTA, Pat Warren, mengungkap kondisi yang sudah sedemikian kacau membuat pendekatan represif sangat dimungkinkan, selain tetap menjalankan pendekatan preventif melalui peningkatan pengawasan. Bila tidak, hal itu akan sangat merugikan mengingat pandemi Covid-19 membuat keuangan MTA mengalami defisit akibat ditinggal pelanggan. Ibarat jatuh tertimpa tangga, seringnya perusakan jendela kereta bawah tanah New York juga menyebabkan stok jendela jadi semakin menipis. “Izinkan saya memberi tahu Anda, jika ada waktu yang kami pikirkan tentang strategi jendela retak, ini mungkin saat yang tepat dan kami pasti ingin melanjutkan dan bekerja dengan NYPD terkait strategi itu jika mereka (NYPD) memilih untuk menerapkannya,” Kata Warren, seperti dikutip dari qns.com. Upaya mencegah terjadinya aksi vandalisme, dalam hal ini memecahkan kaca jendela dengan berbagai benda tumpul saat kereta bawah tanah tengah beroperasi, mendesak untuk dilakukan. Ketika itu terjadi, MTA, mau tak mau harus mengirim kereta ke depo untuk diperbaiki. Akibatnya, jadwal kereta jadi terganggu dan terjadi penumpukan di beberapa stasiun. Selain membuat penumpang jadi tak nyaman, kerumunan yang tercipta akibat keterlambatan kereta juga membuat potensi penyebaran virus corona menjadi semakin besar. Terlebih, subway Kota New York merupakan salah satu kereta bawah tanah tersibuk di dunia, bersama Beijing, Seoul, Shanghai, Moscow, Tokyo dan Guangzhou. Baca juga: Jilat Jemari dan Pegang Tiang Kereta Bawah Tanah, Pria ini Mendapat ‘Kutukan’ dari Netizen! Baik pihak NYPD maupun MTA, sejauh ini belum bisa mengidentifikasi motif dibalik pengrusakan tersebut. Keduanya juga tak mau berspekulasi. Namun, untuk sementara waktu, sambil opsi strategi jendela retak dijalankan, NYPD berencana menempatkan polisi berpakaian preman untuk mencegah pengrusakan kembali terulang. Sekilas tentang subway Kota New York, dengan 469 stasiun, New York Subway didapuk sebagai sistem kereta dengan jumlah stasiun paling banyak di dunia; sekalipun dalam daftar kereta bawah tanah tersibuk di dunia, New York Subway bukanlah rajanya. Saat ini terdapat 34 jalur subway yang beroperasi setiap harinya di dunia bawah tanah Kota New York. Pada tahun 2016 lalu, sistem kereta bawah tanah Kota New York yang mulai dibangun pada 1904 tersebut, tercatat melayani sekitar 5,7 juta pengunjung per hari.

Scoot Ubah Airbus A320ceo dari Pesawat Penumpang Jadi Pengangkut Kargo

Menurunnya penumpang pesawat di masa pandemi, membuat hampir semua maskapai memutar otak mereka agar pesawat bisa terbang dan masih menghasilkan. Seperti Scoot yang kemudian memodifikasi salah satu pesawat penumpangnya untuk mengangkut kargo mulai Agustus 2020. Maskapai berbiaya hemat itu mengubah pesawat penumpang dengan melepas semua kursi salah satu armada A320ceo-nya. Ini agar kapasitas angkut kargo pesawat dapat mencapai 20 ton. Baca juga: Terjadi Lagi, Pesawat Penumpang Dikonversi Jadi Pesawat Kargo Gegara Penerbangan Loyo “Dengan banyak penumpang pesawat yang menganggur karena pandemi, Scoot mulai mengoperasikan penyewaan kargo untuk membawa pasokan penting sebagai aliran pendapatan alternatif,” kata kepala eksekutif Scoot Campbell Wilson yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (25/8/2020). Pesawat milik Scoot ini melakukan penerbangan pertama setelah di modifikasi dengan lepas landas dari Fuzhou di Cina menuju ke Bandara Internasional Changi Singapura pada Sabtu (21/8/2020). Dalam penerbangan ini, pesawat tersebut mengangkut sebanyak 13 ton kargo yang mana sebagian besarnya adalah barang penting. Meski begitu ternyata maskapai ini telah mengoperasikan lebih dari 200 charter kargo ke dan dari sepuluh kota di Perth Australia serta Hangzhou di Cina sejak Maret. Namun, ini adalah pertama kalinya Scoot melepas semua kursi pesawat penumpang sehingga dapat mengangkut kargo. Saat ini Scoot menjadi salah satu maskapai penerbangan pertama di kawasan ini yang mengoperasikan penerbangan charter kargo dengan pesawat yang dimodifikasi. Untuk diketahui, dalam modifikasi Armada A320ceo ternyata memakan waktu empat hari dalam menyelesaikan dan menerapkan tindakan pencegahan keselamatan. Sebab dalam modifikasi ada pemasangan plakat untuk membatasi area tempat kargo dan menambahkan alat pemadam kebakaran. Pada penerbangan kargo ini ada dua pilot dan dua awak kabin yang berada dalam pesawat tersebut untuk memastikan operasional yang lancar serta aman. Selain itu para awak tersebut juga mengelola keadaan darurat jika terjadi sesuatu dalam penerbangan tersebut. Ternyata, Scoot tidak hanya akan mengubah satu armada saja, melainkan pada Agustus ini juga ada empat lagi yang akan dimodifikasi. Di mana A320 lainnya akan dimofikasi pada minggu ini. Poros Scoot dari mengangkut penumpang ke kargo datang ketika industri penerbangan menghadapi kontrol perbatasan yang lebih ketat di tengah pandemi Covid-19, dengan banyak maskapai mengurangi jumlah penerbangan penumpang karena permintaan untuk perjalanan udara merosot. Baca juga: Tak Ingin Meratapi Nasib, Hi Fly Ubah Airbus A380 Jadi ‘Varian’ Kargo Pertama di Dunia “Scoot dengan gesit menanggapi kondisi pasar selama masa-masa sulit ini untuk memenuhi permintaan angkutan udara. CAAS dengan senang hati mendukung upaya mereka dalam memodifikasi pesawat penumpang mereka untuk membawa kargo di dalam kabin. Pesawat yang dimodifikasi tersebut akan memungkinkan Scoot untuk memasang layanan kargo antara Singapura dan pasar perdagangan utama,” kata Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) Kevin Shum.

Google Maps Perjelas Detail Tingkat Jalan dan Citra Lebih Berwarna di Seluruh Dunia

Google Maps mendapatkan pembaruan yang signifikan dengan menghadirkan lebih banyak detail dan granularitas ke petanya. Ini terlihat dengan perubahan yang mencakup fitur alami dan detail tingkat kota. Untuk yang pertama, Google mengatakan ini akan memanfaatkan tekni penglihatan komputer untuk menganalisis fitur alami dari citra satelit. Baca juga: Melihat Pemetaan Street View Google Maps dari Kursi Penumpang Kemudian memberi kode warna fitur untuk referensi visual yang lebih mudah. KabarPenumpang.com melansir dari theburnin.com (18/8/2020), saat ini kota-kota yang akan mendapat pembaruan Google Maps baru New York, San Francisco dan London. Ketiganya akan mendapat informasi jalan yang lebih detail seperti lokasi trotoar, penyeberangan dan untuk pejalan kaki.
pembaruan Google Maps (theburnin.com)
Penambahan ini akan membantu orang menavigasi kota mereka lebih baik dengan berjalan kaki atau melalui moda transportasi tunggal alternatif, seperti sepeda dan skuter, yang telah dipilih beberapa orang di masa pandemi. Kota-kota tersebut juga akan menunjukkan bentuk dan lebar jalan yang akurat untuk memberi gambaran lebih baik tentang seberapa lebar atau sempit sebuah jalan, dalam kaitannya dengan sekitarnya. Meski begitu, perincian tambahan tidak akan menyertakan lebih banyak fitur aksesibilitas seperti pemotongan tepi jalan. Tetapi Google mengatakan bahwa detail penyeberangan di peta akan membantu di area tersebut. Perusahaan ini juga mencatat bahwa Google Maps hari ini menampilkan rute yang dapat diakses oleh kursi roda. “Kami mengerti bahwa peta kota yang diperbarui tidak akan langsung muncul di aplikasi Google Maps,” kata Google Google menambahkan, peta baru akan diluncurkan pada ketiga kota tersebut dalam beberapa bulan mendatang. Kerangka waktu yang tidak jelas ini disebabkan oleh sifat bertahapnya dari rilis. Sebab sesuatu yang akan dirilis sering kali diperlukan untuk aplikasi yang lebih besar. Google Maps sendiri kini menjangkau lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia, sehingga perubahan pun harus membutuhkan waktu. Nantinya New York, San Francisco dan London yang akan menerima pembaruan lebih dulu akan mendapatkan peta kota yang lebih rinci termasuk di luar Amerika Serikat. Sementara itu, pengguna baik di dalam maupun di luar kota besar di seluruh dunia akan mendapatkan keuntungan dari perubahan cara fitur alam disajikan di Google Maps. Untuk diketahui, Google menggunakan teknik pemetaan warna untuk mengidentifikasi fitur-fitur alam dari citra satelitnya, dengan melihat secara khusus di daerah yang gersang, dingin, berhutan dan pegunungan. Fitur-fitur ini kemudian diberi berbagai warna pada model warna HSV seperti hutan lebat sekarang akan tampak hijau tua sementara semak yang tidak rata akan tampak hijau terang. Anda akan dapat membedakan antara pantai dan tanaman hijau, melihat di mana gurun berawal dan berakhir, melihat seberapa banyak daratan yang tertutup lapisan es, melihat di mana puncak gunung yang berselimut salju, atau melihat perbatasan taman nasional dengan lebih mudah. Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur Info ‘Kepadatan Penumpang’ di Moda Transportasi Umum Perubahan ini akan menjangkau 220 negara dan wilayah yang didukung Google Maps yang lebih dari 100 juta kilometer persegi daratan, dari metro yang lebih besar hingga daerah pedesaan dan kota-kota kecil. Pembaruan ini datang pada saat Google memimpin karena aplikasi pemetaan default semua orang ditantang di iOS dan Mac.      

Cegah Penularan Corona, Japan Airlines Luncurkan Touchless Check-in di Bandara Haneda

Virus corona menyebar dengan cepat, tak kenal tempat dan waktu. Selain itu, menurut penelitian, virus yang diduga berasal dari Wuhan, Cina ini disebut dapat bertahan di udara selama 3 jam, 4 jam di bahan tembaga, 24 jam di bahan kardus, 2-4 hari di permukaan plastik dan stainless, serta 9 hari di permukaan logam dan kaca. Baca juga: Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang Celakanya, berbagai permukaan tersebut sangat sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari, mulai dari mata terbuka sampai kembali tertutup di malam hari; tak terkecuali di bandara. Oleh karenanya, dibutuhkan inovasi teknologi untuk mencegah terjadinya penularan di berbagai sudut bandara, khususnya tempat-tempat yang banyak disentuh atau digunakan hampir setiap calon penumpang. Salah satunya seperti kiosk check-in. Menyadari potensi itu, belum lama ini, maskapai nasional Jepang, Japan Airlines dikabarkan tengah mengujicoba teknologi check-in tanpa sentuh atau touchless check-in kiosk. Uji coba tersebut dilakukan di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, tepatnya di Terminal 1 keberangkatan, selama tiga pekan lebih, dari mulai 24 Agustus-15 September 2020 mendatang. Laporan dari aviationpros.com, teknologi touchless check-in kiosk besutan Mitsubishi Electric and Oki Electric Industry ini dilengkapi dengan touchless sensors atau sensor inframerah tanpa sentuhan terbaru. Hal itu memungkinkan para pelanggan untuk benar-benar melakukan proses check-in tanpa menyentuh layar dengan jarak minimal sekitar 3 cm, cukup untuk membuat jari-jari penumpang tetap steril. Saat ini, proses uji coba check-in tanpa sentuhan Japan Airlines hanya melibatkan dua unit mesin kiosk. Memang tak terlalu banyak, namun diperkirakan masih sejalan dengan jumlah penumpang Japan Airlines yang masih belum sepenuhnya pulih, mengingat kasus positif Covid-19 di Jepang belum sepenuhnya sirna, layaknya di Wuhan ataupun di kota-kota lainnya di seluruh dunia. Baca juga: Mudahkan Pelayanan di Konter Check-in, Japan Airlines Gandeng Accenture Hadirkan Artificial Intelligent Dikutip dari The Mainichi, pada Jumat, (7/8) lalu, Negeri Sakura mengkonfirmasi tambahan 1.580 kasus positif virus corona. Sebagian besar kasus berasal dari area perkotaan seperti Tokyo dan Osaka. Dengan musim libur Jepang yang akan dimulai pada pekan depan, terdapat kekhawatiran bahwa pergerakan penduduk akan meningkatkan terjadinya transmisi virus. Dari jumlah tersebut, Tokyo mencatat hampir sepertiga kasus corona, dengan melaporkan 462 kasus baru, mendekati rekor 472 kasus yang dicatat oleh ibu kota pada pekan lalu. Guna menekan penyebaran virus corona, Gubernur Tokyo Yuriko Koike meminta warganya untuk menahan diri agar tidak bepergian selama liburan.

Sah! Jerman Jadi Negara Pertama Operasikan A350-900 XWB Sebagai Pesawat Kenegaraan

Belum lama ini, Angkatan Udara Jerman dilaporkan menerima Airbus A350-900 XWB pertama dari Lufthansa Technik. Dengan begitu, Negeri Bavaria tersebut secara resmi menyandang gelar sebagai negara pertama di dunia yang operasikan pesawat itu sebagai operasional pemerintahan. Jenis pesawat itu diketahui merupakan satu-satunya A350 yang tak dijual untuk kebutuhan komersial maskapai penerbangan. Baca juga: Inilah Beragam Fitur Canggih di Airbus A350 “Regierungsflieger” Angela Merkel Proses serah terima pesawat sendiri dilakukan dengan sederhana di Hamburg, Jerman. Namun tetap berkesan, karena berlatar Airbus A350-900 XWB; selain dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan Jerman, A. Kramp-Karrenbauer. “Keputusan untuk membeli armada A350 baru dibuat 1,5 tahun lalu. Oleh karena itu, terima kasih saya kepada semua yang terlibat dalam industri dan Angkatan Bersenjata Jerman, karena semua orang benar-benar bekerja sama di sini. Dengan tambahan dua A350 baru, mobilitas yang diharapkan dari negara industri seperti Jerman cukup terjamin,” kata Karrenbauer, seperti dikutip dari Simple Flying. Setelah resmi menjadi bagian dari Luftwaffe atau Angkatan Udara Jerman, pesawat dengan nomor registrasi 10 + 03 itu selanjutnya akan menjalani beberapa uji terbang dan sertifikasi militer oleh Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr). Pesawat Bundesrepublik Deutschland atau Republik Federal Jerman yang nantinya bakal digunakan oleh pejabat penting tersebut, termasuk di dalamnya Kanselir Angela Merkel, sudah dimodifikasi oleh Luftahnsa Technik dengan konfigurasi VIP, meliputi kantor, ruang meeting, dan lounge multifungsi. Hanya saja, semua itu masih sementara, sekedar untuk menunjang tugas-tugas kenegaraan pejabat, sambil menunggu dua pesawat A350-900 XWB dengan nomor registrasi 10 + 02 dan 10 + 01 tiba. Pesawat tersebut kemudian akan menjalani perombakan kembali oleh Lufthansa Technik bersama dua pesawat lainnya sebelum diserahkan kembali ke Angkatan Udara Jerman. Saat ini, A350-900 XWB lainnya masih terus dikebut oleh Airbus di tengah wabah corona yang masih terus merebak. Diharapkan, awal tahun depan, seluruh pesawat sudah bisa dipasang dengan interior VIP secara paten. Selain interior, sebagai pesawat kenegaraan, tentu A350-900 XWB bakal disisipi sejumlah fitur keamanan canggih. Menurut Aerotelegraph, pesawat dari keluarga A350 XWB (Extra Wide Body) dengan kemampuan terbang jarak jauh atau Ultra Long Range (ULR) tersebut telah disisipi dua fitur pertahanan, seperti sistem pertahanan rudal atau CAMS (Civilian Aircraft Missile Protection System) yang mampu menahan rudal dari udara-ke-udara dan dari darat-ke-udara serta peralatan radio militer dengan dilengkapi kombinasi pesan rahasia yang terenkripsi untuk berkomunikasi di udara. Baca juga: Gantikan Airbus 340, Pemerintah Jerman Bakal Gunakan A350 Sebagai Pesawat Kenegaraan Dua sistem pertahanan tersebut dinilai sangat cocok untuk saling melengkapi satu sama lain. Sebab, bila hanya mengandalkan pada salah satu dari dua sistem pertahanan tersebut, perjalanan dinas kepala negara belum sepenuhnya aman. Misalnya, sekalipun pesawat dilengkapi dengan sistem anti rudal dari udara-ke-udara ataupun dari darat-ke-udara, umumnya sistem tersebut hanya mampu menangkal dua atau tiga kali serangan. Selebihnya, pesawat telah kehabisan amunisi untuk melakukan serangan berikutnya. Oleh karena itu, dengan adanya peralatan radio militer terenkripsi, ketika pesawat mendapat serangan pertama, pilot dapat langsung menghubungi pusat komando Angkatan Udara Jerman ataupun negara yang bersekutu dengan Jerman agar segera mengirimkan bantuan militer. Dengan begitu, ketika serangan kembali datang, bantuan militer dapat membantu menangkalnya, sebelum sistem pertahanan udara pesawat kehabisan amunisi. Sistem pertahanan tersebut juga dimiliki oleh pesawat kenegaraan lainnya, seperti Air Force One Rusia, AS, Perancis, dan Inggris.

West Coast Avanti, Kereta Spesial di Inggris dengan Awak LGBT

Di negara-negara Eropa, lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak ada bedanya dengan orang lainnya. Mereka bahkan dianggap setara dengan yang lainnya dan bisa bekerja di berbagai bidang tanpa ada masalah yang berembel-embel LGBT itu sendiri. Baca juga: Komunitas LGBTI: Pelatihan Petugas Bandara Akan Mengembalikan Hak Transgender Bagaimana kalau ada moda transportasi dengan berawakkan orang-orang LGBT? Kalau ada di mana dan apakah hal itu benar? Tepat hari ini (25/8/2020), sebuah armada kereta di Inggris mengular dan dikelola oleh kru LGBT. Kereta Pride ini perdana mengular dengan menarik sebelas gerbong yang dihiasi bendera pelangi besar. Kereta dengan awak LGBT tersebut melakukan perjalanan dari London Dustin ke Manchester Piccadilly. KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (25/8/2020), bodi dari kereta ini pun memiliki warna yang beragam yakni hitam dan coklat untuk melambangkan etnis hitam, Asia dan minoritas. Kemudian merah muda, biru dan putih dari bendera transgender. Anggota kru kereta ini mengatakan, bahwa pengecatan yang menarik dan pemilihan staf adalah tanda langkah bahwa mereka menuju masyarakat yang lebih inklusif, beragam dan setara. Manajer kereta api Paul Austin mengatakan, kehadiran kereta dengan awak LGBT adalah tentang diterima apa adanya dan mewakili komunitas tersebut yang dilayani di seluruh jaringan. Kereta kebanggaan West Coast Avanti ini akan diisi dengan poster dan literatur untuk penumpang. Selain itu akan menampilkan informasi terkait pengumuman di dalam kereta. West Coast Avanti mengatakan, awak kereta di masa depan nantinya tidak hanya LGBT dan livery multi warna yang menampilkan bendera Pride akan tetap ada di masa mendatang. “Saya senang bisa meluncurkan kereta kebanggaan West Coast Avanti baru kami yang mewakili semua orang di komunitas LGBTQ. Ini adalah simbol komitmen kami terhadap keragaman dan inklusi saat melintasi Jalur Utama Pantai Barat,” kata direktur eksekutif West Coast Avanti Sarah Copley. Baca juga: Tampilkan Sepasang Gay, Iklan Cathay Pacific Tuai Kontroversi Dia menambahkan, dirinya bangga menjadi bagian dari bisnis di mana orang-orang mewakili komunitas yang mereka layani.

Tragis! Black Box Ungkap Pilot dan Penumpang Pesawat Ukraina Tewas Setelah Tembakan Rudal Kedua

Organisasi Penerbangan Sipil Iran (CAOI) belum lama ini mengungkap fakta temuan terbaru dari insiden jatuhnya pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines (UIA) PS752. Data kotak hitam atau blackbox pesawat menunjukkan penumpang dan pilot kemungkinan besar tewas setelah rudal kedua menghantam maskapai Ukraina itu. Baca juga: Sejak 1973, Iran, Rusia dan AS Ternyata Pernah Menghantam Pesawat Penumpang dengan Rudal BBC Internasional melaporkan, dari keterangan kepala CAOI Touraj Dehghani Zanganeh, Cockpit Voice Recorder (CVR) di blackbox pesawat Ukraina yang jatuh dirudal tak lama setelah lepas landas masih merekam percakapan pilot dan co-pilot dengan instruktur pilot, 19 detik setelah rudal Tor M-1 pertama Iran menghantam. Dari percakapan tersebut, penumpang juga terindikasi masih dalam keadaan hidup. Saat itu, pesawat terdeteksi mengalami masalah pada elektronik dan telah mengaktifkan daya tambahan atas perintah instruktur. Pilot dan co-pilot masih berjuang untuk mengontrol penuh pesawat. Kedua mesin juga dikonfirmasi instruktur masih dalam keadaan hidup. Sayangnya, setelah detik ke 19, CVR mengalami kerusakan dan tak lagi mampu merekam percakapan di dalam kokpit. Kuat diduga kerusakan itu akibat hantaman rudal pertama Iran. Setelah itu, upaya pilot, co-pilot, dan instruktur dalam mengontrol penuh pesawat nahas Ukraina PS752 akhirnya harus kandas setelah di detik 25 dimana rudal Tor M-1 kedua Iran diduga menghantam. “Hingga 19 detik setelah rudal pertama meledak di sekitar pesawat, (mereka) melihat kondisi abnormal dan mengendalikan pesawat hingga saat-saat terakhir,” jelas Capt. Zanganeh. “25 detik kemudian rudal kedua menghantam pesawat. Mereka mengemudikan pesawat sampai saat-saat terakhir,” tambahnya. Selain itu, dari hasil analisis tim di Perancis -setelah dikirim otoritas Iran pada Juli lalu- terhadap Flight Data Recorder (FDR) di blackbox pesawat Boeing 737-800 maskapai Ukraina menunjukkan pesawat telah menjalani prosedur penerbangan normal sebelum rudal pertama menghantam. Sedikit berbicara soal CVR dan FDR, kemampuan keduanya memang terbatas. Saat ini, FDR hanya bisa merekam 25 jam data penerbangan dan CVR bisa merekam dua jam percakapan di kokpit, meningkat sedikit dari 30 menit. Namun, teknologi terbaru dari L3 Harris, CVR mampu merekam lebih dari 25 jam dan FDR 70 jam. Sebelumnya, di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), pesawat Boeing 737-800 yang dioperasikan oleh Ukraine International Airlines dilaporkan jatuh. Tak lama setelah kejadian, beredar luas di dunia maya, video yang memperlihatkan rudal menghantam benda di angkasa hingga membuatnya terbakar di udara dan kemudian jatuh ke daratan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa benda di angkasa tersebut adalah pesawat Ukraine International Airlines yang terkena rudal hanud Iran. Baca juga: Sama-sama Jatuh Dirudal, Inilah Persamaan dan Perbedaan Insiden Malaysia Airlines MH17 dan Ukraine International PS752 Walaupun sempat membantah tuduhan tersebut, pada hari Sabtu (11/01) waktu setempat, Iran mengumumkan bahwa militernya “secara tidak sengaja” menembak jatuh sebuah pesawat nahas tersebut hingga menewaskan 176 orang di dalamnya. Ketika itu, pesawat dijadwalkan akan melawat ke ibukota Ukraina Kiev, dengan rincian membawa 167 penumpang dan sembilan anggota awak dari beberapa negara, termasuk 82 Iran, 57 Kanada dan 11 Ukraina, ketika ditembak jatuh.

Bahan Kimia Penyebab Ledakan di Beirut Jadi Alternatif Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Masih ingat amonium nitrat, penyebab utama terjadinya ledakan besar di Beirut, Lebanon? Kabarnya, salah satu senyawa kimia yang membentuk amonium nitrat, amonia, bakal dijadikan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil untuk penerbangan di masa mendatang. Jika ledakan Beirut bisa sampai seperti itu, bagaimana dampaknya terhadap laju dan efisiensi pesawat? Baca juga: Kejar Target Produksi Pesawat Tanpa Emisi di 2035, Airbus Pertimbangkan Penggunaan Hidrogen Belum lama ini, Reaction Engines dan Britain’s Science and Technology Facilities Council (STFC) dikabarkan telah menyelesaikan studi tentang penggunaan amonia sebagai bahan bakar alternatif pengganti fosil di dunia penerbangan. Studi tersebut dilakukan dengan menggabungkan heat exchanger technology atau teknologi penukar panas Reaction Engines dengan katalis (zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia pada suhu tertentu) canggih STFC. Rumusan tersebut diharapkan dapat menghasilkan sistem propulsi bebas emisi yang ramah lingkungan untuk digunakan pesawat di masa mendatang. Dikutip dari New Atlas, selama beberapa dekade, mesin jet modern menggunakan bahan bakar avtur yang memiliki tingkat kepadatan tinggi. Hal itu tentu sangat mendukung pesawat untuk melaju dengan kecepatan tinggi melebihi kecepatan suara, mengantar penumpang dan barang lebih cepat ke seluruh dunia. Hanya saja, avtur berasal dari fosil yang tak ramah lingkungan. Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia, tak besar memang, namun lebih dari cukup untuk mencemari udara. Tak ayal, industri penerbangan dituntut untuk membebaskan diri dari fosil pada tahun 2050 mendatang. Sebetulnya, sejak beberapa tahun lalu, ilmuan telah berpacu dengan waktu untuk menemukan energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Sejauh ini, sudah ada lima energi alternatif pengganti bahan bakar fosil pesawat di masa mendatang. Namun, amonia tak termasuk dalam lima itu; sekalipun, bila dirunut ke belakang, sejarah mencatat amonia sudah digunakan sejak tahun 50an sebagai bahan bakar roket X-15 dalam misi ke luar angkasa. Di satu sisi, amonia tak masuk dalam daftar energi alternatif, awalnya karena dinilai memiliki tingkat kepadatan rendah. Namun, energi alternatif pengganti bahan bakar lainnya, hidrogen cair, di sisi lain mempunyai tingkat kepadatan lebih tinggi dan menjadi alternatif bahan bakar paling layak bersama listrik. Namun, hidrogen dinilai tak efisien karena harus mengubah desain pesawat dan infrastruktur secara keseluruhan. Sebagai jalan tengah, ide untuk menggabungkan keduanya pun tercetus. Dalam sebuah sistem propulsi baru kolaborasi Reaction Engines dan STFC, amonia disimpan di sayap, persis dengan letak penyimpanan bahan bakar avtur. Panas yang dihasilkan oleh mesin kemudian akan diubah dengan heat exchanger technology Reaction Engines untuk menjadikan amonia lebih hangat saat dialirkan ke reaktor kimia, tempat dimana katalis canggih STFC mengubah sebagian amonia menjadi hidrogen. Campuran hidrogen dan amonia kemudian masuk ke dalam mesin jet untuk bahan bakar. Sisa pembakaran campuran tersebut tidak berupa asap melainkan menyerupai uap air dan nitrogen. Menurut Reaction Engines, tingkat kepadatan amonia hasil dari metode tersebut cukup tinggi sehingga tak mengharuskan modifikasi pesawat dan mesin secara signifikan. Saaat ini, kedua perusahaan asal Inggris tersebut tengah mengejar berbagai kekurangan untuk melakukan uji coba pertama penerbangan berbahan bakar amonia. Baca juga: Perusahaan Inggris Luncurkan Pesawat Penumpang Hybrid Pertama Di Dunia, Boeing Airbus Lewat! “Kombinasi teknologi penukar panas transformatif Reaction Engines dan katalis inovatif STFC akan membuka jalan pengembangan sistem propulsi penerbangan berbasis amonia yang ramah lingkungan,” kata Dr. James Barth, kepala teknik Reaction Engines. “Studi kami menunjukkan bahwa mesin jet berbahan bakar amonia dapat diadaptasi dari mesin yang tersedia saat ini, dan amonia sebagai bahan bakar tidak memerlukan pemikiran ulang yang lengkap tentang desain pesawat sipil seperti yang kita kenal sekarang. Ini berarti transisi yang cepat. Untuk masa depan penerbangan yang berkelanjutan dimungkinkan dengan biaya rendah; pesawat bertenaga amonia dapat melayani rute jarak pendek dunia jauh sebelum tahun 2050,” tambahnya.

Penasaran Gerakan Mata Ketika Tidur? Masker Ini Bisa Bantu Cek Pergerakannya Loh!

Ketika tidur, mata Anda akan tertutup dan beberapa orang diantaranya penasaran dengan gerakan mata selama tertidur. Nah bagaimana caranya untuk melihat dan mengetahui gerakan mata ketika tertidur? Biasanya untuk melacak gerakan mata orang tidur dengan menempelkan kabel elektroda ke wajahnya. Baca juga: Penumpang Tidur di Kereta dan Terkunci? Tak Hanya Indonesia, di Luar Negeri Juga Ada Lho! Namun kebanyakan orang merasa sulit tidur dengan elektroda yang menempel di kulit wajah dan dengan banyak kabel yang dipasang dari wajah ke komputer. KabarPenumpang.com melansir dari newatlas.com (21/8/2020), secara tradisional, teknik yang dikenal sebagai elektrookulografi digunakan untuk melacak pergerakan mata di malam hari. Ini melibatkan menempelkan pasangan elektroda ke kulit di atas dan di bawah atau kedua sisi mata pasien. Saat mata bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi ke sisi, kornea (depan mata) dan retina (belakang) secara bersamaan bergerak mendekati atau lebih jauh dari masing-masing elektroda. Hal tersebut karena medan listrik kornea dan retina berbeda satu sama lain, elektroda dapat menentukan ke arah mana mata menghadap relatif terhadapnya, dengan menangkap perubahan sinyal listrik yang terdeteksi. Pelacakan gerakan tersebut dapat menjadi bagian penting dari studi tidur, karena memungkinkan dokter untuk mengetahui kapan pasien berada dalam fase tidur REM (rapid eye movement). Tapi tenang saja, masker mata fleksibel yang tidak mencolok akan melakukan pekerjaan ini sekaligus mengukur detak jantung pengguna dan tidak akan mengganggu kenyamanan tidur. Masker mata eksperimental tersebut bernama Chesma yang dikembangkan dengan konsorsium internasional oleh University of Massachusetts Amherst, ini menggabungkan beberapa elektroda built-in di bagian bawahnya. Masker mata tersebut terbuat dari hidrogel polimer yang lembut dan dapat disesuaikan yang dikombinasikan dengan benang perak konduktif, dan mereka hanya menekan kulit saat masker dikenakan di wajah. Perangkat ini juga berisi sensor tekanan tunggal yang berada di arteri, untuk memantau detak jantung pemakainya serta faktor penting lainnya dalam studi tidur. Dalam pengujian menunjukkan bahwa elektroda sangat tahan lama, tetap terpasang dan berfungsi setelah 15 siklus cucian. Mereka juga tidak terpengaruh oleh penumpukan kosmetik atau limbah kulit, dan bertahan selama hampir 40 jam tanpa mengering sehingga saat mengering, dapat dibuat lembut dan seperti gel lagi hanya dengan menambahkan beberapa tetes air. Saat ini, satu kali pengisian daya baterai perangkat cukup untuk penggunaan sekitar delapan jam. Baca juga: Entaskan Masalah Sosial, Sleepbus Layani Tunawisma Tidur di Bus Namun, diharapkan setelah teknologi dikembangkan lebih lanjut, angka itu bisa naik hingga tiga hari. Versi terakhir dapat memiliki aplikasi lain selain analisis tidur, seperti melacak arah pandangan pemakainya saat mereka bermain game berbasis VR.

Wisata “Kapal Hantu,” Lepas Pantai Christchurch di Inggris Jadi Kuburan Kapal Pesiar

Bagaimana nasib kapal-kapal pesiar yang kini tak bisa berlayar karena pandemi Covid-19 dan dimanakah mereka berlabuh? Pertanyaan seperti ini hadir karena kapal pesiar saat ini belum kembali beroperasi seperti maskapai penerbangan, kereta atau moda transportasi lainnya. Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik Ternyata kapal-kapal pesiar ini berlabuh di lepas pantai di Eropa tepatnya Christchurch yang berjarak 24 mil atau sekitar 40 km dari Southampton yang merupakan salah satu pelabuhan keberangkatan kapal pesiar di Eropa. Dilansir KabarPenumpang.com dari thepointsguy.com (23/8/2020), berlabuhnya kapal-kapal pesiar ini kemudian membuat sebuah perusahaan ferry yang berbasis di dekat pusat pelayaran Southampon, Inggris memulai ‘tur kapal hantu’.
pelancong yang ikut tur kapal pesiar (thepointsguy.com)
Tur ini akan membawa pelancong melihat semua kapal pesiar kosong yang telah berlabuh di lepas pantai selama tidak berlayar. Mudeford Ferry yang berbasis di Christchurch, Inggris menawarkan tamasya selama dua setengah jam pada hari ketika cuaca tidak terlalu berangin. Perjalanan tamasya ini dimulai dari Mudeford Quay di Christchurch yang menggunakan kapal dengan kapasitas angkut 20 orang yang biasanya digunakan untuk layanan ferry di daerah tersebut. Kapal-kapal pesiar ini sudah berlabuh di lepas pantai Christchurch dalam beberapa bulan terakhir di tempat yang dikenal sebagai Poole Bay. Ini beberapa kapal pesiar yang berlabuh, Queen Mary 2 Cunard Line, Ratu Elizabeth dan Ratu Victoria, dan P&O Cruises ‘Britannia, Aurora, Arcadia dan Ventura. Pada minggu ini, ada juga tiga kapal Marella Cruises dalam campuran dan bahkan sebuah kapal Carnival Cruise Line, Carnival Valor. Bahkan Carnival Valor sendiri berada jauh dari tempat asalnya dan biasanya berlayar dari New Orleans. Carnival sendiri selama Covid-19 sudah mengirim beberapa kapalnya dalam pelayaran panjang ke seluruh dunia untuk memulangkan awak mereka ke negara asal. Sedangkan beberapa kapal lainnya berlabuh di negeri yang jauh. Dua kapal Royal Caribbean yakni Anthem of the Seas dan Allure of the Seas juga berlabuh hanya beberapa mil dari kapal lain di lepas pantai Bournemouth, Inggris. Sebuah kapal Norwegian Cruise Line, Norwegian Star pun berlabuh tidak jauh di sepanjang tepi pantai Southampton. Mudeford Ferry mengatakan penumpang dalam turnya mendapatkan pemandangan tanpa halangan dari kapal raksasa itu dari jarak yang sangat dekat. Perusahaan mengatakan diizinkan untuk mendekati dalam jarak 50 meter (sekitar 164 kaki) dari kapal. Sebuah foto yang diposting perusahaan di Facebook minggu ini menunjukkan turis kapal hantu memandangi salah satu kapal P&O Cruises hanya dari depan haluannya. Untuk biaya tur 2,5 jam ini, Anda akan mengocek 20 poundsterling atau sekitar Rp387 ribu untuk dewasa dan sepuluh poundsterling atau Rp193 ribu untuk anak-anak. Dalam tur ini tidak dilengkapi makanan atau minuman dan pelancong bisa membawa sendiri bekal mereka. Untuk diketahui, kapal-kapal pesiar yang tengah berlabuh di lepas pantai Inggris ini tak lagi berlayar sejak Maret lalu ketika seluruh industri pelayaran ditutup karena Covid-19. Meski begitu, beberapa pelayaran telah dilanjutkan di beberapa bagian Eropa, kapal-kapal yang masih belum berlayar keluar dari Inggris Cruising juga masih ditahan di pelabuhan Amerika Utara. Baca juga: Kapal Pesiar Asuka II Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Yokohama Kapal yang berlabuh di lepas pantai Inggris bukanlah kapal hantu yang lengkap. Meskipun tidak ada penumpang di dalamnya dan sebagian besar awak telah dipulangkan, kapal-kapal tersebut masih diawaki oleh sedikit staf yang memelihara mesin dan memantau peralatan keselamatan.